1

PROPOSAL

USAHA PENGEMBANGAN PRODUK MAKANAN RINGAN KERIPIK PEDAS BERBASIS UBI JALAR DI DESA CIKARAWANG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEREKONOMIAN PEDESAAN

OLEH Fahmi Tri Wendrawan Yonathan Muhdian Abdullah (F34090009) (F34090037) (F34090073)

Institut Pertanian Bogor Fakultas Teknologi Pertanian Departemen Teknologi Industri Pertanian Bogor

2

Halaman Usulan Proposal

Judul Kegiatan

: Usaha pengembangan produk makanan ringan keripik pedas berbasis ubi jalar di desa Cikarawang sebagai upaya peningkatan perekonomian pedesaan. : Mini Industri Pembuatan Keripik : Kabupaten dan Kota Bogor : Rp 2.749.500,-

Bidang Fokus Kegiatan Lokasi Kegiatan Biaya Tim kegiatan No Nama

Tempat Tanggal Lahir

Posisi dalam Usaha

Pendidikan Sedang S 1

1

Fahmi Tri Wendrawan Muhdian Abdulah

Blora, 1 Mei 1991 Manager Pemasaran

2

Jakarta, 11 Mei 1991 Sukabumi, 4 Februari 1991

Sedang S 1 Manager Produksi

Yonathan 3

Manager Keuangan dan Administrasi

Sedang S 1

Alamat

: Perumahan Pakuan Regency, Cluster Jayadewata blok CIX 3 Kecamatan Dramaga, Bogor 16680 : 087872359920 : fahmitriwendrawan@yahoo.com

No Telepon Alamat E-mail

3

ABSTRAK

Jumlah pengangguran di Bogor relatif tinggi. Hingga akhir tahun 2011 jumlah pengangguran di daerah Bogor mencapai 231.561 orang dan pencari kerja sebanyak 15.470 orang. Jumlah ini ironis jika ditinjau dari potensi sumber daya alam yang ada. Jawa Barat adalah salah satu daerah sentra utama

produksi ubi jalar. Kabupaten Bogor menurut BPS (Badan Pusat Statistik) tercatat dapat memproduksi ubi jalar rata-rata sebanyak 48.737 ton/tahun. Potensi ketersediaan yang melimpah ini tidak didukung oleh teknologi pengolahan yang ada, ubi jalar cenderung dijual dalam keadaan mentah sehingga tidak memberikan nilai tambah yang lebih untuk masyarakat sekitar. Dengan mendirikan mini industri keripik pedas berbahan dasar ubi jalar akan menyerap tenaga kerja sehingga dapat menekan jumlah pengangguran. Keripik pedas merupakan salah satu makanan ringan yang dapat diolah dari ubi jalar dan digemari masyarakat. Harga keripik pedas di pasaran adalah antara Rp 15.000,- s/d Rp 25.000,- . Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah dan pengolahan yang sederhana dapat menekan biaya pembuatan keripik pedas. Strategi pemasaran yang dilakukan secara langsung (direct selling) maupun melalui website serta didukung oleh harga produk yang realtif murah berimplikasi terhadap semakin tingginya daya serap pasar sehingga dapat berkembang dan menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.

Kata kunci : ubi jalar, nilai tambah, mini industri, pengolahan ubi jalar, keripik pedas.

........... Rencana Teknis Teknologi Produksi ············································7 1................. Tujuan dan Sasaran ································································4 D.........20 .20 D......... Sebaran Distribusi (Place ) …………………………………………. Bauran Pemasaran……………………………………………………….12 B..... 1 B................ Proses Pembuatan……………………………………………………..... Peran dan Tanggung Jawab Personalia dalam Organisai …………….....11 4. Struktur Organisasi Mini Industri. Sarana dan Prasarana Usaha………………………………………….............. Kapasitas Produksi Mini Industri ……………………………………..………………………........ Produk (Product ) …………………………………………………….1 A...12 5....……….…………………………………...... Latar Belakang Masalah ...10 2......... Analisis Lokasi Usaha………………………………………………......17 C.. Rumusan Masalah ··································································4 C............Promosi (Promotion )………………………………………………….4 DAFTAR ISI I................16 4.... RENCANA BISNIS ································································7 A....11 3.......PENDAHULUAN... Komposisi Keripik pedas.. Manfaat Usaha ······································································5 II.....19 2..... Harga (Price ) …………………………………………………………16 3.19 3..... Aspek Keberlanjutan dan Masa Depan Usaha …………………………. Aspek Sumberdaya Manusia ……………………………………………19 1...15 1..15 2.. Informasi Tentang Partner …………………………………………..........

.. Proyeksi Arus Uang Tunai (Cash Flow)…………………………….....26 3.... Waktu Pelaksanaan Penanggung jawab Kegiatan dan Subkegiatan..... RANCANGAN KEGIATAN A.. Analisis Penyusutan…………………………………………………..39 ..………. Aspek Dampak Lingkungan dan Sosial ……………………….31 F..21 E.......... Aspek Keuangan 1..........35 III....29 5... Pelaksana Eksekutif ..... Analisis Kelayakan Usaha dan Titik Impas……………...............27 4..........................….. DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………....…….. Proyeksi Rugi Laba …………………………………………………. IV.. Analisis SWOT………………………………………………………….......5 E... B. Rencana Usaha ………………………………………………………25 2....

Pada akhir tahun 2011 saja jumlah pengangguran di Indonesia berdasarkan angkatan kerja mencapai 7.670.6 BAB I PENDAHULUAN A.722.617 8.011.485 orang angkatan kerja.339 Menganggur 10.1 Jumlah Angkatan kerja yang berkerja dan menganggur 2004-2011 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Bekerja 93. Pada daerah Kabupaten Bogor sendiri jumlah pencari ker ja mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.958.251.935 99.750 104.319.142 9. Latar Belakang Masalah Kondisi pengangguran di Indonesia tergolong tinggi.663 108.266 10.456. Semakin meledaknya jumlah penduduk yang tidak didukung oleh peningkatan lapangan pekerjaan menjadi salah satu faktor tingginya angka pengangguran ini.930.700.036 93. Berikut data angka pencari kerja di kabupaten Bogor menurut Badan Pusat Statistik daerah Bogor. .700.086 orang dari total 117.387 95.779 7.962.932. Tabel 1.552.767 109.394.217 105.899.515 8.870.086 Sumber : Badan Pusat Statistik Menilik data tersebut meskipun tingkat pengangguran semakin menurun tetapi jumlah angkatan kerja setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga perlu diimbangi dengan peningkatan jumlah lapangan kerja. Berikut selengkapnya data pengangguran di Indonesia.207.351 11.000 10.370.

Tabel 1. Kabupaten Bogor merupakan salah satu sentra utama produksi Ubi Jalar namun ironisnya tingkat produksi yang tinggi ini tidak didukung oleh pengolahan serta penambahan nilai pada Ubi Jalar.7 Tabel 1.183 JUMLAH (orang) 15.678 55.182 56. Berikut data produksi Ubi Jalar untuk Kabupaten Bogor.878 15.470 Sumber : Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Data diatas menunjukkan potensi Ubi Jalar yang masih sangat besar untuk dikembangkan.2 Angka pencari kerja Kabupaten Bogor 2008 .694 16.456 50.2010 TAHUN 2008 2009 2010 Sumber: Badan Pusat Statistik Melihat data tingkat pengangguran yang tinggi di daerah Kabupaten Bogor sangat ironis jika ditinjau dari potensi sumber daya alam ya ng ada di daerah tersebut.229 14. Salah satu komoditas unggulan yang berpotensi untuk dikembangkan di daerah Bogor adalah Ubi Jalar.3 Angka Produksi Ubi Jalar Kabupaten Bogor 2003 -2009 TAHUN 2003 2004 2005 2006 2007 2009 PRODUKSI (ton) 53. Ubi Jalar cenderung dijual langsung dalam keadaan mentah sehingga memberi pemasukkan yang sedikit baik untuk petani maupun masyarakat sekitar. Salah satu produk yang bernilai tinggi yang dapat dihasilkan dengan mengolah Ubi Jalar adalah membuat makanan ringan keripik .980 35.

yang masih terbilang mahal untuk mahasiswa dan masyarakat di sekitar lingkungan kampus IPB Dramaga.s/d Rp.. Tujuan dan Sasaran   Mengurangi tingat pengangguran di Kabupaten Bogor Mendirikan mini industri yang profitable dan sustainable. Contohnya salah satu merek produk keripik pedas asal bandung yang sekarang telah berkembang sangat pesat. Namun dengan memberikan sedikit inovasi baik dalam proses produksi maupun kemasannya. 25.000. Perumusan Masalah      Bagaimana cara mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Bogor? Bagaimana cara efisiensi produksi untuk menekan harga keripik pedas? Bagaimana komposisi keripik pedas yang masyarakat? Bagaimana cara menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP) dan manajemen operasi dan produksi yang baik? Bagaimana cara memasarkan produk keripik pedas agar dapat bersaing dengan produk sejenis? sesuai dengan permintaan C.. Produk keripik pedas yang beredar di pasaran harganya berkisar antara Rp. Fenomena ini telah mencengangkan dunia bisnis kuliner karena meskipun keripik pedas bukan produk baru di Indonesia namun dengan memberi sedikit inovasi rasa pedas masyarakat senang hati menerima keberadaan keripik pedas ini.8 pedas. B. Selain prospek pasar yang demikian cerah untuk produk ini. produk ini dapat dijual kepada masyarakat dengan harga yang lebih murh dan terjangkau. Trend makanan ringan berupa keripik pedas yang memiliki rasa pedas bervariasi dengan aneka merek dagang sekarang sudah berkembang pesat di kalangan masyarakat.000. Pemasaran kripik asal bandung ini sekarang bukan hanya seputar Bandung tapi sudah menyebar ke seluruh pelosok negeri bahkan sampai ke mancanegara. 15. . modal untuk memulai usaha ini tergolong tidak terlalu besar karena pembuatannya yang sederhana dan dapat dimulai dengan skala rumah tangga.

dan keberlangsungan usaha yang berkelanjutan agar terbentuknya jaringan pemasaran mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi yang melibatkan pihak-pihak yang terkait (stakeholder). . yang dapat menyerap tenaga kerja serta mengurangi tingkat pengangguran yang ada melalui manajemen yang profesional berupa strukturisasi mini industri yang dapat mengefisiensikan biaya secara significant. Pemerintah Usaha ini turut membantu menyukseskan program pemerintah untuk mngurangi tingkat pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan baru.9     Mendirikan perusahaan yang mampu melakukan efisiensi produksi untuk menekan harga keripik pedas. Memasarkan produk keripik pedas sehingga dapat bersaing dengan produk sejenis di pasaran. akan menciptakan lapangan kerja baru karena mini industri ini akan mempekerjakan 5 orang karyawan tetap sebagai tenaga kerja. D. E. 3. Mendirikan mini industri yang mampu memproduksi keripik pedas sesuai dengan selera masyarakat. Masyarakat Mini industri keripik pedas yang akan didirikan di desa Cikarawang Bogor. Luaran yang Diharapkan Terciptanya sebuah usaha pembuatan keripik pedas yang profitable dan sustainable. Mendirikan mini industri yang mampu menerapkan GMP dan manajemen operasi dan produksi yang baik. Aspek dampak sosial dan lingkungan juga menjadi salah satu perhatian agar dapat meminimalisir segala kerugian yang ditimbulkan dengan adanya mini industri ini. Manfaat Usaha 1.

Pelaksana Program Tumbuhnya jiwa sosial untuk membantu pengembangan perekonomian daerah sekitar serta meningkatkan jiwa technopreneur yang kreatif dan inovatif sehingga mampu berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran.10 4. .

Fungsi minyak goreng sebagai media untuk menggoreng sangat berpengaruh pada keripik yang dihasilkan. Faktor-faktor yang menentukkan kualitas keripik antara lain : a. Bahan pembantu.11 BAB II RENCANA BISNIS A. b. c. jika minyak terlalu panas maka keripik akan cepat gosong. Rencana Teknis Teknologi produk Tujuan utama pembuatan keripik pedas ini adalah untuk membuat makanan ringan dari bahan dasar ubi jalar yang memiliki rasa enak dan harga yang terjangkau sehingga digemari oleh konsumen. mengurangi jumlah minyak yang terserap dalam produk setelah penggorengan. Penentuan Formula Keripik Komposisi yang digunakan sebagai bahan dasar membuat keripik yaitu bahan utama (ubi jalar) dan bahan-bahan lainnya (tepung pati jagung. Pengaruh suhu penggorengan. warnanya cerah dan tidak tengik. dan . 1. berpengaruh terhadap hasil keripik. Penambahan bahanbahan lain dilakukan secara trial dan error. tepung terigu. Pengaruh suhu dilakukan dengan mengatur besar kecilnya suhu kompor. berupa minyak goreng dalam pembuatan keripik harus dalam keadaan baik. Penambahan pati jagung berfungsi untuk meningkatkan total padatan dalam adonan sehingga mudah untuk dicetak. Untuk memperoleh keripik pedas yang enak dan terjangkau ini maka diperlukan uji komposisi sehingga dapat dihasilkan komposisi terbaik yang disukai oleh konsumen. Bahan dasar yang digunakan kualitasnya harus benar-benar baik sehingga keripik yang dihasilkan akan baik pula. Penetuan formula menggunakan bahan utama dengan jumlah tetap (berat setelah dilakukan perebusan). tepung pati sagu dan garam). Dipilih ubi jalar yang masih baru dan tidak mengalami kecacatan. meningkatkan kerenyahan.

05 0.5 Perbandingan Tepung Tepung Jagung Sagu 6 4 3 3 1 2 1 1 0.20 1.70 0.0.00 1.5 0.0.05 Garam 0.2 0.5 0.85 0.1 Perbandingan Tingkat Kesukaan Panelis terhadap komposisi keripik. .95 1. Penambahan garam pada adonan berfungsi untuk meningkatkan citarasa dan menguatkan flavour (Christian 2005).5 0.10 0.4 0. 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Percobaan KeMeninjau dari data tersebut maka dapat diperoleh formula keripik terbaik adalah formula pada percobaan ke-8.4 0.3.0. yaitu dengan perbandingan 10.90 0.5.4 0. Hal ini menunjukkan bahwa formula tersebut cukup digemari oleh konsumen karena setiap hasil percobaan ditanggapi oleh konsumen secara langsung melalui kuisioner.3 0. Tabel 4.5 4 5 5 5.05 0.12 meningkatkan kualitas makanan secara keseluruhan (Huang dan Rooney 2001).1 Formulasi Keripik Ubi Jalar Percobaan Hancuran Ke Ubi Jalar 1 10 2 10 3 10 4 10 5 10 6 10 7 10 8 10 9 10 Tepung Terigu 2 3 3.4 0.85 1.3 0.1 0.1 Grafik 1.1.5 0.05 seperti yang terdapat pada tabel 4.3 Produk Keripik (kg) 0. Percobaan ke-8 memiliki tingkat kesukaan konsumen tertinggi.1 dan grafik 1.4.

2 Perbandingan Sampel Seasoning Keripik Pedas Perbandingan Keadaan Sampel A Warna Aroma Rasa Lebih Merah Sangat Pedas Sangat Pedas Sampel B Merah Pedas Pedas Sampel C Merah Pucat Kurang Pedas Kurang Pedas Tabel 4.3 Hasil Penskoran dan Penilaian Sampel Sampel A Aspek Warna Aroma Rasa Warna Aroma Rasa Warna Aroma Rasa Skor 244 223 225 240 234 229 186 205 201 % 76. Pemasaran yang akan dilakukan di sekitar kampus dengan pengenalan . Penentuan Formula Seasoning Penentuan Formula seasoning dilakukan untuk memperoleh formula seasoning untuk keripik pedas terbaik dengan tingkat kepedasan yang digemari masyarakat atau konsumen.6 73.13 2.1 64.1 74. Untuk itu digunakan tiga sampel seasoning yang memiliki tingkat kepedasan yang berbeda-beda yaitu antara lain : Tabel 4.2 69.4 75 73.8 Kriteria Suka Suka Kurang Suka Suka Suka Suka Kurang Suka Suka Kurang Suka B C Berdarkan data yang diperoleh maka dapat terlihat bahwa sampel B adalah seasoning keripik pedas ubi jalar yang paling disukai baik dari aspek warna. 3.6 58.0 62. aroma maupun rasa. Kapasitas Produksi Mini Industri Potensi permintaan makanan ringan keripik pedas ubi jalar ini sangat prospektif. Untuk itu pilihan seasoning yang akan digunakan sebagai bumbu pedas untuk keripik adalah formula seasoning untuk sampel B.

.. Berbagai sarana dan prasarana tersebut tertera dalam tabel berikut: Tabel 4. 5. Kabupaten Bogor. tampah. kompor. bahan bakar (gas) dan minyak goreng. 1 Jenis Sarana dan Prasarana Sarana Transportasi : Sepeda motor Sarana Administrasi : 2   Laptop ATK 1 unit Memadai 1 unit Jumlah 6. ton keripik pedas. Sebagai produksi awal usaha ini akan memproduksi .. 4. maka kapasitas produksi akan ditingkatkan. Proses Pembuatan a. tepung pati jagung. Propinsi Jawa Barat. Alat-alat yang digunakan antara lain : pisau. seiring dengan bertambahnya modal dan kemampuan pemasaran. garam. tepung pati sagu. seasoning.. Analisis Lokasi Usaha Usaha yang akan dilaksanakan di Desa Cikarawang Kecamatan Dramaga. plastik. tepung terigu. Dalam waktu yang akan datang. sendok besar. Sarana dan Prasarana Penunjang Produksi No. Alat dan Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan keripik pedas ini antara lain : ubi jalar.14 serta promosi keripik pedas dengan harga yang relatif murah dari pesaing yang sejenis akan membuat keripik ini berpotensi untuk bekembang. Lokasi akan dilakukan dalam skala rumah tangga di salah satu rumah penduduk. Sarana dan Prasarana Usaha Usaha yang dilakukan telah memiliki berbagai sarana dan prasarana pendukung produksi sehingga dinilai siap untuk melakukan kegiatan usaha dalam skala produksi tertentu.

alat pencetak. timbangan. dan sodet. b. wajan.15 dandang. Proses Pembuatan Produk Pembuatan produk keripik pedas ini memiliki bebrapa tahap yang dapat dilihat sebagai berikut : Ubi Jalar Disortasi dan dicuci Direbus selama ± 30 menit Didinginkan Dikupas Dihancurkan Adonan Ubi Jalar Ditambah Tepung Terigu Ditambah Tepung Pati Jagung Tepung sagu dan garam Ditipiskan dan dicetak Digoreng dan ditiriskan Seosoning Gambar 1. baskom.1 Skema Pembuatan produk keripik pedas dari ubi jalar . ampia (alat penipis). saringan minyak.

16 Pembuatan produk keripik pedas dari ubi jalar dilaksanakan dengan urutan sesuai gambar 1. dan penambahan seasoning. Bahan tambahan lain yang digunakan untuk pembuatan keripik pedas ini seperti tepung pati jagung. Secara garis besar meliputi persiapan Bahan dan Pembuatan produk. Ukuran ubi jalar mempengaruhi waktu perebusan. Pembuatan Keripik Tahapan pembuatan keripik meliputi: Pembuatan adonan. . tepung terigu. penirisan minyak yang menempel. Kemudian keripik digoreng dan ditiriskan dari minyak goreng. tepung maizena. Hancuran ubi jalar diperoleh dengan cara melakukan perebusan ubi jalar. Pengadaan barang secara bersamaan dapat dilakukan agar biaya pengeluaran lebih efisien. Sebelum perebusan ubi jalar dicuci terlebih dahulu dengan air untuk menghilangkan kotoran terutama tanah yang melekat di kulitnya. tepung terigu. ubi jalar dikupas secara manual dengan menggunakan pisau atau sendok agar mempermudah pencampuran dengan bahan lain pada saat pembuatan adonan. Adonan dibuat dengan cara mencampur semua bahan (hancuran ubi jalar. ukuran ubi jalar yang relatif kecil umumnya lebih cepat matang dibandingkan ubi jalar yang ukurannya lebih besar. pencetakan adonan yang telah dihaluskan. Tahap ini terbagi atas pembuatan hancuran ubi jalar dan persiapan bahan-bahan lain. tepung pati sagu dan garam dapat diperoleh dari supplier. tepung sagu dan garam) sampai homogen kemudian dicampurkan kedalam mixer. Seasoning ditaburkan sambil mengaduk produk sehingga tercampur rata. Persiapan Bahan Tahap persiapan bahan adalah pengadaan bahan baku agar dapat digunakan dalam proses pembuatan. Keripik dicetak dengan berbagai variasi bentuk. Setelah perebusan. Pada mini industri ini pembuatan keripik hanya dilakukan dalam skala rumah tangga sehingga alat-alat yang digunakan masih sederhana dan umumnya dilakukan secara manual. penggorengan.

per bungkusnya. 3. Strategi Pemasaran (Places) Produk keripik pedas ini rencananya akan didistrubusikan melalui beberapa strategi pemasaran yaitu : 1) Direct Selling. Website dibuat interaktif dengan fitur yahoo chat dan cbox sehingga peminat bisa leluasa bertanya mengenai produk sehingga berujung pada pemesanan .17 B. yaitu strategi pemasaran yang langsung menjual produk kepada konsumen tanpa sarana distribusi. Harga (Price) Berdasarkan hasil analisis finansial yang dilakukan maka produk akan dijual ke masyarakat dan konsumen sebesar Rp. 5000. 2) Website. 2. Keripik dikemas dengan takaran yang lebih kecil sehingga dapat dijual sesuai dengan kantong mahasiswa. Konsep direct selling adalah menjual langsung produk ke konsumen dengan tatap muka. direct selling untuk produk keripik pedas ini akan dilakukan dengan dua cara yaitu door to door (pintu ke pintu) dengan menawarkan produk ini dari satu rumah ke rumah lain dan cara agreement yaitu menitipkan produk di kantin dengan sistem kerjasama oleh pemilik kantin. yaitu strategi pemasaran melalui internet dengan membuka situs online sendiri untuk pemesanan pembelian keripik pedas ini. media pemasaran dengan website ini menjadi salah satu unggulan karena produk akan dianggap lebih professional oleh masyarakat dengan memiliki website sendiri. Adapun keunggulan produk yaitu:   Harga kripik pedas yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis. Keripik ini dicampur dengan seasoning pedas yag disukai konsumen.. Tujuan pemasaran ini adalah mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus. Kemajuan zaman memang tidak bisa terelakkan. Produk (Product) Mini industri ini akan memproduksi keripik yang berbahan dasar ubi jalar. Bauran Pemasaran 1.

Media iklan baris online yang akan digunakan antara lain adalah www. 2) Advertising. media pemasaran yang tidak dapat dipungkiri adalah melalui situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Sasaran konsumennya adalah masyarakat luar bogor. Promosi (Promotion) Promosi dan sosialisasi produk keripik pedas ini sangat penting mengingat produk keripik pedas berbahan dasar ubi ini tergolong baru sehingga perlu untuk dipromosikan dan disosialisasikan kepada masyarakat dan konsumen. Kurangnya promosi merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pemasaran produk makanan. 4. perkembangan media iklan online sudah menjamur di dunia maya. Banyak pengalaman produk-produk kuliner dan jajanan ringan yang berhasil dipasarkan melalui jejaring sosial facebook dan twitter ini. untuk promosi dengan advertising pada produk keripik pedas akan dilakukan dengan penyebaran pamflet mengenai produk keripik . Sasarannya adalah masyarakat diluar daerah bogor. Mengiklankan produk di iklan baris dapat membantu untuk mempopulerkan produk keripik pedas ini sehingga kesempatan pasar akan semakin terbuka.cc/ 3) Jejaring sosial. yaitu promosi produk keripik pedas pada penjualan.com/ 4) Iklan Baris Online. 5) Retail.co.com/ dan url twitter http://www. strategi pemasaran dengan retail adalah dengan memasok langsung produk dalam mini market atau supermarket.tokobagus.twitter. Website yang telah dibuat dapat diakses http://www. banyak penyedia layanan iklan gratis ini di situs-situs yang ada.com/. Untuk mengakses jejaring sosiail produk keripik pedas dapat diakses melalui url facebook http://www.18 produk. promosi ini dapat berbentuk diskon harga maupun pemberian produk gratis untuk pembelian produk dengan jumlah tertentu sehingga keinginan konsumen untuk mencoba produk semakin tinggi.facebook. Strategi ini rencananya akan dilakukan saat perkembangan produksi sudah berkapasitas sangat besar.keripikpedas. Beberapa promosi yang akan dilakukan antara lain : 1) Sales Promotion.

Struktur Organisasi Mini Industri 5. Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja No 1 Prasyarat Tidak ditentukan Fungsi Mengkoordinasikan seluruh proses produksi 2 3 Tidak ditentukan Tidak ditentukan Bagian Pengupasan Ubi Bagian pengirisan dan pengeringan ubi 4 Tidak ditentukan Bagian keripik ubi penggorengan 1 1 1 Jumlah (orang) 1 . Prakiraan Jumlah Tenaga Kerja Untuk pelaksanaan usaha keripik ubi jalar ini setidaknya memerlukan 5 orang tenaga kerja dengan pembagian kerja sebagai berikut : Tabel 6. Aspek Sumber Daya Manusia 1.19 pedass ini sehingga konsumen bisa mengenal dan mengetahui keberadaan keripik pedas ini.Struktur Organisasi Mini Industri Manager Produksi Manager Pemasaran Manager Keuangan dan Administrasi Pembimbing Koordinator Proses Produksi Karyawan tetap Gambar 5. C.

Manager Administrasi dan Keuangan bertanggung jawab terhadap aspek komputerisasi. a. Fateta. dan kegiatan administrasi lainnya. pembimbing dapat melakukan kontrol terhadap segala aspek dalam usaha ini serta dapat memberikan saran ataupun kebijakan yang dapat disetujui bersama. humas. b. hp : 0808568423096 email : lmunggaran@yahoo. Bogor. Alamat : Kampus IPB Darmaga.com . Informasi tentang Partner Dalam usaha ini. Koordinator produksi bertanggung jawab untuk mengendalikan bagian produksi dari bahan baku hingga menjadi produk.ac.id. Alamat Kantin Sapta. 3. Manajer Pemasaran bertanggung jawab terhadap segala aspek pasca produksi serta penyaluran produk ke konsumen secara langsung maupun tidak langsung. kami bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendukung keberhasilan mini industri pembuatan keripik pedas. pihak penyedia sarana pemasaran dan pihak institusi untuk pembimbingan.ipb. M. Seluruh manajer saling berkoordinasi dan dibimbing oleh pembimbing dalam mini industri ini. Raya Darmaga. Peran dan Tanggung Jawab Personalia dalam Organisasi Manajer Produksi bertanggung jawab terhadap segala aspek dalam pelaksanaan Produksi Keripik pedas dan melakukan kontrol terhadap karyawan yang bertugas dari laporan koordinator produksi setiap harinya. pembukuan. Institut Pertanian Bogor (sebagai partner untuk konsultasi budidaya) .20 5 Tidak ditentukan Bagian keripik ubi Pengemasan 1 2. Dasar. Jawa Barat. Faks. Selain itu. Gedung Fateta Lt. Jl. Dramaga. Linggar Munggaran Direktur kantin F-Mart Sebagai mitra tempat menjual langsung produk keripik pedas.: (0251) 622708. yaitu meliputi pihak penyedia sarana produksi. Telepon: (0251) 622642. Website: www. Bogor.

Proyeksi Masa Depan Usaha . lingkungan kampus yang penuh dengan remaja mahasiswa membuat prngembangan usaha ini menjanjikan. Peningkatan kapasitas produksi akan diiukuti dengan penyerapan tenaga kerja sehingga kedepannya dapat mengurangi tingkat pengangguran di kabupaten Bogor. Aspek Keberlanjutan dan Masa Depan Usaha Potensi pasar keripik pedas di daerah Bogor terutama di lingkungan kampus masih sangat besar. Kapasitas 100 kg/hari Kapasitas 500 kg/hari Kapasitas 1 ton kg/hari Memiliki agen penyalur diluar bogor 100. maka mini industri ini akan menambah kapasitas produksi dikemudian hari. Keripik pedas merupakan makanan ringan yang kebanyakan digemari oleh kalangan remaja.000 – 200. harga keripik pedas yang sekarang beredar di pasaran masih belum terjangkau di kantong mahasiswa dan masyarakat sekitar. Melihat potensi pasar yang diproyeksikan akan semakin tumbuh. Untuk mencegah kemungkinan kenaikan harga saat memperluas pasar.000 ekor Gambar 4.21 D. Bahan baku ubi jalar yang tergolong relatif murah dan melimpah di daerah bogor menambah potensi mini industri ini untuk dapat berkembang dengan baik. dapat disiasati dengan membuka agen penyalur resmi di luar daerah namun masih dalam manajemen mini industri sehingga rantai distribusi tetap terkontrol dan menguntungkan berbagai pihak khususnya konsumen.

1. keuangan.   Metode pengecilan ukuran kemasan membuat harga keripik menjadi yang termurah untuk produk kompetitor yang sejenis. Kemampuan manajerial baik produksi.1 Kekuatan  Pemilihan lokasi usaha di Desa Cikarawang yang merupakan daerah yang menghasilkan sumber bahan baku utama ubi jalar sehingga menjadi efisien karena mengurangi biaya transport pengadaan bahan baku. Selain itu lokasi ini dekat dengan tujuan pasar utama yaitu lingkungan kampus IPB Dramaga. Sarana transportasi yang minim membuat biaya operasional meningkat.22 E.2 Kelemahan    Produk yang masih tergolong baru sehingga kurang dikenal oleh masyarakat. Analisis SWOT 1. . Kondisi Eksternal 2. tekstur dan aroma yang paling disukai masyarakat maupun konsumen.pelatihan dan keaktifan pada beberapa organisasi kampus Bimbingan dari dosen serta beberapa lembaga penelitian membuat kemampuan manajerial berjalan lebih baik Relasi penyedia bahan baku ubi jalar sudah dimiliki. pemasaran dan sumber daya   manusia sudah terasah pada dari berbagai pengalaman usaha.1 Peluang  Keripik Pedas yang dipasarkan merupakan keripik dengan rasa.Kondisi Internal 1. Skala produksi kecil sehingga biaya operasional cukup tinggi beberapa rupiah 2.

 Kemajuan teknologi dan informasi memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan usaha. dsb.  Pada awal usaha untuk meminimalisir biaya transport akan difokuskan untuk mendapatkan pasar di sekitar lokasi produksi yaitu di lingkungan kampus IPB Dramaga dan sekitarnya.  Sektor ekonomi memiliki pengaruh cukup besar terhadap jalannya suatu usaha. Kondisi ekonomi yang tidak stabil berdampak pada terhambatnya perkembangan usaha bahkan dapat menyebabkan sebagian usaha bangkrut.2 Ancaman   Persepsi negatif konsumen terhadap produk sebelum mau mencobanya terlebih dahulu. Internet memudahkan konsumen dalam memperoleh informasi terbaru tentang produk makanan terbaru yang murah dll. Pengenalan produk juga dilakukan dengan menyebarkan advertising berupa selebaran iklan mengenai produk kepada masyarakat secara rutin.23  Harga di pasaran produk sejenis masih cukup tinggi karena kemasan yang besar sehingga kurang terjangkau untuk kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Kesulitan bahan baku yang disebabkan karena kegagalan panen. Konsumen diberi kemudahan dalam berkomunikasi dengan produsen begitu pula sebaliknya. dalam hal ini diupayakan untuk permulaan pemasaran menggunakan metode direct selling serta margin keuntungan yang tidak terlalu besar.  Skala produksi yang masih rendah membuat biaya operasional lebih tinggi beberapa rupiah. hama. . Upaya Minimalisasi Dampak Kelemahan  Pengenalan produk kepada masyarakat dan konsumen dilakukan dengan melakukan sales promotion dengan memberi diskon produk sehingga konsumen tergiur untuk mencoba dan membeli produk. 2. 3.

1 2 3 4 Komponen Biaya Kemasan Pembuatan label Sewa tempat produksi Transportasi jumlah (buah/pak) 50 3000 1 Harga satuan (Rp) 6000 500 500000 200000 Harga Total 300000 1500000 500000 200000 2500000 Harga per kg/liter/bungkus (Rp) 700 12000 6000 8000 10000 1000 Harga total 35000 60000 6000 8000 5000 3000 117000 2340000 Total Biaya Operasional . 1 2 3 4 5 6 Komponen Biaya Ubi Jalar Minyak goreng Bumbu perasa (seasoning) Tepung terigu Tepung Jagung Garam Jumlah (Kg/bungkus) 50 5 1 1 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Komponen Biaya Kompor Gas Tabung gas 3 kg Selang tabung Penggorengan Saringan Spatula/sodet Timbangan Nampan/nyiru Sealer panci Baskom Alat Pencetak Pisau Total biaya Investasi Jumlah (unit) 2 2 2 2 2 2 1 8 1 2 2 2 3 Harga satuan (Rp) 100000 130000 70000 20000 5000 10000 100000 12000 160000 50000 10000 200000 10000 Harga Total 200000 260000 140000 40000 10000 20000 100000 96000 160000 100000 20000 400000 30000 1576000 Biaya Produksi (Per 1 kali produksi) No.24 Analisis Finansial Biaya Investasi No.5 3 Total Biaya Produksi (1 kali) Total Biaya Produksi (20 kali per bulan) Biaya Operasional (per bulan) No.

25 Total Biaya Kegiatan No. 1 2 3 Jenis Biaya Biaya Investasi Biya Produksi Biaya Operasional Total Biaya Jumlah Biaya (Rp) 1576000 2340000 2500000 6416000 Biaya Penyusutan Alat (Investasi) Umur ekonomis peralatan Nilai akhir Biaya Penyusutan per tahun 5 tahun 10% 283680 Harga Pokok Produksi Biaya Tetap Biaya tak tetap Biaya total HPP 283680 4840000 5123680 1707.000 gram/100 gram = 3000 bungkus .8933 NOTE : 1 bungkus = 100 gram 1 kali produksi = 15 kg/hari 1 bulan produksi = 15 kg/hari x 20 hari/bulan = 300 kg jumlah kemasan total = 300.

00 0.23 0.19 0.93 0.21 16057057.79 0.47 4739714.32 3237289.85 0.39 3917119.64 0.62 6308560.42 4308831.56 5735055.00 -1576000.68 6939416.81 0.38 23690416.71 30629832.80 56935681.58 0.48 47887135.75 7633358.97 0.91 9236363.64 7660363.00 -1576000.82 60852801.13 42673448.92 Payback Period .64 36938393.35 3561018.83 8396694.51 5213686.98 52626850.92 NPV1 67651108.17 0.02 64413819.11 67651108.71 0.26 Periode (T) Investasi 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Biaya ( C ) Biaya Variabel 1576000 0 0 4840000 0 4840000 0 4840000 0 4840000 0 4840000 0 4840000 0 4840000 0 4840000 0 4840000 0 4840000 0 4840000 0 4840000 B-C Total Penerimaan Cost (B) 1576000 0 -1576000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 4840000 15000000 10160000 DF Akumulasi PV (B-C) (i = PV 10%) 1.

Nilai NPV usaha diproyeksikan sebesar Rp 67.108. Usaha yang laba ditandai dengan nilai NPV positif.. ii) Pay Back Period Pay Back Period adalah jangka waktu investasi yang telah ditanam dapat dikembalikan dengan menggunakan penerimaan bersih yang diterima setiap tahun. .27 i) Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang (present value) dari manfaat dan biaya.dengan discount rate sebesar 10%.651. NPV menggambarkan kas yang tersedia pada saat akan mengembalikan dana investasi.Pay Back Periodeusaha yang dijalankan diproyeksikan selama 1 bulan.

kandungan kulit ubi jalar terdapat vitamin A. namun juga mampu membentuk Vitamin A. Namun. Dengan memanfaatkan tenaga kerja asli masyarakat Desa Cikarawang. pemanfaatan kulit ubi jalar sebagai pigmen alami baik untuk industri maupun untuk keperluan sehari-hari belum banyak yang sehingga kami hanya memanfaatkannya sebagai pakan ternak dan pupuk organik. namun pemanfaatan limbah kulit tersebut dapat diperluas dengan memanfaatkan kandungan lain selain zat unsur hara organik seperti Natrium dan Magnesium. Dampak Lingkungan Pada tiap industri. Meskipun limbah kulit ubi tersebut bukanlah masalah besar terhadap dampak lingkungan karena limbah tersebut merupakan limbah organik yang potensial untuk dikonversi menjadi pupuk organik. salah satunya yaitu mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar Cikarawang untuk meningkatkan kesejahteraan hidup khususnya bagi pelaku usaha ini. Selain itu. baik padat. cair maupun gas. . 2. dimana limbah terbesar yaitu limbah padat berupa kulit ubi jalar. Pada kulit ubi jalar. Aspek Dampak Lingkungan dan Sosial 1. terdapat senyawa antosianin karotenoid yang tidak hanya mempunyai fungsi yang sama dengan klorofil. pendirian lahan usaha dan juga mnimnya resiko dampak limbah terhadap lingkungan didaerah sekitar desa tersebut. Dampak Sosial Sebagaimana tujuan awal usaha ini dibuat. Vitamin C dan Vitamin E. Kandungan antosianin dapat dimanfaatkan sebagai pigmen atau zat warna alami. akan terjalin kehidupan sosial yang cukup baik antara pelaku usaha dengan masyarakat sekitar dan juga hubungan baik antara pelaku uasaha dengan gabungan petani masyarakat sekitar dapat memudahkan pelaksanaan usaha tersebut. terutama industri makanan.28 F. Hal tersebut juga pada Mini Industri ini. tentu mempunyai limbah.

Pembelian alat dan bahan Y baku c. Wawancara c. Waktu pelaksanaan NO NAMA KEGIATAN PJ APRIL 1 1 PERSIAPAN USAHA a. Evaluasi kualitas produk di M lapang 4 6 RAPAT DEWAN DIREKSI PERLUASAAN PASAR F F Keterangan F M Y : Fahmi Tri Wendrawan : Muhdian Abdullah : Yonathan . Pelatihan 3 PELAKSANAAN PRODUKSI a. Pembangunan mini industri 2 REKRUTMENTENAGAKERJA a. Pencarian tenaga kerja b. Proses produksi b.29 BAB III RANCANGAN KEGIATAN A. Pemasaran produk M F F Y M M c. Pengurusaan perizinan F 2 3 4 MEI 1 2 3 4 JUNI 1 2 3 4 JUL b.

Efisiensi Produktifitas. Desa Blumbang Jaya. pembukuan. Komputerisasi.30 Pelaksana Eksekutif NAMA ALAMAT TELEPHONE SPESIFIKASI KOMPETISI JABATAN DALAM PERUSAHAAN FAHMI TRI WENDRAWAN Perumahan Pakuan Regensi Cluster Jaya Dewata 087872359920 Pemasaran. akutansi MANAJER ADMINISTRASI DAN KEUANGAN MUHDIAN ABDULLAH Wisma Pakis. 084719433090 RT Produksi. Desa Blumbang Jaya. Kec. Balio 01/10. Kec. 085723248134 RT Komputerisasi. Manajemen SDM MANAJER PEMASARAN YONATHAN Wisma Pakis. MANAJER PRODUKSI . Bogor Barat. Balio 01/10. Bogor Barat.

Y. Ubi Jalar. Florida Bocaroton : CRC Press. Bogor : Program Sarjana Institut Pertanian Bogor. Christian. Pusat Informasi Wanita dalam Pembangunan PDII-LIPI bekerjasama dengan Swiss Development Cooperation.go. Skripsi . Makalah. Isnurdiansyah. 1993 . Chips Bi_Corn Alternatif Snack Bergizi Tinggi. Sweet Potato Products : A Natural Resources for The Tropics.php?tabel=1&daftar=1&id_subyek=24&notab=12 [Deptan]. Tri Margono. Siahaan L. http:// http://tanamanpangan. Buku Panduan Teknologi Pangan. Maharani G. http://www. 2009.php?tabel=1&daftar Bouwkamp C. 1985.) serta Analisis Finansial dan Aspek Pasar dan Pemasarannya. Kajian Formulasi Reconstituted Chips Campuran Ubi Jalar (Ipomea batatas L) dan Tepung Pati Jagung (Zea Mays L. Inc.bps.deptan.2010. Sri Hartinah. Ubi Jalar. Sarungallo M. 2008.id/tab_sub/view. Clara LS.go. Detty Suryati.31 Daftar Pustaka [BPS]. Bogor : Program Sarjana Ekonomi Institut Pertanian Bogor.id/tab_sub/view.

.32 LAMPIRAN Lampiran Gambar : Gambar Produk Keripik Pedas.