PERALATAN BONGKAR MUAT KAPAL

PENDAHULUAN Sebagian besar kapal digunakan untuk keperluan ekonomi, seperti halnya container, general cargo, dan tanker. Kapal-kapal tersebut digunakan untuk mengangkut barang – barang, sehingga memerlukan sistem peralatan bongkar muat. Peralatan bongkar muat tersebut terdapat di kapal. atau di pelabuhan berdasarkan. Berdasarkan jenis barangnya, peralatan bongkar muat dibagi menjadi dua :   Peralatan bongkar muat untuk padat. Peralatan bongkar muat untuk fluida dan gas.

Karena jenis zat yang dikenai peralatan ini berbeda maka membutuhkan peralatan berbeda juga. Untuk bongkar muat barang – barang bukan fluida biasanya menggunakan cargo winch, dan untuk peralatan bongkar muat fluida menggunakan sistem khusus tergantung fluidanya biasanya menggunakan pipa. Pada jenis kapal-kapal yang bermuatan padat,khususnya yang memuat kontainer,diperlukan pelengkapan bongkar muat,derek dan lir muat (cargo winch) ini juga sring dipakai. Sebuah Derek selalu bekeja dengan topping lift,tali muat dengan hook(end hook),dan beberapa pasang leading block(block muat). Di kapal jenis ini kita mengenal beberapa bagian daripada sebuah alat bongkar muat untuk muatan padat, antara lain : җDerrick Post = Tiang Derek Pada umumnya tiang-tiang ini dari pipa atau dengan stream lined tabular section Tiang biasanya dilengkapi dengan ventilasi. җDerrick Boom and Block = Batang muat dan balok Pada umumnya kapasitas dari batang muat dibuat dengan standard -isasi. Untuk Derek yang berkapasitas diatas standardisasi memper -gunakan baja (pipa baja), untuk beban ringan (2 atau 3 ton) cukup dengan bahan dari kayu, oregon pine atau kayu keras lainnya. җBlock and Ropes Tali temali untuk cargo runner dan topping lift dari derrick boom dipakai tali kawat (tros) yang fleksibel, umumnya dipergunakan galvanized curcible steel wire rope yang 6 strand, tiap strand ter1

diri dari 12, 24, atau 36 kawat. җ Swing Boom and Yard Arm System Untuk derek ringan umumnya pakai “Yard Arm” dan untuk beban berat dipakai “Swing Boom” system. Untuk beban yang sangat ri -ngan dilayani dengan swing boom dan dikerjakan manual. җ Deck Cranes = Derek Geladak Pada kapal modern Derek geladak ditempatkan diatas platform dua buah palkah kapal. Derek ini dioperasikan oleh seorang operator. җ Heavy Lift Derrick Bila ada beban yang melebihi kapasitas dari derek tunggal itu,maka dua Derek dioperasiakn secara bersama-sama(yoyo gear arrg). Setelah kita ketahui bagian bagian dari sebuah alat bongkar muat, maka kita akan pelajari bagaimana alat tersebut bekerja, macam-macam dari alat-alat tersebut,dsb. Dan hal ini dapat kita lihat pada penjelasan dibawah ini. CARGO WINCH Salah satu kegiatan yang dilakukan kapal tipe general Cargo yang memuat barang barang bukan jenis fluida adalah bongkar muatan. Kapal cargo mengatur jadwal pengangkutan cargo, tergantung dari lamanya kapal bersandar di pelabuhan untuk bongkar muatan. Bongkar muat barang di kapal dapat dilakukan dengan Fasilitas bongkar muat barang di kapal, fasilitas bongkar muat barang di pelabuhan, kombinasi dari kedua fasilitas tersebut. Secara sekilas peralatan bongkar muat barang di kapal terlihat tidak bermanfaat, karena alasan-alasan sebagai berikut :  Peralatan untuk bongkar muat sudah tersedia di pelabuhan-pelabuhan besar.  Mengurangi kapasitas ruang muat di kapal dengan adanya fasilitas bongkar muat.  Dari segi ekonomis, penambahan dan perawatan fasilitas bongkar muat ini menambah besar biaya operasional. Ditambah lagi waktu pengoprasiannya yang tidak sebanding jika dibanding dengan lamanya pengoprasian kapal. Walaupun demikian kapal cargo untuk pelayaran jarak jauh harus dilengkapi dengan peralatan bongkar muat sendiri, karena faktor-faktor sebagai berikut : 2

♦ Pada suatu saat mungkin kapal melakukan bongkar muat pada pelabuhan yang peralatan bongkar muat barangnya tidak memadai.

♦ Kadang kapal melakukan kegiatan bongkar muat barang tidak dipelabuhan ( di laut ).
♦ Dengan peralatan bongkar muat barang dengan kecepatan dan keandalan tinggi mengurangi lamanya waktu berlabuh di pelabuhan. ♦ Ketika di pelabuhan sedang penuh oleh kapal yang semuanya ingin melakukan bongkar muatan, maka fasilitas bongkar muat barang di pelabuhan tidak mampu melayaninya dalam waktu yang bersamaan. Peralatan pengangkutan barang di kapal terdiri dari palkah, derek dengan tali-tali yang dioperasikan oleh mesin derek, dan cargo crane. Berdasarkan yang menggerakkan, winch dikelompokkan menjadi lima macam secara umum : 1. HAND WINCH Pengoperasian hand winch dilakukan secara manual oleh manusia. Biasanya hand winch ini hanya dipakai pada kapal-kapal kecil, dengan kapasitas angkat tidak lebih dari satu setengah ( 1 ½ ) ton pada kecepatan angkat 1- 1,5 meter/ menit. Hand winch biasanya dioperasikan oleh 3 atau 4 deck hand. Ada beberapa macam bentuk hand winch tapi pada dasarnya sama. 2. STEAM WINCH Pada steam winch mempunyai satu atau dua transmisi. Pada steam winch dengan transmisi tunggal digunakan untuk mengangkat muatan yang berat pada kecepatan angkat yang tinggi ( 0,5-1 meter/detik ). Kecepatan angkat dapat diturunkan sampai 0,25 atau 0,5 meter/detik dengan menggunakan steam winch transmisi ganda, sehingga dapat menambah kapasitas angkat winch tanpa menambah daya. Winch ini digerakkan dengan steam engine dua silinder. Steam engine ini dapat dioperasikan dengan atau tanpa steam expansion. Mesin dari winch uap ini beroperasi dengan atau tanpa ekspansi uap dan pemasukan uap 70% sampai 100% dari langkah. Mesin winch ini beroperasi dengan ekspansi uap diputar balik dengan hubungan Stephenson, lalu apabila beroperasi tanpa ekspansi uap akan diputar balik dengan katup start. 3. ELECTRIC WINCH

3

Pada dasarnya sama dengan steam winch. Electric winch dapat dirancang dengan spur atau worm gear. Pada gambar dibawah ini adalah electric winch dengan spur gear untuk meningkatkan efisiensi.Pada winch ini penahan (2) dari shaft bearing mengunci baseplate (1) dengan studs dan nuts.Sumber tenaga winch ini adalah electric motor (6) yang dikontrol dengan handwheel (7) dari pengontrol. Motor shaft ini dihubungkan melalui kopling fleksibel (8) dengan shaft dari gearbox. 4. HYDRAULIC WINCH Dalam pengoperasiannya digerakkan dengan tenaga hidrolik sama seperti pada mesin kemudi. Hydraulic winch tidak dipergunakan secara luas karena konstruksinya yang kompleks dan nilai ekonomisnya kurang, meskipun alat ini mempunyai sistem pengaturan yang lebih lembut untuk kecepatan angkatnya. Hydraulic winch mempunyai range kecepatan yang panjang dan pengoperasiannya tidak menimbulkan kebisingan. 5. ENGINE DRIVEN WINCH Winch yang digerakkan mesin pembakaran dalam jarang digunakan karena konstruksinya yang rumit, harga nya mahal, range kecepatannya kecil,dan kesulitan dalam kecepatan yang bervariasi meskipun alat ini sangat ekonomis. Cara kerja : Pangkal boom dari tiang boom tersambung melalui swivel joint (heel shackle) ke heel shoe yang terkunci pada tiang mast . Dari posisi ini tiang boom diangkat oleh tackle menuju posisi kerja, tiang boom ini mempunyai ketinggian yang disyaratkan dan dikunci ke tiang mast dengan topping lift. Ketika kapal sedang berlayar tiang boom dikunci pada rest. Tiang boom ini akan berayun untuk memindahkan beban yang akan diangkat dengan menggunakan guys. Cargo whip, yang berakhir di hook kemudian melewati block dan lalu bergerak menuju barrel of winch sehingga akan terjadi pengangkatan beban. Winch biasanya mempunyai dua tipe kecepatan, yaitu : tipe kecepatan tunggal dan tipe kecepatan ganda yang dilengkapi dengan satu atau dua barrel. Yang paling banyak digunakan biasanya tipe kecepatan ganda dengan barrel tunggal. Peralatan deck crane, boom, dan winch untuk keperluan bongkar muat pada sebuah kapal harus memenuhi kriteria berikut : 1. Kapasitas angkut muatan yang besar 2. Pengoperasiannya tidak memerlukan banyak orang 4

3. Dapat dioperasikan sewaktu-waktu dimana kondisi boom siap terpasang untuk beroperasi secara terus-menerus di pelabuhan 4. Untuk kapal tipe General Cargo, sebuah deck crane harus dapat melayani palka dengan berputar 360° pada sumbu slewingnya. 5. Mampu mengangkat dan menurunkan beban dengan kecepatan tertentu. 6. Mudah mengendalikan kecepatan turun naiknya beban. 7. Dapat berhenti pada posisi yang dikehendaki dengan menggunakan kemampuan rem. 8. mudah dioperasikan meskipun tidak memerlukan keahlian dalam mempergunakan mesinmesin modern. Konstruksi Deck Crane pada perencanaan ini diambil tipe Pivot Slewing Crane, seperti yang tercantum pada gambar 179 halaman 429 buku MARINE AUXILIARY MACHINERY AND SYSTEM, M. Khetagurov.

CARGO FLUID SYSTEM Dalam peralatan bongkar muat untuk fluida kita umpamakan fluida ini adalah minya (oil fluid), dan penanganan muatan jenis oil ini biasanya menggunakan system pipa. Kapal yang digunakan untuk mengangkut fluida adalah kapal tanker, dengan aturan – aturan khusus. Perencanaan dari suction dan discharge oil dapat diketahui dari cargo oil system. Sistem pemompaan yang digunakan dahulu sangat sederhana sekali hanya menggunakan satu garis yang menuju dan kebelakang dari midship pumproom, yang terdapat dua steam reciprocating pump. Pompa pertama menyiapkan tangki bagian depan dari pumproom, ketika oil dari tangki bagian belakang dari pumproom disiapkan. Beberapa type yang simple dengan engine di amidships, menyediakan pompa di engine room untuk menangani cargo. Atau alternatifnya garis utama atau pipa utama seluas panjang dari space permesinan untuk dapat memberi tempat pompa di dalam small pumproom yang hanya didepan engine room. Dalam kedua kasus diatas kapal tidak nyaman jika membawa low flash products. CIRCULAR LINE OR RING MAIN Pipeline system lebih baik untuk centre line bulkhead type ship. Setiap tanki atau oil compartement mempunyai dua suction : 1. Direct suction

5

Direct suction untuk port tank adalah semua dalam port cargo line, dan memenuhi port cargo pump. 2. Indirect suction Indirect suction untuk port cargo tank memenuhi starboard cargo line dan starboard cargo pump. Master valves disediakan dalam setiap line diantara tank, jadi untuk melindungi setiap tangki dari tangki lainnya ketika dibutuhkan. Kapal dengan type ini tidak dilengkapi dengan stripping line and pump. Type dari pumping system ini disiapkan untuk mengatasi berbagai macam type fluida yang diangkut. Ada type kapal dengan circular line atau ring main tetapi untuk twin bulkhead type. Dilengkapi juga dengan stripping system. Hal ini dapat diketahui dengan adanya pipeline yang mengelilingi kapal di wing tank, menyeberang dari satu sisi ke sisi lainnya. Setiap wingtank mempunyai suction yang melewatinya. Centre tank mempunyai 2 suction setiap pompa berada di sisi leading ke port dan starboard. Master valves melengkapi separation antara tanki pada awal sistem. Main fore and aft pipelines adalah 12 in tetapi menurun menjadi 10 in ketika suctions. Ada juga type kapal dengan ring main or circular line dan dua cargo pumprooms each containing two cargo pumps. Perencanaan ini memberikan kapal kemampuan pumpung yang lebih besar dan menyediakan fasilitas untuk menangani 4 grades dari fluida sekali pompa. Posisi pompa dari pump rooms diantara tank memecah kapal menjadi 3 bagian yang artinya jikalau ada trouble dengan leaky bulkhead dan lines, ia tetap dapat di dalam pumproom untuk beraksi sebagai cofferdam ketika membawa bermacam-macam grade. Feature yang lain dari system ini adalah crossover line dari semua tanki. Maksudnya untuk loading port, centre, dan starboard compartement dari semua tanki, tidak diperlukan untuk mngelilingi loop. Kerugiannya biayanya mahal karena lebih memerlukan banyak pipa dan valve untuk disediakan. Keuntungannya menjaga keaslian dari minyak yang dibawa. Kapal dengan jenis ini dilengkapi dengan spesial loading pipelines yang berada di centre section. Pipa ini tidak berhubungan dengan pipa di setiap pumproom dan mempunyai keamanan yang tinggi dari kontaminasi yang normalnya terjadi.

THE EFFECT OF CENTRIFUGAL PUMPS ON CARGO PUMPING SYSTEM

6

Sejauh ini kita telah membahas tentang Ring main atau circular line system mempunyai satu atau lebih pumproom yang terdapat steam driven reciprocating pumps, steam dari pompa ini disuplai oleh boiler di engine room. Banyak tanker memakai diesel engine sebagai penggerak utama tergantung dari kecilnya scotch boiler dari limited capacity dari steam untuk menggerakkan pompa. Walaupun satu atau lebih cargo pump dapat dimatikan atau dinyalakan dalam reduced speed. Tetapi dewasa semua port memerlukan tanker discharge low flash petroleum product, ini tidak lagi dapat dicukupi oleh small boiler. Dewasa ini banyak tanker dikonstruksi dengan steam turbine atau turbo electric propulsion engine. Hal ini memaksa untuk menggunakan high pressure water tube boiler. Dan memungkinkan memakai high pressure steam dan electrical power untuk menggerakkan centrifugal pump, dan ini menjadi power yang diminati.Karena kapal mempunyai steam yang high pressure atau electrical power maka kapal dapat discharging dengan powernya sendiri. Tempat yang terbaik untuk centrifugal pump untuk dipasang adalah di pumproom yang berada di depan engine room, berada di antaranya dan after cargo tank. Artinya turbine atau motor dapat di engine room sementara pompanya ditempatkan di pumproom, connecting shaft melewati a gas tight gland atau stuffing box in the bulkhead.

PUMPING SYSTEM WITH PUMPROOMS AFT THE CARGO TANKS Centrifugal tanki yang berada di pumproom diantara engine room dan cargo tank otomatis memerlukan modifikasi di pipeline system. Summer tank memakai 6 in. pipa dan independent suction, 2 main cargo line dari belakang ke pumproom yang terdapat 3 Rotary pump dapat mengumpulkan centrifugal pump, digunakan di main line dan 2 rotary stripping pump memakai pipa 6 in. Stripping line dan 1 suction di setiap main tank. stripping ke dalam no. 11 main tank atau discharge direct ashore. T2 TYPE TANKER T2 type tanker didesain untuk membawa minyak lebih cepat dari rata-rata tanker lainnya dan juga memompa cargo ashore dengan cepat, yang dapat mengurangi pembayaran di pelabuhan. Kapal ini standard dengan twin fore and aft bulkhead tipe kapal dengan pumproom dibelakang. Setiap line terdapat cargo pump yang terpisah, cargo pumproom di belakang. Minyak disalurkan dari setiap cargo pump melalui 3 lines up berukuran 12 in. di deck untuk bermacam-macam pipa di belakang midship house. Master valve berada di setiap line dan memberi isolasi antara tank. Tipe kapal ini didesain untuk menangani 3 7

grades dalam sekali, disediakan valve dan crossover di pumproom and di manifold adalah sama. Grade pertama turun kebawah di starboard line melalui pumproom menuju ke depan dari tank, grade kedua di centre line dapat diloading langsung melalui loading line. Grade ketiga juga diberikan dengan loading line langsung ke after section dari tank. V.L.C.C. TYPE V.L.C.C. adalah very large crude carrier jadi kapal yang lebih besar lagi dari kapal T2 tetapi sistemnya hampir sama hanya jumlah pipeline dan pump yang lebih banyak tergantung dari ukuran dan kapasitasnya. STRIPPING SYSTEM Stripping system ialah : - Untuk membuat agar liquid atau ballast semuanya meninggalkan cargo tank setelah main pump discharge the bulk. - Untuk membuat agar draining dan wash water yang dikumpulkan di bottom dari cargo tanks ketika selesai dibersihkan. A stripping system biasanya terdapat 1 atau lebih pipeline yang melayani semua cargo tank. Biasanya terpisah dengan main suction piping, tetapi dapat dihubungkan, untuk membersihkan main suction lines. Ukuran line bervariasi dari 6 in untuk kapal kecil sampai 12 in. untuk kapal besar dan disediakan displacement pump, baik itu steam driven reciprocating atau electrically driven rotary pump.Pompa juga dapat dihubungkan sehingga dapat membersihkan main suction line jika dibutuhkan. Di sisi discharge stripping pump biasanya cross-connected untuk discharge ashore melaui main delivery lines, overboard atau kedalam satu atau lebih slop tank. Beberapa kapal dilengkapi dengan eductors yang dapat membantu stripping dari cargo tank. Eductor dipakai sebagai penyambung dengan cargo pump agar cepat dan handal. Suction a. Pompa cargo starboard menghisap muatan janis premium dimana masing - masing tanki mempunyai 1 saluran hisap yang di lengkapi dengan bell mouth dan katup tipe butterfly untuk mengatur hisapan dan isolasi dari tanki lain bila di perlukan. b. Pompa cargo port side menghisap muatan jenis minyak tanah dari tangki dimana masing - masing tanki mempunyai satu saluran hisap yang dilengkapi dengan bell mouth dan katup tipe butterfly untuk mengatur hisapan dan isolasi dari tanki lain bila diperlukan 8

c. Terdapat satu crossover valve untuk mengontrol hubungan antara saluran pipa digunakan bila diperlukan. d. Saluran hisap utama mempunyai hubungan dengan suction line dari stripping system bila diperlukan. e. Sebelum masuk pompa, minyak melewati saringan strainer untuk menyaring kotoran yang ada dan mencegah kerusakan pompa. Discharge a. Pompa cargo dilengkapi dengan relief valve (BKI Vol III '88) untuk mencegah takanan berlebih saat discharge dalam pompa sehingga bila terjadi kelebihan tekanan, katup terbuka dan cargo mengalir kembali ke suction line pompa b. Discharge line dilengkapi dengan katup butterfly dan check valve (non-return valve ) serta gate valve dan hubungandengan filling line saat loading sesuai dengan jenis muatannya. c. Terdapat hubungan antar discharge line pompa digunakan apabila diperlukan d. Cargo oil di discharge keluar dengan pompa cargo manifold spill tank sebagai tanki distribusi dan penyetabil aliran fluida. Loading a. Untuk proses pemusatan tanki loading menggunakan sistem pipa dengan filling line untuk masing - masing dan sistem pompa menggunakan pompa dari darat melewati pompa cargo di kamar pompa. b. Filling line untuk saluran pengisian tangki. c. Filling pipe dilengkapi dengan gate valve dan pipa tipe leher angsa pada ujung pipa dan diletakkan ujungnya sampai ke dasar tangki. d. Loading dan filling line diatur sedemikian agar memudahkan dalam pengaturan dan pengontrolan pengisian maupun saat ballast dengan loading - unlaoding antara tangki . Tangki :  Rule classification  Technic : • • • • Material strength Dimension Lay out/ arranggement Ekonomi 9 tanpa

 Maintenance ( cleaning sistem) • • • • Pompa : Kapasitas total pompa harus cukup untuk discharge Minimal harus ada satu pompa pada setiap muatan cargo Pompa cargo digerakkan turbin uap, diesel engine atau electric motor. Pompa tidak boleh di instalasi di ruang pompa atau harus berada di ruang terpisah. (bisa diabaikan bila muatannya punya flash point > 150 0 F) setiap pompa harus punya suction strainer dan pengukur tekanan (loading / Discharge) Cross conection di ijinkan Sisa oil di tanki dibersihkan dengan pompa stripping Kapasitas pompa striping < pompa cargo Pompa vakum untuk remove gas dari pipa pengisian / pengeluaran . Harus dibersihkan secara periodik Harus free gas dalam perawatan Pompa digerakkan oleh motor fixed atau portable Semburan/spray ± 150 psi / lebih tinggi dari tekanan discharge

Pipa : Material • • • • • Sufficient strength or load carrying ability at the operating temperatur to Retention of suitable ductility and impact properties at all operating Satisfactory corrosion and erision resistance in the media that is contact Reistance to gailing with mating material in moving contact In ability to contermine fluids contact internally or externally resist the improved load temperatur internally and externally

Perlengkapan pipa diatur klasifikasi Didesain untuk bisa melayani kapasitas penuh pompa pada keadaan normal Ukuran pipa discharge berdasarkan pada total tekanan pompa dan tekanan minimum pada efek manifold Tekanan desain diinjinkan tetap ± 2,75 psi 10

-

-

Perencanaannya harus mudah dalam operasi

Perhitungan Head dan Pemilihan Pompa Digunakan pompa berkarakter sama, pompa cargo jenis muatan : premium Kapasitas Pompa : Q = V/t V = Volume muatan (m3) t = Jam Kerja Pompa (jam) Kecepatan aliran fluida ( v ) suction maupun discharge Perhitungan Head Pompa Head Total(Ht) = static head(Hs) + friction head loss (mayor head loss)(Hf) + Minor headloss (Hm) (m) 1. Head Statis …….(m) 2. Head mayor : a. Suction : Panjang pipa Diameter pipa Kecepatan fluida Bahan pipa : cast iron contohnya Jenis aliran turbulen atau laminer Head loss : Hf = f b. Discharge : c. Sama dengan suction parameternya 3. Head minor a. suction kxn membahas semacam strainer, type sambungan pipa , siku - siku sambungan dimana : k = konstanta losses di perlengkapan pipa n = Jumlah perlengkapan Head loss ( Hm) = ktot b. Discharge Terkandung Valve: globe, relief, butterfly, non return,dll 11 v2 2.9 Lv 2 D2 g

-

Pipa T Siku 90 o Diketahui juga ktot dari hasil penjumlahan Hm = k tot v2 2.g

Head total: Ht = H statis + H mayor (suction & discharge) + H minor (suction & discharge) c. Power yang dibutuhkan pompa( Pa ) Pa = Q.Ht. γ

Koreksi : Effisiensi Pompa η p diambil : 96 % Pompa digerakkan oleh motor elektrik dengan effisiensi η m : 96 % Jadi perhitungannya menjadi Power pompa : Pa x 1/ η p x 1/ η m Heat carried to the coil at the cargo heating system is expended : 1. 2. 3. For heating the cargo As losses through decks in contact with the out sides air. As losses the sides and bottom that are in contact with the water

The amount of heat Q1 required to heat the cargo is : Q1 = 1000 Vy [ mc1 + c2 (t2 - t1)] kcal\ Where: V = volume of the hold , cum Y = density of oil product t1 and t2 = Its initial and final temperature ,0C c1 = melting heat of solidified component of the cargo that are found only in paraffinaceous m = proportion of parrafinaceous component in the cargo c2 = Heat capasity of the oil product, Kcal per kg per deg C

12

DAFTAR PUSTAKA  Biro Klasifikasi Indonesia Volume I- IV , Mus Karya Offset, Jakarta, 1976  De Haan Ing.JP, Practical Ship Building Part B, The Technical Publishing Company H Stam Haarlaem, Holand, 1957.  Khetagurov, Marine Auxiliary Machinery and System, Peace Publisher Moscow.  Roy.L.Harrington, Marine Engineering, New York, 1992.  Sukarsono N.A, Sistem dan Perlangkapan Kapal, Jakarta, 1995

13