A.

Defenisi Tidur dan Istirahat Tidur adalah suatu keadaan yang berulang – ulang, perubahan status keadaan yang terjadi selama periode tertentu. Jika memperoleh tidur yang cukup maka tenaga akan pulih kembali. Beberapa ahli yakin bahwa perasaan tenaga pulih kembali menunjukkan bahwa tidur memberikan waktu untuk perbaikan dan penyembuhan sistem tubuh untuk periode keterjagaan berikutnya. Istirahat adalah aktivitas mental dan fisik yang menyegarkan kembali. Biasanya orang yang istirahat akan merasa rileks, bebas dari kecemasan dan tenang secara fisik. Istirahat bukan berarti tanpa aktivitas, istirahat dapat diperoleh dengan membaca buku berjalan kaki maupun latihan relaksasi. B. Fisiologi Tidur Tidur adalah proses fisiologis yang bersiklus bergantian dengan periode keterjagaan. Siklus tidur terjaga mempengaruhi dan mengatur fungsi fisiologis dan respon prilaku. 1. Irama sirkadian Irama sirkadian adalah siklus 24 jam, siang malam, sirkadian berasal dari bahasa latin yakni circa, ”tentang”, dan dies, “ hari”. Irama sirkadian mempengaruhi pola fungsi biologis dan perilaku. Fluktuasi suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, sekresi hormon, dan suasana hati dipengaruhi oleh pemeliharaan siklus sirkadian. Irama sirkadian dipengaruhi oleh suhu cahaya dan faktor – faktor eksternal seperti aktivitas sosial, daann rutinitas pekerjaan. Semua individu mempunyai jam tidur yang sesuai dengan siklus tidur mereka. Sebagian individu tidur pada jam 8 malam, sebagian lagi tidur pada jam 11 malam, dan sebagian lagi tidur pada dini hari. Horne dan Otsberg ( dalam Fundamental keperawatan: 1471) mengelompokkan individu kedalam dua Kelompok. Kelompok pertama jenis pagi dan malam. Jenis pagi tidur pada malam hari dan terbangun pada pagi hari. Jenis malam adalaah sebaliknya. Jenis pagi adalah paling baik. Rumah sakit dan peraawatan biasanya tidak menyesuaikan siklus tiduur dalamm memberi asuhan keperawatan. Aktivitas harian Rumah sakit bisa menyebabkan gangguan tidur pada klien atau menyebabkan klien tidak tertidur pada waktu tidur biasanya. Perubahan siklus tidur sesorang akan menyebabkan kualitas tidur yang buruk. Irama biologis tidur biasanya sesuai dengan fungsi tubuh. Seperti perubahan suhu tubuh. Suhu tubuh akan meningkat dan puncaknya pada siang hari, menurun secara bertahap kemudian turun drastis saat tidur. Jika siklus tidur terganggu seperti perubahan dinas malam, maka fungsi fisiologis lain dapat terganggu seperti penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan. 2. Pengaturan Tidur

pernapasan dan muskular. dan pemulihan psikologis. Periode ini secara normal setelah 10 – 30 menit. mereka akan menutup mata dan berada dalam posisi rileks. Kontrol dan pengaturan tidur tergantung pada hubungan antara dua mekanisme serebral yang mengagtifasi secara intermitten dan menekan dan menekan pusat otak tertinggi untuk mengontrol tidur dan terjaga. endokrin. stimulus SAR menurun . Daerah otak juga disebut daerah sinkronisasi bulbar ( Bulbar Synchronizing Region(BSR)). Dua fase tersebut terjadi selama 90 menit. Periode siklus . dan memberikan informasi struktur aspek fisiologis tidur. elektromiogram (EMG) yang mengukur tonus otot dan elektrookolugram (EOG) yang mengukur gerakan mata. selama seseorang terjaga hanya pada rasa kantuk yang bertahap berkembang secara teratur. Fase rem adalah fase terahir dari siklus 90 menit. Alat mengidentifikasinya menggunakan elektroendefalon (EEG) yang mengukur aktivitas listrik dalam korteks serebral. Ketika individu ingin tidur . Sebuah sistem menyebabkan terjaga dan sistem yang lain tertidur. Sesorang terjaga maupun tertidur tergantung pada keseimbangan impuls yang diterima dari pusat yang lebih tinggi. 4. tahap 3 dan 4 adalah tidur yang dalam yang disebut tidur gelombang rendah. selanjutnya BSR mengambil alih daan menyebabkan tidur. Pada fase Rem terjadi konsolidasi memori. Fase NREM memiliki 4 tahap. Tetapi pada orang yang mengalami gangguan tidur akan lebih lama. Tiap siklus terdiri dari 4 tahap NREM dan satu tahap REM. biasanya melewati empat sampai enam siklus tidur penuh. auditori. Tahap i dan 2 dangkal dan masih mudah terbangun . kardiovaskular. stimulus sensori visual. pada tahap ini seseorang sudah sulit dibangunkan. Tahapan Tidur Tidur yang noraml melibatkan dua fase: pergerakan mata yang tidak cepat( non – rafid eye movement NREM ) dan pergerakan mata cepat (rafid eye movement REM ). Terdiri dari sel yang mempertahankan kewaspadaan dan terjaga. Ketika seseorang tertidur.Tidur dipertahankan oleh sistem syaraaf pusat yang berhubungan dengan sistem syaraf periferal. Saat terbangun merupakan respon SAR yang mengeluarkan katekolamin seperti noreefineprin. Aktivitas tidur dihasilkan dari pengeluaran serotonin dari sel tertentu dalam sistem tidur raphe pada pons dan otak deoan bagian tengah. Tiap rangkaian diidentifiikasi melalui respon fisik tertentu dan pola katifitas otak. Sistem aktivasi retikular ( SAR) berlokasi pada batang otak teratas. Siklus Tidur Secara normal orang dewasa pola tidur rutin dimulai dengan periode terjaga. 3. Aktivitas serebral seperti emosi juga menstimulasi SAR. nyeri dan taktil.

tahap 4. tahap 2. tahap 3.tiba sedangkan perpindahan tahap tidur yang dalam cendrung bertahap. perpindahan tahapan dangkal cendrung terjadi tiba. . Perubahan dari tahap – ketahap dipengaruhi oleh pergerakan tubuh . tahap 2. dan diahiri dengan periode Rem. Jiak siklus tidur barjalan dengan baik biasanya tahap 3 dan 4 memendek dan memperpanjang periode Rem sampai 60 menit di siklus ahir tahap tidur. Jumlah siklus tidur individu tergantung jumlah waktu yang digunakan untuk tidur. tahap 3.biasanya dimulai dari tahap 1 .