BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. B.

Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Selain itu juga agar kita bisa mengaplikasikan konsep kebersihan atau hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari menurut ajaran Islam. C. Perumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan Kebersihan ? 2. Mengapa Kebersihan Sangat Penting Dalam Kehiupan ? 3. Apa Saja Cakupan Kebersihan Dalam Ajaran Islam? 4. Bagaimanakah Tuntunan Ajaran Islam Dalam Kebersihan Pribadi Dan Keluarga ? D. Metode Penulisan Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan metode studi kepustakaan. E. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagi berikut : BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah B. Tujuan Penulisan C. Perumusan Masalah D. Metode Penulisan E. Sistematika Penulisan. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Kebersihan B. Pentingnya Kebersihan C. Cakupan Kebersihan D. Tuntunan Kebersihan Pribadi dan Keluarga BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA

1

A. Pandangan islam terhadap KB International Conference on Population and Development (ICPD) di Kairo, 1994, sepakat agar negara memberi akses pelayanan dan informasi keluarga berencana (KB). Millennium Development Goals (MDGs) 2000 lebih menegaskan agar pelaksanaan KB ―disesuaikan dengan kedaulatan tiap negara, sejalan dengan hukum dan prioritas pembangunan, menghargai nilai-nilai agama, etika dan latar belakang budaya bangsa, serta sesuai dengan hak asazi manusia.‖ Negara-negara Islam di dunia termasuk Indonesia, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, mendukung dan melaksanakan program kesehatan reproduksi dan KB yang memungkinkan keluarga menentukan jumlah dan kapan anak itu diinginkan agar keluarga dapat hidup nyaman dan tenang. Saat ini, penduduk dunia berjumlah lebih dari 6 milyar jiwa dan yang beragama Islam sebesar 1,2 milyar orang atau 20 %. Indonesia yang berpenduduk 225 juta orang, 193 juta orang atau 89 % beragama Islam (Population Reference Bureau, PRB, 2004). Dapat dikatakan bahwa sebagian besar dari sekitar 25 juta pasangan peserta KB di Indonesia adalah pemeluk agama Islam. Ini jelas menunjukkan bahwa orang Islam Indonesia mendukung program KB. Menurut Islam, keluarga merupakan unsur kehidupan bermasyarakat yang penting. Oleh karena itu KB hanya boleh dilaksanakan oleh keluarga yang dibentuk oleh perkawinan yang syah menurut syari‘at Islam. Al Qur‘an sebagai sumber hukum agama Islam menyatakan hal berikut tentang keluarga: ―Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah diciptakanNya untukmu pasangan hidup dari kelompokmu sendiri agar kamu mendapat ketenangan hati dan diberiNya kasih sayang di antara kamu.‖ (QS, Ar-Rum, Ayat 21). ―Dan Allah yang telah menentukan pasangan-pasanganmu dari kelompokmu sendiri, dan lahirkanlah untukmu dari mereka anak-anak dan cucu-cucumu." (QS, Al Nahl,Ayat 73). Ulama Islam tidak melarang KB asalkan penundaan kehamilan dan membatasi kelahiran dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan anaknya. Telah dipahami bahwa melahirkan terlalu sering, terlalu dekat waktunya, dan di usia terlalu muda atau terlalu tua akan membahayakan kesehatan dan hidup ibu serta anak. Hal ini juga akan menyulitkan ekonomi keluarga sehingga tak bisa mengasuh, membesarkan dan mendidik anak dengan baik. Al Qur‘an secara jelas menyebutkan bahwa Allah SWT tidak ingin membuat susah hidup manusia:
2

Namun pada tahun 1988. terutama kematian anak balita. Di Iran KB dianjurkan sebagai cara untuk mencegah kehamilan pada wanita berusia di bawah 18 tahun dan lebih dari 35 tahun. Hasilnya. memutuskan untuk mendukung program pembangunan kependudukan dan KB. Ketua Komisi Fatwa MUI menegaskan kegagalan program KB akhir-akhir ini adalah akibat makin merosotnya gerakan KB sejak krisis moneter 1997. KH Ma`ruf Amin. dan tingkat kelahiran yang masih tinggi memerlukan peningkatan pelayanan kesehatan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan‖. 3 . Ajaran Islam membolehkan KB untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. Ini bukan disebabkan agama atau ayat kitab suci yang tak mendukung.id/index. membuat MUI berpendapat: ―Pertambahan penduduk yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai masalah di masyarakat. Masalah kependudukan yang dihadapi Indonesia.php?option=com_content&task=view&id=109&Ite mid=9 diakses tgl 15Januari 2010. revolusi Islam Iran 1979 telah melarang KB. KB dibolehkan lagi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. 1984) Beberapa waktu yang lalu. karena manusia diciptakan lemah.‖ (QS. MUI menyatakan bahwa: ―Ini suatu ikhtiar atau usaha manusia untuk mengatur kehamilan dalam keluarga asalkan tidak melawan hukum agama. 2004) . serta memperhatikan nilai-nilai adat dan kaidah-kaidah agama (MUI. total fertility rate (TFR) 2. (PRB. Mengingat KB juga menyangkut kemaslahatan umat. peserta KB meningkat menjadi 74 %. MUI dalam Musyawarah Nasional Ulama 12-15 Oktober 1983. dan Ketua Komisi Fatwa. ―Tingkat kematian yang masih tinggi. Walaupun demikian tetap ada orang atau kelompok yang tidak mendukung KB. Ayat 28). Alasan yang dikemukakan.‖ (QS. KB tidak menjadi masalah. KH Syukri Ghozali. ―Allah ingin meringankan bebanmu.http://pustaka.―Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesusahan bagimu. cerdas dan saleh‖. "Bagi umat Islam.bkkbn. demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas umat Islam. undang-undang Negara dan moral Panca Sila dan demi mencapai kesejahteraan bangsa pada umumnya.go." kata KH Ma`ruf Amin. antara lain terjadinya konflik ekonomi dan konflik sosial‖. An-Nisa. MUI juga mencermati. Namun MUI tetap berpesan agar KB dilaksanakan secara sukarela. Ayat KB-nya pun ada: Jangan menurunkan generasi lemah. (Desember. Jadi ibu-ibu dianjurkan melahirkan pada usia 18 sampai 35 tahun. Dalam kepemimpinan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). tanpa paksaan.2 % per tahun. Ayat 185). Kesehatan dan Pembangunan. Di negara lain. program KB yang semula ditolak kemudian dapat diterima. Prof KH Ibrahim Hosen. antara lain: Al Qur‘an tidak membolehkan pemakaian alat kontrasepsi yang dianggap sebagai membunuh bayi atau agama Islam menginginkan agar Islam mempunyai umat yang besar dan kuat. Al Baqarah. tentang tentang Kependudukan. pendidikan anak agar menjadi anak yang sehat. 2006).0 dan laju pertambahan penduduk menurun menjadi 1. Namun.

Azal adalah mengeluarkan sperma di luar rahim ketika terasa akan keluar. minimnya tawakal dan keyakinan bahwa Allah Maha Memberi rezeki. dan Ahmad). Era Intermedia. Membatasi anak dengan alasan takut miskin atau tidak mampu memberikan nafkah bukanlah alasan yang dibenarkan. Abu Dawud. KB dinilai sebagai suatu ikhtiar atau usaha manusia untuk mengatur kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum agama. al-Baqarah: 195).” (QS. Bukhari dan Muslim).” (QS. berfirman: “Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. perintah menikahi perempuan yang subur dan banyak anak. Allah Swt. al-Isra‘: 31). penjelasan yang menyebutkan bahwa Rasulullah berbangga di Hari Kiamat dengan banyaknya pengikut beliau (HR. dan sebagainya. khawatir akan kesulitan materi yang terkadang menyebabkan munculnya kesulitan dalam beragama. Nasa‘i. al-Baqarah: 185). Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepada kalian. itu mencerminkan kedangkalan akidah. Ketiga. kekhawatiran akan kehidupan dan kesehatan ibu jika ia hamil atau melahirkan. alasan kekhawatiran akan nasib anak-anaknya. Sebab. dan dikhawatirkan kehadiran anak selanjutnya dalam waktu cepat membuat hak susuannya tidak terpenuhi. Yusuf alQaradhawi. Kedua. maka hukumnya tidak boleh.com/journal/item/4/Pandangan_Islam_Tentang_Keluarga_B erencana diakses tgl 15 Januari 2010) Perspektif Islam Pertanyaan besar kemudian muncul ketika program KB yang dilancarkan pemerintah tersebut bersinggungan dengan segi kehidupan beragama sebagian besar penduduk Indonesia. Misalnya: Tidak bolehnya membunuh anak apalagi karena takut miskin (QS. berdasarkan pengalaman atau keterangan dari dokter yang terpercaya. Yang dikenal dalam Islam adalah pengaturan kelahiran (tanzhim an-nasl). (HR. kesehatannya buruk atau pendidikannya tidak teratasi (Lihat: Halal dan Haram dalam Islam. Dr. Hal ini didasarkan pada para sahabat yang melakukan azal di masa Nabi. Firman Allah: “Dan janganlah kalian campakkan diri kalian dalam kebinasaan. Alasan lainnya adalah agar bayi memperoleh susuan dengan baik dan cukup.” (QS. 285-288). terdapat banyak hadits yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak anak. Beberapa alasan yang membenarkan pengaturan kelahiran antara lain: pertama. hlm. Allah berfirman: “Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesulitan. (http://matabaca. lalu menerima saja sesuatu yang haram dan melakukan hal-hal yang dilarang demi anak-anaknya. 4 . Bahkan. dan beliau tidak melarang hal tersebut. Karena Islam tidak mengenal pembatasan kelahiran (tahdid an-nasl). Dalam pandangan Islam sebagaimana difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Musyawarah Nasional MUI tahun 1983. al-Isra: 31). Undang-Undang (UU) Negara dan moral Pancasila. yakni Islam.multiply.Jika program Keluarga Berencana (KB) dimaksudkan untuk membatasi kelahiran.

maka kesehatan istri yang berarti kesejahteraan keluarga. dijelaskan Sahal Mahfidz.‖ tambah Kiai Sahal. cerdas dan salih. Tentu saja. dikatakan Sahal. Pasalnya. keluarga yang sakinah.‖ ujar Sahal Mahfudz. Menuju generasi yang sehat. Persoalan yang paling urgen dan kadang diperdebatkan dalam Islam mengenai KB. teejaminnya keselamatan jiwa dan kesehatan rohani ibu sejak hamil melahirkan. dikatakan Ketua Umum MUI. Mengenai hal itu. karena harus didahului dari peran keluarga yang senantiasa sakinah. adalah soal penentuan jumlah anak. mawadah wa rohmah. Keluarga bekualitas memang sebuah kebutuhan yang tak bisa ditawar-tawar lagi. cerdas dan bertaqwa. tidak ada juga pelarangan bagi KB metode lain yang menggunakan alat. dikatakan Sahal Mahfudz juga akan berdampak pada tercapainya tiga hal. Dalam kepercayaan Islam. Lebih dari itu. keluarga berkualitas dalam program KB. sebagaimana dikatakan dalam dua buah hadits yang diriwayatkan masing-masing oleh Bukhori dan Muslim. ―Dalam hal ini. dalam keluarga semacam itu. Ada sebagian kalangan yang menilai membatasi kelahiran dengan alasan takut tidak bisa menghidupi anak. sebauh metode KB yang tetap digunakan hingga saat ini.‖ ujarnya. supaya pendidikan anak terjamin demi terciptanya anak yang sehat. Rasul tidak pernah melarang azal. 5 .‖ tambah Sahal. Sahal Mahfudz tidak membantah. yakni terpeliharanya kesehatan ibu dan anak. KH. bisa lebih terjaga. Agama Islam membenarkan pelaksanaan KB untuk menjaga kesehatan ibu dan anak. hingga membangkitkan semangat untuk saling memadu keharmonisan dan kasih sayang diantara seluruh anggota keluarga. tentunya bukan perkara mudah. keluarga yang demikian. tidak dibenarkan dalam Islam. ―Untuk itu. dimana jika jarak kelahiran diatur.Untuk itu. lahir generasi dengan harapan dan masa depan yang lebih baik. jika emang alasannya adalah mengatur jarak kelahiran dan perencanaan keluarga sejahtera dan berkualitas. menyusui dan mengasuh anak. Dalam masa itu. namun tidak dilarang oleh Rasul. dikatakan Sahal telah pula dilakukan di zaman Rasulullah SAW. mawadah wa rohmah senantiasa mengutamakan terciptanya ketentraman dan kedamain dalam rumah tangga. Kenyataannya memang demikian. rejeki memang telah ada yang mengatur. Mengenai penjarakan kehamilan demi alasan kesehatan ini. ―Dengan demikian. yang paling tepat adalah mengemukakan alasan kesehatan. seorang sahabat Rasul mengaku telah melakukan azal. MA Sahal Mahfudz. yakni mengeluarkan air mani di luar vagina istri atau yang lazim disebut saat ini sebagai senggama terputus. Dalam hal ini. ―Pasangan yang bijak adalah pasangan yang merencanakan sebelumnya agar keluarga nantinya memiliki perbandingan antara kuantitas dan kualitas secara seimbang. akan tercapai jika sebelumnya telah dipikirkan dan direncanakan apa saja diperlukan dalam membina hubungan harmonis dalam keluarga.

bisa juga suami si wanita. Cara ketiga. Untuk menentukan hukum pastinya harus didiskusikan dahulu dengan melibatkan banyak pakar dari berbagai disiplin ilmu. biophysicist. Di sini kami akan kemukakan beberapa pendapat sebagian ahli hukum Islam masa kini mengenai kasus cloning ini. Kairo. sosiolog. Pada cara ketiga dan keempat. padahal melindungi keturunan ini termasuk salah satu kewajiban agama. pendapat yang dikemukakan adalah haram. (dian) http://ayo3zone. bisa dari manusia. Pendapat ini kami kutip dari kajian yang dibuat Badan Kajian Keislaman (Majma' al-Buh‫»أ‬ts al-Isl‫¢أ‬miyyah). psikolog. Jika sel atau sperma yang dipakai milik suami sendiri maka hukumnya belum bisa ditentukan (tawaquf). cloning dilakukan dengan mengambil inti sel (nucleus of cells) "wanita lain (pendonor sel telur)" yang kemudian ditanamkan ke dalam ovum wanita kandidat yang nekleusnya telah dikosongkan. Di alin pihak juga akan menghancurkan sistem keluarga yang merupakan salah ajaran agama Islam. ilmuwan biologi (geneticist. yang meliputi ilmuwan kedokteran. jangan sampai dengan alasan memenuhi kebutuhan hidup keluarga. cloning dilakukan dengan cara pembuahan (fertilization) ovum oleh sperma (dengan tanpa hubungan sex) yang dengan proses tertentu bisa menghasilkan embrio-embrio kembar yang banyak. cloning dilakukan dengan menggunakan inti sel (nucleus) "wanita kandidat" itu sendiri. dilarang melakukan cloning yang semacam itu dengan dasar analogi (qiyas) kepada haramnya lesbian dan sadduzarai' (tindakan pencegahan. Cara kedua. kesehatan jasmani dan rohani anak serta pendidikannya. precaution) atas timbulnya kerancuan pada nasab atau sistem keturunan. para ahli hukum sekarang masih memperdebatkan masalah ini dan belum ditemukan kesepakatan final dalam kasus yang menyeluruh. Adapun hukum mengcloning manusia. ada juga jaminan terhadap terpeliharanya keselamatan jiwa. Sel jantan ini bisa berasal dari hewan.wordpress. cloning haram dilakukan jika sel atau sperma yang dipakai milik lelaki lain (bukan suami) atau milik hewan. Pada kasus dua cara pertama. Terus manusia ini bisa pria lain. seorang ayah tega merampok atau membunuh demi uang. Namun. cloning dilakukan dengan menanamkan inti sel (nucleus) jantan ke dalam ovum wanita yang telah dikosongkan nukleusnya.com/2007/06/29/program-kb-dalam-perspektif-islam/ B. dkk). Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini diciptakan untuk kesejahteraan manusia (lihat surat al-Baqarah/2:29 dan surat al-J‫¢أ‬tsiyah/45:13). dari sel telur milik sendiri bukan dari pendonor. 6 .Selain itu. Kloning dan Bayi Tabung menurut islam Dalam kitab-kitab klasik belum (atau mungkin malah tidak) ditemukan pendapatpendapat pakar hukum Islam mengenai hukum spesifik cloning. Cara keempat. Mesir. ―Pasalnya. terdapat rincian tersendiri. disamping terjaminnya keselamatan agama orang tua yang dibebani kewajiban memenuhi kebutuhan hidup keluarga. metode pengambilan hukum-melalui kaidah-kaidah ushul fiqh-yang telah digunakan mereka bisa dijadikan panduan untuk mengambil dan menentukan kasus-kasus hukum yang akan terjadi berikutnya. Tergantung cara cloning yang dilakukan. Paling tidak ada empat cara yang bisa dilakukan dalam cloning: Cara pertama. Karena belum (mungkin juga tidak) ditemukannya rujukan dari kitab-kitab hukum terdahulu. Cloning terhadap tumbuh-tumbuhan atau hewan asalkan memiliki daya guna (bermanfaat) bagi kehidupan manusia maka hukumnya mubah/halal. melihat dulu maslahat dan bahayanya dalam kehidupan sosial.‖ tandas Sahal.

Jika hukum cloning sudah menjadi keputusan haram atau halal. Cara mengatasinya dengan melihat maslahah dan madharatnya.pesantrenvirtual. berubah menjadi janin. dan mungkin efek-efek lain) maka hukumnya tidak boleh. yang terbentuk dari pertemuan antara sel sperma suaminya dengan sel telurnya. Inilah hukum syara‘ untuk kloning embrio. Bayi ini merupakan keturunan dengan kode genetik yang sama dengan laki-laki yang menjadi sumber pengambilan sel tubuh. Kloning manusia dapat berlangsung dengan adanya laki-laki dan perempuan dalam prosesnya. Adapun hukum kloning manusia –andaikata saja sudah berhasil dilakukan. Sebab dalam hal ini telah terjadi pencampuradukan dan penghilangan nasab (garis keturunan). Kedua bentuk kloning ini hukumnya haram. Kloning manusia dapat pula berlangsung di antara 7 . Kloning Manusia : Adapun hukum kloning manusia. Sel telur ini –setelah bergabung dengan inti sel tubuh laki-laki– lalu ditransfer ke dalam rahim seorang perempuan agar dapat memeperbanyak diri. dengan suatu teknik tertentu untuk menghasilkan anak kembar. maka tentu bisa ditindak lanjuti melalui lembaga-lembaga yang berwenang untuk melarang atau menjatuhkan sanksi bagi para pelanggarnya. Padahal Islam telah mengharamkan hal ini. Kloning Embrio: Kloning embrio terjadi pada sel embrio yang berasal dari rahim isteri. lalu inti selnya diambil dan kemudian digabungkan dengan sel telur perempuan yang telah dibuang inti selnya. tetapi para pakar mengatakan bahwa keberhasilan kloning hewan sesungguhnya merupakan pendahuluan bagi keberhasilan kloning manusia. 2. haram. atau dalam rahim isteri kedua dari suami bagi isteri pertama pemilik sel telur yang telah dibuahi tadi. wa 'l-Lah-u a'lam Wassalam Shocheh Ha. maka kloning seperti ini hukumnya mubah menurut syara‘. sehingga jika ada tindak kriminal atau kasus hukum lainnya susah diidentifikasi. Kemudian sel-sel embrio itu dipisahkan agar masing-masing menjadi embrio tersendiri yang persis sama dengan sel embrio pertama yang menjadi sumber pengambilan sel. Selanjutnya sel-sel embrio itu dapat ditanamkan dalam rahim perempuan asing (bukan isteri). Lalu sel embrio itu dibagi dengan suatu teknik perbanyakan menjadi beberapa sel embrio yang berpotensi untuk membelah dan berkembang. padahal kenyataannya belum– dan kloning embrio adalah sebagai berikut : 1. meskipun hal ini belum terjadi.com/index. Jika hasilnya bisa membikin kacau tatanan masyarakat (karena banyak orang kembar. Akan tetapi jika sel-sel embrio tersebut –atau satu sel darinya– ditanamkan ke dalam rahim perempuan pemilik sel telur itu sendiri. dan agamawan (pakar fiqh). sebab kloning seperti ini adalah upaya memperbanyak embrio yang sudah ada dalam rahim perempuan itu sendiri.ilmuwan hukum. dan akhirnya dilahirkan sebagai bayi.php?option=com_content&task=view&id=12 &Itemid=30 diakses tgl 15 Januari 2010. http://www. Proses ini dilaksanakan dengan mengambil sel dari tubuh laki-laki. berkembang.

yaitu dari payudara atau ambingnya. dan akhirnya dihasilkan bayi domba. Al Qiyaamah : 37-38) b. setelah inti selnya dibuang. Anak-anak produk proses kloning tersebut dihasilkan melalui cara yang tidak alami. dari air mani apabila dipancarkan. Ini merupakan tindakan menyia-nyiakan 8 . tidak akan mempunyai ayah. Kemudian inti sel tersebut dimasukkan ke dalam lapisan sel telur domba. dan menyempurnakannya. kemudian inti selnya diambil dan digabungkan dengan sel telur perempuan yang telah dibuang inti selnya. Kloning ini haram menurut hukum Islam dan tidak boleh dilakukan. Proses ini dilaksanakan dengan mengambil sel dari tubuh seorang perempuan. lebih sehat. maka sungguh akan menjadi bencana dan biang kerusakan bagi dunia. Sel telur ini kemudian ditanamkan ke dalam rahim domba agar memperbanyak diri. Sebab rahim perempuan yang menjadi tempat pemindahan sel telur tersebut hanya menjadi penampung. Mula-mula inti sel diambil dari tubuh domba. lalu sifat-sifat khusus yang berhubungan dengan fungsi ambing ini dihilangkan. Kloning yang dilakukan pada laki-laki atau perempuan –baik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas keturunan dengan menghasilkan keturunan yang lebih cerdas. lalu Allah menciptakannya. Anak-anak produk kloning dari perempuan saja (tanpa adanya laki-laki). An Najm : 45-46) Allah SWT berfirman : ―Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim). yang mempunyai kode genetik yang sama dengan domba pertama yang menjadi sumber pengambilan sel ambing. berkembang. dan akhirnya dilahirkan sebagai bayi. Sel telur ini –setelah bergabung dengan inti sel tubuh perempuan– lalu ditransfer ke dalam rahim perempuan agar memperbanyak diri.perempuan saja. Dan anak produk kloning tersebut jika dihasilkan dari proses pemindahan sel telur –yang telah digabungkan dengan inti sel tubuh– ke dalam rahim perempuan yang bukan pemilik sel telur. Padahal justru cara alami itulah yang telah ditetapkan oleh Allah untuk manusia dan dijadikan-Nya sebagai sunnatullah untuk menghasilkan anak-anak dan keturunan. Dalil-dalil keharamannya adalah sebagai berikut : a. Allah SWT berfirman : ―dan Bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan.‖ (QS. berubah menjadi janin. maupun yang bertujuan untuk memperbanyak keturunan guna meningkatkan jumlah penduduk suatu bangsa agar bangsa atau negara itu lebih kuat– seandainya benar-benar terwujud. berubah menjadi janin. lebih kuat. Bayi yang dilahirkan merupakan keturunan dengan kode genetik yang sama dengan perempuan yang menjadi sumber pengambilan sel tubuh. kemudian mani itu menjadi segumpal darah. berkembang. tidak lebih. tidak pula akan mempunyai ibu.‖ (QS. Inilah domba bernama Dolly itu. Hal tersebut mirip dengan apa yang telah berhasil dilakukan pada hewan domba (Dolly). tanpa memerlukan kehadiran laki-laki. dan lebih rupawan.

bahwasanya tatkala turun ayat li‘an (QS.‖ (QS. dan sel-sel telur juga akan diambil dari perempuan-perempuan terpilih. kesehatan. atau (seorang budak) bertuan (loyal/taat) kepada selain tuannya. yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : ―Siapa saja yang menghubungkan nasab kepada orang yang bukan ayahnya. Ad Darimi) Kloning yang bertujuan memproduksi manusia-manusia yang unggul –dalam hal kecerdasan. Padahal Islam telah mewajibkan pemeliharaan nasab. dan seluruh manusia. 9 . ) dia mendengar Rasulullah SAW bersabda : ―Siapa saja perempuan yang memasukkan kepada suatu kaum nasab (seseorang) yang bukan dari kalangan kaum itu.‖ (HR. Ibnu Majah) Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA.‖ (HR.‖Aku mendengar Sa‘ad dan Abu Bakrah masing-masing berkata. Hal ini bertentangan dengan firman Allah SWT : ―Hai manusia. Ibnu Majah) Diriwayatkan dari Abu ‗Utsman An Nahri RA.manusia. padahal dia tahu bahwa orang itu bukan bapaknya. sebab dalam kondisi ini tidak terdapat ibu dan ayah. Dengan demikian sel-sel tubuh akan diambil dari laki-laki dan perempuan yang mempunyai sifat-sifat yang diinginkan. Dan siapa saja laki-laki yang mengingkari anaknya sendiri padahal dia melihat (kemiripan)nya. Kloning manusia akan menghilang nasab (garis keturunan). serta diletakkan pada rahim perempuan terpilih pula. sudah menikah atau belum. para malaikat. maka surga baginya haram. Al Hujuraat : 13) Hal ini juga bertentangan dengan firman-Nya : ―Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Semua ini akan mengakibatkan hilangnya nasab dan bercampur aduknya nasab. yang berkata. tanpa mempertimbangkan apakah mereka suami-isteri atau bukan. Al Ahzaab : 5) c. sesunguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. maka dia tidak akan mendapat apa pun dari Allah dan Allah tidak akan pernah memasukkannya ke dalam surga. maka Allah akan tertutup darinya dan Allah akan membeberkan perbuatannya itu di hadapan orang-orang yang terdahulu dan kemudian (pada Hari Kiamat nanti). yang mempunyai sifat-sifat keunggulan. kekuatan fisik.‖ (QS. maka dia akan mendapat laknat dari Allah.‖ (HR. kerupawanan– jelas mengharuskan seleksi terhadap para laki-laki dan perempuan yang mempunyai sifat-sifat unggul tersebut. Diriwayatkan dari Ibnu ‗Abbas RA.‘Kedua telingaku telah mendengar dan hatiku telah menghayati sabda Muhammad SAW : ―Siapa saja yang mengaku-ngaku (sebagai anak) kepada orang yang bukan bapaknya.

‖ (QS. hubungan ‗ashabah. Berdasarkan dalil-dalil itulah proses kloning manusia diharamkan menurut hukum Islam dan tidak boleh dilaksanakan. sebab hak ini termasuk ikhiar berdasarkan kaidahkaidah agama. sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang 10 .d. Bayi Tabung Proses pembuahan dengan metode bayi tabung antara sel sperma sel suami dengan sel telur isteri. Dan fitrah dalam kelahiran dan berkembang biak pada manusia adalah dengan adanya laki-laki dan perempuan. lalu benar-benar mereka mengubahnya. C. 2. Memproduksi anak melalui proses kloning akan mencegah pelaksanaan banyak hukum-hukum syara‘. Kloning manusia sungguh merupakan perbuatan keji yang akan dapat menjungkir balikkan struktur kehidupan masyarakat. hubungan kemahraman. Menurut Fatwa MUI (hasil komisi fatwa tanggal 13 Juni 1979). Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari‘ah ( ). sel telur yang telah dibuahi ini kemudian akan diletakkan pada rahim isteri dengan metode tertentu sehinnga kehamilan akan terjadi secara alamiah di dalamnya. hak dan kewajiban antara bapak dan anak. nafkah. waris. Sementara itu Allah SWT telah menetapkan bahwa proses pembuahan tersebut wajib terjadi antara seorang laki-laki dan perempuan yang diikat dengan akad nikah yang sah. nasab. Dengan demikian kelahiran dan perkembangbiakan anak melalui kloning bukanlah termasuk fitrah. perawatan anak. Sel sperma tersebut akn membuahi sel telur bukan pada tempatnya yang alami. sesungguhnya merupakan suatu upaya medis untuk memungkinkan sampainya sel sperma suami ke sel telur isteri. seperti hukum tentang perkawinan. dan lain-lain. Di samping itu kloning akan mencampur adukkan dan menghilangkan nasab serta menyalahi fitrah yang telah diciptakan Allah untuk manusia dalam masalah kelahiran anak. Allah SWT berfirman mengenai perkataan Iblis terkutuk. An Nisaa‘ : 119) Yang dimaksud dengan ciptaan Allah (khalqullah) dalam ayat tersebut adalah suatu fitrah yang telah ditetapkan Allah untuk manusia. serta melalui jalan pembuahan sel sperma laki-laki pada sel telur perempuan. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia memfatwakan sbb : 1. yang mengatakan : ―…dan akan aku (Iblis) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah). Apalagi kalau prosesnya terjadi antara laki-laki dan perempuan yang tidak diikat dengan akad nikah yang sah. Bayi tabung dengan sperma clan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh).

11 . Menurut salah satu putusan fatwa ulama Saudi Arabia. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangna suami isteri yang sah hukumnya haram. 42:50) (Silakan lihat buku Al-Lu‘lu‘ Al-Makin kumpulan Fatawa Syaikh Bin Jibriin hal 56. Karena praktek tersebut akan menyebabkan terbukanya aurat. 4. Kendatipun mani yang disuntikkan ke rahim wanita tersebut adalah mani suaminya. dakwah dan bimbingan Islam di Kerajaan Saudi Arabia telah mengeluarkan fatwa pelarangan praktek bayi tabung. Sperma yang diambil dari pihak lelaki disemaikan kepada indung telur pihak wanita yang bukan istrinya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya.) Namun demikian ada fatwa lain yang dikeluarkan oleh majelis Mujamma‘ Fiqih Islami. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari‘ah ( ). karena dapat mengakibatkan percampuran nasab dan hilangnya hak orang tua serta perkara-perkara lain yang dikecam oleh syariat. Menurut pendapat saya. tersentuhnya kemaluan dan terjamahnya rahim. sebab Dia-lah yang berfirman dalam kitab-Nya: Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. 3. hendaknya seseorang ridha dengan keputusan Allah Ta‘ala. 5. fatwa. (QS. kemudian dicangkokkan ke dalam rahim wanita lain yang bersedia mengandung persemaian benih mereka tersebut. dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari‘ah ( ). 2. sebab hal ini akan menimbulkan masala~ yang pelik. 4. kemudian dicangkokkan ke dalam rahim istrinya yang lain. dan sebaliknya). baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan. yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya. disebutkan bahwa Alim ulama di lembaga riset pembahasan ilmiyah. 3. Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari seorang suami dan istrinya. Sperma dan indung telur yang disemaikan tersebut diambil dari sepasang suami istri. Indung telur yang diambil dari pihak wanita disemaikan kepada sperma yang diambil dari pihak lelaki yang bukan suaminya kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si wanita. 1. Sperma dan indung telur yang disemaikan berasal dari lelaki dan wanita lain kemudian dicangkokkan ke dalam rahim si istri.mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya. karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina). Majelis ini menetapkan sebagai berikut: Pertama: Lima perkara berikut ini diharamkan dan terlarang sama sekali.

dan ini pun tidak boleh.‖ (Fatawa Al-Mar`ah Al-Muslimah hal. Bahkan terkadang berkonsekuensi sang dokter melihat aurat suami wanita tersebut. sehingga tidak boleh dilakukan kecuali dalam keadaan darurat. Sperma si suami diambil kemudian di suntikkan ke dalam saluran rahim istrinya atau langsung ke dalam rahim istrinya untuk disemaikan. karena proses pengambilan mani (sel telur wanita) tersebut berkonsekuensi minimalnya sang dokter (laki-laki) akan melihat aurat wanita lain. Wallahu a‘lam. Seseorang yang menempuh cara ini untuk mendapatkan keturunan dikarenakan tidak diberi rizki oleh Allah berupa anak dengan cara alami (yang dianjurkan syariat). Dan melihat aurat wanita lain (bukan istri sendiri) hukumnya adalah haram menurut pandangan syariat. seperti pemindahan tangan. 2. sebagai berikut: 1. Demikian pula perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya pelanggaran amanah dari orang-orang yang lemah iman di rumahrumah sakit yang dengan sengaja mengganti sperma ataupun indung telur supaya operasi tersebut berhasil demi mendapatkan materi dunia.com/2007/10/29/fatwa-bayi-tabung/ diakses pada tgl 15 Januari 2010 D. Sementara itu Syaikh Nashiruddin Al-Albani berpendapat lain. Secara umum beberapa perkara yang sangat perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah aurat vital si wanita harus tetap terjaga (tertutup) demikian juga kemungkinan kegagalan proses operasi persemaian sperma dan indung telur itu sangat perlu diperhitungkan. dan jantung. Lebih dari itu. Transplantasi merupakan pemindahan sebuah organ atau lebih dari seorang 12 . http://prayudi. Sementara tidak terbayangkan sama sekali keadaan darurat yang mengharuskan seorang lelaki memindahkan maninya ke istrinya dengan cara yang haram ini. Sperma tersebut diambil dari si suami dan indung telurnya diambil dari istrinya kemudian disemaikan dan dicangkokkan ke dalam rahim istrinya. Oleh sebab itu dalam melakukannya perlu kewaspadaan yang ekstra ketat. berarti dia tidak ridha dengan takdir dan ketetapan Allah Subhanahu wa Ta‘ala atasnya. beliau berpendapat sbb : ―Tidak boleh. 288). ginjal. maka lebihlebih lagi tentunya Rasulullah Shallallahu ‗alaihi wa sallam menganjurkan dan membimbing mereka untuk menempuh cara yang sesuai dengan syariat (halal) dalam mendapatkan anak. Transplantasi Organ Yang dimaksud dengan transplantasi organ di sini adalah pemindahan organ tubuh dari satu manusia kepada manusia lain. Jikalau saja Rasulullah Shallallahu ‗alaihi wa sallam menganjurkan dan membimbing kaum muslimin untuk mencari rizki berupa usaha dan harta dengan cara yang halal.wordpress. Silakan lihat Mujamma‘ Fiqih hal 34. menempuh cara ini merupakan sikap taklid terhadap peradaban orang-orang Barat (kaum kuffar) dalam perkara yang mereka minati atau (sebaliknya) mereka hindari.Kedua: Dua perkara berikut ini boleh dilakukan jika memang sangat dibutuhkan dan setelah memastikan keamanan dan keselamatan yang harus dilakukan.

hati. yang berarti dia telah membunuh dirinya sendiri.manusia –pada saat dia hidup. dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Memaafkan pemotongan tangan atau pencongkelan mata. hakekatnya adalah tindakan menyumbangkan diyat. Padahal seseorang tidak dibolehkan membunuh dirinya sendiri atau meminta dengan sukarela kepada orang lain untuk membunuh dirinya. Transplantasi Organ Dari Donor Yang Masih Hidup : Syara‘ membolehkan seseorang pada saat hidupnya –dengan sukarela tanpa ada paksaan siapa pun– untuk menyumbangkan sebuah organ tubuhnya atau lebih kepada orang lain yang membutuhkan organ yang disumbangkan itu. yang berarti pula menetapkan adanya pemilikan organ tubuh yang akan disumbangkan dengan diyatnya itu. yang berarti ada kemubahan menyumbangkan organ tubuhnya kepada orang lain yang membutuhkan organ tersebut. Dan dalam hal ini Allah SWT telah membolehkan memberikan maaf dalam masalah qishash dan berbagai diyat. seperti jantung. ialah bahwa organ yang disumbangkan bukan merupakan organ vital yang menentukan kelangsungan hidup pihak penyumbang. Adanya hak milik orang tersebut terhadap organ-organ tubuhnya berarti telah memberinya hak untuk memanfaatkan organ-organ tersebut. atau tercongkel matanya akibat perbuatan orang lain– untuk mengambil diyat (tebusan). Hal ini dikarenakan penyumbangan organ-organ tersebut akan mengakibatkan kematian pihak penyumbang. Al An‘aam : 151) Keharaman membunuh orang yang diharamkan Allah (untuk membunuhnya) ini mencakup membunuh orang lain dan membunuh diri sendiri. Ketentuan itu dikarenakan adanya hak bagi seseorang –yang tangannya terpotong. Allah SWT berfirman : ―Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya.‖ 13 .‖ (QS.‖ (QS. Imam Muslim meriwayatkan dari Tsabit bin Adl Dlahaak RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : ―…dan siapa saja yang membunuh dirinya sendiri dengan sesuatu (alat/sarana). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kalian dan suatu rahmat. atau memaafkan orang lain yang telah memotong tangannya atau mencongkel matanya. atau setelah mati– kepada manusia lain. An Nisaa‘ : 29) Allah SWT berfirman pula : ―…dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. dan kedua paru-paru. hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik. Sedangkan penyumbangan diyat itu berarti menetapkan adanya pemilikan diyat. Allah SWT berfirman : ―Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian. Al Baqarah : 178) Syarat-Syarat Penyumbangan Organ Tubuh Bagi Donor Hidup Syarat bagi kemubahan menyumbangkan organ tubuh pada saat seseorang masih hidup. maka Allah akan menyiksa orang tersebut dengan alat/sarana tersebut dalam neraka Jahannam. Hukum transplantasi organ adalah sebagai berikut : 1. seperti tangan atau ginjal.‖ (QS.

meskipun hal ini tidak akan menyebabkan kematiannya.‘Kedua telingaku telah mendengar dan hatiku telah menghayati sabda Muhammad SAW : ―Siapa saja yang mengaku-ngaku (sebagai anak) kepada orang yang bukan bapaknya. ―Aku mendengar Sa‘ad dan Abu Bakrah masing-masing berkata.‖ Demikian pula Islam telah melarang seorang wanita memasukkan ke dalam kaumnya 14 .‖ Demikian pula seorang laki-laki tidak dibolehkan menyumbangkan dua testis (zakar). Ini karena sel-sel kelamin yang terdapat dalam organ-organ reproduktif –yaitu testis pada laki-laki dan indung telur pada perempuan– merupakan substansi yang dapat menghasilkan anak. Imam Ibnu Majah meriwayatkan dari Ibnu Abbas RA. dia berkata : ―Kami dahulu pernah berperang bersama Nabi SAW sementara pada kami tidak ada isteri-isteri. para malaikat. Kami berkata. Dan testis akan tetap menjadi tempat penyimpanan –yakni pabrik penghasil sel sperma dari sel-selnya– baik testis itu tetap pada pemiliknya atau pada orang yang menerima transplantasi testis dari orang lain. sebagaimana tidak dibolehkan pula menyumbangkan dua buah testis.‖ Hukum ini dapat diterapkan juga untuk penyumbangan satu buah testis. menyumbangkan satu atau dua buah testis akan menimbulkan pencampuradukan dan penghilangan nasab. atau (seorang budak) bertuan (loyal/taat) kepada selain tuannya. Jadi pihak penyumbang testislah yang secara biologis menjadi bapak mereka. Padahal Islam telah mengharamkan hal ini dan sebaliknya telah memerintahkan pemeliharaan nasab. sebab kelahiran manusia memang berasal dari sel-sel kelamin. sebab testis yang telah dia sumbangkan itulah yang telah menghasilkan sel-sel sperma yang akhirnya menjadi anak. Maka dari itu. kendatipun hal ini tidak akan membuat penyumbangnya menjadi mandul. anak-anak yang dilahirkan akan mewarisi sifat-sifat dari penyumbang testis dan tidak mewarisi sedikitpun sifat-sifat penerima sumbangan testis. Di samping itu.Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : ―Siapa saja yang menjatuhkan diri dari sebuah gunung dan membunuh dirinya sendiri. Atas dasar itu. tidak dibolehkan menyumbangkan satu buah testis. Imam Bukahri meriwayatkan dari Abdullah bin Mas‘ud RA. yang akan menyebabkan kemandulan. maka surga baginya haram. maka dia akan dimasukkan ke dalam neraka Jahannam. Karena itu. maka dia akan mendapat laknat dari Allah. dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda : ―Siapa saja yang menghubungkan nasab kepada orang yang bukan ayahnya. Sebab. sebab Rasulullah SAW telah melarang pengebirian/pemotongan testis (al khisha‘). dia berkata. maka kromosom anakanak dari penerima transplantasi testis. ‗Wahai Rasulullah bolehkah kami melakukan pengebirian ?‘ Maka beliau melarang kami untuk melakukannya.‖ Imam Ibnu Majah meriwayatkan pula dari Utsman An Nahri RA. padahal dia tahu bahwa orang itu bukan bapaknya. menyumbangkan dua buah testis akan menyebabkan kemandulan pihak penyumbang. dan seluruh manusia. Dalam testis terdapat sel-sel penghasil sel-sel sperma mengingat testis merupakan pabrik penghasil sel sperma. sebenarnya berasal dari orang penyumbang testis.

Sedangkan mengenai kemubahan mewasiatkan sebagian hartanya. adalah bahwa pihak penyumbang berstatus sebagai pemilik dari benda yang akan disumbangkan. Dan selama hak mewarisi tubuh si mayit tidak dimiliki oleh para ahli waris. maka dia tidak akan mendapat apa pun dari Allah dan Allah tidak akan pernah memasukkannya ke dalam surga. ataupun isterinya. karena mereka tidak memiliki tubuh si mayit. dan bahwa dia mempunyai hak untuk memanfaatkan benda tersebut. Mengenai hukum pemilikan tubuh seseorang yang telah meninggal. Berdasarkan hal ini. maka seseorang yang sudah mati tidak dibolehkan menyumbangkan organ tubuhnya dan tidak dibenarkan pula berwasiat untuk menyumbangkannya. seorang dokter atau seorang penguasa tidak berhak memanfaatkan salah satu organ tubuh seseorang yang sudah meninggal untuk ditransplantasikan kepada orang lain yang membutuhkannya. dan hukum keadaan darurat. para ahli waris tidak berhak menyumbangkan salah satu organ tubuh si mayit.‖ 2. Sebab dengan sekedar meninggalnya seseorang. Jika lebih dari sepertiga. maka Allah SWT telah mewariskan kepada mereka harta benda si mayit. kami berpendapat bahwa tubuh orang tersebut tidak lagi dimiliki oleh seorang pun. Karena itu dia tidak berhak berwasiat untuk menyumbangkan salah satu organ tubuhnya setelah kematiannya. Izin ini tidak mencakup pewasiatan tubuhnya. hal ini karena Asy Syari‘ (Allah) telah mengizinkan seseorang untuk mewasiatkan sebagian hartanya hingga sepertiga tanpa seizin ahli warisnya. terlebih dahulu harus diketahui hukum pemilikan tubuh mayat. Hukum Transplantasi Dari Donor Yang Telah Meninggal : Hukum tranplanstasi organ dari seseorang yang telah mati berbeda dengan hukum transplantasi organ dari seseorang yang masih hidup.nasab yang bukan dari kaumnya. bukan tubuhnya. Padahal syarat sah menyumbangkan sesuatu benda. Imam Ad Darimi meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda tatkala turun ayat li‘an : ―Siapa saja perempuan yang memasukkan kepada suatu kaum nasab (seseorang) yang bukan dari kalangan kaum itu. dan melarang seorang laki-laki mengingkari anaknya sendiri. Dengan demikian. harus seizin ahli warisnya. maka hak pemanfaatan tubuh si mayit lebih-lebih lagi tidak dimiliki oleh selain ahli waris. Adanya izin dari Asy Syari‘ hanya khusus untuk masalah harta benda dan tidak mencakup hal-hal lain. Oleh karena itu dia tidak lagi berhak memanfaatkan tubuhnya. tubuhnya. Karena itu. kendatipun harta bendanya sudah di luar kepemilikannya sejak dia meninggal. sebenarnya dia tidak lagi memiliki atau berkuasa terhadap sesuatu apapun. entah itu hartanya. sebagaimana mereka juga tidak berhak memanfaatkan tubuh si mayit tersebut. hukum kehormatan mayat. maka Allah SWT telah menetapkan bahwa mayat mempunyai kehormatan yang wajib dipelihara sebagaimana kehormatan orang hidup. bagaimanapun juga posisi atau status mereka. Mengenai hak ahli waris. Adapun hukum kehormatan mayat dan penganiayaan terhadapnya. Dan siapa saja laki-laki yang mengingkari anaknya sendiri padahal dia melihat (kemiripan)nya. Untuk mendapatkan kejelasan hukum trasnplantasi organ dari donor yang sudah meninggal ini. Allah menetapkan pula bahwa menganiaya mayat sama saja dosanya dengan 15 . maka Allah akan tertutup darinya dan Allah akan membeberkan perbuatannya itu di hadapan orang-orang yang terdahulu dan kemudian (pada Hari Kiamat nanti). Dan Allah telah mengharamkan pelanggaran terhadap kehormatan mayat sebagaimana pelanggaran terhadap kehormatan orang hidup. sehingga dia tidak berhak pula untuk menyumbangkan salah satu organ tubuhnya atau mewasiatkan penyumbangan organ tubuhnya.

―Rasulullah SAW telah melarang (mengambil) harta hasil rampasan dan mencincang (mayat musuh). dia berkata.‖ Imam Ahmad. dan Imam An Nasai meriwayatkan dari Shafwan bin ‗Asaal RA. Maka perangilah orang-orang yang kafir terhadap Allah.‖Rasulullah pernah melihatku sedang bersandar pada sebuah kuburan. Ahmad. dan Ibnu Hibban). dia berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda : ―Sungguh jika seorang dari kalian duduk di atas bara api yang membakarnya. Padahal Islam telah melarang perbuatan ini. atau memenggal lehernya. lalu beliau bersabda : ―Majulah kalian dengan nama Allah dan di jalan Allah. dan janganlah kalian mencincang (mayat musuh). memenggal lehernya. atau melukainya. dapat dianggap sebagai mencincang mayat. Diriwayatkan dari A‘isyah Ummul Mu‘minin RA bahwa Rasulullah SAW bersabda : ―Memecahkan tulang mayat itu sama dengan memecahkan tulang orang hidup. Dan sebagaimana tidak boleh menganiaya orang hidup dengan membedah perutnya. dia berkata. Rasulullah SAW hanya memerintahkan orang itu untuk memasukkan potongan-potongan tulang yang ada ke dalam tanah. atau ginjalnya. niscaya itu lebih baik baginya daripada dia duduk di atas kuburan !‖ Hadits-hadits di atas secara jelas menunjukkan bahwa mayat mempunyai kehormatan sebagaimana orang hidup. atau hatinya. atau mencongkel matanya.‖Rasulullah SAW telah mengutus kami dalam sebuah sariyah (divisi pasukan yang diutus Rasulullah). Dan Rasulullah menjelaskan kepadanya bahwa memecahkan tulang mayat itu sama dengan memecahkan tulang hidup dari segi dosanya saja. Imam Ibnu Majah. atau memecahkan tulangnya. memukul.‖ (HR. Imam Ahmad meriwayatkan dari ‗Amar bin Hazm Al Anshari RA. Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Al Anshari ra. maka demikian pula segala perbuatan ini haram dilakukan terhadap mayat. Begitu pula melanggar kehormatan dan menganiaya mayat adalah sama dengan melanggar kehormatan dan menganiaya orang hidup. membedah perutnya untuk diambil jantungnya. tidak ada denda (dlamaan) padanya sebagaimana denda pada penganiayaan orang hidup. melakukan pengkhianatan. atau melukainya. atau paru-parunya. untuk ditransplantasikan kepada orang lain yang membutuhkannya. maka begitu pula segala penganiayaan tersebut tidak boleh dilakukan terhadap mayat. Tindakan mencongkel mata mayat. Sebab Rasulullah SAW tidak menetapkan adanya denda sedikit pun terhadap seseorang yang telah memecahkan tulang mayat di hadapan beliau. ketika orang itu sedang menggali kubur.menganiaya orang hidup. Sebagaimana haram menyakiti orang hidup dengan mencaci maki. Abu Dawud. dia berkata. Hanya saja penganiayaan terhadap mayat dengan memecahkan tulangnya. Maka beliau lalu bersabda : ―Janganlah kamu menyakiti penghuni kubur itu !‖ Imam Muslim dan Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah RA. dan membunuh anak-anak !‖ 16 .

Kalau dia tidak mau memakan makanan tersebut lalu mati. Allah SWT berfirman : ―Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagi kalian bangkai.‖ (QS. Ini karena tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap kehormatan mayat serta merupakan penganiayaan dan pencincangan terhadapnya. darah. maupun pada jenis ‗illatnya.Dengan penjelasan fakta hukum mengenai pelanggaran kehormatan mayat dan penganiayaan terhadapnya ini. maka jelaslah bahwa tidak dibolehkan membedah perut mayat dan mengambil sebuah organnya untuk ditransplantasikan kepada orang lain. sehingga dia dapat memenuhi kebutuhannya dan mempertahankan hidupnya. daging babi. seperti bangkai. sebab syarat penerapan hukum Qiyas dalam masalah ini ialah bahwa ‗illat (sebab penetapan hukum) yang ada pada masalah cabang sebagai sasaran Qiyas –yaitu transplantasi organ– harus juga sama-sama terdapat pada masalah pokok yang menjadi sumber Qiyas –yaitu keadaan darurat bagi orang yang kehabisan bekal makanan– baik pada ‗illat yang sama. yang kelangsungan hidupnya tergantung pada organ yang akan dipindahkan kepadanya ? Untuk menjawab pertanyaan itu harus diketahui terlebih dahulu hukum darurat. Mengenai hukum darurat. daging babi. berarti dia telah berdosa dan membunuh dirinya sendiri. Padahal melanggar kehormatan mayat dan mencincangnya telah diharamkan secara pasti oleh syara‘. dengan perantaraan ‗illat pada masalah pokok. Maka jika ‗illat masalah cabang tidak sama-sama terdapat pada masalah pokok –dalam sifat 17 . Keadaan Darurat Keadaan darurat adalah keadaan di mana Allah membolehkan seseorang yang terpaksa –yang kehabisan bekal makanan. dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Apakah dalam keadaan seperti ini dibolehkan mentransplantasikan salah satu organ tubuh mayat untuk menyelamatkan kehidupan orang lain.‖ (QS. Hal ini karena Qiyas sesungguhnya adalah menerapkan hukum masalah pokok pada masalah cabang. daging babi. Al Baqarah : 173) Maka orang yang terpaksa tersebut boleh memakan makanan haram apa saja yang didapatinya. dan lain-lain– hingga dia dapat mempertahankan hidupnya. maka tidak ada dosa atasnya. darah. dan lain-lain. dan kehidupannya terancam kematian– untuk memakan apa saja yang didapatinya dari makanan yang diharamkan Allah –seperti bangkai. dan kehidupannya terancam kematian– untuk memakan apa saja yang didapatinya dari makanan yang diharamkan Allah. sebagai langkah awal untuk dapat mengetahui hukum transplantasi organ tubuh dari orang yang sudah mati kepada orang lain yang membutuhkannya. Tetapi barangsiapa dalam keadaaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. Padahal Allah SWT berfirman : ―Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian. darah. maka Allah SWT telah membolehkan orang yang terpaksa –yang telah kehabisan bekal makanan. dapatkah hukum darurat tersebut diterapkan –dengan jalan Qiyas– pada fakta transplantasi organ dari orang yang sudah mati kepada orang lain yang membutuhkannya guna menyelamatkan kehidupannya ? Jawabannya memerlukan pertimbangan. An Nisaa‘ : 29) Dari penjelasan di atas.

Dalam hal ini pada masalah cabang –yakni transplantasi organ– telah terdapat nash yang lebih kuat yang berlawanan dengan apa yang dikehendaki ‗illat Qiyas. Sebab. Islam tidak melarang seorang muslim atau muslimah 18 . yaitu pada masalah cabang tidak dibenarkan ada nash lebih kuat yang bertentangan dengannya (ta‘arudl raajih). http://indonesia. Berdasarkan dua hal di atas. maka menurut syara‘ tidak dibolehkan mentransplantasikan mata.org/forum/transplantasi-organ-tdk-boleh-haram-t29767/ diakses tgl 15 Januari 2010. maka ada dua hal yang harus diperhatikan :Pertama. tindakan orang yang terpaksa untuk memakan makanan yang diharamkan Allah SWT. ‗illat pada masalah cabang (transplantasi) tidak terwujud dengan sempurna. seorang mu‘ahid**. berbeda halnya dengan keadaan darurat. kaki. yang berlawanan dengan apa yang dikehendaki oleh ‗illat Qiyas. Karena itu. yaitu kebolehan melakukan transplantasi. tangan. ginjal kedua (untuk dipindahkan kepada orang yang masih punya satu ginjal yang sehat). dua paru-paru– dari orang yang sudah mati yang terpelihara darahnya (ma‘shumud dam) –baik dia seorang muslim. Tranfusi Darah Masalah transfusi darah yaitu memindahkan darah dari seseorang kepada orang lain untuk menyelamatkan jiwanya. berarti ‗illat masalah pokok –yaitu menyelamatkan kehidupan– tidak terwujud pada masalah cabang (transplantasi). tangan. hati. ‗Illat yang terdapat pada masalah cabang (transplantasi) –yaitu menyelamatkan dan mempertahankan kehidupan– tidak selalu dapat dipastikan keberadaannya. organ yang ditransplantasikan dapat merupakan organ vital yang diduga kuat akan dapat menyelamatkan kehidupan. atau keharaman menganiaya dan mencincangnya. Mengenai organ yang tidak menjadi tumpuan harapan penyelamatan kehidupan dan ketiadaannya tidak akan membawa kematian. Sedangkan pada transplantasi jantung. dua ginjal. ataupun seorang dzimmi*.Kedua. maka tidak dibolehkan mentransplantasikan organ tubuh yang menjadi tumpuan harapan penyelamatan kehidupan –seperti jantung. E. seperti jantung. hati. Dengan demikian. seperti dua mata. bertentangan dengan apa yang dikehendaki oleh ‗illat masalah cabang (transplantasi organ). secara pasti akan menyelamatkan kehidupannya. hati. Ini berarti hukum masalah pokok tidak dapat diterapkan pada masalah cabang. Kadang-kadang jiwanya dapat diselamatkan dan kadang-kadang tidak. atau kaki. dua ginjal. dua paru-paru. yaitu keharaman melanggar kehormatan mayat.faithfreedom. dan yang semisalnya. Sedangkan organ yang diduga kuat menjadi tumpuan harapan penyelamatan kehidupan.keumumannya atau kekhususannya– maka berarti ‗illat masalah pokok tidak terdapat pada masalah cabang. Nash yang lebih kuat ini. Atas dasar itu. Dalam kaitannya dengan masalah transplantasi. Dapat pula organ tersebut bukan organ vital yang dibutuhkan untuk menyelamatkan kehidupan. tidak secara pasti akan menyelamatkan kehidupan orang penerima organ. hukum darurat tidak dapat diterapkan pada fakta transplantasi. dan seorang musta‘min*** — kepada orang lain yang kehidupannya tergantung pada organ yang akan ditransplantasikan kepadanya. Ini dapat dibuktikan dengan banyak fakta yang terjadi pada orang-orang yang telah menerima transplantasi organ. satu ginjal (untuk dipindahkan kepada orang yang masih mempunyai satu ginjal yang sehat). atau dua ginjal. Ada syarat lain dalam syarat-syarat masalah cabang dalam Qiyas. dan dua paru-paru. dari orang yang sudah meninggal kepada orang lain yang membutuhkannya.

suku bangsa.‖ (QS. Dan Kaedah ―La Dharara wa La Dhirar‖ (Tidak boleh membuat mudarat kepada dirinya sendiri dan tidak pula membuat mudarat kepada orang lain). baik darahnya disumbangkan secara langsung kepada orang yang memerlukannya. Karena menyumbangkan darah dengan ikhlas adalah termasuk amal kemanusiaan yang sangat dihargai dan dianjurkan (mandub) oleh Islam. melarang transfusi darah. Kaidah terakhir ini berasal dari hadits riwayat 19 . sebab dapat menyelamatkan jiwa manusia. Jelas bahwa persyaratan dibolehkannya transfusi darah itu berkaitan dengan masalah medis. Penyakit ini bisa menular melalui transfusi darah. dsb. Al-Maidah:32). terutama kesehatan pendonor darah. Padahal tidak ada satu ayat dan hadits pun yang secara eksplisit atau dengan nash yang sahih. suntikan narkoba. seperti AIDS dan HIV. dsb. sebagaimana firman-Nya: ―dan sesungguhnya Kami memuliakan anak cucu Adam (manusia). Misalnya seorang yang memerlukan transfusi darah karena kecelakaan lalu lintas atau operasi. maka seolah-olah ia memelihara kehidupan manusia semuanya. maupun diserahkan pada palang merah atau bank darah untuk disimpan sewaktu-waktu untuk menolong orang yang memerlukan. karena adanya kaidah-kaidah fiqih seperti: ―Adh-Dhararu Yuzal‖ (Bahaya itu harus dihilangkan/ dicegah). bukan masalah agama.menyumbangkan darahnya untuk tujuan kemanusiaan. Namun untuk memperoleh maslahah (efektifitas positif) dan menghindari mafsadah (bahaya/risiko). Persyaratan medis ini harus dipenuhi. sebab bisa mendatangkan bahaya lainnya yang lebih fatal.‖ (QS. dll. harus benar-benar bebas dari penyakit menular. Misalnya seorang pria yang terkena AIDS tidak boleh kawin sebelum sembuh. Sebab Allah sebagai Khalik alam semesta termasuk manusia berkenan memuliakan manusia. misalnya untuk anggota keluarga sendiri. tidak boleh menerima darah orang yang menderita AIDS. Demikian pula seorang yang masih hidup tidak boleh menyumbangkan ginjalnya kepada orang lain karena dapat membahayakan hidupnya sendiri. demi menolong dan saling menghargai harkat sesama umat manusia.. Jadi boleh saja mentransfusikan darah seorang muslim untuk orang non muslim dan sebaliknya. sesuai dengan firman Allah: ―dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. baik bagi donor darah maupun bagi penerima sumbangan darah. kecuali ada dalil yang mengharamkannya). Maka sudah seharusnya manusia bisa saling menolong dan menghormati sesamanya. Adapun dalil syar‘i yang menjadi dasar untuk membolehkan transfusi darah tanpa mengenal batas agama dan sebagainya. Misalnya bahaya penularan penyakit harus dihindari dengan sterilisasi. maka berarti transfusi darah diperbolehkan. sudah tentu transfusi darah itu harus dilakukan setelah melalui pemeriksaan yang teliti terhadap kesehatan keduanya. Penerima sumbangan darah tidak disyariatkan harus sama dengan donornya mengenai agama/kepercayaan. jika dilakukan dengan niat mencari keridhaan Allah dengan jalan menolong jiwa sesama manusia. bukan komersialisasi. bahkan donor darah itu ibadah. Al-Isra:70). ―Ad-Dhararu La Yuzalu Bidharari Mitslihi‖ (Bahaya itu tidak boleh dihilangkan dengan bahaya lain). berdasarkan kaidah hukum fiqih Islam yang berbunyi: ―Al-Ashlu Fil Asyya‘ al-Ibahah Hatta Yadullad Dalil ‗Ala Tahrimihi‖ (bahwasanya pada prinsipnya segala sesuatu itu boleh hukumnya.

sementara para ahli memiliki dugaan kuat bahwa ini akan memberikan manfaat bagi pasien. ―Artinya : Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. Kemudian pada ayat berikutnya. daging babi. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak meginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. Hakim. Namun. dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Adapun hubungan antara donor dan resipien. Sebab faktor-faktor yang dapat menyebabkan kemahraman sudah ditentukan oleh Islam sebagaimana tersebut dalam An-Nisa:23. Misalnya hubungan antara anak dengan ibunya atau saudaranya sekandung. dan mahram karena adanya hubungan persusuan. maka tidak ada dosa baginya‖ [Al-Baqarah : 173] Allah berfirman. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala. yaitu: Mahram karena adanya hubungan nasab. dsb. Maka jelaslah bahwa transfusi darah tidak mengakibatkan hubungan kemahraman antara pendonor dengan resipien.Malik. Hukum asal dalam pengobatan. jika tidak ada cara lain untuk menambahkan daya tahan dan mengobati orang sakit kecuali dengan darah orang lain. dan ini menjadi satu-satunya usaha menyelamatkan orang sakit atau lemah. Daruquthni dan Abu Said al-Khudri. karena adanya hubungan perkawinan misalnya hubungan antara seorang dengan mertuanya atau anak tiri dan istrinya yang telah disetubuhi dan sebagainya. ―Artinya : Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkanNya atasmu. Baihaqi. hendaknya dengan menggunakan sesuatu yang diperbolehkan menurut syari‘at. Dan riwayat Ibnu Majah dari Ibnu Abbas dan Ubadah bin Shamit. Karena itu perkawinan antara pendonor dengan resipien itu diizinkan oleh hukum Islam. (an-Nisa:24) ditegaskan bahwa selain wanita-wanita yang tersebut pada An-Nisa:23 di atas adalah halal dinikahi. adalah bahwa transfusi darah itu tidak membawa akibat hukum adanya hubungan kemahraman antara donor dan resipien. maka dalam kondisi seperti ini diperbolehkan untuk mengobati dengan darah orang lain. misalnya hubungan antara seorang dengan wanita yang pernah menyusuinya atau dengan orang yang sesusuan dan sebagainya. halaman 348-349] Menurut Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh boleh mendonorkan darah dalam kondisi: Pertama : Siapakah orang yang diberi tambahan darah? Kedua: Siapakah si pendonor darah? 20 . kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya‖ [Al-An‘am : 119] [Al-Fatawa Al-Muta‘aliqqah Bit-Thibbi Wa Ahkamil Mardha. Sebab tidak ada hubungan kemahraman. darah.

―Artinya : Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkanNya atasmu. terdapat dalil 21 . jika kesembuhan orang yang sakit atau terluka serta keberlangsungan hidupnya tergantung pada transfusi darah dari orang lain kepadanya. ayat-ayat ini memberikan pengertian. bukan pengobatan namun hanya memberi tambahan yang diperlukan. ―Artinya : Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa. baik Yahudi ataupun Nasrani. Jika kesulitan mendapatkannya. sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang‖ [Al-Maidah : 3] Allah berfirman. sementara tidak ada obat yang mubah yang dapat menggantikan darah dalam usaha penyembuhan dan penyelamatannya. Ini sebenarnya. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak meginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. dan binatang (yang ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Dalilnya yaitu kisah yang terdapat dalam hadits shahih. beliau Shallallahu ‗alaihi wa sallam menyewa seorang musyrik yang lihai sebagai pemandu jalan. maka tidak ada dosa baginya‖ [Al-Baqarah : 173] Dalam ayat lain. yang keberlangsungan hidupnya sangat tergantung pada donor darah. ―Artinya : Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai. jika ia ahli dan dipercaya orang banyak. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman. kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya‖ [Al-An‘am : 199] Sisi pendalilan ayat-ayat ini adalah. bahwa pada saat melakukan hijrah. Ibnul Qayyim rahimahullahu mengatakan dalam kitabnya (Bada‘i Al-Fawaid) : ―Dalam (kisah) Nabi Shallallahu ‗alaihi wa sallam menyewa Abdullah bin Uraiqith Ad-Daili sebagai pemandu saat berhijrah padahal dia seorang kafir. ―Artinya : Tidak membahayakan diri dan orang lain‖ [Riwayat Imam Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani] Yang Ketiga : Orang yang didengar ucapannya dalam masalah perlunya transfusi darah adalah dokter muslim. saya tidak mengetahui adanya larangan untuk mendengar ucapan dari dokter non muslim. Yang Kedua : Si pendonor darah adalah orang yang tidak terancam resiko jika ia mendonorkan darah. darah.Ketiga : Siapakah orang yang menjadi rujukan dalam masalah perlu transfusi darah ini? Yang Pertama : Orang yang perlu diberi tambahan darah ialah orang sakit atau terluka. Dasarnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala. maka boleh mentransfusi darah kepadanya. Berdasarkan keumuman sabda Rasulullah Shallallahu ‗alaihi wa sallam. daging babi.

Kabilah Khuza‘ah menjadi tempat rahasia Rasulullah Shallallahu ‗alaihi wa sallam. orang itu lalu menerangkan (obat). sebagaimana juga memungkinkan dia menitipkan barang atau bermu‘amalah. dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar. Menyusui 22 . Kemudian dia menyuruhku untuk membeli obat itu untuknya. [Al-Fatawa Al-Muta‘alliqah Bith Thibbi Wa Ahkamil Mardha. red) bahwa saat Nabi Shallallahu ‗alaihi wa sallam melakukan hijrah. sementara Abu Abdillah menuliskan keterangannya. obat. Haid dan Nifas G. Jika memungkinkan dia berobat kepada seorang muslim. Selesai perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullahu. kecuali jika kamu selalu menagihnya‖ [Ali-Imran : 75] Dalam hadits shahih (yang diriwayatkan Imam Bukhari. celak. Al-Mawardzi mengatakan : ―Aku memasukkan seorang Nasrani ke rumah Abu Abdillah. baik yang muslim di antara mereka ataupun kafir. cacat atau yang lainnya. hitungan. ―Jika ada seorang Yahudi atau Nasrani yang ahli dalam masalah kedokteran serta dipercaya banyak orang. Dan tidak ada yang lebih beresiko ketimbang menjadikannya sebagai pemandu jalan. Demikian ini pendapat madzhab Malikiyah. maka boleh bagi seorang muslim untuk berobat kepadanya. Ibnul Muflih. selama tidak masuk wilayah yang mengandung keadilan.bolehnya meruju‘ kepada orang kafir dalam bidang kedokteran. dalam kitab Al-Adab Asy-Syar‘iyah. terutama seperti perjalanan melakukan hijrah‖. maka semestinya dia tidak beralih kepada non muslim. Rasulullah Shallallahu ‗alaihi wa sallam memerintahkan agar menjadikan Al-Harits bin Kaladah sebagi dokter padahal dia kafir. halaman 346-348] F. Dan diriwayatkan. beliau Shallallahu ‗alaihi wa sallam menyewa seorang musyrik pemandu yang lihai. jika dia perlu untuk menitipkan barang kepada seorang ahli kitab atau berobat kepadanya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala. ―Artinya : Di antara Ahli Kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak. sebagaimana juga boleh menitipkan harta kepadanya dan bermu‘amalah dengannya. Sedangkan. dikembalikannya kepadamu . Keberadaannya sebagai seorang kafir tidak serta merta menyebabkannya tidak bisa dipercaya sama sekali dalam segala hal. maka hal itu boleh dilakukan. tidak dikembalikannya kepadamu. menukil perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. tulis menulis. Beliau Shallallahu ‗alaihi wa sallam mempercayakan jiwa serta harta kepadanya. Ini tidak dikategorikan wala‘ kepada Yahudi dan Nasrani yang terlarang‖.

Firman Allah SWT Di dalam AlQur‘an sangat jelas berbicara tentang hal tersebut. Ahmad) 2. sehingga tidak memberikan sisa sedikitpun untuk generasi mendatang. Melalui Kitab Suci yang Agung ini (Al-Qur‘an) membuktikan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya untuk bersikap ramah lngkungan. disamping juga dapat memelihara peredaran suara yang kita hisap agar selalu bersih.Dalam sebuah Hadits disebutkan :Tiga hal yang menjernihkan pandangan. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka.H. Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Thabrani :Dari Abu Hurairah : jagalah kebersihan dengan segala usaha yang mampu kamu lakukan. mengusahakan penghijauan di sekitar tempat tinggal dengan menanamkan pepohonan yang bermanfaat untuk kepentingan ekonomi dan kesehatan. Pesan yang disampaikan dalam surat Ar Ruum ayat 9 di atas menggambarkan agar manusia tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan yang dikwatirkan terjadinya kerusakan serta kepunahan sumber daya alam. Agar manusia tidak berbuat kerusakan terhadap lingkungan Di dalam surat Ar Ruum ayat 41 Allah SWT memperingatkan bahwa terjadinya kerusakan di darat dan di laut akibat ulah manusia. kecuali orang-orang yang bersih . tercemar bahkan menjadi punah. Thabrani). Informasi tersebut memberikan sinyalamen bahwa manusia harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan agar tidak menjadi rusak. yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri.Demikian pula. Artinya : Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Sesungguhnya Allah menegakkan Islam di atas prinsip kebersihan. Allah telah memberikan informasi spiritual kepada manusia untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. Dari Hadits di atas memberikan pengertian bahwa manusia tidak boleh kikir untuk membiayai diri dan lingkungan secara wajar untuk menjaga kebersihan agar kesehatan diri dan keluarga/masyarakat kita terpelihara. akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari 23 . (HR. dan pada air yang mengalir serta pada wajah yang rupawan (HR. sebab apa yang Allah berikan kepada manusia semata-mata merupakan suatu amanah. Dan tidak akan masuk syurga.Mengolah serta melestarikan lingkungan tercermin secara sederhana dari tempat tinggal (rumah) seorang muslim. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Sikap ramah lingkungan yang diajarkan oleh agama Islam kepada manusia dapat dirinci sebagai berikut : 1. Agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya Perhatikan surat Ar Ruum ayat 9 dibawah ini : Artinya : Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebih kuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Untuk itu Islam mewajibkan agar manusia menjadi pelaku aktif dalam mengolah lingkungan serta melestarikannya. bebas dari pencemaran. Kebersihan Melalui Kitab Suci Al-Qur‘an.

Allah SWT Telah memberikan fasilitas daya dukung lingkungan bagi kehidupan manusia. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.Islam memberikan panduan yang cukup jelas bahwa sumber daya alam merupakan daya dukung bagi kehidupan manusia. Allah SWT berfirman : Artinya : Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. Fakta spritual yang terjadi selama ini membuktikan bahwa Surat Huud ayat 117 benar-benar terbukti. 3. Di dalam Hadits lainnya ditambah dengan membuang hajat di tempat sumber air. Dalam Hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Ketika 24 . sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. sebab fakta spritual menunjukkan bahwa terjadinya bencana alam seperti banjir. setiap manusia menghambur-hamburkan air sebanyak 3 sampai 3 2/3 liter setiap orangnya setiap kali mereka berwudhu. polusi udara yang tidak terkendali. Perhatikan bencana alam banjir di Jakarta. Hal ini membuktikan bahwa manusia sekarang cenderung mengekploitasi sumber daya air secara berlebihan. dijelaskan bahwa : Rasulullah ketika berwudhu dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran air sebanyak) satu sha sampai lima mud (HR. sahabat yang mendengar bertanya : Apakah dua hal itu ya Rasulullah ? Nabi menjawab : yaitu orang yang membuang hajat ditengah jalan atau di tempat orang yang berteduh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. secara yuridis fiqhiyah berpeluang dinyatakan bahwa dalam perspektif hukum Islam status hukum pelestarian lingkungan hukumnya adalah wajib (Abdillah. Semua larangan tersebut dimaksudkan untuk mencegah agar tidak mencelakakan orang lain. Serta surat Al Qashash ayat 77 menjelaskan sebagai berikut : Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. Agar manusia selalu membiasakan diri bersikap ramah terhadap lingkungan Di dalam Surat Huud ayat 117. 2005 : 11-12). Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Anas. kepadamu. atau dengan kata lain. sehingga terhindar dari musibah yang menimpahnya. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik.Dalam suatu kisah diriwayatkan. Satu mud sama dengan 1 1/3 liter menurut orang Hijaz dan 2 liter menurut orang Irak (lihat Lisanul Arab Jilid 3 hal 400).(akibat) perbuatan mereka. Muttafaq alaih). intrusi air laut. bahwa Nabi pernah bersabda : Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan. ada seorang penghuni surga. jelaslah aturan-aturan agama Islam yang menganjurkan untuk menjaga kebersihan dan lingkungan. longsor. melainkan penduduknya terdiri dari orang-orang yang berbuat kebaikan terhadap lingkungan. tanah longsor yang di daerah-daerah di Jawa Tengah. serta bencana alam di daerah atau di negara lain membuktikan bahwa Allah akan membinasakan negeri-negeri secara zalim. Padahal hasil penelitian yang dilakukan oleh Syahputra (2003) membuktikan bahwa rata-rata orang berwudhu sebanyak 5 liter. Oleh karena itu. Firman Allah SWT di dalam surat Ar Ruum ayat 41 dan surat Al Qashash ayat 77 menekankan agar manusia berlaku ramah terhadap lingkungan (environmental friendly) dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini. Dari keterangan di atas. serta bencana alam lainnya lebih banyak didominasi oleh aktifitas manusia. tumpukan sampah dimana-mana. agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Hal ini dapat dilihat pada surat Al-Baqarah ayat 30 berikut : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Islam sangat mementingkan kebersihan untuk menjadikan kaum muslimin selalu dalam keadaan suci dan bersih. 25 . Karena kebersihan adalah sebagai cermin dari sikap dan kepribadian seseorang. artinya dengan adanya kepedulian terhadap lingkungan memberikan dua pahala sekaligus. pohon itu dipeliharanya hingga tumbuh subur dan besar. atau menyembelih binatang yang terlalu kecil. Kekhalifahan menuntut manusia untuk memelihara. Di dalam agama Islam. Dia menjawab bahwa selagi di dunia. apalagi manusia telah diangkat oleh Allah sebagai khalifah. Menyadari akan keadaannya yang miskin ia teringat bunyi sebuah hadits Nabi. memetik kembang sebelum mekar. Tidak seorang muslim yang menanam tanaman atau menyemaikan tumbuhtumbuhan. Karena dengan hidup bersih dapat mencegah dari berbagai macam penyakit yang masuk ke dalam tubuh kita. kita dianjurkan untuk selalu hidup bersih.tblog. dan pahala surga akhirat kelak di kemudian hari. kemudian buah atau hasilnya dimakan manusia atau burung. Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan agar selalu bersikap bersahabat dengan segala sesuatu sekalipun tidak bernyawa.Untuk mendapatkan dua pahala tersebut seorang manusia harus peduli terhadap lingkungan. Nabi Muhammad SAW melarang memetik buah sebelum siap untuk dimanfaatkan.ditanyakan kepadanya perbuatan apakah yang dilakukannya ketika di dunia hingga ia menjadi penghuni surga?. ia pernah menanam sebuah pohon. melainkan yang demikian itu adalah shodaqoh baginya. Sampai ia meninggal pohon itu masih berdiri hingga setiap orang (musafir) yang lewat dapat istirahat berteduh dan memetik buahnya untuk dimakan atau sebagai bekal perjalanan. kita bertambah yakin bahwa agama Islam sangat mementingkan kebersihan dan kesehatan. untuk membina umat Islam menjadi masyarakat terbaik diantara masyarakat umat lainnya. Al-Qu‘an tidak mengenal istilah penaklukan alam karena secara tegas Al-Qur‘an menyatakan bahwa yang menaklukan alam untuk manusia adalah Allah. yakni pahala surga dunia berupa hidup bahagia dan sejahtera dalam lingkungan yang bersih. Sebuah kalimat yang yang simple namun memiliki makna yang dalam.com/post/1970041135 Kebersihan adalah sebagian dari iman. Karena itu. maka ia biarkan orang berteduh di bawahnya. Dengan sabar dan tulus. Riwayat tersebut memberikan nilai yang sangat berharga sebagai bahan kontemplasi. Kalimat tersebut sering kita jumpai di berbagai tempat. dan diikhlaskannya manusia dan burung memakan buahnya. membimbing dan mengarahkan segala sesuatu agar mencapai maksud dan tujuan penciptaanNya. Didorong keinginan untuk bersedekah. Dari beberapa fakta tersebut. indah dan hijau. Burung pun ikut menikmatinya. Selain itu juga dapat membiasakan diri kita untuk hidup lebih rapi dan teratur. Bahkan tidak semua orang bisa memahaminya. Secara tegas pula seorang muslim diajarkan untuk mengakui bahwa ia tidak mempunyai kekuasaan untuk menundukkan sesuatu kecuali dengan penundukan Allah http://riana.

Tidak sedikit kuman-kuman yang berlindung di bawah kuku panjang dan kotor. tetapi cukup dengan pakaian yang sederhana tetapi bersih dan rapi. pemeliharaan kesehatan. Dia sangat mencintai keindahan‖ (HR. alas kaki yang bagus. Untuk membina jasmani yang kuat dan tangkas. yang mendahului segala ilmu pengetahuan modern dan ilmu kedoktoran. penuh dengan kebenaran. Muslim dan Turmudzi) Dari hadits tersebut sudah jelas bahwa. Dan Allah SWT akan selalu melindungi orang-orang yang mencintai kebersihan dari berbagai macam wabah penyakit. tidak berarti menunjukkan suatu kesombongan. dalam kebersihan terhadap makanan dan minuman. orang muslim yang selalu memakai pakaian yang bersih. Allah tidak akan menerima shalat seseorang jika pakaiannya kotor. rapi dan indah. Dalam hal ini kita dapati di dalam ajaran-ajarannya. karena sifat angkuh dan sombong. bau maupun warnanya. Semenjak 14 abad yang silam. diantaranya adalah : Pakaian bersih dan rapi Pakaian yang bersih dan rapi adalah cerminan dari sifat dan kepribadian seseorang. Misalnya kita ambil beberapa contoh : menutupi tempat makanan dan minuman 26 . Bersih dan rapi disini tentu saja tidak dengan memakai pakaian yang mahal dan mencolok. seorang yang suka memakai pakaian bersih dan indah. Islam sangat mementingkan kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kumankuman itu dapat menular melalui tangan yang kurang bersih setelah bercebok. Akan tetapi kebenaran itu baru terungkap di zaman yang modern ini. bau. karena Allah tidak akan menerima ibadah (shalat) seseorang jika dalam keadaan kotor. Kekotoran tangan penularan penyakit Tangan yang kotor sangat memudahkan tertularnya berbagai macam penyakit. kecuali telah dihilangkan najisnya. Bukan menunjukkan suatu kesobongan. termasuk diantara dosa besar. atau terkena najis. setelah maju ilmu pengetahuan dan ilmu kedokteran. Ada seorang sahabat bertanya : ―Ya Rasulullah. yang dilarang Islam.baik secara lahiriyah maupun batiniyah. dan dapat menular pula pada makanan melalui tangan yang kotor tersebut. apakah itu termasuk suatu kesombongan?‖ maka Rasulullah menjawab : ―Sesungguhnya Allah maha indah. banyak perintah terhadap kebersihan dan untuk kesehatan. Ia menjadikan kebersihan itu adalah bagian dari ibadah. dan untuk melindungi lingkungan masyarakat dari segala macam pencemaran yang menimbulkan berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan. Kebersihan makanan dan minuman Ajaran Islam telah sampai pada tingkat ilmiah yang tinggi. Ajaran Islam adalah suatu contoh teladan di dalam masalah keindahan dan kebersihan. Dan sebaliknya.

Kebersihan rumah dan jalan Islam memerintahkan kita untuk selalu membersihkan lingkungan perumahan. Islam mengajarkan supaya setiap orang yang mau minum. dll. Adapun jenis serangga yang paling mudah menularkan kuman-kuman penyakit diantaranya lalat. jangan sampai mengotori sumber air yang ada. Kebersihan sumber air Sumber air yang dimaksud disini adalah meliputi bak air atau kolam. Ia memerintahkan setiap muslim agar menyingkirkan setiap ia menemukan apapun yang dapat menyakiti atau mengganggu lalu lintas orang. atau bisa menjadi busuk.a. sipilis. atau mengurangi keindahan pemandangan di jalan. Islam melarang pembuangan kotoran di jalan. yaitu dengan membuang kotoran atau sampah-sampah pada tempatnya. kutukan malaikat dan juga manusia. sungai dan air laut yang akan dibuat garam. dan melarang kita membiarkan sampah-sampah bertumpuk di halaman rumah dan di jalan.adanya musim bagi wabah membersihakan kuman-kuman penyakit. Allah melarang (mengharamkan) seseorang membuang air kecil atau air besar pada sumber air. agar memakai alat minuman (gelas) tertentu yang tidak diragukan kebersihannya. air. dan menjelaskan bahwa hal itu akan mengundang kutukan Allah dan orang banyak. influenza dan sebagainya. dari Aisyah r. untuk mencegah penularan yang dilakukan manusia dengan tangannya. TBC. Penyakit dan wabah yang dapat dicegah dengan kebersihan menurut Islam Ilmu kedokteran sangat memperhatikan kebersihan untuk mencegah berbagai macam penyebab yang dapat menularkan kuman-kuman penyakit. ia berkata : ―Bahwasanya Rasulullah SAW melarang kita minum langsung pada (mulut) tempat air yang banyak (bejana)‖. 27 . tanpa disadari atau dengan alat-alat yang dipergunakan oleh orang yang sakit kepada orang yang sehat. Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim. karena hal itu dapat menyebabkan kutukan Allah. Larangan Rasulullah tersebut sangat sesuai dengan ilmu kedoktoran. dengan menetapkan beberapa syarat yang ketat tentang kebersihannya. diantaranya untuk mencegah berkembang biaknya serangga-serangga yang dapat menularkan berbagai macam penyakit. kutu anjing. sumur. Karena hal yang demikian itu menyebabkan kekotoran air. Demikian juga. Islam sangat mementingkan kebersihan air dan segala macam minuman. maupun untuk mencuci pakaian dan alat-alat rumah tangga lainnya. terutama tipes. nyamuk dan lain sebagainya. mata air. yang dewasa ini mengatakan bahwa penularan kebanyakan penyakit itu disebabkan air ludah dan bekas bibir orang yang sakit. Islam telah mengatakan larangannya yang keras terhadap pencemaran sumber-sumber air. kecoa.

bisa sekolah. dan mulai saat ini. Karena Allah SWT mencintai orang-orang yang selalu dalam keadaan suci dan bersih. http://www.com/berita/index. karena ia adalah kunci ibadah dalam Islam. kita bisa bekerja dan yang terpenting kita bisa selalu beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Kita bisa belajar. Seperti yang sering dikatakan Aa Gim ―membiasakan hidup bersih dimulai dari diri sendiri. Dalam keadaan sehat kita dapat dengan mudah bisa melakukan semua yang kita inginkan.radarbanjarmasin.‖ Marilah kita menjadikan kebersihan sebagai kepribadian kita. mulai dari hal yang kecil. Seseorang yang mencintai kebersihan tidak hanya menjaga kesehatan dirinya sendiri tetapi juga mampu memelihara kebersihan lingkungan sekitarnya.asp?Berita=Opini&id=44995 pd tgl 15 Januari 2010 diakses 28 .Dengan demikian kita perlu menyadari betapa pentingnya arti kesehatan dalam hidup ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful