BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,1 disebutkan bahwa “budaya adalah

pikiran, akal budi, adat istiadat.Sedangkan kebudayaan adalah hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi manusia), seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.Kebudayaan dimiliki oleh setiap bangsa, oleh karena itu kebudayaan dari setiap bangsa saling berbeda-beda.Meskipun terkadang ada kesamaan seperti halnya rumpun dan ras.Budaya adalah aset terbesar yang dimiliki suatu daerah, budaya juga dapat memberikan pemasukan tambahan bagi daerah bersangkutan.

Perkembangan Budaya dan teknologi dikatakan sebagai basis pengembangan industri kreatif. Industri kreatif merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.2

Di beberapa negara, industri kreatif memainkan peran signifikan. Di Inggris, yang pelopor pengembangan industri kreatif, industri itu tumbuh rata-rata 9% per tahun, dan jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi negara itu yang 2%-3%. Sumbangannya terhadap pendapatan nasional mencapai 8,2% atau US$ 12,6 miliar dan merupakan sumber kedua terbesar setelah sektor finansial. Ini melampaui pendapatan dari industri manufaktur serta migas. Di Korea Selatan, industri kreatif sejak 2005 menyumbang lebih besar daripada manufaktur. Di Singapura ekonomi kreatif menyumbang 5% terhadap PDB atau US$ 5,2 miliar.3

1

Peran

aktif

dari oleh

pemerintah pengalaman

dalam dari

pembangunan beberapa

terbukti negara di

sangat Asia

berhasil,ditunjukkan

Timur.Merekamelaksanakan pembangunan dengan kecepatan luar biasa.Dilakukan dengankerjasama yang erat antara pihak swasta dan pemerintah, terjalinan dengan baikantara perusahaan besar dan perusahaan kecil.Tiga diantara beberapa negara Asia Timur yang sangat maju dan melaju dengan cepat sekali adalah: Jepang, Singpura dan Korea Selatan.4

Salah satu negara yang memiliki peluang industri kreatif di pasar luar negeri adalah Korea Selatan, Menteri Budaya dan Industri Kreatif Mari E Pangestu (2011) dalam seminarnya yang bertajuk Pengembangan Industri kreatif, mengatakan bahwa: “Pemerintah Korea Selatan cukup aktif membuka peluang bagi industrikreatif dalam negerinya untuk dapat berkiprah di pasar Internasional, khususnya pergerakan pengembangan industri kreatif di empat sektornya, yaitu fesyen, perfilman, musik dan animasi.”5

Khusus untuk industri kreatif, Korea Selatan memiliki skema pendanaan dan pengembangan yang terencana dengan baik dan terintegrasi.Pemusik, pelaku film dan seniman mendapat banyak kemudahan, mulai dari regulasi hingga tataran praktisnya.6Jika dilihat dari pengembangan ekonomi Korea Selatan,Korea Selatan adalah sebuah negara yang sukses melakukan pembangunan dengan bermula melalui jalan perdagangan internasional.

Seperti Jepang dan Singapura, Korea Selatan juga sebuah negara yang kurang sumber daya alamnya, berhasil melaju dari sebuah negara miskin pada tahun 1950 menjadi salah satu negara maju pada thun 1996. Antara tahun 1965 sampai tahun 1996 eksport Korea Selatan tumbuh rata-rata 16% per tahun. Dengan modal yang 2

terakumulasi melalui perdagangan internasional itu, Korea Selatan melakukan investasi dalam sektor pendidikan.Akibatnya, produktivitas tenaga kerja meningkat sekitar 11% per tahun antara tahun 1960 sampai tahun 1970.Dengan demikian, eksportnya berkembang dengan cepat.Beralih dari pengeksport hasil produksi yang bersifat laborintensive ringan seperti tekstil dan kaos ke hasil industri modern yang skillintensiveseperti elektronik, mobil dan hasil industri teknologi maju lainnya.Pendapatan per kapitanya meningkat dari US $ 100 pada tahun 1963 menjadi lebih dari US $ 10,000 pada akhir tahun 1990-an. Suatu loncatan cepat yang tidak lebih dari satu generasi. (Said Zainal Abidin:2008)

Intrupsi terhadap pembangunan Korea Selatan terjadi ketika krisis moneter menimpa sebagian negara-negara Asia. Pada tahun 1997, IMF menyerukan kepada pemerintah Korea Selatan untuk menyelamatkan nilai mata uang Won dengan meniadakan peranan pemerintah dalam bidang moneter dan meniadakanpengawasan birokrasi pemerintah atas kebijakn keuangan. Akibatnya terjadikekalutan ekonomi yang mengakibatkan pertumbuhan yang negatif dari 6% menjadi sampai dengan 5% tahun 1998. Pengangguran meningkat dari 3,5% menjadi 9%. Tetapikarena basis ekonomi dalam negeri yang kuat, Korea Selatan dapat segera memulihkandirinya kembali dalam waktu yang singkat.(Said Zainal Abidin: 2008)

Dalam Pidatonya, Mari E Pangestu juga menanggapi tingkat perkembangan industri kreatif Korea Selatan, Korea Selatan bisa memajukan industri kreatifnya karena dukungan pemerintah dalam memberika intensif dan bridging fund kepada pelakupelaku bisnis yang prospektif.7Sumber lain juga menguatkan pendapatmenteri budaya dan industri kreatiftersebut, menurut ekonom Korea Institut for International Economic Policy, Chuk Kyo Kim dalam situs http://nusantaranews.wordpress.com, (“Beajar.par.2), keberhasilan Korea Selatan dapat tidak lepas dari perhatian besar pemerintah Korea 3

Selatan pada pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta investasi agresif di kegiatan penelitian dan pengembangan.8Disamping faktor besar dari pemerintah, kesuksesan Korea Selatan juga tidak lepas dari pembangunan karakter dan kebangsaan rakyat Korea Selatan yang tangguh.Tumbunya jiwa kewiraswastaan, tenaga kerja yang sangat terlatih, pengelolaan utang luar negeri yang baik, pemerintahan yang relatif bersih, makroekonomi yang solid, dan kondisi sosial-politik yang relatif bebas dari konflik.

Keberhasilan Korea Selatan jelas didukung budaya kerja keras dan etos kerja yang tinggi.Masyarakat Korea Selatan dikenal sebagai pekerja keras, dengan jam kerja jauh lebih panjang dibandingkan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) lain. Faktor lain adalah adanya kemitraan kuat antara pemerintah, swasta dan masyarakat, serta kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan tantangan baru, sehingga mampu meningkatkan income per kapita bangsa Korea Selatan naik menjadi USD 19.000 dari dukungan beberapa sektor ekonomi, termasuk industri kreatifnya.

(nusantaranews.com)

Di sisi lain, kita ketahui bahwa Indonesia merupakan sebagai suatu negara, Indonesia dibangun atas dasar kesepakatan bersama masyarakat yang berdiam dari Sabang hingga Merauke. Suatu masyarakat yang merasa mempunyai kebudayaan, bahasa, karakter suku bangsa, dan sejarah yang relatif sama, dan kelompok kelompok suku bangsa yang bersepakat tersebut, berada dalam satu kesatuan administrasi kolonial yang sama, yaitu Hindia Belanda. Sesuatu yang kemudian menjadi daya perekat kesatuan bangsa Indonesia ketika itu adalah keseluruhan faktor-faktor teritorial, suku bangsa dan budaya.Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah yang luas, terbentang dari Aceh sampai ke Papua. Ada 17.504 pulau yang tersebar di seluruh 4

posisi strategis ekonomi kreatif dan industri kreatif dalam pembangunan nasional semakin disadari oleh berbagai pihak.Semangat kebangsaan yang bersifat obyektif (kewilayahan.Berbagai aktivitas kreatif digulirkan di berbagai tempat. musik. yakni arsitektur. dunia bisnis maupun oleh kaum intelektual. desain. busana. yakni periklanan. yang terdiri atas 8.651 pulau yang bernama dan 8. video.Indonesia melakukan Pengembangan 14 Subsektor industri kreatif tahun 2008. barang seni. 5 . Aktivitas ekonomi kreatif Indonesia meliputi 14 subsektor. kerajinan. film dan fotografi khususnya animasi. musik. sejarah.Mereka disatukan oleh semangat kebangsaan Indonesia ketika merebut kemerdekaan untuk melawan penjajah. arsitektur.Semangat kebangsaan inilah yang kemudian mempersatukan mereka sebagai sebuah bangsa yang disebut Negara Indonesia. Pertimbangannya adalah kontribusi besarnya terhadap perekonomian. (Direktorat kebudayaan.Dari 14 subsektor industri kreatif pemerintah hanya akan mengembangkan enam sebagai unggulan untuk ekspor dan penguatan merek. dan kemauan) berada dalam diri suku bangsa tersebut. baik oleh pemerintah. serta riset dan pengembangannya. film dan fotografi. seni pertunjukan. pariwisata. dan struktur ekonomi) dan subyektif (kesadaran. layanan komputer dan radio. permainan interaktif. dan desain. kesetiaan. Industri Kreatif di Indonesia berpotensi besar untuk terus tumbuh seiring dengan lajunya pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan kesejahteraan masyarakat.853 pulau yang belum bernama (Situmorang: 2006).Prestasiprestasi prestisius terus diraih oleh para pelaku-pelaku kreatif. video. pemuda dan olahraga: 2010)9 Sejak peluncuran Studi Pemetaan Kontribusi Ekonomi Industri Kreatif 2007.kedaulatan Republik Indonesia.Kondisi-kondisi di atas merupakan sebagian dari indikasi-indikasi perkembangan ekonomi kreatif Indonesia. kerajinan. yang dilanjutkan dengan peluncuran Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif. penerbitan dan percetakan.

ruang gerak untuk kreatifitas dan meluasnya pasar. Sektoir industr kreatif pada 2010 memberi kontribusi 7. elektronika. rendahnya daya beli masyarakat. Selain itu. Indonesia banyak menyerap investasi di bidang infrastruktur. disepakati tindak lanjut proyek kerja sama di bidang perdagangan. Menariknya komoditas yang berkembang pesat volume perdagangannya justru non migas. perkapalan dan perlengkapan atau persenjataan petahaan. Volume perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan mencapai angka 20 miliar dollar AS tahun 2011. hal ini dikarenakan. pemerintah Indonesia juga menjalin hubungan bilateral dengan mitramitra strategis. investasi serta kebijakan pariwisata. dalam perkembangannya. pertumbuhan untuk Indonesia sebanyak 65. baik ekspor komoitas migas dan non migas.9 persen pada periode Januari sampai September tahun 2011. dan peningkatan kualitas sumberdaya manusianya. pembiayaan atau permodalan. Indonesia berupaya untuk menargetkan pengembangan hingga dua kali lipat padalima tahun ke depan. Dalam pertemuan ini. Dengan perkembangan industri kreatif di empat sektor saja. Di bidang Ekonomi.9% setahun. Namun.2% pada perekonomian nasional sedangkan pertumbuhan ekonomi kreatif 2006-2009 tercatat 2. salah satunya adalah dengan Kore Selatan. Secara umum. ekspor Indonesia ke Korea Selatan masih didominasi komoditas minyak dan gas. pada bulan Maret 2010 telah dilaksanakan Join Task Force for Economic Cooperation pada tingkat Menko bidang perekonomian di Seoul.Dengan Korea Selatan. Indonesia memiliki tiga kendala ekonomi kreatif yakni. sampai 2005. Bahkan untuk saat ini. Indonesia menjajagi kemungkinan strategi percontohan pengembangan budaya dalam proses transformasi industri kreatif yang layak dicontoh dan sesuai untuk dikembangkan di Indonesia. Indonesia masih kalah dengan perkembangan sektor ekonomi Korea yang menunjukkan peningkatan pendapatan per kapita 235 kali lipat dan Indonesia hanya naik 1/8 nya atau naik 31 kali lipat. 6 . Pertumbuhan perdagangan Indonesia dan Korea Selatan sangat pesat.

penulis menyajikan judul “Comparative Study about creative industry in Indonesia and South Korea : How to make Indonesian culture as a commodity in creative Industry”. sasaran dan program yang tepat dan layak dalam rencana pengoptimalisasian budaya Indonesia sebagai transformasi bentuk komoditi industri kreatif. 1.2 Perumusan Masalah Bagaimana upaya optimalisasi budaya Indonesia sebagai transformasi bentuk komoditi industri kreatif? 1.Ini juga turut membuktikan bahwa terjalin suatu hubungan harmonis yang dapat dijadikan sebagai dasar pencontohan strategi dalam upaya pengoptimalisasian perkembangan budaya sebagai komoditi besar di Indonesia.10 Keberhasilan pembangunan kebudayaan akan sangat tergantung pada kebijakan yang menjadi landasan bagi perencanaan program-program tersebut. Untuk itu perencanaan pembangunan kebudayaan harus disusun dengan baik.Berdasarkan paparan materi di atas. prioritas program dan kegiatan pokok pembangunan di bidang kebudayaan. 7 . Pemerintah Pusat a) Memperoleh gambaran dalam menyusun konsep kebijakan. 1.3 Tujuan Penelitian Mengetahui rumusan kebijakan. dan terintegrasi dengan perencanaan pembangunan bidang-bidang yang lain.4 Manfaat Penelitian 1.

3.5 Metodologi Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk melakukan kegiatan ilmiah dalam rangka pengumpulan. Kementriaan Budaya dan Industri Kreatif a) Memperoleh pemahaman mengenai dampak dari aktivitas-aktivitas yang telah dilakukan oleh daerah yang merupakan hasil dari inisiator Kementrian Budaya dan Ekonomi Kreatif Indonesia. membantu pelaku usaha dalam hal memperoleh informasi peluang-peluang yang dapat dimanfaatkan. dalam hal memilih subsektor ataupun daerah lokasi bisnisnya. b) Dunia Bisnis dan Pelaku Usaha. di beberapa daerah maupun di luar negeri membantu calon entrepeneur yang ingin memasuki industri kreatif. Studi dan Penelitian selanjutnya a) Memperoleh pemahaman mengenai industri kreatif. Intelektual. pengolahan. peluang. b) Memperoleh perspektif baru dalam melakukan identifikasi potensi. 1.sebagai upaya pengoptimalisasian budaya Indonesia sebagai transformasi bentuk komoditi industri kreatif. sehingga dapat melakukan studi atau penelitian selanjutnya dengan ruang lingkup yang lebih sempit. tantangan dan isu strategis pembangunan di bidang kebudayaan. b) Menjadi referensi pertimbangan dalam penyusunan langkah-langkah pengembangan selanjutnya. penyajian dan analisis data secara 8 . 2. baik di sektoral. namun berada dalam suatu kerangka yang saling bersinergi.

penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif karena peneliti melakukan penelitian terhadap industri kreatif Indonesia dan Korea Selatan. 1.2 Pendekatan Penelitian Penelitian yang dilakukan peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif dimana Sugiyono mendefinisikan penelitian kualitatif adalah “metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme. organisasional. (pag. teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan). berpendapat bahwa: “penelitian deskriptif digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat”.5.Selain itu peneliti berusaha untuk menjelaskan dan melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik yang dimiliki oleh objek penelitian secara aktual dan cermat. industri atau aspek yang lain”.efisien serta sistematis untuk mengetahui suatu permasalahan kemudian membuat pemecahannya.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif. analisis data bersifat 9 . digunakan untuk kondisi obyek yang alamiah. menurut Hasan dalam bukunya Pokok-pokok Materi Metodologi Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Menurut Indiantoro dan Supomo “penelitian deskriptif merupakan suatu penelitian terhadap fenomena atau populasi tertentu yang diperoleh peneliti dari subjek berupa individu. (pag.5. 88)11 Selain itu. 1. (sebagai lawannya eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci. 22)12 Berdasarkan beberapa pengertian di atas.

5. 60)14 b) Data Sekunder Menurut Uma dalam buku yang sama berpendapat bahwa “data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan oleh seseorang. dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi (metode penelitian kuantitatif. yaitu data primer dan data sekunder. (pag. dan R & D 9). 65) 1. dan bukan peneliti yang melakukan studi mutakhir”.3 Sumber Data Yang dimaksud sumber data dalam penelitian ini adalah subyek darimana data diperoleh. dan observasi”.13 1. dan secara langsung dikumpulkan oleh peneliti. kuesioner.5.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari sumber yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi dua. Sumber data dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a) Data Primer Yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Menurut Uma dalam bukunya Research Methodes for Business: Metode Penelitian untuk Bisnis“ berpendapat bahwa “data primer mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan yang spesifik studi. Data primer dapat diperoleh dari individu melalui wawancara.4 Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode 10 .induktif atau kualitatif. (pag.

di luar strategi-strategi pemeringkatan untuk mendapatkan daftar prioritas. Serupa dengannya.0 sampai 1. Bogdan dalam Sugiyono mengemukakan bahwa.1. skor bobot EFE total 1. skor bobot IFE total 1. David.tertentu. c) Matriks Internal-Eksternal (Internal External Matrix – IE Matrix). sebagaimana diilustrasikan dalam gambar 3.0 sampai 1. pada sumbu y.Peneliti menggunakan beberapa analisa strategi dalam melakukan analisis data yaitu sebagai berikut: a) Matriks SWOT. Strategi WO (kelemahan peluang).0 sampai 4. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif atau lebih spesifik menggunakan model interaktif Dalam hal analisa data kualitatif. “analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara. sehingga dapat mudah dipahami. dan R & D pag.1. matriks internal eksternal adalah memosisikan berbagai divisi suatu organisasi dalam tampilan sembilan sel. Menurut Fred R. mengembangkan empat jenis strategi: SO (kekuatan-peluang). dan temuannya dapat dinformasikan kepada orang lain”(metode penelitian kuantitatif. catatan lapangan.99 menunjukkan posisi internal yang lemah. hanya ada satu teknik analisis data dalam literature yang dirancang untuk menentukan daya tarik relatf dari berbagai tindakan alternatif. Pada sumbu x dari matriks IE. memosisikan berbagai divisi suatu organisasi dalam tampilan sembilan sel seperti pada gambar 1. skor 2. 244). dan bahan bahan lain.99 menunjukkan posisi internal yang lemah.99 dianggap sedang dan skor 3. Strategi ST (kekuatan-ancaman). Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci: skor bobot IFE total pada sumbu x dan skor bobot EFE total pada sumbu y. dan strategi WT (kelemahan-ancaman). b) Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategic Planning Matrix –QSPM). skor 11 .0 adalah kuat.0 sampai 2.

0 sampai 2.0 .0 4.0 .0 adalah kuat (Fred R.4.2. 0 I I I V VI II 2. 0 3. 0 I I I V I I X 1.0 – 1. Tinggi 0 3.1 Matriks Internal-Eksternal (IE) • • • • Integrasi ke belakang.99 3.99 dianggap sedang dan skor 3.0 sampai 4. Manajemen Strategi pag 343).4.0 – 2. 0 1.0 – 1.99 2. 0 I V V II Menjaga dan Mempertahankan • Penetrasi Pasar • Pengembangan Produk Panen atau divertasi • Penciutan • Divestasi 12 . integrasi ke depan atau Intgrasi horizontal Penetrasi Pasar Pengembangan Pasar Pengembangan Produk Tumbuh dan Membangun Kuat 3.0 – 2.99 Rendah 1. David. 15 Gambar 1.0 SKOR BOBOT TOTAL IFE Sedang 2.99 Lemah 1. Sedang 0 2.

harga promosi. bisnis apa yang digeluti perusahaan pada saat ini dan jenis apa yang dapat dimasuki dimasa yang akan datang.6). David. dan pemujaan bersama yang menggambarkan sebuah organisasi. 2. pemasaran mencakup setiap usaha untuk mencapai keseuaian antara perusahaan dengan lingkungannya dalam rangka mencari pemecahan atas masalah penentuan dua penentuan pokok ialah pertama. kebiasaan. Kedua.1 Budaya Menurut Fred R.16 13 . Strategi pemasaran menurut Fandi Tjiptono adalah alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai perusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran (Strategi Pemasaran pag. budaya (culture) di sini mencakup serangkaian nilai. norma. keyakinan. sikap. kepribadian. bagaimana bisnis yang telah dipilih tersebut dapat dijalankan dengan sukses dalam lingkungan yang kompetitif atas dasar perspektif produk. dan juga menginspirasi komitmen serta produktivitas dalam suatu organisasi manakala perubahan strategi dibuat (Manajemen Strategipag.2 Strategi Pemasaran Dalam peranan strateginya.BAB II LANDASAN TEORI 2. dan distribusi (bauran pemasaran) untuk melayani pasar sasaran. 357). Budaya merupakan dimensi manusiawi yang menciptakan solidaritas dan makna.

yaitu memilih pasar yang akan dilayani. e) Komunikasi pemasaran (promosi) yang meliputi: periklanan.  Keterbatasan sumber daya internal yang mendorong perlunya pemusatan (fokus) yang lebih sempit. 17 14 . Kelima elemen tersebut: a) Pemilihan pasar. c) Penetapan harga.Marketing 2008). personal selling. yaitu menentukan harga yang dapat mencerminkan nilai kuantitatif dari produk kepada pelanggan.  Pengalaman kumulatif yang didasarkan pada trial-and-error di dalam menanggapi peluang dan tantangan. d) Sistem distribusi. direct marketing. yaitu saluran perdagangan grosir dan eceran yang dilalui produk hingga mencapai konsumen akhir yang membeli dan menggunakannya. Keputusan ini berdasarkan pada faktor-faktor:  Persepsi terhadap fungsi produk dan pengelompokan teknologi yang dapat diproteksi dan didominasi. dan public relation.Strategi pemasaran terdiri atas lima elemen yang saling berkaitan. Produk itu sendiri menawarkan manfaat total yang dapat diperoleh pelanggan dengan melakukan pembelian. pembentukan lini produk. b) Perencanaan produk meliputi produk spesifik yang dijual.  Kemampuan khusus yang berasal dari akses terhadap sumber daya langka atau pasar terproteksi. promosi penjualan. (Ali Hasan. dan desain penawaran individual pada masing-masing lini.

Sedangkan menurut Porter dalam Fred R. 50). jika dibandingkan dengan nilai atau manfaat yang ditawarkan oleh pesaing terdekatnya. 247)19keunggulan bersaing diciptakan melalui beberapa lima hal yaitu: a) Melakukan sesuatu lebih dari pada yang dilakukan pihak lain. Keunggulan bersaing yang tidak using akan sulit ditiru oleh pesaing (Marketing pag. d) Melakukan sesuatu yang sulit digunakan. 302) 18adalah kemampuan perusahaan untuk bekerja dalam satu atau lebih cara yang tidak dapat atau tidak akan disamai oleh pesaing. bukan sementara. 15 . Dengan kata lain keunggulan bersaing merupakan suatu perbedaa mendasar yang dilakukan atau dihasilkan oleh perusahaan untuk memberikan nilai atau manfaat yang lebih baik kepada konsumen. e) Melakukan sesuatu yang memiliki marjin biaya-manfaat lebih tinggi dari ratarata industri. David dalam bukunya Manajemen Strategi (pag.2. Keunggulan bersaing tersebut meliputi: a) Kemampuan menciptakan kompetensi khusus. Keunggulan bersaing merupakan hal khusus yang dimiliki atau dilakukan perusahaan yang memberikan kekuatan untuk menghadapi pesaing.Kompetensi ini dapat berwujud merek yang menimbulkan persepsi kualitas yang tinggi. Menurut Ali Hassan (2008:50) strategi pemasaran yang baik akan mampu menciptakan keunggulan bersaing yang berkesinambungan. b) Melakukan sesuatu yang sulit ditiru oleh orang lain.3 Keunggulan Bersaing Competitive advantage atau keunggulan kompetitif menurut Kotler dan Keller dalam bukunya Manajamen Pemasaran (pag. c) Melakukan sesuatu yang bernilai bagi konsumen.

Strategi pemasaran menawarkan pandangan yang lebih seimbang antara pelanggan dan pesaing sebagai sumber keunggulan bersaing. kebutuhan pelanggan. Keunggulan bersaing dapat diraih dengan pemenuhan kebutuhan pasar secara lebih baik. d) Kemampuan menciptakan laba di atas rata-rata laba industri. Pemasar dapat memperoleh keunggulan bersaing dengan jalan menghindari pasar persaingan sempurna dengan melakukan diferensiasi produk. maka perusahaan dapat mempengaruhi pasarnya. pelaku pesaing. Sasaran akhir keunggulan bersaing adalah memperoleh laba yang lebih sempurna. menciptakan merek. c) Kemampuan melakukan penyesuain dengan lingkungan eksternal. Adanya perubahan pasar akan meningkatkan kekuatan perusahaan tertentu. 16 . e) Kemampuan menciptakan keseimbangan pesaing dan pelanggan. maka perusahaan lain akan sulit masuk pasar. tetapi daftar meningkatkan kelemahan perusahaan lainnya. dan cara meraih keunggulan bersaing.b) Kemampuan menciptakan persaingan yang tidak sempurna. memfokuskan kekuatan untuk menyerang kelemahan pesaing dan dengan memenuhi kebutuhan lingkungan eksternal secara lebih baik. Setiap perencanaan berusaha untuk mengidentifikasi arah persaingan di masa mendatang. Oleh karena itu apa yang dilakukan oleh perusahaan relatif terhadap pesaingnya dapat menjadi keunggulan dan kelemahan tergantung permintaan lingkungan eksternal. menciptakan kualitas yang lebih tinggi. menciptakan keunggulan dalam distribusi.

(2008:16) Menurut Klaus Grunert dalam Ali Hassan (2008:105) membentuk sebuah model competitive advantage sebagai upaya menciptakan keunikan daya saing tertentu perusahaan dalam mempertahankan kesinambungan daya saing perusahaan. kebutuhan pelanggan.1Dua Sumber Keunggulan Bersaing Pelanggan Keunggulan Bersaing Harga Pengaruh/efek pengalaman Pangsa Pasar Hambatan untuk Masuk Nama merek Distirbusi Diferensiasi Kualitas produk Kepuasan pelanggan Kondisi Pasar Pertumbuhan pasar Tahap siklus produk Evolusi produk Segmentasi Teknologi baru Subtitusi Tren konsumen Tren ekonomi ]tren pemerintah Persaingan n Sumber: Fandi Tjiptono.2 berikut ini: 17 . dan cara meraih keunggulan bersaing (Strategi Pemasaran pag.1 berikut: Gambar 2.1 Sumber Keunggulan Bersaing Menurut Fandi Tjiptono saat ini penekanan kepada pandangan yang lebih seimbang terhadap pelanggan dan pesaing sebagai sumber keunggulan bersaing.2. perilaku pesaing. 15). Adapun bagian dari kedua sumber keunggulan bersaing itu tergantung pada gambar 2. Model competitive advantage tertuang dalam gambar 2.3. Setiap perencanaan berusaha untuk mengidentifikasi arah persaingan di masa mendatang.

sales force. dalam setiap pertukaran value dalam kegiatan mendeasain. mencakup jaringan distribusi. dan support produk. (Ali Hassan. ataupun diferensiasi yang memberikan nilai superior bagi konsumen. c) Superior performance. memasarkan. kapabilitas produksi. mendistribusikan. memproduksi.Gambar 2. b) Superior resources. brand image. yaitu: a) Superior skill. teknologi. 2008) 18 . mencakup kemampuan teknik manajerial dan operasional dalam menjalankan bisnis. sumber daya alam yang dapat menghasilkan cost leadership.2 Model Competitive Advantage Sumber – sumber Keunggulan:Tingkat keahlian tinggi  Sumber daya bagus Keunggulan bersaing:  Nilai produk yang lebih tinggi  Biaya relative rendah Keahlian Produksi Keahlian Tentang Pasar Posisi persaing an di pasar Biaya Relatif Rendah Kinerja  Kepuasan Pelanggan  Loyalitas Pelanggan  Pangsa Pasar  Keuntungan Nilai yang dipersepsik an Sumber: Klaus Grunert dalam Ali Hasan (2008:105) Ada tiga hal penting sebagai indikator sebuah daya saing dari sebuah akan unggul.

3)20. sedangkan yang tidak memberikan keuntungan sebaiknya jangan dilakukan sendiri.2.151)21faktor penentu keunggulan komparatif adalah keunggulan relatif dalam faktor endowment. misalnya bisa di subkontrakan. Sedangkan menurut Bertil Ohlin (ekonomi Swedia) dalam Kuncoro (Strategi bagaimana meraih keunggulan kompetitifpag. 19 . pag.4 Keunggulan Komparatif Keunggulan komparatif diartikan oleh Crown Dirgantoro (Judu. yaitu ketersedian relatif berbagai input yang digunakan dalam proses produksi. tenaga kerja dan modal. perusahaan seharusnya berfokus menghasilkan produk yang bila diproduksi sendiri relatif lebih efisien dan memberi keuntungan kepada perusahaan. baik berasal dari sumber daya alam.

trot dan ballad adalah musik populer yang mendominasi Korea Selatan. namun sejak Pembagian Korea pada tahun 1945. Hingga tahun 1990an. Korea Selatan dan Korea Utara memiliki kebudayaan yang sama.BAB III PEMBAHASAN 3. namun Korea mampu mengembangkan identitas budaya yang unik dan berbeda.1 Penjelesan Mengenai Budaya Indonesia dan Budaya Korea Selatan Korea Selatan merupakan sebuah negara di Asia Timur yang terletak di bagian selatan semenanjung Korea dengan ibukotanya Seoul. masing-masing negara mengembangkan bentuk kebudayaan kontemporer yang berlainan bentuk.Kementerian Kebudayaan. Bergabungnya grup rap Seo Taiji and Boys pada 1992 menandai perubahan besar dalam dunia musik Korea Selatan yang dikenal dengan istilah K-Pop. Secara historis. rock dan techno ke dalam musik mereka. Film Korea Selatan 20 . Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan aktif dalam mendorong budaya tradisional dalam bentuk modern lewat pembiayaan dan program edukasi.Seperti pada negara-negara demokrasi lainnya.Korea Selatan membagi pemerintahannya dalam tiga bagian: (1) eksekutif. kebudayaan Korea dipengaruhi oleh RRC.Korea Selatan adalah negara republik. (2) yudikatif dan (3) legislatif. Sejak kesuksesan film Shiri pada tahun 1999. grup ini mencampurkan elemen genre musik populer seperti rap. Lembaga eksekutif dipegang oleh presidenyang dipilih berdasarkan hasil pemilu untuk masa jabatan lima tahun dan dibantu olehPerdana Menteriyang ditunjuk oleh presidendengan persetujuan dewan perwakilan.

com dikatakan bahwa di negara yang memiliki julukan negeri ginseng ini. Chunggacheon Stream Park. Di dalam situs businessnews. industri kreatifnya di bagi menjadi empat aspek yaitu perfilman. pemerintah korsel (Korea Selatan) memiliki skema pendanaan dan pengembangan yang terencana dengan baik dan terintegrasi. Tingginya angka kunjungan ke Korea Selatan tidak lepas dari kontribusi perkembangan industri kreatifnya. Korea Selatan pada saat ini menjadi negara wisata dengan beberapa daerah yang menjadi pusat pariwisata baik dari turis asing maupun turis lokal. Seiring dengan perkembangan ekonominya.Kemudahan tersebut mulai dari regulasi hingga tataran praktisnya. Film lokal mulai mendominasi pasar terutama sejak pemberlakuan kuota yang mewajibkan bioskop untuk menampilkan film-film Korea Selatan paling sedikit 73 dalam satu tahun. fesyen. dan animasi dengan catatan kontribusi terhadap PDB yang sebesar 6. Dampak dari perkembangan tersebut juga berpengaruh ke demam fashion yang melanda beberapa negara di dunia saat ini. diantaranya yaitu National Folk Museum. 21 . mulai dari gaya rambut. hingga pakaian yang dikenakan oleh masyarakat saat ini sudah berkiblat ke Korean style. seperti Indonesia. Namsan Traditional Village. musik.Khusus untuk industri kreatif. Jeju Island (Jejudo) yang menjadi setting untuk film Boys Before Flower yang sangat popular di Indonesia pada tahun 2010 dan Nami island yang menjadi lokasi syuting serial drama Winter Sonata merupakan alasan bagi sebagian besar orang Indonesia ingin datang ke Korea Selatan.4%.mulai mendapatkan apresiasi secara internasional.Tingginya angka kontribusi tersebut tidak terlepas dari peran pemerintah dalam pengembangan industri kreatif negaranya.

Hasilnya berdampak pada kinerja ekonomi secara keseluruhan.Di Indonesia sendiri industri kreatifnya dibagi menjadi 14 subsektor yaitu periklanan.com dijelaskan pula bahwadukungan pemerintah yang kuat menjadi bantuan besar untuk perkembangan industry kreatif Korea Selatan. permainan interaktif. barang seni. seni pertunjukan.9 juta won) dan terhadap ekspor mencapai 4.Tercatat pada tahun 2010 indusri kreatif di Indonesia menyumbangkan angka 7. Rabu (7/12).3% (3. televisi dan radio serta riset-pengembangan. arsitektur. video.Industri kreatif di Korea Selatan adalah industry kreatif yang berbasis pada budaya. rancang bangunan (design).23 22 . layanan komputer dan peranti lunak.3 miliar won) dan menyerap tenaga kerja sebesar 3 jjuta tenaga kerja (7% dari total tenaga kerja). sesuai dengan provisi ke 31 hukum dasar dari promosi budaya negara tersebut yang merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap industri budaya. penerbitan dan percetakan.2% terhadap perekonomian nasional. tutur Mari Elka Pangestu dalam seminar Tinjauan Pariwisata 2012: optimaslisasi Sektor Ekonomi Kreatif Bagi Industri Pariwisata di Indoensia. Menilik kembali ke dalam negeri.4% (11. sumbangan terhadap PDB mencapai 6. China dan Korea Selatan hanya memasukkan empat aspek saja”. Pada tahun 2003 budaya dimasukkan ke dalam bisnis prospektif masa depan. mode (fashion). di Jakarta. Pada tahun 2004 dibentuk komite khusus industry budaya yang bernaung di bawah Federasi Insutri Korea. jumlah perusahaan yang bergerak di industry kreatif mencapai 160.22 Selain itu dalam situs indonesiakreatif. musik. film dan fotografi. Indonesia sendiri juga tidak kalah perkembangannya meski masih di bawah Korsel.“Indonesia memasukkan 14 aspek perekonomian nasional dalam lingkup ekonomi kreatif.000 perusahaan.

23 . Melihat beberapa fakta diatas.Melihat banyaknya sektor yang dikembangkan dalam industri kreatif di Indonesia.2% atau Rp151 triliun dan kontribusi terhadap ekspor pada tahun 2010 sebesar 9.com). Hal ini sangatlah disayangkan mengingat industri kreatif mampu menyumbangkan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2010 tercatat 7. Di Indonesia pelaku usaha di Industri kreatif masih kesulitan dalam mendapatkan pendanaan/permodalaan yang memadai. dikarenakan mayoritas pelaku bisnis industri kreatif di Indonesia adalah kawula muda yang umumnya bentuk usahanya masih informal dan dilakukan via internet. namun mengapa perkembangannya masih kalah dengan beberapa Negara lainnya? Mari kita lihat beberapa fakta berikut: 1. mengingat ada dua persyaratan untuk mendapat bantuan dana yaitu rekam jejak debitur jelas dan seberaoa besar nilai asset yang akan diagunkan (businessnews. seharusnya dapat berkembang lebih baik dari industri kreatif di Negara lainnya.25%. Masih banyak pengusaha di industri kreatif yang belum meiliki jiwa entrepreneur sehingga banyak yang memiliki usaha namun tidak mau untuk mengembangkan usahanya lebih lanjut. industry kreatif di Indonesia merupakan sector yang sangat potensial namun masih dibutuhkan pembenahan dalam pengembangan usaha-usaha yang ada di industry kreagtif bila ingin menjadikan industry kreatif kekuatan utama dalam perekonomian Indonesia. mereka hanya menjalankan usahanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini menyebabkan institusi keuangan di Indonesia enggan meminjamkan uang kepada mereka. 2.

artis) di berbagai bidang seni untuk belajar di Amerika Serikat dan Eropa. 327).Mereka memiliki industry kreatif yang berbasis budaya dengan perkembangan yang diatas Indonesia. Adanya sistem pelatihan untuk para entertainer yang ada di Korea Selatan.1 Strength Budaya Korea Selatan Strength No S1 S2 S3 S4 S5 S6 Item Korea Selatan memiliki skema pendanaan dan pengembangan yang terencana dengan baik dan terintegrasi. 3. Berikut tabel matriks SWOT budaya Korea Selatan: Tabel 3. penulis menganalisis mengenai budaya Korea Selatan berdasarkan dari sumber data yang kami dapatkan. pelaku bisnis dan kaum intelektual. opportunity.2 Matriks SWOT Budaya Korea Selatan Menurut Fred R. Strategi WO (kelemahan peluang). Strategi ST (kekuatan-ancaman). dan perlu kita ingat bahwa Indonesia memiliki budaya yang sangat beragam. Adanya cultural policy yang mendukung industri kreatif Korsel. dan threat yang ada di Indonesia.25 Pemerintah memberi beasiswa kepada artis (Penyanyi. David matriks SWOT.Hal ini sangat kontras dengan perkembangan industry kreatif yang ada di Korea Selatan.Namun mengapa Korea Selatan lebih berhasil dalam menjadikan budayanya sebagai komoditi utama dalam indsutri kreatif mereka?Dapatkah Indonesia yang memiliki kebudayaan yang beragam menjadikan budaya sebagai komoditi utama di industri kreatifnya?Untuk menjawab hal tersebut dibutuhkan kolaborasi yang baik antara pemerintah. 26 24 . kelemahan. Terdapat 170 universitas yang memiliki jurusan animasi dan 50 sekolah kejuruan animasi tingkat SMA sehingga dapat mendukung subsektor animasi dalam industri kreatif.Dengan menggunakan matrik SWOT. dan strategi WT (kelemahan-ancaman) (pag. mengembangkan empat jenis strategi: SO (kekuatan-peluang). serta kita perlu melihat apa saja kekuatan.24 Perpajakan yang rendah untuk film lokal serta adanya bantuan dana untuk produksi film yang mengusung budaya Korea.

Angka di bawah 100 menunjukkan pesimistis negara terhadap perekonomiannya. Perusahaan swasta di Korsel berani meakukan Investasinya di Host Country seperti Lotte Group melalui bisnis reatilnya menyatakan niatnya untuk membangun 100 bioskop di Indonesia.000 perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif. sehingga memiliki dampak positif terhadap pariwisatanya yang akan memperngaruhi pertumbuhan industri kreatif mereka.S7 S8 Tahun 2004 di Korea dibentuk komite khusus industri budaya yang bernaung dibawah federasi industri Korea. Korea Selatan memililki bandara internasional yang terbaik di dunia mengalahkan hongkong dan singapura. Masih rendahnya angka pencitraan bangsa Korea terhadap Dunia dimana negara ini menduduki peringkat 32 dalam Anholt Nation Brand Index. Sumbangan terhadap PDB sebesar 6. Banyaknya kaum-kaum ekspatriat yang memimpin perusahaan besar di Korea Selatan.27 Terdapat 160. fashion. Rendahnya angka kepercayaan konsumen Korea Selatan pada Desember 2011 ke angka 99 dari 103 pada November. W5 W6 W7 W8 W9 W10 25 . Pemikiran ide idependen mahasiswa atau siswa di Korea Selatan tidak dapat berkembang meskipun terdapat institusi pendidikan khusus mengenai industri kreatif Korsel. 29 Tingginya angka kematian akibat bunuh diri yang dilakukan oleh siswa yang gagal masuk universitas dan para artis di korea selatan dengan total 130.379.392 jiwa pada tahun 2008. Jumlah usia masyarakatnya lebih banyak berada pada usia yang tidak produktif.802 orang dari tahun 2000-2009.28 S9 S10 S11 S12 S13 Tabel 3. Bertambah buruknya permasalahan di bidang lingkungan dan sumber daya alam di Korea selatan.4% (11. Inflasi hutang luar negeri sebesar US$ 366. animasi.9 juta won).3 milliar). sehinga pekerja diluar kaum tersebut sulit mendapat kesempatan kerja.3% (3. Sumbangan terhadap ekspor sebesar 4. Memiliki jumlah sumber daya manusia yang terbatas sebesar 48.022 milliar pada kuartal ketiga 2010. musik. Penyerapan tenaga kerja sebesar 7% dari total tenaga kerja (2 juta tenaga kerja).2 Weakness Budaya Korea Selatan Weakness No W1 W2 W3 W4 Item Korea Selatan Hanya memasukkan 4 subsektor saja dalam bidang industri kreatif yaitu film.

Memiliki teknologi yang baik sehingga memudahkan pengembangan industri kreatifnya di dunia seperti perusahaan Samsung yang telah menjadi perusahaan global. Masih besarnya dominasi negara eropa seperti inggris. Dengan meningkatnya interaksi budaya Korea Selatan di pasar internasional juga menjadi sarana untuk melegalkan ideologi Korea Selatan agar mudah di dunia Internasional.30 Terjadinya kejenuhan di pasar domestik Korea selatan dikarenakan pengembangan yang terlalu fokus kedalam negeri. di bidang Ekonomi pada bulan Maret 2010 telah dilaksanakan Join Task Force for Economic Cooperation pada tingkat Menko RI bidang perekonomian di Seoul. O3 O4 O5 O6 O7 O8 O9 O10 Tabel 3. sehingga berdampak pada semakin dikenalnya produk Korea di luar negeri (dvd. spanyol. Mereka secara rutin saling bertemu dan mengganti nama panggilan dengan nama korea. Fashion yang mulai mempengaruhi negara asing termasuk Eropa. dan ring tone lagu).Tabel 3.4 Threats Budaya Korea Selatan Threat No T1 T2 T3 T4 T5 T6 Item Tingkat pembajakan software yang cukup tinggi dimana mereka menduduki peringkat 10 dari survey negara dengan pengguna software ilegal yang dilakukan BSA. Subsektor perfilman yang mulai menembus pasar asing di dunia contohnya film drama Korea My Sassy Girl yang di re-makeoleh Amerika Serikat. termasuk makanan. Sehingga dapat meningkatkan peluang untuk melaksanakan pertukaran budaya. Kerjasama dengan negara lain dalam meningkatkan ekonomi dan industri kreatif di Korea Selatan. Misalnya. Subsektor musik dalam indsutri kreatif yang mulai berkembang di pasar asing contohnya Rain yang telah melakukan konser Internasional di Madison Square Garden. fesyen. Tingginya angka cyberwarfare yang berlangsung di dunia. dan bahkan operasi platik.3 Opportunity Budaya Korea Selatan Opportunity No O1 O2 Item Peluang potensi foreign market yang masih besar. perancis. 26 . Mengacu pada banyak jumlah penggemar korea saat ini. Tingginya kesempatan Korea Selatan dalam melakukan investasi di luar negeri dalam mengembangkan industri kreatifnya. Seniman di Korea Selatan telah membuat dampak besar pada budaya konsumsi. maka terbentuklah basis penggemar korea yang dikenal dengan sebutan korea lovers. dan negara Amerika serikat dalam pasar global Keingingan perusahaan di host country yang diajak bekerja sama oleh korea selatan untuk mempertahankan kerja samanya Perbedaan legalitas dan hukum yang berlaku di suatu negara belum tentu memudahkan masuknya perusahaan dari Korea Selatan. trand make up.

03 0.15 0.18 0.04 0.09 0.32 Bobot AS TAS 27 .04 0.5 Analisis Faktor Internal Budaya Korea Selatan Analisis Faktor Internal Strength S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 Weakness W1 W2 W3 0.03 0.05 0.04 0.28 0.02 0.3 Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif Budaya Korea Selatan Setelah melakukan analisis SWOT selanjutnya peneliti menggunakan QSPM Matrix(Quantitative Strategic Planning Matrix).16 0.06 0. 3.18 0.24 0.04 0. Keterbatasan sumber daya alam sehingga Korea Selatan akan bergantung kepada negara lain untuk memenuhi keperluannya dalam bidang industri kreatif. Memiliki hubungan yang tidak dengan negara lain seperti dengan negara Jepang.06 0.16 0.07 0.08 0. 336).04 0.T7 T8 T9 T10 Perbedaan Budaya yang ada di suatu negara yang berkontradiksi dengan kebudayaan yang ada di Korea Selatan.06 0.08 0.24 0.02 0.06 4 2 3 0. Sumber Daya Manusia atau masyarakat Korea Selatan memilih untuk berkarya dalam industri kreatif di negara lain.06 0.12 0.04 0.08 4 3 3 2 4 3 2 2 3 4 4 2 4 0. Berikut QSPM untuk budaya Korea Selatan: Tabel 3.Kelebihan dari penggunaan QSPM adalah mendorong para penyusun strategi untuk memasukkan faktor-faktor eksternal dan internal yang relevan ke dalam proses keputusan (Manajemen Strategi: pag.04 0.

2 0.05 0.04 0.05 3 4 2 4 4 3 2 3 3 4 0.03 1 4 1 2 3 4 1 2 0.04 0.12 0.06 0.49 0.04 0.12 0.18 Tabel 3.06 0.24 0.06 0.08 0.04 0.03 0.06 3.04 0.16 0.09 0.02 0.06 0.07 0.28 0.24 0.W4 W5 W6 W7 W8 W9 W10 TOTAL 0.12 0.28 0.07 0.18 0.6 Analisis Faktor Eksternal Budaya Korea Selatan Analisis Faktor Eksternal Opportunity O1 O2 O3 O4 O5 O6 O7 O8 O9 O10 Threats T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 T8 T9 T10 TOTAL 0.03 0.02 0.12 0.08 0.04 0.2 Bobot AS TAS 28 .02 0.07 0.02 0.28 3.04 0.07 1 4 2 3 4 2 3 4 4 3 4 0.04 0.02 0.24 0.02 0.12 0.08 0.06 0.32 0.02 0.28 0.32 0.03 0.04 0.

0 sampai 4.3. Strategi yang intensif (penetrasi pasar. pada sumbu y. Berikut matriks SWOT dari budaya Indonesia: 29 . Jadi.49.0 sampai 4.0 adalah kuat. maka IFE (sumbu x) berada di posisi yang kuat yaitu dengan bobot 3. dan pengembangan produk) atau integrative (integrasi ke belakang. skor 2.4 Matriks Internal Eksternal Budaya Korea Selatan Langkah ketiga dalam menganalisis budaya Korea Selatan adalah menggunakan matriks internak eksterna.0 adalah kuat. 92).0 sampai 2. matriks internal eksternal adalah memosisikan berbagai divisi suatu organisasi dalam tampilan sembilan sel.0 sampai 1. skor 2.0 sampai 2.5 Matriks SWOT Budaya Indonesia Untuk melakukan komparasi antara budaya Korea Selatan dan Indonesia.99 dianggap sedang dan skor 3.1. sebagaimana diilustrasikan dalam gambar 3. peneliti melakukan Analisis SWOT untuk budaya Indonesia berdasarkan data primer yang didapatkan yaitu dari Departemen Perdagangan RI (pag. Berdasarkan penjelasan diatas dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix).99 menunjukkan posisi internal yang lemah.18 sedangkan EFE (sumbu y) berada di posisi yang kuat yaitu dengan bobot 3. skor bobot IFE total 1.99 menunjukkan posisi internal yang lemah. budaya Korea Selatan berada di divisi I dapat digambarkan sebagai tumbuh dan membangun. Pada sumbu x dari matriks IE. Serupa dengannya. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci: skor bobot IFE total pada sumbu x dan skor bobot EFE total pada sumbu y (pag.0 sampai 1. skor bobot EFE total 1. David. Menurut Fred R. integrasi ke depan. pengembangan pasar. 3. dan integrasi horizontal) bisa menjadi yang paling tepat bagi divisi I. 343).99 dianggap sedang dan skor 3.

Hal ini terbukti.4 juta pekerja atau sebesar 5.43 triliun rupiah Jalur distribusi fisik seperti pasar modern dan tradisional. Dalam hal ekspor.8 triliun rupiah). Subsektor industri kreatif yang memiliki rata-rata pertumbuhan di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional (5. didominasi oleh subsektor (a) Fesyen (43. galeri. S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 Tabel 3.2%). Subsektor industri kreatif yang berkontribusi memiliki jumlah perusahaan di atas rata-rata subsektor industri kreatif ini adalah fesyen mencapai 1.86%).67% jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekspor nasional yang mencapai 12. (c) permainan interaktif (30. (b) kerajinan (23.65%). dan (c) periklanan (7. yaitu pada Bab VI Pasal 17 yang menyatakan bahwa desain produk industri mendapat perlindungan hukum Industri kreatif Indonesia telah mampu memberikan sumbangan kepada PDB nasional secara signifikan yaitu dengan rata-rata kontribusi periode 2002-2006 sebesar 104.Tabel 3.06%).83%). (6) Televisi dan Radio (8.8 Weakness Budaya Indonesia No W1 W2 Weakness Item Pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sektor industri kreatif terus menurun sejak tahun 2005-2006.65%).51%).71% atau 45. (9) Seni Pertunjukan (7.28%. Pada tahun 2006 pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sektor industri ini adalah sebesar -8. Pada tahun 2006 pertumbuhan ekspor industri kreatif hanyalah sebesar 4.75 ribu perusahaan.40%).116%. sektor industri kreatif merupakan kontributor terbesar ke-4 dengan nilai ekspor tahun 2006 sebesar 81.19 juta perusahaan. Persentase kontribusi rata-rata PDB subsektor Industri Kreatif (subsektor industri kreatif) terhadap sektor industri kreatif pada tahun 2006 sebesar 7.6 tahun 2007 W3 W4 W5 30 . Pertumbuhan ekspor tahunan (2002-2006) sektor industri kreatif berada di bawah ratarata pertumbuhan ekspor nasional.75%). UU Nomor 5 Tahun 1984 tentang perindustrian. Jalur transportasi masih bermasalah (ketidakadaan dan kemacetan).64%. Misalnya. Pasar barang seni (7.93% atau 8. Jumlah perusahaan di Indonesia yang bergerak di sektor industri kreatif hingga tahun 2006 ini mencapai 2.59%). (g) Permainan Interaktif (8. toko dan lain-lain semakin banyak.3 triliun rupiah). (c) Periklanan (11.60%).637 triliun rupiah atau dengan rata-rata persentase kontribusi periode 2006-2006 sebesar 6. pada tahun 2006 produktivitas tenaga kerja sektor industri kreatif ini sudah berada di peringkat ke-7 yaitu Rp 21. (b) Penerbitan dan Percetakan (12.14%.35%). Produktivitas tenaga kerja pada sektor industri kreatif cukup baik.89%).24%) adalah: (a) Musik (18. Rata-rata jumlah tenaga yang diserap oleh industri kreatif periode 2002-2006 relatif besar yaitu mencapai 5. (d) riset dan pengembangan (28.375 juta/pekerja pertahun. (d) Arsitektur (10.24%). Lemahnya penguasaan teknologi pendukung industri kreatif. Belum tersosialisasi dan terlaksana dengan baik mengenai Inpres No. (b) layanan komuter dan piranti lunak (31.7 triliun rupiah). dan (e) periklanan (26.51 atau 26.7 Strength Budaya Indonesia No S1 S2 Strength Item Inisiatif yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk menumbuhkan industri kreatif.79% dari total seluruh tenaga kerja di Indonesia Terdapat 5 subsektor industri kreatif yang memiliki persentase pertumbuhan penyerapan tenaga kerja di atas rata-rata pertumbuhan penyerapan tenaga kerja nasional dan subsektor industri kreatif yaitu: (a) Arsitektur (36.234 juta perusahaan dan kerajinan mencapai 722. (e) Layanan Komputer dan Piranti Lunak (10.

budaya. menunjukkan 50% dari belanja konsumen (consumer spending) di negara G7 adalah belanja untuk produk-produk hasil industri kreatif. Dukungan lembaga keuangan pada insan-insan kreatif Indonesia masih dirasakan rendah. Kesiapan perangkat negara untuk mendukung industri berbasis intellectual property. Sumber Daya Alam masih banyak yang diekspor ke luar negeri. Tabel 3. Mahal dan rendahnya penetrasi Infrastruktur telekomunikasi Indonesia. impor dan ekspor yang belum sepenuhnya mendukung industri kreatif. Menghadapi perdagangan bebas. Lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan insan kreatif Indonesia. O2 O3 O4 O5 O6 O7 O8 O9 O10 Tabel 3. seiring dengan majunya tingkat pendidikan dan kesehatan di berbagai negara di dunia. dan desain.9 Opportunity Budaya Indonesia Opportunity No O1 Item Adanya perubahan perilaku pasar dan konsumen. Dengan sendirinya individu-individu asing telah lebih dahulu memahami cara-cara membangun industri kreatif dimana saja ia berada. industri kreatif dalam definisi modern telah lebih dahulu dikembangkan oleh dunia barat. Semakin telah disadari bahwa kurikulum yang hanya bersifat menghafal. apalagi untuk mendirikannya relatif lebih murah. diskriminasi negara berkembang dan maju tidak relevan lagi Keterhubungan dan internasionalisasi yang tercipta telah mempengaruhi motivasi hidup manusia. Potensi pengembangan konten lokal yang dikemas secara kreatif untuk pasar luar negeri. Prosedur administrasi dan adanya pungutan-pungutan luar. upaya memperjuangkan HKI karya cipta asli Indonesia kandas di tengah jalan karena kurangnya kemampuan diplomasi negara. Masih banyak pelanggaran hak cipta seperti pembajakan cakram optic yang melemahkan reputasi negara ditataran internasional.10 Threats Budaya Indonesia No T1 T2 T3 T4 T5 Threat Item Kesiapan SDM kreatif di Indonesia daam menjalankan bisnis mereka di Industri kreatif. Apresiasi pasar luar negeri lebih baik dalam hal originalitas seni. Misalnya industri-industri kreatif baru terutama yang berbasis konten digital yang menunjukan pertumbuhan di atas rata-rata masih sulit untuk mendapatkan dukungan T6 31 . Memiliki keunggulan kompratatif. Data dari PBB tahun 2003. Porsi pasar dalam negeri yang besar. Industri kreatif menjadi penting karena 2/3 dari GDP suatu negara berasal dari belanja konsumen. Asosiasi dan industri sebagai basis community of practice Maraknya CSR yang dapat dijadikan alternatif sebagai bentuk bantuan pembiayaan bagi industri kreatif. tidak akan berdampak pada daya juang (olah kreativitas) anak di kehidupan nyata. Tingkat kesejahteraan ekonomi menjadikan produk kreatif masih kebutuhan sekunder. Porsi konsumen produksi dan jasa industri kreatif yang relatif besar di negara G-7.W6 W7 W8 W9 W10 Kebijakan & regulasi tentang bahan baku. Semakin terbukanya akses terhadap teknologi. penduduk Indonesia yang merupakan peringkat 4 terbesar di dunia adalah potensi pasar yang sangat besar apabila dapat menyerap hasil-hasil produksi dalam negeri. Tumbuhnya era produksi non massal. semakin kritisnya konsumen akhirnya membuat konsumen semakin relatif terhadap barang-barang yang akan dikonsumsinya. sehingga Indonesia dijadikanWatch list oleh International Intellectual Property Association (IIPA) Amerika.

04 0. matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif (Quantitative Strategy Planning Matrix) secara objektif menunjukan strategi mana yang terbaik.6 Matriks Perencanaan Strategis Kuantitatif Budaya Indonesia Fred R.05 0.1 0. Kekuatan inovasi produk asing.07 0. 350-351).07 0.06 0.06 0.04 0.08 0.03 0.28 0.24 0. 3. Ketimpangan antara penghargaan terhadap kreative talent SDM anak negeri Reputasi Indonesia sebagai salah satu negara dengan laju deforestasi tertinggi di dunia berpengaruh terhadap pencitraan (branding) produk-produk asal Indonesia.15 0.06 0.2 0.18 0.04 0.12 0.05 0.21 0.18 0.pembiayaan dari lembaga keuangan.05 0. QSPM budaya Korea Selatan akan berbeda dengan budaya Indonesia dikarenakan dari matriks SWOT yang berbeda.03 0.05 0. David (pag.1 0.24 0.03 0. T7 T8 T9 T10 Terjadinya talent desain dengan perginya SDM kreatif ke negara lain.02 0.04 Bobot AS TAS .06 0.05 0.02 2 4 2 3 2 3 2 3 3 4 2 0.11 Analisis Faktor Internal Budaya Indonesia Analisis Faktor Internal Strength S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 Weakness W1 W2 W3 W4 W5 W6 W7 32 0.06 0. Berikut QSPM dsri budaya Indonesia: Tabel 3.08 0.02 3 2 4 4 1 3 1 0.15 0.

02 0.15 0.07 0.08 0.32 0.06 0.28 0.98 0.03 0.1 2.04 0.06 0.08 0.07 1 2 1 3 4 1 3 2 4 3 3 0.02 0.05 0.24 0.09 3 1 4 3 2 1 3 3 4 3 0.12 Analisis Faktor Eksternal Budaya Indonesia Analisis Faktor Eksternal Opportunity O1 O2 O3 O4 O5 O6 O7 O8 O9 O10 Threats T1 T2 T3 T4 T5 T6 T7 T8 T9 T10 TOTAL 0.15 0.12 0.03 0.04 0.02 0.04 0.05 0.02 0.24 0.1 0.15 0.04 0.27 Bobot AS TAS 33 .08 0.21 0.02 0.18 0.21 0.12 0.07 0.21 2.05 0.02 0.04 0.06 0.07 0.05 1 2 3 2 0.02 0.05 0.82 Tabel 3.W8 W9 W10 TOTAL 0.

Selain memberikan beasiswa pendidikan.8 Hasil Studi Komparatif Antara Budaya Korea Selatan dan Indonesia Berdasarkan teknik analisis data yang digunakan yaitu Matriks SWOT. penetrasi pasar dan pengembangan produk adalah dua strategi yang paling banyak digunakan dalam jenis divisi V. budaya Indonesia berada di divisi V dapat digambarkan sebagai menjaga dan mempertahankan.82sedangkan EFE (sumbu y) berada di posisi yang sedang yaitu dengan bobot 2. Berdasarkan total yang didapatkan dari QSPM. QSPM. Misalnya. 345) 3.Korea Selatan berada di posisi divisi yang kuat dengan menggunakan matriks internal dan eksternal. 11).7 Matriks Internal Eksternal Budaya Indonesia Matriks IE serupa dengan Matriks BCG (Boston Consulting Group) dalam pengertian bahwa kedua alat tersebut menempatkan divisi-divisi organisasi dalam sebuah diagram sistematis.98. (Manajemen Strategi:pag. 34 .Korea berada di kategori divisi kuat karena industri kreatifnya telah berkembang sejak lama. maka maka IFE (sumbu x) berada di posisi yang sedang yaitu dengan bobot 2. Jadi. pemerintah Korea Selatan membuat regulasi untuk memudahkan masyarakat dan perusahaan swastanya dalam mengembangkan industri kreatifnya. sedangkan Indonesia berada di divisi yang sedang. Pag.Pemerintahnya mempersiapkan masyarakatnya untuk menjadi seniman baik menjadi penyanyi atau pemain film dengan memberikan beasiswa pendidikan ke Eropa dan Amerika Serikat (“Gelombang Korea” Menerjang Dunia.Kuat memiliki arti tumbuh dan membangun. dan Matrik Internal-Eksternal terlihat ada perbedaan antara budaya Korea Selatan dan Indonesia.3. sedang memiliki arti tumbuh dan mempertahankan. pemerintah Korea Selatan memberikan perpajakan yang rendah untuk film lokal serta adanya bantuan dana untuk produksi film yang mengusung budaya Korea Selatan.

b) Ketika tingkat pemakaian konsumen saat ini dapat dinaikkan secara signifikan. Misalnya. tentunya dengan hal tersebut dapat dijadikan sebagai modal utama untuk komoditi. 345) berpendapat mengenai penetrasi pasar dan pengembangan produk. c) Ketika pangsa pasar pesaing utama menurun sementara total penjualan industri meningkat. Penetrasi pasar adalah strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar. David dalam bukunya Strategic Management (pag. Dengan menggunakan strategi penetrasi pasar tentunya dengan 14 subsektor industri kreatif Indonesia dapat berkembang dan memiliki dampak positif untuk perekonomian dari segi makro maupun mikro.Penetrasi pasar meliputi penambahan jumlah tenaga penjualan. sub sektor fesyen dapat menggunakan ciri khas 35 . penawaran produk-produk promosi penjualan secara ekstensif. Indonesia terkenal dengan beraneka ragamnya budaya yang ada.Pemerintah Indonesia harus belajar dari pemerintah Korea Selatan dalam menggunakan industri kreatifnya sebagai komoditi ekspor budaya. d) ketika meningkatnya skala ekonomi memberikan keunggulan kompetitif yang besar.Strategi yang tepat untuk industri kreatif Indonesia sesuai dengan posisi pada divisi V adalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Lima pedoman tentang kapan penetrasi pasar dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif: a) Ketika pasar saat ini belum jenuh dengan produk atau jasa tertentu.Fred R. peningkatan pengeluaran untuk iklan. atau pelipat gandaan upaya-upaya pemasaran.

Promosi yang dapat digunakan Indonesia untuk mengembangkan industri kreatifnya dan menjadikan sebagai komoditi adalah sebagai berikut: a) Menggunakan iklan melalui media elektronik di negara lain. Dengan sentuhan seni yang tinggi dan memiliki keunikan dari budaya tentunya masyarakat luar negeri akan memiliki paradigma yang berbeda.daerah masing-masing di Indonesia sebagai karya yang akan dijual. Penetrasi pasar berkaitan dengan pengembangan promosi. b) Pemerintah mendukung acara dalam bidang industri kreatif baik skala nasional maupun skala internasional. pemerintah pusat dapat bekerjasama dengan kedutaan besar di negara tersebut untuk membuat acara yang dapat memperkenalkan dan menjual industri kreatif bangsa Indonesia. hal yang disayangkan ketika Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam dan memiliki 14 subsektor dalam bidang industri kreatif tidak dapat memperkenalkan atau menginformasikan dan menjual ke pasar dalam negeri dan negeri lain. misalya Jakarta Fashion Festival yang selalu diadakan setiap tahunnya untuk memperkenalkan fesyen Indonesia kepada dunia. 36 . Dengan memiliki hubungan bilateral yang baik dengan negara lain tentunya menjadi hal yang realistis ketika pemerintah menggunakan iklan sebagai media promosi. Fungsi dari iklan adalah menginformasikan dan membujuk calon konsumen untuk menggunakan suatu produk. Di luar negeri. Melalui acara di dalam negeri kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri akan timbul.

Hal ini sebabkan oleh rendahnya komitmen pemerintah terhadap pengelolaan kekayaan budaya. gagasannya di sini adalah menarik konsumen yang terpuaskan untuk mencoba produk baru (yang lebih baik) sebagai hasil dari pengalaman positif mereka dengan produk atau jasa organisasi saat ini. yang antara lain disebabkan oleh kurangnya pemahaman. Selain pengembangan strategi yang dikembangkan oleh Fred R.Pengembangan produk (product development) adalah sebuah strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa yang ada saat ini. peneliti juga menyampaikan bentuk transformasi budaya agar menjadi komoditi utama dalam pengembangan industry kreatif di Indonesia. baik yang kasat mata ( tangible) maupun tidak kasat mata (intangible). e) Ketika organisasi memiliki kapabilitas penelitian dan pengembangan yang sangat kuas. d) Ketika organisasi bersaing dalam industri dengan tingkat pertumbuhan tinggi.Belum optimalnya pengelolaan kekayaan budaya. yakni antara lain adalah : Kemampuan Bangsa Dalam Mengelola Kekayaan Budaya. David. b) Ketika organisasi berkompetisi di industri yang ditandai oleh perkembangan teknologi yang cepat. c) Ketika pesaing utama menawarkan produk berkualitas lebih baik dengan harga “bagus”. dan 37 . Kekayaan budaya merupakan identitas peradaban sebuah bangsa. apresiasi. Lima pedoman tentang kapan pengembangan produk dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif: a) Ketika organisasi memiliki produk-produk berhasil yang berada di tahap kematangan dari siklus hidup produk.

Pada akhir dekade ini. namun merupakan salah satu stakeholder. pengembangan. Dalam konteks ini konsep pengelolaan kekayaan budaya harus dapat menunjukan manfaat bagi masyarakat. serta mengembangkan aspek tertentu guna memenuhi kebutuhan masa depan tanpa merusak lingkungan pusaka. Masyarakat setempat juga memiliki peran yang penting dalam aksi pemeliharaan. rekreasi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. perlindungan dan pemanfaatan. Hal tersebut terkait dengan tujuan dari pelestarian kekayaan budaya (pusaka) yaitu memelihara sumber daya dan identitas suatu kawasan pusaka. pengembangan. perlindungan dan pemanfaatan warisan budaya 38 . Perubahan paradigma tersebut antara lain adalah pergeseran konsep pengelolaan dari yang sebelumnya bersifat “ landmark” atau fokus kegiatan yang bersifat monumen semata ke arah pengelolaan yang mengacu kepada pengelolaan yang bersifat cultural landscape atau kawasan budaya yang mengintegrasikan sistem pengelolaan antara yang tangible dan yang intangible.kesadaran arti pentingnya benda cagar budaya sebagai sarana edukasi. Perubahan paradigma ini menunjukkan bahwa pemerintah bukan pemilik atau pengelola satu-satunya dari warisan budaya tersebut. Pemeliharaan. partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kekayaan budaya juga masih rendah. terdapat perkembangan dalam pen gelolaan sumber daya di mana terjadi perubahan paradigma dalam memandang warisan budaya dan pengelolaannya. Sementara itu.

pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi sesuai amanat UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah membawa implikasi terhadap perubahan 39 . arkeologi. Sedikitnya minat generasi muda untuk mempelajari ilmu -ilmu budaya dikarenakan ada anggapan bahwa ilmu eksakta seperti kedokteran dan teknik lebih menjanjikan bagi masa depan mereka dibandingkan dengan ilmu-ilmu budaya seperti ilmu bahasa daerah.1 Stakeholder Dalam Konsep Pengelolaan Warisan budaya Sumber: adaptasi dari Richard A.Gambar 3. Sementara itu. Minat generasi muda untuk menjadi tenaga kebudayaan seperti filolog semakin berkurang. antropologi. Pemuda dan Olahraga Pengelolaan Sumber Daya Budaya.Hal ini dapat dilihat dari semakin sedikitnya peminat jurusan ilmu-ilmu budaya dibandingkan dengan jurusan ilmu -ilmu eksakta.UNESCO. Pariwisata. Engelhardt. dan museologi. Keterbatasan SDM di bidang kebudayaan ini disebabkan oleh tidak adanya proses regenerasi secara berkelanjutan. 2007dalam Executive Summary Direktorat Kebudayaan.

Paradigma baru mengakui keragaman nilai.paradigma dalam pembangunan kebudayaan. penerapan sistem otonomi daerah juga memberikan peluang terjadinya “penguasaan” etnis -suku dominan untuk menguasai (mayoritas) wilayah administratif yang dapat menciptakan marjinalisasi peranetnis-suku lain (minoritas) di wilayah tersebut. 40 . tradisi dan budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan dan potensi masyarakat dalam pembangunan secara keseluruhan.Dalam perkembangannya.

budaya Korea Selatan berada di divisi 1 yang dapat digambarkan sebagai tumbuh dan membangun (grow and build). Strategi yang tepat tepat untuk Korea Selatan adalah strategi yang intensif (penetrasi pasar. Dengan menggunakan matriks internal dan eksternal. Munculnya negara-negara di Asia Timur dengan kemajuan 41 . yaitu: 1. 3.1 Kesimpulan Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk membandingkan strategi pengembangan budaya antara Korea Selatan dan Indonesia. dapat ditarik kesimpulan. integrasi ke depan. menyikapi semakin meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan sebagai mitra strategis. Ditambahkan dengan dua strategi transformasi budaya agar menjadi komiditi utama dalam pengembangan industri kreatif di Indonesia adalah kemampuan bangsa dalam mengelola budaya. Sedangkan budaya Indonesia berada di divisi V yang dapat digambarkan menjaga dan mempertahankan (hold and maintain). dan integrasi horizontal). 2.BAB IV PENUTUP 4. Tiap negara mempunyai kekuatan dan kelemahannya masing-masing. pengembangan pasar. maka diharapkan mampu menghasilkan kontribusi positif terhadap proses pengembangan budaya di Indonesia sebagai komoditi Industri Kreatifnya. Maka itu pemerintah harus memanfaatkan kekuatan dan mengatasi kelemahankelemahan yang ada. dan pengelolaan sumber daya budaya. Strategi yang tepat sesuai dengan posisi tersebut adalah penetrasi pasar dan pengembagan produk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan. dan pengembangan produk) atau integrative (integrasi ke belakang.

4.yang mengagumkan membuktikan bahwa peran pemerintah yang terpadu dengan pihak swasta sangat efektif dalam pembangunan. namun berada dalam suatu kerangka yang saling bersinergi. Perlunya Memperoleh pemahaman mengenai industri kreatif. 4. Revisi klasifikasi pemetaan industri kreatif di Indonesia. 3. Saat ini banyak anak muda di Indonesia yang tidak terlalu mengenal budayanya sendiri dikarenakan pemerintah kurang perhatian dalam mengembangkannya. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan diatas. Pendidikan kebudayaan hanya dijadikan ekstra kurikuler dan bukan merupakan suatu kewajiban. Sebagai instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam hal pengklasifikasian lapangan 42 .2 Saran Implikasi dari penelitian ini adalah bagaimana upaya mengoptimalisasi perkembangan budaya di Indonesia dengan meniru strategi utama Korea Selatan yang dengan sukses mengembangkan 4 sektor utama budayanya. Perlu adanya suatu kebijakan dan upaya dari pemerintah untuk menambah anggaran di bidang pendidikan kebudayaan agar generasi-generasi bangsa menjadi bangga terhadap budayanya sendiri. prioritas program dan kegiatan pokok pembangunan di bidang kebudayaan. Hal ini menyebabkan banyak diantara kita yang tidak lagi memahami budaya lokal. Perlu adanya gambaran dalam menyusun konsep kebijakan. terdapat beberapa saran untuk menjadi budaya Indonesia sebagai komiditi: 1. sehingga dapat melakukan studi atau penelitian selanjutnya dengan ruang lingkup yang lebih sempit. sebagai upaya pengoptimalisasian budaya Indonesia sebagai transformasi bentuk komoditi industri kreatif 2.

Biro Pusat Statistik sudah saatnya melakukan revisi terhadap klasifikasi industri Kreatif di Indonesia yang digunakan saat ini. tahunan atau triwulanan oleh BPS.usaha. hal ini tentunya akan memungkinkan jika klasifikasi pemetaan industri kreatif di Indonesia sudah disempurnakan dan dimasukkan sebagai bagian dari lapangan usaha nasional. Perhitungan kontribusi industri kreatif secara rutin. revisi ini terutama bertujuan agar industri kreatif dapat menjadi suatu nomenklatur resmi dalam klasifikasi lapangan usaha Indonesia. 5. 43 . Selain bertujuan mematangkan lapangan usaha industri kreatif.

Elka.p (2010) n. Jakarta: n. dan olah raga. Blogspot. Kementrian Luar Negeri Indonesia. Peran Industri Kreatif Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional.DAFTAR PUSTAKA 1. PT.pag. (2008): 56-59.” n.” (“Pengalaman”). Kamus Besar bahasa Indonesia. “Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025. Nim.pag.businessnews.Gramedia: Jakarta . Exeecutive Summary.co. “Budaya. Businessnews.com 9. Mari Pangestu.ac. 44 . “Peran Pemerintah Dalam Pembangunan. Stialan.pag. pariwisata.. “Belajar dari Korea Selatan: Kesuksesan Industri-Ekonomi Korea.. 23 Januari 2012 http://www.N. Kebudayaan: Jakarta.com 8. (2010): 22.org.” (“Sekilas Mengenai Industri Kreatif di Indonesia”) 4.com 4. 24 Januari 2012 http://www. Businessnews. 24 januari 2012 http://www.. Abidin .pag. Direktorat kebudayaan. 3.id> 5.”Kamus Bahasa Indonesia Online. Industri Kreatif Korea Selatan Layak dicontoh.pag. 21 Januari 2012 <http://www. N. Pangestu.pag.arif-dani.. 10..businessnews.id 7.pag. (2011) n. Said Zainal. Businessnews. (“Belajar”) (2009) n..p. Kyo Chuk dalam Nusantaraku. 21 January 2012 <http://www. Mari E. nusantaranews. “Pengembangan Industri Kreatif. (2012) n.. 2008. Departemen Perdagangan Dalam Negeri. (2011): n. Muchammad.bali. Diplomasi Indonesia 2010. 22 Januari 2012 http://www. Arif. Antara News.com. N.kamusbesarbahasaindonesia.p.. pemuda. Menggenjot Industri Kreatif.stialan. 2012. Background Study dalam Rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 Bandung.antaranews.org 2.blogspot.” http://nusantaranews. 2010.com> 6.

Harian Kompas. BPFE: Yogyakarta. Dirgantoro. Crown. Mia. Konsep. 24 Januari 2012 http://www. dan R & D. (2008): 18 &105 18. Keller. 17. PT. Hasan. M. Strategic Management. 20. Tjiptono. Indriantoro. “Judul”.. Ghalia Indonesia: Jakarta. Media Utama: Yogyakarta. Edisi 15 Januari 2012. Fred R. (2009): 9. Hasan. Ali. (2002): 22 13.uniknya. 2009. Portal Nasional RI (2011) N. Mari Pangestu. 21 Januari 2012 http://www. Manajemen Pemasaran.. Sekaran. Kuncoro. 16. Metode penelitian kuantitatif.wordpress.com 24. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. (2009): 302. 14. Marketing. Uma. (2006): 13 21. Mudrajat. uniknya. Salemba Empat:Jakarta. Fred R. Salemba Empat: Jakarta.2011. 2006: 60-65 15. “Judul”. (2005): 151 22. 12. Elka. Indeks Gramedia: Indonesia.com. Andi Offset: Yogyakarta. Industri Kreatif di Korea Selatan. 5 “Virus”Penyebab Demam Korea. Strategi Pemasaran. Fandi. Iqbal. N. Sugiyono. Gramedia Widiasarana Indonesia: Jakarta. Nur dan Bambang Supomo. Philip dan Kevin L. Pokok – pokok Materi Metodologi Penelitiab dan Aplikasinya.indonesiakreatif. 45 . Strategi bagaimana meraih keunggulan kompetitif. Manajemen Strategis. Pag.com 23. Indonesiakreatif.. Kotler. Erlangga: Jakarta. 21 January 2012 http://nusantaranews.p. (2009): 325-347. Busantaranews. (2006): 302. Indonesiakreatif. 19. David. Abdurahman. “Gelombang Korea” Menerjang Dunia.com 25. (2002): 88. (2008):6. RI unggul dalam industri kreatif.11. Research Methods for Business: Metodologi Penelitian untuk Bisnis.. Alfabeta: Bandung. Penerbit:kotapenerbit. David.

Wikipedia. Industri Animasi Menjadi Sorotan. Korea Selatan. RI Ingin Tiru Sarana Transportasi Korea Selatan.bogspot.26. n. 2009. Purnomo.detik.vivanews.com 29. 23 Januari 2012 http://id. Indonesia Urutan Ketujuh Pembajak Software. Ngazis. Detik Finance.com 27. 2011.org. http://teknologi.com. Wikipedia.org 30. http://finance.d.wikipedia. HarianKORAN JAKARTAEdisi 20 Januari 2012. Abdulkhamid. Herdaru.. 28. Ali. Muhammad dan Amal N. 24 Januari 2012. 2011. 22 Januari 2012. 24 Januari 2012 http://alid-newslink. Industri Kreatif Bakal Terganggu. Vivanews.com 46 . blogspot. Firman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful