Tugas Kepemimpinan Organisasi Publik

Analisa Tipe Kepemimpinan SBY

Al Afdal Permana
0810842026

Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas 2009

SBY juga berkembang dalam pendidikan sipil seperti . Untuk itu dalam tulisan ini penulis akan membatasi dan menganalisa kepemimpinan SBY dari indikator-indikator gaya-gaya kepemimpinan yang ada.disetiap sektor kehidupan termasuk kepemimpinan seorang pemimpin dalam hal ini presiden sebagai kepala negara.ANALISIS TIPE KEPEMIMPINAN SBY Berakhirnya masa orde baru yang ditandai dengan gerakan reformasi diiringi oleh berbagai tuntutan-tuntutan reformasi. serta meraih pangkat Jendral TNI tahun 2000. Salah satu tuntutan reformasi adalah demokratisasi. Hal ini disebabkan karena yang mempengaruhi corak kepemimpinan seseorang bisa berupa pendidikan dan pengalaman. Kepemimpinan sifatnya spesifik dan khas dan diperlukan bagi situasi khusus. Karena adanya peningkatan kebebasan dari komponenkomponen penyokong sistem politik Indonesia yang saling mempengaruhi maka akan menarik menganalisa gaya-gaya kepemimpinan kepala negara di era reformasi saat ini. SBY DALAM TIPE MILITERISTIK Pertama saya mengaitkan bahwa SBY bergaya pemimpin yang bertipe militeristik. Meskipun cukup lama didunia militer. I. situasi dan zamannya. Dari segi pendidikan dan pengalaman inilah mengindikasikan bahwa SBY memiliki gaya militeristik karena SBY merupakan lulusan AKABRI terbaik dan mengabdi sebagai perwira TNI selama 27 tahun. Maka gaya-gaya kepemimpinan pada masa orde baru yang cenderung bergaya otoriter dan militeristik di bawah komando Soeharto sulit untuk diterapkan kembali di era reformasi saat ini karena adanya peningkatan liberalisasi/ kebebasan rakyat dan kebebasan pers yang luas.

masing-masing dari almamaternya Webster University untuk ilmu hukum. Serta SBY dikenal aktif dalam berbagai organisasi masyarakat sipil. Meskipun SBY telah lama menyesuaikan diri dengan kepemimpinan sipil yang egaliter dan demokratis tetapi budaya militer sebagai dasar pembentukan karakter kepemimpinan SBY tidak bisa hilang begitu saja. dan dari Thammasat University di Thailand ilmu politik. diakses pada tanggal 29 Desember 2009 dari http://sbypresidenku. kinerja JK yang dianggap melewati kewenangannya sebagai wakil presiden. dan di 2004 meraih Doktor Ekonomi Pertanian. isu kaitan bom JW Mariot dengan kekecewaan hasil 1 Disarikan dari artikel ”Dari Pacitan ke Istana Kepresidenan”. suatu upaya bersama Indonesia dan organisasi-organisasi internasional untuk meningkatkan tata kepemerintahan di Indonesia1. Hal ini dapat kita lihat dari beberapa contoh kasus gaya kepemimpinan militeristik SBY yang masih melekat. aktivis Kompak Ray Rangkuti mencatat setidaknya sudah lima kali Yudhoyono mengemukakan kegusarannya soal fitnah. Selain itu baru-baru ini. Pada 2005.com. Amerika Serikat tahun 1991. . beliau memperoleh anugerah dua Doctor Honoris Causa. Beliau pernah menjabat sebagai Co-Chairman of the Governing Board of the Partnership for the Governance Reform. Lanjutan studinya berlangsung di Institut Pertanian Bogor. seperti beberapa kali memarahi menterinya didepan umum. Kemudian beberapa kasus ketidakharmonisan SBY dengan wakilnya JK yang terjadi karena kasus yang tidak substansial misalnya masalah protokoler.memperoleh Master in Management dari Webster University. mulai dari isu pendudukan terhadap KPU. memarahi para bupati dan walikota seluruh Indonesia yang tidur “takalok” ketika SBY sedang berpidato.

II.” Media Indonesia. . “SBY Harus Ubah Gaya Kepemimpinan. Apa yang akan terjadi 5 tahun mendatang 2009-2014 tanpa JK?. terobosan menjadi barang langka. Konsep tipe laisser fairy pada kepemimpinan SBY yang saya maksud disini adalah bahwa dalam pelaksanaan tugas administrasi publik SBY lebih dominan mengurus ketatanegaraan sedangkan pelaksanaan dimensi administrasi public seperti kebijakan publik berupa keputusan-keputusan lebih banyak keluar dari mulut JK. Lebih jelasnya kalimat diatas saya artikan bahwa 2 Akhmad Mustain. Ini merupakan salah satu karakteristik dari gaya kepemimpinan militeriktik yaitu segala sesuatu bersifat formal. Untungnya menurut saya. isu muatan politik dalam gerakan 9 Desember. waktu itu SBY mempunyai wapres JK yang berkarakter memiliki inovasi dan bertindak cepat dalam pengambilan keputusan “lebih cepat lebih baik” namun akurat seperti penyelesaian GAM. Selain itu gaya militeristik SBY tergambar dari tindakan-tindakannya SBY dalam pelaksanaan administrai negara yang formalitas dan kaku.Pemilu. 30 Desember 2009. hal 1. SBY DALAM TIPE LAISSER FAIRE Untuk analisis yang kedua saya cenderung berpikir kepemimpinan SBY terutama pada periode 2004-2009 sedikit bertipe laisser faire namun tidak mutlak mengadopsi secara keseluruhan. Terlihat dari pelaksanaan pemerintahan SBY tahun 2004-2009 yang berjalan dengan prinsip bahwa segala sesuatunya sesuai dengan peraturan artinya setiap pikiran baru harus bersabar untuk menunggu sampai peraturannya berubah dulu. terobosan akan menjadi barang langka. dan isu kudeta dalam pertemuan Dharmawangsa2. konversi minyak tanah dll.

“SBY Harus Ubah Gaya Kepemimpinan. Hal ini terjadi karena kepribadian dan gaya kepemimpinan JK yang lugas dan cepat dalam mengambil keputusan sehingga JK sebagai penyeimbang kekurangan SBY memunculkan kesan adanya kepemimpinan ganda bahkan JK oleh beberapa tokoh dilabeli dengan “The Real President”3. Sedangkan SBY lebih formalitas yang dinilai terlalu memelas dan masih tidak tegas dalam pengambilan keputusan4. wakil presiden.scribd. JK. .com/doc/24364039/Analisa-Politik?autodown=doc 4 Akhmad Mustain.“ diakses 30 Desember 2009 http://www. apabila presiden berhalangan hadir dalam suatu acara. Namun. dan Boediono Dalam Proses Pengambilan Keputusan. memang itu bukan suatu yang buruk namun karena SBY hampir selama separuh karirnya terlibat di gaya kepeminpinan Orde Baru. III. bukan lagi sekadar “ban cadangan”.” Media Indonesia. presiden memang mempunyai hak penuh mengatur kerja lembaga kepresidenan. dimana selama ini wakil presiden itu hanya sebagai simbol atau “ban serep” bagi presiden. 30 Desember 2009. hal 1. SBY DALAM TIPE DEMOKRATIS 3 Hendra Andrianto Djohar . Dalam sistem presidensial yang kita anut. Selama 4 tahun memimpin bersama sosok JK seringkali mengambil keputusan untuk masalah nasional.“Pemerintahan SBY Diantara Bayang Jusuf Kalla” atau saya artikan “SBY hanyalah symbol pemerintahan”. bukan sebagai pengganti presiden untuk membuat keputusan. ”Perbedaan Tipe Kepemimpinan Antara SBY. Perjalanan dan gaya kepemimpinan JK tidak cocok jika orang nomor dua di Republik ini hanya dijadikan sebagai ban serep sebagaimana wakil-wakil presiden yang lalu. lebih lebih setelah reformasi.

Tidak jarang hal ini menimbulkan persepsi bahwa SBY seorang yang lambat dalam mengambil keputusan dan tidak jarang mengurangi tingkat determinasi dalam mengambil keputusan. namun keputusan tetap berada di tangannya. Bukan menjadi rahasia lagi bila seringkali kita melihat dan mendengar bagaimana SBY melakukan kontra kritik terhadap orang-orang yang mengkritiknya. kepemimpinan SBY juga masuk dalam tipe demokratik mungkin disebabkan karena tuntutan reformasi. menghimpun dan menganalisa pendapat-pendapat tersebut untuk kemudian mengambil keputusan yang tepat. Pemimpin ini kadang tidak kokoh ketika melaksanakan keputusan karena ia kadang goyah memperoleh begitu banyak masukan dalam proses implementasi kebijakan. Secara teoritis pemimpin tipe ini bisa menerima kritik. Selain itu pemimpin yang demokratis berusaha mendengar berbagai pendapat. kritik dibalas pula dengan kontra kritik. SBY percaya bahwa kebenaran hanya bisa diperoleh dari wacana publik yang melibatkan sebanyak mungkin elemen masyarakat. . situasi dan kondisi saat ini yang semakin liberal. Dimana tipe pemimpin dengan gaya ini dalam mengambil keputusan selalu mengajak beberapa perwakilan bawahan. apresiasi tinggi pada staf dan sumbangan pemikiran dari mana pun. Selain itu tipe pemimpin ini dalam mengambil keputusan berorientasi pada orang.Menurut saya.

scribd. dan Boediono Dalam Proses Pengambilan Keputusan. 30 Desember 2009. Hendra Andrianto . diakses 30 Desember 2009.php?mib=beritadetail&id=104668 . “SBY Harus Ubah Gaya Kepemimpinan. http://newspaper.”Political Show Ala SBY”.“ diakses 30 Desember 2009. Burhanudin.http://www.DAFTAR PUSTAKA Dari Pacitan ke Istana Kepresidenan.com/prprint. Diakses pada tanggal 19 Juni 2009 dari http://sbypresidenku. ”Perbedaan Tipe Kepemimpinan Antara SBY.com Djohar. Muhtadi.” Media Indonesia. JK.com/doc/24364039/Analisa-Politik?autodown=doc.Akhmad.pikiranrakyat. . Mustain. hal 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful