PENGARUH WAKTU DAN KONSENTRASI H2SO4 DAN HCl TERHADAP LAJU KOROSI BAJA SS 316 L

NOOR YUDHI PUSAT ELEMEN BAKAR NUKLIR

ABSTRAK PENGARUH WAKTU DAN KONSENTRASI H2SO4 DAN HCl TERHADAP LAJU KOROSI BAJA SS 316 L. Telah dipelajari perilaku baja SS 316 L dalam media asam sulfat dan asam klorida dengan waktu dan konsentrasi yang bervariasi untuk menghitung laju korosi baja SS 316 L . Di pakai metoda gravimetri dalam percobaan ini dan pengurangan berat cuplikan dinyatakan dalam term laju korosi. Persamaan laju korosi dapat disusun dari ratio pengurangan berat terhadap berat mula-mula. Hasil percobaan menunjukkan bahwa laju korosi baja SS 316 L dalam media asam klorida jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan dalam media asam sulfat

PENDAHULUAN
Baja SS 316 L adalah logam campuran yang dikhususkan tahan korosi terhadap asam nitrat, mengingat dalam fabrikasi nuklir dibutuhkan tangki penyimpanan asam sulfat untuk pelindihan guna memperoleh konsentrat uranium dan tangki penyimpanan asam klorida untuk pelarutanlogam tanah jarang, oleh sebab itu penulis ingin mengetahui ketahanan korosi baja SS 316 L terhadap asam sulfat dan asam klorida dengan variabel waktu perendaman dan konsentrasi asam. Korosi adalah gejala yang timbul secara alami, pengaruhnya dialami oleh hampir semua zat dan diatur oleh perubahan perubahan energi, atau gejala yang destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam. Oleh sebagian besar orang korosi diartikan sebagai karat dan dianggap musuh umum oleh masarakat. Karat adalah sebutan yang dikhususkan bagi korosi pada besi. Penelitian yang dilakukan ini adalah bentuk yang paling sederhana dan mudah mudahan dapat ditingkatkan dalam penelitian yang akan datang.

1

00 % : 0.97 % : 17.00 % Baja SS 316 L mempunyai berat jenis 0.03 % maksimum : 2. Dalam suasana asam proses korosi akan bertambah cepat. Proses pelepasan elektron akan makin cepat atau korosi akan makin cepat jika permukaan logam ada kontak dengan zat-zat yang mudah tereduksi atau mudah menangkap elektron dari logam tersebut.00 % : 12. jadi pada setiap proses korosi terjadi reaksi oksidasi atau pelepasan elektron oleh logam. atau dapat dikatakan menurunnya kwalitas dari logam tersebut. karbon dan molibdenium dengan susunan sebagai berikut : Besi (Fe) Kromium (Cr) Nikel (Ni) Karbon ( C ) Molibdenium (M0) : 68. Di anoda terjadi oksidasi atau pelepasan elektron dan dikatoda terjadi reduksi atau pengikatan elektron . Suatu logam akan mengalami korosi apabila pada permukaan logam terdapat bagian yang bertindak sebagai anoda dan bagian yang bertindak sebagai katoda. Contoh : Fe → Fe +2 + 2e 2H +2 + 2e → H2 Dalam suasana netral atau basa korosi juga dapat terjadi dan oksigen sangat menentukan kecepatan korosi. Contoh : Fe → Fe +2 + 2e H2O + ½ O2 + 2e → 2(OH) - 2 .TINJAUAN PUSTAKA Baja SS 316 L merupakan logam campuran antara besi dengan kromium.29 lb/cu in = 8. Proses korosi ini hanya berlangsung jika proses pelepasan dan pengikatan elektron berjalan secara simultan.034386 gram/cu cm Peristiwa korosi adalah proses elektro kimia dan menyebabkan logam-logam teroksidasi membentuk senyawa. karna elektron yang dilepas logam digunakan untuk mereduksi H + dari larutan asam tersebut. nikel.

... berat jenis dalam gr per cm kubik.. luas dalam inci persegi. 7... waktu dalam jam..Korosi logam tak sejenis atau korosi Galvanik...... ( 2 ) Luas x Waktu x Berat jenis logam Berat yang hilang x 372 = mgr per (dm 2 x day) = mdd . 2...........Korosi erosi 6. ( 3 ) Luas x Waktu Dimana berat yang hilang dalam mgr.. Satuan yang digunakan untuk laju korosi dapat diperoleh dari persamaan : Berat yang hilang x 534 Luas x Waktu x Berat jenis logam = mils per years = mpy ...→ Fe(OH)2 2Fe(OH)2 + ½ O2 → Fe2O3 2 H2O Korosi yang mungkin terjadi pada logam dan paduannya : 1.Fe +2 + 2(OH) ..56 = mm per years = mmpy .. ( 1 ) Berat yang hilang x 13. 3.Korosi udara (atmospheric corrosion)....... Macam-macam korosi : 1 Korosi logam tak sejenis / korosi Galvanik : Ialah korosi akibat dua logam tak sejenis yang tergandeng membentuk sebuah sel korosi basah sederhana Di anoda Di katoda : M → M z+ + ze : pH < 7 2H + + 2e → H 2 2 Korosi batas butir : Ialah korosi yang terjadi pada batas butirnya........ 5...Korosi batas butir..... 3 Korosi intergranuler : Korosi ini terjadi bila daerah batas butir terserang akibat adanya endapan di dalamnya. Dari persamaan ini dapat ditentukan satuan laju korosi pada permukaan baja SS 316 L..Korosi Intergranuler 4..Korosi panas..Korosi celah (crevice corrosion) dan korosi sumuran (pitting corrosion)..... 3 ..

1dan 2 M sedangkan untuk asam klorida 0. 4 . b Mempunyai tonjolan akibat dislokasi / slip. 8 Korosi panas : Logam + oksigen karena pemanasan sehingga terjadi oksida logam. inklusi. PELAKSANAAN EKSPERIMEN Pada pelaksanaan ini diuraikan urutan cara melakukan percobaan yang dilakukan dilaboratorium. untuk asam sulfat konsentrasinya 0. 5 Korosi sumuran : Korosi sumuran ( petting corrosion ) adalah korosi lokal yang secara selektif menyerang bagian permukaan logam yang : a Selaput pelindung tergores atau retak akibat perlakuan mekanik. c Mempunyai komposisi heterogin akibat pengendapan. urutannya sebagai berikut : .Plat baja SS 316 L dengan tebal 2 mm dipotong dengan ukuran 3 x 3 cm persegi sebanyak contoh yang digunakan dan pada ujungnya di bor dengan diameter 2 mm. Karena adanya endapan kromium karbida ( Fe Cr ) 23 C 6 pada batas butirnya maka kan dungan Cr disekitarnya menjadi lebih kecil dari 12 % dan mudah terjadi korosi.meningkat dan reaksi berjalan secara mandiri. Pada penelitian ini dilaksanakan dengan dua variabel yaitu waktu dan konsentrasi. METODA EKSPERIMEN Metoda yang digunakan pada penelitian ini ialah gravimetri. kons. 6 Korosi erosi : Bentuk korosi yang timbul ketika logam terserang akibat gerak elektrolit pada permukaan logam. 21dan 28 hari.Pada prinsipnya setiap logam yang mengandung logam antara atau senyawa pada batas butir akan rentan terhadap korosi intergranuler. dan 1 M dan variabel waktunya sama yaitu 7. pemisahan. ion Cl. 0.5. 4 Korosi celah : Pelarutan logam hanya terjadi disebelah dalam celah karena disitu keasaman meningkat.5. 7 Korosi udara : Karena udara mengandung uap air / lembab.1. 14.

Setiap variabel konsentrasi direndam 4 contoh untuk waktu 7.01048 mmpy. Pada gambar 2 dan 4 terlihat pada variabel konsentrasi 1 M dan waktu 7 hari laju korosi baja SS 316 L pada medium HCl = 0. Dari data ini berarti laju korosi semakin kecil dengan bertambahnya waktu perendaman.Gambar 1 yaitu grafik laju korosi vs waktu perendaman dalam media H2SO4.32852 mmpy dan pada medium H2SO4 = o. .00326 mmpy.Dari pelaksanaan eksperimen diperoleh data berat penimbangan setiap contoh. contoh dikeluarkan dicuci dengan air suling dan di keringkan pada suhu 110 o C kemudian setelah dingin ditimbang. 21 dan 28 hari. . dan pada waktu 28 hari pada konsentrasi yang sama laju korosi pada medium HCl = 0.Tabel 1 yaitu data berat penimbangan. Dengan melihat gambar 2 dan 4 dapat ditentukan laju korosi untuk setiap konsentrasi yang diinginkan.01048 mmpy.. 5 . dan pada konsentrasi 0.5 M dan waktu yang sama laju korosi pada medium HCl = 0. . 14. PEMBAHASAN Pada gambar 1 dan 3 terlihat pada variabel waktu 7 hari dan konsentrasi 1 M laju korosi baja SS 316 L pada medium HCl = 0. . Dengan melihat gambar 1 dan 3 dapat ditentukan laju korosi untuk setiap waktu yang diinginkan. .Gambar 2 yaitu grafik laju korosi vs konsentrasi H2SO4 .27546 mmpy dan pada medium H2SO4 = 0.Gambar 3 yaitu grafik laju korosi vs waktu perendaman dalam media HCl .Setelah waktu perendaman terpenuhi.Gambar 4 yaitu grafik laju korosi vs konsentrasi HCl . Dari data ini berarti laju korosi semakin tinggi dengan bertambahnya konsentrasi untuk variabel waktu yang sama.53884 mmpy dan pada medium H2SO4 = 0. setelah dingin ditimbang. HASIL EKSPERIMEN Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan eksperimen ialah sebagai berikut : . . peren daman dilakukan dalam gelas beker 500 cc. .Di cuci dan dikeringkan pada oven selama 1 jam pada suhu 110 o C.Tabel 2 yaitu data hasil perhitungan berupa berat yang hilang dan laju korosi.53884 mmpy dan pada medium H2SO4= 0.

KESIMPULAN Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan secara umum bahwa laju korosi baja SS 316 L dalam medium HCl lebih cepat jika dibandingkan laju korosi dalam medium H2SO4 pada waktu perendaman dan konsentrasi yang sama LAJU KOROSI VS WAKTU 0. (H2SO4 1 M) 0.0014x2 .0497 R2 = 0.0.0212x + 0.9925 7 14 WAKTU (HARI) 21 28 GAMBAR 1 LAJU KOROSI VS WAKTU 6 .02 0 y = 0.01 0.5 M H2SO4 1 M H2SO4 2 M Poly.04 LAJU KOROSI (mmpy) 0.03 y = 0.9868 H2SO40.0182 R2 = 0.0093x + 0.0. (H2SO4 2 M) Poly.0029x2 .

6 0.LAJU KOROSI VS KONSENTRASI 0.0003 R2 = 1 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI Poly.03 0.0057x + 0.0117x2 .6429 R2 = 0.5 M) GAMBAR 3 LAJU KOROSI VS WAKTU 7 .4 0.1298x + 0.1 M HCl 0.8657 HCl 0.1 0 7 14 21 28 WAKTU (HARI) y = 0.05 0.0.04 0.5 1 2 KONSENRASI (M) y = 0.2 0.5 M HCl 1 M M) Poly.01 0 0.0054x2 . ( 7 HARI) GAMBAR 2 LAJU KOROSI VS KONSENTRASI LAJU KOROSI VS WAKTU 0. (HCl 1 y = 0.9477 LAJU KOROSI (mmpy) Poly.0234x2 .06 0.377 R2 = 0. (HCl 0.3 0.5 0.1235x + 0.0.07 LAJU KOROSI (mmpy) 0.02 0.0.

8795 BRT CTH.7158 0.8802 0 6. (7 HARI) GAMBAR 4 LAJU KOROSI VS KONSENTRASI TABEL 1 : DATA HASIL PENIMBANGAN JENIS ASAM/MOL DAN WAKTU H2SO4 0.0127 6.8607 6.5 M MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.2936x .8754 0. 1 (gram) 6.2 0.0138 0.2875 R2 = 1 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI Poly.6044 6. 3 (gram) 6.8485 0.CTH.6006 0.YG HILANG H2SO4 1 M MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.7020 0.006x2 + 0.0031 6.YG HILANG H2SO4 2 M MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.8692 0.8849 BRT.1 M BRT.8500 8 .4 (gram) 6.8 0.0.8723 6.0033 6.0100 0.8576 6.0111 0.8819 BRT.LAJU KOROSI VS KONSENTRASI 0.0001 6.9151 6.7 LAJU KOROSI (mmpy) 0.YG HILANG HCl 0.0031 6. 2 (gram) 6.5 1 KONSENTRASI (M) y = -0.CTH.CTH.5931 6.0041 6.8574 0.6133 6.0015 6.6 0.5944 0.1 0 0.9120 6.1 0.0017 6.6042 6.4 0.8575 6.3 0.5 0.8849 6.

8526 6.7578 6.YG HILANG HCl 1 M MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.04483 0.7004 0.19204 0.02470 0.8422 6.0006 6.5 0 0.1 12.6790 6.8915 6.1 4.04810 0.02189 0 0.4740 0.6780 0 6.01096 3.7 1.16807 0.9305 6.00180 0.15141 0.6633 6.9123 TABEL 2 : DATA HASIL PERHITUNGAN JENIS ASAM/MOL.00146 0.3786 6.1238 6.00328 0.7 13.01763 0.00492 0.00326 BRT.0010 6.1 0.0867 6.8816 6.6627 6.00016 0.6421 0.03177 0.2641 0.2011 6.7555 0.1 M 10.2870 6.05960 0.5988 6.6428 6.5 M MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.5 M 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI H2SO4 1 M 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI H2SO4 2 M 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI HCl 0.5222 0.9358 0.01345 0.1 3.0007 6.YANG HILANG (%) LAJU KOROSI (mmpy) 0 0.01048 0.0 11.YG HILANG 6.04511 0.20548 0.YG HILANG HCl 0.1696 0.4136 0.6253 0.1 1.5988 6. DAN WAKTU H2SO4 0.00119 9 .3 3.9015 6.MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.YANG HILANG (mgr) BRT.8 0.7219 0.6664 6.

0046 4.01053 0 0.15202 0.0238 4.7 123.0512 4.0571 4.0002 4.0 1.0049 0.26714 1. 2 (gram) 4.0542 0.0563 4.40096 0.1 378.6 2.0441 4.6 1.4 (gram) 4.1 287.00095 0.01497 0.00106 0.22796 169.0444 4.5 M 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI HCl 1 M 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI 0 0.7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI HCl 0.YG HILANG H2SO4 9 M MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.53884 0.0200 0.0004 4.81069 5.32852 10 TABEL 1 : DATA HASIL PENIMBANGAN Zircaloy JENIS ASAM/MOL DAN WAKTU H2SO4 6 M MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.91358 4.52491 5.00056 86.27546 0.0642 4.0466 0.0546 4.00900 0.0003 4.YG HILANG BRT.CTH.6 413.0 0.0428 0.19667 0.0339 0.0556 0 4.CTH.7 0 0.0003 4.0546 0.CTH.21297 0.46100 3.0554 4.0546 BRT CTH. 1 (gram) 4.0354 BRT.0001 0. 3 (gram) 4.6 264.0015 4.0434 10 .0638 4.0201 4.96326 0.0469 0.8 201.41954 0.0015 4.0009 0.79900 2.0236 BRT.YG HILANG HCl 4 M MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.0518 0.0006 4.

The formula of the corrosion rate can be made from the ratio of the weightloss to the initial weight.0243 0.0015 4.HCl 6 M MULA-MULA 7 HARI 14 HARI 21 HARI 28 HARI BRT.0594 4.0558 4.0543 0.0005 ABSTRACT THE EFFECT TIME AND CONCENTRATION OF H2SO4 AND HCL ON CORROSION RATE OF STAINLESS STEEL 316 L.0205 4. The behaviour of SS 316 L have been studied in sulphuric acid and hydro chloride acid medium with the various time and consentration in order to calculated the corrosion rate of SS 316 L. The gravimetric methode was applied in these experiment and weightloss of the sample are converted in term of the corrosion rate.0203 4.0003 0. The result of the experiment shows that corrosion rate of SS 316 L in hydro chloride acid medium is faster than in sulphuric acid medium 11 .0002 0.0248 4.0591 4.YG HILANG 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful