Walkie Talkie Dalam Perspektif Technology Determinism & Social Constructions of Technology

Walkie Talkie merupakan alat komunikasi dua arah yang pertama kali ditemukan oleh penemu yang berasal dari Kanada, Al Gross pada tahun 1938. Awalnya Walkie Talkie digunakan untuk keperluan militer, terutama saat perang berlangsung dimana walkie talkie berfungsi untuk menyampaikan ataupun menerima informasi tentang keberadaan musuh melalui gelombang radio. Walkie Talkie dikenal dengan sebutan radio dua arah karena dapat melakukan pembicaraan dua arah, berbicara dan mendengar lawan bicara secara bergantian. Selama beberapa tahun walkie talkie terus berkembang mulai dari bentuknya yang besar dengan dibawa dibelakang pungung sampai bentuk handy sehingga lebih mudah dan praktis untuk dibawa kemana saja. Eratnya hubungan antara manusia dan teknologi, dicerminkan dari banyaknya pandangan mengenai hubungan tersebut. Secara garis besar, terdapat dua pespektif dalam memandang keterkaitan antara perkembangan teknologi dengan dimensi sosial-budaya masyarakat. Perspektif tersebut adalah perspektif determinisme teknologi (technology determinism) dan konstruksi sosial teknologi atau social constructions of technology (SCOT).

Teknologi juga bersifat mendasar. Social Constructions of Technology Berbeda dari perspektif technology determinism. masyarakat awam mulai tertarik menggunakannya. Seiring dengan berkembangnya teknologi Walkie Talkie yang semakin handy. berubah sesuai dengan momentumnya sendiri dan malah yang membentuk masyarakat.Technology Determinism Dalam perspektif ini dikatakan bahwa teknologi merupakan sebab utama terjadinya perubahan dalam masyarakat. Penemuan Walkie Talkie membuat ketertarikan sendiri bagi tentara di Amerika untu dijadikan alat komunikasi dalam suatu peperangan. social construction of technology (SCOT) memandang bahwa teknologi tidak menentukan tindakan manusia tetapi sebaliknya manusialah yang membentuk teknologi. Oleh karenanya. . Teknologi baru akan membentuk masyarakat. Asumsi yang mendasari pendekatan tersebut adalah bahwa menurut mereka. cara pandang yang berbeda serta politik dalam membicarakan teknologi. beragam fenomena sosial dan budaya dibentuk dan dipengaruhi oleh teknologi sehingga pandangan ini bebas dari konteks sosial. Mereka mulai menggunakan teknologi walkie talkie sebagai alat komunikasi yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti komunikasi antar keluarga maupun untuk mengkoordinir suatu acara. Kemunculan walkie talkie membentuk fenomena dan budaya baru di masyarakat pada waktu itu. teknologi adalah independen. sehingga perubahan teknologi yang terjadi adalah sesuatu yang otonom dan berada di luar masyarakat. Teknologi dipandang sebagai diluar kendali manusia. sedangkan kultur adalah pasif dan reaktif. Teori ini juga menyatakan bahwa pengembangan teknologi merupakan proses sosial. aktif dan menentukan. oleh karenanya teknologi mampu mengontrol perilaku manusia dan kontrol ini akan terus berlangsung. sangat tidak mungkin untuk menyingkirkan nilai. besar dan berkuasa. karena dengan adanya walkie talkie komunikasi antar prajurit di medan perang menjadi lebih mudah walaupun dengan ukuran walkie talkie yang besar. Teknologi baru seperti walkie talkie telah menstransformasikan masyarakat pada setiap level.