You are on page 1of 6

Pada tahun 1828, pakaian tersebut dipatenkan untuk selam, dimana terdiri dari pakaian yang dapat menahan

dingin, helm, dan hose yang menghubungkan dengan permukaan. Suplai udara berasal dari permukaan dan dikeluarkan lewat bagian bawah helm, sehingga jika posisi helm terbalik maka akan cepat terisi air. Akhirnya oleh Augustus Siebe, helm ini dilengkapi dengan seal di bagian leher dan katup kuras. Beberapa penemu bekerja sama untuk membuat pakaian selam yang dilengkapi dengan senjata. Pakaian ini dapat mengatur tekanan sehingga tekanan udara yang dihirup sama dengan tekanan udara permukaan. Pakaian selam ini merupakan pengembangan dari pakaian John Lethbridge. Penggunaan pakaian ini dipertanyakan, karena bentuknya agak kaku untuk melakukan tugas. Pada tahun 1930 kedalaman yang dicapai 700 feet, tetapi dengan pengembangan sekarang sudah mencapai 2000 feet air asin (fsw).

Caissons Pada saat yang sama dalam pengembangan pakaian selam, para penemu bekerja keras untuk mengembangkan lonceng selam dengan meningkatkan ukuran dan menambah kapasitas pompa udara sehingga dapat menjaga tekanan udara dan mengeluarkan air di dalam lonceng. Perkembangan pompa udara yang cepat menambah ukuran ruang yang cukup luas sehingga beberapa pekerja dapat bekerja dibawah air. Hal ini bermanfaat terutama dalam pembangunan kaki jembatan atau terowongan. Ruangan yang diciptakan disebut caissons, dalam bahasa Prancis berarti kotak besar. Caisson didesain sehingga penyelam dapat mudah mencapai permukaan. Dengan mengggunakan sistem kunci, tekanan di dalam caisson dapat diatur saat penyelam masuk dan keluar. Pada akhirnya caisson berkembang cepat. Tapi dengan pemakaian caisson ini banyak pekerja mengalami penyakit dekompressi, sehingga penyakit dekompresi disebut juga penyakit caisson. SCUBA (Self Contained Breathing Apparatus) Peralatan selam yang dikembangkan John Deane, Agustus Siebe memang memberikan penyelam waktu yang lama dalam air, tetapi mobilitas sangat kurang. Para penemu mencari metode lain tanpa menurunkan tingkat bahaya. Solusi terbaik adalah menyediakan suatu alat suplai udara yang dapat dibawa.

Pada awalnya tidak berhasil karena terbatasnya kapasitas pompa udara untuk menyimpan udara dalam tekanan tinggi. Setelah hal ini dapat diatasi, maka udara dapat disimpan dalam suatu tempat tabung dalam tekanan tinggi sehingga menyediakan suplai udara yang cukup lama.

Scuba berkembang dengan cepat sehingga berkembang menjadi 3 macam tipe dasar:

Open Circuit Scuba (dimana seluruh udara buang langsung dikeluarkan ke lingkungan sekitarnya). Regulatornya dikembangkan oleh Benoist Rouquayrol, sedangkan sistemnya dikembangkan oleh Jacques-Yves Cousteau dan Emile Gagnan. Closed Circuit Scuba (dimana seluruh udara buang dimasukkan lagi ke sistem sehingga dapat di daur ulang). Henry A. Fleuss mengembangkan sistem ini pada tahun 1876 dan 1878, Fleuss kemudian berhasil menguji peralatannya pada tahun 1879 dalam tanki air hampir selama 1 jam. Semiclosed Circuit Scuba (kombinasi dari keduanya).

Sebuah Sejarah Scuba Diving Disajikan Oleh Larry Koonce Sebuah sejarah scuba diving disajikan oleh Larry Koonce Sejarah scuba diving tidak dapat diringkas dalam satu contoh yang berbeda. Itu lebih seperti perkembangan peristiwa yang mengarah pada scuba diving seperti yang kita kenal sekarang. Scuba diving hari ini meliputi hal-hal seperti tangki bensin diikat ke punggung penyelam dengan selang udara yang dikendalikan oleh apa yang dikenal sebagai pengatur permintaan. Kemajuan dalam teknologi selama berabad-abad telah menyebabkan kita untuk scuba diving apa yang dikenal sebagai hari ini, tapi untuk benar-benar menghargai menyelam hari ini Anda harus mengumpulkan peristiwa awal sedikit scuba diving itu. Penggunaan cekung buluh adalah awal yang bagus, tapi pencarian manusia untuk menjelajahi dunia bawah air tidak bisa direalisasikan kecuali ada cara untuk benar-benar bisa bernapas di bawah air yang lebih baik. Bel menyelam pertama diciptakan tahun 1535 oleh seorang pria bernama Guglielmo de Lorena. Pada dasarnya adalah sebuah tong kayu yang beristirahat di bahu penyelam dengan berat barel didukung oleh sling. Hal ini memberikan udara untuk penyelam untuk bernapas dan memungkinkan mereka untuk tinggal di bawah air selama lebih dari satu napas dari udara, meskipun tidak lebih dari satu napas. Sementara semua ini adalah disepakati oleh sejarawan scuba diving, sisa penemuan yang mengarah pada menyelam seperti yang kita kenal sekarang cukup banyak tergantung pada siapa Anda berbicara. Dalam beberapa account, pompa udara pertama dihubungkan dengan penemu Jerman Otto von Guericke pada tahun 1650. Dia menciptakan perangkat dengan dua kelepak cara terdiri dari silinder pistol udara dan piston yang dirancang dengan cara yang akan menarik udara keluar dari apa pun itu terhubung ke, yang dikenal sebagai pompa vakum. Piutang lain atribut pompa udara pertama Denis Papin dan Galileo Galilei di suatu tempat antara abad ke-16 dan 17 ketika mereka menciptakan sebuah gaya yang berbeda dari bel menyelam dengan pompa udara terhubung yang akan transportasi udara kepada orang-orang di bawah air . Bel menyelam pertama yang akan memungkinkan penyelam untuk menghabiskan waktu lama di bawah air adalah disebabkan Edmund Halley, meskipun beberapa account dari penemuanrekannya mengatakan itu diciptakan pada tahun 1690, sementara yang lain daftar ini terjadi pada 1716. Apapun tanggal mungkin, ia adalah orang pertama yang, dengan cara bel menyelam memimpin, mampu menghabiskan 90 menit di bawah air bersama dengan empat penyelam lainnya. Pada saat ini dalam sejarah, bagaimanapun, manusia tidak menyadari efek dari tekanan air pada tubuh, sehingga mereka bertanya-tanya mengapa mereka keluar dengan telinga yang menyakitkan. Sejak itu ada banyak penemuan yang telah membuat scuba diving baik lebih aman dan lebih mudah. Sementara sejarah yang sebenarnya dari beberapa penemuan terbesar menyelam mungkin sedikit berawan, tetap yakin bahwa tanpa kerja pelopor ini kita tidak akan dapat menikmati scuba diving dalam cara yang diketahui saat ini.

EKSPEDISI SELAM KE TITANIC Sekelompok ilmuwan akan melakukan ekspedisi bulan depan untuk memastikan kondisi kapal yang tenggelam sejak tahun 1912 itu. Ekspedisi tersebut berjarak 2,5 mil atau sekira empat kilometer di dalam laut Atlantik Utara disebut-sebut sebagai misi ilmiah sejak kapal yang tenggelam itu ditemukan 25 tahun lalu. Perjalanan selam 20 hari itu merupakan hasil kerja sama antara St John Newfoundland dengan RMS Titanic Inc (perusahaan yang memiliki hak eksklusif atas kapal tersebut), serta Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusets. Ekspedisi ini tidak ditujukan untuk mengumpulkan artefak tetapi akan melacak sepanjang 2 hingga 3 mil dari letak puing-puing di mana ratusan ribu artefak tetap tersebar. Beberapa pengunjung di dunia yang paling sering ke situs akan menjadi bagian dari ekspedisi bersama dengan seorang ilmuwan laut dan organisasi-organisasi seperti National Oceanic and Atmospheric Administration. Para ilmuwan mengatakan jika data ilmiah dan gambar terbaru nantinya akan dapat diakses oleh publik. Untuk pertama kalinya, kami benar-benar akan memperlakukannya sebagai situs arkeologi dengan dua hal yang ada dalam pikiran, ujar seorang pemimpin ekspedisi dari Woods Hole David Gallo, seperti dikutip melalui Straits Times, Rabu (28/7/2010). Salah satunya adalah untuk melestarikan warisan kapal dengan meningkatkan kisah Titanic itu sendiri. Bagian kedua adalah untuk benar-benar memahami bagaimana kondisi kapal tersebut, tambahnya. Kapal Titanic menabrak es dan tenggelam pada perjalanan perdananya di perairan internasional pada tanggal 15 April 1912. Dalam peristiwa tersebut sekira 1.522 orang tewas. (okezone)

Pada bulan Mei 1958, sebuah kapal selam misterius terlihat oleh para awak kapal perang Argentina. Kapal selam itu, walaupun kadang terlihat oleh mata, tidak bisa terlacak oleh sonar, hydrophones atau radar. 14 kapal perang Argentina kemudian memburu kapal selam itu sambil sesekali menembakkan torpedo kearahnya. Namun tidak terlihat adanya tanda kerusakan dan kapal selam itu terus melaju hingga menghilang dari pantauan. Pada Oktober 1959 dan Januari 1960, kapal selam serupa kembali terpantau oleh militer Argentina. Perburuan kembali terjadi, namun kapal selam itu kembali menghilang. Kapten Ray.M Pitts, salah seorang spesialis peperangan kapal selam yang ikut dalam perburuan ketiga mengkonfirmasi kalau objek itu memang kapal selam. Namun ia juga mengatakan kalau ia dilarang untuk berbicara lebih jauh mengenai peristiwa itu. Tahun 1963, perburuan USO yang lain kembali terjadi. Kali ini sonar kapal selam Amerika yang sedang berada di Puerto Rico menangkap sebuah objek yang bergerak dengan kecepatan 150 knots dan berada pada jarak 20.000 kaki di bawah kapal selam. Kapal selam itu membuntuti objek itu selama 4 hari lamanya. Pada hari ke-4, objek itu tiba-tiba bergerak dengan kecepatan yang tinggi sehingga lolos dari pantauan sonar. Pada Agustus 1965, para awak kapal Raduga dari Rusia, sementara sedang berlayar di laut merah, melihat sebuah objek elips berapi muncul dari dalam air dan melayang di permukaan selama beberapa lama. Jarak objek itu hanya 2 mil dari kapal. Para awak memperkirakan kalau objek itu memiliki diameter 60 meter dan melayang pada ketinggian sekitar 150 meter dari atas permukaan laut. Pada tanggal 30 Juni 1967, para awak kapal Naviero dari Argentina melihat sebuah objek silinder di dalam air. Objek itu mengeluarkan cahaya berwarna biru putih dan panjangnya diperkirakan sekitar 33 meter. Yang aneh adalah, objek itu tidak mengeluarkan suara sama sekali walaupun ia bergerak di air dengan kecepatan yang cukup tinggi. Bahkan hampir tidak ada ombak yang tercipta karena pergerakan benda itu. Ketika objek itu nyaris menabrak kapal Naviero, ia segera berubah arah dan menyelam kembali ke dalam air. Pada tahun 1967, para saksi yang terdiri dari belasan orang melihat sebuah objek tak dikenal jatuh ke air di Shag Harbour, Nova Scotia, Kanada. Objek tersebut, yang terlihat seperti sebuah pesawat aneh, diperkirakan memiliki panjang sekitar 18 meter. Para saksi mata juga menyebutkan kalau pesawat itu melayang sebentar, mengeluarkan cahaya berwarna oranye, lalu masuk ke dalam air. Insiden ini sempat diberitakan oleh media-media seluruh dunia hingga menyebabkan pihak militer dan polisi Kanada melakukan pencarian besar-besaran. Namun, pesawat misterius tersebut tidak ditemukan sama sekali.

Salah satu peristiwa perjumpaan USO yang paling aneh, mungkin yang berhubungan dengan kapal Volga. Pada tanggal 7 Oktober 1977, Volga, sebuah kapal Rusia yang digunakan untuk memperbaiki kapal selam, sedang berada di laut karena panggilan untuk memperbaiki sebuah kapal selam. Tiba-tiba 9 objek bulat terlihat muncul dari air dan segera mengelilinginya. Peristiwa ini berlangsung selama 18 menit. Saat itu juga, seluruh sistem komunikasi di atas Volga mengalami gangguan. Kapten Tarantin yang memimpin segera memerintahkan para awak untuk mengamati objek-objek tersebut: