You are on page 1of 9

TUGAS MIKROBIOLOGY

OLEH:
NURUL INAYAH ANWAR

O111 1O 281

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN HEWAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

ARBOVIRUS Arbovirus adalah kependekan dari Arthropod Borne Virus. Arbovirus adalah virus RNA yang ditularkan oleh vector serangga (binatang kelompok Arthropoda). Burung dan mamalia adalah Host alami. Arbovirus sering dikaitkan dengan berbagai penyakit yang diketahui dapat menyebabkan perubahan dalam otak atau menyebabkan perdarahan kecil. Ada lebih dari 520 arbovirus dimana sekitar 100 penyebab penyakit pada manusia yang paling jelas dengan gejala ringan atau tidak. Gejala lain yang ditimbulkan meliputi: ensefalitis, demam kuning, demam denge, demam tropis banyak (Mayaro, kyasanur, bunyamwere, marituba, Punta toro, candira, dll), chikungunya (artinya 'yang tertekuk'), dan o'nyong-nyong ('melemahnya sendi' makna) yang mirip dengan demam denge ditemukan di Afrika dan Asia. vektor yang paling umum dari penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti berbagai nyamuk, kutu, lalat pasir. Vektor lainnya adalah lalat dan tungau. Klasifikasi Arbovirus a. Togaviridae Mempunyai cirri-ciri nukleo kapsid ikosahedral dikelilingi oleh lapisan dan genom terdampar, positif-polaritas tunggal RNA. Ukurannya adalah sekitar 70 nm diameter, dan ini berbeda dengan flavivirus yang berukurandiameter 40-50 nm. Togavirus dibagi menjadi dua yaitu famili alphavirus dan rubivirus. Rubivirus merupakan rubella virus. b. Flaviviridae Sifat penting: RNA: rantai tunggal, polaritas positif, segmen tunggal, replikasi RNA melalui RNA komplementer yang kemudian bertindak sebagai cetakan bagi sintesis RNA genom.

Virion: berselubung, simetri nukleokapsid belum jelas, tersusun atas empat jenis protein utama. Protein selubung mempunyai aktivitas hemaglutinasi. Diameter virion 40-50 nm.

Replikasi di sitoplasma dan morfogenesisnya melalui proses budding di membrane sel. Spectrum hospes luas. Contoh: virus demam kuning

c. Bunyaviridae Bunyaviruses memiliki nukleo kapsid heliks dikelilingi oleh lapisan dan genom yang terdiri dari tiga segmen polaritas negatif-RNA yang terikat oleh kumpulan hidrogen. Sifat penting : RNA: rantai tunggal, polaritas negative, terdiri dari tiga segmen. Pada proses replikasinya, RNA virion disalin menjadi mRNA dengan bantuan transkiptase virion. Dengan bantuan produk translasi mRNA selanjutnya disintesis RNA komplementer. Tiap segmen RNA komplementer kemudian menjadi cetakan bagi RNA genom Virion: berselubung, nukleokapsid bentuk helik, tersusun atas empat protein utama. Protein terselubung mempunyai aktivitas hemaglutinasi. Diameter virion 90-120 nm. Replikasi di sitoplasma dan morfogenesisnya melalui proses budding di membrane golgi. Contoh: virus ensefalitis California

d. Arenaviridae Sifat penting: RNA :rantai tunggal, polaritas negative, terdiri dari dua segmen. Prinsip replikasi RNAnya sama dengan bunyaviridae

Virion: berselubung, nukleokapsid helik, tersusun atas tiga protein utama. Bentuk virion pleomorfik. Diameter virion 50-300 nm (rata-rata 110-130 nm)

Replikasi di sitoplasma morfogenesisnya melalui proses budding di membrane plasma. Spectrum hospes luas Contoh :virus lymphatic

e. Rhabdoviridae Sifat penting RNA: rantai tunggal, polaritas negative, satu segmen. Prinsip replikasi RNAnya sama dengan bunyaviridae Virion: berselubung, nukleokapsid helik, tersusun atas 4-5 protein. Virion berbentuk seperti peluru dengan selubung beraktivitas hemaglutinasi. Diameter dan panjang virion 70-85 nm dan 130-180 nm. Replikasi di sitoplasma dan morfogenesisnya di membrane plasma atau intrasitoplasma, tergantung spesies virus. Contoh :virus stomatitis vesicularis.

f. Reoviridae Sifat pentingnya RNA: rantai ganda, segmen ganda (10 untuk reovirus dan obvirus, 11 untuk rotavirus, 12 untuk Colorado tick fever virus. Setiap mRNA berasal darisatu segmen genom. Sebagian mRNA dipakai untuk sintesis untuk sintesis protein dan sebagian lagi dipakai sebagai cetakan untuk pembuatan rantai RNA pasangannya. Virion: tak berselubung, kapsidnya dua lapis dan bersimetri ikosahedral. Diameter virion 60-80 nm. Replikasi dan morfogenesis di sitoplasma Contoh: reovirus 1-3

g. Filoviridae Sifat pentingnya: RNA: rantai tunggal, polaritas negative, segmen tunggal. Virion: berselubung, nukleokapsid helik, tersusun atas tujuh protein utama. Berbentuk pleomorfik. Diameter virion 80 nm dan panjang mencapai 14.000 nm. Replikasi di sitoplasma Contoh: ebola

Filoviruses adalah virus berbentuk benang yang tentative diklasifikasikan dalam keluarga disebut Filoviridae. Dua telah diidentifikasi sejauh ini. Satu disebut virus Marburg, dengan tingkat mortalitas 25%, dan yang lainnya

disebut Ebola, dengan angka kematian 90%. Mereka adalah virus yang paling mematikan yang dikenal sampai saat ini. Ironisnya, virus Ebola yang berbentuk seperti tanda tanya karena tidak banyak yang diketahui tentang virus ini. Virus Marburg adalah berbentuk batang dan dapat menggulung erat untuk

perlindungan. Virus penyebab Ebola menyerang setiap organ tunggal dan jaringan dalam tubuh manusia, kecuali otot rangka dan tulang. Cepat, ternyata jaringan tubuh menjadi lendir pra-pencernaan. Sebuah jenis baru dari ebola telah muncul disebut ebola pantai gading. Virus ini menyebabkan penyakit berat seperti dan kematian yang tinggi pada simpanse bahwa hewan ini jelas bukan host alami untuk virus karena beberapa telah mencoba untuk memimpin orang lain menjadi percaya.

VIRUS YANG RESISTEN TERHADAP ETER a. Parvovirus Canine parvovirus 2 (CPV-2), menyerang anjing Parvovirus B 29, umumnya menyerang manusia.

b. Papopavirus. Humam papillomavirus (HPV) menyebabkan penyakit cuplak pada manusia. HPV tipe 7 dikaitkan dengan terjadinya cuplak pada orang yang bekerja manangani daging dan pada dokter hewan. Tipe 5 dan tipe 8 dikaitkan dengan terjadinya epidermodysplasia verruciformis. c. Poxvirus. VARIOLA, Berbentuk seperti bata, ukuran sekitar 200-250nm, memilikienvelope dengan double-stranded DNA. Pada tiap ujung DNA membentuk lekukan seperti jepit rambut. Menyebabkan smallpox VACCINIA, Vaccinia virus (VACV) berukuran besar, kompleks, memiliki envelope, dan DNA double-stranded linear. Dimensi dari virionnya kurang lebih berukuran 360x270x250 nm. Infeksi virus vaccinia termasuk sangat ringan dan tipikal tanpa gejala pada orang sehat, namun dapat menyebabkan kemerahan ringan dan demam. d. Adenovirus Bordotella pertusis atau haemoephilus pertusis menyebabkan penyakit pertusis. Bordotella pertusis ini mengakibatkan suatu bronchitis akut, khususnya pada bayi dan anak anak kecil yang ditandai dengan batuk paroksismal berulang dan stridor inspiratori memanjang, batuk rejan. e. Picornavirus. Enterovirus menginfeksi enterik saluran, yang tercermin dalam nama mereka. Di sisi lain, rhinoviruses menginfeksi

terutama hidung dantenggorokan

VIRUS YANG SENSITIF TERHADAP ETER a. Herpesvirus. Virus dalam kelompok ini adalah vancella zoster virus (VZV), Herpes Simplex Virus (HSV) -1 dan -2, Cytomegalovirus (CMV), Epstein Barr Virus (EBV), Human Herpes Viruses (HHV -6, -7, dan -8), H e r p e s V i r u s S i m p l e k s ( B v i r u s ) , d a n v i r u s binatang lainnya. b. Orthomyxovirus. Virus influenza merupakan Orthomyxovirus genus, yang terdiri dari tiga jenis (spesies): A, B, dan C. Virus ini menyebabkan influenza, penyakit pernapasan akut dengan gejala sistemik yang menonjol. Pneumonia dapat mengembangkan sebagai komplikasi dan dapat berakibat fatal, terutama pada orang tua dengan penyakit kronis yang mendasarinya. Tipe A virus menyebabkan epidemi di seluruh dunia periodik (pandemi); kedua jenis A dan B menyebabkan epidemi regional dan lokal berulang. Epidemi influenza telah direkam sepanjang sejarah. c. Paramyxovirus. Paramyxovirus yang menyebabkan gangguan pernapasan sinsitial, Mobillivirus yang tidak memiliki neuraminidase, dan Pneumovirus yang menyebabkan pneumonia pada tikus. Paramyxoviridae pada manusia dapat meyebabkan penyakitcacar dan gondong d. Arenavirus. Virus Virus Lassa Junin virus Machupo virus Guanarito virus Sabia Penyakit Lassa demam Argentina dengue Bolivia dengue Venezuela dengue Brasil dengue

e. Coronavirus. Tipe baru dari coronavirus telah diidentifikasi sebagai penyebab penyakit kronis yang disebut SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). SARS-CoV mempunyai patogenesis yang unik sebab mereka menyebabkan infeksi pernafasan paa bagian atas dan bawah f. Oncornavirus. Ada empat jenis ornocavirus yang terdapat pada non human primata (NHP) yaitu Simian T-lymphotropic virus (STLV), Gibbon ape leukemia virus (GaLV), Simian sarcoma virus, dan Simian retrovirus Type D (SRV). Simian T-lymphotropic virus (STLV) sangat mirip dengan Human T-cell leukemia virus (HTLV). HTLV dapat menyebabkan leukemia pada sel T dewasa atau lymphoma pada manusia yang terinfeksi. Selain itu, strain virus HTLV I juga berkaitan dengan tropical spastic paraparesis yaitu suatu gangguan syaraf yang langka. f. Rhabdovirus. g. Virus Rabies merupakan infeksi akut dari susunan saraf pusat yang berakibat fatal. Virus ditularkan ke manusia melalui gigitan dan kadang melalui jilatan (air liur) hewan yang terinfeksi rabies. Hewan yang dapat menularkan penyakit rabies antara lain anjing, kucing, kera, dan kelelawar

DAFTAR PUSTAKA
http://www.gibbonindonesia.org/index.php?option=com_content&view=article&id=58:retr ovirus-pada-primata-&catid=4:berita-mitra. Yayasan gibbon Indonesia. 2006.retrovirus pada primate.

http://www.innvista.com/health/microbes/viruses/arbovir.htm http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21442/4/Chapter%20II.pd f ( http://arbovirus.wordpress.com/2008/05/22/apa-sih-arbovirus-itu/) http://www.scribd.com/doc/53179345/fix-skenario-2