P. 1
Fisiologi

Fisiologi

|Views: 143|Likes:
Published by reebelle

More info:

Published by: reebelle on Apr 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2015

pdf

text

original

Modul Biomekanika

Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


ANALISIS PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK
DENGAN METODE FISIOLOGI
A. TUJUAN
a. Tujuan Umum
1. Memahami bahwa perbedaan beban kerja / cara kerja dapat
berpengaruh terhadap aspek fisiologi manusia.
2. Mampu melakukan pengukuran kerja dengan menggunakan metode
fisiologi.
3. Menentukan besar beban kerja, berdasarkan kriteria fisiologi.
4. Merancang sistem kerja dengan memanfaatkan hasil pengukuran kerja
dengan metode fisiologi.
b. Tujuan Khusus
1. Mampu menggunakan pulsa meter sebagai alat ukur kerja dengan
metode fisiologi.
2. Mampu membuat grafik yang menghubungkan antara intensitas beban
kerja (lari pada kecepatan tertentu untuk menempuh jarak tertentu)
dengan heart rate.
3. Mampu membuat persamaan antara heart rate dengan laju kecepatan
dan jarak.
4. Mampu menghitung besar energy expenditure pada suatu pekerjaan
tertentu berdasarkan intensitas hearth rate.
5. Mampu menghitung dengan %CVL dan linear regresi.

B. LANDASAN TEORI
Secara garis besar terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hasil kerja
manusia, dan dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu :
1) Faktor-faktor terdiri dari : sikap, sistem, nilai, karakteristik, fisik,
motivasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman dll.
2) Faktor-faktor situasional : lingkungan fisik, mesin dan peralatan, metode
kerja dll.
Kerja manusia bersifat mental dan fisik yang masing-masing mempunyai
intensitas yang berbeda-beda. Tingkat Intensitas yang terlalu tinggi
Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


memungkinkan pemakaian energi yang berlebihan, sebaliknya Intensitas yang
terlalu rendah memungkinkan rasa bosan dan jenuh. Karena itu perlu
diupayakan tingkat Intensitas yang optimum yang ada diantara kedua batas
yang ekstrim tadi dan tentunya untuk tiap individu berbeda. Pekerjaan seperti
operator yang bertugas memantau panel kontrol termasuk pekerjaan yang
mempunyai kadar intensitas fisik rendah namun intensitas mental yang tinggi,
sebaliknya pekerjaan material handling secara manual intensitas fisiknya
tinggi namun intensitas mentalnya rendah.
Tingkat Intensitas kerja optimum, umumnya apabila tidak ada tekanan
dan ketegangan. Tekanan disini berkenaan dengan beberapa aspek dari
aktivitas manusia dari lingkungannya yang terjadi akibat adanya reaksi
individu tersebut tidak mendapatkan keinginan yang sesuai. Sedangkan
ketegangan merupakan konsekuensi logis yang harus diterima oleh individu
yang bersangkutan sebagai akibat dari takanan.
1. Kerja Fisik dan Mental
Kerja fisik adalah kerja yang memerlukan energi fisik otot manusia
sebagai sumber tenaganya (power). Kerja fisik disebut juga „manual
operation‟ dimana performans kerja sepenuhnya akan tergantung pada
manusia yang berfungsi sebagai sumber tenaga (power) ataupun pengendali
kerja. Kerja fisik juga dapat dikonotasikan dengan kerja berat atau kerja kasar
karena kegiatan tersebut memerlukan usaha fisik manusia yang kuat selama
periode kerja berlangsung.Dalam kerja fisik konsumsi energi merupakan
factor utama yang dijadikan tolak ukur penentu berat / ringannya suatu
pekerjaan. Secara garis besar, kegiatan-kegiatan manusia dapat digolongkan
menjadi kerja fisik dan kerja mental. Pemisahan ini tidak dapat dilakukan
secara sempurna, karena terdapatnya hubungan yang erat antar satu dengan
lainnya. Kerja fisik akan mengakibatkan perubahan fungsi pada alat-alat
tubuh, yang dapat dideteksi melalui :
1. Konsumsi oksigen
2. Denyut jantung
3. Peredaran udara dalam paru-paru
Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


4. Temperatur tubuh
5. Konsentrasi asam laktat dalam darah
6. Komposisi kimia dalam darah dan air seni
7. Tingkat penguapan
8. Faktor lainnya
Kerja fisik akan mengeluarkan energi yang berhubungan erat dengan
konsumsi energi. Konsumsi energi pada waktu kerja biasanya ditentukan
dengan cara tidak langsung, yaitu dengan pengukuran :
1. Kecepatan denyut jantung
2. Konsumsi Oksigen
Sedangkan kerja mental merupakan kerja yang melibatkan proses
berpikir dari otak kita. Pekerjaan ini akan mengakibatkan kelelahan mental
bila kerja tersebut dalam kondisi yang lama, bukan diakibatkan oleh aktivitas
fisik secara langsung melainkan akibat kerja otak kita.
Kecepatan denyut jantung memiliki hubungan yang sangat erat dengan
aktivitas faali lainnya.








Gambar 1.1 Hubungan kecepatan denyut jantung dengan aktivitas faali
2. Pengukuran Kerja Dengan Metode Fisiologi
Dalam suatu kerja fisik, manusia akan menghasilkan perubahan dalam
konsumsi Oksigen, Heart Rate, Temperatur tubuh dan perubahan senyawa
kimia dalam tubuh.
Kerja fisik ini dikelompokkan oleh Davis dan Miller :
1. Kerja total seluruh tubuh, yang menngunakan sebagian besar otot
biasanya melibatkan dua per tiga atau tiga seperempat otot tubuh.
1. Tekanan Darah
2. Aliran Darah
3. Komposisi Kimia dalamr Darah
4. Temperatur Tubuh
5. Tingkat Penguapan
6. Jumlah udara yang dikeluarkan oleh
paru-paru Hubungan

Kecepatan Denyut
Jantung
Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


2. Kerja otot yang membutuhkan energi Expenditure karena otot yang
digunakan lebih sedikit.
3. Kerja otot statis, otot digunakan untuk menghasilkan gaya tetapi tanpa
kerja mekanik membutuhkan kontraksi sebagian otot
Metode Pengukuran kerja fisik dilakukan dengan menggunakan standar :
1. Konsep Horse-Power oleh Taylor, tetapi tidak memuaskan.
2. Tingkat konsumsi energi untuk mengukur pengeluaran energi.
3. Perubahan tingkat kerja jantung dan konsumsi Oksigen.
Studi Pengukuran fisiologis ditujukan untuk mengatasi :
1. Pengetahuan baru tentang performans manusia
2. Lebih memantau perilaku / sifat para atlit juara.
3. Membantu kendala fisik seseorang
Tiffin mengemukakan kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui
pengaruh pekerjaan terhadap manusia dalam suatu sistem kerja, yaitu :
Kriteria Faali, kriteria kejiwaan dan kriteria hasil kerja.
Kriteria Faali meliputi: Kecepatan denyut jantung, konsumsi Oksigen,
Tekanan darah, Tingkat penguapan, Temperatur tubuh, komposisi kimiawi
dalam darah dan air seni. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui perubahan
fungsi alat-alat tubuh.
Kriteria Kejiwaan meliputi: pengujian tingkat kejiwaan pekerja, seperti
tingkat kejenuhan, emosi, motivasi, sikap dan lain-lain. Kriteria kejiwaan
digunakan untuk mengetahui perubahan kejiwaan yang timbul selama
bekerja.
Kriteria Hasil Kerja meliputi: hasil kerja yang diperoleh dari pekerja.
Kriteria ini digunakan untuk mengetahui pengaruh seluruh kondisi kerja
dengan melihat hasil kerja yang diperoleh dari pekerja tersebut.
3. Penilaian Beban Kerja Berdasarkan Denyut Nadi Kerja
Pengukuran denyut nadi selama bekerja merupakan suatu metode untuk
menilai cardiovasculair strain. Salah satu peralatan yang dapat digunakan
untuk menghitung denyut nadi adalah telemetri dengan menggunakan
rangsangan ElectroCardio Graph (ECG). Apabila peralatan tersebut tidak
Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


tersedia, maka dapat dicatat secara manual memakai stopwatch dengan
metode 10 denyut (Kilbon, 1992). Dengan metode tersebut dapat dihitung
denyut nadi kerja sebagai berikut:
Denyut Nadi (Denyut/Menit) =
60
10
x
itungan WaktuPengh
Denyut

Kepekaan denyut nadi terhadapa perubahan pembebanan yang diterima
tubuh cukup tinggi. Denyut nadi akan segera berubah seirama dengan
perubahan pembebanan, baik yang berasal dari pembebanan mekanik, fisik
maupun kimiawi (Kurniawan, 1995). Grandjean (1993) juga menjelaskan
bahwa konsumsi energi sendiri tidak cukup unutk mengestimasi beban kerja
fisik. Beban kerja fisik tidak hanya ditentukan oleh jumlah kJ yang
dikonsumsi, tetapi juga ditentukan oleh jumlah otot yang terlibat dan beban
statis yang diterima serta tekanan panas dari lingkungan kerjanya yang dapat
meningkatkan denyut nadi. Berdasarkan hal tersebut maka denyut nadi lebih
mudah dan dapat untuk menghitung indek beban kerja. Astrand & Rodahl
(1997); Rodahl (1989) menyatakan bahwa denyut nadi mempunyai hubungan
linier yang tinggi dengan asupan oksigen pada waktu kerja. Dan salah satu
cara yang sederhana untuk menghitung denyut nadi adalah dengan merasakan
denyutan pada arteri radialis di pergelangan tangan.
Denyut nadi untuk mengestimasi indek beban kerja fisik terdiri dari
beberapa jenis yang didefinisikan oleh Grandjean (1993) :
1. Denyut nadi istirahat adalah rerata denyut nadi sebelum pekerjaan
dimulai.
2. Denyut nadi kerja adalah rerata denyut nadi selama bekerja.
3. Nadi kerja adalah selisih antara denyut nadi istirahat dan denyut nadi
kerja.
Peningkatan denyut nadi mempunyai peran yang sangat penting dalam
peningkatan cardiac output dari istirahat sampai kerja maksimum. Manuaba
& Vanwonterghem (1996) menentukan klasifikasi beban kerja berdasarkan
peningkatan denyut nadi kerja yang dibandingkan dengan denyut nadi
maksimum karena beban kardiovaskular (cardiovascular load = % CVL )
yang dihitung dengan rumus sebagai berikut :
Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia




Denyut nadi maksimum = 220 – umur (Astrand and Rodahl, 1977)
Dari hasil perhitungan % CVL tersebut kemudian dibandingkan dengan
klasifikasi sebagai berikut
- X ≤30 % = tidak terjadi kelelahan
- 30 < X ≤ 60 % = diperlukan perbaikan
- 60 < X ≤ 80 % = kerja dalam waktu singkat
- 80 < X ≤ 100 % = diperlukan tindakan segera
- X > 100 % = tidak diperbolehkan beraktivitas

4. Menentukan Waktu Standar Dengan Metode Fisiologi
Waktu standar biasanya ditentukan dengan time study, data standar atau
penentuan awal data waktu yang umum, sehingga operator kualitas rata-rata,
terlatih dan berpengalaman dapat berproduksi pada level sekitar 125% saat
intensif diberikan. Diharapkan sesuai atau lebih cepat dari standar. Ternyata
sebagian Operator dapat bekerja dalam performans 100% dengan jauh lebih
mudah daripada pekerja lainnya. Sebagai hasilnya mungkin beberapa orang
yang memiliki performansi 150% hingga 160% menggunakan energi
Ekspenditure sama dengan orang yang performansnya 110% sampai 115%.
Waktu standar ditentukan untuk tugas, pekerjaan yang spesifik dan jelas
definisinya.
Pengukuran Fisiologis dapat digunakan untuk membandingkan cost energi
pada suatu pekerjaan yang memenuhi waktu standar dengan pekerjaan serupa
yang tidak standar, tetapi perundingan harus dibuat untuk orang yang sama.
Dr.Lucien Broucha telah membuat tabel klasifikasi beban kerja dalam reaksi
Fisiologi, untuk menentukan berat ringannya pekerjaan.





Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


Tabel 1.1 Tabel Klasifikasi Beban Kerja
Work Load
Oxygen consumtion
(liter/min)
Energi Expenditure
(cal/min)
Heart Rate during Work
(Beats/min)
Light 0.5 – 1.0 2.5 – 5.0 60 – 100
Moderate 1.0 – 1.5 5.0 – 7.5 100 – 125
Heavy 1.5 – 2.0 7.5 – 10.0 125 – 150
Very Heavy 2.0 – 2.5 10.0 – 12.5 150 – 175

4.1 INTERPOLASI
Contoh:
Jika diketahui seseorang yang mempunyai detak jantung 60 detak/menit sama
dengan membutuhkan energy expenditure 2,5 calories per minute. Maka,
berapakah energy expenditure yang dibutuhkan oleh orang yang mempunyai
detak jantung 77 detak/menit ? Analisislah dengan menggunakan interpolasi!




42.5 = -100 + 40x
142.5 = 40x
X = 3.56
Jadi, energy expenditure yang diperlukan adalah 3.56 calories per minute

4.2 REGRESI LINIER
Regresi linier didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu
variabel independen dengan satu variabel dependen. Persamaan umum dari
regresi linier adalah:






Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia



dimana:
Y = variabel dependen yang diprediksikan
a = konstanta
b = koefisien regresi X terhadap Y
X = variabel independen yang mempunyai nilai tertentu
Analisis Regresi Linier digunakan untuk mengetahui nilai nadi kerja
(Y) bila diketahui jarak yang ditempuh (X). Cara perhitungannya dilakukan
pada saat operator menempuh jarak 0,5 km, 1 km, dan 1,5 km (operatornya
sama).
Tabel 1.2 penyelesaian persamaan regresi
No X
(jarak)
Y
(nadi
kerja)
XY X
2

1 0.5
2 1
3 1.5
∑n
= 3
∑ X= ∑ Y= ∑
XY=

X
2
=

n
Xi Yi
n
i
n
i
¿ ¿
= =
÷
=
1 1
|
o

¿ ¿
¿ ¿ ¿
= =
= = =
(
¸
(

¸

÷
÷
(
¸
(

¸

=
n
i
n
i
n
i
n
i
n
i
Xi Xi n
Yi Xi XiYi n
1 1
2
1 1 1
2
|






Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia



4.3 Tingkat Energi
Terdapat tiga tingkat kerja fisiologis yang umum : Istirahat, Limit kerja
Aerobik dan kerja Anaerobik. Pada tahap istirahat pengeluaran energi
diperlukan untuk mempertahankan kehidupan tubuh yang disebut tingkat
Metabolisme Basa. Hal tersebut mengukur perbandingan Oksigen yang
masuk dalam paru-paru dengan Karbondioksida yang keluar. Berat tubuh dan
luas permukaan merupakan faktor penentu yang dinyatakan dalam kalori /
area permukaan / jam. Rata-rata manusia mempunyai berat 65 kg dan
mempunyai luas permukaan 1,77 meter persegi memerlukan energi sebesar 1
kilokalori permenit.
Kerja disebut Aerobik bila suplay oksigen pada otot sempurna, sistem
akan kekurangan oksigen dan kerja menjadi Anaerobik. Hal ini dipengaruhi
oleh aktivitas fisiologi yang dapat ditingkatkan melalui latihan.

Tabel 1.3 Tabel Klasifikasi Beban Kerja
Tingkat
Pekerjaan
Energy Expenditure Detak
Jantung
Konsumsi
Oksigen
Kkal /
menit
Kkal / 8
jam
Detak /
menit
Liter / Menit
Undully
Heavy
> 12,5 > 6000 > 175 > 2,5
Very
Heavy
10,0 –
12,5
4800 -
6000
150 – 175 2,0 – 2,5
Heavy 7,5 –
10,0
3600 -
4800
125 – 150 1,5 – 2,0
Moderate 5,0 – 7,5 2400 -
3600
100 – 125 1,0 – 1,5
Light 2,5 – 5,0 1200 -
2400
60 – 100 0,5 – 1,0
Very Light < 2,5 < 1200 < 60 < 0,5


Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


Ada beberapa definisi Muller (1962) sebagai berikut :
a. Denyut jantung selama istirahat (resting pulse) adalah rata-rata denyut
jantung sebelum suatu pekerjaan dimulai
b. Denyut jantung selama bekerja (working pulse) adalah rata-rata denyut
jantung selama seseorang bekerja
c. Denyut jantung untuk kerja (work pulse) adalah selisih antara denyut jantung
selama bekerja dan selama istirahat
d. Denyut jantung selama istirahat total (total recovery cost or recovery cost)
adalah jumlah aljabar denyut jantung saat suatu pekerjaan selesai dikerjakan
sampai dengan denyut berada pada kondisi istirahatnya
e. Denyut total (total work pulse or cardiac cost) adalah jumlah denyut jantung
dari mulainya suatu pekerjaan sampai denyut berada pada kondisi istirahatnya
(resting level)
Denyut jantung pada berbagai macam kondisi kerja dapat dilihat dengan
grafik antara hubungan denyut jantung dengan waktu sebagai berikut :






Gambar 1.2 Laju Detak Jantung

Dari grafik tersebut dapat diketahui bahwa seseorang dalam “keadaan
normal”
a. Waktu sebelum kerja (rest) kecepatan denyut jantung dalam keadaan konstan
/ stabil walaupun ada perubahan kecepatan denyutnya tetapi tidak terlalu jauh
perbedaannya.
b. Waktu selama bekerja (work) kecepatan denyut jantung dalam keadaan
cenderung naik.Semakin lama waktu kerja yang dilakukan maka makin
banyak energi yang keluar sehingga kecepatan denyut jantung bertambah
cepat naik.
75
Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


c. Waktu setelah bekerja / waktu pemulihan / recovery kecepatan denyut
jantung dalam keadaan cenderung turun. Kondisi kerja yang lama maka perlu
dibutuhkan waktu istirahat yang digunakan untuk memulihkan energi kita
terkumpul kembali setelah mencapai titik puncak kelelahan.
5. Fatigue / Kelelahan
Fatigue adalah kelelahan yang terjadi pada syaraf dan otot-otot manusia
sehingga tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Makin berat beban yang
dikerjakan dan semakin tidak teraturnya pergerakan, maka timbulnya fatigue
akan semakin cepat. Jika seseorang bekerja pada tingkat energi diatas 5,2 kcal
per menit , maka pada saat itu timbul rasa lelah. Menurut Murrel (1965) kita
masih mempunyai cadangan sebesar 25 kcal sebelum munculnya asam laktat
sebagai tanda saat dimulainya waktu istirahat. Cadangan energi akan hilang
jika kita bekerja lebih dari 5,0 kcal per menit. Selama periode istirahat,
cadangan energi tersebut dibentuk kembali. Timbulnya Fatigue ini perlu
dipelajari untuk menentukan kekuatan otot manusia, sehingga kerja yang
akan dilakukan atau dibebankan dapat disesuaikan dengan kemempuan otot
tersebut.
Ralph M Barnes (1980) menggolongkan kelelahan ke dalam 3 golongan
tergantung dari mana hal ini dilihat yaitu: 1) Merasa lelah, 2) Kelelahan
karena perubahan fisiologi dalam tubuh, dan 3) Menurunkan kemampuan
kerja. Ketiga tersebut pada dasarnya berkesimpulan sama yaitu bahwa
kelelahan terjadi jika kemampuan otot telah berkurang dan lebih lanjut lagi
mengalami puncaknya bila otot tersebut sudah tidak mampu lagi bergerak
(kelelahan sempurna).

5.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fatigue :
Pada hakekatnya kekuatan dan daya tahan tubuh ini tidak hanya
dipengaruhi oleh otot saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor
subyektif antara lain :
1. Besarnya tenaga yang diperlukan
2. Kecepatan
3. Cara dan sikap melakukan aktivitas
Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


4. Jenis Olah Raga
5. Jenis Kelamin
6. Umu
5.2 Cara mengukur fatigue :
a) Mengukur kecepatan denyut jantung dan pernafasan.
b) Mengukur tekanan darah, peredaran udara dalam paru-paru, jumlah
oksigen yang dipakai, jumlah CO2 yang dihasilkan, Temperatur badan,
Komposisi kimia dalam urine dan darah.
c) Menggunakan alat penguji kelelahan Riken Fatigue Indikator dengan
ketentuan pengukuran elektroda logam melalui tes variasi perubahan air
liur (saliva) karena lelah.

C. CONTOH SOAL
Laki-laki dengan umur 20 tahun mempunyai denyut istirahat sebesar 78
pulse/menit dan denyut kerja sebesar 85 pulse/menit. Berapa besar %CVL
dari pekerjaan tersebut dan berikan rekomendasi!
Jawab:
% CVL =

Denyut nadi maksimum = 220 – umur = 220 – 20 = 200

% CVL =
Berdasarkan hasil % CVL diatas, disimpulkan bahwa pekerjaan tersebut tidak
menimbulkan kelelahan.
D. PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Bagi tugas dalam kelompok menjadi :
- 1 orang bertugas sebagai operator
- 1 orang bertugas sebagai pengamat dan pencatat data
Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


2. Ukur denyut nadi operator sebelum mengayuh sepeda statis, kemudian catat,
setelah itu baru operator baru mulai mengayuh sepeda statis.
3. Catat denyut nadi operator yang sering muncul selama menempuh suatu jarak
(500 meter, 1 km, dan 1,5 km) untuk menghitung denyut nadi kerja.
4. Setelah mencapai jarak tempuh, operator istirahat dan ukur denyut nadinya.


Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


1.5 Flow Chart
Mulai
Identifikasi Pekerjaan
Ukur denyut nadi
sebelum bekerja
Jarak tempuh 500 m Jarak tempuh 1 km Jarak tempuh 1,5 km
Pengumpulan Data
Ukur denyut nadi
setelah bekerja
Pemrosesan Data
Kesimpulan dan Saran
Analisis Data
Interpolasi
Menghitung %CVL
Menghitung Regresi Linear
Selesai
79
Modul Biomekanika
Praktikum Genap 2010/2011
Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia


BAB II PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
2.1 Pengumpulan Data
Tabel data operator serta bank data fisiologi
2.2 Pengolahan Data
2.2.1 Analisis regresi linier
Pengolahan data hubungan antara jarak yang ditempuh dengan denyut nadi
sehingga menghasilkan suatu rumus yang dihitung dengan metode regresi
linier.
2.2.2 Analisis Beban Kerja
Perhitungan Cardiovasculair Load dengan menggunakan rumus Manuaba
& Vanwonterghem (1996).
2.3 Analisa Data
2.3.1 Rumus Persamaan Regresi Linier
(Terapkan persamaan regresi linier untuk operator saat menempuh jarak
500 m, 1 km, dan 1,5 km).
2.3.2 Cardiovasculair Load
Besarnya perhitungan prosentase cardiovascular load. Klasifikasi % CVL
sebagai rekomendasi untuk perbaikan sistem kerja (Hitung % CVL untuk
operator saat menempuh jarak 500 m, 1 km, dan 1,5 km).
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan (jawaban dari 1.4)
3.2 Saran (Administrative atau engineering control)

LEMBAR REVISI
(lembar asli ikut dijilid pada saat pengumpulan Laporan Sementara Praktikum)
80

1. Sedangkan ketegangan merupakan konsekuensi logis yang harus diterima oleh individu yang bersangkutan sebagai akibat dari takanan. Secara garis besar. Tekanan disini berkenaan dengan beberapa aspek dari aktivitas manusia dari lingkungannya yang terjadi akibat adanya reaksi individu tersebut tidak mendapatkan keinginan yang sesuai. Kerja Fisik dan Mental Kerja fisik adalah kerja yang memerlukan energi fisik otot manusia sebagai sumber tenaganya (power). kegiatan-kegiatan manusia dapat digolongkan menjadi kerja fisik dan kerja mental. umumnya apabila tidak ada tekanan dan ketegangan. Kerja fisik akan mengakibatkan perubahan fungsi pada alat-alat tubuh. Kerja fisik disebut juga „manual operation‟ dimana performans kerja sepenuhnya akan tergantung pada manusia yang berfungsi sebagai sumber tenaga (power) ataupun pengendali kerja. Denyut jantung 3. Konsumsi oksigen 2. sebaliknya pekerjaan material handling secara manual intensitas fisiknya tinggi namun intensitas mentalnya rendah. Tingkat Intensitas kerja optimum. Karena itu perlu diupayakan tingkat Intensitas yang optimum yang ada diantara kedua batas yang ekstrim tadi dan tentunya untuk tiap individu berbeda. Pekerjaan seperti operator yang bertugas memantau panel kontrol termasuk pekerjaan yang mempunyai kadar intensitas fisik rendah namun intensitas mental yang tinggi. sebaliknya Intensitas yang terlalu rendah memungkinkan rasa bosan dan jenuh. yang dapat dideteksi melalui : 1. Kerja fisik juga dapat dikonotasikan dengan kerja berat atau kerja kasar karena kegiatan tersebut memerlukan usaha fisik manusia yang kuat selama periode kerja berlangsung. Peredaran udara dalam paru-paru Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia .Dalam kerja fisik konsumsi energi merupakan factor utama yang dijadikan tolak ukur penentu berat / ringannya suatu pekerjaan.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 memungkinkan pemakaian energi yang berlebihan. karena terdapatnya hubungan yang erat antar satu dengan lainnya. Pemisahan ini tidak dapat dilakukan secara sempurna.

bukan diakibatkan oleh aktivitas fisik secara langsung melainkan akibat kerja otak kita.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 4. Faktor lainnya Kerja fisik akan mengeluarkan energi yang berhubungan erat dengan konsumsi energi. Pengukuran Kerja Dengan Metode Fisiologi Dalam suatu kerja fisik. Jumlah udara yang dikeluarkan oleh paru-paru Kecepatan Denyut Jantung Hubungan Gambar 1. Tingkat Penguapan 6. yang menngunakan sebagian besar otot biasanya melibatkan dua per tiga atau tiga seperempat otot tubuh. Temperatur tubuh 5. Kecepatan denyut jantung memiliki hubungan yang sangat erat dengan aktivitas faali lainnya. 1. Komposisi Kimia dalamr Darah 4. Tekanan Darah 2. Kerja fisik ini dikelompokkan oleh Davis dan Miller : 1. Konsumsi Oksigen Sedangkan kerja mental merupakan kerja yang melibatkan proses berpikir dari otak kita. Kerja total seluruh tubuh. Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia . Heart Rate. Aliran Darah 3. Komposisi kimia dalam darah dan air seni 7. Pekerjaan ini akan mengakibatkan kelelahan mental bila kerja tersebut dalam kondisi yang lama. Temperatur tubuh dan perubahan senyawa kimia dalam tubuh. Tingkat penguapan 8. manusia akan menghasilkan perubahan dalam konsumsi Oksigen.1 Hubungan kecepatan denyut jantung dengan aktivitas faali 2. Kecepatan denyut jantung 2. Konsumsi energi pada waktu kerja biasanya ditentukan dengan cara tidak langsung. Konsentrasi asam laktat dalam darah 6. Temperatur Tubuh 5. yaitu dengan pengukuran : 1.

Kerja otot yang membutuhkan energi Expenditure karena otot yang digunakan lebih sedikit. Tingkat konsumsi energi untuk mengukur pengeluaran energi. 2. Studi Pengukuran fisiologis ditujukan untuk mengatasi : 1. Tingkat penguapan. 3. Penilaian Beban Kerja Berdasarkan Denyut Nadi Kerja Pengukuran denyut nadi selama bekerja merupakan suatu metode untuk menilai cardiovasculair strain. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui perubahan fungsi alat-alat tubuh. Temperatur tubuh. emosi. seperti tingkat kejenuhan. komposisi kimiawi dalam darah dan air seni. Perubahan tingkat kerja jantung dan konsumsi Oksigen. Pengetahuan baru tentang performans manusia Lebih memantau perilaku / sifat para atlit juara. 2. sikap dan lain-lain. 3. Kriteria ini digunakan untuk mengetahui pengaruh seluruh kondisi kerja dengan melihat hasil kerja yang diperoleh dari pekerja tersebut. Apabila peralatan tersebut tidak Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia .Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 2. Tekanan darah. Membantu kendala fisik seseorang Tiffin mengemukakan kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh pekerjaan terhadap manusia dalam suatu sistem kerja. konsumsi Oksigen. tetapi tidak memuaskan. Konsep Horse-Power oleh Taylor. Kriteria Kejiwaan meliputi: pengujian tingkat kejiwaan pekerja. Kriteria Faali meliputi: Kecepatan denyut jantung. 3. otot digunakan untuk menghasilkan gaya tetapi tanpa kerja mekanik membutuhkan kontraksi sebagian otot Metode Pengukuran kerja fisik dilakukan dengan menggunakan standar : 1. Kriteria Hasil Kerja meliputi: hasil kerja yang diperoleh dari pekerja. Kerja otot statis. yaitu : Kriteria Faali. Salah satu peralatan yang dapat digunakan untuk menghitung denyut nadi adalah telemetri dengan menggunakan rangsangan ElectroCardio Graph (ECG). kriteria kejiwaan dan kriteria hasil kerja. Kriteria kejiwaan digunakan untuk mengetahui perubahan kejiwaan yang timbul selama bekerja. motivasi. 3.

fisik maupun kimiawi (Kurniawan. tetapi juga ditentukan oleh jumlah otot yang terlibat dan beban statis yang diterima serta tekanan panas dari lingkungan kerjanya yang dapat meningkatkan denyut nadi. Beban kerja fisik tidak hanya ditentukan oleh jumlah kJ yang dikonsumsi. Denyut nadi akan segera berubah seirama dengan perubahan pembebanan. Dengan metode tersebut dapat dihitung denyut nadi kerja sebagai berikut: Denyut Nadi (Denyut/Menit) = 10 Denyut x60 WaktuPenghitungan Kepekaan denyut nadi terhadapa perubahan pembebanan yang diterima tubuh cukup tinggi. Astrand & Rodahl (1997). 3. Peningkatan denyut nadi mempunyai peran yang sangat penting dalam peningkatan cardiac output dari istirahat sampai kerja maksimum. baik yang berasal dari pembebanan mekanik. Nadi kerja adalah selisih antara denyut nadi istirahat dan denyut nadi kerja. 2. Manuaba & Vanwonterghem (1996) menentukan klasifikasi beban kerja berdasarkan peningkatan denyut nadi kerja yang dibandingkan dengan denyut nadi maksimum karena beban kardiovaskular (cardiovascular load = % CVL ) yang dihitung dengan rumus sebagai berikut : Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia . Denyut nadi kerja adalah rerata denyut nadi selama bekerja. Grandjean (1993) juga menjelaskan bahwa konsumsi energi sendiri tidak cukup unutk mengestimasi beban kerja fisik. 1995). Berdasarkan hal tersebut maka denyut nadi lebih mudah dan dapat untuk menghitung indek beban kerja.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 tersedia. Dan salah satu cara yang sederhana untuk menghitung denyut nadi adalah dengan merasakan denyutan pada arteri radialis di pergelangan tangan. maka dapat dicatat secara manual memakai stopwatch dengan metode 10 denyut (Kilbon. Denyut nadi istirahat adalah rerata denyut nadi sebelum pekerjaan dimulai. Denyut nadi untuk mengestimasi indek beban kerja fisik terdiri dari beberapa jenis yang didefinisikan oleh Grandjean (1993) : 1. 1992). Rodahl (1989) menyatakan bahwa denyut nadi mempunyai hubungan linier yang tinggi dengan asupan oksigen pada waktu kerja.

60 < X ≤ 80 % = kerja dalam waktu singkat .X ≤30 % = tidak terjadi kelelahan . Sebagai hasilnya mungkin beberapa orang yang memiliki performansi 150% hingga 160% menggunakan energi Ekspenditure sama dengan orang yang performansnya 110% sampai 115%. Ternyata sebagian Operator dapat bekerja dalam performans 100% dengan jauh lebih mudah daripada pekerja lainnya.80 < X ≤ 100 % = diperlukan tindakan segera . Dr. terlatih dan berpengalaman dapat berproduksi pada level sekitar 125% saat intensif diberikan. pekerjaan yang spesifik dan jelas definisinya.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 Denyut nadi maksimum = 220 – umur (Astrand and Rodahl. Menentukan Waktu Standar Dengan Metode Fisiologi Waktu standar biasanya ditentukan dengan time study.Lucien Broucha telah membuat tabel klasifikasi beban kerja dalam reaksi Fisiologi. untuk menentukan berat ringannya pekerjaan. sehingga operator kualitas rata-rata. Waktu standar ditentukan untuk tugas. 1977) Dari hasil perhitungan % CVL tersebut kemudian dibandingkan dengan klasifikasi sebagai berikut . Pengukuran Fisiologis dapat digunakan untuk membandingkan cost energi pada suatu pekerjaan yang memenuhi waktu standar dengan pekerjaan serupa yang tidak standar. tetapi perundingan harus dibuat untuk orang yang sama. Diharapkan sesuai atau lebih cepat dari standar.30 < X ≤ 60 % = diperlukan perbaikan . data standar atau penentuan awal data waktu yang umum.X > 100 % = tidak diperbolehkan beraktivitas 4. Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia .

0 1. Persamaan umum dari regresi linier adalah: Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia .5 – 1.56 Jadi.5 1.5 calories per minute.0 2.5 – 2.5 – 10.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 Tabel 1.5 Heart Rate during Work (Beats/min) 60 – 100 100 – 125 125 – 150 150 – 175 4.0 10.5 – 5.1 INTERPOLASI Contoh: Jika diketahui seseorang yang mempunyai detak jantung 60 detak/menit sama dengan membutuhkan energy expenditure 2.5 = 40x X = 3.5 Energi Expenditure (cal/min) 2.5 = -100 + 40x 142.0 – 12.2 REGRESI LINIER Regresi linier didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. energy expenditure yang diperlukan adalah 3. Maka.56 calories per minute 4.0 – 1.0 5. berapakah energy expenditure yang dibutuhkan oleh orang yang mempunyai detak jantung 77 detak/menit ? Analisislah dengan menggunakan interpolasi! 42.1 Tabel Klasifikasi Beban Kerja Work Load Light Moderate Heavy Very Heavy Oxygen consumtion (liter/min) 0.0 – 7.0 – 2.5 7.

Cara perhitungannya dilakukan pada saat operator menempuh jarak 0.5 1 1.5 ∑ X= ∑ Y= ∑ XY= ∑ X2= XY X2   Yi    Xi i 1 i 1 n n n  n n  n n  XiYi    Xi  Yi  i 1  i 1 i 1 n  n Xi   Xi  i 1  i 1  n 2 2 Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia .5 km. Tabel 1.2 penyelesaian persamaan regresi No X (jarak) Y (nadi kerja) 1 2 3 ∑n =3 0. 1 km.5 km (operatornya sama). dan 1.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 dimana: Y = variabel dependen yang diprediksikan a = konstanta b = koefisien regresi X terhadap Y X = variabel independen yang mempunyai nilai tertentu Analisis Regresi Linier digunakan untuk mengetahui nilai nadi kerja (Y) bila diketahui jarak yang ditempuh (X).

0 Moderate 5. Hal tersebut mengukur perbandingan Oksigen yang masuk dalam paru-paru dengan Karbondioksida yang keluar. Kerja disebut Aerobik bila suplay oksigen pada otot sempurna.0 – 1.5 > 12. Tabel 1. Berat tubuh dan luas permukaan merupakan faktor penentu yang dinyatakan dalam kalori / area permukaan / jam.5 – 2.5 60 – 100 0.5 7.5 2.0 – 12.0 – 2.5 – 10.5 < 1200 < 60 < 0.0 4800 6000 3600 4800 2400 3600 Light 1200 2400 Very Light < 2. Rata-rata manusia mempunyai berat 65 kg dan mempunyai luas permukaan 1.3 Tabel Klasifikasi Beban Kerja Tingkat Pekerjaan Kkal / menit Undully Heavy Very Heavy Heavy 10.77 meter persegi memerlukan energi sebesar 1 kilokalori permenit. sistem akan kekurangan oksigen dan kerja menjadi Anaerobik.0 150 – 175 2.0 100 – 125 1.0 – 7. Pada tahap istirahat pengeluaran energi diperlukan untuk mempertahankan kehidupan tubuh yang disebut tingkat Metabolisme Basa.5 Kkal / 8 jam > 6000 Energy Expenditure Detak Jantung Detak / menit > 175 > 2. Limit kerja Aerobik dan kerja Anaerobik.5 125 – 150 1.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 4. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas fisiologi yang dapat ditingkatkan melalui latihan.5 – 1.5 – 5.3 Tingkat Energi Terdapat tiga tingkat kerja fisiologis yang umum : Istirahat.5 Konsumsi Oksigen Liter / Menit Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia .

Semakin lama waktu kerja yang dilakukan maka makin banyak energi yang keluar sehingga kecepatan denyut jantung bertambah cepat naik. Denyut jantung untuk kerja (work pulse) adalah selisih antara denyut jantung selama bekerja dan selama istirahat d. Waktu sebelum kerja (rest) kecepatan denyut jantung dalam keadaan konstan / stabil walaupun ada perubahan kecepatan denyutnya tetapi tidak terlalu jauh perbedaannya. b. Denyut jantung selama istirahat total (total recovery cost or recovery cost) adalah jumlah aljabar denyut jantung saat suatu pekerjaan selesai dikerjakan sampai dengan denyut berada pada kondisi istirahatnya e. Denyut total (total work pulse or cardiac cost) adalah jumlah denyut jantung dari mulainya suatu pekerjaan sampai denyut berada pada kondisi istirahatnya (resting level) Denyut jantung pada berbagai macam kondisi kerja dapat dilihat dengan grafik antara hubungan denyut jantung dengan waktu sebagai berikut : jantung sebelum suatu pekerjaan dimulai Gambar 1.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 Ada beberapa definisi Muller (1962) sebagai berikut : a. Denyut jantung selama bekerja (working pulse) adalah rata-rata denyut jantung selama seseorang bekerja c.2 Laju Detak Jantung Dari grafik tersebut dapat diketahui bahwa seseorang dalam “keadaan normal” a. Waktu selama bekerja (work) kecepatan denyut jantung dalam keadaan cenderung naik. Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia . Denyut jantung selama istirahat (resting pulse) adalah rata-rata denyut 75 b.

Timbulnya Fatigue ini perlu dipelajari untuk menentukan kekuatan otot manusia. 5. Menurut Murrel (1965) kita masih mempunyai cadangan sebesar 25 kcal sebelum munculnya asam laktat sebagai tanda saat dimulainya waktu istirahat. sehingga kerja yang akan dilakukan atau dibebankan dapat disesuaikan dengan kemempuan otot tersebut. Fatigue / Kelelahan Fatigue adalah kelelahan yang terjadi pada syaraf dan otot-otot manusia sehingga tidak berfungsi lagi sebagaimana mestinya. Ralph M Barnes (1980) menggolongkan kelelahan ke dalam 3 golongan tergantung dari mana hal ini dilihat yaitu: 1) Merasa lelah. 5. maka timbulnya fatigue akan semakin cepat. cadangan energi tersebut dibentuk kembali. dan 3) Menurunkan kemampuan kerja. Besarnya tenaga yang diperlukan Kecepatan Cara dan sikap melakukan aktivitas Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia . Ketiga tersebut pada dasarnya berkesimpulan sama yaitu bahwa kelelahan terjadi jika kemampuan otot telah berkurang dan lebih lanjut lagi mengalami puncaknya bila otot tersebut sudah tidak mampu lagi bergerak (kelelahan sempurna). 2) Kelelahan karena perubahan fisiologi dalam tubuh.0 kcal per menit. Cadangan energi akan hilang jika kita bekerja lebih dari 5. 3. 2. maka pada saat itu timbul rasa lelah. Kondisi kerja yang lama maka perlu dibutuhkan waktu istirahat yang digunakan untuk memulihkan energi kita terkumpul kembali setelah mencapai titik puncak kelelahan.2 kcal per menit . Jika seseorang bekerja pada tingkat energi diatas 5. Makin berat beban yang dikerjakan dan semakin tidak teraturnya pergerakan. Waktu setelah bekerja / waktu pemulihan / recovery kecepatan denyut jantung dalam keadaan cenderung turun. Selama periode istirahat.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 c.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fatigue : Pada hakekatnya kekuatan dan daya tahan tubuh ini tidak hanya dipengaruhi oleh otot saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor subyektif antara lain : 1.

Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 4.2 Cara mengukur fatigue : a) Mengukur kecepatan denyut jantung dan pernafasan. jumlah oksigen yang dipakai. D. Komposisi kimia dalam urine dan darah. 5. c) Menggunakan alat penguji kelelahan Riken Fatigue Indikator dengan ketentuan pengukuran elektroda logam melalui tes variasi perubahan air liur (saliva) karena lelah. Bagi tugas dalam kelompok menjadi : . disimpulkan bahwa pekerjaan tersebut tidak menimbulkan kelelahan. Berapa besar %CVL dari pekerjaan tersebut dan berikan rekomendasi! Jawab: % CVL = Denyut nadi maksimum = 220 – umur = 220 – 20 = 200 % CVL = Berdasarkan hasil % CVL diatas. PROSEDUR PELAKSANAAN PRAKTIKUM 1. jumlah CO2 yang dihasilkan. Jenis Olah Raga Jenis Kelamin Umu 5. b) Mengukur tekanan darah.1 orang bertugas sebagai pengamat dan pencatat data Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia .1 orang bertugas sebagai operator . Temperatur badan. 6. peredaran udara dalam paru-paru. C. CONTOH SOAL Laki-laki dengan umur 20 tahun mempunyai denyut istirahat sebesar 78 pulse/menit dan denyut kerja sebesar 85 pulse/menit.

Ukur denyut nadi operator sebelum mengayuh sepeda statis.5 km) untuk menghitung denyut nadi kerja. 3.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 2. Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia . kemudian catat. operator istirahat dan ukur denyut nadinya. dan 1. Setelah mencapai jarak tempuh. 1 km. Catat denyut nadi operator yang sering muncul selama menempuh suatu jarak (500 meter. 4. setelah itu baru operator baru mulai mengayuh sepeda statis.

5 Flow Chart Mulai 79 Identifikasi Pekerjaan Pengumpulan Data Ukur denyut nadi sebelum bekerja Jarak tempuh 500 m Jarak tempuh 1 km Jarak tempuh 1.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 1.5 km Ukur denyut nadi setelah bekerja Pemrosesan Data Interpolasi Menghitung %CVL Menghitung Regresi Linear Analisis Data Kesimpulan dan Saran Selesai Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia .

3. 2.2 Cardiovasculair Load Besarnya perhitungan prosentase cardiovascular load. Klasifikasi % CVL sebagai rekomendasi untuk perbaikan sistem kerja (Hitung % CVL untuk operator saat menempuh jarak 500 m. 2.1 3. 2. 1 km.1 Analisis regresi linier Pengolahan data hubungan antara jarak yang ditempuh dengan denyut nadi sehingga menghasilkan suatu rumus yang dihitung dengan metode regresi linier.2 Kesimpulan (jawaban dari 1. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3.2 Analisis Beban Kerja Perhitungan Cardiovasculair Load dengan menggunakan rumus Manuaba & Vanwonterghem (1996).5 km).3.Modul Biomekanika Praktikum Genap 2010/2011 BAB II PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 2. 1 km.1 Pengumpulan Data Tabel data operator serta bank data fisiologi 2.5 km).4) Saran (Administrative atau engineering control) LEMBAR REVISI (lembar asli ikut dijilid pada saat pengumpulan Laporan Sementara Praktikum) Laboratorium Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi ~ Universitas Islam Indonesia .2.3 Analisa Data 2.2. dan 1. dan 1.1 Rumus Persamaan Regresi Linier (Terapkan persamaan regresi linier untuk operator saat menempuh jarak 500 m.2 Pengolahan Data 80 2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->