You are on page 1of 6

TUGAS AGAMA

Nama : Nur Wulan Sari NRP : 12-2011-102 Jurusan : Teknik Mesin

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL 2012 BANDUNG

sifat-sifat dan keadaan psikologisnya yang berkaitan dengan pembentukan gambaran yang benar tentang kepribadian manusia. Di dalamnya Allah menyapa akal dan perasaan manusia. menunjukkan manusia kepada hal-hal yang dapat membawa kebaikan serta kemaslahatan dalam kehidupan individual dan sosial manusia.S. Sehingga. يَخرج ٍِ ثَيِْ اىصُّ يْت ٗاىزَّرائِت‬ ٍ َ ْ ِ َ ُ َ ُ َّ ِ َ ْ ِ ْ ِ ْ ِ َ َ ِ ِ ْ ِ ُ ُ ْ ٍ Maka. menyucikan manusia dengan berbagai ibadah. keajaiban penciptaannya.” Di samping itu. at-Taariq [86]: 5-7) Berkaitan dengan hal ini. niscaya ia mengenal Tuhan-nya. sebagaimana tersirat dalam Surah atTaariq [86] ayat 5-7. Di awal pembahasan. Al-Qur’an juga mendorong manusia untuk merenungkan perihal dirinya. serta faktor-faktor yang mendasari keselarasan dan kesempurnaan kepribadian manusia dan terwujudnya kesehatan jiwa manusia. penulis akan mencoba melihat sejauh mana hakikat manusia menurut perspektif Al-Qur’an. serta meningkatkan diri manusia ke taraf kesempurnaan insani. خيِق ٍِ ٍبء دَافِق . dari apa ia diciptakan. . penulis akan memaparkan secara sekilas definisi manusia dan asal-usul penciptaannya. untuk segenap manusia. membimbing manusia kepada agama yang luhur agar mewujudkan diri. ‫فَ ْييَْظُر اْلّسبُُ ٌٍ خيِق . Definisi Manusia . Ia diciptakan dari air yang terpancar. Sebab. mengajarkan tauhid kepada manusia. motivasi utama yang menggerakkan perilaku manusia. (Q. manusia dapat mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. pengenalan manusia terhadap dirinya dapat mengantarkannya pada ma‟rifatullah. yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. terdapat sebuah atsar yang menyebutkan bahwa “Barang siapa mengenal dirinya. Semoga tulisan sederhana ini bisa menambah inspirasi untuk memantapkan kembali eksistensi kita sebagai manusia.HAKIKAT PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT ALQUR’AN DAN HADIST Al-Qur’an adalah kitabullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. hendaklah manusia merenungkan. mengembangkan kepribadian manusia. Dalam tulisan ini. Al-Qur’an juga memuat petunjuk mengenai manusia. serta keakuratan pembentukannya.

dan tampak. menggunakan kata basyar. Kedua. ins. nun. Dari makna ini lantas lahir makna-makna lain yang lebih memperkaya definisi manusia. dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku. kata basyar juga dikaitkan dengan kedewasaan manusia yang menjadikannya mampu memikul tanggung jawab. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman. kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak.” (Q. harmonis. (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. Al-Qur’an menggunakan tiga istilah pokok. kata basyar terambil dari akar kata yang bermakna penampakan sesuatu dengan baik dan indah. Dari akar kata basyar lahir makna bahwa proses penciptaan manusia terjadi secara bertahap sehingga mencapai tahap kedewasaan. (Q. maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.S. . Hal ini sebagaimana firman Allah berikut ini. Allah swt. Pertama. “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. menggunakan kata Bani Adam dan dzurriyat Adam. dan mengetahui. harmonis. Dengan demikian. Dari akar kata yang sama lahir kata basyarah yang berarti kulit.S. tidur. dan jalan-jalan. apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya. Akibat kemampuan mengemban tanggung jawab inilah. “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka. Ketiga. Quraish Shihab. kata basyar dalam Al-Qur’an menunjuk pada dimensi material manusia yang suka makan. alHijr [15]: 28-29): . dan sin. Menurut M. al-Baqarah [2]: 30) Sementara itu. menggunakan kata yang terdiri atas huruf alif. ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat. nasiya yang berarti lupa. Menurut M.Ketika berbicara tentang manusia. berfirman: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan kamu dari tanah. meminta izin. dan al-uns yang berarti jinak. Quraish Shihab. makna jinak.S. maka pantas tugas kekhalifahan dibebankan kepada manusia.” (Q. kata insan terambil dari kata ins yang berarti jinak. seperti kata insan. dan unaas. minum. Dan (ingatlah). Musa Asy’arie menambahkan bahwa kata insan berasal dari tiga kata: anasa yang berarti melihat. Al-Qur’an menggunakan kata basyar sebanyak 36 kali dalam bentuk tunggal dan sekali dalam bentuk mutsanna untuk menunjuk manusia dari sudut lahiriahnya serta persamaannya dengan manusia seluruhnya.” Mereka berkata. naas. dan tampak lebih tepat daripada pendapat yang mengatakan bahwa kata insan terambil dari kata nasiya (lupa) dan kata naasa- . ar-Rum [30]: 20) Selain itu.

Dari dua kata ini. maka hendaklah kamu menyungkur dengan bersujud kepadanya. “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. alHijr [15]: 28-29) Dalam Al-Qur’an. kata insaan disebut sebanyak 65 kali.S. dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku. Shaad [38]: 71-72. lalu terciptalah Adam a. Hal ini yang kemudian menjadikan manusia lebih unggul dibanding seluruh makhluk yang lain. Hal ini diisyaratkan Allah dalam Surah Shaad [38] ayat 71-72. Dari perpaduan keduanya ini terbentuklah diri manusia dan kepribadiannya.yanuusu (berguncang). Karakteristik ruh yang berasal dari Allah ini menjadikan manusia cenderung untuk mengenal Allah swt. memperoleh ilmu pengetahuan dan menggunakannya untuk kemakmuran bumi. serta berpegang pada nilai-nilai luhur dalam perilakunya. yang terdiri atas dimensi jiwa dan raga.s.s. Bahkan. baik secara individual maupun sosial. menjadi tanah liat yang dibentuk. Kata insaan digunakan Al-Qur’an untuk menunjuk kepada manusia dengan seluruh totalitasnya. َِ‫ٗإِر قَبه رثلَ ىِ ْيََلئِنخ إِِّّي خبىِق ثَشرا ٍِ ص ْيصبه ٍِ حَإٍ ٍسُُْ٘ . yang diciptakan secara bertahap. Oleh sebab itu. Pengertian ruh yang disebutkan dalam ayat-ayat yang menjelaskan penciptaan Adam a. yakni basyar dan insaan. فَإِرا س٘يزُُٔ َّٗفَخذ فِئ ٍِ رُٗحي فَقَعُ٘ا ىَُٔ سبجذي‬ ِِ َ ِ ِ َ ََ َ َ َ ْ ٍ ِ ْ ِ ً َ ٌ (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat. yang menjadikan manusia memiliki kecenderungan pada sifat-sifat luhur dan mengikuti kebenaran. sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil Allah di muka bumi (khaliifah Allah fii al-ardl). kata ruh (ar-ruh) mempunyai beberapa arti. Asal-Usul Penciptaan Manusia Al-Qur’an telah memberikan informasi kepada kita mengenai proses penciptaan manusia melalui beberapa fase: dari tanah menjadi lumpur. َِ‫إِر قَبه رثُّل ىِ ْيََلئِنخ إِِّّي خَ بىِق ثَشرا ٍِ طيِ . Maka. yang dapat mengangkat derajatnya ke taraf kesempurnaan insaniah yang tinggi. apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku. Dengan memperhatikan esensi manusia dengan sempurna dari perpaduan . Maka. ْ ِ ِ ُ ْ َ ْ َّ َ َ . dan beribadah kepada-Nya. ْ ِ ِ ُ ْ َ ْ َّ َ َ ُّ َ َ ْ َ . jasmani dan rohani. “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. sudah cukup menggambarkan hakikat manusia dalam Al-Qur’an. kami menyimpulkan bahwa definisi manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. lebih jauh Bintusy Syathi’ menegaskan bahwa makna kata insaan inilah yang membawa manusia sampai pada derajat yang membuatnya pantas menjadi khalifah di muka bumi. Dalam Al-Qur’an. Ruh dan materi yang terdapat pada manusia itu tercipta dalam satu kesatuan yang saling melengkapi dan harmonis. ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat.) Perhatikan juga firman Allah dalam Surah al-H{ijr [15] ayat 28-29.S. kemudian Allah swt. manusia layak menjadi khalifah Allah swt. Dua kata ini. apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya. menerima beban takliif dan amanat kekuasaan. فَإِرا س٘يزُُٔ َّٗفَخذ فِئ ٍِ رُٗحي فَقَعُ٘ا ىَُٔ سبجذي‬ ِِ َ ِ ِ َ ََ ٍ ْ َ َ َ ْ ِ ٍ َ َ ْ ِ ً َ ٌ َ Dan (ingatlah). menjadi tanah kering. meniupkan ruh kepadanya. jiwa dan raga. adalah ruh dari Allah swt. maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (Q.” (Q.

Mahasuci-lah Allah. (Q. maka (ketahuilah) sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah. dalam ayat lain juga disebutkan mengenai permulaan penciptaan manusia yang berasal dari tanah. (2) sperma atau ovum yang menjadi cikal bakal manusia bersumber dari saripati makanan yang berasal dari tanah. Al-Qur’an menyatakan bahwa kelak ketika ajal kematian manusia telah sampai.dua unsur tersebut. Kedua. kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya. Pencipta yang paling baik. al-Mu’minuun [23]: 13-14) Itulah di antara sekian banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang asal-usul penciptaan manusia. َِ‫أَّشَأَّْبُٓ خَ ْيقًب آَخر فَزَجَبرك َّللاُ أَحْ سُِ اىخَ بىِقِي‬ َ َ Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). proses selanjutnya.S. Maka. saripati makanan yang berasal dari tanah tersebut menjadi sperma atau ovum. hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuhtumbuhan yang indah. dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun. yang diciptakan dari tanah. yaitu tanah. apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan. supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya. ‫يَب أَيَُّٖب اىَّْبسُ إُِ مْزٌُ فِي ريت ٍَِ اىجَعث فَإَِّّب خيَقَْبمٌ ٍِ رُراة ثٌُ ٍِ ُّطفَخ ثٌُ ٍِ َيَقَخ ثٌُ ٍِ ٍضْ غخ ٍخيَّقَخ ٗغيْر ٍخيَّقَخ‬ ٍ َ ُ ِ َ َ ٍ َ ُ ٍ َ ُ ْ ِ َّ ٍ َ ْ ِ َّ ٍ ْ ْ ِ َّ ٍ َ ْ ِ ْ ُ ْ َ ْ ُْ ْ ِ ْ ْ ِ ٍ َْ ُ ْ َّ ً ْ ِ ْ ُ ُ ِ ْ َّ ّ َ ُ ٍ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ ْ ُ َّ ُ ُّ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ َ َٚ‫ىُِْجَيَِِّ ىَنٌ ُّٗقِرُّ فِي اْلَرْ حبً ٍب َّشَبء إِىَٚ أَجو ٍسًَٚ ثٌُ ُّخرجنٌ طفَل ثٌُ ىِزَجيُغ٘ا أَشذمٌ ٍْٗنٌ ٍِ يُزَ٘فَّٚ ٍْٗنٌ ٍِ يُرد إِى‬ ُ َ َ ُْ َ ِ َ ْ َ‫أَرْ ره اىعَر ىِنيَْل يَعيٌَ ٍِ ثَعذ َ ْيٌ شيئًب ٗرَرٙ اْلَرْ ض َٕبٍذحً فَإِرا أَّزَ ْىَْب َيَيَٖب اىَبء إزَزد ٗرثَذ ٗأ‬ ْ ْ َ ْ َ َ َْ ٍ ِ ِ ْ ْ ِ َ ْ َ َ ِ ُ ُْ ِ َ ُ ْ ِ ْ ْ ْ َ َِ َ ‫َ َ ْ َّ ْ َ َ ْ َ ّجَزَذ ٍِ موِّ ََ ْٗ ج‬ ٍ . Ketiga.s. . kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan. agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim. Pertama. ‫ثَٖيج‬ ٍ ِ Hai manusia. dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-belulang. ruh dan materi. ثٌُ خيَقَْب اىُّْطفَخَ َيَقَخً فَخيَقَْب اىعيَقَخَ ٍضْ غخً فَخيَقَْب اىَضْ غخَ َظَبٍب فَنسْ٘ َّب اىعظَبً ىَحْ َب ث‬ َ ْ َ َ ً ِ َ ُْ ْ َ َ ُ َْ ْ َ َ َ َّ َّ ً َ ِ ْ ٍ ِ َ ٍ َ ْ َ َّ َ َ ْ . jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur). kita akan dapat memahami kepribadian manusia secara akurat. Dan. Penciptaan manusia yang bermula dari tanah ini tidak berarti bahwa manusia dicetak dengan memakai bahan tanah seperti orang membuat patung dari tanah. kemudian dari setetes mani. Akan tetapi. Secara komprehensif. Kemudian. Penegasan Al-Qur’an yang menyatakan bahwa manusia diciptakan dari tanah ini merujuk pada pengertian jasadnya. al-Hajj [22]: 5) ْ ْ َ َّ ٌُ‫ثٌُ جع ْيَْبُٓ ُّطفَخً فِي قَرار ٍنيِ . yang disebut oleh AlQur’an dengan istilah nutfah. kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna. lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging. maka jasad itu akan kembali pula ke asalnya. penciptaan manusia dari tanah tersebut bermakna simbolik. kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi. Oleh karena itu. Umar Shihab memaparkan bahwa proses penciptaan manusia terbagi ke dalam beberapa fase kehidupan sebagai berikut. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. kamu lihat bumi ini kering. yaitu saripati yang merupakan faktor utama dalam pembentukan jasad manusia. kemudian dari segumpal darah.S. (Q. Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah. Manusia berasal dari tanah disebabkan oleh dua hal: (1) manusia adalah keturunan Nabi Adam a. kemudian sperma dan ovum tersebut menyatu dan menetap di rahim sehingga berubah menjadi embrio („alaqah). lalu tulangbelulang itu kami bungkus dengan daging. Keempat. fase awal kehidupan manusia yang berupa tanah.

Pada fase ini.embrio tersebut berubah menjadi segumpal daging (mudlghah). Ketujuh. Dalam hal ini. Keenam. akhirnya lahirlah bayi tersebut ke atas dunia. proses penciptaan manusia selanjutnya adalah menjadi daging (lahmah). bentuk embrio sudah mengeras dan menguat sampai berubah menjadi tulang belulang („idzaam). Kedelapan. embrio sudah berubah menjadi bayi dan mulai bergerak. proses peniupan ruh. Kelima. proses ini merupakan kelanjutan dari mudlghah. setelah sempurna kejadiannya. .