SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SISTEM INFORMASI
MANAJEMEN
DAFTAR PUSTAKA :
¤
John G, Burch ; “Information System Theory and Practice, 1974; Prentice
Hall.
¤
Gordon B, Davis ; “Management Information System”, 1990
¤
McLeod Raymond ; “ Management Information System”, ke 9, 2007

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Definisi :
“Sekumpulan Unsur/ elemen yang saling berkaitan dan
saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama
untuk mencapai suatu tujuan”
“Suatu jaringan kerja dari prosedur-
prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran tertentu”
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Komponen/elemen (Component) Komponen/elemen (Component)
Batas Sistem (Boundary) Batas Sistem (Boundary)
Lingkungan Luar (Environment) Lingkungan Luar (Environment)
Penghubung (Interface) Penghubung (Interface)
Masukan (Input) Masukan (Input)
Pengolah (Process) Pengolah (Process)
Keluaran (Output) Keluaran (Output)
Sasaran (Objective) /Tujuan (Goal) Sasaran (Objective) /Tujuan (Goal)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Abstract System &
Abstract System &
Physical System
Physical System

Natural System &
Natural System &
Human Made System
Human Made System

Deterministic System &
Deterministic System &
Probabilistic System
Probabilistic System

Closed System & Open
Closed System & Open
System
System
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Software
Software
Hardware Hardware
CPU, Monitor, Keyboard, Printer, Mouse, Plotter,
sacnner, .....
System Software
System Management Programs
System Support Programs
System Development Software
Application Software
General Purpose App. Programs
Application Specific Programs
Brainware Brainware
Database, Administrator, Sistem Analis,
Programmer, Operator
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Hubungan
Hardware, Software, Brainware
Computer
Hardware
System Software
Application Software
Brainware
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
INFORMASI
INFORMASI
Definisi: R.Mcleod
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang
memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat
bagi pengambilan keputusan saat ini atau
mendatang
Jenis Informasi ; Formal dan Informal
Ciri-ciri Informasi
Terbaru, Tepat Waktu, Relevan, Konsisten dan
Penyajian dalam bentuk yang sederhana
Penggunan Informasi
O Low Level Managers
O Middle Level Managers
O Top Level Managers
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
INFORMASI
INFORMASI
menurut pakar
Menurut Gordon B, Davis :
Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang
memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang
Menurut Jhon G, Burch : Menurut Jhon G, Burch :
Informasi adalah hasil pembentukan penyusunan, Informasi adalah hasil pembentukan penyusunan,
pengorganisasian atau pengubahan data yang menambah pengorganisasian atau pengubahan data yang menambah
tingkat pengetahuan. tingkat pengetahuan.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Hubungan Data dan Informasi
¤
Data bersifat objektif ¬ sangat bergantung
bagi si penerimanya.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI SISTEM INFORMASI
Definisi
Adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan
kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan
R.Mcleod
Sistem Informasi merupakan sistem yang empunyai
kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari
semua sumber dan menggunakan berbagai media
untuk menampilkan informasi
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KONSEP DASAR INFORMASI
¤
Raymond Mcleod menyatakan tentang informasi sebagai berikut;
“Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang ” 4)
¤
Jenis-jenis informasi
¤
O Formal : yang dihasilkan dari dalam organisasi
¤
O Informal : yang berasal dari luar organisasi
¤
Ciri-ciri Informasi
¤
O Terbaru
¤
O Tepat Waktu
¤
O Relevan
¤
O Konsisten
¤
O Penyajian dalam bentuk yang sederhana
¤
Penggunaan Informasi
¤
O Low Level Managers
¤
O Middle Level Managers
¤
O Top Level Managers
------------------------------------------------------------------------------
4) Raymond McLeod, Jr, Management Information System A Study Of Computer-Base Information System 6 th edition, by Prentice-Hall, Inc 1992
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Fungsi-fungsi Informasi
¤
Adapun fungsi-fungsi informasi adalah
sebagai berikut:
¤
Untuk meningkatkan pengetahuan bagi sipemakai
¤
Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses
pengambilan keputusan pemakai
¤
Mengambarkan keadaan yang sebenarnya dari
sesuatu hal.
DATA DAN DATABASE
¤
Data :
¤
Definisi Data
¤
Komponen atribut nilai
¤
Hirarki data
¤
Database :
¤
evolusi file
¤
definisi database
¤
tujuan pendekatan database
¤
arsitektur database
¤
data model
¤
data sharing
¤
Integritas
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DATA
¤
Sekumpulan fakta, bilangan, angka dan
simbol yang dibentuk dan diolah menjadi
informasi (Scott)
¤
Gambaran / Fakta secara relatif belum berarti
bagi si penerima (Davis)
¤
Penggambaran fakta, pengertian atau
instruksi yang disampaikan, dimengerti dan
diolah oleh manusia atau peralatan yang
digunakan.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
HUBUNGAN
DATA DAN DATABASE
¤
Jenis data pada sistem database
¤
keuntungan pemakaian sistem database
¤
kerugian pemakaiana sistem database
¤
Istilah yang dipergunakan dalam sistem
database
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DBMS
(Database Management Systems)
¤
Definisi DBMS
¤
Bahasa dalam DBMS
¤
Fungsi DBMS
¤
Komponen DBMS
¤
Perbedaan Tradisional file management
(FMS) dengan Database Management
Systems (DBMS)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Klasifikasi Sistem
¤
Suatu Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudat padang, yaitu;
O Sistem Abstrak (Abstract System), adalah sistem yang tidak tampak secra fisik, karena hanya
berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh, sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang
menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan.
O Sistem Fisik (Physical System), adalah sistem yang tampak secara fisik. Contoh, Sistem
Komputer, Sistem Produksi, Sistem Pendidikan dll
O Sistem Alamiah (Natural System), adalah sistem yang terjadi dari proses-proses alam. Contoh
Sistem Geologi.
O Sistem buatan Manusia (Human made system), adalah suatu sistem yang dirancang atau
didisain oleh manusia. Contoh Sistem Informasi.
O Sistem Deterministik (Deterministic System), adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah
laku yang dapat diramalkan. Interaksi antar elemen-elemen dapat diteteksi, sehingga
outputnya juga dapat diramalkan. Contoh sistem kompputer
O Sistem Probabiltas (Probabilistic System), adalah sistem yang tidak bisa diramalakan
Contohnya Sistem Manusia.
O Sistem Tertutup (Closed System), adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan
luarnya.
O Sistem Terbuka (Open System), adalah sistem yang berhubungan atau dipengaruhi oleh
lingkungan luarnya.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KONSEP DASAR SISTEM
¤
Menurut Gordon B. Davis (1984) menyatakan bahwa:
“Sebuah sistem terdiri dari bagain-bagian yang saling berkaitan ynag beroperasi bersama untuk
mencapai beberapa sasaran atau maksud”. 1)
¤
Pedapat yang serupa tentang dikemukan oleh Raymond Mcleod
menyatakan
“Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk sautu
kesatuan yang utuh dan terpadu” 2)
¤
Jerry FitzGerald, menyatakan
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling behubungan, berkumpul
bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang
tertenu” 3)
¤
Maka dari definisi-definisi diatas maka dapat disimpulkan:
“Sistem adalah adalah kumpulan elemen yang terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau
elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut untuk mencapai suatu tujuan”.
----------------------------------------------------------------
¤
1) Gordon B. Davis, Margrethe H. Olson Managemen Information System: Conceptual Foundations, structure, and
Development. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha, International Student Edition, 1984, hal 5
¤
2) Raymond McLeod, Jr, Management Information System A Study Of Computer-Base Information System 6 th edition, by
Prentice-Hall, Inc 1992
¤
3) Jerry FitzGerald, Ardra F. FitzGerald, Warren D. Stallings, Jr.. Fundamentals of Systems Analysis (edisi kedau; New
York: Jhon Willy & Sons, 1981), hal 5.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Karakteristik / Sifat Sistem
¤
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat
tertentu yaitu;
¤
Komponen/Elemen (component)
¤
Batas sistem (boundary)
¤
Lingkunga luar sistem (environment)
¤
Penghubung (interface)
¤
Masukan (input)
¤
Pengolah (proces)
¤
Keluaran (output)
¤
Sasaran (ovjective) atau tujuan (goal)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Contoh sistem …
¤
Sistem Komputer, terdiri dari elemen
hardware, software, brainware
¤
Sistem Akuntasi
¤
Sistem Transfortasi, terdiri dari elemen
jalan,kendaraan,manusian
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI menurut pakar

¤
Mcleod (1992) mengemukan pendapat mengenai sistem informasi
yaitu:
¤
“Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai
kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber
dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan
informasi”
¤
Gordon B. Davis dalam bukunya yang berjudul Management
Information System, mengemukan pendapatnya sbb;
¤
“Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem
manusia atau mesin yang terpadu untuk menyajikan
informasi guna mendukung fungsi operasi manajemen dan
pengambilan keputusan dalam suatu organisasi”
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI menurut
pakar …
¤
Bryce juga menyatakan bahwa “sistem informasi adalah suatu rangkaian proses bisnis yang
secara logis saling berhubungan untuk mencapai tujuan organisasi”.
¤
Taggart juga membahas tentang informasi dalam lingkungan sistem informasi ini.
Menurutnya, informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai
persyaratan umum sebagai berikut :
Þ harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat
Þ harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan/ pengambilan keputusan
Þ harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan
Þ harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu
menuntut adanya tindakan.
¤
Brooker, dkk menyatakan bahwa sistem informasi yang menghasilkan informasi dengan
persyaratan di atas harus mempunyai beberapa sifat seperti :
Þ pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang
masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai
Þ manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan
data yang ada harus diperhatikan
Þ keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi
Þ kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem
informasi.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KONSEP DASAR SISTEM
INFORMASI
¤
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi
dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang
diperlukan.
¤
Bila istilah sistem dan informasi digabung menjadi sistem informasi,
maka
¤
“Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan
informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut
kapan saja diperlukan”.
¤
Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan
mengkomuni kasikan informasi yang diterima dengan
menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Komponen Sistem Informasi.
¤
Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan blok
bangunan (building block), yaitu:
¤
Blok Masukan (Input block), adalah data-data yang masuk ke dalam sistem
¤
Blok Model (Model block), adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang
akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah
ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
¤
Blok Keluaran (Output block), adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas
dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai
sistem
¤
Blok Teknologi (Technology block), merupakan kotak alat dalam sistem informasi, yang
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara
menyeluruh.
¤
Blok Basis Data (Database block), merupakan kompulan dari data yang saling berhubungan
satu sama lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak
untuk memanipulasinya.
¤
Blok Kendali (Control block), adalah pengendalian yang dirancang secara khusus untuk
menangulangi gangguan-gangguan terhadap sistem.
¤
Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu sama
lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PERAN DASAR SISTEM
INFORMASI DALAM BISNIS
¤
Mendukung proses dan operasi bisnis
¤
Mendukung pengambilan keputusan para
pegawai dan manajernya
¤
Mendukung berbagai strategi untuk
keunggulan kompetitif
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MODEL UMUM SISTEM
UMPAN BALIK
INPUT PROSES OUTPUT TUJUAN
KENDALA
KONTROL
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KLASIFIKASI SISTEM
1. Sistem alamiah (natural system) dan sistem
buatan manusia (human made system).
2. Sistem tertutup (closed system) dan sistem
terbuka (open system).
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KOMPONEN SISTEM
INFORMASI
TEHNOLOGI DATABASE CONTROL
INPUT MODEL OUTPUT
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MODEL BLOK
MODEL
PROSEDUR
LOGIKA
MODEL
MATEMATIK
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
TEHNOLOGI BLOK
TEHNOLOGI
MENERIMA INPUT
MENJALANKAN
MODEL
SIMPAN DAN
AKSES DATA
HASIL DAN KIRIM
OUTPUT
CONTROL
PROSES
& CONTROL
SISTEM
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
INPUT BLOK
INPUT
METODE
MEDIA INPUT
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
OUTPUT BLOK
OUTPUT
DOCUMENT OUTPUT
INFORMASI
BERKUALITAS
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KENDALI BLOK
CONTROL
OPERASIONAL
SISTEM
CEGAH DAN TANGANI
KESALAHAN DAN
KEGAGALAN SISTEM
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DATABASE BLOK
DATABASE DATA
HARDWARE
SOFTWARE
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PERANGKAT SISTEM
INFORMASI
1. HARDWARE : komputer, printer, dan teknologi jaringan
2. SOFTWARE
a. OPERATING SYSTEM : Windows, Linux, Novell Netware, dll
b. APLIKASI : Ms.Office, GL, Corel Draw, dll
c. UTILITY : anti virus, Norton Utility, Disk Doctor, dll.
d. BAHASA PEMROGRAMAN : V.Foxpro, C++, Pascal, dll.
3. BRAINWARE :
a. CLERICAL PERSONNEL
b. FIRST LEVEL MANAGER
c. STAFF SPECIALIST
d. MANAGEMENT
4. DATA : dokumen bukti transaksi, nota, kuitansi, dsb.
5. PROSEDUR : Manual book, prosedur sistem pengendalian intern
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENGELOLA SISTEM
INFORMASI
OPERATOR
PERENCANAAN STRATEGIS, KEBIJAKAN
DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERENCANAAN TAKTIS DAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERENCANAAN, PENGAWASAN
OPERASI DAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
TOP
MANAGEMENT
MIDDLE
MANAGEMENT
LOW
MANAGEMENT

PEMROSESAN TRAN-
SAKSI DAN RESPON
PERMINTAAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
HUMAN ERROR
¤
Metode pengumpulan dan pengukuran data yang
tidak tepat.
¤
Operator sistem tidak mengikuti prosedur
pengolahan yang benar.
¤
Kehilangan data atau data tidak terolah.
¤
Pemeriksaan atau pencatatan.
¤
Salah dalam menggunakan dokumen induk / file
induk.
¤
Kesalahan dalam prosedur pengolahan.
¤
Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SUMBER DAYA
Manajer mengelola sumber daya sbb :
¤
Man (Manusia)
¤
Money (Uang)
¤
Material (Bahan baku)
¤
Machine (Mesin, termasuk fasilitas dan energi)
¤
Methode (Metode/cara)
¤
Informasi (termasuk data)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MENGELOLA INFORMASI
¤
Manajer mengelola sumber daya fisik juga
sumber daya konseptual
¤
Manajer memastikan bahwa data mentah yang
diperlukan terkumpul dan kemudian diproses
menjadi informasi yang berguna
¤
Manajer juga memastikan orang yang layak dalam
organisasi untuk menerima informasi tersebut
dalam bentuk yang tepat sehingga dapat
dimanfaatkan.
¤
Manajer akhirnya juga membuang informasi yang
tidak berguna lagi dan menggantikannya dengan
informasi yang mutakhir dan akurat
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MANAJEMEN INFORMASI
¤
Memperolah informasi
¤
Menggunakan informasi dengan efektif dan
efisien
¤
Membuang informasi pada saat yang tepat
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PERHATIAN MANAJEMEN INFORMASI
¤
Kompleksitas kegiatan bisnis yang meningkat
:
¤
Pengaruh ekonomi internasional
¤
Persaingan dunia
¤
Kompleksitas teknologi yang meningkat
¤
Batas waktu yang singkat
¤
Kendala-kendala sosial
¤
Kemampuan komputer yang semakin baik
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENGGUNA KOMPUTER
¤
MANAJER
¤
NON-MANAJER
¤
ORANG-ORANG DAN ORGANISASI
DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
(Henry Fayol, 1914)
¤
PLANNING
¤
ORGANIZING
¤
ACTUATING
¤
STAFFING
¤
CONTROLLING
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PERAN MANAJERIAL
(MINTZBERG)
¤
INTERPERSONAL ROLES
¤
Figurehead
¤
Leader
¤
Liaison
¤
INFORMATIONAL ROLES
¤
Monitor
¤
Disseminator
¤
Spokeperson
¤
PERAN KEPUTUSAN
¤
Enterpreneur
¤
Disturbance handler
¤
Negotiator
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
INTERPERSONAL ROLES
¤
Figurehead, manajer melaksanakan tugas-tugas
seremonial, seperti mendampingi perjabat yang
berkunjung meninjau fasilitas
¤
Leader, manajer memelihara unit dengan
memperkerjakan dan melatih staf serta menyediakan
motivasi dan dorongan.
¤
Liaison, manajer menjalin hubungan dengan orang-
orang diluar unit manajer tersebut – rekan kerja dan
lainnya dilingkungannya dengan tujuan
menyelesaikan masalah bisnis.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
INFORMATIONAL ROLES
¤
Monitor, manajer secara tetap mencari informasi
mengenai kinerja unit. Indera manajer mengamati
aktivitas intern unit dan lingkungannya.
¤
Disseminator, manajer meneruskan informasi yang
berharga kepada oranglain didalam unitnya.
¤
Spokeperson, manajer meneruskan informasi yang
berharga kepada orang-orang diluar unit-pimpinan
dan orang-orang dilingkungannya
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PERAN KEPUTUSAN
¤
Enterpreneur, manajer membuat perbaikan-perbaikan yang
cukup permanen pada unit seperti mengubah struktur
organisasi.
¤
Disturbance handler, manajer bereaksi pada kejadian-kejadian
tidak terduga, seperti devaluasi dolar di negara asing yang
menjadi tempat operasi perusahaannya.
¤
Resource Allocator, manajer mengendalikan pengeluaran
unitnya, menentukan unti bawahannya mana yang mendapatkan
sumber daya.
¤
Negotiator, manajer menengahi perselisihan baik didalam
unitnya maupun antar unit dilingkungannya.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KEAHLIAN MANAJEMEN
¤
Keahlian komunikasi,
dengan menggunakan :
¤
Media lisan
¤
Rapat terjadwal
¤
Rapat tdk terjadwal
¤
Telepon
¤
Voice mail
¤
Kunjungan
¤
Acara makan bisnis
¤
Media tertulis
¤
Laporan komputer
¤
Laporan non-komputer
¤
Surat dan memo
¤
Surat elektronik (e-mail)
¤
Terbitan berkala
¤
Keahlian pemecahan
masalah
¤
Kegiatan yang mengarah
pada solusi suatu masalah
(problem solving)
¤
Dalam problem solving,
manajer terlibat dalam
pengambilan keputusan
(decision making), yaitu
tindakan memilih yang
tepat
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENGETAHUAN MANAJEMEN
¤
Mengerti komputer (computer literacy)
¤
Mengenai istilah-istilah komputer
¤
Pemahaman mengenai keunggulan dan kelemahan
komputer
¤
Kemampuan menggunakan komputer
¤
Mengerti informasi (information literacy)
¤
Mengerti bagaimana menggunakan informasi pada tiap
tahap dari prosedur pemecahan masalah
¤
Mengerti bagaimana memperoleh informasi
¤
Bagaimana membagi informasi kepada orang lain
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PANDANGAN SISTEM
1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas
struktur organisasi dan rincian pekerjaannya.
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang
baik.
3. Menekankan pentingnya kerjasama semua bagian
dalam organisasi.
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan
lingkungannya.
5. Memberikan penilaian yang tinggi pda informasi
umpan balik yang hany dapat dicapai dengancara
sistem lingkaran tertutup.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
TUJUAN SIM
Menyajikan informasi untuk pengambilan
keputusan pada perencanaan,
pengorganisasian, pengendalian kegiatan
operasi subsistem suatu perusahaan dan
menyajikan sinergi organisasi pada proses.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MASALAH BISNIS
1. REVOLUSI TEKNOLOGI
2. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
3. PERUBAHAN PRODUK
4. LEDAKAN INFORMASI
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENGGUNAAN HARDWARE OLEH
MANAJER
¤
Stand alone personel computer (PC)
¤
PC atau terminal lain, dihubungkan pada
kom puter sentral
¤
PC atau terminal lain, dihubungkan pada
distributed computer system
¤
PC atau terminal lain, dihubungkan pada
Local Area Network
¤
Lain-lain
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENGGUNAAN SOFTWARE OLEH
MANAJER
¤
Spreadsheet / pembuat laporan keuangan
¤
Pengolah kata (word processing)
¤
Aplikasi database
¤
Aplikasi grafis
¤
Paket lain atau program jadi
¤
Menulis/menyempurnakan/menjalankan
program sendiri
¤
Elektronic mail/komunikasi
¤
Aplikasi lain
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PERAN-PERAN KEPUTUSAN
(DECISION ROLES)
¤
Resource allocator
¤
Enterpreneur
¤
Disturbance handler
¤
Negotiator
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
TAHAP PEMECAHAN MASALAH
¤
Mengidentifikasi permasalahan
¤
Menciptakan tindakan alternatif
¤
Mengevaluasi hasil setiap alternatif
¤
Memberi peringkat pada alternatif dan
memilih satu
¤
Menerapkan alternatif yang dipilih
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENTINGNYA SUBSISTEM CBIS
¤
Sistem pelaporan informasi
¤
Sistem informasi eksekutif
¤
Sistem pendukung keputusan
¤
Sistem informasi akuntansi
¤
Sistem informasi kantor
¤
Sistem pakar / kecerdasan buatan
¤
Lain-lain
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KONSEP MANAJEMEN KUALITAS
1. Tetapkan tujuan inovasi dan perbaikan
yang terus menerus
2. Ambil filosofi baru, kita tidak dapat
menerima kekurangan dan kesalahan
lama
3. Hentikan ketergantungan pada inspeksi
masal, persyaratkan bukti statistik
bahwa kualitas sudah terpasang.
4. Hentikan praktek memberikan bisnis
berdasarkan harga.
5. Gunakan metode statistik untuk
menemukan titik-titik permasalahan.
6. Lembagakan metode-metode modern
dalam pelatihan kerja.
7. Perbaiki pengawasan, lakukan apa
yang tepat bagi perusahaan, jangan
hanya menyerahkan kuantitas yang
diisyaratkan.
8. Usir rasa takut, sehingga orang-orang
merasa aman untuk mengungkapkan
permasalahan dan meminta informasi.
9. Hilangkan halangan antar departemen
serta halangan dengan pemasok dan
pelanggan sehingga ada komunikasi
terbuka dan efektif.
10. Hapuskan poster-poster dan slogan-
slogan, karena tidak membantu
memecahkan masalah. Kerjakan dan
tunjukkan orang-orang bagaimana
caranya.
11. Hilangkan standar kerja berdasarkan
kuota jumlah, karena mengabaikan
kualitas dan membatasi produksi.
12. Singkirkan halangan antar para pekerja
dan hak mereka untuk bangga dalam
pekerjaan mereka.
13. Lembagakan berbagai program pelatihan
kembali untuk mengejar perubahan dan
perkembangan baru.
14. Ciptakan struktur manajemen puncak
yang akan menekankan pokok-pokok ini
setiap hari.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DIMENSI KUALITAS PRODUK
¤
Kinerja
¤
Features
¤
Keandalan
¤
Kesesuaian
¤
Daya tahan
¤
Kemudahan perbaikan
¤
Keindahan
¤
Persepsi terhadap kualitas
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DIMENSI-DIMENSI KUALITAS JASA
¤
Berwujud
¤
Keandalan
¤
Responsif
¤
Kepastian
¤
empaty
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MANAJEMEN KUALITAS DALAM
JASA SISTEM INFORMASI
1. Mengidentifikasi pelanggan sistem informasi
2. Mendefinisikan kebutuhan kualitas pelanggan
3. Menetapkan metrik kualitas
4. Mendefinisikan strategi kualitas sistem informasi
5. Menerapkan program-program kualitas sistem
informasi
6. Memantau kinerja kualitas sistem informasi
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KERUGIAN KUALITAS YANG BURUK
¤
Kehilangan bisnis
¤
Tuntutan hukum
¤
Kehilangan produktivitas
¤
biaya-biaya :
¤
Biaya kegagalan
¤
Biaya penilaian
¤
Biaya pencegahan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KEUNTUNGAN KUALITAS YANG BAIK
¤
Pasar yang dilayani oleh industri mencakup pelanggan-pelanggan dengan
kebutuhan produk dan jasa tertentu.
¤
Penelitian pemasaran mengidentifikasikan kebutuhan tersebut, dan
mendefinisikannya dalam hal kualitas.
¤
Pelanggan menganggap produk dan jasa perusahaan lebih berkualitas dari
pesaingnya.
¤
Karena dianggap lebih berkualitas, pelanggan bersedia membayar harga yang
relatif lebih tinggi daripada harga pesaing.
¤
Karena dianggap lebih berkualitas dan harganya lebih tinggi, produk tersebut
dianggap memiliki nilai yang relatif lebih tinggi.
¤
Nilai yang relatif lebih tinggi menghasilkan kenaikan dalam pangsa pasar.
¤
Berkat program kualitasnya, perusahaan dapat mengikuti spesifikasi pelanggan
lebih baik daripada para pesaing.
¤
Efektivitas ini menghasilkan penurunan biaya dengan memproduksi produk yang
dibutuhkan secara benar sejak pertama kali.
¤
Penurunan biaya digabungkan dengan pangsa pasar yang lebihluas akan
menghasilkan biaya yang lebih murah daripada pesaing.
¤
Gabungan dari keunggulan relatif dibidang harga, pangsa pasar dan biaya
menciptakan profitabilitas dan pertumbuhan.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KOMPETENSI PEKERJA IT
¤
Memperhatikan efektivitas
¤
Berinisiatif
¤
Antusias pada pekerjaan
¤
Percaya diri
¤
Memperhatikan dampak dari suatu tindakan
¤
Kecakapan membina hubungan antar pribadi
¤
Pemikiran konseptual
¤
Pemikiran analitis
¤
Komunikatif efektif
¤
fleksibilitas
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Internet dan jaringan
pendukung e-business
¤
E-commerce, kerjasama usaha dalam
sebuah perusahaan dengan para pelanggan,
pemasok dan pihak lain yang berkepentingan
(stakeholder)
¤
Internet dan jaringan bisnis dalam
perusahaan ¬ intranet
¤
Antara perusahaan dan mitra dagangnya ¬
ekstranet
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PERAN E-BUSINESS DALAM
BISNIS
¤
Merkayasa ulang proses bisnis internal
¤
Mengimplementasikan sistem e-commerce
dengan para pelanggan dan pemasok
mereka
¤
Meningkatkan kerja sama perusahaan antar
anggota tim bisnis dan kelompok kerja
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Komputerisasi
¤
Mengapa perlu komputerisasi ?
¤
Apa keuntungan penggunaan komputer?
¤
Apa beda pengolahan data manual dengan
komputerisasi ?
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Mengapa perlu komputerisasi ?
¤
Karena keinginan bisnis yang berkembang
¤
Kebutuhan proses pengolahan data yang segera dan
terus menerus
¤
Mempercepat pekerjaan pengetikan dokumen
¤
Membuat laporan sesegera mungkin
¤
Penyimpanan data yang lebih efektif dan efisien
¤
Data disimpan secara digital sehingga dapat digunakan
untuk pembuatan laporan lain
¤
Data dapat dikelompokkan, diurutkan, di-summarize dsb
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Apa keuntungan penggunaan
komputer ?
¤
Cepat, tepat dan akurat
¤
Mudah dipertanggungjawabkan
¤
Proses Tidak lelah
¤
Efektif dan efisien
¤
Menyimpan data lebih besar
¤
Data mudah disimpan dan diakses
¤
Terprogram
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pengolahan data manual
¤
Pekerjaan secara manual mudah terjadi kesalahan
(human error), tidak efektif dan kurang efisien
¤
Membutuhkan dokumen arsip yang banyak
sehingga sulit dalam penyimpanan data
¤
Proses data tidak maksimal karena pekerjanya
sering lupa dan mudah lelah
¤
Kesalahan perhitungan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Programmer
¤
Adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi
tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh
sistem analis
¤
Bertanggung jawab atas pembuatan program komputer
¤
Memiliki pengetahuan terbatas pada tehnologi komputer, sistem
komputer, utilitas dan bahasa pemrograman yang diperlukan
¤
Bekerja secara teknis dan harus tepat dalam pembuatan
instruksi-instruksi program
¤
Programmer bekerja tidak berhubungan dengan banyak orang
tetapi terbatas pada sesama programmer dan sistem analis yang
mempersiapkan spesifikasi programnya.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Program komputer
¤
Adalah rangkaian instruksi dalam bahasa yang
dipahami oleh komputer, disusun sedemikian rupa
sehingga menghasilkan sebuah proses sesuai
dengan tujuannya.
¤
Program disusaikan dengan prosedur pengolahan
data dan mewakili proses manual, bila ditinjau dari
prosedur dan urutan kerjanya, namun lebih mudah
mengaturnya dalam sistematika yang lebih praktis.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem analis
(Jogiyanto “Analisis & Disain” hal. 129)
¤
informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian
komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasi
permasalah-pamasalah, kesempatan-
kesampatan, hambatan-hambatan yang
terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang
diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan-perbaikannya.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Definisi Sistem Analis
O Satu orang atau lebih yang menggunakan
pengetahuan aplikasi komputer yang dimilikinya
untuk memecahkan masalah-masalah bisnis,
dibawah petunjuk manajer sistem
O Satu orang atau lebih yang bertanggung jawab
menterjemahkan kebutuhan-kebutuhan sepemakai
sistem (user) kedalam spesifikasi teknik yang
diperlukan oleh programmer dan diawasi oleh
manajemen.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Fungsi Sistem Analis
O Mengidentifikasikan masalah-masalah dari
pemakai/user
O Menyatakan secara spesifikasi sasaran yang harus
dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
O Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan
masalah
O Merencanakan dan menerapkan rancangan
sistemnya sesuai dengan permintaan user
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Tugas-Tugas Umum Sistem Analis
O Mengumpulkan dan menganalisis formulir, dokumen, file
yang berkaitan dengan sistem yang berjalan
O Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan
(rekomendasi) dari sistem yang berjalan kepad user
O Merancang suatu sistem perbaikan dan
mengidentifikasikan aplikasi-aplikasi untuk penerapan
pada komputer
O Menganalisis dan menuyusun biaya-biaya dan keuntungan
dari sistem yang baru
O Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yang
baru
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Tugas-Tugas Teknik Sistem Analis
O Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru
O Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan
O Menyusun data flow diagaram (DFD), Structured Analysis and Design
Technique (SADT), dan sistem flow diagram untuk merancang sistem
baru secara detail.
O Merancang pola pengawasan terhadap data yang bersifat sangat
penting
O Menyusun file-file untuk digunakan dalam komputer, agar sistem baru
dapat berjalan efektif
O Merancang bentuk Output dan Input agar memudah dibaca oleh user
O Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yang dilakukan oleh sistem
analis dalam merancang sistem yang baru.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pribadi Sistem Analis.
O Mampu bekerja sama, Mampu berkomunikasi
dengan baik
O Mempunyai sopan santun dan Mempunyai pendirian
yang tegas
O Mampu bersikap dewasa
O Mampu bersikap tegas
O Dapat bertindak secara metodik
O Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan
biaya-biaya
O Mempunyai sifat kreaktif
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Spesialis informasi
¤
Spesialis informasi adalah orang yang bisa
berkomunikasi dengan sistem komputer
diantaranya :
E Sistem analis
E Administrator database (DBA)
E Spesialis jaringan
E
Programmer
E
Anggota operasional (operator, data entry)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Aspek kelayakan sistem …
¤
Teknikal, apakah hardware dan software tersedia untuk
menampilkan proses dari sistem yang dibutuhkan
¤
Economic return, apakah dibenarkan secara moneter dengan
membandingkan manfaat sistem dengan “harga” (misal :
harga barang yang di jual, peningkatan pelayanan konsumen
dan perhitungan break-event point )
¤
Non-economic return, apakah sistem yang diusulkan dapat
diterima dilihat dari segi manfaat yang tidak dapat diukur
dalam pemulihan ekonomi
¤
Legal (hukum dan perundang-undangan), apakah sistem yang
diusulakan dioperasikan ada lindungan hukum dan dalam
batas-batas yang ada dalam etika bisnis dan etika
manajemen.
¤
Operasional, apakah diterima atau didukung oleh orang yang
harus mengerjakan nya (user friendly)
¤
Jadwal, apakah sistem bisa di operasikan dalam batas waktu
yang sudah ditentukan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Indikator Perubahan sistem
¤
Perubahan sistem lama ke sistem yang baru. Indikator-indikator
tsb diantaranya:
4 Keluhan dari langganan
4 Pengiriman barang yang selalu terlambat
4 Pembayaran gaji yang terlambat
4 Laporan yang tidak tepat waktu
4 Isi Laporan yang sering salah
4 Tanggung jawab yang tidak jelas
4 Waktu kerja yang berlebihan
4 Kehilangan kesempatan kompetisi pasar
4 Kesalahan-kesalahan menual yang terlalu tinggi
4 File-file yang kurang teratur
4 Peramalan penjualan dan produksi yang kurang tepat
4 dll
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pengembangan
Sistem :

Sistem Baru

Memperbaiki Sistem yang Lama
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1. Adanya Permasalahan
Ketidak beresan
Pertumbuhan Organisasi
2. Untuk Meraih Kesempatan
3. Adanya Instruksi (Directive)
Mengapa .... Sistem Berkembang ?
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Prinsip Pengembangan Sistem
• Untuk Manajemen
• Investasi Modal Yang Besar
• Memerlukan Orang Yang Terdidik
• Adanya Tahapan Kerja dan Tugas
• Proses Pengembangan Sistem Tidak
Harus Urut
• Jangan Takut Membatalkan Proyek
• Dokumentasi
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Perencanaan Sistem
Analisis Sistem
Rancangan SistemGeneral
Evaluasi dan Seleksi Sistem
Rancangan SistemTerinci
Output Input Proses Database Kontrol Jaringan Komputer
Pengembangan Perangkat lunak dan Implementasi Sistem
Pemeliharaan Sistem
Tahapan
Tahapan
Pengembangan Sistem
Pengembangan Sistem
(SDLC)
(SDLC)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SYSTEM DEVELOPMENT LIFE
CYCLE (SDLC)
¤
Pengertian SDLC
¤
Sejarah Perkembangan
SDLC
¤
Tahapan SDLC
¤
Perencanaan Sistem
¤
Analisis sistem
¤
Peracangan General
¤
Evaluasi dan Seleksi
¤
Perancangan terinci
¤
Pengembangan
Perangkat Lunak dan
Implementasi
¤
Pemeliharaan Sistem
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Tahap
Tahap
Perencanaan Sistem
Perencanaan Sistem
1. 1. Menyadari Masalah Menyadari Masalah
2. 2. Mendefinisikan Masalah Mendefinisikan Masalah
3. 3. Menentukan Tujuan Sistem Menentukan Tujuan Sistem
4. 4. Mengidentifikasi Kendala Sistem Mengidentifikasi Kendala Sistem
5. 5. Membuat Studi Kelayakan Membuat Studi Kelayakan
6. 6. Mempersiapkan Usulan Penelitian Sistem Mempersiapkan Usulan Penelitian Sistem
7. 7. Menyetujui atau Menolak Penelitian Proyek Menyetujui atau Menolak Penelitian Proyek
8. 8. Menetapkan Mekanisme Pengendalian Menetapkan Mekanisme Pengendalian
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Tahap Analisis Sistem
Tahap Analisis Sistem
1.
1.
Mengumumkan
Mengumumkan
Penelitian Sistem
Penelitian Sistem
2.
2.
Mengorganisasi Team
Mengorganisasi Team
Proyek
Proyek
3.
3.
Mendefinisikan Kebutuhan Informasi
Mendefinisikan Kebutuhan Informasi
4.
4.
Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem
Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem
5.
5.
Menyiapkan Usulan Rancangan
Menyiapkan Usulan Rancangan
6.
6.
Menyetujui atau Menolak Rancangan
Menyetujui atau Menolak Rancangan
Proyek
Proyek
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Tahap Rancangan Sistem
Tahap Rancangan Sistem
(General, Seleksi, Rinci) (General, Seleksi, Rinci)
1. 1. Menyiapkan Rancangan Sistem yang Terinci Menyiapkan Rancangan Sistem yang Terinci
2. 2. Mengidentifikasi Alternatif Konfigurasi Sistem Mengidentifikasi Alternatif Konfigurasi Sistem
3. 3. Mengevaluasi Alternatif Konfigurasi Sistem Mengevaluasi Alternatif Konfigurasi Sistem
4. 4. Memilih Konfigurasi yang Terbaik Memilih Konfigurasi yang Terbaik
5. 5. Menyiapkan Usulan Penerapan Menyiapkan Usulan Penerapan
6. 6. Menyetujui atau Menolak Penerapan Sistem Menyetujui atau Menolak Penerapan Sistem
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Tahap
Tahap
Penerapan Sistem
Penerapan Sistem
1. 1. Merencanakan Penerapan Merencanakan Penerapan
2. 2. Mengumumkan Penerapan Mengumumkan Penerapan
3. 3. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Keras Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Keras
4. 4. Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak
5. 5. Menyiapkan Database Menyiapkan Database
6. 6. Menyiapkan Fasilitas Fisik Menyiapkan Fasilitas Fisik
7. 7. Mendidik Peserta dan Pemakai Mendidik Peserta dan Pemakai
8. 8. Masuk ke Sistem Baru Masuk ke Sistem Baru
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Tahap Pemeliharaan Sistem
Tahap Pemeliharaan Sistem
1. 1.
Menggunakan Sistem
Menggunakan Sistem
2.
2.
Audit Sistem
Audit Sistem
3.
3.
Memelihara Sistem
Memelihara Sistem

Þ Memperbaiki Kesalahan
Þ Menjaga Kemutakhiran Sistem
Þ Meningkatkan Sistem
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pendekatan Pengembangan Sistem
Pendekatan Pengembangan Sistem
Dipandang dari ..... Dipandang dari .....
Metodologi Metodologi
Pendekatan Klasik Pendekatan Klasik
Pendekatan Terstruktur Pendekatan Terstruktur
Sasaran yang dicapai Sasaran yang dicapai
Pendekatan Sepotong Pendekatan Sepotong
Pendekatan Sistem Pendekatan Sistem
Cara menentukan kebutuhan sistem Cara menentukan kebutuhan sistem
Pendekatan Bottom Up Pendekatan Bottom Up
Pendekatan Top Down Pendekatan Top Down
Cara mengembangkannya Cara mengembangkannya
Pendekatan Sistem Menyeluruh Pendekatan Sistem Menyeluruh
Pendekatan Moduler Pendekatan Moduler
Teknologi yang digunakan Teknologi yang digunakan
Pendekatan Lompatan Jauh Pendekatan Lompatan Jauh
Pendekatan Berkembang Pendekatan Berkembang
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Alat Pengembangan Sistem
A. Perancangan Sistem A. Perancangan Sistem
1. Data Flow Diagram (DFD)
2. Structured Chart (SC)
3. Hierachy Plus Input, Process, Output
(HIPO)
B. Perancangan Data Base B. Perancangan Data Base
1. Entity Relationship Diagram( ERD)
2. Normalisasi
C. Perancangan Input atau Proses C. Perancangan Input atau Proses
Layout Charting,
dll. dll.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Kriteria Sistem Yang Baik
Kriteria Sistem Yang Baik
Kegunaan
Ekonomis
Keandalan
Kapasitas
Kesederhanaan
Fleksibilitas
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
TAHAP PERANCANGAN
SISTEM
1. Meninjau dan menyetujui hasil studi kelayakan, anggaran dan jadwal yang merupakan
hasil analisa sistem
2. Merancang Output, dengan kriteria output yang dibutuhkan user
3. Merancangan File / Database dengan alat bantu Kamus Data, ERD dan Normalisasi
4. Merancang Input, disesuaikan dengan kebutuhan output dan file / database yang ada
5. Proses Perancangan sistem, berdasarkan layout layar monitor dengan bantuan struktur
chart dan Flowchart sistem yang menghasilkan spesifikasi sistem
6. Mendefinisi Program dengan alat bantu DFD yang menghasilkan program flowchart
7. Deskripsi program digunakan untuk merancang Modul-modul yang digunakan dalam
sistem
8. Merancangan paket program secara keseluruhan dengan deskripsi modul yang telah ada
sehingga menghasilkan spesifikasi program
9. Meninjau kembali hasil rancangan, disesuaikan dengan rancangan yang disteujui oleh
manajemen, dan membuat memorandum secara berkala kepada manajemen
10. Mendokumentasikan semua hal yang berkaitan dengan rancangan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Perancangan Sistem Informasi
secara Umum
1. Merancang formulir kertas dan dokumen sumber
2. Merancang formulir elektronik
3. Alat-alat perekaman data secara langsung
4. Pemanfataan Sandi
5. Merancang menu sehingga memudahkan user berintegrasi
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Kegiatan dalam
Penyiapan data
¤
Menyisip, menghapus, meremajakan database
¤
Mengkombinasikan dengan data lainnya dari database
¤
Memasukkan dan mengolah langsung menjadi keluaran tanpa perlu
mengkombinasikannya dengan data lain.
¤
Berdialog dengan sistem.
¤
Berbagai media dan metode yang digunakan untuk capture dan
memasukan data :
¤
Formulir kertas yang dikombinasikan dengan layar data
entry.
¤
Formulir elektronik
¤
Peralatan entry langsung
¤
Sandi
¤
menu
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
3 Kategori Yang Memudahkan
Dalam Perancangan Sistem
1. Global Based Systems.
merancang sistem sedemikian sehingga mengganti atau
merubah semua komponen sistem lama. Biasanya perubahan
ini dikarenakan strategi bisnis yang baru.
1. Group Based Systems.
Seringkali terkait dengan global based system, kegiatan pada
kantor cabang / departemen atau sekelompok user.
1. Local Based Systems.
Dirancang untuk aplikasi yang digunakan beberapa orang
(bisa 1 atau 2 orang). Jenis aplikasinya bersifat khusus.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Rancangan Output
¤
Merancang informasi yang berguna dan
berkualitas
¤
Laporan untuk berbagai tingkatan manajemen
¤
Laporan perbandingan
¤
Laporan pemantauan penyimpangan
¤
Merancang tampilan layar, tampilan tabel dan
grafik yang membantu pendalaman pemahaman
¤
Menampilkan tabel dan matriks
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Rancangan Output …
Sasaran merancang keluaran adalah menstransformasi sejumlah besar
data menjadi informasi yang berguna dan berkualitas.
Sejumlah studi menyatakan para eksekutif hanya melihat 3% dari hasil
olahan komputer yang diberikan kepada mereka. Berguna dan
berkualitas artinya mendukung dengan baik pengambilan keputusan
yang akan diambil.
Ciri-ciri informasi yang berkualitas :
1. Accessibility (mudah diakses, misalnya mengakses data
melalui jaringan)
2. Timelines (tepat waktu, bila kita mengakses ke internet
misalnya dapat merespon dengan cepat)
3. Relevance (informasi yang dihasilkan relefan dengan
usaha yang bersangkutan)
4. Accuracy (ketepatan output dari data yang diolah)
5. Usability (kegunaan output yang dihasilkan)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Laporan untuk berbagai tingkatan
manajemen
¤
Laporan berjenjang (hierarchical reports)
merupakan pemantapan, agreegasi dari data
yang diperuntukkan pada sebuah jenjang
manajemen sehingga setiap manajer disetiap
jenjang memperoleh informasi sesuai dengan
kebutuhannya tanpa harus mengurus rincian
yang tidak relevan.
¤
Eksekutif lazimnya ingin mengetahui bentuk
trend, kecenderungan dan pola suatu fakta.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Output yang Diperlukan
¤
Internal Output
Laporan digunakan oleh manajer dan bagian lain dalam
organisasi
¤
External Output
Laporan dikirim kepada customer, client atau pihak lain dari
organisasi
¤
Turnaround document
output komputer yang melayani input bagi aktivitas berikutnya
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Jenis-jenis laporan untuk
berbagai tingkatan
manajemen
1. Laporan saringan (filter report)
2. Laporan pertanggungjawaban (responsibity
report)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Laporan Perbandingan
(Comparative report)
¤
Dengan laporan ini eksekutif dapat memperoleh perbedaan dan
persamaan 2 atau lebih item.
¤
Dengan perbandingan user mendapat posisi yang lebih baik
untuk mengambil keputusaan yang rasional.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Jenis-jenis laporan
perbandingan
1. Laporan dengan format
horizontal
2. Laporan dengan format
Vertikal
3. Laporan Counterbalance
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Laporan Pemantauan
Penyimpangan
Digunakan oleh eksekutif untuk memantau simpangan atas
standar, anggaran, kuota, rencana atau benchmark.
Klasifikasi :
1. Laporan simpangan (Variance report)
2. Laporan Pengecualian (Exception report)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
STRUKTUR ORGANISASI
GENERAL
MANAGER
SEKRETARIS
WAKIL
GENERAL MANAGER
MANAGER
HRD
MANAGER
ADM KEU
MANAGER
PRODUKSI
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi Penggajian
karyawan harian
SIstem
Penggajian
Pegawai
Bagian
Keuangan
Bagian
Personalia
Gaji
Daftar
Rencana
gaji
persetujuan
Laporan
absensi
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DFD sistem penggajian
Proses
Absensi
1.0
Laporan
absensi
absen
pegawai
Proses
Buat
Gaji
2.0
Proses
Bayar
3.0
Data absensi
Data pegawai
Data absensi
Data gaji
Bayar gaji
Bukti bayar
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Rancangan Menu Utama
SISTEM
PENGGAJIAN KARYAWAN
SETUP
FILE
DATA
PEGAWAI
ABSENSI LAPORAN
•SETUP DATA GAJI
•SETUP DATA DEPT
•UTILITY DATA
•EXIT
•Input Data pegawai
•Edit data pegawai
•Hapus data pegawai
•Input data absensi
•Edit data absensi
•Hapus data absensi
• Laporan data pegawai
•Per golongan
•Per dept
•Laporan absensi
•Rekap absen total
•Rekap absen dept
•Laporan daftar gaji
•Rekap gaji bulanan
•Rekap gaji harian
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Rancangan Input
FORMULIR INPUT DATA KARYAWAN
No. Induk : xxxxxxxx
Nama : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Jabatan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Dept : xxxxxxxxx
Tempat Lahir : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Tgl.Lahir : dd-mm-yyyy
Alamat : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Pos : xxxxx
Agama : x 1. Islam Golongan Darah : x 1. A
2. Kristen Protestan 2. B
3. Kristen Khatolik 3. AB
4. Hindu 4. O
5. Budha
Status : X 1. Nikah Jumlah anak : X
2. Belum Nikah
3. Janda / Duda
Top
Prev Next
End Add Edit
Query Print Exit
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Rancangan Input
INPUT DATA ABSENSI
No. Absensi : xxxxxxxx
No. Induk : xxxxxxxx
Tanggal : dd-mm-yyyy
Bulan : xxxxxxxxxxx
Absensi : 9
Jam masuk : hh:mm:ss
Jam keluar : hh:mm:ss
Keterangan : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Top
Prev Next
End Add Edit
Query Print Exit
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PERANGKAT SISTEM
INFORMASI
1. HARDWARE : komputer, printer, dan teknologi jaringan
2. SOFTWARE
a. OPERATING SYSTEM : Windows, Linux, Novell Netware, dll
b. APLIKASI : Ms.Office, GL, Corel Draw, dll
c. UTILITY : anti virus, Norton Utility, Disk Doctor, dll.
d. BAHASA PEMROGRAMAN : V.Foxpro, C++, Pascal, dll.
3. BRAINWARE :
a. CLERICAL PERSONNEL
b. FIRST LEVEL MANAGER
c. STAFF SPECIALIST
d. MANAGEMENT
4. DATA : dokumen bukti transaksi, nota, kuitansi, dsb.
5. PROSEDUR : Manual book, prosedur sistem pengendalian intern
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENGELOLA SISTEM
INFORMASI
OPERATOR
PERENCANAAN STRATEGIS, KEBIJAKAN
DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERENCANAAN TAKTIS DAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
PERENCANAAN, PENGAWASAN
OPERASI DAN PENGAMBILAN
KEPUTUSAN
TOP
MANAGEMENT
MIDDLE
MANAGEMENT
LOW
MANAGEMENT

PEMROSESAN TRAN-
SAKSI DAN RESPON
PERMINTAAN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
HUMAN ERROR
¤
Metode pengumpulan dan pengukuran data yang
tidak tepat.
¤
Operator sistem tidak mengikuti prosedur
pengolahan yang benar.
¤
Kehilangan data atau data tidak terolah.
¤
Pemeriksaan atau pencatatan.
¤
Salah dalam menggunakan dokumen induk / file
induk.
¤
Kesalahan dalam prosedur pengolahan.
¤
Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MODEL UMUM SISTEM
UMPAN BALIK
INPUT PROSES OUTPUT TUJUAN
KENDALA
KONTROL
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KLASIFIKASI SISTEM
1. Sistem alamiah (natural system) dan sistem
buatan manusia (human made system).
2. Sistem tertutup (closed system) dan sistem
terbuka (open system).
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
KOMPONEN SISTEM
INFORMASI
TEHNOLOGI DATABASE CONTROL
INPUT MODEL OUTPUT
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
PENGENALAN SISTEM INFORMASI
1. Mengenali adanya elemen sistem pengolahan data ¬ hardware / software /
brainware / data / prosedur.
Þ
Mengenali elemen pengolahan data melalui sarananya
Þ
Mengenali elemen pengolahan data melalui contoh dokumen
1. Melihat Interaksi antar manusianya dalam organisasi :
¤
Interaksi atasan menugasi bawahan
¤
Interaksi bawahan melapor ke atasan
¤
Interaksi anatar manusia dalam rapat
¤
Interaksi antar sistem pengolahan data
1. Melihat aliran dokumennya ¬ Flow of Dokumen (FOD)
2. Melihat interaksi antara manusia dan media pelaksana sistem pengolahan
datanya.
¤
Analisis tugas ¬ misal : kemampuan menghitung manusia X kemampuan
menghitung kalkulator
¤
Sintesis tugas ¬ misal : interaksi kasir dengan cash register : pencarian nama
barang dan harga satuan, hitung jumlah barang dikalikan harga satuan, hitung total
pembelian, hitung kembalian jika sudah input nilai uang tunai, cetak bukti
pembayaran
1. Menganalisis dokumen job description.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Model Hirarki manajemen
Lapisan Manajemen Karakteristik
Informasi
Jangkauan Waktu Pengendalian Contoh
TOP Management Strategis rangkuman Jangka panjang (5–10
tahun)
Visi, misi, strategis
perusahaan
dibandingkan
dengan peluang
dan tantangan
dari luar
Neraca keuangan,
perkembangan
perusahaan
Middle Management Taktis Rekapitulasi, check-list,
verifikasi
Jangka menengah
(bulanan s/d 1
tahun)
Kinerja organisasi
dibandingkan
dengan visi, misi
strategis
perusahaan, dan
critical success
factor
General ledger, tabel
pendapatan,
check-list instalasi
First Line
Management
Operasional Transaksi, pencatatan Jangka pendek (harian,
mingguan)
Aktivitas / proses,
transaksi
dibandingkan
dengan kinerja
organisasi
Formulir pendaftaran,
kuitansi (bukti
bayar), berita
acara, formulir
pencatatan,
laporan lembur
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi Penyewaan
Video
Input Proses Output
¤
Data pelanggan
¤
Data pemasok
¤
Detil penyewaan video
¤
Detil pengembalian
video
¤
Faktur pembelian
¤
Bukti pengembalian video
¤
Daftar order video
¤
Daftar pelanggan
¤
Daftar video
¤
Laporan penyewaan video
¤
Laporan pengembalian
video
¤
Laporan pembelian video
¤
Rekapitulasi penyewaan
video
¤
Data pelanggan
¤
Data pemasok
¤
Transaksi penyewaan
video
¤
Transaksi pengembalian
video
¤
Transaksi pembelian
video
¤
Pencetakan laporan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi Hotel
¤
Elemen Sistem Pengolahan Data :
¤
Cash register di karis hotel dan kasir restoran
¤
Buku pencatatan check-in dan check-out tamu hotel
¤
Papan penggantung kunci kamar hotel
¤
Formulir isian laundry
¤
Interaksi antar manusia :
¤
Tamu melakukan check-in ke resepsionis
¤
Tamu melakukan check-out ke resepsionis
¤
Tamu menelepon pesanan makanan dan minuman ke restoran
¤
Aliran dokumen :
¤
Perjalanan formulir pesanan laundry dari kamar tamu melalui hause-keeping sampai ke meja
resepsionis atau kasir hotel
¤
Interaksi manusia dengan sistem pengolahan data :
¤
Penulisan pencatatan check-in dan check-out tamu ke dalam buku tamu
¤
Kasir-cash register
¤
Pengisian formulir laundry oleh tamu atau petugas house –keeping
¤
Pengisian laporan alokasi kamar tamu (status hunian) berdasarkan status kunci pada papan
penggantungnya
¤
Job Description / struktur organisasi :
¤
Dokumen / diagram prosedur check-in dan check-out
¤
Struktur organisasi hotel
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sistem Informasi Apotik
¤
Elemen Sistem Pengolahan Data :
¤
Cash register di kasir
¤
Buku pencatatan resep dokter yang dilayani
¤
Interaksi antar manusia :
¤
Pemberitahuan kepada apoteker adanya resep dokter yang perlu diverifikasi
¤
Aliran dokumen :
¤
Perjalanan resep dokter dari pembeli ke petugas kasir ke apoteker sampai
pemberian obat
¤
Interaksi manusia dengan sistem pengolahan data :
¤
Penulisan pencatatan resep ke dalam buku transaksi harian
¤
Kasir-cash register
¤
Pembaharuan catatan stok obat, karena adanya transaksi pembelian obat
¤
Job Description / struktur organisasi :
¤
Dokumen / diagram prosedur penjualan obat dengan resep
¤
Dokumen / diagram prosedur penjualan obat bebas
¤
Dokumen / diagram prosedur pengelolaan persediaan obat
¤
Struktur organisasi apotik
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Contoh :
Sistem Informasi di Apotik
Hasil survey :
1. Data : - catatan persediaan obat
- daftar nama dan harga obat
- klasifikasi jenis obat
2. Informasi : - laporan persediaan obat bulanan
- laporan penjualan obat mingguan
- laporan pembelian obat bulanan
3. Pengetahuan : - prosedur mengelola persediaan obat
- tata cara pemnjualan obat bebas
- prosedur penjualan obat dengan resep
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Contoh :
Sistem Informasi di Hotel
Hasil survey :
1. Data : - daftar kamar hotel dan tarifnya
- klasifikasi kamar hotel
- data tamu yang sedang menginap hotel
2. Informasi : - laporan hunian tamu bulanan
- laporan aktifitas bagian linen-laundry
- laporan restoran, bar-beverage
- daftar acara hotel
3. Pengetahuan : - tata tertib tamu hotel
- daerah kunjungan wisata
- daftar menu special restoran
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
BUSINESS INFORMATION
SYSTEMS
1. INFORMATION SYSTEMS IN THE
BUSINESS
2. BUSINESS PROCESS CHANGE
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
BOARD OF DIRECTORS
PRESIDENTS EXECUTIVE COMMITTEE STAFF ASSISTANTS
EXECUTIVE VICE PRESIDENT
Vice President
ADMINISTRATION
Vice President &
COMPTROLLER
Vice President
MARKETING
Vice President
PRODUCTION
Vice President
& TREASURER
Vice President
INFO. SYSTEMS
Vice President
ENGINEERING
Director
SALES
Director
CUSTOMER
SALES
Manager
FINANCIAL
ACCOUNTING
Manager
COST
ACCOUNTING
Manager
FINANCIAL
ANALYSIS
Database
Administrator
Director
E D P
Manager
PRODUCT B
Director
PROMOTION
Supervisor
REGION 1
Manager
PRODUCT A
Supervisor
REGION 1
Head
ACCOUNT
RECEIVABLE
Supervisor
REGION 1
Manager
PRODUCT C
Manager
SYSTEMS
Manager
OPERATIONS
Manager
DATA INPUT
Supervisor
SYSTEM
ANALYSIS
Supervisor
TAX
ACCOUNTING
Pegawai Pegawai Pegawai
Supervisor
GENERAL
ACCOUNTING
Head
PAYROLL
Head
GENERAL
LEDGER
Pegawai
Pegawai
Pegawai
Head
ACCOUNT
RECEIVABLE
Head
ACCOUNT
RECEIVABLE
Pegawai
Pegawai
Supervisor
REGULATORY
ACCOUNTING
Supervisor
DOCUMENT-
ATION
Supervisor
PROGRAMM-
ING
Top Management
Middle Management
Lower Management
CHART OF ORGANIZATION
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
INFORMATION SYSTEMS IN
THE BUSINESS
a. Systems Development Life Cycle (SDLC)
b. The Phases of the SDLC
c. The Waterfall Life Cycle
d. Problems with the Waterfall Life Cycle
e. Iterative Development
f. Prototyping
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
a. Systems Development Life
Cycle (SDLC)
¤
SDLC is an approach to developing systems in
an organized and disciplined manner.
¤
Approach terdiri atas 4 komponen:
¤
Definisikan objectives dari system yang akan
dikembangkan,
¤
Definisikan indicators of success sbg
pengukur apakan objectives sudah dicapai,
¤
Generate alternative strategies,
¤
Pilih dan implementasikan strategi.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
b. The Phases of the SDLC
¤
Berbagai variasi SDLC yg digunakan saat ini membagi life of a
system menjadi fase-fase.
¤
Dimulai dari ide awal (initial idea) s/d full implementation
¤
Diikuti dgn enhancement dan penggantian sistem baru
¤
Cycle berlaku mulai dari:
º
Definisi Objectives,
º
Definisi indikator sukses,
º
Generating alternatives, dan
º
developing an operational plan
º
keseluruhan sistem, serta
º
setiap fase pada development phase.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
c. The Waterfall Life Cycle
¤
Basic life cycle disebut Waterfall Life Cyle (W.W.
Royce) ¥ diadaptasikan pd custom development
dan implementasi paket software.
¤
Waterfall Life Cycle masih memiliki problem ¥
diatasi dgn iterative development dan prototyping.
¤
Problem pd Waterfall Life Cyle:
¤
Program langsung dimulai segera setelah
problem to be solve was stated
¤
Oke utk isolated small program,
¤
Tidak oke utk larger team efforts
¤
Banyak aktivitas diperlukan; setiap tipe aktivitas
dieksekusi secara berbeda (setiap aktivitas harus
punya plan dan staff masing-masing)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Systems
Requirements
Systems
Requirements
Software
Requirements
Analysis
Program Design
Coding
Testing
Operations
Gb.1. Waterfall Systems
Development Life Cycle
• Setiap successive
phase hanya dapat
dimulai bila:
• phase
sebelumnya telah
selesai
• formal decision
has been made
by management
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Receiving
Vendor
Purchase Order
Goods
Payment
Invoice
Copy of
Purchase
Order
Receiving
Document
Purchasing
Account Payable
> 500 account payable matched purchase orders,
receiving documents, & invoices & then issue
payment. MISMATCHES WERE COMMON
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Receiving
Vendor
Purchase Order
Goods
Payment
Purchasing
Account Payable
The new process cuts head count in account payable by
75%, eliminates invoices & improves accuracy. MATCHING IS
COMPUTERIZED
Database
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Interorganizational Systems & Process
Interorganizational Systems & Process
Integration
Integration
¤
Dua perusahaan yg memiliki kesamaan outbound &
inbound logistics cyles sering berintergrasi:
¤
Procter & Gamble dan Wal-Mart have an agreement
about labeling, shipping, billing, and paying for
Pampers wherein Wal-Mart send cash register tapes
to Procter & Gamble
¤
Procter & Gamble then automatically replenishes
Wal-Mart store inventories, based on sales, with
boxes of Pampers already labelled with each store’s
specific selling price.
¤
Sistem ini disebut Interorganizational System (IOS).
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.3. THE NATURE OF CHANGE
2.3. THE NATURE OF CHANGE
¤
Model of Social Change (Kurt Lewin) terdiri atas 3 stages:
¤
UNFREEZING Stage: group of people yg telah terbiasa
dgn cara kerjanya perlu dipersiapkan agar dpt menerima
perubahan (change)
¤
Once the group members have been prepared, the
change an be introduced (MOVING stage), but it should
be followed by REFREEZING stage in which their
understanding of the new methods is solidified.
Stage Deskri psi
Unfreezi ng Increasing the receptivity of the organization
to a possible change
Movi ng Choosing a course of action & following it
Refreezi ng Reinforcing the “equilibrium” of the
organization at a new level after the change
has occured
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.4. RESISTENCE TO CHANGE
2.4. RESISTENCE TO CHANGE
¤
IS professional berfungsi sbg katalis utk
change (change agent), shg hrs:
¤
gaining the acceptance & trust of the users.
¤
Mengerti the nature of change
¤
ada natural resistance dr individual/grup
akibat: honest disagreement or concern
¥ harus didiagnosa & ditangani dgn baik
oleh IS professional
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Diagnosing & dealing with Resistance to Change:
Diagnosing & dealing with Resistance to Change:
¤
Lima alasan timbulnya Resistance to Change:
¤
Resistence to computer personnel
¤
A feeling that the project is not good, that the
cost/benefit assumptions are invalid
¤
A lack of felt need: things are satisfactory as they are
and this innovation simply disturbs the situation
¤
A fear of social uncertainty, which is sometimes
mistaken for a fear of computers
¤
An unwillingness to bend to the requirements of poorly
designed systems.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.5. IMPLEMENTING THE
2.5. IMPLEMENTING THE
ORGANIZATIONAL CHANGE
ORGANIZATIONAL CHANGE
¤
System failures umumnya diakibatkan oleh tidak
dipersiapkannya pegawai menghadapi sistem
informasi yg baru dan tidak dilakukannya training
penggunaan sistem informasi
¤
IS professional sebaiknya melakukan four-phase
program for organizational changes sbb:
Continuous
Improvement
Organization
Redesign
Organization
Transformation
Diagnostic
Assessment
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.5.1. Diagnostic Assessment
2.5.1. Diagnostic Assessment
¤
Diagnostic assessment dilakukan utk mengetahui
kesiapan organisasi menyerap perubahan yg diperlukan
oleh new information system
¤
Klarifikasi kepentingan perubahan
¤
Menemukan resitensi yg mungkin ada
¤
Cara:
¤
Interview affected members, survey, atau data-
gathering and analysis techinique lainnya.
¤
Output:
¤
pembuatan deskripsi perubahan dlm organisasi atau
vision
¤
strategi komunikasi utk mengutarakan vision
¤
pembandingan organisasi saat ini dgn vision utk
mengidentifikasi perubahan organisasi yg diperlukan
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.5.2. Organization Redesign
2.5.2. Organization Redesign
¤
Identifikasi perubahan diikuti dgn penetapan strategi, terutama bila
diperlukan perubahan struktur organisasi
¤
Keputusan utk dimulai/tdk dgn pilot program harus ditetapkan sedini
mungkin (tergantung size, scope, & nature of the change)
¤
Selanjutnya, diperlukan leadership skill utk mengelola new environment yg
sudah ditetapkan, mencakup:
¤
penentuan ‘means’ utk memperoleh leadership skill
¤
penentuan skill yg diperlukan dalam work force & pengembangan
‘means’ utk mencapainya (mis. Program training)
¤
Output: a formal management-approved change strategy, including a high-
level design of the new organization structure
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.5.3. Organization Transformation
2.5.3. Organization Transformation
¤
Fase implementasi: critical jobs, business processes,
organization structure, & target culture
¤
New leadership (if required) dipilih dan diinstall
¤
Program training dilaksanakan
¤
Install suatu sistem utk tracking & measuring performance
of the new system
¤
dilaporkan ke managemen utk dilihat efektivitasnya
dibandingkan baseline performance of the old system
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.5.4. Continuous Improvement
2.5.4. Continuous Improvement
¤
Teknik Quality Control: the importance of
instituting a program of continuous process
improvement
¤
Tujuan:
¤
perubahan bersifat ‘sustainable over time’
¤
meningkatkan ability organisasi utk business
process-nya agar mampu beradaptasi terhadap
perubahan di masa depan
¤
A well-designed continuous improvement
process mencakup:
¤
an infrastructure for evaluating & maintaining
changed business process as well as the basis for
identifying new areas of change
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Evaluasi Mata Kuliah
¤
Kuis / Latihan soal / PR
¤
Tugas mandiri :
¤
Membuat paper/kliping perorangan
¤
Membuat paper/kliping kelompok
¤
Presentasi / penyajian paper
¤
Ujian Tengah Semester (Bobot = 60%)
Nilai UTS : N.Kuis + Tugas + Presensi
Kehadiran
+ Nilai UTS
¤
Ujian Akhir Semester (Bobot = 40%)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DECISION SUPPORT
SYSTEMS
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DSS (Decision Support Systems)
a. PEMBUATAN KEPUTUSAN
b. KONSEP DSS
c. TUJUAN DSS
d. MODEL DSS
e. CARA PENGGUNAAN INFORMASI PADA
DSS
f. LAPORAN BERKALA dan KHUSUS
g. PEMODELAN MATEMATIKA
h. SIMULASI
i. CONTOH PEMODELAN
j. KEUNTUNGAN dan KERUGIAN
PEMODELAN
k. KOMPUTER GRAFIK
l. GROUP DECISION SUPPORT SYSTEMS
m. PERAN DSS DALAM PEMECAHAN
MASALAH
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
DSS untuk pembuatan specific decisions dalam
memecahkan specific problems.
¤
Konsep DSS:
¤
HERBERT SIMON: pembedaan antara keputusan
yang di-program/tidak diprogram serta fase-fase
pembuatan keputusan
¤
G. ANTHONY GORRY & MICHAEL S. SCOTT
MORTON: pembuatan kisi untuk struktur masalah
dan level manajemen
¤
STEVEN ALTER: Dukungan empiris untuk
pembentukan dasar topologi DSS
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
DSS dikhususkan untuk mendukung manajer:
¤
memecahkan masalah semi terstruktur,
¤
lebih mementingkan efektivitas
dibandingkan efisiensi
¤
DSS menyediakan informasi utk
memecahkan masalah serta kemampuan
komunikasi.
¤
Informasi diperoleh dari: laporan berkala dan
spesial, output model matematik dan output
sistem pakar.
¤
Komunikasi dilakukan saat suatu grup
manajer melakukan problem solving.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
Komponen DSS:
Komponen DSS:
¤
Pemodelan matematik merupakan komponen
integral DSS yang menguntungkan manajer
(walau masih terkandung beberapa
kekurangan)
- Komputer grafik: berdasar suatu
penelitian grafik cocok utk situasi
tertentu; pada situasi tersebut grafik
lebih efektif dibanding yang lainnya.
¤
Group DSS (GDSS): meningkatkan
komunikasi antar anggota grup dengan
menyediakan lingkungan yang menarik
(mencakup pemodelan matematik dan
sistem pakar)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
a. PEMBUATAN KEPUTUSAN
a.1. TINGKAT KEPUTUSAN (Herbert A. Simon):
Programmed Decision NonProgrammed Decision
- Programmed Decisions:
¤
Berulang dan rutin pada tahap dimana prosedur yang pasti
telah ditetapkan untuk menanganinya.
- Nonprogrammed Decisions:
¤
Novel, tidak terstruktur, dan tidak consequential.
¤
Tidak ada metode pasti untuk menangani problem krn:
º
problem belum pernah muncul sebelumnya,
º
struktur dan jenis problem kompleks, atau
º
sangat penting utk mendpt perlakuan custom-tailored.
kontinyu
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
a.2. Empat FASE PEMBUATAN KEPUTUSAN
(Herbert A. Simon)
a. INTELLIGENCE ACTIVITY - searching the
environment for conditions calling for solution,
b. DESIGN ACTIVITY - menemukan,
mengembangkan, & menganalisis berbagai
jenis tindakan,
c. CHOICE ACTIVITY - memilih jenis tindakan
tertentu yang tersedia pada ad. b.
d. REVIEW ACTIVITY- memeriksa pilihan yang
dibuat
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
ISYU & TREND SISTEM INFORMASI
ISYU & TREND SISTEM INFORMASI
1. JUSTIFIKASI EKONOMI
2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI
3. PENINGKATAN PENTINGNYA JUSTIFIKASI
SUMBERDAYA INFORMASI
4. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION
SERVICES
5. REDESAIN PROSES BISNIS
6. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN
PROSES BISNIS
7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA INFORMASI
8. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY)
9. CONTINGENCY PLAN
10. PENTINGNYA ETIKA
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1. JUSTIFIKASI EKONOMI
1. JUSTIFIKASI EKONOMI
¤
TIGA PENDEKATAN JUSTIFIKASI EKONOMI:
1. BREAK-EVEN ANALYSIS
¤
membandingkan biaya (cost) dari sistem baru
terhadap yg ada saat ini dan mengidentifikasi break-
even point (cost kedua sistem bernilai sama)
2. PAYBACK ANALYSIS
¤
membandingkan biaya kumulatif (cummulative
costs) dari sistem baru terhadap keuntungan
kumulatif (cummulative benefits)
3. NET PRESENT VALUE
¤
is the discounted current value of money that will be
received in the future, taking into account a
particular interest rate.
¤
Economic justification (≈ cost-benefit analysis) is the
comparison of monetary costs and benefits as a means of
justifying an action
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI
2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI
¤
Is the use of data other than that expressed in monetary
terms as a basis for an action
¤
Pendekatan Justifikasi Non Ekonomi:
1. PORTFOLIO
¤
evaluation should not be limited to a single application,
but rather, should consider the firm’s entire portfolio of
applications
2. INFORMATION ECONOMICS
¤
recognizes that a system has the potential to achieve a
wide range of values, and incur a wide range of risks
3. SURROGATE MEASURES
¤
use 4 levels of nonmonetary benefits that can be
observed after implementation of a new application
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.1. PORTFOLIO
¤
Certain components perform better or worse than
others; the combined performance of all components is
what is count
¤
Tiga strategy Portfolio Analysis:
1. Minimize the number of high risk projects
2. Include some sure winners, even if their expected
payoffs are not large
3. Scrap a project just as soon as the risk appears to
be greater than the expected reward
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.2. INFORMATION ECONOMICS
POTENTIAL SYSTEM VALUES:
¤
Provide information to the elements in the firm’s
environment
¤
Support the firm’s long-term strategy
¤
Provide the firm with a competitive advantage
¤
Enable management to track its critical activities
¤
Enable management to respond quickly to
competitive actions
¤
Support the firm’s strategic plan for information
resources
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
POTENTIAL SYSTEM RISKS
A proposed system should not:
¤
Support a risky business strategy
¤
Depend on unproven capabilities within the firm
¤
Depend on cooperation from multiple functional
areas of the firm when that cooperation might
be difficult to achieve
¤
Be based on poorly defined user needs
¤
Depend on new and untried technology
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
2.3. SURROGATE MEASURES
The use of the computer as an information system can
lead to:
1. Management Action; as a result of receiving information
from the computer
2. Management Change; the managers change the ways
that they perform their functions & play their roles
3. Increased Use of Decision Support Tools; managers
acquire terminal/PC, learn & use softwares to solve
problems
4. Organization Change; the computer provides information
that is used to change the organization’s structure or the
makeup of its personnel.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
3. PENINGKATAN PENTINGNYA
3. PENINGKATAN PENTINGNYA
JUSTIFIKASI SUMBERDAYA
JUSTIFIKASI SUMBERDAYA
INFORMASI
INFORMASI
¤
Eksekutif harus melakukan justifikasi untuk
keseluruhan information services
operations
¤
Pemicu situasi:
¤
Depresi Ekonomi
¤
computer service companies anxious to
take over the firm’s computing
operations
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
4. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION
4. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION
SERVICES
SERVICES
¤
Ada empat strategi:
¤
KONSOLIDASI
¤
mengurangi banyaknya lokasi information resources,
mis. Menjadi INFORMATION CENTER.
¤
Alasan: a few large concentration of resoures can
operate more efficiently
¤
DOWNSIZING
¤
the transfer of computer-based applications from large
equipment configurations, mis. Mainframe, ke
konfigurasi yg lebih kecil, mis. Microcomputers.
¤
OUTSOURCING
¤
INSOURCING
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
OUTSOURCING
OUTSOURCING
¤
Meng-kontrak-kan seluruh/sebagian operasi komputer
ke outside service organization
¤
Di-mulai akhir tahun 1960-an:
¤
excess time ditawarkan ke organisasi lain dalam bentuk
timesharing services
¤
sharing computer utilities (electricity, water, & gas)
¤
Antara 1970-1980 perhatian beralih ke distributed
processing, tapi outsourcer tetap provide computer
services
¤
OUTSOURCER = a computer service firm that
performs part or all of a customer firm’s computing for
a long period of time, kontrak 5-10 tahun)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Outsourcing Services:
Outsourcing Services:
¤
Data entry & simple processing
¤
Contract programming
¤
Facilities management:
¤
is the complete operation of a computing center
¤
System’s integration:
¤
is the performance of all the tasks of the system
development life cycle
¤
Once the system is implemented, then
outsourcer turns it over to the customer
¤
Support operations for maintenance, service,
or disaster recovery
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Objective of Outsourcing:
Objective of Outsourcing:
1. To do a better job of controlling costs:
reducing costs, containing costs, and
predicting costs
2. To relief management from the problems of
system maintenance so that attention can
be given to systems that provide strategic
value
3. To acquire access to leading edge
technology and knowhow
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
INSOURCING
¤
is the action of a firm to regain the
processing that previously was farmed out
to an outsourcer
¤
Alasan Insourcing:
¤
outsourcers have no interest in controlling
costs since they make money when costs go
up
¤
turning over of the processing to people who
don’t really know your business
¤
a loss of control
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
5. REDESAIN PROSES BISNIS
5. REDESAIN PROSES BISNIS
a. REVERSE ENGINEERING
b. RESTRUCTURING
c. REENGINEERING
d. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS
BERBASIS KOMPUTER
e. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN
REDESAIN PROSES BISNIS
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
a. REVERSE ENGINEERING
a. REVERSE ENGINEERING
¤
Terkait dengan business intelligence ¥
membeli sampel dari produk pesaing dan “di-
bongkar”
¤
Reverse engineering:
¤
is the process of analyzing a system to identify
the elements and their interrelationships, and
¤
to create documentation in a higher level of
abstraction than currently exists.
¤
Tdd. Dua sub-areas:
¤
REDOCUMENTATION
¤
DESIGN RECOVERY
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
REDOCUMENTATION
¤
Penyiapan dokumentasi sistem dgn menggunakan
system sebagai dasarnya
¤
Dimulai dgn analisis program code agar bisa
dibuatkan dokumentasi detail dalam bentuk
structured English dan program flowchart.
¤
Dokumentasi detail dianalisis agar bisa dibuatkan
abstract descriptions dalam bentuk data flow
diagram (DFD) dan system flowchart
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
DESIGN RECOVERY
Jadi, REVERSE EGINEERING does not
seek to change systems, rather it seeks only
to understand the system
Perubahan system dilakukan melalui
RESTRUCTURING atau REENGINEERING
¤
Penerapan human knowledge & reasoning pada
hasil redocumentation in order to completely
understand it
¤
Information specialist dan users fill in the gaps left
by the doumentation
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
b. RESTRUCTURING
b. RESTRUCTURING
¤
Restructuring ialah transformasi suatu sistem menjadi
bentuk lain tanpa mengubah fungsinya pada saat pertama
kali didesain.
¤
Contohnya:
¤
program yang dibuat tak beraturan diubah kedalam format
yang lebih terstruktur tanpa mengubah fungsi aslinya.
¤
Contoh lainnya ialah proses normalisasi database.
¤
Restructuring dilakukan perusahaan untuk memutakhirkan
sistem akibat munculnya teknik pemrograman yang lebih
terstruktur.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
c. REENGINEERING
¤
Reengineering ialah redesain menyeluruh dari suatu
sistem dengan tujuan untuk mengubah fungsi dari
sistem tersebut. Pendekatan reegineering dapat
mempengaruhi keseluruhan perusahaan.
¤
Tahapan reengineering:
REVERSE ENGINEERING ¥ RESTRUCTURING ¥
FORWARD ENGINEERING.
¤
Forward engineering ialah nama lain untuk proses
yang menerapkan SDLC.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
d. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS BERBASIS d. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS BERBASIS
KOMPUTER KOMPUTER
Forward
Engineering
Reverse
Engineering
Reengineering
Restructuring
Fese
Perencanaan
Fase
Analisis
Fase Desain
Fase
Implementasi
Forward
Engineering
Forward
Engineering
Forward
Engineering
Reverse
Engineering
Reverse
Engineering
Reverse
Engineering
Reengineering Reengineering
Reengineering
Restructuring
Restructuring
Restructuring
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
Pada bagian atas Gambar21.1:
¤
Forward engineering dan reverse engineering menempuh
SDLC secara berlawanan arah.
¤
Walaupun reverse engineering difokuskan pada aktivitas
yang bergerak dari fase implementasi ke fase design,
namun pergerakan ke fase sebelumnya masih dapat
dilakukan.
¤
Reengineering dimulai dari fase implementasi bergerak
fase per fase sampai ke fase perencanaan dimana SDLC
yang baru mulai berlangsung.
¤
Pada pergerakan balik ke fase-fase SDLC, reengineering
dapat memanfaatkan reverse engineering dan
restructuring sebagai alat untuk memperbaiki
dokumentasi.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
Restructuring dapat difokuskan pada fase mana
saja dalam SDLC.
¤
Model pada Gambar 21.1 mengilustrasikan dua
hal penting dalam BPR, yaitu bahwa:
1. BPR yang berbasis komputer tidak
terbatas hanya pada aktivitas fase
implementasi tetapi dapat berlaku
untuk seluruh fase-fase SDLC,
2. Komponen-komponen BPR dapat
diterapkan secara kombinasi
tergantung derajat perubahan yang
diinginkan.
e. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN REDESAIN e. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN REDESAIN
PROSES BISNIS PROSES BISNIS
¤
Seleksi komponen yang akan digunakan dalam BPR
dipengaruhi oleh kondisi sistem saat ini secara kualitas
fungsional dan teknis (Gambar 21.2).
Reverse
Engineer
Restructure
Tidak ada
Tindakan
Forward
Engineer
Reengineer
Reverse
Engineer
Jelek
Bagus
Jelek Bagus
Kualitas Teknis (HOW?)
Kualitas Fungsional
(WHAT?)
Gb.21.1 Seleksi Komponen
BPR berdasar Kulaitas
Fungsional & teknis
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
KUALITAS FUNGSIONAL
¤
ialah pengukuran apa yang dilakukan sistem -
yaitu task yang dilaksanakan.
¤
KUALITAS TEKNIS
¤
ialah pengukuran bagaimana task tersebut
dilaksanakan.
¤
Pada intinya, kualitas teknis berkaitan dengan
seberapa jauh sistem merefleksikan teknik-teknik
modern yang terstruktur
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
Kuadran kiri bawah menunjukkan bahwa bila kualitas
fungsional dan teknis keduanya tidak baik maka perlu
dilakukan forward engineering. Artinya, akan lebih baik bila
proses diulang lagi dari awal.
¤
Kuadran kiri atas (kualitas fungsional baik tetapi kualitas
teknis buruk): dilakukan reverse engineering yang diikuti
dengan restructuring. Sistem tidak perlu di-refokus, yang
penting ialah modernisasi cara sistem melakukan task.
¤
Kuadran kanan bawah (kualitas fungsional buruk tetapi
kualitas teknis baik): dilakukan reverse engineering dan
reengineering. Hal ini terjadi karena sistem merefleksikan
teknik-teknik modern tetapi hasilnya tidak sesuai.
¤
Kuadran kanan atas tidak memerlukan tindakan apapun
karena kualitas fungsional dan teknis keduanya dalam
kondisi baik.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
6. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN
6. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN
PROSES BISNIS
PROSES BISNIS
6.1. WARISAN SISTEM (LEGACY SYSTEM)
¤
Sistem warisan ialah sistem yang dikembangkan sebelum
teknik-teknik terstruktur muncul.
¤
Tiga hal penyebab information services pada warisan sistem
tidak efektif, yaitu:
¤
pemeliharaan semakin lama semakin kompleks &
mahal,
¤
timbul berbagai masalah moral berkaitan dgn
tingkatan spesialis informasi yang melakukan
maintenance,
¤
sumberdaya informasi yang digunakan sangat
banyak sehingga menyulitkan information services
untuk mengubah kebutuhan bisnis.
¤
Masalah sistem warisan akhirnya dpt ditangani dengan
munculnya berbagai software utk BPR.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
Tool untuk analisis program digunakan untuk identifikasi
kandidat terbaik program untuk digunakan pada BPR.
¤
Contohnya, COBOL/Metrics dari Computer Data Systems,
Inc. berfungsi untuk membuat ranking tingkat kesulitan
maintenance dan prioritas dari usaha reenginering dari
program-program.
¤
COBOL/SF dari IBM memiliki fasilitas untuk restructuring,
yaitu mengkonversi program yang tak terstruktur menjadi
program ekivalen yang terstruktur. Software ini
menghasilkan hirarki top-down dari modul-modul
terstruktur dengan satu titik entry dan exit dan tanpa
GOTO
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
InterCASE dari Interport Software Corporation digunakan
untuk reverse engineering dengan cara:
¤
menghasilkan output yang dapat menjadi input untuk
CASE tool dan menyimpan outputnya dalam tempat
penyimpanan (repository).
¤
Produk-produk dari Bachman, terdiri atas Bachman Data
Analyst dan Bachman Database Administrator, memiliki
beberapa kemampuan untuk reengineering, diantaranya
yaitu:
¤
melaksanakan fungsi reverse engineering dari struktur
data IMS, DB2 dan COBOL,
¤
menghasilkan diagram entity-relationship
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA
7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA
INFORMASI
INFORMASI
Perusahaan mengatasi kriminalitas
komputer dengan menerapkan keamanan
sistem (systems security) dan
meminimisasi kerusakan akibat segala
macam ancaman melalui contingency
planning
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
8. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY)
8. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY)
¤
Keamanan sistem ialah proteksi untuk segala sumberdaya informasi
dr penggunaan pihak-pihak yg tak berwenang.
¤
Perusahaan menerapkan systems security yg efektif dgn cara
mengidentifikasi sumberdaya informasi yg rawan gangguan &
menerapkan tolok ukur & cara pengamanan.
¤
Minat terhadap systems security makin meningkat karena beberapa
alasan berikut ini:
a. Operasi kritis/penting perusahaan sangat tergantung
pada sistem informasi,
b. Aplikasi electronic data interchange (EDI) memungkinkan
organisasi untuk mengakses sumberdaya informasi
perusahaan yang berharga,
c. Sistem saat ini umumnya memiliki akses online dari user
yang berlokasi di seluruh perusahaan,
d. Kebanyakan end user umumnya lalai dalam
mengamankan dan menjaga sistem.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
8.1. TUJUAN KEAMANAN
8.1. TUJUAN KEAMANAN
¤
Systems security diarahkan untuk mencapai tiga tujuan
utama, yaitu kerahasiaan, ketersediaan, dan integritas
(Gambar 21.3).
¤
Kerahasiaan (confidentiality).
¤
Perusahaan berupaya melindungi data & informasi
dari penyusupan orang yang tak berwenang.
¤
Sistem Informasi Sumberdaya Manusia (HRIS)
bertanggung jawab thd informasi ttg kepegawaian.
¤
Sistem-sistem lainnya seperti account receivable,
purchasing, dan account payable bertanggung
jawab menjaga rahasia perorangan dari elemen-
elemen lingkungan perusahaan.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
¤
Ketersediaan (availability).
¤
Tujuan sistem informasi berbasis
komputer (CBIS) ialah menyediakan
data dan informasi untuk orang-orang
yang berwenang menggunakannya.
¤
Tujuan ini sangat penting terutama
untuk subsistem-subsistem pada CBIS
yang berorientasi informasi.
¤
Integritas (Integrity).
¤
Semua subsistem pada CBIS harus
menyediakan refleksi akurat dari
sistem fisik yang diwakilinya.
KETERSEDIAAN INTEGRITAS
KERAHASIAAN
SECURITY
INFORMASI
Penyusupan Tak Sah Penggunaan Tak Sah
Destruksi Tak Sah
Modifikasi Tak Sah
Gb.21.3. Tindakan Tak Sah Mengancam Tujuan System Security
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
9. CONTINGENCY PLAN
9. CONTINGENCY PLAN
¤
Operasi komputer yang tidak terganggu oleh kriminal
komputer atau bencana alam akan dapat dicapai melalui
eksekusi strategi-strategi yang telah direncanakan
sebelumnya.
¤
Perencanaan ini disebut sebagai disaster planning atau
sekarang lebih dikenal sebagai contingency planning.
¤
Teknik yang lebih dipercaya perusahaan ialah membuat
beberapa subplan yang berkaitan dengan contingency,
yaitu EMERGENCY PLAN, BACKUP PLAN, dan VITAL
RECORDS PLAN.
¤
Organisasi information services skala besar memiliki
manager of contingency planning yang tugas utamanya
ialah contingency planning.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
9.1. EMERGENCY PLAN
¤
Emergency plan menetapkan
pengukuran-pengukuran untuk
keselamatan peagwai saat terjadi
bencana, diantaranya yaitu
¤
sistem alarm,
¤
prosedur evakuasi, dan
¤
fire suppression systems
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
9.2. BACKUP PLAN
Perusahaan harus mengatur backup fasilitas
computing agar dapat digunakan saat terjadi
kerusakan atau musnah. Backup dilakukan melalui
kombinasi REDUNDANCY, DIVERSITY, dan
MOBILITY.
a. REDUNDANCY. Hardware, software, dan data
dibuat duplikasinya agar pada saat ‘down’ dapat
digunakan backup-nya sehingga prosesing tidak
terhenti.
b. DIVERSITY. Sumberdaya informasi tidak
seluruhnya diinstall pada lokasi yang sama.
Perusahaan besar umumnya memisahkan pusat
computing untuk area operasi yang berbeda.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
c. MOBILITY. Perusahaan-perusahaan kecil bekerja
sama menyediakan backup dengan user lainnya
yang memiliki tipe peralatan yang sama.
Perusahaan besar dapat memobilitaskan pusat
computingnya dengan mengontrakkan
sumberdayanya untuk jasa backup secara hot site
atau cold site.
¤
HOT SITE ialah fasilitas computing lengkap
yang disediakan suplier untuk konsumennya
untuk digunakan pada saat darurat.
¤
COLD SITE, sering disebut empty shell,
perusahaan menyediakan site terpisah dari
main computing facility dan hanya menyediakan
fasilitas bangunan saja tanpa komputer.
Komputernya sendiri diperoleh dari supplier dan
diinstall pada empty shell.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
9.3. VITAL RECORDS PLAN
¤
Record-record vital perusahaan ialah
dokumentasi tercetak, microform, dan magnetic
storage media yang diperlukan untuk
menjalankan bisnis.
¤
Record-record pada computer site harus dijaga,
selain itu backup copies pada remote location
juga harus tersedia.
¤
Semua tipe record secara fisik dapat
dtransportasikan ke remote location atau
ditransfer secara elektronik
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Tiga jenis electronic transmission
service yang tersedia ialah:
1. ELECTRONIC VAULTING, mulai digunakan
tahun 1988, ialah transmisi elektronik file-file
backup secara batch.
2. REMOTE JOURNALING mirip dengan
electronic vaulting tetapi transmisi hanya
dilakukan saat transaksi terjadi.
3. DATABASE SHADOWING yaitu duplikasi
database pada remote sites yang dijaga tetap
up-to-date.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
10.
10.
PENTINGNYA ETIKA
PENTINGNYA ETIKA
1. ETIKA SEBAGAI PARAMETER
PERILAKU
2. EMPAT ISYU ETIKA
3. PERJANJIAN SOSIAL PENGGUNAAN
KOMPUTER
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
10.1. ETIKA SEBAGAI PARAMETER
PERILAKU
¤
Perilaku manusia dituntun oleh hukum, moral, dan etika.
¤
Hukum terlihat jelas karena biasanya tertulis;
¤
moral ialah standard betul atau salah yang secara
umum dapat diterima; sedangkan
¤
etika ialah ekspresi moral dalam bentuk aturan-
aturan yang digunakan sebagai panduan.
¤
Beberapa aturan etika bersifat informal (diperoleh
berdasarkan pengalaman), beberapa aturan lainnya
bersifat formal yaitu didokumentasikan secara tertulis.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Organisasi-organisasi professional computing telah
membuat lima aturan etika yaitu:
Nama Organisasi Etika
Association for Computing
Machinery
Professional Conduct and Procedures
for the Enforcement of the ACM Code
Data Processing Management
Association (DPMA)
Code of Ethics, Standards of Conduct
and Enforcement Procedures
British Computer Society (BCS) Code of Conduct
The Institute of Electrical and
Electronics Engineers (IEEE)
Code of Ethics
The Institute for Certification of
Computer Professionals (ICCP)
Codes of Ethics and Good Practices
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
10.2. EMPAT ISYU ETIKA
¤
Prof. Richard O’Mason (Southern Methodist
University) mengidentifikasi empat isyu etika
(diakronimkan sebagai PAPA) berkenaan
dengan era informasi.
¤
PAPA, akronim dari
¤
PRIVACY,
¤
ACCURACY,
¤
PROPERTY, dan
¤
ACCESSIBILITY,
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1. PRIVACY. Informasi apa yang berkaitan dengan seseorang atau asosiasi
yang boleh diungkapkan kepada orang lain; pada kondisi apa dan
dengan perlindungan apa? Apa yang boleh tetap dirahasiakan
seseorang yang tidak dipaksa untuk diungkapkan kepada orang lain?
2. ACCURACY. Siapa yang bertanggung jawab terhadap otentik,
kebenaran, dan akurasi (ketepatan) informasi? Siapa yang bertanggung
jawab akibat error informasi dan bagaimana korban menerimanya?
3. PROPERTY. Siapa yang memiliki informasi? Apa dan berapa nilai tukar
yang pantas? Siapa yang memiliki saluran transmisi informasi?
Bagaimana akses ke sumberdaya yang jarang (scarce) ini dialokasikan?
4. ACCESSIBILITY. Informasi apa yang seseorang/organisasi mempunyai
hak memeprolehnya, pada kondisi apa dan dengan perlindungan apa?
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
10.3. PERJANJIAN SOSIAL
PENGGUNAAN KOMPUTER
¤
Lima prinsip dasar (Prof. Richard O’Mason) agar teknologi
informasi dan informasi yang tanganinya digunakan untuk
meningkatkan harkat hidup manusia. Perusahaan harus
memenuhi perjanjian sosial penggunaan komputer dengan
cara memastikan bahwa informasi sistem perusahaan:
¤
tidak akan melanggar privacy seseorang,
¤
akurat
¤
melindungi penyalahgunaan transmisi sumberdaya
informasi,
¤
melindungi intellectual property
¤
dapat diakses utk menghindari penghinaan information
illiteracy & pencabutan HAM.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Executive Information
Systems
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Marketing
information
system
Manufacturing
information
system
Financial
information
system
Human
resource
information
system
Environmental information and data
Top-level
managers
A Firm Without An EIS
Environmental Information and data
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Environmental Information and data
Environmental Information and data
Marketing
information
system
Manufacturing
information
system
Financial
information
system
Human
resource
information
system
Executive
information
system
A Firm With
An EIS
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
What Do Executives Do? - Definition of Executive
O
Executive manager on the upper level of the organizational hierarchy
who exerts a strong influence on the firm.
O
"Company" attitude, long term attitude
Fayol's Management Functions
O
Plan - especially important
O
Organize
O
Staff
O
Direct
O
Control
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Mintzberg's Managerial Roles
O
Different levels of management perform
the same managerial roles but the relative
time spent on roles is different at different
levels
O
Long-range, entrepreneurial improvements
and responding to unanticipated situations
is the focus of high level managers
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Kotter's Agenda and Networks
O
John P. Kotter, Harvard professor
O
Executives follow a three step strategy
×
Agenda -- long-range strategy and short
×
Networks -- cooperative relationships
¤
Hundreds or thousands
¤
Inside and outside the firm
×
Environment -- norms and values
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
How Do Executives Think?
O
Daniel J. Isenberg, Harvard professor
O
Studied more than one dozen executives over a
2-year period
O
What they think about
1. How to get things done
2. A few overriding issues
O
More concerned with the process than the solution
O
Thought processes do not always follow the step-
by-step patterns of the systems approach
O
Intuition is used at each step
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Unique Information Needs Mintzberg Study
O
Mintzberg was first to conduct a formal study of
executive information needs
O
Studied 5 executives in early 1970s
O
Five basic activities
¤
desk work
¤
telephone calls
¤
unscheduled meetings
¤
scheduled meetings
¤
tours
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Distribution of Hours - Mintzberg
Legend:
Interpersonal
Communication
Desk Work
22%
Unscheduled
Meetings
10%
Telephone
Calls
6%
Scheduled
Meetings
59%
Tours
3%
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Unique Information Needs Jones & McLeod Study
O
Studied 5 executives in early 1980s
O
Objectives : How much information ? Value ? Sources ?
Media ? Use ?
O
How much information reaches the executive
¤
A transaction - a communication involving any medium
¤
Daily volume
¤
Varies from executive to executive
¤
Varies from day to day
O
Daily value
¤
The vice president of tax probably had a preceptive
information gathering style, accounting for the low
values
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
HIGH HIGH HIGH HIGH
HIGH HIGH
HIGH HIGH
HIGH HIGH
AVG AVG
LOW LOW
AV AV
G G
LOW LOW
AVG AVG
LOW LOW
AVG AVG
LOW LOW
Bank
CEO
Vice
President
of Tax
The Volume of Information Reaching the Executives
0
10
20
30
40
50
60
Retail Chain
CEO
Insurance
President
Vice
President of
Finance
AVG AVG
LOW LOW
N
u
m
b
e
r

o
f
T
r
a
n
s
a
c
t
i
o
n
s
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
0
5
10
15
20
25
30
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
All five
executives
Vice President
of tax
Bank CEO
Value
P
e
r
c
e
n
t
a
g
e

o
f

t
r
a
n
s
a
c
t
i
o
n
s
The Value of Information Reaching Executives
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sources
O
Some executives went down 7 levels to
gather information
O
Sources were internal and external
O
External sources provided the most volume
but also the lowest average value
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Media Used for Communication
O
Written media accounts for 61% of the transactions
¤
Computer reports
¤
Letters and memos
¤
Periodicals
O
Oral media is preferred by executives
¤
Tours
¤
Business meals
¤
Telephone calls
The Executive Does not Control:

Letters

Memos

Telephone calls

Unscheduled meetings
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Information Use by Decisional Role
Disturbance
handler
(.42)
Entrepreneur
(.32)
Resource
allocator
(.17)
Unknown
(.06)
Negotiator
(.03)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Jones & McLeod Study Findings
O
Environmental sources - highest volume
O
Internal sources - highest value
O
Written media- highest volume
O
Oral media -highest value
O
Little information direct from computer
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Unique Information Needs Rockart and Treacy Study
O
John Rockart and Michael Treacy, both of MIT
O
Studied 16 companies in early 1980s
O
Found many computer users
O
Found some executives interested in detail
O
Coined the term ‘executive information system’
Rockart and Treacy Study EIS
O
A central purpose
O
A common core of data
O
Two principal methods of use
O
A support organization
-
EIS coach
-
EIS chauffeur
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Rockart and Treacy Study EIS Characteristics
O
Used for planning and controlling
O
Importance of database
¤
Internal/environmental
¤
Past/present/future
Rockart and Treacy Study EIS Characteristics (continued)
O
Two principal methods of use
-
Retrieve reports
-
Conduct analyses
O
Support organization
-
EIS coach
-
EIS chauffeur
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Putting Computer Use in Perspective
Two key points:
1. Computer use is personal
2. Computer produces only a portion of the
executive's information
A Suggested Program
1. Take an inventory
2. Stimulate high-value sources
3. Take advantage of opportunities
4. Tailor the system to the executive
5. Take advantage of technology
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Personal
computer
Make
corporate
information
available
Information
requests
Executive
database
Corporate
database
Electronic
mailboxes
Software
library
Current news,
explanations
External
data and
information
Information
displays
Executive workstation
Corporate mainframe Corporate mainframe
To other
executive
workstation
To other
executive
workstation
An EIS Model
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Dialogue Between the Executive and the EIS
O
Typically by a series of menus, keyboarding is minimized
O
Drill down to specific information needed from the overview
level
Incorporation of Management Concepts
O
Critical success factors
O
Management by exception
O
Mental model
-
Information compression
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
EIS Implementation Decisions
Three Key Questions:
1. Do we need an EIS?
2. Is there application-development software available?
3. Should we purchase prewritten EIS
software?
Advantages of Prewritten Software
1. Fast
2. Doesn't strain information services
3. Tailored to executives
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
EIS Critical Success Factors
-Rockart and David DeLong
1. Committed/informed executive sponsor
2. Operating sponsor
3. Appropriate information services staff
4. Appropriate information technology (IT)
5. Data management
6. Link to business objectives
7. Manage organizational resistance
8. Manage the spread and evolution
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Prerequisite Activities for the EIS
Purchasing and
Performance
Systems
Information
technology standards
Informatio
n
needs
Analysis of
Organization
Information
Systems
Plan
Corporate
data
model
EIS
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Future EIS Trends
O
Use will become commonplace
O
Decreasing software prices
O
Will influence MIS/DSS
O
The computer will always play a support
role
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Marketing Information
Systems
Copyright 1998 Prentice-Hall, Inc.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Introduction
O
Marketing was the first functional area to exhibit
an interest in MIS
O
The marketing information system has three
subsystems; the accounting information system,
marketing research, and marketing intelligence
O
Functional information systems: the conceptual
systems should be "mirror images" of the physical
systems
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Functional information systems
Marketing
information
system
Manufacturing
information
system
Finance
information
system
Human resource
information
system
Marketing
function
Manufacturing
function
Finance
function
Human
resources
function
Physical system of the firm
Functional Information Systems Represent
Functional Physical Systems
Information
resource
information
system
Information
Services
function
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Marketing Principles
O
Marketing mix :Product, Promotion, Place,
Price
The Marketing Information System (MKIS)
O
Kotler's marketing nerve center
O
3 information flows :Internal, Intelligence (from
environment), Communications (to environment)
Firm
Environ-
ment
Marketing intelligence
Marketing communications
Internal
marketing
information
Kotler’s Information Flows
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Marketing Information System (MKIS) Definition
A computer-based system that works in conjunction with other
functional information systems to support the firm's
management in solving problems that relate to marketing the
firm's products.
An MKIS Model
O
Output

product

place

promotion

price

integrated mix
O
Database
O
Input

AIS

marketing research

marketing intelligence
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Input
subsystems
Output subsystems
D
A
T
A
B
A
S
E
Accounting
information
system
Marketing
research
subsystem
Marketing
intelligence
subsystem
Internal sources
Environmental sources
Product
subsystem
Place
subsystem
Promotion
subsystem
Price
subsystem
Integrated-
mix
subsystem
Users
Data Data Information Information
Marketing Information System Model
Marketing Information System Model
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Accounting Information System
O
Sales order data is input.
O
AIS provides data for
¤
Periodic reports
¤
Special reports
¤
Mathematical models and knowledge-based
models
Marketing Research Subsystem
O
Gathered from customers and prospects
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Primary versus Secondary Data
O
Primary data are collected by the firm
O
Examples of primary data
¤
Survey
¤
In-depth interview
¤
Observation
¤
Controlled experiment
O
Secondary data
¤
Mailing lists
¤
Retail sales statistics
¤
Video retrieval systems
O
Some secondary must be bought and some is free
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Marketing Research Software
O
Graphics packages (print maps)
O
CATI (computer-aided telephone interviewing) where
the computer displays the next question to ask
O
Statistical analysis
Marketing Intelligence Subsystem

O
Ethical activities aimed at gathering information
about competitors
O
Each functional information system has an
intelligence responsibility
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Sales
Volume
STAGES
Introduction
Growth
Maturity Decline
Should the
product be
introduced
Should the product strategy
be changed
Should the
product be
deleted
The Product Life Cycle and Related Decisions
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
New Product Evaluation Model
O
New product committee
O
Explicitly considers production as well as
marketing
O
Lists decision criteria and their weight
Place Subsystem
O
Channel of distribution may be short or long
O
Material, money, and information flow through the
distribution channel

Resource flows

Feedforward information

EDI fits in here
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Material, Money, and Information Flow
Two-way information flow
Supplier Supplier
Manu- Manu-
facturer facturer
Whole- Whole-
saler saler
Retailer Retailer Consumer Consumer Material Material Material Material
Money Money Money Money Money Money Money Money
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Integrated-Mix Subsystem
O
BRANDAID Model
¤
Solid arrows: influences
¤
Dashed arrows: responses
O
Environmental and retailer influence on
the consumer
¤
Individual influences
¤
Combined influences
O
Unexpected influences
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Product
Price
Advertising
Promotion
Price-off coupons
Premiums
Samplings
Package:
Graphics &
function
Assortment
Sales
Availability

Price

Promotion
Advertising
Product
Price
Advertising
Promotion
Price-off coupons
Premiums
Sampling
Package:
Graphics &
function
Assortment



Seasonal Seasonal
trend trend



Manufacturer
Manufacturer
Retailer
Retailer
Competitor
Competitor Environment
Environment
Consumer
Consumer
BRANDAID
Sales Sales
Distribution Distribution
Price
Trade promotion
Salespersons
Pacakge assortment
Price
Trade promotion
Salespersons
Pacakge assortment
Sales Sales
Distribution Distribution
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
The MKIS in Fortune 500 Firms
O
Preprocessed information 71% of 1990 firms
O
Mathematical modeling
¤
Generally down. Reason is unknown.
O
Support for management levels

Models

Overall
O
Support for management functions
O
Support for the marketing mix
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
How Managers Use the MKIS
Integrated
Product Place Promotion Price Mix
Vice-pres of marketing X X X X X
Other executives X X X X X
Brand managers X X X X X
Sales manager X X
Advertising manager X X
Manager mktg resrch X X X X X
Manager of product planning X
Manager of physical distribution X
Other managers X X X X X
Subsystem
Subsystem
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Manufacturing Information
Systems
Copyright 1998 Prentice-Hall, Inc.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Computers in the Physical System
O
CAD (computer-aided engineering)
º
Design database
O
CAM
O
Robotics
The Computer As an Information System
O
Reorder point (ROP) systems

Know terms: reorder point, stockout, lead
time, safety stock

ROP formula: R = LU+S

Still used by many firms. It is especially well
suited to retail inventories.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Reorder Point (ROP) Systems
O
Know terms: reorder point, stockout, lead
time, safety stock
O
ROP formula: R = LU+S
O
Still used by many firms. It is especially
well suited to retail inventories
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Material Requirements Planning (MRP)
Components:
1. Production scheduling system -- produces a master
production schedule that encompasses the longest lead
time plus the longest production time.
2. MRP system -- explodes the bill of materials. Converts
the gross requirements into the net requirements.
3. Capacity requirements planning system works with MRP
system to keep production within plant capacity.
Produces outputs: reports and planned order schedule.
4. Order release system produces reports for shop floor and
purchasing.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Customer
order file
Sales
forecast
file
Finished-
goods
inventory
file
Produc-
tion
capacity
file
Bill of
material
file
Planned Planned
order order
schedule schedule
Raw
materials
inventory
file
1.Production
scheduling
system
2. Material
requirements
planning
system
3. Capacity
requirements
planning
Purchasing
system
Order release
report
4.Order
release
system
Order release
report
Shop floor
control
system
Performance reports
Planning reports
Exception reports
Changes to
planned orders
An MRP System
Master
produc-
tion
schedule
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Manufacturing Resource
Planning (MRP-II)
O
The purpose is to integrate MRP with all
systems that affect materials management
O
Organizational systems
O
Accounting information system
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Material
requirements
planning
Executive
information
system
Order
entry
Accounts
payable
Accounts
receivable
General
ledger
An MRP II System
An MRP II System
Other functional
information systems
Purchasing
Receiving Billing
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
MRP-II Benefits
O
More efficient use of resources
¤
Reduced inventories
¤
Less idle time
¤
Fewer bottlenecks
O
Better priority planning
¤
Quicker production starts
¤
Schedule flexibility
O
Improved customer service
¤
Meet delivery dates
¤
Improved quality
¤
Lower price possibility
O
Improved employee moral
O
Better management information
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Just-In-Time (JIT)
Faster material flow
O
Small lot size
O
Timing
O
Compare JIT to online processing and MRP to batch
O
Kanban pulls material as opposed to MRP push
O
Computer not emphasized
Manufacturing Information System
O
Definition (same components as marketing)

A computer-based system that works in conjunction
with other functional information systems to support
the firm's management in solving problems that relate
to manufacturing the firm's products
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
D
A
T
A
B
A
S
E
Accounting
information
system
Industrial
engineering
system
Manufacturing
intelligence
subsystem
Production
subsystem
Inventory
subsystem
Quality
subsystem
Cost
subsystem
Internal
sources
Environmental
sources
Input Input
subsystems subsystems
Output Output
subsystems subsystems
Users
Data Information
A Model of a Manufacturing System
A Model of a Manufacturing System
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Industrial Engineering Subsystem
O
The industrial engineer
O
Studies physical and conceptual systems
O
Sets production standards
Manufacturing Intelligence Subsystem
O
Can be viewed in terms of environmental contacts
O
Labor unions (personnel flow)

formal and informal systems

personnel information

union contract compliance
O
Suppliers (material and machine flow)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Labor Unions Labor Unions


Suppliers Suppliers

Employment Employment
agencies agencies

College & College &
universities universities

Trade Trade
schools schools
Government Government
Global Global
community community
Competitors Competitors
Industrial relations Industrial relations
department department
Strategic level
management
Human
resources
department
Employees
Manufacturing
management
Personnel Personnel
requests requests
Applicant Applicant
data data
Union contract Union contract
performance performance
Formal flow Formal flow
Informal flow Informal flow
Flow of Labor Information
Flow of Labor Information
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
A Formal Supplier Selection
Process
1. Questionnaire
Production capability
Emphasis on quality
2.Financial analysis
Long-term reliability
3.Buyer tour of supplier's plant
4.Suppliers tour the firm's plant
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


Units replaced or repaired because
of defective parts, supplier spare
parts availability, and so on
Units rejected upon receipt, units
rejected during production,
reasons for rejection, and so on
Customer
service input
Quality
control input
Supplier
input
Financial strength, quality control
emphasis, past quality and delivery
performance, and so on
Supplier
file
Input to Supplier Records
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Production Subsystem
Used to:
1. Build production facilities
2. Operate production facilities
O
Production schedule determines when the
production steps are performed
O
Track expected and actual completion
times
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Inventory Subsystem
O
Importance of determining the inventory
level
O
Maintenance cost (carrying costs)
O
Purchasing costs
O
Economic Order Quantity (EOQ)
O
Economic manufacturing quantity (EMQ)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Quality Subsystem
O
Deming’s fourteen points; maintained that
it is not workers but management that
determines quality
O
Total quality management (TQM)
O
Elements of TQM
¤
zero defects
¤
quality at the source
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
TQM Philosophy
*Customer-driven
quality standards
*Customer-supplier
links
*Prevention
orientation
*Quality at the
source
*Continuous
improvement
Total
Quality
Management
Graphical Tools
*Process flowcharts
*Check sheets
*Pareto analysis
and histograms
*Cause and effect
(fishbone) diagrams
*Run charts
*Scatter diagrams
*Control charts
Statistical
Tools
*Sampling plans
*Process
capability
*Taguchi
methods
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
A Quality Environment
O
Top management commitment
O
Annual quality targets
O
A fine-tuned physical system
¤
Maintained machines
¤
Neat facilities
¤
Trained workers
O
Emphasis on raw material
Cost Subsystem
O
Periodic reports
O
Required ingredients
1. Standards
2. Information
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Subsystem
User Inventory Quality Production Cost
Vice president of manufacturing
Other executives
Plant Superintendent
Manager of planning and control
Manager of Engineering
Manager of quality control
Director of purchasing
Manager of inventory control
Other managers
How Managers Use the
Manufacturing Information System
X X X X X X
X X
X X
X X
X X
X X
X X X X X X
X X X X
X X X X X X X X
X X X X X X
X X X X X X X X
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Computer-Integrated Manufacturing
O
The philosophy that all production and
information technologies must work
together
O
Includes both physical and conceptual
systems
O
CAD is the link
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
CIM Includes Both Physical and Conceptual
Concepts
The
Physical Production
System
The CBIS
CAM
Robotics
CAD
Executive
Information
System
Other
functional
information
systems
Manufacturing
Information
System
Legend :
Physical System
Conceptual system
Both physical and conceptual system
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Atre, S. 1988. Database: Structured Technique for Design,
Performance, and Management. John Wiley & Sons,
New York.
Fl aatten, O. Per, Donal d J. McCubbrey, P.D.
O’ Ri ordan, & Kei th Burgess. 1992. Foundations of
Business Systems. 2
nd
Ed. Andersen Consulting, Arthur
Andersen & Co. S.C., Orlando, FL.
McLeod, Raymond Jr. 1995. Management Information
Systems: A Study of Computer-Base Information
System. 5
th
Ed. MacMillan Publishing Company, New
York.
Scott, George M. 1986. Principles of Management
Information Systems. McGraw-Hill Book Company, New
York.

Definisi :
“Sekumpulan Unsur/ elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan” “Suatu jaringan kerja dari prosedurprosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu”

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Komponen/elemen (Component) Batas Sistem (Boundary) Lingkungan Luar (Environment) Penghubung (Interface) Masukan (Input) Pengolah (Process) Keluaran (Output) Sasaran (Objective) /Tujuan (Goal)

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

• Abstract System & Physical System • Natural System & Human Made System • Deterministic System & Probabilistic System • Closed System & Open System

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

System Software System Management Programs System Support Programs System Development Software Application Software General Purpose App. Programs Application Specific Programs

Software

Hardware CPU, Monitor, Keyboard, Printer, Mouse, Plotter, sacnner, ..... Brainware Database, Administrator, Sistem Analis, Programmer, Operator
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Brainware Brainware Application Software System Software Computer Hardware SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Hubungan Hardware. Software.

Mcleod Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang Jenis Informasi . Tepat Waktu. Formal dan Informal Ciri-ciri Informasi Terbaru. Konsisten dan Penyajian dalam bentuk yang sederhana Penggunan Informasi  Low Level Managers  Middle Level Managers  Top Level Managers SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .INFORMASI Definisi: R. Relevan.

INFORMASI menurut pakar Menurut Gordon B. Burch : Informasi adalah hasil pembentukan penyusunan. Davis : Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang Menurut Jhon G. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . pengorganisasian atau pengubahan data yang menambah tingkat pengetahuan.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Hubungan Data dan Informasi  Data bersifat objektif  sangat bergantung bagi si penerimanya.

Mcleod Sistem Informasi merupakan sistem yang empunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .SISTEM INFORMASI Definisi Adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian. bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan R. mendukung operasi.

Inc 1992 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .KONSEP DASAR INFORMASI  Raymond Mcleod menyatakan tentang informasi sebagai berikut. by Prentice-Hall. Jr. Management Information System A Study Of Computer-Base Information System 6 th edition. “Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang ” 4)  Jenis-jenis informasi    Formal : yang dihasilkan dari dalam organisasi  Informal : yang berasal dari luar organisasi  Terbaru  Tepat Waktu  Relevan  Konsisten  Penyajian dalam bentuk yang sederhana  Low Level Managers  Middle Level Managers  Top Level Managers  Ciri-ciri Informasi       Penggunaan Informasi    -----------------------------------------------------------------------------4) Raymond McLeod.

Fungsi-fungsi Informasi  Adapun   fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut: Untuk meningkatkan pengetahuan bagi sipemakai Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pemakai Mengambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

DATA DAN DATABASE   Data :  Definisi Data  Komponen atribut nilai  Hirarki data Database :  evolusi file  definisi database  tujuan pendekatan database  arsitektur database  data model  data sharing  Integritas SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

angka dan simbol yang dibentuk dan diolah menjadi informasi (Scott)  Gambaran / Fakta secara relatif belum berarti bagi si penerima (Davis)  Penggambaran fakta. bilangan.DATA  Sekumpulan fakta. pengertian atau instruksi yang disampaikan. dimengerti dan diolah oleh manusia atau peralatan yang digunakan. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

HUBUNGAN DATA DAN DATABASE  Jenis data pada sistem database  keuntungan pemakaian sistem database  kerugian pemakaiana sistem database  Istilah yang dipergunakan dalam sistem database SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

DBMS (Database Management Systems)
 Definisi

DBMS  Bahasa dalam DBMS  Fungsi DBMS  Komponen DBMS  Perbedaan Tradisional file management (FMS) dengan Database Management Systems (DBMS)

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Klasifikasi Sistem

Suatu Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudat padang, yaitu;
 Sistem Abstrak (Abstract System), adalah sistem yang tidak tampak secra fisik, karena hanya berupa pemikiran atau ide-ide. Contoh, sistem Teologia yang merupakan suatu sistem yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan.  Sistem Fisik (Physical System), adalah sistem yang tampak secara fisik. Contoh, Sistem Komputer, Sistem Produksi, Sistem Pendidikan dll  Sistem Alamiah (Natural System), adalah sistem yang terjadi dari proses-proses alam. Contoh Sistem Geologi.  Sistem buatan Manusia (Human made system), adalah suatu sistem yang dirancang atau didisain oleh manusia. Contoh Sistem Informasi.  Sistem Deterministik (Deterministic System), adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diramalkan. Interaksi antar elemen-elemen dapat diteteksi, sehingga outputnya juga dapat diramalkan. Contoh sistem kompputer  Sistem Probabiltas (Probabilistic System), adalah sistem yang tidak bisa diramalakan Contohnya Sistem Manusia.  Sistem Tertutup (Closed System), adalah sistem yang tidak berhubungan dengan lingkungan luarnya.  Sistem Terbuka (Open System), adalah sistem yang berhubungan atau dipengaruhi oleh lingkungan luarnya.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

KONSEP DASAR SISTEM

Menurut Gordon B. Davis (1984) menyatakan bahwa:
“Sebuah sistem terdiri dari bagain-bagian yang saling berkaitan ynag beroperasi bersama untuk mencapai beberapa sasaran atau maksud”. 1)

Pedapat yang serupa tentang dikemukan oleh Raymond Mcleod menyatakan
“Sistem adalah himpunan dari unsur-unsur yang saling berkaitan sehingga membentuk sautu kesatuan yang utuh dan terpadu” 2)

Jerry FitzGerald, menyatakan
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling behubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertenu” 3)

Maka dari definisi-definisi diatas maka dapat disimpulkan:
“Sistem adalah adalah kumpulan elemen yang terdiri dari manusia, mesin, prosedur, dokumen, data atau elemen lain yang terorganisir dari elemen-elemen tersebut untuk mencapai suatu tujuan”.

---------------------------------------------------------------  

1) Gordon B. Davis, Margrethe H. Olson Managemen Information System: Conceptual Foundations, structure, and Development. Tokyo: McGraw-Hill Kogakusha, International Student Edition, 1984, hal 5 2) Raymond McLeod, Jr, Management Information System A Study Of Computer-Base Information System 6 th edition, by Prentice-Hall, Inc 1992 3) Jerry FitzGerald, Ardra F. FitzGerald, Warren D. Stallings, Jr.. Fundamentals of Systems Analysis (edisi kedau; New York: Jhon Willy & Sons, 1981), hal 5.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Karakteristik / Sifat Sistem
        

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yaitu; Komponen/Elemen (component) Batas sistem (boundary) Lingkunga luar sistem (environment) Penghubung (interface) Masukan (input) Pengolah (proces) Keluaran (output) Sasaran (ovjective) atau tujuan (goal)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Contoh sistem …
 Sistem

Komputer, terdiri dari elemen hardware, software, brainware  Sistem Akuntasi  Sistem Transfortasi, terdiri dari elemen jalan,kendaraan,manusian

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SISTEM INFORMASI menurut pakar …   Mcleod (1992) mengemukan pendapat mengenai sistem informasi yaitu:  “Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi” Gordon B. Davis dalam bukunya yang berjudul Management Information System. mengemukan pendapatnya sbb.  “Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem manusia atau mesin yang terpadu untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi manajemen dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi” SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi kepuasan pemakai. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan. keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan keluwesan. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :     harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan/ pengambilan keputusan harus mempunyai nilai surprise. Taggart juga membahas tentang informasi dalam lingkungan sistem informasi ini. Menurutnya.SISTEM INFORMASI menurut pakar …   Bryce juga menyatakan bahwa “sistem informasi adalah suatu rangkaian proses bisnis yang secara logis saling berhubungan untuk mencapai tujuan organisasi”. pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai manajemen informasi yang efektif. operasi manajemen. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi.  Brooker. yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. dkk menyatakan bahwa sistem informasi yang menghasilkan informasi dengan persyaratan di atas harus mempunyai beberapa sifat seperti :     pemrosesan informasi yang efektif. Dengan kata lain. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang masuk.

mengubah. bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. mendukung operasi.   Bila istilah sistem dan informasi digabung menjadi sistem informasi. mengambil. Sistem ini menyimpan. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI  Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian. mengolah dan mengkomuni kasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya. maka  “Sistem informasi adalah suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan”.

menyimpan dan mengakses data. yaitu:        Blok Masukan (Input block). yang digunakan untuk menerima input. adalah kombinasi prosedur. menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara menyeluruh. logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. Blok Keluaran (Output block).  Sistem Informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan blok bangunan (building block).Komponen Sistem Informasi. adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem Blok Teknologi (Technology block). keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu sama lainnya membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. adalah data-data yang masuk ke dalam sistem Blok Model (Model block). menjalankan model. tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Sebagai suatu sistem. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Blok Kendali (Control block). merupakan kotak alat dalam sistem informasi. adalah pengendalian yang dirancang secara khusus untuk menangulangi gangguan-gangguan terhadap sistem. Blok Basis Data (Database block). merupakan kompulan dari data yang saling berhubungan satu sama lainnya.

PERAN DASAR SISTEM INFORMASI DALAM BISNIS  Mendukung proses dan operasi bisnis  Mendukung pengambilan keputusan para pegawai dan manajernya  Mendukung berbagai strategi untuk keunggulan kompetitif SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

MODEL UMUM SISTEM UMPAN BALIK INPUT PROSES OUTPUT TUJUAN KENDALA KONTROL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

KLASIFIKASI SISTEM 1. 2. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system).

KOMPONEN SISTEM INFORMASI INPUT MODEL OUTPUT TEHNOLOGI DATABASE CONTROL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

MODEL BLOK PROSEDUR MODEL LOGIKA MODEL MATEMATIK SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

TEHNOLOGI BLOK MENERIMA INPUT TEHNOLOGI MENJALANKAN MODEL SIMPAN DAN AKSES DATA HASIL DAN KIRIM OUTPUT CONTROL PROSES & CONTROL SISTEM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

INPUT BLOK METODE INPUT MEDIA INPUT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

OUTPUT BLOK DOCUMENT OUTPUT OUTPUT INFORMASI BERKUALITAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

KENDALI BLOK OPERASIONAL SISTEM CONTROL CEGAH DAN TANGANI KESALAHAN DAN KEGAGALAN SISTEM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

DATABASE BLOK HARDWARE DATABASE DATA SOFTWARE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

BAHASA PEMROGRAMAN : V. c. Novell Netware. b. GL. prosedur sistem pengendalian intern SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . dll UTILITY : anti virus. c. C++. dll. HARDWARE : komputer.Office. dan teknologi jaringan SOFTWARE a. Linux. d. d. OPERATING SYSTEM : Windows. 4. BRAINWARE : a.PERANGKAT SISTEM INFORMASI 1.Foxpro. Corel Draw. b. dsb. printer. dll APLIKASI : Ms. CLERICAL PERSONNEL FIRST LEVEL MANAGER STAFF SPECIALIST MANAGEMENT 3. PROSEDUR : Manual book. Disk Doctor. Norton Utility. 5. nota. 2. DATA : dokumen bukti transaksi. dll. Pascal. kuitansi.

PENGAWASAN OPERASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMROSESAN TRANSAKSI DAN RESPON PERMINTAAN MIDDLE MANAGEMENT LOW MANAGEMENT OPERATOR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . KEBIJAKAN TOP DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAGEMENT PERENCANAAN TAKTIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERENCANAAN.PENGELOLA SISTEM INFORMASI PERENCANAAN STRATEGIS.

Operator sistem tidak mengikuti prosedur pengolahan yang benar. Pemeriksaan atau pencatatan.HUMAN ERROR        Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat. Kesalahan dalam prosedur pengolahan. Salah dalam menggunakan dokumen induk / file induk. Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Kehilangan data atau data tidak terolah.

termasuk fasilitas dan energi)  Methode (Metode/cara)  Informasi (termasuk data) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .SUMBER DAYA Manajer mengelola sumber daya sbb :  Man (Manusia)  Money (Uang)  Material (Bahan baku)  Machine (Mesin.

MENGELOLA INFORMASI  Manajer mengelola sumber daya fisik juga sumber daya konseptual  Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna  Manajer juga memastikan orang yang layak dalam organisasi untuk menerima informasi tersebut dalam bentuk yang tepat sehingga dapat dimanfaatkan.  Manajer akhirnya juga membuang informasi yang tidak berguna lagi dan menggantikannya dengan informasi yang mutakhir dan akurat SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

MANAJEMEN INFORMASI  Memperolah informasi  Menggunakan informasi dengan efektif dan efisien  Membuang informasi pada saat yang tepat SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

PERHATIAN MANAJEMEN INFORMASI  Kompleksitas kegiatan bisnis yang meningkat :  Pengaruh ekonomi internasional  Persaingan dunia  Kompleksitas teknologi yang meningkat  Batas waktu yang singkat  Kendala-kendala sosial  Kemampuan komputer yang semakin baik SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

PENGGUNA KOMPUTER  MANAJER  NON-MANAJER  ORANG-ORANG DAN ORGANISASI DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

1914)  PLANNING  ORGANIZING  ACTUATING  STAFFING  CONTROLLING SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN (Henry Fayol.

PERAN MANAJERIAL (MINTZBERG)  INTERPERSONAL ROLES    Figurehead Leader Liaison Monitor Disseminator Spokeperson Enterpreneur Disturbance handler Negotiator SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  INFORMATIONAL ROLES     PERAN KEPUTUSAN    .

manajer melaksanakan tugas-tugas seremonial. seperti mendampingi perjabat yang berkunjung meninjau fasilitas Leader. manajer menjalin hubungan dengan orangorang diluar unit manajer tersebut – rekan kerja dan lainnya dilingkungannya dengan tujuan menyelesaikan masalah bisnis. Liaison.INTERPERSONAL ROLES    Figurehead. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . manajer memelihara unit dengan memperkerjakan dan melatih staf serta menyediakan motivasi dan dorongan.

Disseminator. Indera manajer mengamati aktivitas intern unit dan lingkungannya. manajer meneruskan informasi yang berharga kepada oranglain didalam unitnya. manajer secara tetap mencari informasi mengenai kinerja unit. Spokeperson.INFORMATIONAL ROLES    Monitor. manajer meneruskan informasi yang berharga kepada orang-orang diluar unit-pimpinan dan orang-orang dilingkungannya SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

PERAN KEPUTUSAN

Enterpreneur, manajer membuat perbaikan-perbaikan yang cukup permanen pada unit seperti mengubah struktur organisasi. Disturbance handler, manajer bereaksi pada kejadian-kejadian tidak terduga, seperti devaluasi dolar di negara asing yang menjadi tempat operasi perusahaannya. Resource Allocator, manajer mengendalikan pengeluaran unitnya, menentukan unti bawahannya mana yang mendapatkan sumber daya. Negotiator, manajer menengahi perselisihan baik didalam unitnya maupun antar unit dilingkungannya.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

KEAHLIAN MANAJEMEN

Keahlian komunikasi, dengan menggunakan :

Keahlian pemecahan masalah

Media lisan
Rapat terjadwal  Rapat tdk terjadwal  Telepon  Voice mail  Kunjungan  Acara makan bisnis

Media tertulis

Kegiatan yang mengarah pada solusi suatu masalah (problem solving) Dalam problem solving, manajer terlibat dalam pengambilan keputusan (decision making), yaitu tindakan memilih yang tepat

Laporan komputer  Laporan non-komputer  Surat dan memo  Surat elektronik (e-mail)  Terbitan berkala SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

PENGETAHUAN MANAJEMEN

Mengerti komputer (computer literacy)
 

Mengenai istilah-istilah komputer Pemahaman mengenai keunggulan dan kelemahan komputer Kemampuan menggunakan komputer Mengerti bagaimana menggunakan informasi pada tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah Mengerti bagaimana memperoleh informasi Bagaimana membagi informasi kepada orang lain
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Mengerti informasi (information literacy)

 

PANDANGAN SISTEM
1.

2.

3.

4.

5.

Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian pekerjaannya. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik. Menekankan pentingnya kerjasama semua bagian dalam organisasi. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya. Memberikan penilaian yang tinggi pda informasi umpan balik yang hany dapat dicapai dengancara sistem lingkaran tertutup.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

TUJUAN SIM
Menyajikan informasi untuk pengambilan keputusan pada perencanaan, pengorganisasian, pengendalian kegiatan operasi subsistem suatu perusahaan dan menyajikan sinergi organisasi pada proses.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

REVOLUSI TEKNOLOGI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERUBAHAN PRODUK LEDAKAN INFORMASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 2.MASALAH BISNIS 1. 4. 3.

dihubungkan pada kom puter sentral  PC atau terminal lain. dihubungkan pada distributed computer system  PC atau terminal lain.PENGGUNAAN HARDWARE OLEH MANAJER  Stand alone personel computer (PC)  PC atau terminal lain. dihubungkan pada Local Area Network  Lain-lain SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

PENGGUNAAN SOFTWARE OLEH MANAJER  Spreadsheet / pembuat laporan keuangan  Pengolah kata (word processing)  Aplikasi database  Aplikasi grafis  Paket lain atau program jadi  Menulis/menyempurnakan/menjalankan program sendiri  Elektronic mail/komunikasi  Aplikasi lain SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

PERAN-PERAN KEPUTUSAN (DECISION ROLES)  Resource allocator  Enterpreneur  Disturbance handler  Negotiator SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

TAHAP PEMECAHAN MASALAH  Mengidentifikasi permasalahan  Menciptakan tindakan alternatif  Mengevaluasi hasil setiap alternatif  Memberi peringkat pada alternatif dan memilih satu  Menerapkan alternatif yang dipilih SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

PENTINGNYA SUBSISTEM CBIS  Sistem pelaporan informasi  Sistem informasi eksekutif  Sistem pendukung keputusan  Sistem informasi akuntansi  Sistem informasi kantor  Sistem pakar / kecerdasan buatan  Lain-lain SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Perbaiki pengawasan. . 6. 2. 14. 9. Hilangkan standar kerja berdasarkan kuota jumlah. 3. Singkirkan halangan antar para pekerja dan hak mereka untuk bangga dalam pekerjaan mereka. Lembagakan metode-metode modern dalam pelatihan kerja. 5. Hapuskan poster-poster dan sloganslogan. Tetapkan tujuan inovasi dan perbaikan yang terus menerus Ambil filosofi baru. 10. Kerjakan dan tunjukkan orang-orang bagaimana caranya. 8. Gunakan metode statistik untuk menemukan titik-titik permasalahan. karena tidak membantu memecahkan masalah. 12. 7.KONSEP MANAJEMEN KUALITAS 1. Hentikan praktek memberikan bisnis berdasarkan harga. 4. karena mengabaikan kualitas dan membatasi produksi. Ciptakan struktur manajemen puncak yang akan menekankan pokok-pokok ini setiap SISTEM INFORMASI MANAJEMEN hari. lakukan apa yang tepat bagi perusahaan. Usir rasa takut. Hilangkan halangan antar departemen serta halangan dengan pemasok dan pelanggan sehingga ada komunikasi terbuka dan efektif. Lembagakan berbagai program pelatihan kembali untuk mengejar perubahan dan perkembangan baru. 13. persyaratkan bukti statistik bahwa kualitas sudah terpasang. 11. jangan hanya menyerahkan kuantitas yang diisyaratkan. kita tidak dapat menerima kekurangan dan kesalahan lama Hentikan ketergantungan pada inspeksi masal. sehingga orang-orang merasa aman untuk mengungkapkan permasalahan dan meminta informasi.

DIMENSI KUALITAS PRODUK  Kinerja  Features  Keandalan  Kesesuaian  Daya tahan  Kemudahan perbaikan  Keindahan  Persepsi terhadap kualitas SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

DIMENSI-DIMENSI KUALITAS JASA  Berwujud  Keandalan  Responsif  Kepastian  empaty SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

3. Mengidentifikasi pelanggan sistem informasi Mendefinisikan kebutuhan kualitas pelanggan Menetapkan metrik kualitas Mendefinisikan strategi kualitas sistem informasi Menerapkan program-program kualitas sistem informasi Memantau kinerja kualitas sistem informasi SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 5. 2.MANAJEMEN KUALITAS DALAM JASA SISTEM INFORMASI 1. 6. 4.

KERUGIAN KUALITAS YANG BURUK  Kehilangan bisnis  Tuntutan hukum  Kehilangan produktivitas  biaya-biaya :  Biaya kegagalan  Biaya penilaian  Biaya pencegahan SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

dan mendefinisikannya dalam hal kualitas. Penurunan biaya digabungkan dengan pangsa pasar yang lebihluas akan menghasilkan biaya yang lebih murah daripada pesaing. Nilai yang relatif lebih tinggi menghasilkan kenaikan dalam pangsa pasar. produk tersebut dianggap memiliki nilai yang relatif lebih tinggi. perusahaan dapat mengikuti spesifikasi pelanggan lebih baik daripada para pesaing. Efektivitas ini menghasilkan penurunan biaya dengan memproduksi produk yang dibutuhkan secara benar sejak pertama kali. Penelitian pemasaran mengidentifikasikan kebutuhan tersebut. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Karena dianggap lebih berkualitas dan harganya lebih tinggi. pelanggan bersedia membayar harga yang relatif lebih tinggi daripada harga pesaing. Gabungan dari keunggulan relatif dibidang harga. pangsa pasar dan biaya menciptakan profitabilitas dan pertumbuhan.KEUNTUNGAN KUALITAS YANG BAIK           Pasar yang dilayani oleh industri mencakup pelanggan-pelanggan dengan kebutuhan produk dan jasa tertentu. Berkat program kualitasnya. Pelanggan menganggap produk dan jasa perusahaan lebih berkualitas dari pesaingnya. Karena dianggap lebih berkualitas.

KOMPETENSI PEKERJA IT           Memperhatikan efektivitas Berinisiatif Antusias pada pekerjaan Percaya diri Memperhatikan dampak dari suatu tindakan Kecakapan membina hubungan antar pribadi Pemikiran konseptual Pemikiran analitis Komunikatif efektif fleksibilitas SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

kerjasama usaha dalam sebuah perusahaan dengan para pelanggan.Internet dan jaringan pendukung e-business  E-commerce. pemasok dan pihak lain yang berkepentingan (stakeholder)  Internet dan jaringan bisnis dalam perusahaan  intranet  Antara perusahaan dan mitra dagangnya  ekstranet SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

PERAN E-BUSINESS DALAM BISNIS  Merkayasa ulang proses bisnis internal  Mengimplementasikan sistem e-commerce dengan para pelanggan dan pemasok mereka  Meningkatkan kerja sama perusahaan antar anggota tim bisnis dan kelompok kerja SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Komputerisasi  Mengapa perlu komputerisasi ?  Apa keuntungan penggunaan komputer?  Apa beda pengolahan data manual dengan komputerisasi ? SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

di-summarize dsb SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Mengapa perlu komputerisasi ?        Karena keinginan bisnis yang berkembang Kebutuhan proses pengolahan data yang segera dan terus menerus Mempercepat pekerjaan pengetikan dokumen Membuat laporan sesegera mungkin Penyimpanan data yang lebih efektif dan efisien Data disimpan secara digital sehingga dapat digunakan untuk pembuatan laporan lain Data dapat dikelompokkan. diurutkan.

tepat dan akurat  Mudah dipertanggungjawabkan  Proses Tidak lelah  Efektif dan efisien  Menyimpan data lebih besar  Data mudah disimpan dan diakses  Terprogram SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Apa keuntungan penggunaan komputer ?  Cepat.

tidak efektif dan kurang efisien Membutuhkan dokumen arsip yang banyak sehingga sulit dalam penyimpanan data Proses data tidak maksimal karena pekerjanya sering lupa dan mudah lelah Kesalahan perhitungan  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Pengolahan data manual    Pekerjaan secara manual mudah terjadi kesalahan (human error).

sistem komputer. utilitas dan bahasa pemrograman yang diperlukan Bekerja secara teknis dan harus tepat dalam pembuatan instruksi-instruksi program Programmer bekerja tidak berhubungan dengan banyak orang tetapi terbatas pada sesama programmer dan sistem analis yang mempersiapkan spesifikasi programnya. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Programmer      Adalah orang yang menulis kode program untuk suatu aplikasi tertentu berdasarkan rancang bangun yang telah dibuat oleh sistem analis Bertanggung jawab atas pembuatan program komputer Memiliki pengetahuan terbatas pada tehnologi komputer.

bila ditinjau dari prosedur dan urutan kerjanya. Program disusaikan dengan prosedur pengolahan data dan mewakili proses manual. disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan sebuah proses sesuai dengan tujuannya.Program komputer   Adalah rangkaian instruksi dalam bahasa yang dipahami oleh komputer. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . namun lebih mudah mengaturnya dalam sistematika yang lebih praktis.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 129)  informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalah-pamasalah. hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.Sistem analis (Jogiyanto “Analisis & Disain” hal. kesempatankesampatan.

Definisi Sistem Analis  Satu orang atau lebih yang menggunakan pengetahuan aplikasi komputer yang dimilikinya untuk memecahkan masalah-masalah bisnis. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . dibawah petunjuk manajer sistem  Satu orang atau lebih yang bertanggung jawab menterjemahkan kebutuhan-kebutuhan sepemakai sistem (user) kedalam spesifikasi teknik yang diperlukan oleh programmer dan diawasi oleh manajemen.

Fungsi Sistem Analis  Mengidentifikasikan masalah-masalah dari pemakai/user  Menyatakan secara spesifikasi sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user  Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah  Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permintaan user SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

file yang berkaitan dengan sistem yang berjalan  Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi) dari sistem yang berjalan kepad user  Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi-aplikasi untuk penerapan pada komputer  Menganalisis dan menuyusun biaya-biaya dan keuntungan dari sistem yang baru  Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yang baru SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . dokumen.Tugas-Tugas Umum Sistem Analis  Mengumpulkan dan menganalisis formulir.

 Merancang pola pengawasan terhadap data yang bersifat sangat penting  Menyusun file-file untuk digunakan dalam komputer. dan sistem flow diagram untuk merancang sistem baru secara detail. Structured Analysis and Design Technique (SADT). SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . agar sistem baru dapat berjalan efektif  Merancang bentuk Output dan Input agar memudah dibaca oleh user  Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yang dilakukan oleh sistem analis dalam merancang sistem yang baru.Tugas-Tugas Teknik Sistem Analis  Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru  Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan  Menyusun data flow diagaram (DFD).

 Mampu bekerja sama.Pribadi Sistem Analis. Mampu berkomunikasi dengan baik  Mempunyai sopan santun dan Mempunyai pendirian yang tegas  Mampu bersikap dewasa  Mampu bersikap tegas  Dapat bertindak secara metodik  Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya  Mempunyai sifat kreaktif SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

data entry) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Spesialis informasi  Spesialis informasi adalah orang yang bisa berkomunikasi dengan sistem komputer diantaranya :  Sistem analis  Administrator database (DBA)  Spesialis jaringan   Programmer Anggota operasional (operator.

apakah sistem bisa di operasikan dalam batas waktu yang sudah ditentukan SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . apakah dibenarkan secara moneter dengan membandingkan manfaat sistem dengan “harga” (misal : harga barang yang di jual. apakah hardware dan software tersedia untuk menampilkan proses dari sistem yang dibutuhkan Economic return. apakah sistem yang diusulkan dapat diterima dilihat dari segi manfaat yang tidak dapat diukur dalam pemulihan ekonomi Legal (hukum dan perundang-undangan). apakah sistem yang diusulakan dioperasikan ada lindungan hukum dan dalam batas-batas yang ada dalam etika bisnis dan etika manajemen. apakah diterima atau didukung oleh orang yang harus mengerjakan nya (user friendly) Jadwal. Operasional.Aspek kelayakan sistem …       Teknikal. peningkatan pelayanan konsumen dan perhitungan break-event point ) Non-economic return.

Indikator Perubahan sistem  Perubahan sistem lama ke sistem yang baru. Indikator-indikator tsb diantaranya:  Keluhan dari langganan  Pengiriman barang yang selalu terlambat  Pembayaran gaji yang terlambat  Laporan yang tidak tepat waktu  Isi Laporan yang sering salah  Tanggung jawab yang tidak jelas  Waktu kerja yang berlebihan  Kehilangan kesempatan kompetisi pasar  Kesalahan-kesalahan menual yang terlalu tinggi  File-file yang kurang teratur  Peramalan penjualan dan produksi yang kurang tepat  dll SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Pengembangan Sistem : • Sistem Baru • Memperbaiki Sistem yang Lama SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

. Adanya Instruksi (Directive) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Untuk Meraih Kesempatan 3.. Sistem Berkembang ? 1.. Adanya Permasalahan Ketidak beresan Pertumbuhan Organisasi 2.Mengapa .

Prinsip Pengembangan Sistem Untuk Manajemen Investasi Modal Yang Besar Memerlukan Orang Yang Terdidik Adanya Tahapan Kerja dan Tugas Proses Pengembangan Sistem Tidak Harus Urut • Jangan Takut Membatalkan Proyek • Dokumentasi • • • • • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Tahapan Pengembangan Sistem (SDLC) Perencanaan Sistem A nalisis Sistem R ancangan SistemG eneral E valuasi dan Seleksi Sistem R ancangan SistemT erinci O utput Input Proses D atabase K ontrol Jaringan K puter om Pengem bangan Perangkat lunak dan Im plem entasi Sistem Pem eliharaan Sistem SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC)      Pengertian SDLC Sejarah Perkembangan SDLC Tahapan SDLC Perencanaan Sistem Analisis sistem      Peracangan General Evaluasi dan Seleksi Perancangan terinci Pengembangan Perangkat Lunak dan Implementasi Pemeliharaan Sistem SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Tahap Perencanaan Sistem 1. 5. 2. 4. 6. 7. Menyadari Masalah Mendefinisikan Masalah Menentukan Tujuan Sistem Mengidentifikasi Kendala Sistem Membuat Studi Kelayakan Mempersiapkan Usulan Penelitian Sistem Menyetujui atau Menolak Penelitian Proyek Menetapkan Mekanisme Pengendalian SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 8. 3.

5. Mengumumkan Penelitian Sistem Mengorganisasi Team Proyek Mendefinisikan Kebutuhan Informasi Mendefinisikan Kriteria Kinerja Sistem Menyiapkan Usulan Rancangan Menyetujui atau Menolak Rancangan Proyek SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 3. 2.Tahap Analisis Sistem 1. 4. 6.

Rinci) 1. 5. 6.Tahap Rancangan Sistem (General. Menyiapkan Rancangan Sistem yang Terinci Mengidentifikasi Alternatif Konfigurasi Sistem Mengevaluasi Alternatif Konfigurasi Sistem Memilih Konfigurasi yang Terbaik Menyiapkan Usulan Penerapan Menyetujui atau Menolak Penerapan Sistem SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 4. 3. 2. Seleksi.

3. 6. 2. 7.Tahap Penerapan Sistem 1. 4. Merencanakan Penerapan Mengumumkan Penerapan Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Keras Mendapatkan Sumber Daya Perangkat Lunak Menyiapkan Database Menyiapkan Fasilitas Fisik Mendidik Peserta dan Pemakai Masuk ke Sistem Baru SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 5. 8.

Menggunakan Sistem 2. Memelihara Sistem  Memperbaiki Kesalahan  Menjaga Kemutakhiran Sistem  Meningkatkan Sistem SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Audit Sistem 3.Tahap Pemeliharaan Sistem 1.

Metodologi Pendekatan Klasik Pendekatan Terstruktur Sasaran yang dicapai Pendekatan Sepotong Pendekatan Sistem Cara menentukan kebutuhan sistem Pendekatan Bottom Up Pendekatan Top Down Cara mengembangkannya Pendekatan Sistem Menyeluruh Pendekatan Moduler Teknologi yang digunakan Pendekatan Lompatan Jauh Pendekatan Berkembang SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ..Pendekatan Pengembangan Sistem Dipandang dari ....

Output (HIPO) B. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Structured Chart (SC) 3. Process. Entity Relationship Diagram( ERD) 2. Perancangan Sistem 1.Alat Pengembangan Sistem A. dll. Perancangan Data Base 1. Hierachy Plus Input. Normalisasi C. Perancangan Input atau Proses Layout Charting. Data Flow Diagram (DFD) 2.

Kriteria Sistem Yang Baik Kegunaan Ekonomis Keandalan Kapasitas Kesederhanaan Fleksibilitas SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

6.TAHAP PERANCANGAN SISTEM 1. dengan kriteria output yang dibutuhkan user Merancangan File / Database dengan alat bantu Kamus Data. ERD dan Normalisasi Merancang Input. 10. 2. disesuaikan dengan rancangan yang disteujui oleh manajemen. dan membuat memorandum secara berkala kepada manajemen Mendokumentasikan semua hal yang berkaitan dengan rancangan SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 9. disesuaikan dengan kebutuhan output dan file / database yang ada Proses Perancangan sistem. 8. 7. 5. berdasarkan layout layar monitor dengan bantuan struktur chart dan Flowchart sistem yang menghasilkan spesifikasi sistem Mendefinisi Program dengan alat bantu DFD yang menghasilkan program flowchart Deskripsi program digunakan untuk merancang Modul-modul yang digunakan dalam sistem Merancangan paket program secara keseluruhan dengan deskripsi modul yang telah ada sehingga menghasilkan spesifikasi program Meninjau kembali hasil rancangan. 3. anggaran dan jadwal yang merupakan hasil analisa sistem Merancang Output. 4. Meninjau dan menyetujui hasil studi kelayakan.

Perancangan Sistem Informasi secara Umum 1. Merancang formulir kertas dan dokumen sumber Merancang formulir elektronik Alat-alat perekaman data secara langsung Pemanfataan Sandi Merancang menu sehingga memudahkan user berintegrasi SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 2. 5. 3. 4.

Berbagai media dan metode yang digunakan untuk capture dan memasukan data :      Formulir kertas yang dikombinasikan dengan layar data entry. Berdialog dengan sistem.Kegiatan dalam Penyiapan data      Menyisip. menghapus. meremajakan database Mengkombinasikan dengan data lainnya dari database Memasukkan dan mengolah langsung menjadi keluaran tanpa perlu mengkombinasikannya dengan data lain. Formulir elektronik Peralatan entry langsung Sandi menu SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Seringkali terkait dengan global based system. Dirancang untuk aplikasi yang digunakan beberapa orang (bisa 1 atau 2 orang). SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Global Based Systems. 1. kegiatan pada kantor cabang / departemen atau sekelompok user. merancang sistem sedemikian sehingga mengganti atau merubah semua komponen sistem lama. Biasanya perubahan ini dikarenakan strategi bisnis yang baru. 1. Group Based Systems. Jenis aplikasinya bersifat khusus. Local Based Systems.3 Kategori Yang Memudahkan Dalam Perancangan Sistem 1.

Rancangan Output       Merancang informasi yang berguna dan berkualitas Laporan untuk berbagai tingkatan manajemen Laporan perbandingan Laporan pemantauan penyimpangan Merancang tampilan layar. tampilan tabel dan grafik yang membantu pendalaman pemahaman Menampilkan tabel dan matriks SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

5. bila kita mengakses ke internet misalnya dapat merespon dengan cepat) Relevance (informasi yang dihasilkan relefan dengan usaha yang bersangkutan) Accuracy (ketepatan output dari data yang diolah) Usability (kegunaan output yang dihasilkan) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Berguna dan berkualitas artinya mendukung dengan baik pengambilan keputusan yang akan diambil.Rancangan Output … Sasaran merancang keluaran adalah menstransformasi sejumlah besar data menjadi informasi yang berguna dan berkualitas. 2. 3. 4. Ciri-ciri informasi yang berkualitas : 1. Sejumlah studi menyatakan para eksekutif hanya melihat 3% dari hasil olahan komputer yang diberikan kepada mereka. misalnya mengakses data melalui jaringan) Timelines (tepat waktu. Accessibility (mudah diakses.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Eksekutif lazimnya ingin mengetahui bentuk trend. agreegasi dari data yang diperuntukkan pada sebuah jenjang manajemen sehingga setiap manajer disetiap jenjang memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhannya tanpa harus mengurus rincian yang tidak relevan. kecenderungan dan pola suatu fakta.Laporan untuk berbagai tingkatan manajemen   Laporan berjenjang (hierarchical reports) merupakan pemantapan.

Output yang Diperlukan  Internal Output Laporan digunakan oleh manajer dan bagian lain dalam organisasi  External Output Laporan dikirim kepada customer. client atau pihak lain dari organisasi  Turnaround document output komputer yang melayani input bagi aktivitas berikutnya SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Jenis-jenis laporan untuk berbagai tingkatan manajemen 1. 2. Laporan saringan (filter report) Laporan pertanggungjawaban (responsibity report) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Dengan perbandingan user mendapat posisi yang lebih baik untuk mengambil keputusaan yang rasional.Laporan Perbandingan (Comparative report)  Dengan laporan ini eksekutif dapat memperoleh perbedaan dan persamaan 2 atau lebih item.  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

2.Jenis-jenis laporan perbandingan 1. 3. Laporan dengan format horizontal Laporan dengan format Vertikal Laporan Counterbalance SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Laporan simpangan (Variance report) 2. rencana atau benchmark. kuota. Laporan Pengecualian (Exception report) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Klasifikasi : 1. anggaran.Laporan Pemantauan Penyimpangan Digunakan oleh eksekutif untuk memantau simpangan atas standar.

STRUKTUR ORGANISASI GENERAL MANAGER WAKIL GENERAL MANAGER SEKRETARIS MANAGER ADM KEU MANAGER HRD MANAGER PRODUKSI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Sistem Informasi Penggajian karyawan harian Bagian Personalia Laporan absensi Bagian Keuangan Daftar Rencana gaji persetujuan SIstem Penggajian Gaji Pegawai SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

0 Proses Buat Gaji 2.DFD sistem penggajian Laporan absensi Proses Absensi 1.0 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Bayar gaji Bukti bayar .0 Data pegawai Data absensi absen Data absensi Data gaji pegawai Proses Bayar 3.

Rancangan Menu Utama SISTEM PENGGAJIAN KARYAWAN SETUP FILE •SETUP DATA GAJI •SETUP DATA DEPT •UTILITY DATA •EXIT DATA PEGAWAI •Input Data pegawai •Edit data pegawai •Hapus data pegawai ABSENSI •Input data absensi •Edit data absensi •Hapus data absensi LAPORAN • Laporan data pegawai •Per golongan •Per dept •Laporan absensi •Rekap absen total •Rekap absen dept •Laporan daftar gaji •Rekap gaji bulanan •Rekap gaji harian SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Lahir : dd-mm-yyyy : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Pos : xxxxx : x 1. AB 4. O Status Top :X Prev Next 1. Belum Nikah 3.Rancangan Input FORMULIR INPUT DATA KARYAWAN No. Budha 2. Hindu 5. A 2. Induk Nama Jabatan Tempat Lahir Alamat Agama : xxxxxxxx : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Kode Dept : xxxxxxxxx : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Tgl. Islam Golongan Darah : x 1. Nikah 2. B 3. Janda / Duda End Add Jumlah anak Edit :X Print Exit Query SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Kristen Protestan 3. Kristen Khatolik 4.

Induk Tanggal Bulan Absensi Jam masuk Jam keluar Keterangan : xxxxxxxx : xxxxxxxx : dd-mm-yyyy : xxxxxxxxxxx :9 : hh:mm:ss : hh:mm:ss : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx Top Prev Next End Add Edit Query Print Exit SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Rancangan Input INPUT DATA ABSENSI No. Absensi No.

HARDWARE : komputer. prosedur sistem pengendalian intern SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . dsb. dll.PERANGKAT SISTEM INFORMASI 1. GL. Corel Draw. kuitansi. dll UTILITY : anti virus. d. b. printer. CLERICAL PERSONNEL FIRST LEVEL MANAGER STAFF SPECIALIST MANAGEMENT 3. nota. Disk Doctor. b. Novell Netware. C++. 5. dll. 4. BAHASA PEMROGRAMAN : V.Office. d. dan teknologi jaringan SOFTWARE a. OPERATING SYSTEM : Windows. Pascal. c. c. 2. dll APLIKASI : Ms. Linux. PROSEDUR : Manual book. DATA : dokumen bukti transaksi.Foxpro. BRAINWARE : a. Norton Utility.

PENGAWASAN OPERASI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMROSESAN TRANSAKSI DAN RESPON PERMINTAAN MIDDLE MANAGEMENT LOW MANAGEMENT OPERATOR SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .PENGELOLA SISTEM INFORMASI PERENCANAAN STRATEGIS. KEBIJAKAN TOP DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAGEMENT PERENCANAAN TAKTIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERENCANAAN.

Kesalahan dalam prosedur pengolahan. Salah dalam menggunakan dokumen induk / file induk. Operator sistem tidak mengikuti prosedur pengolahan yang benar. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .HUMAN ERROR        Metode pengumpulan dan pengukuran data yang tidak tepat. Pemeriksaan atau pencatatan. Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja. Kehilangan data atau data tidak terolah.

MODEL UMUM SISTEM UMPAN BALIK INPUT PROSES OUTPUT TUJUAN KENDALA KONTROL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). 2. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).KLASIFIKASI SISTEM 1. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

KOMPONEN SISTEM INFORMASI INPUT MODEL OUTPUT TEHNOLOGI DATABASE CONTROL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

hitung jumlah barang dikalikan harga satuan. hitung kembalian jika sudah input nilai uang tunai. Menganalisis dokumen job description. cetak bukti pembayaran 1. Analisis tugas  misal : kemampuan menghitung manusia X kemampuan menghitung kalkulator Sintesis tugas  misal : interaksi kasir dengan cash register : pencarian nama barang dan harga satuan. Mengenali elemen pengolahan data melalui sarananya Mengenali elemen pengolahan data melalui contoh dokumen 1. 2. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . hitung total pembelian.   Mengenali adanya elemen sistem pengolahan data  hardware / software / brainware / data / prosedur.     Melihat Interaksi antar manusianya dalam organisasi : Interaksi atasan menugasi bawahan Interaksi bawahan melapor ke atasan Interaksi anatar manusia dalam rapat Interaksi antar sistem pengolahan data 1.   Melihat aliran dokumennya  Flow of Dokumen (FOD) Melihat interaksi antara manusia dan media pelaksana sistem pengolahan datanya.PENGENALAN SISTEM INFORMASI 1.

check-list. Aktivitas / proses. pencatatan Jangka pendek (harian. formulir pencatatan. misi.Model Hirarki manajemen Lapisan Manajemen TOP Management Strategis Karakteristik Informasi rangkuman Jangkauan Waktu Pengendalian Contoh Jangka panjang (5–10 Visi. berita acara. kuitansi (bukti bayar). dengan visi. tabel dibandingkan pendapatan. dan critical success factor Formulir pendaftaran. strategis Neraca keuangan. laporan lembur Middle Management Taktis Rekapitulasi. Jangka menengah verifikasi (bulanan s/d 1 tahun) First Line Management Operasional Transaksi. misi check-list instalasi strategis perusahaan. mingguan) transaksi dibandingkan dengan kinerja organisasi SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . tahun) perusahaan perkembangan dibandingkan perusahaan dengan peluang dan tantangan dari luar Kinerja organisasi General ledger.

Sistem Informasi Penyewaan Video Input Data Proses Bukti Output Data pelanggan Data pemasok Detil penyewaan video Detil pengembalian video Faktur pembelian pengembalian video Daftar order video Daftar pelanggan Daftar video Laporan penyewaan video Laporan pengembalian video Laporan pembelian video Rekapitulasi penyewaan video pelanggan Data pemasok Transaksi penyewaan video Transaksi pengembalian video Transaksi pembelian video Pencetakan laporan SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Sistem Informasi Hotel      Elemen Sistem Pengolahan Data :  Cash register di karis hotel dan kasir restoran  Buku pencatatan check-in dan check-out tamu hotel  Papan penggantung kunci kamar hotel  Formulir isian laundry Interaksi antar manusia :  Tamu melakukan check-in ke resepsionis  Tamu melakukan check-out ke resepsionis  Tamu menelepon pesanan makanan dan minuman ke restoran Aliran dokumen :  Perjalanan formulir pesanan laundry dari kamar tamu melalui hause-keeping sampai ke meja resepsionis atau kasir hotel Interaksi manusia dengan sistem pengolahan data :  Penulisan pencatatan check-in dan check-out tamu ke dalam buku tamu  Kasir-cash register  Pengisian formulir laundry oleh tamu atau petugas house –keeping  Pengisian laporan alokasi kamar tamu (status hunian) berdasarkan status kunci pada papan penggantungnya Job Description / struktur organisasi :  Dokumen / diagram prosedur check-in dan check-out  Struktur organisasi hotel SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

karena adanya transaksi pembelian obat Job Description / struktur organisasi :  Dokumen / diagram prosedur penjualan obat dengan resep  Dokumen / diagram prosedur penjualan obat bebas  Dokumen / diagram prosedur pengelolaan persediaan obat  Struktur organisasi apotik SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Sistem Informasi Apotik      Elemen Sistem Pengolahan Data :  Cash register di kasir  Buku pencatatan resep dokter yang dilayani Interaksi antar manusia :  Pemberitahuan kepada apoteker adanya resep dokter yang perlu diverifikasi Aliran dokumen :  Perjalanan resep dokter dari pembeli ke petugas kasir ke apoteker sampai pemberian obat Interaksi manusia dengan sistem pengolahan data :  Penulisan pencatatan resep ke dalam buku transaksi harian  Kasir-cash register  Pembaharuan catatan stok obat.

tata cara pemnjualan obat bebas .Contoh : Sistem Informasi di Apotik Hasil survey : 1.klasifikasi jenis obat : . Data 2. Informasi 3. Pengetahuan : .laporan penjualan obat mingguan .prosedur penjualan obat dengan resep SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .prosedur mengelola persediaan obat .catatan persediaan obat .laporan pembelian obat bulanan : .daftar nama dan harga obat .laporan persediaan obat bulanan .

laporan aktifitas bagian linen-laundry .klasifikasi kamar hotel . Pengetahuan : .data tamu yang sedang menginap hotel : . bar-beverage .daftar kamar hotel dan tarifnya . Data 2.tata tertib tamu hotel .laporan restoran.Contoh : Sistem Informasi di Hotel Hasil survey : 1.daerah kunjungan wisata . Informasi 3.daftar acara hotel : .daftar menu special restoran SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .laporan hunian tamu bulanan .

BUSINESS INFORMATION SYSTEMS 1. BUSINESS PROCESS CHANGE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . INFORMATION SYSTEMS IN THE BUSINESS 2.

SYSTEMS Vice President ADMINISTRATION Director PROMOTION Director SALES Director CUSTOMER SALES Manager COST ACCOUNTING Manager FINANCIAL ACCOUNTING Manager FINANCIAL ANALYSIS Database Administrator Director EDP Manager PRODUCT A Manager PRODUCT B PRODUCT C Manager Supervisor TAX ACCOUNTING Supervisor GENERAL ACCOUNTING Supervisor REGULATORY ACCOUNTING Manager OPERATIONS Manager SYSTEMS Manager DATA INPUT Supervisor SYSTEM ANALYSIS Supervisor PROGRAMMING Supervisor DOCUMENTATION Supervisor REGION 1 Pegawai Supervisor REGION 1 Pegawai Supervisor REGION 1 Pegawai Head ACCOUNT RECEIVABLE Head GENERAL LEDGER Head PAYROLL Head ACCOUNT RECEIVABLE Head ACCOUNT RECEIVABLE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai Pegawai .Top Management Middle Management Lower Management BOARD OF DIRECTORS CHART OF ORGANIZATION PRESIDENTS EXECUTIVE COMMITTEE STAFF ASSISTANTS EXECUTIVE VICE PRESIDENT Vice President ENGINEERING Vice President MARKETING Vice President PRODUCTION Vice President & COMPTROLLER Vice President & TREASURER Vice President INFO.

Systems Development Life Cycle (SDLC) b. Problems with the Waterfall Life Cycle e.INFORMATION SYSTEMS IN THE BUSINESS a. Prototyping SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . The Phases of the SDLC c. The Waterfall Life Cycle d. Iterative Development f.

Definisikan indicators of success sbg pengukur apakan objectives sudah dicapai. Generate alternative strategies. Pilih dan implementasikan strategi. Approach terdiri atas 4 komponen:   Definisikan objectives dari system yang akan dikembangkan. Systems Development Life Cycle (SDLC)  SDLC is an approach to developing systems in an organized and disciplined manner.a. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN    .

b.  Dimulai dari ide awal (initial idea) s/d full implementation  Diikuti dgn enhancement dan penggantian sistem baru Cycle berlaku mulai dari:  Definisi Objectives. The Phases of the SDLC  Berbagai variasi SDLC yg digunakan saat ini membagi life of a system menjadi fase-fase.  Definisi indikator sukses.  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . dan  developing an operational plan  keseluruhan sistem. serta  setiap fase pada development phase.  Generating alternatives.

 Tidak oke utk larger team efforts Banyak aktivitas diperlukan.c. setiap tipe aktivitas dieksekusi secara berbeda (setiap aktivitas harus punya plan dan staff masing-masing) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  . Waterfall Life Cycle masih memiliki problem ¥ diatasi dgn iterative development dan prototyping. Royce) ¥ diadaptasikan pd custom development dan implementasi paket software.W. The Waterfall Life Cycle  Basic life cycle disebut Waterfall Life Cyle (W. Problem pd Waterfall Life Cyle:    Program langsung dimulai segera setelah problem to be solve was stated  Oke utk isolated small program.

Systems Requirements Software Requirements Analysis Program Design • Setiap successive phase hanya dapat Coding dimulai bila: • phase sebelumnya telah Testing selesai • formal decision Operations has been made SISTEM INFORMASI MANAJEMEN by management Gb.1. Waterfall Systems Development Life Cycle .

MISMATCHES WERE COMMON Account Payable SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Purchasing Purchase Order Vendor Receiving Goods Copy of Purchase Order Receiving Document Invoice Payment > 500 account payable matched purchase orders. receiving documents. & invoices & then issue payment.

MATCHING IS COMPUTERIZED SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Purchasing Purchase Order Vendor Receiving Goods Payment Database Account Payable The new process cuts head count in account payable by 75%. eliminates invoices & improves accuracy.

shipping.   Sistem ini disebut Interorganizational System (IOS). with boxes of Pampers already labelled with each store’s specific selling price. billing. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Interorganizational Systems & Process Integration  Dua perusahaan yg memiliki kesamaan outbound & inbound logistics cyles sering berintergrasi: Procter & Gamble dan Wal-Mart have an agreement about labeling. and paying for Pampers wherein Wal-Mart send cash register tapes to Procter & Gamble  Procter & Gamble then automatically replenishes Wal-Mart store inventories. based on sales.

THE NATURE OF CHANGE  Model of Social Change (Kurt Lewin) terdiri atas 3 stages:  UNFREEZING Stage: group of people yg telah terbiasa dgn cara kerjanya perlu dipersiapkan agar dpt menerima perubahan (change)  Once the group members have been prepared.3. Stage Unfreezing M oving R efreezing Desk ripsi Increasing the receptivity of the organization to a possible change Choosing a course of action & following it Reinforcing the “equilibrium” of the organization at a new level after the change has occured SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .2. the change an be introduced (MOVING stage). but it should be followed by REFREEZING stage in which their understanding of the new methods is solidified.

2. Mengerti the nature of change ada natural resistance dr individual/grup akibat: honest disagreement or concern ¥ harus didiagnosa & ditangani dgn baik oleh IS professional SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . RESISTENCE TO CHANGE  IS professional berfungsi sbg katalis utk change (change agent).4. shg hrs:    gaining the acceptance & trust of the users.

that the cost/benefit assumptions are invalid A lack of felt need: things are satisfactory as they are and this innovation simply disturbs the situation A fear of social uncertainty. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Diagnosing & dealing with Resistance to Change:  Lima alasan timbulnya Resistance to Change:      Resistence to computer personnel A feeling that the project is not good. which is sometimes mistaken for a fear of computers An unwillingness to bend to the requirements of poorly designed systems.

2. IMPLEMENTING THE ORGANIZATIONAL CHANGE  System failures umumnya diakibatkan oleh tidak dipersiapkannya pegawai menghadapi sistem informasi yg baru dan tidak dilakukannya training penggunaan sistem informasi IS professional sebaiknya melakukan four-phase program for organizational changes sbb: Organization Redesign Organization Transformation Continuous Improvement  Diagnostic Assessment SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .5.

2. atau datagathering and analysis techinique lainnya. Diagnostic Assessment    Diagnostic assessment dilakukan utk mengetahui kesiapan organisasi menyerap perubahan yg diperlukan oleh new information system  Klarifikasi kepentingan perubahan  Menemukan resitensi yg mungkin ada Cara:  Interview affected members. Output:  pembuatan deskripsi perubahan dlm organisasi atau vision  strategi komunikasi utk mengutarakan vision  pembandingan organisasi saat ini dgn vision utk mengidentifikasi perubahan organisasi yg diperlukan SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . survey.1.5.

Organization Redesign     Identifikasi perubahan diikuti dgn penetapan strategi.5.2. diperlukan leadership skill utk mengelola new environment yg sudah ditetapkan. scope. terutama bila diperlukan perubahan struktur organisasi Keputusan utk dimulai/tdk dgn pilot program harus ditetapkan sedini mungkin (tergantung size.2. including a highlevel design of the new organization structure SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Program training) Output: a formal management-approved change strategy. & nature of the change) Selanjutnya. mencakup:  penentuan ‘means’ utk memperoleh leadership skill  penentuan skill yg diperlukan dalam work force & pengembangan ‘means’ utk mencapainya (mis.

organization structure. & target culture  New leadership (if required) dipilih dan diinstall  Program training dilaksanakan Install suatu sistem utk tracking & measuring performance of the new system  dilaporkan ke managemen utk dilihat efektivitasnya dibandingkan baseline performance of the old system  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .3. business processes.2. Organization Transformation  Fase implementasi: critical jobs.5.

Continuous Improvement Teknik Quality Control: the importance of instituting a program of continuous process improvement  Tujuan:  perubahan bersifat ‘sustainable over time’  meningkatkan ability organisasi utk business process-nya agar mampu beradaptasi terhadap perubahan di masa depan   A well-designed continuous improvement process mencakup:  an infrastructure for evaluating & maintaining changed business process as well as the basis for identifying new areas of change SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .4.2.5.

Evaluasi Mata Kuliah  Kuis    / Latihan soal / PR  Tugas mandiri : Membuat paper/kliping perorangan Membuat paper/kliping kelompok Presentasi / penyajian paper  Ujian Tengah Semester (Bobot = 60%) Nilai UTS : N.Kuis + Tugas + Presensi Kehadiran + Nilai UTS  Ujian Akhir Semester (Bobot = 40%) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

DECISION SUPPORT SYSTEMS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

j. h. l. e. PEMBUATAN KEPUTUSAN KONSEP DSS TUJUAN DSS MODEL DSS CARA PENGGUNAAN INFORMASI PADA DSS LAPORAN BERKALA dan KHUSUS PEMODELAN MATEMATIKA SIMULASI CONTOH PEMODELAN KEUNTUNGAN dan KERUGIAN PEMODELAN KOMPUTER GRAFIK GROUP DECISION SUPPORT SYSTEMS PERAN DSS DALAM PEMECAHAN MASALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . d. k. b. g. m. c. i.DSS (Decision Support Systems) a. f.

SCOTT MORTON: pembuatan kisi untuk struktur masalah dan level manajemen ALTER: Dukungan empiris untuk pembentukan dasar topologi DSS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  G.  STEVEN . Konsep DSS:  HERBERT  SIMON: pembedaan antara keputusan yang di-program/tidak diprogram serta fase-fase pembuatan keputusan ANTHONY GORRY & MICHAEL S. DSS untuk pembuatan specific decisions dalam memecahkan specific problems.

Informasi diperoleh dari: laporan berkala dan spesial. output model matematik dan output sistem pakar. DSS dikhususkan untuk mendukung manajer: memecahkan masalah semi terstruktur. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN   . Komunikasi dilakukan saat suatu grup manajer melakukan problem solving. lebih mementingkan efektivitas dibandingkan efisiensi  DSS menyediakan informasi utk memecahkan masalah serta kemampuan komunikasi.

 Komponen

DSS:

Pemodelan matematik merupakan komponen integral DSS yang menguntungkan manajer (walau masih terkandung beberapa kekurangan)

- Komputer grafik: berdasar suatu penelitian grafik cocok utk situasi tertentu; pada situasi tersebut grafik lebih efektif dibanding yang lainnya.

Group DSS (GDSS): meningkatkan komunikasi antar anggota grup dengan menyediakan lingkungan yang menarik (mencakup pemodelan matematik dan sistem pakar)
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

a. PEMBUATAN KEPUTUSAN
a.1. TINGKAT KEPUTUSAN (Herbert A. Simon):
Programmed Decision

kontinyu NonProgrammed Decision

- Programmed Decisions:

Berulang dan rutin pada tahap dimana prosedur yang pasti telah ditetapkan untuk menanganinya.

- Nonprogrammed Decisions:  Novel, tidak terstruktur, dan tidak consequential.  Tidak ada metode pasti untuk menangani problem krn:  problem belum pernah muncul sebelumnya,  struktur dan jenis problem kompleks, atau  sangat penting utk mendpt perlakuan custom-tailored.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

a.2. Empat FASE PEMBUATAN KEPUTUSAN (Herbert A. Simon)

a. INTELLIGENCE ACTIVITY - searching the environment for conditions calling for solution, b. DESIGN ACTIVITY - menemukan, mengembangkan, & menganalisis berbagai jenis tindakan, c. CHOICE ACTIVITY - memilih jenis tindakan tertentu yang tersedia pada ad. b. d. REVIEW ACTIVITY- memeriksa pilihan yang dibuat
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

ISYU & TREND SISTEM INFORMASI
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. JUSTIFIKASI EKONOMI JUSTIFIKASI NON EKONOMI PENINGKATAN PENTINGNYA JUSTIFIKASI SUMBERDAYA INFORMASI STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION SERVICES REDESAIN PROSES BISNIS FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN PROSES BISNIS “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA INFORMASI KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY) CONTINGENCY PLAN PENTINGNYA ETIKA MANAJEMEN SISTEM INFORMASI

1. JUSTIFIKASI EKONOMI

Economic justification (≈ cost-benefit analysis) is the comparison of monetary costs and benefits as a means of justifying an action
TIGA PENDEKATAN JUSTIFIKASI EKONOMI: 1. BREAK-EVEN ANALYSIS

biaya (cost) dari sistem baru terhadap yg ada saat ini dan mengidentifikasi breakeven point (cost kedua sistem bernilai sama) 2. PAYBACK ANALYSIS  membandingkan biaya kumulatif (cummulative costs) dari sistem baru terhadap keuntungan kumulatif (cummulative benefits) 3. NET PRESENT VALUE  is the discounted current value of money that will be received in the future, taking into account a particular interest rate. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 membandingkan

and incur a wide range of risks 4 levels of nonmonetary benefits that can be observed after implementation of a new application SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 2.2. JUSTIFIKASI NON EKONOMI  Is the use of data other than that expressed in monetary terms as a basis for an action Pendekatan Justifikasi Non Ekonomi: 1. but rather. PORTFOLIO  evaluation  should not be limited to a single application. should consider the firm’s entire portfolio of applications that a system has the potential to achieve a wide range of values. INFORMATION ECONOMICS  recognizes 3. SURROGATE MEASURES  use .

Minimize the number of high risk projects 2. the combined performance of all components is what is count Tiga strategy Portfolio Analysis: 1. Include some sure winners. PORTFOLIO  Certain components perform better or worse than others.1. even if their expected payoffs are not large 3.2. Scrap a project just as soon as the risk appears to be greater than the expected reward  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

INFORMATION ECONOMICS POTENTIAL SYSTEM VALUES:  Provide information to the elements in the firm’s environment Support the firm’s long-term strategy Provide the firm with a competitive advantage Enable management to track its critical activities Enable management to respond quickly to competitive actions Support the firm’s strategic plan for information resources SISTEM INFORMASI MANAJEMEN      .2.2.

POTENTIAL SYSTEM RISKS A proposed system should not:    Support a risky business strategy Depend on unproven capabilities within the firm Depend on cooperation from multiple functional areas of the firm when that cooperation might be difficult to achieve Be based on poorly defined user needs Depend on new and untried technology SISTEM INFORMASI MANAJEMEN   .

Management Change.3. learn & use softwares to solve problems 4. Management Action. as a result of receiving information from the computer 2. Increased Use of Decision Support Tools. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . the managers change the ways that they perform their functions & play their roles 3. the computer provides information that is used to change the organization’s structure or the makeup of its personnel.2. managers acquire terminal/PC. SURROGATE MEASURES The use of the computer as an information system can lead to: 1. Organization Change.

3. PENINGKATAN PENTINGNYA JUSTIFIKASI SUMBERDAYA INFORMASI  Eksekutif harus melakukan justifikasi untuk keseluruhan information services operations Pemicu situasi:    Depresi Ekonomi computer service companies anxious to take over the firm’s computing operations SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

mis. mis. Microcomputers.  DOWNSIZING  the   OUTSOURCING INSOURCING SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . ke konfigurasi yg lebih kecil. Mainframe. STRATEGI MENURUNKAN BIAYA INFORMATION SERVICES  Ada empat strategi:  KONSOLIDASI  mengurangi  Alasan: banyaknya lokasi information resources. mis.4. a few large concentration of resoures can operate more efficiently transfer of computer-based applications from large equipment configurations. Menjadi INFORMATION CENTER.

OUTSOURCING  Meng-kontrak-kan seluruh/sebagian operasi komputer ke outside service organization Di-mulai akhir tahun 1960-an:   excess time ditawarkan ke organisasi lain dalam bentuk timesharing services sharing computer utilities (electricity. tapi outsourcer tetap provide computer services OUTSOURCER = a computer service firm that performs part or all of a customer firm’s computing for a long period of time. water. & gas)   Antara 1970-1980 perhatian beralih ke distributed processing. kontrak 5-10 tahun) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  .

then outsourcer turns it over to the customer  System’s integration:    Support operations for maintenance. or disaster recovery SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Outsourcing Services:    Data entry & simple processing Contract programming Facilities management:  is the complete operation of a computing center is the performance of all the tasks of the system development life cycle Once the system is implemented. service.

containing costs. and predicting costs 2. To relief management from the problems of system maintenance so that attention can be given to systems that provide strategic value 3. To do a better job of controlling costs: reducing costs. To acquire access to leading edge technology and knowhow SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Objective of Outsourcing: 1.

INSOURCING  is the action of a firm to regain the processing that previously was farmed out to an outsourcer Alasan Insourcing:   outsourcers have no interest in controlling costs since they make money when costs go up turning over of the processing to people who don’t really know your business a loss of control SISTEM INFORMASI MANAJEMEN   .

RESTRUCTURING c. REENGINEERING d.5. REVERSE ENGINEERING b. MODEL REDESAIN PROSES BISNIS BERBASIS KOMPUTER e. SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN REDESAIN PROSES BISNIS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . REDESAIN PROSES BISNIS a.

REVERSE ENGINEERING  Terkait dengan business intelligence ¥ membeli sampel dari produk pesaing dan “dibongkar” Reverse engineering:   is the process of analyzing a system to identify the elements and their interrelationships. REDOCUMENTATION DESIGN RECOVERY SISTEM INFORMASI MANAJEMEN   Tdd.a. and to create documentation in a higher level of abstraction than currently exists. Dua sub-areas:   .

 Dokumentasi detail dianalisis agar bisa dibuatkan abstract descriptions dalam bentuk data flow diagram (DFD) dan system flowchart SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .REDOCUMENTATION  Penyiapan dokumentasi sistem dgn menggunakan system sebagai dasarnya  Dimulai dgn analisis program code agar bisa dibuatkan dokumentasi detail dalam bentuk structured English dan program flowchart.

rather it seeks only to understand the system Perubahan system dilakukan melalui RESTRUCTURING atau REENGINEERING SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .DESIGN RECOVERY  Penerapan human knowledge & reasoning pada hasil redocumentation in order to completely understand it Information specialist dan users fill in the gaps left by the doumentation  Jadi. REVERSE EGINEERING does not seek to change systems.

b.  Restructuring dilakukan perusahaan untuk memutakhirkan sistem akibat munculnya teknik pemrograman yang lebih terstruktur. RESTRUCTURING  Restructuring ialah transformasi suatu sistem menjadi bentuk lain tanpa mengubah fungsinya pada saat pertama kali didesain. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Contohnya:    program yang dibuat tak beraturan diubah kedalam format yang lebih terstruktur tanpa mengubah fungsi aslinya. Contoh lainnya ialah proses normalisasi database.

REENGINEERING  Reengineering ialah redesain menyeluruh dari suatu sistem dengan tujuan untuk mengubah fungsi dari sistem tersebut.c.   Forward engineering ialah nama lain untuk proses yang menerapkan SDLC. Tahapan reengineering: REVERSE ENGINEERING ¥ RESTRUCTURING ¥ FORWARD ENGINEERING. Pendekatan reegineering dapat mempengaruhi keseluruhan perusahaan. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

MODEL REDESAIN PROSES BISNIS BERBASIS KOMPUTER Forward Engineering Reverse Engineering Forward Engineering Reverse Engineering Forward Engineering Reverse Engineering Forward Engineering Reverse Engineering Reengineering Reengineering Reengineering Reengineering Restructuring Restructuring Restructuring Restructuring Fese Perencanaan Fase Analisis Fase Desain SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Fase Implementasi .d.

 Pada bagian atas Gambar21. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  . namun pergerakan ke fase sebelumnya masih dapat dilakukan.   Reengineering dimulai dari fase implementasi bergerak fase per fase sampai ke fase perencanaan dimana SDLC yang baru mulai berlangsung.1:  Forward engineering dan reverse engineering menempuh SDLC secara berlawanan arah. reengineering dapat memanfaatkan reverse engineering dan restructuring sebagai alat untuk memperbaiki dokumentasi. Pada pergerakan balik ke fase-fase SDLC. Walaupun reverse engineering difokuskan pada aktivitas yang bergerak dari fase implementasi ke fase design.

Komponen-komponen BPR dapat diterapkan secara kombinasi tergantung derajat perubahan yang diinginkan. Restructuring dapat difokuskan pada fase mana saja dalam SDLC. BPR yang berbasis komputer tidak terbatas hanya pada aktivitas fase implementasi tetapi dapat berlaku untuk seluruh fase-fase SDLC. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 2. Model pada Gambar 21.1 mengilustrasikan dua hal penting dalam BPR. yaitu bahwa:  1.

Bagus Reverse Engineer Restructure Tidak ada Tindakan Reverse Engineer Reengineer Kualitas Fungsional (WHAT?) Jelek Forward Engineer Gb.1 Seleksi Komponen Jelek Bagus BPR berdasar Kulaitas SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Fungsional & teknis Kualitas Teknis (HOW?) .e.21.2). SELEKSI KOMPONEN-KOMPONEN REDESAIN PROSES BISNIS  Seleksi komponen yang akan digunakan dalam BPR dipengaruhi oleh kondisi sistem saat ini secara kualitas fungsional dan teknis (Gambar 21.

Pada intinya. kualitas teknis berkaitan dengan seberapa jauh sistem merefleksikan teknik-teknik modern yang terstruktur SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  .  KUALITAS TEKNIS  ialah pengukuran bagaimana task tersebut dilaksanakan. KUALITAS FUNGSIONAL  ialah pengukuran apa yang dilakukan sistem yaitu task yang dilaksanakan.

Kuadran kiri atas (kualitas fungsional baik tetapi kualitas teknis buruk): dilakukan reverse engineering yang diikuti dengan restructuring. Kuadran kanan bawah (kualitas fungsional buruk tetapi kualitas teknis baik): dilakukan reverse engineering dan reengineering. yang penting ialah modernisasi cara sistem melakukan task. Kuadran kanan atas tidak memerlukan tindakan apapun karena kualitas fungsional dan teknis keduanya dalam kondisi baik. Hal ini terjadi karena sistem merefleksikan teknik-teknik modern tetapi hasilnya tidak sesuai. Artinya. akan lebih baik bila proses diulang lagi dari awal. Kuadran kiri bawah menunjukkan bahwa bila kualitas fungsional dan teknis keduanya tidak baik maka perlu dilakukan forward engineering. Sistem tidak perlu di-refokus.    SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

6. timbul berbagai masalah moral berkaitan dgn tingkatan spesialis informasi yang melakukan maintenance.  Masalah sistem warisan akhirnya dpt ditangani dengan munculnya berbagai software utk BPR. Tiga hal penyebab information services pada warisan sistem tidak efektif.1. FAKTOR-FAKTOR YG MEMPENGARUHI REDESAIN PROSES BISNIS 6. yaitu:    pemeliharaan semakin lama semakin kompleks & mahal. sumberdaya informasi yang digunakan sangat banyak sehingga menyulitkan information services untuk mengubah kebutuhan bisnis. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . WARISAN SISTEM (LEGACY SYSTEM)   Sistem warisan ialah sistem yang dikembangkan sebelum teknik-teknik terstruktur muncul.

 Tool untuk analisis program digunakan untuk identifikasi kandidat terbaik program untuk digunakan pada BPR. Software ini menghasilkan hirarki top-down dari modul-modul terstruktur dengan satu titik entry dan exit dan tanpa GOTO SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .  COBOL/SF dari IBM memiliki fasilitas untuk restructuring. Inc. berfungsi untuk membuat ranking tingkat kesulitan maintenance dan prioritas dari usaha reenginering dari program-program. COBOL/Metrics dari Computer Data Systems. yaitu mengkonversi program yang tak terstruktur menjadi program ekivalen yang terstruktur.  Contohnya.

memiliki beberapa kemampuan untuk reengineering. InterCASE dari Interport Software Corporation digunakan untuk reverse engineering dengan cara:  menghasilkan output yang dapat menjadi input untuk CASE tool dan menyimpan outputnya dalam tempat penyimpanan (repository). terdiri atas Bachman Data Analyst dan Bachman Database Administrator. DB2 dan COBOL. diagram entity-relationship SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  menghasilkan . diantaranya yaitu:  melaksanakan fungsi reverse engineering dari struktur data IMS.  Produk-produk dari Bachman.

7. “SAFEGUARDING” SUMBERDAYA INFORMASI Perusahaan mengatasi kriminalitas komputer dengan menerapkan keamanan sistem (systems security) dan meminimisasi kerusakan akibat segala macam ancaman melalui contingency planning SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

b. . Kebanyakan end user umumnya lalai dalam SISTEM INFORMASI MANAJEMEN mengamankan dan menjaga sistem.8. Sistem saat ini umumnya memiliki akses online dari user yang berlokasi di seluruh perusahaan. Minat terhadap systems security makin meningkat karena beberapa alasan berikut ini: a. d. Perusahaan menerapkan systems security yg efektif dgn cara mengidentifikasi sumberdaya informasi yg rawan gangguan & menerapkan tolok ukur & cara pengamanan. Operasi kritis/penting perusahaan sangat tergantung pada sistem informasi. KEAMANAN SISTEM (SYSTEMS SECURITY)    Keamanan sistem ialah proteksi untuk segala sumberdaya informasi dr penggunaan pihak-pihak yg tak berwenang. c. Aplikasi electronic data interchange (EDI) memungkinkan organisasi untuk mengakses sumberdaya informasi perusahaan yang berharga.

TUJUAN KEAMANAN  Systems security diarahkan untuk mencapai tiga tujuan utama.8. ketersediaan. yaitu kerahasiaan.    Perusahaan berupaya melindungi data & informasi dari penyusupan orang yang tak berwenang. dan account payable bertanggung jawab menjaga rahasia perorangan dari elemenelemen lingkungan perusahaan.1. dan integritas (Gambar 21. purchasing.  Kerahasiaan (confidentiality).3). SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Sistem-sistem lainnya seperti account receivable. Sistem Informasi Sumberdaya Manusia (HRIS) bertanggung jawab thd informasi ttg kepegawaian.

 Tujuan sistem informasi berbasis komputer (CBIS) ialah menyediakan data dan informasi untuk orang-orang yang berwenang menggunakannya. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Ketersediaan (availability).  Semua subsistem pada CBIS harus menyediakan refleksi akurat dari sistem fisik yang diwakilinya. Tujuan ini sangat penting terutama untuk subsistem-subsistem pada CBIS yang berorientasi informasi.   Integritas (Integrity).

Gb.21.3. Tindakan Tak Sah Mengancam Tujuan System Security Penyusupan Tak Sah INFORMASI Penggunaan Tak Sah KERAHASIAAN KETERSEDIAAN INTEGRITAS SECURITY Destruksi Tak Sah SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Modifikasi Tak Sah .

Perencanaan ini disebut sebagai disaster planning atau sekarang lebih dikenal sebagai contingency planning. dan VITAL RECORDS PLAN. Organisasi information services skala besar memiliki manager of contingency planning yang tugas utamanya ialah contingency planning. BACKUP PLAN. yaitu EMERGENCY PLAN. CONTINGENCY PLAN  Operasi komputer yang tidak terganggu oleh kriminal komputer atau bencana alam akan dapat dicapai melalui eksekusi strategi-strategi yang telah direncanakan sebelumnya.9. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN    . Teknik yang lebih dipercaya perusahaan ialah membuat beberapa subplan yang berkaitan dengan contingency.

dan fire suppression systems SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . diantaranya yaitu    sistem alarm. EMERGENCY PLAN  Emergency plan menetapkan pengukuran-pengukuran untuk keselamatan peagwai saat terjadi bencana.9. prosedur evakuasi.1.

dan MOBILITY. Sumberdaya informasi tidak seluruhnya diinstall pada lokasi yang sama. a.2. DIVERSITY.9. Perusahaan besar umumnya memisahkan pusat computing untuk area operasi yang berbeda. BACKUP PLAN Perusahaan harus mengatur backup fasilitas computing agar dapat digunakan saat terjadi kerusakan atau musnah. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . REDUNDANCY. DIVERSITY. b. Backup dilakukan melalui kombinasi REDUNDANCY. Hardware. software. dan data dibuat duplikasinya agar pada saat ‘down’ dapat digunakan backup-nya sehingga prosesing tidak terhenti.

sering disebut empty shell. perusahaan menyediakan site terpisah dari main computing facility dan hanya menyediakan fasilitas bangunan saja tanpa komputer. COLD SITE. Komputernya sendiri diperoleh dari supplier dan diinstall pada empty shell. Perusahaan besar dapat memobilitaskan pusat computingnya dengan mengontrakkan sumberdayanya untuk jasa backup secara hot site atau cold site. MOBILITY.c. Perusahaan-perusahaan kecil bekerja sama menyediakan backup dengan user lainnya yang memiliki tipe peralatan yang sama. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  .  HOT SITE ialah fasilitas computing lengkap yang disediakan suplier untuk konsumennya untuk digunakan pada saat darurat.

VITAL RECORDS PLAN  Record-record vital perusahaan ialah dokumentasi tercetak. dan magnetic storage media yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. selain itu backup copies pada remote location juga harus tersedia.3. Record-record pada computer site harus dijaga. microform.9. Semua tipe record secara fisik dapat dtransportasikan ke remote location atau ditransfer secara elektronik SISTEM INFORMASI MANAJEMEN   .

REMOTE JOURNALING mirip dengan electronic vaulting tetapi transmisi hanya dilakukan saat transaksi terjadi. mulai digunakan tahun 1988. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . ialah transmisi elektronik file-file backup secara batch. DATABASE SHADOWING yaitu duplikasi database pada remote sites yang dijaga tetap up-to-date. ELECTRONIC VAULTING. 2. 3.• Tiga jenis electronic transmission service yang tersedia ialah: 1.

PENTINGNYA ETIKA 1. PERJANJIAN SOSIAL PENGGUNAAN KOMPUTER SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . ETIKA SEBAGAI PARAMETER PERILAKU 2.10. EMPAT ISYU ETIKA 3.

10.1. ETIKA SEBAGAI PARAMETER PERILAKU

Perilaku manusia dituntun oleh hukum, moral, dan etika.
 Hukum  moral  etika

terlihat jelas karena biasanya tertulis;

ialah standard betul atau salah yang secara umum dapat diterima; sedangkan ialah ekspresi moral dalam bentuk aturanaturan yang digunakan sebagai panduan.

Beberapa aturan etika bersifat informal (diperoleh berdasarkan pengalaman), beberapa aturan lainnya bersifat formal yaitu didokumentasikan secara tertulis.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Organisasi-organisasi professional computing telah membuat lima aturan etika yaitu:
Nama Organisasi Association for Computing Machinery Data Processing Management Association (DPMA) British Computer Society (BCS) The Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) The Institute for Certification of Computer Professionals (ICCP) Etika Professional Conduct and Procedures for the Enforcement of the ACM Code Code of Ethics, Standards of Conduct and Enforcement Procedures Code of Conduct Code of Ethics Codes of Ethics and Good Practices

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

10.2. EMPAT ISYU ETIKA

Prof. Richard O’Mason (Southern Methodist University) mengidentifikasi empat isyu etika (diakronimkan sebagai PAPA) berkenaan dengan era informasi. PAPA, akronim dari  PRIVACY,  ACCURACY,  PROPERTY, dan  ACCESSIBILITY,

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

1.

PRIVACY. Informasi apa yang berkaitan dengan seseorang atau asosiasi yang boleh diungkapkan kepada orang lain; pada kondisi apa dan dengan perlindungan apa? Apa yang boleh tetap dirahasiakan seseorang yang tidak dipaksa untuk diungkapkan kepada orang lain? ACCURACY. Siapa yang bertanggung jawab terhadap otentik, kebenaran, dan akurasi (ketepatan) informasi? Siapa yang bertanggung jawab akibat error informasi dan bagaimana korban menerimanya? PROPERTY. Siapa yang memiliki informasi? Apa dan berapa nilai tukar yang pantas? Siapa yang memiliki saluran transmisi informasi? Bagaimana akses ke sumberdaya yang jarang (scarce) ini dialokasikan? ACCESSIBILITY. Informasi apa yang seseorang/organisasi mempunyai hak memeprolehnya, pada kondisi apa dan dengan perlindungan apa?

2.

3.

4.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

10.3. PERJANJIAN SOSIAL PENGGUNAAN KOMPUTER

Lima prinsip dasar (Prof. Richard O’Mason) agar teknologi informasi dan informasi yang tanganinya digunakan untuk meningkatkan harkat hidup manusia. Perusahaan harus memenuhi perjanjian sosial penggunaan komputer dengan cara memastikan bahwa informasi sistem perusahaan:
  

tidak akan melanggar privacy seseorang, akurat melindungi penyalahgunaan transmisi sumberdaya informasi, melindungi intellectual property dapat diakses utk menghindari penghinaan information illiteracy & pencabutan HAM.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

 

Executive Information Systems SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

A Firm Without An EIS Top-level managers Human Marketing Manufacturing Financial resource information information information information system system system system SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Environmental Information and data Environmental information and data .

A Firm With An EIS Environmental Information and data Executive information system Marketing Manufacturing Financial information information information system system system Human resource information system Environmental Information and data SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

especially important  Organize  Staff  Direct  Control  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .What Do Executives Do? . "Company" attitude. long term attitude Fayol's Management Functions Plan .Definition of Executive   Executive manager on the upper level of the organizational hierarchy who exerts a strong influence on the firm.

entrepreneurial improvements and responding to unanticipated situations is the focus of high level managers SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  .Mintzberg's Managerial Roles  Different levels of management perform the same managerial roles but the relative time spent on roles is different at different levels Long-range.

Harvard professor  Executives follow a three step strategy    Agenda -.norms and values SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Kotter.Kotter's Agenda and Networks John P.long-range strategy and short Networks -.cooperative relationships  Hundreds or thousands  Inside and outside the firm  Environment -.

A few overriding issues More concerned with the process than the solution  Thought processes do not always follow the stepby-step patterns of the systems approach  Intuition is used at each step  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Isenberg.How Do Executives Think?    Daniel J. Harvard professor Studied more than one dozen executives over a 2-year period What they think about 1. How to get things done 2.

Unique Information Needs Mintzberg Study    Mintzberg was first to conduct a formal study of executive information needs Studied 5 executives in early 1970s Five basic activities      desk work telephone calls unscheduled meetings scheduled meetings tours SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Mintzberg Telephone Calls 6% Tours 3% Scheduled Meetings 59% Desk Work 22% Unscheduled Meetings 10% Legend: SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Interpersonal Communication .Distribution of Hours .

accounting for the low values SISTEM INFORMASI MANAJEMEN   .a communication involving any medium  Daily volume  Varies from executive to executive  Varies from day to day Daily value  The vice president of tax probably had a preceptive information gathering style.Unique Information Needs Jones & McLeod Study   Studied 5 executives in early 1980s Objectives : How much information ? Value ? Sources ? Media ? Use ? How much information reaches the executive  A transaction .

The Volume of Information Reaching the Executives 60 50 HIGH HIGH HIGH Number of Transactions 40 30 20 10 0 AVG LOW HIGH AVG LOW AV G LOW AVG LOW HIGH AVG LOW Retail Chain Bank CEO CEO Insurance Vice President President of Tax SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Vice President of Finance .

The Value of Information Reaching Executives 30 Bank CEO Vice President of tax Percentage of transactions 25 20 15 All five executives 10 5 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Value .

Sources Some executives went down 7 levels to gather information  Sources were internal and external  External sources provided the most volume but also the lowest average value  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Media Used for Communication   Written media accounts for 61% of the transactions  Computer reports  Letters and memos  Periodicals Oral media is preferred by executives  Tours  Business meals  Telephone calls The Executive Does not Control: • • • • Letters Memos Telephone calls Unscheduled meetings SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

03) .42) Entrepreneur (.06) Negotiator (.17) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Unknown (.32) Resource allocator (.Information Use by Decisional Role Disturbance handler (.

Jones & McLeod Study Findings Environmental sources .highest value  Written media.highest volume  Oral media -highest value  Little information direct from computer  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .highest volume  Internal sources .

both of MIT Studied 16 companies in early 1980s Found many computer users Found some executives interested in detail Coined the term ‘executive information system’     Rockart and Treacy Study EIS A central purpose A common core of data Two principal methods of use A support organization .EIS coach .Unique Information Needs Rockart and Treacy Study      John Rockart and Michael Treacy.EIS chauffeur SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Conduct analyses Support organization .EIS chauffeur SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Rockart and Treacy Study EIS Characteristics   Used for planning and controlling Importance of database   Internal/environmental Past/present/future Rockart and Treacy Study EIS Characteristics (continued)   Two principal methods of use .Retrieve reports .EIS coach .

Take advantage of opportunities 4. Tailor the system to the executive 5. Stimulate high-value sources 3.Putting Computer Use in Perspective Two key points: 1. Computer produces only a portion of the executive's information A Suggested Program 1. Take an inventory 2. Take advantage of technology SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Computer use is personal 2.

explanations Corporate mainframe External data and SISTEM INFORMASI MANAJEMEN information .An EIS Model Information requests Executive database Personal computer Information displays To other executive workstation Corporate database Electronic mailboxes Software library Executive workstation To other executive workstation Make corporate information available Current news.

Information compression SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Dialogue Between the Executive and the EIS   Typically by a series of menus. keyboarding is minimized Drill down to specific information needed from the overview level Incorporation of Management Concepts    Critical success factors Management by exception Mental model .

Do we need an EIS? 2. Doesn't strain information services 3. Fast 2.EIS Implementation Decisions Three Key Questions: 1. Should we purchase prewritten EIS software? Advantages of Prewritten Software 1. Is there application-development software available? 3. Tailored to executives SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Manage the spread and evolution SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Appropriate information services staff 4. Operating sponsor 3. Manage organizational resistance 8. Link to business objectives 7. Data management 6. Appropriate information technology (IT) 5.EIS Critical Success Factors -Rockart and David DeLong 1. Committed/informed executive sponsor 2.

Prerequisite Activities for the EIS Informatio n needs Analysis of Organization Corporate data model Purchasing and Performance Systems Information technology standards Information Systems Plan SISTEM INFORMASI MANAJEMEN EIS .

Future EIS Trends Use will become commonplace  Decreasing software prices  Will influence MIS/DSS  The computer will always play a support role  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Marketing Information Systems SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Copyright 1998 Prentice-Hall. Inc. .

Introduction    Marketing was the first functional area to exhibit an interest in MIS The marketing information system has three subsystems. marketing research. the accounting information system. and marketing intelligence Functional information systems: the conceptual systems should be "mirror images" of the physical systems SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Functional Information Systems Represent Functional Physical Systems Functional information systems Marketing information system Manufacturing information system Finance information system Human resource information system Information resource information system Marketing function Manufacturing function Finance function Human resources function Information Services function Physical system of the firm SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Place. Promotion. Communications (to environment) Kotler’s Information Flows Marketing intelligence Internal marketing information Firm Environment SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Marketing communications .Marketing Principles  Marketing mix :Product. Price The Marketing Information System (MKIS)   Kotler's marketing nerve center 3 information flows :Internal. Intelligence (from environment).

   Output – product – place – promotion – price – integrated mix Database Input – AIS – marketing research – marketing intelligence SISTEM INFORMASI MANAJEMEN An MKIS Model .Marketing Information System (MKIS) Definition A computer-based system that works in conjunction with other functional information systems to support the firm's management in solving problems that relate to marketing the firm's products.

Marketing Information System Model Input subsystems Accounting information system Data Information Output subsystems D A T A B A S E SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Product subsystem Place subsystem Promotion subsystem Price subsystem Integratedmix subsystem Internal sources Marketing research subsystem Users Environmental sources Marketing intelligence subsystem .

Accounting Information System  Sales order data is input.  AIS provides data for  Periodic reports  Special reports  Mathematical models and knowledge-based models Marketing Research Subsystem  Gathered from customers and prospects SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Primary versus Secondary Data     Primary data are collected by the firm Examples of primary data  Survey  In-depth interview  Observation  Controlled experiment Secondary data  Mailing lists  Retail sales statistics  Video retrieval systems Some secondary must be bought and some is free SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Marketing Research Software    Graphics packages (print maps) CATI (computer-aided telephone interviewing) where the computer displays the next question to ask Statistical analysis Marketing Intelligence Subsystem  Ethical activities aimed at gathering information about competitors Each functional information system has an intelligence responsibility SISTEM INFORMASI MANAJEMEN  .

The Product Life Cycle and Related Decisions STAGES Introduction Growth Maturity Decline Sales Volume Should the product be introduced Should the INFORMASI MANAJEMEN product strategy SISTEM be changed Should the product be deleted .

and information flow through the distribution channel – Resource flows – Feedforward information – EDI fits in here  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . money.New Product Evaluation Model    New product committee Explicitly considers production as well as marketing Lists decision criteria and their weight Place Subsystem Channel of distribution may be short or long  Material.

and Information Flow Money Money Money Money Supplier Material Manufacturer Material Wholesaler Material Retailer Material Consumer Two-way information flow SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Material. Money.

Integrated-Mix Subsystem  BRANDAID Model  Solid arrows: influences  Dashed arrows: responses  Environmental and retailer influence on the consumer  Individual influences  Combined influences  Unexpected influences SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

BRANDAID Manufacturer Manufacturer Price Trade promotion Salespersons Pacakge assortment Product Price Advertising Promotion Price-off coupons Premiums Samplings Package: Graphics & function Assortment Sales Availability Sales Distribution Retailer Retailer Price Trade promotion Salespersons Pacakge assortment Price Promotion Advertising Consumer Consumer Sales Distribution Product Price Advertising Promotion Price-off coupons Seasonal trend Premiums Sampling Package: Competitor Competitor Graphics & function Assortment SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Environment Environment .

The MKIS in Fortune 500 Firms   Preprocessed information 71% of 1990 firms Mathematical modeling  Generally down. Reason is unknown.    Support for management levels – Models – Overall Support for management functions Support for the marketing mix SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

How Managers Use the MKIS Subsystem Subsystem Product Place Promotion Integrated Price Mix X X X X X X X X X X X X Vice-pres of marketing X X X Other executives X X X Brand managers X X X Sales manager X Advertising manager X Manager mktg resrch X X X Manager of product planning X Manager of physical distribution X Other managers X X X SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Manufacturing Information Systems SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Copyright 1998 Prentice-Hall. Inc. .

Computers in the Physical System  CAD (computer-aided engineering)   Design database CAM Robotics   The Computer As an Information System Reorder point (ROP) systems – – – Know terms: reorder point. stockout. It is especially well suited to retail inventories. lead time. safety stock ROP formula: R = LU+S Still used by many firms. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

stockout. lead time. It is especially well suited to retail inventories  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . safety stock  ROP formula: R = LU+S  Still used by many firms.Reorder Point (ROP) Systems Know terms: reorder point.

Order release system produces reports for shop floor and purchasing.produces a master production schedule that encompasses the longest lead time plus the longest production time.explodes the bill of materials. Production scheduling system -. 2. Capacity requirements planning system works with MRP system to keep production within plant capacity. 4. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . 3.Material Requirements Planning (MRP) Components: 1. Converts the gross requirements into the net requirements. MRP system -. Produces outputs: reports and planned order schedule.

An MRP System Customer order file Sales forecast file Finishedgoods inventory file Production capacity file 1.Production scheduling system Bill of material file 3.Order release system Planning reports Performance reports Exception reports Changes to planned orders Order release report Shop floor control system SISTEM INFORMASI MANAJEMEN . Capacity requirements planning Purchasing system Order release report Master production schedule Raw materials inventory file 2. Material requirements planning system Planned order schedule 4.

Manufacturing Resource Planning (MRP-II) The purpose is to integrate MRP with all systems that affect materials management  Organizational systems  Accounting information system  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

An MRP II System Executive information system Other functional information systems Order entry Material requirements planning Purchasing Billing Receiving Accounts receivable General ledger SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Accounts payable .

MRP-II Benefits      More efficient use of resources  Reduced inventories  Less idle time  Fewer bottlenecks Better priority planning  Quicker production starts  Schedule flexibility Improved customer service  Meet delivery dates  Improved quality  Lower price possibility Improved employee moral Better management information SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Just-In-Time (JIT) Faster material flow      Small lot size Timing Compare JIT to online processing and MRP to batch Kanban pulls material as opposed to MRP push Computer not emphasized  Definition (same components as marketing) Manufacturing Information System – A computer-based system that works in conjunction with other functional information systems to support the firm's management in solving problems that relate to manufacturing the firm's products SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

A Model of a Manufacturing System Input subsystems Accounting information system Internal sources Industrial engineering system Environmental sources Manufacturing intelligence subsystem Output subsystems Production subsystem Data Information D A T A B A S E Inventory subsystem Users Quality subsystem Cost subsystem SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Industrial Engineering Subsystem    The industrial engineer Studies physical and conceptual systems Sets production standards Manufacturing Intelligence Subsystem    Can be viewed in terms of environmental contacts Labor unions (personnel flow) – formal and informal systems – personnel information – union contract compliance Suppliers (material and machine flow) SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Flow of Labor Information Labor Unions Industrial relations department Strategic level management Union contract performance Government Personnel requests Human resources department Manufacturing management •Suppliers •Employment agencies •College & universities •Trade schools Applicant data Global community Competitors Formal flow SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Informal flow Employees .

Buyer tour of supplier's plant 4.Financial analysis Long-term reliability 3.A Formal Supplier Selection Process 1. Questionnaire Production capability Emphasis on quality 2.Suppliers tour the firm's plant SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

supplier spare parts availability. and so on Supplier file Customer service input Units replaced or repaired because of defective parts. and so on Quality control input Units rejected upon receipt. reasons for rejection. quality control emphasis. past quality and delivery performance. and so on SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Input to Supplier Records Supplier input Financial strength. units rejected during production.

Build production facilities 2.Production Subsystem Used to: 1. Operate production facilities  Production schedule determines when the production steps are performed  Track expected and actual completion times SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

Inventory Subsystem Importance of determining the inventory level  Maintenance cost (carrying costs)  Purchasing costs  Economic Order Quantity (EOQ)  Economic manufacturing quantity (EMQ)  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

maintained that it is not workers but management that determines quality  Total quality management (TQM)  Elements of TQM   zero defects  quality at the source SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .Quality Subsystem Deming’s fourteen points.

Total Quality Management Graphical Tools *Process flowcharts *Check sheets *Pareto analysis and histograms *Cause and effect (fishbone) diagrams *Run charts *Scatter diagrams *Control charts SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TQM Philosophy *Customer-driven quality standards *Customer-supplier links *Prevention orientation *Quality at the source *Continuous improvement Statistical Tools *Sampling plans *Process capability *Taguchi methods .

A Quality Environment    Top management commitment Annual quality targets A fine-tuned physical system  Maintained machines  Neat facilities  Trained workers Emphasis on raw material  Cost Subsystem   Periodic reports Required ingredients 1. Information . Standards SISTEM INFORMASI MANAJEMEN 2.

How Managers Use the Manufacturing Information System Subsystem User Vice president of manufacturing Other executives Plant Superintendent Manager of planning and control Manager of Engineering Manager of quality control Director of purchasing Manager of inventory control Other managers Inventory X X X X Quality X X X X X Production X X X X Cost X X X X X X X SISTEM INFORMASI MANAJEMEN X X X X .

Computer-Integrated Manufacturing The philosophy that all production and information technologies must work together  Includes both physical and conceptual systems  CAD is the link  SISTEM INFORMASI MANAJEMEN .

CIM Includes Both Physical and Conceptual Concepts CAM CAD Robotics Executive Information System Manufacturing Other Information functional System information systems The Physical Production System Legend : Physical System Conceptual system The CBIS Both physical and MANAJEMEN system SISTEM INFORMASI conceptual .

FL. O’Riordan. 2nd Ed.. 1988. S. George M. 1995. McCubbrey. Scott. Database: Structured Technique for Design.Atre. Orlando. Raymond Jr. and Management. & Keith Burgess. MacMillan Publishing Company. 1986. McLeod. DAFTAR PUSTAKA S. New York.D. Foundations of Business Systems. Donald J.C. Flaatten. Performance. John Wiley & Sons. Andersen Consulting. Management Information Systems: A Study of Computer-Base Information System. 1992. O. . Arthur Andersen & Co. P. New SISTEM INFORMASI MANAJEMEN York. McGraw-Hill Book Company. Principles of Management Information Systems. 5th Ed. New York. Per.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful