PENYULUHAN KESEHATAN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS

Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Drh. Hiswani M.kes

PENDAHULUAN Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling sering diderita dan penyakit kronik yang serius di Indonesia saat ini. Setengah dari jumlah kasus Diabetes Mellitus (DM) tidak terdiagnosa karena pada umumnya diabetes tidak disertai gejala sampai terjadinya komplikasi. Prevalensi penyakit diabetes meningkat karena terjadi perubahan gaya hidup, kenaikan jumlah kalori yang dimakan, kurangnya aktifitas fisik dan meningkatnya jumlah populasi manusia usia lanjut. Dengan makin majunya keadaan sosio ekonomi masyarakat Indonesia serta pelayanan kesehatan yang makin baik dan merata, diperkirakan tingkat kejadian penyakit diabetes mellitus (DM) akan makin meningkat. Penyakit ini dapat menyerang segala lapisan umur dan sosio ekonomi. Dari berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia di dapatkan prevalensi sebesar 1,52,3 % pada penduduk usia lebih besar dari 15 tahun. Pada suatu penelitian di Manado didapatkan prevalensi 6,1 %. Penelitian di Jakarta pada tahun 1993 menunjukkan prevalensi 5,7%. Melihat pola pertambahan penduduk saat ini diperkirakan pada tahun 2020 nanti akan ada sejumlah 178 juta penduduk berusia di atas 20 tahun dan dengan asumsi prevalensi Diabetes Mellitus sebesar 2 %, akan didapatkan 3,56 juta pasien Diabetes Mellitus, suatu jumlah yang besar untuk dapat ditanggani sendiri oleh para ahli DM. Oleh karena itu antisipasi untuk mencegah dan menanggulangi timbulnya ledakan pasien DM ini harus sudah dimulai dari sekarang. Dalam hal antisipasi untuk pencegahan DM ini yang sangat perlu diperhatikan adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan pada penderita Diabetes Mellitus. Penyuluhan kesehatan pada penderita diabetes mellitus merupakan suatu hal yang amat penting dalam regulasi gula darah penderita DM dan mencegah atau setidaknya menghambat munculnya penyulit kronik maupun penyulit akut yang ditakuti oleh penderita. Dalam hal ini diperlukan kerjasama yang baik antara penderita DM dan keluarganya dengan para pengelola/penyuluh yang dapat terdiri dari dokter, perawat, ahli gizi dan tenaga lain. Untuk dapat menyuluh, dengan sendirinya para penyuluh harus benar-benar dapat memahami dan menyadari pentingnya Pendidikan Kesehatan DM serta mampu menyusun serta menjelaskan materi penyuluhan yang hendak di sampaikan kepada pasien. Dalam penyampaian materi penyuluhan tersebut, fasilitator dapat memakai bermacam-macam sarana seperti ceramah, seminar, diskusi kelompok dan sebagainya. Semuanya itu tujuannya untuk mengubah periakal (knowledge), perirasa (attitude) dan perilaku (behaviour). Perubahan perilaku inilah yang paling sukar dilaksanakan. Penyuluhan diperlukan karena penyakit diabetes penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup. Pengobatan diabetes memerlukan keseimbangan antara beberapa kegiatan yang merupakan bagian intergral dari kegiatan rutin sehari-hari seperti makan, tidur bekerja dan lainlain. Pengaturan jumlah serta jenis makanan serta olah raga oleh pasien serta keluarganya. Berhasilnya pengobatan diabetes tergantung pada kerja sama antara petugas kesehatan dengan pasien dan keluarganya. Pasien yang mempunyai pengetahuan cukup tentang diabetes, kemudian selanjutnya mengubah perilakunya, akan dapat mengendalikan kondisi penyakitnya sehingga ia dapat hidup lebih lama. Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai dengan memberikan penyuluhan diabetes antara lain: 1. Agar pasien dapat hidup lebih lama dan dalam kebahagiaan. Kualitas hidup sudah merupakan kebutuhan bagi seseorang, bukan hanya kuantitas, seseorang yang bertahan hidup, tetapi dalam keadaan tidak sehat akan mengganggu kebahagiaan dan kestabilan keluarga.

Sejauh mungkin kita harus berusaha mencegah timbulnya komplikasi tersebut. sejak awal kita harus sudah waspada akan kemungkinan komplikasi-komplikasi kronik yang mungkin timbul. Sekunder dan Tersier. misalnya dengan menekankan pentingnya kegiatan jasmani yang teratur dan menjaga agar tidak gemuk serta pentingnya pola makan yang sehat. Pencegahan Tersier perlu dilakukan pada pasien DM. sehingga dalam hal ini pihak pengelola harus mencegah terjadinya kecacatan lebih lanjut dengan usaha pengelolaan komplikasi sebaik-baiknya dan usaha merehabilitasi pasien sedini mungkin sebelum kecacatan menjadi menetap dan tidak dapat lagi diperbaiki lagi. perirasa (attitude) atau kah perilaku (behaviour). Dengan mengetahui sasarannya maka dapat dipilih kira-kira metode yang mana paling cocok: PERIAKAL (Knowledge) Gambar 1.Latihan Sendiri . apakah akan merubah periakal (knowledge). monitor diri sendiri dan . 3. melalui usaha Pendidikan Kesehatan yang harus dimulai sejak pra sekolah. Kepada remaja perlu juga diinformasikan dan dijelaskan mengenai bahaya nya dampak yang ditimbulkan akibat merokok.2. selain itu juga jumlah hari sakit dapat ditekan. tanya jawab. sehingga komplikasi yang mungkin timbul dapat dikurangi. Macam sasaran dan metoda penyuluhan kesehatan yang cocok PERIRASA PERILAKU (Attitude) (Behavior) Diskusi Kelompok Tanya jawab Film vidio Bimbingan Penyuluhan . Demikian pula pemerintah melalui semua jajaran terkait baik pihak Departemen Kesehatan maupun Departemen Pendidikan.Ikut asosiasi DM . Masyarakat secara menyeluruh dengan melalui lembaga swadaya Masyarakat dan lembaga sosial lainnya harus diikutsertakan dalam usaha pencegahan primer. Agar pasien dapat berfungsi dan berperan sebaik-baiknya didalan masyarakat. Penyuluhan menjadi sangat penting fungsinya untuk mencapai tujuan ini. bimbingan penyuluhan. diskusi kelompok. Untuk membantu pasien agar mereka dapat merawat dirinya sendiri. 4. METODA PENYULUHAN KESEHATAN Sebelum mengetahui tentang metoda penyuluhan kesehatan. Menekan biaya perawatan baik yang dikeluarkan secara pribadi. vidio.Self monitoring Ceramah Seminar Tugas baca Diskusi panel Simposium Konferensi Dari hal di atas untuk penyuluhan kesehatan penderita DM yang cocok adalah antara lain ceramah. 5. Penyuluhan diabetes Mellitus dapat dilakukan untuk pencegahan Primer. Untuk pencegahan primer ini tentu saja kita harus mengenal faktor-faktor yang berpengaruh pada timbulnya DM dan berusaha mengeliminasi faktor tersebut. Penyuluhan dalam hal pencegahan sekunder adalah dalam mengelola pasien DM. Pengaturan sistem rujukan yang baik menjadi sangat penting untuk memback up pelayanan kesehatan primer yang merupakan ujung tombak pengelolaan DM. Adapun pada penyuluhan pencegahan Primer. Dengan demikian akan dapat diharapkan hasil pengelolaan yang sebaik-baiknya. Agar penderita dapat lebih produktif dan bermanfaat. kalau komplikasi kronik DM ternyata timbul juga. hendaknya diketahui terlebih dahulu tentang tujuan yang akan dicapai. apalagi bila ditunjang pula dengan adanya tata cara pengelolaan baku yang dapat menjadi pegangan bagi para pengelola. dilakukan terhadap orang-orang yang belum menderita DM tetapi potensial untuk menderita. Penyuluhan mengenai DM dan pengelolaannya sangat penting untuk mendapatkan ketaatan berobat pasien yang baik dan teratur. keluaraga ataupun secara nasional.

Lakukanlah motivasi dengan cara memberi penghargaan dan mendiskusikan hasil tes Laboratorium. Sebagai contoh adalah pemeliharaan kaki yang baik akan mengurangi jumlah amputasi. dan metoda satu dan lainnya saling mempengaruhi. misalnya anak-anak penderita diabetesdan sebagainya. slide. tetapi dapat pula mempengaruhi periakal dan perilaku. n tape. Berikanlah informasi secara bertahap. Sebelum memulai penyuluhan. Lakukanlah pendekatan dengan mengatasi permasalahan dan lakukanlah stimulasi. cara hidup. Tujuan penyuluhan diabetes mellitus pada dasarnya adalah supaya meningkatkan pengetahuan pasien terhadap penyakit yang dideritanya sehinga pasien dapat mengendalikan penyakitnya dan mengontrol gula darah dalam keadaan mendekati normal dan dapat mencegah komplikasi. Perencanaan kebijaksanaan bidang kesehatan harus mengerti implikasi sosio-ekonomik penyakit ini dan betapa vitalnya kedudukan penyuluhan dan edukasi dalam penatalaksanaan diabetes. Perbaikan ketaatan pasien dengan memberikan pengobatan sesederhana mungkin. Lakukanlah kompromi dan negosiasi untuk mencapai tujuanyang dapat diterima pasien. 6. 7. mengantur makanan dan melakukan aktifitas olah raga sesuai dengan keadaan dirinya sehingga pada . Edukasi yang cukup akan menghasilkan kontrol diabetes yang baik dan mencegah atau mengurangi perawatan dirumah sakit. 4. 2. Pada dasarnya tujuan edukasi pada diabetes adalah perawatan mandiri sehingga seakan-akan pasien menjadi dokternya sendiri dan juga mengetahui kapan harus berobat kedokter untuk mendapatkan pengarahan yang lebih lanjut. jangan beberapa hal sekaligus. PENYULUHAN UNTUK PENCEGAHAN SEKUNDER Penyuluhan untuk pencegahan sekunder perlu diberikan pada mereka yang baru terdiagnosa diabetes. Pada penyuluhan tingkat primer ini yang menjadi sasaran adalah orang sehat yang belum terdiagnosa diabetes. mereka dapat mengendalikan penyakitnya mengontrol gula darah. sebaiknya dilakukan analisis mengenai pengetahuan pasien t ntang diabetes mellitus. Demikian juga dengan mengetahui e latar belakang sosial. Mulailah dengan hal yang sederhana baru kemudian yang kompleks. 8. sikap dan ketrampilannya.ikut menjadi anggota perkumpulan DM. misalnya dengan diskusi kelompok sasaran utama adalah mengubah perirasa. Kelompok pasien diabetes ini masih sangat perlu diberi pengertian mengenai penyakit diabetes supaya. 5. terutama pada individu dengan resiko tinggi. 3. asal-usul etnik. Adapun materi penyuluhan yang perlu disampaikan pada mereka adalah megenai faktor-faktor yang berpengaruh pada timbulnya diabetes dan usaha untuk mengurangi faktor resiko tersebut. dan jangan memaksakan tujuan kita pada pasien. vidio atau komputer. Berikanlah dukungan dan nasihat yang positif dan hindarilah kecemasan. Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan adalah : 1. PENYULUHAN UNTUK PENCEGAHAN PRIMER Penyuluhan pencegahan primer perlu dilakukan pada masyarakat untuk meningkatkan kepeduliannya (awareness) bahwa diabetes merupakan sutu problem kesehatan masyarakat dan dapat dicegah dengan mengontrol kegemukan dan meningkatkan kegiatan jasmani. Edukasi diabetes adalah suatu proses berkesinambungan dan perlu dilakukan beberapa pertemuan untuk menyegarkan dan mengingatkan kembali prinsip-prinsip penatalaksanaan diabetes. Pergunakanlah alat bantu dengar-pandang (audio visual) seperti set bahan i formasi. agar kemudian dapat dimotivasi untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan bagi pasien diabetes. edukasi akan lebih terarah dan lebih berhasil. keadaan keuangannya. tetapi beresiko tinggi untuk terkena diabetes. Dengan sendirinya masing-masing cara ada keuntungan dan kerugiannya. kepercayaan dan tingkat pendidikannya. kebiasaan makan.

Materi Penyuluhan pada tingkat lanjutan adalah: § Mengenal dan mencegah komplikasi akut diabetes. Pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif mempunyai enam tahapan yaitu: tahu. untuk selanjutnya ditumbuhkan rasa membutuhkan pada pasien. Materi penyuluhan pada tingkat pertama adalah: § Diabetes : Apakah itu diabetes mellitus. TUJUAN PENYULUHAN Penyuluhan kesehatan merupakan suatu proses yang berlangsung secara terus menerus. § Pemeliharaan kaki diabetes. Setiap anggota tim bertanggu jawab atas pendapatannya dan keputusannya dalam bidang masing-masing demi tercapainya tujuan pengobatan pasien. § Pengetahuan mengenai komplikasi kronik diabetes. Pada umumnya kebutuhan akan penyuluhan kesehatan dideteksi oleh petugas kesehatan. Sikap sebenarnya merupakan bagian dari . Enam tahap tersebut merupakan suatu proses yang memerlukan waktu. Tujuan pendidikan kesehatan dengan metode penyuluhan pada pasien diabetes mellitus adalah meningkatkan pengetahuan mereka. analisis.akhirnya pasien akan merasa nyaman. § Upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan. dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap sesuatu objek tertentu. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. yang kemajuannya harus terus diamati terutama kepada mereka yang memberi penyuluhan. Tim ini terdiri dari dokter. Untuk tercapai proses tersebut harus terjadi perubahan sikap pasien mengenai materi yang disuluhkan pada mereka. sintesis dan penilaian kembali. § Penatalaksanaan diabetes secara umum. Pengetahuan akan menjadi titik tolak perubahan sikap dan gaya hidup mereka. dan lama proses tersebut tidak sama untuk setiap orang. Mengubah sikap pasien bukanlah pekerjaan mudah. Untuk meningkatkan pengetahuan pasien diabetes mellitus dapat dilakukan perubahan dengan memberikan pendidikan kesehatan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan Pasien. § Obat-obat untuk mengontrol glukosa darah (tablet dan insulin). karena bisa mengendalikan gula darahnya. § Perencanaan makan dengan menggunakan bahan makanan penukar. Manajemen dilakukan oleh tim multi disiplin yang merupakan kelompok dari beberapa disiplin yang mempunyai tujuan yang sama dalam bidang kesehatan/diabetes. untuk mencapai tujuan pengobatan pasien harus bekerja sama dengan suatu Tim yang akan membantunya dalam proses pengobatan sehingga tujuan pengobatan nya dapat tercapai. § Kesabaran dan ketaqwaan untuk dapat menerima dan memanfaatkan keadaan hidup dengan komplikasi kronik. memahami. bahkan lebih sulit dari pada meningkatkan pengetahuan. Dalam hal pengobatan pasien yang sudah mengalami komplikasi kronik. Pada akhirnya yang menjadi tujuan pendidikan adalah perubahan perilaku pasien dan meningkatnya kepatuhan yang selanjutnya akan meningkatkan kualitas hidup. Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus objek. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu. PENYULUHAN UNTUK PENCEGAHAN TERSIER Pada penyuluhan untuk pencegahan tersier subyek yang menjadi sasaran adalah mereka yang sudah mengalami komplikasi. tujuan dan cara pengobatan pada komplikasi kronik diabetes. perawat mahir/khusus diabetes dan ahli diet. Jadi dalam hal ini yang sangat perlu disuluhkan pada pasien adalah : § Maksud. § Diabetes dan kegiatan jasmani (olah Raga). aplikasi. Untuk dapat menjalani perilaku yang diinginkan seseorang harus melampui semua tahap tersebut. § Penatalaksanaan diabetes selama menderita penyakit lain.

Perumusan tujuan tersebut haruslah dalam bentuk tujuan perilaku atau behavioral objectives. tetapi untuk mencapai program yang berdaya guna dan sekaligus berhasil guna. kadang-kadang keluar dari jalur tersebut karena situasi dirumah atau dikantor yang kurang mendukung. Sebagai contoh seorang pasien yang telah mempunyai pengetahuan dan sikap yang baik terhadap keteraturan berolahraga. yang memiliki syarat-syarat sebagai berikut: 1. ceramah dan sebagainya. . mungkin tidak dapat dijalankan perilaku tersebut karena keterbatasan waktu. sikap adalah kecenderungan yang t ertata untuk berpikir. Pada penyuluhan diabetes ini yang menjadi target penyuluhan atau sasaran adalah selain penderita. Di dalam pertemuan tersebut dapat dibahas berbagai aspek kehidupan pasien yang berhubungan dengan diabetes. wawancara. perilaku-perilaku tersebut harus dipertahankan. Seorang pasien yang telah berniat untuk makan sesuai dengan rencana makan yang telah dibuatnya sendiri. Tatap muka dengan penyuluhan tetap harus dilakukan secara teratur.kepribadian. PENETAPAN TUJUA N UMUM DAN KHUSUS Dalam penyuluhan diabetes sebelum kegiatan dilakukan terlebih dahulu harus ditetapkan apa tujuan yang ingin dicapai dari hasil penyuluhan tersebut. Sedangkan pada tujuan khusus disini merupakan uraian dari tujuan umum. Berbeda dengan perangai yang juga merupakan bagian kepribadian. Uji coba lapangan : Mencoba ( try and error) sistem untuk metoda penyuluhannya. misalnya: a. Tujuan tersebut harus dapat diamati (observable) 3. Dalam penyampaian penyuluhan perlu dilakukan dalam beberapa tahapan. juga keluarga maupun orang-orang disekitar penderita yang sering atau hampir setiap hari berhubungan dengan penderita. antara lain adalah fasilitas. diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. kita perlu menentukan sasaran tidak langsung yang terdiri dari petugas kesehatan dan berbagai komunitas dimana pasien berada di dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. Untuk terwujudnya sikap agar menjadi suatu perbuatan yang nyata. merasa dan berperilaku terhadap suatu referen atau objek kognitif. Pengetahuan tentang hal-hal tersebut diharapkan akan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien beserta keluarganya. Apabila pasien telah menjalankan perilaku yang diinginkan dan telah digolongkan didalam kelompok dengan kepatuhan tinggi. SASARA N PENYULUHAN Sebenarnya sasaran langsung penyuluhan diabetes adalah pasien diabetes beserta keluarganya. Pelaksanaan kegiatan : Yang dapat meliputi pembuatan dan pemasangan poster. sehingga sebagai dampak kepatuhannya penyakit diabetesnya dapat terkendali. walaupun frekuensinya dapat dikurangi. c. Tujuan tersebut harus dapat diukur (measurable) 2. Pada tujuan umum biasanya yang menyangkut seluruh prioritas masalah yang akan dilakukan penyuluhan kesehatan. baik yang diungkapkan sendiri oleh pasien atau dimulai oleh penyuluhan. Tujuan tersebut harus dapat dicapai (reachable) yang dimaksud adalah tujuan tersebut harus dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu. jadi disini harus jelas mengenai tujuan umum dan tujuan khusus yang ingin dicapai. b. tentunnya pasien tersebut dapat dimasukkan kedalam kelompok pasien dengan kepatuhan tinggi. ialah tujuan yang terkandung dalam setiap penyuluhan dan setiap masalah. Suatu sikap belum tentu akan diwujudkan dalam bentuk suatu tindakan. Bila semua perilaku positif telah dilaksanakan semuanya. misalnya dapat dibagi dalam beberapa kegiatan yang berkesinambungan. pembuatan leaflet/booklet serta siap dibagikan. Lokakarya mini: Untuk menyiapkan tenaga penyuluh.

karyawan penerbangan. Proses ini dilakukan untuk memungkinkan pasien menjadi pemain yang paling aktif dalam menangani penyakit yang dideritanya. karena lebih bervariasi dan dengan tempat tinggal yang berbeda-beda pula. Lebih sulit untuk mencapai komunitas ini bila dibandingkan dengan keluarga. ahli fisioterapi. diharapkan mereka dapat membantu seorang pasien diabetes pada saat kedaruratan. baik dilingkungan rumah ataupun lingkungan lain misalnya lingkungan tempat bekerja. Sasaran ketiga. Masing-masing anggota tim berfungsi sesuai dengan keahlian yang dimilikinya dan kebutuhan pasien pada saat konsultasi. baik fasilitas waktu. karena di Indonesia pada umumnya seseorang tinggal bersama-sama keluarganya. ahli gizi. tergantung pada fasilitas yang ada. Sasaran kedua adalah tim kesehatan/perawat yang bisa terdiri dari berbagai disiplin misalnya perawat. Lingkungan lain adalah lingkungan yang dapat berubah-ubah. atau bila tersedia d ana dapat dilakukan tatap muka kelompok. karyawan pemadam kebakaran. serta mengubah gaya hidupnya agar dapat menangani penyakitnya dengan sukses. mendapat penyuluhan serta penilaian tindak lanjut yang dilakukan secara siklik sedemikian rupa sehingga pada akhirnya pasien akan terpenuhi kebutuhannya. brosur. tetapi di Puskesmas. Dengan memberi penyuluhan diabetes kepada kelompok tersebut. Kelompok ini antara lain adalah kelompok dalam pekerjaannya sehari-hari paling mungkin untuk kontak dengan pasien diabetes mellitus misalnya pemimpin perusahaan yang ada kontak langsung dengan karyawan yang perlu mendapat penyuluhan sesuai dengan pekerjaannya yang dilaksanaan sehari-hari misalnya guru. jadi dalam hal ini kita . adalah orang-orang yang beraktivitas bersama-sama dengan pasien sehari-hari. keberadaan tim yang sederhana terdiri dari 2-3 orang sudah merupakan modal yang sangat berharga. Dalam penyuluhan diabetes perlu diperhatikan metode penyuluhan dan materi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pasien pada saat itu. walaupun demikian dokter praktek pribadi atau edukator diabetes juga dapat berpartisipasi melakukan penyuluhan bagi kelompok ini. tergantung pada aktivitas pasien. Penyuluhan dapat dilakukan secara perseorangan atau kelompok. pekerja sosial bahkan perawat bedah dan ahli farmasi. tentu saja tim ini harus bekerjasama dengan dokter. lingkungan sekolah dan lain-lain. pramugari dan sebagainya. leflet. yang diperlukan u ntuk dapat merawat diri sendiri. Di dalam pekerjaan sehari-hari. balai kesehatan masyarakat atau praktek pribadi. mendapat perencanaan penyuluhan yang menyeluruh sesuai dengan kebutuhannya. terutama mereka yang tinggal dikota kecil dan daerah terpencil. Informasi terbaru tentang penanganan diabetes sering terlambat sampai kepada dokter. Ditingkat rumah sakit tentunya tim tersebut dapat lebih lengkap. ruangan serta petugasnya. Pada dasarnya tujuan penyuluhan diabetes adalah perawatan mandiri. Walaupun demikian di dalam pemberian penyuluhan kepada pasien perlu diinggat bahwa setiap pasien harus mendapat penilaian mengenai kebutuhannya. Penyuluhan bagi kelompok komunitas ini sangat penting dan menjadi tanggung jawab dokter puskesmas. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan yang mudah dijangkau. Pendidikan bagi kelompok ini dapat dilakukan melalui media masa setempat. sehingga seakan-akan pasien menjadi dokternya sendiri dan juga mengetahui kapan dia harus memeriksakan dirinya kedokter atau anggota tim perawat lainnya untuk mendapatkan pengarahan yang lebih lanjut. Masalah di Indonesia yang juga menjadi masalah di negara-negara lain adalah kurangnya pengetahuan dokter tentang pengobatan mutakhir diabetes. Karyawan rumah sakit. KESIMPULAN Penyuluhan merupakan dasar utama untuk pengobatan diabetes bagi pasien d juga an pencegahan diabetes bagi keluarga pasien serta masyarakat didalam komunitas tertentu. mengatasi krisis. polisi. Dengan demikian dapat dikatakan penyuluhan diabetes adalah suatu proses pemberian pengetahuan dan ketrampilan bagi pasien diabetes.Petugas kesehatan perlu secara berkesinambungan mendapat pendidikan cara menangani pasien diabetes. petugas yang bergerak di dalam bidang transportasi seperti misalnya sopir angkutan umum.

Andi Offset.. S. Sugondo. Clement. . dan untuk pasien yang sudah mengalami komplikan perlu mendapatkan penyuluhan pencegahan tersier. atau pada pasien yang baru terdiagnosa diabetes maupun pada pasien yang sudah mengalami komplikasi.harus perhatikan kelompok yang menjadi sasaran penyuluhan apakah anggota keluargan pasien diabetes.S. Dalam hal ini kita harus membaginya menjadi tiga kelompok. Surabaya. R. yaitu kelompok anggota keluarga pasien diabetes perlu diberikan penyuluhan untuk pencegahan primer. Jakarta. Diabetes Mellitus. dkk. Yogyakarta. 1995. DAFTAR PUSTAKA Soedjono. Jakarta. S.. Buku Acuan Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Bagi Dokter Puskesmas. dkk. 1997. Iman Subekti. Editor: Sidartawan Sogondo. Diabetes Care 18:1204-1214. Diabetes Self-Management Education. 1995 Penyuluhan Sebagai Komponen Terapi Diabetes Dan Penatalaksanaan Terpadu. 1995. Airlangga University Press. Aspek klinik dan Epidemiologi. Pradana Suwondo. Kelompok pasien yang baru terdiagnosa perlu diberikan penyuluhan untuk pencegahan sekunder. Pusat Diabetes dan Lipid RSUPN DR. E. Basuki. Notoatmodjo. Cipto Mangun Kusumo Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dokter Praktek Umum dan Edukator Diabetes. S. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan.. 1986.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful