Republik Indonesia

Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
- Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi -

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

D O K U M EN P EN GADA A N
NOMOR : 050/023/412.34/POKJA-KONST/ULP-BJN/2012 TANGGAL : 03 Februari 2012

untuk Pengadaan Pekerjaan : Rehabilitasi Gedung Serbaguna

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan: Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran: 2012

i

Daftar Isi
BAB I. UMUM1 BAB II. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI3 BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) 4 BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI BAB IX. BENTUK KONTRAK BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) BAB XI. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR BAB XIII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN

: Pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan. : Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah unit kerja K/L/D/I yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik.HPS . . : Kelompok Kerja ULP yang berfungsi untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa.TKDN .KPA . .Kemitraan/ Kerja Sama Operasi (KSO) : kerja sama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak mempunyai hak. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian. Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.Pokja ULP .BAPL . . : Berita Acara Penjelasan Lanjutan.SPPBJ . UMUM A.HEA : Harga Perkiraan Sendiri. . istilah dan singkatan sebagai berikut: . : Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa. B. kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis.LDP .LDK . : Harga Evaluasi Akhir. : Lembar Data Kualifikasi.Pekerjaan Konstruksi : seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. : Surat Perintah Mulai Kerja : Tingkat Komponen Dalam Negeri.SPMK .LPSE : Lembar Data Pemilihan.1 BAB I.

C. D.2 . Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP.Aplikasi SPSE : Aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) berbasis web yang terpasang di server LPSE yang dapat diakses melalui website LPSE. Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha atau kemitraan/KSO serta perorangan. .

Kualifikasi Usaha Kecil 3. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI UNIT LAYANAN PENGADAAN KABUPATEN BOJONEGORO KELOMPOK KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI Jalan Lettu Soeyitno no. 39 Telp. Persyaratan Peserta Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia yang teregistrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik ( LPSE ) dan memenuhi persyaratan untuk Penyedia Pekerjaan Konstruksi Bidang Arsitektural .3 BAB II.34/POKJA-KONSTR/ULP-BJN/2012 Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi secara elektronik sebagai berikut: 1. Dokumen Pengadaan diambil dalam bentuk softcopy melalui aplikasi SPSE. Pelaksanaan Pengadaan Pengadaan ini dilaksanakan secara elektronik.000.net 4.( Delapan Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Enam Ratus Ribu Rupiah ) : APBD Tahun Anggaran 2012 2. Bojonegoro : Rp 898./Fax (0353) 881447 BOJONEGORO PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor: 050/024/412..600. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian. dengan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik ( SPSE ) pada alamat website LPSE : http://LPSE.Bojonegorokab. Bojonegoro. Sub bidang Bangunanbangunan Non Perumahan Lainnya. Jadwal Pelaksanaan Pengadaan Dapat dilihat pada website LPSE 5. Paket Pekerjaan Nama paket pekerjaan Lingkup pekerjaan Nilai total HPS Sumber pendanaan : Rehabilitasi Gedung Serbaguna : Dinas Pekerjaan Umum Kab. 03 Februari 2012 Pokja ULP .

2 1. Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum dalam LDP.3 . Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) A. 1.1 Pokja ULP mengumumkan kepada para peserta untuk menyampaikan penawaran atas paket pekerjaan konstruksi sebagaimana tercantum dalam LDP. Sumber Dana 2.1 2. Dalam hal peserta akan atau sedang melakukan kemitraan/KSO. Apabila dalam dokumen anggaran yang telah disahkan (DIPA/DIPDA 2012) dananya tidak tersedia atau tidak cukup tersedia yang akan dilampauinya batas anggaran yang tersedia untuk kegiatan tersebut. Lingkup Pekerjaan 1. Peserta Pelelangan Umum 3. Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP. berdasarkan syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga sesuai kontrak. maka proses pengadaan yang telah dilakukan batal demi hukum dan peserta pelelangan tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. baik dengan perusahaan nasional maupun asing maka peserta harus memiliki Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut.1 Pelelangan Umum penyedia pekerjaan konstruksi ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha.2 3.2 3. Peserta kemitraan/KSO dilarang untuk 3. kemitraan/KSO atau peserta perorangan yang memenuhi kualifikasi.4 BAB III. Umum 1.3 2.

melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur hasil Pelelangan Umum. pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang. c.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut: a. seperti digugurkan dari proses Pelelangan Umum atau pembatalan penetapan pemenang. untuk memenuhi keinginan peserta yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan.1 5. c. dilarang memiliki/melakukan peran ganda atau terafiliasi. berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam bentuk dan cara apapun. gugatan secara perdata. membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan ini. Kolusi. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam. fungsi dan perannya. Peserta yang menurut penilaian Pokja ULP terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam angka 4. b. Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP kepada PA.1 antara lain meliputi: 4.2 .1 dikenakan sanksi sebagai berikut: a. Larangan Korupsi. dan/atau peraturan perundang-undangan. sehingga mengurangi/menghambat/memperkecil/ meniadakan persaingan yang sehat dan/atau merugikan pihak lain. Para pihak dalam melaksanakan tugas.3 5. Peran ganda sebagaimana dimaksud angka 5. 4. sanksi administratif. dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4. b. Larangan Pertentangan Kepentingan 5.5 mengubah Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi. dan/atau d.2 4.

5. c. d.6 a. merangkap sebagai anggota Pokja ULP atau pejabat yang berwenang menetapkan pemenang Pelelangan. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai dengan derajat kedua. maupun antara peserta dengan KPA dan/atau anggota Pokja ULP yang antara lain meliputi: a.3 Afiliasi sebagaimana dimaksud angka 5. c. kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Terima Jadi (turn key contract) atau Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi. baik antar peserta. 5. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan pengawas menjadi Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan fisik yang diawasi.1 adalah keterkaitan hubungan. baik secara horizontal maupun vertikal. baik langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau menjalankan perusahaan peserta. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan perencana menjadi Penyedia Pekerjaan Konstruksi atau menjadi konsultan pengawas untuk pekerjaan fisik yang direncanakannya. baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih dari 50% (lima puluh perseratus) pemegang saham dan/atau salah satu pengurusnya sama. kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Terima Jadi (turn key contract) atau Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi.4 . b. b. pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/D/I atau anak perusahaan pada BUMN/BUMD yang mengikuti Pengadaan dan bersaing dengan perusahaan lainnya. Seorang anggota Direksi atau Dewan Komisaris suatu Badan Usaha tidak boleh merangkap sebagai anggota Direksi atau Dewan Komisaris pada Badan Usaha lainnya yang menjadi peserta pada Pelelangan yang sama. Pegawai K/L/D/I dilarang menjadi peserta kecuali cuti diluar tanggungan K/L/D/I. KPA dan/atau anggota Pokja ULP.

c. dan f. perbankan. b. Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi dimungkinkan menggunakan bahan baku. dan perangkat lunak yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) dengan ketentuan: a.00 (lima miliar rupiah) dan TKDN diatas 25% (dua puluh lima perseratus). angkutan. pabrikasi. e. d. 6.] . tenaga ahli. ekspedisi. seperti jasa asuransi. dan pemeliharaan. komponen berupa bahan baku belum diproduksi di dalam negeri dan/atau spesifikasi teknis bahan baku yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi persyaratan. penawaran peserta diberikan preferensi harga. Pendayagunaan 6. pekerjaan pemasangan. semaksimal mungkin menggunakan jasa pelayanan yang ada di dalam negeri. jumlah dan harga yang dilampirkan pada Dokumen Penawaran. pengujian dan lainnya sedapat mungkin dilakukan di dalam negeri. dan diusahakan secara terencana untuk semaksimal mungkin terjadinya alih pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing tersebut ke tenaga Indonesia.2 Peserta berkewajiban untuk menyampaikan penawaran yang mengutamakan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan di Indonesia oleh tenaga Indonesia (produksi dalam negeri). pemilahan atau pembagian komponen harus benar-benar mencerminkan bagian atau komponen yang telah dapat diproduksi di dalam negeri dan bagian atau komponen yang masih harus diimpor.1 Produksi Dalam Negeri 6. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan semata-mata untuk mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang belum dapat diperoleh di Indonesia. disusun berdasarkan keperluan yang nyata.000. peserta diwajibkan membuat daftar Barang yang diimpor yang dilengkapi dengan spesifikasi teknis.000.3 [Atas penggunaan produksi dalam negeri.7 6. untuk pekerjaan diatas Rp5.000.

Isi Dokumen Kualifikasi meliputi: a. Instruksi Kepada Peserta. 4) Jaminan Pelaksanaan. Dokumen Pengadaan 8. f. d.1 8. Bentuk Dokumen Penawaran: 1) Surat Penawaran.2 B. Setiap peserta yang termasuk dalam kemitraan/KSO dilarang menjadi peserta baik secara sendiri maupun sebagai anggota kemitraan/KSO yang lain pada paket pekerjaan yang sama. 3) Dokumen Penawaran Teknis. c. 7. Lembar Data Pemilihan. j. Pakta Integritas [jika berbentuk Kemitraan/KSO]. Umum b.2 Dokumen Pengadaan terdiri dari Dokumen Pemilihan dan Dokumen Kualifikasi. k. 3) Jaminan Sanggahan Banding. c. KAK dan/atau Gambar. 4) Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN. 2) Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO). Spesifikasi Teknis. d. 6) Jaminan Pemeliharaan. 5) Jaminan Uang Muka. Pengumuman Pelelangan. Syarat-Syarat Umum Kontrak.3 .1 Tiap Peserta Setiap peserta. Syarat-Syarat Khusus Kontrak. e. Dokumen Pemilihan meliputi: a. Satu Penawaran 7. Lembar Data Kualifikasi. Isi Dokumen Pengadaan 8.8 7. g. Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi. Daftar Kuantitas dan Harga. b. 2) SPMK. i. h. 8. Bentuk Dokumen Lain: 1) SPPBJ. Bentuk Surat Perjanjian. baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota kemitraan/KSO hanya boleh memasukkan satu penawaran untuk satu paket pekerjaan. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi. 5) Jaminan Penawaran.

9 8.4 10. dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan.7 .1 Pemberian penjelasan dilakukan secara online melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal dalam aplikasi SPSE.4 Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Pengadaan ini. Ketidakikutsertaan peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. Biaya peninjauan lapangan ditanggung oleh peserta. 10. Apabila terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. gambar dan/atau nilai HPS harus 10.2 10. 9.5 10. Perubahan rancangan kontrak dan spesifikasi teknis. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan. Jika dilaksanakan peninjauan lapangan dapat dibuat Berita Acara Penjelasan Lanjutan (BAPL) yang diunggah dalam website LPSE dan dapat dilihat melalui aplikasi SPSE. Pokja ULP tidak diwajibkan memberikan penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan. Kelalaian menyampaikan Dokumen Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya merupakan risiko peserta. Apabila dipandang perlu. Seluruh pertanyaan dari peserta dan jawaban dari Pokja ULP dimuat dalam aplikasi SPSE. Bahasa Dokumen Pengadaan 10.3 10. Pokja ULP melalui Aanwijzer atau tim teknis yang ditunjuk. Dalam pemberian penjelasan. namun cukup memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan.6 10. Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan beserta seluruh korespondensi tertulis dalam proses pengadaan menggunakan Bahasa Indonesia.

Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengunduh Adendum Dokumen Pengadaan yang diunggah Pokja ULP pada aplikasi SPSE. Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengunduh Adendum Dokumen Pengadaan yang diunggah Pokja ULP pada aplikasi SPSE. maka Pokja ULP wajib mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran.2 11. Perubahan Dokumen Pengadaan 11.8 Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan. Adendum Dokumen Pengadaan paling lambat diumumkan 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran.10 mendapatkan persetujuan KPA sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan.9 11. Perubahan Waktu Pokja ULP dapat melakukan perubahan waktu pada setiap tahapan lelang dengan menyertakan alasan perubahan. Pokja ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen Pengadaan. 10. . Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.1 11. maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah Dokumen Pengadaan awal. Apabila Adendum Dokumen Pengadaan dilakukan kurang dari 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran. berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi substansi Dokumen Pengadaan.3 11. Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir waktu pemasukan penawaran.. 10.4 12.

4) spesifikasi teknis.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing. 1) tanggal. meliputi: a. Semua Dokumen Penawaran menggunakan Bahasa Indonesia. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran. Dokumen Penawaran Dokumen Penawaran. Penyiapan Dokumen Penawaran 13. hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran asli. 6) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan. . dokumen penawaran teknis: 1) metode pelaksanaan. Biaya dalam Penyiapan Penawaran 13. formulir rekapitulasi perhitungan TKDN. surat penawaran yang didalamnya mencantumkan. daftar kuantitas dan harga d. 2) masa berlaku penawaran. h. 3) jenis.(apabila ada) 7) Formulir Pra RK3K f. 5) daftar personil inti. maka yang berlaku adalah penjelasan dalam Bahasa Indonesia. kapasitas. Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang ditanggung oleh peserta. dan b.1 14. komposisi dan jumlah peralatan. e. 3) harga penawaran. Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Bahasa Penawaran 14. 4) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. 14. 2) jadwal waktu pelaksanaan. harus 14. hasil pemindaian (scan) surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila ada).11 C.2 Peserta menanggung semua biaya dalam penyiapan dan penyampaian penawaran. hasil pemindaian (scan) Sertifikat Keterampilan (SKT)/Sertifikat Keahlian (SKA) bagi penanggungjawab teknis g.1 13.3 15. c. dokumen isian kualifikasi.

sebelum akhir masa berlakunya penawaran. bea. Masa Berlaku Penawaran dan Jangka Waktu Pelaksanaan 18.1 Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf.1 17.3 Biaya overhead dan keuntungan serta semua pajak. dan pungutan lain yang sah serta biaya asuransi yang harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi ini diperhitungkan dalam total harga penawaran.2 [Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum. Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan cara sebagaimana tercantum dalam LDP dan diuraikan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak. Pokja ULP dapat meminta kepada seluruh peserta secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam . sebagaimana 17. Masa berlaku penawaran tercantum dalam LDP.12 16. 16. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 17. peserta mencantumkan harga satuan untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. 16. penyesuaian harga diberlakukan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak]..4 [Untuk kontrak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan. peserta mencantumkan harga satuan dan harga total untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.] 16.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan. Harga Penawaran 16.1 18.] [Untuk kontrak lump sum. apabila dipersyaratkan.2 18. Jika harga satuan ditulis nol atau tidak dicantumkan maka pekerjaan dalam mata pembayaran tersebut dianggap telah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan. retribusi. Semua harga dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang sebagaimana tercantum dalam LDP.

13 jangka waktu tertentu. Pakta Integritas dan Data Kualifikasi dianggap telah disetujui dan ditandatangani oleh peserta pengadaan.3 20. menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran.1 Pakta Integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan dan akan melaporkan terjadinya kolusi. bentuk 18. Bentuk Dokumen Penawaran 20. Pakta Integritas Dokumen Penawaran disampaikan dalam softcopy berupa file yang telah dienkripsi. Pakta integritas sebagaimana dimaksud angka 20. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. dan nepotisme (KKN). Pengisian 21.4 19.rhs). Konfirmasi perpanjangan dapat dilakukan secara elektronik. 20. menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan diri secara tertulis dengan tidak dikenakan sanksi. 20.2 20.2 . korupsi.3 disampaikan dengan cara dipindai (scan). Peserta Pengadaan dapat menyampaikan konfirmasi secara elektronik melalui e-mail.1 Dokumen Isian Kualifikasi 21. Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada suatu paket pekerjaan melalui aplikasi SPSE. b.3 Peserta dapat: a. Dalam hal penyedia melakukan kemitraan/KSO maka Pakta Integritas ditandatangani oleh seluruh perusahaan yang bermitra dan dimasukkan dalam dokumen penawaran (*. Peserta berkewajiban untuk menyetujui Pakta Integritas dan mengisi Isian Data Kualifikasi dalam aplikasi SPSE.4 21. 18. maka peserta dianggap telah menandatangani Pakta Integritas.

nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran. nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan pelelangan. besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai nominal sebagaimana tercantum dalam LDP. c. g.2 22. besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf.1 Peserta menyerahkan Jaminan Penawaran dalam mata uang penawaran sebagaimana tercantum dalam LDP. e.14 22. f. diterbitkan oleh Bank Umum.5 . d. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. b. Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. Jaminan Penawaran asli disampaikan melalui pos tercatat/jasa pengiriman kepada Pokja ULP dan sudah harus diterima sebelum batas akhir pemasukan penawaran. h.3 22. Jaminan Penawaran dari peserta yang tidak ditetapkan sebagai pemenang lelang akan 22. Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan/KSO. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan. Jaminan Penawaran dari pemenang lelang akan dikembalikan setelah pemenang lelang menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. i.4 22. Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan. Jaminan Penawaran 22. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja.

c. b. Peserta wajib mengetahui dan mengikuti ketentuan penggunaan APENDO yang tersedia pada aplikasi APENDO. c. Penawaran administrasi.15 dikembalikan setelah pengumuman pemenang lelang. Pemasukan Dokumen Penawaran 23. D. Penawaran harga. Penyampulan 23. b. atau d.4 File disandikan dengan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO). Dokumen penawaran terdiri dari: a.rhs) hanya melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan. Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP dengan ketentuan: a. Penawaran teknis.2 Penyampulan Dokumen Penawaran dengan menggunakan metode 1 (satu) file. Pertama-tama.2 . Dilanjutkan dengan mengunggah file penawaran terenkripsi (*. 23. mengirimkan dokumen isian kualifikasi melalui aplikasi SPSE. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak bersedia menambah nilai Jaminan Pelaksanaan dalam hal harga penawarannya di bawah 80% HPS. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 setelah dilakukan evaluasi.6 Jaminan Penawaran akan disita apabila: a. dan d. tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dengan alasan yang tidak dapat diterima. Peserta dapat mengirim dokumen isian kualifikasi dan mengunggah file penawaran 24. b.3 23. peserta terlibat KKN. Dokumen Isian Kualifikasi.1 24.1 dan Penandaan Sampul Penawaran 23. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak. Penyampaian Dokumen Penawaran 24. 22.

4 26. Pokja ULP mengunduh dan melakukan dekripsi file penawaran dengan menggunakan APENDO sesuai waktu yang telah ditetapkan.2.1 Pada tahap pembukaan penawaran. aplikasi SPSE akan menolak setiap file penawaran yang dikirim. Pokja ULP menyampaikan file penawaran tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file yang bersangkutan tidak dapat dibuka. Setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran. Batas Akhir Waktu Pemasukan Penawaran 25.3 26.1 Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SPSE kepada Pokja ULP paling lambat pada waktu yang ditentukan oleh Pokja ULP. Pembukaan dan Evaluasi Penawaran 26. Selanjutnya Pokja ULP menetapkan penawaran tidak memenuhi syarat. 25. maka Pokja ULP akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan. Dokumen isian kualifikasi dan file penawaran terakhir akan menggantikan dokumen isian kualifikasi dan file penawaran yang telah terkirim sebelumnya. Penawaran masuk adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka dan lengkap sebagaimana dalam angka 23.16 secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka pelelangan dinyatakan gagal. 26. 25. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran kecuali untuk file penawaran yang sudah dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan keterangan LPSE.2 E. Pembukaan Penawaran 26.5 . Apabila dapat dibuka.2 26. Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi).

27.] [Hasil koreksi aritmatik diumumkan melalui website sebagaimana tercantum dalam LDP.] [Hasil koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak harga satuan dapat mengubah nilai penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula.] [Koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak lump sum yang melampirkan daftar kuantitas dan harga hanya dilakukan untuk menyesuaikan volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga dengan yang tercantum dalam Dokumen pengadaan tanpa mengubah nilai penawaran. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan.1 Evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem gugur.3 27.7 [Penawaran setelah koreksi aritmatik yang melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur. dan c. b. volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan: a.5 27.] [Berdasarkan hasil koreksi aritmatik Pokja ULP menyusun urutan dari penawaran terendah. maka dilakukan pembetulan.] 27.] Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugur dilakukan oleh Pokja ULP untuk mendapatkan 3 (tiga) penawaran yang memenuhi syarat yang dimulai dengan penawaran terendah setelah koreksi aritmatik. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah.17 27. . jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong. Evaluasi Penawaran 27.4 27.6 27.2 [Sebelum evaluasi penawaran.

dan c. dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. f. c. evaluasi harga. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi. kualitas dan hasil/kinerja pekerjaan. b. e. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan. tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat.10 . Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. maka: 1) peserta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan peserta lain yang terlibat 27. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan) antara peserta. Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut: a. mengganti. mengurangi. Pokja ULP dilarang menambah.8 Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga kurang dari HPS maka proses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penawaran. Pokja ULP dan/atau KPA. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1) penyimpangan dari Dokumen Pengadaan ini yang mempengaruhi lingkup. dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta.9 27. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran yang meliputi: a. mengganti dan/atau mengubah isi Dokumen Pengadaan ini. dan/atau mengubah isi Dokumen Penawaran. b. dan/atau 2) penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. d. evaluasi administrasi. evaluasi teknis. syarat-syarat. mengurangi.18 27.

maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai TKDN-nya dianggap nol). dan c) bertanggal. d) besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai sebagaimana tercantum dalam LDP. maka pelelangan dinyatakan gagal. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. b) Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. 3) Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) diterbitkan oleh Bank Umum. b) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. dan 3) apabila tidak ada peserta lain sebagaimana dimaksud pada angka 2). c) nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran. 27.19 dimasukkan ke dalam Daftar Hitam. apabila: 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi (khusus untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir TKDN. 2) surat penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.11 Evaluasi Administrasi: a. . 2) proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat (apabila ada). b. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi.

d. f) nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan pelelangan. unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai dengan yang ditetapkan. 27. peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. i) Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan/KSO. j) substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Penawaran telah dikonfirmasi dan diklarifikasi secara tertulis oleh Pokja ULP kepada penerbit jaminan. Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur (ambang batas) terhadap unsur teknis yang dinilai. setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan.20 c. e) besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf. e. g) paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan.12 Evaluasi Teknis: a. apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. b. maka pelelangan dinyatakan gagal. h) Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja. f. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. dengan ketentuan: 1) Pokja ULP menilai persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi dengan membandingkan pemenuhan persyaratan .

realistik dan dapat dilaksanakan c) jenis. f) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP. komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sebagaimana tercantum dalam LDP. 2) penilaian persyaratan teknis minimal dilakukan terhadap: a) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan disusun menurut kerangka dan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. 3) Dalam hal evaluasi teknis dengan sistem gugur menggunakan ambang batas nilai teknis. penawaran dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur maupun nilai total keseluruhan unsur memenuhi ambang batas minimal sebagaimana tercantum dalam LDP. Apabila terhadap hal yang meragukan dapat dilakukan klarifikasi untuk menegaskan bahwa K3 akan dilaksanakan.21 teknis sebagaimana tercantum dalam LDP.(apabila ada) g) Pra RK3K memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan Konstruki. 5) apabila dalam evaluasi teknis terdapat . d) spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. b) jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis.] 4) Pokja ULP dapat meminta uji mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat tertentu sebagaimana tercantum dalam LDP. e) personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan. kapasitas.

4) [untuk kontrak lump sum: a) apabila ada perbedaan antara penulisan nilai harga penawaran antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan huruf. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi harga. 2) harga satuan penawaran yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus) dari harga satuan yang tercantum dalam HPS. dinyatakan gugur. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran. 27. e. dan b) apabila semua harga penawaran atau penawaran terkoreksi di atas nilai total HPS. peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan ke tahap evaluasi harga. Pokja ULP melakukan klarifikasi dengan peserta. Harganya dianggap termasuk dalam harga satuan pekerjaan lainnya.22 hal-hal yang kurang jelas atau meragukan.13 Evaluasi Harga: a. d. dilakukan klarifikasi. 3) mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan. pelelangan dinyatakan gagal. c. apabila peserta yang lulus evaluasi teknis kurang dari 3 (tiga). Dalam klarifikasi peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran. b) apabila penawaran dalam angka tertulis dengan jelas sedangkan dalam . dengan ketentuan: 1) total harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibandingkan terhadap nilai total HPS: a) apabila total harga penawaran atau penawaran terkoreksi melebihi nilai total HPS. apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka pelelangan dinyatakan gagal. Harga satuan penawaran tersebut dinyatakan timpang dan hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah hal-hal yang pokok atau penting.

dan perhitungan biaya peralatan yang digunakan pada Analisa Harga satuan Pekerjaan menghasilkan konstruksi yang memenuhi syarat teknis Apabila hasil analisa mengindikasikan bahwa pekerjaan utama tidak dapat dilaksanakan dengan harga yang ditawarkan yang disebabkan harga penawaran di bawah harga pasar dan huruf tidak jelas. . kapasitas produk. bahan penunjang.23 b. komposisi. maka penawaran dinyatakan gugur]. Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan ketentuan sebagai berikut: 1) klarifikasi dalam hal penawaran komponen dalam negeri berbeda dibandingkan dengan perkiraan Pokja ULP. dan bahan (material konstruksi) terhadap jenis pekerjaan utama yang perlu dinilai kewajarannya untuk diteliti dan dianalisa mencakup beberapa faktor : (1) Komposisi bahan (material konstruksi) untuk memperoleh suatu produk konstruksi yang memenuhi syarat teknis (2) Kesesuaian harga bahan (material konstruksi) dengan harga pasaran pada saat penawaran dan harga tersebut dapat dibuktikan (3) Kesesuain upah tenaga kerja yang diberlakukan pada pekerjaan konstruksi di lokasi kegiatan pada saat penawaran (4) Kesesuaian penggunaan peralatan yang meliputi peralatan yang tercantum dalam daftar peralatan yang diberikan dalam penawaran. 2) klarifikasi kewajaran harga apabila harga penawaran dibawah 80% (delapan puluh perseratus) HPS dengan ketentuan: a) menilai rincian/uraian Analisa Harga satuan pekerjaan utama meliputi komponen tenaga kerja. maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan angka. peralatan. atau c) apabila penawaran dalam angka dan huruf tidak jelas.

Memperhitungkan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri dengan ketentuan: 1) rumus penghitungan sebagai berikut:  1  HEA =   × HP  1 + KP  HEA = Harga Evaluasi Akhir. 2) dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan HEA yang sama. KP = Koefisien Preferensi (Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dikali Preferensi tertinggi Barang/Jasa). sehingga akan menyebabkan terjadinya kerugian dibandingkan keuntungan yang akan diperoleh serta diperkirakan mempengaruhi lingkup. penawar dengan TKDN terbesar adalah sebagai pemenang. kualitas.24 dapat dibuktikan. maka penawarannya digugurkan dan Jaminan Penawaran disita untuk negara serta dimasukkan dalam Daftar Hitam. maka penawaran tidak memenuhi syarat dan dalam evaluasi penawaran dinyatakan gugur. b) apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang lelang. HP = Harga Penawaran (Harga Penawaran yang memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi). dan c) apabila peserta yang bersangkutan tidak bersedia menaikkan nilai Jaminan Pelaksanaan. c. 3) pemberian Preferensi Harga tidak mengubah Harga Penawaran dan hanya . Indikasi kerugian dan keuntungan diteliti dari data yang tercantum dalam analisa harga satuan pekerjaan dan rekapitulasi daftar kuantitas dan harga. harus bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. hasil/kinerja dan diyakini tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan/ketentuan.

Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum pemasukan penawaran.2 29. apabila diperlukan.3 28. maka Pokja ULP memilih peserta yang mempunyai kemampuan teknis lebih besar dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga) penawaran sebagai calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada). Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen dan meminta salinannya. Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti harga tidak wajar akibat terjadinya persaingan usaha tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan).1 Evaluasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang serta calon pemenang cadangan 1 dan 2 apabila ada. Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode penilaian sistem gugur. Dalam hal terdapat 2 (dua) calon pemenang memiliki harga penawaran yang sama. 28. Pokja ULP melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi kepada penerbit dokumen. Pembuktian Kualifikasi 29.1 29. e. Evaluasi Kualifikasi 28. 28. maka pelelangan dinyatakan gagal dan peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam.3 . d. Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi.5 29.2 28. f.4 28. maka lelang dinyatakan gagal. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus evaluasi kualifikasi. Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Kualifikasi.25 digunakan oleh Pokja ULP untuk keperluan perhitungan HEA guna menetapkan peringkat pemenang.

Pokja ULP wajib memberikan jawaban secara elektronik atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan.3 31. penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus pembuktian kualifikasi. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.26 29. Pengumuman Pemenang 31. Sanggahan diajukan oleh peserta apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a. 29. Sanggahan 31.4 Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data. PA dan APIP K/L/D/I sebagaimana tercantum dalam LDP. Penetapan Pemenang Pokja ULP mengumumkan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) melalui aplikasi SPSE. dan/atau c. di website sebagaimana tercantum dalam LDP dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat. Sanggahan yang disampaikan secara offline.4 31. dengan tembusan disampaikan secara offline kepada KPA. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No.1 Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat. maka lelang dinyatakan gagal. disertai bukti terjadinya penyimpangan.2 31. b. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal. bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan 30. maka peserta digugurkan.5 F.5 . 31. badan usaha dan/atau pengurusnya dimasukkan dalam Daftar Hitam.

paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. dapat mengajukan sanggahan banding secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP.4 32.5 32. Penunjukan Pemenang Pengadaan 33. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP.27 diluar masa sanggah. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti secara offline di luar aplikasi SPSE oleh pihakpihak yang berwenang. dan APIP K/L/D/I sebagaimana tercantum dalam LDP.6 Sanggahan banding yang disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP atau disampaikan di luar masa sanggah banding. wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. Penerima Jaminan Sanggahan Banding adalah Pokja ULP. dengan tembusan kepada KPA. Pokja ULP. G. 32.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) ke dalam apalikasi SPSE dan menginformasikan kepada KPA sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia .1 Peserta yang tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP. Penunjukan Penyedia Barang/Jasa 34. Sanggahan Banding 32. Sanggahan banding pelelangan. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti.3 32. menghentikan proses 32.2 32. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding sebesar sebagaimana tercantum dalam LDP dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding.

atau c.28 Barang/Jasa (SPPBJ). sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar. SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah semua sanggahan dan 34.7 . b. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. Penyedia yang ditunjuk wajib menerima keputusan tersebut. maka penunjukan pemenang dapat dilakukan kepada pemenang cadangan sesuai dengan urutan peringkat. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam LDP. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP. apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk karena masa penawarannya sudah tidak berlaku.2 KPA menerbitkan SPPBJ dengan ketentuan: a. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam LDP serta dimasukkan dalam Daftar Hitam.4 34. maka pelelangan dinyatakan gagal oleh PA setelah mendapat laporan dari KPA.5 34. Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri. selama masa surat penawaran dan Jaminan Penawaran pemenang cadangan masih berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya.3 34. dengan ketentuan: a.6 34. tidak ada sanggahan dari peserta. b. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang tidak dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan tidak boleh dicairkan. apabila tidak ada sanggahan. atau c. SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 6 (enam) hari kerja setelah pengumuman penetapan pemenang. Apabila semua pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri. 34.

diganti atau ditimpa sampai dengan kontrak ditandatangani. Pelelangan Gagal 35. Jika diperlukan. Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) oleh Pokja ULP bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman pemenang. Pelelangan Gagal 36. c. Pokja ULP menuangkan ke dalam BAHP segala hal terkait proses pemilihan penyedia secara elektronik yang tidak dapat diakomodir atau difasilitasi aplikasi SPSE.] e.1 34. apabila: a.9 34. dalam evaluasi penawaran ditemukan bukti/indikasi terjadi persaingan tidak sehat.] [seluruh harga penawaran yang masuk untuk Kontrak Lump Sum di atas HPS. [harga penawaran terendah terkoreksi untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan lebih tinggi dari HPS. .2 34.8 Dalam SPPBJ disebutkan bahwa penyedia harus menyiapkan Jaminan Pelaksanaan sebelum penandatanganan kontrak. file BAHP dapat diunggah secara berulang. sanggahan dari peserta atas pelaksanaan pelelangan yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden No. 34. tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran. Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ.29 sanggahan banding dijawab. jumlah peserta yang memasukan Dokumen Penawaran (file penawaran administrasi dan teknis yang dapat dibuka) kurang dari 3 (tiga) peserta b. BAHP dan Kerahasiaan Proses 34.1 Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal. 54 Tahun 2010 dan Dokumen Pengadaan ternyata benar.3 H. 34. d.

sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pengadaan ternyata benar. b.3 [Menteri/Kepala Lembaga/Pimpinan Institusi Lainnya sebagaimana tercantum dalam LDP selaku PA menyatakan pelelangan gagal. f. 36. 54 Tahun 2010. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan Pelelangan dinyatakan benar oleh pihak berwenang. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2. [KPA pada K/L/I atau PA/KPA pada Daerah] sebagaimana tercantum dalam LDP sependapat dengan KPA yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena proses Pelelangan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. atau b. sanggahan dari Penyedia Barang/Jasa atas kesalahan prosedur yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan ternyata benar. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan KPA.2 [KPA pada K/L/I atau PA/KPA pada Daerah] sebagaimana tercantum dalam LDP menyatakan pelelangan gagal. setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau pembuktian kualifikasi. ternyata benar. c. apabila: a. e. pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang melibatkan Pokja ULP dan/atau KPA ternyata benar. 36.30 f. Sanggahan banding dari peserta atas . atau g. atau g. apabila: a. pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pengadaan. 54 Tahun 2010.] [Kepala Daerah sebagaimana tercantum dalam LDP menyatakan pelelangan gagal. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri. apabila: a. d. ternyata benar. Sanggahan banding dari peserta atas terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan KPA dan/atau Pokja ULP. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No.

maka Pokja ULP atau Pokja ULP lainnya yang ditugaskan meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya pelelangan gagal. b. atau b.5 I. Setelah pemberitahuan adanya pelelangan gagal. pelelangan ulang. nama penyedia sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan Pelaksanaan. yaitu melakukan: a. penyampaian ulang Dokumen Penawaran. ternyata benar.31 terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan PA. 36. e. Surat Jaminan Pelaksanaan 36. KPA. KPA dan/atau Pokja ULP.] 36. 36.4 Setelah pelelangan dinyatakan gagal. menentukan langkah selanjutnya. c. d.1 Surat Jaminan Pelaksanaan memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. atau d. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan. diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat). perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) yang sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. b. evaluasi ulang. Surat Jaminan Pelaksanaan . maka Pokja ULP memberitahukan secara elektronik kepada seluruh peserta. nama KPA yang menerima Jaminan Pelaksanaan sama dengan nama KPA yang menandatangan kontrak. ternyata benar. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan PA dan/atau KPA. c. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan dalam angka dan huruf. f. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai dengan serah terima pertama pekerjaan berdasarkan Kontrak (PHO) sebagaimana tercantum dalam LDP. penghentian proses pelelangan.

paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang tercantum dalam SPPBJ. dengan ketentuan: a. Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai jaminan dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah surat pernyataan wanprestasi dari KPA diterima oleh penerbit Jaminan. dan j. Apabila salah satu pernyataan tersebut sudah tidak dipenuhi. 37. Penandatanganan Kontrak 37. 36. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. 36. atau b. memuat nama.2 . Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Surat Jaminan Pelaksanaan diatur dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak. i.3 J.2 Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan dipersamakan dengan penolakan untuk menandatangani Kontrak. h. Penandatanganan Kontrak 37.1 Sebelum penandatanganan kontrak KPA wajib memeriksa apakah pernyataan Dalam Dokumen Isian Kualifikasi masih berlaku. maka penandatanganan kontrak tidak dapat dilakukan.32 g. Jaminan Pelaksanaan atas nama Kemitraan/KSO harus ditulis atas nama Kemitraan/KSO. alamat dan tanda tangan pihak penjamin. Penandatanganan kontrak dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ dan setelah penyedia menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi diatas 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai penawaran atau penawaran terkoreksi.

spesifikasi umum. b. syarat-syarat khusus kontrak. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga. SPPBJ. Perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak. dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain.5 37. KPA dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi. BAHP. d. redaksional.6 37. yaitu: a. f. maka berlaku urutan sebagai berikut: a. dan i. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai. h. e. bahasa.33 37. b. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli. apabila diperlukan. kecuali perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan yang melewati batas tahun anggaran. c. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan. syarat-syarat umum kontrak. g. Pihak yang berwenang menandatangani 37.8 . pokok perjanjian. BAPL (apabila ada). gambar-gambar.7 37. adendum Surat Perjanjian. spesifikasi khusus.4 37. angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak. dan 2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh KPA.3 KPA dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak. terdiri dari: 1) kontrak asli pertama untuk KPA dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia. Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan. Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian.

. sepanjang mendapat kuasa/pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani kontrak. dapat menandatangani kontrak.9 kontrak atas nama penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar. Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada angka 38. yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.34 37.8.

12. Sumber Dana Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD Tahun Anggaran 2012 . LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) A. 4. 2. 8. B. 4.35 BAB IV.Bojonegorokab. 5. 5.net Nama paket Serbaguna 1. 6. Pokja ULP: Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro Alamat Pokja ULP: Jl Lettu Suyitno No 39 Bojonegoro 2. Cover dan Pelapis Dinding Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal Pekerjaan Lantai Pekerjaan Pengecatan dan Finishing Pekerjaan Perkerasan Halaman Pekerjaan Taman 6. 7. Lingkup Pekerjaan 1. 3.Bojonegorokab. 10. 9. 13. 11. 3. pekerjaan: Rehabilitasi Gedung Uraian singkat pekerjaan: Pekerjaan Pendahuluan Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Pekerjaan Beton Pekerjaan Kosen Pintu & Jendela Pekerjaan Panel ACP Pekerjaan Rangka dan Atap Canopy Pekerjaan Plafond Pekerjaan Ornamen.net Website LPSE: http://LPSE. Website: http://LPSE. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 75 ( Tujuh Puluh Lima ) hari kalender.

memiliki Sertifikat Ketrampilan (SKT) / Sertifikat Keahlian (SKA) Bidang Arsitektural.36 C. apabila ada bagian pekerjaan yang dapat disubkontrakkan dan bukan merupakan pekerjaan utama. 2. Administrasi (1 orang). Pelaksana (1 orang). Pendahuluan …………………………………………… (menjelaskan gambaran secara umum metode pelaksanaan yang akan dilakukan) b. Dokumen Penawaran 1. pendidikan minimal SLTA. 3. d. c. Bahan Paving (khusus pekerjaan menggunakan paving) yang 4. Penanggungjawab Teknis (1 orang). Beton Mollen Truck Stamper Pompa Air 5. Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan dan Peninjauan Lapangan D. 1. pendidikan minimal SLTA berpengalaman ≥ 3 tahun. e. Logistik ( 1 Orang). 5. pendidikan minimal SLTA. b. Maksud dan Tujuan …………………………………………… (diisi dengan maksud dan tujuan dari . pengalaman ≥ 3 Tahun. Daftar Peralatan Utama minimal yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan: 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2. ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) Daftar Personil Inti yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan: a. Metode pelaksanaan memuat uraian (kerangka) sebagai berikut : a. pendidikan minimal STM / SMK jurusan Bangunan pengalaman ≥ 3 tahun. kecuali pekerjaan spesialis] Uji mutu/teknis/fungsi diperlukan untuk: a. Keuangan ( 1 orang). 4. Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan ____________________________________ [diisi. Sepeda Motor 3.

Besarnya Jaminan Penawaran adalah: Rp Rp. realistik dan dapat dilaksanakan Mata uang yang digunakan Rupiah 6. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. Pemasukan Dokumen Penawaran Masa berlakunya jaminan penawaran 104 (seratus empat) hari kalender.17. Penutup …………………………………………… Jadwal waktu pelaksanaan : jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. Metode Penyelesaian Pekerjaan …………………………………………… (diisi dengan tahapan dan tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal s/d akhir dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis) d. H.972.37 metode pelaksanaan yang akan ditempuh) c.000 ( Tujuh Belas Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Rupiah ) [diisi. Masa Berlakunya Penawaran G. Masa berlaku penawaran selama 90 (Sembilan puluh) hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. besar nominal 2% dari nilai total HPS] 2. E. Jaminan Penawaran dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) . 2. 3. Jaminan Penawaran 1. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 1. Pembayaran dilakukan dengan cara Angsuran (termyn) F.

min 10% jenis. min 5% . Bobot max 20%. kapasitas. min 10%. [Ambang Batas Sistim Gugur] 1. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. Ambang Batas Nilai Teknis : 70 Unsur Teknis yang dinilai : a) b) c) d) e) f) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan disusun menurut kerangka dan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.38 I.5% Pra RK3K memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan Konstruki. 2. komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sebagaimana tercantum dalam LDP. Batas Akhir Waktu Penyampaian Penawaran J. bobot max 20%. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. bobot max 10% min 10% personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan. bobot max 15% min 12% spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. Pembukaan Penawaran ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) K. bobot max 15% min 13. bobot max 10%. realistik dan dapat dilaksanakan.

Jaminan Sanggahan Banding dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan selama 89 (Delapan Puluh Sembilan) hari kalender sejak penandatanganan kontrak. [diisi sebesar 2‰ (dua perseribu) dari nilai total HPS atau paling tinggi sebesar Rp 50. PA Dinas Pekerjaan Umum Kab.200. Bojonegoro c. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro N.(Satu juta tujuh ratus sembilan puluh tujuh ribu dua ratus rupiah) M. Sanggahan.. KPA Bidang Pembangunan Gedung a. Jaminan Pelaksanaan 1.797. Jaminan Sanggahan Banding 1. Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro b.39 L. 1. 2. Sanggahan Banding Dan Pengaduan 1. Sanggahan disampaikan melalui aplikasi SPSE Tembusan sanggahan disampaikan disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada: a.000. 4. Tembusan sanggahan banding disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada: d. Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Sanggahan Banding disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada Bupati Bojonegoro 3.00 (lima puluh juta rupiah)] 2. 2.000. . Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Besarnya jaminan sanggahan banding: Rp. KPA Bidang Pembangunan Gedung b.

memiliki kemampuan untuk menyediakan fasilitas/peralatan/perlengkapan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi ini.net Nama Paket Pekerjaan : Rehabilitasi Gedung Serba Guna 1.net Website LPSE : http://LPSE. 3. Persyaratan Kualifikasi (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS]. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) A.000. Beton Mollen Truck Stamper Pompa Air 5..Bojonegorokab.40 BAB V. B. 2. memiliki Tenaga Teknis (Pelaksana) dengan kualifikasi sebagaimana LDP 5. Sepeda Motor 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah .Bojonegorokab. yaitu: 1. 89.(Delapan puluh sembilan juta delapan ratus enam puluh ribu rupiah) [paling kurang 10% 6. 4. memiliki pengalaman pada bidang Arsitektural.860. 3. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta sebesar Rp. Lingkup Kualifikasi Nama Pokja ULP : Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro _ Alamat Pokja ULP : Jl Lettu Suyitno no 39 Bojonegoro Website : http://LPSE. memiliki penanggungjawab teknis dengan kualifikasi keahlian pada bidang Arsitektural serta harus memenuhi persyaratan sebagaimana LDP 4. 2. Peserta Kualifikasi yang berbadan usaha harus memiliki surat izin usaha Jasa Konstruksi dan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi.

terdiri dari : a. Kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama ____ (________________) hari kalender. Sesuai dengan persyaratan. _____________ 20___ Kepada Yth. Penawaran ini berlaku selama ____ (__________________) hari kalender sejak tanggal surat penawaran ini. bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan: 1. 4. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN A. Daftar Kuantitas dan Harga 3. Hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA/KEMITRAAN (KSO) CONTOH [Kop Surat Badan Usaha/Kemitraan (KSO)] Nomor : Lampiran : _______.: Pokja _______ ULP ____________ [K/L/D/I] [diisi oleh Pokja ULP] di ______________________________ : Penawaran Pekerjaan _______________ [nama pekerjaan diisi Perihal oleh Pokja ULP] Sehubungan dengan pengumuman pendaftaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan nomor: _________________ tanggal ______________ dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen Pengadaan]. Dokumen penawaran teknis.41 BAB VI. 2. (apabila ada). Metoda Pelaksanaan. Hasil pemindaian (scan) Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi. dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan _____________________ [diisi oleh Pokja ULP] sebesar Rp_______________ (__________________________). Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. .

. maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.. Spesifikasi teknis.... Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini.. [Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakkan. d.. kapasitas... dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan.... g. Jenis.... apabila ada]... Jabatan . Dokumen isian kualifikasi yang dikirim melalui aplikasi SPSE... Daftar Personil Inti. f. c.. 7. PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) ____________ 5. Formulir Pra RK3K 6.. e. Hasil pemindaian (scan) Sertifikat Keterampilan (SKT)/Sertifikat Keahlian (SKA) bagi penanggung jawab teknis [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] . Formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). komposisi...42 b.. Jadwal Waktu Pelaksanaan..

Menunjuk ____________________________ [nama peserta 1] sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama kemitraan/KSO. dan kerugian dari kemitraan/KSO. masing-masing anggota kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini. kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (KPA) dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota kemitraan/KSO. akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2. c. 2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO adalah: _______________ [nama peserta 1] sebesar _____ % (___________ persen) _______________ [nama peserta 2] sebesar _____ % (___________ persen) _______________ [nama peserta 3] sebesar _____ % (___________ persen) _________________________________ [dst] 3. Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak. termasuk hak untuk memeriksa keuangan. dalam hal pengeluaran. 5. keuntungan. Kami menyetujui dan memutuskan bahwa: 1. 4. . Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah ________________ b. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas. wajib bertanggung jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak.43 B. maka kami: ______________________________ [nama peserta 1] ______________________________ [nama peserta 2] ______________________________ [nama peserta 3] ______________________________ [dan seterusnya] bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO). Secara bersama-sama: a. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO) CONTOH SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/ KERJA SAMA OPERASI (KSO) Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan ________________ yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di ________________ pada tanggal ________ 20__. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO.

daftar peralatan dan tenaga kerja. 8. tahun ________________________ [Peserta 1] [Peserta 2] (_______________) (________________) [Peserta 3] [dst (________________) (________________)] Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi ini harus dibuat diatas kertas segel Catatan: .44 perintah pembelian. DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan tanda tangan di _________ pada hari __________ tanggal __________ bulan ____________. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama kemitraan/KSO diberikan kepada _________________________ [nama wakil peserta] dalam kedudukannya sebagai direktur utama/direktur pelaksana _________________________ [nama peserta 1] berdasarkan persetujuan tertulis dari seluruh anggota kemitraan/KSO. perjanjian subkontrak. surat-menyurat. 6. 9. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani. 7. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap ____ (_______) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. tanda terima. dan lain-lain.

serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan]. 4. metoda pelaksanaan pekerjaan [disusun sesuai kerangka dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan]. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. dan 7. realistik dan dapat dilaksanakan 3. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan [tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. 5. personil inti yang akan ditempatkan secara penuh [sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP. bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan [sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP]. jenis. komposisi dan jumlah peralatan minimal [sebagaimana tercantum dalam LDP]. Formulir Pra RK3K . kapasitas. 6. spesifikasi teknis. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS Dokumen Penawaran Teknis 1.45 C. memenuhi persyaratan. 2.

Manajemen Proyek dan Perekayasaan IV.Nilai Jasa Luar Negeri (8B) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C) __________ [tempat]. Sub Total Jasa C. TOTAL Biaya (A + B) (4A) (5A) (6A) (7A) (8A) (9A) (4B) (5B) (6B) (7B) (8B) (9B) (4C) (5C) (6C) (7C) (8C) (9C) (4D) (5D) (6D) (7D) (8D) (9D) (4E) (5E) (6E) (7E) (8E) (9E) (4G) (5G) (6G) (7G) (8G) (9G) Formulasi perhitungan: Nilai Barang Total (3C) . Material Langsung (Bahan baku) II. Alat Kerja / Fasilitas Kerja V. Sub Total Barang Jasa III. Jasa Umum B.Nilai Barang Luar Negeri (3B) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C) % TKDN (Gabungan Barang dan Jasa) = + Nilai Jasa Total(8C) . __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun] [tanda tangan] [nama wakil sah badan usaha/pemimpin kemitraan (KSO)/perorangan] . Peralatan (Barang jadi) A. Konstruksi dan Fabrikasi VI.46 D. BENTUK FORMULIR REKAPITULASI KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) PERHITUNGAN TINGKAT FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) Nilai Gabungan Barang/Jasa (Rp) Uraian Pekerjaan DN (2) (1A) (2A) (3A) LN (3) (1B) (2B) (3B) Total Ribu % Rp KDN (4) (1C) (2C) (3C) (5) (1D) (2D) (3D) TKDN Barang/ Jasa (7) (1E) (2E) (3E) Gabungan (8) (1G) (2G) (3G) (1) Barang I.

Kolusi dan Nepotisme (KKN). b. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ________________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : __________________________________ [Pokja ULP] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Penawaran atas pekerjaan _______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No. Yang Dijamin tidak: 1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini.47 E. Yang Dijamin terlibat Korupsi. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK Contoh [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PENAWARAN No. _______________ tanggal__________________. apabila: Nama : _____________________________ [peserta pelelangan] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. c. atau 3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang. . 2) menandatangani Kontrak. Yang Dijamin menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan yaitu: a.

4. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender.d. ____________________ . Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. 5.6000. 3.48 Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. 6. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. dari tanggal _____________________ s. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. 2.00 Untuk keyakinan. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp.

______________ tanggal ______________ untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan ______________________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. 3. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. Dengan ini dinyatakan. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada ____________________ [nama Pokja ULP]. _________________________________ [alamat] sebagai Pelaksana Pelelangan. sebagai Penjamin. _____________ [alamat]. 4. BENTUK JAMINAN PENAWARAN ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN DARI Contoh [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PENAWARAN Nomor Jaminan: ____________________ ___________________ Nilai: 1. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan penagihan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji/wanprestasi. Surat Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN: a. selanjutnya disebut TERJAMIN.49 F. tidak: 1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang. atau 3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang. _____________ [alamat] sebagai Peserta. . selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah ________________ (terbilang _____________________) Rp 2. menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. Maka kami. terlibat Korupsi. Kolusi dan Nepotisme (KKN). dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. 2) menandatangani Kontrak. bahwa kami: _____________________ [nama]. c. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 5. b. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan No.

00 _____________________ __________________ (Nama & Jabatan) Jabatan) Untuk keyakinan.6000. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.50 6. Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Rp. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] Materai (Nama & . Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. 7.

. diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan/KSO] dalam rangka pengadaan _________ [isi nama paket] pada ________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] dengan ini menyatakan bahwa: 1. [nama lengkap] setiap anggota tangan dan nama Kemitraan/KSO] . dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. BENTUK PAKTA INTEGRITAS [Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO] Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1.. 4. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [Nama Penyedia] [tanda tangan]. tidak akan melakukan Nepotisme (KKN). bersedia menerima sanksi administratif. Nama Jabatan PAKTA INTEGRITAS : _____________________ [nama wakil sah badan usaha] : __________________________ Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang untuk dan sesuai dan cantumkan nama] atas nama 2. Kolusi. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih. [tahun] __________ [tempat]. menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam. 3. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini.[dan seterusnya. Nama Jabatan : _____________________ [nama wakil sah badan usaha] : __________________________ Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang untuk dan sesuai dan cantumkan nama] atas nama 3. .. [nama lengkap] [cantumkan tanda [Nama Penyedia] [tanda tangan]. praktek Korupsi. dan 2. digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana. transparan... akan melaporkan kepada APIP ________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] yang bersangkutan dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini.51 G. [nama lengkap] [Nama Penyedia] [tanda tangan].

CONTOH FORMAT DAFTAR PERSONIL INTI DAFTAR PERSONIL INTI NAMA PERUSAHAAN ALAMAT PEKERJAAN : : : ……………………………………………… ………………………………………… ……………………………………………… NO NAMA TEMPAT/ TANGGAL LAHIR JABATAN PENDIDIKAN NO IJAZAH PENGALAMAN KERJA (TAHUN) NO SKT I.52 H. CONTOH FORMAT DAFTAR PERALATAN UTAMA YANG DIGUNAKAN DAFTAR PERALATAN UTAMA YANG DIGUNAKAN NAMA PERUSAHAAN : ……………………………………………… ALAMAT : ……………………………………………… PEKERJAAN JENIS PERALATAN : …………………………………………… MERK DAN TYPE TAHUN PEMBUA TAN LOKASI SEKARANG BUKTI PEMILIKAN NO JUMLAH KAPASITAS KONDISI .

....................................... BAB I II III URAIAN Pendahuluan Maksud dan Tujuan Metode Penyelesaian Pekerjaan Penutup ISI Menjelaskan gambaran secara umum metode pelaksanaan yang akan dilakukan Maksud dan tujuan dari metode pelaksanaan yang akan ditempuh Tahapan dan Tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai dengan akhir yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis IV K. CONTOH FORMAT JADWAL PELAKSANAAN JADWAL PELAKSANAAN .CONTOH FORMAT METODE PELAKSANAAN Metode Pelaksanaan Nama Pekerjaan : ......53 J.......

jenis material. 2) Contoh: Jenis Bahaya & Risiko: a) Tertimbun longsoran -> Luka berat b) Terjatuh ke lubang > Luka berat (diisi jenis-jenis pengendalian risiko K3 berdasarkan hasil identifikasi BAHAYA & RISIKO K3 yang tersebut pada kolom no.Galian Saluran L =1. (silahkan diisi) Contoh : Pengendalian Risiko K3 a) Buat Turap Penahan Tanah b) Buat pagar pelindung Contoh : Jenis Bahaya dan Risiko a) Tertimpa crane terguling -> Luka berat/mati (l b) Terbentur tiang pancang Contoh : Pengendalian Risiko K3 a) Pastikan crane pancang laik pakai b) Buat landasan crane yang kuat (silahkan diisi) dst. KEBIJAKAN K3 PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (PRA-RK3K) (Berupa pernyataan/komitmen Direktur Utama atas nama perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam melaksanakan kegiatan konstruksi. dT= 2 m .dst.dst.Pancang Beton Dia 40 Cm . ) 57 . JENIS BAHAYA & RISIKO pada pekerjaan/ kegiatan dan/atau jenis alat. proses dan lingkungan kerja terkait pekerjaan tersebut pada kolom no. ) (silahkan diisi) dst. FORMULIR PRA RK3K BENTUK PRA RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA L CONTOH …… [Logo & N ama Perusahaan ] 1.5m.54 L. ) (silahkan diisi) dst. 3) 1 Contoh: "Pekerjaan Tanah" Galian Tanah Biasa: . (silahkan diisi) 2 Contoh: "Pekerjaan Pondasi" Pondasi Tiang Pancang . 2. PERENCANAAN 1) Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Bahaya (jenis /type pekerjaan) IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA & RISIKO K3 PENGENDALIAN RESIKO K3) (diisi dengan jenis /type pekerjaan) diisi..

Sasaran harus terukur secara kualitatif maupun kuantitatif) CONTOH : Sasaran K3 : a Tidak ada kecelakan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Accident) b Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80 % c Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko pekerjaannya masing-masing d dst Program K3 : a Melaksanakan Rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3 (APD. Peraturan Menteri Pu No 09/PRT/M/2008 tentang pedoman system manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3 Sasaran K3 dan Program K3 (Sasaran dan Program K3 yang akan dilaksanakan. sesuai dengan pekerjaan/kegiatan konstruksi yang akan dilaksanakan) CONTOH : Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam melaksanakan paket pekerjaan ini adalah : a. Rambu-rambu. harus disusun berdasarkan hasil identifikasi bahaya dan penetapan pengendalian Risiko. Undang-undang No 1 tahun 1970 tentang keselamatan Kerja b. Undang-undang No 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi c. Poster. pagar pengaman.55 2) Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya (Daftar Peraturan Perundang-undangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3. Spanduk. jaring pengaman dsb) secara konsisten b Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja berbahaya c dst Organisasi K3 : menyediakan petugas K3 sesuai dengan struktur organisasi yang Penanggung diusulkan JawabK3 Contoh : Emergency/ P3K Kebakaran 58 .

BENTUK FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA (Selain Contoh Format Modal Kerja Formulir Isian Kualifikasi telah disediakan dalam aplikasi SPSE) Modal Kerja Surat dukungan keuangan dari Bank: Nomor Tanggal Nama Bank Nilai : __________ : __________ : __________ : __________ Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika dikemudian hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan. dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun] PT/CV/Firma/Koperasi __________ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] (nama lengkap wakil sah badan usaha) [jabatan pada badan usaha] Catatan: [Surat Pernyataan ini di masukkan bersamaan dengan Surat Keterangan Dukungan Bank dalam Formulir Isian Kualifikasi yang disediakan dalam aplikasi SPSE – Menu Dukungan Bank] . __________ [tempat].56 M. gugatan secara perdata. maka saya dan badan usaha yang saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi administratif. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam.

PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR KUALIFIKASI (Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi mengikuti Petunjuk Pengoperasioan (User Guide) aplikasi SPSE) .57 BAB VII.

. atau peserta perorangan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21. memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk Usaha Mikro. Usaha Kecil dan koperasi kecil serta kemampuan pada subbidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non-kecil. PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. menyampaikan pernyataan/pengakuan tertulis bahwa perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya atau peserta perorangan tidak dalam pengawasan pengadilan. 6. 8. memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir. 5. 4. 10. Usaha Kecil dan koperasi kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun. menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan. memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta untuk mengikuti pengadaan pekerjaan konstruksi paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS. 2. 7.58 BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI A. dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO: a. salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya atau peserta perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam. 9. kecuali bagi peserta Usaha Mikro. tidak pailit. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan. 3. PPh Pasal 23 (bila ada transaksi). peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut. baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak. Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF). memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.

59

b.

evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 10 dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan kemitraan/KSO;

11. untuk usaha non-kecil, memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas yang setara, dengan ketentuan: a. KD = 3 NPt NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir; b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO; c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS; d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan, nilai kontrak dan status peserta pada saat menyelesaikan kontrak sebelumnya; e. nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang (present value) menggunakan perhitungan sebagai berikut:

Nilai pekerjaan sekarang Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada) saat serah terima pertama Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima pertama Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (apabila belum ada, dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya) Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan; 12. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan: a. SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan untuk usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir; b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari semua perusahaan yang bermitra/KSO; B. Pokja ULP memeriksa dan membandingkan persyaratan dan data isian peserta dalam Dokumen Isian Kualifikasi dalam hal: 1. kelengkapan Dokumen Isian Kualifikasi; dan 2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.

NPs Npo

= =

60

C.

Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian kualifikasi. Evaluasi kualifikasi sudah merupakan kompetisi, maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi.

D.

61

BAB IX. BENTUK KONTRAK

SURAT PERJANJIAN untuk melaksanakan Paket Pekerjaan Konstruksi: __________ Nomor: __________

[Jika Penyedia bukan berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi sebagai berikut: “SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [nama Kuasa Pengguna Anggaran], selaku Kuasa Pengguna Anggaran, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Kuasa Pengguna Anggaran], yang berkedudukan di __________ [alamat Kuasa Pengguna Anggaran], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai KPA] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran] (selanjutnya disebut “KPA”) dan __________ [nama wakil Penyedia], __________ [jabatan wakil Penyedia], yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama Penyedia], yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia], berdasarkan Akta Notaris No. ___ [No. Akta notaris] tanggal ____________ [tanggal penerbitan Akta] yang dikeluarkan oleh Notaris ______________ [nama Notaris penerbit Akta] (selanjutnya disebut “Penyedia”).”] [Jika Penyedia berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi sebagai berikut: “SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [nama Kuasa Pengguna Anggaran], selaku Kuasa Pengguna Anggaran, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Kuasa Pengguna Anggaran], yang berkedudukan di __________ [alamat Kuasa Pengguna Anggaran], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai KPA] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran] (selanjutnya disebut “KPA”) dan kemitraan/KSO yang beranggotakan sebagai berikut: 1. _________________ [nama Penyedia 1]; 2. _________________ [nama Penyedia 2]; ..... dst

serta telah menyetujui untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini. [untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum. ditulis sebagai berikut: “total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp________________ (_______________________ rupiah). ___________ tanggal ___________ (selanjutnya disebut “Penyedia”).”] [untuk kontrak lump sum. ditulis sebagai berikut: “total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp________________ (_______________________ rupiah).62 yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap KPA berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk __________ [nama anggota kemitraan yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan/KSO] untuk bertindak atas nama Kemitraan yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia wakil kemitraan]. berdasarkan surat Perjanjian kemitraan/KSO No. KPA dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut: 1. 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut. MAKA OLEH KARENA ITU. (b) Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada KPA. untuk (d) KPA dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat. personil.”] MENGINGAT BAHWA: (a) KPA telah meminta Penyedia untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini (selanjutnya disebut “Pekerjaan Konstruksi”). (c) KPA dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan menandatangani Kontrak ini. dan mengikat pihak yang diwakili. 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait. memiliki keahlian profesional. 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini. dan sumber daya teknis.”] .

peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini. b. g. dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 di atas. pokok perjanjian. 3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada KPA. gambar-gambar. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga (apabila ada). 3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. d. Hak dan kewajiban timbal-balik KPA dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya: a. BAHP. h. 4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia. adendum Surat Perjanjian. . syarat-syarat khusus Kontrak. spesifikasi umum. dan dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan. 2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari KPA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. 2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia. syarat-syarat umum Kontrak.63 2. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak. SPPBJ. Berita Acara Penjelasan Lanjutan (apabila ada). dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini: a. i. KPA mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia. f. spesifikasi khusus. 3. 4) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak. e. 5. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain. c. b. 4.

peralatan. 6) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan KPA. KPA dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia.)] [nama lengkap] [jabatan] . penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak.000.64 5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat.000. 8) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia.)] [nama lengkap] [jabatan] [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja KPA maka rekatkan materai Rp 6. DENGAN DEMIKIAN. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam SyaratSyarat Umum/Khusus Kontrak. 7) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak. Untuk dan atas nama __________ KPA Untuk dan atas nama Penyedia/Kemitraan (KSO) __________ [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk Penyedia maka rekatkan materai Rp 6. akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja. bahan-bahan. 6.. angkutan ke atau dari lapangan.. dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan.

)] [nama lengkap] [jabatan] [nama lengkap] [jabatan] ..65 [kop surat K/L/D/I] SATUAN KERJA: SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Halaman __ dari __ PAKET PEKERJAAN: __________ NOMOR DAN TANGGAL SPK: NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN: NOMOR DAN TANGGAL BERITA ACARA HASIL PELELANGAN: SUMBER DANA: [sebagai contoh.000. penyedia berkewajiban untuk mematuhi Syarat Umum SPK terlampir.. cantumkan ”dibebankan atas DIPA __________ Tahun Anggaran ____ untuk mata anggaran kegiatan __________ WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun NILAI PEKERJAAN No.)] Untuk dan atas nama penyedia __________ [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen maka rekatkan materai Rp 6. Untuk dan atas nama __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk penyedia maka rekatkan materai Rp 6. Uraian Pekerjaan Kuantitas Satuan Ukuran Harga Satuan (Rp) Material Upah Subtotal (Rp) Material Upah Total (Rp) Terbilang : Jumlah PPN 10% NILAI INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA: Penagihan hanya dapat dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan yang diperintahkan dalam SPK ini dan dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima.000. Jika pekerjaan tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu pelaksanaan pekerjaan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berkewajiban untuk membayar denda kepada KPA sebesar 1/1000 (satu per seribu) dari bagian tertentu nilai SPK sebelum PPN setiap hari kalender keterlambatan. Selain tunduk kepada ketentuan dalam SPK ini.

kerusakan. atas segala risiko terhadap kecelakaan. PERPAJAKAN Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak. pelaksanaan pekerjaan. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada KPA. dan c. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam harga SPK. serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh KPA mengandung cacat mutu. d. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia. Jika diminta oleh KPA maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada KPA sesuai dengan hukum yang berlaku. retribusi. 2. Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar. ASURANSI a. 9. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan. 8. dan pungutan lain yang dibebankan oleh hukum yang berlaku atas pelaksanaan SPK. CACAT MUTU KPA akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap cacat mutu yang ditemukan. PENGALIHAN DAN/ATAU SUBKONTRAK Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada KPA pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. 4. Hak kepemilikan atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh KPA tetap pada KPA. kehilangan. sesuai dengan volume. b. bea. SPK ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SPMK. c. KPA membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam SPK sebesar harga SPK. Waktu pelaksanaan SPK adalah sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK. maka KPA dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum SPK. serta risiko lain yang tidak dapat diduga. 3. baik sebagai akibat peleburan (merger) atau akibat lainnya. interpretasi. Rincian harga SPK sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum). b. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan. 5. HUKUM YANG BERLAKU Keabsahan. b. KPA dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu. spesifikasi teknis dan harga yang tercantum dalam SPK. serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan.66 SYARAT UMUM SURAT PERINTAH KERJA (SPK) 1. 7. JADWAL a. PENYEDIA MANDIRI Penyedia berdasarkan SPK ini bertanggung jawab penuh terhadap personil serta pekerjaan yang dilakukan. 6. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam harga SPK. 10. KPA berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh penyedia kepada KPA. b. b. HARGA SPK a. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya. LINGKUP PEKERJAAN Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan. beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi. Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: a. . Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama 6 (enam) bulan setelah serah terima hasil pekerjaan. Harga SPK telah memperhitungkan keuntungan. HAK KEPEMILIKAN a. c. dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. perlindungan terhadap kegagalan bangunan.

Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka KPA dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. denda.67 11. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda. 4) jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN a. kewajiban. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek. LAPORAN HASIL PEKERJAAN a. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat KPA) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: 1) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia. dan 6) catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan. dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. 3) jenis. f. c. jumlah dan kondisi peralatan. 2) cidera tubuh. g. Laporan harian berisi: 1) jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. dan cidera tubuh. Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia. Apabila diperlukan. sakit atau kematian Personil. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan. KPA membuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. 15. Kecuali SPK diputuskan lebih awal. e. PENGUJIAN Jika KPA atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar. semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini. Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu. 14. d. seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN KPA berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. . dan Personil. 13. tanggung jawab. apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil KPA. KPA dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. sakit atau kematian pihak ketiga. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan. kehilangan. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. Laporan harian dibuat oleh penyedia. PENANGGUNGAN DAN RISIKO a. 12. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan SPK untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. 5) keadaan cuaca termasuk hujan. d. b. d. membebaskan. kerugian. dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. 2) penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya. gugatan atau tuntutan hukum. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini. 3) kehilangan atau kerusakan harta benda. Penyedia berkewajiban untuk melindungi. c. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia. proses pemeriksaan hukum. penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja. kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian KPA. b. c. b. serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.

Setelah masa pemeliharaan berakhir. sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. c. b. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari harga SPK. PA/KPA dapat membentuk Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA. 4) penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal. atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari harga SPK dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari harga SPK. Perubahan SPK bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak. penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya. f. maka KPA berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan. 2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO). spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan. penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan pekerjaan. c. Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan SPK. KPA menugaskan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. meliputi: 1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam SPK sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam SPK. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus). 3) KPA tidak memberikan gambar-gambar. 2) keterlambatan pembayaran kepada penyedia. Untuk kepentingan perubahan SPK. d. 3) perubahan harga SPK akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan. 7) KPA memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh KPA. atas perintah KPA. . Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan. PERUBAHAN SPK a. JAMINAN PEMELIHARAAN a. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada KPA setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus).68 16. e. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: 1) KPA mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. 5) KPA menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan. 19. b. d. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi. c. c. penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan akhir pekerjaan. 6) KPA memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan. Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. g. SERAH TERIMA PEKERJAAN a. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan. h. e. KPA menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan SPK dan diterima oleh Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. KPA wajib melakukan pembayaran sisa harga SPK yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. b. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka KPA berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. b. PERISTIWA KOMPENSASI a. 17. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA. i. SPK hanya dapat diubah melalui adendum SPK. KPA menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. 18. dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi. Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi. 8) ketentuan lain dalam SPK. Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya.

Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena KPA terlibat penyimpangan prosedur. 5) penyedia selama Masa SPK gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh KPA. b. tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. KPA dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan. KPA mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. 9) penyedia terbukti melakukan KKN. 2) pembayaran dilakukan dengan [sistem bulanan/sistem termin/pembayaran secara sekaligus]. 23. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum SPK jika perpanjangan tersebut mengubah Masa SPK. dan/atau 10) pengaduan tentang penyimpangan prosedur. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan. e. dan selanjutnya menjadi hak milik KPA. Bahan dan perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada KPA. 2) penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. 7) Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan. b. KPA berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang. DENDA Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam SPK ini. maka KPA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. pajak dan uang retensi. dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari. melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan. Dalam hal SPK dihentikan. 4) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada). c. 2) biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi hasil pekerjaan sementara dan peralatan. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia. Penghentian SPK dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. maka KPA wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai. 3) biaya langsung demobilisasi personil. 8) KPA tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SPK. Pemutusan SPK dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak KPA. d. KPA dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan surat permintaan pembayaran kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM). dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan. 6) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari harga SPK dan KPA menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN SPK a. PENYELESAIAN PERSELISIHAN KPA dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua 21. Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan. b. 3) penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. pemutusan SPK melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: 1) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 24. d. 4) penyedia berada dalam keadaan pailit.69 20. 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang. KPA dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia. Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran. PEMBAYARAN a. . termasuk: 1) biaya langsung pengadaan bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan ini. c. tidak memulai pelaksanaan pekerjaan. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena kesalahan penyedia: 1) penyedia membayar denda. f. dan/atau 2) penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. PERPANJANGAN WAKTU a. Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh KPA. 22.

Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui pengadilan negeri dalam wilayah hukum Republik Indonesia. . LARANGAN PEMBERIAN KOMISI Penyedia menjamin bahwa tidak satu pun personil satuan kerja KPA telah atau akan menerima komisi atau keuntungan tidak sah lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari SPK ini. 25.70 perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. Penyedia menyetujui bahwa pelanggaran syarat ini merupakan pelanggaran yang mendasar terhadap SPK ini.

1.8 Subpenyedia adalah penyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan penyedia penanggung jawab kontrak. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A.5 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 1. 1. 1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada Institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit. 1. 1. yang masing-masing pihak .3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/ Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD. untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak). reviu. pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi.71 BAB X. 1. evaluasi.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi.1 Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. Ketentuan Umum 1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut: 1.9 Kemitraan/KSO adalah kerja sama usaha antar penyedia baik penyedia nasional maupun penyedia asing.7 Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi. 1.

13 1.72 1. dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya. Harga Satuan Pekerjaan (HSP) adalah harga satu jenis pekerjaan tertentu per satu satuan tertentu. adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional).14 1. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara KPA dengan penyedia yang mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak.11 1. yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan.18 1. terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih. kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis. Metoda pelaksanaan pekerjaan adalah cara .20 mempunyai hak.10 1. Direksi teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh KPA untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan.15 1. Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu konstruksi sesuai peruntukannya yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP. yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh penyedia kepada KPA/Pokja ULP untuk menjamin terpenuhinya kewajiban penyedia. Direksi lapangan adalah tim pendukung yang dibentuk/ditetapkan oleh KPA. Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak. Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan.16 1.12 1. Hari adalah hari kalender.17 1. Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh KPA.19 1.

28 1.23 1.24 1. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai.25 1.22 1. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP.26 1.27 1. Masa pemeliharaan adalah kurun waktu kontrak yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak. realistik dan dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan dengan tahap pelaksanaan yang sistimatis berdasarkan sumber daya yang dimiliki penawar. Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh KPA. yang pelaksanaannya diserahkan kepada penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh KPA. yang setelah diserahterimakan oleh .73 1. realistik dan dapat dilaksanakan. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir. Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. yang diterbitkan oleh KPA. dihitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan. Kegagalan Konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna atau penyedia. terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis.29 kerja yang layak.21 1. Personil inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ini tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Surat Perjanjian. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini. dan/atau keselamatan umum. dari segi teknis. b. keselamatan dan kesehatan kerja.2 4.1 Bahasa kontrak harus dalam Bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris. manfaat. menjadi tidak berfungsi. Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah.74 penyedia kepada KPA dan terlebih dahulu diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Larangan Korupsi. baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak.1 4. Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4.2 . dilarang untuk: a. Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia. Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk semua anggota Kemitraan/KSO apabila berbentuk Kemitraan/KSO) dan Sub penyedianya (jika ada) tidak akan melakukan 3. Bahasa dan Hukum 3. menerima atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini. 2. kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum berlaku di negara pemberi yang pinjaman/hibah (tergantung kesepakatan antara Pemerintah dan negara pemberi pinjaman/hibah). menawarkan. 3.

4 4. pengenaan daftar hitam.5 5. dan d. Semua korespondensi dapat berbentuk surat.1 6. atau diproduksi. antara lain tempat material/bahan ditambang. atau jika disampaikan melalui surat tercatat dan/atau faksimili ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK. Asal material/bahan merupakan tempat material/bahan diperoleh.2 6. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.1 5. permohonan. b. Wakil Sah Para Pihak Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan.3 Penyedia yang menurut penilaian KPA terbukti melakukan larangan-larangan di atas dapat dikenakan sanksi-sanksi administratif oleh KPA sebagai berikut: a. c. Semua pemberitahuan. 4. Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan oleh KPA kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi lainnya. atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia. KPA yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor. Korespondensi 6. pemutusan Kontrak. email dan/atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK. Asal Material/ Bahan 5. dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak dalam SSUK. dan setiap dokumen yang .75 tindakan yang dilarang di atas. sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia.2 7. tumbuh. 4.

Perpajakan 10.1 Penyedia dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh Kontrak ini. 10.3 10. Penyedia tidak boleh diwakilkan. Subpenyedia (jika ada). Penyedia. Subkontrak sebagian pekerjaan utama hanya diperbolehkan kepada Penyedia spesialis setelah persetujuan tertulis dari KPA. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan. Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak diputuskan dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam SSKK. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis . Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. 9. bea. Penyedia dilarang untuk mensubkontrakkan sebagian/seluruh pekerjaan utama dalam Kontrak ini.76 disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh KPA atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. Pengalihan dan/atau Subkontrak 10. dan Personil yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak. baik sebagai akibat peleburan (merger) maupun akibat lainnya.4 11. retribusi. Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia.2 10. Khusus untuk penyedia perseorangan. 8. dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain.

2 15. Semua gambar yang digunakan untuk mendapatkan Hasil Pekerjaan baik yang permanen maupun sementara harus mendapatkan persetujuan Pengawas Pekerjaan. 12. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap personil dan subpenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan. penyedia bertanggung jawab secara penuh atas rancangan Hasil Pekerjaan Sementara. Persetujuan Pengawas Pekerjaan 15.1 15. Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah KPA.2 16. Dalam melaksanakan kewajibannya. Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan terlebih dahulu adanya Hasil Pekerjaan Sementara maka penyedia berkewajiban untuk menyerahkan spesifikasi dan gambar usulan Hasil Pekerjaan Sementara tersebut untuk disetujui oleh Pengawas Pekerjaan. KPA jika dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personil KPA atau konsultan pengawas. . Kemitraan/KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian untuk bertindak atas nama Kemitraan/KSO dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap KPA berdasarkan Kontrak ini. Jika tercantum dalam SSKK. Pengawas Pekerjaan selalu bertindak untuk kepentingan KPA.77 dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian. 13. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan 14. 14. Kemitraan/KSO 14. Perintah Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah Pengawas Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini. Terlepas dari ada tidaknya persetujuan Pengawas Pekerjaan.

1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan Surat Perjanjian oleh Para Pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SSKK. 19.1 Pelaksanaan Pekerjaan 20. Penyerahan Lokasi Kerja 20. Jika dalam pemeriksaan lapangan bersama ditemukan hal-hal yang dapat mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka perubahan 20. Hasil pemeriksaan dan penyerahan dituangkan dalam berita acara penyerahan lokasi kerja. Adendum dan Pemutusan Kontrak 19.2 . maka KPA dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum kontrak. Akses ke Lokasi Kerja B.2 19. Penyerahan dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan lapangan bersama. Penemuanpenemuan Penyedia wajib memberitahukan kepada KPA dan kepada pihak yang berwenang semua penemuan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan di lokasi pekerjaan yang menurut peraturan perundang-undangan dikuasai oleh negara .4 B. Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses KPA.1 KPA berkewajiban untuk menyerahkan keseluruhan lokasi kerja kepada penyedia sebelum SPMK diterbitkan. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan dalam SSKK.78 17.3 19. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada KPA. Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK. 18. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 19. Wakil Sah KPA dan/atau Pengawas Pekerjaan ke lokasi kerja dan lokasi lainnya dimana pekerjaan ini sedang atau akan dilaksanakan. Pelaksanaan. Penyelesaian.

b. Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan. organisasi kerja penyedia. KPA menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatanganan kontrak. termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan.79 tersebut harus dituangkan dalam adendum Kontrak. Program mutu disusun paling sedikit berisi: a. dan kondisi ini ditetapkan sebagai Peristiwa Kompensasi. c. Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan. prosedur instruksi kerja. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) 21.3 Jika penyerahan hanya dilakukan pada bagian tertentu dari lokasi kerja maka KPA dapat dianggap telah menunda pelaksanaan pekerjaan tertentu yang terkait dengan bagian lokasi kerja tersebut.2 22. Persetujuan KPA terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia.2 22. Program Mutu 22. pelaksana kerja. Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh KPA. jadwal pelaksanaan pekerjaan. 21. 20. Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan kontrak oleh penyedia.1 22.1 21. Pemutakhiran program mutu harus mendapatkan persetujuan KPA.6 .3 22. prosedur pelaksanaan pekerjaan. e. Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika terjadi adendum Kontrak dan Peristiwa Kompensasi. dan f.4 22. d.5 22. informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.

b.1 25. jadwal pelaksanaan pekerjaan. unsur perencanaan. mobilisasi peralatan dan personil. dan sebagainya. pada pelaksanaan Kontrak. e. bengkel. jadwal pengadaan bahan/material.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan pekerjaan. Mobilisasi 24. KPA bersama dengan penyedia. harus sudah menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak. Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkan SPMK. PA/KPA dapat . yaitu: a. b. penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi pekerjaan.2 24. c. Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan. dan unsur pengawasan. mendatangkan personil-personil. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan. Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak meliputi: a. d. gedung laboratorium. dan/atau c. tahap awal bersama-sama pemeriksaan melakukan detail kondisi rencana mata 23. mempersiapkan fasilitas seperti kantor. organisasi kerja. rumah. mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.2 Untuk pemeriksaan bersama ini.2 24.80 23.3 25. Apabila diperlukan.1 24. gudang. Pemeriksaan Bersama 25. KPA dengan penyedia melakukan lokasi pekerjaan dengan pengukuran dan pemeriksaan lokasi pekerjaan untuk setiap pembayaran. f. Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. program mutu. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak 23.

KPA 26. serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam angka 26 ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan.3 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Personil dan/atau Peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan Kontrak maka penyedia tetap dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat Personil dan/atau Peralatan yang belum memenuhi syarat harus segera diganti dalam jangka waktu yang disepakati bersama. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. 25.1 . 25. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. Waktu Penyelesaian Pekerjaan 26.2 Pengendalian Waktu 26. dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu. maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak.3 26.2 26.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal.4 27. Perpanjangan Waktu 27. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka KPA dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi.81 membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja.4 B.

82

berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah Masa Kontrak. 27.2 KPA berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan harus telah menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan untuk berapa lama, dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari setelah penyedia meminta perpanjangan. Jika penyedia lalai untuk memberikan peringatan dini atas keterlambatan atau tidak dapat bekerja sama untuk mencegah keterlambatan maka keterlambatan seperti ini tidak dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang Tanggal Penyelesaian.

28. Penundaan oleh Pengawas Pekerjaan

Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis penyedia untuk menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah penundaan ini harus segera ditembuskan kepada KPA. 29.1 Pengawas Pekerjaan atau penyedia dapat menyelenggarakan rapat pemantauan, dan meminta satu sama lain untuk menghadiri rapat tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan untuk membahas perkembangan pekerjaan dan perencanaaan atas sisa pekerjaan serta untuk menindaklanjuti peringatan dini. Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh Pengawas Pekerjaan dalam berita acara rapat, dan rekamannya diserahkan kepada KPA dan pihak-pihak yang menghadiri rapat. Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu diputuskan, Pengawas Pekerjaan dapat memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak yang menghadiri rapat. Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan sedini mungkin Pengawas Pekerjaan atas peristiwa atau kondisi tertentu yang dapat

29. Rapat Pemantauan

29.2

29.3

30. Peringatan Dini

30.1

83

mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikkan Nilai Kontrak atau menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menyampaikan secara tertulis perkiraan dampak peristiwa atau kondisi tersebut di atas terhadap Nilai Kontrak dan Tanggal Penyelesaian. Pernyataan perkiraan ini harus sesegera mungkin disampaikan oleh penyedia. 30.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama dengan Pengawas Pekerjaan untuk mencegah atau mengurangi dampak peristiwa atau kondisi tersebut.

B.3

Penyelesaian Kontrak 31.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan pekerjaan. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, KPA menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah KPA. KPA menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari nilai kontrak, sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari nilai kontrak dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.

31. Serah Terima Pekerjaan

31.2

31.3

31.4

31.5

84

31.6

Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan akhir pekerjaan. KPA menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. KPA wajib melakukan pembayaran sisa nilai kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka KPA berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan.

31.7

31.8

31.9

31.10 Jika Hasil Pekerjaan berupa bangunan maka umur konstruksi bangunan ditetapkan dalam SSKK. 32. Pengambilalihan KPA akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan. 33.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada KPA tentang pedoman pengoperasian dan perawatan sesuai dengan SSKK. Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan perawatan, KPA berhak menahan uang retensi atau Jaminan Pemeliharaan.

33. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan

33.2

B.4

Adendum 34.1 34.2 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak. Perubahan Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi:

34. Perubahan Kontrak

Perubahan Lingkup Pekerjaan 35. 35. Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal. melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak.85 a.1 35. 34. perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan.2 35. menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak. c. maka KPA bersama penyedia dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain : a. mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lokasi pekerjaan. perubahan pelaksanaan pekerjaan dan/atau penyesuaian harga.3 35.3 Untuk kepentingan perubahan kontrak. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak. dan/atau d. b.4 . Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh KPA secara tertulis kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal. mengurangi atau menambah jenis pekerjaan. PA/KPA dapat membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. b. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum kontrak. c.

Perubahan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 36.5 B.1 suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. pemogokan. KPA dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan atas kontrak setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia. e. d.86 36. b.2 36. Yang digolongkan Keadaan Kahar meliputi: a. keterlambatan yang disebabkan oleh KPA. dan/atau e. Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam adendum kontrak. kebakaran. gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait. KPA dapat menugaskan Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan. bencana non alam. dan/atau f. Keadaan Kahar 37. d. keadaan kahar.3 . perubahan disain. Apabila terjadi Keadaan Kahar.2 37. bencana alam. pekerjaan tambah. Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat keadaan kahar. sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.5 Keadaan Kahar 37. 36. maka penyedia memberitahukan kepada KPA paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan 37.3 36. b. c. bencana sosial.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh KPA atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut: a.4 36. masalah yang timbul di luar kendali penyedia. c.

termasuk: a. 37.2 .1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. dan selanjutnya menjadi hak milik KPA. c.87 Kahar. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat Keadaan Kahar yang dilaporkan paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Kahar. dengan menyertakan pernyataan Keadaan Kahar dari pejabat yang berwenang. 38. biaya langsung pengadaan Bahan dan Perlengkapan untuk pekerjaan ini.5 37. maka KPA wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai.6 B. biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi Hasil Pekerjaan Sementara dan Peralatan. Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. Penghentian dan Pemutusan Kontrak 38. Pada saat terjadinya Keadaan Kahar.4 Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar. Jika selama masa Keadaan Kahar KPA memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian. b. Bahan dan Perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada KPA.6 Penghentian dan Pemutusan Kontrak 38. Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan. 37. Penggantian biaya ini harus diatur dalam suatu adendum Kontrak. biaya langsung demobilisasi Personil. tidak dikenakan sanksi. Dalam hal kontrak dihentikan.

3 38. denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak dan KPA menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan. Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan. f. h. e. penyedia berada dalam keadaan pailit. g. penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan.4 Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak KPA. pengaduan tentang penyimpangan prosedur. penyedia terbukti melakukan KKN. j. dan/atau k. . penyedia selama Masa Kontrak gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh KPA. penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. b. kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang. d. c.88 38. i. KPA tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. penyedia tidak mempertahankan keberlakuan Jaminan Pelaksanaan. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. pemutusan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: a. tidak memulai pelaksanaan pekerjaan. dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari.

5 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan penyedia: a. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia. Peralatan.6 39. Jaminan Pelaksanaan dicairkan. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan Uang Muka dicairkan. c. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena KPA terlibat penyimpangan prosedur. melakukan KKN dan/atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah 40. Perlengkapan. dan d. maka KPA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. penyedia membayar denda. 38. Hasil Pekerjaan Sementara yang masih berada di lokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat kelalaian atau kesalahan penyedia. meliputi: 40.1 Hak dan kewajiban KPA: a. b. b. c. Hak dan kewajiban penyedia: a. Hak dan Kewajiban Para Pihak 40.89 38. dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh KPA tanpa kewajiban perawatan. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. dan/atau d. Hak dan Kewajiban Para Pihak Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh KPA dan penyedia dalam melaksanakan kontrak. Peninggalan Semua Bahan.2 . Pengambilan kembali semua peninggalan tersebut oleh penyedia hanya dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan KPA. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia. C.

memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan KPA. dan mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia. g. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. 43. bahan-bahan. h. kecuali dengan ijin tertulis dari KPA.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari KPA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. d. 41. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat. ditentukan dalam kontrak. membebaskan. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada KPA. c. angkutan ke atau dari lapangan. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan. Hak Kekayaan Intelektual 43. 42. misalnya spesifikasi teknis dan/atau gambar-gambar. peralatan. Penggunaan DokumenDokumen Kontrak dan Informasi Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain. f. tanggung jawab. Penyedia wajib melindungi KPA dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh penyedia. e.90 b. Penanggungan dan Risiko . akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. kewajiban. penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam kontrak.

penyedia beserta 43. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia. b.1 44. 43. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia. proses pemeriksaan hukum.4 44. dan cidera tubuh. sakit atau kematian Personil.3 43.2 . c. sakit atau kematian pihak ketiga. gugatan atau tuntutan hukum. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat KPA) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: a. cidera tubuh. Pada waktu pelaksanaan pekerjaan. dan Personil. kerugian. Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia. Penyedia dan Subpenyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan Personilnya pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.91 kehilangan. Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan Personilnya untuk mematuhi peraturan keselamatan kerja. Subpenyedia (jika ada). Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam angka 43 ini. semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini. kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian KPA. denda. kehilangan atau kerusakan harta benda.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal. Perlindungan Tenaga Kerja 44.

44. Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis KPA sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut: a. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya. dan c. Tanpa mengurangi kewajiban penyedia untuk melaporkan kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku. 46. 46. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan.3 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan kepada setiap Personilnya (termasuk Personil Subpenyedia. kerusakan.1 . b. atas segala risiko terhadap kecelakaan. jika ada) perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai. Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan KPA 47. serta risiko lain yang tidak dapat diduga. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan. serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan. pelaksanaan pekerjaan. perlindungan terhadap kegagalan bangunan.1 Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: a. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam nilai kontrak. Pemeliharaan Lingkungan Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkahlangkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini. 44. penyedia akan melaporkan kepada KPA mengenai setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian. kehilangan.4 45.92 Personilnya dianggap telah membaca dan memahami peraturan keselamatan kerja tersebut. Asuransi 46.2 47.

mengubah atau memutakhirkan program mutu. e. banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan. d. d. c. c.3 48. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. d. tindakan lain yang diatur dalam SSKK. apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil KPA.4 . jenis. Laporan harian dibuat oleh penyedia. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan. 47.1 48. penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya. mengubah Personil Inti dan/atau Peralatan. c. tindakan lain yang diatur dalam SSKK.2 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum melakukan tindakantindakan berikut: a. jumlah dan kondisi peralatan. Laporan harian berisi: a.93 atau Pengawas Pekerjaan b. dan f. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan kontrak untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan. 48. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan. keadaan cuaca termasuk hujan. jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan. seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. menunjuk Personil yang namanya tidak tercantum dalam Lampiran A SSKK. menggunakan spesifikasi dan gambar dalam angka 15 SSUK.2 48. b. Laporan Hasil Pekerjaan 48. b.

Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan piranti lunak tersebut.000. 50.4 .94 48.3 50. Penyedia yang mempunyai harga Kontrak di atas Rp25. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. Kerjasama 50.7 49. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.000.000. dokumentasi KPA membuat foto-foto pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan.1 Antara Penyedia dan Sub Penyedia 50. Penyedia paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir Masa Kontrak berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut beserta daftar rinciannya kepada KPA. yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama. Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur dalam Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh KPA.2 50. desain. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan. dan dokumen-dokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik KPA. spesifikasi. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek. Pembatasan (jika ada) mengenai penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur dalam SSKK. Kepemilikan Dokumen Semua rancangan. laporan.6 48. gambar.5 Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu.00 (dua puluh lima miliar rupiah) wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil. 48.

3 52. Pembayaran Denda . c. maka dalam kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain.1 Apabila penyedia yang ditunjuk adalah penyedia Usaha Mikro. 51. b. membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas. Usaha Kecil dan Koperasi Kecil 51. maka dalam kontrak dimuat: a. Keselamatan 54. dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut. Usaha Mikro. KPA mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia bukan Usaha Mikro.95 51. Penyedia Lain Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi kerja bersama-sama dengan penyedia yang lain (jika ada) dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro. Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam Kontrak ini. antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya. Usaha Kecil dan koperasi kecil. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia. Usaha Kecil dan koperasi kecil. Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar. Usaha Kecil dan koperasi kecil. Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan semua pihak di lokasi kerja. 53. Jika dipandang perlu. maka penyedia dikenakan sanksi yang diatur dalam SSKK. KPA dapat memberikan jadwal kerja penyedia yang lain di lokasi kerja.2 51. bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama. dan d.

9 . atau b.2 55.3 55.96 55.8 55. 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.6 55. Jaminan Uang Muka diberikan kepada KPA dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka. Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan. Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima Hand pertama pekerjaan (Provisional Over/PHO).4 55. 5% (lima perseratus) dari nilai total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) bagi penawaran yang lebih kecil dari 80% (delapan puluh perseratus) HPS.7 55. Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) dan diganti dengan Jaminan Pemeliharaan atau menahan uang retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak. Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima 55. Jaminan 55.5 55.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada KPA selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sebelum dilakukan penandatanganan kontrak dengan besar: a. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada KPA setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus). Masa berlakunya Jaminan Uang Muka sekurang-kurangnya sejak tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal penyerahan pertama pekerjaan (PHO). Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan kontrak.

2 Penggantian personil inti dan/atau peralatan tidak boleh dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis KPA.97 pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO). mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik. maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari personil inti dan/atau peralatan yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun.3 56. 56. Personil Inti dan/atau Peralatan 56. Jika diperlukan oleh KPA.6 56. D. Penggantian personil inti dilakukan oleh penyedia dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada KPA dengan melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja personil inti yang diusulkan beserta alasan penggantian.7 . Personil dan/atau Peralatan Penyedia 56. maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan menjamin personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak diminta oleh KPA. Personil inti berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pekerjaannya.1 Personil inti dan/atau peralatan ditempatkan harus sesuai dengan tercantum dalam Dokumen Penawaran. KPA dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil inti dan/atau peralatan menurut kualifikasi yang dibutuhkan. Personil inti dapat sewaktu-waktu disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan di bawah sumpah. Jika KPA menilai bahwa personil inti: a. Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan perlu dilakukan.5 56. yang yang 56.4 56. berkelakuan tidak baik. atau c. b.

98

E.

Kewajiban KPA KPA dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau kemudahan lainnya (jika ada) yang tercantum dalam SSKK untuk kelancaran pelaksanan pekerjaan ini. 58.1 Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: a. KPA mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia; c. KPA tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan; d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam kontrak; e. KPA menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan; f. KPA memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan; g. KPA memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh KPA; h. ketentuan lain dalam SSKK. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka KPA berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA, dapat

57. Fasilitas

58. Peristiwa Kompensasi

58.2

58.3

58.4

99

dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi. 58.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi.

F.

Pembayaran kepada Penyedia 59.1 KPA membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesar harga kontrak. Harga kontrak telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi yang meliputi juga biaya keselamatan dan kesehatan kerja.

59. Harga Kontrak

59.2

59.3

[Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum).]
Uang muka a. uang muka dibayar untuk membiayai mobilisasi peralatan, personil, pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok bahan/material dan persiapan teknis lain; b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar setelah penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka yang diterima; c. penyedia harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis kepada KPA disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak; d. KPA harus mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) untuk permohonan tersebut pada huruf c, paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Jaminan Uang Muka diterima; e. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank

60. Pembayaran

60.1

100

umum, perusahaan penjaminan, atau Perusahaan Asuransi Umum yang memiliki izin untuk menjual produk jaminan (suretyship) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan; f. pengembalian uang muka harus diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus). 60.2 Prestasi pekerjaan a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh KPA, dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan; 2) pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin atau pembayaran secara sekaligus, sesuai ketentuan dalam SSKK; 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan; 4) pembayaran harus dipotong angsuran uang muka, denda (apabila ada), pajak dan uang retensi; dan 5) untuk kontrak yang mempunyai sub kontrak, permintaan pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh sub penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan. b. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan; c. KPA dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM); d. bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. KPA dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi

denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada penyedia. Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia. pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh KPA. ganti rugi dan kompensasi kepada peserta dituangkan dalam adendum kontrak. besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan adalah: 1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga bagian kontrak yang belum dikerjakan.3 Denda dan ganti rugi a. 61. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. b. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh KPA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar. apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan dapat berfungsi. c. sesuai yang ditetapkan dalam SSKK. f. pembayaran denda dan/atau ganti rugi diperhitungkan dalam pembayaran prestasi pekerjaan. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masingmasing pekerja dan dapat diperiksa oleh KPA. d. Hari Kerja 61. 60. ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada KPA karena terjadinya cidera janji/wanprestasi.3 . apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data. g. apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum berfungsi. Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani. e. atau dapat diberikan kompensasi. atau 2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga kontrak. Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan.2 61.1 61.101 sementara dengan mengesampingkan halhal yang sedang menjadi perselisihan.

KPA secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang penangguhan hak pembayaran.1 [Harga yang tercantum dalam kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perhitungan Akhir 62.102 62. Penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak 64. Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau kelalaian penyedia.3 63. Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu.4 64. Penangguhan 63.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan berita acara penyerahan awal berdasarkan telah ditandatangani oleh kedua belah Pihak. disertai alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut.2 .2 63. termasuk penyerahan setiap Hasil Pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. penyedia berkewajiban untuk menyerahkan kepada Pengawas Pekerjaan rincian perhitungan nilai tagihan terakhir yang jatuh tempo.2 63. [Penyesuaian Harga (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak 64. Sebelum pembayaran terakhir dilakukan. Jika dipandang perlu oleh KPA. KPA dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya. penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada penyedia.1 63. KPA berdasarkan hasil penelitian tagihan oleh Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran terakhir selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang diterima oleh Pengawas Pekerjaan. 62.

. menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut.dst adalah 1.. Penyesuaian Harga Satuan.5 64. bahan.. d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja.103 Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum)] 64.Cn/Co+d. b.. dsb.15. Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan dilaksanakan (mulai bulan 64.Dn/Do+. Cn. Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang berasal dari luar negeri.00.7 64.) Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan. Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata pembayaran. c. Kontrak yang terlambat pelaksanaannya disebabkan oleh kesalahan Penyedia diberlakukan penyesuaian harga berdasarkan indeks harga terendah antara jadwal awal dengan jadwal realisasi pekerjaan. Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/adendum kontrak. ditetapkan dengan rumus sebagai berikut: Hn = Ho (a+b. Ho = Harga Satuan pada saat harga penawaran..4 64. Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai akibat adanya adendum kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke13 (tiga belas) sejak adendum kontrak tersebut ditandatangani.3 Tahun Jamak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan pekerjaan.6 64. kecuali komponen keuntungan dan biaya operasional sebagaimana tercantum dalam penawaran.. a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead.Bn/Bo+c.. Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran komponen keuntungan dan overhead maka a = 0. alat kerja. Penjumlahan a+b+c+d+. Bn.8 .

digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis. 64. Bo.1 KPA dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.12 Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut: Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+. 64.14 Penyedia dapat mengajukan secara berkala selambat-lambatnya setiap 6 (enam) bulan... dst Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga Satuan. 64.13 Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh KPA. Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan penyesuaian Harga Satuan.10 Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS. 64.9 Penetapan koefisien bahan. Penilaian Pekerjaan Sementara oleh KPA . tenaga kerja dan alat kerja ditetapkan dalam SSKK. V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan. 64.104 ke-13 setelah penandatanganan kontrak). Co. 66. Apabila diperlukan. apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data. Pengawasan Mutu 65. Pengawasan dan Pemeriksaan KPA berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.. KPA dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Do = Indeks harga komponen pada bulan ke-12 setelah penandatanganan kontrak.] G. 64. 66.11 Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS.

Penyedia segera setelah menerima klaim KPA secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan tersebut.2 69. Pengujian 69. Jika KPA atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar. KPA atau Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu.3 . Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan. serta menguji Hasil Pekerjaan yang dianggap oleh KPA atau Pengawas Pekerjaan mengandung Cacat Mutu. Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan. dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Perbaikan Cacat Mutu 69. Cacat Mutu KPA atau Pengawas Pekerjaan akan memeriksa setiap Hasil Pekerjaan dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan.105 66. berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan.1 KPA atau Pengawas Pekerjaan akan menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada penyedia segera setelah ditemukan Cacat Mutu tersebut. 67.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan kemajuan fisik pekerjaan. Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut. 69. Jika penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka KPA. penyedia berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan. berhak untuk secara langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh KPA melakukan perbaikan tersebut. KPA dapat memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran atas tagihan penyedia yang jatuh tempo (jika ada) atau uang retensi atau pencairan Surat Jaminan 68. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi.

proses pemeriksaan hukum. dan cidera tubuh. kewajiban. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan ini selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. 69. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian KPA) sehubungan dengan klaim kehilangan atau kerusakan harta benda. Penyelesaian Perselisihan 71.2 70. tanggung jawab. Kegagalan Bangunan 70.1 70. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan penyedia dalam angka 70 ini. sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari kegagalan bangunan.3 70.4 H. gugatan atau tuntutan hukum. membebaskan. denda.106 Pemeliharaan atau jika tidak ada maka biaya penggantian akan diperhitungkan sebagai utang penyedia kepada KPA yang telah jatuh tempo. Penyedia berkewajiban untuk melindungi. 70. kehilangan. Jika Hasil Pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK berupa bangunan maka KPA dan/atau penyedia terhitung sejak tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir bertanggung jawab atas kegagalan bangunan sesuai dengan kesalahan masingmasing selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Penyelesaian Perselisihan 71.4 KPA dapat mengenakan Denda Keterlambatan untuk setiap keterlambatan perbaikan Cacat Mutu.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai . kerugian. dan mendaftarhitamkan penyedia.

1 76. konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.107 semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini. Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. 72. arbitrase.2 .2 Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam Kontrak dapat dilakukan melalui musyawarah. Itikad Baik 76. salah satu pihak merasa dirugikan. mediasi. 71. Apabila selama kontrak.

Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP oleh KPA untuk pembayaran tagihan angsuran adalah ______ hari kalender terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang yang tidak diperselisihkan diterima oleh KPA. Pencairan Jaminan Negara/Kas Daerah] . Gambar ”As built” dan/atau pedoman pengoperasian dan perawatan harus diserahkan selambat-lambatnya: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun setelah tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan awal. Masa Pemeliharaan E. Tanggal Berlaku Kontrak D. ________ Masa Pemeliharaan (bulan/tahun) berlaku selama: __________ Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki umur konstruksi: ____ (__________) tahun sejak tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan akhir.d.108 BAB XI. Wakil Sah Para Pihak __________ __________ __________ __________ __________ Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut: Untuk KPA: Untuk Penyedia: __________ __________ C. Jaminan dicairkan dan disetorkan pada _______ [Kas F. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) A. Umur Konstruksi Kontrak mulai berlaku sejak: ________ s. Pembayaran Tagihan H. Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut: Satuan Kerja KPA: Nama: __________ Alamat: __________ Website: __________ Email: __________ Faksimili: __________ Penyedia: Nama: Alamat: Email: Faksimili: B. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan G.

Sumber Pembiayaan M. Kepemilikan Dokumen Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari Pekerjaan Konstruksi ini dengan pembatasan sebagai berikut: __________ KPA akan memberikan fasilitas berupa : _________________ Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ini dibiayai dari __________________ [APBN/APBD] Pekerjaan Konstruksi ini dapat diberikan uang muka (YA/TIDAK). Fasilitas L. Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan KPA atau Pengawas Pekerjaan Tindakan lain oleh Penyedia yang persetujuan KPA adalah: __________ memerlukan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan Pengawas Pekerjaan adalah: __________ J. K.109 I. Telah melunasi pembayaran retribusi cetak peta Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan: __________ O. Pembayaran Uang Muka [jika ”YA”] Uang muka diberikan sebesar __% (________ persen) dari Nilai Kontrak N. di atas Telah membuka NPWP lokasi Bojonegoro (bagi penyedia jasa dari luar bojonegoro) 2. Penyesuaian Harga Untuk Penyesuaian Harga digunakan indeks yang dikeluarkan oleh _________ [BPS/Instansi Teknis Lainnya] Perhitungan Penyesuaian Harga dilakukan dengan ketentuan: ______________________________________ . Pembayaran Prestasi Pekerjaan Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara: Termin Pembayaran berdasarkan cara tersebut dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1.

”] . akan diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI. Para Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang. Penyelesaian Perselisihan Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak menetapkan lembaga penyelesaian perselisihan tersebut di bawah sebagai Pemutus Sengketa: [Pengadilan Republik Indonesia yang berkompeten/Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)] [Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus Sengketa maka cantumkan klausul arbitrase berikut tepat di bawah pilihan yang dibuat di atas: “Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini. Masing-masing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih arbitrator ketiga yang akan bertindak sebagai pimpinan arbitrator. Denda Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu) dari [harga kontrak/harga bagian kontrak yang belum dikerjakan] Q. yang keputusannya mengikat kedua belah pihak yang bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir.110 P.

dan jumlah orang bulan] .Subpenyedia yang ditunjuk: [cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut uraian personilnya seperti uraian personil Penyedia di atas] disyaratkan untuk pelaksanaan pekerjaan] .Peralatan yang digunakan: [cantumkan jenis peralatan khusus yang . uraian detil tanggung jawab kerja. minimum kualifikasi.111 Lampiran A – Syarat-Syarat Khusus Kontrak Personil Inti. Subpenyedia dan Peralatan .Personil Inti yang ditugaskan: [cantumkan nama.

.112 BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR Keterangan Pokja ULP menguraikan Spesifikasi Teknis dan Gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan.

personil.113 BAB XIII. overhead dan semua risiko. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA Keterangan (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum) 1. bea. tanggung jawab. . dan jika mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait. (a) jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf pada Surat Penawaran maka yang dicatat nilai dalam huruf. pengawasan. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran. keuntungan. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP). 4. laba. dan kewajiban yang diatur dalam Kontrak. serta dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. 6. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran. terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. bahan-bahan. Jika Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar Kuantitas dan Harga. perawatan. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan berdasarkan kuantitas pekerjaan aktual yang dimintakan dan dikerjakan sebagaimana diukur oleh Penyedia dan diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (KPA). Spesifikasi Teknis dan Gambar. dengan ketentuan volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan dan harga satuan tidak boleh diubah. dan (b) jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan maka dilakukan pembetulan. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup semua biaya pekerjaan. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut: atas kesalahan 2. asuransi. 3. Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK). 5. pajak.

Satuan Kerja __________ Pejabat Pembuat Komitmen __________.. : 1. ____________ [APIP K/L/D/I] 3... __ __________ 20__ [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP. BENTUK DOKUMEN LAIN A.114 BAB XIV. ____________ [PA/KPA K/L/D/I] 2. dst . Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dan menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ. ____________ [Pokja ULP] .. Kegagalan Anda untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Anda.. __________ Tembusan Yth.. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) [kop surat K/L/D/I] Nomor : __________ Lampiran : __________ Kepada Yth. akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No.. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa. __________ di __________ Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan __________ _________________________________________ Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor __________ tanggal __________ perihal __________ dengan [nilai penawaran/penawaran terkoreksi] sebesar Rp_____________ (____________________) kami nyatakan diterima/disetujui..

untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1.115 B. Tanggal mulai kerja: __________. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) [kop surat satuan kerja K/L/D/I] SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) Nomor: __________ Paket Pekerjaan: __________ Yang bertanda tangan di bawah ini: _______________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen] _______________ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen] _______________ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. Denda: Terhadap setiap hari keterlambatan pelaksanaan/penyelesaian pekerjaan Penyedia akan dikenakan Denda Keterlambatan sebesar 1/1000 . Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal __________ 5. bersama ini memerintahkan: _______________ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi] _______________ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi] yang dalam hal ini diwakili oleh: __________ selanjutnya disebut sebagai Penyedia. berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal __________. 2. Macam pekerjaan: __________. 4. 3.

__ __________ 20__ Untuk dan atas nama __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP: __________ Menerima dan menyetujui: Untuk dan atas nama __________ [tanda tangan] [nama lengkap wakil sah badan usaha] [jabatan] . __________.116 (satu per seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai Kontrak sebelum PPN sesuai dengan Syarat-Syarat Umum Kontrak.

namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN Jaminan Sanggahan Banding dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN SANGGAHAN BANDING No. ______________ tanggal _________________. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [Pokja ULP] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding atas pekerjaan ______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No.d. dari tanggal _____________________ s. apabila: Nama : _____________________________ [peserta pelelangan] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. . Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. ____________________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar dari ______________ [Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi Lain] paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. sanggahan banding yang diajukan oleh YANG DIJAMIN dinyatakan tidak benar.117 C.

118 3. 6.6000. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ .00 Untuk keyakinan. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa “Sanggahan Banding tidak benar dan pengenaan sanksi akibat Sanggahan Banding yang diajukan oleh Yang Dijamin tidak benar”. 5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. 4.

Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. ________________ tanggal _________________.d. ____________________ 2. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa: a. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin.119 Jaminan Pelaksanaan dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PELAKSANAAN No. dari tanggal _____________________ s. b. . apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _______________________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pelaksanaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No.

Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] ________________ [Nama dan Jabatan] .120 3.00 Untuk keyakinan. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. 5. 4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.6000. 6.

selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. bahwa kami: _____________________ [nama]. Dengan ini dinyatakan. 3. Maka kami. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan __________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. b. 5. selanjutnya disebut TERJAMIN. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. Jaminan ini berlaku apabila: a. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. . TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. 6. _______________ tanggal ________________untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan ______________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN.121 Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PELAKSANAAN Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. dan _____________________ [nama penerbit jaminan].

Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Materai Rp.6000.122 7. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] __________________ [Nama dan Jabatan] .00 _____________________ [Nama dan Jabatan] Untuk keyakinan. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.

Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. 3.123 Jaminan Uang Muka dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN UANG MUKA No. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja . Yang Dijamin lalai/tidak memenuhi kewajibannya dalam melakukan pembayaran kembali kepada Penerima Jaminan atas uang muka yang diterimanya. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.d. ________________ tanggal __________________. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Uang Muka atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No. dari tanggal _____________________ s. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. ____________________ 2.

Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. 5.6000. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.00 Untuk keyakinan. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ .124 4. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. 6.

Maka kami. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan _______________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No. . _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. Dengan ini dinyatakan.125 Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN UANG MUKA Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. 5. _______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA JAMINAN. bahwa kami: _____________________ [nama]. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar menurut Dokumen Kontrak. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. selanjutnya disebut TERJAMIN. 6. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. 3. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. dan _____________________ [nama penerbit jaminan].

126 7.6000.00 _____________________ [Nama dan Jabatan] Untuk keyakinan. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] __________________ [Nama dan Jabatan] . Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Materai Rp.

dari tanggal _____________________ s. _______________ tanggal ________________. 3. apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. ____________________ 2.127 Jaminan Pemeliharaan dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PEMELIHARAAN No. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pemeliharaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan .d. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa: Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.

Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.128 4. 5. dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. 6.00 Untuk keyakinan. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ .6000. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.

selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan _________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. 3. 7. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. Untuk keyakinan. Dengan ini dinyatakan.6000. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. 5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. bahwa kami: _____________________ [nama]. 6. Maka kami.00 TERJAMIN _____________________ [Nama & Jabatan] __________________ [Nama & Jabatan] .129 Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PEMELIHARAAN Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ PENJAMIN Materai Rp. _______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA JAMINAN. selanjutnya disebut TERJAMIN.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful