Republik Indonesia

Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
- Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi -

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

D O K U M EN P EN GADA A N
NOMOR : 050/023/412.34/POKJA-KONST/ULP-BJN/2012 TANGGAL : 03 Februari 2012

untuk Pengadaan Pekerjaan : Rehabilitasi Gedung Serbaguna

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan: Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran: 2012

i

Daftar Isi
BAB I. UMUM1 BAB II. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI3 BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) 4 BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI BAB IX. BENTUK KONTRAK BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) BAB XI. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR BAB XIII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN

: Surat Perintah Mulai Kerja : Tingkat Komponen Dalam Negeri. : Kelompok Kerja ULP yang berfungsi untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. UMUM A. .1 BAB I.KPA . . B.TKDN .LPSE : Lembar Data Pemilihan. : Berita Acara Penjelasan Lanjutan. Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.HPS . : Harga Evaluasi Akhir.Kemitraan/ Kerja Sama Operasi (KSO) : kerja sama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak mempunyai hak.Pokja ULP . : Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah unit kerja K/L/D/I yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik. .LDK . .HEA : Harga Perkiraan Sendiri.SPPBJ .SPMK .LDP . istilah dan singkatan sebagai berikut: . : Pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan.BAPL .Pekerjaan Konstruksi : seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. : Lembar Data Kualifikasi. Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian. kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis. : Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa.

Aplikasi SPSE : Aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) berbasis web yang terpasang di server LPSE yang dapat diakses melalui website LPSE. C. D. Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP.2 . Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha atau kemitraan/KSO serta perorangan. .

Bojonegorokab. 39 Telp. Kualifikasi Usaha Kecil 3. 03 Februari 2012 Pokja ULP .34/POKJA-KONSTR/ULP-BJN/2012 Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi secara elektronik sebagai berikut: 1.000. Persyaratan Peserta Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia yang teregistrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik ( LPSE ) dan memenuhi persyaratan untuk Penyedia Pekerjaan Konstruksi Bidang Arsitektural . Paket Pekerjaan Nama paket pekerjaan Lingkup pekerjaan Nilai total HPS Sumber pendanaan : Rehabilitasi Gedung Serbaguna : Dinas Pekerjaan Umum Kab. Bojonegoro.. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI UNIT LAYANAN PENGADAAN KABUPATEN BOJONEGORO KELOMPOK KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI Jalan Lettu Soeyitno no. Jadwal Pelaksanaan Pengadaan Dapat dilihat pada website LPSE 5.600. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian.3 BAB II. dengan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik ( SPSE ) pada alamat website LPSE : http://LPSE. Pelaksanaan Pengadaan Pengadaan ini dilaksanakan secara elektronik./Fax (0353) 881447 BOJONEGORO PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor: 050/024/412. Dokumen Pengadaan diambil dalam bentuk softcopy melalui aplikasi SPSE. Sub bidang Bangunanbangunan Non Perumahan Lainnya. Bojonegoro : Rp 898.net 4.( Delapan Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Enam Ratus Ribu Rupiah ) : APBD Tahun Anggaran 2012 2.

Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum dalam LDP.2 3. Peserta Pelelangan Umum 3. Sumber Dana 2. Umum 1.2 3.3 .1 Pelelangan Umum penyedia pekerjaan konstruksi ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha. Lingkup Pekerjaan 1. Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.3 2. Peserta kemitraan/KSO dilarang untuk 3. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) A. Apabila dalam dokumen anggaran yang telah disahkan (DIPA/DIPDA 2012) dananya tidak tersedia atau tidak cukup tersedia yang akan dilampauinya batas anggaran yang tersedia untuk kegiatan tersebut. Dalam hal peserta akan atau sedang melakukan kemitraan/KSO.2 1.1 2. Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP. maka proses pengadaan yang telah dilakukan batal demi hukum dan peserta pelelangan tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. kemitraan/KSO atau peserta perorangan yang memenuhi kualifikasi.1 Pokja ULP mengumumkan kepada para peserta untuk menyampaikan penawaran atas paket pekerjaan konstruksi sebagaimana tercantum dalam LDP. baik dengan perusahaan nasional maupun asing maka peserta harus memiliki Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut.4 BAB III. 1. berdasarkan syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga sesuai kontrak.

Peran ganda sebagaimana dimaksud angka 5. Larangan Korupsi. Peserta yang menurut penilaian Pokja ULP terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam angka 4. Para pihak dalam melaksanakan tugas.3 5. c. Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP kepada PA. untuk memenuhi keinginan peserta yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut: a. berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam bentuk dan cara apapun. fungsi dan perannya.5 mengubah Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam. dan/atau d.2 4. melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur hasil Pelelangan Umum. pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang.1 5. dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4. 4. Larangan Pertentangan Kepentingan 5. b. sehingga mengurangi/menghambat/memperkecil/ meniadakan persaingan yang sehat dan/atau merugikan pihak lain. Kolusi.1 dikenakan sanksi sebagai berikut: a. dilarang memiliki/melakukan peran ganda atau terafiliasi. c. b.1 antara lain meliputi: 4. sanksi administratif. seperti digugurkan dari proses Pelelangan Umum atau pembatalan penetapan pemenang. membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan ini.2 . gugatan secara perdata. dan/atau peraturan perundang-undangan.

baik antar peserta. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai dengan derajat kedua.1 adalah keterkaitan hubungan. c. baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih dari 50% (lima puluh perseratus) pemegang saham dan/atau salah satu pengurusnya sama. baik langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau menjalankan perusahaan peserta. 5. Pegawai K/L/D/I dilarang menjadi peserta kecuali cuti diluar tanggungan K/L/D/I. Seorang anggota Direksi atau Dewan Komisaris suatu Badan Usaha tidak boleh merangkap sebagai anggota Direksi atau Dewan Komisaris pada Badan Usaha lainnya yang menjadi peserta pada Pelelangan yang sama. merangkap sebagai anggota Pokja ULP atau pejabat yang berwenang menetapkan pemenang Pelelangan. 5. KPA dan/atau anggota Pokja ULP. kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Terima Jadi (turn key contract) atau Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi. b. b. c. pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/D/I atau anak perusahaan pada BUMN/BUMD yang mengikuti Pengadaan dan bersaing dengan perusahaan lainnya. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan. baik secara horizontal maupun vertikal.6 a. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan pengawas menjadi Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan fisik yang diawasi.4 . kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Terima Jadi (turn key contract) atau Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan perencana menjadi Penyedia Pekerjaan Konstruksi atau menjadi konsultan pengawas untuk pekerjaan fisik yang direncanakannya.3 Afiliasi sebagaimana dimaksud angka 5. maupun antara peserta dengan KPA dan/atau anggota Pokja ULP yang antara lain meliputi: a. d.

pabrikasi. c. pengujian dan lainnya sedapat mungkin dilakukan di dalam negeri. seperti jasa asuransi.1 Produksi Dalam Negeri 6. penawaran peserta diberikan preferensi harga. angkutan. untuk pekerjaan diatas Rp5. e.00 (lima miliar rupiah) dan TKDN diatas 25% (dua puluh lima perseratus).2 Peserta berkewajiban untuk menyampaikan penawaran yang mengutamakan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan di Indonesia oleh tenaga Indonesia (produksi dalam negeri). dan pemeliharaan. pekerjaan pemasangan. ekspedisi.000.3 [Atas penggunaan produksi dalam negeri. semaksimal mungkin menggunakan jasa pelayanan yang ada di dalam negeri. komponen berupa bahan baku belum diproduksi di dalam negeri dan/atau spesifikasi teknis bahan baku yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi persyaratan. d. perbankan. dan diusahakan secara terencana untuk semaksimal mungkin terjadinya alih pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing tersebut ke tenaga Indonesia. jumlah dan harga yang dilampirkan pada Dokumen Penawaran.000.7 6. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan semata-mata untuk mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang belum dapat diperoleh di Indonesia. dan perangkat lunak yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) dengan ketentuan: a.000. disusun berdasarkan keperluan yang nyata. b. peserta diwajibkan membuat daftar Barang yang diimpor yang dilengkapi dengan spesifikasi teknis. dan f.] . Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi dimungkinkan menggunakan bahan baku. tenaga ahli. 6. pemilahan atau pembagian komponen harus benar-benar mencerminkan bagian atau komponen yang telah dapat diproduksi di dalam negeri dan bagian atau komponen yang masih harus diimpor. Pendayagunaan 6.

h. baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota kemitraan/KSO hanya boleh memasukkan satu penawaran untuk satu paket pekerjaan. d. 4) Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN. 3) Jaminan Sanggahan Banding. Satu Penawaran 7. Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi. Daftar Kuantitas dan Harga. Isi Dokumen Kualifikasi meliputi: a. d. b. 5) Jaminan Penawaran. Pengumuman Pelelangan. 7.1 Tiap Peserta Setiap peserta. g. 3) Dokumen Penawaran Teknis. 2) Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO). k. KAK dan/atau Gambar. Bentuk Dokumen Lain: 1) SPPBJ. 6) Jaminan Pemeliharaan. Instruksi Kepada Peserta. Lembar Data Pemilihan. Spesifikasi Teknis. f.3 . Dokumen Pemilihan meliputi: a. Syarat-Syarat Umum Kontrak. Dokumen Pengadaan 8. Isi Dokumen Pengadaan 8. c. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi. Bentuk Surat Perjanjian.1 8. Bentuk Dokumen Penawaran: 1) Surat Penawaran. i. Pakta Integritas [jika berbentuk Kemitraan/KSO]. e.8 7. 4) Jaminan Pelaksanaan.2 Dokumen Pengadaan terdiri dari Dokumen Pemilihan dan Dokumen Kualifikasi. 5) Jaminan Uang Muka. c. Setiap peserta yang termasuk dalam kemitraan/KSO dilarang menjadi peserta baik secara sendiri maupun sebagai anggota kemitraan/KSO yang lain pada paket pekerjaan yang sama. j. Umum b. 2) SPMK. 8.2 B. Syarat-Syarat Khusus Kontrak. Lembar Data Kualifikasi.

5 10. 9.7 .4 10. Pokja ULP melalui Aanwijzer atau tim teknis yang ditunjuk. Seluruh pertanyaan dari peserta dan jawaban dari Pokja ULP dimuat dalam aplikasi SPSE. Dalam pemberian penjelasan. 10.1 Pemberian penjelasan dilakukan secara online melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal dalam aplikasi SPSE.2 10. Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan beserta seluruh korespondensi tertulis dalam proses pengadaan menggunakan Bahasa Indonesia.3 10. namun cukup memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan. Bahasa Dokumen Pengadaan 10. Apabila terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. Perubahan rancangan kontrak dan spesifikasi teknis. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan. Jika dilaksanakan peninjauan lapangan dapat dibuat Berita Acara Penjelasan Lanjutan (BAPL) yang diunggah dalam website LPSE dan dapat dilihat melalui aplikasi SPSE.4 Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Pengadaan ini. Biaya peninjauan lapangan ditanggung oleh peserta. Apabila dipandang perlu.6 10.9 8. Kelalaian menyampaikan Dokumen Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya merupakan risiko peserta. Ketidakikutsertaan peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. gambar dan/atau nilai HPS harus 10. Pokja ULP tidak diwajibkan memberikan penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan.

10.2 11. Pokja ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen Pengadaan.1 11. Perubahan Waktu Pokja ULP dapat melakukan perubahan waktu pada setiap tahapan lelang dengan menyertakan alasan perubahan. Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengunduh Adendum Dokumen Pengadaan yang diunggah Pokja ULP pada aplikasi SPSE. Apabila Adendum Dokumen Pengadaan dilakukan kurang dari 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran.8 Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan.4 12. Perubahan Dokumen Pengadaan 11.3 11. .10 mendapatkan persetujuan KPA sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan. berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi substansi Dokumen Pengadaan. Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.. maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah Dokumen Pengadaan awal. Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengunduh Adendum Dokumen Pengadaan yang diunggah Pokja ULP pada aplikasi SPSE.9 11. maka Pokja ULP wajib mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran. Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir waktu pemasukan penawaran. 10. Adendum Dokumen Pengadaan paling lambat diumumkan 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran.

4) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. . Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai penjelasan dalam Bahasa Indonesia. 6) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan. dokumen penawaran teknis: 1) metode pelaksanaan.11 C. daftar kuantitas dan harga d. 4) spesifikasi teknis. kapasitas. meliputi: a. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran. e.1 14. 1) tanggal. hasil pemindaian (scan) Sertifikat Keterampilan (SKT)/Sertifikat Keahlian (SKA) bagi penanggungjawab teknis g. Biaya dalam Penyiapan Penawaran 13. hasil pemindaian (scan) surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila ada).1 13. maka yang berlaku adalah penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang ditanggung oleh peserta. dan b. formulir rekapitulasi perhitungan TKDN. 3) harga penawaran.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing. hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran asli.(apabila ada) 7) Formulir Pra RK3K f. surat penawaran yang didalamnya mencantumkan. Penyiapan Dokumen Penawaran 13. 2) masa berlaku penawaran. Dokumen Penawaran Dokumen Penawaran. 3) jenis. komposisi dan jumlah peralatan. Semua Dokumen Penawaran menggunakan Bahasa Indonesia.2 Peserta menanggung semua biaya dalam penyiapan dan penyampaian penawaran. 5) daftar personil inti. c.3 15. 2) jadwal waktu pelaksanaan. h. Bahasa Penawaran 14. harus 14. dokumen isian kualifikasi. 14.

1 18.3 Biaya overhead dan keuntungan serta semua pajak. sebelum akhir masa berlakunya penawaran. penyesuaian harga diberlakukan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak]. 16.. retribusi.1 Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf.2 [Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum.4 [Untuk kontrak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan. Harga Penawaran 16. Jika harga satuan ditulis nol atau tidak dicantumkan maka pekerjaan dalam mata pembayaran tersebut dianggap telah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan. Semua harga dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang sebagaimana tercantum dalam LDP.1 17. peserta mencantumkan harga satuan untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.] [Untuk kontrak lump sum. Masa berlaku penawaran tercantum dalam LDP. apabila dipersyaratkan.12 16.2 18.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan. Masa Berlaku Penawaran dan Jangka Waktu Pelaksanaan 18.] 16. bea. Pokja ULP dapat meminta kepada seluruh peserta secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam . dan pungutan lain yang sah serta biaya asuransi yang harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi ini diperhitungkan dalam total harga penawaran. sebagaimana 17. Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan cara sebagaimana tercantum dalam LDP dan diuraikan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak. 16. peserta mencantumkan harga satuan dan harga total untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 17.

3 20. maka peserta dianggap telah menandatangani Pakta Integritas. 20. bentuk 18. Pengisian 21.4 21. 20. Pakta Integritas Dokumen Penawaran disampaikan dalam softcopy berupa file yang telah dienkripsi. Bentuk Dokumen Penawaran 20. Peserta berkewajiban untuk menyetujui Pakta Integritas dan mengisi Isian Data Kualifikasi dalam aplikasi SPSE. Pakta integritas sebagaimana dimaksud angka 20. dan nepotisme (KKN).2 . Pakta Integritas dan Data Kualifikasi dianggap telah disetujui dan ditandatangani oleh peserta pengadaan. Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada suatu paket pekerjaan melalui aplikasi SPSE.rhs). korupsi.2 20. 18. menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran.1 Pakta Integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan dan akan melaporkan terjadinya kolusi.13 jangka waktu tertentu. Dalam hal penyedia melakukan kemitraan/KSO maka Pakta Integritas ditandatangani oleh seluruh perusahaan yang bermitra dan dimasukkan dalam dokumen penawaran (*. menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan diri secara tertulis dengan tidak dikenakan sanksi. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.3 Peserta dapat: a. b. Konfirmasi perpanjangan dapat dilakukan secara elektronik.1 Dokumen Isian Kualifikasi 21.4 19.3 disampaikan dengan cara dipindai (scan). Peserta Pengadaan dapat menyampaikan konfirmasi secara elektronik melalui e-mail.

nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran. besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai nominal sebagaimana tercantum dalam LDP. Jaminan Penawaran dari peserta yang tidak ditetapkan sebagai pemenang lelang akan 22. d. b. Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan/KSO. Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a.2 22. besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf. diterbitkan oleh Bank Umum. c. g.5 .14 22. h. Jaminan Penawaran asli disampaikan melalui pos tercatat/jasa pengiriman kepada Pokja ULP dan sudah harus diterima sebelum batas akhir pemasukan penawaran. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja.3 22. Jaminan Penawaran 22. e.1 Peserta menyerahkan Jaminan Penawaran dalam mata uang penawaran sebagaimana tercantum dalam LDP. Jaminan Penawaran dari pemenang lelang akan dikembalikan setelah pemenang lelang menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. i. Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan.4 22. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. f. nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan pelelangan.

Penyampaian Dokumen Penawaran 24. Penawaran teknis. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 setelah dilakukan evaluasi.4 File disandikan dengan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO). D. Peserta wajib mengetahui dan mengikuti ketentuan penggunaan APENDO yang tersedia pada aplikasi APENDO. Penawaran administrasi. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak bersedia menambah nilai Jaminan Pelaksanaan dalam hal harga penawarannya di bawah 80% HPS. 23. mengirimkan dokumen isian kualifikasi melalui aplikasi SPSE. b.2 . Dilanjutkan dengan mengunggah file penawaran terenkripsi (*. peserta terlibat KKN. c. c. atau d. Pemasukan Dokumen Penawaran 23. Dokumen penawaran terdiri dari: a. Peserta dapat mengirim dokumen isian kualifikasi dan mengunggah file penawaran 24. Dokumen Isian Kualifikasi. Penawaran harga.1 24. Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP dengan ketentuan: a. Pertama-tama.15 dikembalikan setelah pengumuman pemenang lelang. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak. b. Penyampulan 23.3 23. 22.1 dan Penandaan Sampul Penawaran 23.2 Penyampulan Dokumen Penawaran dengan menggunakan metode 1 (satu) file.rhs) hanya melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan. dan d. b. tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dengan alasan yang tidak dapat diterima.6 Jaminan Penawaran akan disita apabila: a.

Setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran.3 26. Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka pelelangan dinyatakan gagal. Apabila dapat dibuka.2 26. 25. Penawaran masuk adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka dan lengkap sebagaimana dalam angka 23. Pokja ULP mengunduh dan melakukan dekripsi file penawaran dengan menggunakan APENDO sesuai waktu yang telah ditetapkan. Dokumen isian kualifikasi dan file penawaran terakhir akan menggantikan dokumen isian kualifikasi dan file penawaran yang telah terkirim sebelumnya. Pembukaan dan Evaluasi Penawaran 26. 25.2 E.4 26.5 . 26. Pokja ULP menyampaikan file penawaran tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file yang bersangkutan tidak dapat dibuka. maka Pokja ULP akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran kecuali untuk file penawaran yang sudah dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan keterangan LPSE.16 secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. aplikasi SPSE akan menolak setiap file penawaran yang dikirim. Selanjutnya Pokja ULP menetapkan penawaran tidak memenuhi syarat. Batas Akhir Waktu Pemasukan Penawaran 25.2. Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi).1 Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SPSE kepada Pokja ULP paling lambat pada waktu yang ditentukan oleh Pokja ULP. Pembukaan Penawaran 26.1 Pada tahap pembukaan penawaran.

. b. Evaluasi Penawaran 27. maka dilakukan pembetulan. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. dan c.2 [Sebelum evaluasi penawaran.] 27.6 27.] Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugur dilakukan oleh Pokja ULP untuk mendapatkan 3 (tiga) penawaran yang memenuhi syarat yang dimulai dengan penawaran terendah setelah koreksi aritmatik. untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan: a. volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.] [Koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak lump sum yang melampirkan daftar kuantitas dan harga hanya dilakukan untuk menyesuaikan volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga dengan yang tercantum dalam Dokumen pengadaan tanpa mengubah nilai penawaran. 27.5 27.3 27.17 27. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan.] [Berdasarkan hasil koreksi aritmatik Pokja ULP menyusun urutan dari penawaran terendah.7 [Penawaran setelah koreksi aritmatik yang melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur.] [Hasil koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak harga satuan dapat mengubah nilai penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula.1 Evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem gugur.4 27.] [Hasil koreksi aritmatik diumumkan melalui website sebagaimana tercantum dalam LDP. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong.

maka: 1) peserta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan peserta lain yang terlibat 27.10 . Pokja ULP dilarang menambah.9 27. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran yang meliputi: a. dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta. Pokja ULP dan/atau KPA. mengganti dan/atau mengubah isi Dokumen Pengadaan ini. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. b.18 27. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan) antara peserta. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1) penyimpangan dari Dokumen Pengadaan ini yang mempengaruhi lingkup. mengurangi. d. c. Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut: a. b. e. dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. kualitas dan hasil/kinerja pekerjaan. f. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan.8 Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga kurang dari HPS maka proses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penawaran. mengganti. tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. dan c. evaluasi harga. dan/atau 2) penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. evaluasi administrasi. mengurangi. dan/atau mengubah isi Dokumen Penawaran. syarat-syarat. evaluasi teknis. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi.

b.11 Evaluasi Administrasi: a. maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai TKDN-nya dianggap nol). penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi. dan 3) apabila tidak ada peserta lain sebagaimana dimaksud pada angka 2). b) Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. . 27. c) nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran. d) besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai sebagaimana tercantum dalam LDP.19 dimasukkan ke dalam Daftar Hitam. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. maka pelelangan dinyatakan gagal. 2) surat penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. 2) proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat (apabila ada). dan c) bertanggal. 3) Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) diterbitkan oleh Bank Umum. b) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. apabila: 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi (khusus untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir TKDN.

Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. maka pelelangan dinyatakan gagal. peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. d. apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. f) nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan pelelangan. unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai dengan yang ditetapkan. h) Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja. setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. i) Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan/KSO. e) besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf. e. j) substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Penawaran telah dikonfirmasi dan diklarifikasi secara tertulis oleh Pokja ULP kepada penerbit jaminan. evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur (ambang batas) terhadap unsur teknis yang dinilai. g) paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan.12 Evaluasi Teknis: a. 27. b. dengan ketentuan: 1) Pokja ULP menilai persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi dengan membandingkan pemenuhan persyaratan . f.20 c. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi.

b) jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. penawaran dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur maupun nilai total keseluruhan unsur memenuhi ambang batas minimal sebagaimana tercantum dalam LDP. 2) penilaian persyaratan teknis minimal dilakukan terhadap: a) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan disusun menurut kerangka dan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. d) spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. kapasitas. 3) Dalam hal evaluasi teknis dengan sistem gugur menggunakan ambang batas nilai teknis. e) personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan.21 teknis sebagaimana tercantum dalam LDP. realistik dan dapat dilaksanakan c) jenis. 5) apabila dalam evaluasi teknis terdapat .(apabila ada) g) Pra RK3K memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan Konstruki.] 4) Pokja ULP dapat meminta uji mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat tertentu sebagaimana tercantum dalam LDP. komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sebagaimana tercantum dalam LDP. Apabila terhadap hal yang meragukan dapat dilakukan klarifikasi untuk menegaskan bahwa K3 akan dilaksanakan. f) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP.

dilakukan klarifikasi. e. apabila peserta yang lulus evaluasi teknis kurang dari 3 (tiga). d. Dalam klarifikasi peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran. dengan ketentuan: 1) total harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibandingkan terhadap nilai total HPS: a) apabila total harga penawaran atau penawaran terkoreksi melebihi nilai total HPS. dan b) apabila semua harga penawaran atau penawaran terkoreksi di atas nilai total HPS. b) apabila penawaran dalam angka tertulis dengan jelas sedangkan dalam . 3) mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan. Harga satuan penawaran tersebut dinyatakan timpang dan hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga.13 Evaluasi Harga: a. peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan ke tahap evaluasi harga. Pokja ULP melakukan klarifikasi dengan peserta.22 hal-hal yang kurang jelas atau meragukan. pelelangan dinyatakan gagal. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi harga. dinyatakan gugur. c. 2) harga satuan penawaran yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus) dari harga satuan yang tercantum dalam HPS. apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka pelelangan dinyatakan gagal. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah hal-hal yang pokok atau penting. 27. Harganya dianggap termasuk dalam harga satuan pekerjaan lainnya. 4) [untuk kontrak lump sum: a) apabila ada perbedaan antara penulisan nilai harga penawaran antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan huruf. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran.

komposisi. . dan bahan (material konstruksi) terhadap jenis pekerjaan utama yang perlu dinilai kewajarannya untuk diteliti dan dianalisa mencakup beberapa faktor : (1) Komposisi bahan (material konstruksi) untuk memperoleh suatu produk konstruksi yang memenuhi syarat teknis (2) Kesesuaian harga bahan (material konstruksi) dengan harga pasaran pada saat penawaran dan harga tersebut dapat dibuktikan (3) Kesesuain upah tenaga kerja yang diberlakukan pada pekerjaan konstruksi di lokasi kegiatan pada saat penawaran (4) Kesesuaian penggunaan peralatan yang meliputi peralatan yang tercantum dalam daftar peralatan yang diberikan dalam penawaran.23 b. bahan penunjang. maka penawaran dinyatakan gugur]. maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan angka. kapasitas produk. 2) klarifikasi kewajaran harga apabila harga penawaran dibawah 80% (delapan puluh perseratus) HPS dengan ketentuan: a) menilai rincian/uraian Analisa Harga satuan pekerjaan utama meliputi komponen tenaga kerja. atau c) apabila penawaran dalam angka dan huruf tidak jelas. dan perhitungan biaya peralatan yang digunakan pada Analisa Harga satuan Pekerjaan menghasilkan konstruksi yang memenuhi syarat teknis Apabila hasil analisa mengindikasikan bahwa pekerjaan utama tidak dapat dilaksanakan dengan harga yang ditawarkan yang disebabkan harga penawaran di bawah harga pasar dan huruf tidak jelas. peralatan. Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan ketentuan sebagai berikut: 1) klarifikasi dalam hal penawaran komponen dalam negeri berbeda dibandingkan dengan perkiraan Pokja ULP.

harus bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. kualitas. hasil/kinerja dan diyakini tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan/ketentuan. c.24 dapat dibuktikan. maka penawarannya digugurkan dan Jaminan Penawaran disita untuk negara serta dimasukkan dalam Daftar Hitam. sehingga akan menyebabkan terjadinya kerugian dibandingkan keuntungan yang akan diperoleh serta diperkirakan mempengaruhi lingkup. penawar dengan TKDN terbesar adalah sebagai pemenang. Indikasi kerugian dan keuntungan diteliti dari data yang tercantum dalam analisa harga satuan pekerjaan dan rekapitulasi daftar kuantitas dan harga. Memperhitungkan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri dengan ketentuan: 1) rumus penghitungan sebagai berikut:  1  HEA =   × HP  1 + KP  HEA = Harga Evaluasi Akhir. HP = Harga Penawaran (Harga Penawaran yang memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi). dan c) apabila peserta yang bersangkutan tidak bersedia menaikkan nilai Jaminan Pelaksanaan. 3) pemberian Preferensi Harga tidak mengubah Harga Penawaran dan hanya . b) apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang lelang. maka penawaran tidak memenuhi syarat dan dalam evaluasi penawaran dinyatakan gugur. KP = Koefisien Preferensi (Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dikali Preferensi tertinggi Barang/Jasa). 2) dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan HEA yang sama.

2 29. apabila diperlukan.3 28. f.5 29. Dalam hal terdapat 2 (dua) calon pemenang memiliki harga penawaran yang sama.3 . Evaluasi Kualifikasi 28. Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Kualifikasi. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus evaluasi kualifikasi.1 Evaluasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang serta calon pemenang cadangan 1 dan 2 apabila ada. maka lelang dinyatakan gagal. maka Pokja ULP memilih peserta yang mempunyai kemampuan teknis lebih besar dan hal ini dicatat dalam Berita Acara.1 29.4 28. Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi. Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti harga tidak wajar akibat terjadinya persaingan usaha tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan). Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum pemasukan penawaran. Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen dan meminta salinannya. Pembuktian Kualifikasi 29. Pokja ULP melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi kepada penerbit dokumen. maka pelelangan dinyatakan gagal dan peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam. 28.25 digunakan oleh Pokja ULP untuk keperluan perhitungan HEA guna menetapkan peringkat pemenang. e. 28. Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga) penawaran sebagai calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada). Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode penilaian sistem gugur.2 28. d.

Sanggahan diajukan oleh peserta apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a.2 31. PA dan APIP K/L/D/I sebagaimana tercantum dalam LDP. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan. 31. Sanggahan yang disampaikan secara offline. penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No.3 31. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal. Pokja ULP wajib memberikan jawaban secara elektronik atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan. di website sebagaimana tercantum dalam LDP dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat. maka lelang dinyatakan gagal. b. Pengumuman Pemenang 31. rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat. dan/atau c. disertai bukti terjadinya penyimpangan. 29. maka peserta digugurkan.26 29. bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan 30.1 Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. dengan tembusan disampaikan secara offline kepada KPA.4 Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data. badan usaha dan/atau pengurusnya dimasukkan dalam Daftar Hitam.5 F. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus pembuktian kualifikasi.5 . Penetapan Pemenang Pokja ULP mengumumkan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) melalui aplikasi SPSE.4 31. Sanggahan 31.

1 Peserta yang tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP. Penunjukan Pemenang Pengadaan 33.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) ke dalam apalikasi SPSE dan menginformasikan kepada KPA sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia . dapat mengajukan sanggahan banding secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP. Pokja ULP. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti.5 32. paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. G.3 32. Sanggahan banding pelelangan.6 Sanggahan banding yang disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP atau disampaikan di luar masa sanggah banding. dan APIP K/L/D/I sebagaimana tercantum dalam LDP. dengan tembusan kepada KPA. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP.2 32. Penunjukan Penyedia Barang/Jasa 34. Penerima Jaminan Sanggahan Banding adalah Pokja ULP. 32.4 32.27 diluar masa sanggah. Sanggahan Banding 32. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti secara offline di luar aplikasi SPSE oleh pihakpihak yang berwenang. menghentikan proses 32. wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding sebesar sebagaimana tercantum dalam LDP dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding.

selama masa surat penawaran dan Jaminan Penawaran pemenang cadangan masih berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya. SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 6 (enam) hari kerja setelah pengumuman penetapan pemenang. b. Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri. atau c. Apabila semua pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri. dengan ketentuan: a. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam LDP serta dimasukkan dalam Daftar Hitam. 34. tidak ada sanggahan dari peserta.3 34. Penyedia yang ditunjuk wajib menerima keputusan tersebut. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam LDP. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir.7 .6 34.5 34. maka penunjukan pemenang dapat dilakukan kepada pemenang cadangan sesuai dengan urutan peringkat. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP.2 KPA menerbitkan SPPBJ dengan ketentuan: a.28 Barang/Jasa (SPPBJ). sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar. apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk karena masa penawarannya sudah tidak berlaku. atau c. b. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang tidak dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan tidak boleh dicairkan. apabila tidak ada sanggahan. maka pelelangan dinyatakan gagal oleh PA setelah mendapat laporan dari KPA.4 34. SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah semua sanggahan dan 34.

sanggahan dari peserta atas pelaksanaan pelelangan yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden No. Pelelangan Gagal 36. 34. jumlah peserta yang memasukan Dokumen Penawaran (file penawaran administrasi dan teknis yang dapat dibuka) kurang dari 3 (tiga) peserta b. dalam evaluasi penawaran ditemukan bukti/indikasi terjadi persaingan tidak sehat. [harga penawaran terendah terkoreksi untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan lebih tinggi dari HPS.] e. d. Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) oleh Pokja ULP bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman pemenang. . Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ. BAHP dan Kerahasiaan Proses 34.8 Dalam SPPBJ disebutkan bahwa penyedia harus menyiapkan Jaminan Pelaksanaan sebelum penandatanganan kontrak.29 sanggahan banding dijawab.] [seluruh harga penawaran yang masuk untuk Kontrak Lump Sum di atas HPS. Pokja ULP menuangkan ke dalam BAHP segala hal terkait proses pemilihan penyedia secara elektronik yang tidak dapat diakomodir atau difasilitasi aplikasi SPSE.1 34.2 34. 54 Tahun 2010 dan Dokumen Pengadaan ternyata benar.1 Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal.9 34.3 H. apabila: a. c. diganti atau ditimpa sampai dengan kontrak ditandatangani. 34. file BAHP dapat diunggah secara berulang. Jika diperlukan. tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran. Pelelangan Gagal 35.

atau g. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri. c. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan KPA. Sanggahan banding dari peserta atas terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan KPA dan/atau Pokja ULP. 36. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan Pelelangan dinyatakan benar oleh pihak berwenang.30 f. apabila: a. Sanggahan banding dari peserta atas .3 [Menteri/Kepala Lembaga/Pimpinan Institusi Lainnya sebagaimana tercantum dalam LDP selaku PA menyatakan pelelangan gagal. atau g. atau b. b. pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pengadaan. 54 Tahun 2010. setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau pembuktian kualifikasi. sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pengadaan ternyata benar. apabila: a. e.2 [KPA pada K/L/I atau PA/KPA pada Daerah] sebagaimana tercantum dalam LDP menyatakan pelelangan gagal. d. sanggahan dari Penyedia Barang/Jasa atas kesalahan prosedur yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan ternyata benar. f. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. ternyata benar. ternyata benar. [KPA pada K/L/I atau PA/KPA pada Daerah] sebagaimana tercantum dalam LDP sependapat dengan KPA yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena proses Pelelangan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No.] [Kepala Daerah sebagaimana tercantum dalam LDP menyatakan pelelangan gagal. 54 Tahun 2010. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2. apabila: a. 36. pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang melibatkan Pokja ULP dan/atau KPA ternyata benar.

ternyata benar. Surat Jaminan Pelaksanaan . pelelangan ulang. penyampaian ulang Dokumen Penawaran. KPA dan/atau Pokja ULP.5 I. b. yaitu melakukan: a. nama penyedia sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan Pelaksanaan. c. nama KPA yang menerima Jaminan Pelaksanaan sama dengan nama KPA yang menandatangan kontrak. e. evaluasi ulang. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) yang sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. menentukan langkah selanjutnya. 36. diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat). Surat Jaminan Pelaksanaan 36. 36. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai dengan serah terima pertama pekerjaan berdasarkan Kontrak (PHO) sebagaimana tercantum dalam LDP. atau b. ternyata benar.4 Setelah pelelangan dinyatakan gagal.31 terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan PA. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan dalam angka dan huruf.] 36. f. d. penghentian proses pelelangan. maka Pokja ULP atau Pokja ULP lainnya yang ditugaskan meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya pelelangan gagal. c. b. KPA. Setelah pemberitahuan adanya pelelangan gagal. atau d.1 Surat Jaminan Pelaksanaan memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. maka Pokja ULP memberitahukan secara elektronik kepada seluruh peserta. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan PA dan/atau KPA.

1 Sebelum penandatanganan kontrak KPA wajib memeriksa apakah pernyataan Dalam Dokumen Isian Kualifikasi masih berlaku. i. dengan ketentuan: a. maka penandatanganan kontrak tidak dapat dilakukan. 36. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang tercantum dalam SPPBJ. Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai jaminan dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah surat pernyataan wanprestasi dari KPA diterima oleh penerbit Jaminan. memuat nama.3 J.2 .2 Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan dipersamakan dengan penolakan untuk menandatangani Kontrak. Penandatanganan Kontrak 37. atau b. Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Surat Jaminan Pelaksanaan diatur dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak. Penandatanganan Kontrak 37.32 g. alamat dan tanda tangan pihak penjamin. dan j. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. 37. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi diatas 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai penawaran atau penawaran terkoreksi. h. 36. Penandatanganan kontrak dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ dan setelah penyedia menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. Apabila salah satu pernyataan tersebut sudah tidak dipenuhi. Jaminan Pelaksanaan atas nama Kemitraan/KSO harus ditulis atas nama Kemitraan/KSO.

dan 2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh KPA. dan i. terdiri dari: 1) kontrak asli pertama untuk KPA dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia. g. adendum Surat Perjanjian. maka berlaku urutan sebagai berikut: a.5 37. KPA dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi. syarat-syarat umum kontrak. b. Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai. redaksional. h. f. yaitu: a. syarat-syarat khusus kontrak. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli.4 37. d. spesifikasi umum. angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak. bahasa. spesifikasi khusus. apabila diperlukan. SPPBJ. dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain.33 37. Perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak. BAPL (apabila ada). c. kecuali perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan yang melewati batas tahun anggaran.7 37.3 KPA dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak.8 . BAHP. Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan. Pihak yang berwenang menandatangani 37. pokok perjanjian. e. b. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan.6 37. gambar-gambar.

34 37. . sepanjang mendapat kuasa/pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani kontrak.9 kontrak atas nama penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar. Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada angka 38. dapat menandatangani kontrak.8. yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

12. 10. 6. B. Pokja ULP: Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro Alamat Pokja ULP: Jl Lettu Suyitno No 39 Bojonegoro 2. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 75 ( Tujuh Puluh Lima ) hari kalender. Sumber Dana Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD Tahun Anggaran 2012 .35 BAB IV.net Website LPSE: http://LPSE.net Nama paket Serbaguna 1. 11. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) A. 4. Cover dan Pelapis Dinding Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal Pekerjaan Lantai Pekerjaan Pengecatan dan Finishing Pekerjaan Perkerasan Halaman Pekerjaan Taman 6.Bojonegorokab. 3. pekerjaan: Rehabilitasi Gedung Uraian singkat pekerjaan: Pekerjaan Pendahuluan Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Pekerjaan Beton Pekerjaan Kosen Pintu & Jendela Pekerjaan Panel ACP Pekerjaan Rangka dan Atap Canopy Pekerjaan Plafond Pekerjaan Ornamen. 5. Lingkup Pekerjaan 1. 13. 5. 2. 4. 9. 3. Website: http://LPSE. 8. 7.Bojonegorokab.

b. Maksud dan Tujuan …………………………………………… (diisi dengan maksud dan tujuan dari . Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan ____________________________________ [diisi. 4. Beton Mollen Truck Stamper Pompa Air 5. Logistik ( 1 Orang). Pelaksana (1 orang). Keuangan ( 1 orang). c. 3. Pendahuluan …………………………………………… (menjelaskan gambaran secara umum metode pelaksanaan yang akan dilakukan) b. pendidikan minimal SLTA. Sepeda Motor 3. 5. pendidikan minimal SLTA. Metode pelaksanaan memuat uraian (kerangka) sebagai berikut : a. Bahan Paving (khusus pekerjaan menggunakan paving) yang 4. e. pendidikan minimal SLTA berpengalaman ≥ 3 tahun. kecuali pekerjaan spesialis] Uji mutu/teknis/fungsi diperlukan untuk: a. d. memiliki Sertifikat Ketrampilan (SKT) / Sertifikat Keahlian (SKA) Bidang Arsitektural. apabila ada bagian pekerjaan yang dapat disubkontrakkan dan bukan merupakan pekerjaan utama. 2. Dokumen Penawaran 1. Daftar Peralatan Utama minimal yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan: 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2. pengalaman ≥ 3 Tahun. ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) Daftar Personil Inti yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan: a. pendidikan minimal STM / SMK jurusan Bangunan pengalaman ≥ 3 tahun. 1. Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan dan Peninjauan Lapangan D.36 C. Administrasi (1 orang). Penanggungjawab Teknis (1 orang).

972. 2. Pembayaran dilakukan dengan cara Angsuran (termyn) F. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. Masa berlaku penawaran selama 90 (Sembilan puluh) hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. 3. Masa Berlakunya Penawaran G. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 1. realistik dan dapat dilaksanakan Mata uang yang digunakan Rupiah 6. Jaminan Penawaran dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) . Pemasukan Dokumen Penawaran Masa berlakunya jaminan penawaran 104 (seratus empat) hari kalender. Jaminan Penawaran 1. besar nominal 2% dari nilai total HPS] 2.000 ( Tujuh Belas Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Rupiah ) [diisi.17. Metode Penyelesaian Pekerjaan …………………………………………… (diisi dengan tahapan dan tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal s/d akhir dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis) d. Penutup …………………………………………… Jadwal waktu pelaksanaan : jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. Besarnya Jaminan Penawaran adalah: Rp Rp. E.37 metode pelaksanaan yang akan ditempuh) c. H.

[Ambang Batas Sistim Gugur] 1. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. realistik dan dapat dilaksanakan. min 10% jenis. bobot max 20%. bobot max 10% min 10% personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan. bobot max 10%. kapasitas. Batas Akhir Waktu Penyampaian Penawaran J. komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sebagaimana tercantum dalam LDP.38 I. min 5% . Pembukaan Penawaran ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) K. Ambang Batas Nilai Teknis : 70 Unsur Teknis yang dinilai : a) b) c) d) e) f) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan disusun menurut kerangka dan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. bobot max 15% min 12% spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. bobot max 15% min 13. min 10%. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. 2. Bobot max 20%.5% Pra RK3K memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan Konstruki.

Sanggahan disampaikan melalui aplikasi SPSE Tembusan sanggahan disampaikan disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada: a. 1.200.000. 4. . KPA Bidang Pembangunan Gedung a.. PA Dinas Pekerjaan Umum Kab.797.000. Tembusan sanggahan banding disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada: d. [diisi sebesar 2‰ (dua perseribu) dari nilai total HPS atau paling tinggi sebesar Rp 50. KPA Bidang Pembangunan Gedung b. Sanggahan.00 (lima puluh juta rupiah)] 2. 2. Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Besarnya jaminan sanggahan banding: Rp. Bojonegoro c. Sanggahan Banding Dan Pengaduan 1. Jaminan Sanggahan Banding 1. Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro N. Jaminan Sanggahan Banding dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan selama 89 (Delapan Puluh Sembilan) hari kalender sejak penandatanganan kontrak. 2. Jaminan Pelaksanaan 1.(Satu juta tujuh ratus sembilan puluh tujuh ribu dua ratus rupiah) M.39 L. Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Sanggahan Banding disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada Bupati Bojonegoro 3.

memiliki Tenaga Teknis (Pelaksana) dengan kualifikasi sebagaimana LDP 5. 3. B.40 BAB V.Bojonegorokab. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) A. memiliki penanggungjawab teknis dengan kualifikasi keahlian pada bidang Arsitektural serta harus memenuhi persyaratan sebagaimana LDP 4..000.860.net Website LPSE : http://LPSE. Peserta Kualifikasi yang berbadan usaha harus memiliki surat izin usaha Jasa Konstruksi dan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi.net Nama Paket Pekerjaan : Rehabilitasi Gedung Serba Guna 1. memiliki kemampuan untuk menyediakan fasilitas/peralatan/perlengkapan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi ini.Bojonegorokab. memiliki pengalaman pada bidang Arsitektural. Persyaratan Kualifikasi (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS]. 89.(Delapan puluh sembilan juta delapan ratus enam puluh ribu rupiah) [paling kurang 10% 6. Sepeda Motor 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah . 3. 2. 2. yaitu: 1. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta sebesar Rp. 4. Beton Mollen Truck Stamper Pompa Air 5. Lingkup Kualifikasi Nama Pokja ULP : Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro _ Alamat Pokja ULP : Jl Lettu Suyitno no 39 Bojonegoro Website : http://LPSE.

terdiri dari : a. (apabila ada). Metoda Pelaksanaan. Sesuai dengan persyaratan. Penawaran ini berlaku selama ____ (__________________) hari kalender sejak tanggal surat penawaran ini. Hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran. Dokumen penawaran teknis.: Pokja _______ ULP ____________ [K/L/D/I] [diisi oleh Pokja ULP] di ______________________________ : Penawaran Pekerjaan _______________ [nama pekerjaan diisi Perihal oleh Pokja ULP] Sehubungan dengan pengumuman pendaftaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan nomor: _________________ tanggal ______________ dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen Pengadaan]. 4. bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan: 1.41 BAB VI. 2. . Kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama ____ (________________) hari kalender. Daftar Kuantitas dan Harga 3. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA/KEMITRAAN (KSO) CONTOH [Kop Surat Badan Usaha/Kemitraan (KSO)] Nomor : Lampiran : _______. _____________ 20___ Kepada Yth. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN A. dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan _____________________ [diisi oleh Pokja ULP] sebesar Rp_______________ (__________________________). Hasil pemindaian (scan) Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi. Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas.

. Hasil pemindaian (scan) Sertifikat Keterampilan (SKT)/Sertifikat Keahlian (SKA) bagi penanggung jawab teknis [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] ... dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan.. Daftar Personil Inti... [Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakkan. Jenis.. d.42 b..... c. maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) ____________ 5... 7......... komposisi. f. kapasitas. Formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dokumen isian kualifikasi yang dikirim melalui aplikasi SPSE. g. Jabatan . Jadwal Waktu Pelaksanaan.. e. Spesifikasi teknis. apabila ada]... Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini. Formulir Pra RK3K 6..

c. Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak. keuntungan. 4. termasuk hak untuk memeriksa keuangan. 2. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah ________________ b. .43 B. wajib bertanggung jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak. 5. masing-masing anggota kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini. Secara bersama-sama: a. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO) CONTOH SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/ KERJA SAMA OPERASI (KSO) Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan ________________ yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di ________________ pada tanggal ________ 20__. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang. dalam hal pengeluaran. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO. akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2. kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (KPA) dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota kemitraan/KSO. dan kerugian dari kemitraan/KSO. Menunjuk ____________________________ [nama peserta 1] sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama kemitraan/KSO. Kami menyetujui dan memutuskan bahwa: 1. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO adalah: _______________ [nama peserta 1] sebesar _____ % (___________ persen) _______________ [nama peserta 2] sebesar _____ % (___________ persen) _______________ [nama peserta 3] sebesar _____ % (___________ persen) _________________________________ [dst] 3. maka kami: ______________________________ [nama peserta 1] ______________________________ [nama peserta 2] ______________________________ [nama peserta 3] ______________________________ [dan seterusnya] bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO).

44 perintah pembelian. surat-menyurat. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama kemitraan/KSO diberikan kepada _________________________ [nama wakil peserta] dalam kedudukannya sebagai direktur utama/direktur pelaksana _________________________ [nama peserta 1] berdasarkan persetujuan tertulis dari seluruh anggota kemitraan/KSO. 7. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap ____ (_______) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. 9. daftar peralatan dan tenaga kerja. 8. dan lain-lain. perjanjian subkontrak. tahun ________________________ [Peserta 1] [Peserta 2] (_______________) (________________) [Peserta 3] [dst (________________) (________________)] Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi ini harus dibuat diatas kertas segel Catatan: . 6. tanda terima. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO. DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan tanda tangan di _________ pada hari __________ tanggal __________ bulan ____________.

5. jenis. komposisi dan jumlah peralatan minimal [sebagaimana tercantum dalam LDP]. Formulir Pra RK3K . 6.45 C. 4. personil inti yang akan ditempatkan secara penuh [sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. realistik dan dapat dilaksanakan 3. spesifikasi teknis. bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan [sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP]. serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan]. metoda pelaksanaan pekerjaan [disusun sesuai kerangka dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan]. kapasitas. dan 7. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan [tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. 2. memenuhi persyaratan. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS Dokumen Penawaran Teknis 1.

Sub Total Barang Jasa III. BENTUK FORMULIR REKAPITULASI KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) PERHITUNGAN TINGKAT FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) Nilai Gabungan Barang/Jasa (Rp) Uraian Pekerjaan DN (2) (1A) (2A) (3A) LN (3) (1B) (2B) (3B) Total Ribu % Rp KDN (4) (1C) (2C) (3C) (5) (1D) (2D) (3D) TKDN Barang/ Jasa (7) (1E) (2E) (3E) Gabungan (8) (1G) (2G) (3G) (1) Barang I. TOTAL Biaya (A + B) (4A) (5A) (6A) (7A) (8A) (9A) (4B) (5B) (6B) (7B) (8B) (9B) (4C) (5C) (6C) (7C) (8C) (9C) (4D) (5D) (6D) (7D) (8D) (9D) (4E) (5E) (6E) (7E) (8E) (9E) (4G) (5G) (6G) (7G) (8G) (9G) Formulasi perhitungan: Nilai Barang Total (3C) .Nilai Barang Luar Negeri (3B) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C) % TKDN (Gabungan Barang dan Jasa) = + Nilai Jasa Total(8C) . Alat Kerja / Fasilitas Kerja V. Manajemen Proyek dan Perekayasaan IV.Nilai Jasa Luar Negeri (8B) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C) __________ [tempat].46 D. Peralatan (Barang jadi) A. Material Langsung (Bahan baku) II. Konstruksi dan Fabrikasi VI. Sub Total Jasa C. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun] [tanda tangan] [nama wakil sah badan usaha/pemimpin kemitraan (KSO)/perorangan] . Jasa Umum B.

apabila: Nama : _____________________________ [peserta pelelangan] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. Kolusi dan Nepotisme (KKN). . _______________ tanggal__________________. Yang Dijamin menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. b. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin. Yang Dijamin tidak: 1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang. 2) menandatangani Kontrak. c. atau 3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK Contoh [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PENAWARAN No. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ________________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : __________________________________ [Pokja ULP] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Penawaran atas pekerjaan _______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan yaitu: a.47 E. Yang Dijamin terlibat Korupsi.

Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 4.48 Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 5.d. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.00 Untuk keyakinan. 3. ____________________ . 2. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp.6000. dari tanggal _____________________ s. 6.

terlibat Korupsi. Kolusi dan Nepotisme (KKN). selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. c. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan No. atau 3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang. . ______________ tanggal ______________ untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan ______________________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 5.49 F. BENTUK JAMINAN PENAWARAN ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN DARI Contoh [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PENAWARAN Nomor Jaminan: ____________________ ___________________ Nilai: 1. Dengan ini dinyatakan. Maka kami. _____________ [alamat] sebagai Peserta. 3. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah ________________ (terbilang _____________________) Rp 2. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada ____________________ [nama Pokja ULP]. _____________ [alamat]. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. b. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan penagihan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji/wanprestasi. 4. selanjutnya disebut TERJAMIN. bahwa kami: _____________________ [nama]. tidak: 1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang. 2) menandatangani Kontrak. sebagai Penjamin. Surat Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN: a. menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. _________________________________ [alamat] sebagai Pelaksana Pelelangan.

6000. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Rp. 7.50 6. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] Materai (Nama & . Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.00 _____________________ __________________ (Nama & Jabatan) Jabatan) Untuk keyakinan.

digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana. BENTUK PAKTA INTEGRITAS [Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO] Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Kolusi. Nama Jabatan PAKTA INTEGRITAS : _____________________ [nama wakil sah badan usaha] : __________________________ Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang untuk dan sesuai dan cantumkan nama] atas nama 2. [nama lengkap] setiap anggota tangan dan nama Kemitraan/KSO] .[dan seterusnya. menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam. bersedia menerima sanksi administratif. [nama lengkap] [cantumkan tanda [Nama Penyedia] [tanda tangan].. diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan/KSO] dalam rangka pengadaan _________ [isi nama paket] pada ________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] dengan ini menyatakan bahwa: 1. akan melaporkan kepada APIP ________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] yang bersangkutan dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini. Nama Jabatan : _____________________ [nama wakil sah badan usaha] : __________________________ Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang untuk dan sesuai dan cantumkan nama] atas nama 3. dan 2. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [Nama Penyedia] [tanda tangan].51 G. 3. [nama lengkap] [Nama Penyedia] [tanda tangan]. praktek Korupsi. tidak akan melakukan Nepotisme (KKN).. [tahun] __________ [tempat]. . dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih... 4. transparan.. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini.

52 H. CONTOH FORMAT DAFTAR PERALATAN UTAMA YANG DIGUNAKAN DAFTAR PERALATAN UTAMA YANG DIGUNAKAN NAMA PERUSAHAAN : ……………………………………………… ALAMAT : ……………………………………………… PEKERJAAN JENIS PERALATAN : …………………………………………… MERK DAN TYPE TAHUN PEMBUA TAN LOKASI SEKARANG BUKTI PEMILIKAN NO JUMLAH KAPASITAS KONDISI . CONTOH FORMAT DAFTAR PERSONIL INTI DAFTAR PERSONIL INTI NAMA PERUSAHAAN ALAMAT PEKERJAAN : : : ……………………………………………… ………………………………………… ……………………………………………… NO NAMA TEMPAT/ TANGGAL LAHIR JABATAN PENDIDIKAN NO IJAZAH PENGALAMAN KERJA (TAHUN) NO SKT I.

....CONTOH FORMAT METODE PELAKSANAAN Metode Pelaksanaan Nama Pekerjaan : ......... BAB I II III URAIAN Pendahuluan Maksud dan Tujuan Metode Penyelesaian Pekerjaan Penutup ISI Menjelaskan gambaran secara umum metode pelaksanaan yang akan dilakukan Maksud dan tujuan dari metode pelaksanaan yang akan ditempuh Tahapan dan Tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai dengan akhir yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis IV K.....53 J.............. CONTOH FORMAT JADWAL PELAKSANAAN JADWAL PELAKSANAAN ......................

5m. ) 57 . JENIS BAHAYA & RISIKO pada pekerjaan/ kegiatan dan/atau jenis alat.Galian Saluran L =1.Pancang Beton Dia 40 Cm . FORMULIR PRA RK3K BENTUK PRA RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA L CONTOH …… [Logo & N ama Perusahaan ] 1. 2) Contoh: Jenis Bahaya & Risiko: a) Tertimbun longsoran -> Luka berat b) Terjatuh ke lubang > Luka berat (diisi jenis-jenis pengendalian risiko K3 berdasarkan hasil identifikasi BAHAYA & RISIKO K3 yang tersebut pada kolom no. 3) 1 Contoh: "Pekerjaan Tanah" Galian Tanah Biasa: . jenis material. ) (silahkan diisi) dst. 2. PERENCANAAN 1) Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Bahaya (jenis /type pekerjaan) IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA & RISIKO K3 PENGENDALIAN RESIKO K3) (diisi dengan jenis /type pekerjaan) diisi.dst. dT= 2 m . (silahkan diisi) Contoh : Pengendalian Risiko K3 a) Buat Turap Penahan Tanah b) Buat pagar pelindung Contoh : Jenis Bahaya dan Risiko a) Tertimpa crane terguling -> Luka berat/mati (l b) Terbentur tiang pancang Contoh : Pengendalian Risiko K3 a) Pastikan crane pancang laik pakai b) Buat landasan crane yang kuat (silahkan diisi) dst. ) (silahkan diisi) dst.dst.54 L. (silahkan diisi) 2 Contoh: "Pekerjaan Pondasi" Pondasi Tiang Pancang .. KEBIJAKAN K3 PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (PRA-RK3K) (Berupa pernyataan/komitmen Direktur Utama atas nama perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam melaksanakan kegiatan konstruksi. proses dan lingkungan kerja terkait pekerjaan tersebut pada kolom no.

sesuai dengan pekerjaan/kegiatan konstruksi yang akan dilaksanakan) CONTOH : Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam melaksanakan paket pekerjaan ini adalah : a. Poster. harus disusun berdasarkan hasil identifikasi bahaya dan penetapan pengendalian Risiko. pagar pengaman. Undang-undang No 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi c. Undang-undang No 1 tahun 1970 tentang keselamatan Kerja b.55 2) Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya (Daftar Peraturan Perundang-undangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3. Peraturan Menteri Pu No 09/PRT/M/2008 tentang pedoman system manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3 Sasaran K3 dan Program K3 (Sasaran dan Program K3 yang akan dilaksanakan. Spanduk. Sasaran harus terukur secara kualitatif maupun kuantitatif) CONTOH : Sasaran K3 : a Tidak ada kecelakan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Accident) b Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80 % c Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko pekerjaannya masing-masing d dst Program K3 : a Melaksanakan Rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3 (APD. Rambu-rambu. jaring pengaman dsb) secara konsisten b Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja berbahaya c dst Organisasi K3 : menyediakan petugas K3 sesuai dengan struktur organisasi yang Penanggung diusulkan JawabK3 Contoh : Emergency/ P3K Kebakaran 58 .

__________ [tempat]. BENTUK FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA (Selain Contoh Format Modal Kerja Formulir Isian Kualifikasi telah disediakan dalam aplikasi SPSE) Modal Kerja Surat dukungan keuangan dari Bank: Nomor Tanggal Nama Bank Nilai : __________ : __________ : __________ : __________ Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam. dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun] PT/CV/Firma/Koperasi __________ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] (nama lengkap wakil sah badan usaha) [jabatan pada badan usaha] Catatan: [Surat Pernyataan ini di masukkan bersamaan dengan Surat Keterangan Dukungan Bank dalam Formulir Isian Kualifikasi yang disediakan dalam aplikasi SPSE – Menu Dukungan Bank] . maka saya dan badan usaha yang saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi administratif. gugatan secara perdata.56 M. Jika dikemudian hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan.

PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR KUALIFIKASI (Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi mengikuti Petunjuk Pengoperasioan (User Guide) aplikasi SPSE) .57 BAB VII.

menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan. salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya atau peserta perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam. tidak pailit. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta untuk mengikuti pengadaan pekerjaan konstruksi paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS. Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF). atau peserta perorangan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana. 10. kecuali bagi peserta Usaha Mikro. 5. 6. Usaha Kecil dan koperasi kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun. memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan. dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO: a. menyampaikan pernyataan/pengakuan tertulis bahwa perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya atau peserta perorangan tidak dalam pengawasan pengadilan. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21. 7. 4. memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir. Usaha Kecil dan koperasi kecil serta kemampuan pada subbidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non-kecil.58 BAB VIII. Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. 9. baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak. memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk Usaha Mikro. PPh Pasal 23 (bila ada transaksi). PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. . 2. peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI A. 8. 3. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan.

59

b.

evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 10 dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan kemitraan/KSO;

11. untuk usaha non-kecil, memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas yang setara, dengan ketentuan: a. KD = 3 NPt NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir; b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO; c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS; d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan, nilai kontrak dan status peserta pada saat menyelesaikan kontrak sebelumnya; e. nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang (present value) menggunakan perhitungan sebagai berikut:

Nilai pekerjaan sekarang Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada) saat serah terima pertama Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima pertama Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (apabila belum ada, dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya) Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan; 12. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan: a. SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan untuk usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir; b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari semua perusahaan yang bermitra/KSO; B. Pokja ULP memeriksa dan membandingkan persyaratan dan data isian peserta dalam Dokumen Isian Kualifikasi dalam hal: 1. kelengkapan Dokumen Isian Kualifikasi; dan 2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.

NPs Npo

= =

60

C.

Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian kualifikasi. Evaluasi kualifikasi sudah merupakan kompetisi, maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi.

D.

61

BAB IX. BENTUK KONTRAK

SURAT PERJANJIAN untuk melaksanakan Paket Pekerjaan Konstruksi: __________ Nomor: __________

[Jika Penyedia bukan berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi sebagai berikut: “SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [nama Kuasa Pengguna Anggaran], selaku Kuasa Pengguna Anggaran, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Kuasa Pengguna Anggaran], yang berkedudukan di __________ [alamat Kuasa Pengguna Anggaran], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai KPA] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran] (selanjutnya disebut “KPA”) dan __________ [nama wakil Penyedia], __________ [jabatan wakil Penyedia], yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama Penyedia], yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia], berdasarkan Akta Notaris No. ___ [No. Akta notaris] tanggal ____________ [tanggal penerbitan Akta] yang dikeluarkan oleh Notaris ______________ [nama Notaris penerbit Akta] (selanjutnya disebut “Penyedia”).”] [Jika Penyedia berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi sebagai berikut: “SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [nama Kuasa Pengguna Anggaran], selaku Kuasa Pengguna Anggaran, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Kuasa Pengguna Anggaran], yang berkedudukan di __________ [alamat Kuasa Pengguna Anggaran], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai KPA] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran] (selanjutnya disebut “KPA”) dan kemitraan/KSO yang beranggotakan sebagai berikut: 1. _________________ [nama Penyedia 1]; 2. _________________ [nama Penyedia 2]; ..... dst

personil. dan sumber daya teknis. ditulis sebagai berikut: “total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp________________ (_______________________ rupiah). (c) KPA dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan menandatangani Kontrak ini. berdasarkan surat Perjanjian kemitraan/KSO No. KPA dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut: 1. ditulis sebagai berikut: “total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp________________ (_______________________ rupiah).62 yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap KPA berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk __________ [nama anggota kemitraan yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan/KSO] untuk bertindak atas nama Kemitraan yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia wakil kemitraan]. [untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum. untuk (d) KPA dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat.”] MENGINGAT BAHWA: (a) KPA telah meminta Penyedia untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini (selanjutnya disebut “Pekerjaan Konstruksi”).”] [untuk kontrak lump sum. MAKA OLEH KARENA ITU. memiliki keahlian profesional. 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut. 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini. ___________ tanggal ___________ (selanjutnya disebut “Penyedia”). 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait. dan mengikat pihak yang diwakili. serta telah menyetujui untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini. (b) Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada KPA.”] .

63 2. b. b. f. 2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari KPA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. spesifikasi khusus. 3. SPPBJ. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak. peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini. Berita Acara Penjelasan Lanjutan (apabila ada). c. gambar-gambar. syarat-syarat khusus Kontrak. adendum Surat Perjanjian. 5. e. 3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain. 3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada KPA. pokok perjanjian. KPA mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia. 2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia. dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 di atas. 4. d. g. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga (apabila ada). i. dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini: a. syarat-syarat umum Kontrak. 4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia. BAHP. dan dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan. Hak dan kewajiban timbal-balik KPA dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya: a. spesifikasi umum. 4) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak. . h.

6) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan KPA. peralatan. penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak. akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja. 7) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak.000.. bahan-bahan. dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan.)] [nama lengkap] [jabatan] [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja KPA maka rekatkan materai Rp 6. 6.. Untuk dan atas nama __________ KPA Untuk dan atas nama Penyedia/Kemitraan (KSO) __________ [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk Penyedia maka rekatkan materai Rp 6.64 5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat. DENGAN DEMIKIAN. angkutan ke atau dari lapangan. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam SyaratSyarat Umum/Khusus Kontrak. 8) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia. KPA dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia.)] [nama lengkap] [jabatan] .000.

000.)] [nama lengkap] [jabatan] [nama lengkap] [jabatan] .. cantumkan ”dibebankan atas DIPA __________ Tahun Anggaran ____ untuk mata anggaran kegiatan __________ WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun NILAI PEKERJAAN No.000. Selain tunduk kepada ketentuan dalam SPK ini. Uraian Pekerjaan Kuantitas Satuan Ukuran Harga Satuan (Rp) Material Upah Subtotal (Rp) Material Upah Total (Rp) Terbilang : Jumlah PPN 10% NILAI INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA: Penagihan hanya dapat dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan yang diperintahkan dalam SPK ini dan dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima. Untuk dan atas nama __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk penyedia maka rekatkan materai Rp 6. penyedia berkewajiban untuk mematuhi Syarat Umum SPK terlampir..65 [kop surat K/L/D/I] SATUAN KERJA: SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Halaman __ dari __ PAKET PEKERJAAN: __________ NOMOR DAN TANGGAL SPK: NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN: NOMOR DAN TANGGAL BERITA ACARA HASIL PELELANGAN: SUMBER DANA: [sebagai contoh.)] Untuk dan atas nama penyedia __________ [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen maka rekatkan materai Rp 6. Jika pekerjaan tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu pelaksanaan pekerjaan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berkewajiban untuk membayar denda kepada KPA sebesar 1/1000 (satu per seribu) dari bagian tertentu nilai SPK sebelum PPN setiap hari kalender keterlambatan.

. HUKUM YANG BERLAKU Keabsahan. b. Hak kepemilikan atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh KPA tetap pada KPA.66 SYARAT UMUM SURAT PERINTAH KERJA (SPK) 1. dan pungutan lain yang dibebankan oleh hukum yang berlaku atas pelaksanaan SPK. SPK ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SPMK. kehilangan. dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada KPA pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. perlindungan terhadap kegagalan bangunan. Jika diminta oleh KPA maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada KPA sesuai dengan hukum yang berlaku. beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi. LINGKUP PEKERJAAN Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan. PERPAJAKAN Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak. 4. Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar. b. Harga SPK telah memperhitungkan keuntungan. serta risiko lain yang tidak dapat diduga. 2. HAK KEPEMILIKAN a. 7. bea. ASURANSI a. sesuai dengan volume. dan c. 3. pelaksanaan pekerjaan. KPA dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia. KPA membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam SPK sebesar harga SPK. maka KPA dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum SPK. 5. retribusi. 9. Waktu pelaksanaan SPK adalah sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK. 6. JADWAL a. b. kerusakan. b. c. serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan. Rincian harga SPK sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum). PENGALIHAN DAN/ATAU SUBKONTRAK Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. c. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama 6 (enam) bulan setelah serah terima hasil pekerjaan. b. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya. Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: a. PENYEDIA MANDIRI Penyedia berdasarkan SPK ini bertanggung jawab penuh terhadap personil serta pekerjaan yang dilakukan. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam harga SPK. spesifikasi teknis dan harga yang tercantum dalam SPK. interpretasi. baik sebagai akibat peleburan (merger) atau akibat lainnya. 8. dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. 10. HARGA SPK a. d. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada KPA. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan. CACAT MUTU KPA akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap cacat mutu yang ditemukan. serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh KPA mengandung cacat mutu. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam harga SPK. KPA berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh penyedia kepada KPA. atas segala risiko terhadap kecelakaan.

seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. Kecuali SPK diputuskan lebih awal. 14. 2) cidera tubuh. Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia. gugatan atau tuntutan hukum. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek. dan cidera tubuh. sakit atau kematian pihak ketiga. 3) kehilangan atau kerusakan harta benda. . Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. d. serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK. g. e. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. Laporan harian berisi: 1) jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan. kewajiban. 5) keadaan cuaca termasuk hujan. 3) jenis. KPA dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil KPA. penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan. 4) jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan. Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu. banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan. PENANGGUNGAN DAN RISIKO a. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini. LAPORAN HASIL PEKERJAAN a. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN a. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN KPA berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. c. semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini. d. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan SPK untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. denda. 13.67 11. dan Personil. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. jumlah dan kondisi peralatan. membebaskan. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat KPA) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: 1) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia. PENGUJIAN Jika KPA atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar. kerugian. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi. Penyedia berkewajiban untuk melindungi. 2) penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya. c. kehilangan. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka KPA dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu. Apabila diperlukan. KPA membuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian KPA. b. 15. 12. Laporan harian dibuat oleh penyedia. dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal. dan 6) catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. c. tanggung jawab. d. b. sakit atau kematian Personil. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan. f. b. proses pemeriksaan hukum.

i. e. 3) KPA tidak memberikan gambar-gambar. 6) KPA memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan. 2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. atas perintah KPA.68 16. penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya. sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. 19. e. . c. KPA menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan SPK dan diterima oleh Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. JAMINAN PEMELIHARAAN a. Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. f. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan. Setelah masa pemeliharaan berakhir. 7) KPA memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh KPA. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus). 5) KPA menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan. d. b. atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari harga SPK dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari harga SPK. Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO). h. c. b. KPA menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. meliputi: 1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam SPK sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam SPK. 18. 2) keterlambatan pembayaran kepada penyedia. b. 17. b. penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan pekerjaan. Untuk kepentingan perubahan SPK. dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi. c. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: 1) KPA mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada KPA setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus). Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya. 8) ketentuan lain dalam SPK. PERUBAHAN SPK a. dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari harga SPK. d. penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan akhir pekerjaan. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA. c. KPA wajib melakukan pembayaran sisa harga SPK yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. PA/KPA dapat membentuk Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan. PERISTIWA KOMPENSASI a. SPK hanya dapat diubah melalui adendum SPK. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi. g. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka KPA berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. Perubahan SPK bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak. 3) perubahan harga SPK akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan. 4) penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal. KPA menugaskan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan SPK. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA. maka KPA berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan. Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. SERAH TERIMA PEKERJAAN a.

. KPA dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan. b. 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang. PERPANJANGAN WAKTU a. Pemutusan SPK dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak KPA. Dalam hal SPK dihentikan. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia. 2) biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi hasil pekerjaan sementara dan peralatan. Bahan dan perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada KPA. melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan. dan/atau 2) penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. PEMBAYARAN a. c. maka KPA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. 23. 24. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena kesalahan penyedia: 1) penyedia membayar denda. b. PENYELESAIAN PERSELISIHAN KPA dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua 21. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. pajak dan uang retensi. KPA berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. dan/atau 10) pengaduan tentang penyimpangan prosedur. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena KPA terlibat penyimpangan prosedur. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum SPK jika perpanjangan tersebut mengubah Masa SPK. tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. e. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran. dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan. b. c. KPA dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan surat permintaan pembayaran kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM). tidak memulai pelaksanaan pekerjaan. 7) Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan. 3) penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. 2) pembayaran dilakukan dengan [sistem bulanan/sistem termin/pembayaran secara sekaligus].69 20. 8) KPA tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SPK. KPA mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. d. Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN SPK a. 5) penyedia selama Masa SPK gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh KPA. f. dan selanjutnya menjadi hak milik KPA. 4) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada). Penghentian SPK dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang. termasuk: 1) biaya langsung pengadaan bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan ini. 4) penyedia berada dalam keadaan pailit. 2) penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. 3) biaya langsung demobilisasi personil. maka KPA wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai. 22. Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh KPA. 6) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari harga SPK dan KPA menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan. pemutusan SPK melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: 1) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari. DENDA Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam SPK ini. 9) penyedia terbukti melakukan KKN. d. tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan. KPA dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia.

70 perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui pengadilan negeri dalam wilayah hukum Republik Indonesia. Penyedia menyetujui bahwa pelanggaran syarat ini merupakan pelanggaran yang mendasar terhadap SPK ini. . 25. LARANGAN PEMBERIAN KOMISI Penyedia menjamin bahwa tidak satu pun personil satuan kerja KPA telah atau akan menerima komisi atau keuntungan tidak sah lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari SPK ini.

Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut: 1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada Institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit. 1. Ketentuan Umum 1.5 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan.8 Subpenyedia adalah penyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan penyedia penanggung jawab kontrak. 1. untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak).9 Kemitraan/KSO adalah kerja sama usaha antar penyedia baik penyedia nasional maupun penyedia asing. 1.7 Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/ Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD. evaluasi. 1. 1.71 BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A. reviu. 1. 1. 1.1 Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi.3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. yang masing-masing pihak .

yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh penyedia kepada KPA/Pokja ULP untuk menjamin terpenuhinya kewajiban penyedia.20 mempunyai hak.72 1.12 1.18 1.16 1. kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis.13 1. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara KPA dengan penyedia yang mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak. Direksi lapangan adalah tim pendukung yang dibentuk/ditetapkan oleh KPA.10 1. Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran. Harga Satuan Pekerjaan (HSP) adalah harga satu jenis pekerjaan tertentu per satu satuan tertentu.19 1. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh KPA.17 1. Metoda pelaksanaan pekerjaan adalah cara . Hari adalah hari kalender. Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan. dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya.15 1.14 1. yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan. terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih. adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional). Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu konstruksi sesuai peruntukannya yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP. Direksi teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh KPA untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak.11 1.

29 kerja yang layak. dihitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan.26 1. yang setelah diserahterimakan oleh . Personil inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan. Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Masa pemeliharaan adalah kurun waktu kontrak yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak.22 1. yang diterbitkan oleh KPA. realistik dan dapat dilaksanakan. Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir. yang pelaksanaannya diserahkan kepada penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh KPA.27 1. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).28 1.25 1.24 1.21 1. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai. Kegagalan Konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna atau penyedia. Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan.23 1. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh KPA. terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis. realistik dan dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan dengan tahap pelaksanaan yang sistimatis berdasarkan sumber daya yang dimiliki penawar. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP.73 1.

Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk semua anggota Kemitraan/KSO apabila berbentuk Kemitraan/KSO) dan Sub penyedianya (jika ada) tidak akan melakukan 3. 2.2 . 3. menerima atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini. menawarkan. Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4.1 4. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ini tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Surat Perjanjian. dilarang untuk: a. dari segi teknis. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini.2 4. manfaat. menjadi tidak berfungsi.74 penyedia kepada KPA dan terlebih dahulu diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. b. keselamatan dan kesehatan kerja. Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah. baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak. dan/atau keselamatan umum.1 Bahasa kontrak harus dalam Bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris. Bahasa dan Hukum 3. Larangan Korupsi. Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia. kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum berlaku di negara pemberi yang pinjaman/hibah (tergantung kesepakatan antara Pemerintah dan negara pemberi pinjaman/hibah).

4. b. dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak dalam SSUK.4 4. atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia. Semua pemberitahuan. pemutusan Kontrak. dan d.5 5. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.3 Penyedia yang menurut penilaian KPA terbukti melakukan larangan-larangan di atas dapat dikenakan sanksi-sanksi administratif oleh KPA sebagai berikut: a. pengenaan daftar hitam. atau diproduksi.1 6.75 tindakan yang dilarang di atas. Korespondensi 6. atau jika disampaikan melalui surat tercatat dan/atau faksimili ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK. email dan/atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK. KPA yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan oleh KPA kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi lainnya. sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia. 4. Asal Material/ Bahan 5. Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor.1 5. antara lain tempat material/bahan ditambang. Semua korespondensi dapat berbentuk surat. tumbuh. Wakil Sah Para Pihak Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan. permohonan.2 7.2 6. c. Asal material/bahan merupakan tempat material/bahan diperoleh. dan setiap dokumen yang .

76 disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh KPA atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK. dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak. baik sebagai akibat peleburan (merger) maupun akibat lainnya. Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia.4 11. Penyedia. dan Personil yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak. 9. Perpajakan 10. Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak diputuskan dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam SSKK. Pengalihan dan/atau Subkontrak 10. Subkontrak sebagian pekerjaan utama hanya diperbolehkan kepada Penyedia spesialis setelah persetujuan tertulis dari KPA. bea. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. retribusi.1 Penyedia dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh Kontrak ini.2 10.3 10. Khusus untuk penyedia perseorangan. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis . 8. Penyedia dilarang untuk mensubkontrakkan sebagian/seluruh pekerjaan utama dalam Kontrak ini. Penyedia tidak boleh diwakilkan. 10. Subpenyedia (jika ada). Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan.

Perintah Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah Pengawas Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini. 12.2 16. KPA jika dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personil KPA atau konsultan pengawas. Terlepas dari ada tidaknya persetujuan Pengawas Pekerjaan. Semua gambar yang digunakan untuk mendapatkan Hasil Pekerjaan baik yang permanen maupun sementara harus mendapatkan persetujuan Pengawas Pekerjaan.2 15. Kemitraan/KSO 14. Jika tercantum dalam SSKK.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan.1 15.77 dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian. Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan 14. Persetujuan Pengawas Pekerjaan 15. 14. Kemitraan/KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian untuk bertindak atas nama Kemitraan/KSO dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap KPA berdasarkan Kontrak ini. Dalam melaksanakan kewajibannya. Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan terlebih dahulu adanya Hasil Pekerjaan Sementara maka penyedia berkewajiban untuk menyerahkan spesifikasi dan gambar usulan Hasil Pekerjaan Sementara tersebut untuk disetujui oleh Pengawas Pekerjaan. 13. penyedia bertanggung jawab secara penuh atas rancangan Hasil Pekerjaan Sementara. Pengawas Pekerjaan selalu bertindak untuk kepentingan KPA. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah KPA. . Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap personil dan subpenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka.

78 17.3 19.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan Surat Perjanjian oleh Para Pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SSKK. Adendum dan Pemutusan Kontrak 19. Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses KPA. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan dalam SSKK. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada KPA. Penyelesaian.1 Pelaksanaan Pekerjaan 20. Hasil pemeriksaan dan penyerahan dituangkan dalam berita acara penyerahan lokasi kerja. Wakil Sah KPA dan/atau Pengawas Pekerjaan ke lokasi kerja dan lokasi lainnya dimana pekerjaan ini sedang atau akan dilaksanakan.1 KPA berkewajiban untuk menyerahkan keseluruhan lokasi kerja kepada penyedia sebelum SPMK diterbitkan. Penemuanpenemuan Penyedia wajib memberitahukan kepada KPA dan kepada pihak yang berwenang semua penemuan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan di lokasi pekerjaan yang menurut peraturan perundang-undangan dikuasai oleh negara . Pelaksanaan.4 B. 19. Jika dalam pemeriksaan lapangan bersama ditemukan hal-hal yang dapat mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka perubahan 20. 18. Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK.2 19. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 19. Penyerahan Lokasi Kerja 20. maka KPA dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum kontrak. Akses ke Lokasi Kerja B.2 . Penyerahan dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan lapangan bersama.

3 Jika penyerahan hanya dilakukan pada bagian tertentu dari lokasi kerja maka KPA dapat dianggap telah menunda pelaksanaan pekerjaan tertentu yang terkait dengan bagian lokasi kerja tersebut.1 22. d. dan kondisi ini ditetapkan sebagai Peristiwa Kompensasi. e. jadwal pelaksanaan pekerjaan. informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan. termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan.4 22. 21. organisasi kerja penyedia. c.2 22. Persetujuan KPA terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia. Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan. prosedur instruksi kerja.1 21. Pemutakhiran program mutu harus mendapatkan persetujuan KPA. Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika terjadi adendum Kontrak dan Peristiwa Kompensasi.2 22. KPA menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatanganan kontrak.6 . Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) 21. 20. pelaksana kerja. dan f. Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh KPA. b.5 22. Program Mutu 22. Program mutu disusun paling sedikit berisi: a.3 22. prosedur pelaksanaan pekerjaan. Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan.79 tersebut harus dituangkan dalam adendum Kontrak. Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan kontrak oleh penyedia.

bengkel.1 24. pada pelaksanaan Kontrak. mendatangkan personil-personil. KPA bersama dengan penyedia. gedung laboratorium. tahap awal bersama-sama pemeriksaan melakukan detail kondisi rencana mata 23. b. gudang.2 Untuk pemeriksaan bersama ini. dan sebagainya. organisasi kerja. mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. unsur perencanaan. d. b. Apabila diperlukan. rumah.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan pekerjaan.3 25.2 24. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan. Mobilisasi 24.2 24. dan/atau c. harus sudah menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak. Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkan SPMK. f. yaitu: a.1 25. program mutu. KPA dengan penyedia melakukan lokasi pekerjaan dengan pengukuran dan pemeriksaan lokasi pekerjaan untuk setiap pembayaran. e. penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi pekerjaan. c. PA/KPA dapat .80 23. dan unsur pengawasan. Pemeriksaan Bersama 25. Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. jadwal pelaksanaan pekerjaan. Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak 23. mobilisasi peralatan dan personil. Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak meliputi: a. jadwal pengadaan bahan/material. mempersiapkan fasilitas seperti kantor.

2 Pengendalian Waktu 26. maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam angka 26 ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. 25. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak. Waktu Penyelesaian Pekerjaan 26. KPA 26. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka KPA dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi.4 B. Perpanjangan Waktu 27.2 26.3 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara.3 26.81 membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Personil dan/atau Peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan Kontrak maka penyedia tetap dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat Personil dan/atau Peralatan yang belum memenuhi syarat harus segera diganti dalam jangka waktu yang disepakati bersama. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal.1 . penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda. dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu. 25. serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK.4 27.

82

berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah Masa Kontrak. 27.2 KPA berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan harus telah menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan untuk berapa lama, dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari setelah penyedia meminta perpanjangan. Jika penyedia lalai untuk memberikan peringatan dini atas keterlambatan atau tidak dapat bekerja sama untuk mencegah keterlambatan maka keterlambatan seperti ini tidak dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang Tanggal Penyelesaian.

28. Penundaan oleh Pengawas Pekerjaan

Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis penyedia untuk menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah penundaan ini harus segera ditembuskan kepada KPA. 29.1 Pengawas Pekerjaan atau penyedia dapat menyelenggarakan rapat pemantauan, dan meminta satu sama lain untuk menghadiri rapat tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan untuk membahas perkembangan pekerjaan dan perencanaaan atas sisa pekerjaan serta untuk menindaklanjuti peringatan dini. Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh Pengawas Pekerjaan dalam berita acara rapat, dan rekamannya diserahkan kepada KPA dan pihak-pihak yang menghadiri rapat. Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu diputuskan, Pengawas Pekerjaan dapat memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak yang menghadiri rapat. Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan sedini mungkin Pengawas Pekerjaan atas peristiwa atau kondisi tertentu yang dapat

29. Rapat Pemantauan

29.2

29.3

30. Peringatan Dini

30.1

83

mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikkan Nilai Kontrak atau menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menyampaikan secara tertulis perkiraan dampak peristiwa atau kondisi tersebut di atas terhadap Nilai Kontrak dan Tanggal Penyelesaian. Pernyataan perkiraan ini harus sesegera mungkin disampaikan oleh penyedia. 30.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama dengan Pengawas Pekerjaan untuk mencegah atau mengurangi dampak peristiwa atau kondisi tersebut.

B.3

Penyelesaian Kontrak 31.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan pekerjaan. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, KPA menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah KPA. KPA menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari nilai kontrak, sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari nilai kontrak dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.

31. Serah Terima Pekerjaan

31.2

31.3

31.4

31.5

84

31.6

Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan akhir pekerjaan. KPA menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. KPA wajib melakukan pembayaran sisa nilai kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka KPA berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan.

31.7

31.8

31.9

31.10 Jika Hasil Pekerjaan berupa bangunan maka umur konstruksi bangunan ditetapkan dalam SSKK. 32. Pengambilalihan KPA akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan. 33.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada KPA tentang pedoman pengoperasian dan perawatan sesuai dengan SSKK. Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan perawatan, KPA berhak menahan uang retensi atau Jaminan Pemeliharaan.

33. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan

33.2

B.4

Adendum 34.1 34.2 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak. Perubahan Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi:

34. Perubahan Kontrak

b. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh KPA secara tertulis kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal. 34. mengurangi atau menambah jenis pekerjaan. c. mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lokasi pekerjaan. PA/KPA dapat membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. dan/atau d. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak. 35. Perubahan Lingkup Pekerjaan 35. Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal.3 Untuk kepentingan perubahan kontrak.2 35.1 35. perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak.4 .85 a. perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan. c. perubahan pelaksanaan pekerjaan dan/atau penyesuaian harga. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. b.3 35. melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum kontrak. maka KPA bersama penyedia dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain : a. menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak.

2 37. e. Keadaan Kahar 37. sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi.4 36.1 suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. pemogokan. dan/atau f. b.3 36.3 . c. b. KPA dapat menugaskan Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan.2 36. gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait. bencana non alam.5 B. maka penyedia memberitahukan kepada KPA paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan 37. Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam adendum kontrak. Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat keadaan kahar. pekerjaan tambah. perubahan disain. masalah yang timbul di luar kendali penyedia. kebakaran. bencana sosial. dan/atau e.86 36. d. Apabila terjadi Keadaan Kahar.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh KPA atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut: a. keadaan kahar. c. Yang digolongkan Keadaan Kahar meliputi: a. bencana alam. KPA dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan atas kontrak setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia. 36.5 Keadaan Kahar 37. d. keterlambatan yang disebabkan oleh KPA. Perubahan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 36.

37. c.5 37.4 Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar.1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. 37. dengan menyertakan pernyataan Keadaan Kahar dari pejabat yang berwenang. biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi Hasil Pekerjaan Sementara dan Peralatan. Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan. Penghentian dan Pemutusan Kontrak 38.2 .6 B. Pada saat terjadinya Keadaan Kahar. biaya langsung demobilisasi Personil. termasuk: a. maka KPA wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai. 38. Bahan dan Perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada KPA. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat Keadaan Kahar yang dilaporkan paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Kahar. Dalam hal kontrak dihentikan. biaya langsung pengadaan Bahan dan Perlengkapan untuk pekerjaan ini. Penggantian biaya ini harus diatur dalam suatu adendum Kontrak. b. dan selanjutnya menjadi hak milik KPA.6 Penghentian dan Pemutusan Kontrak 38. tidak dikenakan sanksi.87 Kahar. Jika selama masa Keadaan Kahar KPA memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian.

pengaduan tentang penyimpangan prosedur. penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. penyedia selama Masa Kontrak gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh KPA. penyedia terbukti melakukan KKN. . kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang. KPA tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK.4 Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak KPA.88 38. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. c.3 38. penyedia tidak mempertahankan keberlakuan Jaminan Pelaksanaan. Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan. e. dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari. tidak memulai pelaksanaan pekerjaan. pemutusan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: a. penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. g. i. b. j. h. penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. penyedia berada dalam keadaan pailit. d. dan/atau k. denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak dan KPA menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan. f.

Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena KPA terlibat penyimpangan prosedur. 38. Perlengkapan.5 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan penyedia: a. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia. c. dan/atau d. maka KPA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pengambilan kembali semua peninggalan tersebut oleh penyedia hanya dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan KPA.1 Hak dan kewajiban KPA: a.2 . C. penyedia membayar denda. meliputi: 40.89 38. Hak dan Kewajiban Para Pihak Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh KPA dan penyedia dalam melaksanakan kontrak. penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. Peralatan.6 39. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Jaminan Pelaksanaan dicairkan. c. b. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. Hak dan Kewajiban Para Pihak 40. dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh KPA tanpa kewajiban perawatan. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia. melakukan KKN dan/atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan. Hasil Pekerjaan Sementara yang masih berada di lokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat kelalaian atau kesalahan penyedia. b. Peninggalan Semua Bahan. dan d. Hak dan kewajiban penyedia: a. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah 40. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan Uang Muka dicairkan.

dan mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia. bahan-bahan. penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam kontrak.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi. Penyedia wajib melindungi KPA dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh penyedia. kewajiban. akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja. ditentukan dalam kontrak. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. 42. membebaskan. d. peralatan. c. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan KPA. h. 43. misalnya spesifikasi teknis dan/atau gambar-gambar. tanggung jawab. Penggunaan DokumenDokumen Kontrak dan Informasi Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari KPA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. Penanggungan dan Risiko . Hak Kekayaan Intelektual 43. dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan.90 b. f. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. 41. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. angkutan ke atau dari lapangan. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada KPA. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat. kecuali dengan ijin tertulis dari KPA. e. g.

cidera tubuh. proses pemeriksaan hukum. gugatan atau tuntutan hukum.4 44. sakit atau kematian pihak ketiga. 43. Subpenyedia (jika ada). kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian KPA.91 kehilangan.2 .1 44. Penyedia dan Subpenyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan Personilnya pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. c. kerugian. dan cidera tubuh. semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini. Perlindungan Tenaga Kerja 44. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat KPA) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: a. Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan Personilnya untuk mematuhi peraturan keselamatan kerja. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam angka 43 ini. sakit atau kematian Personil. dan Personil. Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia. Pada waktu pelaksanaan pekerjaan. penyedia beserta 43. denda. b. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal. kehilangan atau kerusakan harta benda.3 43. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia.

semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan. b.1 . Asuransi 46. Pemeliharaan Lingkungan Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkahlangkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini. jika ada) perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai.92 Personilnya dianggap telah membaca dan memahami peraturan keselamatan kerja tersebut. serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya. kehilangan.1 Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: a. atas segala risiko terhadap kecelakaan. 46. 44. perlindungan terhadap kegagalan bangunan. dan c. Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan KPA 47.2 47. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. penyedia akan melaporkan kepada KPA mengenai setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian.3 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan kepada setiap Personilnya (termasuk Personil Subpenyedia. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam nilai kontrak. Tanpa mengurangi kewajiban penyedia untuk melaporkan kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku. Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis KPA sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut: a. serta risiko lain yang tidak dapat diduga. kerusakan. pelaksanaan pekerjaan. 44. 46.4 45.

b. tindakan lain yang diatur dalam SSKK. jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan.2 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum melakukan tindakantindakan berikut: a. tindakan lain yang diatur dalam SSKK. c. d. c. apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil KPA. e. b.3 48. jumlah dan kondisi peralatan. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan. Laporan Hasil Pekerjaan 48. c.4 . penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya. seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. mengubah atau memutakhirkan program mutu. d. jenis. Laporan harian dibuat oleh penyedia. dan f. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi.1 48. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. 47. 48. banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan.93 atau Pengawas Pekerjaan b. mengubah Personil Inti dan/atau Peralatan. d. menggunakan spesifikasi dan gambar dalam angka 15 SSUK. keadaan cuaca termasuk hujan. menunjuk Personil yang namanya tidak tercantum dalam Lampiran A SSKK. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan kontrak untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan.2 48. Laporan harian berisi: a.

5 Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu. spesifikasi. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. Penyedia yang mempunyai harga Kontrak di atas Rp25.000. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut. Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan.94 48. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan.000. 50.2 50. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.7 49. Kepemilikan Dokumen Semua rancangan. dokumentasi KPA membuat foto-foto pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. Kerjasama 50.3 50. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek. laporan. Penyedia paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir Masa Kontrak berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut beserta daftar rinciannya kepada KPA.00 (dua puluh lima miliar rupiah) wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil.1 Antara Penyedia dan Sub Penyedia 50. desain.6 48. Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan piranti lunak tersebut. yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama. gambar. Pembatasan (jika ada) mengenai penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur dalam SSKK. dan dokumen-dokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik KPA.4 . 48.000. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur dalam Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh KPA.

3 52.1 Apabila penyedia yang ditunjuk adalah penyedia Usaha Mikro. Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam Kontrak ini. Usaha Kecil dan Koperasi Kecil 51. membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas. Penyedia Lain Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi kerja bersama-sama dengan penyedia yang lain (jika ada) dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. Pembayaran Denda . maka penyedia dikenakan sanksi yang diatur dalam SSKK. KPA dapat memberikan jadwal kerja penyedia yang lain di lokasi kerja.2 51. Usaha Kecil dan koperasi kecil. 53. maka dalam kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. maka dalam kontrak dimuat: a. Jika dipandang perlu. c. dan d. bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama. Keselamatan 54. Usaha Kecil dan koperasi kecil. 51. Usaha Mikro. dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut. Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan semua pihak di lokasi kerja. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia. Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia bukan Usaha Mikro. b. antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya. Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar.95 51. penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro. KPA mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. Usaha Kecil dan koperasi kecil.

5% (lima perseratus) dari nilai kontrak. atau b.96 55.3 55. Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan kontrak. 5% (lima perseratus) dari nilai total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) bagi penawaran yang lebih kecil dari 80% (delapan puluh perseratus) HPS.8 55.9 . Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima 55.7 55.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada KPA selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sebelum dilakukan penandatanganan kontrak dengan besar: a. Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima Hand pertama pekerjaan (Provisional Over/PHO). Jaminan 55.5 55. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada KPA setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus). Jaminan Uang Muka diberikan kepada KPA dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka. Masa berlakunya Jaminan Uang Muka sekurang-kurangnya sejak tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal penyerahan pertama pekerjaan (PHO).6 55. Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) dan diganti dengan Jaminan Pemeliharaan atau menahan uang retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.4 55. Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan.2 55.

berkelakuan tidak baik.5 56. maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari personil inti dan/atau peralatan yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun.7 . Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan perlu dilakukan. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya.97 pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO). yang yang 56.6 56. 56.1 Personil inti dan/atau peralatan ditempatkan harus sesuai dengan tercantum dalam Dokumen Penawaran. KPA dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil inti dan/atau peralatan menurut kualifikasi yang dibutuhkan. Penggantian personil inti dilakukan oleh penyedia dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada KPA dengan melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja personil inti yang diusulkan beserta alasan penggantian.2 Penggantian personil inti dan/atau peralatan tidak boleh dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis KPA. Personil inti berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pekerjaannya. b. D. Personil Inti dan/atau Peralatan 56. Personil inti dapat sewaktu-waktu disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan di bawah sumpah.3 56. Jika diperlukan oleh KPA.4 56. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik. atau c. Personil dan/atau Peralatan Penyedia 56. Jika KPA menilai bahwa personil inti: a. maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan menjamin personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak diminta oleh KPA.

98

E.

Kewajiban KPA KPA dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau kemudahan lainnya (jika ada) yang tercantum dalam SSKK untuk kelancaran pelaksanan pekerjaan ini. 58.1 Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: a. KPA mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia; c. KPA tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan; d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam kontrak; e. KPA menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan; f. KPA memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan; g. KPA memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh KPA; h. ketentuan lain dalam SSKK. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka KPA berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA, dapat

57. Fasilitas

58. Peristiwa Kompensasi

58.2

58.3

58.4

99

dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi. 58.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi.

F.

Pembayaran kepada Penyedia 59.1 KPA membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesar harga kontrak. Harga kontrak telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi yang meliputi juga biaya keselamatan dan kesehatan kerja.

59. Harga Kontrak

59.2

59.3

[Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum).]
Uang muka a. uang muka dibayar untuk membiayai mobilisasi peralatan, personil, pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok bahan/material dan persiapan teknis lain; b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar setelah penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka yang diterima; c. penyedia harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis kepada KPA disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak; d. KPA harus mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) untuk permohonan tersebut pada huruf c, paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Jaminan Uang Muka diterima; e. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank

60. Pembayaran

60.1

100

umum, perusahaan penjaminan, atau Perusahaan Asuransi Umum yang memiliki izin untuk menjual produk jaminan (suretyship) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan; f. pengembalian uang muka harus diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus). 60.2 Prestasi pekerjaan a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh KPA, dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan; 2) pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin atau pembayaran secara sekaligus, sesuai ketentuan dalam SSKK; 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan; 4) pembayaran harus dipotong angsuran uang muka, denda (apabila ada), pajak dan uang retensi; dan 5) untuk kontrak yang mempunyai sub kontrak, permintaan pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh sub penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan. b. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan; c. KPA dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM); d. bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. KPA dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi

f. ganti rugi dan kompensasi kepada peserta dituangkan dalam adendum kontrak.1 61. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh KPA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar. apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum berfungsi. atau 2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga kontrak. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. sesuai yang ditetapkan dalam SSKK. Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan.3 Denda dan ganti rugi a. besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan adalah: 1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga bagian kontrak yang belum dikerjakan. atau dapat diberikan kompensasi. c. g. apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan dapat berfungsi.3 . apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data. b. Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masingmasing pekerja dan dapat diperiksa oleh KPA. pembayaran denda dan/atau ganti rugi diperhitungkan dalam pembayaran prestasi pekerjaan. d. pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh KPA. 61. ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada KPA karena terjadinya cidera janji/wanprestasi. 60. Hari Kerja 61. e. Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani. denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada penyedia.101 sementara dengan mengesampingkan halhal yang sedang menjadi perselisihan.2 61.

penyedia berkewajiban untuk menyerahkan kepada Pengawas Pekerjaan rincian perhitungan nilai tagihan terakhir yang jatuh tempo.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan berita acara penyerahan awal berdasarkan telah ditandatangani oleh kedua belah Pihak. KPA dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya.102 62.2 . Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu. termasuk penyerahan setiap Hasil Pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.4 64. Perhitungan Akhir 62. KPA berdasarkan hasil penelitian tagihan oleh Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran terakhir selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang diterima oleh Pengawas Pekerjaan. disertai alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut.3 63. Penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak 64. 62. Penangguhan 63.1 63.2 63. KPA secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang penangguhan hak pembayaran. [Penyesuaian Harga (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak 64. Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau kelalaian penyedia. penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada penyedia.1 [Harga yang tercantum dalam kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika dipandang perlu oleh KPA.2 63. Sebelum pembayaran terakhir dilakukan.

Kontrak yang terlambat pelaksanaannya disebabkan oleh kesalahan Penyedia diberlakukan penyesuaian harga berdasarkan indeks harga terendah antara jadwal awal dengan jadwal realisasi pekerjaan.15. Cn. Ho = Harga Satuan pada saat harga penawaran. c.8 . ditetapkan dengan rumus sebagai berikut: Hn = Ho (a+b.. dsb.6 64..) Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan.dst adalah 1. b..5 64..4 64. bahan. d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja. Bn. Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan dilaksanakan (mulai bulan 64.Cn/Co+d. a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead. Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran komponen keuntungan dan overhead maka a = 0. alat kerja. Penjumlahan a+b+c+d+.. menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut.103 Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum)] 64. kecuali komponen keuntungan dan biaya operasional sebagaimana tercantum dalam penawaran. Penyesuaian Harga Satuan.. Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang berasal dari luar negeri.7 64. Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/adendum kontrak. Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata pembayaran.00.Bn/Bo+c. Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai akibat adanya adendum kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke13 (tiga belas) sejak adendum kontrak tersebut ditandatangani.3 Tahun Jamak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan pekerjaan..Dn/Do+.

. Do = Indeks harga komponen pada bulan ke-12 setelah penandatanganan kontrak. 66.. 64. Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan penyesuaian Harga Satuan. KPA dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.10 Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS. Bo. Co. 64. 64. tenaga kerja dan alat kerja ditetapkan dalam SSKK. Apabila diperlukan.1 KPA dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.12 Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut: Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+. dst Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga Satuan.11 Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS. Penilaian Pekerjaan Sementara oleh KPA . Pengawasan Mutu 65. 64.9 Penetapan koefisien bahan. 64. Pengawasan dan Pemeriksaan KPA berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.104 ke-13 setelah penandatanganan kontrak). V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan. apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data. 66.] G.14 Penyedia dapat mengajukan secara berkala selambat-lambatnya setiap 6 (enam) bulan. 64. digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis.13 Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh KPA..

Pengujian 69. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi. berhak untuk secara langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh KPA melakukan perbaikan tersebut.3 . Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan. berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan. Jika KPA atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar. KPA atau Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan kemajuan fisik pekerjaan. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan.1 KPA atau Pengawas Pekerjaan akan menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada penyedia segera setelah ditemukan Cacat Mutu tersebut. Cacat Mutu KPA atau Pengawas Pekerjaan akan memeriksa setiap Hasil Pekerjaan dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. Jika penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka KPA. Penyedia segera setelah menerima klaim KPA secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan tersebut. Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut. penyedia berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan.2 69.105 66. Perbaikan Cacat Mutu 69. 69. dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. 67. KPA dapat memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran atas tagihan penyedia yang jatuh tempo (jika ada) atau uang retensi atau pencairan Surat Jaminan 68. serta menguji Hasil Pekerjaan yang dianggap oleh KPA atau Pengawas Pekerjaan mengandung Cacat Mutu.

dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. 69. kehilangan.3 70. dan cidera tubuh. Kegagalan Bangunan 70.1 70. kewajiban. kerugian. Jika Hasil Pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK berupa bangunan maka KPA dan/atau penyedia terhitung sejak tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir bertanggung jawab atas kegagalan bangunan sesuai dengan kesalahan masingmasing selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. proses pemeriksaan hukum. Penyelesaian Perselisihan 71.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai . dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian KPA) sehubungan dengan klaim kehilangan atau kerusakan harta benda.4 KPA dapat mengenakan Denda Keterlambatan untuk setiap keterlambatan perbaikan Cacat Mutu. 70. dan mendaftarhitamkan penyedia. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan penyedia dalam angka 70 ini. Penyedia berkewajiban untuk melindungi.106 Pemeliharaan atau jika tidak ada maka biaya penggantian akan diperhitungkan sebagai utang penyedia kepada KPA yang telah jatuh tempo. gugatan atau tuntutan hukum. membebaskan. denda.2 70. tanggung jawab. sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari kegagalan bangunan. Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan ini selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.4 H. Penyelesaian Perselisihan 71.

2 Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam Kontrak dapat dilakukan melalui musyawarah.2 . arbitrase. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. 72.1 76. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.107 semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini. 71. Itikad Baik 76. Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Apabila selama kontrak. mediasi. salah satu pihak merasa dirugikan.

Tanggal Berlaku Kontrak D. ________ Masa Pemeliharaan (bulan/tahun) berlaku selama: __________ Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki umur konstruksi: ____ (__________) tahun sejak tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan akhir.108 BAB XI. Jaminan dicairkan dan disetorkan pada _______ [Kas F. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) A. Pembayaran Tagihan H. Masa Pemeliharaan E. Wakil Sah Para Pihak __________ __________ __________ __________ __________ Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut: Untuk KPA: Untuk Penyedia: __________ __________ C. Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut: Satuan Kerja KPA: Nama: __________ Alamat: __________ Website: __________ Email: __________ Faksimili: __________ Penyedia: Nama: Alamat: Email: Faksimili: B. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan G. Pencairan Jaminan Negara/Kas Daerah] .d. Umur Konstruksi Kontrak mulai berlaku sejak: ________ s. Gambar ”As built” dan/atau pedoman pengoperasian dan perawatan harus diserahkan selambat-lambatnya: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun setelah tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan awal. Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP oleh KPA untuk pembayaran tagihan angsuran adalah ______ hari kalender terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang yang tidak diperselisihkan diterima oleh KPA.

Pembayaran Prestasi Pekerjaan Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara: Termin Pembayaran berdasarkan cara tersebut dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. K.109 I. Fasilitas L. Pembayaran Uang Muka [jika ”YA”] Uang muka diberikan sebesar __% (________ persen) dari Nilai Kontrak N. Penyesuaian Harga Untuk Penyesuaian Harga digunakan indeks yang dikeluarkan oleh _________ [BPS/Instansi Teknis Lainnya] Perhitungan Penyesuaian Harga dilakukan dengan ketentuan: ______________________________________ . Kepemilikan Dokumen Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari Pekerjaan Konstruksi ini dengan pembatasan sebagai berikut: __________ KPA akan memberikan fasilitas berupa : _________________ Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ini dibiayai dari __________________ [APBN/APBD] Pekerjaan Konstruksi ini dapat diberikan uang muka (YA/TIDAK). di atas Telah membuka NPWP lokasi Bojonegoro (bagi penyedia jasa dari luar bojonegoro) 2. Sumber Pembiayaan M. Telah melunasi pembayaran retribusi cetak peta Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan: __________ O. Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan KPA atau Pengawas Pekerjaan Tindakan lain oleh Penyedia yang persetujuan KPA adalah: __________ memerlukan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan Pengawas Pekerjaan adalah: __________ J.

Denda Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu) dari [harga kontrak/harga bagian kontrak yang belum dikerjakan] Q. Masing-masing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih arbitrator ketiga yang akan bertindak sebagai pimpinan arbitrator. Para Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang.110 P. yang keputusannya mengikat kedua belah pihak yang bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir. Penyelesaian Perselisihan Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak menetapkan lembaga penyelesaian perselisihan tersebut di bawah sebagai Pemutus Sengketa: [Pengadilan Republik Indonesia yang berkompeten/Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)] [Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus Sengketa maka cantumkan klausul arbitrase berikut tepat di bawah pilihan yang dibuat di atas: “Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini. akan diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI.”] .

Subpenyedia yang ditunjuk: [cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut uraian personilnya seperti uraian personil Penyedia di atas] disyaratkan untuk pelaksanaan pekerjaan] .Personil Inti yang ditugaskan: [cantumkan nama.Peralatan yang digunakan: [cantumkan jenis peralatan khusus yang . uraian detil tanggung jawab kerja. minimum kualifikasi. Subpenyedia dan Peralatan . dan jumlah orang bulan] .111 Lampiran A – Syarat-Syarat Khusus Kontrak Personil Inti.

112 BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR Keterangan Pokja ULP menguraikan Spesifikasi Teknis dan Gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. .

overhead dan semua risiko. pengawasan. serta dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. perawatan. 5. dan (b) jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan maka dilakukan pembetulan. . dan jika mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait. pajak. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran. dan kewajiban yang diatur dalam Kontrak. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan berdasarkan kuantitas pekerjaan aktual yang dimintakan dan dikerjakan sebagaimana diukur oleh Penyedia dan diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (KPA). terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Spesifikasi Teknis dan Gambar. personil. Jika Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar Kuantitas dan Harga. (a) jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf pada Surat Penawaran maka yang dicatat nilai dalam huruf. 3. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA Keterangan (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum) 1.113 BAB XIII. tanggung jawab. Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK). laba. dengan ketentuan volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan dan harga satuan tidak boleh diubah. 6. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup semua biaya pekerjaan. asuransi. keuntungan. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut: atas kesalahan 2. bea. 4. bahan-bahan. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP). Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran.

__________ Tembusan Yth. akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No... Satuan Kerja __________ Pejabat Pembuat Komitmen __________. ____________ [APIP K/L/D/I] 3. dst . __ __________ 20__ [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP..... ____________ [PA/KPA K/L/D/I] 2... Kegagalan Anda untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Anda. BENTUK DOKUMEN LAIN A. : 1. Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dan menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ.114 BAB XIV. ____________ [Pokja ULP] . BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) [kop surat K/L/D/I] Nomor : __________ Lampiran : __________ Kepada Yth. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa. __________ di __________ Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan __________ _________________________________________ Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor __________ tanggal __________ perihal __________ dengan [nilai penawaran/penawaran terkoreksi] sebesar Rp_____________ (____________________) kami nyatakan diterima/disetujui.

berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal __________. 2. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal __________ 5. untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) [kop surat satuan kerja K/L/D/I] SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) Nomor: __________ Paket Pekerjaan: __________ Yang bertanda tangan di bawah ini: _______________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen] _______________ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen] _______________ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen.115 B. Denda: Terhadap setiap hari keterlambatan pelaksanaan/penyelesaian pekerjaan Penyedia akan dikenakan Denda Keterlambatan sebesar 1/1000 . bersama ini memerintahkan: _______________ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi] _______________ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi] yang dalam hal ini diwakili oleh: __________ selanjutnya disebut sebagai Penyedia. Tanggal mulai kerja: __________. 4. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak. 3. Macam pekerjaan: __________.

116 (satu per seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai Kontrak sebelum PPN sesuai dengan Syarat-Syarat Umum Kontrak. __________. __ __________ 20__ Untuk dan atas nama __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP: __________ Menerima dan menyetujui: Untuk dan atas nama __________ [tanda tangan] [nama lengkap wakil sah badan usaha] [jabatan] .

______________ tanggal _________________. apabila: Nama : _____________________________ [peserta pelelangan] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. ____________________ 2. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN Jaminan Sanggahan Banding dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN SANGGAHAN BANDING No. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar dari ______________ [Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi Lain] paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. . dari tanggal _____________________ s.d. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1.117 C. sanggahan banding yang diajukan oleh YANG DIJAMIN dinyatakan tidak benar. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [Pokja ULP] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding atas pekerjaan ______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No.

6. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . 5. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa “Sanggahan Banding tidak benar dan pengenaan sanksi akibat Sanggahan Banding yang diajukan oleh Yang Dijamin tidak benar”. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. 4.118 3. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp.6000. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.00 Untuk keyakinan.

b.d. ________________ tanggal _________________. ____________________ 2. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. . Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak.119 Jaminan Pelaksanaan dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PELAKSANAAN No. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin. apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _______________________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pelaksanaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa: a. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. dari tanggal _____________________ s.

4. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] ________________ [Nama dan Jabatan] . Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.120 3. 5. 6. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.00 Untuk keyakinan. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini.6000.

Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. _______________ tanggal ________________untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan ______________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. Dengan ini dinyatakan. selanjutnya disebut TERJAMIN.121 Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PELAKSANAAN Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. Maka kami. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN. 6. Jaminan ini berlaku apabila: a. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan __________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. 3. 5. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. . bahwa kami: _____________________ [nama]. b. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji.

pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] __________________ [Nama dan Jabatan] . Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.122 7.00 _____________________ [Nama dan Jabatan] Untuk keyakinan. Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Materai Rp.6000.

namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.d. ____________________ 2. apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. ________________ tanggal __________________. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. 3.123 Jaminan Uang Muka dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN UANG MUKA No. dari tanggal _____________________ s. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja . Yang Dijamin lalai/tidak memenuhi kewajibannya dalam melakukan pembayaran kembali kepada Penerima Jaminan atas uang muka yang diterimanya. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Uang Muka atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No.

Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . 5. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini.00 Untuk keyakinan. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 6.6000.124 4.

3. Maka kami. . TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan _______________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar menurut Dokumen Kontrak. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN.125 Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN UANG MUKA Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. bahwa kami: _____________________ [nama]. _______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA JAMINAN. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. 5. 6. Dengan ini dinyatakan. selanjutnya disebut TERJAMIN. _____________ [alamat] sebagai Penjamin.

126 7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Materai Rp.6000. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] __________________ [Nama dan Jabatan] .00 _____________________ [Nama dan Jabatan] Untuk keyakinan.

Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. _______________ tanggal ________________.d. ____________________ 2. apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. dari tanggal _____________________ s. 3.127 Jaminan Pemeliharaan dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PEMELIHARAAN No. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan . ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pemeliharaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa: Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.

6. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.128 4. 5. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini.00 Untuk keyakinan. dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ .6000.

Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. bahwa kami: _____________________ [nama]. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. dan _____________________ [nama penerbit jaminan].00 TERJAMIN _____________________ [Nama & Jabatan] __________________ [Nama & Jabatan] . pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ PENJAMIN Materai Rp. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. 6. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. 7. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. Untuk keyakinan. _______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA JAMINAN. _____________ [alamat] sebagai Penyedia.129 Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PEMELIHARAAN Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. 5. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan _________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. 3. selanjutnya disebut TERJAMIN. Maka kami.6000. Dengan ini dinyatakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful