Republik Indonesia

Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
- Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi -

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

D O K U M EN P EN GADA A N
NOMOR : 050/023/412.34/POKJA-KONST/ULP-BJN/2012 TANGGAL : 03 Februari 2012

untuk Pengadaan Pekerjaan : Rehabilitasi Gedung Serbaguna

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan: Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran: 2012

i

Daftar Isi
BAB I. UMUM1 BAB II. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI3 BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) 4 BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI BAB IX. BENTUK KONTRAK BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) BAB XI. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR BAB XIII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN

Pokja ULP .KPA .LPSE : Lembar Data Pemilihan. : Pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan.HPS .Kemitraan/ Kerja Sama Operasi (KSO) : kerja sama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak mempunyai hak.TKDN .Pekerjaan Konstruksi : seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. B. : Lembar Data Kualifikasi. UMUM A.LDK . istilah dan singkatan sebagai berikut: .HEA : Harga Perkiraan Sendiri. . : Surat Perintah Mulai Kerja : Tingkat Komponen Dalam Negeri.LDP . kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis.BAPL . . Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian.SPPBJ .1 BAB I. . . Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. : Kelompok Kerja ULP yang berfungsi untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. : Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa. : Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah unit kerja K/L/D/I yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik. : Berita Acara Penjelasan Lanjutan.SPMK . : Harga Evaluasi Akhir.

Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha atau kemitraan/KSO serta perorangan.2 . D. . C.Aplikasi SPSE : Aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) berbasis web yang terpasang di server LPSE yang dapat diakses melalui website LPSE. Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP.

Bojonegorokab.net 4. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI UNIT LAYANAN PENGADAAN KABUPATEN BOJONEGORO KELOMPOK KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI Jalan Lettu Soeyitno no. Kualifikasi Usaha Kecil 3.600.( Delapan Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Enam Ratus Ribu Rupiah ) : APBD Tahun Anggaran 2012 2.000. Bojonegoro : Rp 898. Paket Pekerjaan Nama paket pekerjaan Lingkup pekerjaan Nilai total HPS Sumber pendanaan : Rehabilitasi Gedung Serbaguna : Dinas Pekerjaan Umum Kab./Fax (0353) 881447 BOJONEGORO PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor: 050/024/412.3 BAB II. Persyaratan Peserta Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia yang teregistrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik ( LPSE ) dan memenuhi persyaratan untuk Penyedia Pekerjaan Konstruksi Bidang Arsitektural .34/POKJA-KONSTR/ULP-BJN/2012 Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi secara elektronik sebagai berikut: 1. Jadwal Pelaksanaan Pengadaan Dapat dilihat pada website LPSE 5. 39 Telp. Sub bidang Bangunanbangunan Non Perumahan Lainnya. Pelaksanaan Pengadaan Pengadaan ini dilaksanakan secara elektronik. Dokumen Pengadaan diambil dalam bentuk softcopy melalui aplikasi SPSE. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian. 03 Februari 2012 Pokja ULP . dengan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik ( SPSE ) pada alamat website LPSE : http://LPSE. Bojonegoro..

baik dengan perusahaan nasional maupun asing maka peserta harus memiliki Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut. Sumber Dana 2. Umum 1.2 3.1 Pelelangan Umum penyedia pekerjaan konstruksi ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha.4 BAB III. Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.1 2. Apabila dalam dokumen anggaran yang telah disahkan (DIPA/DIPDA 2012) dananya tidak tersedia atau tidak cukup tersedia yang akan dilampauinya batas anggaran yang tersedia untuk kegiatan tersebut. Dalam hal peserta akan atau sedang melakukan kemitraan/KSO.3 2. Peserta Pelelangan Umum 3.3 .2 3.1 Pokja ULP mengumumkan kepada para peserta untuk menyampaikan penawaran atas paket pekerjaan konstruksi sebagaimana tercantum dalam LDP. kemitraan/KSO atau peserta perorangan yang memenuhi kualifikasi. 1. Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) A. Peserta kemitraan/KSO dilarang untuk 3. maka proses pengadaan yang telah dilakukan batal demi hukum dan peserta pelelangan tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. berdasarkan syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga sesuai kontrak. Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum dalam LDP.2 1. Lingkup Pekerjaan 1.

sehingga mengurangi/menghambat/memperkecil/ meniadakan persaingan yang sehat dan/atau merugikan pihak lain. dan/atau peraturan perundang-undangan.5 mengubah Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi. Peran ganda sebagaimana dimaksud angka 5. fungsi dan perannya. sanksi administratif. c. b.3 5. melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur hasil Pelelangan Umum. Peserta yang menurut penilaian Pokja ULP terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam angka 4. Para pihak dalam melaksanakan tugas.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut: a. dilarang memiliki/melakukan peran ganda atau terafiliasi.2 4. Kolusi.1 antara lain meliputi: 4. membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan ini. seperti digugurkan dari proses Pelelangan Umum atau pembatalan penetapan pemenang. Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP kepada PA. Larangan Pertentangan Kepentingan 5.1 dikenakan sanksi sebagai berikut: a. dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4.2 . pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang. untuk memenuhi keinginan peserta yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan. c. dan/atau d. berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam bentuk dan cara apapun.1 5. 4. gugatan secara perdata. Larangan Korupsi. b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam.

baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih dari 50% (lima puluh perseratus) pemegang saham dan/atau salah satu pengurusnya sama. Seorang anggota Direksi atau Dewan Komisaris suatu Badan Usaha tidak boleh merangkap sebagai anggota Direksi atau Dewan Komisaris pada Badan Usaha lainnya yang menjadi peserta pada Pelelangan yang sama. b. 5. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai dengan derajat kedua.3 Afiliasi sebagaimana dimaksud angka 5. kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Terima Jadi (turn key contract) atau Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi. merangkap sebagai anggota Pokja ULP atau pejabat yang berwenang menetapkan pemenang Pelelangan. KPA dan/atau anggota Pokja ULP. kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Terima Jadi (turn key contract) atau Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi.4 . pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/D/I atau anak perusahaan pada BUMN/BUMD yang mengikuti Pengadaan dan bersaing dengan perusahaan lainnya. baik secara horizontal maupun vertikal. baik antar peserta. 5. b.6 a. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan pengawas menjadi Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan fisik yang diawasi. Pegawai K/L/D/I dilarang menjadi peserta kecuali cuti diluar tanggungan K/L/D/I. c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan. d.1 adalah keterkaitan hubungan. c. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan perencana menjadi Penyedia Pekerjaan Konstruksi atau menjadi konsultan pengawas untuk pekerjaan fisik yang direncanakannya. maupun antara peserta dengan KPA dan/atau anggota Pokja ULP yang antara lain meliputi: a. baik langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau menjalankan perusahaan peserta.

angkutan. disusun berdasarkan keperluan yang nyata. b.000.3 [Atas penggunaan produksi dalam negeri. tenaga ahli. Pendayagunaan 6. seperti jasa asuransi.1 Produksi Dalam Negeri 6. dan pemeliharaan.00 (lima miliar rupiah) dan TKDN diatas 25% (dua puluh lima perseratus). pekerjaan pemasangan. e. dan diusahakan secara terencana untuk semaksimal mungkin terjadinya alih pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing tersebut ke tenaga Indonesia. penawaran peserta diberikan preferensi harga. perbankan. dan f. d. semaksimal mungkin menggunakan jasa pelayanan yang ada di dalam negeri. dan perangkat lunak yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) dengan ketentuan: a. jumlah dan harga yang dilampirkan pada Dokumen Penawaran. komponen berupa bahan baku belum diproduksi di dalam negeri dan/atau spesifikasi teknis bahan baku yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi persyaratan. ekspedisi. pemilahan atau pembagian komponen harus benar-benar mencerminkan bagian atau komponen yang telah dapat diproduksi di dalam negeri dan bagian atau komponen yang masih harus diimpor. peserta diwajibkan membuat daftar Barang yang diimpor yang dilengkapi dengan spesifikasi teknis. c.2 Peserta berkewajiban untuk menyampaikan penawaran yang mengutamakan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan di Indonesia oleh tenaga Indonesia (produksi dalam negeri). 6. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan semata-mata untuk mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang belum dapat diperoleh di Indonesia.000. untuk pekerjaan diatas Rp5.] . Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi dimungkinkan menggunakan bahan baku. pabrikasi. pengujian dan lainnya sedapat mungkin dilakukan di dalam negeri.7 6.000.

k. Dokumen Pengadaan 8. Satu Penawaran 7. 7. 5) Jaminan Uang Muka. Spesifikasi Teknis. Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi. Pengumuman Pelelangan. b. 3) Dokumen Penawaran Teknis. Bentuk Dokumen Lain: 1) SPPBJ. Umum b. Syarat-Syarat Umum Kontrak. Daftar Kuantitas dan Harga. j. Bentuk Dokumen Penawaran: 1) Surat Penawaran. c. Isi Dokumen Kualifikasi meliputi: a. 2) Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO). Instruksi Kepada Peserta. 2) SPMK. d. d. c. Bentuk Surat Perjanjian. Dokumen Pemilihan meliputi: a. h. KAK dan/atau Gambar. g.2 B. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi.2 Dokumen Pengadaan terdiri dari Dokumen Pemilihan dan Dokumen Kualifikasi. f. e.8 7. 3) Jaminan Sanggahan Banding. Lembar Data Pemilihan. 6) Jaminan Pemeliharaan. Isi Dokumen Pengadaan 8. 4) Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN.1 8. Setiap peserta yang termasuk dalam kemitraan/KSO dilarang menjadi peserta baik secara sendiri maupun sebagai anggota kemitraan/KSO yang lain pada paket pekerjaan yang sama. Lembar Data Kualifikasi.1 Tiap Peserta Setiap peserta. i. 4) Jaminan Pelaksanaan. 8. 5) Jaminan Penawaran. Syarat-Syarat Khusus Kontrak. Pakta Integritas [jika berbentuk Kemitraan/KSO]. baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota kemitraan/KSO hanya boleh memasukkan satu penawaran untuk satu paket pekerjaan.3 .

4 10.7 .4 Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Pengadaan ini.2 10.9 8. Perubahan rancangan kontrak dan spesifikasi teknis.1 Pemberian penjelasan dilakukan secara online melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal dalam aplikasi SPSE. Pokja ULP melalui Aanwijzer atau tim teknis yang ditunjuk. Kelalaian menyampaikan Dokumen Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya merupakan risiko peserta. gambar dan/atau nilai HPS harus 10. 9. 10. Jika dilaksanakan peninjauan lapangan dapat dibuat Berita Acara Penjelasan Lanjutan (BAPL) yang diunggah dalam website LPSE dan dapat dilihat melalui aplikasi SPSE. Apabila dipandang perlu.3 10. dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan. Dalam pemberian penjelasan. namun cukup memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan. Biaya peninjauan lapangan ditanggung oleh peserta. Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan beserta seluruh korespondensi tertulis dalam proses pengadaan menggunakan Bahasa Indonesia. Apabila terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung.5 10. Seluruh pertanyaan dari peserta dan jawaban dari Pokja ULP dimuat dalam aplikasi SPSE. Bahasa Dokumen Pengadaan 10.6 10. Pokja ULP tidak diwajibkan memberikan penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan. Ketidakikutsertaan peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran. maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.

berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi substansi Dokumen Pengadaan.8 Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan. Perubahan Waktu Pokja ULP dapat melakukan perubahan waktu pada setiap tahapan lelang dengan menyertakan alasan perubahan.3 11..4 12. 10. Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengunduh Adendum Dokumen Pengadaan yang diunggah Pokja ULP pada aplikasi SPSE. Perubahan Dokumen Pengadaan 11. Adendum Dokumen Pengadaan paling lambat diumumkan 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran. Pokja ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen Pengadaan. maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah Dokumen Pengadaan awal. Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.9 11. Apabila Adendum Dokumen Pengadaan dilakukan kurang dari 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran. maka Pokja ULP wajib mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran. Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengunduh Adendum Dokumen Pengadaan yang diunggah Pokja ULP pada aplikasi SPSE.10 mendapatkan persetujuan KPA sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan.1 11. Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir waktu pemasukan penawaran.2 11. 10. .

4) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. komposisi dan jumlah peralatan. hasil pemindaian (scan) Sertifikat Keterampilan (SKT)/Sertifikat Keahlian (SKA) bagi penanggungjawab teknis g. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran. 2) masa berlaku penawaran. formulir rekapitulasi perhitungan TKDN. 3) harga penawaran. Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai penjelasan dalam Bahasa Indonesia. harus 14. kapasitas.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing. dokumen penawaran teknis: 1) metode pelaksanaan. Biaya dalam Penyiapan Penawaran 13.11 C. 4) spesifikasi teknis. hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran asli. surat penawaran yang didalamnya mencantumkan. 1) tanggal. Semua Dokumen Penawaran menggunakan Bahasa Indonesia. Bahasa Penawaran 14. daftar kuantitas dan harga d. Dokumen Penawaran Dokumen Penawaran.1 13. 14. Penyiapan Dokumen Penawaran 13. Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang ditanggung oleh peserta. e. h. 6) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan. dokumen isian kualifikasi.2 Peserta menanggung semua biaya dalam penyiapan dan penyampaian penawaran. dan b. meliputi: a. c. 5) daftar personil inti.1 14.3 15. hasil pemindaian (scan) surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila ada). . maka yang berlaku adalah penjelasan dalam Bahasa Indonesia. 2) jadwal waktu pelaksanaan.(apabila ada) 7) Formulir Pra RK3K f. 3) jenis.

apabila dipersyaratkan.1 17.2 18.. bea.] 16. 16. Harga Penawaran 16. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 17. Masa Berlaku Penawaran dan Jangka Waktu Pelaksanaan 18.2 [Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum. Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan cara sebagaimana tercantum dalam LDP dan diuraikan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak.] [Untuk kontrak lump sum. peserta mencantumkan harga satuan untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.4 [Untuk kontrak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan. sebagaimana 17. Jika harga satuan ditulis nol atau tidak dicantumkan maka pekerjaan dalam mata pembayaran tersebut dianggap telah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan. 16. Masa berlaku penawaran tercantum dalam LDP. retribusi.12 16. Semua harga dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang sebagaimana tercantum dalam LDP. penyesuaian harga diberlakukan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak]. sebelum akhir masa berlakunya penawaran.3 Biaya overhead dan keuntungan serta semua pajak. dan pungutan lain yang sah serta biaya asuransi yang harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi ini diperhitungkan dalam total harga penawaran.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan.1 Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf. Pokja ULP dapat meminta kepada seluruh peserta secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam . peserta mencantumkan harga satuan dan harga total untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.1 18.

b. 20. menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran. Bentuk Dokumen Penawaran 20. Konfirmasi perpanjangan dapat dilakukan secara elektronik. Peserta Pengadaan dapat menyampaikan konfirmasi secara elektronik melalui e-mail. Pengisian 21. Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada suatu paket pekerjaan melalui aplikasi SPSE.4 21.3 Peserta dapat: a.1 Pakta Integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan dan akan melaporkan terjadinya kolusi. Pakta integritas sebagaimana dimaksud angka 20. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. Pakta Integritas Dokumen Penawaran disampaikan dalam softcopy berupa file yang telah dienkripsi. Peserta berkewajiban untuk menyetujui Pakta Integritas dan mengisi Isian Data Kualifikasi dalam aplikasi SPSE. dan nepotisme (KKN).3 20. 20. Dalam hal penyedia melakukan kemitraan/KSO maka Pakta Integritas ditandatangani oleh seluruh perusahaan yang bermitra dan dimasukkan dalam dokumen penawaran (*. bentuk 18. maka peserta dianggap telah menandatangani Pakta Integritas.2 20.13 jangka waktu tertentu.4 19. menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan diri secara tertulis dengan tidak dikenakan sanksi. Pakta Integritas dan Data Kualifikasi dianggap telah disetujui dan ditandatangani oleh peserta pengadaan. korupsi. 18.3 disampaikan dengan cara dipindai (scan).1 Dokumen Isian Kualifikasi 21.2 .rhs).

besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai nominal sebagaimana tercantum dalam LDP. c. d. diterbitkan oleh Bank Umum. nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan pelelangan. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja. e. setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan. f.5 .1 Peserta menyerahkan Jaminan Penawaran dalam mata uang penawaran sebagaimana tercantum dalam LDP. g. h. b.3 22. Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a.4 22. Jaminan Penawaran dari peserta yang tidak ditetapkan sebagai pemenang lelang akan 22. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Jaminan Penawaran dari pemenang lelang akan dikembalikan setelah pemenang lelang menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf. Jaminan Penawaran asli disampaikan melalui pos tercatat/jasa pengiriman kepada Pokja ULP dan sudah harus diterima sebelum batas akhir pemasukan penawaran. Jaminan Penawaran 22.14 22. Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran. Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan/KSO. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan.2 22. i.

Pemasukan Dokumen Penawaran 23.1 dan Penandaan Sampul Penawaran 23. 23.2 .1 24. b. Penyampulan 23. peserta terlibat KKN. Penawaran teknis. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak bersedia menambah nilai Jaminan Pelaksanaan dalam hal harga penawarannya di bawah 80% HPS. Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP dengan ketentuan: a. Dokumen penawaran terdiri dari: a. Dilanjutkan dengan mengunggah file penawaran terenkripsi (*. D. dan d. Peserta wajib mengetahui dan mengikuti ketentuan penggunaan APENDO yang tersedia pada aplikasi APENDO. tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dengan alasan yang tidak dapat diterima. atau d. c.6 Jaminan Penawaran akan disita apabila: a. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 setelah dilakukan evaluasi. Penawaran harga.2 Penyampulan Dokumen Penawaran dengan menggunakan metode 1 (satu) file. c.3 23. 22. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak. b. Dokumen Isian Kualifikasi. b.4 File disandikan dengan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO).rhs) hanya melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan. Penawaran administrasi.15 dikembalikan setelah pengumuman pemenang lelang. Penyampaian Dokumen Penawaran 24. mengirimkan dokumen isian kualifikasi melalui aplikasi SPSE. Peserta dapat mengirim dokumen isian kualifikasi dan mengunggah file penawaran 24. Pertama-tama.

Apabila dapat dibuka. maka Pokja ULP akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan.2 E. Dokumen isian kualifikasi dan file penawaran terakhir akan menggantikan dokumen isian kualifikasi dan file penawaran yang telah terkirim sebelumnya. Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi). Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka pelelangan dinyatakan gagal.1 Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SPSE kepada Pokja ULP paling lambat pada waktu yang ditentukan oleh Pokja ULP.16 secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran. Pokja ULP menyampaikan file penawaran tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file yang bersangkutan tidak dapat dibuka.2 26. aplikasi SPSE akan menolak setiap file penawaran yang dikirim. Pembukaan Penawaran 26. 25.5 . Selanjutnya Pokja ULP menetapkan penawaran tidak memenuhi syarat. Pokja ULP mengunduh dan melakukan dekripsi file penawaran dengan menggunakan APENDO sesuai waktu yang telah ditetapkan.4 26.1 Pada tahap pembukaan penawaran. Setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran.2. 26. Pembukaan dan Evaluasi Penawaran 26. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran kecuali untuk file penawaran yang sudah dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan keterangan LPSE. 25. Batas Akhir Waktu Pemasukan Penawaran 25. Penawaran masuk adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka dan lengkap sebagaimana dalam angka 23.3 26.

] [Hasil koreksi aritmatik diumumkan melalui website sebagaimana tercantum dalam LDP. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan. 27. dan c. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah.] [Koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak lump sum yang melampirkan daftar kuantitas dan harga hanya dilakukan untuk menyesuaikan volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga dengan yang tercantum dalam Dokumen pengadaan tanpa mengubah nilai penawaran. maka dilakukan pembetulan.] 27.4 27.] [Berdasarkan hasil koreksi aritmatik Pokja ULP menyusun urutan dari penawaran terendah. Evaluasi Penawaran 27.2 [Sebelum evaluasi penawaran.5 27. untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan: a. b.1 Evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem gugur.3 27. volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong.7 [Penawaran setelah koreksi aritmatik yang melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur.6 27.17 27.] [Hasil koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak harga satuan dapat mengubah nilai penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula. .] Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugur dilakukan oleh Pokja ULP untuk mendapatkan 3 (tiga) penawaran yang memenuhi syarat yang dimulai dengan penawaran terendah setelah koreksi aritmatik.

para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi.10 .9 27. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran yang meliputi: a. dan/atau 2) penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan. d. Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut: a. b. mengganti. dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. f. evaluasi harga. maka: 1) peserta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan peserta lain yang terlibat 27. mengurangi.8 Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga kurang dari HPS maka proses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penawaran. b. Pokja ULP dan/atau KPA. tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. Pokja ULP dilarang menambah. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1) penyimpangan dari Dokumen Pengadaan ini yang mempengaruhi lingkup.18 27. evaluasi teknis. dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta. mengurangi. c. dan/atau mengubah isi Dokumen Penawaran. dan c. evaluasi administrasi. e. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan) antara peserta. syarat-syarat. mengganti dan/atau mengubah isi Dokumen Pengadaan ini. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah. kualitas dan hasil/kinerja pekerjaan.

.11 Evaluasi Administrasi: a. apabila: 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi (khusus untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir TKDN. c) nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai TKDN-nya dianggap nol). penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi. 2) proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat (apabila ada). maka pelelangan dinyatakan gagal. 3) Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) diterbitkan oleh Bank Umum.19 dimasukkan ke dalam Daftar Hitam. d) besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai sebagaimana tercantum dalam LDP. evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. dan c) bertanggal. 27. b. b) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. dan 3) apabila tidak ada peserta lain sebagaimana dimaksud pada angka 2). b) Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. 2) surat penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.

12 Evaluasi Teknis: a. e) besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf. setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan. e. 27. i) Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan/KSO.20 c. h) Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. d. dengan ketentuan: 1) Pokja ULP menilai persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi dengan membandingkan pemenuhan persyaratan . f) nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan pelelangan. Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. g) paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan. evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur (ambang batas) terhadap unsur teknis yang dinilai. apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. maka pelelangan dinyatakan gagal. unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai dengan yang ditetapkan. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis. f. b. j) substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Penawaran telah dikonfirmasi dan diklarifikasi secara tertulis oleh Pokja ULP kepada penerbit jaminan.

f) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP. b) jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. penawaran dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur maupun nilai total keseluruhan unsur memenuhi ambang batas minimal sebagaimana tercantum dalam LDP. d) spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. e) personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan.] 4) Pokja ULP dapat meminta uji mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat tertentu sebagaimana tercantum dalam LDP. kapasitas. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. Apabila terhadap hal yang meragukan dapat dilakukan klarifikasi untuk menegaskan bahwa K3 akan dilaksanakan. 5) apabila dalam evaluasi teknis terdapat . 3) Dalam hal evaluasi teknis dengan sistem gugur menggunakan ambang batas nilai teknis. realistik dan dapat dilaksanakan c) jenis. 2) penilaian persyaratan teknis minimal dilakukan terhadap: a) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan disusun menurut kerangka dan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.(apabila ada) g) Pra RK3K memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan Konstruki.21 teknis sebagaimana tercantum dalam LDP. komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sebagaimana tercantum dalam LDP.

Harganya dianggap termasuk dalam harga satuan pekerjaan lainnya.13 Evaluasi Harga: a. e. Harga satuan penawaran tersebut dinyatakan timpang dan hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga. pelelangan dinyatakan gagal. dengan ketentuan: 1) total harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibandingkan terhadap nilai total HPS: a) apabila total harga penawaran atau penawaran terkoreksi melebihi nilai total HPS.22 hal-hal yang kurang jelas atau meragukan. 27. b) apabila penawaran dalam angka tertulis dengan jelas sedangkan dalam . dan b) apabila semua harga penawaran atau penawaran terkoreksi di atas nilai total HPS. apabila peserta yang lulus evaluasi teknis kurang dari 3 (tiga). c. d. 2) harga satuan penawaran yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus) dari harga satuan yang tercantum dalam HPS. apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka pelelangan dinyatakan gagal. Dalam klarifikasi peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi harga. peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan ke tahap evaluasi harga. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah hal-hal yang pokok atau penting. 3) mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan. Pokja ULP melakukan klarifikasi dengan peserta. 4) [untuk kontrak lump sum: a) apabila ada perbedaan antara penulisan nilai harga penawaran antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan huruf. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran. dilakukan klarifikasi. dinyatakan gugur.

atau c) apabila penawaran dalam angka dan huruf tidak jelas. maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan angka.23 b. dan perhitungan biaya peralatan yang digunakan pada Analisa Harga satuan Pekerjaan menghasilkan konstruksi yang memenuhi syarat teknis Apabila hasil analisa mengindikasikan bahwa pekerjaan utama tidak dapat dilaksanakan dengan harga yang ditawarkan yang disebabkan harga penawaran di bawah harga pasar dan huruf tidak jelas. maka penawaran dinyatakan gugur]. . peralatan. bahan penunjang. dan bahan (material konstruksi) terhadap jenis pekerjaan utama yang perlu dinilai kewajarannya untuk diteliti dan dianalisa mencakup beberapa faktor : (1) Komposisi bahan (material konstruksi) untuk memperoleh suatu produk konstruksi yang memenuhi syarat teknis (2) Kesesuaian harga bahan (material konstruksi) dengan harga pasaran pada saat penawaran dan harga tersebut dapat dibuktikan (3) Kesesuain upah tenaga kerja yang diberlakukan pada pekerjaan konstruksi di lokasi kegiatan pada saat penawaran (4) Kesesuaian penggunaan peralatan yang meliputi peralatan yang tercantum dalam daftar peralatan yang diberikan dalam penawaran. Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan ketentuan sebagai berikut: 1) klarifikasi dalam hal penawaran komponen dalam negeri berbeda dibandingkan dengan perkiraan Pokja ULP. 2) klarifikasi kewajaran harga apabila harga penawaran dibawah 80% (delapan puluh perseratus) HPS dengan ketentuan: a) menilai rincian/uraian Analisa Harga satuan pekerjaan utama meliputi komponen tenaga kerja. komposisi. kapasitas produk.

maka penawaran tidak memenuhi syarat dan dalam evaluasi penawaran dinyatakan gugur. Indikasi kerugian dan keuntungan diteliti dari data yang tercantum dalam analisa harga satuan pekerjaan dan rekapitulasi daftar kuantitas dan harga. dan c) apabila peserta yang bersangkutan tidak bersedia menaikkan nilai Jaminan Pelaksanaan. c. maka penawarannya digugurkan dan Jaminan Penawaran disita untuk negara serta dimasukkan dalam Daftar Hitam. 3) pemberian Preferensi Harga tidak mengubah Harga Penawaran dan hanya . Memperhitungkan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri dengan ketentuan: 1) rumus penghitungan sebagai berikut:  1  HEA =   × HP  1 + KP  HEA = Harga Evaluasi Akhir. 2) dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan HEA yang sama. penawar dengan TKDN terbesar adalah sebagai pemenang. hasil/kinerja dan diyakini tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan/ketentuan. sehingga akan menyebabkan terjadinya kerugian dibandingkan keuntungan yang akan diperoleh serta diperkirakan mempengaruhi lingkup. kualitas.24 dapat dibuktikan. harus bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. HP = Harga Penawaran (Harga Penawaran yang memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi). KP = Koefisien Preferensi (Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dikali Preferensi tertinggi Barang/Jasa). b) apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang lelang.

Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti harga tidak wajar akibat terjadinya persaingan usaha tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan). Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus evaluasi kualifikasi. f. apabila diperlukan. 28. Pokja ULP melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi kepada penerbit dokumen. Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi.3 . maka lelang dinyatakan gagal. Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen dan meminta salinannya. Pembuktian Kualifikasi 29.2 28. Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga) penawaran sebagai calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada). d. maka Pokja ULP memilih peserta yang mempunyai kemampuan teknis lebih besar dan hal ini dicatat dalam Berita Acara.1 29.5 29.3 28.4 28. Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode penilaian sistem gugur. maka pelelangan dinyatakan gagal dan peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam. Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Kualifikasi.25 digunakan oleh Pokja ULP untuk keperluan perhitungan HEA guna menetapkan peringkat pemenang.1 Evaluasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang serta calon pemenang cadangan 1 dan 2 apabila ada. Evaluasi Kualifikasi 28.2 29. e. 28. Dalam hal terdapat 2 (dua) calon pemenang memiliki harga penawaran yang sama. Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum pemasukan penawaran.

penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. disertai bukti terjadinya penyimpangan. maka peserta digugurkan. Pengumuman Pemenang 31. 29. Sanggahan diajukan oleh peserta apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a.4 Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data. dan/atau c.2 31. badan usaha dan/atau pengurusnya dimasukkan dalam Daftar Hitam.1 Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan 30. Pokja ULP wajib memberikan jawaban secara elektronik atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan.4 31. PA dan APIP K/L/D/I sebagaimana tercantum dalam LDP. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus pembuktian kualifikasi. 31. rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat.3 31. Sanggahan 31.26 29. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. dengan tembusan disampaikan secara offline kepada KPA. Sanggahan yang disampaikan secara offline. maka lelang dinyatakan gagal. di website sebagaimana tercantum dalam LDP dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat. b. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.5 F. Penetapan Pemenang Pokja ULP mengumumkan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) melalui aplikasi SPSE.5 .

Penunjukan Pemenang Pengadaan 33.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) ke dalam apalikasi SPSE dan menginformasikan kepada KPA sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia .6 Sanggahan banding yang disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP atau disampaikan di luar masa sanggah banding.1 Peserta yang tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP.3 32. Penerima Jaminan Sanggahan Banding adalah Pokja ULP. wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. dengan tembusan kepada KPA.5 32. menghentikan proses 32. Pokja ULP. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP. Penunjukan Penyedia Barang/Jasa 34. dapat mengajukan sanggahan banding secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP. dan APIP K/L/D/I sebagaimana tercantum dalam LDP.4 32. 32. Sanggahan banding pelelangan. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding sebesar sebagaimana tercantum dalam LDP dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding. paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan. G. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti secara offline di luar aplikasi SPSE oleh pihakpihak yang berwenang.27 diluar masa sanggah. Sanggahan Banding 32.2 32.

7 .2 KPA menerbitkan SPPBJ dengan ketentuan: a. b. b. atau c. maka pelelangan dinyatakan gagal oleh PA setelah mendapat laporan dari KPA. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 6 (enam) hari kerja setelah pengumuman penetapan pemenang. apabila tidak ada sanggahan.6 34. selama masa surat penawaran dan Jaminan Penawaran pemenang cadangan masih berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam LDP. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP. 34.28 Barang/Jasa (SPPBJ). SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah semua sanggahan dan 34. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang tidak dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam LDP serta dimasukkan dalam Daftar Hitam. atau c. maka penunjukan pemenang dapat dilakukan kepada pemenang cadangan sesuai dengan urutan peringkat. apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk karena masa penawarannya sudah tidak berlaku. Penyedia yang ditunjuk wajib menerima keputusan tersebut.5 34. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan tidak boleh dicairkan. dengan ketentuan: a. tidak ada sanggahan dari peserta.4 34. Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri. Apabila semua pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri.3 34. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar.

Pelelangan Gagal 36. 34.1 Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal.3 H. Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ. file BAHP dapat diunggah secara berulang. 34. tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran. dalam evaluasi penawaran ditemukan bukti/indikasi terjadi persaingan tidak sehat. diganti atau ditimpa sampai dengan kontrak ditandatangani.1 34.] e. Pokja ULP menuangkan ke dalam BAHP segala hal terkait proses pemilihan penyedia secara elektronik yang tidak dapat diakomodir atau difasilitasi aplikasi SPSE. Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) oleh Pokja ULP bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman pemenang.9 34.] [seluruh harga penawaran yang masuk untuk Kontrak Lump Sum di atas HPS. jumlah peserta yang memasukan Dokumen Penawaran (file penawaran administrasi dan teknis yang dapat dibuka) kurang dari 3 (tiga) peserta b. sanggahan dari peserta atas pelaksanaan pelelangan yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden No. Pelelangan Gagal 35. 54 Tahun 2010 dan Dokumen Pengadaan ternyata benar. BAHP dan Kerahasiaan Proses 34.8 Dalam SPPBJ disebutkan bahwa penyedia harus menyiapkan Jaminan Pelaksanaan sebelum penandatanganan kontrak. [harga penawaran terendah terkoreksi untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan lebih tinggi dari HPS. . Jika diperlukan. d.2 34. c.29 sanggahan banding dijawab. apabila: a.

apabila: a. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan Pelelangan dinyatakan benar oleh pihak berwenang. apabila: a. c. atau g. Sanggahan banding dari peserta atas terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan KPA dan/atau Pokja ULP. 54 Tahun 2010. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri. 36. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. e. 36.30 f. apabila: a. pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang melibatkan Pokja ULP dan/atau KPA ternyata benar. pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pengadaan. ternyata benar. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2. f. sanggahan dari Penyedia Barang/Jasa atas kesalahan prosedur yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan ternyata benar. ternyata benar.3 [Menteri/Kepala Lembaga/Pimpinan Institusi Lainnya sebagaimana tercantum dalam LDP selaku PA menyatakan pelelangan gagal. Sanggahan banding dari peserta atas . [KPA pada K/L/I atau PA/KPA pada Daerah] sebagaimana tercantum dalam LDP sependapat dengan KPA yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena proses Pelelangan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. atau b.2 [KPA pada K/L/I atau PA/KPA pada Daerah] sebagaimana tercantum dalam LDP menyatakan pelelangan gagal. d.] [Kepala Daerah sebagaimana tercantum dalam LDP menyatakan pelelangan gagal. 54 Tahun 2010. sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pengadaan ternyata benar. b. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan KPA. atau g. setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau pembuktian kualifikasi.

yaitu melakukan: a. atau b. Surat Jaminan Pelaksanaan 36.31 terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan PA. penghentian proses pelelangan. nama penyedia sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan Pelaksanaan. ternyata benar. menentukan langkah selanjutnya.1 Surat Jaminan Pelaksanaan memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. 36. maka Pokja ULP atau Pokja ULP lainnya yang ditugaskan meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya pelelangan gagal. masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai dengan serah terima pertama pekerjaan berdasarkan Kontrak (PHO) sebagaimana tercantum dalam LDP. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) yang sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan.5 I. evaluasi ulang. pelelangan ulang. e. c. d. maka Pokja ULP memberitahukan secara elektronik kepada seluruh peserta. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan dalam angka dan huruf. Surat Jaminan Pelaksanaan . KPA. ternyata benar. b.4 Setelah pelelangan dinyatakan gagal. nama KPA yang menerima Jaminan Pelaksanaan sama dengan nama KPA yang menandatangan kontrak. atau d. penyampaian ulang Dokumen Penawaran. c. f. b.] 36. 36. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan PA dan/atau KPA. diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat). Setelah pemberitahuan adanya pelelangan gagal. KPA dan/atau Pokja ULP.

2 . 37. h. Penandatanganan kontrak dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ dan setelah penyedia menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. Penandatanganan Kontrak 37. Jaminan Pelaksanaan atas nama Kemitraan/KSO harus ditulis atas nama Kemitraan/KSO. dan j. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS.2 Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan dipersamakan dengan penolakan untuk menandatangani Kontrak. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi diatas 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai penawaran atau penawaran terkoreksi. memuat nama.1 Sebelum penandatanganan kontrak KPA wajib memeriksa apakah pernyataan Dalam Dokumen Isian Kualifikasi masih berlaku. maka penandatanganan kontrak tidak dapat dilakukan. atau b. Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Surat Jaminan Pelaksanaan diatur dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak. dengan ketentuan: a.32 g. alamat dan tanda tangan pihak penjamin. Apabila salah satu pernyataan tersebut sudah tidak dipenuhi. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang tercantum dalam SPPBJ. i. Penandatanganan Kontrak 37. 36. 36.3 J. Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai jaminan dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah surat pernyataan wanprestasi dari KPA diterima oleh penerbit Jaminan.

6 37. BAHP. angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga. kecuali perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan yang melewati batas tahun anggaran. syarat-syarat khusus kontrak. gambar-gambar. spesifikasi khusus. b. syarat-syarat umum kontrak. g. Perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak. KPA dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi. dan i. spesifikasi umum. Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian. pokok perjanjian. c. b.7 37.33 37.3 KPA dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli. BAPL (apabila ada). e. yaitu: a. f. dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain. redaksional. Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan. adendum Surat Perjanjian. terdiri dari: 1) kontrak asli pertama untuk KPA dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia.4 37. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan. h.8 . maka berlaku urutan sebagai berikut: a. apabila diperlukan. SPPBJ. bahasa. Pihak yang berwenang menandatangani 37. dan 2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh KPA.5 37. d.

8. yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.34 37.9 kontrak atas nama penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar. dapat menandatangani kontrak. . sepanjang mendapat kuasa/pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani kontrak. Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada angka 38.

net Website LPSE: http://LPSE. 4. 13. Lingkup Pekerjaan 1.Bojonegorokab. 7. 3. Pokja ULP: Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro Alamat Pokja ULP: Jl Lettu Suyitno No 39 Bojonegoro 2. 2. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 75 ( Tujuh Puluh Lima ) hari kalender. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) A. 9. pekerjaan: Rehabilitasi Gedung Uraian singkat pekerjaan: Pekerjaan Pendahuluan Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Pekerjaan Beton Pekerjaan Kosen Pintu & Jendela Pekerjaan Panel ACP Pekerjaan Rangka dan Atap Canopy Pekerjaan Plafond Pekerjaan Ornamen. Website: http://LPSE.net Nama paket Serbaguna 1. 10. 5.Bojonegorokab. 3.35 BAB IV. 11. 5. 6. Cover dan Pelapis Dinding Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal Pekerjaan Lantai Pekerjaan Pengecatan dan Finishing Pekerjaan Perkerasan Halaman Pekerjaan Taman 6. 4. 8. Sumber Dana Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD Tahun Anggaran 2012 . B. 12.

Pendahuluan …………………………………………… (menjelaskan gambaran secara umum metode pelaksanaan yang akan dilakukan) b. Administrasi (1 orang). pendidikan minimal STM / SMK jurusan Bangunan pengalaman ≥ 3 tahun. apabila ada bagian pekerjaan yang dapat disubkontrakkan dan bukan merupakan pekerjaan utama. Penanggungjawab Teknis (1 orang). e. ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) Daftar Personil Inti yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan: a. Bahan Paving (khusus pekerjaan menggunakan paving) yang 4. 5. 2. 3. Metode pelaksanaan memuat uraian (kerangka) sebagai berikut : a. d. Keuangan ( 1 orang). b.36 C. memiliki Sertifikat Ketrampilan (SKT) / Sertifikat Keahlian (SKA) Bidang Arsitektural. Logistik ( 1 Orang). 1. Pelaksana (1 orang). c. pendidikan minimal SLTA. pendidikan minimal SLTA. Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan ____________________________________ [diisi. Beton Mollen Truck Stamper Pompa Air 5. pendidikan minimal SLTA berpengalaman ≥ 3 tahun. kecuali pekerjaan spesialis] Uji mutu/teknis/fungsi diperlukan untuk: a. Dokumen Penawaran 1. pengalaman ≥ 3 Tahun. Maksud dan Tujuan …………………………………………… (diisi dengan maksud dan tujuan dari . Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan dan Peninjauan Lapangan D. Sepeda Motor 3. 4. Daftar Peralatan Utama minimal yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan: 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2.

H. Besarnya Jaminan Penawaran adalah: Rp Rp.972. Jaminan Penawaran 1. Masa Berlakunya Penawaran G. Pembayaran dilakukan dengan cara Angsuran (termyn) F. 3.000 ( Tujuh Belas Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Rupiah ) [diisi. E.17. Penutup …………………………………………… Jadwal waktu pelaksanaan : jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. Masa berlaku penawaran selama 90 (Sembilan puluh) hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. Metode Penyelesaian Pekerjaan …………………………………………… (diisi dengan tahapan dan tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal s/d akhir dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis) d. realistik dan dapat dilaksanakan Mata uang yang digunakan Rupiah 6. besar nominal 2% dari nilai total HPS] 2. 2. Jaminan Penawaran dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) . Pemasukan Dokumen Penawaran Masa berlakunya jaminan penawaran 104 (seratus empat) hari kalender. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 1.37 metode pelaksanaan yang akan ditempuh) c.

dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis.5% Pra RK3K memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan Konstruki. min 5% . [Ambang Batas Sistim Gugur] 1. bobot max 10%. realistik dan dapat dilaksanakan. min 10% jenis. bobot max 10% min 10% personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan. bobot max 15% min 12% spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. Batas Akhir Waktu Penyampaian Penawaran J. bobot max 20%. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. min 10%. Pembukaan Penawaran ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) K. Ambang Batas Nilai Teknis : 70 Unsur Teknis yang dinilai : a) b) c) d) e) f) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan disusun menurut kerangka dan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Bobot max 20%. 2. komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sebagaimana tercantum dalam LDP.38 I. bobot max 15% min 13. kapasitas.

4. 2.000. KPA Bidang Pembangunan Gedung b. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro N. Sanggahan Banding Dan Pengaduan 1. Sanggahan disampaikan melalui aplikasi SPSE Tembusan sanggahan disampaikan disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada: a. .00 (lima puluh juta rupiah)] 2.39 L.200. Jaminan Pelaksanaan 1. Sanggahan. Bojonegoro c. Jaminan Sanggahan Banding 1. PA Dinas Pekerjaan Umum Kab.(Satu juta tujuh ratus sembilan puluh tujuh ribu dua ratus rupiah) M. 1. 2. Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Sanggahan Banding disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada Bupati Bojonegoro 3. Tembusan sanggahan banding disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada: d.000..797. Jaminan Sanggahan Banding dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan selama 89 (Delapan Puluh Sembilan) hari kalender sejak penandatanganan kontrak. [diisi sebesar 2‰ (dua perseribu) dari nilai total HPS atau paling tinggi sebesar Rp 50. Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro b. Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Besarnya jaminan sanggahan banding: Rp. KPA Bidang Pembangunan Gedung a.

Persyaratan Kualifikasi (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS]. Peserta Kualifikasi yang berbadan usaha harus memiliki surat izin usaha Jasa Konstruksi dan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi.Bojonegorokab. B. memiliki penanggungjawab teknis dengan kualifikasi keahlian pada bidang Arsitektural serta harus memenuhi persyaratan sebagaimana LDP 4.000. Lingkup Kualifikasi Nama Pokja ULP : Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro _ Alamat Pokja ULP : Jl Lettu Suyitno no 39 Bojonegoro Website : http://LPSE. memiliki Tenaga Teknis (Pelaksana) dengan kualifikasi sebagaimana LDP 5. memiliki pengalaman pada bidang Arsitektural. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) A..Bojonegorokab.40 BAB V.(Delapan puluh sembilan juta delapan ratus enam puluh ribu rupiah) [paling kurang 10% 6. Beton Mollen Truck Stamper Pompa Air 5. 2. 3.860.net Nama Paket Pekerjaan : Rehabilitasi Gedung Serba Guna 1.net Website LPSE : http://LPSE. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta sebesar Rp. memiliki kemampuan untuk menyediakan fasilitas/peralatan/perlengkapan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi ini. Sepeda Motor 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah . yaitu: 1. 3. 2. 89. 4.

4. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA/KEMITRAAN (KSO) CONTOH [Kop Surat Badan Usaha/Kemitraan (KSO)] Nomor : Lampiran : _______. 2. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN A. dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan _____________________ [diisi oleh Pokja ULP] sebesar Rp_______________ (__________________________). _____________ 20___ Kepada Yth. .41 BAB VI. Penawaran ini berlaku selama ____ (__________________) hari kalender sejak tanggal surat penawaran ini. Hasil pemindaian (scan) Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi. Kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama ____ (________________) hari kalender. Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. terdiri dari : a. (apabila ada). Metoda Pelaksanaan. Hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran. Sesuai dengan persyaratan. Daftar Kuantitas dan Harga 3. bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan: 1. Dokumen penawaran teknis.: Pokja _______ ULP ____________ [K/L/D/I] [diisi oleh Pokja ULP] di ______________________________ : Penawaran Pekerjaan _______________ [nama pekerjaan diisi Perihal oleh Pokja ULP] Sehubungan dengan pengumuman pendaftaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan nomor: _________________ tanggal ______________ dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen Pengadaan].

PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) ____________ 5..... Jenis.. [Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakkan.. Formulir Pra RK3K 6. 7. kapasitas. g... Dokumen isian kualifikasi yang dikirim melalui aplikasi SPSE.... Jabatan .... e.. Formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). komposisi.. d.. apabila ada]. Daftar Personil Inti.42 b. dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan.. c.... Spesifikasi teknis.. Hasil pemindaian (scan) Sertifikat Keterampilan (SKT)/Sertifikat Keahlian (SKA) bagi penanggung jawab teknis [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] . f. Jadwal Waktu Pelaksanaan.... Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini. maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.

Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO adalah: _______________ [nama peserta 1] sebesar _____ % (___________ persen) _______________ [nama peserta 2] sebesar _____ % (___________ persen) _______________ [nama peserta 3] sebesar _____ % (___________ persen) _________________________________ [dst] 3. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO.43 B. dalam hal pengeluaran. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah ________________ b. Kami menyetujui dan memutuskan bahwa: 1. dan kerugian dari kemitraan/KSO. 5. 2. . Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak. Menunjuk ____________________________ [nama peserta 1] sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama kemitraan/KSO. keuntungan. Secara bersama-sama: a. masing-masing anggota kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang. termasuk hak untuk memeriksa keuangan. akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2. c. 4. kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (KPA) dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota kemitraan/KSO. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO) CONTOH SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/ KERJA SAMA OPERASI (KSO) Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan ________________ yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di ________________ pada tanggal ________ 20__. wajib bertanggung jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak. maka kami: ______________________________ [nama peserta 1] ______________________________ [nama peserta 2] ______________________________ [nama peserta 3] ______________________________ [dan seterusnya] bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO).

8. tahun ________________________ [Peserta 1] [Peserta 2] (_______________) (________________) [Peserta 3] [dst (________________) (________________)] Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi ini harus dibuat diatas kertas segel Catatan: .44 perintah pembelian. surat-menyurat. 6. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap ____ (_______) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama. tanda terima. perjanjian subkontrak. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO. 7. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama kemitraan/KSO diberikan kepada _________________________ [nama wakil peserta] dalam kedudukannya sebagai direktur utama/direktur pelaksana _________________________ [nama peserta 1] berdasarkan persetujuan tertulis dari seluruh anggota kemitraan/KSO. DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan tanda tangan di _________ pada hari __________ tanggal __________ bulan ____________. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani. daftar peralatan dan tenaga kerja. dan lain-lain. 9.

personil inti yang akan ditempatkan secara penuh [sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP. kapasitas. 2. dan 7. jenis. bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan [sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP]. metoda pelaksanaan pekerjaan [disusun sesuai kerangka dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan]. 6. spesifikasi teknis. komposisi dan jumlah peralatan minimal [sebagaimana tercantum dalam LDP]. Formulir Pra RK3K . realistik dan dapat dilaksanakan 3. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan [tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. memenuhi persyaratan. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS Dokumen Penawaran Teknis 1. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan]. 5. 4.45 C.

Sub Total Barang Jasa III. Peralatan (Barang jadi) A.Nilai Barang Luar Negeri (3B) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C) % TKDN (Gabungan Barang dan Jasa) = + Nilai Jasa Total(8C) . Jasa Umum B. Manajemen Proyek dan Perekayasaan IV. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun] [tanda tangan] [nama wakil sah badan usaha/pemimpin kemitraan (KSO)/perorangan] . TOTAL Biaya (A + B) (4A) (5A) (6A) (7A) (8A) (9A) (4B) (5B) (6B) (7B) (8B) (9B) (4C) (5C) (6C) (7C) (8C) (9C) (4D) (5D) (6D) (7D) (8D) (9D) (4E) (5E) (6E) (7E) (8E) (9E) (4G) (5G) (6G) (7G) (8G) (9G) Formulasi perhitungan: Nilai Barang Total (3C) . Alat Kerja / Fasilitas Kerja V. Sub Total Jasa C.46 D. Konstruksi dan Fabrikasi VI.Nilai Jasa Luar Negeri (8B) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C) __________ [tempat]. Material Langsung (Bahan baku) II. BENTUK FORMULIR REKAPITULASI KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) PERHITUNGAN TINGKAT FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) Nilai Gabungan Barang/Jasa (Rp) Uraian Pekerjaan DN (2) (1A) (2A) (3A) LN (3) (1B) (2B) (3B) Total Ribu % Rp KDN (4) (1C) (2C) (3C) (5) (1D) (2D) (3D) TKDN Barang/ Jasa (7) (1E) (2E) (3E) Gabungan (8) (1G) (2G) (3G) (1) Barang I.

____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ________________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : __________________________________ [Pokja ULP] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Penawaran atas pekerjaan _______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK Contoh [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PENAWARAN No. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan yaitu: a. . Kolusi dan Nepotisme (KKN). _______________ tanggal__________________. Yang Dijamin menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. c. 2) menandatangani Kontrak. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. b.47 E. atau 3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin. Yang Dijamin tidak: 1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang. apabila: Nama : _____________________________ [peserta pelelangan] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. Yang Dijamin terlibat Korupsi.

2. 6. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. 5. 3. ____________________ . 4.d. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.00 Untuk keyakinan. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.48 Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp.6000. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. dari tanggal _____________________ s. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.

_________________________________ [alamat] sebagai Pelaksana Pelelangan. sebagai Penjamin. . selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN.49 F. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan penagihan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji/wanprestasi. terlibat Korupsi. selanjutnya disebut TERJAMIN. 3. b. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada ____________________ [nama Pokja ULP]. _____________ [alamat]. Maka kami. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah ________________ (terbilang _____________________) Rp 2. Surat Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN: a. Dengan ini dinyatakan. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 5. 4. 2) menandatangani Kontrak. c. ______________ tanggal ______________ untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan ______________________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. BENTUK JAMINAN PENAWARAN ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN DARI Contoh [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PENAWARAN Nomor Jaminan: ____________________ ___________________ Nilai: 1. Kolusi dan Nepotisme (KKN). atau 3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang. menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. _____________ [alamat] sebagai Peserta. bahwa kami: _____________________ [nama]. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan No. tidak: 1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang.

Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.6000. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.00 _____________________ __________________ (Nama & Jabatan) Jabatan) Untuk keyakinan. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] Materai (Nama & . Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Rp.50 6. 7.

[nama lengkap] setiap anggota tangan dan nama Kemitraan/KSO] . dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan/KSO] dalam rangka pengadaan _________ [isi nama paket] pada ________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] dengan ini menyatakan bahwa: 1. transparan. menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam. dan 2. 3. [nama lengkap] [Nama Penyedia] [tanda tangan].. digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana. [nama lengkap] [cantumkan tanda [Nama Penyedia] [tanda tangan]. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [Nama Penyedia] [tanda tangan]. [tahun] __________ [tempat]. .. 4. praktek Korupsi... apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini.. akan melaporkan kepada APIP ________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] yang bersangkutan dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini.51 G.[dan seterusnya. tidak akan melakukan Nepotisme (KKN). Nama Jabatan PAKTA INTEGRITAS : _____________________ [nama wakil sah badan usaha] : __________________________ Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang untuk dan sesuai dan cantumkan nama] atas nama 2. BENTUK PAKTA INTEGRITAS [Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO] Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama Jabatan : _____________________ [nama wakil sah badan usaha] : __________________________ Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang untuk dan sesuai dan cantumkan nama] atas nama 3. Kolusi. bersedia menerima sanksi administratif. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih.

52 H. CONTOH FORMAT DAFTAR PERSONIL INTI DAFTAR PERSONIL INTI NAMA PERUSAHAAN ALAMAT PEKERJAAN : : : ……………………………………………… ………………………………………… ……………………………………………… NO NAMA TEMPAT/ TANGGAL LAHIR JABATAN PENDIDIKAN NO IJAZAH PENGALAMAN KERJA (TAHUN) NO SKT I. CONTOH FORMAT DAFTAR PERALATAN UTAMA YANG DIGUNAKAN DAFTAR PERALATAN UTAMA YANG DIGUNAKAN NAMA PERUSAHAAN : ……………………………………………… ALAMAT : ……………………………………………… PEKERJAAN JENIS PERALATAN : …………………………………………… MERK DAN TYPE TAHUN PEMBUA TAN LOKASI SEKARANG BUKTI PEMILIKAN NO JUMLAH KAPASITAS KONDISI .

...53 J.. BAB I II III URAIAN Pendahuluan Maksud dan Tujuan Metode Penyelesaian Pekerjaan Penutup ISI Menjelaskan gambaran secara umum metode pelaksanaan yang akan dilakukan Maksud dan tujuan dari metode pelaksanaan yang akan ditempuh Tahapan dan Tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai dengan akhir yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis IV K.................................CONTOH FORMAT METODE PELAKSANAAN Metode Pelaksanaan Nama Pekerjaan : ............. CONTOH FORMAT JADWAL PELAKSANAAN JADWAL PELAKSANAAN ...

JENIS BAHAYA & RISIKO pada pekerjaan/ kegiatan dan/atau jenis alat. (silahkan diisi) Contoh : Pengendalian Risiko K3 a) Buat Turap Penahan Tanah b) Buat pagar pelindung Contoh : Jenis Bahaya dan Risiko a) Tertimpa crane terguling -> Luka berat/mati (l b) Terbentur tiang pancang Contoh : Pengendalian Risiko K3 a) Pastikan crane pancang laik pakai b) Buat landasan crane yang kuat (silahkan diisi) dst. proses dan lingkungan kerja terkait pekerjaan tersebut pada kolom no.54 L.5m. ) (silahkan diisi) dst.dst. FORMULIR PRA RK3K BENTUK PRA RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA L CONTOH …… [Logo & N ama Perusahaan ] 1.. jenis material. 2. 2) Contoh: Jenis Bahaya & Risiko: a) Tertimbun longsoran -> Luka berat b) Terjatuh ke lubang > Luka berat (diisi jenis-jenis pengendalian risiko K3 berdasarkan hasil identifikasi BAHAYA & RISIKO K3 yang tersebut pada kolom no. ) 57 .dst.Galian Saluran L =1. ) (silahkan diisi) dst. (silahkan diisi) 2 Contoh: "Pekerjaan Pondasi" Pondasi Tiang Pancang . 3) 1 Contoh: "Pekerjaan Tanah" Galian Tanah Biasa: . PERENCANAAN 1) Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Bahaya (jenis /type pekerjaan) IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA & RISIKO K3 PENGENDALIAN RESIKO K3) (diisi dengan jenis /type pekerjaan) diisi.Pancang Beton Dia 40 Cm . dT= 2 m . KEBIJAKAN K3 PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (PRA-RK3K) (Berupa pernyataan/komitmen Direktur Utama atas nama perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam melaksanakan kegiatan konstruksi.

Rambu-rambu. Sasaran harus terukur secara kualitatif maupun kuantitatif) CONTOH : Sasaran K3 : a Tidak ada kecelakan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Accident) b Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80 % c Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko pekerjaannya masing-masing d dst Program K3 : a Melaksanakan Rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3 (APD. Spanduk. harus disusun berdasarkan hasil identifikasi bahaya dan penetapan pengendalian Risiko. Undang-undang No 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi c. jaring pengaman dsb) secara konsisten b Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja berbahaya c dst Organisasi K3 : menyediakan petugas K3 sesuai dengan struktur organisasi yang Penanggung diusulkan JawabK3 Contoh : Emergency/ P3K Kebakaran 58 . sesuai dengan pekerjaan/kegiatan konstruksi yang akan dilaksanakan) CONTOH : Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam melaksanakan paket pekerjaan ini adalah : a.55 2) Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya (Daftar Peraturan Perundang-undangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3. Peraturan Menteri Pu No 09/PRT/M/2008 tentang pedoman system manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3 Sasaran K3 dan Program K3 (Sasaran dan Program K3 yang akan dilaksanakan. pagar pengaman. Poster. Undang-undang No 1 tahun 1970 tentang keselamatan Kerja b.

gugatan secara perdata. maka saya dan badan usaha yang saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi administratif. BENTUK FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA (Selain Contoh Format Modal Kerja Formulir Isian Kualifikasi telah disediakan dalam aplikasi SPSE) Modal Kerja Surat dukungan keuangan dari Bank: Nomor Tanggal Nama Bank Nilai : __________ : __________ : __________ : __________ Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun] PT/CV/Firma/Koperasi __________ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] (nama lengkap wakil sah badan usaha) [jabatan pada badan usaha] Catatan: [Surat Pernyataan ini di masukkan bersamaan dengan Surat Keterangan Dukungan Bank dalam Formulir Isian Kualifikasi yang disediakan dalam aplikasi SPSE – Menu Dukungan Bank] . __________ [tempat]. dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.56 M. Jika dikemudian hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam.

PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR KUALIFIKASI (Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi mengikuti Petunjuk Pengoperasioan (User Guide) aplikasi SPSE) .57 BAB VII.

memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk Usaha Mikro. kecuali bagi peserta Usaha Mikro. 4.58 BAB VIII. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan. 8. Usaha Kecil dan koperasi kecil serta kemampuan pada subbidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non-kecil. menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan. 7. Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. PPh Pasal 23 (bila ada transaksi). 2. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI A. 6. 3. memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta untuk mengikuti pengadaan pekerjaan konstruksi paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS. dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO: a. baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak. menyampaikan pernyataan/pengakuan tertulis bahwa perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya atau peserta perorangan tidak dalam pengawasan pengadilan. memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF). PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut. atau peserta perorangan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana. Usaha Kecil dan koperasi kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun. 9. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21. salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya atau peserta perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam. memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir. tidak pailit. 10. . 5.

59

b.

evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 10 dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan kemitraan/KSO;

11. untuk usaha non-kecil, memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas yang setara, dengan ketentuan: a. KD = 3 NPt NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir; b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO; c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS; d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan, nilai kontrak dan status peserta pada saat menyelesaikan kontrak sebelumnya; e. nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang (present value) menggunakan perhitungan sebagai berikut:

Nilai pekerjaan sekarang Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada) saat serah terima pertama Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima pertama Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (apabila belum ada, dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya) Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan; 12. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan: a. SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan untuk usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir; b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari semua perusahaan yang bermitra/KSO; B. Pokja ULP memeriksa dan membandingkan persyaratan dan data isian peserta dalam Dokumen Isian Kualifikasi dalam hal: 1. kelengkapan Dokumen Isian Kualifikasi; dan 2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.

NPs Npo

= =

60

C.

Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian kualifikasi. Evaluasi kualifikasi sudah merupakan kompetisi, maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi.

D.

61

BAB IX. BENTUK KONTRAK

SURAT PERJANJIAN untuk melaksanakan Paket Pekerjaan Konstruksi: __________ Nomor: __________

[Jika Penyedia bukan berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi sebagai berikut: “SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [nama Kuasa Pengguna Anggaran], selaku Kuasa Pengguna Anggaran, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Kuasa Pengguna Anggaran], yang berkedudukan di __________ [alamat Kuasa Pengguna Anggaran], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai KPA] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran] (selanjutnya disebut “KPA”) dan __________ [nama wakil Penyedia], __________ [jabatan wakil Penyedia], yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama Penyedia], yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia], berdasarkan Akta Notaris No. ___ [No. Akta notaris] tanggal ____________ [tanggal penerbitan Akta] yang dikeluarkan oleh Notaris ______________ [nama Notaris penerbit Akta] (selanjutnya disebut “Penyedia”).”] [Jika Penyedia berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi sebagai berikut: “SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [nama Kuasa Pengguna Anggaran], selaku Kuasa Pengguna Anggaran, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Kuasa Pengguna Anggaran], yang berkedudukan di __________ [alamat Kuasa Pengguna Anggaran], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai KPA] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran] (selanjutnya disebut “KPA”) dan kemitraan/KSO yang beranggotakan sebagai berikut: 1. _________________ [nama Penyedia 1]; 2. _________________ [nama Penyedia 2]; ..... dst

memiliki keahlian profesional. dan mengikat pihak yang diwakili. (b) Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada KPA. (c) KPA dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan menandatangani Kontrak ini. ditulis sebagai berikut: “total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp________________ (_______________________ rupiah).”] [untuk kontrak lump sum. ditulis sebagai berikut: “total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp________________ (_______________________ rupiah). 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini. ___________ tanggal ___________ (selanjutnya disebut “Penyedia”).62 yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap KPA berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk __________ [nama anggota kemitraan yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan/KSO] untuk bertindak atas nama Kemitraan yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia wakil kemitraan]. [untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum. dan sumber daya teknis. personil. MAKA OLEH KARENA ITU.”] MENGINGAT BAHWA: (a) KPA telah meminta Penyedia untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini (selanjutnya disebut “Pekerjaan Konstruksi”). berdasarkan surat Perjanjian kemitraan/KSO No. KPA dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut: 1. untuk (d) KPA dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat.”] . serta telah menyetujui untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini. 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait. 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut.

surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga (apabila ada).63 2. adendum Surat Perjanjian. Hak dan kewajiban timbal-balik KPA dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya: a. 4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia. 4) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak. BAHP. 3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 di atas. pokok perjanjian. c. KPA mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain. e. 3. b. 2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia. dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini: a. peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini. b. spesifikasi khusus. dan dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan. SPPBJ. h. d. gambar-gambar. Berita Acara Penjelasan Lanjutan (apabila ada). g. f. 5. syarat-syarat umum Kontrak. 4. spesifikasi umum. 2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari KPA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. . 3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada KPA. i. syarat-syarat khusus Kontrak. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak.

peralatan. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam SyaratSyarat Umum/Khusus Kontrak. penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak..000.)] [nama lengkap] [jabatan] [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja KPA maka rekatkan materai Rp 6.64 5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat. DENGAN DEMIKIAN. 8) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia. angkutan ke atau dari lapangan. Untuk dan atas nama __________ KPA Untuk dan atas nama Penyedia/Kemitraan (KSO) __________ [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk Penyedia maka rekatkan materai Rp 6. 7) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak. KPA dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia. akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja..000. dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan. 6) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan KPA. 6. bahan-bahan.)] [nama lengkap] [jabatan] .

cantumkan ”dibebankan atas DIPA __________ Tahun Anggaran ____ untuk mata anggaran kegiatan __________ WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun NILAI PEKERJAAN No... Jika pekerjaan tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu pelaksanaan pekerjaan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berkewajiban untuk membayar denda kepada KPA sebesar 1/1000 (satu per seribu) dari bagian tertentu nilai SPK sebelum PPN setiap hari kalender keterlambatan.)] [nama lengkap] [jabatan] [nama lengkap] [jabatan] .000. Untuk dan atas nama __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk penyedia maka rekatkan materai Rp 6. Selain tunduk kepada ketentuan dalam SPK ini. penyedia berkewajiban untuk mematuhi Syarat Umum SPK terlampir.)] Untuk dan atas nama penyedia __________ [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen maka rekatkan materai Rp 6. Uraian Pekerjaan Kuantitas Satuan Ukuran Harga Satuan (Rp) Material Upah Subtotal (Rp) Material Upah Total (Rp) Terbilang : Jumlah PPN 10% NILAI INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA: Penagihan hanya dapat dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan yang diperintahkan dalam SPK ini dan dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima.65 [kop surat K/L/D/I] SATUAN KERJA: SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Halaman __ dari __ PAKET PEKERJAAN: __________ NOMOR DAN TANGGAL SPK: NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN: NOMOR DAN TANGGAL BERITA ACARA HASIL PELELANGAN: SUMBER DANA: [sebagai contoh.000.

kehilangan. ASURANSI a. dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada KPA pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. 7. b. maka KPA dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum SPK. CACAT MUTU KPA akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap cacat mutu yang ditemukan. Waktu pelaksanaan SPK adalah sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK. b. c. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya. Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: a. PENGALIHAN DAN/ATAU SUBKONTRAK Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. atas segala risiko terhadap kecelakaan. serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh KPA mengandung cacat mutu. d. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan. KPA berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh penyedia kepada KPA. HAK KEPEMILIKAN a. LINGKUP PEKERJAAN Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan. 8. HARGA SPK a. beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi. b. PERPAJAKAN Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama 6 (enam) bulan setelah serah terima hasil pekerjaan. Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar. perlindungan terhadap kegagalan bangunan. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam harga SPK. HUKUM YANG BERLAKU Keabsahan. serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan. retribusi. 2. 4.66 SYARAT UMUM SURAT PERINTAH KERJA (SPK) 1. c. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia. 10. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan. spesifikasi teknis dan harga yang tercantum dalam SPK. KPA dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu. baik sebagai akibat peleburan (merger) atau akibat lainnya. sesuai dengan volume. interpretasi. Harga SPK telah memperhitungkan keuntungan. . SPK ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SPMK. 3. dan pungutan lain yang dibebankan oleh hukum yang berlaku atas pelaksanaan SPK. b. dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. bea. b. JADWAL a. 6. pelaksanaan pekerjaan. kerusakan. serta risiko lain yang tidak dapat diduga. dan c. KPA membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam SPK sebesar harga SPK. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam harga SPK. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada KPA. 5. Rincian harga SPK sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum). Hak kepemilikan atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh KPA tetap pada KPA. PENYEDIA MANDIRI Penyedia berdasarkan SPK ini bertanggung jawab penuh terhadap personil serta pekerjaan yang dilakukan. Jika diminta oleh KPA maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada KPA sesuai dengan hukum yang berlaku. 9.

banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan. denda. sakit atau kematian Personil. tanggung jawab. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan. proses pemeriksaan hukum. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN a. Laporan harian dibuat oleh penyedia. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan. f. dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu. dan 6) catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. KPA membuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK. Penyedia berkewajiban untuk melindungi. dan cidera tubuh. d. g. KPA dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan SPK untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. 2) cidera tubuh. 15. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan. Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. 14. jumlah dan kondisi peralatan. c. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka KPA dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia. dan Personil. c. e. dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat KPA) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: 1) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia. d. PENGUJIAN Jika KPA atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN KPA berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Kecuali SPK diputuskan lebih awal. 5) keadaan cuaca termasuk hujan. 12. b. Laporan harian berisi: 1) jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan. 13. PENANGGUNGAN DAN RISIKO a. 3) kehilangan atau kerusakan harta benda. gugatan atau tuntutan hukum. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda. sakit atau kematian pihak ketiga. Apabila diperlukan. 3) jenis.67 11. LAPORAN HASIL PEKERJAAN a. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia. Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu. penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja. semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini. membebaskan. 4) jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan. d. kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian KPA. kerugian. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini. apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil KPA. kehilangan. b. . b. kewajiban. 2) penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya. c.

6) KPA memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan. e.68 16. e. h. Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO). c. KPA menugaskan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. 18. b. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan. penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan pekerjaan. c. Perubahan SPK bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak. PERUBAHAN SPK a. g. Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. d. d. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka KPA berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: 1) KPA mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. PERISTIWA KOMPENSASI a. 2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi. penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya. 7) KPA memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh KPA. KPA menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. atas perintah KPA. Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya. KPA menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan SPK dan diterima oleh Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. 5) KPA menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan. PA/KPA dapat membentuk Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. SPK hanya dapat diubah melalui adendum SPK. b. meliputi: 1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam SPK sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam SPK. JAMINAN PEMELIHARAAN a. c. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada KPA setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus). Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan SPK. dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi. . 4) penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal. 3) KPA tidak memberikan gambar-gambar. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus). 19. b. atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari harga SPK dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari harga SPK. penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan akhir pekerjaan. f. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA. 17. maka KPA berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan. Setelah masa pemeliharaan berakhir. Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. i. 8) ketentuan lain dalam SPK. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari harga SPK. Untuk kepentingan perubahan SPK. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA. c. b. KPA wajib melakukan pembayaran sisa harga SPK yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. 2) keterlambatan pembayaran kepada penyedia. 3) perubahan harga SPK akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan. SERAH TERIMA PEKERJAAN a.

KPA mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. DENDA Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam SPK ini. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum SPK jika perpanjangan tersebut mengubah Masa SPK. 24. KPA berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. termasuk: 1) biaya langsung pengadaan bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan ini. 9) penyedia terbukti melakukan KKN. Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran. 5) penyedia selama Masa SPK gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh KPA. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia. 6) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari harga SPK dan KPA menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan. kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang.69 20. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN SPK a. 2) pembayaran dilakukan dengan [sistem bulanan/sistem termin/pembayaran secara sekaligus]. c. Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan. 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena KPA terlibat penyimpangan prosedur. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena kesalahan penyedia: 1) penyedia membayar denda. b. Pemutusan SPK dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak KPA. 2) penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. 23. f. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan. dan/atau 10) pengaduan tentang penyimpangan prosedur. maka KPA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. . tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. 4) penyedia berada dalam keadaan pailit. pemutusan SPK melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: 1) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. KPA dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia. 22. dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari. 8) KPA tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SPK. maka KPA wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai. 4) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada). Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Bahan dan perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada KPA. 3) biaya langsung demobilisasi personil. b. Dalam hal SPK dihentikan. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. tidak memulai pelaksanaan pekerjaan. Penghentian SPK dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan. d. Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh KPA. PEMBAYARAN a. KPA dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan surat permintaan pembayaran kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM). dan/atau 2) penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. b. d. pajak dan uang retensi. 3) penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. 2) biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi hasil pekerjaan sementara dan peralatan. dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan. dan selanjutnya menjadi hak milik KPA. 7) Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan. KPA dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan. e. PENYELESAIAN PERSELISIHAN KPA dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua 21. c. PERPANJANGAN WAKTU a.

.70 perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui pengadilan negeri dalam wilayah hukum Republik Indonesia. Penyedia menyetujui bahwa pelanggaran syarat ini merupakan pelanggaran yang mendasar terhadap SPK ini. LARANGAN PEMBERIAN KOMISI Penyedia menjamin bahwa tidak satu pun personil satuan kerja KPA telah atau akan menerima komisi atau keuntungan tidak sah lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari SPK ini. 25.

SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A.8 Subpenyedia adalah penyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan penyedia penanggung jawab kontrak.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/ Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD. 1. pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi. Ketentuan Umum 1. 1.3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD.5 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. 1. 1.7 Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi. 1. untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak).9 Kemitraan/KSO adalah kerja sama usaha antar penyedia baik penyedia nasional maupun penyedia asing.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. 1. 1. reviu. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut: 1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada Institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit. yang masing-masing pihak . 1. evaluasi.71 BAB X.1 Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.

13 1.15 1. yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu konstruksi sesuai peruntukannya yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh KPA.17 1.20 mempunyai hak. Direksi lapangan adalah tim pendukung yang dibentuk/ditetapkan oleh KPA.18 1.11 1.14 1. Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan. terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih. dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya. Hari adalah hari kalender. Harga Satuan Pekerjaan (HSP) adalah harga satu jenis pekerjaan tertentu per satu satuan tertentu.72 1.12 1. yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh penyedia kepada KPA/Pokja ULP untuk menjamin terpenuhinya kewajiban penyedia. adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional). Metoda pelaksanaan pekerjaan adalah cara .19 1. kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis.10 1.16 1. Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara KPA dengan penyedia yang mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak. Direksi teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh KPA untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak.

Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir.26 1.25 1.24 1. realistik dan dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan dengan tahap pelaksanaan yang sistimatis berdasarkan sumber daya yang dimiliki penawar.21 1. Masa pemeliharaan adalah kurun waktu kontrak yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak. dihitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan.23 1. Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai. realistik dan dapat dilaksanakan. yang diterbitkan oleh KPA.73 1. terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis. Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. yang setelah diserahterimakan oleh .22 1. Personil inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan.28 1. Kegagalan Konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna atau penyedia. dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh KPA.29 kerja yang layak. yang pelaksanaannya diserahkan kepada penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh KPA. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).27 1.

membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini. baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak. menawarkan. dan/atau keselamatan umum.1 4. Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ini tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Surat Perjanjian. dilarang untuk: a. menjadi tidak berfungsi. Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk semua anggota Kemitraan/KSO apabila berbentuk Kemitraan/KSO) dan Sub penyedianya (jika ada) tidak akan melakukan 3. keselamatan dan kesehatan kerja.2 4. manfaat. 2.2 . kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum berlaku di negara pemberi yang pinjaman/hibah (tergantung kesepakatan antara Pemerintah dan negara pemberi pinjaman/hibah). b. Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4. Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia. dari segi teknis. Larangan Korupsi. 3.74 penyedia kepada KPA dan terlebih dahulu diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah. menerima atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini.1 Bahasa kontrak harus dalam Bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris. Bahasa dan Hukum 3.

email dan/atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK. b. antara lain tempat material/bahan ditambang. Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor. dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak dalam SSUK. pemutusan Kontrak.2 6. Semua pemberitahuan. 4. 4. Semua korespondensi dapat berbentuk surat.2 7. Asal material/bahan merupakan tempat material/bahan diperoleh.5 5. atau jika disampaikan melalui surat tercatat dan/atau faksimili ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK. dan d. dan setiap dokumen yang .75 tindakan yang dilarang di atas. pengenaan daftar hitam. atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia. sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia. tumbuh.4 4. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK. permohonan. KPA yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.3 Penyedia yang menurut penilaian KPA terbukti melakukan larangan-larangan di atas dapat dikenakan sanksi-sanksi administratif oleh KPA sebagai berikut: a. Asal Material/ Bahan 5.1 5. c. Korespondensi 6.1 6. Wakil Sah Para Pihak Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan. Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan oleh KPA kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi lainnya. atau diproduksi.

76 disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh KPA atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK.2 10. Penyedia tidak boleh diwakilkan. dan Personil yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak. Subpenyedia (jika ada). bea. Penyedia dilarang untuk mensubkontrakkan sebagian/seluruh pekerjaan utama dalam Kontrak ini.1 Penyedia dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh Kontrak ini. Pengalihan dan/atau Subkontrak 10. 8. 9. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan. Penyedia.3 10. Perpajakan 10. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. baik sebagai akibat peleburan (merger) maupun akibat lainnya. Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia.4 11. dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak diputuskan dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam SSKK. 10. Subkontrak sebagian pekerjaan utama hanya diperbolehkan kepada Penyedia spesialis setelah persetujuan tertulis dari KPA. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis . retribusi. Khusus untuk penyedia perseorangan.

12. penyedia bertanggung jawab secara penuh atas rancangan Hasil Pekerjaan Sementara.2 16. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap personil dan subpenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka. . Kemitraan/KSO 14. Terlepas dari ada tidaknya persetujuan Pengawas Pekerjaan. Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan 14.77 dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian. Kemitraan/KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian untuk bertindak atas nama Kemitraan/KSO dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap KPA berdasarkan Kontrak ini. Perintah Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah Pengawas Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini. Jika tercantum dalam SSKK. Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah KPA. Semua gambar yang digunakan untuk mendapatkan Hasil Pekerjaan baik yang permanen maupun sementara harus mendapatkan persetujuan Pengawas Pekerjaan.1 15.2 15. Persetujuan Pengawas Pekerjaan 15. Dalam melaksanakan kewajibannya. Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan terlebih dahulu adanya Hasil Pekerjaan Sementara maka penyedia berkewajiban untuk menyerahkan spesifikasi dan gambar usulan Hasil Pekerjaan Sementara tersebut untuk disetujui oleh Pengawas Pekerjaan. KPA jika dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personil KPA atau konsultan pengawas. 13. 14. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan. Pengawas Pekerjaan selalu bertindak untuk kepentingan KPA.

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 19. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada KPA. Penemuanpenemuan Penyedia wajib memberitahukan kepada KPA dan kepada pihak yang berwenang semua penemuan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan di lokasi pekerjaan yang menurut peraturan perundang-undangan dikuasai oleh negara . Hasil pemeriksaan dan penyerahan dituangkan dalam berita acara penyerahan lokasi kerja. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan dalam SSKK. 19. Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK. Wakil Sah KPA dan/atau Pengawas Pekerjaan ke lokasi kerja dan lokasi lainnya dimana pekerjaan ini sedang atau akan dilaksanakan.2 19.4 B.78 17. Adendum dan Pemutusan Kontrak 19.2 .3 19.1 Pelaksanaan Pekerjaan 20. Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses KPA.1 KPA berkewajiban untuk menyerahkan keseluruhan lokasi kerja kepada penyedia sebelum SPMK diterbitkan. Pelaksanaan. maka KPA dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum kontrak. Akses ke Lokasi Kerja B. Penyelesaian. Penyerahan Lokasi Kerja 20.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan Surat Perjanjian oleh Para Pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SSKK. 18. Jika dalam pemeriksaan lapangan bersama ditemukan hal-hal yang dapat mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka perubahan 20. Penyerahan dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan lapangan bersama.

1 21. prosedur instruksi kerja. e.79 tersebut harus dituangkan dalam adendum Kontrak. dan kondisi ini ditetapkan sebagai Peristiwa Kompensasi. Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh KPA. Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan. Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika terjadi adendum Kontrak dan Peristiwa Kompensasi. KPA menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatanganan kontrak.5 22. 20. Persetujuan KPA terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia. Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan. Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan kontrak oleh penyedia.6 .2 22. Pemutakhiran program mutu harus mendapatkan persetujuan KPA. pelaksana kerja.1 22. c. dan f. prosedur pelaksanaan pekerjaan. d. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) 21. termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan. jadwal pelaksanaan pekerjaan. b.4 22. 21.3 22. Program mutu disusun paling sedikit berisi: a.3 Jika penyerahan hanya dilakukan pada bagian tertentu dari lokasi kerja maka KPA dapat dianggap telah menunda pelaksanaan pekerjaan tertentu yang terkait dengan bagian lokasi kerja tersebut.2 22. Program Mutu 22. organisasi kerja penyedia. informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.

harus sudah menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak. Mobilisasi 24. dan sebagainya. dan unsur pengawasan. KPA bersama dengan penyedia. Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak meliputi: a. gedung laboratorium.2 Untuk pemeriksaan bersama ini. penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi pekerjaan. organisasi kerja. jadwal pengadaan bahan/material. c. mempersiapkan fasilitas seperti kantor. PA/KPA dapat . Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkan SPMK. Pemeriksaan Bersama 25. pada pelaksanaan Kontrak. KPA dengan penyedia melakukan lokasi pekerjaan dengan pengukuran dan pemeriksaan lokasi pekerjaan untuk setiap pembayaran. Apabila diperlukan.3 25.1 25. rumah. e. Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan.1 24.2 24. gudang. f. jadwal pelaksanaan pekerjaan. b. dan/atau c. tahap awal bersama-sama pemeriksaan melakukan detail kondisi rencana mata 23. bengkel. d. mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. mendatangkan personil-personil. yaitu: a. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan. unsur perencanaan. program mutu.80 23. Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan. mobilisasi peralatan dan personil.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan pekerjaan.2 24. b. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak 23.

Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka KPA dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi.1 . Perpanjangan Waktu 27.2 26. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang.4 27.4 B.2 Pengendalian Waktu 26. KPA 26. dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Personil dan/atau Peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan Kontrak maka penyedia tetap dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat Personil dan/atau Peralatan yang belum memenuhi syarat harus segera diganti dalam jangka waktu yang disepakati bersama. maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak. 25. serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK.3 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam angka 26 ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal.3 26. Waktu Penyelesaian Pekerjaan 26. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja. 25.81 membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA.

82

berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah Masa Kontrak. 27.2 KPA berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan harus telah menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan untuk berapa lama, dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari setelah penyedia meminta perpanjangan. Jika penyedia lalai untuk memberikan peringatan dini atas keterlambatan atau tidak dapat bekerja sama untuk mencegah keterlambatan maka keterlambatan seperti ini tidak dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang Tanggal Penyelesaian.

28. Penundaan oleh Pengawas Pekerjaan

Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis penyedia untuk menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah penundaan ini harus segera ditembuskan kepada KPA. 29.1 Pengawas Pekerjaan atau penyedia dapat menyelenggarakan rapat pemantauan, dan meminta satu sama lain untuk menghadiri rapat tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan untuk membahas perkembangan pekerjaan dan perencanaaan atas sisa pekerjaan serta untuk menindaklanjuti peringatan dini. Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh Pengawas Pekerjaan dalam berita acara rapat, dan rekamannya diserahkan kepada KPA dan pihak-pihak yang menghadiri rapat. Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu diputuskan, Pengawas Pekerjaan dapat memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak yang menghadiri rapat. Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan sedini mungkin Pengawas Pekerjaan atas peristiwa atau kondisi tertentu yang dapat

29. Rapat Pemantauan

29.2

29.3

30. Peringatan Dini

30.1

83

mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikkan Nilai Kontrak atau menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menyampaikan secara tertulis perkiraan dampak peristiwa atau kondisi tersebut di atas terhadap Nilai Kontrak dan Tanggal Penyelesaian. Pernyataan perkiraan ini harus sesegera mungkin disampaikan oleh penyedia. 30.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama dengan Pengawas Pekerjaan untuk mencegah atau mengurangi dampak peristiwa atau kondisi tersebut.

B.3

Penyelesaian Kontrak 31.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan pekerjaan. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, KPA menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah KPA. KPA menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari nilai kontrak, sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari nilai kontrak dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.

31. Serah Terima Pekerjaan

31.2

31.3

31.4

31.5

84

31.6

Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan akhir pekerjaan. KPA menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. KPA wajib melakukan pembayaran sisa nilai kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka KPA berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan.

31.7

31.8

31.9

31.10 Jika Hasil Pekerjaan berupa bangunan maka umur konstruksi bangunan ditetapkan dalam SSKK. 32. Pengambilalihan KPA akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan. 33.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada KPA tentang pedoman pengoperasian dan perawatan sesuai dengan SSKK. Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan perawatan, KPA berhak menahan uang retensi atau Jaminan Pemeliharaan.

33. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan

33.2

B.4

Adendum 34.1 34.2 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak. Perubahan Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi:

34. Perubahan Kontrak

melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh KPA secara tertulis kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal.4 . menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum kontrak.85 a.1 35. dan/atau d. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak. maka KPA bersama penyedia dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain : a. perubahan pelaksanaan pekerjaan dan/atau penyesuaian harga.2 35. 35. perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan. c. perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. mengurangi atau menambah jenis pekerjaan.3 Untuk kepentingan perubahan kontrak. PA/KPA dapat membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA.3 35. Perubahan Lingkup Pekerjaan 35. mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lokasi pekerjaan. perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak. b. c. Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal. 34. b.

bencana non alam. c. e.3 . Yang digolongkan Keadaan Kahar meliputi: a. Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat keadaan kahar. Perubahan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 36. d.5 B. perubahan disain. KPA dapat menugaskan Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan. dan/atau f. maka penyedia memberitahukan kepada KPA paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan 37. d.1 suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Keadaan Kahar 37.2 36. keadaan kahar. masalah yang timbul di luar kendali penyedia. bencana alam. b.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh KPA atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut: a. kebakaran. 36. Apabila terjadi Keadaan Kahar. Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam adendum kontrak. c. dan/atau e. bencana sosial. b.5 Keadaan Kahar 37. KPA dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan atas kontrak setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia. pekerjaan tambah.3 36. pemogokan.2 37.86 36. keterlambatan yang disebabkan oleh KPA. sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi. gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait.4 36.

2 .6 Penghentian dan Pemutusan Kontrak 38. biaya langsung demobilisasi Personil. Penggantian biaya ini harus diatur dalam suatu adendum Kontrak. dan selanjutnya menjadi hak milik KPA.4 Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar. Jika selama masa Keadaan Kahar KPA memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian. c. b. Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan. Pada saat terjadinya Keadaan Kahar. termasuk: a. dengan menyertakan pernyataan Keadaan Kahar dari pejabat yang berwenang.5 37.6 B.87 Kahar. biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi Hasil Pekerjaan Sementara dan Peralatan. Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai. Penghentian dan Pemutusan Kontrak 38. tidak dikenakan sanksi. maka KPA wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai. 38. 37. 37. Bahan dan Perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada KPA. biaya langsung pengadaan Bahan dan Perlengkapan untuk pekerjaan ini.1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat Keadaan Kahar yang dilaporkan paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Kahar. Dalam hal kontrak dihentikan.

Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan. b. pemutusan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: a. c. penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang. e.4 Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak KPA. penyedia selama Masa Kontrak gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh KPA. penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak dan KPA menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan. f. . d. dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari. pengaduan tentang penyimpangan prosedur. g.3 38. penyedia tidak mempertahankan keberlakuan Jaminan Pelaksanaan. j. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. h. i.88 38. penyedia berada dalam keadaan pailit. penyedia terbukti melakukan KKN. dan/atau k. KPA tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK. tidak memulai pelaksanaan pekerjaan.

mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.2 . Hak dan Kewajiban Para Pihak 40. melakukan KKN dan/atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan.5 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan penyedia: a. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia.1 Hak dan kewajiban KPA: a. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena KPA terlibat penyimpangan prosedur. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan Uang Muka dicairkan. Peninggalan Semua Bahan. Peralatan. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia. Hak dan Kewajiban Para Pihak Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh KPA dan penyedia dalam melaksanakan kontrak. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. dan d. maka KPA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. c.6 39. dan/atau d. 38. dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh KPA tanpa kewajiban perawatan. penyedia membayar denda. penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. b. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah 40. Jaminan Pelaksanaan dicairkan.89 38. Hasil Pekerjaan Sementara yang masih berada di lokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat kelalaian atau kesalahan penyedia. b. c. Perlengkapan. C. meliputi: 40. Pengambilan kembali semua peninggalan tersebut oleh penyedia hanya dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan KPA. Hak dan kewajiban penyedia: a.

41. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. bahan-bahan. penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam kontrak. 42. kewajiban. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari KPA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. Penyedia wajib melindungi KPA dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh penyedia. angkutan ke atau dari lapangan. d.90 b.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi. dan mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Penggunaan DokumenDokumen Kontrak dan Informasi Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain. membebaskan. Penanggungan dan Risiko . h. g. tanggung jawab. peralatan. misalnya spesifikasi teknis dan/atau gambar-gambar. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. e. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan KPA. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat. c. ditentukan dalam kontrak. 43. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada KPA. kecuali dengan ijin tertulis dari KPA. dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan. akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja. f. Hak Kekayaan Intelektual 43.

gugatan atau tuntutan hukum. Pada waktu pelaksanaan pekerjaan. Penyedia dan Subpenyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan Personilnya pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat KPA) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: a.4 44. Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan Personilnya untuk mematuhi peraturan keselamatan kerja. proses pemeriksaan hukum.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal.91 kehilangan. denda. Perlindungan Tenaga Kerja 44. Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia. c. semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini. kehilangan atau kerusakan harta benda. dan Personil. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia. penyedia beserta 43. sakit atau kematian Personil. kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian KPA.3 43. dan cidera tubuh. sakit atau kematian pihak ketiga. Subpenyedia (jika ada). kerugian.1 44. b. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam angka 43 ini.2 . 43. cidera tubuh.

Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan KPA 47. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan.1 Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: a.2 47. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam nilai kontrak. serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan. 46. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya. Pemeliharaan Lingkungan Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkahlangkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini. b. 44. Tanpa mengurangi kewajiban penyedia untuk melaporkan kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku. dan c.4 45. Asuransi 46.92 Personilnya dianggap telah membaca dan memahami peraturan keselamatan kerja tersebut. Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis KPA sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut: a.1 . pelaksanaan pekerjaan. kerusakan. 46. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. perlindungan terhadap kegagalan bangunan. 44.3 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan kepada setiap Personilnya (termasuk Personil Subpenyedia. penyedia akan melaporkan kepada KPA mengenai setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian. atas segala risiko terhadap kecelakaan. jika ada) perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai. serta risiko lain yang tidak dapat diduga. kehilangan.

d. e. d. apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil KPA. menggunakan spesifikasi dan gambar dalam angka 15 SSUK. jenis. c. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan kontrak untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan.4 . tindakan lain yang diatur dalam SSKK.93 atau Pengawas Pekerjaan b. 47. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. c. b. Laporan Hasil Pekerjaan 48. menunjuk Personil yang namanya tidak tercantum dalam Lampiran A SSKK. seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan. jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan. dan f. keadaan cuaca termasuk hujan. jumlah dan kondisi peralatan.3 48.1 48. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan. b. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi.2 48. penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya.2 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum melakukan tindakantindakan berikut: a. Laporan harian dibuat oleh penyedia. c. 48. mengubah atau memutakhirkan program mutu. mengubah Personil Inti dan/atau Peralatan. Laporan harian berisi: a. d. tindakan lain yang diatur dalam SSKK. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan.

6 48.1 Antara Penyedia dan Sub Penyedia 50. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. desain. Penyedia yang mempunyai harga Kontrak di atas Rp25. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama.000.5 Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur dalam Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh KPA.7 49.000.3 50. spesifikasi. Kerjasama 50. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan.4 . 50.00 (dua puluh lima miliar rupiah) wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil. Penyedia paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir Masa Kontrak berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut beserta daftar rinciannya kepada KPA. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut. Pembatasan (jika ada) mengenai penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur dalam SSKK. dan dokumen-dokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik KPA. laporan. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek. Kepemilikan Dokumen Semua rancangan. Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan.94 48. dokumentasi KPA membuat foto-foto pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan piranti lunak tersebut.2 50. gambar.000. 48.

Pembayaran Denda . membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas. antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya. KPA mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. Usaha Kecil dan koperasi kecil. Jika dipandang perlu. Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar. Penyedia Lain Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi kerja bersama-sama dengan penyedia yang lain (jika ada) dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. b. Keselamatan 54. KPA dapat memberikan jadwal kerja penyedia yang lain di lokasi kerja. dan d. dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut.1 Apabila penyedia yang ditunjuk adalah penyedia Usaha Mikro. Usaha Kecil dan Koperasi Kecil 51. Usaha Mikro. c. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia.3 52. maka dalam kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. Usaha Kecil dan koperasi kecil. maka dalam kontrak dimuat: a. Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan semua pihak di lokasi kerja. bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama. penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro.2 51. Usaha Kecil dan koperasi kecil. 53. Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam Kontrak ini. 51. maka penyedia dikenakan sanksi yang diatur dalam SSKK. Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia bukan Usaha Mikro.95 51.

2 55.8 55.96 55.3 55. atau b. Jaminan Uang Muka diberikan kepada KPA dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka. 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.6 55. Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) dan diganti dengan Jaminan Pemeliharaan atau menahan uang retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak. Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima 55. 5% (lima perseratus) dari nilai total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) bagi penawaran yang lebih kecil dari 80% (delapan puluh perseratus) HPS. Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan kontrak. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada KPA setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus).7 55.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada KPA selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sebelum dilakukan penandatanganan kontrak dengan besar: a. Masa berlakunya Jaminan Uang Muka sekurang-kurangnya sejak tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal penyerahan pertama pekerjaan (PHO). Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan.9 .5 55. Jaminan 55. Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima Hand pertama pekerjaan (Provisional Over/PHO).4 55.

2 Penggantian personil inti dan/atau peralatan tidak boleh dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis KPA. Personil inti berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pekerjaannya. KPA dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil inti dan/atau peralatan menurut kualifikasi yang dibutuhkan. atau c. Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan perlu dilakukan.97 pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO).7 . Personil dan/atau Peralatan Penyedia 56. Personil inti dapat sewaktu-waktu disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan di bawah sumpah. yang yang 56. Personil Inti dan/atau Peralatan 56. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya. Penggantian personil inti dilakukan oleh penyedia dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada KPA dengan melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja personil inti yang diusulkan beserta alasan penggantian. D.6 56. maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari personil inti dan/atau peralatan yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun. b. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik. Jika diperlukan oleh KPA. berkelakuan tidak baik.1 Personil inti dan/atau peralatan ditempatkan harus sesuai dengan tercantum dalam Dokumen Penawaran. Jika KPA menilai bahwa personil inti: a.4 56.3 56.5 56. maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan menjamin personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak diminta oleh KPA. 56.

98

E.

Kewajiban KPA KPA dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau kemudahan lainnya (jika ada) yang tercantum dalam SSKK untuk kelancaran pelaksanan pekerjaan ini. 58.1 Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: a. KPA mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia; c. KPA tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan; d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam kontrak; e. KPA menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan; f. KPA memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan; g. KPA memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh KPA; h. ketentuan lain dalam SSKK. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka KPA berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA, dapat

57. Fasilitas

58. Peristiwa Kompensasi

58.2

58.3

58.4

99

dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi. 58.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi.

F.

Pembayaran kepada Penyedia 59.1 KPA membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesar harga kontrak. Harga kontrak telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi yang meliputi juga biaya keselamatan dan kesehatan kerja.

59. Harga Kontrak

59.2

59.3

[Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum).]
Uang muka a. uang muka dibayar untuk membiayai mobilisasi peralatan, personil, pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok bahan/material dan persiapan teknis lain; b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar setelah penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka yang diterima; c. penyedia harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis kepada KPA disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak; d. KPA harus mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) untuk permohonan tersebut pada huruf c, paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Jaminan Uang Muka diterima; e. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank

60. Pembayaran

60.1

100

umum, perusahaan penjaminan, atau Perusahaan Asuransi Umum yang memiliki izin untuk menjual produk jaminan (suretyship) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan; f. pengembalian uang muka harus diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus). 60.2 Prestasi pekerjaan a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh KPA, dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan; 2) pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin atau pembayaran secara sekaligus, sesuai ketentuan dalam SSKK; 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan; 4) pembayaran harus dipotong angsuran uang muka, denda (apabila ada), pajak dan uang retensi; dan 5) untuk kontrak yang mempunyai sub kontrak, permintaan pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh sub penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan. b. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan; c. KPA dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM); d. bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. KPA dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi

Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia. apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum berfungsi. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data.3 Denda dan ganti rugi a. ganti rugi dan kompensasi kepada peserta dituangkan dalam adendum kontrak. Hari Kerja 61. pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh KPA. d. ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada KPA karena terjadinya cidera janji/wanprestasi. denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada penyedia. sesuai yang ditetapkan dalam SSKK. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masingmasing pekerja dan dapat diperiksa oleh KPA. Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani.101 sementara dengan mengesampingkan halhal yang sedang menjadi perselisihan. atau dapat diberikan kompensasi. e.2 61. g. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh KPA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar. Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan. 61. 60. apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan dapat berfungsi. c. pembayaran denda dan/atau ganti rugi diperhitungkan dalam pembayaran prestasi pekerjaan. besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan adalah: 1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga bagian kontrak yang belum dikerjakan.1 61. b. f. atau 2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga kontrak.3 .

1 [Harga yang tercantum dalam kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku.102 62. Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu. Penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak 64. KPA berdasarkan hasil penelitian tagihan oleh Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran terakhir selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang diterima oleh Pengawas Pekerjaan.3 63. 62.2 63. Perhitungan Akhir 62. Sebelum pembayaran terakhir dilakukan. KPA dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya. termasuk penyerahan setiap Hasil Pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. penyedia berkewajiban untuk menyerahkan kepada Pengawas Pekerjaan rincian perhitungan nilai tagihan terakhir yang jatuh tempo.2 .1 63. Penangguhan 63. Jika dipandang perlu oleh KPA.2 63. [Penyesuaian Harga (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak 64. disertai alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut. KPA secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang penangguhan hak pembayaran.4 64. Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau kelalaian penyedia. penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada penyedia.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan berita acara penyerahan awal berdasarkan telah ditandatangani oleh kedua belah Pihak.

Bn.. b. a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead.Bn/Bo+c. bahan. ditetapkan dengan rumus sebagai berikut: Hn = Ho (a+b. Kontrak yang terlambat pelaksanaannya disebabkan oleh kesalahan Penyedia diberlakukan penyesuaian harga berdasarkan indeks harga terendah antara jadwal awal dengan jadwal realisasi pekerjaan. dsb.3 Tahun Jamak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan pekerjaan. Penyesuaian Harga Satuan. Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/adendum kontrak. kecuali komponen keuntungan dan biaya operasional sebagaimana tercantum dalam penawaran.Cn/Co+d.. Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata pembayaran.. Penjumlahan a+b+c+d+.. Ho = Harga Satuan pada saat harga penawaran.Dn/Do+.dst adalah 1.00. Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran komponen keuntungan dan overhead maka a = 0. d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja.) Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan..103 Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum)] 64. c..7 64. Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan dilaksanakan (mulai bulan 64.4 64.. alat kerja.15. menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut.6 64. Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai akibat adanya adendum kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke13 (tiga belas) sejak adendum kontrak tersebut ditandatangani.5 64. Cn.8 . Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang berasal dari luar negeri.

Penilaian Pekerjaan Sementara oleh KPA .1 KPA dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.12 Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut: Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+. V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan. Co. Do = Indeks harga komponen pada bulan ke-12 setelah penandatanganan kontrak. digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis.. Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan penyesuaian Harga Satuan. dst Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga Satuan. 66. 64. Bo.. 64.104 ke-13 setelah penandatanganan kontrak).13 Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh KPA. apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data. Pengawasan Mutu 65.9 Penetapan koefisien bahan. KPA dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.11 Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS.] G.14 Penyedia dapat mengajukan secara berkala selambat-lambatnya setiap 6 (enam) bulan. Apabila diperlukan. tenaga kerja dan alat kerja ditetapkan dalam SSKK.. 64. Pengawasan dan Pemeriksaan KPA berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.10 Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS. 66. 64. 64. 64.

3 . 69.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan kemajuan fisik pekerjaan. serta menguji Hasil Pekerjaan yang dianggap oleh KPA atau Pengawas Pekerjaan mengandung Cacat Mutu. berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan. Perbaikan Cacat Mutu 69. Penyedia segera setelah menerima klaim KPA secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan tersebut.105 66. Pengujian 69. penyedia berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan. Cacat Mutu KPA atau Pengawas Pekerjaan akan memeriksa setiap Hasil Pekerjaan dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan. dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. KPA dapat memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran atas tagihan penyedia yang jatuh tempo (jika ada) atau uang retensi atau pencairan Surat Jaminan 68. berhak untuk secara langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh KPA melakukan perbaikan tersebut. Jika KPA atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar. Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan. Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut.1 KPA atau Pengawas Pekerjaan akan menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada penyedia segera setelah ditemukan Cacat Mutu tersebut. KPA atau Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi. Jika penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka KPA. 67.2 69.

Jika Hasil Pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK berupa bangunan maka KPA dan/atau penyedia terhitung sejak tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir bertanggung jawab atas kegagalan bangunan sesuai dengan kesalahan masingmasing selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan ini selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.3 70. dan cidera tubuh. Kegagalan Bangunan 70. tanggung jawab. gugatan atau tuntutan hukum. 69.4 H. proses pemeriksaan hukum.4 KPA dapat mengenakan Denda Keterlambatan untuk setiap keterlambatan perbaikan Cacat Mutu. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. Penyelesaian Perselisihan 71. membebaskan. Penyedia berkewajiban untuk melindungi. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan penyedia dalam angka 70 ini. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian KPA) sehubungan dengan klaim kehilangan atau kerusakan harta benda. 70.106 Pemeliharaan atau jika tidak ada maka biaya penggantian akan diperhitungkan sebagai utang penyedia kepada KPA yang telah jatuh tempo. Penyelesaian Perselisihan 71. denda.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai . kewajiban. kehilangan. sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari kegagalan bangunan. dan mendaftarhitamkan penyedia.2 70. kerugian.1 70.

2 .2 Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam Kontrak dapat dilakukan melalui musyawarah. salah satu pihak merasa dirugikan.1 76. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Itikad Baik 76. 71. Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak. mediasi. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. Apabila selama kontrak. arbitrase. 72.107 semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini.

SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) A. Gambar ”As built” dan/atau pedoman pengoperasian dan perawatan harus diserahkan selambat-lambatnya: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun setelah tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan awal.108 BAB XI. Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut: Satuan Kerja KPA: Nama: __________ Alamat: __________ Website: __________ Email: __________ Faksimili: __________ Penyedia: Nama: Alamat: Email: Faksimili: B. Jaminan dicairkan dan disetorkan pada _______ [Kas F. Pencairan Jaminan Negara/Kas Daerah] . Tanggal Berlaku Kontrak D. Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP oleh KPA untuk pembayaran tagihan angsuran adalah ______ hari kalender terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang yang tidak diperselisihkan diterima oleh KPA. ________ Masa Pemeliharaan (bulan/tahun) berlaku selama: __________ Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki umur konstruksi: ____ (__________) tahun sejak tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan akhir. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan G. Umur Konstruksi Kontrak mulai berlaku sejak: ________ s.d. Masa Pemeliharaan E. Wakil Sah Para Pihak __________ __________ __________ __________ __________ Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut: Untuk KPA: Untuk Penyedia: __________ __________ C. Pembayaran Tagihan H.

di atas Telah membuka NPWP lokasi Bojonegoro (bagi penyedia jasa dari luar bojonegoro) 2.109 I. Kepemilikan Dokumen Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari Pekerjaan Konstruksi ini dengan pembatasan sebagai berikut: __________ KPA akan memberikan fasilitas berupa : _________________ Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ini dibiayai dari __________________ [APBN/APBD] Pekerjaan Konstruksi ini dapat diberikan uang muka (YA/TIDAK). Pembayaran Uang Muka [jika ”YA”] Uang muka diberikan sebesar __% (________ persen) dari Nilai Kontrak N. Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan KPA atau Pengawas Pekerjaan Tindakan lain oleh Penyedia yang persetujuan KPA adalah: __________ memerlukan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan Pengawas Pekerjaan adalah: __________ J. Sumber Pembiayaan M. K. Penyesuaian Harga Untuk Penyesuaian Harga digunakan indeks yang dikeluarkan oleh _________ [BPS/Instansi Teknis Lainnya] Perhitungan Penyesuaian Harga dilakukan dengan ketentuan: ______________________________________ . Telah melunasi pembayaran retribusi cetak peta Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan: __________ O. Pembayaran Prestasi Pekerjaan Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara: Termin Pembayaran berdasarkan cara tersebut dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Fasilitas L.

yang keputusannya mengikat kedua belah pihak yang bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir. Penyelesaian Perselisihan Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak menetapkan lembaga penyelesaian perselisihan tersebut di bawah sebagai Pemutus Sengketa: [Pengadilan Republik Indonesia yang berkompeten/Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)] [Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus Sengketa maka cantumkan klausul arbitrase berikut tepat di bawah pilihan yang dibuat di atas: “Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini. Masing-masing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih arbitrator ketiga yang akan bertindak sebagai pimpinan arbitrator.”] .110 P. Para Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang. akan diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI. Denda Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu) dari [harga kontrak/harga bagian kontrak yang belum dikerjakan] Q.

dan jumlah orang bulan] .Peralatan yang digunakan: [cantumkan jenis peralatan khusus yang .Subpenyedia yang ditunjuk: [cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut uraian personilnya seperti uraian personil Penyedia di atas] disyaratkan untuk pelaksanaan pekerjaan] . uraian detil tanggung jawab kerja. Subpenyedia dan Peralatan . minimum kualifikasi.Personil Inti yang ditugaskan: [cantumkan nama.111 Lampiran A – Syarat-Syarat Khusus Kontrak Personil Inti.

112 BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR Keterangan Pokja ULP menguraikan Spesifikasi Teknis dan Gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. .

6. laba. dengan ketentuan volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan dan harga satuan tidak boleh diubah. Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK). Jika Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar Kuantitas dan Harga. overhead dan semua risiko. perawatan. Spesifikasi Teknis dan Gambar. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA Keterangan (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum) 1. bahan-bahan. dan kewajiban yang diatur dalam Kontrak. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup semua biaya pekerjaan. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP). pengawasan. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan berdasarkan kuantitas pekerjaan aktual yang dimintakan dan dikerjakan sebagaimana diukur oleh Penyedia dan diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (KPA). 5. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran. pajak. tanggung jawab. dan jika mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait. serta dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. keuntungan. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut: atas kesalahan 2. asuransi. terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. dan (b) jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan maka dilakukan pembetulan. 3. 4. . Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran.113 BAB XIII. (a) jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf pada Surat Penawaran maka yang dicatat nilai dalam huruf. personil. bea.

. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) [kop surat K/L/D/I] Nomor : __________ Lampiran : __________ Kepada Yth. ____________ [Pokja ULP] .. Kegagalan Anda untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Anda. ____________ [APIP K/L/D/I] 3. __________ Tembusan Yth.. __________ di __________ Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan __________ _________________________________________ Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor __________ tanggal __________ perihal __________ dengan [nilai penawaran/penawaran terkoreksi] sebesar Rp_____________ (____________________) kami nyatakan diterima/disetujui. ____________ [PA/KPA K/L/D/I] 2. : 1. Satuan Kerja __________ Pejabat Pembuat Komitmen __________.114 BAB XIV... akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No. Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dan menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ.. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa. __ __________ 20__ [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP. BENTUK DOKUMEN LAIN A.. dst ..

4. Tanggal mulai kerja: __________. bersama ini memerintahkan: _______________ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi] _______________ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi] yang dalam hal ini diwakili oleh: __________ selanjutnya disebut sebagai Penyedia. Denda: Terhadap setiap hari keterlambatan pelaksanaan/penyelesaian pekerjaan Penyedia akan dikenakan Denda Keterlambatan sebesar 1/1000 . Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak. berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal __________. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal __________ 5.115 B. untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1. Macam pekerjaan: __________. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) [kop surat satuan kerja K/L/D/I] SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) Nomor: __________ Paket Pekerjaan: __________ Yang bertanda tangan di bawah ini: _______________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen] _______________ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen] _______________ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. 2. 3.

__ __________ 20__ Untuk dan atas nama __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP: __________ Menerima dan menyetujui: Untuk dan atas nama __________ [tanda tangan] [nama lengkap wakil sah badan usaha] [jabatan] .116 (satu per seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai Kontrak sebelum PPN sesuai dengan Syarat-Syarat Umum Kontrak. __________.

117 C. ______________ tanggal _________________.d. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. dari tanggal _____________________ s. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN Jaminan Sanggahan Banding dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN SANGGAHAN BANDING No. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar dari ______________ [Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi Lain] paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. sanggahan banding yang diajukan oleh YANG DIJAMIN dinyatakan tidak benar. apabila: Nama : _____________________________ [peserta pelelangan] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. . Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. ____________________ 2. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [Pokja ULP] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding atas pekerjaan ______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No.

Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. 6.6000. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa “Sanggahan Banding tidak benar dan pengenaan sanksi akibat Sanggahan Banding yang diajukan oleh Yang Dijamin tidak benar”. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp.118 3. 4. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. 5. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.00 Untuk keyakinan.

Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin. b. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _______________________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pelaksanaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1.d. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. . ____________________ 2.119 Jaminan Pelaksanaan dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PELAKSANAAN No. dari tanggal _____________________ s. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa: a. ________________ tanggal _________________. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender.

4. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] ________________ [Nama dan Jabatan] .00 Untuk keyakinan.120 3. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. 6. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. 5.6000.

selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. Dengan ini dinyatakan. 5. Maka kami. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. selanjutnya disebut TERJAMIN. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.121 Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PELAKSANAAN Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. b. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan __________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. 3. bahwa kami: _____________________ [nama]. _______________ tanggal ________________untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan ______________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. Jaminan ini berlaku apabila: a. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. 6. .

Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Materai Rp.122 7.00 _____________________ [Nama dan Jabatan] Untuk keyakinan. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] __________________ [Nama dan Jabatan] . Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.6000.

apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan.d. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja . namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. ________________ tanggal __________________. dari tanggal _____________________ s. 3. Yang Dijamin lalai/tidak memenuhi kewajibannya dalam melakukan pembayaran kembali kepada Penerima Jaminan atas uang muka yang diterimanya.123 Jaminan Uang Muka dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN UANG MUKA No. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. ____________________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Uang Muka atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No.

Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. 6. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 5.124 4.6000. tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.00 Untuk keyakinan. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp.

_____________ [alamat] sebagai Penyedia. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. . Maka kami. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan _______________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No. 6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. bahwa kami: _____________________ [nama]. 5. Dengan ini dinyatakan. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar menurut Dokumen Kontrak. selanjutnya disebut TERJAMIN. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. _______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA JAMINAN. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan.125 Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN UANG MUKA Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. 3. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2.

00 _____________________ [Nama dan Jabatan] Untuk keyakinan. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] __________________ [Nama dan Jabatan] .126 7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.6000. Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Materai Rp.

3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan . Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1.127 Jaminan Pemeliharaan dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PEMELIHARAAN No. _______________ tanggal ________________. ____________________ 2. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pemeliharaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa: Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. dari tanggal _____________________ s.d. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan.

00 Untuk keyakinan.128 4. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 6.6000. 5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain.

PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. bahwa kami: _____________________ [nama]. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA].129 Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PEMELIHARAAN Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. 6. Dengan ini dinyatakan. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. Untuk keyakinan. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4.6000. 5. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. 3. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ PENJAMIN Materai Rp. Maka kami. 7. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan _________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No.00 TERJAMIN _____________________ [Nama & Jabatan] __________________ [Nama & Jabatan] . Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. _______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA JAMINAN. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. selanjutnya disebut TERJAMIN. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful