Republik Indonesia

Dokumen Pengadaan Secara Elektronik

Pengadaan Pekerjaan Konstruksi
- Metoda Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi -

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

D O K U M EN P EN GADA A N
NOMOR : 050/023/412.34/POKJA-KONST/ULP-BJN/2012 TANGGAL : 03 Februari 2012

untuk Pengadaan Pekerjaan : Rehabilitasi Gedung Serbaguna

Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan: Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran: 2012

i

Daftar Isi
BAB I. UMUM1 BAB II. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI3 BAB III. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) 4 BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) BAB VI. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI BAB IX. BENTUK KONTRAK BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) BAB XI. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) BAB XII. SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR BAB XIII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN

.TKDN .HPS . istilah dan singkatan sebagai berikut: . : Pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan.LDP . Dokumen Pengadaan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.SPPBJ .Kemitraan/ Kerja Sama Operasi (KSO) : kerja sama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak mempunyai hak.SPMK . Dalam dokumen ini dipergunakan pengertian. : Layanan Pengadaan Secara Elektronik adalah unit kerja K/L/D/I yang dibentuk untuk menyelenggarakan sistem pelayanan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik.BAPL .1 BAB I. . . UMUM A.LPSE : Lembar Data Pemilihan. . : Kelompok Kerja ULP yang berfungsi untuk melaksanakan Pengadaan Barang/Jasa. : Harga Evaluasi Akhir. kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis. : Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa.Pekerjaan Konstruksi : seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.LDK . : Surat Perintah Mulai Kerja : Tingkat Komponen Dalam Negeri.Pokja ULP .KPA .HEA : Harga Perkiraan Sendiri. : Lembar Data Kualifikasi. B. : Berita Acara Penjelasan Lanjutan.

.2 . C. Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP.Aplikasi SPSE : Aplikasi perangkat lunak Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) berbasis web yang terpasang di server LPSE yang dapat diakses melalui website LPSE. D. Pelelangan Umum ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha atau kemitraan/KSO serta perorangan.

600.34/POKJA-KONSTR/ULP-BJN/2012 Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket pekerjaan konstruksi secara elektronik sebagai berikut: 1. Paket Pekerjaan Nama paket pekerjaan Lingkup pekerjaan Nilai total HPS Sumber pendanaan : Rehabilitasi Gedung Serbaguna : Dinas Pekerjaan Umum Kab. Pelaksanaan Pengadaan Pengadaan ini dilaksanakan secara elektronik. PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI UNIT LAYANAN PENGADAAN KABUPATEN BOJONEGORO KELOMPOK KERJA PENGADAAN JASA KONSTRUKSI Jalan Lettu Soeyitno no. Sub bidang Bangunanbangunan Non Perumahan Lainnya. dengan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik ( SPSE ) pada alamat website LPSE : http://LPSE.000. Bojonegoro.Bojonegorokab.( Delapan Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Enam Ratus Ribu Rupiah ) : APBD Tahun Anggaran 2012 2. Dokumen Pengadaan diambil dalam bentuk softcopy melalui aplikasi SPSE./Fax (0353) 881447 BOJONEGORO PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI Nomor: 050/024/412. Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian.3 BAB II. Bojonegoro : Rp 898.. Jadwal Pelaksanaan Pengadaan Dapat dilihat pada website LPSE 5. 39 Telp.net 4. Kualifikasi Usaha Kecil 3. 03 Februari 2012 Pokja ULP . Persyaratan Peserta Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia yang teregistrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik ( LPSE ) dan memenuhi persyaratan untuk Penyedia Pekerjaan Konstruksi Bidang Arsitektural .

Nama paket dan lingkup pekerjaan sebagaimana tercantum dalam LDP. berdasarkan syarat umum dan syarat khusus kontrak dengan mutu sesuai spesifikasi teknis dan harga sesuai kontrak. Dalam hal peserta akan atau sedang melakukan kemitraan/KSO. INSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) A. kemitraan/KSO atau peserta perorangan yang memenuhi kualifikasi.2 3. 1. Peserta kemitraan/KSO dilarang untuk 3.3 . Pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP.1 Pelelangan Umum penyedia pekerjaan konstruksi ini terbuka dan dapat diikuti oleh semua peserta yang berbentuk badan usaha.2 1.1 2. maka proses pengadaan yang telah dilakukan batal demi hukum dan peserta pelelangan tidak dapat menuntut ganti rugi dalam bentuk apapun. Umum 1. Lingkup Pekerjaan 1. baik dengan perusahaan nasional maupun asing maka peserta harus memiliki Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi yang memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut.2 3. Sumber Dana 2.4 BAB III. Peserta Pelelangan Umum 3.1 Pokja ULP mengumumkan kepada para peserta untuk menyampaikan penawaran atas paket pekerjaan konstruksi sebagaimana tercantum dalam LDP.3 2. Apabila dalam dokumen anggaran yang telah disahkan (DIPA/DIPDA 2012) dananya tidak tersedia atau tidak cukup tersedia yang akan dilampauinya batas anggaran yang tersedia untuk kegiatan tersebut. Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.

dan/atau peraturan perundang-undangan. c. sanksi administratif. Peran ganda sebagaimana dimaksud angka 5. melakukan persekongkolan dengan peserta lain untuk mengatur hasil Pelelangan Umum. Peserta yang menurut penilaian Pokja ULP terbukti melakukan tindakan sebagaimana dimaksud dalam angka 4.1 dikenakan sanksi sebagai berikut: a.5 mengubah Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi. untuk memenuhi keinginan peserta yang bertentangan dengan Dokumen Pengadaan.2 . c. pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang. seperti digugurkan dari proses Pelelangan Umum atau pembatalan penetapan pemenang. dan/atau d. berusaha mempengaruhi anggota Pokja ULP dalam bentuk dan cara apapun.2 4.1 antara lain meliputi: 4. Kolusi. Pengenaan sanksi dilaporkan oleh Pokja ULP kepada PA. Para pihak dalam melaksanakan tugas. 4. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam.3 5. b. fungsi dan perannya. b. dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4. Larangan Pertentangan Kepentingan 5. gugatan secara perdata. membuat dan/atau menyampaikan dokumen dan/atau keterangan lain yang tidak benar untuk memenuhi persyaratan dalam Dokumen Pengadaan ini. dilarang memiliki/melakukan peran ganda atau terafiliasi.1 5. sehingga mengurangi/menghambat/memperkecil/ meniadakan persaingan yang sehat dan/atau merugikan pihak lain. Larangan Korupsi.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan ini berkewajiban untuk mematuhi etika pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut: a.

maupun antara peserta dengan KPA dan/atau anggota Pokja ULP yang antara lain meliputi: a. kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Terima Jadi (turn key contract) atau Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi. baik antar peserta. baik secara horizontal maupun vertikal. pengurus koperasi pegawai dalam suatu K/L/D/I atau anak perusahaan pada BUMN/BUMD yang mengikuti Pengadaan dan bersaing dengan perusahaan lainnya. KPA dan/atau anggota Pokja ULP. c. c. 5.4 . 5.6 a. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan pengawas menjadi Penyedia Pekerjaan Konstruksi untuk pekerjaan fisik yang diawasi. d. b. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan. Pegawai K/L/D/I dilarang menjadi peserta kecuali cuti diluar tanggungan K/L/D/I. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai dengan derajat kedua.1 adalah keterkaitan hubungan. Penyedia yang telah ditunjuk sebagai konsultan perencana menjadi Penyedia Pekerjaan Konstruksi atau menjadi konsultan pengawas untuk pekerjaan fisik yang direncanakannya. Seorang anggota Direksi atau Dewan Komisaris suatu Badan Usaha tidak boleh merangkap sebagai anggota Direksi atau Dewan Komisaris pada Badan Usaha lainnya yang menjadi peserta pada Pelelangan yang sama.3 Afiliasi sebagaimana dimaksud angka 5. kecuali dalam pelaksanaan Kontrak Terima Jadi (turn key contract) atau Kontrak Pengadaan Pekerjaan Terintegrasi. baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih dari 50% (lima puluh perseratus) pemegang saham dan/atau salah satu pengurusnya sama. merangkap sebagai anggota Pokja ULP atau pejabat yang berwenang menetapkan pemenang Pelelangan. baik langsung maupun tidak langsung mengendalikan atau menjalankan perusahaan peserta. b.

c. untuk pekerjaan diatas Rp5. komponen berupa bahan baku belum diproduksi di dalam negeri dan/atau spesifikasi teknis bahan baku yang diproduksi di dalam negeri belum memenuhi persyaratan. dan pemeliharaan. pabrikasi. penawaran peserta diberikan preferensi harga.00 (lima miliar rupiah) dan TKDN diatas 25% (dua puluh lima perseratus).000.1 Produksi Dalam Negeri 6. seperti jasa asuransi. b. pekerjaan pemasangan. pemilahan atau pembagian komponen harus benar-benar mencerminkan bagian atau komponen yang telah dapat diproduksi di dalam negeri dan bagian atau komponen yang masih harus diimpor. 6. peserta diwajibkan membuat daftar Barang yang diimpor yang dilengkapi dengan spesifikasi teknis. dan perangkat lunak yang tidak berasal dari dalam negeri (impor) dengan ketentuan: a.000. Pendayagunaan 6.3 [Atas penggunaan produksi dalam negeri. perbankan. disusun berdasarkan keperluan yang nyata. tenaga ahli. ekspedisi. e. angkutan. pengujian dan lainnya sedapat mungkin dilakukan di dalam negeri. jumlah dan harga yang dilampirkan pada Dokumen Penawaran.000.] . dan f. d. Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi dimungkinkan menggunakan bahan baku. dan diusahakan secara terencana untuk semaksimal mungkin terjadinya alih pengalaman/keahlian dari tenaga ahli asing tersebut ke tenaga Indonesia. semaksimal mungkin menggunakan jasa pelayanan yang ada di dalam negeri. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan semata-mata untuk mencukupi kebutuhan jenis keahlian yang belum dapat diperoleh di Indonesia.2 Peserta berkewajiban untuk menyampaikan penawaran yang mengutamakan pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan di Indonesia oleh tenaga Indonesia (produksi dalam negeri).7 6.

Umum b. f. 7. Syarat-Syarat Umum Kontrak. 2) Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO). Spesifikasi Teknis. Bentuk Surat Perjanjian. d. KAK dan/atau Gambar. baik atas nama sendiri maupun sebagai anggota kemitraan/KSO hanya boleh memasukkan satu penawaran untuk satu paket pekerjaan. Isi Dokumen Pengadaan 8. Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi.8 7.2 B.1 Tiap Peserta Setiap peserta. 6) Jaminan Pemeliharaan. 3) Dokumen Penawaran Teknis. Dokumen Pengadaan 8. b. Bentuk Dokumen Penawaran: 1) Surat Penawaran. Lembar Data Kualifikasi.2 Dokumen Pengadaan terdiri dari Dokumen Pemilihan dan Dokumen Kualifikasi. Daftar Kuantitas dan Harga.1 8. k. Lembar Data Pemilihan. 3) Jaminan Sanggahan Banding. 2) SPMK. Pakta Integritas [jika berbentuk Kemitraan/KSO]. 4) Jaminan Pelaksanaan. i. 5) Jaminan Uang Muka. Dokumen Pemilihan meliputi: a. h. g. Isi Dokumen Kualifikasi meliputi: a. Setiap peserta yang termasuk dalam kemitraan/KSO dilarang menjadi peserta baik secara sendiri maupun sebagai anggota kemitraan/KSO yang lain pada paket pekerjaan yang sama. c. c. j. e. Instruksi Kepada Peserta. Bentuk Dokumen Lain: 1) SPPBJ. 5) Jaminan Penawaran. Tata Cara Evaluasi Kualifikasi. Satu Penawaran 7. d. Pengumuman Pelelangan. Syarat-Syarat Khusus Kontrak. 4) Formulir Rekapitulasi Perhitungan TKDN. 8.3 .

Seluruh pertanyaan dari peserta dan jawaban dari Pokja ULP dimuat dalam aplikasi SPSE.7 . maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan. Dalam pemberian penjelasan. Bahasa Dokumen Pengadaan 10. gambar dan/atau nilai HPS harus 10. namun cukup memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan.1 Pemberian penjelasan dilakukan secara online melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal dalam aplikasi SPSE. Jika dilaksanakan peninjauan lapangan dapat dibuat Berita Acara Penjelasan Lanjutan (BAPL) yang diunggah dalam website LPSE dan dapat dilihat melalui aplikasi SPSE. Pokja ULP tidak diwajibkan memberikan penjelasan mengenai Dokumen Pengadaan. Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan beserta seluruh korespondensi tertulis dalam proses pengadaan menggunakan Bahasa Indonesia.4 Peserta berkewajiban memeriksa keseluruhan isi Dokumen Pengadaan ini. Pokja ULP melalui Aanwijzer atau tim teknis yang ditunjuk. Apabila dipandang perlu. 9. 10.3 10. Apabila terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung. dapat memberikan penjelasan lanjutan dengan cara melakukan peninjauan lapangan.2 10.4 10. Kelalaian menyampaikan Dokumen Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya merupakan risiko peserta. Perubahan rancangan kontrak dan spesifikasi teknis. Biaya peninjauan lapangan ditanggung oleh peserta.5 10.6 10. Ketidakikutsertaan peserta pada saat pemberian penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/menggugurkan penawaran.9 8.

. Apabila Adendum Dokumen Pengadaan dilakukan kurang dari 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran. 10. Pokja ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen Pengadaan. Setelah Pemberian Penjelasan dan sebelum batas akhir waktu pemasukan penawaran. Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengunduh Adendum Dokumen Pengadaan yang diunggah Pokja ULP pada aplikasi SPSE.4 12.9 11.3 11. Perubahan Dokumen Pengadaan 11.10 mendapatkan persetujuan KPA sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan. Adendum Dokumen Pengadaan paling lambat diumumkan 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penawaran. maka ketentuan baru atau perubahan tersebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang berlaku adalah Dokumen Pengadaan awal.2 11. 10.1 11. .8 Apabila ketentuan baru atau perubahan penting tersebut tidak dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan. maka Pokja ULP wajib mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran. Peserta diberitahu secara elektronik oleh Pokja ULP untuk mengunduh Adendum Dokumen Pengadaan yang diunggah Pokja ULP pada aplikasi SPSE. Perubahan Waktu Pokja ULP dapat melakukan perubahan waktu pada setiap tahapan lelang dengan menyertakan alasan perubahan. berdasarkan informasi baru yang mempengaruhi substansi Dokumen Pengadaan. Setiap Adendum yang ditetapkan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Dokumen Pengadaan.

2) masa berlaku penawaran. Dokumen penunjang yang berbahasa asing perlu disertai penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Penyiapan Dokumen Penawaran 13. . Dokumen Penawaran Dokumen Penawaran. 1) tanggal. harus 14. e.(apabila ada) 7) Formulir Pra RK3K f. hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran asli. dokumen isian kualifikasi.1 14.1 13. hasil pemindaian (scan) surat perjanjian kemitraan/kerja sama operasi (apabila ada). 4) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.2 Peserta menanggung semua biaya dalam penyiapan dan penyampaian penawaran. komposisi dan jumlah peralatan. formulir rekapitulasi perhitungan TKDN. kapasitas. 3) jenis. 2) jadwal waktu pelaksanaan. dan b. hasil pemindaian (scan) Sertifikat Keterampilan (SKT)/Sertifikat Keahlian (SKA) bagi penanggungjawab teknis g. c. 4) spesifikasi teknis. Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas kerugian apapun yang ditanggung oleh peserta. dokumen penawaran teknis: 1) metode pelaksanaan. h. 5) daftar personil inti. 3) harga penawaran.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan Dokumen Penawaran dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asing. maka yang berlaku adalah penjelasan dalam Bahasa Indonesia. daftar kuantitas dan harga d. Biaya dalam Penyiapan Penawaran 13. surat penawaran yang didalamnya mencantumkan. Bahasa Penawaran 14. 14. Semua Dokumen Penawaran menggunakan Bahasa Indonesia. 6) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan. Dalam hal terjadi perbedaan penafsiran.11 C. meliputi: a.3 15.

3 Biaya overhead dan keuntungan serta semua pajak.2 18. sebelum akhir masa berlakunya penawaran. Pokja ULP dapat meminta kepada seluruh peserta secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam .4 [Untuk kontrak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan. 16. 16.2 Apabila evaluasi belum selesai dilaksanakan. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 17.12 16. Harga Penawaran 16. sebagaimana 17. peserta mencantumkan harga satuan untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.] [Untuk kontrak lump sum. apabila dipersyaratkan.1 Harga penawaran ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf.2 [Untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum.1 17.1 18.. Semua harga dalam penawaran harus dalam bentuk mata uang sebagaimana tercantum dalam LDP. dan pungutan lain yang sah serta biaya asuransi yang harus dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan paket pekerjaan konstruksi ini diperhitungkan dalam total harga penawaran. Pembayaran atas pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan cara sebagaimana tercantum dalam LDP dan diuraikan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak. Masa Berlaku Penawaran dan Jangka Waktu Pelaksanaan 18. Jika harga satuan ditulis nol atau tidak dicantumkan maka pekerjaan dalam mata pembayaran tersebut dianggap telah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan. peserta mencantumkan harga satuan dan harga total untuk tiap mata pembayaran/pekerjaan dalam Daftar Kuantitas dan Harga. retribusi. bea. Masa berlaku penawaran tercantum dalam LDP.] 16. penyesuaian harga diberlakukan sebagaimana diatur dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak].

rhs). dan nepotisme (KKN).3 disampaikan dengan cara dipindai (scan).2 . bentuk 18.3 Peserta dapat: a.4 19. Pakta Integritas Dokumen Penawaran disampaikan dalam softcopy berupa file yang telah dienkripsi. Pakta Integritas dan Data Kualifikasi dianggap telah disetujui dan ditandatangani oleh peserta pengadaan. menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran. Peserta Pengadaan dapat menyampaikan konfirmasi secara elektronik melalui e-mail. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.2 20. 18. b. Peserta berkewajiban untuk menyetujui Pakta Integritas dan mengisi Isian Data Kualifikasi dalam aplikasi SPSE.13 jangka waktu tertentu. Konfirmasi perpanjangan dapat dilakukan secara elektronik. Dengan mendaftar sebagai peserta lelang pada suatu paket pekerjaan melalui aplikasi SPSE. Bentuk Dokumen Penawaran 20. maka peserta dianggap telah menandatangani Pakta Integritas. Pakta integritas sebagaimana dimaksud angka 20. menolak permintaan tersebut dan dapat mengundurkan diri secara tertulis dengan tidak dikenakan sanksi.1 Pakta Integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan dan akan melaporkan terjadinya kolusi. Dalam hal penyedia melakukan kemitraan/KSO maka Pakta Integritas ditandatangani oleh seluruh perusahaan yang bermitra dan dimasukkan dalam dokumen penawaran (*.3 20. korupsi.1 Dokumen Isian Kualifikasi 21. Pengisian 21. 20.4 21. 20.

Jaminan Penawaran 22. Jaminan Penawaran dari peserta yang tidak ditetapkan sebagai pemenang lelang akan 22. i. b.3 22. g. nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan pelelangan. d. Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a.2 22.14 22. h. Jaminan Penawaran asli disampaikan melalui pos tercatat/jasa pengiriman kepada Pokja ULP dan sudah harus diterima sebelum batas akhir pemasukan penawaran. nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran. Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja.4 22. besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai nominal sebagaimana tercantum dalam LDP. e.1 Peserta menyerahkan Jaminan Penawaran dalam mata uang penawaran sebagaimana tercantum dalam LDP.5 . perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. c. Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. Jaminan Penawaran dari pemenang lelang akan dikembalikan setelah pemenang lelang menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan/KSO. diterbitkan oleh Bank Umum. f. setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan. besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan.

3 23. Dokumen penawaran terdiri dari: a.rhs) hanya melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang ditetapkan.2 . Peserta wajib mengetahui dan mengikuti ketentuan penggunaan APENDO yang tersedia pada aplikasi APENDO.1 24. dan d. b. Penawaran administrasi. Dokumen Isian Kualifikasi. Penyampulan 23. Pertama-tama. c.15 dikembalikan setelah pengumuman pemenang lelang. Peserta menyampaikan Dokumen Penawaran kepada Pokja ULP dengan ketentuan: a. b. 23. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri atau gagal tanda tangan kontrak. b. c. atau d. peserta terlibat KKN. Penyampaian Dokumen Penawaran 24.2 Penyampulan Dokumen Penawaran dengan menggunakan metode 1 (satu) file. D. tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi kualifikasi dengan alasan yang tidak dapat diterima. Penawaran teknis.4 File disandikan dengan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO). 22. Penawaran harga. mengirimkan dokumen isian kualifikasi melalui aplikasi SPSE. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 tidak bersedia menambah nilai Jaminan Pelaksanaan dalam hal harga penawarannya di bawah 80% HPS. Dilanjutkan dengan mengunggah file penawaran terenkripsi (*.6 Jaminan Penawaran akan disita apabila: a.1 dan Penandaan Sampul Penawaran 23. Peserta dapat mengirim dokumen isian kualifikasi dan mengunggah file penawaran 24. Pemasukan Dokumen Penawaran 23. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 setelah dilakukan evaluasi.

Penawaran masuk adalah dokumen penawaran yang berhasil dibuka dan lengkap sebagaimana dalam angka 23.5 . 25. Setelah batas akhir waktu pemasukan penawaran. Pembukaan dan Evaluasi Penawaran 26. Batas Akhir Waktu Pemasukan Penawaran 25. Pokja ULP menyampaikan file penawaran tersebut kepada LPSE untuk mendapat keterangan bahwa file yang bersangkutan tidak dapat dibuka. Pokja ULP mengunduh dan melakukan dekripsi file penawaran dengan menggunakan APENDO sesuai waktu yang telah ditetapkan.2 26. 25.4 26. maka Pokja ULP akan melanjutkan proses atas penawaran yang bersangkutan.1 Penawaran harus disampaikan secara elektronik melalui aplikasi SPSE kepada Pokja ULP paling lambat pada waktu yang ditentukan oleh Pokja ULP. aplikasi SPSE akan menolak setiap file penawaran yang dikirim. Apabila dapat dibuka. Pembukaan Penawaran 26. 26.1 Pada tahap pembukaan penawaran.2 E. Pokja ULP tidak boleh menggugurkan penawaran pada waktu pembukaan penawaran kecuali untuk file penawaran yang sudah dipastikan tidak dapat dibuka berdasarkan keterangan LPSE. Selanjutnya Pokja ULP menetapkan penawaran tidak memenuhi syarat. Terhadap file penawaran yang tidak dapat dibuka (didekripsi). Dokumen isian kualifikasi dan file penawaran terakhir akan menggantikan dokumen isian kualifikasi dan file penawaran yang telah terkirim sebelumnya. Apabila penawaran yang masuk kurang dari 3 (tiga) maka pelelangan dinyatakan gagal.3 26.16 secara berulang sebelum batas akhir waktu pemasukan Dokumen Penawaran.2.

] [Koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak lump sum yang melampirkan daftar kuantitas dan harga hanya dilakukan untuk menyesuaikan volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga dengan yang tercantum dalam Dokumen pengadaan tanpa mengubah nilai penawaran.] Pelaksanaan evaluasi dengan sistem gugur dilakukan oleh Pokja ULP untuk mendapatkan 3 (tiga) penawaran yang memenuhi syarat yang dimulai dengan penawaran terendah setelah koreksi aritmatik.4 27. maka dilakukan pembetulan. jenis pekerjaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan pekerjaan yang lain dan harga satuan pada daftar kuantitas dan harga tetap dibiarkan kosong.] [Hasil koreksi aritmatik diumumkan melalui website sebagaimana tercantum dalam LDP. b.2 [Sebelum evaluasi penawaran. dan c. dengan ketentuan harga satuan pekerjaan yang ditawarkan tidak boleh diubah. apabila terjadi kesalahan hasil perkalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan. untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum dilakukan koreksi aritmatik dengan ketentuan: a.] [Hasil koreksi aritmatik untuk penawaran kontrak harga satuan dapat mengubah nilai penawaran sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari urutan peringkat semula.17 27. 27.6 27. Evaluasi Penawaran 27.3 27.] [Berdasarkan hasil koreksi aritmatik Pokja ULP menyusun urutan dari penawaran terendah.1 Evaluasi penawaran dilakukan dengan sistem gugur.] 27. volume pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.7 [Penawaran setelah koreksi aritmatik yang melebihi nilai total HPS dinyatakan gugur. .5 27.

8 Apabila setelah koreksi aritmatik terdapat kurang dari 3 (tiga) penawar yang menawar harga kurang dari HPS maka proses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penawaran. Ketentuan umum dalam melakukan evaluasi sebagai berikut: a. penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: 1) penyimpangan dari Dokumen Pengadaan ini yang mempengaruhi lingkup. Pokja ULP dan/atau peserta dilarang menambah.10 . tanpa ada penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. mengurangi. c. dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. syarat-syarat. penawaran yang memenuhi syarat adalah penawaran yang sesuai dengan ketentuan. mengganti. maka: 1) peserta yang ditunjuk sebagai calon pemenang dan peserta lain yang terlibat 27. Pokja ULP melakukan evaluasi penawaran yang meliputi: a. dan/atau 2) penawaran dari peserta dengan persyaratan tambahan yang akan menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan/atau tidak adil diantara peserta yang memenuhi syarat. dan c.18 27. d. f. evaluasi teknis. evaluasi administrasi. evaluasi harga. para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja ULP selama proses evaluasi. kualitas dan hasil/kinerja pekerjaan. Pokja ULP dan/atau KPA. dan/atau mengubah isi Dokumen Penawaran. b. mengganti dan/atau mengubah isi Dokumen Pengadaan ini. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan) antara peserta. e. b. Pokja ULP dilarang menambah. dengan tujuan untuk memenangkan salah satu peserta. mengurangi.9 27.

dan c) bertanggal. b) jangka waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melebihi jangka waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. maka pelelangan dinyatakan gagal. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. 27. b. b) Jaminan Penawaran dimulai sejak tanggal terakhir pemasukan penawaran dan masa berlakunya tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. maka penawarannya tidak digugurkan dan nilai TKDN-nya dianggap nol). 2) proses evaluasi tetap dilanjutkan dengan menetapkan peserta lainnya yang tidak terlibat (apabila ada). d) besaran nilai Jaminan Penawaran tidak kurang dari nilai sebagaimana tercantum dalam LDP. c) nama peserta sama dengan nama yang tercantum dalam Jaminan Penawaran. dan 3) apabila tidak ada peserta lain sebagaimana dimaksud pada angka 2).11 Evaluasi Administrasi: a. evaluasi terhadap data administrasi hanya dilakukan terhadap hal-hal yang tidak dinilai pada saat penilaian kualifikasi. 3) Jaminan Penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) diterbitkan oleh Bank Umum. penawaran dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi. 2) surat penawaran memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) jangka waktu berlakunya surat penawaran tidak kurang dari waktu sebagaimana tercantum dalam LDP.19 dimasukkan ke dalam Daftar Hitam. . apabila: 1) syarat-syarat substansial yang diminta berdasarkan Dokumen Pengadaan ini dipenuhi/dilengkapi (khusus untuk peserta yang tidak menyampaikan formulir TKDN.

evaluasi teknis dilakukan dengan sistem gugur (ambang batas) terhadap unsur teknis yang dinilai. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis. e. apabila tidak ada peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. d. f. i) Jaminan Penawaran atas nama perusahaan kemitraan (Kerja Sama Operasi/KSO) harus ditulis atas nama perusahaan kemitraan/KSO. f) nama Pokja ULP yang menerima Jaminan Penawaran sama dengan nama Pokja ULP yang mengadakan pelelangan. dengan ketentuan: 1) Pokja ULP menilai persyaratan teknis minimal yang harus dipenuhi dengan membandingkan pemenuhan persyaratan . unsur-unsur yang dievaluasi teknis sesuai dengan yang ditetapkan. j) substansi dan keabsahan/keaslian Jaminan Penawaran telah dikonfirmasi dan diklarifikasi secara tertulis oleh Pokja ULP kepada penerbit jaminan. g) paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang dilelangkan. b.20 c. Pokja ULP dapat melakukan klarifikasi terhadap hal-hal yang kurang jelas dan meragukan. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang memenuhi persyaratan administrasi. h) Jaminan Penawaran harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai Jaminan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja. e) besaran nilai Jaminan Penawaran dicantumkan dalam angka dan huruf.12 Evaluasi Teknis: a. setelah surat pernyataan wanprestasi dari Pokja ULP diterima oleh Penerbit Jaminan. maka pelelangan dinyatakan gagal. 27. peserta yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan evaluasi teknis.

] 4) Pokja ULP dapat meminta uji mutu/teknis/fungsi untuk bahan/alat tertentu sebagaimana tercantum dalam LDP. realistik dan dapat dilaksanakan c) jenis.(apabila ada) g) Pra RK3K memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan Konstruki. 5) apabila dalam evaluasi teknis terdapat . e) personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan.21 teknis sebagaimana tercantum dalam LDP. b) jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. penawaran dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur maupun nilai total keseluruhan unsur memenuhi ambang batas minimal sebagaimana tercantum dalam LDP. 3) Dalam hal evaluasi teknis dengan sistem gugur menggunakan ambang batas nilai teknis. komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sebagaimana tercantum dalam LDP. kapasitas. Apabila terhadap hal yang meragukan dapat dilakukan klarifikasi untuk menegaskan bahwa K3 akan dilaksanakan. d) spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini. f) bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP. 2) penilaian persyaratan teknis minimal dilakukan terhadap: a) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan disusun menurut kerangka dan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis.

Dalam klarifikasi peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran. Harga satuan penawaran tersebut dinyatakan timpang dan hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Daftar Kuantitas dan Harga. e. Hasil klarifikasi dapat menggugurkan penawaran. maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi harga. Unsur-unsur yang perlu dievaluasi adalah hal-hal yang pokok atau penting.22 hal-hal yang kurang jelas atau meragukan. 27. pelelangan dinyatakan gagal. peserta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan ke tahap evaluasi harga. apabila tidak ada peserta yang lulus evaluasi teknis maka pelelangan dinyatakan gagal. b) apabila penawaran dalam angka tertulis dengan jelas sedangkan dalam . 4) [untuk kontrak lump sum: a) apabila ada perbedaan antara penulisan nilai harga penawaran antara angka dan huruf maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan huruf. dan b) apabila semua harga penawaran atau penawaran terkoreksi di atas nilai total HPS. 2) harga satuan penawaran yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus) dari harga satuan yang tercantum dalam HPS. apabila peserta yang lulus evaluasi teknis kurang dari 3 (tiga). 3) mata pembayaran yang harga satuannya nol atau tidak ditulis dilakukan klarifikasi dan kegiatan tersebut harus tetap dilaksanakan.13 Evaluasi Harga: a. d. dengan ketentuan: 1) total harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibandingkan terhadap nilai total HPS: a) apabila total harga penawaran atau penawaran terkoreksi melebihi nilai total HPS. dilakukan klarifikasi. c. Pokja ULP melakukan klarifikasi dengan peserta. Harganya dianggap termasuk dalam harga satuan pekerjaan lainnya. dinyatakan gugur.

. dan bahan (material konstruksi) terhadap jenis pekerjaan utama yang perlu dinilai kewajarannya untuk diteliti dan dianalisa mencakup beberapa faktor : (1) Komposisi bahan (material konstruksi) untuk memperoleh suatu produk konstruksi yang memenuhi syarat teknis (2) Kesesuaian harga bahan (material konstruksi) dengan harga pasaran pada saat penawaran dan harga tersebut dapat dibuktikan (3) Kesesuain upah tenaga kerja yang diberlakukan pada pekerjaan konstruksi di lokasi kegiatan pada saat penawaran (4) Kesesuaian penggunaan peralatan yang meliputi peralatan yang tercantum dalam daftar peralatan yang diberikan dalam penawaran.23 b. bahan penunjang. Dilakukan klarifikasi kewajaran harga dengan ketentuan sebagai berikut: 1) klarifikasi dalam hal penawaran komponen dalam negeri berbeda dibandingkan dengan perkiraan Pokja ULP. dan perhitungan biaya peralatan yang digunakan pada Analisa Harga satuan Pekerjaan menghasilkan konstruksi yang memenuhi syarat teknis Apabila hasil analisa mengindikasikan bahwa pekerjaan utama tidak dapat dilaksanakan dengan harga yang ditawarkan yang disebabkan harga penawaran di bawah harga pasar dan huruf tidak jelas. 2) klarifikasi kewajaran harga apabila harga penawaran dibawah 80% (delapan puluh perseratus) HPS dengan ketentuan: a) menilai rincian/uraian Analisa Harga satuan pekerjaan utama meliputi komponen tenaga kerja. maka penawaran dinyatakan gugur]. peralatan. maka nilai yang diakui adalah nilai dalam tulisan angka. kapasitas produk. atau c) apabila penawaran dalam angka dan huruf tidak jelas. komposisi.

c. harus bersedia untuk menaikkan Jaminan Pelaksanaan menjadi 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. hasil/kinerja dan diyakini tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan persyaratan/ketentuan. sehingga akan menyebabkan terjadinya kerugian dibandingkan keuntungan yang akan diperoleh serta diperkirakan mempengaruhi lingkup. 3) pemberian Preferensi Harga tidak mengubah Harga Penawaran dan hanya . kualitas.24 dapat dibuktikan. Indikasi kerugian dan keuntungan diteliti dari data yang tercantum dalam analisa harga satuan pekerjaan dan rekapitulasi daftar kuantitas dan harga. Memperhitungkan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri dengan ketentuan: 1) rumus penghitungan sebagai berikut:  1  HEA =   × HP  1 + KP  HEA = Harga Evaluasi Akhir. dan c) apabila peserta yang bersangkutan tidak bersedia menaikkan nilai Jaminan Pelaksanaan. KP = Koefisien Preferensi (Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dikali Preferensi tertinggi Barang/Jasa). penawar dengan TKDN terbesar adalah sebagai pemenang. maka penawarannya digugurkan dan Jaminan Penawaran disita untuk negara serta dimasukkan dalam Daftar Hitam. HP = Harga Penawaran (Harga Penawaran yang memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi). b) apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang lelang. maka penawaran tidak memenuhi syarat dan dalam evaluasi penawaran dinyatakan gugur. 2) dalam hal terdapat 2 (dua) atau lebih penawaran dengan HEA yang sama.

Apabila dalam evaluasi ditemukan bukti harga tidak wajar akibat terjadinya persaingan usaha tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (kolusi/persekongkolan).2 29. Pembuktian kualifikasi terhadap peserta yang memenuhi persyaratan kualifikasi dilakukan setelah evaluasi kualifikasi.3 28.3 . 28. Tata cara evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Dokumen Kualifikasi. maka Pokja ULP memilih peserta yang mempunyai kemampuan teknis lebih besar dan hal ini dicatat dalam Berita Acara. Pokja ULP menyusun urutan 3 (tiga) penawaran sebagai calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada). maka lelang dinyatakan gagal. f.5 29. Evaluasi kualifikasi dilakukan dengan menggunakan metode penilaian sistem gugur. e. d. 28.2 28. Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan cara melihat keaslian dokumen dan meminta salinannya.25 digunakan oleh Pokja ULP untuk keperluan perhitungan HEA guna menetapkan peringkat pemenang.4 28. Pakta Integritas telah diisi dan ditandatangani oleh peserta sebelum pemasukan penawaran. Pokja ULP melakukan klarifikasi dan/atau verifikasi kepada penerbit dokumen. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus evaluasi kualifikasi.1 Evaluasi dilakukan terhadap calon pemenang lelang serta calon pemenang cadangan 1 dan 2 apabila ada. Pembuktian Kualifikasi 29. apabila diperlukan. Evaluasi Kualifikasi 28. Dalam hal terdapat 2 (dua) calon pemenang memiliki harga penawaran yang sama. maka pelelangan dinyatakan gagal dan peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam.1 29.

1 Peserta dapat menyampaikan sanggahan secara elektronik melalui aplikasi SPSE atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dalam waktu 5 (lima) hari kerja setelah pengumuman pemenang. penyalahgunaan wewenang oleh Pokja ULP dan/atau pejabat yang berwenang lainnya. dan/atau c. badan usaha dan/atau pengurusnya dimasukkan dalam Daftar Hitam.4 Apabila hasil pembuktian kualifikasi ditemukan pemalsuan data. Pokja ULP wajib memberikan jawaban secara elektronik atas semua sanggahan paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima surat sanggahan. Apabila tidak ada calon pemenang yang lulus pembuktian kualifikasi. 31.26 29. penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang diatur dalam Peraturan Presiden No. Sanggahan yang disampaikan secara offline. PA dan APIP K/L/D/I sebagaimana tercantum dalam LDP.4 31. bukan kepada Pokja ULP atau disampaikan 30. maka lelang dinyatakan gagal. Penetapan Pemenang Pokja ULP mengumumkan pemenang dan pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada) melalui aplikasi SPSE. b. di website sebagaimana tercantum dalam LDP dan papan pengumuman resmi untuk masyarakat. Apabila sanggahan dinyatakan benar maka Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal. dengan tembusan disampaikan secara offline kepada KPA.5 . Sanggahan 31. rekayasa tertentu sehingga menghalangi terjadinya persaingan usaha yang sehat. disertai bukti terjadinya penyimpangan.3 31. maka peserta digugurkan.2 31. Sanggahan diajukan oleh peserta apabila terjadi penyimpangan prosedur meliputi: a. 29.5 F. Pengumuman Pemenang 31. 54 Tahun 2010 dan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan.

dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti secara offline di luar aplikasi SPSE oleh pihakpihak yang berwenang. Pokja ULP. Penunjukan Pemenang Pengadaan 33.2 32.5 32. menghentikan proses 32. dianggap sebagai pengaduan dan tetap harus ditindaklanjuti. wajib memberikan jawaban secara tertulis atas semua sanggahan banding paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah surat sanggahan banding diterima. Peserta yang akan melakukan sanggahan banding harus memberikan Jaminan Sanggahan Banding sebesar sebagaimana tercantum dalam LDP dengan masa berlaku 20 (dua puluh) hari kerja sejak tanggal pengajuan sanggahan banding. 32. Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP.3 32. Penerima Jaminan Sanggahan Banding adalah Pokja ULP. dengan tembusan kepada KPA. Sanggahan banding pelelangan.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) ke dalam apalikasi SPSE dan menginformasikan kepada KPA sebagai dasar untuk menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia . G. Sanggahan Banding 32. dapat mengajukan sanggahan banding secara tertulis kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/ Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP. paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah menerima jawaban sanggahan.1 Peserta yang tidak sependapat dengan jawaban sanggahan dari Pokja ULP.6 Sanggahan banding yang disampaikan bukan kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi sebagaimana tercantum dalam LDP atau disampaikan di luar masa sanggah banding.4 32. Penunjukan Penyedia Barang/Jasa 34.27 diluar masa sanggah. dan APIP K/L/D/I sebagaimana tercantum dalam LDP.

3 34. atau c.4 34. Apabila semua pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri. selama masa surat penawaran dan Jaminan Penawaran pemenang cadangan masih berlaku atau sudah diperpanjang masa berlakunya.6 34. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP. tidak ada sanggahan dari peserta. masa sanggah dan/atau masa sanggah banding berakhir. sanggahan dan/atau sanggahan banding terbukti tidak benar.7 . SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 6 (enam) hari kerja setelah pengumuman penetapan pemenang.28 Barang/Jasa (SPPBJ). 34. SPPBJ harus diterbitkan paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah semua sanggahan dan 34. apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlaku dengan alasan yang tidak dapat diterima secara obyektif oleh Pokja ULP. apabila yang bersangkutan tidak bersedia ditunjuk karena masa penawarannya sudah tidak berlaku. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam LDP. Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan diri.5 34. maka pelelangan dinyatakan gagal oleh PA setelah mendapat laporan dari KPA. dengan ketentuan: a.2 KPA menerbitkan SPPBJ dengan ketentuan: a. atau c. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan sebagaimana tercantum dalam LDP serta dimasukkan dalam Daftar Hitam. b. maka Jaminan Penawaran yang bersangkutan tidak boleh dicairkan. Penyedia yang ditunjuk wajib menerima keputusan tersebut. b. apabila tidak ada sanggahan. maka penunjukan pemenang dapat dilakukan kepada pemenang cadangan sesuai dengan urutan peringkat.

[harga penawaran terendah terkoreksi untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak gabungan Lump Sum dan Harga Satuan lebih tinggi dari HPS.9 34. Pelelangan Gagal 35. 34.1 Pokja ULP menyatakan pelelangan gagal. sanggahan dari peserta atas pelaksanaan pelelangan yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden No. jumlah peserta yang memasukan Dokumen Penawaran (file penawaran administrasi dan teknis yang dapat dibuka) kurang dari 3 (tiga) peserta b. Kontrak ditandatangani paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ.1 34. Pelelangan Gagal 36.3 H.29 sanggahan banding dijawab. Jika diperlukan. .8 Dalam SPPBJ disebutkan bahwa penyedia harus menyiapkan Jaminan Pelaksanaan sebelum penandatanganan kontrak. apabila: a. 34. diganti atau ditimpa sampai dengan kontrak ditandatangani. Pokja ULP menuangkan ke dalam BAHP segala hal terkait proses pemilihan penyedia secara elektronik yang tidak dapat diakomodir atau difasilitasi aplikasi SPSE.] [seluruh harga penawaran yang masuk untuk Kontrak Lump Sum di atas HPS.] e. file BAHP dapat diunggah secara berulang. d. BAHP dan Kerahasiaan Proses 34. dalam evaluasi penawaran ditemukan bukti/indikasi terjadi persaingan tidak sehat. c. tidak ada penawaran yang lulus evaluasi penawaran.2 34. Evaluasi penawaran yang disimpulkan dalam Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) oleh Pokja ULP bersifat rahasia sampai dengan saat pengumuman pemenang. 54 Tahun 2010 dan Dokumen Pengadaan ternyata benar.

setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dalam klarifikasi dan/atau pembuktian kualifikasi. pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai atau menyimpang dari Dokumen Pengadaan. ternyata benar. apabila: a. 54 Tahun 2010. apabila: a.3 [Menteri/Kepala Lembaga/Pimpinan Institusi Lainnya sebagaimana tercantum dalam LDP selaku PA menyatakan pelelangan gagal. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan Pelelangan dinyatakan benar oleh pihak berwenang. 54 Tahun 2010. pengaduan masyarakat adanya dugaan KKN yang melibatkan Pokja ULP dan/atau KPA ternyata benar.] [Kepala Daerah sebagaimana tercantum dalam LDP menyatakan pelelangan gagal. f. [KPA pada K/L/I atau PA/KPA pada Daerah] sebagaimana tercantum dalam LDP sependapat dengan KPA yang tidak bersedia menandatangani SPPBJ karena proses Pelelangan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. apabila: a. c. atau g. sanggahan dari peserta atas kesalahan substansi Dokumen Pengadaan ternyata benar.2 [KPA pada K/L/I atau PA/KPA pada Daerah] sebagaimana tercantum dalam LDP menyatakan pelelangan gagal. atau g. e. Sanggahan banding dari peserta atas . ternyata benar. 36. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2.30 f. calon pemenang dan calon pemenang cadangan 1 dan 2 mengundurkan diri. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. d. b. Sanggahan banding dari peserta atas terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan KPA dan/atau Pokja ULP. sanggahan dari Penyedia Barang/Jasa atas kesalahan prosedur yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan ternyata benar. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan KPA. atau b. 36.

] 36. KPA. nama penyedia sama dengan nama yang tercantum dalam surat Jaminan Pelaksanaan. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan dicantumkan dalam angka dan huruf.5 I. atau d. b. maka Pokja ULP atau Pokja ULP lainnya yang ditugaskan meneliti dan menganalisis penyebab terjadinya pelelangan gagal. maka Pokja ULP memberitahukan secara elektronik kepada seluruh peserta. diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat). f. KPA dan/atau Pokja ULP. e. ternyata benar. d. perusahaan penjaminan atau perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian (suretyship) yang sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Pengaduan masyarakat atas terjadinya KKN yang melibatkan PA dan/atau KPA. menentukan langkah selanjutnya. yaitu melakukan: a. nama KPA yang menerima Jaminan Pelaksanaan sama dengan nama KPA yang menandatangan kontrak.1 Surat Jaminan Pelaksanaan memenuhi ketentuan sebagai berikut: a.31 terjadinya pelanggaran prosedur dalam pelaksanaan pelelangan yang melibatkan PA. Setelah pemberitahuan adanya pelelangan gagal. pelelangan ulang. 36. penyampaian ulang Dokumen Penawaran. evaluasi ulang. penghentian proses pelelangan. c. atau b. Surat Jaminan Pelaksanaan . masa berlaku Jaminan Pelaksanaan sejak tanggal penandatanganan Kontrak sampai dengan serah terima pertama pekerjaan berdasarkan Kontrak (PHO) sebagaimana tercantum dalam LDP. ternyata benar. Surat Jaminan Pelaksanaan 36. b. 36. besaran nilai Jaminan Pelaksanaan tidak kurang dari nilai jaminan yang ditetapkan.4 Setelah pelelangan dinyatakan gagal. c.

memuat nama. Jaminan Pelaksanaan harus dapat dicairkan tanpa syarat (unconditional) sebesar nilai jaminan dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah surat pernyataan wanprestasi dari KPA diterima oleh penerbit Jaminan.32 g. alamat dan tanda tangan pihak penjamin. 37.2 Kegagalan penyedia yang ditunjuk untuk menyerahkan Surat Jaminan Pelaksanaan dipersamakan dengan penolakan untuk menandatangani Kontrak. Penandatanganan Kontrak 37. atau b. 36. dan j. i.3 J. Ketentuan lebih lanjut mengenai pencairan Surat Jaminan Pelaksanaan diatur dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak.1 Sebelum penandatanganan kontrak KPA wajib memeriksa apakah pernyataan Dalam Dokumen Isian Kualifikasi masih berlaku. 36.2 . nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi dibawah 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai total HPS. nilai Jaminan Pelaksanaan untuk harga penawaran atau penawaran terkoreksi diatas 80% (delapan puluh perseratus) nilai total HPS adalah sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai penawaran atau penawaran terkoreksi. maka penandatanganan kontrak tidak dapat dilakukan. Penandatanganan Kontrak 37. h. dengan ketentuan: a. Apabila salah satu pernyataan tersebut sudah tidak dipenuhi. paket pekerjaan yang dijamin sama dengan paket pekerjaan yang tercantum dalam SPPBJ. Penandatanganan kontrak dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkan SPPBJ dan setelah penyedia menyerahkan Jaminan Pelaksanaan. Jaminan Pelaksanaan atas nama Kemitraan/KSO harus ditulis atas nama Kemitraan/KSO.

BAPL (apabila ada). dan 2) kontrak asli kedua untuk penyedia dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh KPA. yaitu: a. g. c. Banyaknya rangkap kontrak dibuat sesuai kebutuhan. SPPBJ. dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan. KPA dan penyedia wajib memeriksa konsep Kontrak meliputi substansi.5 37. kecuali perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan yang melewati batas tahun anggaran. h. syarat-syarat umum kontrak. spesifikasi khusus. redaksional. f. spesifikasi umum. Menetapkan urutan hirarki bagian-bagian Dokumen Kontrak dalam Surat Perjanjian.6 37. bahasa. angka dan huruf serta membubuhkan paraf pada setiap lembar Dokumen Kontrak. BAHP. rangkap kontrak lainnya tanpa dibubuhi materai. sekurang-kurangnya 2 (dua) Kontrak asli. syarat-syarat khusus kontrak. d. apabila diperlukan.7 37. e.33 37. terdiri dari: 1) kontrak asli pertama untuk KPA dibubuhi materai pada bagian yang ditandatangani oleh penyedia. maka berlaku urutan sebagai berikut: a. Pihak yang berwenang menandatangani 37. dan i. b. gambar-gambar. b.3 KPA dan penyedia tidak diperkenankan mengubah substansi Dokumen Pengadaan sampai dengan penandatanganan Kontrak.4 37. pokok perjanjian. Perubahan waktu pelaksanaan pekerjaan dilakukan setelah mendapat persetujuan kontrak tahun jamak.8 . dengan maksud apabila terjadi pertentangan ketentuan antara bagian satu dengan bagian yang lain. adendum Surat Perjanjian. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga.

yang telah didaftarkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.9 kontrak atas nama penyedia adalah Direksi yang disebutkan namanya dalam Akta Pendirian/ Anggaran Dasar.8.34 37. . sepanjang mendapat kuasa/pendelegasian wewenang yang sah dari Direksi atau pihak yang sah berdasarkan Akta Pendirian/Anggaran Dasar untuk menandatangani kontrak. dapat menandatangani kontrak. Pihak lain yang bukan Direksi atau yang namanya tidak disebutkan dalam Akta Pendirian/Anggaran Dasar sebagaimana dimaksud pada angka 38.

Bojonegorokab. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) A. Sumber Dana Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan: APBD Tahun Anggaran 2012 . 5. 3.35 BAB IV.net Nama paket Serbaguna 1. 7. 5. Website: http://LPSE. pekerjaan: Rehabilitasi Gedung Uraian singkat pekerjaan: Pekerjaan Pendahuluan Pekerjaan Pasangan dan Plesteran Pekerjaan Beton Pekerjaan Kosen Pintu & Jendela Pekerjaan Panel ACP Pekerjaan Rangka dan Atap Canopy Pekerjaan Plafond Pekerjaan Ornamen. 10. 2.Bojonegorokab. 3. 4. 11.net Website LPSE: http://LPSE. 6. 13. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan: 75 ( Tujuh Puluh Lima ) hari kalender. B. 4. Pokja ULP: Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro Alamat Pokja ULP: Jl Lettu Suyitno No 39 Bojonegoro 2. 8. Lingkup Pekerjaan 1. Cover dan Pelapis Dinding Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal Pekerjaan Lantai Pekerjaan Pengecatan dan Finishing Pekerjaan Perkerasan Halaman Pekerjaan Taman 6. 12. 9.

pendidikan minimal STM / SMK jurusan Bangunan pengalaman ≥ 3 tahun. Pendahuluan …………………………………………… (menjelaskan gambaran secara umum metode pelaksanaan yang akan dilakukan) b. Administrasi (1 orang). pendidikan minimal SLTA. e. pendidikan minimal SLTA. Penanggungjawab Teknis (1 orang). Daftar Peralatan Utama minimal yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan: 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2. c. Pemberian Penjelasan Dokumen Pengadaan dan Peninjauan Lapangan D. memiliki Sertifikat Ketrampilan (SKT) / Sertifikat Keahlian (SKA) Bidang Arsitektural. 3. b. 2. kecuali pekerjaan spesialis] Uji mutu/teknis/fungsi diperlukan untuk: a. Pelaksana (1 orang). 4. Dokumen Penawaran 1. Maksud dan Tujuan …………………………………………… (diisi dengan maksud dan tujuan dari .36 C. Keuangan ( 1 orang). Metode pelaksanaan memuat uraian (kerangka) sebagai berikut : a. Beton Mollen Truck Stamper Pompa Air 5. pendidikan minimal SLTA berpengalaman ≥ 3 tahun. Bahan Paving (khusus pekerjaan menggunakan paving) yang 4. Bagian Pekerjaan yang disubkontrakkan ____________________________________ [diisi. 1. d. Sepeda Motor 3. 5. pengalaman ≥ 3 Tahun. Logistik ( 1 Orang). apabila ada bagian pekerjaan yang dapat disubkontrakkan dan bukan merupakan pekerjaan utama. ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) Daftar Personil Inti yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan: a.

000 ( Tujuh Belas Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Dua Ribu Rupiah ) [diisi. Penutup …………………………………………… Jadwal waktu pelaksanaan : jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. Pembayaran dilakukan dengan cara Angsuran (termyn) F. Besarnya Jaminan Penawaran adalah: Rp Rp.17. Masa berlaku penawaran selama 90 (Sembilan puluh) hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. Metode Penyelesaian Pekerjaan …………………………………………… (diisi dengan tahapan dan tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal s/d akhir dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis) d. Jaminan Penawaran dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) . E.972. Pemasukan Dokumen Penawaran Masa berlakunya jaminan penawaran 104 (seratus empat) hari kalender.37 metode pelaksanaan yang akan ditempuh) c. realistik dan dapat dilaksanakan Mata uang yang digunakan Rupiah 6. H. Jaminan Penawaran 1. 3. besar nominal 2% dari nilai total HPS] 2. Masa Berlakunya Penawaran G. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. Mata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran 1. 2.

Ambang Batas Nilai Teknis : 70 Unsur Teknis yang dinilai : a) b) c) d) e) f) metode pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan disusun menurut kerangka dan menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan sebagaimana tercantum dalam LDP. 2. [Ambang Batas Sistim Gugur] 1. bobot max 20%. min 10%. bobot max 10% min 10% personil inti yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan.5% Pra RK3K memenuhi persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan Konstruki. Bobot max 20%.38 I. Batas Akhir Waktu Penyampaian Penawaran J. bobot max 15% min 13. Pembukaan Penawaran ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) ( lihat jadwal pengadaan dalam aplikasi SPSE ) K. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan yang ditawarkan tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. realistik dan dapat dilaksanakan. kapasitas. bobot max 10%. min 10% jenis. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis. min 5% . bobot max 15% min 12% spesifikasi teknis memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini.

Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Sanggahan Banding disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada Bupati Bojonegoro 3. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro N. Jaminan Sanggahan Banding 1. Tembusan sanggahan banding disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada: d. Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro b. Jaminan Sanggahan Banding dicairkan dan disetorkan pada Kas Daerah Kabupaten Bojonegoro Masa berlaku Jaminan Pelaksanaan selama 89 (Delapan Puluh Sembilan) hari kalender sejak penandatanganan kontrak. Inspektorat Kabupaten Bojonegoro Besarnya jaminan sanggahan banding: Rp.000.. 2. Bojonegoro c.000.797.200. 4. KPA Bidang Pembangunan Gedung a. 2. 1.00 (lima puluh juta rupiah)] 2. PA Dinas Pekerjaan Umum Kab. Sanggahan disampaikan melalui aplikasi SPSE Tembusan sanggahan disampaikan disampaikan diluar aplikasi SPSE (offline) ditujukan kepada: a. Sanggahan. Sanggahan Banding Dan Pengaduan 1. KPA Bidang Pembangunan Gedung b.(Satu juta tujuh ratus sembilan puluh tujuh ribu dua ratus rupiah) M. .39 L. [diisi sebesar 2‰ (dua perseribu) dari nilai total HPS atau paling tinggi sebesar Rp 50. Jaminan Pelaksanaan 1.

(Delapan puluh sembilan juta delapan ratus enam puluh ribu rupiah) [paling kurang 10% 6. memiliki penanggungjawab teknis dengan kualifikasi keahlian pada bidang Arsitektural serta harus memenuhi persyaratan sebagaimana LDP 4.net Nama Paket Pekerjaan : Rehabilitasi Gedung Serba Guna 1.. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta sebesar Rp. 2.net Website LPSE : http://LPSE.Bojonegorokab.000. 3. yaitu: 1. 3. memiliki kemampuan untuk menyediakan fasilitas/peralatan/perlengkapan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi ini. B.Bojonegorokab. Lingkup Kualifikasi Nama Pokja ULP : Pokja Pengadaan Jasa Konstruksi ULP Kabupaten Bojonegoro _ Alamat Pokja ULP : Jl Lettu Suyitno no 39 Bojonegoro Website : http://LPSE. Sepeda Motor 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah . 4. memiliki Tenaga Teknis (Pelaksana) dengan kualifikasi sebagaimana LDP 5. 2. 89.40 BAB V. Persyaratan Kualifikasi (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS]. memiliki pengalaman pada bidang Arsitektural. Peserta Kualifikasi yang berbadan usaha harus memiliki surat izin usaha Jasa Konstruksi dan Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi.860. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) A. Beton Mollen Truck Stamper Pompa Air 5.

4. Daftar Kuantitas dan Harga 3. Penawaran ini berlaku selama ____ (__________________) hari kalender sejak tanggal surat penawaran ini. 2. bersama Surat Penawaran ini kami lampirkan: 1. dengan ini kami mengajukan penawaran untuk pekerjaan _____________________ [diisi oleh Pokja ULP] sebesar Rp_______________ (__________________________).: Pokja _______ ULP ____________ [K/L/D/I] [diisi oleh Pokja ULP] di ______________________________ : Penawaran Pekerjaan _______________ [nama pekerjaan diisi Perihal oleh Pokja ULP] Sehubungan dengan pengumuman pendaftaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan nomor: _________________ tanggal ______________ dan setelah kami pelajari dengan saksama Dokumen Pengadaan dan Berita Acara Pemberian Penjelasan [serta adendum Dokumen Pengadaan]. Kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama ____ (________________) hari kalender. _____________ 20___ Kepada Yth. Penawaran ini sudah memperhatikan ketentuan dan persyaratan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut di atas. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN A. Sesuai dengan persyaratan. Metoda Pelaksanaan. . Hasil pemindaian (scan) Surat perjanjian kemitraan/Kerja Sama Operasi. terdiri dari : a. BENTUK SURAT PENAWARAN PESERTA BADAN USAHA/KEMITRAAN (KSO) CONTOH [Kop Surat Badan Usaha/Kemitraan (KSO)] Nomor : Lampiran : _______. Dokumen penawaran teknis. (apabila ada). Hasil pemindaian (scan) Jaminan Penawaran.41 BAB VI.

. 7. Jadwal Waktu Pelaksanaan... c.. apabila ada]..... [Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakkan. Formulir rekapitulasi perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).... f. PT/CV/Firma/Kemitraan (KSO) ____________ 5. Dokumen isian kualifikasi yang dikirim melalui aplikasi SPSE. kapasitas.42 b. g. d... Daftar Personil Inti.. Spesifikasi teknis... dan jumlah peralatan utama minimal yang dibutuhkan. maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.. Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini. e... Hasil pemindaian (scan) Sertifikat Keterampilan (SKT)/Sertifikat Keahlian (SKA) bagi penanggung jawab teknis [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] ...... Formulir Pra RK3K 6.. Jabatan . komposisi. Jenis.

Secara bersama-sama: a. wajib bertanggung jawab baik secara bersama-sama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak. Pembagian sharing dalam kemitraan/KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak. Membentuk kemitraan/KSO dengan nama kemitraan/KSO adalah ________________ b. c. . dalam hal pengeluaran. Kami menyetujui dan memutuskan bahwa: 1. termasuk hak untuk memeriksa keuangan. 4. 2. kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Pejabat Pembuat Komitmen (KPA) dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota kemitraan/KSO. masing-masing anggota kemitraan/KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini. akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2. Menunjuk ____________________________ [nama peserta 1] sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk kemitraan/KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama kemitraan/KSO. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO) CONTOH SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN/ KERJA SAMA OPERASI (KSO) Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan ________________ yang pembukaan penawarannya akan dilakukan di ________________ pada tanggal ________ 20__. 5. dan kerugian dari kemitraan/KSO. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam kemitraan/KSO adalah: _______________ [nama peserta 1] sebesar _____ % (___________ persen) _______________ [nama peserta 2] sebesar _____ % (___________ persen) _______________ [nama peserta 3] sebesar _____ % (___________ persen) _________________________________ [dst] 3. Masing-masing peserta anggota kemitraan/KSO. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas. maka kami: ______________________________ [nama peserta 1] ______________________________ [nama peserta 2] ______________________________ [nama peserta 3] ______________________________ [dan seterusnya] bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-sama dalam bentuk kemitraan/Kerja Sama Operasi (KSO).43 B. Menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang. keuntungan.

daftar peralatan dan tenaga kerja. dan lain-lain. tahun ________________________ [Peserta 1] [Peserta 2] (_______________) (________________) [Peserta 3] [dst (________________) (________________)] Surat Perjanjian Kemitraan/Kerja Sama Operasi ini harus dibuat diatas kertas segel Catatan: . 9. 6. 8. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama kemitraan/KSO diberikan kepada _________________________ [nama wakil peserta] dalam kedudukannya sebagai direktur utama/direktur pelaksana _________________________ [nama peserta 1] berdasarkan persetujuan tertulis dari seluruh anggota kemitraan/KSO. Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan kemitraan/KSO. tanda terima. perjanjian subkontrak. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap ____ (_______) yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama.44 perintah pembelian. 7. surat-menyurat. DENGAN KESEPAKATAN INI semua anggota kemitraan/KSO membubuhkan tanda tangan di _________ pada hari __________ tanggal __________ bulan ____________.

6. dan 7. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS Dokumen Penawaran Teknis 1. 4. 5. spesifikasi teknis.45 C. Formulir Pra RK3K . serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan]. memenuhi persyaratan. jenis. kapasitas. 2. metoda pelaksanaan pekerjaan [disusun sesuai kerangka dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan]. komposisi dan jumlah peralatan minimal [sebagaimana tercantum dalam LDP]. jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan [tidak melampaui batas waktu sebagaimana tercantum dalam LDP. personil inti yang akan ditempatkan secara penuh [sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP. realistik dan dapat dilaksanakan 3. bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan [sesuai dengan persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP]. dan disusun menurut item pekerjaan serta disusun secara logis.

Jasa Umum B. Konstruksi dan Fabrikasi VI. Sub Total Jasa C. Peralatan (Barang jadi) A. Alat Kerja / Fasilitas Kerja V. TOTAL Biaya (A + B) (4A) (5A) (6A) (7A) (8A) (9A) (4B) (5B) (6B) (7B) (8B) (9B) (4C) (5C) (6C) (7C) (8C) (9C) (4D) (5D) (6D) (7D) (8D) (9D) (4E) (5E) (6E) (7E) (8E) (9E) (4G) (5G) (6G) (7G) (8G) (9G) Formulasi perhitungan: Nilai Barang Total (3C) .Nilai Barang Luar Negeri (3B) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C) % TKDN (Gabungan Barang dan Jasa) = + Nilai Jasa Total(8C) .Nilai Jasa Luar Negeri (8B) Nilai Gabungan Barang dan Jasa (9C) __________ [tempat]. Material Langsung (Bahan baku) II. Manajemen Proyek dan Perekayasaan IV. BENTUK FORMULIR REKAPITULASI KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) PERHITUNGAN TINGKAT FORMULIR REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) Nilai Gabungan Barang/Jasa (Rp) Uraian Pekerjaan DN (2) (1A) (2A) (3A) LN (3) (1B) (2B) (3B) Total Ribu % Rp KDN (4) (1C) (2C) (3C) (5) (1D) (2D) (3D) TKDN Barang/ Jasa (7) (1E) (2E) (3E) Gabungan (8) (1G) (2G) (3G) (1) Barang I. Sub Total Barang Jasa III. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun] [tanda tangan] [nama wakil sah badan usaha/pemimpin kemitraan (KSO)/perorangan] .46 D.

2) menandatangani Kontrak. b. Yang Dijamin tidak: 1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang.47 E. atau 3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang. Yang Dijamin terlibat Korupsi. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. BENTUK JAMINAN PENAWARAN DARI BANK Contoh [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PENAWARAN No. . _______________ tanggal__________________. apabila: Nama : _____________________________ [peserta pelelangan] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. c. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ________________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : __________________________________ [Pokja ULP] Alamat : ______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Penawaran atas pekerjaan _______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No. Yang Dijamin menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan yaitu: a. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin. Kolusi dan Nepotisme (KKN).

4.6000. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender.48 Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. ____________________ . Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. 6. 3. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp.00 Untuk keyakinan. 5. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.d. dari tanggal _____________________ s. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 2. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.

c. b. bahwa kami: _____________________ [nama]. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 5. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. _________________________________ [alamat] sebagai Pelaksana Pelelangan. _____________ [alamat] sebagai Peserta. menarik kembali penawarannya selama dilaksanakannya pelelangan atau sesudah dinyatakan sebagai pemenang. . selanjutnya disebut TERJAMIN. Surat Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN: a. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan No. sebagai Penjamin. BENTUK JAMINAN PENAWARAN ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN DARI Contoh [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PENAWARAN Nomor Jaminan: ____________________ ___________________ Nilai: 1. Maka kami.49 F. ______________ tanggal ______________ untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan ______________________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. terlibat Korupsi. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. Dengan ini dinyatakan. Kolusi dan Nepotisme (KKN). 3. _____________ [alamat]. atau 3) hadir dalam klarifikasi dan/atau verifikasi sebagai calon pemenang. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan penagihan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji/wanprestasi. 4. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah ________________ (terbilang _____________________) Rp 2. 2) menandatangani Kontrak. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada ____________________ [nama Pokja ULP]. tidak: 1) menyerahkan Jaminan Pelaksanaan setelah ditunjuk sebagai pemenang.

00 _____________________ __________________ (Nama & Jabatan) Jabatan) Untuk keyakinan. 7. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] Materai (Nama & .50 6.6000. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Rp.

bersedia menerima sanksi administratif. [nama lengkap] [Nama Penyedia] [tanda tangan]. praktek Korupsi. 3. apabila melanggar hal-hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini. transparan. Nama Jabatan PAKTA INTEGRITAS : _____________________ [nama wakil sah badan usaha] : __________________________ Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang untuk dan sesuai dan cantumkan nama] atas nama 2. dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.. Kolusi.[dan seterusnya. BENTUK PAKTA INTEGRITAS [Contoh Pakta Integritas Badan Usaha Dengan Kemitraan/KSO] Kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1..51 G.. menerima sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam. diisi sesuai dengan jumlah anggota kemitraan/KSO] dalam rangka pengadaan _________ [isi nama paket] pada ________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] dengan ini menyatakan bahwa: 1. akan mengikuti proses pengadaan secara bersih. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [Nama Penyedia] [tanda tangan].. [tahun] __________ [tempat]. digugat secara perdata dan/atau dilaporkan secara pidana. Nama Jabatan : _____________________ [nama wakil sah badan usaha] : __________________________ Bertindak : PT/CV/Firma/Koperasi ___________________ [pilih yang untuk dan sesuai dan cantumkan nama] atas nama 3. [nama lengkap] setiap anggota tangan dan nama Kemitraan/KSO] . tidak akan melakukan Nepotisme (KKN). . 4. dan 2.. akan melaporkan kepada APIP ________ [isi sesuai dengan K/L/D/I] yang bersangkutan dan/atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN dalam proses pengadaan ini. [nama lengkap] [cantumkan tanda [Nama Penyedia] [tanda tangan].

CONTOH FORMAT DAFTAR PERALATAN UTAMA YANG DIGUNAKAN DAFTAR PERALATAN UTAMA YANG DIGUNAKAN NAMA PERUSAHAAN : ……………………………………………… ALAMAT : ……………………………………………… PEKERJAAN JENIS PERALATAN : …………………………………………… MERK DAN TYPE TAHUN PEMBUA TAN LOKASI SEKARANG BUKTI PEMILIKAN NO JUMLAH KAPASITAS KONDISI . CONTOH FORMAT DAFTAR PERSONIL INTI DAFTAR PERSONIL INTI NAMA PERUSAHAAN ALAMAT PEKERJAAN : : : ……………………………………………… ………………………………………… ……………………………………………… NO NAMA TEMPAT/ TANGGAL LAHIR JABATAN PENDIDIKAN NO IJAZAH PENGALAMAN KERJA (TAHUN) NO SKT I.52 H.

.... CONTOH FORMAT JADWAL PELAKSANAAN JADWAL PELAKSANAAN ............................ BAB I II III URAIAN Pendahuluan Maksud dan Tujuan Metode Penyelesaian Pekerjaan Penutup ISI Menjelaskan gambaran secara umum metode pelaksanaan yang akan dilakukan Maksud dan tujuan dari metode pelaksanaan yang akan ditempuh Tahapan dan Tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai dengan akhir yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis IV K........CONTOH FORMAT METODE PELAKSANAAN Metode Pelaksanaan Nama Pekerjaan : ...........53 J...

2. proses dan lingkungan kerja terkait pekerjaan tersebut pada kolom no..dst. jenis material. 3) 1 Contoh: "Pekerjaan Tanah" Galian Tanah Biasa: .5m.Pancang Beton Dia 40 Cm . FORMULIR PRA RK3K BENTUK PRA RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA L CONTOH …… [Logo & N ama Perusahaan ] 1. ) (silahkan diisi) dst. JENIS BAHAYA & RISIKO pada pekerjaan/ kegiatan dan/atau jenis alat. 2) Contoh: Jenis Bahaya & Risiko: a) Tertimbun longsoran -> Luka berat b) Terjatuh ke lubang > Luka berat (diisi jenis-jenis pengendalian risiko K3 berdasarkan hasil identifikasi BAHAYA & RISIKO K3 yang tersebut pada kolom no. dT= 2 m . (silahkan diisi) Contoh : Pengendalian Risiko K3 a) Buat Turap Penahan Tanah b) Buat pagar pelindung Contoh : Jenis Bahaya dan Risiko a) Tertimpa crane terguling -> Luka berat/mati (l b) Terbentur tiang pancang Contoh : Pengendalian Risiko K3 a) Pastikan crane pancang laik pakai b) Buat landasan crane yang kuat (silahkan diisi) dst. KEBIJAKAN K3 PRA-RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK (PRA-RK3K) (Berupa pernyataan/komitmen Direktur Utama atas nama perusahaan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam melaksanakan kegiatan konstruksi.Galian Saluran L =1. ) 57 . (silahkan diisi) 2 Contoh: "Pekerjaan Pondasi" Pondasi Tiang Pancang . PERENCANAAN 1) Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Risiko Bahaya (jenis /type pekerjaan) IDENTIFIKASI JENIS BAHAYA & RISIKO K3 PENGENDALIAN RESIKO K3) (diisi dengan jenis /type pekerjaan) diisi. ) (silahkan diisi) dst.dst.54 L.

Rambu-rambu. jaring pengaman dsb) secara konsisten b Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja berbahaya c dst Organisasi K3 : menyediakan petugas K3 sesuai dengan struktur organisasi yang Penanggung diusulkan JawabK3 Contoh : Emergency/ P3K Kebakaran 58 . Sasaran harus terukur secara kualitatif maupun kuantitatif) CONTOH : Sasaran K3 : a Tidak ada kecelakan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Accident) b Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80 % c Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko pekerjaannya masing-masing d dst Program K3 : a Melaksanakan Rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3 (APD. harus disusun berdasarkan hasil identifikasi bahaya dan penetapan pengendalian Risiko. pagar pengaman. Undang-undang No 1 tahun 1970 tentang keselamatan Kerja b. Spanduk.55 2) Pemenuhan Perundang-Undangan dan Persyaratan Lainnya (Daftar Peraturan Perundang-undangan dan persyaratan lain yang terkait dengan K3. Poster. Peraturan Menteri Pu No 09/PRT/M/2008 tentang pedoman system manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3 Sasaran K3 dan Program K3 (Sasaran dan Program K3 yang akan dilaksanakan. Undang-undang No 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi c. sesuai dengan pekerjaan/kegiatan konstruksi yang akan dilaksanakan) CONTOH : Daftar Peraturan Perundang-undangan dan Persyaratan K3 yang wajib dipunyai dan dipenuhi dalam melaksanakan paket pekerjaan ini adalah : a.

56 M. dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. BENTUK FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA (Selain Contoh Format Modal Kerja Formulir Isian Kualifikasi telah disediakan dalam aplikasi SPSE) Modal Kerja Surat dukungan keuangan dari Bank: Nomor Tanggal Nama Bank Nilai : __________ : __________ : __________ : __________ Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam. __________ [tempat]. Jika dikemudian hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan. maka saya dan badan usaha yang saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi administratif. gugatan secara perdata. __ [tanggal] __________ [bulan] 20__ [tahun] PT/CV/Firma/Koperasi __________ [pilih yang sesuai dan cantumkan nama] (nama lengkap wakil sah badan usaha) [jabatan pada badan usaha] Catatan: [Surat Pernyataan ini di masukkan bersamaan dengan Surat Keterangan Dukungan Bank dalam Formulir Isian Kualifikasi yang disediakan dalam aplikasi SPSE – Menu Dukungan Bank] .

PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR KUALIFIKASI (Petunjuk Pengisian Formulir Isian Kualifikasi mengikuti Petunjuk Pengoperasioan (User Guide) aplikasi SPSE) .57 BAB VII.

4. tidak pailit. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI A. PPh Pasal 25/Pasal 29 dan PPN (bagi Pengusaha Kena Pajak) paling kurang 3 (tiga) bulan terakhir dalam tahun berjalan. 9.58 BAB VIII. memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. Peserta dapat mengganti persyaratan ini dengan menyampaikan Surat Keterangan Fiskal (SKF). 2. baik di lingkungan pemerintah maupun swasta termasuk pengalaman subkontrak. menyampaikan pernyataan/pengakuan tertulis bahwa perusahaan yang bersangkutan dan manajemennya atau peserta perorangan tidak dalam pengawasan pengadilan. Usaha Kecil dan koperasi kecil yang baru berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun. salah satu dan/atau semua pengurus dan badan usahanya atau peserta perorangan tidak masuk dalam Daftar Hitam. Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 1. memiliki kemampuan pada bidang pekerjaan yang sesuai untuk Usaha Mikro. 10. memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta untuk mengikuti pengadaan pekerjaan konstruksi paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai total HPS. peserta wajib mempunyai perjanjian Kerja Sama Operasi/kemitraan yang memuat persentase kemitraan/KSO dan perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO tersebut. . 7. PPh Pasal 23 (bila ada transaksi). 5. Usaha Kecil dan koperasi kecil serta kemampuan pada subbidang pekerjaan yang sesuai untuk usaha non-kecil. memperoleh paling sedikit 1 (satu) pekerjaan sebagai penyedia dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir. menyampaikan daftar perolehan pekerjaan yang sedang dikerjakan. memiliki NPWP dan telah memenuhi kewajiban perpajakan tahun pajak terakhir (SPT Tahunan) serta memiliki laporan bulanan PPh Pasal 21. 6. memiliki izin usaha sesuai dengan peraturan perundang-undangan. 8. 3. atau peserta perorangan tidak sedang dalam menjalani sanksi pidana. kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan dan/atau direksi yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan. kecuali bagi peserta Usaha Mikro. dalam hal peserta akan melakukan kemitraan/KSO: a.

59

b.

evaluasi persyaratan pada angka 1 sampai dengan angka 10 dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan kemitraan/KSO;

11. untuk usaha non-kecil, memiliki Kemampuan Dasar (KD) pada pekerjaan yang sejenis dan kompleksitas yang setara, dengan ketentuan: a. KD = 3 NPt NPt = Nilai pengalaman tertinggi pada sub bidang pekerjaan yang sesuai dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir; b. dalam hal kemitraan/KSO yang diperhitungkan adalah KD dari perusahaan yang mewakili kemitraan/KSO; c. KD sekurang-kurangnya sama dengan nilai total HPS; d. pengalaman perusahaan dinilai dari sub bidang pekerjaan, nilai kontrak dan status peserta pada saat menyelesaikan kontrak sebelumnya; e. nilai pengalaman pekerjaan dapat dikonversi menjadi nilai pekerjaan sekarang (present value) menggunakan perhitungan sebagai berikut:

Nilai pekerjaan sekarang Nilai pekerjaan keseluruhan termasuk eskalasi (apabila ada) saat serah terima pertama Io = Indeks dari Biro Pusat Statistik (BPS) pada bulan serah terima pertama Is = Indeks dari BPS pada bulan penilaian prakualifikasi (apabila belum ada, dapat dihitung dengan regresi linier berdasarkan indeks bulan-bulan sebelumnya) Indeks BPS yang dipakai adalah indeks yang merupakan komponen terbesar dari pekerjaan; 12. mempunyai Sisa Kemampuan Paket (SKP), dengan ketentuan: a. SKP = KP – jumlah paket yang sedang dikerjakan KP = Kemampuan menangani paket pekerjaan untuk usaha non kecil KP = 6 atau KP = 1,2 N N = Jumlah paket pekerjaan terbanyak yang dapat ditangani pada saat bersamaan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir; b. dalam hal kemitraan/KSO, yang diperhitungkan adalah SKP dari semua perusahaan yang bermitra/KSO; B. Pokja ULP memeriksa dan membandingkan persyaratan dan data isian peserta dalam Dokumen Isian Kualifikasi dalam hal: 1. kelengkapan Dokumen Isian Kualifikasi; dan 2. pemenuhan persyaratan kualifikasi.

NPs Npo

= =

60

C.

Apabila ditemukan hal-hal dan/atau data yang kurang jelas maka Pokja ULP dapat meminta peserta untuk menyampaikan klarifikasi secara tertulis namun tidak boleh mengubah substansi formulir isian kualifikasi. Evaluasi kualifikasi sudah merupakan kompetisi, maka data yang kurang tidak dapat dilengkapi.

D.

61

BAB IX. BENTUK KONTRAK

SURAT PERJANJIAN untuk melaksanakan Paket Pekerjaan Konstruksi: __________ Nomor: __________

[Jika Penyedia bukan berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi sebagai berikut: “SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [nama Kuasa Pengguna Anggaran], selaku Kuasa Pengguna Anggaran, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Kuasa Pengguna Anggaran], yang berkedudukan di __________ [alamat Kuasa Pengguna Anggaran], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai KPA] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran] (selanjutnya disebut “KPA”) dan __________ [nama wakil Penyedia], __________ [jabatan wakil Penyedia], yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama Penyedia], yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia], berdasarkan Akta Notaris No. ___ [No. Akta notaris] tanggal ____________ [tanggal penerbitan Akta] yang dikeluarkan oleh Notaris ______________ [nama Notaris penerbit Akta] (selanjutnya disebut “Penyedia”).”] [Jika Penyedia berbentuk kemitraan/KSO maka kalimat pembukaan/komparisi sebagai berikut: “SURAT PERJANJIAN ini berikut semua lampirannya (selanjutnya disebut “Kontrak”) dibuat dan ditandatangani di __________ pada hari __________ tanggal __ bulan __________ tahun ____________ [tanggal, bulan dan tahun diisi dengan huruf] antara __________ [nama Kuasa Pengguna Anggaran], selaku Kuasa Pengguna Anggaran, yang bertindak untuk dan atas nama __________ [nama satuan kerja Kuasa Pengguna Anggaran], yang berkedudukan di __________ [alamat Kuasa Pengguna Anggaran], berdasarkan Surat Keputusan _______________ [pejabat yang menandatangani SK penetapan sebagai KPA] No _________________ [No. SK penetapan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran] (selanjutnya disebut “KPA”) dan kemitraan/KSO yang beranggotakan sebagai berikut: 1. _________________ [nama Penyedia 1]; 2. _________________ [nama Penyedia 2]; ..... dst

serta telah menyetujui untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi sesuai dengan persyaratan dan ketentuan dalam Kontrak ini. memiliki keahlian profesional.62 yang masing-masing anggotanya bertanggung jawab secara pribadi dan tanggung renteng atas semua kewajiban terhadap KPA berdasarkan Kontrak ini dan telah menunjuk __________ [nama anggota kemitraan yang ditunjuk sebagai wakil kemitraan/KSO] untuk bertindak atas nama Kemitraan yang berkedudukan di __________ [alamat Penyedia wakil kemitraan]. 2) menandatangani Kontrak ini setelah meneliti secara patut. ditulis sebagai berikut: “total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diperoleh berdasarkan kuantitas dan harga satuan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga adalah sebesar Rp________________ (_______________________ rupiah). (c) KPA dan Penyedia menyatakan memiliki kewenangan menandatangani Kontrak ini. KPA dan Penyedia dengan ini bersepakat dan menyetujui hal-hal sebagai berikut: 1. 4) telah mendapatkan kesempatan yang memadai untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan semua ketentuan dalam Kontrak ini beserta semua fakta dan kondisi yang terkait. dan sumber daya teknis. MAKA OLEH KARENA ITU. dan mengikat pihak yang diwakili. [untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum. ___________ tanggal ___________ (selanjutnya disebut “Penyedia”).”] MENGINGAT BAHWA: (a) KPA telah meminta Penyedia untuk menyediakan Pekerjaan Konstruksi sebagaimana diterangkan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak yang terlampir dalam Kontrak ini (selanjutnya disebut “Pekerjaan Konstruksi”). untuk (d) KPA dan Penyedia mengakui dan menyatakan bahwa sehubungan dengan penandatanganan Kontrak ini masing-masing pihak: 1) telah dan senantiasa diberikan kesempatan untuk didampingi oleh advokat. berdasarkan surat Perjanjian kemitraan/KSO No. (b) Penyedia sebagaimana dinyatakan kepada KPA. ditulis sebagai berikut: “total harga Kontrak atau Nilai Kontrak termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah sebesar Rp________________ (_______________________ rupiah).”] [untuk kontrak lump sum. personil. 3) telah membaca dan memahami secara penuh ketentuan Kontrak ini.”] .

3. Berita Acara Penjelasan Lanjutan (apabila ada). dan dokumen lainnya seperti: jaminan-jaminan. 3) melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada KPA. 5. KPA mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia. syarat-syarat khusus Kontrak. syarat-syarat umum Kontrak. c. gambar-gambar. 3) memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh Penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. 4) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak. d. Dokumen Kontrak dibuat untuk saling menjelaskan satu sama lain. f. surat penawaran berikut daftar kuantitas dan harga (apabila ada). 2) meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia. 2) meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari KPA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan Kontrak. h. .63 2. pokok perjanjian. dan jika terjadi pertentangan antara ketentuan dalam suatu dokumen dengan ketentuan dalam dokumen yang lain maka yang berlaku adalah ketentuan dalam dokumen yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki pada angka 3 di atas. b. dokumen-dokumen berikut merupakan satu-kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari Kontrak ini: a. peristilahan dan ungkapan dalam Surat Perjanjian ini memiliki arti dan makna yang sama seperti yang tercantum dalam lampiran Surat Perjanjian ini. spesifikasi khusus. Penyedia mempunyai hak dan kewajiban untuk: 1) menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah ditentukan dalam Kontrak. b. adendum Surat Perjanjian. 4) membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam Kontrak yang telah ditetapkan kepada Penyedia. spesifikasi umum. e. BAHP. 4. g. SPPBJ. Hak dan kewajiban timbal-balik KPA dan Penyedia dinyatakan dalam Kontrak yang meliputi khususnya: a. i.

Untuk dan atas nama __________ KPA Untuk dan atas nama Penyedia/Kemitraan (KSO) __________ [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk Penyedia maka rekatkan materai Rp 6. KPA dan Penyedia telah bersepakat untuk menandatangani Kontrak ini pada tanggal tersebut di atas dan melaksanakan Kontrak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Republik Indonesia.. 7) menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam Kontrak. 6) memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan KPA. penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam Kontrak. Kontrak ini mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam Syarat-Syarat Umum/Khusus Kontrak dengan tanggal mulai dan penyelesaian keseluruhan pekerjaan sebagaimana diatur dalam SyaratSyarat Umum/Khusus Kontrak. 6.. peralatan. bahan-bahan.000. 8) mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan Penyedia. DENGAN DEMIKIAN.000. dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan. angkutan ke atau dari lapangan.)] [nama lengkap] [jabatan] . akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja.)] [nama lengkap] [jabatan] [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja KPA maka rekatkan materai Rp 6.64 5) melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat.

)] Untuk dan atas nama penyedia __________ [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen maka rekatkan materai Rp 6.65 [kop surat K/L/D/I] SATUAN KERJA: SURAT PERINTAH KERJA (SPK) Halaman __ dari __ PAKET PEKERJAAN: __________ NOMOR DAN TANGGAL SPK: NOMOR DAN TANGGAL DOKUMEN PENGADAAN: NOMOR DAN TANGGAL BERITA ACARA HASIL PELELANGAN: SUMBER DANA: [sebagai contoh.)] [nama lengkap] [jabatan] [nama lengkap] [jabatan] . penyedia berkewajiban untuk mematuhi Syarat Umum SPK terlampir.. Selain tunduk kepada ketentuan dalam SPK ini. Uraian Pekerjaan Kuantitas Satuan Ukuran Harga Satuan (Rp) Material Upah Subtotal (Rp) Material Upah Total (Rp) Terbilang : Jumlah PPN 10% NILAI INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA: Penagihan hanya dapat dilakukan setelah penyelesaian pekerjaan yang diperintahkan dalam SPK ini dan dibuktikan dengan Berita Acara Serah Terima. cantumkan ”dibebankan atas DIPA __________ Tahun Anggaran ____ untuk mata anggaran kegiatan __________ WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun NILAI PEKERJAAN No.000.000. Untuk dan atas nama __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan dan cap (jika salinan asli ini untuk penyedia maka rekatkan materai Rp 6. Jika pekerjaan tidak dapat diselesaikan dalam jangka waktu pelaksanaan pekerjaan karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia berkewajiban untuk membayar denda kepada KPA sebesar 1/1000 (satu per seribu) dari bagian tertentu nilai SPK sebelum PPN setiap hari kalender keterlambatan..

dan pelaksanaan SPK ini didasarkan kepada hukum Republik Indonesia. 3. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam harga SPK. CACAT MUTU KPA akan memeriksa setiap hasil pekerjaan penyedia dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap cacat mutu yang ditemukan. atas segala risiko terhadap kecelakaan. PERPAJAKAN Penyedia berkewajiban untuk membayar semua pajak. dan c. . spesifikasi teknis dan harga yang tercantum dalam SPK. 8. Semua peralatan tersebut harus dikembalikan dalam kondisi yang sama pada saat diberikan kepada penyedia dengan pengecualian keausan akibat pemakaian yang wajar. 4. Harga SPK telah memperhitungkan keuntungan. serta menguji pekerjaan yang dianggap oleh KPA mengandung cacat mutu. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan.66 SYARAT UMUM SURAT PERINTAH KERJA (SPK) 1. baik sebagai akibat peleburan (merger) atau akibat lainnya. kehilangan. JADWAL a. Pengalihan seluruh pekerjaan hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama penyedia. dan semua peralatan tersebut harus dikembalikan kepada KPA pada saat SPK berakhir atau jika tidak diperlukan lagi oleh penyedia. KPA membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam SPK sebesar harga SPK. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan. PENGALIHAN DAN/ATAU SUBKONTRAK Penyedia dilarang untuk mengalihkan dan/atau mensubkontrakkan sebagian atau seluruh pekerjaan. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama 6 (enam) bulan setelah serah terima hasil pekerjaan. serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan. KPA dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan cacat mutu. 7. maka KPA dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum SPK. HAK KEPEMILIKAN a. serta risiko lain yang tidak dapat diduga. HARGA SPK a. retribusi. dan pungutan lain yang dibebankan oleh hukum yang berlaku atas pelaksanaan SPK. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada KPA. bea. b. perlindungan terhadap kegagalan bangunan. b. b. 6. pelaksanaan pekerjaan. c. kerusakan. sesuai dengan volume. interpretasi. 10. LINGKUP PEKERJAAN Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya. b. Waktu pelaksanaan SPK adalah sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK. c. 9. beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi. Jika diminta oleh KPA maka penyedia berkewajiban untuk membantu secara optimal pengalihan hak kepemilikan tersebut kepada KPA sesuai dengan hukum yang berlaku. d. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam harga SPK. SPK ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan oleh para pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SPMK. 5. PENYEDIA MANDIRI Penyedia berdasarkan SPK ini bertanggung jawab penuh terhadap personil serta pekerjaan yang dilakukan. b. HUKUM YANG BERLAKU Keabsahan. ASURANSI a. Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: a. KPA berhak atas kepemilikan semua barang/bahan yang terkait langsung atau disediakan sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh penyedia kepada KPA. Hak kepemilikan atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh KPA tetap pada KPA. Rincian harga SPK sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum). 2.

dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu. semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini. banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan. 2) penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya. kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian KPA. c. sakit atau kematian pihak ketiga. 5) keadaan cuaca termasuk hujan. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan. d. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam syarat ini. PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN KPA berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. tanggung jawab. 12. e. PENGUJIAN Jika KPA atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar.67 11. d. 3) jenis. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda. membebaskan. serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan. g. f. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. LAPORAN HASIL PEKERJAAN a. dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. c. 2) cidera tubuh. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan. penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat KPA) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: 1) kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia. 13. jumlah dan kondisi peralatan. Kecuali SPK diputuskan lebih awal. b. dan Personil. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka KPA dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan SPK untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu. KPA membuat foto-foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. Penyedia berkewajiban untuk melindungi. kewajiban. kehilangan. b. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. sakit atau kematian Personil. WAKTU PENYELESAIAN PEKERJAAN a. PENANGGUNGAN DAN RISIKO a. 4) jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan. c. 15. Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal. 3) kehilangan atau kerusakan harta benda. b. denda. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan. gugatan atau tuntutan hukum. dan cidera tubuh. 14. Laporan harian berisi: 1) jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan. . Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia. d. apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil KPA. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek. Apabila diperlukan. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. KPA dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Laporan harian dibuat oleh penyedia. kerugian. dan 6) catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. proses pemeriksaan hukum. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.

Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA. Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO). b. sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan. Perubahan SPK bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak. . 18. c. 4) penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal. 7) KPA memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh KPA. spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan. Setelah masa pemeliharaan berakhir. f. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA. Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan SPK. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan. Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. g. 2) keterlambatan pembayaran kepada penyedia. 5) KPA menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan. b. h. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka KPA berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. 19. JAMINAN PEMELIHARAAN a. atas perintah KPA. PERUBAHAN SPK a. dapat dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi. maka KPA berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan. penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan pekerjaan.68 16. 8) ketentuan lain dalam SPK. KPA menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan SPK dan diterima oleh Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. c. e. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari harga SPK. i. SPK hanya dapat diubah melalui adendum SPK. 3) perubahan harga SPK akibat adanya perubahan pekerjaan dan/atau perubahan pelaksanaan pekerjaan. 6) KPA memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan. dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi. d. KPA wajib melakukan pembayaran sisa harga SPK yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: 1) KPA mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan. b. Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. c. PA/KPA dapat membentuk Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari harga SPK dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari harga SPK. penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya. 3) KPA tidak memberikan gambar-gambar. 17. Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus). KPA menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. d. PERISTIWA KOMPENSASI a. c. e. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada KPA setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus). 2) perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. meliputi: 1) perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam SPK sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam SPK. KPA menugaskan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Untuk kepentingan perubahan SPK. Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi. b. SERAH TERIMA PEKERJAAN a. penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan akhir pekerjaan.

PERPANJANGAN WAKTU a. dan/atau 2) penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. 3) penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia. maka KPA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan. DENDA Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam SPK ini. tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Bahan dan perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada KPA. b. kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang. 2) penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. dan selanjutnya menjadi hak milik KPA. 5) penyedia selama Masa SPK gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh KPA. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. Dalam hal SPK dihentikan. KPA dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia. 2) biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi hasil pekerjaan sementara dan peralatan. 9) penyedia terbukti melakukan KKN. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena KPA terlibat penyimpangan prosedur. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN SPK a. 4) penyedia berada dalam keadaan pailit. termasuk: 1) biaya langsung pengadaan bahan dan perlengkapan untuk pekerjaan ini. Pemutusan SPK dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak KPA. d. 23. d. 7) Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan. maka KPA wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai. dan/atau 10) pengaduan tentang penyimpangan prosedur. Pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan. . Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. f. 3) biaya langsung demobilisasi personil. KPA mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia.69 20. KPA dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi sementara dengan mengesampingkan hal-hal yang sedang menjadi perselisihan. KPA berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan. b. Penghentian SPK dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar. PENYELESAIAN PERSELISIHAN KPA dan penyedia berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai semua 21. Pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh KPA. 2) pembayaran dilakukan dengan [sistem bulanan/sistem termin/pembayaran secara sekaligus]. pajak dan uang retensi. b. c. 24. pemutusan SPK melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: 1) penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. PEMBAYARAN a. melakukan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan. dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari. 6) denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari harga SPK dan KPA menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan. Dalam hal pemutusan SPK dilakukan karena kesalahan penyedia: 1) penyedia membayar denda. c. 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum SPK jika perpanjangan tersebut mengubah Masa SPK. 4) pembayaran harus dipotong denda (apabila ada). tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan. Bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran. KPA dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan surat permintaan pembayaran kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM). e. tidak memulai pelaksanaan pekerjaan. 8) KPA tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SPK. 22.

LARANGAN PEMBERIAN KOMISI Penyedia menjamin bahwa tidak satu pun personil satuan kerja KPA telah atau akan menerima komisi atau keuntungan tidak sah lainnya baik langsung maupun tidak langsung dari SPK ini. Jika perselisihan tidak dapat diselesaikan secara musyawarah maka perselisihan akan diselesaikan melalui pengadilan negeri dalam wilayah hukum Republik Indonesia. 25.70 perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan SPK ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan. . Penyedia menyetujui bahwa pelanggaran syarat ini merupakan pelanggaran yang mendasar terhadap SPK ini.

yang masing-masing pihak . 1. Definisi Istilah-istilah yang digunakan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini harus mempunyai arti atau tafsiran seperti yang dimaksudkan sebagai berikut: 1. 1.9 Kemitraan/KSO adalah kerja sama usaha antar penyedia baik penyedia nasional maupun penyedia asing. 1. untuk melaksanakan sebagian pekerjaan (subkontrak).8 Subpenyedia adalah penyedia yang mengadakan perjanjian kerja dengan penyedia penanggung jawab kontrak. 1. pemantauan dan kegiatan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi. 1.6 Aparat Pengawas Intern Pemerintah atau pengawas intern pada Institusi lain yang selanjutnya disebut APIP adalah aparat yang melakukan pengawasan melalui audit. 1.1 Pekerjaan Konstruksi adalah seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya.4 Pejabat Pembuat Komitmen yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pengadaan Pekerjaan Konstruksi. 1.2 Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran Kementerian/ Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi lain Pengguna APBN/APBD. 1.71 BAB X.7 Penyedia adalah badan usaha atau orang perseorangan yang menyediakan Pekerjaan Konstruksi.5 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan adalah panitia/pejabat yang ditetapkan oleh PA/KPA yang bertugas memeriksa dan menerima hasil pekerjaan. reviu. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) A. Ketentuan Umum 1.3 Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut KPA adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk menggunakan APBD. evaluasi.

Direksi teknis adalah tim pendukung yang ditunjuk/ditetapkan oleh KPA untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan. yang dikeluarkan oleh Bank Umum/Perusahaan Penjaminan/Perusahaan Asuransi yang diserahkan oleh penyedia kepada KPA/Pokja ULP untuk menjamin terpenuhinya kewajiban penyedia. terdiri dari 1 (satu) orang atau lebih. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah perhitungan perkiraan biaya pekerjaan yang disusun oleh KPA.16 1.17 1.10 1. dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan serta digunakan oleh Pokja ULP untuk menilai kewajaran penawaran termasuk rinciannya.19 1.15 1.11 1.13 1.12 1. Surat Jaminan yang selanjutnya disebut Jaminan.18 1. Hari adalah hari kalender. Direksi lapangan adalah tim pendukung yang dibentuk/ditetapkan oleh KPA.20 mempunyai hak. Nilai Kontrak adalah total harga yang tercantum dalam Kontrak.72 1. Metoda pelaksanaan pekerjaan adalah cara . yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan. Kontrak Pengadaan Barang/Jasa yang selanjutnya disebut Kontrak adalah perjanjian tertulis antara KPA dengan penyedia yang mencakup Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) ini dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK) serta dokumen lain yang merupakan bagian dari kontrak. Daftar kuantitas dan harga (rincian harga penawaran) adalah daftar kuantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran.14 1. kewajiban dan tanggung jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis. adalah jaminan tertulis yang bersifat mudah dicairkan dan tidak bersyarat (unconditional). Harga Satuan Pekerjaan (HSP) adalah harga satu jenis pekerjaan tertentu per satu satuan tertentu. Pekerjaan utama adalah jenis pekerjaan yang secara langsung menunjang terwujudnya dan berfungsinya suatu konstruksi sesuai peruntukannya yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP.

Masa Kontrak adalah jangka waktu berlakunya Kontrak ini terhitung sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan masa pemeliharaan berakhir.73 1. Kegagalan Bangunan adalah keadaan bangunan. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan adalah bagian pekerjaan bukan pekerjaan utama yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP.27 1.24 1.25 1. terdiri atas tahap pelaksanaan yang disusun secara logis. Masa pemeliharaan adalah kurun waktu kontrak yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak.22 1. Personil inti adalah tenaga yang akan ditempatkan secara penuh sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam LDP serta posisinya dalam manajemen pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan organisasi pelaksanaan yang diajukan untuk melaksanakan pekerjaan.29 kerja yang layak. realistik dan dapat dilaksanakan. dihitung sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan.23 1. realistik dan dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan dan diyakini menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan dengan tahap pelaksanaan yang sistimatis berdasarkan sumber daya yang dimiliki penawar. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja penyedia yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). yang setelah diserahterimakan oleh . dinyatakan dalam Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh KPA. Kegagalan Konstruksi adalah keadaan hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan sebagaimana disepakati dalam kontrak baik sebagian maupun keseluruhan sebagai akibat kesalahan pengguna atau penyedia.21 1.28 1.26 1. Jadwal waktu pelaksanaan adalah jadwal yang menunjukkan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. yang diterbitkan oleh KPA. yang pelaksanaannya diserahkan kepada penyedia lain dan disetujui terlebih dahulu oleh KPA. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan selesai.

Penerapan SSUK diterapkan secara luas dalam pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi ini tetapi tidak dapat bertentangan dengan ketentuan-ketentuan dalam Dokumen Kontrak lain yang lebih tinggi berdasarkan urutan hierarki dalam Surat Perjanjian. manfaat. menjadi tidak berfungsi.2 . Penyedia menjamin bahwa yang bersangkutan (termasuk semua anggota Kemitraan/KSO apabila berbentuk Kemitraan/KSO) dan Sub penyedianya (jika ada) tidak akan melakukan 3. keselamatan dan kesehatan kerja. dari segi teknis. dan/atau keselamatan umum.2 4. 3. Bahasa dan Hukum 3. dilarang untuk: a. baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak. membuat dan/atau menyampaikan secara tidak benar dokumen dan/atau keterangan lain yang disyaratkan untuk penyusunan dan pelaksanaan Kontrak ini. 2. Berdasarkan etika pengadaan barang/jasa pemerintah. menawarkan. Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta Penipuan 4.74 penyedia kepada KPA dan terlebih dahulu diperiksa serta diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. menerima atau menjanjikan untuk memberi atau menerima hadiah atau imbalan berupa apa saja atau melakukan tindakan lainnya untuk mempengaruhi siapapun yang diketahui atau patut dapat diduga berkaitan dengan pengadaan ini. b. kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan hukum yang berlaku di Indonesia atau hukum berlaku di negara pemberi yang pinjaman/hibah (tergantung kesepakatan antara Pemerintah dan negara pemberi pinjaman/hibah). Hukum yang digunakan adalah hukum yang berlaku di Indonesia.1 4. Larangan Korupsi.1 Bahasa kontrak harus dalam Bahasa Indonesia kecuali dalam rangka pinjaman/hibah luar negeri menggunakan Bahasa Indonesia dan bahasa nasional pemberi pinjaman/hibah tersebut dan/atau bahasa Inggris.

pemutusan Kontrak. email dan/atau faksimili dengan alamat tujuan para pihak yang tercantum dalam SSKK. atau diproduksi. dan dianggap telah diberitahukan jika telah disampaikan secara langsung kepada wakil sah Para Pihak dalam SSUK. Wakil Sah Para Pihak Setiap tindakan yang disyaratkan atau diperbolehkan untuk dilakukan. dan setiap dokumen yang .1 5. pengenaan daftar hitam.4 4. 4.5 5. Korespondensi 6.2 7. Asal Material/ Bahan 5. atau jika disampaikan melalui surat tercatat dan/atau faksimili ditujukan ke alamat yang tercantum dalam SSKK. Jaminan Pelaksanaan dicairkan dan disetorkan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK.1 6. sisa uang muka harus dilunasi oleh Penyedia.3 Penyedia yang menurut penilaian KPA terbukti melakukan larangan-larangan di atas dapat dikenakan sanksi-sanksi administratif oleh KPA sebagai berikut: a. Semua pemberitahuan. b. atau persetujuan berdasarkan Kontrak ini harus dibuat secara tertulis dalam Bahasa Indonesia.75 tindakan yang dilarang di atas. c. Pengenaan sanksi administratif di atas dilaporkan oleh KPA kepada Menteri/Kepala Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi lainnya. dan d. KPA yang terlibat dalam KKN dan penipuan dikenakan sanksi berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Semua korespondensi dapat berbentuk surat. Penyedia harus menyampaikan asal material/bahan yang terdiri dari rincian komponen dalam negeri dan komponen impor. permohonan. tumbuh. 4. Asal material/bahan merupakan tempat material/bahan diperoleh. antara lain tempat material/bahan ditambang.2 6.

Pengabaian Jika terjadi pengabaian oleh satu Pihak terhadap pelanggaran ketentuan tertentu Kontrak oleh Pihak yang lain maka pengabaian tersebut tidak menjadi pengabaian yang terus-menerus selama Masa Kontrak atau seketika menjadi pengabaian terhadap pelanggaran ketentuan yang lain. Khusus untuk penyedia perseorangan. 10. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan. dan pungutan lain yang dibebankan oleh peraturan perpajakan atas pelaksanaan Kontrak ini. 9.76 disyaratkan atau diperbolehkan untuk dibuat berdasarkan Kontrak ini oleh KPA atau Penyedia hanya dapat dilakukan atau dibuat oleh pejabat yang disebutkan dalam SSKK.4 11.2 10. Pengalihan seluruh Kontrak hanya diperbolehkan dalam hal pergantian nama Penyedia. Subkontrak sebagian pekerjaan utama hanya diperbolehkan kepada Penyedia spesialis setelah persetujuan tertulis dari KPA. Pengabaian hanya dapat mengikat jika dapat dibuktikan secara tertulis . 8.3 10. Jika ketentuan di atas dilanggar maka Kontrak diputuskan dan Penyedia dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam SSKK. Perpajakan 10.1 Penyedia dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh Kontrak ini. Penyedia dilarang untuk mensubkontrakkan sebagian/seluruh pekerjaan utama dalam Kontrak ini. Pembukuan Penyedia diharapkan untuk melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan sistematis sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini berdasarkan standar akuntansi yang berlaku. Penyedia tidak boleh diwakilkan. bea. Subpenyedia (jika ada). baik sebagai akibat peleburan (merger) maupun akibat lainnya. retribusi. Penyedia. Pengalihan dan/atau Subkontrak 10. dan Personil yang bersangkutan berkewajiban untuk membayar semua pajak. Semua pengeluaran perpajakan ini dianggap telah termasuk dalam Nilai Kontrak.

Pengawas Pekerjaan dapat bertindak sebagai Wakil Sah KPA. 12.77 dan ditandatangani oleh Wakil Sah Pihak yang melakukan pengabaian. Pengawas Pekerjaan selalu bertindak untuk kepentingan KPA. . Perintah Penyedia berkewajiban untuk melaksanakan semua perintah Pengawas Pekerjaan yang sesuai dengan kewenangan Pengawas Pekerjaan dalam Kontrak ini. Penyedia Mandiri Penyedia berdasarkan Kontrak ini bertanggung jawab penuh terhadap personil dan subpenyedianya (jika ada) serta pekerjaan yang dilakukan oleh mereka. Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk mengawasi pelaksanaan pekerjaan. Kemitraan/KSO memberi kuasa kepada salah satu anggota yang disebut dalam Surat Perjanjian untuk bertindak atas nama Kemitraan/KSO dalam pelaksanaan hak dan kewajiban terhadap KPA berdasarkan Kontrak ini. Persetujuan Pengawas Pekerjaan 15. Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan 14. KPA jika dipandang perlu dapat mengangkat Pengawas Pekerjaan yang berasal dari personil KPA atau konsultan pengawas.1 Selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan. Jika dalam pelaksanaan pekerjaan ini diperlukan terlebih dahulu adanya Hasil Pekerjaan Sementara maka penyedia berkewajiban untuk menyerahkan spesifikasi dan gambar usulan Hasil Pekerjaan Sementara tersebut untuk disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.1 15. Kemitraan/KSO 14. Dalam melaksanakan kewajibannya. Jika tercantum dalam SSKK. 13. penyedia bertanggung jawab secara penuh atas rancangan Hasil Pekerjaan Sementara.2 15. Terlepas dari ada tidaknya persetujuan Pengawas Pekerjaan. Semua gambar yang digunakan untuk mendapatkan Hasil Pekerjaan baik yang permanen maupun sementara harus mendapatkan persetujuan Pengawas Pekerjaan. 14.2 16.

Penyelesaian. Adendum dan Pemutusan Kontrak 19. Wakil Sah KPA dan/atau Pengawas Pekerjaan ke lokasi kerja dan lokasi lainnya dimana pekerjaan ini sedang atau akan dilaksanakan.3 19. Apabila penyedia berpendapat tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal karena keadaan diluar pengendaliannya dan penyedia telah melaporkan kejadian tersebut kepada KPA.78 17. Penyerahan Lokasi Kerja 20. maka KPA dapat melakukan penjadwalan kembali pelaksanaan tugas penyedia dengan adendum kontrak. Pelaksanaan.1 KPA berkewajiban untuk menyerahkan keseluruhan lokasi kerja kepada penyedia sebelum SPMK diterbitkan.4 B.2 19. Akses ke Lokasi Kerja B. Penyedia berkewajiban untuk menjamin akses KPA. Jika dalam pemeriksaan lapangan bersama ditemukan hal-hal yang dapat mengakibatkan perubahan isi Kontrak maka perubahan 20. Penyerahan dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan lapangan bersama. Penemuanpenemuan Penyedia wajib memberitahukan kepada KPA dan kepada pihak yang berwenang semua penemuan benda/barang yang mempunyai nilai sejarah atau penemuan kekayaan di lokasi pekerjaan yang menurut peraturan perundang-undangan dikuasai oleh negara . Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK.2 . 18. Hasil pemeriksaan dan penyerahan dituangkan dalam berita acara penyerahan lokasi kerja. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 19.1 Kontrak ini berlaku efektif pada tanggal penandatanganan Surat Perjanjian oleh Para Pihak atau pada tanggal yang ditetapkan dalam SSKK.1 Pelaksanaan Pekerjaan 20. 19. Penyedia harus menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ditentukan dalam SSKK.

2 22. c. Penyedia berkewajiban untuk memutakhirkan program mutu jika terjadi adendum Kontrak dan Peristiwa Kompensasi. Dalam SPMK dicantumkan saat paling lambat dimulainya pelaksanaan kontrak oleh penyedia. termasuk perubahan terhadap urutan pekerjaan. d.3 22. 21. Pemutakhiran program mutu harus mendapatkan persetujuan KPA. 20. Penyedia berkewajiban untuk menyerahkan program mutu pada rapat persiapan pelaksanaan kontrak untuk disetujui oleh KPA. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) 21. b. organisasi kerja penyedia. dan f.3 Jika penyerahan hanya dilakukan pada bagian tertentu dari lokasi kerja maka KPA dapat dianggap telah menunda pelaksanaan pekerjaan tertentu yang terkait dengan bagian lokasi kerja tersebut. KPA menerbitkan SPMK selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatanganan kontrak.5 22. Pemutakhiran program mutu harus menunjukkan perkembangan kemajuan setiap pekerjaan dan dampaknya terhadap penjadwalan sisa pekerjaan. Program mutu dapat direvisi sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan. jadwal pelaksanaan pekerjaan. prosedur pelaksanaan pekerjaan. Program Mutu 22.2 22. Persetujuan KPA terhadap program mutu tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia.1 22.1 21.4 22. Program mutu disusun paling sedikit berisi: a. informasi mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan. dan kondisi ini ditetapkan sebagai Peristiwa Kompensasi. e.6 . pelaksana kerja. prosedur instruksi kerja.79 tersebut harus dituangkan dalam adendum Kontrak.

Mobilisasi dilakukan sesuai dengan lingkup pekerjaan. Mobilisasi peralatan dan personil dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. mobilisasi peralatan dan personil.1 24. e. bengkel. mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. c. program mutu. KPA dengan penyedia melakukan lokasi pekerjaan dengan pengukuran dan pemeriksaan lokasi pekerjaan untuk setiap pembayaran. d. mempersiapkan fasilitas seperti kantor. harus sudah menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak. unsur perencanaan. Apabila diperlukan. Mobilisasi paling lambat harus sudah mulai dilaksanakan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterbitkan SPMK. rumah. jadwal pengadaan bahan/material. Pemeriksaan Bersama 25. dan unsur pengawasan. pada pelaksanaan Kontrak. PA/KPA dapat .2 Untuk pemeriksaan bersama ini.2 24. KPA bersama dengan penyedia.80 23. tahap awal bersama-sama pemeriksaan melakukan detail kondisi rencana mata 23. Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan kontrak meliputi: a. yaitu: a. b.1 Selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak diterbitkannya SPMK dan sebelum pelaksanaan pekerjaan. organisasi kerja. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan. penyusunan rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lokasi pekerjaan. gedung laboratorium. b. gudang.1 25. dan sebagainya.2 24. f.3 25. dan/atau c. Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak 23. mendatangkan personil-personil. Mobilisasi 24. jadwal pelaksanaan pekerjaan.

3 Hasil pemeriksaan bersama dituangkan dalam Berita Acara.4 27.81 membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. 25. Jika keterlambatan tersebut semata-mata disebabkan oleh Peristiwa Kompensasi maka KPA dikenakan kewajiban pembayaran ganti rugi. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi Kontrak.1 . 25. maka harus dituangkan dalam adendum Kontrak.4 B.3 26.1 Kecuali Kontrak diputuskan lebih awal. Waktu Penyelesaian Pekerjaan 26. Jika pekerjaan tidak selesai pada Tanggal Penyelesaian bukan akibat Keadaan Kahar atau Peristiwa Kompensasi atau karena kesalahan atau kelalaian penyedia maka penyedia dikenakan denda.2 26. KPA 26. Tanggal Penyelesaian yang dimaksud dalam angka 26 ini adalah tanggal penyelesaian semua pekerjaan. serta menyelesaikan pekerjaan selambat-lambatnya pada Tanggal Penyelesaian yang ditetapkan dalam SPMK.2 Pengendalian Waktu 26. penyedia berkewajiban untuk memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Kerja. Perpanjangan Waktu 27. Jika terjadi Peristiwa Kompensasi sehingga penyelesaian pekerjaan akan melampaui Tanggal Penyelesaian maka penyedia berhak untuk meminta perpanjangan Tanggal Penyelesaian berdasarkan data penunjang. Denda atau ganti rugi tidak dikenakan jika Tanggal Penyelesaian disepakati oleh Para Pihak untuk diperpanjang. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Personil dan/atau Peralatan ternyata belum memenuhi persyaratan Kontrak maka penyedia tetap dapat melanjutkan pekerjaan dengan syarat Personil dan/atau Peralatan yang belum memenuhi syarat harus segera diganti dalam jangka waktu yang disepakati bersama. dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu.

82

berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan memperpanjang Tanggal Penyelesaian Pekerjaan secara tertulis. Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan melalui adendum Kontrak jika perpanjangan tersebut mengubah Masa Kontrak. 27.2 KPA berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan harus telah menetapkan ada tidaknya perpanjangan dan untuk berapa lama, dalam jangka waktu 21 (dua puluh satu) hari setelah penyedia meminta perpanjangan. Jika penyedia lalai untuk memberikan peringatan dini atas keterlambatan atau tidak dapat bekerja sama untuk mencegah keterlambatan maka keterlambatan seperti ini tidak dapat dijadikan alasan untuk memperpanjang Tanggal Penyelesaian.

28. Penundaan oleh Pengawas Pekerjaan

Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan secara tertulis penyedia untuk menunda pelaksanaan pekerjaan. Setiap perintah penundaan ini harus segera ditembuskan kepada KPA. 29.1 Pengawas Pekerjaan atau penyedia dapat menyelenggarakan rapat pemantauan, dan meminta satu sama lain untuk menghadiri rapat tersebut. Rapat pemantauan diselenggarakan untuk membahas perkembangan pekerjaan dan perencanaaan atas sisa pekerjaan serta untuk menindaklanjuti peringatan dini. Hasil rapat pemantauan akan dituangkan oleh Pengawas Pekerjaan dalam berita acara rapat, dan rekamannya diserahkan kepada KPA dan pihak-pihak yang menghadiri rapat. Mengenai hal-hal dalam rapat yang perlu diputuskan, Pengawas Pekerjaan dapat memutuskan baik dalam rapat atau setelah rapat melalui pernyataan tertulis kepada semua pihak yang menghadiri rapat. Penyedia berkewajiban untuk memperingatkan sedini mungkin Pengawas Pekerjaan atas peristiwa atau kondisi tertentu yang dapat

29. Rapat Pemantauan

29.2

29.3

30. Peringatan Dini

30.1

83

mempengaruhi mutu pekerjaan, menaikkan Nilai Kontrak atau menunda penyelesaian pekerjaan. Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menyampaikan secara tertulis perkiraan dampak peristiwa atau kondisi tersebut di atas terhadap Nilai Kontrak dan Tanggal Penyelesaian. Pernyataan perkiraan ini harus sesegera mungkin disampaikan oleh penyedia. 30.2 Penyedia berkewajiban untuk bekerja sama dengan Pengawas Pekerjaan untuk mencegah atau mengurangi dampak peristiwa atau kondisi tersebut.

B.3

Penyelesaian Kontrak 31.1 Setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus), penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan pekerjaan. Dalam rangka penilaian hasil pekerjaan, KPA menugaskan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan melakukan penilaian terhadap hasil pekerjaan yang telah diselesaikan oleh penyedia. Apabila terdapat kekurangan-kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan, penyedia wajib memperbaiki/menyelesaikannya, atas perintah KPA. KPA menerima penyerahan pertama pekerjaan setelah seluruh hasil pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Kontrak dan diterima oleh Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan. Pembayaran dilakukan sebesar 95% (sembilan puluh lima perseratus) dari nilai kontrak, sedangkan yang 5% (lima perseratus) merupakan retensi selama masa pemeliharaan, atau pembayaran dilakukan sebesar 100% (seratus perseratus) dari nilai kontrak dan penyedia harus menyerahkan Jaminan Pemeliharaan sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.

31. Serah Terima Pekerjaan

31.2

31.3

31.4

31.5

84

31.6

Penyedia wajib memelihara hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisi tetap seperti pada saat penyerahan pertama pekerjaan. Setelah masa pemeliharaan berakhir, penyedia mengajukan permintaan secara tertulis kepada KPA untuk penyerahan akhir pekerjaan. KPA menerima penyerahan akhir pekerjaan setelah penyedia melaksanakan semua kewajibannya selama masa pemeliharaan dengan baik. KPA wajib melakukan pembayaran sisa nilai kontrak yang belum dibayar atau mengembalikan Jaminan Pemeliharaan. Apabila penyedia tidak melaksanakan kewajiban pemeliharaan sebagaimana mestinya, maka KPA berhak menggunakan uang retensi untuk membiayai perbaikan/pemeliharaan atau mencairkan Jaminan Pemeliharaan.

31.7

31.8

31.9

31.10 Jika Hasil Pekerjaan berupa bangunan maka umur konstruksi bangunan ditetapkan dalam SSKK. 32. Pengambilalihan KPA akan mengambil alih lokasi dan hasil pekerjaan dalam jangka waktu tertentu setelah dikeluarkan surat keterangan selesai/pengakhiran pekerjaan. 33.1 Penyedia diwajibkan memberikan petunjuk kepada KPA tentang pedoman pengoperasian dan perawatan sesuai dengan SSKK. Apabila penyedia tidak memberikan pedoman pengoperasian dan perawatan, KPA berhak menahan uang retensi atau Jaminan Pemeliharaan.

33. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan

33.2

B.4

Adendum 34.1 34.2 Kontrak hanya dapat diubah melalui adendum kontrak. Perubahan Kontrak bisa dilaksanakan apabila disetujui oleh para pihak, meliputi:

34. Perubahan Kontrak

melaksanakan pekerjaan tambah yang belum tercantum dalam kontrak yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. mengurangi atau menambah jenis pekerjaan. c.2 35. perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan. Pekerjaan tambah harus mempertimbangkan tersedianya anggaran dan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari nilai kontrak awal. 34. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lokasi pekerjaan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditentukan dalam Dokumen Kontrak.85 a. menambah atau mengurangi volume pekerjaan yang tercantum dalam kontrak.4 . perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan. perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak. c. maka KPA bersama penyedia dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain : a. 35. PA/KPA dapat membentuk Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak atas usul KPA. perubahan pelaksanaan pekerjaan dan/atau penyesuaian harga. b.1 35.3 35. Hasil negosiasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara sebagai dasar penyusunan adendum kontrak. mengubah spesifikasi teknis dan gambar pekerjaan sesuai dengan kebutuhan lokasi pekerjaan. dan/atau d. Perubahan Lingkup Pekerjaan 35. Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh KPA secara tertulis kepada penyedia kemudian dilanjutkan dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak awal.3 Untuk kepentingan perubahan kontrak. b.

4 36. perubahan disain. bencana sosial. keadaan kahar. masalah yang timbul di luar kendali penyedia. KPA dapat menugaskan Panitia/Pejabat Peneliti Pelaksanaan Kontrak untuk meneliti kelayakan usulan perpanjangan waktu pelaksanaan. Yang digolongkan Keadaan Kahar meliputi: a. keterlambatan yang disebabkan oleh KPA.2 36.5 B. Persetujuan perpanjangan waktu pelaksanaan dituangkan dalam adendum kontrak.3 36. dan/atau f. bencana alam. KPA dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan atas kontrak setelah melakukan penelitian terhadap usulan tertulis yang diajukan oleh penyedia.86 36. Apabila terjadi Keadaan Kahar. Keadaan Kahar 37.2 37. Perubahan Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan 36. gangguan industri lainnya sebagaimana dinyatakan melalui keputusan bersama Menteri Keuangan dan menteri teknis terkait. c. b. pemogokan. maka penyedia memberitahukan kepada KPA paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan 37. dan/atau e. bencana non alam. 36.5 Keadaan Kahar 37. d. b. sehingga kewajiban yang ditentukan dalam Kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi. Waktu penyelesaian pekerjaan dapat diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan waktu terhentinya kontrak akibat keadaan kahar.1 Perpanjangan waktu pelaksanaan dapat diberikan oleh KPA atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal sebagai berikut: a. kebakaran. d. c.1 suatu keadaan yang terjadi diluar kehendak para pihak dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. pekerjaan tambah. e.3 .

37. biaya langsung pengadaan Bahan dan Perlengkapan untuk pekerjaan ini. Bahan dan Perlengkapan ini harus diserahkan oleh Penyedia kepada KPA. biaya langsung pembongkaran dan demobilisasi Hasil Pekerjaan Sementara dan Peralatan. Kontrak ini akan dihentikan sementara hingga Keadaan Kahar berakhir dengan ketentuan. dan selanjutnya menjadi hak milik KPA. Penggantian biaya ini harus diatur dalam suatu adendum Kontrak. 37. b. Penghentian dan Pemutusan Kontrak 38.87 Kahar.6 B.5 37. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat Keadaan Kahar yang dilaporkan paling lambat 14 (empat belas) hari sejak terjadinya Keadaan Kahar. Jika selama masa Keadaan Kahar KPA memerintahkan secara tertulis kepada Penyedia untuk meneruskan pekerjaan sedapat mungkin maka Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam Kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai dengan yang telah dikeluarkan untuk bekerja dalam situasi demikian. Pada saat terjadinya Keadaan Kahar. maka KPA wajib membayar kepada penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan yang telah dicapai.4 Jangka waktu yang ditetapkan dalam Kontrak untuk pemenuhan kewajiban Pihak yang tertimpa Keadaan Kahar harus diperpanjang sekurang-kurangnya sama dengan jangka waktu terhentinya Kontrak akibat Keadaan Kahar. dengan menyertakan pernyataan Keadaan Kahar dari pejabat yang berwenang. biaya langsung demobilisasi Personil. 38. c. termasuk: a. tidak dikenakan sanksi.6 Penghentian dan Pemutusan Kontrak 38.1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai atau terjadi Keadaan Kahar.2 . Dalam hal kontrak dihentikan. Penyedia berhak untuk menerima pembayaran sesuai dengan prestasi atau kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai.

h. denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan akibat kesalahan penyedia sudah melampaui 5% (lima perseratus) dari nilai Kontrak dan KPA menilai bahwa Penyedia tidak akan sanggup menyelesaikan sisa pekerjaan. penyedia menghentikan pekerjaan selama 28 (dua puluh delapan) hari dan penghentian ini tidak tercantum dalam program mutu serta tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. b. penyedia tanpa persetujuan Pengawas Pekerjaan. penyedia lalai/cidera janji dalam melaksanakan kewajibannya dan tidak memperbaiki kelalaiannya dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. dan/atau k. penyedia berada dalam keadaan pailit.88 38. tidak memulai pelaksanaan pekerjaan. KPA tidak menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran sesuai dengan yang disepakati sebagaimana tercantum dalam SSKK. e. j. Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk menunda pelaksanaan atau kelanjutan pekerjaan. Menyimpang dari Pasal 1266 dan 1267 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. i. penyedia tidak mempertahankan keberlakuan Jaminan Pelaksanaan. d. dugaan KKN dan/atau pelanggaran persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan dinyatakan benar oleh instansi yang berwenang. penyedia terbukti melakukan KKN. penyedia selama Masa Kontrak gagal memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh KPA. . pemutusan Kontrak melalui pemberitahuan tertulis dapat dilakukan apabila: a. kecurangan dan/atau pemalsuan dalam proses Pengadaan yang diputuskan oleh instansi yang berwenang.3 38. c.4 Pemutusan kontrak dapat dilakukan oleh pihak penyedia atau pihak KPA. g. pengaduan tentang penyimpangan prosedur. f. dan perintah tersebut tidak ditarik selama 28 (dua puluh delapan) hari.

38. c. dan/atau d. Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena KPA terlibat penyimpangan prosedur. maka KPA dikenakan sanksi berdasarkan peraturan perundang-undangan.1 Hak dan kewajiban KPA: a. Peralatan. menerima pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan harga yang telah 40. Hak dan kewajiban penyedia: a. Hak dan Kewajiban Para Pihak 40. dan d. mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Hak dan Kewajiban Para Pihak Hak-hak yang dimiliki serta kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh KPA dan penyedia dalam melaksanakan kontrak. memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh penyedia untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. b. sisa Uang Muka harus dilunasi oleh penyedia atau Jaminan Uang Muka dicairkan. penyedia dimasukkan dalam Daftar Hitam. C. membayar pekerjaan sesuai dengan harga yang tercantum dalam kontrak yang telah ditetapkan kepada penyedia.6 39. meliputi: 40. dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh KPA tanpa kewajiban perawatan. b. penyedia membayar denda. Perlengkapan. c. Jaminan Pelaksanaan dicairkan. Pengambilan kembali semua peninggalan tersebut oleh penyedia hanya dapat dilakukan setelah mempertimbangkan kepentingan KPA. meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.2 .89 38.5 Dalam hal pemutusan Kontrak dilakukan karena kesalahan penyedia: a. melakukan KKN dan/atau pelanggararan persaingan sehat dalam pelaksanaan pengadaan. Hasil Pekerjaan Sementara yang masih berada di lokasi kerja setelah pemutusan Kontrak akibat kelalaian atau kesalahan penyedia. Peninggalan Semua Bahan.

h.90 b. tanggung jawab. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan secara cermat. akurat dan penuh tanggung jawab dengan menyediakan tenaga kerja.1 Penyedia berkewajiban untuk melindungi. Penanggungan dan Risiko . dan segala pekerjaan permanen maupun sementara yang diperlukan untuk pelaksanaan. dan mengambil langkah-langkah yang cukup memadai untuk melindungi lingkungan tempat kerja dan membatasi perusakan dan gangguan kepada masyarakat maupun miliknya akibat kegiatan penyedia. peralatan. ditentukan dalam kontrak. melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. c. misalnya spesifikasi teknis dan/atau gambar-gambar. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. bahan-bahan. Penggunaan DokumenDokumen Kontrak dan Informasi Penyedia tidak diperkenankan menggunakan dan menginformasikan dokumen kontrak atau dokumen lainnya yang berhubungan dengan kontrak untuk kepentingan pihak lain. melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada KPA. e. membebaskan. d. kecuali dengan ijin tertulis dari KPA. berhak meminta fasilitas-fasilitas dalam bentuk sarana dan prasarana dari KPA untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak. penyelesaian dan perbaikan pekerjaan yang dirinci dalam kontrak. g. f. 42. 41. memberikan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan KPA. angkutan ke atau dari lapangan. kewajiban. Hak Kekayaan Intelektual 43. menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadwal penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak. Penyedia wajib melindungi KPA dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga yang disebabkan penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) oleh penyedia. 43.

semua risiko kehilangan atau kerusakan Hasil Pekerjaan ini. sakit atau kematian Personil. dan cidera tubuh. b. gugatan atau tuntutan hukum. Pada waktu pelaksanaan pekerjaan.2 .1 44. Penyedia berkewajiban untuk mematuhi dan memerintahkan Personilnya untuk mematuhi peraturan keselamatan kerja. c. Subpenyedia (jika ada). kerugian. denda. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian berat KPA) sehubungan dengan klaim yang timbul dari hal-hal berikut terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir: a. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan dalam angka 43 ini. Penyedia dan Subpenyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk mengikutsertakan Personilnya pada program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.4 44. kecuali kerugian atau kerusakan tersebut diakibatkan oleh kesalahan atau kelalaian KPA. penyedia beserta 43.2 Terhitung sejak Tanggal Mulai Kerja sampai dengan tanggal penandatanganan berita acara penyerahan awal.91 kehilangan. Perlindungan Tenaga Kerja 44. dan Personil. cidera tubuh. Kehilangan atau kerusakan terhadap Hasil Pekerjaan atau Bahan yang menyatu dengan Hasil Pekerjaan selama Tanggal Mulai Kerja dan batas akhir Masa Pemeliharaan harus diganti atau diperbaiki oleh penyedia atas tanggungannya sendiri jika kehilangan atau kerusakan tersebut terjadi akibat tindakan atau kelalaian penyedia. kehilangan atau kerusakan peralatan dan harta benda penyedia. 43. kehilangan atau kerusakan harta benda.3 43. sakit atau kematian pihak ketiga. Bahan dan Perlengkapan merupakan risiko penyedia. proses pemeriksaan hukum.

serta risiko lain yang tidak dapat diduga.4 45. b. kerusakan. Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis KPA sebelum melakukan tindakan-tindakan berikut: a. perlindungan terhadap kegagalan bangunan. Asuransi 46. Tanpa mengurangi kewajiban penyedia untuk melaporkan kecelakaan berdasarkan hukum yang berlaku. Pemeliharaan Lingkungan Penyedia berkewajiban untuk mengambil langkahlangkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi gangguan lingkungan terhadap pihak ketiga dan harta bendanya sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini. dan c. 46. semua barang dan peralatan yang mempunyai risiko tinggi terjadinya kecelakaan. mensubkontrakkan sebagian pekerjaan. 44. Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan KPA 47. pelaksanaan pekerjaan.1 Penyedia wajib menyediakan asuransi sejak SPMK sampai dengan tanggal selesainya pemeliharaan untuk: a.2 47. penyedia akan melaporkan kepada KPA mengenai setiap kecelakaan yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Kontrak ini dalam waktu 24 (dua puluh empat) jam setelah kejadian. jika ada) perlengkapan keselamatan kerja yang sesuai dan memadai. kehilangan. pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerjanya. Besarnya asuransi sudah diperhitungkan dalam penawaran dan termasuk dalam nilai kontrak.1 .92 Personilnya dianggap telah membaca dan memahami peraturan keselamatan kerja tersebut.3 Penyedia berkewajiban atas biaya sendiri untuk menyediakan kepada setiap Personilnya (termasuk Personil Subpenyedia. serta pekerja untuk pelaksanaan pekerjaan. 44. 46. atas segala risiko terhadap kecelakaan.

2 Penyedia berkewajiban untuk mendapatkan lebih dahulu persetujuan tertulis Pengawas Pekerjaan sebelum melakukan tindakantindakan berikut: a. Laporan harian berisi: a. mengubah atau memutakhirkan program mutu. jenis dan kuantitas bahan yang berada di lokasi pekerjaan. Pemeriksaan pekerjaan dilakukan selama pelaksanaan kontrak untuk menetapkan volume pekerjaan atau kegiatan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan. 48. c. menunjuk Personil yang namanya tidak tercantum dalam Lampiran A SSKK.1 48. Hasil pemeriksaan pekerjaan dituangkan dalam laporan kemajuan hasil pekerjaan. b.2 48. banjir dan peristiwa alam lainnya yang berpengaruh terhadap kelancaran pekerjaan. e. keadaan cuaca termasuk hujan. c. c. tindakan lain yang diatur dalam SSKK. mengubah Personil Inti dan/atau Peralatan. jenis dan kuantitas pekerjaan yang dilaksanakan.3 48. Laporan harian dibuat oleh penyedia. Laporan Hasil Pekerjaan 48. 47. seluruh aktivitas kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaan dicatat dalam buku harian sebagai bahan laporan harian pekerjaan yang berisi rencana dan realisasi pekerjaan harian. penempatan tenaga kerja untuk tiap macam tugasnya. jumlah dan kondisi peralatan. jenis. dan f.93 atau Pengawas Pekerjaan b.4 . d. Untuk kepentingan pengendalian dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan. tindakan lain yang diatur dalam SSKK. catatan-catatan lain yang berkenaan dengan pelaksanaan. d. mengubah syarat dan ketentuan polis asuransi. apabila diperlukan diperiksa oleh konsultan dan disetujui oleh wakil KPA. b. d. menggunakan spesifikasi dan gambar dalam angka 15 SSUK.

serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.94 48. yaitu dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama. dan dokumen-dokumen lain serta piranti lunak yang dipersiapkan oleh penyedia berdasarkan Kontrak ini sepenuhnya merupakan hak milik KPA. Bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut harus diatur dalam Kontrak dan disetujui terlebih dahulu oleh KPA.00 (dua puluh lima miliar rupiah) wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil.5 Laporan mingguan terdiri dari rangkuman laporan harian dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu minggu.1 Antara Penyedia dan Sub Penyedia 50. dokumentasi KPA membuat foto-foto pelaksanaan pekerjaan di lokasi pekerjaan. serta hal-hal penting yang perlu ditonjolkan.2 50.4 .7 49. Penyedia dapat menyimpan 1 (satu) buah salinan tiap dokumen dan piranti lunak tersebut. Ketentuan-ketentuan dalam subkontrak harus mengacu kepada Kontrak serta menganut prinsip kesetaraan. Laporan bulanan terdiri dari rangkuman laporan mingguan dan berisi hasil kemajuan fisik pekerjaan dalam periode satu bulan. 48. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjaan yang disubkontrakkan tersebut. Penyedia paling lambat pada waktu pemutusan atau akhir Masa Kontrak berkewajiban untuk menyerahkan semua dokumen dan piranti lunak tersebut beserta daftar rinciannya kepada KPA. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek.000. desain. Kepemilikan Dokumen Semua rancangan.000. Pembatasan (jika ada) mengenai penggunaan dokumen dan piranti lunak tersebut di atas di kemudian hari diatur dalam SSKK.000. spesifikasi. laporan. 50.3 50. Kerjasama 50. Penyedia yang mempunyai harga Kontrak di atas Rp25.6 48. gambar.

Penyedia bertanggung jawab atas keselamatan semua pihak di lokasi kerja. KPA mengenakan Denda dengan memotong angsuran pembayaran prestasi pekerjaan penyedia. Penyedia Lain Penyedia berkewajiban untuk bekerjasama dan menggunakan lokasi kerja bersama-sama dengan penyedia yang lain (jika ada) dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan atas lokasi kerja. Apabila ketentuan tersebut di atas dilanggar. maka dalam kontrak dimuat: a. b. Penyedia berkewajiban untuk membayar sanksi finansial berupa Denda sebagai akibat wanprestasi atau cidera janji terhadap kewajiban-kewajiban penyedia dalam Kontrak ini. Usaha Kecil dan koperasi kecil. Pembayaran Denda . maka dalam kontrak dimuat ketentuan bahwa pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sendiri oleh penyedia yang ditunjuk dan dilarang diserahkan atau disubkontrakkan kepada pihak lain. maka penyedia dikenakan sanksi yang diatur dalam SSKK. Usaha Mikro.1 Apabila penyedia yang ditunjuk adalah penyedia Usaha Mikro. Usaha Kecil dan koperasi kecil. 51. Jika dipandang perlu. 53. dalam melaksanakan kewajiban di atas penyedia terpilih tetap bertanggungjawab penuh atas keseluruhan pekerjaan tersebut. Pembayaran Denda tidak mengurangi tanggung jawab kontraktual penyedia. Apabila penyedia yang terpilih adalah penyedia bukan Usaha Mikro. c.3 52. Usaha Kecil dan Koperasi Kecil 51.95 51. antara lain dengan mensubkontrakkan sebagian pekerjaannya. Keselamatan 54. penyedia wajib bekerja sama dengan penyedia Usaha Mikro.2 51. dan d. KPA dapat memberikan jadwal kerja penyedia yang lain di lokasi kerja. Usaha Kecil dan koperasi kecil. membuat laporan periodik mengenai pelaksanaan ketetapan di atas. bentuk kerjasama tersebut hanya untuk sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama.

Masa berlakunya Jaminan Pemeliharaan sekurang-kurangnya sejak tanggal serah terima 55. atau b. Nilai Jaminan Uang Muka dapat dikurangi secara proporsional sesuai dengan pencapaian prestasi pekerjaan.5 55.3 55. Jaminan Uang Muka diberikan kepada KPA dalam rangka pengambilan uang muka dengan nilai 100% (seratus perseratus) dari besarnya uang muka. Jaminan 55.2 55. Masa berlakunya Jaminan Uang Muka sekurang-kurangnya sejak tanggal persetujuan pemberian uang muka sampai dengan tanggal penyerahan pertama pekerjaan (PHO).4 55. Pengembalian Jaminan Pemeliharan dilakukan paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah masa pemeliharaan selesai dan pekerjaan diterima dengan baik sesuai dengan ketentuan kontrak.6 55. Jaminan Pemeliharaan diberikan kepada KPA setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus).9 . 5% (lima perseratus) dari nilai total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) bagi penawaran yang lebih kecil dari 80% (delapan puluh perseratus) HPS.96 55.7 55. Masa berlakunya Jaminan Pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan serah terima Hand pertama pekerjaan (Provisional Over/PHO). Jaminan Pelaksanaan dikembalikan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100% (seratus perseratus) dan diganti dengan Jaminan Pemeliharaan atau menahan uang retensi sebesar 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak. 5% (lima perseratus) dari nilai kontrak.8 55.1 Jaminan Pelaksanaan diberikan kepada KPA selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) sebelum dilakukan penandatanganan kontrak dengan besar: a.

b. maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dengan kualifikasi yang setara atau lebih baik dari personil inti dan/atau peralatan yang digantikan tanpa biaya tambahan apapun. mengabaikan pekerjaan yang menjadi tugasnya.1 Personil inti dan/atau peralatan ditempatkan harus sesuai dengan tercantum dalam Dokumen Penawaran. Jika diperlukan oleh KPA. maka penyedia berkewajiban untuk menyediakan pengganti dan menjamin personil inti tersebut meninggalkan lokasi kerja dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak diminta oleh KPA.5 56. Personil inti berkewajiban untuk menjaga kerahasiaan pekerjaannya. Personil inti dapat sewaktu-waktu disyaratkan untuk menjaga kerahasiaan pekerjaan di bawah sumpah. Penggantian personil inti dilakukan oleh penyedia dengan mengajukan permohonan terlebih dahulu kepada KPA dengan melampirkan riwayat hidup/pengalaman kerja personil inti yang diusulkan beserta alasan penggantian.7 . yang yang 56. tidak mampu atau tidak dapat melakukan pekerjaan dengan baik. atau c. Jika penggantian personil inti dan/atau peralatan perlu dilakukan.6 56. berkelakuan tidak baik. Personil Inti dan/atau Peralatan 56.4 56. 56. D. KPA dapat menilai dan menyetujui penempatan/penggantian personil inti dan/atau peralatan menurut kualifikasi yang dibutuhkan. Jika KPA menilai bahwa personil inti: a. Personil dan/atau Peralatan Penyedia 56.97 pertama pekerjaan (PHO) sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan (Final Hand Over/FHO).2 Penggantian personil inti dan/atau peralatan tidak boleh dilakukan kecuali atas persetujuan tertulis KPA.3 56.

98

E.

Kewajiban KPA KPA dapat memberikan fasilitas berupa sarana dan prasarana atau kemudahan lainnya (jika ada) yang tercantum dalam SSKK untuk kelancaran pelaksanan pekerjaan ini. 58.1 Peristiwa Kompensasi dapat diberikan kepada penyedia dalam hal sebagai berikut: a. KPA mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; b. keterlambatan pembayaran kepada penyedia; c. KPA tidak memberikan gambar-gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan; d. penyedia belum bisa masuk ke lokasi sesuai jadwal dalam kontrak; e. KPA menginstruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan; f. KPA memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan; g. KPA memerintahkan untuk mengatasi kondisi tertentu yang tidak dapat diduga sebelumnya dan disebabkan oleh KPA; h. ketentuan lain dalam SSKK. Jika Peristiwa Kompensasi mengakibatkan pengeluaran tambahan dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan maka KPA berkewajiban untuk membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA, dapat dibuktikan kerugian nyata akibat Peristiwa Kompensasi. Perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan hanya dapat diberikan jika berdasarkan data penunjang dan perhitungan kompensasi yang diajukan oleh penyedia kepada KPA, dapat

57. Fasilitas

58. Peristiwa Kompensasi

58.2

58.3

58.4

99

dibuktikan perlunya tambahan waktu akibat Peristiwa Kompensasi. 58.5 Penyedia tidak berhak atas ganti rugi dan/atau perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan jika penyedia gagal atau lalai untuk memberikan peringatan dini dalam mengantisipasi atau mengatasi dampak Peristiwa Kompensasi.

F.

Pembayaran kepada Penyedia 59.1 KPA membayar kepada penyedia atas pelaksanaan pekerjaan dalam kontrak sebesar harga kontrak. Harga kontrak telah memperhitungkan keuntungan, beban pajak dan biaya overhead serta biaya asuransi yang meliputi juga biaya keselamatan dan kesehatan kerja.

59. Harga Kontrak

59.2

59.3

[Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan atau kontrak gabungan harga satuan dan lump sum).]
Uang muka a. uang muka dibayar untuk membiayai mobilisasi peralatan, personil, pembayaran uang tanda jadi kepada pemasok bahan/material dan persiapan teknis lain; b. besaran uang muka ditentukan dalam SSKK dan dibayar setelah penyedia menyerahkan Jaminan Uang Muka senilai uang muka yang diterima; c. penyedia harus mengajukan permohonan pengambilan uang muka secara tertulis kepada KPA disertai dengan rencana penggunaan uang muka untuk melaksanakan pekerjaan sesuai Kontrak; d. KPA harus mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM) untuk permohonan tersebut pada huruf c, paling lambat 7 (tujuh) hari kerja setelah Jaminan Uang Muka diterima; e. Jaminan Uang Muka diterbitkan oleh bank

60. Pembayaran

60.1

100

umum, perusahaan penjaminan, atau Perusahaan Asuransi Umum yang memiliki izin untuk menjual produk jaminan (suretyship) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan; f. pengembalian uang muka harus diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan dan paling lambat harus lunas pada saat pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus perseratus). 60.2 Prestasi pekerjaan a. pembayaran prestasi hasil pekerjaan yang disepakati dilakukan oleh KPA, dengan ketentuan: 1) penyedia telah mengajukan tagihan disertai laporan kemajuan hasil pekerjaan; 2) pembayaran dilakukan dengan sistem bulanan, sistem termin atau pembayaran secara sekaligus, sesuai ketentuan dalam SSKK; 3) pembayaran dilakukan senilai pekerjaan yang telah terpasang, tidak termasuk bahan/material dan peralatan yang ada di lokasi pekerjaan; 4) pembayaran harus dipotong angsuran uang muka, denda (apabila ada), pajak dan uang retensi; dan 5) untuk kontrak yang mempunyai sub kontrak, permintaan pembayaran harus dilengkapi bukti pembayaran kepada seluruh sub penyedia sesuai dengan prestasi pekerjaan. b. pembayaran terakhir hanya dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus perseratus) dan Berita Acara penyerahan pertama pekerjaan diterbitkan; c. KPA dalam kurun waktu 7 (tujuh) hari kerja setelah pengajuan permintaan pembayaran dari penyedia harus sudah mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) kepada Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM); d. bila terdapat ketidaksesuaian dalam perhitungan angsuran, tidak akan menjadi alasan untuk menunda pembayaran. KPA dapat meminta penyedia untuk menyampaikan perhitungan prestasi

61. d.101 sementara dengan mengesampingkan halhal yang sedang menjadi perselisihan. besarnya ganti rugi yang dibayar oleh KPA atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga dari nilai tagihan yang terlambat dibayar. Jam kerja dan waktu cuti untuk pekerja harus dilampirkan. sesuai yang ditetapkan dalam SSKK. 60. ganti rugi merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada KPA karena terjadinya cidera janji/wanprestasi.3 . pembayaran ganti rugi dan kompensasi dilakukan oleh KPA. f. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masingmasing pekerja dan dapat diperiksa oleh KPA. e. pembayaran denda dan/atau ganti rugi diperhitungkan dalam pembayaran prestasi pekerjaan. apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan dapat berfungsi. apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data. Hari Kerja 61. Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh penyedia.1 61. berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia. denda merupakan sanksi finansial yang dikenakan kepada penyedia. Penyedia harus membayar upah hari kerja kepada tenaga kerjanya setelah formulir upah ditandatangani. atau dapat diberikan kompensasi. c. apabila bagian pekerjaan yang sudah dilaksanakan belum berfungsi. b.2 61. atau 2) 1/1000 (satu perseribu) dari harga kontrak. g. ganti rugi dan kompensasi kepada peserta dituangkan dalam adendum kontrak.3 Denda dan ganti rugi a. besarnya denda yang dikenakan kepada penyedia atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan untuk setiap hari keterlambatan adalah: 1) 1/1000 (satu perseribu) dari sisa harga bagian kontrak yang belum dikerjakan.

Sebelum pembayaran terakhir dilakukan. Penyedia diberi kesempatan untuk memperbaiki dalam jangka waktu tertentu. Perhitungan Akhir 62. disertai alasan-alasan yang jelas mengenai penangguhan tersebut. Pembayaran yang ditangguhkan harus disesuaikan dengan proporsi kegagalan atau kelalaian penyedia.1 [Harga yang tercantum dalam kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian harga sesuai dengan peraturan yang berlaku.3 63.4 64. termasuk penyerahan setiap Hasil Pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. 62.1 63. penangguhan pembayaran akibat keterlambatan penyerahan pekerjaan dapat dilakukan bersamaan dengan pengenaan denda kepada penyedia. Penangguhan 63. KPA secara tertulis memberitahukan kepada penyedia tentang penangguhan hak pembayaran.2 63. KPA dapat menangguhkan pembayaran setiap angsuran prestasi pekerjaan penyedia jika penyedia gagal atau lalai memenuhi kewajiban kontraktualnya.1 Pembayaran angsuran prestasi pekerjaan terakhir dilakukan setelah pekerjaan selesai 100% (seratus persen) dan berita acara penyerahan awal berdasarkan telah ditandatangani oleh kedua belah Pihak.2 63. KPA berdasarkan hasil penelitian tagihan oleh Pengawas Pekerjaan berkewajiban untuk menerbitkan SPP untuk pembayaran tagihan angsuran terakhir selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang diterima oleh Pengawas Pekerjaan. Jika dipandang perlu oleh KPA.102 62.2 . [Penyesuaian Harga (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak 64. penyedia berkewajiban untuk menyerahkan kepada Pengawas Pekerjaan rincian perhitungan nilai tagihan terakhir yang jatuh tempo. Penyesuaian harga diberlakukan pada Kontrak 64.

Penjumlahan a+b+c+d+.dst adalah 1. d = Koefisien komponen kontrak seperti tenaga kerja. Penyesuaian Harga Satuan. Penyesuaian Harga Satuan berlaku bagi seluruh kegiatan/mata pembayaran.. Cn.103 Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum)] 64. Penyesuaian Harga Satuan bagi komponen pekerjaan yang berasal dari luar negeri.Dn/Do+. c..6 64.Bn/Bo+c.Cn/Co+d. bahan. Penyesuaian Harga Satuan diberlakukan sesuai dengan jadwal pelaksanaan yang tercantum dalam kontrak awal/adendum kontrak. Dn = Indeks harga komponen pada saat pekerjaan dilaksanakan (mulai bulan 64.. b..5 64. Kontrak yang terlambat pelaksanaannya disebabkan oleh kesalahan Penyedia diberlakukan penyesuaian harga berdasarkan indeks harga terendah antara jadwal awal dengan jadwal realisasi pekerjaan. Ho = Harga Satuan pada saat harga penawaran. menggunakan indeks penyesuaian harga dari negara asal barang tersebut.. Jenis pekerjaan baru dengan Harga Satuan baru sebagai akibat adanya adendum kontrak dapat diberikan penyesuaian harga mulai bulan ke13 (tiga belas) sejak adendum kontrak tersebut ditandatangani.) Hn = Harga Satuan pada saat pekerjaan dilaksanakan.7 64. alat kerja. a = Koefisien tetap yang terdiri atas keuntungan dan overhead. ditetapkan dengan rumus sebagai berikut: Hn = Ho (a+b.8 . dsb. kecuali komponen keuntungan dan biaya operasional sebagaimana tercantum dalam penawaran.15...00.4 64.3 Tahun Jamak yang masa pelaksanaannya lebih dari 12 (dua belas) bulan dan diberlakukan mulai bulan ke-13 (tiga belas) sejak pelaksanaan pekerjaan. Bn. Dalam hal penawaran tidak mencantumkan besaran komponen keuntungan dan overhead maka a = 0.

66. Pengawasan dan Pemeriksaan KPA berwenang melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia. Pengawasan Mutu 65.. 66. Co. 64.12 Rumusan penyesuaian nilai kontrak ditetapkan sebagai berikut: Pn = (Hn1xV1)+(Hn2xV2)+(Hn3xV3)+.104 ke-13 setelah penandatanganan kontrak). Apabila diperlukan.1 KPA dalam masa pelaksanaan pekerjaan dapat melakukan penilaian atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia.9 Penetapan koefisien bahan. V = Volume setiap jenis komponen pekerjaan yang dilaksanakan. 64.10 Indeks harga yang digunakan bersumber dari penerbitan BPS.. Bo.14 Penyedia dapat mengajukan secara berkala selambat-lambatnya setiap 6 (enam) bulan. tenaga kerja dan alat kerja ditetapkan dalam SSKK.] G. 64. 64. 64. 64. Hn = Harga Satuan baru setiap jenis komponen pekerjaan setelah dilakukan penyesuaian harga menggunakan rumusan penyesuaian Harga Satuan.11 Dalam hal indeks harga tidak dimuat dalam penerbitan BPS. Do = Indeks harga komponen pada bulan ke-12 setelah penandatanganan kontrak. dst Pn = Nilai Kontrak setelah dilakukan penyesuaian Harga Satuan. apabila penyedia telah mengajukan tagihan disertai perhitungan dan data-data.. digunakan indeks harga yang dikeluarkan oleh instansi teknis. Penilaian Pekerjaan Sementara oleh KPA .13 Pembayaran penyesuaian harga dilakukan oleh KPA. KPA dapat memerintahkan kepada pihak ketiga untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia.

67. KPA atau Pengawas Pekerjaan dapat memerintahkan penyedia untuk menemukan dan mengungkapkan Cacat Mutu. Jika tidak ditemukan adanya Cacat Mutu maka uji coba tersebut dianggap sebagai Peristiwa Kompensasi. penyedia berkewajiban untuk memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditetapkan dalam pemberitahuan.2 Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap mutu dan kemajuan fisik pekerjaan. Jika KPA atau Pengawas Pekerjaan memerintahkan penyedia untuk melakukan pengujian Cacat Mutu yang tidak tercantum dalam Spesifikasi Teknis dan Gambar. dan hasil uji coba menunjukkan adanya Cacat Mutu maka penyedia berkewajiban untuk menanggung biaya pengujian tersebut. berdasarkan pertimbangan Pengawas Pekerjaan. Pengujian 69. Jika penyedia tidak memperbaiki Cacat Mutu dalam jangka waktu yang ditentukan maka KPA. Penyedia bertanggung jawab atas cacat mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan. Penyedia bertanggung jawab atas perbaikan Cacat Mutu selama Masa Kontrak dan Masa Pemeliharaan.1 KPA atau Pengawas Pekerjaan akan menyampaikan pemberitahuan Cacat Mutu kepada penyedia segera setelah ditemukan Cacat Mutu tersebut. serta menguji Hasil Pekerjaan yang dianggap oleh KPA atau Pengawas Pekerjaan mengandung Cacat Mutu.2 69.105 66. 69. berhak untuk secara langsung atau melalui pihak ketiga yang ditunjuk oleh KPA melakukan perbaikan tersebut. KPA dapat memperoleh penggantian biaya dengan memotong pembayaran atas tagihan penyedia yang jatuh tempo (jika ada) atau uang retensi atau pencairan Surat Jaminan 68. Cacat Mutu KPA atau Pengawas Pekerjaan akan memeriksa setiap Hasil Pekerjaan dan memberitahukan penyedia secara tertulis atas setiap Cacat Mutu yang ditemukan. Perbaikan Cacat Mutu 69. Terhadap pemberitahuan Cacat Mutu tersebut. Penyedia segera setelah menerima klaim KPA secara tertulis berkewajiban untuk mengganti biaya perbaikan tersebut.3 .

4 KPA dapat mengenakan Denda Keterlambatan untuk setiap keterlambatan perbaikan Cacat Mutu. dan biaya yang dikenakan terhadap KPA beserta instansinya (kecuali kerugian yang mendasari tuntutan tersebut disebabkan kesalahan atau kelalaian KPA) sehubungan dengan klaim kehilangan atau kerusakan harta benda. denda. proses pemeriksaan hukum.106 Pemeliharaan atau jika tidak ada maka biaya penggantian akan diperhitungkan sebagai utang penyedia kepada KPA yang telah jatuh tempo. dan cidera tubuh. kehilangan.4 H. membebaskan.2 70. Penyedia berkewajiban untuk menyimpan dan memelihara semua dokumen yang digunakan dan terkait dengan pelaksanaan ini selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun. kewajiban. 69. 70. tanggung jawab. Pertanggungan asuransi yang dimiliki oleh penyedia tidak membatasi kewajiban penanggungan penyedia dalam angka 70 ini. Penyelesaian Perselisihan 71. Penyedia berkewajiban untuk melindungi. kerugian.1 70.3 70. Penyelesaian Perselisihan 71. sakit atau kematian pihak ketiga yang timbul dari kegagalan bangunan. dan mendaftarhitamkan penyedia. Kegagalan Bangunan 70. gugatan atau tuntutan hukum. dan menanggung tanpa batas KPA beserta instansinya terhadap semua bentuk tuntutan. Jika Hasil Pekerjaan sebagaimana ditetapkan dalam SSKK berupa bangunan maka KPA dan/atau penyedia terhitung sejak tanggal penandatanganan berita acara penyerahan akhir bertanggung jawab atas kegagalan bangunan sesuai dengan kesalahan masingmasing selama umur konstruksi yang tercantum dalam SSKK tetapi tidak lebih dari 10 (sepuluh) tahun.1 Para Pihak berkewajiban untuk berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan secara damai .

107 semua perselisihan yang timbul dari atau berhubungan dengan Kontrak ini atau interpretasinya selama atau setelah pelaksanaan pekerjaan ini.1 76. arbitrase. 71. Itikad Baik 76. maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. 72. konsiliasi atau pengadilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.2 Penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam Kontrak dapat dilakukan melalui musyawarah. mediasi. Apabila selama kontrak. Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.2 . salah satu pihak merasa dirugikan. Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak-hak yang terdapat dalam kontrak.

d. SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK (SSKK) A. Wakil Sah Para Pihak __________ __________ __________ __________ __________ Wakil Sah Para Pihak sebagai berikut: Untuk KPA: Untuk Penyedia: __________ __________ C. Pedoman Pengoperasian dan Perawatan G. Korespondensi Alamat Para Pihak sebagai berikut: Satuan Kerja KPA: Nama: __________ Alamat: __________ Website: __________ Email: __________ Faksimili: __________ Penyedia: Nama: Alamat: Email: Faksimili: B. Pencairan Jaminan Negara/Kas Daerah] . Jaminan dicairkan dan disetorkan pada _______ [Kas F.108 BAB XI. ________ Masa Pemeliharaan (bulan/tahun) berlaku selama: __________ Bangunan Hasil Pekerjaan memiliki umur konstruksi: ____ (__________) tahun sejak tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan akhir. Pembayaran Tagihan H. Umur Konstruksi Kontrak mulai berlaku sejak: ________ s. Masa Pemeliharaan E. Gambar ”As built” dan/atau pedoman pengoperasian dan perawatan harus diserahkan selambat-lambatnya: ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun setelah tanggal penandatanganan Berita Acara penyerahan awal. Batas akhir waktu yang disepakati untuk penerbitan SPP oleh KPA untuk pembayaran tagihan angsuran adalah ______ hari kalender terhitung sejak tagihan dan kelengkapan dokumen penunjang yang tidak diperselisihkan diterima oleh KPA. Tanggal Berlaku Kontrak D.

Tindakan Penyedia yang Mensyaratkan Persetujuan KPA atau Pengawas Pekerjaan Tindakan lain oleh Penyedia yang persetujuan KPA adalah: __________ memerlukan Tindakan lain oleh Penyedia yang memerlukan persetujuan Pengawas Pekerjaan adalah: __________ J. Kepemilikan Dokumen Penyedia diperbolehkan menggunakan salinan dokumen dan piranti lunak yang dihasilkan dari Pekerjaan Konstruksi ini dengan pembatasan sebagai berikut: __________ KPA akan memberikan fasilitas berupa : _________________ Kontrak Pengadaan Pekerjaan Konstruksi ini dibiayai dari __________________ [APBN/APBD] Pekerjaan Konstruksi ini dapat diberikan uang muka (YA/TIDAK). di atas Telah membuka NPWP lokasi Bojonegoro (bagi penyedia jasa dari luar bojonegoro) 2. Telah melunasi pembayaran retribusi cetak peta Dokumen penunjang yang disyaratkan untuk mengajukan tagihan pembayaran prestasi pekerjaan: __________ O. Penyesuaian Harga Untuk Penyesuaian Harga digunakan indeks yang dikeluarkan oleh _________ [BPS/Instansi Teknis Lainnya] Perhitungan Penyesuaian Harga dilakukan dengan ketentuan: ______________________________________ .109 I. K. Sumber Pembiayaan M. Fasilitas L. Pembayaran Prestasi Pekerjaan Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan dengan cara: Termin Pembayaran berdasarkan cara tersebut dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pembayaran Uang Muka [jika ”YA”] Uang muka diberikan sebesar __% (________ persen) dari Nilai Kontrak N.

yang keputusannya mengikat kedua belah pihak yang bersengketa sebagai keputusan tingkat pertama dan terakhir.”] . Denda Untuk pekerjaan ini besar denda keterlambatan untuk setiap hari keterlambatan adalah 1/1000 (satu perseribu) dari [harga kontrak/harga bagian kontrak yang belum dikerjakan] Q. Masing-masing Pihak harus menunjuk seorang arbitrator dan kedua arbitrator yang ditunjuk oleh Para Pihak akan memilih arbitrator ketiga yang akan bertindak sebagai pimpinan arbitrator.110 P. akan diselesaikan dan diputus oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menurut peraturan-peraturan administrasi dan peraturan-peraturan prosedur arbitrase BANI. Penyelesaian Perselisihan Jika perselisihan Para Pihak mengenai pelaksanaan Kontrak tidak dapat diselesaikan secara damai maka Para Pihak menetapkan lembaga penyelesaian perselisihan tersebut di bawah sebagai Pemutus Sengketa: [Pengadilan Republik Indonesia yang berkompeten/Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)] [Jika BANI yang dipilih sebagai Lembaga Pemutus Sengketa maka cantumkan klausul arbitrase berikut tepat di bawah pilihan yang dibuat di atas: “Semua sengketa yang timbul dari Kontrak ini. Para Pihak setuju bahwa jumlah arbitrator adalah 3 (tiga) orang.

Personil Inti yang ditugaskan: [cantumkan nama. minimum kualifikasi. uraian detil tanggung jawab kerja.111 Lampiran A – Syarat-Syarat Khusus Kontrak Personil Inti. Subpenyedia dan Peralatan .Peralatan yang digunakan: [cantumkan jenis peralatan khusus yang . dan jumlah orang bulan] .Subpenyedia yang ditunjuk: [cantumkan nama Subpenyedia (jika ada) berikut uraian personilnya seperti uraian personil Penyedia di atas] disyaratkan untuk pelaksanaan pekerjaan] .

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR Keterangan Pokja ULP menguraikan Spesifikasi Teknis dan Gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan. .112 BAB XII.

dan kewajiban yang diatur dalam Kontrak. perawatan. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup semua biaya pekerjaan. keuntungan. overhead dan semua risiko. dengan ketentuan volume pekerjaan sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan dan harga satuan tidak boleh diubah. Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK). tanggung jawab. bahan-bahan. asuransi. bea. terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. 3. serta dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Spesifikasi Teknis dan Gambar. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata pembayaran. .113 BAB XIII. personil. dan jika mata pembayaran terkait tidak ada maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran yang terkait. 6. Pokja ULP akan melakukan koreksi aritmatik penghitungan dengan ketentuan sebagai berikut: atas kesalahan 2. pajak. 4. Jika Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar Kuantitas dan Harga. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan berdasarkan kuantitas pekerjaan aktual yang dimintakan dan dikerjakan sebagaimana diukur oleh Penyedia dan diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (KPA). DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA Keterangan (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum) 1. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran. laba. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan Instruksi Kepada Peserta (IKP). pengawasan. (a) jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam angka dan huruf pada Surat Penawaran maka yang dicatat nilai dalam huruf. 5. dan (b) jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume dengan harga satuan pekerjaan maka dilakukan pembetulan.

. ____________ [PA/KPA K/L/D/I] 2.. ____________ [Pokja ULP] . __________ di __________ Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan __________ _________________________________________ Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor __________ tanggal __________ perihal __________ dengan [nilai penawaran/penawaran terkoreksi] sebesar Rp_____________ (____________________) kami nyatakan diterima/disetujui. __ __________ 20__ [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP..... 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa.114 BAB XIV.. : 1. ____________ [APIP K/L/D/I] 3. Satuan Kerja __________ Pejabat Pembuat Komitmen __________. akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No. dst . __________ Tembusan Yth. Kegagalan Anda untuk menerima penunjukan ini yang disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Anda. Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara diharuskan untuk menyerahkan Jaminan Pelaksanaan dan menandatangani Surat Perjanjian paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya SPPBJ. BENTUK DOKUMEN LAIN A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) [kop surat K/L/D/I] Nomor : __________ Lampiran : __________ Kepada Yth..

BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) [kop surat satuan kerja K/L/D/I] SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK) Nomor: __________ Paket Pekerjaan: __________ Yang bertanda tangan di bawah ini: _______________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen] _______________ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen] _______________ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen] selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen. 4. untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1. Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan ketentuan Kontrak.115 B. Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari kalender/bulan/tahun dan pekerjaan harus sudah selesai pada tanggal __________ 5. 3. Denda: Terhadap setiap hari keterlambatan pelaksanaan/penyelesaian pekerjaan Penyedia akan dikenakan Denda Keterlambatan sebesar 1/1000 . Macam pekerjaan: __________. Tanggal mulai kerja: __________. berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal __________. 2. bersama ini memerintahkan: _______________ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi] _______________ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi] yang dalam hal ini diwakili oleh: __________ selanjutnya disebut sebagai Penyedia.

__ __________ 20__ Untuk dan atas nama __________ Pejabat Pembuat Komitmen [tanda tangan] [nama lengkap] [jabatan] NIP: __________ Menerima dan menyetujui: Untuk dan atas nama __________ [tanda tangan] [nama lengkap wakil sah badan usaha] [jabatan] . __________.116 (satu per seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai Kontrak sebelum PPN sesuai dengan Syarat-Syarat Umum Kontrak.

sanggahan banding yang diajukan oleh YANG DIJAMIN dinyatakan tidak benar. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. ______________ tanggal _________________. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [Pokja ULP] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding atas pekerjaan ______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN Jaminan Sanggahan Banding dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN SANGGAHAN BANDING No.117 C. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar dari ______________ [Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala Daerah/Pimpinan Institusi Lain] paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. ____________________ 2. apabila: Nama : _____________________________ [peserta pelelangan] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. dari tanggal _____________________ s. .d.

Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Jawaban Sanggahan Banding yang menyatakan bahwa “Sanggahan Banding tidak benar dan pengenaan sanksi akibat Sanggahan Banding yang diajukan oleh Yang Dijamin tidak benar”. 4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ .00 Untuk keyakinan.6000. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.118 3. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. 6. 5. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini.

119 Jaminan Pelaksanaan dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PELAKSANAAN No. ____________________ 2. ________________ tanggal _________________. . apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.d. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Yang Dijamin. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa: a. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. dari tanggal _____________________ s. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _______________________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pelaksanaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin. b. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender.

Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp.6000. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini.00 Untuk keyakinan. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] ________________ [Nama dan Jabatan] . 5. 6. 4.120 3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.

_______________ tanggal ________________untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan ______________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. 6. . Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. Jaminan ini berlaku apabila: a. _____________ [alamat] sebagai Penjamin.121 Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PELAKSANAAN Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. bahwa kami: _____________________ [nama]. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan dalam Kontrak. Dengan ini dinyatakan. selanjutnya disebut TERJAMIN. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. Maka kami. 5. 3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan __________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. b.

Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Materai Rp.122 7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.6000.00 _____________________ [Nama dan Jabatan] Untuk keyakinan. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] __________________ [Nama dan Jabatan] .

d.123 Jaminan Uang Muka dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN UANG MUKA No. Yang Dijamin lalai/tidak memenuhi kewajibannya dalam melakukan pembayaran kembali kepada Penerima Jaminan atas uang muka yang diterimanya. 3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan Yang Dijamin dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja . ________________ tanggal __________________. dari tanggal _____________________ s. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Uang Muka atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No. ____________________ 2. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan. sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.

6000. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. 6. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . 5. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini.00 Untuk keyakinan. tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya.124 4. Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp.

. Dengan ini dinyatakan. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. 6. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. 5. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang Muka yang wajib dibayar menurut Dokumen Kontrak. Maka kami. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan _______________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No. dan _____________________ [nama penerbit jaminan]. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. 3. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. selanjutnya disebut TERJAMIN. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4.125 Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN UANG MUKA Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. _______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA JAMINAN. bahwa kami: _____________________ [nama].

pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] __________________ [Nama dan Jabatan] . Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini. Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ TERJAMIN PENJAMIN Materai Rp.00 _____________________ [Nama dan Jabatan] Untuk keyakinan.126 7.6000.

_______________ tanggal ________________. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan . 3.127 Jaminan Pemeliharaan dari Bank [Kop Bank Penerbit Jaminan] GARANSI BANK sebagai JAMINAN PEMELIHARAAN No. ____________________ Yang bertanda tangan dibawah ini: __________________________________ dalam jabatan selaku ____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di _________________________________________ [alamat] untuk selanjutnya disebut: PENJAMIN dengan ini menyatakan akan membayar kepada: Nama : ___________________________________ [nama KPA] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: PENERIMA JAMINAN sejumlah uang Rp _____________________________________ (terbilang ________________________________________________________) dalam bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pemeliharaan atas pekerjaan _________________ berdasarkan Kontrak No. dari tanggal _____________________ s. ____________________ 2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.d. namun tidak melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini. Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan berupa: Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. apabila: Nama : _____________________________ [nama penyedia] Alamat : _______________________________________________ selanjutnya disebut: YANG DIJAMIN ternyata sampai batas waktu yang ditentukan.

Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi Bank ini. pemegang Garansi Bank disarankan untuk mengkonfirmasi Garansi ini ke _____[bank] [Nama dan Jabatan] ________________ . Dikeluarkan di Pada tanggal : _____________ : _____________ [Bank] Materai Rp. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan kepada pihak lain. 5. dari Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat Yang Dijamin cidera janji/lalai/tidak memenuhi kewajibannya. masing-masing pihak memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.6000.00 Untuk keyakinan. 6.128 4.

TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan _________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan Kontrak No. Untuk keyakinan. 6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata. bertanggung jawab dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama KPA]. Dengan ini dinyatakan. _____________ [alamat] sebagai Penyedia. _______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA JAMINAN. 7. _________________________ [alamat] sebagai Pemilik Pekerjaan. bahwa kami: _____________________ [nama]. selanjutnya disebut TERJAMIN. 5. Jaminan ini berlaku apabila: TERJAMIN tidak memenuhi kewajibannya melakukan pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku Jaminan ini.00 TERJAMIN _____________________ [Nama & Jabatan] __________________ [Nama & Jabatan] . Maka kami.129 Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan [Kop Penerbit Jaminan] JAMINAN PEMELIHARAAN Nomor Jaminan: __________________ Nilai: ___________________ 1. dan _____________________ [nama penerbit jaminan].6000. pemegang Jaminan disarankan untuk mengkonfirmasi Jaminan ini ke _____[Penerbit Jaminan] Dikeluarkan di _____________ pada tanggal _______________ PENJAMIN Materai Rp. _____________ [alamat] sebagai Penjamin. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai dengan tanggal __________ 4. selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN. 3. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat (Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera janji. selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang sejumlah Rp ________________ (terbilang __________________________________) 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful