Kepada Yth. Bapak Suparno, S.

PdI Di Tempat

Assalamualaikum Wr Wb Sengaja saya berbicara melalui surat ini karena mungkin hal yg saya bicarakan disini adalah mengenai mutasi, yg mana jika saya bicarakan langsung mungkin kata-kata saya malah tidak teratur dan bisa menyinggung bapak. Saya paham, mungkin masalah mutasi adalah hal yg sesintif untuk dibicarakan. Tapi, setelah saya renungkan dan pikirkan dalam waktu yg tidak sebentar, maka saya beranikan diri saya untuk membicarakan perihal mutasi dengan bapak melalui surat ini. Ada pepatah yang mengatakan : “Tidak asap maka tidak ada api”, begitu juga dengan keinginan saya untuk mutasi pastilah ada penyebabnya. Dan semua penyebab tersebut akan saya utarakan satu persatu dalam surat ini.

Penyebab yg pertama adalah keluarga, terutama orang tua. Sampai saat ini saya sangat bersyukur masih mempunyai kedua orangtua. Dan sebagai seorang anak, pastinya ingin berbakti kepada kedua orangtua yg sudah membesarkan dengan penuh kasih sayang. Bagaimana cara kita berbakti jika terpisah dengan jarak, pastilah tidak maksimal. Saya kira dengan memberikan uang keorangtua saja semua orang mungkin bisa, tapi saya yakin bukan itu yg diinginkan orangtua saya. Saya yakin semua orangtua pasti menginginkan anaknya berada didekatnya, bisa selalu mensupport dan memberikan perhatian secara langsung. Ada disampingnya ketika mereka sakit maupun kesusahan, dan saya kira keberadaan seorang anak disisi mereka itu lebih berharga dibandingkan dengan sejumlah uang. Dan sebagai seorang muslim saya mempercayai “Ridhonya Allah bergantung pada ridho Orangtua” sedangkan orangtua saya hingga sekarang belum meridhoi saya jauh dengan mereka, sehingga sampai saat ini saya bolak-balik marangkayu.

Penyebab yg kedua adalah Karir dan Pendidikan. Hal ini sudah pernah saya bicarakan keBapak tentang niat saya untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yg lebih tinggi. Saya menyadari dengan usia saya yg sekarang ini mempunyai peluang untuk mendapatkan karir dan posisi yg lebih baik lagi. Dan salah satu cara untuk meraihnya adalah melalui pendidikan. Misalkan saya berdomisili diBontang atau Marangkayu, maka peluang saya untuk melanjutkan pendidikan akan lebih kecil. Ini dikarenakan dua hal, yaitu biaya pendidikan yg tidak akan terpikir jika saya mulai hidup dengan nol dan yg kedua adalah jarak/resiko perjalanan yg akan saya bahas selanjutnya.

Penyebab yg ketiga adalah totalitas pekerjaan. Dengan lokasi kerja dan tempat tinggal yg berjauhan pasti berdampak pada kinerja seseorang, apalagi dengan keadaan yg sudah saya jelaskan diatas yg tidak memungkinkan untuk berpindah tempat. Jujur saja, tenaga dan pikiran yg saya curahkan ke SMPN6 Marangkayu selama ini tidak maksimal, tidak 100%. Pasti berbeda dengan teman lain yg

Dan kebetulan saya termasuk orang yg pernah mengalaminya. Sekali lagi saya bersyukur karena luka tersebut sangat dekat dengan mata kiri saya. Begitu menakutkannya setiap saya melakukan perjalanan selama ini. Tiba-tiba seekor mentok terbang kearah saya yg sedang melaju (karena hari masih pagi dan saya berada dalam jalur lurus yg kosong) sehingga terjadi tabrakan yg keras diwajah saya. Seperti yg bapak ketahui. Tetapi saya merasa pekerjaan yg saya alami sekarang mempunyai resiko yg cukup tinggi. Dan belum lagi resiko perjalanan yg harus dihadapi terutama bagi saya yg mengendarai motor. saya sangat beruntung dan bersyukur Allah masih memberi saya kesempatan hidup. Saya yakin tidak ada yg dirugikan dengan hal ini. Sekali lagi saya bersyukur Allah masih memberikan saya penglihatan hingga saat ini. saya melihat kaca helm saya pecah dan darah saya tercecer dikaca helm saya. jarak tempat tinggal saya kesekolah sangat jauh. Padahal didalam hati juga ada keinginan untuk bisa lebih maksimal lagi. selama ini saya sudah 2 kali mengalami kecelakaan selama perjalanan Handil – Marangkayu. Kecelakaan yg kedua terjadi pada awal tahun 2012 ini. Seketika itu juga pandangan saya gelap tapi masih sadar dan sempat mengerem hingga berhenti ditepi jalan. Tentu saja. Bahkan posisi motor saya pun benar-benar terbalik ketika terjatuh itu sedangkan saya terbanting dipinggir jalan. Ketika berada diturunan Gunung Menangis tiba-tiba sebuah bis datang dari arah berlawanan dan mengambil jalur saya. tenaga dan pikirannya pada sekolah. tetapi tidak bisa maksimal ditempat kerja saya yg sekarang. jikalau saya bisa dimutasikan ditempat kerja yg berdekatan dengan tempat tinggal saya. Tidak terbayangkan jika saya terjatuh dalam jurang tersebut. ketika saya dalam perjalanan keMarangkayu. bahkan Negara akan lebih diuntungkan dengan kualitas kerja yg lebih meningkat dan mengabdikan diri saya secara utuh. Yg pertama terjadi pada tahun 2010. Penyebab yg keempat adalah jarak dan resiko. Jujur saja pak. motor saya pun hanya sedikit tergores. ketika itu saya dalam perjalanan pulang keHandil. Sedangkan pada bagian kepala saya terasa sakit dan pusing berkunang-kunang. begitu juga dengan Orangtua dan Istri yg selalu khawatir terhadap keselamatan saya. Saya sangat menikmati pekerjaan saya sebagai guru. yg lebih bisa mencurahkan waktu. Ternyata darah tersebut berasal dari pelipis saya yg tertusuk pecahan kaca helm hingga sobek. sehingga motor saya dipepet oleh bis tersebut sampai saya dan motor saya terguling ditepi jalan. Padahal lokasi saya dan motor terjatuh hanya berjarak ± 1m dari bibir jurang. Padahal saya dipekerjakan oleh Negara. . Ketika itu saya dalam perjalanan ke Marangkayu dan sudah berada di KM 69 dari Bontang. Saya percaya. tingkat risiko yg dihadapi pengendara motor lebih tinggi dibandingkan dengan pengendara mobil. Tetapi saya masih bersyukur. Setelah pandangan saya normal kembali. maka saya bisa lebih maksimal mencurahkan semua potensi yg ada pada saya.memang sudah berdomisili disekitar sekolah. yaitu ± 150 Km dan ditempuh dengan waktu lebih dari 3 jam tanpa berhenti dan tentu saja dengan kecepatan yg cukup tinggi pula. Tidak terbayangkan jika luka tersebut bergeser 1 inchi saja kearah kanan. selain tidak ada luka serius. begitu juga dengan efek/dampak yg terjadi ketika kecelakaan tentu lebih parah pengendara motor ketimbang pengendara mobil.

Dan semua yg saya tuliskan disurat ini tidak ada yg saya lebih-lebihkan. semuanya itu hal yg memang benar-benar saya alami selama ini. Brilliant Surya Wicaksono . dan saya sangat berharap kebijaksanaan dan kemurahan hati bapak dalam membuat keputusan. Akhirul kalam saya ucapkan banyak terima kasih atas kesediaan bapak membaca surat ini.Akhirnya. Semoga kiranya hal-hal yg saya utarakan diatas bisa menjadi bahan pertimbangan bapak untuk membantu memutasi saya kedaerah yg lebih dekat dengan tempat tinggal saya. Wassalamualaikum Wr Wb Hormat Saya. saya ucapkan maaf yg sebesar-besarnya jikalau dalam surat yang saya buat ini ada katakata saya yang kurang berkenan dihati bapak.