PENGGUNAAN RETINOID PADA PERAWATAN LEUKOPLAKIA ORAL: tinjauan

JOURNAL READING

Oleh: Siti Eva Latifah Regina Sylviana H. Anisa N. Meidi

Pembimbing: Erna Herawati, drg., M. Kes.

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI BANDUNG 2012

Tretinoin. dengan efek samping minimal dibandingkan pemberian secara sistemik. . Retinoid adalah agen kemopreventif yang berasal dari vitamin A. Irineu Gregnanin Pedron. Lesi tersebut tidak memiliki pola gambaran histologis yang spesifik. indikasi. Vitamin A. dan efek merugikan dari retinoid. Kata kunci: Leukoplakia. membahas mengenai mekanisme kerja. Oleh karena memiliki potensi ke arah keganasan dan prevalensi yang tinggi dokter gigi perlu mengetahui bagaimana mendiagnosa dan melakukan perawatan yang tepat. Marcelo Minharro Ceccheti Abstrak Tujuan: Tujuan dari artikel ini adalah untuk meninjau pustaka mengenai penggunaan topikal retinoid pada perawatan leukoplakia oral. efektivitas. selain juga menginduksi apoptosis. dan efektif.PENGGUNAAN RETINOID PADA PERAWATAN LEUKOPLAKIA ORAL: tinjauan Juliana Seo. Estevam Rubens Utumi. Diskusi: Leukoplakia didefinisikan sebagai lesi putih pada membran mukosa oral yang tidak dapat dimasukan ke dalam kategori lesi lainnya dan memiliki potensi ke arah keganasan. nyaman. Kesimpulan: Penggunaan topikal retinoid untuk perawatan leukoplakia oral bersifat aman. Derivat retinoid telah digunakan sebagai agen kemopreventif pada transformasi keganasan leukoplakia oleh karena efek potensialnya dalam mengontrol diferensiasi dan proliferasi sel-sel epitel. Dapat berbentuk alami maupun sintetik dan peran utamanya adalah untuk menekan mitosis seluler. Kemopreventif. Camila Eduarda Zambon.

Bedah merupakan pilihan hanya pada lesi yang jelas dan memiliki akses yang mudah.7.6. Lesi tunggal maupun multipel dapat ditemukan dan lokasi yang paling umum termasuk bibir dan gusi (7). Konsumsi alkohol. Candida sp. bedah laser.8. diferensiasi.7). dan mengembalikan homeostasis (1.13). defisiensi vitamin dan radiasi ultraviolet merupakan faktor lain yang dapat dihubungkan dengan penyakit tersebut (1.PENDAHULUAN Leukoplakia oral (LO) didefinisikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai ”lesi putih yang tidak dapat dikategorikan sebagai akibat dari penyakit spesifik lain pada mukosa oral”.5. Etiologi dan fisiopatologi dari lesi tersebut masih belum jelas (1-3) namun kebiasaan merokok telah dipertimbangkan sebagai salah satu faktor resiko utama (1. Pada kasus lesi yang besar atau multiple atau pada lesi yang menunjukkan displasia epitel yang aktif.4.8.13). .8).3.8.12.13).11).2.8. dan kematian selular. Fungsinya adalah untuk menekan mitosis seluler menjaga keseimbangan yang adekuat pada pertumbuhan selular.9.3. infeksi human papillomavirus (HPV). Kontrol terhadap berbagai faktor resiko juga dilakukan untuk keberhasilan perawatan (3. Kemopreventif secara teori dapat menghambat proses karsinogenesis menghindari berkembangnya tumor yang invasif atau onset dari lesi sekunder (8). Retinoid merupakan agen kemopreventif alami maupun sintetik yang berasal dari vitamin A. Lesi ini lebih umum ditemukan pada pria berusia di atas 50 tahun dan prevalensinya meningkat seiring usia (2.. LO dipertimbangkan sebagai lesi pre-malignant tanpa pola histologis spesifik (111). trauma. Prosedur bedah dibatasi pada kasus leukoplakia yang luas yang dapat mengenai struktur penting seperti duktus salivarius dan sulkus lingual atau pada kasus-kasus lesi rekuren setelah dilakukan beberapa kali prosedur bedah yang terjadi pada 10 hingga 35% dalam satu waktu (1.4-7). Ciri histologis dapat bervariasi mulai dari penebalan lapisan keratin hingga displasia epitel berat atau bahkan karsinoma sel squamous (1.6. pilihan terapeutik alternatif mencakup cryosurgery.6) yang mungkin hilang selama terjadinya penyakit (10). dan kemopreventif dengan retinoid (3.10). Beberapa cara pengobatan yang ada seperti eksisi dikombinasi dengan kontrol berbagai faktor resiko (1.

lesi yang bebas dari sel-sel atipik dapat sembuh secara spontan walaupun sulit untuk menentukan lesi mana yang dapat sembuh dan mana yang berkembang menjadi keganasan. TINJAUAN PUSTAKA Leukoplakia dapat ditemukan dengan tampilan klinis yang berbeda dan cenderung berubah seiring waktu (2. tergantung pada tingkat keparahan displasia (1). Leukoplakia oral memiliki kecenderungan ke arah keganasan. hiperkeratosis. berikutnya dikenal sebagai karsinoma in situ berdasarkan lokasi dalam lapisan sel epitelial (1. Di sisi lain. leukodema. dan hiperkeratosis dengan tingkat displasia yang berbeda (16% kasus). Meskipun begitu. Operasi pengangkatan telah diindikasikan untuk lesi yang terlokalisasi dan mudah diakses.Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk menjelaskan mengenai aplikasi asam retinoic pada perawatan leukoplakia oral. Displasia epitel dikategorikan sebagai ringan. Diagnosis banding mencakup lichen planus.8. sedang. biopsi harus dilakukan untuk menegakkan diagnosis yang tepat. seluruh individu dengan lesi seperti telah disebutkan sebaiknya dipantau untuk mendeteksi berbagai perubahan awal (4. keganasan terjadi pada 15% hingga 40% kasus. Leukoplakia homogenous umumnya lesi putih tipis dan merata. dengan fisur superfisial dan tekstur yang sesuai dengan perluasannya. parakeratosis dengan hiperplasia epitel dan inflamasi minimal. stomatitis nikotina. membahas mengenai mekanisme kerja.14). Pada lesi non-homogenous.12). dan berat. Tipe non-homogenous tampak sebagai sebuah lesi yang didominasi warna putih atau putih kemerahan seperti erosif leukoplakia atau eritroplakia dengan nodul permukaan ireguler (2). dan white sponge nevus (2). Penggunaannya telah terbatas dalam kasus leukoplakia yang luas yang dapat melibatkan struktur kunci atau dalam kasus lesi berulang setelah operasi sebelumnya (10 – 35% dari waktu).5% menjadi karsinoma. indikasi dan efek samping. Pengobatan untuk Oral Leukoplakia diindikasikan sesuai dengan perluasan jaringan dan subtipe histologinya. hanya 10% leukoplakia yang berkembang menjadi lesi displastik dan 17.9). Untuk itu. Secara histologis.10. Pengendalian faktor resiko . Permukaannya dapat halus atau berkerut. Untuk itu. leukoplakia telah diklasifikasikan sebagai orthokeratosis sederhana.

Pada beberapa pasien. efek merugikan dapat menyebabkan gangguan lebih dari penyakit itu sendiri. Diantara lebih dari 1500 sintetis vitamin A serupa. serta kematian sel. modulasi ekspresi sel gen. dan susu. Retinoid. dan regresi lesi yang berpotensi untuk keganasan. folikulitis. Bagaimanapun. Retinoid merupakan senyawa antioksidan yang bertanggungjawab dalam mempertahankan keseimbangan diantara pertumbuhan. dan psoriasis (5). mencegahnya dari pencapaian dan interaksi dengan target organ atau jaringan dan yang terakhir menurunkan kerentanan organ dan jaringan untuk aksi dari karsinogen. tetapi ini mungkin dapat kambuh kembali setelah penggunaan dihentikan (1. diferensiasi. 18). Retinoid menginduksi apoptosis. Pada lesi dengan epitel displasia aktif.seperti konsumsi rokok dan alkohol merupakan hal penting dalam menunjang keberhasilan perawatan. tumor sekunder. Keseimbangan homeostasis sel telah menunjukkan keefektifan dalam pencegahan lesi oral leukolpakia primer dan sekunder. 10. Chemoprevention adalah jalur dari satu atau lebih agen untuk menekan atau menghambat karsinogenesis sebelum mencapai tahap invasif. Vitamin A dibutuhkan untuk pertumbuhan seluler dan diferensiasi sel epitel. penekanan pertumbuhan sel dan karsinogenesis. terapi alternatif pilihan meliputi cryosurgery. 8. Literatur menunjukkan bahwa retinoid dapat diberikan secara sistemik atau topikal pada pengobatan dari Oral Leukoplakia. 6. dan penggunaan retinoid. Selain itu. chemoprevention dapat menjadi efektif setelah onset dari karsinogenesis dalam mencegah berkembangnya tumor sekunder. . retinoid juga bisa menjadi digunakan untuk pengobatan acne vulgaris. Vitamin ini dapat ditemukan dari carotene dan hasil dari hewan seperti daging. operasi laser. Penggunaan retinoid berpotensi menimbulkan komplikasi meliputi perubahan kulit dan mukosa (kekeringan. Agen kemoteurapeutik dapat diklasifikasikan sebagai agen penghambat atau penekan. mucositis. telur. Pemberian vitamin A secara sistemik dapat mengurangi lesi oral secara menyeluruh atau sebagian. 13-cis retinoic acid (isotretinoin) sangat menarik disebabkan oleh aksi potensial dalam pencegahan perkembangan tumor sekunder. termasuk kedalam terapi jenis ini dengan toksisitas yang lebih rendah dan efek terapeutik yang lebih spesifik. Yang pertama bertindak sebagai penghambat terhadap karsinogen. pengobatan kelas baru yang berasal dari vitamin A.

Karakteristik molekuler lesi dapat deteksi menprediksi dini dan perkembangan pengobatan ke arah karsinoma yang memungkinkan Chemoprevention termasuk chemoprevention. Dalam studi lain. Penggunaan retinoid sistemik dapat menyebabkan efek samping yang parah.dan epistaksis). diindikasikan untuk pasien dengan leukoplakia disertai lesi malignansi epitel yang tidak dapat dihilangkan dengan pembedahan.05% empat kali sehari selama 3. Lesi ini kemudian dibandingkan secara histologis sebelum dan setelah pengobatan. Tidak ada lesi yang diklasifikasikan sebagai lesi “moderate" tetapi penurunan dalam keganasan yang telah diamati dari lesi-lesi tersebut digolongkan sebagai lesi ganas (severe) sebelum pengobatan (10). Studi menunjukkan yang dosis rendah 13-cis retinoic acid (0.5 mg / kg / hari) diberikan untuk waktu yang lama toksisitasnya rendah dan terkait dengan tingkat kekambuhannya lebih rendah setelah perawatan dihentikan (1). 5). dyslipidemia. 10). karena selain kesulitan dalam mencapai lokasi yang tepat dan lunturnya agen oleh air liur (1). 10).5 tahun menunjukkan tanda-tanda perbaikan klinis. terutama pada individu yang memerlukan dosis obat yang tinggi atau pengobatan jangka panjang. disfungsi hati. 27% menunjukkan remisi total dan 40% dari pasien memiliki kekambuhan penyakit setelah pengobatan dihentikan (10). Namun. dan teratogenisitas dimana penggunaannya dalam dosis tinggi harus dibatasi (1. Pemberian retinoid topikal memungkinkan penggunaan dosis yang lebih tinggi dengan efek merugikan yang minimal (1.1% 13-cis retinoic gel asam diaplikasikan 3 kali sehari pada 10 pasien untuk empat bulan. atau untuk lesi yang baru berkembang selama periode post-operatory. Hanya satu pasien yang lesinya bekurang secara total dan yang lainnya hanya berkurang sebagian. Oleh karena itu. DISKUSI Aspek klinis Oral Leukoplakia dapat bervariasi dan. 2. Penggunaan topikal membutuhkan kepatuhan pasien yang tinggi untuk mengaplikasikan pengobatan di tempat yang sama. gangguan otot-tulang. Oleh karena itu. hubungan antara informasi klinis dan histopatologisi penting untuk diagnosa akhir. Sebuah penelitian melaporkan bahwa 26 pasien menggunakan topikal tretinoin gel 0. 2. tindak lanjut . 0. Toksisitas tampaknya tergantung pada dosis dan rekurensi umum terjadi setelah penghentian penggunaan obat tersebut (1. Tidak ada efek samping yang diamati (18).

Penting untuk dicatat bahwa rekurensi dapat terjadi bahkan dengan penggunaan secara topikal dan hasil dapat bervariasi (1. Gambar 1 .05% 13-cis retinoic acid selama 3 bulan dengan perbaikan klinis yang signifikan (Gambar 2). tidak ada laporan reversal dysplasia (3. Tidak ada konsensus mengenai dosis retinoid untuk pengobatan OL. 18). 10. pemberian topikal retinoid memungkinkan penerapan konsentrasi yang lebih tinggi dari obat tersebut secara langsung pada lesi namun dengan efek samping yang minimal (1. Pasien ini masih dievaluasi secara berlanjut. 5). Dari semua studi terakhir. Rekurensi sering terjadi setelah eksisi bedah dan satu pilihan akan penggunaan topikal retinoic acid dengan atau tanpa bleomycin (10). Gambar 1 menunjukkan satu kasus leukoplakia dengan aplikasi harian 0.pasien ini wajib dilakukan. dan edentulous alveolar ridge .leukoplakia verrucous ekstensif di palatina dan mukosa labial. 5. Di sisi lain. Konsentrasi rendah retinoid dikombinasikan dengan agen antioksidan lainnya bisa menjadi alternatif dengan efek samping yang minimal tetapi memberikan aksi chemopreventive yang sama (16). 10) dan hanya satu yang dilaporkan mengalami penurunan tingkat keparahan displasia yang diklasifikasikan sebagai "severe" sebelum pengobatan (10).

Gambar 2 . Penggunaan agen ini telah dijelaskan dalam case report atau small case series. Uji klinis terkontrol diperlukan untuk menentukan keamanan dan efektivitas retinoic acid dalam pengobatan oral leukoplakia. Penggunaannya masih kontroversial karena tidak menurunkan risiko kanker mulut. .Penurunan hiperkeratosis leukoplastic setelah aplikasi (3 bulan) retinoic acid KESIMPULAN Pedoman terapi penggunaani retinoid dan vitamin A derivat lainnya belum ditemukan. Penggunaan topikal retinoid memiliki keuntungan jika dibandingkan dengan pemberian sistemik meskipun kekambuhan dapat terjadi dalam kedua kasus tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful