Siti Munawaroh

SOSIOLOGI 2
UNTUK SMA/MA KELAS XI

i

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-Undang

Sosiologi Untuk SMA/MA Kelas XI Siti Munawaroh

Editor Tata letak Tata grafis Ilustrator Sampul

: Sudarsana : Tim Setting/Layout : Cahyo Muryono : Haryana Humardani : Tim Desain

301.07 Sit s

Siti Munawaroh Sosiologi 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI / Siti Munawaroh ; Editor Sudarsana ; Ilustrator Haryana Humardani. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009. viii, 114 hlm. : ilus. ; 25 cm. Bibliografi : hlm. 107-109 Indeks ISBN 978-979-068-207-8 (no jld lengkap) ISBN 978-979-068-211-5 1. Sosiologi-Studi dan Pengajaran 3. Humardani, Haryana 4. Judul 2. Sudarsana

Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidikan Nasional dari Penerbit Grahadi Diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009 Diperbanyak oleh .... ii

http://belajaronlinegratis.com bukubse@belajaronlinegratis.com

KATA SAMBUTAN

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karuniaNya, Pemerintah, dalam hal ini, Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2008, telah membeli hak cipta buku teks pelajaran ini dari penulis/penerbit untuk disebarluaskan kepada masyarakat melalui situs internet (website ) Jaringan Pendidikan Nasional. Buku teks pelajaran ini telah dinilai oleh Badan Standar Nasional Pendidikan dan telah ditetapkan sebagai buku teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2007 tanggal 25 Juli 2007. Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para penulis/penerbit yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas oleh para siswa dan guru di seluruh Indonesia. Buku-buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh ( down load ) , digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat. Namun, untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Diharapkan bahwa buku teks pelajaran ini akan lebih mudah diakses sehingga siswa dan guru di seluruh Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada di luar negeri dapat memanfaatkan sumber belajar ini. Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada para siswa kami ucapkan selamat belajar dan manfaatkanlah buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan. Jakarta, Februari 2009 Kepala Pusat Perbukuan

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa yang telah melimpahkan rahmat dan petunjuk-Nya kepada kami, sehingga tersusunlah buku sosiologi untuk SMA Kelas X, XI, dan XII ini dengan selamat. Buku ini menyajikan materi berbagai konsep sosiologi dan memberikan contoh konkret dalam kehidupan masyarakat, agar peserta didik lebih tertarik dan mudah mempelajari, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di dalam masyarakat. Buku ini ditulis dengan pemaparan yang sederhana sehingga mudah untuk dipelajari dan diingat kembali oleh peserta didik. Isi dan urutan setiap bab terdiri atas tujuan pembelajaran, prolog, peta konsep, kata kunci, dan motivasi untuk membangkitkan minat belajar bagi peserta didik. Setiap pergantian subbab diberikan tugas-tugas baik individu maupun kelompok yang berupa analisis dan pengamatan. Di samping itu juga disajikan rangkuman dan uji kompetensi di setiap akhir bab. Juga disertakan soal latihan akhir semester dan latihan akhir tahun untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik dalam memahami materi. Akhirnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya buku sosiologi ini. Kami berharap kritik dan saran dari beberapa pihak yang membangun demi kesempurnaan buku ini di masa mendatang. Semoga buku ini dapat berguna bagi kalangan pendidikan baik guru maupun peserta didik, kaitannya dengan pengembangan pengetahuan sosiologi dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Agustus 2007

Penulis

iv

DAFTAR ISI
Kata Sambutan ....................................................................... Kata Pengantar ................................................................................. Daftar Isi ................................................................................... Bab I Struktur Sosial ...................................................................... A. Pengertian Struktur Sosial .................................................... 1. Proses Pembentukan Struktur Sosial................................ 2. Karakteristik Struktur Sosial Masyarakat ........................... B. Bentuk-Bentuk Struktur Sosial .............................................. 1. Bentuk Struktur Sosial Berdasarkan Pola Komunikasi ........ 2. Bentuk Struktur Sosial Berdasarkan Sifatnya .................... 3. Struktur Homogen dan Struktur Heterogen...................... C. Dimensi Struktur Sosial Masyarakat ...................................... 1. Dimensi Vertikal............................................................ 2. Dimensi Horizontal ....................................................... Rangkuman.............................................................................. ...... Uji Kompetensi......................................................................... ...... Bab II Konflik Sosial Dalam Masyarakat ....................................... A. Pengertian Konflik Sosial ..................................................... 1. Konflik Sosial ......................................................... .......... 2. Kaitan antara Struktur Sosial dan Konflik Sosial ................ B. Sebab-Sebab Terjadinya Konflik Sosial .................................. 1. Perbedaan Ideologi ........................................................ 2. Perbedaan Kepentingan ................................................. 3. Perbedaan Struktur Budaya ............................................ 4. Perbedaan Ras .............................................................. C. Macam-Macam Konflik ........................................................ 1. Berdasarkan Banyak Sedikitnya Orang yang Terlibat dalam Konflik ......................................................................... 2. Berdasarkan Posisi Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Konflik ......................................................................... 3. Berdasakan Akibat yang Ditimbulkan .............................. 4. Berdasarkan Bidang-Bidang Kehidupan yang Menjadi Sumber Konflik ............................................................. D. Perbedaan antara Konflik dan Kekerasan ................................ E. Upaya-Upaya Mengatasi Konflik Sosial ................................. iii iv v 1 3 3 7 9 9 10 10 11 11 13 14 16 19 21 21 21 24 24 24 25 25 26 26 26 27 27 29 30 v

1. Gencatan Senjata .......................................................... 2. Mediation (Mediasi) ....................................................... 3. Reconciliation (Rekonsiliasi) ........................................... 4. Toleransi ...................................................................... 5. Stalemate ..................................................................... 6. Coersion ...................................................................... 7. Compromise (Kompromi) ............................................. 8. Arbitration (Arbitrasi) .................................................... 9. Adjudication (Adjudikasi) ............................................... Rangkuman.............................................................................. ...... Uji Kompetensi......................................................................... ...... Bab III Struktur Sosial Dan Mobilitas Sosial ................................... A. Pendahuluan ....................................................................... 1. Pengertian Mobilitas Sosial ............................................. 2. Hubungan antara Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial ....... B. Macam-Macam Mobilitas Sosial ........................................... 1. Mobilitas Sosial Vertikal ................................................. 2. Mobilitas Sosial Horizontal ............................................. C. Proses Terbentuknya Mobilitas Sosial .................................... 1. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial .................................. 2. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial ................................ 3. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial ..................................... D. Dinamika Struktur Sosial sebagai Akibat Globalisasi dan Modernisasi ........................................................................ 1. Pengertian Era Globalisasi dan Proses Modernisasi ........... 2. Pengaruh Globalisasi dan Modernisasi terhadap Perubahan Struktur Sosial .............................................................. E. Akibat-Akibat Mobilitas Sosial .............................................. 1. Terjadinya Peningkatan Integritas dan Tata Kerja .............. 2. Timbulnya Disorganisasi Sosial ...................................... Rangkuman.............................................................................. ...... Uji Kompetensi......................................................................... ...... Latihan Akhir Semester.............................................................. .... Bab IV Masyarakat Multikultural ..................................................... A. Pendahuluan ....................................................................... 1. Pengertian Masyarakat Multikultural ................................ 2. Ciri-Ciri Masyarakat Multikultural .................................... 3. Beberapa Penyebab Terbentuknya Masyarakat Multikultural B. Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural .................... 1. Pengertian Kelompok Sosial ........................................... 2. Faktor-Faktor yang Mendorong Terbentuknya Kelompok Sosial ...........................................................................

30 30 31 31 31 31 32 32 32 33 34 37 39 39 39 40 41 44 47 47 48 50 51 52 52 60 60 60 62 64 67 73 75 75 75 76 78 78 78

vi

3. Tipe-Tipe Kelompok Sosial ........................................... C. Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat ................ 1. Perkembangan Kelompok-Kelompok Sosial dalam Kesatuan Teritorial ...................................................................... 2. Perkembangan Kelompok-Kelompok Sosial dalam Kesatuan Genealogis ................................................................... 3. Perkembangan Kelompok-Kelompok Sosial dalam Kesatuan Kepentingan ................................................................. 4. Perkembangan Kelompok-Kelompok Sosial dalam Kesatuan Religius ........................................................................ D. Keanekaragaman Kelompok Sosial dalam Masyarakat Mulitikultural....................................................................... ..... 1. Keanekaragaman dalam Bentuk Agama dan Kepercayaan.. . 2. Keanekaragaman dalam Bentuk Ras.................................. ... 3. Keanekaragaman dalam Bentuk Suku Bangsa.................... .. E. Langkah Preventif untuk Menyelesaikan Berbagai Masalah pada Masyarakat Multikultural....................................................... .... 1. Mengintegrasikan Unsur-Unsur Sosial (Ras, Suku, dan Agama) ........................................................................ 2. Membangun Forum Komunikasi Lintas Ras, Suku, dan Agama ......................................................................... 3. Mengembangkan Budaya Nasional yang Bersumber dari Budaya Daerah.......................................................... ........ 4. Mengembangkan Wawasan Kebangsaan ......................... 5. Meletakkan Landasan tentang HAM ................................ 6. Mengembangkan Sikap Tenggang Rasa Antarunsur Sosial Rangkuman .............................................................................. Uji Kompetensi ......................................................................... Latihan Akhir Tahun ............................................................... Daftar Pustaka ....................................................................... Daftar Gambar dan Daftar Tabel...... ........................................ Glosarium ............................................................................... Indeks Subjek dan Pengarang ..................................................

81 83 83 83 84 84 86 86 88 90 92 92 93 93 94 94 95 96 98 101 107 110 112 114

vii

viii

BAB I
STRUKTUR SOSIAL
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembahasan tentang struktur sosial, diharapkan Anda akan memiliki pengetahuan dan lebih memahami tentang pengertian struktur sosial, bentuk-bentuk struktur sosial, serta keterkaitan antara struktur sosial dan proses sosial dalam masyarakat.

Sumber: Foto Haryana

Sejak perkembangan sosiologi diterapkan sebagai suatu ilmu pengetahuan, para sosiolog telah berusaha membuat klasifikasi terhadap masyarakat. Hasil klasifikasi tersebut dibedakan antara masyarakat sederhana dengan masyarakat modern yang kompleks. Dalam perkembangannya penglasifikasian masyarakat dibedakan menjadi masyarakat tertutup dan masyarakat terbuka. Penggunaan istilah masyarakat erat hubungannya dengan nilai-nilai, norma-norma, dan kepentingan-kepentingannya. Oleh sebab itu, pengertian masyarakat tidak dapat di pisahkan dari kepribadian dan kebudayaan, karena masyarakat merupakan totalitas dari kehidupan struktur sosial.

Struktur Sosial

1

Peta Konsep
Pendahuluan Meliputi Definisi struktur sosial Kaitan antara struktur sosial dan proses sosial Tahap awal Tahap perkembangan Tahap akhir

Mempelajari tentang Struktur sosial dalam masyarakat

Proses terbentuknya struktur sosial

Perkembangan

Terdiri atas Bentuk struktur sosial

Terbuka dan tertutup Formal & nonformal Kaku dan luwes

Dimensi struktur sosial Meliputi Fungsi struktur sosial

Homogen dan heterogen Dimensi vertikal Stratifikasi sosial (Struktur ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam)

Dimensi horizontal

Deferensiasi sosial Ras, suku, agama, dan gender)

Kata Kunci
• Struktur sosial • Dimensi vertikal • Proses sosial • Struktur terbuka • Struktur tertutup • Dimensi horizontal • Pola interaksi

Sosio Motivasi Untuk menjadi warga masyarakat yang baik, Anda perlu belajar serta mengamati praktik-praktik kehidupan dalam masyarakat terutama pengetahuan tentang struktur sosial dan pola interaksi antarwarga masyarakat di lingkungan Anda. Dalam bab ini akan dibahas pengertian dan macam struktur sosial serta penerapannya dalam kehidupan masyarakat. Struktur sosial merupakan jalinan unsur-unsur sosial pokok yang menjadi dasar pola aktivitas individu dalam pola kehidupan bermasyarakat. Mungkin secara tidak sadar pengetahuan dan penerapan tentang struktur sosial ini sebagian telah Anda alami dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, marilah kita pelajari pembahasan berikut dengan saksama!

2

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

A. Pengertian Struktur Sosial
Secara etimologis konsep struktur sosial berasal dari kata struktur yang artinya susunan, serta kata sosial yang dalam konteks ini diartikan masyarakat. Jadi struktur sosial berarti susunan dan jalinan unsur-unsur pokok yang ada dalam masyarakat. Menurut Kamus Sosiologi Soerjono Soekanto 1998: 428, struktur sosial diartikan jalinan unsur-unsur sosial yang pokok. Lebih jauh Soerjono Soekanto menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Pengantar Sosiologi 1987, bahwa struktur sosial adalah bangunan abstrak selaku masyarakat yang berisi susunan yang hierarki yang berisi kedudukan dan peran dari tingkatan yang tertinggi hingga tingkatan yang terendah. Dalam arti yang dinamis struktur sosial ini menyangkut jalinan di antara unsur-unsur sosial dalam status-status tersebut. Untuk membahas lebih lanjut tentang struktur sosial suatu masyarakat pola pikir Anda harus dimulai dari pengertian tentang kepercayaan, peraturan dan tata nilai yang ada di dalam suatu masyarakat. Jadi struktur sosial pada suatu masyarakat selalu bersandar pada kepercayaan dan tata nilai yang ada pada masyarakat tersebut, sehingga struktur sosial relatif bersifat stabil karena didukung oleh tata nilai yang berlaku dalam masyarakat. Selanjutnya struktur sosial akan menjadi pola aktivitas bagi warga masyarakat untuk terlaksananya aktivitas bersama bagi warga masyarakat secara keseluruhan. Menurut sumber lain yaitu C.W. Drajad. BSW 1983 : 28, struktur sosial diartikan susunan intern suatu masyarakat yang bersifat stabil yang berisi hierarki dari status-status sosial beserta dengan peranannya yang dapat mendorong terlaksananya aktivitas sosial suatu masyarakat. Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan secara sederhana bahwa struktur sosial adalah susunan status-status sosial yang hierarki beserta jalinan di antara status-status itu sehingga mendorong dan mewujudkan aktivitas sosial dalam masyarakat. Perbedaan-perbedaan sosial budaya yang digunakan untuk melihat struktur sosial secara utuh dapat dilihat melalui dimensi vertikal maupun dimensi horizontal yang menyangkut sistem aktivitas bagi warganya. Masing-masing dimensi harus dilihat secara rinci dari segi-segi kehidupannya antara lain dari segi ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya. Secara horizontal struktur sosial menyangkut keberadaan susunan masyarakat, antara lain dalam bentuk susunan dan pola aktivitas dari kelompok-kelompok sosial dalam bentuk suku-suku bangsa, kelompok-kelompok ras, kelompok agama dan kepercayaan, golongan, maupun kelompok-kelompok gender. Struktur secara horizontal ini mewujudkan perbedaan-perbedaan sistem tata nilai dan norma yang menentukan jenis-jenis pola interaksi di antara unsur-unsur sosial dalam masyarakat.

1. Proses Pembentukan Struktur Sosial
Terbentuknya struktur sosial suatu masyarakat melalui proses yang sangat panjang, yang di awali dari proses terbentuknya masyarakat hingga perubahanperubahan dalam bentuk penyempurnaan, sampai dengan suatu titik di mana
Struktur Sosial

3

struktur itu dianggap sesuai oleh warga masyarakat. Sungguh sangat sulit untuk dibayangkan, bagaimana proses itu berlangsung dari awal hingga tahap akhir. Namun demikian secara ringkas proses itu dapat diuraikan sebagai berikut. a. Tahap Awal Tahap awal dari proses terbentuknya struktur sosial masyarakat, secara Gambar 1.1 ditambah gambar mendasar bersamaan dengan proses kehidupan sebuah suku/kelompok etnis tertentu terbentuknya masyarakat tersebut. Pada awalnya ketika manusia masih hidup berpindah-pindah dan bergerombol membentuk kelompok-kelompok etnis, struktur sosial seolah-olah hanya berfungsi sebagai sarana pembagian tugas untuk menyelenggarakan kehidupan bersama Sumber: Encarta encyclopedia, 2006 dalam kelompok itu. Gambar 1.1 Kehidupan di kelompok suku atau etnis tertentu adalah contoh proses Proses awal ini terus-menerus meng- pembentukan struktur sosial tahap awal. alami perkembangan, sehingga masyarakat tersebut menjadi suku bangsa dalam jumlah besar dan bahkan menjadi bangsa yang besar. Dalam tahap awal, struktur sosial telah terbentuk sebagai sarana pengaturan tata hubungan antarindividu dalam masyarakat. Masyarakat terus-menerus mengalami perubahan yang disebabkan oleh pengaruh intern maupun pengaruh ekstern. Perubahan ini dapat menimbulkan inkulturasi (pembudayaan) untuk mengakomodasi keadaan yang muncul atau dapat menimbulkan destrukturasi akibat adanya pergolakan ataupun revolusi sosial. Di sinilah struktur sosial akan bergerak dan berubah menuju perkembangan yang lebih baik. Struktur sosial ini berisi susunan kedudukan dan peran orang-orang dalam masyarakat baik dalam dimensi vertikal maupun dalam dimensi horizontal. b. Tahap Perkembangan Pada dasarnya struktur sosial suatu masyarakat akan terus mengalami perkembangan, karena mendapatkan masukan atau pengaruh dari strukturstruktur masyarakat yang lain. Masukan dan pengaruh tersebut memungkinkan terjadinya adopsi dari struktur masyarakat yang satu terhadap struktur masyarakat yang lain. Proses perubahan ini memungkinkan terjadinya kesesuaian yang lebih baik dan yang sesuai dengan tingkat peradaban masyarakat. Struktur sosial suatu masyarakat senantiasa mengalami Sumber: Indonesian Heritage dan dokumentasi Haryo Gambar 1.2 Perkembangan masyarakat ke perkembangan sejalan dengan perkemarah yang lebih maju adalah contoh dari proses bangan tingkat peradaban masyarakat itu berkembangnya struktur sosial masyarakat.
4
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

sendiri. Dengan demikian ada kecenderungan untuk berubah dalam rangka memperoleh efisiensi dan efektivitas sebagai sarana pengaturan sistem tata hubungan dalam masyarakat. Contoh perubahan dari tahap awal ke tahap perkembangan adalah pada masyarakat yang berbudaya primitif, kehidupan berkelompok merupakan kebutuhan bersama yang berproses secara alamiah untuk bertahan hidup. Di sinilah awal tumbuhnya struktur sosial yang berdasar hukum alam. Makin berkembangnya peradaban masyarakat yang didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan masyarakat juga mengalami perkembangan ke arah struktur sosial yang lebih efektif. Dalam proses perkembangan struktur sosial inilah terjadi pula proses perubahan dan penyempurnaan secara hierarki, baik dalam pembagian status dan peran maupun dalam struktur kekuasaan dan wewenang. Contoh, negara Indonesia telah mengalami perubahan struktur sosial dalam pengaturan kekuasaan dan wewenang, yaitu dari sistem feodalisme, sistem kolonialisme, dan sistem demokrasi yang berkembang hingga sekarang. Perubahan-perubahan struktur sosial ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut. 1) Faktor Internal Kondisi-kondisi dari dalam masyarakat baik kondisi fisik maupun kondisikondisi sosial budaya dapat diartikan sebagai faktor-faktor internal yang dapat memengaruhi perkembangan struktur sosial suatu masyarakat. Kondisikondisi itu antara lain: a) adanya dorongan untuk lebih memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan zaman yang ada, b) adanya penemuan baru yang dirasa lebih cocok dan lebih efektif, dan c) adanya gerakan sosial yang dimotori oleh tokoh-tokoh masyarakat dan didukung oleh masyarakat luas. 2) Faktor Eksternal Kondisi eksternal adalah semua kondisi yang berasal dari luar masyarakat. Kondisi ini dapat diperoleh melalui proses hubungan timbal balik antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya yang berlangsung secara intensif. Kondisi ini sangat memungkinkan terjadinya asimilasi dan akulturasi budaya. Adapun faktor-faktor eksternal tersebut antara lain sebagai berikut: a) adanya keinginan untuk meniru kebudayaan masyarakat lain yang dirasa lebih cocok dan b) adanya penyesuaian-penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan alam. c. Tahap Akhir Sesungguhnya proses perubahan struktur sosial suatu masyarakat boleh dikatakan tidak mengalami awal dan akhir. Struktur sosial secara fungsional dikatakan memasuki tahap akhir apabila struktur sosial tersebut implementasinya
Struktur Sosial

5

telah membentuk keharmonisan tata hubungan antarkomponen masyarakat di dalamnya. Contoh bentuk struktur tahap perkembangan dan tahap akhir adalah dalam struktur sosial pemerintahan Indonesia di awal kemerdekaan mengalami perkembangan dari sistem pemerintahan orde lama, pemerintahan orde baru, dan berkembang menjadi pemerintahan era reformasi yang dianggap memiliki nilai-nilai struktur sosial yang sesuai dengan undang-undang dan harapan masyarakat. Tanda-tanda bahwa suatu struktur sosial telah memasuki tahap akhir, antara lain sebagai berikut. 1) Struktur sosial itu telah disepakati oleh kalangan masyarakat luas. 2) Struktur sosial itu telah dipakai dalam suatu kurun waktu dan berdasarkan pengalaman telah terbukti memiliki fungsi yang efektif dan memberikan kontribusi dalam tata hubungan antarindividu dalam masyarakat. 3) Struktur sosial tersebut telah menjadi satu dengan budaya masyarakat, bahkan telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. 4) Struktur sosial tersebut dipandang telah sesuai, sehingga masyarakat berusaha untuk mempertahankan struktur sosial tersebut. 5) Struktur sosial akan terus dipertahankan karena telah menjadi ciri khas masyarakat tersebut, sehingga memberikan warna yang berbeda dari Sumber: 30 Tahun Indonesia Merdeka masyarakat yang lain. Apabila kita perhatikan struktur sosial pada masyarakat modern seperti sekarang ini, maka bangunan abstrak masyarakat kita sekarang ini sangat kompleks dilihat dari hierarki kekuasaan, hierarki ekonomi, maupun hierarki sosial budaya. Pada dasarnya proses terbentuknya struktur sosial suatu masyarakat tidak pernah berakhir, sebab aktivitas dan perubahan-perubahan di dalam masyarakat terus-menerus mengalami perubahan dan perkembangan. Pada hakikatnya struktur sosial dikatakan telah berakhir prosesnya pada saat anggota masyarakat telah memandang baik dan cocok terhadap struktur sosial yang dimilikinya, sehingga tidak lagi ada proses perubahan dalam struktur sosial tersebut.

Gambar 1.3 gbr kehidupan masa penjajahan, masa kemerdekaan, dan sekarang
Sumber: Tempo, 4 Juni 2006

Sumber: Gatra, 29Januari 2005

Gambar 1.3 Perkembangan masyarakat dari masa orde lama ke orde baru dan akhirnya sampai era reformasi, merupakan proses berlangsungnya struktur sosial pada tahap akhir.

6

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

2. Karakteristik Struktur Sosial Masyarakat
a. Struktur Sosial Berisi Hierarki Kedudukan dan Peran Struktur sosial berisi susunan kedudukan dan peran yang bersifat hierarki dari tingkatan yang tinggi hingga tingkatan yang rendah dan berfungsi sebagai saluran kekuasaan. Untuk memudahkan kita dalam mempelajari struktur sosial, kita dapat menggabungkan bentuk struktur organisasi pemerintahan yang di dalamnya terdapat struktur politik, struktur ekonomi, dan struktur sosial budaya. Apabila disatukan hal tersebut akan membentuk satu kesatuan yang menggambarkan suatu bangunan abstrak yang meliputi struktur sosial yang bersifat vertikal maupun horizontal. b. Struktur Sosial Bagian dari Sistem Pengaturan Tata Kelakuan dan Hubungan Warga Masyarakat Struktur sosial suatu masyarakat menjadi bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan hubungan. Ini berarti bahwa struktur sosial merupakan jalinan di antara perangkat-perangkat dalam masyarakat sebagai pengatur bentuk hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat. c. Struktur Sosial mengalami Perubahan dan Perkembangan Sebagaimana unsur-unsur masyarakat yang lain, struktur sosial merupakan bagian dari sistem organisasi sosial masyarakat yang dapat mengalami perubahan dan perkembangan. Perubahan dan penyempurnaan tersebut bertujuan untuk mendapatkan suatu struktur yang lebih efektif. d. Struktur Sosial memiliki Dimensi Vertikal dan Horizontal Struktur sosial suatu masyarakat secara rinci terdiri atas struktur dalam dimensi vertikal dan dimensi horizontal. Pada struktur sosial dimensi vertikal berupa hierarki status-status sosial serta jalinannya antara satu dengan yang lain. Sebagai contoh dalam aktivitas warga desa terdapat susunan kepala desa, sekretaris desa, kepala dusun, dan pamong yang lain, hingga sampai ketua RW dan RT. Dengan susunan itu terbentuk jalinan aktivitas untuk menyelenggarakan kehidupan seluruh warga masyarakat. Pada struktur sosial dimensi horizontal, seluruh masyarakat berdasarkan Sumber: Garuda, Juni 1994 dan Negara dan Bangsa 3 karakteristiknya terbagi dalam kelompok- Gambar 1.4 Status sosial di masyarakat kelompok sosial yang memiliki derajat contoh struktur sosial dimensi vertikal dan kedudukan yang sama (horizontal). kelompok-kelompok umat beragama contoh struktur sosial dimensi horizontal.
Struktur Sosial

7

Misalnya, dalam bentuk suku bangsa yang di dalamnya terdapat keluargakeluarga dan kerabat-kerabat yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Di samping itu, juga terdapat kelompok warga masyarakat dalam bentuk kelompok ras, misalnya di Indonesia ada ras mongoloid, ras melanesoid, ras asiatik mongoloid dan lain sebagainya. Pada dimensi horizontal juga terdiri atas kelompok umat beragama dan kelompok penganut kepercayaan. Keseluruhan aktivitas masyarakat dalam dimensi horizontal dalam bentuk ras, suku, agama termasuk gender merupakan struktur masyarakat dalam dimensi horizontal. e. Struktur Sosial Menjadi Landasan dalam Proses Sosial di Masyarakat Sebagaimana telah diuraikan di depan bahwa struktur sosial itu merupakan bangunan abstrak suatu masyarakat yang berisi susunan status dan peran dalam masyarakat dalam dimensi vertikal maupun berdimensi horizontal. Struktur abstrak ini akan menjadi landasan dalam proses sosial masyarakat tersebut. Artinya, bahwa bagaimana proses sosial yang terjadi, termasuk cepat lambatnya proses tersebut sangat dipengaruhi oleh bagaimana bentuk struktur sosialnya. Sebagai contoh apabila struktur sosial diumpamakan sebagai sebuah benda yang berbentuk bulat, maka proses sosial merupakan gerak benda yang ditentukan oleh bentuk benda tersebut. Apabila berbentuk memanjang maka proses yang terjadi dalam gerak meluncur, tetapi apabila bentuk benda itu bulat, maka bentuk gerakannya adalah menggelinding. Berdasarkan contoh tersebut dapat disimpulkan bahwa struktur sosial suatu masyarakat akan menjadi landasan terhadap bagaimana jalannya proses sosial pada masyarakat.

Sosio Activity Buatlah kelompok diskusi yang terdiri atas 5 sampai 6 orang. Diskusikan tentang hal-hal berikut ini! 1. Amati kembali peristiwa Mei 1998 yang berlanjut dengan masa reformasi! 2. Jelaskan perubahan dan perkembangan struktur sosial pada masyarakat Indonesia sebelum dan sesudah masa reformasi! Tulislah hasil diskusi tersebut pada selembar kertas dan serahkan kepada bapak/ibu guru untuk dinilai.

8

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

B. Bentuk-Bentuk Struktur Sosial
Dalam realita kehidupan di tengah-tengah masyarakat, terdapat beberapa bentuk struktur sosial. Untuk membahas secara lebih rinci tentang bentuk-bentuk struktur sosial itu, kita melihat dasar penglasifikasian dari struktur sosial tersebut. Adapun dasar-dasar penglasifikasian itu antara lain, berdasarkan pola komunikasi, berdasarkan sifat struktur sosial, serta berdasarkan dimensi dalam struktur sosial itu sendiri. Untuk itu perhatikan pembahasan berikut ini.

1. Bentuk Struktur Sosial Berdasarkan Pola Komunikasi
Berdasarkan lancar tidaknya komunikasi antarkomponen di dalam masyarakat maka struktur sosial dibedakan menjadi dua macam, yaitu struktur sosial yang terbuka dan struktur sosial yang tertutup. a. Struktur Sosial Terbuka Struktur sosial dikatakan terbuka apabila struktur sosial mengalami proses perubahan yang terjadi setiap saat dan dapat digantikan oleh setiap orang. Dalam struktur sosial terbuka tiap-tiap orang memiliki status, peran, dan hak yang sama terhadap semua status yang ada dalam masyarakat tersebut. Di sisi lain struktur sosial terbuka ditandai dengan lancarnya komunikasi disemua tingkatan, karena masing-masing menyadari bahwa semuanya mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam meraih kedudukan tersebut. Kondisi masyarakat seperti ini mencerminkan bahwa telah tercapai struktur demokrasi yang cenderung memiliki peradaban maju pada masyarakat tersebut. b. Struktur Masyarakat Tertutup Struktur masyarakat tertutup adalah struktur masyarakat yang ditandai dengan adanya status dan peran yang cenderung tetap dan tidak adanya perombakan atau perubahan yang bersifat bebas dan terbuka. Di sisi lain struktur masyarakat yang tertutup ditandai dengan tidak lancarnya komunikasi vertikal maupun horizontal dari segmen-segmen masyarakat yang ada. Hal ini menggambarkan kondisi masayarakat yang masih sederhana dengan menganut sistem pemerintahan monarki, tirani, kerajaan, atau kekaisaran.

2. Bentuk Struktur Sosial Berdasarkan Sifatnya
Sebagaimana telah disinggung di atas bahwa untuk menganalisis struktur sosial suatu masyarakat dapat dilihat menurut sifatnya. Berdasarkan sifatnya struktur sosial di masyarakat dibedakan menjadi struktur sosial formal dan informal dan struktur sosial kaku dan luwes. a. Struktur Formal dan Informal Struktur formal yaitu struktur resmi yang diakui oleh pihak berwenang yang berlandaskan hukum yang berlaku. Misalnya, lembaga pemerintahan negara dan lembaga legislatif.
Struktur Sosial

9

Struktur informal atau struktur tidak resmi adalah struktur yang nyata atau benar-benar ada serta berfungsi bagi masyarakat tetapi tidak diakui oleh pihak berwenang, tidak berketetapan hukum, dan tidak diakui undang-undang. Misalnya, kelompok paguyuban yang dipimpin oleh tokoh masyarakat atau pemuka agama, di mana mereka tidak berada dalam suatu struktur pemerintahan. b. Struktur Kaku dan Luwes Struktur kaku adalah struktur yang bersifat paten yang tidak mungkin dapat diubah atau setidaknya anggotanya sulit mengadakan mobilitas sosial vertikal. Biasanya terdapat pada masyarakat yang bersifat tertutup yang menganut sistem kasta rasial dan feodal. Struktur luwes adalah struktur sosial yang memiliki pola dan susunan lebih dinamis yang memungkinkan untuk melakukan perombakan. Struktur ini biasanya terdapat pada masyarakat yang bersifat terbuka, misalnya pada masyarakat industri.

3. Struktur Homogen dan Heterogen
Struktur homogen adalah struktur sosial yang unsur-unsurnya mempunyai pengaruh yang sama terhadap dunia luar misalnya, struktur pemerintahan pusat berpengaruh terhadap struktur sosial pemerintahan daerah yang ada di bawahnya. Struktur heterogen adalah suatu struktur yang unsur-unsurnya mempunyai kedudukan dan peranan berbeda-beda, baik terhadap kelompok sendiri maupun terhadap kelompok lain, misalnya struktur pemerintahan yang bersifat otonom yang memiliki kemandirian dalam menentukan kebijakan. Sosio Tanggap Fenomena Prosedur: Amatilah perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat Indonesia akhir-akhir ini! Tugas: 1. Sebutkan 2 contoh perubahan struktur sosial yag paling menonjol! 2. Kemukakan alasan mengapa perubahan itu terjadi! 3. Apa pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat? Tulislah hasil pengamatan Anda pada buku tugas dan serahkan hasilnya kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai.

10

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

C. Dimensi Struktur Sosial Masyarakat
Untuk melihat struktur sosial suatu masyarakat secara utuh, maka harus dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi vertikal dan dimensi horizontal.

1. Dimensi Vertikal
Struktur sosial dalam dimensi vertikal menyangkut susunan kedudukan dan peran secara vertikal (stratifikasi sosial). Untuk membahas dimensi vertikal ini bisa dibedakan berdasarkan bidang-bidang kehidupannya, antara lain bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam. a. Dalam Bidang Ideologi Dilihat dari aspek ideologi, masyarakat memiliki kedudukan yang berbeda-beda, dengan demikian berbeda-beda pula peranannya dalam Gambar 1.7 orang struktur ideologi, di mana terdapat berpakaian adat Aceh tokoh-tokoh agama di dalamnya. atau Batak pilih salah Para donatur maupun kelompok satu orang-orang yang menjadi pengikut dari suatu agama termasuk juga dalam struktur ideologi ini. Struktur ini setidaknya menjadi struktur baku Sumber: Solopos, 18 Maret 2007 yang berlaku pada semua agama Gambar 1.5 Contoh struktur sosial dalam dimensi walaupun secara rinci tiap-tiap vertikal adalah hubungan antara para pemuka agama agama mempunyai istilah yang dengan pengikutnya. berbeda-beda. Apabila kita perhatikan dalam bidang ideologi, misalnya pada komunitas agama tertentu maka struktur sosial pada komunitas agama ini dapat terlihat dari peranan pemuka agama sampai orang-orang yang menjadi pengikut dalam agama tersebut. Susunan yang seperti ini merupakan struktur sosial dalam dimensi vertikal pada bidang ideologi. b. Dalam Bidang Politik Berbicara masalah politik sesungguhnya kita berbicara pada masalah kekuasaan yang ada di dalam masyarakat. Dalam struktur politik terdapat penguasa tertinggi yang dibantu oleh koordinator bidang-bidang kehidupan mulai dari tingkatan tertinggi, menengah, hingga tingkatan bawah yang terdiri atas kelompok pengikut politik. Dalam kehidupan politik dikenal pimpinanpimpinan partai politik mulai dari tingkat pusat/nasional, tingkat I (provinsi), di tingkat II (kabupaten), hingga pimpinan parpol di tingkat cabang (kecamatan) sampai pimpinan parpol di tingkat ranting (desa/kelurahan).

Struktur Sosial

11

c. Dalam Bidang Ekonomi Struktur ekonomi suatu masyarakat sangat dipengaruhi oleh kondisi sumber daya alam dari masing-masing wilayah. Struktur orang-orang yang berkecimpung dalam dunia ekonomi pada dasarnya merupakan kedudukan-kedudukan yang sangat berpengaruh dalam aktivitas ekonomi. Dilihat dari aktivitas ekonomi terdapat komponen-komponen masyarakat yang menentukan jalannya kegiatan ekonomi dalam masyarakat. Misalnya, menteri koordinator di bidang ekuin, menteri keuangan, pimpinan-pimpinan BUMN, pimpinan bank sentral maupun bank-bank persepsi, dan lain-lain. Pihak-pihak inilah yang menduduki bagian puncak dari hierarki ekonomi. Bagian tengah dari hierarki ekonomi adalah para pengusaha besar, menengah, maupun pengusaha kecil hingga para konsumen dalam status yang paling bawah. d. Dalam Bidang Sosial Budaya Pada dasarnya kehidupan sosial budaya adalah kehidupan yang menyangkut kebersamaan hidup orang-orang dalam suatu masyarakat dengan berpegang teguh pada adat istiadat yang ada. Sebagaimana dalam bidang kehidupan yang lain, dilihat dari struktur sosial dan budayanya individu-individu dalam masyarakat juga tersusun secara hierarki dalam bidang sosial budaya yang menyangkut tingkat pendidikan, kehormatan, dan besar kecilnya peran sosial kepada masyarakat. Tiga kategori itu akan menjadi kriteria hierarki struktur sosial suatu masyarakat dilihat dari bidang sosial budaya. Dalam kehidupan sosial budaya kita mengenal para tokoh masyarakat yang menjadi kelompok panutan (reference group) dan kelompok yang menjadi pengikut dalam masyarakat (membership group).

2. Dimensi Horizontal
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa struktur sosial dalam dimensi horizontal adalah komposisi orang-orang dalam masyarakat secara horizontal (deferensiasi sosial). Perwujudan dalam deferensiasi sosial ini dapat ditinjau berdasarkan kelompok-kelompok sebagai berikut. a. kelompok-kelompok suku bangsa, b. kelompok-kelompok umat beragama, c. kelompok-kelompok etnis dan kelompok-kelompok ras, serta d. kelompok-kelompok gender.

Gambar 1.6 umat Kristen di gereja dan umat Islam di masjid

Sumber: Tempo, 28 Mei 2006

Gambar 1.6 Keanekaragaman agama dan kepercayaan sebagai perwujudan struktur sosial dalam dimensi horizontal.

12

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Pada masyarakat Indonesia terdapat kelompok-kelompok ras, seperti ras Asiatik Mongoloid, Malayan Mongoloid, dan Ras Melanesoid. Ketiga ras utama ini menyebar di seluruh Indonesia dengan pola penyebaran sebagai berikut. a. Asiatik Mongoloid di Indonesia bagian tengah sekitar pulau Sulawesi dan Kalimantan bagian Timur. b. Ras Malayan Mongoloid menyebar di bagian Barat seperti di pulau Sumatra, Jawa dan Madura, Bali, serta Kalimantan bagian barat. c. Ras Melanesoid tersebar di kawasan Indonesia Timur seperti di pulau Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Menyadari komposisi berdasarkan ras ini, masyarakat Indonesia memiliki struktur sosial yang majemuk ditinjau dari keanekaragaman rasnya. Dilihat dari kebinekaan suku masyarakat Indonesia juga terdiri atas banyak suku, mulai dari suku Aceh, Batak, Melayu, Minangkabau, Lampung, Jawa, Sunda, Betawi, Toraja, Dayak, Minahasa, Ambon, Sasak, sampai ke masyarakat Dani, dan Asmat di Papua. Hal ini menggambarkan struktur sosial dalam dimensi horizontal dilihat dari kebinekaan suku-suku bangsa yang ada di Indonesia.

Sosio Activity Prosedur : Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 15 orang. Pilihlah ketua dan presenter. Diskusikan permasalahan di bawah ini. Tugas 1. Proses terbentuknya struktur sosial suatu masyarakat! 2. Kaitan antara struktur sosial dengan pola interaksi dalam masyarakat! 3. Mengapa struktur sosial sangat berkaitan erat dengan proses sosial? Jelaskan! 4. Jelaskan perbedaan struktur sosial terbuka dan tertutup! Tuliskan hasil diskusi Anda dan serahkan hasilnya kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

Struktur Sosial

13

Sosio Refleksi Setelah Anda mempelajari bab ini secara saksama maka Anda diharapkan mampu menghayati dan memahami tentang: a. Pengertian struktur sosial. b. Proses pembentukan struktur sosial. c. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perubahan struktur sosial. d. Karakteristik struktur sosial. e. Bentuk-bentuk struktur sosial. f. Dimensi struktur sosial kemasyarakatan. g. Keterkaitan antara struktur sosial dan proses sosial. Apabila Anda belum paham cobalah pelajari kembali atau tanyakan langsung kepada guru sebelum Anda melangkah ke bab berikutnya.

Rangkuman 1. Struktur sosial merupakan susunan kedudukan dan peran dari orangorang yang ada dalam masyarakat yang tersusun secara hierarki dari tingkatan yang paling atas sampai tingkatan yang paling bawah. 2. Struktur secara vertikal tergambar dari hierarki susunan status dan peran orang-orang dalam masyarakat dari tingkatan yang tertinggi hingga tingkatan yang terendah. 3. Struktur dimensi horizontal berupa komposisi kelompok-kelompok sosial dalam bentuk kelompok ras, kelompok suku, kelompok umat beragama, dan lain-lain. 4. Struktur sosial dalam masyarakat berkaitan erat dengan pola interaksi dalam proses sosial secara menyeluruh. 5. Struktur sosial masyarakat dapat bersifat terbuka atau tertutup. 6. Struktur sosial terbuka ditandai dengan adanya komunikasi antarelemen masyarakat yang sangat lancar dan efektif, serta adanya perubahanperubahan status secara vertikal maupun horizontal.

7. Struktur sosial tertutup ditandai dengan komunikasi yang tersekat-sekat dari elemen-elemen masyarakat yang ada. Di samping itu, tidak memungkinkan adanya perubahan status secara vertikal melainkan hanya perubahan pada struktur yang bersifat horizontal saja.

14

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

8. Struktur sosial suatu masyarakat yang majemuk memungkinkan sistem komunikasi yang lebih rumit dan berpeluang besar terjadinya proses sosial yang bersifat disosiatif dalam bentuk kontroversi, kompetisi, dan konflik sosial. 9. Bangsa Indonesia yang mempunyai struktur majemuk harus berhatihati untuk menjaga keutuhan bangsa di masa-masa yang akan datang. 10. Proses sosial terus-menerus mengalami perubahan dari tahap awal, tahap perkembangan, hingga tahap akhir yang pada intinya menuju titik keserasian dalam rangka efektivitas tata hubungan antarkelompok sosial masyarakat yang ada.

Struktur Sosial

15

Uji Kompetensi

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Masyarakat Indonesia yang majemuk lebih berpeluang akan terjadinya konflik horizontal karena …. a. adanya sistem nilai yang berbeda-beda b. adanya sistem sosial yang berbeda-beda c. adanya macam-macam budaya agama d. adanya proses percampuran ras dan budaya e. adanya bermacam-macam suku 2. Suatu masyarakat dapat mencapai suatu integrasi sosial secara maksimal dengan ciri-ciri …. a. mengalami perubahan-perubahan yang progresif b. penduduknya bersifat homogen c. pendapatan per kapitanya meningkat d. ada keserasian fungsi dalam kehidupan e. ada peningkatan kemakmuran 3. Klasifikasi orang-orang dalam masyarakat secara vertikal berdasarkan kriteria tertentu disebut …. a. klasifikasi sosial b. stratifikasi sosial c. deferensiasi sosial d. ketidaksamaan sosial e. kebinekaan sosial 4. Pelapisan sosial selalu terdapat di setiap kehidupan masyarakat, hal itu disebabkan oleh …. a. adanya struktur sosial yang unik di masyarakat b. struktur masyarakat yang kompleks c. adanya perlakuan yang diskriminatif d. kemajemukan masyarakat e. adanya sesuatu yang berharga dan bernilai, seperti uang atau emas 5. Untuk menjaga keutuhan masyarakat majemuk, dapat dilakukan sikap kooperatif, salah satunya adalah …. a. menyelenggarakan satu sistem tata hukum b. menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional c. adanya otonomi daerah d. sikap toleransi dan bahu-membahu antarkomponen masyarakat e. adanya transmigrasi dan pembauran bangsa

16

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

6. Struktur sosial suatu masyarakat dalam dimensi horizontal dinamakan…. a. ketidaksamaan sosial b. stratifikasi sosial c. klasifikasi sosial d. kelompok sosial e. deferensiasi sosial 7. Berikut ini merupakan salah satu ciri dari struktur sosial adalah …. a. bersifat tetap b. bersifat konkret dan berkesinambungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain c. berfungsi sebagai alat kontrol terhadap perilaku warga masyarakat d. menjadi bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan hubungan antarwarga masyarakat e. menjadi pedoman perilaku 8. Struktur sosial bersifat abstrak artinya …. a. selalu mengalami perubahan dan penyempurnaan b. tidak dapat diaktualisasikan c. tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba d. selalu berkaitan satu dengan yang lain membentuk sistem sosial e. menjadi pedoman ide-ide dari kelompok-kelompok dalam masyarakat 9. Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri dari struktur sosial adalah …. a. struktur sosial bersifat abstrak b. struktur sosial senantiasa berubah dan berkembang menuju struktur yang efisien dan efektif c. struktur sosial menjadi bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan hubungan antarwarga masyarakat d. struktur sosial menjadi landasan dalam proses sosial e. struktur sosial berisi perintah dan larangan bagi warga masyarakat 10. Bangunan abstrak suatu masyarakat yang berisi susunan secara hierarki dari kedudukan-kedudukan dalam masyarakat baik dalam dimensi vertikal maupun dalam dimensi horizontal dinamakan …. a. struktur masyarakat b. struktur ekonomi c. tata nilai d. struktur sosial e. hierarki pemerintahan

Struktur Sosial

17

B. Jawablah dengan singkat dan tepat!
1. Jelaskan bagaimana keterkaitan antara struktur sosial dengan pola interaksi antarkomponen masyarakat! 2. Apakah yang dimaksud dengan struktur sosial yang tertutup? 3. Apa tanda-tandanya struktur sosial yang tertutup? 4. Apakah yang dimaksud struktur sosial yang terbuka? Apa tandatandanya? 5. Jelaskan struktur sosial dalam dimensi vertikal dan horizontal! 6. Apakah kaitan antara struktur sosial dengan pola interaksi bagi warga masyarakat? 7. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya struktur sosial! 8. Berikan penjelasan secara singkat tentang struktur sosial masyarakat Indonesia! 9. Apa manfaatnya bagi kita dengan mengetahui struktur sosial suatu masyarakat? 10. Sebutkan ciri-ciri struktur sosial!

18

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

BAB II
KONFLIK SOSIAL DALAM MASYARAKAT
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembahasan tentang konflik sosial, diharapkan Anda akan memiliki pengetahuan dan lebih memahami tentang pengertian konflik sosial, penyebab terjadinya konflik sosial, upaya-upaya mengatasi konflik sosial, serta perbedaan antara konflik dan kekerasan.

Sumber: Tempo, 8 Mei 2005

Hakikat hidup dalam suatu masyarakat adalah organisasi kepentingan-kepentingan perseorangan, pengetahuan sikap orang yang satu terhadap yang lain, dan pemusatan orangorang ke dalam kelompok-kelompok tertentu untuk tindakan-tindakan bersama. Berbagai hubungan yang timbul dari hidup bermasyarakat dapat kita lihat sebagai suatu rencana atau sistem yang dapat kita namakan struktur sosial. Cara mengatur hubungan sosial (orang banyak) dan sifat masyarakat dinamakan fungsi sosial. Apabila fungsi sosial mengalami gangguan maka akan mengakibatkan terjadinya konflik sosial.

Konflik Sosial dalam Masyarakat

19

Peta Konsep
Pendahuluan Meliputi Pengertian konflik Proses terjadinya konflik Perbedaan ideologi Perbedaan politik Perbedaan kepentingan Perbedaan sosial budaya Perbedaan kekuasaan Konflik individual dan kolektif Konflik vertikal dan horizontal Konflik konstruktif dan destruktif Konflik bernuansa ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam
Melalui

Sebab-sebab terjadinya konflik

Antara lain

Konflik sosial

Mempelajari tentang

Macam-macam Yang terjadi konflik

Konflik dan kekerasan

Cara menyelesaikan konflik

Akomodasi (gencatan senjata, mediasi, arbitrasi, konsiliasi, toleransi, stalemate, koersi, kompromi, dan adjudikasi).

Kata Kunci
_ Konflik sosial _ Ras _ Etnis _ Stratifikasi sosial _ Struktur sosial _ Diferensiasi sosial _ Gender

Sosio Motivasi Dalam bab II ini kita akan mempelajari konflik sosial yang terjadi dalam masyarakat. Ada kaitan yang erat antara pelajaran pada bab I yang lalu yaitu tentang struktur sosial suatu masyarakat dengan konflik sosial. Salah satu korelasi tersebut antara lain bahwa struktur sosial heterogen yang di dalamnya terdapat banyak sistem tata nilai dapat memicu terjadinya konflik secara horizontal karena sumber dari perbedaan struktur budaya. Mari kita pelajari kaitan-kaitan antara struktur sosial dan konflik sosial serta aplikasinya pada masyarakat Indonesia.

20

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

A. Pengertian Konflik Sosial
Mungkin Anda pernah melihat di media massa terjadinya konflik antarindividu atau antarkelompok yang dapat menimbulkan kerusakan dan korban jiwa serta ada pula konflik yang berakhir dengan munculnya tatanan hidup baru yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk mengetahui hakikat konflik, perhatikan uraian berikut ini.

1. Konflik Sosial
Menurut tinjauan etimologis, istilah konflik berasal dari bahasa latin configere yang berarti saling menghantam. Menurut pakar sosiologi Indonesia Soerjono Soekanto dalam Kamus Sosiologi edisi baru dijelaskan bahwa konflik sosial adalah pertentangan sosial yang bertujuan untuk menguasai atau menghancurkan pihak lain atau proses pencapaian tujuan dengan cara melemahkan pihak lawan tanpa memerhatikan norma dan nilai yang berlaku. Menurut Berstein 1965, dijelaskan bahwa konflik merupakan suatu pertentangan atau perbedaan yang tidak dapat dicegah. Lebih lanjut dijelaskan bahwa konflik terjadi pada setiap masyarakat dengan skala besar maupun skala kecil. Selanjutnya konflik dapat berpotensi memberikan pengaruh-pengaruh yang positif maupun pengaruh-pengaruh yang negatif. Berdasarkan pengertian dari para pakar tersebut dapat disimpulkan secara sederhana, bahwa konflik sosial adalah salah satu bentuk hubungan antarindividu ataupun antarkelompok dalam masyarakat yang diikuti dengan tindakan yang saling ancam dan menghancurkan.

2. Kaitan antara Struktur Sosial dan Konflik Sosial
Struktur sosial yang merupakan jalinan unsur-unsur pokok dalam masyarakat dapat memengaruhi sistem komunikasi dan tata hubungan suatu masyarakat termasuk besar kecilnya peluang akan terjadinya konflik sosial. Dalam hal ini, struktur sosial yang kaku berpeluang lebih besar menimbulkan konflik dibandingkan dengan struktur sosial yang bersifat luwes. Di samping itu, struktur sosial yang heterogen juga mempunyai peluang yang lebih besar menimbulkan konflik dari pada struktur sosial yang bersifat homogen. Apabila kita amati kondisi kehidupan masyarakat di Indonesia yang memiliki kebinekaan serta stratifikasi dan kesenjangan sosial yang besar maka dapat memberikan peluang terjadinya konflik. Pada dasarnya deferensiasi dan stratifikasi sosial merupakan perwujudan dari ketidaksamaan sosial yang ada di dalam masyarakat. Deferensiasi dan stratifikasi sosial terjadi secara alamiah, karena adanya hukum-hukum sosial seperti faktor asal-usul/kelahiran, faktor kualitas pribadi yang berbeda-beda, serta faktor peran sosial dan status sosial yang berbeda pula, kemudian mewujudkan suatu stratifikasi dalam masyarakat. Keberadaan stratifikasi sosial ada juga yang sengaja diciptakan oleh manusia

Konflik Sosial dalam Masyarakat

21

sebagai perwujudan dari struktur sosial dalam lingkup tertentu. Misalnya stratifikasi yang ada di tubuh militer, di mana di dalamnya terdapat strata-strata yang menunjukkan tingkatan sekaligus perbedaan dalam status dan peran dalam tugas sebagai prajurit TNI. Secara konkret adanya stratifikasi sosial dan deferensiasi sosial dalam masyarakat sebagaimana yang terjadi dalam masyarakat Indonesia dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh sebagai berikut. a. Pengaruh Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat Dalam birokrasi pemerintah, stratifikasi sosial akan membawa akibat secara positif dan terbuka. Hal ini berkaitan langsung dengan kedudukan, hak, dan kewenangan seorang pegawai pemerintah, termasuk berkaitan dengan pendapatan baik gaji maupun tunjangan jabatan. Namun demikian, stratifikasi sosial juga membawa konsekuensi tertentu terhadap kehidupan nyata dalam lingkungan kerja misal, kaitannya dengan kepemimpinan dan pola pikir untuk menyelesaikan pekerjaan dan lain-lain. Dalam birokrasi swasta stratifikasi sosial disusun berdasarkan kecakapan kerja yang dipertimbangkan berdasarkan pengalaman kerja, masa kerja, maupun ijazah, dan karakter yang dimiliki. Dengan adanya stratifikasi sosial dalam masyarakat, maka muncullah suatu kelompok-kelompok sosial dalam bentuk organisasi, paguyuban, atau lembaga-lembaga sosial tertentu dengan karakteristik yang menunjukkan pelapisan tertentu. Misalnya gabungan pengusaha batik tulis Indonesia, munculnya organisasi buruh yang merupakan manifestasi dari lapisan pekerja dalam suatu perusahaan. Di samping itu, adanya stratifikasi sosial dapat memengaruhi besarnya upah, gaji, ataupun jaminan hidup bagi tiap-tiap orang dalam suatu strata. Misalnya dalam tubuh PNS, militer, Polri, dan karyawan swasta terdapat pelapisan-pelapisan dari lingkungan para pekerja, di mana dengan adanya pelapisan ini akan membedakan jaminan hidup ataupun gaji dari masing-masing tingkatan sesuai dengan kedudukan dan peranannya dalam organisasi tersebut. b. Pengaruh Deferensiasi Sosial dalam Masyarakat 1) Pengaruh yang Bersifat Positif Masyarakat Indonesia yang beranekaragam di satu sisi memang ada ruginya, tapi di pihak lain ada banyak keuntungannya, antara lain sebagai berikut. a) Dengan adanya keanekaragaman agama dan kepercayaan akan memungkinkan adanya percampuran nilai-nilai agama tertentu yang terkadang ada pada agama yang satu maupun ada pada agama yang lain, sehingga akan memunculkan suatu persamaan dalam beberapa kebenaran ditinjau dari segi keagamaan. Secara kultural kejadian ini akan memperkuat nilai-nilai sosial yang terkandung dalam nilai-nilai agama tersebut, sebagai suatu pedoman perilaku yang lebih meyakinkan bagi para penganutnya.
22
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

b) Adanya aspek keanekaragaman gender, yaitu dalam hal perbedaan jenis kelamin secara biologis akan membuat umat manusia terus mengalami proses evolusi melalui proses reproduksi. Secara sosiologis dengan adanya manusia yang mempunyai jenis kelamin yang berbeda inilah akan memungkinkan lahirnya keluarga-keluarga yang membentuk suatu kesatuan hidup yang lebih harmonis. c) Dorongan untuk saling bekerja sama antara komponen masyarakat yang satu dengan komponen masyarakat yang lain. d) Dengan deferensiasi sosial dalam bentuk suku akan mengakibatkan munculnya perpaduan dua kebudayaan atau lebih, Gambar 2.1 Perkawinan sehingga terbentuklah sub-subkebudaantarras yaan baru yang terkadang menjadi lebih baik dari semula. e) Dengan adanya ras yang berbeda-beda akan memungkinkan munculnya percampuran dua ras atau lebih, sehingga Sumber: CD Clipart melahirkan ras-ras baru yang lebih Gambar 2.1 Perkawinan antarras akan bervariasi. Demikian juga dengan ras-ras melahirkan ras-ras baru yang lebih bervariasi di masyarakat. yang baru ini akan melahirkan suatu kelompok-kelompok sosial tertentu. 2) Pengaruh yang Bersifat Negatif Pengaruh negatif dari adanya deferensiasi sosial dalam masyarakat, antara lain sebagai berikut. a) Dapat menjadi sumber pertentangan atau konflik sosial dalam masyarakat. Hal ini terjadi karena terdapat suatu tata nilai yang berbedabeda antara kelompok masyarakat yang satu dan kelompok masyarakat yang lain yang bersumber dari perbedaan struktur budaya, perbedaan ras, maupun perbedaan agama. b) Memunculkan suatu bentuk persaingan antara golongan masyarakat tertentu dengan latar belakang ras, suku, dan agama yang berbeda-beda Gambar 2.2 perang antarsuku terhadap golongan masyarakat yang lain yang mempunyai latar belakang ras, suku, dan agama yang berbedabeda pula. c) Dapat membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak, sehingga mengakibatkan adanya kesenjangan huSumber: Gatra, 2 Agustus 2006 bungan antara golongan masyarakat Gambar 2.2 Pertikaian antara kelompok yang satu dengan golongan masya- masyarakat bentuk dari deferensiasi sosial rakat yang lain, yang memiliki latar negatif. belakang ras, suku, dan agama yang berbeda-beda.
Konflik Sosial dalam Masyarakat

23

Sosio Kecakapan Sosial Prosedur Buatlah kelompok yang beranggotakan 8 atau 9 orang, kemudian buatlah kliping tentang 10 konflik sosial yang terjadi di Indonesia selama 2 tahun terakhir. Tugas 1. Buatlah analisis penyelesaian 2 konflik dalam kliping tersebut! 2. Kumpulkan tugas ini pada pertemuan seminggu yang akan datang kepada guru.

B. Sebab-Sebab Terjadinya Konflik Sosial
Sebagaimana disinggung di depan bahwa secara fundamental konflik sosial dalam masyarakat terjadi karena memperebutkan sesuatu yang sifatnya terbatas. Menurut ahli sejarah, ahli ekonomi, dan ahli politik Karl Marx 1818 - 1883 menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di dalam masyarakat disebabkan adanya persaingan antarkelas sosial. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya konflik yang terjadi di dalam masyarakat antara lain sebagai berikut.

1. Perbedaan Ideologi
Pada dasarnya ideologi merupakan himpunan nilai-nilai sentral yang berada dalam kejiwaan manusia. Nilai-nilai sentral ini diyakini dan digunakan sebagai dasar oleh setiap manusia dalam melakukan semua aktivitas. Nilai-nilai ideologi yang diyakini seseorang bersumber dari nilai-nilai keagamaan. Contoh, perbedaan antara generasi tua dengan generasi muda dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan. Misalnya tentang sekularisme atau perbedaan ideologis dalam organisasi politik yang dapat menimbulkan konflik antarelit politik.

2. Perbedaan Kepentingan
Konflik-konflik sosial yang terjadi di dalam masyarakat seringkali memperebutkan kedudukan atau harta benda yang mempunyai nilai-nilai ekonomis. Konflik yang seperti ini termasuk konflik yang disebabkan adanya perbedaan kepentingan sehingga menimbulkan benturanbenturan fisik baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Contoh, konflik antara pengusaha yang mendirikan pabrik
Gambar 2.3 penertiban PKL oleh aparat

Sumber: Tempo, 6 Agustus 2006

Gambar 2.3 Perbedaan kepentingan antara aparat pemerintah dan rakyat sering menimbulkan terjadinya konflik.

24

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

dengan warga masyarakat yang mempertahankan tanah miliknya yang sering menimbulkan konflik berkepanjangan. Contoh lain adalah penertiban pedagang kaki lima oleh pemerintah yang berharap untuk mewujudkan tata kota yang indah dengan pedagang yang berharap memperoleh tempat berjualan yang strategis sering menimbulkan bentrokan fisik atau kekerasan.

3. Perbedaan Struktur Budaya
Struktur budaya suatu masyarakat akan berkembang seiring dengan perkembangan suku bangsa. Pada dasarnya suku bangsa adalah sekelompok manusia yang mempunyai sejarah asal usul yang sama, serta memiliki struktur budaya yang sama. Terbentuknya suku-suku bangsa terutama disebabkan adanya sekat-sekat alamiah yang memisahkan hubungan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain. Sekat-sekat alamiah itu misalnya bentuk kepulauan, pegunungan, sungai, ataupun bentuk-bentuk relief yang membuat komunikasi terhambat, sehingga memungkinkan masing-masing kelompok masyarakat memiliki perkembangan budaya sendiri-sendiri. Contoh, konflik antarsuku bangsa yang mempunyai budaya yang berbeda, misalnya konflik di Ambon antara suku asli dengan suku pendatang yang menguasai jaringan ekonomi sehingga menimbulkan kesenjangan sosial yang berdampak terjadinya konflik.

4. Perbedaan Ras
Pada dasarnya ras adalah golongan manusia yang mempunyai ciri-ciri fisik yang sama. Ciri-ciri fisik itu meliputi warna kulit, postur tubuh, warna rambut, bentuk mata, Gambar 2.4 orang kulit bentuk hidung, bibir, dan tinggi badan. hitam dan kulit putih Melalui perbedaan ciri-ciri fisik secara psikologis dapat memisahkan hubungan antarindividu apabila masing-masing pihak belum memiliki wawasan yang luas tentang macam-macam ras yang ada di dunia. Pada Sumber: CD Clipart dasarnya dengan adanya perbedaan ras dapat Gambar 2.4 Perbedaan ras atau warna dilakukan upaya pembauran dan kerja sama kulit adalah salah satu penyebab munculnya yang saling menguntungkan sepanjang konflik sosial. masing-masing pihak mau menerima keberadaan pihak lain. Konflik antarras telah berlangsung dalam kurun waktu yang lama. Misalnya, konflik antara orang-orang kulit hitam dan kulit putih yang terjadi di Benua Afrika maupun di Benua Amerika. Konflik ini pada dasarnya bersumber dari perbedaan fisik yang mencolok antara kelompok ras kulit hitam dan ras kulit putih. Pada awalnya ada kecenderungan bahwa orang-orang kulit putih merasa derajatnya lebih tinggi daripada orang-orang kulit hitam maka terjadilah sistem perbudakan yang dilakukan orang kulit putih terhadap orang kulit hitam.

Konflik Sosial dalam Masyarakat

25

Sosio Vokasional 1. Buatlah karangan dengan tema “Konflik sosial menghambat kemajuan dan perkembangan suatu bangsa”. 2. Tulislah karangan dalam selembar kertas dan serahkan hasilnya kepada guru untuk dinilai!

C. Macam-Macam Konflik
Apabila Anda amati konflik yang terjadi dalam masyarakat maka Anda akan mendapati banyak sekali jenis konflik yang terjadi dalam masyarakat. Untuk menguraikan secara rinci tentang macam-macam konflik yang terjadi dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda dan untuk memahami hal tersebut perhatikan uraian berikut.

1. Berdasarkan Banyak Sedikitnya Orang yang Terlibat dalam Konflik
a. Konflik Individual Pada dasarnya konflik individual adalah konflik dalam masyarakat antara seorang individu dengan individu yang lain. konflik ini merupakan konflik yang relatif kecil karena pesertanya hanya dua orang saja, tetapi apabila dua orang tersebut mempunyai pengikut dan pengaruh yang besar maka konflik individual ini dapat berubah menjadi konflik kolektif yang relatif berskala besar. Contoh, konflik invidual dalam lingkungan sekolah yaitu konflik antarpelajar yang memperebutkan sesuatu. b. Konflik Kolektif Konflik kolektif adalah konflik yang melibatkan kelompok individu dengan kelompok individu. Konflik ini merupakan konflik yang berskala besar karena dapat terjadi dalam bentuk antargolongan, antarnegara, atau antarkelompok negara. Contoh, konflik antara tentara multinasional (PBB) dengan Irak beberapa tahun yang lalu.

2. Berdasarkan Posisi Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Konflik
Berdasarkan kedudukan atau posisi pihak-pihak yang terlibat dalam konflik sosial, kita mengenal konflik vertikal dan konflik horizontal. a. Konflik Vertikal Konflik vertikal pada dasarnya adalah konflik yang melibatkan dua pihak atau lebih yang mempunyai kedudukan tidak sejajar melainkan antara atasan
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

26

dan bawahan dalam suatu instansi. Untuk mengatasi konflik ini diperlukan suatu pihak penengah netral yang berasal dari atasan kedua belah pihak. Contoh, konflik antara seorang kepala kantor dengan anak buahnya. b. Konflik Horizontal Konflik horizontal adalah konflik antara dua pihak atau lebih yang keduanya mempunyai strata yang sejajar bisa dalam satu lingkungan kerja (intern) bisa juga antarlembaga (ekstern). Contoh, konflik antarpartai politik atau konflik antarpelajar.

3. Berdasarkan Akibat yang Ditimbulkan
Sebagaimana dikemukakan oleh Berstein 1965, bahwa konflik sosial yang terjadi dalam masyarakat berpotensi memberikan pengaruh-pengaruh yang baik (konstruktif) maupun pengaruh-pengaruh yang negatif (destruktif). a. Konflik Sosial Konstruktif Konflik sosial konstruktif pada dasarnya merupakan konflik sosial yang bersumber dari koreksi atau kontrol sosial dari satu pihak terhadap pihak yang lain. Tetapi kontrol sosial ini bermaksud untuk meluruskan bentuk-bentuk penyimpangan yang terjadi yang dilakukan oleh pihak yang lain. Sebagai contoh, konflik antara penguasa dengan para mahasiswa tentang pemberantasan korupsi. Dalam hal ini mahasiswa menuntut dengan keras yang diikuti dengan tindakantindakan atraktif bahkan menimbulkan konflik dengan aparat dan penguasa untuk terlaksananya pemberantasan korupsi secara efektif. b. Konflik Sosial Destruktif Konflik sosial destruktif adalah konflik sosial antara dua pihak atau lebih yang berakhir dengan kerusakan-kerusakan dan kondisi-kondisi sosial yang justru makin buruk. Sekadar tambahan pengetahuan saja bahwa konflik akan menimbulkan akibat yang semakin parah jika kedua belah pihak mempunyai posisi dan kekuatan yang hampir sama, sehingga konflik berlangsung dalam waktu yang lama. Ini berarti akan menimbulkan gangguan sistem sosial yang cukup panjang serta menimbulkan korban dalam jumlah besar. Contoh, konflik antara Irak dan Iran pada dekade 1960-an.

4. Berdasarkan Bidang-Bidang Kehidupan yang Menjadi Sumber Konflik
Berdasarkan bidang-bidang kehidupan sosial dalam masyarakat, konflik sosial dapat dibedakan menjadi lima macam, yaitu konflik yang bernuansa ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan konflik yang bernuansa hankam. Pembahasan lebih lanjut tetang konflik jenis ini perhatikan uraian berikut.

Konflik Sosial dalam Masyarakat

27

a. Konflik Ideologi Konflik ideologi merupakan konflik vertikal atau horizontal yang melibatkan dua pihak atau lebih dengan inti permasalahan adanya perbedaan ideologi. Sebagaimana telah disinggung di depan (pada sebab-sebab terjadinya konflik), bahwa perbedaan ideologi merupakan salah satu penyebab konflik yang sangat peka. Konflik ideologi ini penyelesaiannya memerlukan kearifan dengan melibatkan tokoh-tokoh agama serta pihak pemerintah yang bersifat netral. Sebagai contoh konflik Poso di Sulawesi tengah merupakan salah satu konflik yang cenderung bernuansa ideologi. b. Konflik Politik Politik pada dasarnya adalah aktivitas individu atau kelompok individu untuk memperoleh kekuasaan, menjalankan kekuasaan, dan mempertahankan kekuasaan. Konflik yang bernuansa politik pada dasarnya merupakan konflik untuk memperebutkan kekuasaan yang ada dalam masyarakat. Contoh konflik antarparpol seperti yang terjadi hampir di setiap tubuh partai politik di Indonesia misalnya PDI dan PDI Perjuangan, begitu juga konflik pada tubuh PKB. c. Konflik Ekonomi Konflik ekonomi merupakan konflik antardua pihak atau lebih untuk memperebutkan sesuatu yang bersifat materi atau finansial. Namun demikian, visualisasinya dapat berbentuk konflik-konflik politik atau konflik antarnegara yang termasuk konflik pertahanan dan keamanan misalnya, konflik lintas batas antara Australia dan Indonesia di kawasan Nusa Tenggrara Timur yang memperebutkan celah Timor dan Sumba yang disinyalir banyak mengandung tambang minyak dalam jumlah besar. d. Konflik Sosial Budaya Konflik sosial budaya adalah konflik yang inti permasalahannya menyangkut bidang-bidang sosial dan budaya misalnya menyangkut perbedaan ras, struktur budaya, dan lain-lain. Contoh konflik sosial budaya adalah konflik antara masyarakat Madura dan masyarakat Dayak di kawasan Kalimatan Barat beberapa tahun yang lalu. e. Konflik Hankam Konflik hankam pada dasarnya merupakan konflik antarpemerintah atau negara yang memperebutkan wilayah kedaulatan dengan mengerahkan prajurit atau tentara negara masing-masing. Konflik ini termasuk konflik yang berskala besar dengan menggunakan persenjataan mekanis yang mutakhir misalnya, konflik antara Cina dan Taiwan dan konflik antara Inggris dan Argentina pada dekade 1980-an.

28

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Sosio Kecakapan Sosial 1. Buatlah kliping tentang lima konflik sosial di tanah air yang terbaru, kemudian lakukanlah analisis tentang duduk permasalahan, pihak yang terkait dalam konflik, serta prosedur penyelesaian konfliknya! 2. Kumpulkan kliping ini dalam waktu 1 bulan mendatang dan bersampul rapi dan tercantum nama identitas pembuat secara individual!

D. Perbedaan antara Konflik dan Kekerasan
Antara konflik dan kekerasan seringkali terjadi dalam satu rangkaian, tetapi juga bisa terjadi dalam kondisi yang terpisah. Ditinjau dari maknanya secara fundamental konflik sosial tidak sama dengan kekerasan, tetapi di beberapa hal memiliki kesamaan. Dalam konflik sosial kedua belah pihak saling tahu dan siap menghadapi ancaman baik fisik maupun mental dari pihak lain. Dalam kekerasan terdapat pihak yang kuat dan pihak yang lemah dan terjadi tindak kekerasan dari yang kuat kepada yang lemah. Untuk membedakan lebih lanjut tentang konflik dan kekerasan perhatikan tabel berikut. Tabel 2.1 Beberapa Perbedaan antara Konflik Sosial dengan Kekerasan Konflik Sosial 1. Proses terjadinya konflik diketahui oleh kedua belah pihak yang bertikai. 2. Cara penyelesaiannya dapat dilakukan dengan akomodasi dan peradilan. 3. Bukan merupakan pelanggaran hukum semata-mata. 4. Terjadi dalam waktu yang relatif panjang. Kekerasan 1. Proses terjadinya terkadang tidak diketahui oleh pihak yang lemah. 2. Cara penyelesaiannya harus dilakukan melalui peradilan. 3. Merupakan bentuk pelanggaran hukum. 4. Terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

Di samping perbedaan-perbedaan di atas konflik sosial dan kekerasan memiliki beberapa sisi persamaan, antara lain sebagai berikut. 1. Keduanya terdapat unsur benturan fisik yang dapat mengakibatkan korban jiwa, luka-luka, ataupun kerusakan harta benda. 2. Konflik dan kekerasan merupakan suatu bentuk interaksi sosial yang bersifat dissosiatif yang mengarah terjadinya disintegrasi di dalam masyarakat.

Konflik Sosial dalam Masyarakat

29

Sosio Kritis Diskusikan permasalahan berikut ini dengan kelompok belajar Anda! 1. Bagaimana langkah-langkah menyelesaikan konflik antarsuku di daerah Timika Papua pada pertengahan bulan September 2006 yang lalu? 2. Bagaimana menertibkan pedagang kaki lima di beberapa kota besar di Indonesia agar tidak terjadi konflik dan kekerasan? 3. Tulislah hasil diskusi Anda, dan serahkan kepada guru untuk dinilai!

E. Upaya-Upaya Mengatasi Konflik Sosial
Memang tidak semua konflik selalu berdampak negatif. Konflik sosial akan memberikan dampak positif apabila konflik sosial tersebut bersifat fungsional, artinya konflik itu terjadi karena adanya keinginan sebagian besar masyarakat untuk membenahi tatanan kehidupan yang dipandang telah menyimpang dari tujuan yang telah ditetapkan. Sebaliknya konflik akan memberikan dampak negatif apabila konflik bersumber dari perbedaan-perbedaan kepentingan dari latar belakang ras, suku, maupun agama yang bertujuan ingin mengalahkan atau menekan kelompok yang lain. Akibat negatif ini akan menjadi sangat besar apabila konflik berlangsung dalam proses yang panjang karena pihak-pihak yang bertikai memiliki kekuatan yang seimbang. Dalam konteks seperti ini konflik sosial sebaiknya dihindari sedini mungkin. Untuk menyelesaikan suatu konflik dalam skala besar kita dapat melakukan langkah-langkah penyelesaian sebagai berikut.

1. Gencatan Senjata
Genjatan senjata dilakukan apabila konflik terjadi dalam skala besar yang melibatkan banyak orang serta menggunakan senjata. Pada dasarnya yang dimaksud dengan gencatan senjata adalah upaya penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu. Misalnya untuk merawat yang luka-luka, mengubur yang meninggal, perundingan perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan sebagainya.

2. Mediation (Mediasi)
Untuk menciptakan suasana adil dalam menyelesaikan konflik diperlukan pihak penengah yang bersifat netral yang disebut mediator. Pada dasarnya yang dimaksud dengan mediasi adalah upaya penyelesaian pertikaian oleh pihak

30

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Pihak ketiga adalah pihak netral dan kedudukannya hanya sebagai penasihat saja dan tidak berwenang memberi keputusan untuk menyelesaikan perselisihan. Contoh penyelesaian sengketa antara pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka oleh negara Finlandia sebagai mediator dengan melalui perjanjian Helsinki.

3. Reconciliation (Rekonsiliasi)
Rekonsiliasi adalah usaha-usaha untuk menemukan keinginan-keinginan pihak-pihak yang berselisih guna mendapatkan suatu persetujuan bersama. Rekonsiliasi sifatnya lebih lunak dibandingkan dengan coersion dan membuka kesempatan kepada pihak-pihak yang bersengketa untuk mengadakan asimilasi. Contoh, penyelesaian tentang masalah penentuan UMR, kesejahteraan buruh dan keselamatan kerja yang dilakukan oleh perserikatan buruh dengan pihak perusahaan melalui Departeman Tenaga Kerja.

4. Toleransi
Apabila konflik bersifat sederhana dengan inti permasalahan yang bersifat lunak, maka penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan cara toleransi. Toleransi adalah suatu sikap di mana kedua belah mempertahankan pendiriannya masingmasing, tetapi bersedia menghormati pendirian lain, sehingga tidak perlu menimbulkan permusuhan. Misalnya toleransi antarumat beragama.

5. Stalemate
Stalemate pada dasarnya merupakan proses penyelesaian konflik yang paling efektif dan murah, karena terjadinya secara alamiah tanpa ada pihak yang menghendaki. Stalemate adalah suatu keadaan di mana pihak-pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, namun berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya karena kedua belah pihak sudah tidak mungkin lagi maju atau mundur. Contoh, perlombaan senjata antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (Rusia) pada masa lalu.

6. Coersion
Coersion adalah salah satu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh suatu paksaan. Coersion terjadi apabila salah satu pihak berada dalam keadaan yang sangat lemah, sementara di pihak lain sangat kuat. Contoh, penggusuran permukiman kumuh (slum) yang ada di bantaran sungai oleh pemerintah yang dilakukan polisi pamong praja.

Konflik Sosial dalam Masyarakat

31

7. Compromise (Kompromi)
Kompromi merupakan salah satu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap pertentangan yang ada. Contoh, kesepakatan antara peserta demonstran dengan polisi sebagai petugas keamanan untuk saling menjaga ketertiban dan kedisiplinan.
Gambar 2.5 aksi demo yg damai dijaga aparat

Sumber: Gatra, April 2006

8. Arbitration (Arbitrasi)

Gambar 2.5 Bentuk kompromi yang terjadi antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian dalam unjuk rasa yang damai.

Arbitrasi adalah upaya menyelesaikan konflik dengan menggunakan orang ketiga yang memberi keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulang-ulang di dalam masyarakat. Arbritasi sifatnya spontan dan jika pihak ketiga tidak dipilih maka ditunjuk oleh pemerintah, yaitu pengadilan. Contoh, penyelesaian masalah perselisihan antarwarga masyarakat oleh ketua rukun tangga atau rukun warga, jika tidak dapat terselesaikan dilaporkan kepada lembaga pengendali (kepolisian atau pengadilan).

9. Adjudication (Adjudikasi)
Proses yang paling akhir apabila konflik terlalu sulit untuk diselesaikan Gambar 2.5 proses peradilan melalui cara-cara damai maka salah satu langkah akhir dalam penyelesaian konflik adalah Adjudikasi. Adjudikasi adalah penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan tetapi prosesnya diperlukan pihak-pihak terkait yang mempunyai Sumber: Tempo, 4 September 2006 kepentingan pada tingkat nasional maupun Gambar 2.6 Proses peradilan sebagai jalan tingkat internasional. Contoh sengketa terakhir dalam menyelesaikan konflik. tanah warisan yang tidak dapat di selesaikan secara kekeluargaan kemudian diputuskan melalui pengadilan. Sosio Tanggap Fenomena Amatilah di lingkungan tempat tinggal Anda, konflik sosial apa yang pernah terjadi? Bagaimana cara menanggulanginya? Tulislah hasil pengamatan Anda pada selembar kertas dan serahkan hasilnya kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!

32

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Sosio Refleksi Setelah Anda mempelajari bab ini secara saksama maka Anda diharapkan mampu menghayati dan memahami tentang: 1. Pengertian konflik sosial. 2. Penyebab terjadinya sosial. 3. Upaya-upaya mengatasi konflik sosial. 4. Perbedaan antara konflik dan kekerasan. Apabila Anda belum paham cobalah pelajari kembali atau tanyakan langsung kepada guru sebelum Anda melangkah ke bab berikutnya.

Rangkuman 1. Setiap masyarakat mempunyai peluang terhadap terjadinya konflik sosial mengingat kebutuhan manusia cenderung tak terbatas. 2. Pada dasarnya konflik sosial merupakan bentuk interaksi antara dua pihak atau lebih dalam masyarakat yang ditandai dengan sikap saling membenci, saling memusuhi, dan saling menyerang. 3. Struktur masyarakat yang homogen mempunyai peluang konflik lebih kecil karena memiliki sistem tata nilai yang hampir sama. 4. Struktur masyarakat yang heterogen memiliki peluang yang lebih besar terhadap terjadinya konflik sosial lebih banyak. 5. Secara rinci konflik sosial dalam masyarakat dapat terjadi karena perbedaan kepentingan, perbedaan kebudayaan, perbedaan ideologi, perbedaan ras, perbedaan pola pikir, dan latar belakang pendidikan serta adanya perubahan sosial yang relatif cepat. 6. Penyelesaian konflik dilakukan melalui kompromi, toleransi, rekonsiliasi, arbitrasi, mediasi, stalemate, dan adjudikasi. 7. Konflik pada umumnya menimbulkan dampak yang bersifat negatif seperti munculnya kekacauan sistem dalam masyarakat, kerusakan harta benda dan fasilitas umum, terganggunya komunikasi hingga korban luka-luka dan korban jiwa. 8. Konflik sosial juga dapat memberikan pengaruh yang positif dalam bentuk munculnya kesetiaan ingroup dan lahirnya tatanan kehidupan yang baru yang lebih baik dari tatanan kehidupan yang lama. 9. Macam-macam konflik antara lain konflik terbuka dan tertutup, konflik vertikal dan horizontal, konflik ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, serta konflik yang bersifat individual maupun konflik yang bersifat kolektif.

Konflik Sosial dalam Masyarakat

33

Uji Kompetensi

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Cara dan upaya untuk mencegah konflik agar tidak berkembang tanpa arah disebut …. a. rekonsiliasi d. mekanisme katup pengaman b. normalisasi e. akomodasi c. mekanisme katup penutup 2. Orang yang terlibat dalam benturan-benturan yang saling menjatuhkan disebut …. a. konflik d. kawan b. persaingan e. saingan c. lawan 3. Konflik antarsuku bangsa, misalnya apartheid di Afrika merupakan bentuk konflik …. a. pribadi d. sosial b. kelas e. status sosial c. politik 4. Terjadinya kerja sama dalam interaksi sosial dipengaruhi oleh faktorfaktor …. a. adanya persamaan tujuan b. kesamaan kemampuan individu-individu c. adanya kesamaan pandangan dan cita-cita d. adanya kesamaan budaya e. semuanya benar 5. Pertentangan partai-partai dalam pemilu sebagai akibat dari …. a. kesenjangan intelektual pendukung partai b. perbedaan perorangan dari wakil kontestan pemilu c. kesenjangan sosial partai satu dengan partai lain d. ambisi untuk berkuasa e. perbedaan pendirian dan perbedaan kepentingan 6. Pertentangan dapat berakibat positif bila …. a. memacu semangat untuk berprestasi b. menyebabkan satu pihak menjadi semakin giat berusaha c. menyadari kekalahan dan menggunakan sebagai cambuk untuk memperbaiki diri d. tidak bertentangan dengan pola-pola hubungan sosial e. dibuat untuk melahirkan kebenaran

34

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

7. Dalam suatu masyarakat dapat terjadi konflik, ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain: 1. bentrokan antarkepentingan-kepentingan 2. adanya perubahan sosial 3. adanya perbedaan pendirian 4. tumbuhnya solidaritas ingroup 5. hancurnya manusia dan harta Pertanyaan di atas yang benar adalah .... a. 1, 2, dan 3 d. 2, 4, dan 5 b. 1, 3, dan 4 e. 1, 4, dan 5 c. 2, 3, dan 4 8. Dalam masyarakat terdapat berbagai cara dan upaya menghindari, mengurangi, serta mencegah konflik, atau yang disebut dengan mekanisme katup pengaman, salah satu contohnya adalah …. a. memusyawarahkan persoalan yang dihadapi untuk mencari kesepakatan b. menyeimbangkan antara pihak-pihak yang bertikai c. menentukan pihak-pihak yang bertikai antara yang benar dan yang salah d. menghindari agar tidak terjadi kesalahpahaman antaranggota e. menjauhkan diri dari lingkungan-lingkungan yang terjadi konflik 9. Akomodasi merupakan usaha meredakan konflik, adapun cara meredakan konflik yang dilakukan oleh pihak ketiga tanpa adanya keputusan yang mengikat disebut …. a. konsiliasi d. mediasi b. kompromi e. stalemate c. adjudikasi 10. Contoh konflik antarkelas sosial adalah …. a. pertentangan antara Serbia dan muslim Bosnia b. pertentangan antara golongan dalam masyarakat c. pertentangan antara Amerika dengan Irak d. pertentangan antara buruh pabrik dengan pengusaha e. pertentangan antara Korea Utara dengan Korea Selatan

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas!
1. Jelaskan kaitan antara konflik sosial dengan struktur sosial! 2. Jelaskan hakikat terjadinya konflik sosial! 3. Sebutkan hal-hal esensial yang dapat menjadi penyebab terjadinya konflik sosial!

Konflik Sosial dalam Masyarakat

35

4. Jelaskan perbedaan antara konflik vertikal dan konflik horizontal? 5. Jelaskan bagaimana cara-cara menyelesaikan suatu konflik sosial? 6. Jelaskan kaitan antara perbedaan tata nilai dengan konflik sosial! 7. Konflik sosial dapat mendatangkan kerugian dan keuntungan. Berikan contoh masing-masing 2! 8. Berikan 2 contoh konflik vertikal dan konflik horizontal! 9. Apakah yang dimaksud dengan adjudikasi? 10. Berikan contoh konflik yang bersifat vertikal dan horizontal!

36

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

BAB III
STRUKTUR SOSIAL DAN MOBILITAS SOSIAL

Tujuan Pembelajaran
Melalui pembahasan tentang struktur sosial dan mobilitas sosial, diharapkan Anda akan memiliki pengetahuan dan lebih memahami tentang hubungan antara struktur sosial dan mobilitas sosial, mobilitas sosial dalam struktur sosial, serta adanya perubahan struktur sosial akibat globalisasi dan modernisasi.

Sumber: Tempo, 28-5 Maret 2005

Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi dari lapisan yang satu ke lapisan yang lain, atau dari satu dimensi ke dimensi lainnya. Pemahaman ini lebih mudah jika dihubungkan dengan mobilitas horizontal dan mobilitas vertikal. Faktor-faktor sosial turut mendorong terjadinya mobilitas kelompok-kelompok sosial atau individu. Faktor-faktor sosial yang turut menentukan mobilitas sosial dalam sebuah masyarakat antara lain pendidikan, jenis kelamin, ras, dan lain sebagainya.

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

37

Peta Konsep
Pendahuluan Meliputi Pengertian mobilitas sosial Kaitan antara proses sosial dan mobilitas sosial Macammacam mobilitas sosial Struktur sosial dan mobilitas sosial
Terdiri atas

Mobilitas sosial vertikal Mobilitas sosial horizontal Faktor pendorong (ekonomi, politik, perubahan kondisi sosial, dan penduduk) Faktor penghambat (perbedaan ideologi, suku, tujuan politik, kepentingan, dan ras) Saluran mobilitas sosial

Mempelajari tentang

Disebabkan oleh Proses terjadinya mobilitas sosial

Dinamika struktur sosial Dipengaruhi oleh dalam globalisasi dan modernisasi Akibat-akibat mobilitas sosial

Pengertian globalisasi dan modernisasi Pengaruh globalisasi dan modernisasi terhadap perubahan struktur sosial

Kata Kunci
• Mobilitas sosial • Stratifikasi sosial • Struktur sosial • Interaksi • Mobilitas sosial horizontal • Modernisasi • Mobilitas sosial vertikal • Globalisasi

Sosio Motivasi Dalam bab ini akan dibahas tentang struktur sosial dan mobilitas sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting untuk dipelajari karena Anda nantinya akan mengalami perubahan hidup dalam struktur sosial dan mobilitas sosial. Mari kita belajar!

38

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

A. Pendahuluan
Mobilitas sosial pada dasarnya adalah perubahan susunan status orang-orang dalam masyarakat baik secara vertikal maupun secara horizontal. Proses seperti ini berlangsung melalui interaksi multidimensional dengan melibatkan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. Keseluruhan proses interaksi multidimensional yang melibatkan sistem nilai dan norma dalam masyarakat inilah yang dinamakan proses sosial. Proses ini tidak akan pernah terhenti melainkan akan berlangsung sepanjang masa. Dengan demikian proses perubahan struktur sosial melalui bermacam-macam bentuk mobilitas sosial juga akan terjadi terusmenerus dalam masyarakat. Mobilitas sosial menggambarkan gerakan perubahan kedudukan dan peran dari orang-orang yang ada dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Proses ini berlangsung bersamaan dengan proses sosial suatu masyarakat yang terbentuk sebagai akibat adanya proses interaksi sosial antarkomponen dalam masyarakat. Untuk menganalisis lebih lanjut tentang terjadinya mobilitas sosial dalam struktur sosial suatu masyarakat akan diuraikan berikut ini.

1. Pengertian Mobilitas Sosial
Menurut tinjauan etimologis konsep mobilitas sosial berasal dari kata mobilis (latin) yang berarti bergerak, dan kata social (Inggris), yang artinya masyarakat. Jadi secara etimologis mobilitas sosial adalah gerakan masyarakat. Menurut pakar sosiologi Indonesia Soerjono Sukanto 1987, mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. Dari uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan dengan pengertian sederhana bahwa mobilitas sosial merupakan perubahan kedudukan atau status individu ataupun kelompok individu dalam masyarakat baik secara vertikal maupun secara horizontal. Proses berubahnya kedudukan secara vertikal disebabkan oleh adanya proses alamiah, yaitu adanya proses pergantian generasi maupun proses-proses kultural yang berlangsung melalui saluran pendidikan, politik, maupun yang bersifat sosiokultural. Setiap kedudukan yang ada di dalam masyarakat mempunyai sejumlah peranan yang berisi tentang hak-hak maupun kewajiban yang harus dilakukan seseorang berkaitan dengan kedudukannya.

2. Hubungan antara Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial
Dalam masyarakat, proses sosial menunjukkan terjadinya bermacam-macam interaksi sosial antarkomponen masyarakat. Proses interaksi sosial mengakibatkan terjadinya pengesahan pola pikir dan tata nilai dari satu pihak ke pihak yang lain. Interaksi sosial memungkinkan terjadinya perubahan-perubahan pola pikir dan terjadinya mobilitas sosial dalam masyarakat. Terjadinya mobilitas

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

39

sosial berarti telah terjadi perubahanperubahan status orang-orang baik secara vertikal maupun secara horizontal. Setiap saat status sosial dapat mengalami perubahan karena proses evolusi alam, misal dalam lingkungan kerja di pemerintahan, yaitu dengan bertambahnya usia pejabat sehingga memasuki usia pensiun. Kondisi ini Sumber: Foto Haryana memungkinkan generasi di bawahnya mengisi kekosongan jabatan-jabatan Gambar 3.1 Stratifikasi sosial berdasarkan tingkat pendidikan sebagai perwujudan struktur sosial tersebut. Perubahan personil terhadap vertikal. para pejabat merupakan bentuk mobilitas sosial vertikal yang sekaligus merupakan perubahan struktur sosial dalam masyarakat. Di sisi lain setiap orang cenderung menginginkan perkembangan status yang dimiliki untuk menjadi lebih baik dan lebih tinggi. Kondisi ini memungkinkan adanya gerakan mobilitas bagi tiap-tiap individu untuk mendukung jabatan-jabatan yang lebih tinggi atau lebih baik. Hal ini berlangsung baik di instansi pemerintah maupun instansi-instansi swasta. Perubahan struktur sosial yang ideal tidak hanya disebabkan oleh tiga faktor tersebut di atas, tetapi harus direncanakan baik-baik pergantiannya, hal ini bertujuan untuk memperoleh personil-personil yang pantas dan mempunyai kecakapan dan kemampuan, sehingga diperoleh tata kerja yang efektif dan efisien untuk mengemban status sosial yang ada dalam masyarakat. Sosio Activity 1. Amatilah lingkungan di sekitar Anda, siapa saja orang-orang yang dihormati oleh warga masyarakat lain. Deskripsikan peran dan statusnya, kemudian tulislah hasil pengamatan tersebut dalam bentuk narasi! 2. Presentasikan hasil pengamatan Anda di depan kelas untuk ditanggapi teman dan guru Anda!

B. Macam-Macam Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial di dalam masyarakat terjadi dalam berbagai bentuk, dan berlangsung secara kompleks yang melibatkan keterkaitan antara struktur yang satu dengan struktur yang lain. Untuk menelaah lebih lanjut tentang macam-macam mobilitas sosial dapat dilihat dari berbagai sudut pandang sebagai berikut.
40
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

1. Mobilitas Sosial Vertikal
Mobilitas sosial vertikal adalah semua bentuk perubahan status ke arah vertikal, baik vertikal naik maupun mobilitas turun. a. Karakteristik Gerak Mobilitas Sosial Vertikal 1) Setiap masyarakat mempunyai sistem yang tersendiri dalam proses mobilitas sosial vertikal, baik yang bergerak naik maupun yang bergerak turun. 2) Betapapun terbukanya sistem pelapisan yang ada dalam masyarakat, tetapi sedikit banyak dijumpai adanya hambatan untuk melakukan mobilitas sosial vertikal naik. 3) Mobilitas sosial vertikal disebabkan oleh faktor ekonomi, politik, dan jenisjenis pekerjaan. 4) Mobilitas sosial vertikal dapat terjadi setiap saat baik yang bersifat meningkat (social climbing) dan penurunan kedudukan (social sinking). 5) Mobilitas sosial vertikal terdapat pada setiap masyarakat, walaupun masyarakat itu memiliki sistem pelapisan tertutup, tetapi diyakini ada gerak sosial yang vertikal. Untuk lebih jelasnya proses terjadinya mobilitas sosial vertikal perhatikan gambar berikut. BAGAN MOBILITAS SOSIAL VERTIKAL Kelas Atas

Kelas Menengah

Kelas Bawah Dengan memerhatikan bagan tersebut, terlihat bahwa mobilitas sosial vertikal memungkinkan terjadinya gerak perubahan kedudukan ke atas maupun ke bawah. Untuk dapat melakukan proses perubahan ke atas memang diperlukan persyaratan-persyaratan khusus biasanya berupa prestasi, loyalitas, dan dedikasi pada atasan dan kepada organisasi secara umum. Mobilitas sosial ke bawah (turun) biasanya terjadi akibat kesalahan yang fatal atau justru memasuki masa pensiun. Seseorang akan mengalami social climbing manakala orang itu dipandang mampu menjalankan peranan dalam statusnya, yaitu karena telah mendahulukan kewajiban-kewajiban daripada hak-hak yang semestinya diperoleh. Sebaliknya seseorang akan mengalami social sinking

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

41

terutama karena orang tersebut dipandang kurang mampu atau kurang berhasil dalam menjalankan peran sosial sesuai dengan status yang diembannya. Biasanya orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang egois yang lebih mendahulukan hak-haknya daripada kewajiban-kewajiban yang semestinya dilakukan. Mobilitas sosial vertikal dibedakan lagi menjadi 2 macam berdasarkan arah dari perubahan kedudukan individu/kelompok individu dalam masyarakat, sebagai berikut. 1) Mobilitas Sosial Vertikal Turun (Social Sinking) Penurunan status dapat terjadi karena kematian atau kesalahan menjalankan tugas dalam suatu organisasi. Proses perubahan kedudukan vertikal turun seringkali menimbulkan perubahan kedudukan bagi orangorang yang ada di bawahnya untuk berpeluang menggantikan kedudukan yang kosong. Bagi orang yang melakukan proses social sinking terjadi perubahan gejolak psikis terutama yang menyangkut masalah hak dan kewajiban yang secara mendadak dicabut atas dasar yang bersangkutan melakukan kesalahan atau karena memasuki usia pensiun. Social sinking terjadi apabila seorang individu kurang berhasil dalam menjalankan peran sosial sesuai dengan status yang diembannya. Di sisi lain social sinking juga dapat terjadi karena proses evolusi yang bersifat alamiah. Misalnya, meninggal atau pensiun. 2) Mobilitas Sosial Vertikal Naik (Social Climbing) Mobilitas sosial vertikal naik terjadi bila ada pejabat yang pensiun dan ditunjang oleh prestasi yang menonjol bagi pejabat yang ada di bawahnya. Apabila diperhatikan secara psikologis social climbing merupakan suatu perubahan yang lebih menggairahkan karena ada proses peningkatan hak dan kewajiban bagi seseorang karena menduduki jabatan yang lebih tinggi dan lebih baik. Sebalikya makin tinggi kedudukan sosial dalam masyarakat membawa konsekuensi adanya tanggung jawab dan risiko yang makin besar pula. Mobilitas sosial vertikal naik terjadi apabila seseorang mengalami peningkatan kedudukan menuju tingkatan yang lebih tinggi. Pada dasarnya setiap kedudukan memiliki hak dan kewajiban yang berbeda-beda. Di sisi lain makin tinggi kedudukannya makin besar pula jaminan kesejahteraannya yang diterima. b. Faktor Penyebab Terjadinya Mobilitas Vertikal Sebab-sebab mobilitas vertikal turun, antara lain sebagai berikut: 1) karena berhalangan tetap atau sementara, misalnya sakit atau cacat tubuh akibat kecelakaan sehingga diganti dengan pejabat yang lain, 2) karena pejabat lama memasuki usia tua dan harus pensiun kondisi ini memungkinkan adanya pergantian dari generasi di bawahnya, dan 3) karena melakukan kesalahan yang bersifat fatal sehingga diturunkan.

42

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Sebab-sebab mobilitas vertikal naik, antara lain sebagai berikut: 1) karena seseorang yang memiliki status tersebut mampu melakukan peningkatan prestasi kerja sehingga dinaikkan dan 2) karena terjadi perubahan kedudukan sehingga ditunjuk untuk menggantikan kedudukan yang kosong akibat proses peralihan generasi. c. Beberapa Akibat Adanya Gerak Mobilitas Sosial Vertikal 1) Unsur Degradasi Degradasi atau penurunan kedudukan merupakan suatu tindakan untuk mengganti seseorang yang kurang cakap dengan seseorang yang lebih cakap, tetapi dapat pula merupakan suatu hukuman. 2) Unsur Pelepasan Pelepasan pada dasarnya merupakan suatu bentuk pemutusan hubungan kerja secara mendadak, biasanya pelepasan terjadi karena suatu kesalahan atau kecakapan yang kurang dalam usia yang cukup tinggi untuk dipensiunkan. Untuk meningkatkan efektivitas kerja dalam tubuh organisasi baik dalam organisasi pemerintah maupun swasta unsur pelepasan kadang-kadang dibutuhkan untuk memberikan shock terapi, yaitu bahwa hukum benar-benar ditegakkan berdasarkan derajat kesalahan yang dibuat oleh para karyawan. 3) Adanya Sistem Baru Sering kali seorang pejabat baru yang menduduki jabatan baru dalam struktur pemerintah maupun struktur organisasi swasta mempunyai keinginan yang kuat untuk menerbitkan suatu sistem organisasi yang baru dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang baru. Kebijakan-kebijakan ini mungkin menyempurnakan kebijakan yang telah ada atau mungkin mengganti total kebijakan yang lama. 4) Unsur Penerimaan Dalam masyarakat modern untuk memperoleh nilai tambah dibutuhkan syarat-syarat pendidikan, baik melalui sekolah dan perguruan tinggi umum, maupun melalui tingkatan dinas intern dalam jawatan, kantor, ataupun perusahaan. Kapasitas atau kemampuan seseorang menjadi syarat yang dipentingkan dalam masyarakat modern, sedangkan dahulu dititikberatkan pada keturunan, kekeluargaan, dan persahabatan. 5) Unsur Peningkatan Kedudukan Dalam hal kenaikan pangkat atau kedudukan pada bidang staf dan pimpinan, dititikebratkan pada kapasitas atau kemampuan seseorang. Dari uraian tersebut menunjukkan bahwa gerak sosial masyarakat terjadi pada peralihan status dan peranan individu atau kelompok sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya, baik yang sederajat maupun yang tidak sederajat.

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

43

2. Mobilitas Sosial Horizontal
Untuk mendeskripsikan perubahan struktur sosial dalam dimensi horizontal dapat dilihat dari mobilitas sosial horizontal, yaitu yang menyangkut perpindahan antarkedudukan yang sejajar, perubahan antarwilayah yang sejajar, atau sebaliknya. Dalam dunia kepegawaian mobilitas horizontal ini sering dilakukan secara periodik untuk mencapai peningkatan kinerja bagi para pegawainya. a. Tujuan Mobilitas Sosial Horizontal 1) Untuk meningkatkan kegairahan kerja dengan melalui pergantian atau variasi orang atau wilayah yang berbeda-beda. 2) Untuk meningkatkan produktivitas kerja sekaligus menghindari penyimpangan-penyimpangan terhadap komunitas wilayah yang lama. 3) Untuk mendewasakan kemampuan seorang pejabat dalam mengatasi macam-macam bentuk karakter wilayah. b. Macam-Macam Mobilitas Sosial Horizontal Beberapa tipe gerak mobilitas sosial horizontal, antara lain sebagai berikut. 1) Mobilitas Sosial Antarwilayah (Geografis) Mobilitas sosial antarwilayah pada hakikatnya adalah semua bentuk perubahan atau perpindahan status oleh individu atau kelompok individu dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Peristiwa perpindahan status ini dapat terjadi setiap saat, manakala terjadi perombakan sistem kebijakan dalam suatu struktur masyarakat yang disebabkan karena faktor-faktor ideologi, faktor politik dan ekonomi, maupun faktor-faktor sosial budaya. Dalam struktur organisasi baik struktur organisasi pemerintah maupun swasta istilah mobilitas sosial antarwilayah dikenal dengan nama rolling job yaitu perpindahan job atau jabatan yang sejajar tetapi berbeda wilayahnya. Ini mutlak harus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan kinerja suatu organisasi. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan mobilitas sosial berikut ini. Bagan Mobilitas Sosial Antarwilayah Daerah X Daerah Y

Dari bagan mobilitas antarwilayah di atas, dapat dilihat bahwa mobilitas sosial yang terjadi hanya merupakan pergeseran daerah saja. Dengan demikian melalui mobilitas sosial antarwilayah kita dapat menyesuaikan diri dengan baik.

44

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

2) Mobilitas Sosial Antargenerasi Mobilitas sosial antargenerasi merupakan salah satu bentuk dari mobilitas sosial horizontal yang meliputi satu lingkungan genealogis, sehingga terjadi peralihan generasi yang satu terhadap generasi yang lain. Berdasarkan struktur generasinya, mobilitas sosial akan menimbulkan perubahan kedudukan dari generasi tua ke generasi muda bahkan ke generasi berikutnya. Generasi yang menggambarkan perubahan kedudukan dari generasi yang pertama, generasi yang kedua, dan generasi yang ketiga seperti ini dinamakan mobilitas sosial antargenerasi. Pada dasarnya mobilitas sosial antargenerasi adalah perpindahan sosial dari suatu generasi ke generasi berikutnya atau perpindahan kedudukan dan peran sosial dari generasi tua ke generasi muda. Mobilitas sosial antargenerasi ini sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang terjadi pada pergantian generasi tentang kepemimpinan nasional negara kita, pergantian pimpinan, dan pergantian jabatan dari generasi tua ke generasi berikutnya. Untuk mengetahui perkembangan suatu generasi, apakah mengalami peningkatan atau justru mengalami penurunan maka dapat dilihat melalui mobilitas antargenerasi tersebut. Melalui mobilitas antargenerasi ini kita tidak hanya memandang bahwa pelaku yang memiliki kedudukan selalu sama orangnya melainkan adalah anak keturunannya. Dalam kehidupan seharihari mobilitas sosial antargenerasi ada kecenderungan naik walaupun bagi generasi-generasi tertentu justru mengalami penurunan kualitas dari masingmasing generasi. Apabila kita perhatikan dalam kehidupan sekarang, mobilitas sosial antargenerasi sering kita temui, seperti pada pergantian suatu jabatan organisasi, lembaga sosial, atau kepemimpinan nasional (presiden). Pergantian tersebut berjalan secara estafet dari generasi ke generasi berikutnya. Dengan demikian mobilitas sosial antargenerasi merupakan peristiwa sosial secara alamiah dari suatu sistem kemasyarakatan yang menunjukkan adanya dinamika sosial dari keseluruhan struktur sosial kemasyarakatan. Hal yang menarik untuk dikaji secara sosiologis adalah sejauh mana prestasi sosial atau generasi sebagai angkatan kerja baik atau turun dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Dengan kata lain, adakah perbedaan status seorang anak sebagai kepala rumah tangga dengan status ayahnya sebagai kepala rumah tangga? Untuk mengetahui sejauh mana posisi atau generasi naik atau turun dibandingkan dengan generasi pendahulunya diperlukan penelitian yang cermat. Apabila generasi sekarang tetap menempati posisi yang sama seperti generasi pendahulunya berarti tidak ada mobilitas antargenerasi. Misal, keluarga ayah petani begitu pula keluarga anak dan keluarga cucu.

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

45

Bagan Mobilitas Sosial Horizontal Kelompok Sosial I Kelompok Sosial II Kelompok Sosial III dan seterusnya

Dengan memerhatikan bagan mobilitas sosial horizontal di atas maka jelaslah bahwa perubahan kedudukan yang terjadi adalah mendatar dalam arti tidak naik dan tidak turun, tetapi dari bidang atau wilayah yang satu ke bidang atau wilayah yang lain. Perubahan ini tentu akan mengakibatkan adanya penyesuaian dan koordinasi yang berbeda mengingat tiap-tiap wilayah atau tiap-tiap bidang pekerjaan memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Bagan Mobilitas Sosial Antargenerasi Generasi I

Generasi II

Generasi III

dan seterusnya

Dari bagan mobilitas antargenerasi di atas kita dapat mengetahui bahwa: a) pelaku yang memegang kedudukan berbeda yaitu dari seorang kakek, kepada anak dan kepada cucu dan b) melalui mobilitas antargenerasi ini dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan dari suatu generasi. Sosio Kecakapan Sosial 1. Carilah sumber di media massa/internet tentang struktur sosial yang bertipe feodal. 2. Buatlah deskripsi ringkas tentang tipe struktur sosial feodal tersebut secara berkelompok (5 - 6 orang). 3. Kumpulkan hasilnya kepada bapak/ibu guru untuk dinilai!

46

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

C. Proses Terbentuknya Mobilitas Sosial
Mobilitas sosial dalam masyarakat berkaitan erat dengan tingkat peradaban masyarakat tersebut. Artinya masyarakat yang mempunyai struktur sosial terbuka memungkinkan terjadinya mobilitas sosial secara vertikal maupun horizontal. Tetapi masyarakat yang mempunyai struktur sosial tertutup kurang memungkinkan terjadinya mobilitas sosial, terutama mobilitas sosial vertikal. Ada beberapa faktor yang memengaruhi terbentuknya mobilitas sosial. Faktorfaktor tersebut antara lain ada yang bersifat mendorong dan ada yang bersifat menghambat. Untuk membahas hal tersebut ikutilah uraian berikut.

1. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial
Beberapa faktor yang dapat menjadi pendorong terjadinya mobilitas sosial, antara lain sebagai berikut. a. Faktor Perubahan Situasi Politik Situasi politik pada dasarnya adalah kondisi stabilitas pemerintahan termasuk bagaimana dukungan rakyat pada umumnya terhadap struktur pemerintahan yang baru dalam masyarakat tersebut. Melalui dorongandorongan politik seorang individu ingin menduduki posisi-posisi tertentu dalam rangka mengembangkan organisasi politik mereka, biasanya aktivitas ini didukung oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan politik. Dalam struktur pemerintahan biasanya didukung oleh orang-orang parpol yang duduk di dewan perwakilan rakyat misalnya kedudukan sebagai gubernur, bupati atau walikota, camat, lurah, dan lain-lain. Inilah contoh faktor-faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial secara vertikal dari sisi politik. b. Faktor Perubahan Sosial Budaya Dalam masyarakat senantiasa terjadi perubahan baik dalam struktur sosial, interaksi sosial, maupun dalam sistem tata nilai. Perubahanperubahan ini dapat memberikan dorongan kepada individu dalam masyarakat untuk melakukan penyesuaian terhadap tuntutan perubahan, sehingga mengakibatkan keinginan yang kuat bagi seorang individu untuk melakukan social climbing. Kemajuan teknologi misalnya, dapat membuka kemungkinan timbulnya mobilitas ke atas dan perubahan ideologi dapat menimbulkan stratifikasi baru. c. Faktor Perubahan Ekonomi Situasi ekonomi dalam masyarakat dapat memberikan dorongan bagi individu ataupun kelompok individu untuk meningkatkan kedudukan mereka masing-masing. Kondisi ekonomi yang membaik dapat memberikan dorongan untuk melakukan ekspansi dalam berbagai macam usaha. Kondisi

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

47

ekonomi yang buruk juga dapat memengaruhi orang untuk melakukan berbagai macam tindakan antisipatif dalam mencegah kejadian-kejadian yang tidak mereka inginkan. Untuk mengejar efektivitas kerja khususnya yang berkaitan dengan ekonomi maka mobilitas sosial sering dilakukan dengan mengganti orangorang tertentu yang memiliki profesi dan keahlian khusus dalam bidang ekonomi tersebut. Keadaan ekonomi yang demikian yang mendorong terjadinya mobilitas sosial vertikal dalam masyarakat. Secara ekonomi peningkatan status akan berakibat terhadap peningkatan pendapatan dan peningkatan status secara ekonomis, di sisi lain juga banyak orang yang hidup dalam keadaan ekonomi yang serba kurang. Kemiskinan yang menimpa mereka bisa saja diakibatkan oleh bermacammacam hal seperti tanah tandus, bencana alam, atau gagal panen dari segala sejenis hasil pertanian. Penduduk yang tidak mau menerima kondisi seperti itu, pindah ke tempat lain yang lebih menguntungkan kehidupannya seperti daerah yang lebih subur atau kota-kota besar. Misalnya, penduduk melakukan mobilitas sosial horizontal yaitu transmigrasi dan urbanisasi.

2. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial
Adapun faktor-faktor penghambat terjadinya mobilitas sosial dalam masyarakat antara lain sebagai berikut. a. Adanya Perbedaan Ideologi Dalam kehidupan manusia ideologi merupakan himpunan nilai-nilai yang dipercayai. Selanjutnya akan menentukan setiap gerak langkah dan pola pikir bagi orang itu. Secara sosiologis setiap individu akan nyaman tinggal di tengah-tengah orang yang mempunyai ideologi sama, walaupun banyak juga orang yang dapat hidup dengan nyaman di tengah-tengah orang yang ideologinya tidak sama. Pada umumnya, perbedaan ideologi merupakan salah satu hambatan yang sangat kuat bagi seseorang untuk melakukan perpindahan lokasi tempat tinggal. Dengan demikian perbedaan ideologi jelas-jelas merupakan hambatan dalam proses mobilitas horizontal. Secara vertikal seringkali terdapat orang yang memiliki wawasan sempit untuk menerima keberadaan orang lain yang berbeda ideologinya. Mobilitas sosial vertikal bagi orang tersebut dapat dihambat oleh warga lain yang berbeda ideologinya. Melalui wawasan tentang hak-hak asasi manusia pandangan-pandangan yang lama dan sempit seperti ini akan berangsurangsur berubah sesuai dengan perkembangan zaman. b. Adanya Perbedaan Kepentingan Dalam tinjauan mikro setiap orang dalam suatu struktur organisasi pemerintah atau swasta memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kondisi ini membuat masing-masing individu saling bersaing untuk memperebutkan sesuatu. Terjadinya perbedaan kepentingan menyebabkan munculnya sikap saling menghambat bagi orang lain dalam melakukan proses mobilitas sosial horizontal maupun mobilitas sosial vertikal.
48
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

c. Adanya Perbedaan Suku dan Asal Daerah Setiap suku bangsa memiliki struktur budaya sendiri-sendiri yang mengakar kuat dari generasi ke generasi. Struktur budaya tersebut dirasa menjadi jalan hidup yang mendarah daging yang harus dilampaui dan dipakai sebagai cara-cara untuk menyelenggarakan kehidupannya. Adanya perbedaan struktur budaya mengakibatkan orang enggan untuk melakukan mobilitas horizontal. Di sisi lain secara vertikal pandangan-pandangan kesukuan masih mengakar dan sebagai akibatnya orang dapat bersifat etnosentris, artinya mendahulukan orang-orang dalam kelompok suku bangsanya dan sebaliknya menghambat orang-orang yang di luar suku bangsanya. Hal ini berarti bahwa perbedaan struktur budaya kesukuan dapat menjadi penghambat proses mobilitas sosial dalam masyarakat. Menyadari akan hal itu maka bangsa Indonesia yang multikultur ini alangkah pentingnya mengembangkan kehidupan bersama yang penuh tenggang rasa antarsuku bangsa, walaupun memiliki struktur budaya yang berbeda-beda. d. Adanya Perbedaan Tujuan Politik Organisasi politik di Indonesia identik dengan kelompok-kelompok politik yang menginginkan kekuasaan pada tingkatan tertentu dalam masyarakat Indonesia. Adapun organisasi-organisasi politik itu antara lain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Demokrat, dan lain-lain. Setiap partai politik memiliki platform dan karakteristik sendirisendiri. Kondisi ini mengakibatkan tiap-tiap partai mempunyai visi dan misi yang berbeda-beda. Adanya perbedaan visi misi tersebut mengakibatkan masing-masing parpol saling menghambat satu dengan yang lain, dan kadang-kadang melupakan kepentingan nasional. Hal ini berarti bahwa perbedaan tujuan politik telah menghambat seseorang di luar partainya untuk melakukan proses mobilitas sosial horizontal maupun mobilitas sosial secara vertikal. e. Adanya Perbedaan Ras Secara rasial manusia cenderung memiliki dorongan yang sama dalam kepentingan rasnya. Dorongan awal ini akan membuat suatu semangat solidaritas yang sangat kuat untuk membela kepentingan orang-orang yang berada dalam satu ras yang sama. Pandangan inilah yang disebut pandangan rasisme. Dalam kehidupan nyata perbedaan ras seringkali menghambat adanya mobilitas sosial. Berbedanya jenis ras menyebabkan terjadinya diskriminasi. Misal, seseorang mempunyai prestasi yang baik dan dedikasi yang baik, tetapi tidak dinaikkan statusnya karena pemegang kekuasaan berbeda rasnya dengan karyawan yang bersangkutan. Keadaan seperti ini mestinya tidak terjadi karena dengan membeda-bedakan ras berarti tidak terdapat pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia.
Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

49

3. Saluran-Saluran Mobilitas Sosial
Agar mobilitas sosial dapat berlangsung secara efektif dapat menggunakan saluran-saluran mobilitas sosial berikut. a. Saluran Organisasi Profesi Dalam lembaga pemerintah, lembaga swasta, maupun organisasi profesi mempunyai peranan penting sebagai saluran dalam mobilitas sosial. Melalui organisasi profesi seseorang telah memiliki kecakapan khusus dari profesi yang diembannya sehingga logis dan layak untuk menduduki status sosial yang lebih tinggi. b. Saluran Lembaga Keagamaan Di negara-negara berkembang adakalanya saluran keagamaan digunakan sebagai saluran mobilitas sosial dengan menggunakan kedok agama sebagai kegiatan politik. Kondisi ini sangat efektif berlangsung di negara berkembang tetapi kurang efektif di negara-negara maju. Pada umumnya di negara-negara maju orang memilih pejabat baru untuk menduduki suatu status dalam masyarakat sama sekali tidak melihat latar belakang keagamaannya, melainkan lebih menekankan profesionalisme dari kemampuan bekerjanya. Sebagai akibat adanya lembaga keagamaan yang digunakan untuk saluran mobilitas sosial, maka muncullah tokoh-tokoh agama yang hanya menampilkan visualistik keagamaannya bukan menampilkan ketokohan dalam perilaku agamanya. c. Saluran Lembaga-Lembaga Ekonomi Untuk meraih suatu kedudukan baru yang lebih tinggi dapat ditempuh melalui saluran-saluran ekonomi. Tipe ini lebih efektif berkembang di negara-negara kapitalistik atau di negara-negara berkembang yang masyarakatnya materialistik. Pada umumnya mereka berpikiran bahwa kedudukan dalam masyarakat dapat dipilih dengan sejumlah uang atau materi, sehingga melalui saluransaluran ekonomi dan lembagaGambar 3.2 kegiatan belajar lembaga ekonomi mereka mengejar mengajar di sekolah status yang lebih tinggi. d. Saluran Pendidikan Saluran pendidikan merupakan saluran mobilitas sosial yang paling ideal, karena melalui saluran pendidikan seseorang dapat meningkatkan wawasan maupun kemampuan intelektualnya, sehingga sangat logis untuk mengemban status yang lebih tinggi. Salah satu fenomena negatif

Sumber: Foto Haryana

Gambar 3.2 Pendidikan sebagai media atau saluran untuk menunjang terjadinya mobilitas sosial naik.

50

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

yang muncul secara sosiologis adalah munculnya orang-orang yang mencari gelar, tetapi tidak memiliki kualifikasi ilmiah sesuai dengan gelar yang disandangnya. e. Saluran Organisasi Politik Organisasi politik masih merupakan salah satu saluran mobilitas sosial yang paling efektif di antara saluran-saluran mobilitas sosial yang ada. Melalui saluran organisasi politik seseorang dapat menduduki jabatan-jabatan politik, sehingga memiliki kedudukan dan kekuasaan yang lebih luas yang di dalamnya akan memperoleh fasilitas-fasilitas yang lebih baik. Sekarang ini fenomena sosial yang muncul adalah lahirnya politikus-politikus kerdil yang mempunyai model pergerakan yang mengundang banyak kontroversial dan korban kerusakan fisik bagi masyarakat. f. Saluran-Saluran Lain Kecuali saluran-saluran tersebut di atas upaya peningkatan status juga dapat dilakukan dengan melalui saluran-saluran lain. Misalnya melalui saluran perkawinan, saluran famili, dan lain-lain. Sosio Kecakapan Sosial 1. Carilah informasi yang akurat dan aktual tentang terjadinya mobilitas sosial yang terjadi di lingkungan Anda! 2. Sebutkan faktor pendorong dan penghambat terjadinya mobilitas sosial tersebut! 3. Tuliskan hasilnya dalam buku tugas dan serahkan kepada guru untuk dinilai!

D. Dinamika Struktur Sosial sebagai Akibat Globalisasi Modernisasi
Dalam era globalisasi seperti sekarang ini komunikasi antarumat manusia di seluruh muka bumi berlangsung makin intensif. Kondisi ini memungkinkan terbentuknya globalisasi budaya dalam bentuk bahasa, teknologi, tata nilai, dan unsur-unsur budaya yang lain, sehingga memungkinkan terjadinya adopsi terhadap struktur sosial masyarakat asing ke dalam struktur masyarakat setempat. Dalam adopsi yang harus diperhatikan adalah adopsi tersebut harus dapat menyempurnakan sistem struktur sosial yang ada di dalam masyarakat kita dan sedapat mungkin tidak mengikis unsur-unsur budaya lokal.

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

51

1. Pengertian Era Globalisasi dan Proses Modernisasi
a. Pengertian Era Globalisasi Gambar 3.3 2 org pake jas lagi Pada dasarnya era globalisasi merutelpon-telponan di raung yg ada pakan era pergaulan baru masyarakat di komputernya seluruh dunia yang ditandai dengan lancarnya komunikasi dan transaksi antarumat manusia di seluruh dunia. Jarak antarnegara dan benua yang begitu jauh seolah-olah menjadi dekat seperti dalam satu lingkungan yang dekat saja. Hal ini Sumber: Foto Haryana diakibatkan adanya penemuan baru di Gambar 3.3 Era globalisasi memudahkan bidang telekomunikasi melalui satelit yang orang untuk saling berinteraksi. kemudian dikembangkan ke dalam transaksi dagang jual beli dan transfer uang antarbank di seluruh dunia. Dengan demikian masyarakat di seluruh dunia menjadi satu lingkungan global yang efektif dalam komunikasi dan transaksi. b. Pengertian Proses Modernisasi Proses modernisasi mencakup proses yang sangat luas dan tidak terbatas yang terkadang tidak memiliki pembatas yang jelas dan mutlak. Proses ini berlangsung di wilayah tertentu yang memiliki perbedaan-perbedaan sesuai dengan kebutuhan anggota masyarakat yang meliputi berbagai aspek kehidupan. Di negara Indonesia proses modernisasi dilakukan melalui pembangunan yang menekankan pada sektor pertanian di samping sektor lainnya. Menurut sosiolog Soerjono Soekanto pada dasarnya pengertian modernisasi mencakup suatu transformasi total kehidupan bersama yang tradisional atau pramodern dalam arti teknologi serta organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomi dan politik yang menjadi ciri negara-negara barat yang stabil. Modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya disebut perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada perencanaan (planned change) yang dinamakan social planning. Pada hakikatnya proses modernisasi merupakan proses perubahan masyarakat dan kebudayaan dalam segala aspeknya dari hal-hal yang bersifat tradisional menjadi hal-hal yang bersifat modern. Modernisasi ini meliputi bidang material yaitu perbaikan sarana fisik dan peralatan-peralatan yang makin canggih serta modernisasi di bidang spiritual yaitu perombakan sistem nilai yang mengakar pada pertimbangan rasionalitas.

2. Pengaruh Globalisasi dan Modernisasi terhadap Perubahan Struktur Sosial
Dalam proses modernisasi, salah satu isu penting dari globalisasi adalah bahwa pertarungan teknologi dan ekonomi akan terjadi secara bebas antara negara maju dengan negara berkembang atau antara negara kaya dengan negara miskin. Di satu sisi globalisasi merupakan suatu perkembangan dari pilar demokrasi, yaitu adanya kebebasan semua orang untuk melakukan transaksi
52
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

jual beli maupun pekerja sebagai tenaga kerja di seluruh penjuru dunia. Isu yang lain bahwa globalisasi akan membuat budaya-budaya barat melaju berkembang dan memasuki celah-celah budaya lokal di seluruh pelosok dunia. Pada hakikatnya globalisasi merupakan suatu kondisi meluasnya budaya yang seragam bagi seluruh masyarakat di dunia. Apabila seluruh masyarakat di dunia telah memiliki satu sistem budaya yang sama maka boleh dikatakan proses globalisasi telah selesai. Proses globalisasi ini muncul sebagai akibat adanya arus informasi dan komunikasi yang selalu online setiap saat dan dapat dijangkau dengan biaya yang relatif murah. Sebagai akibatnya adalah masyarakat dunia menjadi satu lingkungan yang seolah-olah saling berdekatan dan menjadi satu sistem pergaulan dan satu sistem budaya yang sama. Bagi masyarakat di negara berkembang yang harus diantisipasi adalah bagaimana modernisasi itu dapat memberikan pengaruh yang positif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga modernisasi nyatanyata telah merombak pola pikir manusia di negara berkembang menjadi efektif dan efisien. Di sisi lain globalisasi harus disikapi dengan persiapan-persiapan dini yaitu dengan melakukan efisiensi di bidang industri dan perdagangan serta gerakan untuk memakai produk-produk buatan dalam negeri sebagai salah satu proteksi terhadap perekonomian nasional. Dalam perkembangan dewasa ini modernisasi dan globalisasi sebagai suatu perkembangan baru memunculkan pengaruh-pengaruh yang menguntungkan maupun yang merugikan maka sebaiknya proses modernisasi dan globalisasi harus diseleksi secara matang dan bijaksana agar tidak menimbulkan pengerdilan kemampuan manusia serta pengerdilan struktur budaya masyarakat setempat. Melalui modernisasi dan globalisasi akan terjadi suatu aliran perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta budaya-budaya khususnya dari negara-negara maju menuju ke negara-negara berkembang dan terbelakang. Proses ini secara makro memang merupakan proses alam yang pasti terjadi sepanjang sejarah hidup manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sisi kehidupan yang paling cepat mendapatkan pengaruh dari berkembangnya modernisasi dan globalisasi itu sendiri. Sementara dengan komunikasi yang makin maju proses globalisasi akan menjadi cepat memasuki hampir semua sisi kehidupan. Berikut ini adalah beberapa pengaruh baik pengaruh negatif maupun pengaruh positif dari proses modernisasi dan globalisasi khususnya bagi negaranegara berkembang. a. Dampak Negatif Modernisasi dan Globalisasi Beberapa contoh sisi negatif dari modernisasi yang selama ini telah dilakukan di negara berkembang adalah sebagai berikut. 1) Pengeksploitasian Alam secara Terus Menerus Kerusakan lingkungan alam pasti akan menimbulkan bencana di kemudian hari yang pada akhirnya bencana itu akan dirasakan oleh umat manusia secara keseluruhan. Ditemukannya berbagai macam peralatan
Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

53

pertambangan, kehutanan, perikanan, dan peternakan menyebabkan eksploitasi terhadap sumber-sumber alam seringkali berlebihan, sehingga menimbulkan perusakan dan pencemaran terhadap lingkungan alam. Sebagai contoh dengan munculnya gergaji mesin yang sangat efektif untuk menebang kayu maka akan mempercepat proses perusakan hutan seluruh dunia, apabila hutan telah rusak maka yang terjadi adalah banjir dan tanah longsor yang merugikan kehidupan manusia. 2) Adanya Sikap Konsumeristis Sikap konsumeristis berkembang dari adanya kehidupan industri, yaitu ketika industri telah menyediakan Gambar 3.4 orang berbelanja di barang-barang produk kebutuhan supermarket sehari-hari tersedia dengan murah dan banyak pilihan. Berdasarkan hal itu maka muncullah kebiasaan bagi orang untuk selalu menggunakan secara langsung tanpa harus mencoba untuk membuat hal tersebut oleh kemampuan diri sendiri. Sumber: Foto Haryana Perkembangan konsumeristis Gambar 3.4 Kemajuan di era globalisasi salah selanjutnya akan membuat orang satunya adalah tersedianya berbagai macam menjadi tergantung untuk membeli barang yang menyebabkan munculnya sikap konsumeristis. berbagai macam barang produk buatan industri. Dengan lahirnya sikap superior dan menjaga gengsi akhirnya masyarakat benar-benar telah memasuki suatu sikap yang tidak disadari yaitu sikap boros dan tergantung untuk memakai produk barang yang diperlukan. Inilah yang dimaksud dengan sikap konsumeristis. 3) Adanya Kemerosotan Moral Sebagai langkah awal adanya kemerosotan moral bahwa produk-produk industri sebagai akibat dari modernisasi telah membuat orang tertarik untuk memilikinya, sementara kemampuan ekonominya tidak selalu mencukupi untuk menjangkau hal tersebut. Di sinilah ujian terhadap moral dilakukan dan didorong untuk berbuat secara tidak wajar dengan melakukan berbagai macam bentuk penyimpangan perilaku secara ekonomis, sehingga dapat memiliki benda-benda ekonomi yang diinginkan. Inilah prinsip terjadinya kemerosotan moral akibat proses industrialisasi, tetapi harus diambil dari sisi positifnya bahwa semata-mata kesalahan itu ada pada manusia yang gagal menekan keinginan pribadinya untuk memiliki berbagai macam produk buatan industri yang menarik. Hikmah yang dapat kita ambil adalah kita harus senantiasa menyesuaikan antara pendapatan yang kita miliki dengan pola konsumsi kita sendiri. Industrialisasi sebagai perwujudan dari modernisasi telah menghasilkan berbagai macam produk barang pemuas kebutuhan hidup

54

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

yang menarik untuk dimiliki. Keadaan ini telah membuat orang-orang tidak mampu untuk menahan keinginannya sehingga mengambil jalan pintas dengan menipu, korupsi, termasuk mencuri barang-barang yang diingikannya. 4) Adanya Keresahan Sosial Pada mulanya keresahan sosial ditimbulkan secara langsung dari pengaruh-pengaruh modernisasi termasuk industrialisasi seperti banyaknya limbah cair, padat, dan gas yang berkeliaran di sekitar lingkungan kehidupan masyarakat. Limbah ini sangat mengganggu kehidupan manusia. Itulah proses awal munculnya keresahan sosial akibat industrialisasi. Semestinya kita sebagai subjek dalam pembangunan harus berlaku secara arif dengan melakukan semua bentuk pembangunan sekecil apapun dan selalu mendasarkan diri pada keserasian dan keselarasan lingkungan hidup. Pada dasarnya keresahan sosial adalah suatu problema yang sulit untuk dipecahkan, tetapi banyak melanda warga masyarakat. Keadaan seperti ini sering menimbulkan suatu kegelisahan atau keresahan sosial. Salah satu penyebab terjadinya keresahan sosial adalah karena perkembangan teknologi peralatan manusia itu sendiri. Contoh, macetnya jalan raya karena banyaknya jumlah mobil. 5) Menurunnya Kemandirian dalam Menghadapi Masalah Keterangan yang sangat realistis bahwa industrialisasi dan modernisasi dapat membuat orang biasa bekerja dibantu dengan alat, sehingga kita menjadi tergantung kepada peralatan teknologi buatan industri. Industrialisasi telah menghasilkan berbagai macam barang untuk membantu pekerjaan manusia seperti telepon, mobil, sepeda motor, kipas angin, mesin cuci, pompa air, setrika listrik, komputer, dan lain-lain. Dengan bantuan peralatan tersebut pekerjaan manusia menjadi mudah, tetapi pada saat peralatan-peralatan itu rusak atau tidak ada maka seseorang bisa berubah kemampuannya seperti orang yang lumpuh dan pemalas. 6) Meningkatnya Sikap Egois dan Materialistis Salah satu perwujudan sikap egois dan materialistis adalah bahwa manusia membatasi hubungan dan ketergantungan dengan manusia lain, karena bantuan berbagai macam peralatan serta kemudahan-kemudahan komunikasi akibat industrialisasi telah menghasilkan macam-macam peralatan yang dapat membantu pekerjaan manusia. Industrialisasi memang membuat manusia menjadi terbantu pekerjaan dan permasalahannya. Dengan demikian manusia tidak lagi membutuhkan keberadaan orang lain sehingga menjadi egois. Di sisi lain industrialisasi telah menghasilkan barangbarang yang sangat menarik untuk dimiliki. Keadaan ini telah membuat orang mencintai barang-barang yang bersifat duniawi (materialistis). Globalisasi pada dasarnya adalah era kebebasan hubungan, baik komunikasi maupun hubungan dalam bentuk perdagangan, kerja sama dalam teknologi serta pergaulan sosial budaya yang melibatkan seluruh
Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

55

masyarakat dunia. Era ini sengaja digulirkan oleh negara-negara maju karena mereka telah siap bersaing di berbagai bidang. Sisi lebih yang mereka dapatkan adalah mereka menjadi bertambah luas ruang geraknya untuk berdagang atau bekerja di semua negara yang ada di dunia ini. Bagi negara berkembang dan negara terbelakang globalisasi merupakan suatu beban yang cukup berat karena harus bersaing secara bebas menghadapi negara-negara maju dan negara-negara kaya. Sisi-sisi negatif yang mungkin akan muncul bagi negara berkembang adalah terkikisnya budaya-budaya lokal, terdesaknya tenaga kerja, dan matinya perusahaanperusahaan yang berskala kecil. b. Dampak Positif Modernisasi dan Globalisasi Selama ini warga masyarakat sebagai individu kurang menyadari bahwa pada masalah perdagangan setiap individu telah dibebani oleh negara dengan membayar PPn dan PPNBM yang cukup besar yang membuat harga jual barangbarang menjadi relatif tinggi. Dengan globalisasi ekonomi, kasus ini akan berangsur-angsur menghilang. Di sisi lain dengan relokasi industri yang dapat dilakukan oleh negara maju ke negara berkembang akan menimbulkan efisiensi transportasi yang sangat besar serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja lokal yang cukup signifikan. Media modernisasi yaitu pihak yang menghendaki bergulirnya proses modernisasi di seluruh penjuru dunia adalah kaum cerdik pandai (cendekiawan). Media modernisasi ini menghendaki adanya perbaikan pola pikir dan aktivitas semua orang agar hidupnya lebih mudah dan lebih berkualitas. Melihat dari hakikat awal itu maka modernisasi mempunyai sisi-sisi yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut. 1) Perkembangan IPTEK Dengan modernisasi yang dilakukan di berbagai bidang terutama melalui pendidikan pengaruh yang timbul secara langsung adalah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada perkembangan yang terakhir ilmu pengetahuan dan teknologi akan terdorong maju dengan tersedianya peluang-peluang pendapatan yang dimiliki oleh manusia akibat modernisasi itu sendiri. 2) Tersedianya Lapangan Pekerjaan Rasionalitas yang berkembang akibat modernisasi telah membuahkan industrialisasi, sehingga dapat menambah tersedianya peluang lapangan pekerjaan di berbagai bidang kehidupan. Dengan bertambahnya jumlah industri di seluruh penjuru dunia sesungguhnya telah membuat lapangan pekerjaan baru khususnya bagi mereka-mereka yang mempunyai bekal keterampilan dan ilmu pengetahuan. Bagi mereka yang tidak memiliki bekal keterampilan dan ilmu pengetahuan, kehadiran industri justru akan mendesak keberadaan mereka sebagai tenaga kerja.

56

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

3) Lahirnya Tenaga Kerja Profesional Dalam kehidupan industri, tenaga kerja dituntut untuk memiliki kecakapan sebagaimana yang diharapkan oleh perusahaan dalam mengejar profit atau keuntungan yang diinginkan. Tuntutan ini akan memunculkan spesialisasi bagi para tenaga kerja. Industrialisasi serta dunia kerja yang dilengkapi dengan komputer dan peralatan canggih lainnya menuntut adanya profesionalisme dari setiap tenaga kerja. Di samping itu juga menuntut keahlian secara khusus (spesialisasi). 4) Meningkatnya Kemampuan Kerja Manusia Melalui bantuan peralatan seperti komputer, berbagai peralatan mekanik, dan elektrik jelas akan menambah kemampuan manusia di dalam bekerja sehingga memberikan tambahan hasil. Hasilnya dapat dilihat dalam bentuk meningkatnya produk-produk barang pada setiap pabrik sebagai akibat munculnya mekanisasi industri serta robotisasi. Keadaan ini telah membuat barang-barang produksi yang dihasilkan oleh manusia dalam aktivitas industri melonjak sangat signifikan. 5) Meningkatnya Volume Ekspor Banyaknya barang-barang yang dihasilkan melalui perkembangan industrialisasi maka langkah berikutnya adalah meluasnya aktivitas pemasaran dengan mengembangkan ekspor barang-barang ke negara lain. Sebagai kelanjutan dari meningkatnya produktivitas kerja manusia dalam bentuk barang-barang hasil industri, maka dilanjutkan dengan meningkatnya volume perdagangan ke luar negeri (ekspor).

Gambar 3.5 kegiatan ekspor impor/ gambar pelabuhan peti kemas.

Sumber: Angkutan dan Komunikasi, 1990

Gambar 3.5 Meningkatnya volume ekspor impor sebagai dampak positif dari globalisasi.

6) Terpenuhinya Barang-Barang Konsumsi Dengan perkembangan industrialisasi serta berkembangnya teknologi dalam pembuatan desain barang telah mengakibatkan barang-barang konsumsi tersedia dengan banyak pilihan. Pada perkembangan dewasa ini warga masyarakat telah mendapatkan pengaruh yang sangat menyenangkan yang tidak disadari yaitu bahwa produk barang-barang dari semua tingkat kehidupan tersedia dengan harga yang relatif murah dengan jenis pilihan yang beraneka macam. Hal ini dapat kita lihat terutama melalui pasar-pasar swalayan termasuk mal yang tersebar di beberapa kota di seluruh tanah air. Dilihat dari sisi positifnya globalisasi akan membuat komunikasi kita lancar berhubungan dengan negara manapun. Lancarnya komunikasi ini pasti akan memberikan keuntungan dalam perkembangan peradaban termasuk

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

57

perkembangan perekonomian sepanjang kita dapat mengendalikan dengan sebaik-baiknya. Contoh-contoh konkret dari sisi positif globalisasi yang bisa kita lihat adalah sebagai berikut. 1) Majunya Perkembangan Industri akibat Penanaman Modal dari Luar Negeri Sebagaimana kita alami lima tahun terakhir ini, bahwa negara-negara maju selalu mencari celah agar modalnya dapat ditanamkan di negara-negara yang berkembang yang potensial termasuk Indonesia. Ini merupakan salah satu sisi positif dari globalisasi. Apabila ini dapat dikelola dengan baik tentu akan membuat perkembangan ekonomi dan industri menjadi semakin baik pula. 2) Lancarnya Komunikasi Antarindividu maupun Antarkelompok Melalui komunikasi antarindividu maupun antarkelompok dari masyarakat di seluruh dunia akan memberikan transformasi nilai-nilai dalam bentuk ilmu pengetahuan, pemahaman terhadap teknologi, budaya, seni dan lain-lain berpindah dari orang yang satu ke orang yang lain. Ini merupakan proses pendidikan yang berharga mudah dan murah untuk dilakukan. 3) Terciptanya Transaksi Ekonomi yang Efektif Melalui era globalisasi yang masuk terus-menerus sistem dumping dan bentuk-bentuk proteksi yang lain dapat dihilangkan. Kondisi ini akan membuat penjual dan pembeli lebih bebas dan realistis untuk melakukan transaksi ekonomi dengan nilai yang riil. Ini merupakan suatu keuntungan yang mahal harganya terutama bagi konsumen akan mendapatkan harga yang wajar. Analisis Sosial PARADIGMA BARU DALAM OTONOMI DAERAH Untuk mengangkat harkat dan martabat tiap-tiap individu maka muncul paradigma untuk memberikan kebebasan dalam pengelolaan sumbersumber alam bagi masyarakat yang ada di daerah tingkat I maupun daerah tingkat II di Indonesia. Paradigma itu berkembang sejak bergulirnya reformasi tahun 1998 yang lalu terjadilah perubahan fenomena struktur pemerintahan di Indonesia yaitu dari sentralistik mempunyai desentralistik dengan gagasan baru tentang otonomi daerah. Otonomi daerah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas demokratisasi pada masyarakat daerah agar lebih mampu mengembangkan potensi daerahnya masingmasing. Di satu sisi otonomi daerah memang merupakan suatu perwujudan dari demokratisasi dan desentralisasi kekuasaan negara kepada pemerintah daerah yang diharapkan dapat memacu kreativitas masyarakat daerah untuk membangun daerahnya masing-masing. Di sisi lain otonomi daerah telah memunculkan pandangan-pandangan etnosentrisme dan regionalisme yang dapat mengurangi tebalnya rasa kebangsaan seolah-olah setiap warga

58

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

masyarakat mempunyai hak istimewa untuk menduduki jabatan-jabatan tertentu di daerah kelahirannya. Pandangan ini telah menimbulkan kesenjangan komunikasi antara daerah yang satu dengan daerah yang lain dalam tata pergaulan kenegaraan. Era otonomi daerah telah membangkitkan semangat masyarakat daerah untuk mengembangkan daerahnya berdasarkan potensi daerahnya masingmasing dan ini merupakan salah satu solusi atau konsekuensi dari bentukbentuk struktur sosial masyarakat Indonesia yang berupa suku-suku agar merasa turut bertanggung jawab terhadap perkembangan daerahnya dan sekaligus perkembangan masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Pada daerah-daerah tingkat provinsi secara sosial ekonomis memiliki sumber-sumber alam dan potensi-potensi sosial yang berbeda-beda. Hal ini juga menimbulkan banyak problema terutama bagi daerah-daerah yang miskin dan gersang tentu akan mengalami perkembangan yang lambat dibandingkan dengan daerah-daerah yang potensial baik secara fisik maupun secara sosial budaya, tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa otonomi daerah harus disambut dengan sikap-sikap yang positif dan sedikit demi sedikit dapat ditingkatkan sistem dan formulanya sehingga terbentuk suatu jalinan yang harmonis antara pemerintah daerah sebagai perwujudan dari masyarakat daerah dengan pemerintah pusat. Fenomena otonomi daerah sekarang ini memunculkan banyak masalah antara lain peluang berkembangnya pandangan etnosentrisme yang dapat menimbulkan gerakan separatisme yang justru membahayakan keutuhan integritas bangsa Indonesia. PERTANYAAN 1. Jelaskan kaitan antara hak asasi manusia dengan otonomi daerah! 2. Sebutkan pengaruh-pengaruh positif dari otonomi daerah! 3. Sebutkan pengaruh-pengaruh negatif dari otonomi daerah! 4. Bagaimana pendapat Anda tentang bergulirnya fenomena otonomi daerah? 5. Peluang-peluang apakah yang memungkinkan masyarakat daerah berkembang lebih maju? 6. Bagaimana proses awal munculnya ide tentang otonomi daerah? 7. Apakah manfaat diterapkannya otonomi daerah bagi masyarakat? 8. Bagaimana peran pemerintah pusat agar pelaksanaan otonomi daerah dapat berjalan dengan maksimal? 9. Coba sebutkan potensi-potensi yang ada di daerah tempat tinggal Anda yang dapat mendukung pelaksanaan otonomi daerah! 10. Bagaimana caranya agar pelaksanaan otonomi daerah dapat memacu pertumbuhan dan pembangunan di daerah? 11. Tulislah hasilnya pada selembar kertas dan serahkan kepada guru untuk dinilai!

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

59

E. Akibat-Akibat Mobilitas Sosial
Munculnya gerak mobilitas sosial memberikan peluang yang positif dan negatif. Beberapa akibat yang muncul adalah sebagai berikut.

1. Terjadinya Peningkatkan Integritas dan Tata Kerja
Melalui mobilitas sosial sering kali menimbulkan gairah kerja yang baru sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja. Roling jabatan yang ada di bawahnya yang dapat memberi angin baru dalam dunia kerja juga dapat menimbulkan peningkatan integritas dan tata kerja. Mobilitas sosial berarti menimbulkan perubahan status baik meningkat, menurun, atau bergeser secara sejajar. Perubahan status ini memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian dari kedua belah pihak yaitu yang mendatangi maupun yang didatangi dalam lingkungan sosial tertentu. Apabila perubahan yang terjadi cenderung membaik karena ada proses penyesuaian yang harmonis maka mobilitas sosial itu akan meningkatkan integritas sosial dan mendapatkan respon yang positif dari lingkungan sosial yang terkait. Sebagai contoh seorang pejabat militer yang baru melakukan sosialisasi dan melakukan perombakan tentang peningkatan kesejahteraan prajurit. Perubahan kebijakan yang demikian ini memiliki sinergi yang positif dan menimbulkan respon yang positif pula, sehingga meningkatkan integritas dalam tubuh organisasi militer tersebut.

2. Timbulnya Disorganisasi Sosial
Salah satu pengaruh yang negatif dari mobilitas sosial adalah mobilitas sosial justru merusak keharmonisan yang telah ada. Mobilitas sosial akan menimbulkan disintegrasi sosial manakala kebijakan-kebijakan yang baru tidak disepakati oleh kalangan masyarakat luas yang terkait sehingga menimbulkan gejolak protes dan rasa tidak puas terhadap perubahan itu. Kondisi ini dinamakan disintegrasi sosial. Apabila hal ini berlangsung secara terus-menerus dapat mengakibatkan suasana masyarakat menjadi lebih buruk dan menimbulkan perpecahan. Kondisi inilah yang dinamakan disorganisasi sosial. Kebijakan baru yang tidak direspon secara positif oleh kalangan masyarakat akan menimbulkan gejolak yang negatif. Keadaan ini mengakibatkan macammacam pertentangan dari komponen masyarakat. Sebagaimana dikemukakan oleh Robert Mclaver bahwa perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat berakibat kepada keseimbangan hubungan sosial. Dengan kata lain perubahan sosial dapat mengakibatkan ketidakseimbangan hubungan sosial. Hal ini karena dalam kenyataannya unsur-unsur sosial dalam masyarakat tidak selalu bersifat adjustive (dapat menyesuaikan diri) terhadap perubahan-perubahan. Persoalan warga masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan sosial adalah penyesuaian dengan unsur-unsur baru akibat perubahan sosial. Dalam hal ini terdapat dua kemungkinan. Pertama, masyarakat menemukan falsafah
60
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

atau nilai baru. Kedua, masyarakat tenggelam dalam persoalan-persoalan dan tidak ada jalan keluarnya. Apabila yang terjadi adalah kemungkinan pertama, artinya masyarakat dapat menyesuaikan dengan keadaan baru, berarti dalam masyarakat terjadi interaksi sosial. Namun, apabila yang terjadi adalah kemungkinan kedua artinya tidak terjadi penyesuaian terhadap keadaan baru, yang berarti masyarakat akan mengalami disintegrasi sosial. Tanda-tanda terjadinya disintegrasi sosial antara lain sebagai berikut. a. Adanya perombakan sistem sosial akibat perubahan sosial budaya yang signifikan. b. Timbulnya kegelisahan dari sebagian besar warga masyarakat, sehingga menimbulkan kekacauan dalam sistem yang berlaku dalam masyarakat. c. Adanya perbedaan pendapat yang diikuti dengan sikap-sikap kontradiktif. d. Tidak dipatuhinya norma-norma sosial sehingga menimbulkan kesemrawutan. e. Terjadi pertentangan antara norma-norma yang ada dalam masyarakat. Mobilitas sosial yang menimbulkan gejolak negatif dapat menimbulkan bentuk-bentuk disorganisasi sosial yaitu menurunnya keharmonisan dan tata kerja dalam suatu organisasi baik dalam cakupan yang sempit maupun luas. Adapun perwujudan dari disintegrasi sosial adalah sebagai berikut. a. Kenakalan Remaja (Delinkuensi) Delinkuensi adalah sikap-sikap dan aktivitas anak-anak remaja yang bertentangan dengan norma-norma sosial. Dalam arti luas norma sosial meliputi norma kesusilaan/kesopanan, norma adat/kebiasaan, norma agama, dan norma hukum.

b. Kriminalitas Kriminalitas adalah semua perilaku warga masyarakat yang bertentangan dengan norma-norma hukum dalam hal ini hukum pidana. Mobilitas sosial bisa mengakibatkan kriminalitas apabila rasa tidak puas terhadap kebijakan yang baru sebagai akibat adanya pergantian personil melalui mobilitas sosial. Apabila rasa tidak puas ini berkelanjutan maka dapat menimbulkan sabotase atau pemogokan dan tindakan anarkis lainnya yang dapat digolongkan sebagai tindak kriminalitas. c. Pergolakan Daerah Pergolakan daerah pada dasarnya adalah adanya sikap yang tidak sepaham dan rasa tidak puas antara kelompok masyarakat pusat dengan kelompok masyarakat daerah.

d. Aksi Protes/Demonstrasi Pada dasarnya aksi protes dan demonstrasi adalah ungkapan rasa tidak puas dari satu komponen masyarakat dengan komponen yang lain yang semestinya terjalin dalam satu sistem kerja.

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

61

Sosio Kecakapan Sosial Prosedur Buatlah kelompok diskusi yang beranggotakan 8-10 orang tunjuklah koordinator dan presenter. Tugas 1. Diskusikan tentang perencanaan rolling pegawai yang terjadi pada dinas pendidikan! 2. Jelaskan faktor-faktor apa yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan perencanaan! 3. Tulislah hasil diskusi Anda pada selembar kertas dan serahkan hasilnya kepada guru untuk dinilai!

Sosio Refleksi Setelah Anda mempelajari bab ini secara saksama maka Anda diharapkan mampu menghayati dan memahami tentang: a. Hubungan antara struktur sosial dan mobilitas sosial. b. Mobilitas sosial dalam struktur sosial. c. Struktur sosial. d. Perubahan struktur sosial sebagai akibat globalisasi dan modernisasi. Apabila Anda belum paham cobalah pelajari kembali atau tanyakan langsung kepada guru sebelum Anda melangkah ke bab berikutnya.

Rangkuman 1. Struktur sosial adalah bangunan abstrak yang berisi hierarki susunan kedudukan dan peran di antara orang-orang yang ada dalam masyarakat yang menjadi sistem operasionalisasi seluruh kegiatan masyarakat. 2. Struktur sosial terdiri atas dimensi vertikal dan horizontal. 3. Mobilitas sosial pada dasarnya merupakan semua bentuk perubahan terhadap status-status sosial yang ada dalam masyarakat baik perubahan secara vertikal maupun perubahan secara horizontal.

62

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

4. Mobilitas sosial merupakan bagian dari struktur sosial yaitu yang menyangkut perubahan susunan mengenai kedudukan orang-orang dalam masyarakat baik secara vertikal maupun secara horizontal. 5. Mobilitas sosial yang terjadi akan merombak struktur sosial yang ada berdasarkan keberhasilan seseorang dalam mengemban statusnya masing-masing khususnya dalam pelaksanaan hak maupun kewajiban yang harus diembannya. 6. Seseorang yang berhasil mengemban tugas dengan mendahulukan kewajiban dari pada hak-haknya cenderung akan mengalami mobilitas sosial naik. 7. Seseorang yang kurang berhasil dalam mengemban statusnya dengan lebih mendahulukan hak-haknya daripada kewajibannya akan berpeluang tetap atau menurun kehidupannya. 8. Mobilitas sosial terjadi dalam masyarakat sebagai akibat dari proses sosial dalam bentuk proses interaksi antarkomponen masyarakat yang melibatkan sistem nilai dan norma dalam masyarakat. 9. Proses mobilitas sosial disebabkan oleh 4 faktor utama yaitu evoluasi alam, perubahan lingkungan, keinginan individu, dan keinginan untuk meningkatkan efisiensi, dan efektivitas kerja manusia. 10. Mobilitas sosial terdiri atas mobilitas sosial vertikal, mobilitas horizontal, mobilitas antargenerasi, dan mobilitas antarwilayah. 11. Mobilitas sosial vertikal terdiri atas social climbing dan social sinking. 12. Mobilitas horizontal terdiri atas mobilitas antarwilayah maupun mobilitas antarstatus yang sejajar. 13. Proses mobilitas sosial merupakan perubahan struktur sosial dalam masyarakat yang melibatkan keberadaan lembaga-lembaga sosial serta sistem nilai dan norma yang ada dalam masyarakat.

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

63

Uji Kompetensi

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Mobilitas sosial adalah perubahan status dan peran sosial individu atau kelompok sosial di dalam masyarakat…. a. secara vertikal ataupun horizontal b. baik secara naik ataupun turun c. untuk memperoleh kekuasaan d. dalam menentukan strata sosial e. menunjukkan deferensiasi sosial 2. Dari pernyataan berikut: 1. menempatkan individu ke dalam lapisan tertentu sesuai dengan kemampuannya 2. membedakan anggota masyarakat berdasarkan ras, suku dan agama 3. sebagai sarana untuk meningkatkan kemakmuran 4. menjadi pedoman bagi anggota masyarakat dalam melaksanakan interaksi sosial 5. sebagai alat seleksi untuk menduduki status sosial dalam masyarakat Manfaat dari pelapisan sosial yang tepat adalah pernyataan nomor …. a. 1, 2, 3 b. 1, 3, 4 c. 1, 4, 5 d. 2, 3, 4 e. 2, 4, 5 3. Sistem pelapisan sosial yang berkembang di Indonesia terdiri atas 4 macam sistem sebagai berikut, kecuali…. a. pelapisan sebagai pengaruh industrialisasi b. pelapisan sebagai pengaruh kolonialisme c. pelapisan sosial masyarakat feodal d. pelapisan sosial masyarakat industri e. pelapisan sosial masyarakat pertanian 4. Pengetahuan tentang stratifikasi sosial berguna untuk mengetahui: 1. terbentuknya kelompok-kelompok sosial di dalam masyarakat, 2. terbentuknya struktur sosial dalam masyarakat, 3. bagaimana pengaruhnya terhadap perilaku anggota masyarakat,

64

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

4. bagaimana pengaruhnya terhadap kecenderungan terjadinya integrasi dan disintegrasi dalam masyarakat, dan 5. bagaimana pengaruhnya terhadap perkembangan masyarakat. Berdasarkan pernyataan di atas yang paling tepat adalah…. a. 2, 3, 4 d. 1, 3, 4 b. 3, 4, 5 e. 1, 3, 5 c. 1, 2, 3 5. Terspesialisasinya pembagian kerja pada masyarakat modern dapat memperlambat mobilitas sosial terutama …. a. lapangan kerja yang semakin sempit b. semakin dibutuhkan tenaga profesional c. tenaga kerja yang sangat terampil d. lapangan kerja yang makin luas e. pendidikan keterampilan yang memadai 6. Mobilitas sosial horizontal dapat pula merupakan perpindahan yaitu perpindahan di bidang …. a. pendidikan dan ekonomi b. politik dan kekuasaan c. pekerjaan dan geografis d. keamanan dan ketertiban e. sosial dan budaya 7. Perpindahan individu atau kelompok dari satu kelompok ke kelompok lainnya yang sederajat disebut mobilitas sosial …. a. antargenerasi b. social climbing c. social sinking d. horizontal e. vertikal 8. Berbagai rentetan konflik yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia belum dapat melihat kebinekaan sebagai potensi yang menguatkan, tetapi justru sebaliknya. Untuk menghindari terjadinya konflik maka diperlukan sikap seperti berikut, kecuali …. a. mempertebal wawasan kebangsaan b. menghilangkan sikap fanatisme keagamaan c. menghilangkan sikap primodialisme kesukuan d. mempertebal sikap toleransi dalam kehidupan beragama e. menjunjung tinggi fanatisme kedaerahan

Struktur Sosial dan Mobilitas Sosial

65

9. Ras Indonesia yang majemuk disebabkan oleh…. a. sistem nonblok dalam mengadakan hubungan internasional b. sistem demokrasi Pancasila yang melindungi seluruh Bangsa Indonesia c. Bangsa Indonesia pernah dijajah dan merupakan negara kepulauan d. berlakunya undang-undang tentang perkawinan e. terdapat empat ras yang berkembang di Indonesia 10. Pengelompokkan masyarakat atas dasar deferensiasi tidak menggambarkan adanya perbedaan tinggi rendah, tetapi menggambarkan adanya fakta sosial, artinya bahwa …. a. kenyataan masyarakat terbagi-bagi atas beberapa golongan b. masyarakat tidak menghendaki adanya penggolongan c. pentingnya lapisan sosial untuk kerja sama dalam memenuhi kebutuhan d. masyarakat menyetujui adanya lapisan sosial secara kekeluargaan e. sebenarnya masyarakat menerima ada adanya

B. Jawablah dengan singkat dan tepat!
1. Jelaskan kaitan antara mobilitas sosial dengan struktur sosial! 2. Apakah yang dimaksud dengan social climbing? 3. Bagaimana cara agar kita dapat mengalami sosial climbing? 4. Bilamanakah seseorang mengalami social sinking, jelaskan! 5. Apa yang dimaksud dengan status sosial ? 6. Apa yang dimaksud dengan deferensiasi sosial? 7. Jelaskan kaitan antara struktur sosial dengan konflik sosial! 8. Sebutkan faktor-faktor yang memengaruhi masyarakat Indonesia memiliki struktur yang majemuk! 9. Apa kelebihan dan kelemahan dari struktur masyarakat yang majemuk? 10. Apakah yang dimaksud dengan mobilitas antarwilayah, Jelaskan!

66

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

LATIHAN AKHIR SEMESTER

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Timbulnya keinsafan seseorang dalam kehidupan masyarakat untuk mematuhi norma-norma kelompok disebut …. a. interaksi dengan norma sosial b. normalisasi dengan norma kelompok c. sosialisasi dengan norma kelompok d. internalisasi dengan norma kelompok e. eksternalisasi dengan norma kelompok 2. Jika anggota masyarakat menghina dan membicarakan seseorang yang dianggap berperilaku menyimpang, berarti masyarakat tersebut melakukan pengendalian sosial yang berupa …. a. cemoohan d. intimidasi b. desas-desus e. condolence c. gosip 3. Keluarga yang kurang harmonis akan menimbulkan dampak penyimpangan sebagai …. a. hasil sosialisasi tidak sempurna b. hasil sosialisasi dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang c. ketidakmampuan orang tua dalam mendidik d. kebebasan dalam pergaulan di masyarakat e. pengendalian internal yang tidak dilakukan orang tua 4. Proses industrialisasi akan mengubah struktur pekerjaan anggota masyarakat yaitu dari .… a. pekerjaan bercorak tradisional ke pekerjaan bercorak modern b. pekerjaan di sawah menjadi karyawan pabrik c. sektor pertanian ke sektor industri d. sektor pertanian ke industri dan jasa e. pekerjaan kasar ke pekerjaan halus

Latihan Akhir Semester

67

5. Berikut ini yang bukan merupakan ciri-ciri dari struktur sosial antara lain …. a. struktur sosial bersifat abstrak b. struktur sosial senantiasa berubah dan berkembang menuju struktur yang efisien dan efektif c. struktur sosial menjadi bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan hubungan antarwarga masyarakat d. struktur sosial menjadi landasan dalam proses sosial e. struktur sosial berisi perintah dan larangan bagi warga masyarakat 6. Bangunan abstrak suatu masyarakat yang berisi susunan secara hierarki dari kedudukan-kedudukan dalam masyarakat baik dalam dimensi vertikal maupun dalam dimensi horizontal dinamakan …. a. struktur masyarakat d. struktur sosial b. struktur ekonomi e. hierarki pemerintahan c. tata nilai 7. Adat-istiadat yang bersifat melengkapi aturan-aturan hukum tertulis pada umumnya mengandung norma …. a. tata cara d. pendidikan b. perjanjian e. agama c. sosial masyarakat 8. Klasifikasi orang-orang dalam masyarakat secara vertikal berdasarkan kriteria tertentu disebut …. a. klasifikasi sosial d. ketidaksamaan sosial b. stratifikasi sosial e. kebinekaan sosial c. deferensiasi sosial 9. Pelapisan sosial selalu terdapat di setiap kehidupan masyarakat, hal itu disebabkan oleh …. a. adanya struktur sosial yang unik di masyarakat b. struktur masyarakat yang kompleks c. adanya perlakuan yang diskriminatif d. kemajemukan masyarakat e. adanya sesuatu yang berharga dan bernilai, seperti uang atau emas 10. Ungkapan “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung” menunjukkan adanya dominasi dan pengakuan atas keunggulan kebudayaan …. a. Barat d. masyarakat asli b. Timur e. tidak ada jawaban yang benar c. masyarakat pendatang 11. Struktur sosial suatu masyarakat dalam dimensi horizontal dinamakan …. a. ketidaksamaan sosial d. kelompok sosial b. stratifikasi sosial e. deferensiasi sosial c. klasifikasi sosial
68
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

12. Berikut ini yang merupakan salah satu ciri dari struktur sosial adalah …. a. bersifat tetap b. bersifat konkret dan berkesinambungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain c. berfungsi sebagai alat kontrol terhadap perilaku warga masyarakat d. menjadi bagian dari sistem pengaturan tata kelakuan dan hubungan antarwarga masyarakat e. menjadi pedoman perilaku 13. Struktur sosial bersifat abstrak artinya …. a. selalu mengalami perubahan dan penyempurnaan b. tidak dapat diaktualisasikan c. tidak dapat dilihat dan tidak dapat diraba d. selalu berkaitan satu dengan yang lain membentuk sistem sosial e. menjadi pedoman ide-ide dari kelompok-kelompok dalam masyarakat 14. Untuk menjaga keutuhan masyarakat majemuk, dapat dilakukan sikap kooperatif, salah satunya adalah …. a. menyelenggarakan satu sistem tata hukum b. menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional c. adanya otonomi daerah d. sikap toleransi dan bahu-membahu antarkomponen masyarakat e. adanya transmigrasi dan pembauran bangsa 15. Perbedaan kebudayaan yang mengakibatkan pluralitas masyarakat Indonesia antara lain disebabkan oleh faktor alam yang berupa …. a. lokasi yang terisolasi satu dari lainnya b. perbedaan agama dan kepercayaan c. letak wilayah Indonesia di posisi silang d. bentuk geografis wilayah Indonesia e. jenis dan kesuburan tanah serta iklim yang berbeda 16. Berikut ini adalah langkah-langkah aktivitas menuju integrasi sosial masyarakat Indonesia, kecuali …. a. pendidikan HAM dan kewarganegaraan b. memperlakukan sama kepada semua warga negara c. membuat forum komunikasi lintas suku dan agama d. mendirikan lembaga-lembaga dan organisasi yang menggunakan dasar ras, suku, dan agama e. Pengembangan budaya daerah sebagai pilar kebudayaan nasional 17. Perhatikan pernyataan berikut ini! 1. Kedua belah pihak saling tidak suka. 2. Belum memberikan pernyataan ketidakcocokan kepada pihak manapun. 3. Saling memfitnah dan menyebarkan isu.
Latihan Akhir Semester

69

4. Ada benturan-benturan kepentingan. 5. Keduanya saling memberikan serangan rahasia untuk saling memusnahkan. Dari pernyataan tersebut di atas yang merupakan tanda-tanda dari misteri kontroversi adalah .... a. 1, 2, 3, 5 d. 1, 3, 4, 5 b. 1, 2, 4, 5 e. 2, 3, 4, 1 c. 2, 3, 4, 5 18. Suatu bentuk integrasi sosial yang bersifat lahiriah akibat adanya persamaan tugas dan profesi disebut …. a. ikatan formal d. integrasi sosial ideologi b. integrasi sosial instrumental e. social conformity c. konfigurasi 19. Salah satu perbedaan antara konflik dan kekerasan adalah …. a. konflik dilakukan oleh banyak pihak, kekerasan dilakukan satu orang atau lebih b. konflik adalah kekerasan dari dua belah pihak sedang kekerasan hanya sepihak c. konflik merupakan awal dari kekerasan d. kekerasan merupakan awal dari suatu konflik e. konflik lebih keras dan kejam daripada kekerasan 20. Lambatnya proses integrasi sosial bangsa Indonesia disebabkan oleh banyak faktor antara lain …. a. terdapat banyak suku yang primitif b. adanya kesenjangan sosial dan kebudayaan c. adanya primodialisme dan etnocentrisme dari rasa suku dan agama d. wilayah Indonesia sangat luas dan terpecah-pecah e. adanya otonomi daerah 21. Berikut ini yang bukan merupakan penyebab konflik sosial dalam masyarakat adalah …. a. adanya sikap fanatisme dan radikalisme b. perbedaan tata nilai yang bersumber dari perbedaan kebudayaan c. perbedaan kepentingan terhadap sesuatu yang bersifat terbuka d. minimnya peranan pemerintah e. perbedaan ras, suku, dan agama 22. Konflik antara buruh dengan majikannya dalam suatu peradaban, merupakan contoh dari konflik …. a. vertikal d. kelompok b. horizontal e. konflik politik c. individual

70

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

23. Beberapa contoh konflik di bawah ini yang bukan merupakan konteks yang bernuansa ekonomi adalah …. a. konflik perebutan ketua umum dalam NU b. konflik perebutan warisan c. perang antara India dan Pakistan memperebutkan batas negara d. perang antara Irak dengan tentara PBB di Irak e. konflik antarsopir angkot untuk memperebutkan penumpang 24. Di bawah ini yang bukan merupakan faktor pendorong integrasi sosial adalah …. a. adanya persamaan visi dan misi b. adanya persamaan ras dan sejarah asal-usul c. adanya persamaan peranan dan kedudukan d. adanya persamaan kepentingan e. adanya peranan ideologi 25. Watak khas masyarakat yang terpancar dari perilaku warga masyarakatnya disebut …. a. kesenian daerah d. identitas budaya b. peradaban e. etos kebudayaan c. identitas sosial 26. Pertentangan dapat berakibat positif bila…. a. memacu semangat untuk berprestasi b. menyebabkan satu pihak menjadi semakin giat berusaha c. menyadari kekalahan dan menggunakan sebagai cambuk untuk memperbaiki diri d. tidak bertentangan dengan pola-pola hubungan sosial e. justru dibuat untuk melahirkan kebenaran 27. Dalam suatu masyarakat dapat terjadi konflik, ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain: 1. bentrokan antarkepentingan 4. tumbuhnya solidaritas ingroup 2. adanya perubahan sosial 5. hancurnya manusia dan harta 3. adanya perbedaan pendirian Pertanyaan di atas yang benar adalah… a. 1, 2, dan 3 d. 2, 4, dan 5 b. 1, 3, dan 4 e. 1, 4, dan 5 c. 2, 3, dan 4 28. Dalam masyarakat terdapat berbagai cara dan upaya menghindari, mengurangi, serta mencegah konflik, atau yang disebut dengan mekanisme katup pengaman, adapun salah satu contohnya adalah….. a. memusyawarahkan persoalan yang dihadapi untuk mencari kesepakatan b. menyeimbangkan antara pihak-pihak yang bertikai c. menentukan pihak-pihak yang bertikai antara yang benar dan yang salah d. menghindari agar tidak terjadi kesalahpahaman antara anggota e. menjauhkan diri dari lingkungan-lingkungan yang terjadi konflik
Latihan Akhir Semester

71

29. Akomodasi merupakan usaha meredakan konflik, adapun cara meredakan konflik yang dilakukan oleh pihak ketiga tanpa adanya keputusan yang mengikat disebut…. a. konsiliasi d. mediasi b. kompromi e. stalemate c. adjudikasi 30. Contoh konflik antarkelas sosial adalah…. a. pertentangan antara Serbia dan muslim Bosnia b. pertentangan antara golongan dalam masyarakat c. pertentangan antara Amerika dengan Irak d. pertentangan antara buruh pabrik dengan majikannya e. pertentangan antara Korea Utara dengan Korea Selatan

B. Jawablah dengan singkat dan tepat!
1. Apakah yang dimaksud dengan mobilitas sosial? 2. Jelaskan kaitan antara struktur sosial dengan konflik sosial! 3. Jelaskan bagaimana keterkaitan antara struktur sosial dengan pola interaksi antarkomponen masyarakat! 4. Apakah yang dimaksud dengan struktur sosial yang tertutup? 5. Sebutkan persyaratan bagi seseorang untuk melakukan social climbing! 6. Struktur sosial yang seperti apakah yang paling baik menurut Anda? Apa alasannya? 7. Indonesia mempunyai struktur sosial yang majemuk. Apa maksudnya? 8. Bilamanakah seseorang mengalami social sinking? 9. Sebutkan macam-macam struktur sosial berdasarkan kekuasaan menurut Polybios! 10. Sebut dan jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik! 11. Sebut dan jelaskan cara-cara menyelesaikan suatu konflik sosial! 12. Apa manfaatnya bagi kita dengan mengetahui struktur sosial suatu masyarakat? 13. Apakah yang dimaksud dengan integrasi sosial? Apa tanda-tandanya? 14. Jelaskan perbedaan antara konflik dengan kekerasan! 15. Mengapa masyarakat yang majemuk seperti Indonesia rawan terjadi konflik? Jelaskan!

72

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

BAB IV
MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembahasan tentang masyarakat multikultural, diharapkan Anda akan memiliki pengetahuan dan lebih memahami tentang pengertian masyarakat multikultural, kelompok masyarakat multikultural, perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat, serta keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.

Sumber: Connexions, Februari 1997

Kelompok sosial pada dasarnya terhimpun secara alamiah berdasarkan orientasi persamaan keturunan, persamaan wilayah, persamaan ideologi, dan persamaan ras yang mengakar pada kehidupan bersama. Kelompok-kelompok sosial akan mengalami perkembangan dalam kualitas maupun kuantitasnya, sehingga membentuk suku-suku bangsa, kelompok umat beragama, kelompok-kelompok ras yang membentuk masyarakat dengan struktur sosial yang berdimensi multikultural.

Masyarakat Multikultural

73

Peta Konsep
Pengertian kelompok sosial dan masyarakat multikultural Ciri-ciri masyarakat multikultural Beberapa penyebab terbentuknya masyarakat multikultural Kelompok sosial dalam masyarakat multikultural
Terdiri atas

Pendahuluan Meliputi

Kelompok sosial dalam masyarakat multikultural

Mempelajari tentang

Perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat Keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural Langkah preventif untuk menyelesaikan berbagai masalah pada masyarakat multikultural
Meliputi

Kesatuan Kesatuan Kesatuan Kesatuan (asosiasi)

genealogis teritorial religius kepentingan

Keanekaragaman dalam bentuk agama dan kepercayaan Keanekaragaman dalam bentuk ras Keanekaragaman dalam bentuk suku bangsa

Kata Kunci
• Kelompok sosial • Masyarakat multikultural • Masyarakat majemuk • Ras • Struktur sosial • Keanekaragaman kelompok sosial • Perkembangan kelompok sosial

Sosio Motivasi Dalam bab ini akan diuraikan tentang kelompok sosial dalam masyarakat multikultural dalam pengertian konsep dan kenyataan sehari-hari. Anda harus memahami ini secara baik-baik, karena Anda selaku anggota masyarakat pasti akan berhubungan dengan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural yang ada. Mari kita pelajari bab ini!

74

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

A. Pendahuluan
1. Pengertian Masyarakat Multikultural
Konsep masyarakat multikultural berasal dari kata masyarakat yang artinya persekutuan hidup manusia yang menempati wilayah tertentu, sedang konsep multikultural berasal dari kata multi yang artinya banyak dan kata kultural yang artinya kebudayaan. Jadi secara etimologis masyarakat multikultural adalah masyarakat yang memiliki struktur atau tipe budaya lebih dari satu. Apabila Anda amati dengan saksama maka bangsa Indonesia merupakan salah satu contoh masyarakat multikultural. Hal ini disebabkan di Indonesia terdapat kebinekaan ras, suku, agama, serta adat istiadat kesukuan yang berbedabeda. Menurut seorang ahli Clifford Geertz, masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terbagi dalam sub-subsistem yang kurang lebih berdiri sendiri dan masing-masing subsistem terikat oleh ikatan-ikatan primordial. Masyarakat dengan struktur budaya yang berbeda-beda tersebut hidup dalam satu lingkungan pergaulan, sehingga diperlukan aturan permainan yang integrited dari seluruh struktur yang ada. Pada dasarnya masyarakat multikultural adalah masyarakat yang mempunyai sistem budaya lebih dari satu dan Gambar 4.1 orang bergotong biasanya melekat dalam kehidupan satu royong membangun sesuatu. suku bangsa. Sistem budaya ini merupakan warisan generasi pendahulu dari suku bangsa tersebut. Unsur-unsur budaya yang lengkap terdiri atas sistem komunikasi (bahasa), sistem religi, kesenian, ilmu pengetahuan, sistem teknologi, sistem mata pencaharian dan sistem organisasi Sumber: Tempo, 7-13 Nov 2005 sosial. Sistem budaya ini menjadi sarana Gambar 4.1 Bentuk persatuan dari sekeuntuk menyelenggarakan kehidupan bagi lompok kehidupan masyarakat multikultural suku bangsa dalam kehidupan sehari- yang harus selalu dilestarikan. hari.

2. Ciri-Ciri Masyarakat Multikultural
Seseorang sosiolog Indonesia J. Nasikun berpendapat bahwa suatu masyarakat bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara struktural memiliki sub-subkebudayaan yang bersifat deverse (bermacam-macam) yang ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari kesatuan-kesatuan sosial, serta sering munculnya konflik-konflik sosial.

Masyarakat Multikultural

75

Hal ini terlihat pada karakteristik masyarakat multikultural sebagaimana masyarakat Indonesia antara lain sebagai berikut. a. Masyarakat multikultural dalam kehidupan sehari-hari relatif lebih sulit membentuk suatu integrasi budaya, bahkan seolah-olah integrasi sosial budaya cenderung terpaksa. b. Dalam masyarakat multikultural cenderung lebih sering terjadi perubahanperubahan baik dalam kelembagaan maupun dalam sistem sosial budayanya. c. Masyarakat multikultural mempunyai peluang yang lebih banyak untuk terjadinya kompetisi hidup dan konflik sosial. d. Setiap masyarakat multikultural pasti memiliki lebih dari sistem budaya dan sistem tata nilai. e. Dalam masyarakat multikultural terdapat sub-subkebudayaan, kelembagaan, serta lembaga sosialnya lebih bersifat nonkomplementer artinya satu dengan yang lain tidak saling memberi dukungan.

3. Beberapa Penyebab Terbentuknya Masyarakat Multikultural
Kemajemukan masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor. Lima (5) faktor di antaranya yaitu faktor geologis, letak geografis, historis, wilayah yang berupa kepulauan, dan percampuran antarmasyarakat yang telah majemuk. a. Faktor Geologis Indonesia Secara sosiokultural, masyarakat Indonesia memiliki banyak tata nilai, kelembagaan serta struktur sosial. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh sejarah kehidupan yang panjang di masa lalu yang bersumber dari berbedanya struktur geologi beserta tata kehidupan yang ada di atasnya. Secara geologi Indonesia terdiri atas tiga zone yang berbeda sebagai berikut. 1) Zona Geologi Indonesia Timur Meliputi daerah Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua menjadi satu struktur geologi dengan Australia dan pulau-pulau di sekitarnya. Oleh karena itu, struktur flora, fauna, dan manusianya merupakan satu rumpun dengan kawasan Australia dan Melanesia (Ras Melanosoid). 2) Zona Geologi Indonesia Tengah Meliputi pulau-pulau di Sulawesi dan sebagian Nusa Tenggara Barat. Pada daerah geologi ini jenis flora, fauna, dan manusianya merupakan satu rumpun dengan Filipina, Jepang, Cina, dan Korea. 3) Zona Geologi Indonesia Barat Meliputi pulau Sumatra, Jawa, Madura, Bali, dan Kalimantan menjadi satu struktur geologi dengan Asia. Struktur flora, fauna, termasuk manusianya merupakan satu rumpun dengan kawasan Asia Tenggara pada umumnya (Malayan Mongoloid).

76

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

b. Faktor Letak Geografis Indonesia Apabila kita perhatikan peta Asia Tenggara, posisi Indonesia sebelum kemerdekaan merupakan kawasan yang strategis. Letak Indonesia menjadi tempat persilangan transportasi laut dunia terutama yang melalui perairan selat Malaka. Kondisi letak geografis yang strategis menyebabkan Indonesia sering dikunjungi atau disinggahi bangsa-bangsa lain yang mempunyai jenis ras dan struktur budaya yang berbeda-beda, seperti orang-orang Arab, Jepang, Cina, India, Eropa, dan bangsa-bangsa lainnya. Pengaruh persinggahan ini telah membekas dalam bentuk percampuran ras dan percampuran unsur-unsur budaya tertentu, sehingga membuat bangsa Indonesia saat ini merupakan bangsa yang multikultural dan multietnis. c. Faktor Bentuk Wilayah yang Berupa Kepulauan Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas 17.677 buah pulau besar dan kecil yang sebagian ditempati untuk permukiman penduduk. Wilayah yang terpecah-pecah tersebut memungkinkan kelompokkelompok masyarakat dalam satu pulau terpisah pergaulannya dengan pulau yang lain, sehingga struktur budayanya berkembang sendiri-sendiri. Sebagai akibatnya maka terbentuklah suatu perbedaan-perbedaan antara satu dengan yang lain. Itulah sebabnya mengapa di Indonesia banyak sekali suku-suku bangsa besar maupun kecil dengan struktur budaya yang berbeda-beda. d. Faktor Historis Pemerintahan Sebelum Kemerdekaan Salah satu penyebab kemajemukan masyarakat Indonesia adalah secara histori bangsa Indonesia berkali-kali dijajah dan dikuasai bangsa lain dalam waktu yang relatif lama yang memiliki struktur budaya berbeda-beda. Pada masa penjajahan para penjajah cenderung melakukan penetrasi budaya masing-masing kepada masyarakat Indonesia, sehingga membekas dalam struktur budaya yang sekarang. e. Faktor Percampuran Antarmasyarakat Komunikasi dan percampuran antarras dan suku bangsa akan menghasilkan masyarakat yang semakin majemuk baik dalam bentuk suku, ras, budaya, dan agama. Budaya yang berbeda pada masyarakat multikultural menyebabkan struktur budaya bercampur secara kompleks, sehingga melahirkan corak budaya baru yang lebih beraneka ragam dari corak kebudayaan sebelumnya. Aplikasinya bisa muncul dalam Sumber: Tempo, 22 Agustus 2004 bentuk perpaduan bahasa, perpaduan pakaian, Gambar 4.2 Kesenian barongsai satu bentuk budaya dari kehidupan masakan, adat istiadat, perumahan, maupun sub- masyarakat multikultural. subkebudayaan yang lain.

Masyarakat Multikultural

77

Sosio Kecakapan Sosial 1. Ceritakan kembali faktor-faktor apa saja yang mempunyai sumbangan besar dalam pembentukan struktur masyarakat Indonesia yang majemuk! 2. Beri contoh restrukturisasi yang perlu dilakukan pada masyarakat Indonesia saat ini, beserta alasannya! 3. Tulislah analisis Anda pada selembar kertas dan serahkan hasilnya kepada guru untuk dinilai!

B. Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
1. Pengertian Kelompok Sosial
Pada dasarnya kelompok sosial merupakan persekutuan hidup yang terdiri atas orang-orang dalam masyarakat dan terbentuk atas dorongan-dorongan tertentu. Dorongan-dorongan ini dapat terbentuk dari adanya kepentingan yang sama, tempat tinggal yang sama, kepercayaan yang sama, ataupun adat istiadat dan budaya yang sama. Pada masyarakat tradisional kelompok-kelompok sosial cenderung terbentuk secara alamiah berdasar pada ikatan persamaan darah dan keturunan dalam wujud keluarga batih, extended family, sehingga terbentuk kerabat dan suku bangsa. Melalui ikatan kelompok sosial inilah mereka menjalin kehidupan bersama berdasarkan struktur budaya yang sama pula yang diwariskan dari leluhur mereka. Pada masyarakat modern kelompok-kelompok sosial cenderung terbentuk atas dasar persamaan kepentingan (asosiasi). Kelompok sosial seperti ini banyak muncul di tengah-tengah masyarakat modern untuk mengembangkan kehidupan dan upaya pemenuhan kebutuhan yang mereka miliki, misalnya kelompok-kelompok dagang, kelompok-kelompok olahraga, kelompokkelompok profesi, dan lain-lain.

2. Faktor-Faktor yang Mendorong Terbentuknya Kelompok Sosial
Secara naluriah bahwa masyarakat merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan mandiri tanpa pertolongan dan keberadaan orang lain. Setiap individu mempunyai naluri untuk melakukan integrasi dengan orang lain dengan dorongan-dorongan sebagai berikut. a. Dorongan Saling Membutuhkan Dalam mempertahankan hidupnya manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seringkali pemenuhan terhadap kebutuhankebutuhan ini tidak dilakukan sendirian, melainkan memerlukan bantuan dan kebersamaan dengan manusia yang lain. Pada mulanya manusia hidup dengan
78
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

berburu dan menangkap ikan (hunting and fishing) serta mengumpulkan hasilhasil hutan (forest gathering). Untuk melakukan hal tersebut manusia bergabung dengan manusia lain, sehingga dapat memperoleh apa yang diinginkan yaitu binatang-binatang buruan, ikan, serta berbagai macam hasil hutan untuk mempertahankan hidupnya. Dalam perkembangannya kemudian manusia hidup secara menetap dengan aktivitas bercocok tanam (agricultural), serta yang lebih maju lagi adalah di bidang industri. Melalui aktivitas menggabungkan diri dengan individu yang lain maka manusia dapat bertahan hidup dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya. Dalam era kehidupan modern seperti sekarang ini kebersamaan dengan individu lain memiliki makna sosial yang sangat besar. Hal tersebut dapat dilihat dari adanya komunikasi dan transaksi dagang dalam bentuk pertukaran produk barang antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain dalam lingkup negara maupun lingkup internasional. b. Dorongan untuk Menjaga Kelangsungan Keturunan Pada saat manusia mengalami proses pendewasaan maka muncul dorongan seksual pada setiap manusia baik laki-laki Gambar 4.3 pesta pernikahan maupun perempuan untuk saling tertarik dalam rangka membentuk kehidupan bersama dan meneruskan keturunan. Secara naluriah antara laki-laki dan perempuan memiliki daya tarik satu dengan yang lain, serta berkeinginan untuk bergabung membentuk sebuah keluarga dalam rangka mengembangkan dan Sumber: Foto Budi meneruskan keturunan mereka agar tidak Gambar 4.3 Terjadinya perkawinan sebagai punah. Naluri seperti ini sama dengan faktor pendorong awal terbentuknya kelompok sosial. makhluk-makhluk yang lain baik binatang maupun tumbuh-tumbuhan, tetapi manusia memiliki kultur yang paling tinggi dalam hidup perkawinan dalam rangka meneruskan dan mengembangkan keturunannya. Pada masa awal kehidupan manusia, perkawinan dilakukan secara adat oleh tokoh-tokoh adat dengan sistem tertentu sehingga terjadilah keluargakeluarga yang disepakati di dalam kelompoknya. Dalam perkembangan kehidupan modern seperti sekarang ini perkawinan merupakan salah satu kebutuhan asasi manusia yang lebih banyak didominasi oleh pertimbanganpertimbangan akal daripada pertimbangan-pertimbangan yang bersifat tradisi di bawah pimpinan tokoh-tokoh adat. Pada hakikatnya makna perkawinan untuk mengembangkan dan meneruskan keturunan relatif sama dari sejarah kehidupan manusia awal hingga kehidupan modern sekarang ini.

Masyarakat Multikultural

79

c. Dorongan untuk Hidup dan Bekerja Sama Ada kalanya pekerjaan yang dihadapi oleh individu jauh lebih besar dari kemampuannya untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Dalam keadaan yang demikian ini manusia terdorong untuk bekerja sama dengan manusia yang lain dalam rangka menyelesaikan pekerjaan yang besar. Dalam taraf perkembangan kehidupan manusia peradaban makin lama makin berkembang, sehingga seringkali manusia tidak mampu mengatasi kebutuhannya sehari-hari secara sendirian melainkan memerlukan kerja sama dengan individu yang lain. Misalnya, untuk membuat rumah, mengerjakan ladang, dan sawah, memiliki hajat perkawinan, serta dalam upacara-upacara keagamaan dan upacara adat lainnya. Untuk mengatasi hal itu maka manusia terdorong untuk melakukan kerja sama dengan manusia lain untuk menghadapi tantangan kebutuhan hidup dalam skala yang lebih besar. d. Dorongan Faktor Keamanan Tidak selamanya lingkungan alam dan lingkungan sosial yang ada di sekitar kita selalu aman, tetapi kadang-kadang muncul kondisi-kondisi yang membahayakan. Pada saat itulah manusia bersatu untuk menghadapi tantangan, baik tantangan terhadap alam, seperti panas, hujan, banjir, badai, gempa bumi, dan lain-lain maupun tantangan oleh kelompok-kelompok lain seperti pencuri, perampok, dan penjahat. Dalam perjalanan hidup manusia, kondisi lingkungan alam dan lingkungan sosial telah memaksa manusia untuk bergabung dengan manusia yang lain dalam menghadapi ganasnya alam dan serangan dari kelompok-kelompok yang lain. Atas dasar dorongan tersebut manusia-manusia primitif pada awalnya membentuk koloni-koloni hidup atas dasar keluarga dan kerabat untuk menghadapi tantangan alam dan lingkungan sosial. Hal tersebut yang mendorong manusia untuk membentuk kelompok sosial. e. Dorongan untuk Memperoleh Efektivitas Kerja Secara naluriah semua orang ingin hidup lebih baik dari sebelumnya. Hal itu menyebabkan orang perlu melakukan perbaikan terhadap bagian-bagian dari kehidupannya yang dirasa kurang sesuai. Dalam kehidupan masyarakat modern manusia terdorong untuk melakukan pekerjaan secara lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dalam skala yang sangat besar. Langkah-langkah yang ditempuh antara lain dengan membentuk kongsi-kongsi dagang atau asosiasi-asosiasi untuk mengemban tujuan dalam skala yang sangat besar. Melalui dorongan inilah di dalam dunia modern terdapat kelompok-kelompok olahraga seperti perserikatan sepak bola, kelompok seni seperti kelompok tari, kelompok teater, dan kelompok-kelompok dagang seperti PT, koperasi, serta kelompok-kelompok sosial dan budaya yang ada dalam masyarakat.

80

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

3. Tipe-Tipe Kelompok Sosial
Di dalam masyarakat terdapat tipe-tipe kelompok sosial, antara lain kelompok sosial yang didasarkan atas ikatan darah dan keturunan, ikatan kepentingan, ikatan persamaan wilayah, serta ikatan kesamaan struktur religi. a. Kelompok Sosial sebagai Kesatuan Teritorial (Community) Individu-individu dalam masyarakat selalu melakukan jalinan-jalinan kerja sama dengan orang lain dalam bentuk jalinan yang tetap maupun jalinan yang tidak tetap. Jalinan yang tetap terjadi karena wilayah yang saling berdekatan, sehingga terikat oleh kesamaan wilayah. Pada dasarnya kesatuan teritorial adalah kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat yang terbentuk atas dasar persamaan wilayah tempat tinggal. Contoh, sebagaimana kita alami bahwa kita terikat dengan tetangga dan terikat dengan warga kampung pada kelurahan yang sama. Inilah kesatuan sosial yang terikat oleh adanya persamaan lokalitas atau teritorial yang sama yang disebut kesatuan genealogis. Dalam skala besar kesatuan genealogis ini dapat berbentuk masyarakat dalam provinsi yang sama, negara yang sama, bahkan regional dan benua yang sama. Melalui lokalitas teritorial yang sama inilah terdorong tingkatan kerja sama di berbagai segi kehidupan, baik dalam bidang ideologi, politik, sosial ekonomi, budaya, dan hankam. Aktualisasi kesatuan teritorial ini dapat dicontohkan sebagai berikut. Negara Republik Indonesia yang terdiri atas masyarakat provinsi Nanggroe Aceh Darusalam, Sumatra Utara, sampai Papua, kesemuanya memiliki sub-sub wilayah dalam bentuk wilayah kabupaten dan kota yang di dalamnya terdiri atas sub-subwilayah dalam bentuk kecamatan, kelurahan hingga RT dan RW. Baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar kesatuan masyarakat ini dinamakan kesatuan teritorial. b. Kelompok Sosial sebagai Kesatuan Genealogis Secara fundamental kesatuan genealogis merupakan kesatuan murni yang terdorong oleh persamaan darah dan keturunan. Sejak awal manusia hidup mengelompok dengan orang-orang yang sedarah dan keturunan dalam bentuk keluarga dan kerabat. Pada dasarnya kesatuan genealogis adalah kelompokkelompok sosial yang terbentuk atas dasar persamaan darah dan keturunan. Pada kelompok sosial ini diawali dari terbentuknya keluarga batih yang kemudian berkembang menjadi keluarga besar dengan beberapa pasangan suami istri dan kemudian berkembang menjadi kerabat. Kerabat adalah himpunan orangorang yang masih memiliki hubungan darah relatif dekat dan kuat yang berasal dari perkembangan keluarga dan keluarga luas (extended family). Melalui proses yang sangat panjang kerabat-kerabat ini akan membentuk kelompok-kelompok suku bangsa dalam kuantitas yang kecil, menengah, hingga kelompok suku bangsa yang besar.

Masyarakat Multikultural

81

Aktualisasi keberadaan kesatuan genealogis ini dapat dicontohkan sebagai berikut. Pada masyarakat suku Batak kita mengenal beberapa subsuku yaitu Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Samosir, dan lain-lain. Dari sub-sub tersebut terdapat banyak marga seperti marga Manurung, Simanungkalit, Tobing, dan lain-lain yang merupakan subetnis gabungan dari beberapa extended family. Apabila diteliti lebih lanjut maka tiap-tiap extended family ini terdiri atas keluarga-keluarga yang tersebar di kawasan Sumatra Utara bahkan di kawasan seluruh Indonesia. Kelompok sosial yang seperti inilah yang dinamakan kesatuan genealogis. c. Kelompok Sosial sebagai Kesatuan Religius Kesatuan religius biasanya memiliki ikatan yang sangat kuat, karena sentimen di antara mereka terbentuk oleh kesamaan ide dan kepercayaan yang melekat dalam kehidupannya. Pada dasarnya kesatuan religius adalah kelompok sosial yang terbentuk atas dasar persamaan agama atau kepercayaan tertentu. Kesatuan-kesatuan religius ini tidak terikat pada persamaan darah, persamaan wilayah, ataupun persamaan kepentingan, melainkan mereka terikat sebagai satu keluarga besar yang memiliki kepercayaan yang sama. Melalui kesamaan agama atau kepercayaan inilah terbangun komunikasi dan kerja sama yang erat antara anggota yang satu dan anggota yang lain yang tersebar di dalam lingkungan negara, benua, bahkan seluruh penjuru dunia. Aktualisasi kesatuan religius ini dapat dicontohkan sebagai berikut. Di seluruh dunia ada banyak agama dan kepercayaan, misalnya Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Khong Huchu, beberapa agama, dan kepercayaan lainnya. Kelompok-kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan agama tersebut terstruktur secara hierarki dalam kehidupan keagamaan melalui kegiatan-kegiatan spiritual sesuai dengan syariat agamanya masing-masing. Dalam perkembangannya kesamaan agama dan kepercayaan ini berimbas pada munculnya berbagai macam kerja sama baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial budaya, sampai terbentuknya kelompok-kelompok negara yang mempunyai struktur ideologi yang sama. d. Kelompok Sosial sebagai Kesatuan Kepentingan (Asosiasi) Dalam kehidupan modern manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya dengan memadukan kepentingan hidupnya dengan orang-orang yang seprofesi sehingga terbentuklah ikatan asosiasi. Asosiasi atau kesatuan kepentingan adalah kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat yang terbentuk atas dasar persamaan kepentingan. Perwujudan konkret dalam kehidupan masyarakat asosiasi ini bisa dalam bentuk ikatan olahraga, kelompok-kelompok kesenian kelompok-kelompok dagang, dan lain sebagainya. Aktualisasi dari keberadaan asosiasi dalam masyarakat yang ada di sekitar kita antara lain perseroan terbatas (PT) yang di dalamnya terdapat struktur orang-orang yang tergabung dalam PT tersebut untuk menjalin kerja sama struktural dalam mewujudkan tujuan bersama.
82
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

e. Kesatuan Sosial Campuran (Kombinasi) Dalam era kehidupan modern kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat tidak lagi berorientasi pada persamaan darah dan keturunan, persamaan agama, melainkan dibentuk atas dasar orientasi campuran yaitu agama dan kepercayaan, wilayah, dan kepentingan atau percampuran dari unsur-unsur yang lain. Kecenderungannya selalu berorientasi pada kesatuan campuran yang menitikberatkan orientasi pada persamaan kepentingan. Misal, terbentuknya koperasi, yayasan, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, dan lain-lain. Sosio Kecakapan Sosial 1. Buatlah kelompok diskusi yang terdiri 4-5 orang! 2. Diskusikan tentang tipe-tipe kelompok sosial yang ada di sekitar Anda! 3. Tulislah hasil diskusi tersebut pada selembar kertas dan serahkan hasilnya kepada guru untuk dinilai!

C. Perkembangan Kelompok Sosial dalam Masyarakat
Melalui proses sosial yang berlangsung dari waktu ke waktu, kelompokkelompok sosial dalam masyarakat terus mengalami perkembangan menuju pada titik keserasian tata hubungan serta efektivitas dalam memperoleh pemenuhan kebutuhan hidup. Di sisi lain perkembangan kelompok-kelompok sosial juga dipengaruhi oleh faktor-faktor komunikasi dengan struktur budaya masyarakat lain misalnya struktur ekonomi, struktur ideologi, struktur politik, dan lain-lain.

1. Perkembangan Kelompok-Kelompok Sosial dalam Kesatuan Teritorial
Dengan kemajuan telekomunikasi dan transaksi antarindividu dalam skala teritorial yang makin luas, kelompok-kelompok sosial yang terbentuk atas dasar kesamaan teritorial (community) makin lama akan makin menipis. Rasa persatuan orang-orang dalam satu teritorial tertentu akan makin berkurang dengan lancarnya komunikasi dan transportasi antarmanusia dalam lintas yang luas. Kondisi seperti ini dapat kita rasakan dengan gejala-gejala sebagai berikut. a. Menurunnya solidaritas sosial warga masyarakat secara umum dalam lingkup wilayah RT, RW, kelurahan, hingga kecamatan. b. Menurunnya semangat kebangsaan akibat pergaulan antarindividu yang mendunia, sehingga mengabaikan kepentingan-kepentingan kebangsaannya dan lebih mengutamakan kepentingan individualnya.

2. Perkembangan Kelompok-Kelompok Sosial dalam Kesatuan Genealogis
Dalam perkembangan peradaban kelompok-kelompok sosial atas dasar kesatuan genealogis, muncullah bentuk-bentuk perkembangan yang bersifat alamiah antara lain suku-suku bangsa yang merupakan perkembangan dari
Masyarakat Multikultural

83

keluarga extended family dan kerabat. Di Indonesia kelompok-kelompok ini masih bertahan dalam bentuk suku Aceh, Batak, Melayu, Jawa, Sunda, Bali, Sasak, Ende, Ambon, Dayak, Toraja, Bugis, Asmat dan masih banyak lagi. Melalui perkembangan peradaban menuju masyarakat yang modern kelompokkelompok sosial yang mempunyai kesamaan darah dan keturunan serta sejarah asal usul ini akan mengalami pemudaran apabila komunikasi makin canggih dan teknologi semakin mutakhir.

3. Perkembangan Kelompok-Kelompok Sosial dalam Kesatuan Kepentingan
Dengan perkembangan peradaban yang makin modern kelompok sosial yang terbentuk atas dasar persamaan kepentingan memiliki perkembangan paling pesat dari kelompok sosial yang lain. Dalam kelompok ini akan terjalin lintas ras, lintas suku, dan lintas agama dalam teritorial yang mendunia. Manusia modern cenderung mengutamakan perhitungan-perhitungan menuju pemenuhan kebutuhan hidup dalam skala besar. Adapun contoh-contoh dari kesatuan kepentingan (asosiasi) ini adalah terbentuknya kesatuan-kesatuan ekonomi, politik, dan sosial budaya tingkat dunia.

4. Perkembangan Kelompok-Kelompok Sosial dalam Kesatuan Religius
Sebagaimana kita jumpai dalam kehidupan masyarakat sehari-hari bahwa kelompok-kelompok religius ini menyatu dalam kegiatan keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Melalui kesamaan ideologi keagamaan inilah hingga kini masih tetap terjalin kelompok-kelompok sosial dengan nuansa religius. Adapun wujud nyata dari kesatuan religius ini adalah munculnya kelompok-kelompok sosial dalam bentuk umat beragama. Proses perubahan dan perkembangan pada masyarakat multikultural pada dasarnya akan berlangsung lebih kompleks daripada perubahan pada masyarakat yang berstruktur heterogen. Di sisi lain hubungan dan pengaruh timbal balik antarkomponen masyarakat pada masyarakat multikultural akan jauh lebih sulit. Hal ini disebabkan masing-masing komponen masyarakat (suku bangsa) memiliki struktur budaya yang berbeda-beda, adat istiadat yang berbeda-beda, dan tata nilai yang berbeda-beda pula. Untuk itu diperlukan sikap arif dan tenggang rasa agar hubungan-hubungan yang terjadi bersifat kooperatif dan akomodatif mampu melahirkan gerak perubahan sosial budaya yang lebih bersifat progresif. Perubahan progresif pada dasarnya perubahan yang menumbuhkan suatu perkembangan yang positif yang ditandai dengan peningkatan keharmonisan di antara komponen masyarakat yang berbeda sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Pada masyarakat multikultural yang memiliki struktur budaya dengan tata nilai yang berbeda-beda lebih memungkinkan terjadinya perbedaan persepsi yang mengarah pada terjadinya konflik baik secara vertikal maupun secara horizontal. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengantisipasi terhadap hal tersebut adalah sebagai berikut.
84
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

a. Sikap Toleransi dan Empati dalam Hubungan Keanekaragaman Sebagai masyarakat multikultural yang rentan terhadap perubahan dan konflik, sejak jauh-jauh hari kita harus mengembangkan rasa toleransi dan sikap empati kepada unsur-unsur masyarakat yang lain sekalipun memiliki struktur budaya, struktur ras, maupun struktur agama yang berbeda. Sikap-sikap riil itu dapat diwujudkan dengan aktivitas sebagai berikut. 1) Ikut merasakan penderitaan bagi masyarakat lain dan secara aktif mengambil peran untuk mengurangi atau mengatasi penderitaan masyarakat tersebut. 2) Menjaga keutuhan di antara komponen-komponen masyarakat yang berbeda. 3) Memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang tanpa membedakan latar belakang ras, suku dan agama, asal daerah, maupun gender. 4) Menjunjung tinggi perbedaan-perbedaan sebagai perwujudan dari penghargaan kepada setiap manusia yang memiliki hak-hak fundamental yang sama. 5) Menempatkan kepentingan komponen-komponen masyarakat yang lain setara dengan kepentingan kita, sehingga tidak ada komponen masyarakat yang merasa diabaikan kepentingannya. 6) Ikut bertanggung jawab secara moral terhadap keberadaan dan kelangsungan hidup semua komponen masyarakat sekalipun memiliki struktur budaya, ras, dan agama yang berbeda dengan diri kita. 7) Mengembangkan sikap tenggang rasa dan bersedia bekerja sama bahumembahu untuk mewujudkan kepentingan bangsa dan negara. b. Sikap dalam Menghadapi Perubahan Kebudayaan Menurut pendapat J.S. Rolicek dan R.L. Warren dalam bukunya pengantar sosiologi, perubahan kebudayaan adalah satu proses melaluinya berbagai bagian dalam satu kebudayaan itu berubah sepanjang waktu senantiasa mengikuti proses dalam derajat tertentu. Sebagaimana kita ketahui bahwa tak ada satu masyarakat pun yang berhenti dari proses perubahan. Perubahanperubahan itu pasti terjadi sebagai bentuk perwujudan penyesuaian terhadap alam dan kondisi sosial budaya sesuai dengan perkembangan zaman. Pada hakikatnya perubahan-perubahan kebudayaan harus diarahkan menuju perubahan-perubahan yang progresif dengan tetap memerhatikan sendi-sendi kebudayaan daerah. Ini berarti bahwa tidak semua unsur kebudayaan yang merupakan warisan generasi terdahulu harus dipertahankan, melainkan dapat dirubah dan disesuaikan dengan perkembangan zaman atau bahkan dirubah secara total karena sudah tidak sesuai dengan tuntutan kehidupan yang sekarang. Berikut adalah sikap-sikap nyata dalam menghadapi setiap perubahan. 1) Mengembangkan unsur-unsur budaya lokal sedemikian rupa, sehingga mampu memberikan kontribusi setiap kepentingan bangsa. 2) Memelihara kelangsungan hidup budaya-budaya lokal yang memiliki nilainilai luhur dan menjadi pedoman perilaku secara fundamental bagi masyarakat Indonesia. 3) Menghilangkan atau menghapus budaya-budaya lokal yang dirasa sudah tidak sesuai dengan taraf perkembangan zaman sekarang.
Masyarakat Multikultural

85

4) Membuka seluas-luasnya semua pengaruh dari bangsa lain dalam bentuk apapun dan dalam waktu apapun sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai etika dan estetika dari kepribadian bangsa kita. 5) Melakukan seleksi dari semua pengaruh budaya asing dengan prinsip menerima budaya-budaya yang menguntungkan dan menolak budayabudaya yang merugikan atau yang diperkirakan dapat mengikis unsur-unsur kebudayaan lokal. Apabila sikap-sikap ini dapat diaktualisasikan oleh semua warga masyarakat yang berstruktur multikultural, maka akan terjadi suatu kehidupan yang bertumpu pada kehidupan bersama yang harmonis. Sosio Vokasional 1. Carilah buku-buku sosiologi yang membahas tentang masyarakat multikultural! 2. Uraikan menurut pendapat Anda bagaimana perkembangan kelompok sosial sebagai akibat dari proses sosial dalam masyarakat multikultural! 3. Faktor-faktor apa yang memengaruhi perkembangan kelompokkelompok sosial dalam masyarakat multikultural? 4. Bagaimana langkah-langkah untuk meningkatkan integritas pada masyarakat multikultural? 5. Tulislah hasil telaah Anda pada buku tugas dan serahkan kepada guru untuk dinilai!

D. Keanekaragaman Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural
1. Keanekaragaman dalam Bentuk Agama dan Kepercayaan
Keanekaragaman agama sangat berbeda dengan proses terbentuknya keanekaragaman ras maupun suku bangsa. Keanekaragaman agama merupakan proses pangggilan yang bersifat intuitif dari Sang Pencipta kepada umat manusia. Berbicara soal agama dan kepercayaan, agama merupakan kepercayaan yang telah berkembang secara sistematis sehingga memiliki kalender kegiatan tetap, serta syariat baku yang diyakini oleh para penganutnya. Agama berkembang seiring dengan tingkat peradaban manusia dan akan selalu ada sepanjang masa. Agama ditinjau dari sosiologis pada hakikatnya adalah himpunan norma-norma yang berisi petunjuk-petunjuk hidup agar manusia dapat memperoleh kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat. Kepercayaan merupakan suatu kesatuan religius dengan struktur yang tidak jelas, tetapi memiliki fungsi yang hampir sama, antara lain agar manusia memperoleh ketenangan, ketenteraman, dan keberhasilan baik di dunia maupun di akhirat.

86

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Agama dan kepercayaan mempunyai kesamaan di dalam fungsinya yaitu sebagai cara agar manusia dapat kerkomunikasi dengan Tuhan dan selanjutnya memperoleh rahmat dan petunjukNya, sehingga manusia akan memperoleh kebahagiaan dan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Satu hal yang membedakan antara agama dan kepercayaan adalah bahwa agama lebih bersifat sistematis di dalam perhitungan kalender religi serta petunjuk-petunjuk pada setiap perilaku bagi para penganutnya, sedangkan kepercayaan struktur dan sistematikanya kurang jelas. Kebinekaan agama akan menumbuhkan kebinekaan budaya yang bersumber dari agama yang ada di dalam masyarakat. Penghayatan agama memungkinkan munculnya bahasa, peralatan dan perlengkapan hidup, serta adat istiadat yang melekat dengan kepercayaan dalam agama tertentu. Dengan keanekaragaman agama yang ada telah memunculkan kebinekaan budaya dalam bentuk artefak maupun dalam bentuk pola perilaku. Ada lima agama besar di Indonesia yaitu agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, sedangkan kepercayaan-kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa hampir di setiap daerah ada dengan struktur yang kurang jelas, tetapi masih tetap bertahan hingga sekarang. Misal, masyarakat Dayak menganut kepercayaan yang disebut Kaharingan, dalam kepercayaan ini warga masyarakat sangat mendambakan dan memuja dewa-dewa dengan roh para leluhurnya. Di Jawa masih terdapat beberapa aliran kepercayaan seperti aliran Pangestu (Paguyuban Ngesti Tunggal), aliran Sukmo Sejati, aliran Kasunyatan dan lain-lain. Adapun distribusi dari penganut-penganut agama dan kepercayaan di Indonesia adalah sebagai berikut. a. Agama Islam Agama Islam merupakan agama mayoritas di Indonesia yang hampir merata di seluruh tanah air, kecuali di Bali, Papua, Sumatra Utara, dan Sulawesi Utara. b. Agama Kristen Di Indonesia agama Kristen merupakan agama besar yang kedua setelah agama Islam. Penganutnya banyak terdapat di Provinsi Maluku, sebagian Sulawesi Tengah dan Utara, sebagian Sumatra Utara, dan beberapa kota besar di Jawa. c. Agama Katolik Agama Katolik merupakan agama terbesar ketiga setelah agama Kristen dan Islam. Agama katolik berpusat di Roma Italia, dengan pemimpin besar Paus Benedictus XVI. Di Indonesia penganut agama katolik sebagian besar berada di wilayah Indonesia bagian timur. d. Agama Hindu Agama Hindu merupakan agama yang sangat tua usianya. Setidaknya awal abad ke-6 agama ini telah mulai berkembang di Indonesia dari Kerajaan Kutai, Kediri, Singosari, Majapahit hingga Kerajaan Pajang. Peninggalan sejarah dari kebudayaan agama Hindu bayak dijumpai di Indonesia. Misal, berbagai macam candi, salah satunya adalah Candi Prambanan di Jawa Tengah.
Masyarakat Multikultural

87

e. Agama Buddha Agama Buddha juga merupakan agama yang cukup tua berkembang di Indonesia. Ajaran agama Buddha yang berasal dari India sampai di Indonesia melewati pedagang Gujarat, dan mulai berkembang di wilayah Indonesia khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

2. Keanekaragaman dalam Bentuk Ras
Pada dasarnya ras merupakan kelompok orang yang memiliki ciri-ciri fisik yang relatif sama. Ciri-ciri fisik ini meliputi warna kulit, postur tubuh, bentuk dan warna rambut, dan karakteristik pada raut muka seperti hidung, bola mata, dan bibir. Beberapa jenis ras dalam kelompok besar di dunia, antara lain sebagai berikut. a. Ras Caucasoid Di Eropa dengan struktur alam yang relatif Sumber: CD Clipart dingin akan memengaruhi tipe ras yang berada Gambar 4.4 Keanekaragaman bentuk ras. di sana dengan warna kulit putih, rambut pirang dan manik mata berwarna biru yang lazim disebut ras Caucasoid atau orangorang kulit putih. Ras ini merupakan cikal bakal ras di benua Eropa dengan ciri-ciri fisik postur tubuh tinggi besar ± 180 cm, dengan warna kulit putih, mata biru, hidung mancung, dan bibirnya sangat tipis. Ras ini masih terbagi menjadi 4 kelompok yaitu ras Nordic Caucasoid, Alpin Caucasoid, Mediteran, dan Indic. Ras Nordic Caucasoid pada umumnya berada di kawasan Eropa utara seperti Norwegia, Swedia, Finlandia, Islandia, dan mempunyai salah satu ciri khusus yaitu rambutnya pirang putih dan kulitnya putih pucat. Ras Alpin Caucasoid berada di kawasan Eropa tengah seperti Belanda, Belgia, Polandia, sebagian Jerman, dan Cekoslovakia, dengan ciri khusus rambutnya pirang merah dan kulitnya putih kemerah-merahan. Ras Mediteran berada di Eropa utara seperti Spanyol, Portugal, Prancis, Italia, Inggris termasuk Irlandia, dengan ciri-ciri khusus kulitnya putih kehitam-hitaman dan rambutnya hitam. Ras Indic Caucasoid berada di kawasan Timur Tengah seperti Afganistan, Pakistan, sebagian Saudi Arabia, sebagian Irak dan Iran, dengan ciri-ciri khusus rambutnya hitam keriting, kulitnya kehitam-hitaman, dan dengan bulu jambang yang tebal. b. Ras Mongoloid Benua Asia mempunyai tipe ras asli dengan warna kulit kuning dan sawo matang, postur tubuh sedang, bentuk bibir dan hidung biasa, ras ini lazim disebut ras Mongoloid. Dalam perkembangannya ras Mongoloid berbeda-beda antara ras yang tinggal di Asia Tengah dan Asia Tenggara.

88

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Perbedaan ini terdapat pada warna kulitnya. Pada dasarnya ras Mongoloid merupakan cikal bakal di Asia dengan ciri-ciri fisik postur tubuh sedang ± 165-170 cm dengan rambut lurus, kulit sawo matang hingga kekuningkuningan, manik mata hitam, bibir, dan hidung biasa. Ras ini masih terbagibagi menjadi 3 kelompok ras, yaitu ras Asiatik Mongoloid, Malayan Mongoloid, dan American Mongoloid. Ras Asiatik Mongoloid pada umumnya merupakan ras di sentral Benua Asia tepatnya ras-ras bangsa Cina, Korea, dan Jepang. Ras ini merupakan ras induk artinya ras tertua yang berada di kawasan Asia. Salah satu ciri khusus dari ras ini adalah kulitnya kuning dan matanya sipit, sedangkan bentuk postur yang lain sama dengan ras Asia lainnya. Ras Malayan Mongoloid pada umumnya merupakan ras bangsa Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, dengan ciri khusus kulitnya sawo matang. Ras American Mongoloid tidak terdapat di Asia melainkan terdapat di benua Amerika, yaitu pada suku Indian yang berada di benua Amerika Utara dan Amerika Latin. c. Ras Negroid Ras Negroid di Indonesia terdapat di sebagian kecil wilayah Indonesia terutama di Indonesia Timur yang telah mengalami proses revolusi panjang yang disebut ras Melanesoid. Pada dasarnya ras Negroid merupakan ras cikal bakal di Benua Afrika dan kawasan Timur Tengah. Ras ini mempunyai ciri khusus warna kulit hitam, rambut keriting ikal, bibir tebal, hidung pesek, dan bermata lebar dengan postur tubuh sedang hingga tinggi besar. Ras Negroid terbagi menjadi 3 kelompok yaitu ras African Negroid, Negrito, dan Melanesoid. Ras Afrikan Negroid merupakan ras yang berada di kawasan Afrika Tengah dan Utara seperti di Mesir, Kongo, Aljazair, Republik Cad, dan negara-negara lain di kawasan Benua Afrika, dengan ciri khusus postur tubuhnya tinggi dan besar. Ras Negrito banyak terdapat di kawasan selatan Afrika seperti Mozambik, Zimbawe, Mali, Republik Malagasi, dan Afrika Selatan, dengan ciri khusus postur tubuhnya sedang. Ras Melanesoid atau Melanesia banyak terdapat di kawasan Pasifik Selatan yaitu di kepulauan Mekronesia, Polinesia, Melanesia dan sebagian terdapat di Papua Nugini, Australia, dan Selandia Baru dengan ciri-ciri khusus rambutnya keriting berwarna hitam dan postur tubuhnya sedang. d. Ras Austroloid/Melanesoid Sebelum zaman es Benua Australia meluas hingga Tasmania, Selandia Baru, Papua, dan Maluku. Daerah-daerah ini mempunyai penduduk asli orang-orang Aborigin serta orang-orang Mikronesia, Papua, Tasmania yang mempunyai ciri-ciri fisik sama dengan ras Melanesoid. Akibat adanya proses kolonisasi pada awal abad 19 maka kawasan Australia banyak diduduki ras

Masyarakat Multikultural

89

Caucasoid dari Eropa. Pada dasarnya ras Austroloid merupakan ras asli benua Australia. Ras ini mirip dengan ras Malayan Mongoloid dengan postur tubuh kecil hingga sedang ± 165 cm, kulit sawo matang, rambut agak keriting, bentuk bibir dan hidung biasa dengan manik mata hitam. Sebagai contoh dari ras ini adalah ras Aborigin yang merupakan ras minoritas di Benua Australia.

e. Ras-Ras Khusus Ras-ras khusus diduga merupakan hasil akumulasi dari berbagai ras yang ada di dunia yang telah mengalami proses relatif panjang serta dipengaruhi oleh kondisi-kondisi alam di lingkungan masing-masing. Secara terperinci ras khusus ini terdiri atas ras Bushman, Vedoid, Polinesia, dan Aino. Dilihat dari ciri-ciri fisiknya ras-ras ini diduga merupakan bentuk-bentuk perpaduan dari keempat tipe ras yaitu ras Caucasoid, Mongoloid, Negroid, dan Australoid. Misalnya ras Aino yang merupakan perpaduan antara ras Asiatik Mongoloid dengan ras American Mongoloid. Ras ini mempunyai postur tubuh yang relatif kecil dengan ciri-ciri fisik hampir sama dengan ras Asia lainnya dan berada di kawasan Jepang bagian utara hingga ke pulau Sakhalin. Ras Vedoid merupakan perpaduan antara ras Caucasoid dengan ras Mongoloid. Contoh dari ras ini adalah ras bangsa India yang postur tubuhnya besar, hidungnya mancung, rambutnya lurus tetapi warna kulitnya sawo matang.

Gambar 4.5 Ras Aborigin

Sumber: Encarta Encyclopedia

3. Keanekaragaman dalam Bentuk Suku Bangsa
Pada dasarnya suku bangsa berkembang mulai dari keluarga, kemudian menjadi extended family, menjadi kelompok etnis dalam bentuk kerabat besar dan akhirnya terbentuk suku bangsa. Indonesia merupakan salah satu negara yang berbentuk kepulauan, oleh karenanya Indonesia memiliki banyak suku bangsa dengan struktur budaya yang berbeda-beda. Menurut Sutan Takdir Ali Syahbana Indonesia memiliki lebih dari 250 suku bangsa. Adapun suku-suku bangsa yang ada di Indonesia terdapat di beberapa pulau besar antara lain sebagai berikut. a. Di pulau Sumatra terdapat lebih dari 40 buah suku bangsa, tetapi yang besar adalah suku Aceh, suku Melayu, suku Lampung, suku Bangka dan Belitung, suku Nias, suku Mentawai, suku Riau, suku Jambi, suku Kubu, suku Palembang, dan lain-lain. b. Di pulau Kalimantan terdapat lebih dari 25 suku bangsa, tetapi yang besar adalah suku Dayak, baik Dayak Ngaju, Malayan, Outdotnum, suku Banjar, suku Melayu, dan lain-lain.
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

90

c.

Di Pulau Jawa dan Madura terdapat 8 suku bangsa antara lain suku Sunda, suku Jawa, suku Betawi, suku Badui, suku Samit, suku Tengger, suku Ujung Alang, dan Ujung Gagak. d. Di Pulau sulawesi memiliki suku bangsa sekitar 37 buah antara lain suku Minahasa, suku Toraja, dan suku Bugis Makasar. e. Di Kepulauan Maluku terdapat lebih dari 12 suku bangsa. Suku-suku yang besar Sumber: Indonesian Heritage dan Insight Guides antara lain suku Ternate, Tidore, suku Ambon, suku Halmahera, suku Buru, Gambar 4.6 Suku-suku bangsa di Indonesia. suku Key, dan lain-lain. f. Di Nusa Tenggara terdapat lebih dari 18 suku bangsa. suku-suku yang besar antara lain suku Sasak, suku Nusa Penida, suku Sumba, suku Flores, Manggarai, suku Ende, suku Solor, suku Alor, suku Wetar, suku Barbar, dan lain-lain. g. Di Papua terdapat lebih dari 8 suku bangsa, antara lain suku Fak-fak, suku Manokwari, suku Biak, suku Dani, dan suku Asmat. Dalam rangka meningkatkan integrasi bangsa di bidang etnis dan budaya maka perlu ditingkatkan sarana komunikasi baik melalui darat, laut dan udara, sehingga memungkinkan adanya pembauran budaya dan ras antarsuku bangsa yang ada di Indonesia.

Sosio Kecakapan Sosial 1. Carilah berita-berita dari media massa, buku-buku maupun majalahmajalah yang relevan mengenai bentuk kemajemukan masyarakat Indonesia! 2. Kemudian berikan contoh kelompok-kelompok sosial yang ada dalam kehidupan masyarakat multikultural! 3. Buatlah analisis sosial tentang pengaruh positif dan negatif dari kemajemukan masyarakat Indonesia termasuk dalam bentuk kelompokkelompok sosial yang berbeda-beda tersebut! 4. Kumpulkan tugas ini secara individual, dan serahkan hasilnya kepada guru untuk dinilai!

Masyarakat Multikultural

91

E. Langkah Preventif untuk Menyelesaikan Berbagai Masalah pada Masyarakat Multikultural
Bangsa Indonesia merupakan salah satu contoh masyarakat multikultural dari sekian banyak masyarakat multikultural di dunia. Pada masyarakat multikultural terdapat struktur budaya dan tata-nilai yang berbeda-beda yang mengakar pada budaya kesukuan. Kondisi ini sering menimbulkan gejala-gejala disharmoni seperti terjadinya dominasi dan tekanan-tekanan dari kelompok kuat kepada kelompok lemah, juga munculnya konflik horizontal yang bernuansa sama. Di Aceh telah terjadi konflik antara GAM dengan pemerintah pusat RI, di Kalimantan Barat pernah terjadi konflik kesukuan antara Suku Dayak dan Madura, juga yang terjadi di Poso serta konflik-konflik horizontal lainnya. Di satu sisi kebinekaan kultur memang menambah pesona kepariwisataan nasional, yang berarti menyuburkan industri kepariwisataan nasional yang dapat membuka lapangan kerja baru. Tetapi di sisi yang lain kebinekaan kultur dapat mempersulit penyelenggaraan tata kehidupan sebagai suatu bangsa. Contoh, penyelesaian sengketa barang warisan menurut hukum waris yang berbedabeda. Untuk mengantisipasi terjadinya berbagai masalah akibat struktur yang multikultural dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Mengintegrasikan Unsur-Unsur Sosial (Ras, Suku, dan Agama)
Perbedaan ras, suku, dan agama memang benar-benar bisa menjadi penyebab terjadinya perbedaan pendapat dan dapat mengarah pada terjadinya konflik. Oleh sebab itu, sedapat mungkin keadaan ras, suku, dan agama yang berbeda-beda dapat diintegrasikan untuk mengarah pada kepentingan nasional walaupun nilai-nilainya tidak bisa dipadukan. Apabila hal ini dapat dilakukan, maka konflik akan dapat ditekan dan dikurangi untuk masa-masa yang akan datang. Sebagaimana telah disinggung bahwa di Indonesia terdapat banyak ras, suku dan agama maka untuk menyikapi hal ini diperlukan suatu kearifan, yaitu mengedepankan keutuhan bangsa di atas kepentingan golongan dan kepentingan pribadi. Hasil dari pembauran ras, suku, dan agama akan menumbuhkan suatu unsur-unsur sosial baru yang bersifat komplementer dan homogen, yang pada gilirannya akan mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada menuju keutuhan bangsa. Sebagaimana hal-hal yang lain pembauran ras, suku, dan agama merupakan suatu tantangan yang seringkali menimbulkan pro kontra di antara unsur masyarakat Indonesia yang majemuk. Kalau semuanya dilandasi dengan tingginya sikap cinta tanah air dan kebangsaan maka segalanya akan dapat terselesaikan dengan baik.

92

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

2. Membangun Forum Komunikasi Lintas Ras, Suku, dan Agama
Forum komunikasi lintas ras, suku, dan agama merupakan wadah musyawarah dan tenggang rasa antarumat beragama, serta berusaha mencari solusi yang terbaik apabila terjadi konflik-konflik yang bernuansa agama, ras, maupun kesukuan. Pada dasarnya konflik antarsuku, ras, dan agama dapat terjadi, karena masing-masing tidak mengetahui karakteristik dari kelompok yang lain. Hal ini dapat diatasi dengan membuka sarana komunikasi secara nasional yang melibatkan suku-suku, kelompok ras, dan kelompok agama dengan membentuk wadah yang bersifat umum yang disebut forum komunikasi bangsa. Forum komunikasi ini meliputi forum komunikasi kepemudaan, organisasi profesi, dan organisasi massa yang menjadi bangunan fundamental dalam gerak pergaulan antarindividu di dalam masyarakat. Contoh forum komunikasi yang bersifat universal lintas suku, ras, dan agama misalnya OSIS, karang taruna, sekolah-sekolah umum, biro jasa, konsultan, rumah sakit umum, serta organisasiorganisasi yang lain. Forum seperti ini adalah forum yang dapat menampung anggota-anggota secara universal lintas suku, ras, agama, dan asal daerah, sehingga dapat mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.

3. Mengembangkan Budaya Nasional yang Bersumber dari Budaya Daerah
Sebagai suatu bangsa, Indonesia harus memiliki satu sistem budaya yang disebut budaya nasional. Budaya ini diangkat dari kebudayaan daerah yang dianggap baik dan dapat diterima oleh unsur-unsur masyarakat yang lain. Pada saat bangsa Indonesia terbentuk dengan tonggak sejarah seperti munculnya Kerajaan Majapahit, adanya gerakan kebangsaan melalui Budi Utomo, sesungguhnya telah berkembang suatu pola pikir bahwa masyarakat yang terpecah-pecah ke dalam banyak pulau menjadi satu nasib dan sepenanggungan untuk mengarungi kehidupan bersama dan membentuk suatu bangsa. Proses terbentuknya negara dan bangsa Indonesia telah didahului dengan adanya budaya-budaya yang merupakan konsensus bersama seperti bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, bendera merah putih sebagai bendera kebangsaan, tanah air yang satu yaitu tanah air Indonesia, Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan, dan Pancasila sebagai lambang dan dasar falsafah negara. Proses asimilasi budaya yang telah terbentuk tersebut terus berkembang dan patut untuk dikembangkan, sehingga tercipta suatu tatanan kehidupan bersama yang mengakar dari budaya-budaya daerah sebagai unsur pembentuk bangsa. Budaya-budaya yang merupakan hasil asimilasi ini antara lain pakaian nasional, kesenian nasional, yang sesungguhnya merupakan puncak-puncak budaya daerah yang dibakukan dan diangkat sebagai budaya nasional. Secara psikologis bangsa Indonesia juga harus dipersatukan di dalam suatu pola pemikiran yang sama untuk memandang ke dalam dan ke luar yang kita kenal dengan wawasan nusantara yang sudah mulai dilupakan. Wawasan nusantara sebagai salah satu upaya untuk menegakkan keutuhan bangsa merupakan suatu kesepakatan bagaimana bangsa Indonesia memberikan persepsi terhadap diri dan lingkungannya. Dalam wawasan nusantara bangsa

Masyarakat Multikultural

93

Indonesia memandang bahwa Indonesia merupakan satu kesatuan geografis, satu kesatuan hukum, dan satu kesatuan sosial yang tidak dapat dipisah-pisahkan satu dengan yang lain. Pada dasarnya ancaman, gangguan, dan penderitaan dari salah satu submasyarakat yang ada di Indonesia merupakan ancaman, gangguan, ataupun penderitaan dari seluruh masyarakat Indonesia.

4. Mengembangkan Wawasan Kebangsaan
Akhir-akhir ini pembinaan terhadap nasionalisme bagi siswa di sekolah dirasa makin menipis karena terdesak oleh muatan-muatan materi pelajaran yang lain yang ada di sekolah. Hal ini telah mengakibatkan makin menipisnya wawasan kebangsaan sehingga cenderung tidak menyadari bahwa semua unsur sosial masyarakat majemuk seperti Indonesia ini pada hakikatnya adalah satu keluarga yang harus satu kata dan satu tujuan dalam membangun hidup bersama. Sikap kebangsaan dapat dibangun melalui pengetahuan tentang wilayah dan unsur-unsur sosial yang ada di Indonesia. Orang yang berwawasan kebangsaan berarti mampu memberikan darma baktinya kepada bangsa dan wilayahnya sebagaimana yang diharapkan oleh tuntutan negaranya. Sikap ini termasuk bagian dalam dari sikap patriotistik dan nasionalisme. Pada dasarnya sikap patriotistik dan nasionalisme merupakan pondasi untuk terciptanya suatu bangsa yang berdaulat, baik ke dalam maupun keluar yang sekaligus akan menjadi jaminan tetap hidupnya bangsa tersebut di tengah-tengah bangsa yang lain di dunia ini. Sikap patriotistik merupakan sikap rela berkorban dan mau berjuang untuk membela kepentingan bangsa dan negara serta bertanggung jawab atas perkembangan bangsa dan negaranya menuju kejayaannya. Sikap patriotistik dan nasionalisme ini patut untuk dikembangkan sedini mungkin. Salah satu hambatan makin menipisnya sikap patriotistik dan nasionalisme di kalangan pemuda adalah adanya sikap nepotisme, etnosentrisme, dan primodialisme. Oleh sebab itu, sikap-sikap patriotistik dan nasionalisme senantiasa harus digelorakan dan ditumbuhkembangkan dalam setiap kesempatan melalui transmission of culture dalam dunia pendidikan dan kehidupan sosial dalam masyarakat.

5. Meletakkan Landasan tentang HAM
Apabila masing-masing orang dapat memahami hak-hak asasi manusia maka akan lahir toleransi antara individu yang satu dengan individu yang lain. Hal ini berarti mereka dapat melakukan tenggang rasa terhadap pihak-pihak lain walaupun masing-masing berada dalam keadaan yang berbeda-beda. Melalui pengembangan hak-hak asasi manusia setiap warga masyarakat akan menyadari bahwa orang lain di luar dirinya memiliki hak asasi yang sama dengan dirinya dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapa pun. Di samping itu melalui pengembangan wawasan HAM akan memunculkan solidaritas sosial terhadap warga masyarakat lain yang mengacu pada kesetaraan hak dan kewajiban, sehingga dapat hidup berdampingan bahu-membahu dalam mewujudkan suatu kebersamaan.

94

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

6. Mengembangkan Sikap Tenggang Rasa Antarunsur Sosial
Untuk mewujudkan sikap saling menghargai perbedaan dan bersedia bekerja sama atas dasar perbedaan-perbedaan menuju keutuhan dan persatuan bangsa maka diperlukan sikap tenggang rasa antarkomponen masyarakat. Sikap tenggang rasa pada dasarnya dapat meredam terjadinya konflik antarindividu dalam masyarakat, sikap tenggang rasa ini dapat dibangun melalui wawasan yang luas tentang karakteristik suku-suku bangsa, kelompok-kelompok agama yang ada di Indonesia. Dengan demikian akan muncul sikap toleransi yang dapat membangun aktivitas kebersamaan. Dengan mengembangkan sikap toleransi sosial berarti masing-masing komponen masyarakat dapat menerima keberadaan komponen masyarakat yang lain dan dapat hidup berdampingan secara wajar dalam konteks bergaulan yang universal dengan berpijak pada kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi dan kepentingan golongan. Dalam toleransi sosial juga terkandung unsur-unsur yang dapat memberikan pengakuan sekaligus perlakuan yang sama kepada setiap orang tanpa melihat latar belakang ekonomi, sosial budaya termasuk ras, suku, agama, dan asal daerah. Dengan mengembangkan sikap toleransi sosial ini maka keutuhan bangsa dapat terjaga dan tercipta suatu kesinambungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sosio Kritis Lumpur Panas dan Bentuk-Bentuk Konflik yang Muncul PT Lapindo Brantas merupakan salah satu lembaga swasta yang bergerak dalam bidang pertambangan. Beberapa waktu yang lalu telah melakukan pengeboran minyak di kawasan provinsi Jawa Timur tepatnya di daerah Porong Sidoarjo. Sebagai akibat dari adanya human error telah menimbulkan munculnya lumpur panas disertai dengan gas dan kebulan asap putih dengan bau yang sangat menyengat. Peristiwa ini berlarutlarut hingga menimbulkan malapetaka Sumber: Tempo 27 Agustus 2006 bagi sejumlah besar orang di daerah Gambar 4.7 Lumpur panas PT Lapindo tersebut. Salah satu masalah yang dialami brantas yang menuai konflik.. oleh warga adalah rusaknya harta benda termasuk rumah kediamannya serta hilangnya kenangan-kenangan terhadap kampung halamannya. Melalui proses negosiasi panjang akhirnya
Masyarakat Multikultural

95

permasalahan tersebut diatasi melalui peralihan kawasan pemukiman baru yang disediakan oleh pemerintah dengan sejumlah ganti rugi yang akan diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban. Pertanyaan 1. Bagaimana pendapat Anda tentang kasus lumpur panas PT Lapindo Brantas di daerah Porong Sidoarjo? 2. Menurut Anda siapakah yang harus bertanggung jawab tentang peristiwa tersebut? 3. Bagaimana langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut? 4. Seberapa besar menurut nilai-nilai kelayakan yang harus diberikan sebagai ganti rugi kepada masyarakat yang menjadi korban? 5. Tulislah pendapat Anda pada selembar kertas dan serahkan hasilnya kepada guru untuk dinilai.

Sosio Refleksi Setelah Anda mempelajari bab ini secara saksama maka Anda diharapkan mampu menghayati dan memahami tentang: a. Pengertian masyarakat multikultural. b. Kelompok sosial dalam masyarakat multikultural. c. Perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat. d. Keanekaragaman kelompok sosial dalam masyarakat multikultural. Apabila Anda belum paham cobalah pelajari kembali atau tanyakan langsung kepada guru.

Rangkuman 1. Manusia adalah makhluk sosial yang harus hidup berkelompok bersamasama dengan manusia yang lain dalam bentuk kehidupan bermasyarakat. 2. Kelompok sosial adalah persekutuan orang-orang yang terbentuk atas dasar ikatan tertentu. Ikatan yang digunakan seringkali bernuansa darah dan keturunan, kedaerahan, struktur agama yang seragam serta budaya kesukuan dan ras.

96

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

3. Masyarakat multiklultural adalah himpunan masyarakat yang terdiri atas kelompok-kelompok sosial. Dalam masyarakat multikultural terdapat suku-suku bangsa yang mempunyai struktur budaya yang berbeda-beda serta dimungkinkan banyak terbentuk kelompok-kelompok sosial kombinasi yaitu percampuran antara kesatuan religi, kesatuan genealogis, dan kesatuan yang berdasarkan kepentingan. 4. Kelompok sosial dalam masyarakat terbentuk atas dasar dorongandorongan tertentu seperti persamaan darah dan keturunan, persamaan wilayah, persamaan kepentingan, dan persamaan ideologi keagamaan. 5. Kelompok sosial ini terus menerus mengalami perubahan sehingga jumlahnya menjadi besar dan luas sebagai komponen masyarakat. 6. Kelompok-kelompok sosial selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan peradaban manusia secara umum menuju pada peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam kerja sama, baik kerja sama dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya maupun kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan. 7. Faktor-faktor komunikasi dengan bangsa lain serta tingkat peradaban akan mewarnai proses perkembangan kelompok-kelompok sosial menuju kedewasaannya. 8. Masyarakat multikultural terbentuk sebagai akibat penggabungan unsurunsur sosial yang sangat berbeda-beda sejak awal. 9. Keanekaragaman kelompok-kelompok sosial pada masyarakat multikultural terdiri atas kebinekaan ras, kebinekaan suku, agama, dan gender. 10. Sebagai dampak dari struktur masyarakat yang multikultural memungkinkan koordinasi yang lebih sulit untuk mencapai suatu mufakat dan berpeluang terjadinya konflik baik secara vertikal maupun horizontal. 11. Untuk mengatasi konflik diperlukan tindakan-tindakan preventif berupa wawasan kebangsaan dan wawasan tentang hak asasi manusia sehingga tumbuh toleransi sosial dalam masyarakat yang berstruktur multikultural. 12. Agar masyarakat multikultural dapat efektif melakukan perubahan sosial menuju peningkatan kualitas hidup yang lebih baik maka perlu adanya toleransi sosial dalam bentuk penghargaan harkat dan martabat tiaptiap individu serta adanya kerja sama bahu membahu untuk mewujudkan sinergi kebangsaan menuju peningkatan kualitas hidup.

Masyarakat Multikultural

97

Uji Kompetensi

A. Pilihlah salah satu jawaban yang benar! Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Masyarakat yang memiliki lebih dari satu struktur sosial budaya disebut …. a. masyarakat tradisional b. masyarakat pedesaan c. masyarakat supranatural d. masyarakat multidimensional e. masyarakat multietnis dan multikultural 2. Salah satu gejala sosial budaya dari masyarakat majemuk yang kurang menguntungkan antara lain …. a. banyak struktur budaya dan seni b. sering terjadi perubahan progresif c. terjadi persaingan hidup dan pertikaian d. mengalami proses perubahan yang lebih cepat e. memiliki solidaritas sosial yang tinggi 3. Berikut ini yang bukan masalah sosial yang dihadapi oleh bangsa Indonesia… a. menurunnya nasionalisme dan ketahanan nasional b. urbanisasi dan ruralisasi c. pertumbuhan penduduk yang cepat d. pencemaran lingkungan e. pudarnya identitas budaya bangsa 4. Berikut ini adalah upaya-upaya untuk mengatasi disintegrasi bangsa Indonesia, kecuali…. a. mengembangan toleransi agama b. penyusunan kebijaksanaan yang menganut paham mayoritas dan minoritas c. pembauran ras dan perkawinan campur d. peningkatan wawasan HAM e. pendidikan nasionalisme dan bela negara 5. Keanekaragaman ras di dunia terdapat hubungan antara ras yang satu dengan yang lain : 1. malayan mongoloid 2. caucasoid 3. negroid 4. poleynesia 5. weddoid

98

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Multi ras yang terdapat di Indonesia adalah …. a. 2, 3, dan 4 b. semuanya betul c. 1, 3, dan 5 d. 2, 4, dan 5 e. 1, 2, dan 3 6. Dalam kaitannya dengan pembangunan budaya Indonesia ke depan, otonomi daerah yang dilaksanakan dewasa ini mempunyai pengaruh positif antara lain …. a. munculnya sifat etnosentrisme b. timbulnya kegairahan masyarakat daerah untuk berbenah diri c. terpenuhinya berbagai kebutuhan pokok masyarakat d. berkembangnya budaya-budaya daerah e. adanya kemajuan dalam pemanfaatan sumber alam di daerah 7. Subkebudayaan yang tumbuh dan berkembang digunakan dan dimiliki oleh seluruh suku bangsa dalam suatu negara disebut budaya …. a. lokal b. regional c. nasional d. internasional e. wilayah 8. Pengertian budaya nasional adalah ….. a. kumpulan budaya daerah b. budaya yang digunakan secara nasional c. kumpulan beberapa adat d. budaya yang dimiliki dan digunakan oleh seluruh suku dalam suatu negeri e. budaya yang berlaku secara umum di seluruh Indonesia 9. Masyarakat Indonesia mempunyai latar belakang ras dan suku bangsa dapat bersama-sama menjadi anggota kelompok sosial tertentu atau penganut agama tertentu, sebaliknya mereka yang menganut agamaagama yang berbeda merupakan orang yang mempunyai latar belakang suku bangsa atau ras yang sama, keadaan ini dinamakan …. a. perubahan sosial b. integrasi c. primordialisme d. interseksi e. konsolidasi

Masyarakat Multikultural

99

10. Berbagai rentetan konflik yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia belum dapat melihat kebinekaan sebagai potensi yang menguatkan, tapi justru sebaliknya. Untuk menghindari terjadinya konflik, maka diperlukan sikap seperti berikut ini, kecuali…. a. mempertebal wawasan kebangsaan b. menghilangkan sikap fanatisme keagamaan c. menghilangkan sikap primodialisme kesukuan d. mempertebal sikap toleransi dalam kehidupan beragama e. menjunjung tinggi fanatisme kedaerahan

B. Jawablah soal-soal berikut ini dengan singkat dan tepat!
1. Jelaskan arti penting kelompok sosial bagi seseorang! 2. Apakah yang dimaksud dengan masyarakat multikultural? 3. Apakah yang dimaksud dengan kesatuan genealogis? 4. Sebutkan ciri-ciri kelompok sosial atas dasar persamaan darah dan keturunan! 5. Bagaimana kaitan antara struktur masyarakat yang majemuk dengan integrasi sosial? 6. Apakah yang dimaksud dengan kelompok sosial? 7. Bagaimana terbentuknya kelompok sosial? 8. Sebut dan jelaskan ciri-ciri masyarakat multikultural! 9. Bagaimana upaya meningkatkan integrasi nasional pada masyarakat majemuk? 10. Jelaskan bagaimana perkembangan kelompok-kelompok sosial pada masyarakat multikultural!

100

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

LATIHAN AKHIR TAHUN

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! Kerjakan di buku tugas Anda!
1. Pelapisan sosial selalu terdapat di setiap kehidupan masyarakat, hal itu disebabkan oleh …. a. adanya struktur sosial yang unik di masyarakat b. struktur masyarakat yang kompleks c. adanya perlakuan yang diskriminatif d. kemajemukan masyarakat e. adanya sesuatu yang berharga dan bernilai, seperti uang atau emas 2. Untuk menjaga keutuhan masyarakat majemuk, dapat dilakukan sikap kooperatif, salah satunya adalah …. a. menyelenggarakan satu sistem tata hukum b. menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional c. adanya otonomi daerah d. sikap toleransi dan bahu-membahu antarkomponen masyarakat e. adanya transmigrasi dan pembauran bangsa 3. Perbedaan kebudayaan yang mengakibatkan pluralitas masyarakat Indonesia antara lain disebabkan oleh faktor alam yang berupa …. a. lokasi yang terisolasi satu dari lainnya b. perbedaan agama dan kepercayaan c. letak wilayah Indonesia di posisi silang d. bentuk geografis wilayah Indonesia e. jenis dan kesuburan tanah serta iklim yang berbeda 4. Ungkapan “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung” menunjukkan adanya dominasi dan pengakuan atas keunggulan kebudayaan …. a. Barat d. masyarakat asli b. Timur e. tidak ada jawaban yang benar c. masyarakat pendatang 5. Struktur sosial suatu masyarakat dalam dimensi horizontal dinamakan…. a. ketidaksamaan sosial d. kelompok sosial b. stratifikasi sosial e. deferensiasi sosial c. klasifikasi sosial
Latihan Akhir Tahun

101

6. Akomodasi merupakan usaha meredakan konflik, adapun cara meredakan konflik yang dilakukan oleh pihak ketiga tanpa adanya keputusan yang mengikat disebut…. a. konsiliasi d. mediasi b. kompromi e. stalemate c. adjudikasi 7. Konformitas pada masyarakat di kota besar kurang kuat dibandingkan masyarakat desa. Hal ini karena penduduk kota…. a. heterogen dan menghendaki persaingan b. kurang tebal keyakinannya c. pesimis menghadapi masa depan d. heterogen dengan latar budaya yang berbeda-beda e. saling memengaruhi 8. Contoh pertentangan antarkelas sosial…. a. pertentangan antara Serbia dan muslim Bosnia b. pertentangan antara golongan dalam masyarakat c. pertentangan antara Amerika dengan Irak d. pertentangan antara buruh pabrik dengan majikannya e. pertentangan antara Korea Utara dengan Korea Selatan 9. Norma-norma dalam kelompok dan yang dihayati oleh anggotanya bertentangan satu sama lain. Hal tersebut merupakan pertanda akan terjadi…. a. integrasi d. kemunduran b. disintegrasi e. revolusi c. kemajuan 10. Salah satu manfaat sampingan dari konflik sosial bagi masyarakat adalah…. a. meningkatkan kemampuan bersaing b. meningkatkan kepatuhan pada norma c. sebagai alat perubahan sosial d. berfungsi sebagai pemacu kemajuan e. dapat membuatnya semua jadi baru 11. Seseorang dapat mengalami konflik peran pada saat ia memiliki dua atau lebih peran yang satu sama lain tidak konsisten, misal…. a. seorang hakim harus menghukum anaknya sendiri b. seorang ulama hidup miskin c. seorang pejabat tinggi hidup sederhana d. seorang anggota kepolisian menjadi penadah barang curian e. seorang guru menerangkan cara-cara menjadi petani

102

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

12. Tahapan yang benar dalam pembentukan keteraturan sosial…. a. tertib sosial, ordinasi, keajegan b. keajegan, tertib sosial, ordinasi c. ordinasi, keajegan, tertib sosial d. ordinasi, tertib sosial, keajegan e. tertib sosial, keajegan, ordinasi 13. Bila suatu masyarakat sedang dilanda disintegrasi sosial maka dapat terlihat tanda-tanda berikut ini, kecuali …. a. menurunnya partisipasi rakyat terhadap negaranya b. tidak berfungsinya nilai dan norma sosial yang ada c. adanya perbedaan pendapat dan perbedaan kepentingan d. adanya konflik sosial e. menurunnya kewibawaan pemimpin 14. Terspesialisasinya pembagian kerja pada masyarakat modern dapat memperlambat mobilitas sosial terutama …. a. lapangan kerja yang semakin sempit b. semakin dibutuhkan tenaga profesional c. tenaga kerja yang sangat terampil d. lapangan kerja yang semakin luas e. pendidikan keterampilan yang memadai 15. Mobilitas sosial horizontal merupakan perpindahan yaitu perpindahan di bidang …. a. pendidikan dan ekonomi d. keamanan dan ketertiban b. politik dan kekuasaan e. sosial dan budaya c. pekerjaan dan geografis 16. Gambaran pelapisan sosial masyarakat majemuk di Indonesia seperti dikemukakan oleh Furniffal, yang termasuk lapisan menengah adalah… a. orang Cina, India, Pakistan b. orang Belanda dan Cina c. orang-orang kulit putih/bule d. orang Cina dan kaum priyayi e. orang Cina dan kaum pribumi 17. Mobilitas sosial adalah perubahan status dan peran sosial individu atau kelompok sosial di dalam masyarakat .... a. secara vertikal ataupun horizontal b. baik secara naik ataupun turun c. untuk memperoleh kekuasaan d. dalam menentukan strata sosial e. yang menunjukkan deferensiasi sosial

Latihan Akhir Tahun

103

18. Perhatikan pernyataan berikut ini: 1. menempatkan individu ke dalam lapisan tertentu sesuai dengan kemampuannya, 2. membedakan anggota masyarakat berdasarkan ras, suku dan agama, 3. sebagai sarana untuk meningkatkan kemakmuran, 4. menjadi pedoman bagi anggota masyarakat dalam melaksanakan interaksi sosial, dan 5. sebagai alat seleksi untuk menduduki status sosial dalam masyarakat. Manfaat dari pelapisan sosial yang tepat adalah pernyataan nomor …. a. 1, 2, 3 d. 2, 3, 4 b. 1, 3, 4 e. 2, 4, 5 c. 1, 4, 5 19 Sistem pelapisan sosial yang berkembang di Indonesia terdiri atas 4 macam sistem sebagai berikut, kecuali…. a. pelapisan sebagai pengaruh industrialisasi b. pelapisan sebagai pengaruh kolonialisme c. pelapisan sosial masyarakat feodal d. pelapisan sosial masyarakat industri e. pelapisan sosial masyarakat pertanian 20. Berbagai rentetan konflik yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia belum dapat melihat kebinekaan sebagai potensi yang menguatkan, tapi justru sebaliknya. Untuk menghindari terjadinya konflik, maka diperlukan sikap seperti berikut ini, kecuali …. a. mempertebal wawasan kebangsaan b. menghilangkan sikap fanatisme keagamaan c. menghilangkan sikap primodialisme kesukuan d. mempertebal sikap toleransi dalam kehidupan beragama e. menjunjung tinggi fanatisme kedaerahan 21. Ras Indonesia yang majemuk disebabkan oleh…. a. sistem nonblok dalam mengadakan hubungan internasional b. sistem demokrasi Pancasila yang melindungi seluruh bangsa Indonesia c. bangsa Indonesia pernah dijajah dan merupakan negara kepulauan d. berlakunya undang-undang tentang perkawinan e. terdapat empat ras yang berkembang di Indonesia 22. Terspesialisasinya pembagian kerja pada masyarakat modern dapat memperlambat mobilitas sosial terutama …. a. lapangan kerja yang makin sempit b. makin dibutuhkan tenaga profesional c. tenaga kerja yang sangat terampil d. lapangan kerja yang semakin luas e. pendidikan keterampilan yang memadai
104
Sosiologi SMA/MA Kelas XI

23. Mobilitas sosial horizontal dapat pula merupakan perpindahan yaitu berupa perpindahan bidang …. a. pendidikan dan ekonomi d. keamanan dan ketertiban b. politik dan kekuasaan e. sosial dan budaya c. pekerjaan dan geografis 24. Perpindahan individu atau kelompok dari satu kelompok ke kelompok lainnya yang sederajat disebut mobilitas sosial …. a. antargenerasi d. horizontal b. social climbing e. vertikal c. social sinking 25. Pengertian budaya nasional adalah ….. a. kumpulan budaya daerah b. budaya yang digunakan secara nasional c. kumpulan beberapa adat d. budaya yang dimiliki dan digunakan oleh seluruh suku dalam suatu negeri e. budaya yang berlaku secara umum di seluruh Indonesia 26. Masyarakat Indonesia mempunyai latar belakang ras dan atau suku bangsa dapat bersama-sama menjadi anggota kelompok sosial tertentu atau penganut agama tertentu, sebaliknya mereka yang menganut agama-agama yang berbeda merupakan orang yang mempunyai latar belakang suku bangsa atau ras yang sama, keadaan ini dinamakan …. a. perubahan sosial d. interseksi b. integrasi e. konsolidasi c. primordialisme 27. Dalam kaitannya dengan pembangunan budaya Indonesia ke depan, otonomi daerah yang dilaksanakan dewasa ini mempunyai pengaruh positif antara lain …. a. munculnya sifat etnosentrisme b. timbulnya kegairahan masyarakat daerah untuk berbenah diri c. terpenuhinya berbagai kebutuhan pokok masyarakat d. berkembangnya budaya-budaya daerah e. adanya kemajuan dalam pemanfaatan sumber alam di daerah 28. Pengelompokkan masyarakat atas dasar deferensiasi tidak menggambarkan adanya perbedaan tinggi rendah, tetapi menggambarkan adanya fakta sosial, artinya bahwa …. a. kenyataan masyarakat terbagi-bagi atas beberapa golongan b. masyarakat tidak menghendaki adanya penggolongan c. pentingnya lapisan sosial untuk kerja sama dalam memenuhi kebutuhan d. masyarakat menyetujui adanya lapisan sosial secara kekeluargaan e. sebenarnya masyarakat menerima ada adanya
Latihan Akhir Tahun

105

29. Dalam kaitannya dengan pembangunan budaya Indonesia ke depan, otonomi daerah yang dilaksanakan dewasa ini mempunyai pengaruh positif antara lain …. a. munculnya sifat etnosentrisme b. timbulnya kegairahan masyarakat daerah untuk berbenah diri c. terpenuhinya berbagai kebutuhan pokok masyarakat d. berkembangnya budaya-budaya daerah e. adanya kemajuan dalam pemanfaatan sumber alam di daerah 30. Subkebudayaan yang tumbuh dan berkembang digunakan dan dimiliki oleh seluruh suku bangsa dalam suatu negara disebut budaya …. a. lokal d. internasional b. regional e. wilayah c. nasional

B. Jawablah dengan singkat dan tepat!
1. Berikan penjelasan secara singkat tentang struktur sosial masyarakat Indonesia! 2. Apa manfaatnya bagi kita dengan mengetahui struktur sosial suatu masyarakat? 3. Jelaskan bagaimana proses terbentuknya struktur sosial! 4. Sebutkan ciri-ciri struktur sosial! 5. Apakah yang dimaksud dengan konflik sosial? 6. Apa bedanya konflik vertikal dan konflik horizontal? 7. Konflik sosial dapat mendatangkan kerugian dan keuntungan. Berikan contoh masing-masing 2! 8. Sebut dan jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik! 9. Jelaskan keterkaitan antara struktur sosial dan mobilitas sosial! 10. Apakah yang dimaksud dengan mobilitas sosial vertikal dan mobilitas sosial horizontal? 11. Bagaimana syarat-syaratnya agar seseorang dapat mengalami social climbing? 12. Apakah yang dimaksud dengan masyarakat multikultural? 13. Sebut dan jelaskan ciri-ciri masyarakat multikultural! 14. Apakah yang dimaksud dengan kelompok sosial? 15. Jelaskan kaitan antara status sosial, peran sosial, dan mobilitas sosial!

106

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

DAFTAR PUSTAKA
Abdulsyani. 1994. Sosiologi, Sistematika Teori dan Terapan. Jakarta. Bumi Aksara. Anis da Rato. Tanpa tahun. Ringkasan Sosiologi Antropologi. Yogyakarta: PT. Mitra Gama Widya Arifin, E. Zaenal. 1989. Penulisan Karangan Ilmiah dengan Bahasa Indonesia yang Benar. PT. Mediatama Sarana Perkasa. Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Azra, Azyumardi. 1999. Menuju Masyarakat Madani. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Cholil, Mansyur, M. Sosiologi Masyarakat Kota dan Desa. Surabaya: Usaha Nasional. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan. Faisal, Sanapiah. 1989. Format-Format Penelitian Sosial Dasar-Dasar dan Aplikasi. Jakarta: Rajawali. Horton B. Paul, Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Huki D.A., Willa. 1982. Pengantar Sosiologi. Surabaya: Usaha Nasional. J. Biernens de Haan, Mr. 1962. Sosiologi Perkembangan dan Metode. Jakarta: PT. Pembangunan. J. Goode. William. 1985. Sosiologi Keluarga. Jakarta: Bina Aksara. Karta Saputra, G. Kreimers, L.J.B. 1987. Sosiologi Umum. Jakarta: Bumi Aksara. Koentjaraingrat. 1985. Pengantar Antropologi. Jakarta: Aksara Baru. Lawang, M.Z. Robert. 1984/1985. Modul Pengantar Antropologi. Depdikbud Universitas Terbuka.Lawang,M.Z. Robert. 1984/1985. Modul Pengantar Antropologi. Depdikbud Universitas Terbuka. Long, Norman. 1992. An Introduction To The Sociology of Rural Development. Diterjemahkan oleh Tim Bumi Putra, Sosiologi Pembangunan Desa. Jakarta: Bumi Aksara. Luth, Nursal. 1992. Kamus Sosiologi dan Antropologi. Jakarta: PT. Galaxy Puspa Mega. M. Amirin, Tatang. 1990. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Rajawali Press.

Daftar Pustaka

107

Mulyadi, Yadi dan Posman Simanjuntak. 1992. Sosiologi dan Antropologi. Jakarta: Erlangga. Nasution, S. 1994. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Ricklefs, M.C. 1999. Sejarah Indonesia Modern. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Roucek, Joseph S., Warren Roland L. 1984. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Bumi Aksara. Saputra, Nata M. 1983. Pengantar Sosiologi. Yogyakarta: Multi Aksara. Sartonom, Kartodirjo. 1999. Pengantar Sejarah Indonesia Baru. Sejarah Pergerakan Nasional. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. Soemardjan, Selo cs. Tanpa tahun. Gerakan 10 Mei 1963 di Sukabumi. Bandung: PT. eresco. , Perkembangan Ilmu Sosiologi di Indonesia dari 1945 sampai 1965. Research di Indonesia 1945-1965. Jilid IV. Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya. , Soelaeman Soemardi (ed). 1964. Setangkai Bunga Sosiologi. Edisi Pertama. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. , 1965. Perkembangan Politik sebagai Penggerak Dinamika Pembangunan Ekonomi, Jakarta: FEUI. , 1965. Sifat Panutan di Dalam Pandangan Masyarakat Indonesia. Lembaga Ekonomi dan Kemasyarakatan Nasional. MIPI Departemen Urusan Research Nasional. Masalah-masalah Ekonomi dan Faktor IPOLSOS. Jakarta , 1967.Pola-Pola Kepemimpinan dalam Pemerintahan. Jakarta: Lembaga Pertahanan Nasional. , 1972. Peranan Ilmu-Ilmu Sosial di Dalam Pembangunan. Pidato Ilmiah pada Dies Natalis U.I ke XXII. , 1982. Social Changes in Yogyakarta. Cetakan Pertama. Ithaca, New York: Cornell University Press, 1962. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dengan judul Perubahan Sosial di Yogyakarta. Yogyakarta: GMUP Press. Soedjono. 1985. Sosiologi. Bandung: Alumni Soekanto, Soerjono. 1983. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Ghalia Indonesia. , 1987. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press. Supriadi, Dedi. 1999. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Adicita Karya Nusa. Talcot Parsons, Wright Mills, C. dan Erving Goffman. 1999. Sosiologi. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.

108

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Tilaar. 1999. Pendidikan, Kebudayan dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Weiner, Myron. 1966. Modernization The Dynamics of Group. Dengan terjemahan berjudul: Modernisasi Dinamika Pertumbuhan. Voice of American Forum Lec tures: Cambridge Mass.

Daftar Pustaka

109

DAFTAR GAMBAR DAN DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Gambar 1.2 Kehidupan di kelompok suku atau etnis tertentu adalah contoh proses pembentukan struktur sosial tahap awal. .... Perkembangan masyarakat ke arah yang lebih maju adalah contoh dari proses berkembangnya struktur sosial masyarakat .................................................................. Perkembangan masyarakat dari masa orde lama ke orde baru dan akhirnya sampai era reformasi, merupakan proses berlangsungnya struktur sosial pada tahap akhir. .............. Status sosial di masyarakat contoh struktur sosial dimensi vertikal dan kelompok-kelompok umat beragama contoh struktur sosial dimensi horizontal. .................................. Contoh struktur sosial dalam dimensi vertikal adalah hubungan antara para pemuka agama dengan pengikutnya. .. Keanekaragaman agama dan kepercayaan sebagai perwujudan struktur sosial dalam dimensi horizontal. ....... Perkawinan antarras akan melahirkan ras-ras baru yang lebih bervariasi di masyarakat. ....................................... Pertikaian antara kelompok masyarakat bentuk dari deferensiasi sosial negatif. ............................................................... Perbedaan kepentingan antara aparat pemerintah dan rakyat sering menimbulkan terjadinya konflik. ........................... Perbedaan ras atau warna kulit adalah salah satu penyebab munculnya konflik sosial. .............................................. Bentuk kompromi yang terjadi antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian dalam unjuk rasa yang damai. ... Proses peradilan sebagai jalan terakhir dalam menyelesaikan konflik. ........................................................................ Stratifikasi sosial berdasarkan tingkat pendidikan sebagai perwujudan struktur sosial vertikal. ................................. Pendidikan sebagai media atau saluran untuk menunjang terjadinya mobilitas sosial naik. ...................................... Era globalisasi memudahkan orang untuk saling berinteraksi. . 4

4

Gambar 1.3

6

Gambar 1.4

7 11 12 23 23 24 25 32 32 40 50 52

Gambar 1.5 Gambar 1.6 Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3

110

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Gambar 3.4

Gambar 3.5 Gambar 4.1 Gambar 4.2 Gambar 4.3 Gambar Gambar Gambar Gambar 4.4 4.5 4.6 4.7

Kemajuan di era globalisasi salah satunya adalah tersedianya berbagai macam barang yang menyebabkan munculnya sikap konsumeristis. ..................................................... Meningkatnya volume ekspor impor sebagai dampak positif dari globalisasi. ............................................................ Bentuk persatuan dari sekelompok kehidupan masyarakat multikultural yang harus selalu dilestarikan. ..................... Kesenian barongsai satu bentuk budaya dari kehidupan masyarakat multikultural. ............................................... Terjadinya perkawinan sebagai faktor pendorong awal terbentuknya kelompok sosial. ....................................... Keanekaragaman bentuk ras. ......................................... Ras Aborigin ............................................................... Suku-suku bangsa di Indonesia. ..................................... Lumpur panas PT Lapindo brantas yang menuai konflik.. .

54 57 75 77 79 88 90 91 95

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Beberapa Perbedaan antara Konflik Sosial dengan Kekerasan . 29

Daftar Gambar dan Daftar Tabel

111

GLOSARIUM

: Tata kelakuan yang menyatu kuat dengan pola-pola perilaku masyarakat. Adjudikasi : Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan tetapi prosesnya diperlukan pihak-pihak terkait yang mempunyai kepentingan pada tingkat nasional maupun tingkat internasional. Arbitrasi : Upaya menyelesaikan konflik dengan menggunakan orang ketiga yang memberi keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak. Coersion : Salah satu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh suatu paksaan. Deferensiasi : Pembedaan atau pengelompokkan orang-orang dalam sosial masyarakat secara horizontal berdasarkan kriteria tertentu. Delinkuensi : Sikap-sikap dan aktivitas anak-anak remaja yang bertentangan dengan norma-norma sosial. Gencatan senjata : Upaya penangguhan permusuhan dalam jangka waktu tertentu guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu. Kompromi : Salah satu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap pertentangan yang ada. Konflik sosial : Salah satu bentuk hubungan antarindividu ataupun antarkelompok dalam masyarakat yang diikuti dengan tindakan yang saling ancam dan kekerasan satu dengan yang lain. Kriminalitas : Semua perilaku warga masyarakat yang bertentangan dengan norma-norma hukum dalam hal ini hukum pidana. Mediasi : Upaya penyelesaian pertikaian oleh pihak ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Mobilitas sosial : Perubahan kedudukan atau status individu ataupun kelompok individu dalam masyarakat baik secara vertikal maupun secara horizontal. Mobilitas sosial : Semua bentuk perubahan status ke arah vertikal baik vertikal vertikal naik maupun mobilitas turun. Adat-istiadat

112

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Mobilitas sosial horizontal Rekonsiliasi

Stalemate

Stratifikasi sosial Stratifikasi sosial terbuka Stratifikasi sosial tertutup Struktur masyarakat tertutup

Struktur sosial

Struktur sosial abstrak Struktur sosial heterogen Struktur sosial homogen Struktur sosial terbuka Struktur sosial vertikal

Toleransi

: Perubahan sosial yang bersifat perpindahan dari suatu kelompok sosial ke kelompok lainnya yang sederajat. : Usaha-usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan pihak-pihak yang berselisih untuk mendapatkan suatu persetujuan bersama. : Suatu keadaan di mana pihak-pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, namun berhenti pada titik tertentu dalam melakukan pertentangannya karena kedua belah pihak sudah tidak mungkin lagi maju atau mundur. : Keadaan yang berbeda-beda dari orang-orang dalam masyarakat secara vertikal atas dasar kriteria tertentu. : Suatu sistem stratifikasi dalam masyarakat di mana setiap warga masyarakat dapat secara bebas berusaha memperbaiki dan meningkatkan stratanya. : Suatu sistem stratifikasi sosial dalam masyarakat, di mana lapisan-lapisan yang ada lebih bersifat tetap dan tidak terjadi perubahan-perubahan secara vertikal. : Struktur masyarakat yang ditandai dengan adanya status dan peran yang cenderung tetap, dan tidak adanya perombakan atau perubahan yang bersifat bebas dan terbuka. : Struktur status dan peran dalam suatu masyarakat yang bersifat abstrak, yang di dalamnya terdapat struktur secara vertikal maupun struktur secara horizontal. : Struktur sosial yang tidak dapat dilihat dan diraba melalui panca indra. : Struktur sosial yang memiliki keanekaragaman dalam suku, ras, maupun agama. : Struktur sosial suatu masyarakat yang hanya terdiri atas satu jenis ras, suku, dan agama serta kepercayaan. : Struktur sosial mengalami proses perubahan yang terjadi setiap saat dan digantikan oleh setiap orang. : Hierarki status-status sosial dengan peranannya masing-masing, sehingga menjadi satu sistem yang tidak terpisahkan dari struktur status yang tertinggi hingga struktur status yang terendah. : Suatu sikap di mana kedua belah mempertahankan pendiriannya masing-masing.

Glosarium

113

INDEKS SUBJEK DAN PENGARANG
A Agricultural 79 Aino 90 Alpin Caucasoid 88 Asiatik Mongoloid 7, 13, 89, 90 B Bushman 90 C Caucasoid 88, 90, 98 Community 81, 83 I Ideologi 2, 3, 11, 12, 38, 44, 47, 48, 73, 81, 82, 83, 84, 97 M Malayan Mongoloid 13, 76, 89, 90, 98 Melanesoid 8, 13, 89 Membership group 12 Monarki 9 Mongoloid 8, 13, 76, 88, 89, 90, 98 R Reference group 12

E
Etnosentrisme 58, 94, 99 F Fishing 79 Forest gathering 79 G Gender 2, 3, 8, 85, 97 Globalisasi 37, 38, 51, 52, 53, 55, 57, 62 T Tirani 9 Toleransi 85, 95, 97

114

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Indeks Subjek dan Pengarang

115

116

Sosiologi SMA/MA Kelas XI

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful