Analisa Usaha Secara Makro

ANALISA USAHA SECARA MAKRO I. KEMIRI SUNAN SECARA MONOKULTUR 1 HEKTAR 200 POHON.

- BIaya Budi Daya per hektar sekitar Rp. 18.000.000,- s/d 20.000.000,mulai tahun pertama sampai tahun ke enam. Biaya tersebut belum termasuk biaya lahan, biaya personil dan biaya pengolahan BIODIESEL. - Potensi Pendapatan setelah tahun ke enam 10 Ton BIODIESEL harga Rp. 4.500,- + Rp. 2.000,- ( subsidi ) 100 Ton BIODIESEL : Pakan ternak / Pupuk Organik / BioGas harga sekitar Rp. 500,-/Kg. Potensi Pendapatan sekitar Rp. 100.000.000,- per Tahun Budi Daya Jagung Monokultur untuk pasar industri / pangan. Panen 100 hari per Tahun 2 x musim tanam. Investasi per Hektar / musim sekitar Rp. 15.000.000,Pendapatan per Hektar / musim sekitar Rp. 24.000.000,-. Budi Daya Jagung Monokultur untuk pakan Ternak. Panen usia 2 bulan, satu tahun 3 x musim panen. Biaya Investasi per Hektar / musim Rp. 7.500.000,-. Potensi Pendapatan – BIOMASA 50 Ton x Rp 15.000.000,-

II.

III.

Bila Investasi Budi Daya Kemiri Sunan sebaiknya dengan Tumpang Sari, minimal Budi Daya sekitar 100 Hektar. Untuk merealisasikan program ini diperlukan Investor.  Crash Program Budi Daya Jagung untuk Pakan Ternak. Sudah ada perusahaan peternakan sapi yang yang mengajak kerja sama.  Program ini diusulkan menjadi Program HUKMI. Untuk langkah pertama membuat Kebun Percobaan seluas 100 Hekta. Investasi sekitar Rp. 75.000.000,- ( 10 x Rp. 7.500.000,-) Potensi Pendapatan Rp. 150.000.000 / musim. Satu Tahun 3 x musim tanam. Perhitungan R/L dalam setahun : Investasi 3 x Rp. 75.000.000,= Rp. 225.000.000,Pendapatan 3 x Rp. 150.000.000,= Rp. 450.000.000,Laba Rp. 450.000.000,- – Rp 225.000.000,= Rp. 225 juta Keuntungan ini bagi hasil dengan Kelompok Mitra Kerja ( 50 % Investor & 50 % Kelompok Mitra Kerja ). Keterangan : Perusahaan ini mampu menampung BIOMASA Jagung 300 Ton perhari. Apabila 1 Hektar menghasilkan 50 Ton BIOMASA maka daya tampung perusahaan ini Produksi 6 Hektar perhari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful