Laporan Mikro TPC Air Dan Es

I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Mikrobiologi penting sekali dan terkait erat dengan kehidupan manusia, karena mikroba (jasad renik) tersebar merata di seluruh belahan bumi dan ada di mana-mana. Mikroba ada di udara, ada di air, di tanah, lantai, meja, kulit dan dimana pun. Oleh karena itu mikroba memiliki korelasi yang erat dan peranan yang penting dengan kehidupan manusia, yang dapat memberikan pengaruh merugikan maupun menguntungkan (Dwidjoseputro, 1994). Kuantitasi mikroba menunjukkan jumlah koloni yang mampu dibentuk oleh mikroba tertentu. Beberapa koloni bakteri ini, bagi tubuh manusia akan menyebabkan penyakit (Fardiaz, 1996). Pengukuran kuantitatif populasi mikroorganisme sangat diperlukan untuk berbagai macam penelaahan

mikrobiologis. Penentuan banyaknya kuman dalam suatu peralatan, dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh mana peralatan itu tercemar untuk kuman. Dengan mengetahui jumlah kuman pada suatu peralatan, maka kualitas peralatan dapat diketahui. Peralatan masih dapat dikatakan memenuhi syarat kebersihan, apabila kuman yang terdapat pada peralatan tersebut masih di bawah standart yang ditentukan oleh suatu lembaga. Jumlah kuman pada suatu peralatan dapat dihitung dengan berbagai cara, tetapi secara garis besar jumlah kuman dapat dihitung dengan 2 cara, yaitu secara langsung dan tidak langsung.

Perhitungan secara langsung dapat diketahui berapa jumlah kuman pada saat dilakukan perhitungan, dan jumlah kuman yang dihitung adalah seluruh jumlah kuman baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Sedangkan perhitungan secara tidak langsung yaitu untuk megetahui jumlah kuman yang masih hidup, dan perhitungan dilakukan setelah ada perlakuan terlebih dahulu terhadap sampel. Salah satu cara perhitungan secara tidak langsung adalah Total Plate Count (TPC).

Cara TPC ini mempunyai kelemahan yaitu beberapa sel kuman yang tumbuh berdekatan hanya terhitung satu sel, padahal kemungkinan merupakan kumpulan sel atau koloni yang berasal dari beberapa sel. Untuk mengurangi adanya kesalahan dalam menentukan jumlah kuman yaitu digunakan aturan yang disebut Standart Plate Count (SPC). Dalam SPC menurut aturan-aturan antara lain untuk memilih cawan petri pada masing-masing pengenceran yang menunjukkan pertumbuhan koloni antara 30-300 koloni.

1.2 Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dalam praktikum ini antara lain:

1. Untuk mengetahui dan menghitung jumlah ko loni mikroorganisme pada air dan es yang digunakan dalam kehidupan sehari -hari.

2. U n t u k m e n g e t a h u i j u m l a h k o l o n i d a r i p e n g u j i a n s a m p e l a i r d a n e s d e n g a n menggunakan media PCA ( plate count agar ).

3.

Untuk membandingkan mutu air atau es yang sudah standar air minum atau

belum. 4. Sebagai acuan atau tindakan lebih lanjut untuk air dan es yang masih belum memenuhi standar air minum.

1992). sehat. aman dan nyaman (Wirono. Sanitasi pabrik diperlukan untuk m e l i n d u n g i / m e n g h i n d a r i bahan dari kebusukan agar bau dan rasa yang dikehendaki tidak berubah serta menghindari penyebaran penyakit. terjaminnya nilai estetika konsumen. serta mengusahakan lingkungan kerja yang bersih. dan pekerja untuk mencegah pencemaran dan kerusakan pada hasil olah. TINJAUAN PUSTAKA 2. Sanitasi pabrik merupakan segala k e g i a t a n ya n g t e r e n c a n a tehadap lingkungan produksi. kesehatan para pekerja dan estetika pabrik. M e n u r u t Undang-Undang RI N o . Sanitasi pangan merupakan hal yang paling penting dari semua ilmu s a n i t a s i k a r e n a b a n ya k lingkungan kita ya n g secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan suplai makanan manusia ( J e n i e 1 9 8 8 ) . peralatan dan bangunan yang dapat merusak pangan dan membahayakan manusia. 7 t a h u n 1 9 9 6 t e n t a n g P a n g a n . peralatan. Sanitasi yang dapat dilakukan pada perusahaan diantaranya adalah sanitasi gedung dan l i n g k u n g a n . minuman. kerusakan produk serta mengusahakan tenaga kerja yang bersih. bahan baku dan pekerja untuk mencengah pencemaran produk.1 Sanitasi Sanitasi (Kartika. S a n i t a s i b a h a n m a k a n a n d a n a l a t ya n g d i g u n a k a n ini turut menentukan kualitas produk makanan yang d i h a s i l k a n ( S u s a n t o . . dan nyaman.II. aman. 1 9 9 4 ) . s a n i t a s i p e n g a n didefinisikan sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertumbuh dan berkembang biaknya jasad renik pembusuk dan pathogen dalam makanan. Yang dimaksud sanitasi pabrik adalah segala kegiatan yang ditujukan untuk kebersihan.1990) merupakan suatu usaha p e n g e n d a l i a n ya n g terencana terhadap lingkungan produksi. bahan baku.

ya i t u t i n d a k a n p e n j a g a a n kebersihan terhadap mesin dan peralatan pengolahan. merupakan tindakan penjagaan k e b e r s i h a n p a d a bahan baku yang sangat besar pengaruhnya pada mutu produksi. dan tidak terbatas pada langkah tertentu saja (Nuryani. S u n g a i b . Beberapa sumber air yang dapat digunakan (Anonim. S a n i t a s i p e k e r j a . karena pekerja merupakan salah satu faktor pembawa kontaminasi tehadap produk. C u r a h h u j a n . 2006). adalah: 1.Proses sanitasi dari suatu proses produksi yang diterapkan pada setiap komponen industri menurut Buckle et al. Sanitasi ruang pengolahan dan lingkungan.2010). ya i t u p e n j a g a a n k e b e r s i h a n t e r u t a m a p a d a p e k e r j a yang bersentuhan langsung dengan bahan. (1987).Sanitasi komponen dasar air proses. yaitu tindakan penjagaan kebersihan ruangan sekitar tempat pengolahan dan lingkungan. 4 . 3.2 Kualitas Air Air merupakan bahan pendukung yang dibutuhkan dalam proses pengolahan. Sanitasi mesin dan peralatan pengolahan.Sanitasi bahan baku. 2. 2. Standar Sanitation Operation Procedure(SSOP) merupakan prosedur digunakan untuk memelihara kondisi sanitasi yang biasanya berhubungan dengan seluruh fasilitas produksi/ bisnis pangan atau area. 5. antara lain : a . air merupakan pengolahan salah ya n g satu perlu dalam industri d i j a g a k e b e r s i h a n k a r e n a a i r s e r i n g bercampur dengan bahan pada saat proses produksi.

Tidak mengandung zat -zat kimiawi yang berlebihan c . kolera. antara lain: a.Air harus bersih dan tidak keruh b. Ada beberapa persyaratan yang perlu diketahui mengenai kualitas air tersebut baik secara fisik. dan bakteri patogen penyebab penyakit. S y a r a t m i k r o b i o l o g i .c.Suhu antara 10°-25° C (sejuk) f. Adanya garam-garam ini menyebabkan air menjadi sadah y a i t u t i d a k . antara lain: a .Syarat kimiawi.Tidak berasa apapun d. kimia dan juga mikrobiologi. p H a i r a n t a r a 6 . 2 3.undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak. tipus. Air tanah atau air permukaan seperti air sumur mengandung sejumlah garam kalsium dan atau magnesium terlarut baik dalam bentuk garam klorida atau sulfat. Mengutip Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan air sehari-hari bersih dan sesuai kualitasnya dengan memenuhi p e r s ya r a t a n kesehatan p e r a t u r a n p e r u n d a n g .Tidak berbau apapun e. T i d a k m e n g a n d u n g b a h a n k i m i a w i ya n g m e n g a n d u n g r a c u n b. 5 – 9 .Tidak berwarna apapun c. Air permukaan dan air bawah tanah. 1. C u k u p y o d i u m d . a n t a r a l a i n : Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri.Syarat fisik.Tidak meninggalkan endapan 2. Demikian p u l a p a d a a i r P D A M ya n g s e r i n g t e r d a p a t kalsium terlarut.

Zeolite i n i m e m p u n y a i f u n g s i mengikat / menukar ion logam serta unsur kimia terlarut antara lain : Fe 2+ . biasanya air tersebut diolah terlebih dahulu sehingga memenuhi persyaratan air bersih. Selanjutnya adalah filtrasi m e n g g u n a k a n k a r b o n a k t i f . Proses filtrasi ini menggunakan media greensand yang mengandung zeolite. A i r s a d a h d a p a t m e n y e b a b k a n pengendapan mineral. Zeolite m e m i l i k i r u m u s k i m i a Na2 (Al2SiO3O10) . 2010).H2S. NO2-. karbon aktif. kesadahan air yang digunakan diawasi dengan ketat untuk mencegah kerugian (Anonim. dan air sadah yang bercampur sabun dapat membentuk gumpalan scum yang sukar dihilangkan. 2H2O . proses . yang menyumbat saluran pipa dan keran. NO3(Firdaus. Air sadah tidak begitu berbahaya untuk namun dapat menyebabkan beberapa m a s a l a h . sehingga air tersebut terbebas dari kesadahan (Anonim.kotoran yang ukurannya lebih besar dari 0. serta menahan/ memfilter kadar -kadar logamlogam berat yang masih terkandung di dalam air. NH 4.5 mikron. Adapun metode p e n g o l a h a n a i r s u m u r ya n g d a p a t d i l a k u k a n u n t u k menghasilkan air bersih. zeolite). diminum. Mn2+ . Dalam industri. 2010).2010). 2H2O Zeolit mempunyai a t a u K 2 (Al2SiO3O10) . M e n u r u t Firdaus(2010). mikrofilter. Pada perusahaan yang menggunakan air sumur sebagai sumber airnya. struktur tiga dimensi yang memiliki pori-pori yang dapat dilewati air. Cr. Air yang digunakan dalam pengolahan pangan perlu diperhatikan sanitasinya agar layak dipakai.dapat menghasilkan busa jika dicampurkan dengan sa bun (Yan. Zeolite ini biasanya digunakan untuk m e n g h i l a n g k a n k e s a d a h a n a i r .2010). desinfektasi dan dilanjut dengan Reverse Osmosis. Air sadah juga menyebabkan pemborosan sabun di rumah tangga. Zn. Proses filtrasi air bertujuan menghilangkan kotoran. Ion Ca2+ dan Mg2+ akan ditukar dengan ion Na+ dan K + dari zeolite. Biasanya proses ini menggunakan bahan sand filter yang disesuaikan dengan kebutuhan baik debit maupun kualitas air dengan media filter (silica sand/quarsa. yakni dengan menyaring air menggunakan sand filter.

Proses ini m e l a l u i alat yang disebut membran semipermiabel. Proporsi dari tiga jenis pori pori tersebut akan menentukan sifat adsorpsi dari karbon aktif. transisional pores. sebagai Partikel penyaring halus partikel bisa halus berupa maksimal tersebut mikroorganisme yang mati setelah didesinfektasi. virus dan logam-logam berat lainnya. micro pores). m e r u p a k a n p r o s e s u t a m a d a l a m p r o s e s p e m u r n i a n a i r dengan hasil kualitas air non mineral. . m e m b r a n i n i mempunyai lubang air 1/10. Keluasan pori -pori karbon a k t i f d i b e n t u k m e l a l u i p r o s e s aktivitas tanpa menggunakan bahan kimia sehingga aman dipakai dalam adsorpsi. Terakhir. Karbon aktif adalah suatu m e d i a p a d a t a n b e r p o r i d e n g a n l u a s p e r m u k a a n s a n g a t b e s a r ( 7 0 0 – 1400m²/gr) .000 mikron dimana air yang melewati lubang tersebut sudah merupakan air bebas bakteri. 2010). rasa serta aroma air. Setelah s e l e s a i diberikan penambahan desinfektan berupa difilter klorin u n t u k menghilangkan bakteri patogen yang terdapat pada air.filtrasi dengan karbon aktif ini bertujuan untuk meningkatkan k u a l i t a s a i r a g a r a i r ya n g d i h a s i l k a n t i d a k m e n g a n d u n g bakteri (steril). proses Reverse osmosis. Fungsi berukuran mikro f i l t e r adalah 10µ. Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solven d a r i s e b u a h d a e r a h k o n s e n t r a s i s o l u t t i n g g i m e l a l u i s e b u a h m e m b r a n k e sebuah daerah solute rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik (Anonim. D a ya s e r a p t e r h a d a p I 2 minimal 75% berdasarkan SNI 06-4253-1996 atau revisinya. Langkah selanjutnya a d a l a h m e n ya r i n g d e n g a n m e n g g u n a k a n m i k r o f i l t e r . Karbon semua keperluan (operasi) aktif mengandung tiga jenis pori (macro pores. Bahan baku karbon aktif bisa berasal d a r i b a t u b a r a a t a u b a t o k k e l a p a .

3.1 Alat            Erlenmeyer Tabung reaksi Pipet ukur dan pipet pump Rak tabung reaksi 5 buah cawan petri Bunsen Oven Autoclave incubator Hot plate dan magnetic stirer Timbangan 3.2.5 gr NaCl Masukan NaCl kedalam Erlenmeyer dan tambahkan 100 ml aquades Kemudian homogenkan Sumbat dengan kapas dan tutup dengan kertas coklat Isi juga masing – masing 9 ml NaCl 0.1 Waktu dan Tempat Kegiatan Pengujian TPC terhadap air dan es dilakukan pada tanggal 19 Maret 2012 di Laboratorium Mikrobiologi Dasar Sekolah Tinggi Perikanan.85% Timbang 8.2 Alat dan Bahan 3.2.III.2. METODE PELAKSANAAN ` 3. Bahan Larutan NaCl 0.85% kedalam 2 tabung reaksi Sumbat tabung reaksi dengan kapas dan tutup dengan kertas coklat .

PCA 250 ml Air aquades . maka: PCA : 22.5 x 22.5 gram/ 1 liter PCA sehingga bila kita buat 1500ml PCA dibagi menjadi 10 buah erlenmeyer.Kemudian sterilisasi Larutan Plate Count Agar (PCA) 22. serta tutup dengan kertas coklat 5) Kemudian sterilisasi dengan autoclave Gambar . menghomogenkan PCA dengan hot plate stirrer 4) Setelah mendidih angkat dan sumbat dengan kapas.5 gr 100 patri dish x 15 ml = 1500 1 erlenmeyer 250 ml : 1) Timbang 5.5 g/lt = 1.6 gr PCA 2) Masukan kedalam Erlenmeyer dan tambahkan 250 ml aquades 3) Homogenkan dengan hot plate stirrer sampai mendidih Gambar .

Homogenkan larutan dengan car dikocok. 1 ml pada Cawan petri B (duplo). Dan siapkan cawan petri E yang masih kosong sebagai blanko. Biasakan menggunakan pipet hanya dengan 1 kali penyedotan karena bila 8) dilakukan berulang kali agar larutan tercampur rata Putar cawan petri penyedotan. pemindahan larutan ini menggunakan pipet 5ml yang pertama. Dan selalu lakukan fiksasi saat memindahkan larutan. masukkan dalam erlenmeyer yang telah berisi larutan NaCl 0. Pindahkan dengan pipet ukur pada tabung reaksi yang kosong. 4) Pindahkan 10ml sampel aira aquades.85% yang masik steril.3.85% + 1ml sampel 10-1 dihomogenkan sehingga diperoleh pengenceran 10-2 7) Dari pengenceran 10-2 pipet sebanyak 2 ml dan pindahkan masing-masing 1ml pada cawan petri C dan cawan petri D menggunakan pipet yang kedua. Hindari kontaminasi dari lingkungan dengan fiksasi. larutan akan terkontaminasi oleh mikroba. Ingat! .85% steril. 3) Siapkan air aquades sebagai sampel. 6) Tabung reaksi yang berisi 9ml NaCl 0. Dalam pembuatan larutan PCA harus dihomogenkan terlebih dahulu sebelum sterilisasi bahan di dalam autoclave dan sterilisai alat di dalam oven.3 Prosedur Kerja 1) Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2) Lakukan preparasi untuk sterilisasi alat dan bahan. kemudian 1 ml pada cawan petri A. Langkah ini merupakan pengenceran 10-1 5) Dari hasil pengenceran 10-1 pipet sebanyak 3 ml untuk dipindahkan masingmasing 1ml ke dalam tabung reaksi yang telah berisi larutan NaCl 0.

9) Diamkan agar PCA beku. lakukan inkubasi pada inkubator dengan suhu 35oC selama 48 jam. dan E sebanyak 12-15ml larutan PCA (44oC.Gambar tindakan fiksasi larutan. Gambar larutan PCA yang di pindahkan dalam petridish. Setelah beku. dan 48 jam. .B.C. 10) Hitung jumlah koloni yang terbentuk selama 24 jam.46oC) hingga menutupi seluruh permukaan cawan petri.D. 8) Tuangkan kedalam cawan petri A.

85% Pengenceran 10 -1 Pengenceran 10 -2 .11) Hitung nilai ALT dengan menggunakan rumus N = ∑𝒄 𝟏 𝒏𝟏 + 𝟎 𝟏 𝒏𝟐 𝒅 larutan NaCl 0.

blanko Skema pengenceran uji Angka Lempeng Total (ALT) pada Air dan Es .

1 hasil inkubasi selama 24 jam Cawan petri Pengenceran 10-1 10-2 Blanko A: 8 C: 3 E:3 B:10 D: 7 I II Perhitungan: N = ∑𝒄 𝟏 𝒏𝟏 + 𝟎 𝟏 𝒏𝟐 + + + + 𝒅 = = = + = 76.1904 koloni/ml = 7. .6 × 101 koloni/ml Keterangan: N ∑c n1 n2 d = Jumlah koloni produk dinyatakan dalam koloni per ml/gram = Jumlah koloni pada seluruh cawan = Jumlah cawan pada pengenceran pertama yang dihitung = Jumlah cawan pada pengenceran kedua yang dihitung = Faktor pengenceran pertama yang dihitung. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.IV.

4545 koloni/ ml = 1.4. air aquades itu cukup steril karena jumlah koloni .45 × 102 koloni/ml Keterangan: N ∑c n1 n2 d = Jumlah koloni produk dinyatakan dalam koloni per ml/gram = Jumlah koloni pada seluruh cawan = Jumlah cawan pada pengenceran pertama yang dihitung = Jumlah cawan pada pengenceran kedua yang dihitung = Faktor pengenceran pertama yang dihitung Pembahasan : Data yang diperoleh pada pengujian Angka Lempeng Total pada air aquades menunjukkan bahwa.2 hasil inkubasi selama 48 jam Cawan petri Pengenceran 10-1 10-2 Blanko I II A: 17 C: 7 E:5 B:20 D: 8 Perhitungan: N = ∑𝒄 𝟏 𝒏𝟏 + 𝟎 𝟏 𝒏𝟐 + + + + + 𝒅 + = = = + = 145.

. Ditemukannya kuman-kuman patogen dari air minum. Uji TPC kurang dari 100 kol/ml. makanan. Serta pengujian kimia yang meliputi kandungan bakteri yang terdapat dalam air tesebut. kolera. serta tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri. Nilai ALT pada air aquades ini menunjukkan bahwa air aquades tidak layak untuk diminum maupun sebagai bahan olahan produk perikanan. Air minum yang tercemar oleh kuman dapat menyebabkan wabah penyakit usus. Salah satu metode pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan monitoring kualitas air secara mikrobiologik sebelum dijadikan sebagai sumber air minum. OR LESS/100ml. Escherichia coli merupakan bukti langsung bahwa air minum sudah tercemar kotoran manusia. bahwa syarat mikrobiologi dari air bersih. Koliform merupakan suatu grup bakteri yang digunakan sebagai indikator adanya polusi kotoran dan kondisi yang tidak baik terhadap air. Seperti yang kita ketahui. antara lain: Yang meliputi angka koliform (bakteri bentuk koli).45 × 102. susu. Shigella dysentriae. Vibrio Cholera. dan bakteri patogen penyebab penyakit(bakteri pathogen).. hal ini terlihat dari jumlah mikroba yang teramati setelah pengenceran hingga . misalnya Salmonella Tiphy. 4.4545 koloni/ml atau 1. aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35oC. gram negative. maka jumlah mikroba yang tersuspensi di dalam cairan menjadi lebih kecil. tipus. Hal ini dikarenakan dengan melakukan pengenceran berseri.dll.3 Analisa Hasil Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan diketahui bahwa hasil TPC berhubungan dengan seri pengenceran.air di workshop itu sebanyak 145. tidak membentuk spora. Koliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang. Adanya bakteri koliform di dalam minuman menunjukkan kemungkinan adanya mikroba yang bersifat enteropatogenik dan atau toksikgenik yang berbahaya bagi kesehatan.

3. 10. 4. 13.1 x 102 5. 9. 5.4 Pembahasan Tingkat Kebersihan Laboratorium Mikrobiologi Hasil Pengujian Penentuan Kadar Total Aerobic Plant Count (TPC) Air dan Es selama 24 jam No.3 x 102 9.1 x 101 2. Sampel yang diuji Air kran lab mikro Air kran lab mikro Air aquades Air aquades Es batu workshop Es batu workshop Es batu kantin Es batu kantin Air aquades galon besar Air aquades galon besar Air aqua botol Air aqua botol Air minum loligo Air minum loligo Air kran aster Air kran aster Air kran loligo Air kran loligo Air kran workshop Air kran workshop Jumlah Koloni (kol/ml air atau es) 1.0 x 104 1. 15.7 x 104 . bahwa umumnya semakin banyak pengenceran yang dilakukan maka jumlah mikroba yang terhitung semakin sedikit.5 x 101 4. 19.7 x 103 7. 17.2 x 101 1. 7. 14. 11.1 x 101 1. 16.8 x 102 1.9 x 102 9. 18.8 x 101 1.1 x 102 5. 6. 8. 20.0 x 101 3. 12. 4. 1. 2.2 x 101 5.6 x 103 5 x 101 3.5 x 101 7.4 x 101 7.ke dua kalinya.0 x 101 6.

2 x 102 1.6 x 104 5. 2. 6.3 x 102 9. Air kran lab mikro Air kran lab mikro Air aquades Air aquades Es batu workshop Es batu workshop Es batu kantin Es batu kantin Air aquades galon besar Air aquades galon besar Air aqua botol Air aqua botol Air minum loligo Air minum loligo Air kran aster Air kran aster Air kran loligo Air kran loligo Air kran workshop Air kran workshop 1. 5. 14. Karena standar air minum adalah 100 koloni/ml. 10. sehingga perlu adanya sterilisasi air. 15.9 x 103 3. 19.5 x 101 4.04 x 102 1.selama 48 jam No.3 x 102 5. 4.7 x 103 3.3 x 102 1.1 x 102 7. Sampel yang diuji Jumlah Koloni (kol/ml air atau es) 1. 16.2 x 101 1.5 x 104 Pembahasan: Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa air keran workshop yang paling tidak steril dan tidak memenuhi persyatan air minum. 17.2 x 101 1. 13. 3. 11.2 x 101 5. 20.2 x 102 6.45 x 102 1. 8. 7.5 x 102 4. 9. 18.5 x 101 9 x 102 1.0 x 101 9. 12. . agar taruna/taruni tidak terkontaminasi terhadap air yang diminum.

V. Sedangkan standar air bersih itu 100 koloni/ml sehingga air aquades tidak memenuhi persyaratan air minum. Hampir seluruh air yang ada di asrama dan lingkungan kampus STP itu belum cukup layak untuk dijadikan air minum.5 x 104 kol/ml pada pengenceran yang kedua (10-2) selama 48 jam. 2. 3. Karena berdasarkan perhitungan jumlah koloni menghasilkan sebanyak 145. 5. harus dijaga sampai larutan PCA panas tapi . Perhitungan koloni pada air keran workshop diperoleh sebanyak 1. Perhitungan koloni pada air keran workshop diperoleh sebanyak 1. para praktikan diharapkan memakai masker untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi atau bisa juga menyemprotkan alkohol pada tangan dan juga alatserta media yang akan digunakan.0 x 104 kol/ml dan 1. KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum Uji Angka Lempeng Total (ALT) atau Total Plate Count (TPC) pada air dan es diperoleh bahwa: 1. Berdasarkan data yang diperoleh. Selain itu.1. PENUTUP 5. 4. Saat membuat larutan PCA yang dipanaskan diatas hot plate stirer seharusnya tidak boleh ditinggal. Air aquades itu tidak memenuhi standar air minum secara mikrobiologi. ternyata air keran workshop yang paling kotor dan paling tidak layak untuk dijadikan sebagai air minum.45 × 102 koloni/ml selama 48 jam penyimpanan dalam inkubator. Dengan teknik duplo.2 SARAN Hendaknya para praktikan sangat berhati-hati dalam melakukan teknik isolasi dam pemurnian agar tidak terjadi kontaminasi.7 x 104 kol/ml pada pengenceran yang pertama (10-1) selama 24 jam.4545 atau 1.6 x 104 kol/ml dan 5.

kita tidak akan tahu kapan larutan itu panas dan akan mengakibatkan air mendidih serta meluap keatas mulut erlenmeyer dan menyebabkan tumpah. apabila larutan PCA yang sedang dipanaskan tidak dijaga. .tidak mendidih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful