P. 1
DIBERKAHI DENGAN KUTUKAN

DIBERKAHI DENGAN KUTUKAN

|Views: 3|Likes:
Published by Tom Ska

More info:

Published by: Tom Ska on Apr 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/11/2013

pdf

text

original

DIBERKAHI DENGAN KUTUKAN Seberapa gembiranya kamu bila kamu terjebak dalam dunia mimpi?

Dimana semua yang kamu inginkan ada disana? Cowok yang kamu impikan? Cewek yang kamu benci mencium kakimu? Sangat menyenangkan, bukan? Salah. Kupikir itu akan terjadi, ternyata itu neraka. Aku membuka mataku dan tersenyum melihat sekeliling ruangan yang nampak tak asing dimataku. Ruangan itu gelap, kuno dan berbau klasik. Aku melihat pada kaca yang dipenuhi kutipan kata yang kutulis disana. Aku memakai celana pendek hitam dan jas hitam. Rambut hitam pekat ku dengan poni yang lebih panjang dari biasanya dan menutupi mata kiriku dan sebagian mata kananku. Mataku berwarna hitam lembut dihiasi dengan eyeliner tebal. Tinggiku rata-rata dan langsing dengan kulit pucat. Gelang-gelang hitam ada dikedua pergelangan tanganku. Sebuah liontin perak dengan cincin yang juga berwarna perak sebagai bandulnya tergantung dileherku hadiah peninggalan dari nenek.

“Selamat datang” Aku tersenyum dan membalikkan badan untuk melihat Aiden. Dia duduk di sebuah tempat tidur dan tersenyum padaku. Dia lalu bangkit dan berjalan ke arahku. Rambutnya berwarna hitam sehitam arang dan panjang menutupi matanya dan menyentuh pundak.

Dia tinggi, ramping dan sangat pucat. Dia memiliki otot-otot seperti telah dilatihnya beberapa waktu. Dan matanya menakjubkan. Warna matanya tak pernah ada habisnya selalu berganti dari biru, merah, orange terang, emas, hijau bahkan kristal. Segala macam warna ada dimatanya. Bahkan sampai sekarang aku masih belum dapat membedakan yang mana.

Dia menarikku kearahnya. Kami terlihat pas bersama. Dia menunduk dan memberiku kecupan dibibir. Rasanya lembut dan hangat. Setelah dia menariknya dia menempelkan lagi bibirnya lebih dalam.

Aku menutup mata dan membalutkan lenganku di pinggangnya. Aku dapat merasakan dagunya beristirahat di kepalaku. Aku mendengar detak jantungnya. “Dag-dig-dug. Dag-“

“HAILEY!” Mataku terbuka dan guruku sedang melotot kearahku dengan muka merah. “Apa jawabanya!” Aku melihat ke papan tulis. “3” Dia mengerjapkan mata. “Bagus, tapi berhentilah tertidur dalam kelas.” Aku mengangguk dan dia kembali pada mejanya.

Lalu aku mendengar teriakan samar-samar di dekat kolam.” Dia menimpali “Aw lain waktu?” Aku hanya bergumam dan dia menganggapnya sebagai tanda persetujuan. Tidak. Aku berada diloker dan melirik kesudut mataku. Terlambat. Tak ada Aiden.Aku melihat pada notebookku. Dia tertawa terkikih dan berjalan pergi. “Hey cewek aneh. Dan dunia mimpi itu juga tidak nyata. tunggu!” Aku tidak melambatkan langkah kakiku. Aku melihat cowok-cowok rese’ datang kearahku. Aku menyibakkan rambut coklat gelapku dengan tangan dan mendesah. Sial Cepat-cepat aku menutup loker dan menuju pintu keluar. Aku mulai berjalan menuju gym untuk berlatih basket. Seseorang menyapaku dalam perjalanan. Aku berhenti ditempat. Dengan dingin aku menjawab. Josh. Hanya dalam kepalaku saja. Akhirnya salah seorang meraih tanganku. Aku berjalan ke kolam dan melihat Michael. aku dapat mendengar suara itu. dan Ryan sedang berusaha mendorong seseorang ke dalam air dari atas papan loncat. Aku mendesah dan menutup notebookku. Belpun berbunyi. kau mau datang setelah ini?” Michelle bertanya mengedipkan matanya padaku.” Aaron: “Jadi Aaron. . “Tidak. aku mengambil tas dan notebookku lalu pergi meninggalkan kelas. Aku ada janji dengan saudaraku. “Kenapa terburu-buru? Ayo pergi berenang. Sebuah gambar yang kulukis ada disana. Gambarku dengan Aiden yang sedang memelukku. terima kasih. Semua yang baru saja terjadi tidaklah nyata. aku balik tersenyum dan mengangguk. Lagi. Aku mengerang dan menutup lokerku.

” Dia mengangguk. Hailey: Semua yang kuingat adalah melihat ke dasar kolam yang gelap. Dia mengenakan jins hitam ketat dan sebuah hoodie. Dia bernafas dan mengangguk.” Sebuah suara berbisik. Dia adalah tetanggaku dan keluarganya memiliki kolam renang. “Tidak! Hentikan!” Aku berteriak. Aku melihat sosok dengan rambut coklat gelap berada diatasku. “Kamu yang menarikku keluar kolam?” Aku bertanya dengan suara pelan. “Ayo lah. Akhirnya aku berhenti terbatuk dan memandang pada sosok itu. Dia berhenti. “Aiden?” Aku bertanya. Kemudian mereka menceburkannya ke kolam.Seorang cewek berteriak dalam rengkuhan tangan Ryan.” Aku merasa mukaku memerah seperti halnya dia. Kemudian itu menghantamku.. Mulutnya berada di mulutku. Kulit terangnya bercahaya dan mata birunya terlihat cemas. aku disini Hailey” Aku merasakan mataku tertutup. Rambut hitam birunya berantakan dan ketakutan terpancar dari mata biru hazelnya yang indah. “Ya. Air dingin menghantamku. Mataku tiba-tiba terbuka. “Mmmmmhhh!” kataku. Aku merasakan sebuah tangan menepuk punggungku. “Ya. uh aku harus pergi um untuk PRC. “Oh. cepat!” Michael menjemputnya. Rambut coklat gelapnya basah dan menempel pada wajahnya. aku merasa tubuhku membeku. Yang ku tahu aku baru saja berteriak. Aku menyipitkan mata melihatnya kemudian aku pun terkejut. Walaupun begitu dia tidak pernah menggunakannya. Aku terbatuk dan air keluar dari dalam mulutku. Aku ingat kakaknya pernah bercerita padaku bagaimana dia hampir tenggelam ketika masih kecil. Aku dapat mati bersama Aiden. Aku tak dapat bergerak. Air. Aku juga memperhatikan kalau bajunya basah. “Yeah. Aaron. Itu Hailey. “Kantor sedang . Aku tidak tahu jika tanganku bergerak atau kakiku. “Terlambat Aaron!” Ryan tertawa. kamu dapat.

” Aku mengangguk. Dia dengan cepat melihat sekitar dan mengambil sebuah handuk. Aku memperhatikan kalau tangannya berada padaku lebih lama dari waktu normal. “Pelatih pergi mengambilkan sesuatu yang hangat untuk kau minum. .” Aku mengangguk dan menggigil kedinginan.mamanggil orang tuamu. Mereka sudah menangani para cowok itu. Dia menyelimutkan handuk itu padaku.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->