P. 1
skripsi sistim informatika

skripsi sistim informatika

4.86

|Views: 1,445|Likes:
Published by teguhandokosusilo
Miliki DVD Kompilasi 1500 Skripsi Lengkap
dan Thesis, 40 skripsi gratis ASLI !!

www.skripsigratis.net
Miliki DVD Kompilasi 1500 Skripsi Lengkap
dan Thesis, 40 skripsi gratis ASLI !!

www.skripsigratis.net

More info:

Published by: teguhandokosusilo on Dec 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

Pada diagram 3.4, akhir program atau akhir dari aliran data terletak pada

emergency stop (tombol Off). Apabila tombol tersebut diberikan input 1 pulsa (ditekan

selama sesaat), maka aliran akan berhenti. sedangkan bila tombol stop tidak diberikan

input, maka data akan terus mengalir ke arah selanjutnya secara berulang-ulang.

Komponen elektrik sensor 1, sensor 2, limit switch atas, dan limit switch bawah

mengeluarkan sinyal On dan sinyal Off, sinyal-sinyal tersebut akan dikirimkan ke relay
29

yang terdapat pada PLC FPΣ (relay internal). Relay internal berada dalam unit input PLC

FPΣ, setelah sinyal-sinyal tersebut diproses sesuai dengan program yang tersimpan di

dalam PLC FPΣ, hasil proses dikirimkan ke unit output PLC FPΣ. Output tersebut

menghasilkan dua buah sinyal.

Sinyal pertama diberikan untuk relay 1 (satu), relay tersebut berfungsi untuk

mengaktifkan solenoid K1. Setelah itu, K1 akan menggerakkan motor elektrik untuk

berputar memerintahkan pintu untuk bergerak terbuka (keatas). Sedangkan komponen

elektrik yang berfungsi untuk menghentikan pintu, sinyal yang digunakan adalah sinyal

dari limit switch atas.

Sedangkan sinyal output kedua, sinyal diberikan untuk relay 2 (dua), relay ini

akan mengaktifkan solenoid K2. Apabila solenoid K2 dalam keadaan aktif, maka K2

akan menggerakkan motor untuk memerintahkan agar pintu bergerak menutup.

komponen elektrik yang berperan untuk memberhentikan pintu bergerak menutup, adalah

limit switch bawah.

Proses untuk membuat agar K1 dan K2 tidak bekerja secara bersamaan, terdapat

pada ladder diagram yang sudah di simpan kedalam PLC FPΣ. Apabila K1 dalam kondisi

aktif, maka PLC akan memerintahkan agar K2 dalam keadaan tidak aktif.

3.4.1Pemrograman PLC Untuk Sistem Pintu Otomatis

Langkah pertama dalam pembuatan program adalah menentukan jumlah input dan

jumlah output yang akan diproses oleh PLC FP∑. Bila jumlah input ataupun outputnya

sudah diketahui, selanjutnya adalah memberikan simbol I/O yang dapat dikenali oleh

perangkat lunak FPWIN GR V 2.00. Untuk simbol Input menggunakan huruf X dan

untuk simbol Output digunakan huruf Y. Input dan output untuk sistem pintu otomatis
30

dapat ditentukan sebagai berikut, X0 simbol untuk sensor 1, X1 simbol untuk limit switch

bawah, X2 simbol untuk sensor 2, dan X3 simbol untuk limit switch atas.

Sedangkan simbol output menggunakan Y0 dan Y1, dimana Y0 berfungsi

menggerakkan relay 1 dan Y1 untuk menggerakkan R2. Proses selanjutnya adalah

pembuatan diagram tangga untuk sistem pintu secara otomatis. Apabila program dibuat

secara berurutan, berikut ini adalah urutan dari pemrograman sistem pintu ”rolling door”

otomatis menggunakan PLC FPΣ. Program tersebut menggunakan perangkat lunak FP

WIN GR V 2.00 (perangkat lunak yang dapat dikenali oleh PLC FPΣ).

1.Pada saat sensor 1 mendeteksi terdapat benda bergerak yang ingin melewati pintu,

maka motor Up akan naik. Berikut pembuatan diagram tangganya.

Gambar 3.5 Diagram Tangga Langkah 1

Pada Gambar 3.5 jika X0 On maka Output Y0 akan terus On, begitu juga sebaliknya

jika X1 Off maka Y0 tidak akan On.

2.Motor Up akan terus aktif hingga switch atas tertekanyang menandakan pintu garasi

telah terbukasehingga motor Up harus dihentikan.

Gambar 3.6 Diagram Tangga Langkah 2

31

Pada Gambar 3.6 jika X0 On dan X1 Off maka Y0 akan On dan terus On. Bila X1

dalam keadaan On maka outpur Y0 tidak akan On.

3.Pada saat benda tersebut telah melewati pintu garasi atau masuk kedalam pintu,

sensor 2 akan mendeteksi sehingga berubah menjadi On dan mengaktifkan Y1 (motor

down).

Gambar 3.7 Diagram Tangga Langkah 3

Sedangkan pada Gambar 3.7 R0 akan on jika X2 dalam kondisi mengalami

perubahan dari Off menjadi On hanya sesaat (On hanya 1 pulsa). Jika R0 On sesuai

dengan kondisi (hanya sesaat) maka Y1 akan On.

4.Pada saat switch bawah tertekan, menandakan bahwa pintu telah mencapai batas

untuk menutup. Maka motor down harus dihentikan.

Gambar 3.8 Diagram Tangga Langkah 4

Pada Gambar 3.8 jika R0 On dan X3 dalam kondisi Off maka Y1 akan On

5.Langkah terakhir adalah pada saat motor Down aktif (Y1 On) maka motor Up (Y0)

harus dalam keadaan Off. Begitu juga dengan sebaliknya, apabila motor Up aktif

Motor Down harus dalam keadaan Off.

32

Gambar 3.9 Diagram Tangga Apabila Y0 (motor Up) On, Y1 (motor Down) Off

Pada Gambar 3.9 jika X0 dalam kondisi On, X1 Off, dan Y1 dalam keadaan Off,

maka, Y0 akan berada dalam kondisi On.

Gambar 3.10 Diagram Tangga Y1 On, Y0 Dalam Keadaan Off

Pada Gambar 3.10 jika R0 dalam kondisi On, X3 dalam kondisi Off, dan Y0 dalam

kondisi Off maka Y1 akan On.

Dari langkah-langkah pembuatan diagram tangga sesuai dengan kondisi langkah pertama

dan seterusnya, diagram tersebut dapat disederhanakan menjadi seperti Gambar 3.10.

3.11 Penyederhanaan Diagram Tangga Sistem Pintu Otomatis

33

Pada Gambar 3.11 angka 0, 5, dan 8 dapat dikatakan dengan Step (langkah). Dari

penyederhanaan program tersebut, berikut penjelasan untuk diagram tangganya : pada

saat X0 (sensor1) on maka Y0 (relay1) akan On dan tetap On. Ketika X1 (Limit switch

atas) dalam kondisi On maka Y0 (relay1) akan menjadi Off. Pada saat X2 (sensor 2)

On, maka R0 juga akan On sehingga Y1 (relay 2) menjadi On. Ketika X3 On, Y1 (relay

2) akan menjadi Off . Pada Step 0 apabila Y0 dalam kondisi On, maka PLC akan

memerintahkan agar Y1(relay 2) dalam kondisi Off, begitu juga dengan step 8. hal

tersebut berfungsi agar relay 1 dan relay 2 bekerja secara bersamaan.

Pada gambar 3.4 terdapat perintah DF, perintah ini berfungsi sebagai

pengendalian sensor 2. Karena sinyal yang diterima oleh sensor 2 ini hanya sesaat

(perubahan dari On ke Off tidak continu). Apabila tidak diberikan instruksi DF, kondisi

pada sensor 2 tidak memungkinkan untuk selalu On atau Off. Karena sensor ini hanya

mendeteksi benda yang melintasi pintu.

34

BAB IV

ANALISA SISTEM

Pada bab IV ini akan menjelaskan tentang analisa sistem yang meliputi jenis-jenis

komponen elektrik dan elektronik yang terhubung dengan sistem, jenis dan perangkat

pendukung yang di kendalikan motor elektrik, pengaturan jarak sensor, perhitungan

waktu sistem pintu otomatis, dan kelebihan ataupun keuntungan menggunakan sistem ini.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->