CLEFT PALATE

KELOMPOK 1
A. DEFINISI
Bila celah berada pada bagian langit-langit rongga mulut (palate), maka kelainan ini disebut cleft palate. Pada cleft palate, celah akan menghubungkan langit-langit rongga mulut dengan rongga hidung (Trice dan Filson, 1995). Menurut Wynbrandt dan Ludman (2008) Cleft palate (celah palatum) adalah suatu kondisi dimana dua lempeng dari tengkorak yang membentuk palatum keras (atap rongga mulut) tidak menyatu secara penuh.

B. ETIOLOGI
Proses terbentuknya kelainan ini sudah dimulai sejak minggu-minggu awal kehamilan ibu. Saat usia kehamilan ibu mencapai 6 minggu, bibir atas dan langit-langit rongga mulut bayi dalam kandungan akan mulai terbentuk dari jaringan yang berada di kedua sisi dari lidah dan akan bersatu di tengah-tengah. Bila jaringan-jaringan ini gagal bersatu, maka akan terbentuk celah pada bibir atas atau langit-langit rongga mulut. Sebenarnya penyebab mengapa jaringanjaringan tersebut tidak menyatu dengan baik belum diketahui dengan pasti. Tapi faktor penyebab yang diperkirakan adalah kombinasi antara faktor genetik dan faktor lingkungan seperti obat-obatan , penyakit atau infeksi yang diderita ibu saat mengandung, konsumsi minuman beralkohol atau merokok saat masa kehamilan. Resiko terkena akan semakin tinggi pada anak-anak yang memiliki saudara kandung atau orang tua yang juga menderita kelainan ini, dan dapat diturunkan baik lewat ayah maupun ibu. Cleft lip dan cleft palate juga dapat merupakan bagian dari sindroma penyakit tertentu. Kekurangan asam folat juga dapat memicu terjadinya kelainan ini (Trice dan Filson, 1995). Biasanya perkembangan bentuk wajah sekitar 5-12 minggu setelah konsepsi dan melibatkan ektoderm dan mesenkim di daerah dari pelat saraf. Setiap penundaan dalam pertumbuhan atau kegagalan untuk memadukan antara setiap struktur berikut dapat menyebabkan celah (Krumoya, 2008). Pembentukan langit-langit dimulai pada akhir minggu ke-5. Pada prominen medial hidung akan mengalami fusi dan menimbulkan proses palatina median, yang

lebih banyak terjadi pada wanita. dapat dipengaruhi oleh variasi genetik. atau genetik (Pramono. 2003). Cleft lip dan cleft palate juga mungkin bagian dari sindrom genetik. (Mc Cabe. Menurut Wray dkk (2003). yaitu: 1. Primary palate : celah terlihat pada palatum bagian anterior hingga foramen incisivus .perkawinan keluarga. Cleft lip dan cleft palate dikaitkan dengan lebih dari 400 sindrom (Campbell. dan hidung) (Krumoya. 1966) C. 2008). KLASIFIKASI Terbentuknya celah palatum biasanya terlihat pada saat pemeriksaan bayi pertama kali. murni-tak diketahui. sehingga dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bentuk dari penampakan klinisnya. Karena celah submukosa tidak terlihat dengan mata telanjang.obat-obatan dan hiponutrisi saat ibu mengandung. dapat menyebabkan anak dengan Cleft lip dan cleft palate. Cleft lip dan cleft palate dapat ditularkan dari generasi ke generasi melalui cacat dalam sebuah gen yang diberikan kepada anak dengan satu atau kedua orang tua. perkembangan. Kemungkinan penyebab meliputi ibu yang terpajan obat. bibir atas. alveolus. Celah palatum muncul akibat terjadinya kegagalan dalam mendekatkan atau memfusikan lempeng palatum.akan menyebabkan langit-langit primer (terdiri dari premaxilla. dan faktor lingkungan (Berman. Penyebab adanya celah palatum dan bibir serta disertai dengan defek septum nasal ini dapat disebakan oleh faktro keterunan. Terlihat kegagalan palatum untuk fusi. 2008). terjadinya trauma. Satu pengecualian adalah celah submukosa dimana terdapat celah pada palatum. kompleks sindrom-malformasi. deformitas celah yang terjadi pada palatum dapat meluas secara hebat. namun tertutupi oleh garis mulut yang lembut dan kokoh. jenis celah palatum tidak selalu diidentifikasi pada saat lahir. 2002). Genetika juga memainkan peranan dalam hal ini kelainan bawaan. Bahkan. 2005). Sindrom genetik seperti sindrom Down. tetapi mungkin didiagnosis nanti jika anak mengalami kesulitan menelan atau berbicara (Jones .

2. Secondary palate : celah diperoleh dari shelves palatal pada embrio (celah pada posterior foramen incisivus) 3. Complete cleft palate : celah meluas hingga foramen incisivus 4. Incomplete cleft palate : celah tidak meluas hingga foramen incisivus .

5. Submucous cleft palate : celah pada lapisan mukosa pada palatum lunak (biasanya disertai dengan takik pada palatum keras bagian posterior) 6. Unilateral palate cleft : vomer masih dilekati salah satu palatal shelves .

Hard palatal cleft : celah hanya terdapat pada area palatum keras 9.7. . Bilateral palatal cleft : vomer benar-benar terpisah dari palatal shelves 8. Soft palatal cleft : celah hanya terdapat pada area palatum lunak Lain lagi menurut Brata (1999) Sumbing langit-langit dapat diklasifikasikan menjadi sumbing langit-langit lunak (palatum mole) atau keseluruhan langit-langit yang lunak dan keras (palatum durum).

Sumbing dari palatum mole saja. meluas kedepan ke foramen insisivus. Anak dapat memperbaiki kesulitannya dalam berbicara setelah menjalani terapi bicara. Sumbing dari palatum mole dan durum. Besarnya cleft bukan indikator seberapa serius gangguan dalam berbicara. Cleft palate juga dapat menyebabkan kesulitan dalam berbicara. 1999). D. Sumbing langit-langit bilateral komplit. Kesulitan ini dapat diatasi dengan penggunaan botol khusus yang direkomendasikan oleh dokter gigi spesialis gigi anak dan dokter spesialis anak. Bayi dengan cleft lip dapat mengalami kesulitan saat menghisap ASI karena sulitnya melakukan gerakan menghisap. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan adanya infeksi yang mengenai tuba Eustachia (saluran yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut). SIGN & SYMPTOM Tanda yang paling jelas adalah adanya celah pada bibir atas atau langitlangit rongga mulut. bahkan cleft yang kecil pun dapat menyebabkan kesulitan dalam berbicara. walaupun kadang tindakan operasi tetap diperlukan untuk memperbaiki fungsi langit. 1. 4. tentunya disesuaikan dengan tingkat keparahan kasus.langit rongga mulut. Anak dengan cleft palate seringkali memiliki suara hidung saat berbicara. 3. Anak dengan cleft kadang memiliki gangguan dalam pendengaran. Semua telinga anak normal .Keterangan gambar: Klasifikasi sumbing langit-langit dan bibir menurut Veau. biasanya bersamaan dengan sumbing bibir bilateral (Brata. 2. biasanya bersamaan dengan sumbing bibir unilateral. Sumbing langit-langit unilateral komplit.

Adanya cleft dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya cairan telinga ini. uvula biasanya terbelah. . dan omisi) dan misartikulasi kompensatori ( misal penghentian suara dan bunyi mendesah pada nasal posterior) (Hill.memproduksi cairan telinga yang kental dan lengket. 2000). E. Hal ini terjadi karena gagalnya penyatuan processus palatina lateral. biasanya celah palatum lunak). Ketika diagnosa antenatal dipastikan. menelan. Hasil langsung dari terbukanya saluran antara rongga mulut dan kavitas nasal adalah velopharyngeal inadequacy. Cleft palate dapat terjadi secara complete (palatum keras dan lunak. Karena adanya gap. rujukan kepada ahli bedah plastik tepat untuk konseling dalam usaha menghilangkan ketakutan. khususnya jika celah tersebut dihubungkan dengan kondisi genetik. Celah palatum tersendiri tidak dapat didiagnosa pada pemeriksaan USG antenatal. udara bocor ke kavitas nasal sehingga terjadi resonansi suara hipernasal dan emisi nasal (Sloan. septum nasal. Susunan gigi-geligi dapat menjadi berjejal karena kurang berkembangnya rahang (Trice dan Filson. Pada sebagian besar kasus. Efek sekunder dari velopharyngeal inadequacy meliputi gangguan artikulasi bicara (misalnya distorsi. PEMERIKSAAN Beberapa celah orofasial dapat terdiagnosa dengan USG prenatal. tes genetik mungkin membantu menentukan perawatan terbaik untuk seorang anak. substitusi. 2008). dan kemungkinan terdapat gap pada rahang) atau incomplete (lubang pada atap rongga mulut. celah bibir juga terjadi. Cleft palate dapat terjadi pada satu sisi (unilateral) atau di kedua sisi palatum (bilateral). sehingga menyebabkan gangguan atau bahkan kehilangan pendengaran sementara. Biasanya cleft palate dapat mempengaruhi pertumbuhan rahang anak dan proses tumbuh kembang dari gigi-geliginya. Kepala mereka biasanya lebih kecil dari bayi normal (Wynbrandt dan Ludman. Ketika cleft palate terjadi. dan/atau processus palatina media atau dengan kata lain terjadi kegagalan pembentukan palatum sekunder (Wynbrandt dan Ludman. Cairan ini dapat menumpuk di belakang gendang telinga. 2008). 2001). Lubang pada atap rongga mulut menyebabkan cleft menghubungkan secara langsung rongga mulut dengan kavitas nasal. Bayi yang menderita cleft palate sering mengalami kesulitan makan. 1995). dan respirasi. namun tidak terdapat skrining sistemik untuk celah orofasial. Setelah lahir.

konsultasi dengan ahli bedah yang tepat sangat penting. Digunakan untuk mempelajari pertumbuhan fasial dan tengkorak. 2002). Cephaloroentgenographs Merupakan x-ray kepala bagian lateral dan frontal. 2002). Sebuah survey baru-baru ini pada orang tua menunjukkan bahwa hanya sepertiga dari mereka diberi informasi yang memadai tentang diagnosis antenatally bibir sumbing oleh dokter yang mengawasi pemeriksaan ultrasonografi atau oleh dokter kandungan (Matthews et al. palatum keras dan lidah • • • • Gigi hilang yang dapat mempengaruhi bunyi konsonan Lengkung alveolar sempit atau tidak Adanya fistula pada palatum lunak atau keras Malposisi memperberat keadaan sipasien sehingga menghasilkan bunyi berdesis seperti (Jones. 1. Multiview vidiofluroscopy Merupakan gambaran x-ray maksila dan mandibula (dari depan. Setelah sonologist membuat diagnosis dari fetal cleft lip/palate (dan penyimpangan kromosom tidak termasuk). 2. Celah palatum juga dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik pada saat lahir (Jones. . termasuk tengkorak dan ukuran dan bentuk bagian diatas palatum lunak yang mempengaruhi ruang pernapasan dan membantu menentukan pembentukan spinal servikal dan ukuran serta panjang palatu lunak (Jones. evaluasi akurat malformasi kraniofasial biasanya mungkin. paltum lunak. samping dan bagian bawah pada video tape) ketiga gambarnya digunakan untuk mengevaluasi fungsi velofaringeal. Orang tua perlu dididik tentang keparahan deformitas dan hasil prediksi perbaikan.Pemeriksaan genetik juga memberi informasi pada orangtua tentang resiko mereka untuk mendapat anak lain dengan celah bibir atau celah palatum. lengkung rahang. 1998). Meskipun wajah janin masih belum menjadi bagian struktural dasar sonografi survey direkomendasikan oleh American Institute of Ultrasound dan Kedokteran. Pemeriksaan fisik Pemeriksaan oral rutin yang dilakukan untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan abnormalitas gigi. Contoh : bicara dan mengunyah (Jones. 2002). 2002) Pemeriksaan penunjang “s” dan “z”. Ultrasonografi resolusi tinggi memungkinkan deteksi dan karakterisasi berbagai jenis anomali wajah janin. membantu melihat bentuk atas dan bawah rongga mulut.

Sonologis melaporkan kepada dokter bedah yang akan member nasihat orang tua harus mencakup jenis spesifik bibir sumbing dan rincian tentang besarnya anomaly (Mulliken et al. langit-langit lebih sulit untuk diidentifikasi . Sedangkan diagnosis prenatal bibir sumbing ini mudah dicapai dengan menggunakan konvensional 2-dimensi (2D) sonografi. Sering kali cheiloplasty dibutuhkan kemudian. Embriolog menyebutnya langit-langit primer (pimary palate). bibir. Muskulus uvulae dianggap hipoplasia jika tonjolan otot tidak memiliki ukuran normal dan morfologi selama penutupan. (3) notch teraba pada langit-langit keras. Sebagai akibat dari keterbatasan sonografi 2D. timpanometri dan pengukuran reflex akustik (Velasco et al. Evaluasi pendengaran terdiri dari pengujian pure-tone melalui udara dan konduksi tulang. Obturator palatal sering dibuat untuk bayi dengan sumbing palatum yang mengalami kesukaran menyusu atau mengalami gangguan masuknya makanan atau cairan melalui rongga hidung. Langit-langit sekunder (The Secondary palate) (didefinisikan sebagai posterior foramen insisivus) fusi pada kehamilan antara 8 dan 12 minggu. sebelum memasuki fase anak. yaitu hidung. (4) langit-langit yang pendek dengan masalah penutupan. Penutupan sumbing palatum lunak dengan sliding flap pharyngeal. Kedua jenis cacat hasil dari kegagalan proses palatina untuk menutup antara hari 5 dan 8 dari embryogenesis. Isolasi cleft palate jarang diidentifikasi antenatally. dan (5) hipoplasia atau tidak adanya uvulae otot. Celah bibir dan langit-langit primer dapat terjadi secara independen dari celah langit-langit sekunder dan sebaliknya. 2003). Para pasien didiagnosis memiliki celah langit-langit submukus jika setidaknya dua dari ciri-ciri anatomi berikut telah terdeteksi oleh pemeriksaan dan intraoral instrumental: (1) uvulae terpecah dua (bifida) atau hipoplasia. Evaluasi bicara dan . dan sulit langit-langit anterior foramen tajam. terutama jika itu adalah anomali yang terisolasi. F. TREATMENT Umumnya.Ultrasonografi Prenatal memungkinkan visualisasi struktur midfacial yang dibentuk 4 sampai 6 minggu. mayoritas celah palatine didiagnosis dalam periode neonatal (Platt et al. 1998). bibir sumbing diperbaiki sedini mungkin selama masa bayi. (2) diastasis otot. Penelitian terbaru oleh Campbell et al (2003) melaporkan suatu teknik baru yang melibatkan "wajah reverse" dilihat menggunakan sonografi 3-dimensi (3D) untuk mendiagnosa celah bibir dan langit-langit pada periode antenatal. 2001). dan berat bayi minimal 5kg dengan kadar hemoglobin 10mg/dL. dianjurkan pada usia 1 tahun untuk membantu mendorong perkembangan bicara yang normal. alveolus.

pendengaran dini sangat dianjurkan dan alat bantu pendengaran sering digunakan untuk mencegah timbulnya masalah belajar pada anak dengan sumbing palatum yang sering kali juga mendapat serangan otitis media (Janti. 2007). dan hidung (Janti. 2007). dokter gigi spesialis gigi anak. Kedua operasi tersebut dilakukan dengan bius total. Takik bibir congenital yang merupakan cekungan pada bibir bawah yang jarang ditemukan. tidak membutuhkan terapi. Pada fase gigi campuran. Bedah plastik sering dilakukan untuk memperbaiki estetik dan fungsi tepi merah bibir. Gigi-geligi ini akan berhasil erupsi dengan baik secara pasif atau mekanis melaui tempat graf yang bersatu dengan rahang dan membentuk tulang alveolar yang baik (Janti. Saat anak bertambah dewasa. Sering kali ini dilakukan dengan melakukan graft tulang autogenus pada sumbing alveolar untuk membentuk kembali keutuhan lengkung maksila. Terapi ortodonti dimulai pada fase gigi susu untuk memperbaiki gigitan silang posterior atas unilatelar dan bilatelar serta untuk memperbaiki segmen premaksila yang berubah letak. dokter gigi spesialis orthodonsi. 2007). sudah mencapai sepereempat atau setengahnya. dokter spesialis anak. Terapi ortodonti selanjutnya adalah dengan bedah ortognati. terapi ortodonti konvensional dimulai untuk membentuk lengkung rahang atas yang normal. dokter spesialis bedah plastik. operasi-operasi lain mungkin diperlukan untuk memperbaiki penampilan dari bibir dan hidung serta . dan ahli genetik. Waktu yang tepat untuk melakukan operasi sangat bervariasi. Sedangkan operasi untuk menutup celah pada langit-langit rongga mulut dapat dilakukan pada usia kira-kira enam bulan. Tapi biasanya operasi untuk menutup celah di bibir sudah dapat dilakukan pada saat bayi berusia tiga bulan dan memiliki berat badan yang cukup. audiologist (ahli pendengaran). tergantung dari keadaan kasus itu sendiri. psikolog. Double lip yang merupakan lipatan jaringan yang berlebihan pada bagian dalam bibir atas yang umumnya terlihat waktu tertawa. Biasanya anak dengan cleft lip and palate akan dirawat oleh tim dokter khusus yang mencakup dokter gigi spesialis bedah mulut. ahli terapi bicara. filtrum. 2007). Perawatan dapat dilakukan sejak bayi lahir. Terapi ini dilakukan bila pembentukan akar gigi tetap yang belum erupsi di dekat daerah tulang alveolar yang sumbing terutama pada maksila. dapat dihilangkan dengan tindakan bedah (Janti. Biasanya dilakukan untuk pasien dengan deformitas dentofasial yang signifikan.

Jika ada celah pada gusi. sehingga mengganggu pertumbuhannya Resiko tersedak karena adanya hubungan antara rongga mulut dan hidung Sumbatan jalan napas (sindrom seperti sindrom Pierre-Robin dimana terdapat (Brata. Oleh karena itu. hingga gastrotomi. Kesulitan menyusui yang dialami oleh pasien dengan sumbing langit-langit dapat diatasi mulai dari penggunaan dot khusus. Ketiga hal tersebut tentu saja bergantung pada jenis sumbing (bibir. ada 3 hal yang ditakuti: o o o Kesulitan menyusui. juga dipengaruhi oleh adanya anomali lain yang dapat merupakan 1 dari 300 sindrom genetik yang berkaitan dengan sumbing.fungsi dari langit-langit rongga mulut. anak dapat menjalani terapi bicara dengan ahli terapi bicara. 1999) sumbing palatum disertai mikrognatia sedangkan lidah berukuran normal). Tatalaksana Bedah Keputusan tentang waktu yang tepat untuk melakukan operasi dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain perkembangan kemampuan bicara dan pertumbuhan maksila pasien. Penatalaksanaan A. o Perkembangan bicara . biasanya dapat dilakukan bone graft (implant tulang) (Trice dan Filson. Tatalaksana Non-Bedah Pertambahan berat badan yang normal. ada baiknya neonatus yang dilahirkan dengan sumbing dikonsulkan kepada ahli genetik secepatnya. Haberman Feeder. Pemasangan NGT dan gastrotomi dipilih jika pasien mengalami ganggaun neuromuskular. pencegahan aspirasi dan pencegahan infeksi telinga berulang merupakan bagian yang paling penting dalam merawat bayi dengan sumbing pada hari-hari dan minggu-minggu awal kehidupannya. Segera setelah seorang bayi dilahirkan dengan sumbing. pipa nasogastrik (NGT). 1995). langit-langit atau keduanya) dan derajat keparahan sumbingnya. Gangguan napas yang terjadi dapat diatasi dengan memposisikan pasien pada keadaan terlungkup(Brata. terutama jika ada kecurigaan. 1999). B. Untuk memperbaiki kesulitan dalam berbicara. 1995). Dokter gigi spesialis anak dan orthodontis dapat memberikan perawatan yang berkaitan dengan perawatan gigi-geligi anak dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan agar tidak timbul kelainan-kelainan lain pada rongga mulut (Trice dan Filson.

o Pertumbuhan rahang atas Operasi telah terbukti memberi pengaruh yang buruk terhadap pertumbuhan dari rahang atas. 2-flap. 1999). tetapi terdapat cara yang telah ditetapkan terhadap penutupan langit-langit sebelumnya selama beberapa tahun terakhir. Meskipun tampaknya lebih baik menunda operasi guna memberikan kesempatan bagi rahang atas untuk tumbuh. Meskipun begitu. Analisis pada orang dewasa yang tidak dilakukan operasi menunjukkan pertumbuhan yang normal. lateral cross bite.Teknik-teknik bedah dasar yang lain meliputi: von Langenbeck. Hal ini dapat menyebabkan maloklusi. teknik Von Langenbeck menggaris bawahi pentingnya memisahkan rongga mulut dan hidung. Keadaan ini memerlukan intervensi orthodonti (Brata. 2010). 3-flap (V-to-Y). prosedur Furlow adalah teknik yang paling umum untuk penutupan sumbing. usia yang tepat untuk dilakukannya operasi tetap belum dibuktikan secara ilmiah. Teknik Von Langenbeck Pertama kali dijelaskan pada 1861.Para ahli berpendapat bahwa pasien yang menjalani operasi sebelum usia 12 bulan mempunyai kemampuan berbicara lebih baik daripada pasien yang menjalani operasi diantara usia 2 hingga 4 tahun. dan reverse double z plasty-(Furlow) palatoplasties (Wiet. Meskipun ada teknik tunggal digunakan secara universal. 1999). 1999). dan open bite. namun lebih mudah untuk memperbaiki akibat yang terjadi pada pertumbuhan rahang atas jika operasi dilakukan pada usia dini daripada untuk memperbaiki gangguan bicara yang terjadi jika operasi dilakukan pada usia yang lebih lanjut (Brata. Pasien yang menjalani operasi setelah usia 9 tahun mempunyai kemampuan berbicara yang paling buruk. 1. o Teknik-Teknik Pembedahan Peneliti dalam sebuah penelitian multisenter melibatkan survei lebih dari 300 tim bedah berusaha membangun landasan bersama untuk perbaikan cacat sumbing. Operasi menghambat pertumbuhan dari rahang atas sehingga menyebabkan penyempitan pertumbuhan dari lengkung rahang atas. yaitu sebelum usia 12 bulan (Brata. Dari teknik penutupan yang telah disurvei. Sebagian ahli parcaya bahwa operasi sebaiknya dilakuakan sebelum perkembangan fonologik pasien dimulai. crowding. Schweckendiek. Flaps Bipedicle mucoperiosteal baik dari langit-langit keras dan langit-langit lunak yang digunakan untuk memperbaiki .

Untuk sementara.obstruksi jalan nafas saat tidur tampaknya menjadi masalah yang tidak signifikan dengan perbaikan. kerugian meliputi kebutuhan untuk operasi tambahan. seperti dijelaskan sebelumnya. banyak modifikasi telah dibuat selama bertahun-tahun (Wiet. Sebuah pendekatan 3-lapisan mukosa hidung. Metode yang disukai melibatkan . satu teknik adalah penggunaan tutup vomer.Saat ini.cacat. The fistula palatum keras yang dihasilkan ditutup di kemudian hari (Wiet. 2010). Kelemahan dari perbaikan Von Langenbeck adalah bahwa hal itu tidak meningkatkan panjang dari langitlangit. 2010). obturatorius adalah digunakan untuk memungkinkan menelan dan berbicara. perbaikan awal biasanya dilakukan pada pasien berusia 3-12 bulan. flap ini kemudian diputar lateral untuk dipasang pada flap palatal mucoperiosteal kecil. Otot levator. Keuntungan teknik ini termasuk pembedahan yang sederhana. Schweckendiek mulai memperbaiki celah secara bertahap. Meskipun banyak cara untuk menutup langit-langit keras ada. Namun. kesulitan bicara dan makan dengan penutupan tertunda diperkirakan lebih besar daripada masalah alignment gigi. adalah membedah gratis dan reorientasi. Perbaikan awal dilakukan dengan membuat sayatan di langit-langit lunak di sepanjang tepi celah tersebut. Teknik Schweckendiek Pada tahun 1950. penundaan lebih lama (yaitu. langit-langit lunak pertama diperbaiki bila pasien masih muda (biasanya 3-4 bulan). dan tren saat ini adalah dengan menggunakan penutupan sebelumnya.Keruntuhan lengkung rahang atas sekarang ditangani dengan cara ekspansi palatal bila pasien masih muda (Wiet. 2. tutup yang maju medial untuk menutup celah palatal. tapi mungkin tertunda hingga pasien 4-5 tahun. dan mukosa oral kemudian dilakukan. The mucoperiosteum tulang vomer meningkat pada arah inferiorke-superior. yang menghasilkan ketidakmampuan untuk menutup celah primer dan sekunder. yang normal melekat ke tepi bebas posterior tulang langit-langit. Teknik ini memiliki keuntungan mencapai penutupan ketika pasien masih muda dan menyebabkan gangguan minimal pertumbuhan wajah. Setelah elevasi mereka. dan ini diikuti dengan penutupan palatum keras saat mereka hampir 18 bulan. otot-otot levator. 2010). Prosedur ini dapat memberikan penutupan kedap air dengan ketinggian minimal dari mucoperiosteum palatal. Dalam teknik ini. Karena keterbatasan fisik dalam memperpanjang langit-langit dengan teknik ini. sampai gigi primer didirikan) yang diyakini bahwa mereka menguntungkan dalam mencegah kontraksi lateral palatal arch. kritik lain dari teknik ini termasuk terjadinya fistulas anterior dan inferior yang dihasilkan karena langit-langit lunak pendek. Tahap kedua adalah biasanya dilakukan ketika pasien adalah 18 bulan.

Diseksi kapal palatina dari foramen the memperpanjang gagang bunga tersebut. 2010). dan oral belakang (Wiet. Setelah mukosa hidung dibebaskan dari permukaan nasal langit-langit keras. 2010). Foramen tulang di sekitar kapal tersebut dapat dibuka posterior untuk . Metode ini adalah teknik yang paling umum digunakan untuk menutup celah lengkap. Dalam hal kapal tersebut avulsi dan terluka. Tidak panjang tambahan tersedia untuk penutupan setiap cacat alveolar dengan jenis perbaikan. Insisi dibuat di sepanjang tepi bebas dari celah dan diperpanjang anterior dari puncak celah untuk tempat gigi taring meletus.meningkatkan flaps mucoperiosteal pada permukaan oral dan nasal palatum keras dan penutupan mereka dalam 2 lapisan di seluruh cacat. Teknik Three-flap/V-Y (Wardill-Kilner-Veau) Pada tahun 1937. Ketika digunakan dengan flaps mucoperiosteal lisan. membantu mencegah pembentukan fistula.Dissection kemudian dilanjutkan belakang sepanjang sisi lisan dari punggungan alveolar ke trigone retromolar. Manuver ini juga mengurangi ketegangan penutupan di persimpangan dari langit-langit keras dan lunak.panjang ini sulit dicapai tanpa mengiris lapisan nasal perbaikan (Wiet. Kilner dan Wardill independen menggambarkan teknik reposisi V-Y. aliran jaminan dari palatina lebih rendah dan posterior arteri septum hidung biasanya cukup. Keuntungan teoritis dari teknik ini adalah mendorong kembali flaps menambah panjang untuk langit-langit. Keuntungan dari metode ini adalah bahwa kejadian fistula posterior rendah (Wiet. 2010). 2010). 3. flaps Mucoperiosteal ditinggikan dari permukaan hidung dan mulut tulang langit-langit. perubahan ini sangat meningkatkan rotasi medial flaps mucoperiosteal. Teknik Dua-flap Teknik 2-flap melibatkan 2 flaps berdasarkan posterior yang memperpanjang panjang cacat. otot-otot levator Veli palatini adalah membedah jauh dari langit-langit keras. otot. Tutup diputar medial untuk menutup cacat. tutup vomer yang melekat pada penutup dibangkitkan dari permukaan nasal sumbing tersebut (Wiet. langit-langit mulut bisa ditutup dalam lapisan: lapisan hidung dan mulut anterior dan lapisan hidung.Modifikasi yang mencakup infracture dari hamulus atau pengupasan otot levator Veli palatini dari hamulus dapat dibuat. Tutup vomer terutama berguna dengan celah lebar atau bilateral. dan uvula benarbenar dibagi belakang. Foramen tajam adalah perbatasan anterior perbaikan. flaps vomer memiliki kelemahan yang memerlukan penutupan 2 jahitan baris di permukaan hidung. 4. Teknik ini terutama digunakan untuk perbaikan celah tidak lengkap atau celah langitlangit sekunder. Setelah insisi sepanjang tepi celah yang telah dibuat.

biasanya dalam mode horizontal. 2010). Pada tahun 1956. Teknik ini melibatkan lawan z-plasties mukosa dan otot dari langit-langit lunak. 6. Posterior. yang ditentukan oleh uvula terpecah dua . 2 flaps otot-bantalan transpos posterior. Furlow dijelaskan teknik untuk memperpanjang bagian belakang langit-langit dan untuk membuat otot levator sling berfungsi. (2) langit-langit pendek. Teknik ini memiliki efek memutar sling otot posterior dan memperpanjang langit-langit lunak. sedangkan tutup nonmuscular tipis ditempatkan anterior. Seperti dalam perbaikan lain. Dorrance menemukan bahwa cacat anatomis terjadi dengan posisi anatomis dari palatini Veli levator. langit-langit tertutup dalam 3 lapisan: mukosa hidung. 2010). Sayatan yang dibuat. Namun. tetapi studi lebih lanjut mengungkapkan bahwa struktur ini kembali ke posisi prefracture dalam waktu 6 bulan (Wiet. otot disimpan dengan mukosa hidung yang mendasarinya. Bagian depan. Metode ini sulit untuk tampil di belahan lebar. Dia menyatakan bahwa 3 faktor yang terlibat dalam deformitas ini: (1) membran bagian dari langit-langit lunak tidak hadir. Celah submukosa Pada tahun 1825. Tensor Veli otot palatini terangkat dari hamulus untuk membantu santai penutupan garis tengah. 2010).mendapatkan lebih panjang. Roux menggambarkan posterior celah yang paling umum: celah submukosa. Reverse double z-plasty Pada tahun 1986. Z plasty pertama dibuat di sisi mukosa oral. ditutup dengan menggunakan flaps vomer. Calnan menggambarkan triad klasik sumbing submukosa. flap mukosa mulut juga mengandung otot. Di sisi kiri pasien. mukosa hidung dibebaskan dari tulang langit-langit dan ditutup ke samping salah satu atau. sedangkan z kedua-plasty terbalik di sisi mukosa hidung. tutup mucoperiosteal lisan yang melekat pada flap ketiga. 5. Tujuannya adalah untuk memisahkan lampiran nonfunctioning ke perbatasan belakang langit-langit keras dan untuk menggantikan mukosa dan otot-otot di posterior (Wiet. dan mukosa mulut (Wiet. dan mukosa oral membedah bebas dari otot yang mendasarinya. Pada tahun 1930. Otot dan mukosa oral ditutup dalam satu lapisan kedua. Di sisi kanan pasien. Salah satu potensi masalah dengan teknik ini adalah pembentukan fistula di persimpangan dari langit-langit keras dan lunak (Wiet. otot levator (yang sebelumnya dibebaskan dari tulang langitlangit). yang merupakan mukosa atasnya langit-langit primer. 2010). jika perlu. dianggap sebagai metode yang baik ketika celah yang sempit atau jika ada celah submukosa. dan (3) nasofaring adalah normal ekspansif. Billroth telah menganjurkan infracture dari hamulus.

Tujuan keseluruhannya adalah untuk menciptakan port lateral yang dapat dengan mudah dekat. neonatus harus dilengkapi dengan obturatorius dalam bulan pertama setelah kelahiran.Penggunaan flap faring yang terbaik adalah ketika pola penutupan sagital ada (yakni. Teknik untuk penutupan celah submukosa adalah sama seperti yang dijelaskan di atas. dengan presentasi dari pidato hypernasal. Pilihan teknik tergantung pada pola penutupan praoperasi velar (Wiet. sehingga membantu dalam penutupan langit-langit lunak. Kontroversi tentang apakah ada kejadian otitis media dengan efusi meningkat pada anak dengan belahan submukosa. Pharyngoplasty melibatkan 2 flaps yang ditempatkan di kedua sisi faring dan diputar superior untuk menciptakan pembukaan velar lebih kecil. 2010). Namun. Metode ini lebih disukai bila pola penutupan melingkar atau coronal ada karena tidak mengganggu gerak belakang langit-langit. Pola penutupan sagital paling sering terjadi dengan langit-langit sumbing (Wiet. tulang rusuk. 7. Graft material dapat diperoleh dari pinggul. faring penutup biasanya superior berdasarkan flaps gagang bunga mukosa dan otot pembatas yang mendasarinya. 2010). ketika kontribusi terbesar untuk penutupan velar adalah gerakan dinding lateral). Terlepas dari apakah perbaikan lebih awal atau terlambat.Membangun serikat bertulang dapat membantu untuk mencegah runtuh segmental rahang atas. Tingkat kekurangan velopharyngeal yang dapat eksis didasarkan pada perpindahan anterior dari otot. dan lekukan pada permukaan posterior langit-langit keras (Wiet. Atau. ahli bedah dapat menggunakan teknik flap faring atau pharyngoplasty sebuah.Penelitian telah menunjukkan peningkatan efusi setelah perbaikan celah submukosa. penelitian yang lebih baru telah mengungkapkan tidak ada resolusi lebih baik dari efusi setelah operasi (Wiet. Kadang-kadang. 2010). 2010). Pembedahan diindikasikan untuk pasien dengan 2 kategori kondisi: (1) merupakan celah terbuka dari langit-langit lunak dengan insufisiensi velopharyngeal atau (2) cacat terbuka. Cangkok tulang pada pasien lebih muda dari 2 tahun dianggap primer. baik intraoperatively atau pasca operasi.belah. untuk menutup fistula oronasal. sebagai komplikasi dengan pidato hypernasal (Wiet. sebuah diastasis otot palatal. dan untuk mendorong letusan gigi. Cangkok tulang alveolar Mencangkok tulang alveolar merupakan bagian integral untuk memperbaiki celah yang melibatkan rahang atas anterior. cacat celah langit-langit submukosa ditemukan pada saat adenotonsillectomy. biasanya tidak terdeteksi saat lahir. . sekunder dan grafting terjadi sesudahnya. 2010).

. atau tabel luar tengkorak. Current Opinion in Otolaryngology and Head and Neck Surgery. Banyak kali. USA. Janti. Velopharyngeal insufficiency: An update on diagnostic and surgical techniques. 2002. dapat dilakukan konsultasi dengan ahli genetik untuk melihat adanya kemungkinan terjadinya kelainan yang sama pada anak berikutnya. Cleft Palate– Craniofacial Journal. Lees.C. 2003. Prosedur operasi melibatkan menaikkan pedikel mukosa di kedua sisi rahang cacat. M. Vol..obatan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kelainan ini. sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter anda sebelum masa kehamilan (Trice dan Filson. Prenatal Diagnosis of Cleft Lip and Palate: Detection Rates. 39 No. S. 25: 1 2 – 18. Hindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok pada masa kehamilan. Anda juga perlu memperhatikan konsumsi obat. 1995). Pencegahan Jika anak dengan cleft lip atau cleft palate. and Strategies for Counseling. 9: 365-368. 2010).Walaupun morbiditas dapat eksis di lokasi berbagai donor. March 2002. Pediatric Decision making. Campbell. Pedoman Dignosis dan Terapi Dibidang Ilmu Penyakit Dalam. yaitu obat anti epilepsi seperti phenytoin dan sodium valproate. Campbell. Ultrasound Obstet Gynecol . Bagaimanapun. 2001..kaki. S. Ultrasound Obstet Gynecol .S. S. Mosby. Konsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap harinya selama bulan sebelum konsepsi dan selama dua bulan pertama kehamilan dapat mengurangi resiko cleft lip dan cleft palate. 1999.J. Dengan menggunakan salah satu situs donor dijelaskan. 22:552–554. Jakarta. The three-dimensional reverse face (3D RF) view for the diagnosis of cleft palate. S. C. 4th Edition. Bila anda sedang mengkonsumsi obatobatan tersebut. Accuracy of Ultrasonography. EGC... Jakarta. Ultrasound antenatal diagnosis of cleft palate by a new technique: the 3D ‘reverse face’ view.. usaha pencegahan yang terbaik adalah dengan menjaga kesehatan saat kehamilan. FK UI.. Brata. Gangguan Tumbuh Kembang Dentokraniofasial.. Jones. 2 . graft tulang cancellous ditempatkan ke dalam saku. 2003.Tutup mukosa ditutup dengan cara sederhana. S. Tablet steroid dan obat methotrexate (biasanya digunakan dalam pengobatan kanker dan penyakit peradangan tertentu) juga dapat meningkatkan resiko. depresi basis Alar langsung dikoreksi pada saat penyelesaian prosedur (Wiet.C. manfaat dari menutup celah melampaui rahang atas potensi risiko (Wiet. 2007. Associated Anomalies. 2010). Hill. DAFTAR PUSTAKA Berman. 2005.

Viglione... B.G. 16. 2003. Sloan.S. X.. 2000. Cleft Palate. Vol 25 no 2. Posterior pharyngeal flap and sphincter pharyngoplasty: the state of the art.. 2001.. J....M. Jakarta. D... A. P.D. pp.. D.. Mc Cabe. A coding procedure for classification of cleft lip and cleft palate. Clinical and Genetic Peculiarities of Isolated Cleft Palates. eMedicine .. Improving Cleft Palate/Cleft Lip antenatal Diagnosis by 3Dimensional Sonography.J. M..3:p383. Wray. 25:1423–1430. V. Diagnosis and Treatment of Submucous Cleft Palate: A Review of 108 Cases.. 89. New Jersey. 1995..G.. 2006. 1966.. celah palatum dan bibir menggunakan overlay obturator magnet connetctor-maxillofacial. 2008.E. dan Ludman. 3rd ed. 1998.B.G.M. Philadelphia. books 2. Wiet. Platt.D. Ysunza. Prenatal counseling for cleft lip and palate. and Benacerraf. 2006. Facts on File Inc.J. Wynbrandt. Cohen. Plast Reconstr Surg. 2008. The Encyclopedia of Genetic Disorders and Birth Defects. J Ultrasound Med 20:1159–1164. Rekonstruksi defek septum bnasi.Annual Proceeding (Scientific Papers). J.. Labiopalatoscisis dalam patofisiologi konsep klinis proses-proses penyakit. J. edisi 4.1998.I. Mulliken. Lee.. N. and Morques. D. Trice dan Filson. Matthews.. Clark. and Brown A.Krumoya. Journal of IMB. S. B. A. Hernandes. 37 (2): 112–22.R.. Cleft Palate : Treatment. Textbook of General and Oral Surgery. Prenatal Diagnosis of Cleft Lip What the Sonologist Needs to Tell the Surgeon. ...pp: 52-4.A. Kedokteran gigi. and Pretorius. Stenhouse.J.. L. Pramono.S. EGC. Cleft Palate Craniofac. 2001. M. vol 23 (4). C. Velasco. D.Cleft Palate Journal. M. 2008. J Ultrasound Med. 101:1–5. Elsevier.