SKIZOFRENIA PARANOID

1. Skizofrenia a. Pengertian Skizofrenia. Menurut Nevid, dkk (2005) skizofrenia adalah gangguan psikotik menetap yang mencakup gangguan pada perilaku, pikiran, emosi dan persepsi. Menurut Kaplan, dkk (2010), skizofrenia adalah gangguan psikotik yang kronik, pada orang yang mengalaminya tidak dapat menilai realitas dengan baik dan pemahaman diri buruk. Skizofrenia dengan onset masa anak-anak pada pengertiannya adalah sama dengan skizofrenia pada masa remaja dan masa dewasa. Walaupun jarang, skizofrenia pada anak-anak prapubertal ada sekurangnya dua hal berikut: halusinasi, waham, bicara atau perilaku yang jelas terdisorganisasi, dan menarik diri yang parah sekurang-kurangnya satu bulan. Disfungsi sosial dan akademik harus ada, dan tanda gangguan harus menetap terus-menerus selama sekurangnya enam bulan. (Kaplan, dkk 2010). Skizofrenia biasanya berkembang pada masa remaja akhir atau dewasa awal, tepat pada saat orang mulai keluar dari keluarga menuju ke dunia luar (Cowan & Kandel, Harrop & Trower), dikutif Nevid, dkk (2005). Orang yang mengidap skizofrenia semakin lama semakin terlepas dari masyarakat. Mereka gagal untuk berfungsi sesuai peran yang diharapkan sebagai pelajar, pekerja, atau pasangan, dan keluarga serta komunitas mereka menjadi kurang toleran terhadap perilaku mereka yang menyimpang. Gangguan ini biasa berkembang pada akhir masa remaja atau awal usia 20 tahun lebih, pada masa dimana otak sudah mencapai kematangan yang penuh. Pada sekitar tiga dari empat kasus, tanda-tanda pertama dari skizofrenia tampak pada usia 25 tahun (Keith, Regier & Rae) dikutif Nevid, dkk (2005). Skizofrenia adalah penyakit yang mempengaruhi lingkup yang luas dari proses psikologis, mencakup kognisi, afek, dan perilaku. Orang-orang dengan skizofrenia menunjukkan kemunduran yang jelas dalam fungsi pekerjaan dan sosial. Mereka mungkin mengalami kesulitan mempertahankan pembicaraan, membentuk pertemanan, mempertahankan pekerjaan, atau memperhatikan kebersihan pribadi mereka. Namun demikian tidak ada satu pola perilaku yang unik pada skizofrenia, demikian pula tidak ada satu pola perilaku yang selalu muncul pada penderita skizofrenia. Penderita skizofrenia mungkin menunjukkan waham, masalah dalam pikiran asosiatif, dan halusinasi, pada satu atau lain waktu, namun tidak selalu semua tampil pada saat bersamaan. Juga terdapat perbedaan ragam atau jenis skizofrenia, dicirikan pada polapola perilaku yang berbeda (Navid, dkk, 2005). Dalam beberapa kasus, skizofrenia menyerang manusia usia muda antara 15 hingga 30 tahun, tetapi serangan kebanyakan terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Skizofrenia bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin, ras, maupun tingkat sosial ekonomi. Diperkirakan penderita skizofrenia sebanyak 1 % dari jumlah manusia yang ada di bumi. Skizofrenia tidak bisa disembuhkan sampai sekarang. Tetapi dengan bantuan Psikiater dan obatobatan, skizofrenia dapat dikontrol. Pemulihan memang kadang terjadi, tetapi tidak bisa diprediksikan. Dalam beberapa kasus, penderita menjadi lebih baik dari sebelumnya. Keringanan gejala selalu nampak dalam 2 tahun pertama setelah penderita diobati, dan berangsur-angsur menjadi jarang setelah 5 tahun pengobatan. Pada umur yang lanjut, di atas 40 tahun, kehidupan penderita skizofrenia yang diobati akan semakin baik, dosis obat yang diberikan akan semakin berkurang, dan frekuensi pengobatan akan semakin jarang.Peranan Psikolog juga sangat penting dan mendukung penanganan penderita skizofrenia melalui psikotherapy dengan CBT : Cognitive Behavior Therapy yang menggunakan berbagai teknik yang terdiri dari 25 macam teknik. Ada serangkaian teknik terapi CBT menurut beberapa tokoh sebagai berikut :

waham. dan katatonik. penjadwalan aktivitas yang menyenangkan. identifikasi pemikiran negatif dan exposure. fisik dan sosial budaya. training problem solving. Komponen Terapi Kognitif Perilaku yang direkomendasikannya antara lain : exposure. dan exposure. Menurut Durand. 4) Karp dan Dugas (2003). restrukturisasi kognitif. latihan relaksasi. (Diagnostic and Statistik Manual of Mental Disorder / DSM-IV TR. dan pelatihan keterampilan sosial. Ini termasuk pengalaman delusi dan halusinasi yang menganggu. yakni: restrukturisasi kognitif atau downward arrow. fade-out dan relaps prevention. mengajarkan strategi manajemen kecemasan.1) Book dan Randal (2002). Simtom Skizofrenia. kognitif re-evaluasi. dkk (2007) simtom positif skizofrenia merupakan tanda-tanda yang lebih jelas dari psikosis. bisa berupa halusinasi pendengaran. penglihatan. walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian. pengecapan dan perabaan. serta oleh afek yang tidak wajar atau tumpul. Delusi merupakan keyakinan salah yang biasanya melibatkan kesalahan interpretasi pada persepsi atau pengalaman. pengurangan perilaku aman. Kesimpulan. menggunakan psikoedukasi. Kesadaran yang jernih dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara. restrukturisasi kognitif. menggunakan psikoedukasi. skizofrenia merupakan salah satu dari diagnosis gangguan jiwa menurut Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ-III) dengan kode F20. menggunakan relaksasi. dan Eadie (2002). 1) Simtom Positif Simtom positif meliputi. Pembicaraan yang tidak terorganisasi menjelaskan terjadinya proses pembicaraan menyimpang karena adanya masalah pada organisasi ide dan perkataan yang tidak dipahami oleh orang lain. dalam 31 sesi terapinya menggunakan beberapa tehnik yakni: self-monitoring. 7) Westra dan Pheonix (2003) dalam penelitiannya terhadap dua gangguan kecemasan (salah satunya adalah pobia sosial). Westra dan Pheonix juga menambahkan terapi peningkatan motivasi untuk klien yang berulangkali mengalami kegagalan dalam menjalani terapi. halusinasi. Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang membuat seseorang dapat melihat sesuatu atau mendengar suara yang tidak ada sumbernya. dan Ryder (2006) untuk mengatasi kecemasan sosial dan ketidaknyamanan terhadap orang lain menerapkan beberapa elemen tretmen. role-play dan in-vivo exposure dalam Cognitive Behavioral Therapy. 2) Feeney (2004). dan pelatihan keterampilan sosial. restrukturisasi kognitif. dalam mengatasi gangguan kecemasan dan depresi menggunakan psikoedukasi. Simtom skizofrenia dibagi menjadi 2 kelompok gejala yaitu : simtom positif dan simtom negatif. exposure. 5) Rector. latihan pernafasan. Kocovski. selama 20 minggu. Delusi adalah gejala psikotik yang melibatkan gangguan isi pikiran dan adanya keyakinan yang . Skizofrenia pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi. relaksasi otot dan latihan pernafasan. Suatu sindrom dengan variasi penyebab banyak belum diketahui dan perjalanan penyakit tidak selalu bersifat kronik atau luas. 6) Suryaningrum (2006). latihan relaksasi. pelatihan keterampilan komunikasi. serta jumlah akibat yang tergantung pada pertimbangan pengaruh genetik. merekomendasikan farmakoterapi yang dikombinasikan dengan psikoterapi. 2000). Tentunya disertai dengan masa follow-up setelah dua bulan pasca terapi. penciuman. Semuanya terlaksana dalam 16 sesi terapi. Doolan. role play. 3) Halford. yakni Cognitive Behavioral Therapy. b. restrukturisasi kognitif. exposure dan parodoxical intention.

Waham atau delusi. Kegagalan berpikir mengarah kepada masalah dimana penderita skizofrenia tidak mampu memproses dan mengatur pikirannya. Penyesatan pikiran (delusi) adalah kepercayaan yang kuat dalam menginterpretasikan sesuatu yang kadang berlawanan dengan kenyataan. menggunakan mekanisme pertahanan reaksi formasi. dan tidak bisa mengerti apa itu manusia. tidak bisa. dkk. atau membicarakan kejelekannya. Atau kenyataan yang telah terpaku/terpancang kuat dan tidak dapat dibenarkan berdasarkan fakta dan kenyataan tetapi tetap dipertahankan. Ketidakmampuan dalam berpikir mengakibatkan ketidakmampuan mengendalikan emosi dan perasaan. penyangkalan dan proyeksi. dimana perasaan akan kekuatan yang tidak dapat disangkal dan dihilangkan (Kaplan. pada penderita skizofrenia. Misalnya. Jika disuruh membuktikan berdasarkan akal sehatnya. . kekuasaan. Waham merupakan anggapan tentang orang yang hypersensitif. yaitu keyakinan pada dirinya bahwa ia telah melakukan dosa yang sangat besar dan tidak mungkin terampuni. dan mekanisme ego spesifik. waham kebesaran dan superioritas. memata-matai. Kebutuhan akan ketergantungan ditransformasikan menjadi kemandirian yang kokoh. kadang penderita skizofrenia tertawa sendiri atau berbicara sendiri dengan keras tanpa memperdulikan sekelilingnya. Proyeksi digunakan untuk melindungi diri dari mengenal impuls yang tidak dapat diterima di dalam dirinya sendiri. d) Waham keagamaan. pendidikan tinggi. Macam-macam waham : a) Waham kejar.kuat. atau keyakinan tentang isi pikirannya padahal tidak sesuai dengan kenyataan. yang merupakan misrepresentasi dari kenyataan (Durand. Karena penderita skizofrenia tidak mampu mengatur pikirannya membuat mereka berbicara secara serampangan dan tidak bisa ditangkap secara logika. merasa dalam waktu 10 hari akan terjadi kiamat di suatu tempat. lampu trafik di jalan raya yang berwarna merah kuning hijau. yaitu keyakinan bahwa dirinya mempunyai kekuatan. reaksi formasi dan penyangkalan. yaitu penyangkalan terhadap keberadaan dirinya atau lingkungan. dianggap sebagai suatu isyarat dari luar angkasa. digunakan sebagai pertahanan melawan agresi. Dia juga tidak bisa mengerti kapan dia lahir. Klien dengan waham. dan sebagainya. Penyangkalan. Atau disebut juga kepercayaan yang palsu dan sudah tidak dapat dikoreksi. b) Waham kebesaran (grandeur). Kebanyakan penderita tidak mampu memahami hubungan antara kenyataan dan logika. pengetahuan. Misalnya yakin bahwa dia sendiri sudah mati. dimana dia berada. diintai. tidak berpakaian. Misalnya merasa ada orang yang ingin membunuhnya. dunia ini tidak ada. Hasilnya. yaitu keyakinan yang berhubungan dengan keagamaan. dan sebagainya. 2007). telah dihipotesiskan menyebabkan reaksi formasi dan proyeksi. kekayaan berlimpah. kebutuhan. ketergantungan dan perasaan cinta. dkk. yaitu kesalahan dalam menilai diri sendiri. Waham kebesaran merupakan regresi perasaan maha kuasa dari anak-anak. digunakan untuk menghindari kesadaran akan kenyataan yang menyakitkan. Beberapa penderita skizofrenia berubah menjadi seorang paranoid. identitas. yaitu keyakinan bahwa orang lain atau lingkungan memusuhi atau mencurigai dirinya. e) Waham dosa. atau kepandaian yang luar biasa. Waham kebesaran adalah waham peningkatan kemampuan. atau hendak diserang. kedudukan. Mereka selalu merasa sedang diamat-amati. Waham juga dapat muncul dari hasil pengembangan pikiran rahasia yang menggunakan fantasi sebagai cara untuk meningkatkan harga diri mereka yang terluka. 2010). Pada reaksi formasi. kekuatan. Hypersensitivitas dan perasaan inferioritas. c) Waham nihilistik. Semua itu membuat penderita skizofrenia tidak bisa memahami siapa dirinya. karenanya ia bertanggung jawab atas kejadian-kejadian tertentu. Misalnya seseorang yakin bahwa dirinya seorang raja. Misalnya merasa dirinya seorang nabi. atau hubungan khusus dengan dewa atau orang terkenal.

mendengar suara-suara yang berbisik. perasaan aneh tentang lingkungan sekitar dan tidak menuruti kenyataan. c) Halusinasi Penciuman. sedih. dkk. Mendengar suara-suara yang menyuruh untuk melakukan sesuatu. atau kata-kata. Mendengar suara yang berasal dari bagian atau dari dalam tubuh sendiri. Merasa mencium bau kemenyan. Anggota badan bergerak-gerak tanpa berhenti. disentuh. g) Halusinasi Viseral. asam. perasaan aneh tentang diri sendiri. misalnya. sering timbul konflik emosional. Perasaan terhadap sesuatu yang dialami seperti mimpi. malaikat.Misalnya kematian orang tua diyakini akibat dosa yang diperbuatnya. misalnya. l) Derealisasi. k) Depersonalisasi. bidadari. misalnya. melengking. misalnya. hewan buas dan lain sebagainya. seolah-olah merasa mengecap sesuatu. wangi-wangian disekitar kemanapun bergerak. dan sebagainya. misalnya. tidak menurut kenyataan. di perutnya ada gajah. misalnya. asin atau manis. tertawatawa tanpa sebab yang jelas. h) Halusinasi Hipnagogik. atau ada sesuatu yang bergerak di kulitnya. yaitu penderita . Merasa lidah terlalu pahit. disinari. Misalnya yakin bahwa ususnya telah busuk. yaitu keyakinan bahwa pikiran. melihat sebuah bentuk tertentu. ditiup. atau tingkah lakunya dipengaruhi oleh kekuatan dari luar yang tidak terlihat atau ghaib. misalnya. didengar. seolah-olah merasa mencium bau sesuatu. i) Waham hubungan. kejadian. kotoran. misal ular besar. seolah-olah merasa diraba. emosi. atau diindra meskipun hal-hal itu tidak riil atau benar-benar ada (Durand. Ada suara terdengar ditelinga. Melihat kilatan cahaya. merasa terjadi sesuatu dimana tepat sebelumnya tertidur. panas. sampah. ada perasaan tertentu dalam tubuh. 2007). sehingga terlihat bertengkar atau berbicara sendiri dengan suara tersebut. e) Halusinasi Perabaan. seolah-olah badan bergerak dalam sebuah ruang. d) Halusinasi Pengecapan. misalnya. Macam-macam halusinasi : a) Halusinasi Pendengaran. f) Waham pengaruh. yaitu interpretasi yang salah dari pembicaraan. yaitu keyakinan bahwa seluruh atau sebagian tubuhnya sedang dilanda penyakit yang kronis. bising. misalnya. Perasaan bahwa kepribadian sudah tidak seperti dulu lagi. Mendengar suara dari suatu tempat dekat atau jauh. halusinasi (mendengar atau melihat sesuatu) yang terjadi atau dialami tepat sebelum terbangun dari tidur. misalnya. persepsi atau tanggapan sensorik yang bekerja salah. j) Halusinasi Histerik. yaitu keyakinan bahwa keadaan tubuhnya sudah tidak mungkin benar atau sakit. f) Halusinasi Kinestik. Merasa seperti diluar badan atau sebagian tubuh sudah bukan kepunyaan diri sendiri lagi. gejala yang biasanya timbul. h) Waham sakit. mendesir. Halusinasi selalu terjadi saat rangsangan terlalu kuat dan otak tidak mampu menginterpretasikan dan merespon pesan atau rangsangan yang datang. misalnya. g) Waham somatik atau hipokondrik. atau mengalami suatu sensasi yang tidak biasa pada tubuhnya. marah-marah. Halusinasi adalah gejala-gejala psikotik dari gangguan perseptual di mana berbagai hal dilihat. misalnya. Auditory hallucinations. atau gerak-gerik yang dirasakan berhubungan langsung dengan dirinya. Penderita skizofrenia mungkin mendengar suara-suara atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. b) Halusinasi Penglihatan. i) Halusinasi Hipnopompik. melihat sesuatu kejadian menakutkan atau mengerikan.

tampak kuat selama berjam-jam meskipun tungkai mereka menjadi kaku atau membengkak. Katatonik adalah salah satu jenis skizofrenia yang ditandai dengan hendaya yang jelas dalam perilaku motorik dan perlambatan aktivitas yang berkembang menjadi stupor namun mungkin berubah secara tiba-tiba menjadi fase agitasi. Karakteristik : pengalaman sensori bersifat menjijikkan dan menakutkan. disorganized speech dan inappropriate. individu mungkin merasa malu karena pengalaman sensorinya dan menarik diri dari orang lain (nonpsikotik). termasuk inkoherensi dan ketiadaan pola logika yang . Gaya bicara yang sering terlihat pada penderita skizofrenia. kemauan. pernapasan dan tekanan darah. diam dan dipenuhi oleh sesuatu yang mengasyikkan. memberi kedamaian. Kadang suara itu dirasakan menyejukkan hati. seperti bunuh diri. sangat potensial melakukan bunuh diri atau membunuh orang lain. Perilaku pasien yang teramati : lebih cenderung mengikuti petunjuk yang diberikan oleh halusinasinya daripada menolaknya. Bagaimanapun sesudahnya mereka mungkin mengatakan mendengar apa yang dikatakan oleh orang lain selama masa itu (Nevid. tapi kadang suara itu menyuruhnya melakukan sesuatu yang sangat berbahaya. Ciri yang mengejutkan namun kurang umum adalah waxy flexibility. gangguan yang sering terlihat pada penderita skizofrenia. sebagaimana posisi yang telah dipaparkan oleh orang lain terhadap mereka. Condemning (secara umum halusinasi menjijikkan). alogia. tidak mampu berespon terhadap lebih dari satu orang. Perilaku pasien yang teramati : peningkatan saraf otonom yang menunjukan ansietas misalnya peningkatan nadi. Disorganized Speech (disorganisasi dalam pembicaraan). afek datar. menggerakkan bibirnya tanpa menimbulkan suara. Menurut Durand. Afek datar adalah tingkah laku yang tampak tanpa emosi (termasuk cara berbicara yang tanpa nada dan tatapan mata kosong) saat ia mestinya bereaksi. kegiatan fisik merefleksikan isi halusinasi seperti amuk. dipenuhi dengan pengalaman sensori dan mungkin kehilangan kemampuan untuk membedakan halusinasi dengan realitas. tremor. Pengalaman sensori mungkin menakutkan jika individu tidak mengikuti perintah. ketidakmampuan mengikuti petunjuk. gejala fisik dan kecemasan berat seperti berkeringat. yang terkait dengan beberapa gangguan suasana perasaan dan gangguan skizofrenik. anhedonia. Avolition adalah sikap apati atau ketidakmampuan untuk memulai atau mempertahankan kegiatan-kegiatan penting. Anhedonia adalah ketidakmampuan untuk mengalami kesenangan. agitasi. dan otisme. dkk (2007) simtom negatif terdiri dari avolition. gerakan mata yang cepat. Perilaku pasien yang teramati : perilaku menyerang atau teror seperti panik. yang dapat berlangsung selama berjam-jam. rentang perhatian hanya beberapa menit atau detik.merasakan ada suara dari dalam dirinya. perubahan proses pikir. Controling (pengalaman sensori menjadi penguasa). menarik diri. Perilaku pasien yang teramati : menyeringai atau tertawa yang tidak sesuai. respon verbal yang lamban. penyempitan kemampuan konsentrasi. 2005). Mereka tidak akan merespons pertanyaan atau komentar selama masa tersebut. 2) Simtom Negatif Simtom negatif meliputi. Orang yang berhalusinasi menyerah untuk melawan pengalaman halusinasinya dan membiarkan halusinasi menguasai dirinya. orang yang berhalusinasi mulai merasa kehilangan kendali dan berusaha untuk menjauhkan dirinya dari sumber yang dipersepsikan. atau kataton. kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. gangguan emosi. yang menampilkan posisi tubuh yang tetap. isi halusinasi dapat berupa permohonan. Alogia adalah defisiensi dalam jumlah atau isi pembicaraan. dkk. individu mungkin mengalami kesepian jika pengalaman sensori tersebut berakhir. halusinasi bisa berlangsung dalam beberapa jam atau hari apabila tidak ada intervensi terapeutik. Orang-orang dengan skizofrenia katatonik mungkin dapat menunjukkan bentuk perangai atau seringai yang tidak biasa. atau mempertahankan postur yang aneh.

Para penderita skizofrenia tipe paranoid secara mencolok tampak berbeda karena delusi dan halusinasinya. bila gejala-gejala itu kurang tajam atau kurang jelas) : 1) “Thought echo” = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras). sedangkan katatonik relatif tidak menonjol. c. yang bermakna sangat khas bagi dirinya. dan isi pikiran ulangan. residual (Maslim. 2) “Delusion of control” = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. Halusinasi juga biasanya berkaitan dengan tema wahamnya. Inappropriate affect (afek yang tidak pas). seperti bahwa orang lain bermaksud buruk atau bermaksud mencelakainya. Tipe Skizoprenia. dkk (2007). Ciri utama skizofrenia tipe paranoid ini adalah adanya waham yang mencolok atau halusinasi auditorik dalam konteks terdapatnya fungsi kognitif dan afek yang relatif masih terjaga. 2000). Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia yaitu harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan biasanya dua gejala atau lebih. atau keduanya. Skizofrenia paranoid merupakan salah satu tipe dari enam jenis skizofrenia dalam Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa III (PPDGJ-III) diberi kode diagnosis F20. atau jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh. e. atau “delusion of influence” = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar. Keyakinan irasional bahwa dirinya seorang yang penting (delusi grandeur) atau isi pikiran yang menunjukkan kecurigaan tanpa sebab yang jelas. (Arif. (tentang “dirinya” = secara jelas merujuk ke pergerakan tubuh atau anggota gerak atau ke pikiran. Mereka biasanya memiliki prognosis yang lebih baik dibandingkan penderita tipe skizofrenia lainnya. 2006). tindakan. persepsi (halusinasi). dan “Thought broadcasting” = isi pikirannya tersiar ke luar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya.0. Skizofrenia Paranoid. emosi dan perilaku. “Thought insertion or withdrawal” = isi pikiran yang asing dari luar masuk ke dalam pikirannya (insertion) atau pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal). paranoid. Durand. tetapi waham dengan tema lain (misalnya waham cemburu. walaupun isinya. yaitu simplek. 4) Waham-waham menetap jenis lainnya.wajar. 3) Halusinasi auditorik : suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien. tak terinci. atau penginderaan khusus). misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu. atau somatisasi) mungkin juga muncul. Mereka pada umumnya tidak mengalami disorganisasi dalam pembicaraan atau afek datar. Skizofrenia Paranoid merupakan gangguan psikotik yang merusak yang dapat melibatkan gangguan yang khas dalam berpikir (delusi). biasanya bersifat mistik atau mukjizat. atau kekuatan . Skizofrenia dibagi menjadi beberapa tipe. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. pembicaraan. d. keagamaan. “Delusional perception”= pengalaman inderawi yang tak wajar. atau “delusion of passivity” = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap sesuatu kekuatan dari luar. atau mendiskusikan perihal pasien di antara mereka sendiri (di antara berbagai suara yang berbicara). hebefrenik. katatonik. Waham biasanya adalah waham kejar atau waham kebesaran. Kriteria Diagnostik Skizofrenia Paranoid. sementara keterampilan kognitif dan afek mereka relatif utuh. Ekspresi emosional yang tidak sesuai dengan situasinya.

tidak berbuat sesuatu. . atau fleksibilitas cerea. atau berkomunikasi dengan mahluk asing dari dunia lain). apabila disertai baik oleh waham yang mengambang maupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika. Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal). negativisme. mutisme. 7) Perilaku katatonik. atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus. waham curiga yang paling khas.dan kemampuan di atas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca. seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement). bicara yang jarang. Waham hampir setiap jenis. dorongan kehendak dan pembicaraan. 8) Simtom-simtom “negatif”. yang berakibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan. seperti sikap sangat apatis. waham dikendalikan. Gangguan afektif. Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadi (personal behaviour). 6) Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisipan (interpolation). atau bersifat seksual. posisi tubuh tertentu (posturing). dan respon emosional yang menumpul atau tidak wajar. dan stupor. halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol. Sebagai tambahan halusinasi atau waham harus menonjol : suara-suara halusinasi yg mengancam pasien atau memberi perintah. waham kejar. atau neologisme. Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa. ataupun disertai oleh ide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap. dan penarikan diri secara sosial. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. atau halusinasi auditorik. serta gejala katatonik secara relatif tidak menonjol. seperti . hidup tak bertujuan. atau lain-lain perasaan tubuh. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial. Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: 5) Halusinasi yang menetap dari panca-indera apa saja. sikap larut dalam diri (self-absorbed attitude).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful