LEARNING GUIDE

MODUL

PEMBONGKARAN, PENGUJIAN DAN PEMASANGAN PADA RELE, PROTEKSI
KODE UNIT KOMPETENSI: SKN : KTL.PH.20.317.02 STT : IP.HAR.O.SC.0098-A

PT INDONESIA POWER APRIL 2007

STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN SUB BIDANG PEMELIHARAAN
Kode Unit Judul Unit Deskripsi Unit

LEARNING GUIDE i

: KTL.PH.20.317.02 : Memelihara Generator : Unit kompetensi ini berkaitan dengan analisa data pemeliharaan Generator secara menyeluruh, sesuai standar perusahaan . 1.1. KRITERIA UNJUK KERJA Peraturan dan Undang - Undang K2 (Keselamatan Ketenagalistrikan) untuk pemeliharaan diterapkan. Perencanaan pemeliharaan Generator dilakukan berdasarkan analisa data historis dan standar perusahaan. Perencanaan pemeliharaan Generator dikoordinasikan dengan pihak terkait. Kesiapan Pemeliharaan Generator diperiksa sesuai standar perusahaan Lokasi kerja dipastikan aman dari bahaya kecelakaan kerja Pemeliharaan Generator dipastikan sesuai dengan standar perusahaan Hasil Pemeliharaan Generator dipilah dan diobservasi untuk memastikan penyimpangan dari kondisi normal. Data hasil Observasi pemeliharaan Generator dianalisa sesuai standar perusahaan. Tindakan koreksi terhadap ketidaknormalan Generator dilakukan sesuai standar perusahaan Potensi bahaya pemeliharaan Generator dianalisa serta ditanggulangi sesuai standar perusahaan. Pengujian Generator dilaksanakan sesuai standar perusahaan untuk memastikan unjuk kerjanya Tindakan koreksi dilakukan bila unjuk kerja dan hasil pengujian tidak sesuai dengan standar perusahaan Hasil Pengujian Unjuk kerja Generator dianalisa dengan tujuan memastikan kondisi normal. Dokumentasi kondisi, ketidak normalan, hasil pengujian dan status Generator dicatat dan dilaporkan menurut standar perusahaan.

1.

ELEMEN KOMPETENSI Merencanakan dan menerapkan standar Pemeliharaan

1.2. 1.3.

2.

Melaksanakan Pemeliharaan

2.1.
2.2.

2.3. 2.4.
3. Menganalisa dan menanggulangi masalah

3.1. 3.2. 3.3.

4.

Melaksanakan pengujian Generator

4.1.
4.2.

4.3.
5. Membuat laporan

5.1.

1.

Batasan Variabel Dalam melaksanakan Unit kompentensi ini harus didukung dengan tersedianya: 1.1. Peraturan dan Perundangan K2.

1.2.
1.3.

1.4.
1.5.

Standar perusahaan yang berlaku. Formulir quality control (checklist) atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan. Peralatan dan Instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini. Kompetensi yang dipersyaratkan sebelumnya 1.5.1. KTL.PH.20.221.02, Memelihara Generator.

2.

Panduan Penilaian 2.1. Pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan: 2.1.1. Pengetahuan:

LEARNING GUIDE 3. Perencanaan Pemeliharaan Generator. 4. Prosedur Pengujian Generator. 5. Analisa Unjuk Kerja Generator.
5.1.1. Keterampilan: 1. Pembuatan Rencana kerja Pemeliharaan Generator.

2. Pemeriksaan dan Pengujian Generator. 3. Trouble Shooting Generator. 4. Pembuatan Laporan. 5.2.

ii

Ruang lingkup Pengujian: Kompetensi harus diujikan ditempat kerja atau ditempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Pengujian pemeliharaan unit Generator ini didukung dengan bukti dokumen, uji tertulis, wawancara dan praktek lapangan.

5.3. Aspek Penting: Melaksanakan Pekerjaan yang konsisten pada setiap elemen kompetensi. Memenuhi kriteria unjuk kerja yang tercakup pada setiap elemen kompetensi dengan menggunakan teknik-teknik dan standar perusahaan sesuai dengan tempat kerja. Menunjukan pemahaman terhadap pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan serta sikap kerja yang dituntut dari pekerjaan tersebut. 6. Kompetensi Kunci No A B C D E F G Kompetensi Kunci Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi Mengkomunikasikan ide dan informasi Merencanakan dan mengatur kegiatan Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok Menggunakan ide dan teknik matematika Memecahkan masalah Menggunakan teknologi Level 3 3 3 3 3 3 3

LEARNING GUIDE iii

STANDARD TOPIK TRAINING
Kode Topik Training Judul Topik Training Jumlah Jam Sifat Kelompok Silabus : : : : : : IP.HAR.O.SC.0098-A Pembongkaran, Perbaikan, Penggantian Dan Pemasangan Pada Rele, Proteksi & Elektronika Daya 12 JP OFF JT + 24 JP OJT Core / Stream Core / Support Teknik 1. Prosedur Pelaksanaan pembongkaran Rele, Proteksi & Elektronika Daya 2. Prosedur Pelaksanaan Perbaikan Rele, Proteksi & Elektronika Daya 3. Prosedur Pelaksanaan Penggantian Rele, Proteksi & Elektronika Daya 4. Prosedur Pelaksanaan Pemasangan Rele, Proteksi & Elektronika Daya 5. OJT Pelaksanaan Pembongkaran, Perbaikan, Penggantian dan Pemasangan Rele, Proteksi & Elektronika Daya Setelah menyelesaikan topik Pelaksanaan Pembongkaran, Perbaikan, Penggantian dan Pemasangan pada Rele, Proteksi & Elektronika Daya, peserta mampu menerapkan instruksi kerja pada pelaksanaan pembongkaran, perbaikan, penggantian dan pemasangan pada Rele, Proteksi & Elektronika Daya serta alat bantunya dengan baik dan benar, sesuai Standar Perusahaan yang berlaku. Level V : IP.HAR.O.REL Test Tertulis / Lisan dan Pengamatan Lapangan Buku Standar Perusahaan Pembongkaran, perbaikan, penggantian dan pemasangan Rele, Proteksi & Elektronika Daya

Tujuan

:

Level dan kode Profesi Pengguna Kompetensi yang dipersyaratkan Sebelumnya Metode Penilaian Referensi Kata kunci

: : : : :

URAIAN RINCI TOPIK TRAINING
Jam Pel 4 Materi Prosedur Pelaksanaan pembongkaran Rele, Proteksi & Elektronika Daya Prosedur Pelaksanaan Perbaikan Rele, Proteksi & Elektronika Daya Prosedur Pelaksanaan Penggantian Rele, Proteksi & Elektronika Daya Sub Materi - Prosedur Pelaksanaan pembongkaran Rele, Proteksi & Elektronika Daya Tujuan Khusus Setelah menyelesaikan materi Prosedur Pelaksanaan pembongkaran Rele, Proteksi & Elektronika Daya, peserta mampu menerapkan Prosedur Pelaksanaan pembongkaran Rele, Proteksi & Elektronika Daya dengan baik dan benar sesuai Standar Perusahaan yang berlaku Setelah menyelesaikan materi Prosedur Pelaksanaan Perbaikan Rele, Proteksi & Elektronika Daya peserta mampu menerapkan Prosedur Pelaksanaan Perbaikan Rele, Proteksi & Elektronika Daya dengan baik dan benar sesuai Standar Perusahaan yang berlaku Setelah menyelesaikan materi Prosedur Pelaksanaan Penggantian Rele, Proteksi & Elektronika Daya, peserta mampu menerapkan Prosedur Pelaksanaan Penggantian Rele, Proteksi & Elektronika Daya sesuai Standar Perusahaan yang berlaku Aktivitas Tutorial dan belajar mandiri

4

- Prosedur Pelaksanaan Perbaikan Rele, Proteksi & Elektronika Daya

Tutorial dan belajar mandiri

4

- Prosedur Pelaksanaan Penggantian Rele, Proteksi & Elektronika Daya

Tutorial dan belajar mandiri

Penggantian dan Pemasangan Rele.Persiapan sesuai prosedur  Persiapan alat kerja  Safety personel  SOP + IK . Proteksi & Elektronika Daya . sesuai Standar Perusahaan yang berlaku. peserta mampu menerapkan instruksi kerja pada pelaksanaan pembongkaran. Proteksi & Elektronika Daya serta alat bantunya dengan baik dan benar. Perbaikan.LEARNING GUIDE iv 24 OJT Pelaksanaan Pembongkaran. Penggantian dan Pemasangan Rele.Pelaksanaan Pembongkaran.Laporan Setelah menyelesaikan topik OJT Pelaksanaan Pembongkaran. penggantian dan pemasangan pada Rele. Tutorial dan belajar mandiri + Praktek Lapangan . Penggantian dan Pemasangan Rele. perbaikan. Perbaikan. Proteksi & Elektronika Daya . Proteksi & Elektronika Daya . Perbaikan.

19 6. SISTEM PROTEKSI PEMBANGKIT ………………………………………………… 3 2. 6 3. 3 2.1... DAFTAR ISI………………………………………………………………………………. Klasifikasi Relai Proteksi …………………………………………………….. 15 5.2.3. SINGKATAN …………………………………………………………………………….. i iii v vi vii vii 1.. 4 2.. Simbol dan Kode Relai Proteksi ……………………………………………. PROSEDUR DAN PELAKSANAAN K3 …………………………………………. ANALISA KEGAGALAN RELAI PROTEKSI ……………………………………….1. Pengertian Dasar …………………………………………………………….. Macam-macam Relai Proteksi Trafo Pembangkit dan Fungsinya ……… 13 5.3.2. DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………………………. Pedoman dan Petunjuk Pengujian Instalasi Proteksi atau Modifikasi Instalasi ………………………………………………………………………. Diagram Proteksi Peralatan Pembangkit ………………………………… 10 4. Prosedur Penanganan Kecelakaan dan Kebakaran………. STANDAR TOPIK TRAINING…………………………………………………………...1.1. 18 6.2. Macam-macam Gangguan Pada Generator dan Akibatnya ……………. Macam-macam Relai Proteksi Generator dan Fungsinya ……………….. SISTEM PROTEKSI MOTOR PEMAKAIAN SENDIRI …………………………….1. PEMELIHARAAN RELAI PROTEKSI PEMBANGKIT …………………………….. Macam-macam Relai Proteksi Motor Pemakaian Sendiri dan Fungsinya. 34 7. Pengertian Pemeliharaan…………………………………………………….. SISTEM PROTEKSI GENERATOR ………………………………………………… 6 3.. PETUNJUK UNTUK MENGGUNAKAN MODUL INI………………………………….1. Pengujian Macam-macam Relai …………………………………………… 20 7.………………1 2..1..2.2.16 6.. SISTEM PROTEKSI TRAFO PEMBANGKIT ……………………………………… 12 4..1 Ruang Lingkup Operasi Relai Proteksi …………………………………… 34 .… 1 1.Macam-macam Pemeliharaan Relai ………………………………………. Macam-macam Gangguan Pada Trafo Pembangkit dan Akibatnya …… 12 4... 15 5. 18 6. Macam-macam Gangguan dan Akibat Pada Motor Pembangkit ………. 18 6. 8 3.LEARNING GUIDE v DAFTAR ISI STANDAR KOMPETENSI NASIONAL……………………………………………….3.4 3.1.

7 6.1 2.5 6.9 6. Diagram pengawatan relai arus lebih urutan negatif …………… 28 6..1 Pedoman dan Petunjuk Pengujian Instalasi Proteksi atau Modifikasi Instalasi ………………………………………………………………….1 6. 4 Simbol dan kode relai proteksi ……………………………………….1 .12 a. 26 Karakteristik relai arus lebih urutan negatif …………………………. 16 6.11 Skematic diagram relai arus urutan negatif untuk pengujian …….26 Kurva If (t) relai arus lebih urutan negatif dengan parameter dial setting ……………………………………………………………… 26 6.1 6. 10 Pengawatan dasar relai differensial ………………………………… 20 Gangguan internal ……………………………………………………..15 Rangkaian pengujian relai daya balik di lapangan ………………… 30 6...16 Skema proteksi relai kehilangan medan penguat tipe KLF ………. Rangkaian kontrol DC ……………………………………………… 28 6.10 One line diagram relai proteksi generator…………………………. 29 6.2 6.4 6. 8 Macam-macam relai proteksi trafo pembangkit dan fungsinya …… 13 Macam-macam relai proteksi motor pemakaian sendiri dan fungsinya ………………………………………………………………...6 6. 21 Gangguan eksternal …………………………………………………… 21 Diagram/skematic relai differensial ………………………………….14 Rangkaian pengujian relai daya balik di laboratorium ……………. 27 6.LEARNING GUIDE vi DAFTAR GAMBAR DAN TABEL GAMBAR... 22 Relai arus lebih pada pentanahan impendansi …………………….3 6...13 Skema proteksi daya balik CRV-1 Westinghouse …………………....1 4. 24 Kurva If (t) relai arus lebih urutan negatif dengan parameter K …. 31 6..1 5.. 3. 4 Macam-macam relai proteksi generator dan fungsinya ……………. 23 Filter urutan negatif dan urutan nol ………………………………….8 6. 23 Relai tegangan lebih pada pentanahan dengan trafo distribusi ….19 2.2 3.17 Rangkaian pengujian relai kehilangan medan penguat ……………. 29 6.12 b.... 31 TABEL Klasifikasi relai proteksi ……………………………………………….

Bacalah dengan baik. SINGKATAN AC DC GGL PMG STT SKN SOP IK SMK3 Alternating current Direct Current Gaya gerak listrik Permanent Magnet Generator. Penugasan-penugasan diarahkan langsung dilapangan dan anda diminta untuk menanggapi setiap penugasan dengan membuat laporan kepada mentor yang ditunjuk. Hampir setiap sub topik yang diajarkan anda akan diminta untuk menanggapi sesuatu yang tujuannya untuk mengevaluasi sejauh mana pengertian anda akan keterangan yang diberika pada setiap materi. dan anda akan dapat langsung membandingkan jawaban anda tersebut dengan jawaban yang benar pada halaman berikutnya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan pada saat anda memulai menggunaka buku ini adalah: 1. keterampilan (skill) maupun perilaku (attitude) pada unit kompetensi yang anda pelajari. penugasan akan membuat anda kompeten baik pengetahuan (knowledge). Ingatlah dalam modul ini. 5. 10. teliti dan berusaha untuk memahami isi setiap pembahasan pada setiap halaman dan kerjakanlah semua petunjuk yang diminta. 3. karena modul ini disusun sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dilakukan step-by-step disesuaikan dengan kecepatan kemampuan belajar anda. 4. 9. 8. Dalam menggunakan modul ini . tetaplah ikuti langkahlangkah yang diberikan dengan baik karena hal ini akan menjadi penyegaran yang berguna bagi anda. Walaupun anda sudah tahu akan sub topic yang diajarkan. 6. Pada setiap tahap anda akan dituntun untuk tetap berada pada arah pelatihan yang sesuai dengan tujuan acuan kinerja pada direktori kompetensi. Pada akhir pembahasan setiap sub topic anda akan diminta untuk melakukan penugasan yang sesuai dengan sub topic yang dibahas dengan tujuan untuk menselaraskan pengetahuan yang anda terima dengan kondisi dilapangan yang sesungguhnya. masing-masing sub topik akan diajarkan satu per satu sesuai dengan standar topik training (STT) dan acuan penugasan pada paspor profesi. Mulailah sub topik yang telah disusun pada tiap halaman sesuai dengan urutan pada STT. anda hampir seperti memiliki guru-pembimbing pribadi. Standar topik training Standar kompetensi nasional Standard operation procedure Instruksi kerja Standart manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja . Masing-masing modul terdiri dari beberapa sub topik.LEARNING GUIDE vii PETUNJUK UNTUK MENGGUNAKAN MODUL INI Modul ini ditulis sedemikian rupa agar belajar lebih efektif dan menarik. Dianjurkan untuk tidak melihat dahulu halaman berikutnya sebelum anda memberikan tanggapan. 2. 7.

Hubungi pihak keamanan unit dan yakinkan bahwa yang bersangkutan telah mengetahui semua informasi yang anda berika secara benar. setiap adanya kecelakaan atau kebakaran baik itu terjadi pada manusia atau peralatan di PT Indonesia Power harus dilaporkan kepada supevisor operasi atau operator control room yang bertugas yang selanjutnya berdasarkan laporan yang diterima oleh supervisor operasi tersebut dilakukan tindakan-tindakan penanganan kecelakaan kerja atau kebakaran tersebut. . Pada saat menerima laporan kecelakaan atau kebakaran. Tanggal dan waktu laporan. Control room :…………………… 2. 8. Rute yang paling aman/baik yang dapat dilalui dengan segera. telephone atau hubungi pejabat-pejabat dan bagian-bagian yang berkepentingan serta berikan semua informasi diatas. Pemadam kebakaran :……………………. Nama korban kecelakaan atau peralatan yang terjadi emergency. Pejabat penanggung jawab:……………………. dll) jika tahu. PROSEDUR DAN PELAKSANAAN K3 PROSEDUR PENANGANAN KECELAKAAN KERJA DAN KEBAKARAN Seperti yang kita ketahui. Petugas kesehatan :……………………. pemadam kebakaran. 7. Akses kendaraan yang paling cepatdan aman sampai lokasi kejadian. kecelakaan kerja dan kebakaran dapat saja terjadi dimana saja dan kapan saja. Supervisor Operasi :…………………… 4. Supervisor keamanan :…………………… 5. Salinlah daftar tersebut dalam buku catatan anda dan hafalkan nomor-nomor penting tersebut. Penyebab terjadinya kecelakaan atau kebakaran. Bantuan apa yang diperlukan segera (ambulan. 6. Jika kecelakaan atau kebakaran tidak dapat dikontrol atau ditangani. Polisi :……………………. 1 Segera setelah saudara memperoleh Informasi tersebut. Keamanan/satpam :…………………… 3.LEARNING GUIDE 1. supervisor atau operator control room harus menanyakan kepada penelpon atau yang menyampaikan Informasi hal-hal sebagai berikut: Nama yang memberikan Informasi kecelakaan atau keadaan emergency. Nomor-nomor telepon yang dapat dihubungi jika terjadi keadaan darurat: 1. Lokasi terjadi kecelakaan atau kebakaran.

pemadam kebakaran. Supervisor keamanan :…………………… 5. Tanggal dan waktu laporan. 3. Hal-hal apa saja yang harus ditanyakan kepada pelapor jika pada saat anda bertugas menerima laporan terjadinya kecelakaan kerja atau kebakaran. Nomor-nomor telepon yang dapat dihubungi jika terjadi keadaan darurat: 1. Control room :…………………… 2. Pejabat penanggung jawab :……………………. 8. Periksalah pekerjaan anda dengan seksama dan berilah catatan khusus untuk jawaban yang salah. Pemadam kebakaran :……………………. Jika anda telah merasa yakin bahwa materi tersebut telah anda kuasai.LEARNING GUIDE 2 Setelah anda mempelajari prosedur penanganan kecelakaan kerja dan kebakaran pada halaman sebelumnya. Akses kendaraan yang paling cepatdan aman sampai lokasi kejadian. lanjutkanlah. Petugas kesehatan :……………………. Rute yang paling aman/baik yang dapat dilalui dengan segera. berdasarkan pertanyaan nomor 2. Bantuan apa yang diperlukan segera (ambulan. bukalah halaman berikutnya dan periksalah hasil anda. Keamanan/satpam :…………………… 3. Bila jawaban anda tidak semua betul. 2/3. 6. 2. dll) jika tahu. Penyebab terjadinya kecelakaan atau kebakaran. sebaiknya lihatlah kembali halaman 1 . coba tulis kan nomor-nomor telepon yang anda harus hubungi. Nama korban kecelakaan atau peralatan yang terjadi emergency. dan untuk melihat apakah anda benarbenar telah memahami prosedur penanganan kecelakaan kerja dan kebakaran tersebut. . Lokasi terjadi kecelakaan atau kebakaran. tutuplah halaman 1 sebelumnya dan tuliskan : 1. Inilah hasilnya. Supervisor Operasi :…………………… 4. 7. Jika kecelakaan atau kebakaran tidak dapat dikontrol atau ditangani. 1. Setelah anda selesaikan semuanya. dan pelajari lagi. Polisi :……………………. Coba anda sebutkan kepada siapa saja anda harus melaporkan kejadian tersebut. Hal-hal yang harus ditanyakan kepada pelapor Nama yang memberikan Informasi kecelakaan atau keadaan emergency.

Kerugian operasi (long outage) 3. Relai Proteksi adalah suatu perangkat kerja proteksi yang mempunyai fungsi dan peranan : a. Melepas peralatan/bagian yang terganggu secara cepat dengan maksud menjaga stabilitas sistem.LEARNING GUIDE 3 BAB II SISTEM PROTEKSI PEMBANGKIT 2. Tetapi apabila gangguan terjadi secara terus-menerus maka kemungkinan seluruh belitan akan rusak dan memerlukan perbaikan total/overhoul.1. Contohnya : Bila suatu mesin listrik secara cepat distop/dilepas setelah terjadinya gangguan pada belitan. Terganggunya pelayanan (service) Untuk itu relai proteksi sangat diperlukan pada peralatan pembangkit. Memberikan signal alarm/melepas pemutus tenaga (circuit breaker) dengan tujuan mengisolir gangguan/kondisi yang tidak normal seperti adanya : • Beban lebih. frekuensi rendah • Hubung singkat dan kondisi tidak normal lainnya b. tetapi juga harus teramankan dari kecelakaan/kerusakan yang fatal. beban tidak seimbang • Daya kembali. Kerusakan yang fatal dapat menimbulkan : 1. Melepas/mentripkan peralatan yang terganggu secara cepat dengan tujuan mengurangi kerusakan yang lebih berat. e. d. Melepas/mentripkan peralatan yang berjalan tidak normal untuk mencegah timbulnya kerusakan. Melokalisir kemungkinan dampak akibat gangguan dengan memisahkan peralatan yang terganggu dari sistem. PENGERTIAN DASAR Nilai investasi peralatan listrik pada suatu pembangkit listrik sedemikian besarnya. maka hanya sebagian kumparan saja yang perlu diperbaiki. tegangan rendah • Kenaikan suhu. sehingga perhatian yang khusus harus diutamakan agar setiap peralatan tidak hanya dapat beroperasi dengan efisiensi yang optimal. Peralatan yang terganggu dapat menyebabkan gangguan pada peralatan yang lain yang berada pada sistemnya. 2. c. Hampir semua peralatan tidak dibiarkan beroperasi tanpa menggunakan peralatan proteksi. Kerugian biaya investasi. . Contohnya : Proteksi beban lebih (overload) berfungsi untuk mengamankan mesin listrik dan kerusakan isolasi. kontinuitas pelayanan dan unjuk kerja sistem.

generator dan trafo Proteksi trafo Complex protective system pada generator.3 SIMBOL DAN KODE RELAI PROTEKSI No NAMA RELAI 1 Relai jarak (distance relay) 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Relai periksa sinkron (Synchro check relay) Relai tegangan kurang (Under voltage relay) Relai daya balik (Reverse power relay) Relai arus kurang (Under current relay) Relai kehilangan medan penguat (Loss of excitation relay) Relai urutan phasa negatif (Negatif sequence relay) Relai suhu (Thermal relay) Relai arus lebih seketika ( Instantaneous Over current relay) Relai arus lebih dengan waktu tunda (Time Over current Relay) SIMBOL Z< Uf= U< P I< B=O Ii > KODE 21 25 27 32 37 40 46 49 I> I> 50 51 . motor Tabel 2.2 KLASIFIKASI RELAI PROTEKSI No ASAS KERJA TIPE KONSTRUKSI 1 Tarikan Magnit Listrik a) Plunger type (Electromagnetic b) Balanced beam type Attraction) c) Hinged armature type d) Polarized moving iron type e) Permanent magnet moving coil type 2 Induksi Magnit Listrik a) Induction disc type (Electromagnetic b) Induction cup type Induction) 3 Relai suhu/panas a) Bimetal strip type (Thermal Relay) b) Thermocouple type c) Electronic 4 Relai yang digeraka) Bucholz relay kan oleh gas b) Sudden pressure relay (gas pressure relay) 5 Static relay a) Rangkaian elektronik PENGGUNAAN Relai seketika (Instantaneous Relay) Relay dengan waktu tunda (Time Delay Relay) Proteksi motor.1 Klasifikasi Relai Proteksi 2.LEARNING GUIDE 4 2.

Jelaskan pengertian relai proteksi sesuai buku petunjuk yang berlaku. 4. 2.LEARNING GUIDE 11 12 Relai fluksi lebih (Over excitation relay) Relai tegangan lebih (Over voltage relay) V/f U> SIMBOL 59/81 59 KODE 60 62 5 No NAMA RELAI 13 Relai tegangan seimbang (Voltage balance relay) 14 Relai waktu tunda (Time auxiliary relay) 15 16 17 18 19 20 Relai tekanan gas (Gas pressure relay) Relai hubung tanah (Ground fault relay) Relai frekuensi (Frequency relay) Lock out relay Relai differensial (Differential Relay) Relai Bucholz Ud P f I 63 64 81 86 87 95 Tabel 2. Sebutkan macam-macam relai proteksi dan fungsinya. Tuliskan simbol dan kode relai proteksi sesuai buku petunjuk yang berlaku. Uraikan peranan relai proteksi. 3. dan persyaratannya.2 Simbol dan Kode Relai Proteksi PERTANYAAN : 1. .

dan berfungsi sebagai generator induksi. Bila salah satu sisi terhubung ke tanah belum menjadikan masalah. 5. 2. Kerusakan lain yang timbul adalah pada poros/shaft dan kopling turbin akibat adanya momen puntir yang besar. Kondisi ini akan berakibat pada . Gangguan listrik/electrical fault Jenis gangguan ini adalah gangguan yang timbul dan terjadi pada bagianbagian listrik dari generator.1. jika isolasi tidak terbuat dari bahan yang anti api /nonflammable. Kehilangan medan penguat/Loss of excitation Hilangnya medan penguat akan membuat putaran mesin naik. Hubung singkat 2 phasa Gangguan hubung singkat 2 phasa/unbalance fault lebih berbahaya dibanding gangguan hubung singkat 3 phasa/balance fault. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan fluksi yang menimbulkan vibrasi yang berlebihan serta kerusakan fatal pada rotor. 3. tetapi kerusakan laminasi besi (iron lamination) akibat gangguan 1 phasa ke tanah yang menimbulkan bunga api dan merusak isolasi dan inti besi adalah kerusakan serius yang perbaikannya dilakukan secara total. MACAM-MACAM GANGGUAN PADA GENERATOR DAN AKIBATNYA 6 Macam-macam gangguan pada generator dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. sementara sisi sebelumnya tidak terselesaikan maka akan terjadi kehilangan arus pada sebagian belitan yang terhubung singkat melalui tanah. 4. Stator hubung singkat 1 phasa ke tanah/stator ground fault Kerusakan akibat gangguan 2 phasa atau antara konduktor kadangkadang masih dapat diperbaiki dengan menyambung taping atau mengganti sebagian konduktor. karena disamping akan terjadi kerusakan pada belitan akan timbul pula vibrasi pada kumparan stator.LEARNING GUIDE BAB III SISTEM PROTEKSI GENERATOR 3. Gangguan jenis ini meskipun kecil harus segera diproteksi. Hubung singkat 3 phasa Terjadinya arus lebih pada stator yang dimaksud adalah arus lebih yang timbul akibat terjadinya hubungan singkat 3 phasa/ 3 phase fault. Gangguan ini akan menimbulkan loncatan bunga api dengan suhu yang tinggi yang akan melelehkan belitan dengan resiko terjadinya kebakaran. Tetapi apabila sisi lainnya terhubung ke tanah. Gangguan-gangguan tersebut antara lain : 1. Rotor hubung tanah/field ground Pada rotor generator yang belitannya tidak dihubungkan oleh tanah (ungrounded system).

Pada turbin uap. Tegangan lebih dapat dimungkinkan oleh mesin putaran lebih/overspeed atau kerusakan pada pengatur tegangan otomatis/AVR. Daya balik terjadi disebabkan oleh turunnya daya masukkan dari penggerak utama (prime mover). 2. Dampak kerusakan akibat peristiwa motoring adalah lebih kepada penggerak utama itu sendiri. Kemungkinan kerusakan lain yang timbul. Gangguan sistem (system fault) . kerusakan PMT dan kerusakan pada kumparan stator akibat adanya kenaikan tegangan sesaat. atau air) akan menyebabkan kenaikan suhu belitan stator. c. Tegangan lebih/Over voltage Tegangan yang berlebihan melampaui batas maksimum yang diijinkan dapat berakibat tembusnya (breakdown) design insulasi yang akhirnya akan menimbulkan hubungan singkat antara belitan. hidrogen.LEARNING GUIDE rotor dan pasak/slot wedges. dan penggerak utamanya karena terjadinya momen puntir. kavitasi pada sudu-sudu turbin air. Kesalahan paralel Kesalahan dalam memparalel generator karena syarat-syarat sinkron tidak terpenuhi dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian poros dan kopling generator. Kehilangan medan penguat dapat dimungkinkan oleh : 7 a) Jatuhnya/trip saklar penguat (41AC) b) Hubung singkat pada belitan penguat c) Kerusakan kontak-kontak sikat arang pada sisi penguat d) Kerusakan pada sistem AVR 6. akibat arus induksi yang bersirkulasi pada rotor. Apabila suhu belitan melampaui batas ratingnya akan berakibat kerusakan belitan. Gangguan pendingin stator Gangguan pada media sistem pendingin stator (pendingin dengan media udara. Pemanasan lebih setempat Pemanasan lebih setempat pada sebagian stator dapat dimungkinkan oleh : • Kerusakan laminasi • Kendornya bagian-bagian tertentu di dalam generator seperti : pasak-pasak stator (stator wedges). peristiwa motoring akan mengakibatkan pemanasan lebih pada sudu-sudunya. Generator berfungsi sebagai motor (motoring) Motoring adalah peristiwa berubah fungsi generator menjadi motor akibat daya balik (reverse power). 4. Gangguan mekanis/panas (mechanical/thermal fault) Jenis-jenis gangguan mekanik/panas antara lain : 1. 3. b. dan ketidakstabilan pada sudu turbin gas.

Arus urutan negatif yang melebihi batas.2. Perubahan frekuensi sistem dapat dimungkinkan oleh tripnya unit-unit pembangkit atau penghantar (transmisi).LEARNING GUIDE Generator dapat terganggu akibat adanya gangguan yang datang/terjadi pada sistem. gaya puntir yang berfluktuasi serta resonansi yang akan merusak turbin generator. 2. hubung singkat dan peristiwa yang cukup besar akan menimbulkan ketidakstabilan sistem. Gangguan-gangguan sistem yang terjadi umumnya adalah : 8 1. akan mengiduksikan arus medan yang berfrekuensi rangkap yang arahnya berlawanan dengan putaran rotor akan menyebabkan adanya pemanasan lebih dan kerusakan pada bagian-bagian konstruksi rotor. generator akan kehilangan kondisi paralel. 3. 3. Frekuensi operasi yang tidak normal (abnormal frequency operation) Perubahan frekuensi keluar dari batas-batas normal di sistem dapat berakibat ketidakstabilan pada turbin generator. Apabila peristiwa ini cukup lama dan melampaui batas-batas ketidakstabilan generator. Arus beban kumparan yang tidak seimbang (unbalance armature current) Pembebanan yang tidak seimbang pada sistem/adanya gangguan 1 phasa dan 2 phasa pada sistem yang menyebabkan beban generator tidak seimbang yang akan menimbulkan arus urutan negatif. Pada kondisi ini generator harus dilepas dari sistem. switching. MACAM-MACAM RELAI PROTEKSI GENERATOR DAN FUNGSINYA No Nama Relai 1 Relai jarak (distance relay) 2 Relai periksa sinkron (synchron check relay) 3 Relai tegangan kurang (undervoltage relay) 4 Relai daya balik (reverse power relay) 5 Relai kehilangan medan penguat (loss of excitation relay) 6 Relai phasa urutan negatif (negative phase sequence relay) Fungsi Relai Untuk mendeteksi gangguan 2 phasa/ 3 phasa di muka generator sampai batas jangkauannya Pengaman bantu generator untuk mendeteksi persyaratan sinkronisasi atau paralel Untuk mendeteksi turunnya tegangan sampai di bawah harga yang diijinkan Untuk mendeteksi daya balik sehingga mencegah generator bekerja sebagai motor Untuk mendeteksi kehilangan arus penguat pada rotor Untuk mendeteksi arus urutan negatif yang disebabkan oleh beban tidak seimbang dari batas-batas yang diijinkan . Keadaan ini akan menghasilkan arus puncak yang tinggi dan penyimpangan frekuensi operasi yang keluar dari seharusnya sehingga akan menyebabkan terjadinya stress pada belitan generator. Lepas sinkron (Loss of synhcron) Adanya gangguan di sistem akibat perubahan beban mendadak.

Bila terpasang pada terminal generator : untuk mendeteksi tegangan lebih Relai keseimbangan te.macam Relai Proteksi Generator dan Fungsinya .Untuk mendeteksi kondisi asinkron pada generator sasi (out of step relay) yang sudah paralel dengan sistem Relai pengunci (lock out Untuk menerima signal trip dari relai-relai proteksi dan relay) kemudian meneruskan signal trip ke PMT. dan peralatan lain serta penguncinya Relai frekuensi (frequen.LEARNING GUIDE 7 Relai arus lebih seketika Untuk mendeteksi besaran arus yang melebihi batas (instantaneous over cur. Bila terpasang di titik netral generator atau trafo tegangan yang dihubungkan segitiga.yang ditentukan dalam waktu seketika rent relay) 9 Fungsi Relai Untuk mendeteksi besaran arus yang melebihi batas dalam waktu yang ditentukan Untuk mendeteksi penguat lebih pada generator No Nama Relai 8 Relai arus lebih dengan waktu tunda (time over current relay) 9 Relai penguat lebih (over excitation relay) 10 Relai tegangan lebih (over voltage relay) 11 12 13 14 15 16 17 1. untuk mendeteksi gangguan stator hubung tanah 2.Untuk mendeteksi hilangnya tegangan dari trafo gangan (voltage balance tegangan ke pengatur tegangan otomatis (AVR) dan ke relay) relay Relai waktu Untuk memperlambat/mempercepat waktu Relai stator gangguan Untuk mendeteksi gangguan hubung tanah pada stator tanah(stator ground fault relay) Relai kehilangan sinkroni.Untuk mendeteksi gangguan hubung singkat pada rential relay) daerah yang diamankan Tabel 3.Untuk mendeteksi besaran frekuensi rendah/lebih di cy relay) luar harga yang ditentukan Relai differensial (diffe.1 Macam. alarm.

LEARNING GUIDE 10 3. DIAGRAM PROTEKSI PERALATAN PEMBANGKIT Gambar 3.1 One Line Diagram Relai Proteksi Generator .3.

Sebutkan macam-macam gangguan dan akibatnya pada generator pembangkit sesuai buku petunjuk yang berlaku 2. Sebutkan macam-macam relai proteksi generator pembangkit dan fungsinya 3.LEARNING GUIDE 11 PERTANYAAN : 1. Sebutkan prinsip kerja relai proteksi generator pembangkit .

Gangguan dalam / internal fault Gangguan dalam yang dimaksud adalah gangguan yang bersumber dari dalam trafo itu sendiri. Gangguan dalam transformator dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan : • Memperpendek umur transformator/lifetime • Merusak isolasi dan material belitan b. Gangguan listrik / electrical fault Gangguan ini tergolong gangguan berat yang dapat menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian transformator. Transformator bantu cadangan (Reserve Auxiliary Transformer) / Transformer start (Starting Transformer) d.LEARNING GUIDE BAB IV SISTEM PROTEKSI TRAFO PEMBANGKIT 4. B. Contoh : a. Beban lebih/over load. Gangguan ini biasanya dapat terdeteksi langsung oleh relai-relai arus dan tegangan. Transformator bantu utama (Main Auxiliary Transformer) / Transformator Pemakaian Sendiri c. Gangguan tersebut antara lain : • Gangguan hubung singkat phasa ke phasa atau phasa ke tanah pada terminal belitan tinggi atau rendah . atau terjadi di luar daerah pengamanan transformator yang dapat mengakibatkan kerusakan pada transformator. Pembebanan lebih yang melampaui kapasitasnya menyebabkan pemanasan yang berlebihan akibat kenaikan suhu. Transformator lainnya yang digunakan untuk pemakaian motor-motor bertegangan rendah Macam-macam gangguan transformator pembangkit dapat diklasifikasikan sebagai berikut : A. Hubung singkat di sisi luar/external short circuit Terjadinya hubung singkat phasa ke phasa atau phasa ke tanah di luar daerah pengaman transformator itu sendiri dapat merusak bagianbagian transformer. Transformator Generator (Generator Transformer) / Transformator Utama (Main Transformer) b. Gangguan luar / External fault Gangguan luar dimaksud adalah gangguan yang diakibatkan oleh. MACAM-MACAM AKIBATNYA GANGGUAN PADA TRAFO PEMBANGKIT 12 DAN Yang dimaksud transformator pembangkit dalam pembahasan ini adalah : a.1.

dsb.2. kipas pendingin dan bagian-bagian dari sistem pendingin lainnya yang dapat menyebabkan kenaikan suhu operasi yang tinggi sementara transformator masih beroperasi di bawah beban penuh • Adanya kemungkinan pengentalan minyak atau kebuntuan pada bagian-bagian tertentu. seperti kerusakan pada pompa sirkulasi minyak. Relai suhu ini dipasang pada semua transformator Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap suhu yang berlebihan akibat beban lebih Relai ini berfungsi untuk mendeteksi adanya gas yang ditimbulkan oleh loncatan bunga api dan pemanasan setempat dalam minyak transformator 2 3 Relai beban lebih Relai Bucholz . dsb) • Kebocoran minyak dari bagian las-lasan.LEARNING GUIDE • • • Gangguan hubung singkat phasa ke phasa atau phasa ke 13 tanah pada belitan tinggi atau rendah Hubung singkat diantara gulungan belitan tegangan tinggi atau rendah (interturn fault) yang disebabkan karena kerusakan laminasi di dalam gulungan Hubung singkat pada belitan tertier 2. binatang. perapat packing. • Gangguan pada terminal bushing akibat adanya kontaminasi. MACAM-MACAM RELAI PROTEKSI TRAFO PEMBANGKIT DAN FUNGSINYA No Nama Relai 1 Relai suhu Fungsi Relai Relai ini adalah relai mekanis yang berfungsi mendeteksi suhu minyak dan kumparan secara langsung yang akan membunyikan alarm serta mengeluarkan/mentripkan PMT. keretakan. • Gangguan atau tidak berfungsinya bagian-bagian mekanik dari tap perubahan pembebanan atau load tap changer akibat pemasangan yang kurang sempurna (loss contact. penuaan. Keadaan gangguan seperti ini tidak dapat terdeteksi oleh relai-relai arus dan tegangan. getaran. dsb. Gangguan awal Gangguan ini sering diistilahkan incipient fault yaitu gangguan yang tergolong ringan dan berawal dari gangguan kecil namun kemudian secara perlahan-lahan berkembang menjadi gangguan besar/berat dan mengakibatkan kerusakan. sehingga sirkulasi minyak menjadi terganggu yang dapat mengakibatkan pemanasan setempat atau lokal hot spot pada sebagian belitan. 4. Gangguan tersebut antara lain : • Kendornya baut-baut / ring pada terminal konduktor • Gangguan pada inti besi akibat kerusakan laminasi isolasi yang menimbulkan percikan bunga api di bawah minyak • Gangguan di sistem pendingin. apabila tidak segera terdeteksi.

Sebutkan macam-macam relai proteksi trafo pembangkit dan fungsinya 3.LEARNING GUIDE 14 No Nama Relai Fungsi Relai 4 Relai tekanan lebih Bagi transformator tanpa konservator.1 Macam.macam Relai Proteksi Trafo Pembangkit dan Fungsinya PERTANYAAN : 1. Sebutkan macam-macam gangguan dan akibatnya pada trafo pembangkit sesuai buku petunjuk yang berlaku 2. dipasang relai (sudden pressure relay) tekanan mendadak yang dipasang pada tangki. Sebutkan prinsip kerja relai proteksi trafo pembangkit . 5 Relai arus lebih Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap gangguan hubung singkat antar phasa di dalam maupun di luar daerah pengamanan transformator. Relai ini mendeteksi besaran fluksi /perbandingan tegangan dan frekuensi Tabel 4. 7 Relai differensial Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap gangguan hubung singkat yang terjadi di dalam daerah pengamanan transformator 8 Relai gangguan tanah Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terbatas (Restricted earth terhadap gangguan tanah dalam daerah pengamanan fault relay) transformator khususnya untuk gangguan di dekat titik netral yang tidak dapat dirasakan oleh relai differensial 9 Relai fluksi lebih Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator generator. di dalam dan di luar daerah pengamanan. dan bekerja dengan pertolongan membran. Relai ini dipasang pada semua transformator. Relai ini juga diharapkan mempunyai sifat komplementer dengan relai beban lebih. Relai ini berfungsi juga sebagai pengaman cadangan bagi bagian instalasi lainnya 6 Relai gangguan tanah Relai ini berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap hubung tanah.

1. Terbaliknya urutan phasa biasanya disebabkan kesalahan pemasangan kembali terminal suplai setelah perbaikan motor. seperti : pompa air pengisi. dsb). Urutan phasa yang terbalik menyebabkan motor berputar dengan arah yang salah (kebalikkan). . Untuk motor-motor tertentu. Beban lebih mekanis (mechanical overload) Beban lebih mekanis yang diderita oleh motor listrik antara lain : a. Stalling menyerap arus/tenaga listrik yang sangat besar yang dapat menimbulkan kerusakan total pada motor akibat panas yang berlebihan. 2. Urutan phasa terbalik (Phase Reversal) Arah putaran motor-motor induksi tergantung dari urutan phasa tegangan suplai. Kondisi sistem penyaluran tenaga (power supply) yang tidak normal Adanya ketidaknormalan pada sistem penyaluran tenaga untuk motor-motor listrik dapat terjadi antara lain : a. MACAM-MACAM GANGGUAN DAN AKIBAT PADA MOTOR PEMBANGKIT Peralatan listrik yang ada pada sistem pemakaian sendiri umumnya terdiri dari motor-motor listrik. Relai proteksi urutan phasa terbalik harus direkomendasikan untuk jenis-jenis motor ini (misalnya : Boiler Feed Pump). pompa air pendingin. Prolonged overloading Dapat disebabkan oleh beban lebih mekanis yang kontinu atau beban lebih yang berubah-ubah dalam periode sesaat (cyclic overloading) Stalling Stalling adalah keadaan dimana motor tidak dapat berputar pada waktu start akibat beban yang berlebihan (beban macet. Kondisi operasi yang tidak normal dan menyebabkan gangguan pada motor dapat diklasifikasikan sebagai berikut : 1.LEARNING GUIDE 15 BAB V SISTEM PROTEKSI MOTOR PEMAKAIAN SENDIRI 5. sebagai penggerak alat-alat bantu pembangkit. Tegangan kurang/lebih (Under voltage/Over voltage) . dsb. maka untuk itu gangguangangguan yang timbul perlu segera ditanggulangi. Tegangan tidak seimbang (unbalance voltage) Suplai tegangan yang tidak seimbang menyebabkan terjadinya pemanasan rotor akibat adanya arus urutan negatif pada belitan stator. putaran motor yang terbalik akan sangat berbahaya bagi peralatan/beban yang diputar. Tegangan yang tidak seimbang dapat dimungkinkan oleh :  Putusnya salah satu pengaman lebur (fuse)  Rangkaian terbuka (opened circuit) atau loss contact pada salah satu terminal suplai motor  Hubung singkat pada sistem b. c. Peralatan ini mempunyai nilai investasi yang besar. kipas tekan paksa.

motor akan menderita beban lebih. Apabila motor dipaksa untuk memutar beban yang sama. Kerusakan rotor akibat bang (unbalance volpanas berlebih yang tage) ditimbulkan oleh arus urutan negatif pada stator Urutan phasa terbalik  Kerusakan pada beban • Pengaman urutan phasa (Reversal Phase Seyang diputar oleh motor terbalik (Phase Reversal quence) Protection) Satu phasa terbuka  Kerusakan material isolasi • Relai beban lebih thermis (single phasing) dan belitan akibat panas (Thermal overload relay) yang berlebihan • Pengaman khusus pencegah satu phasa terbuka Motor tidak berputar  Kerusakan berat pada • Relai thermis (Thermal akibat beban lebih / mamaterial isolasi dan belitan relay) . Sementara tegangan yang berlebihan dapat menyebabkan umur isolasi 16 menurun.2. sehingga belitan motor akan mengalami pemanasan lebih. 5. d.LEARNING GUIDE Suplai tegangan yang kurang/rendah dapat menyebabkan kenaikan arus motor pada beban yang sama. MACAM-MACAM RELAI PROTEKSI MOTOR PEMAKAIAN SENDIRI DAN FUNGSINYA No 1 Macam Gangguan Beban lebih/overload Akibat Gangguan Terjadi kenaikan suhu yang berakibat :  Umur belitan menjadi pendek/menurun  Kerusakan isolasi/tembus  Alternatif Jenis Proteksi Yang Dipasang • Overload release • Relai beban lebih thermis • Relai arus lebih seketika (instantaneous over current relay) atau menggunakan MCB (Miniatur Circuit Breaker with built in trip coil) • Pengaman lebur dengan kapasitas pemutusan yang tinggi/High recture capacity fuse (HRC fuse) • Relai arus lebih seketika (phase to phase and phase to ground instantaneous over current relay) • Pengaman differensial • Relai tegangan kurang (under voltage relay) • Relai tegangan lebih (over voltage relay) • Relai arus urutan phasa negatif (negative phase sequence relay) 2 Hubung singkat antar  Kerusakan isolasi dan phasa dan phasa ke material belitan akibat arus tanah hubung singkat yang besar  Kerusakan hubung inti besi akibat busur api/arcing antara belitan dengan inti besi 3 4 5 6 7 Tegangan kurang/lebih  Kerusakan isolasi akibat (under voltage/over volpanas yang berlebihan tage)  Tembusnya (breakdown) design isolasi Tegangan tidak seim. Frekuensi rendah (under frequency) Turunnya frekuensi suplai menyebabkan turunnya putaran motor yang berarti turunnya kemampuan motor.

Sebutkan macam-macam gangguan dan akibatnya pada motor pemakaian sendiri sesuai buku petunjuk yang berlaku 2.LEARNING GUIDE cet (stalling) • Relai arus lebih seketika (Instantaneous over current relay) Tabel 5. Sebutkan macam-macam relai proteksi motor pemakaian sendiri dan fungsinya 3.1 Macam-Macam Relai Proteksi Motor Pemakaian Sendiri dan Fungsinya 17 PERTANYAAN : 1. Sebutkan prinsip kerja relai proteksi motor pemakaian sendiri .

1.Untuk relai elektromekanik :  Bersihkan tutup panel relai  Bersihkan komponen-komponen relai dari debu/kotoran  Periksa pegas dan rotor. Adapun jenis-jenis kegiatan pemeliharaan relai adalah : 1.Untuk instalasi proteksi : Ukur tahanan isolasi pengawatan ac atau dc Periksa terminal sambungan kabel Ukur besaran tahanan dari relai ke rangkaian trafo arus    . Pemeliharaan Tahunan Khusus Untuk Relai Static  Bersihkan tutup panel relai  Bersihkan komponen-komponen relai dari debu/kotoran  Ukur tegangan output dc to dc  Injeksi sekunder pada posisi setting dan bandingkan hasilnya dengan karakteristik dalam buku petunjuk pabriknya B.Untuk relai static .1. Macam-macam Pemeliharaan Relai Pemeliharaan peralatan relai proteksi pembangkit pada dasarnya dilakukan dalam kurun waktu 2 tahun dengan keadaan pembangkit tidak beroperasi. 6. . kecuali untuk relai statik yang diperlukan pemeriksaan rutin setiap tahun dalam keadaan pembangkit beroperasi.1. lumasi dengan pelumas  Bersihkan kontak-kontak relai dengan contact cleaner  Injeksi sekunder pada relai sesuai dengan posisi setting (menguji relai) dan bandingkan hasilnya dengan karakteristik dalam buku petunjuk pabriknya  Ukur tahanan isolasi dari relai . sehingga bila terjadi gangguan pada sistem pembangkit maka peralatan relai proteksi dapat bekerja dengan semestinya. Pemeliharaan Rutin A. Pemeliharaan Dua Tahunan cara pemeliharaannya sama dengan . PENGERTIAN PEMELIHARAAN RELAI Pemeliharaan relai adalah memelihara peralatan/komponen dari perangkat proteksi. pemeliharaan tahunan. untuk menjaga perangkat relai proteksi tersebut tetap dalam kondisi baik.LEARNING GUIDE BAB VI PEMELIHARAAN RELAI PROTEKSI PEMBANGKIT 18 6.

dapat dilihat pada pedoman dan petunjuk pemeliharaan tahunan tanpa padam atau pemeliharaan dua tahunan dengan pemadaman. Penggantian-penggantian peralatan untuk peningkatan keandalan Ketiga jenis pekerjaan tersebut diatas lingkup kegiatannya dapat meliputi : a) Pemeriksaan fisik instalasi b) Pengujian peralatan/komponen sistem proteksi c) Function test sistem proteksi Pelaksanaan kegiatan-kegiatan di atas. Perbaikan-perbaikan peralatan dari sistem proteksi untuk mengembalikan kepada kondisi yang standard/diterima sesuai pedoman dan petunjuk yang berlaku c. Pemeliharaan korektif dapat meliputi pekerjaan-pekerjaan sebagai berikut : a. Pemeliharaan Darurat Pemeliharaan darurat biasanya dilaksanakan apabila terjadi suatu gangguan pada unit pembangkit dimana salah satu perangkat relai proteksi gagal beroperasi untuk mentripkan PMT. Oleh karena itu perlu diadakan suatu pengujian kembali. Pemeliharaan darurat merupakan pekerjaan penggantian peralatan sistem proteksi. Penggantian peralatan-peralatan yang merupakan komponen/subsistem proteksi perlu dilakukan individual dan function test. No 1 PEDOMAN DAN PETUNJUK ATAU MODIFIKASI INSTALASI Komponen Yang Diuji  Trafo arus (CT) PENGUJIAN INSTALASI PROTEKSI Ket Metode Pengujian Individual test : a. sebagai usaha penormalan kembali operasi sistem proteksi dari kondisi gangguan/kerusakan. maka diteruskan dengan perbaikan dan penggantian komponen yang rusak dan setelah perbaikan diperlukan pengujian kembali.2. Pemeriksaan terhadap kegagalan atau salah kerja relai proteksi b. 6. Pemeliharaan Korektif Pemeliharaan korektif biasanya dilakukan bila terjadi penyimpanganpenyimpangan karakteristik dari relai proteksi sehingga diperlukan untuk mengadakan koreksi penyetelan (penyetelan kembali).LEARNING GUIDE    Test indikator / annunciator Test rangkaian trip Uji rangkaian trafo arus dan trafo tegangan 19 2. dan pelaksanaan test individual relai seperti pada pemeliharaan rutin. dan disamping itu juga adanya penggantian komponen relai atau penggantian relainya sendiri (perangkat proteksi). Setelah sumber kegagalan dalam perangkat relai proteksi ditentukan. Pengukuran ratio IP/IS . 3.

yaitu membandingkan arus-arus sekunder dari trafo arus yang terpasang pada terminal peralatan yang diproteksi.3. Pengukuran magnetisasi c. Pengukuran beban (burden) rangkaian CT / PT ke relai c.1 Pedoman Dan Petunjuk Pengujian Instalasi Proteksi Atau Modifikasi Instalasi 6. Primer/Teg. Prinsip Kerja Relai differential merupakan pengaman utama pada generator maupun trafo generator untuk gangguan hubung singkat antar phasa dan phasa ke tanah untuk generator dengan pentanahan langsung.LEARNING GUIDE (arus primer/arus sekunder) b. Pengukuran tahanan isolasi a. Sekun-der (VP/VS) b. Diagram skema dasar proteksi differensial dapat dilihat pada gambar berikut : . Pengujian kontinuitas rangkaian b. Pengukuran tahanan isolasi diantaranya : • Rangkaian CT/PT ke relai • Rangkaian tripping • Rangkaian alarm/signal trip Function test meliputi :  Pemeriksaan sumber DC  Pengujian secara primer setiap phasa dari CT ke relai dan ke PMT sampai bekerja yang meliputi : a) Tripping test b) Closing test c) Alarm/signal test Ket 5 Sistem proteksi Tabel 6. PENGUJIAN MACAM-MACAM RELAI A. Pengukuran tahanan searah kumparan sekunder d. Relai Differensial 1. Pengukuran tahanan isolasi 20 No Komponen Yang Diuji 2 Relai 3 Trafo Tegangan 4 Pengawatan/wiring Metode Pengujian Sekunder/individual test a. Pemeriksaan polaritas (kumparan) e. Pengukuran ratio Teg. Prinsip kerja proteksi differensial berdasarkan pada prinsip keseimbangan atau balance.

Bila terjadi gangguan di dalam daerah pengamanannya/internal maka arah sirkulasi arus di salah satu sisi akan terbalik dan menyebabkan keseimbangan pada kondisi normal terganggu.LEARNING GUIDE Gambar 6.2) Gambar 6.3). Sehingga relai tetap tidak bekerja (lihat gambar 6.1) Bila terjadi gangguan di luar daerah pengamanannya/eksternal.1 Pengawatan dasar relai differensial 21 Jika relai proteksi (differensial) dipasang antara terminal 1 dan 2. Bila arus tersebut (Id) lebih besar dari settingnya.2 Gangguan Internal Gambar 6. maka dalam kondisi beban normal tidak ada arus yang mengalir melalui relai (lihat gambar 6. maka arus yang mengalir akan bertambah besar. akibatnya arus Id akan mengalir melalui relai dari terminal 1 ke terminal 2.3 Gangguan Eksternal . akan tetapi sirkulasi arusnya akan tetap seimbang. maka relai akan bekerja mengisolir peralatan yang diproteksinya dari sistem. (Lihat gambar 6.

LEARNING GUIDE 22 2. Prinsip Kerja .4 Diagram/skematic Relai Differensial B. Relai Stator Hubung Tanah 1. Diagram/skematic relai differensial untuk pengujian Gambar 6.

Pentanahan dengan tahanan c. arus urutan nol pada rangkaian digunakan sebagai besaran ukurannya. Dalam hal ini relai tegangan lebih digunakan untuk mendeteksi besaran tegangan urutan nol yang terjadi. Letak relai arus lebih pada pentanahan impedansi tersebut dapat dilihat pada gambar 6.  Sistem pentanahan dengan trafo distribusi Pada sistem pentanahan dengan trafo distribusi. apabila belitan pada generator hubung tanah. 23  Sistem pentanahan impedansi Pada sistem pentanahan impedansi. Relai yang digunakan untuk mendeteksi arus urutan nol adalah relai arus lebih. Pentanahan dengan trafo distribusi b.LEARNING GUIDE Prinsip penggunaan relai stator hubung tanah pada generator. Arus urutan nol terjadi. Apabila arus urutan nol yang mengalir melebihi besaran arus setting pada relai maka relai akan bekerja melepas PMT generator. Tidak ditanahkan Pentanahan dengan tahanan dan reaktansi disebut pentanahan impedansi.5 Relai arus lebih pada pentanahan impendansi Prinsip kerja relai arus lebih ini (51GN) berdasarkan adanya arus urutan nol (Io) yang mengalir pada rangkaian relai. Letak relai tegangan lebih pada sistem pentanahan dengan trafo distribusi ini dapat dilihat pada gambar 6.5 Gambar 6. Pentanahan langsung e.6 . tegangan urutan nol digunakan sebagai besaran ukurannya. Sistem pentanahan pada generator dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : a. Pentanahan dengan reaktansi d. dipengaruhi oleh sistem pentanahannya.

gangguan stator hubung tanah dapat diamankan dengan relai differensial. RELAI ARUS LEBIH URUTAN NEGATIF 1. Arus urutan negatif ini akan menimbulkan medan magnit yang berlawanan arah terhadap rotor dan menghasilkan arus pusar (eddy current) pada permukaan rotor. apabila besaran tegangan urutan nol melebih setting tegangan pada relai tersebut. Prinsip Kerja Relai arus lebih urutan negatif ini berfungsi untuk mendeteksi arus urutan negatif yang timbul bila terjadi gangguan tak seimbang. dan bila panas berlebihan dapat membahayakan/merusak peralatan generator.LEARNING GUIDE Gambar 6.  Sistem pentanahan langsung Untuk generator yang ditanahkan langsung.6 Relai tegangan lebih pada pentanahan dengan trafo distribusi 24 Relai tegangan lebih ini (59) akan bekerja. C. Agar relai tidak tanggap terhadap arus urutan positif dan nol.7) . Arus pusar ini akan menimbulkan panas. maka relai ini dilengkapi juga dengan filter yang dapat membedakan kedua arus tersebut terhadap arus urutan negatif (seperti pada gambar 6.

Tetapi bila I2 membesar. hubungan secara rumus adalah : (I2)2 x t = k dimana : I2 = arus urutan negatof (pu : perunit) t = waktu dalam detik k = karakteristik kerja Rumus diatas menunjukkan hubungan antara arus urutan negatif dan batas waktu yang diijinkan mengalir pada generator. bila I2 mendekati daerah 1. Bila setting dibuat untuk (I2)2 x t = 30 maka dial diset pada posisi tap 4.8) Hubungan antara harga K (waktu kerja.9. Bila dial diset seperti tersebut diatas dan t = 30 sesuai terhadap waktu kerjanya. .7 Filter urutan negatif dan urutan nol 25 Relai arus lebih urutan negatif mempunyai karakteristik yang disesuaikan terhadap generator yang diproteksi. tetapi bila I2 naik lagi akan mengakibatkan radiasi panas yang serius. bila arus urutan negatif yang mengalir sama dengan harga tapnya) dan posisi dial waktu (time dial) dapat dilihat pada gambar 6. grafiknya sedikit bergeser dan kerja relai mengarah lebih cepat (grafik (I2)2 x t = 30 pada harga-harga arus yang besar). Setiap jenis mesin SINKRON mempunyai harga K yang berbeda-beda seperti terlihat pada tabel di bawah ini : JENIS DARI MESIN SINKRON Generator untuk PLTU Generator untuk PLTA Generator untuk PLTD Synchronous Condenser Frequency converter HARGA K = (I2)2 x t 30 40 40 30 30 Dari hubungan tersebut diatas dapat dilihat bahwa kurva I2 vs t adalah inverse. maka I2 = 1.LEARNING GUIDE Gambar 6.0. Dengan perkataan lain. yang artinya makin besar arus urutan negatif yang mengalir makin cepat kerja relai tersebut. maka radiasi panas yang terjadi hanya sedikit. (Gambar 6.

9 Karakteristik relai arus lebih urutan negatif .8 Kurva If (t) relai arus lebih urutan negatif dengan parameter K Gambar 6. karakteristik waktu kerjanya juga berubah seperti pada gambar 6. Bila setting dari dial diubah. dial diset pada 11 untuk K = 90 dan pada 4 untuk K =30 seperti pada gambar 6.10 26 Gambar 6.9.LEARNING GUIDE Pada gambar 6. Untuk maksud tersebut. diperlihatkan karakteristik waktu kerja untuk (I2)2 x t = 90 dan (I2)2 x t = 30.8.

10 Kurva If (t) relai arus lebih urutan negatif dengan parameter dial setting 27 2. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 6. Masukkan saklar S 4. Prosedur pengujian a. Pengujian Relai arus urutan negatif a.LEARNING GUIDE Gambar 6. Atur arus memakai tahanan geser agar ampere meter menunjuk 5.Catat besar arus I2 pada blanko uji .11 2. Pengujian arus kerja/pickup 1.Voltmeter Tahanan geser - Gambar 6. Naikkan arus ampere sampai relai bekerja 6.Saklar Timer/time counter . Yakinkan saklar S dalam keadaan terbuka 3. Alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian relai arus urutan negatif : Ampere meter .11 Skematic Diagram Relai Arus Urutan Negatif Untuk Pengujian 3.

timer bekerja dan timer akan mati bila kontak relai menutup. Masukkan saklar S 3. Ulangi item-item 2 s/d 4 dengan arus yang lebih besar (200 %. 6. Masukkan saklar S. Lepas saklar S dan reset timer 5. Pengujian karakteristik waktu 1. Lepas saklar S b. Turunkan arus sampai 0 dan reset timer serta lepas saklar S 7. catat nilai besaran timer tersebut dalam blanko uji. Naikkan arus sampai 150% dari arus kerja awal 4.LEARNING GUIDE 7.11 2. 300 %. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 6. 400 %) 28 .

Prinsip kerja Relai daya balik berfungsi untuk mendeteksi aliran daya aktif yang masuk ke arah generator.LEARNING GUIDE Gambar 6. Diagram pengawatan relai arus lebih urutan negatif b.Slide regulator . 2. Masuknya kontak D akan mengerjakan relai CRV-1 yang kontaknya masuk setelah setting waktu tercapai dan kemudian mentripkan PMT. Contoh proteksi daya balik dengan menggunakan relai CRV-1 dapat dilihat pada gambar 6. Relai Daya Balik 1. Berubahnya aliran daya aktif ke arah generator berakibat berubahnya kerja generator menjadi sebagai motor.12 a.13 29 Gambar 6. Rangkaian kontrol DC D. Alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian relai daya balik : . Maka relai daya balik ini harus mempunyai respon yang sangat sensitif terhadap gejala awal dari daya balik. Perubahan ini disebabkan oleh pengaruh rendahnya input penggerak mula dari generator (prime mover).13 Skema proteksi daya balik CRV-1 Westinghouse Prinsip kerja relai ini pada dasarnya sama dengan Wattmeter. kontak elemen arah (D) akan menutup apabila aliran daya aktif menuju ke generator. Pengujian relai daya balik a.Ampere meter .

Buat rangkaian seperti gambar 6.Suplai DC . Untuk mendapatkan arus pick-up naikkan arus perlahan-lahan (atur tahanan geser sampai piringan (disc) bergerak ke arah menuju kontak). Turunkan arus dan tegangan sampai nol 6. Catat nilai arus tersebut pada blanko uji 5. Prosedur pengujian a. Atur tegangan sampai harga nominal dari kumparan tegangan tersebut (dengan slide regulator) 4. Pengujian daya kerja minimum (pickup) 1.Timer standard / pencatat waktu . Naikkan arus sampai 150 % dari arus pick-up . Pengujian karakteristik waktu 1. Masukkan switch (on) 3.Suplai AC .Tahanan geser Gambar 6.15 2.14 atau gambar 6.Volt meter .15 2.15 Rangkaian pengujian relai daya balik di lapangan 3. Buat rangkaian seperti gambar 6.14 atau gambar 6. Masukkan switch (on) 3.LEARNING GUIDE . Atur tegangan sampai harga dari kumparan tegangan tersebut (dengan slide regulator) 4.14 Rangkaian pengujian relai daya balik di laboratorium 30 Gambar 6. Buka switch (off) b.

timer akan bekerja bila relai bekerja. Pengujian relai kehilangan medan penguat (loss of field) a. sedangkan kontak off-set impedansi unit (Z) menutup apabila impedansi mesin kurang dari nilai yang telah ditentukan (lihat setting). dan 400 % dari I pick-up. Bekerjanya kedua off-set impedansi dan directional unit (D dan Z) memberikan signal alarm dan kemudian mentripkan PMT. 7.16 Skema proteksi relai kehilangan medan penguat tipe KLF Kontak directional unit (D) menutup bila daya reaktif mengalir ke arah mesin (generator).Slide regulator . Alat-alat yang dibutuhkan untuk melakukan pengujian relai kehilangan medan penguat (loss of field) : . Prinsip Kerja Di bawah ini.Volt meter .Phase shifter . Relai Kehilangan Medan Penguat (Loss Of Field) 1. Prosedur pengujian . 2. E. Catat besaran nilai waktu kerja relai.Ampere meter . Ulangi item no.Tahanan geser 3. 2 s/d 7 pada harga-harga arus yang lain misalnya 200 %. ketika arus mencapai 150 % dari arus pick-up kontak relay akan menutup dan timer akan berhenti. impedansi bergerak masuk ke dalam lingkaran operasi. Buka switch dan reset timernya.LEARNING GUIDE 5.Phase angle . tergambar contoh salah satu relai kehilangan medan penguat tipe KLF Westinghouse 31 Gambar 6. Masukkan switch. Buka switch dan reset timer 6. 300 %.Breaker dan Power suplai 3 phasa .Kabel power dan kabel jumper . Bila penguatan hilang. 8.

3.05 s/d 2.09 ( L lead (R lead =0) = 0. 5. Ukur gap contact (Z) ± 0. Catat pada blanko uji. sehingga arus mendahului 900 terhadap tegangan. Buatlah tegangan 50 VAC dan naikkan arus sampai kontak Z menutup.11 Amp ± 3%). Atur tegangan sampai 1 VAC dan arus 5 Amp. Buatlah tap setting sebagai berikut : TA = 11. Atur phase shifter.5 TC = 2.20 Ampere (2.9 Amp ± 3%. Masukkan saklar power (on) 3. Catat pada blanko uji.09 ) + TC direction ZC = 2.0.17 Rangkaian Pengujian gambar 6. Atur phase shifter sampai arus mendahului tegangan 430. besarnya arus 17. Buatlah rangkaian seperti Relai Gambar 6.03 ( L lead ( R lead = .03 ) =0) = 0. Turunkan arus dan tegangan dan saklar power posisikan off.04 inch dengan filler gauge. .17 Kehilangan Medan Penguat 2. Pengujian Directional Unit (D) 1.7 SA SC =2 =1 MA MC = . Kontak D akan menutup.55 TC link ZA = 23.8 Atur phasa shifter supaya arus ketinggalan 900 terhadap tegangan (sebelumnya saklar power diposisikan on).LEARNING GUIDE 32 a. Pengujian Distance Unit (A) 1.0. Buatlah rangkaian seperti gambar 6.17 2. Catat pada blanko uji 4. Posisi ini merupakan test torsi maksimum. b. besarnya arus diantara 2. Naikkan arus dengan diiringi menjaga tegangan tetap 50 VAC sampai kontak (Z) menutup.

4. Pengujian Under Voltage Unit 1. kurangi tegangan tersebut pelanpelan sampai kontak (V) menutup. Turunkan arus dan tegangan dan saklar power posisikan off. Catat pada blanko uji.02 inch dengan filler gauge. c. Ukur gap contact (D) ± 0. Atur tegangan sampai 69 VAC dan atur phase shifter agar arus mendahului tegangan 1330. Kontak (D) menutup.17 2. Masukkan saklar power (on) 3. Kontak (D) menutup. 4. Jelaskan prosedur pengujian relai proteksi untuk relai kehilangan medan penguat (loss of field) . Buatlah rangkaian seperti gambar 6. Uraikan pedoman dan petunjuk pengujian instalasi proteksi atau modfikasi instalasi.LEARNING GUIDE 4. Dan atur phase shifter kembali agar arus mendahului tegangan sebesar 313 0. Catat nilai besaran tegangan tersebut pada blanko uji. 5. Turunkan tegangan sampai 0 VAC dan matikan saklar power. 33 PERTANYAAN : 1. Jelaskan prinsip kerja relai differensial 3. Naikkan tegangan diatas 55 VAC. Bagaimana cara memelihara relai proteksi pada suatu generator 2.

Bila terjadi gangguan. indikator ini penting sekali untuk diketahui dan dicatat oleh operator/petugas relai guna penelitian lebih lanjut. Keluarnya indikator terjadi ketika suatu relai proteksi bekerja. Flag Indicator (Indikator Bendera) Indikator bendera adalah indikator operasi yang biasa digunakan pada relai-relai elektromekanik berbentuk bendera berwarna dan tersembunyi. Indikator-indikator operasi yang ada pada relai proteksi antara lain : 1. Mengembalikan flag indicator ke posisi semula disebut mereset relai. Mereset flag indicator dapat dilakukan secara mekanis atau secara listrik melalui selenoid tergantung konstruksi yang dibuat oleh pabrik. pengawatan dan PMT dimana ruang lingkup operasi relai proteksi dapat dijabarkan sebagai berikut : A. Indikator lampu banyak dipakai pada relai-relai static atau electronic dengan lampu berwarna. tersedia tombol reset. Indikator Indikator yang dimaksud adalah indikator operasi dari suatu relai proteksi. Lamp Indicator (Indikator Lampu) Indikator operasi sesuai relai proteksi dapat pula berupa indikator lampu yang fungsinya sama dengan indikator bendera. Perlu diteliti apakah relai tersebut bekerja dengan baik dan benar sesuai setting dan persyaratan yang ada.LEARNING GUIDE BAB VII ANALISA KEGAGALAN RELAI PROTEKSI 34 7. 3. 2.1 Ruang Lingkup Operasi Relai Proteksi Kegagalan pada relai proteksi dapat terjadi baik pada relai proteksi itu sendiri. Indikator tersebut akan lepas dan tertarik keluar apabila relai bekerja. Biasanya dipusatkan di control room dan dipasang secara end . Untuk mereset kembali setelah dicatat. Alarm Alarm berupa lampu yang berkedip atau menggunakan bunyi (horn).

atau penyebab gangguan. Pada dasarnya kegagalan yang umumnya terjadi. dan atau tegangan. Pengawatan (wiring) 5. relai proteksi tidak bekerja dan tidak memutus PMTnya (tidak sensitif). Pemutus tenaga/PMT (Circuit Breaker) 35 1. B. Analisa Analisa yang akan dibahas berikut ini hanya terbatas kepada analisa kegagalan dari sistem relai proteksi bukan menganalisa sumber. Kegagalan suatu relai proteksi dapat dimungkinkan oleh kegagalan dari salah satu perangkat proteksi berikut ini : 1.LEARNING GUIDE gate/paralel bersamaan dengan bekerjanya indikator-indikator tersebut di atas. lokasi. namun dalam hal ini kemungkinan gangguan lebih kepada kegagalan perangkat lainnya. terletak pada relai proteksi itu sendiri. Misalnya : a. Gagal bekerja (Fail to trip) • Dalam kondisi gangguan. relai akan membunyikan dan atau melepas PMT untuk mengisolir gangguan pada peralatan yang terganggu. Trafo tegangan (PT) 3. Sumber daya arus searah (Battery station) 6. Adanya ketidaknormalan masukan besaran-besaran listrik melampaui batas settingnya. Untuk menganalisa kegagalan suatu sistem relai proteksi kita perlu memahami dan mengerti bahwa relai proteksi tidak berdiri sendiri. relai proteksi bekerja (tidak handal) b. Kemungkinan-kemungkinan gangguan yang terjadi pada relai proteksi itu sendiri dan menyebabkan relai proteksi tidak berfungsi sebagaimana mestinya antara lain disebabkan oleh :  Karakteristik relai sudah berubah  Kerusakan/gangguan pada komponen-komponen relai (kesalahan posisi setting)  Hilangnya catu daya DC. relai proteksi yang seharusnya tidak bekerja tetapi bekerja (terlalu sensitif/selektif) • Dalam kondisi tidak terjadi gangguan. Relai Proteksi Relai proteksi bertugas menerima besaran-besaran arus. Relai proteksi 2. • Dalam kondisi gangguan. 2. Trafo tegangan (PT) dan Trafo arus (CT) . Bekerja tetapi salah (False operation) False operation dapat dipisahkan menjadi dua : • Dalam kondisi gangguan. Trafo arus (CT) 4. sistem relai proteksi bekerja tetapi tidak memutus PMT (tidak handal). frekuensi dan lain sebagainya.

Trafo Tegangan  Ratio antara tegangan primer atau sekunder telah berubah. Kelainan/kerusakan yang mungkin terjadi pada PMT/PMB adalah : Tidak bekerjanya kumparan pelepas (tripping coil) Kerusakan pada sistem penggerak mekanis (hydraulic. Putus b. maka relai proteksi sebagai otaknya. Hubung singkat/hubung tanah d. Adanya ketidaknormalan signal masukkan menuju relai proteksi yang berasal dari trafo tegangan (PT) dan trafo arus (CT) dapat mengakibatkan kegagalan kerja relai proteksi.  Pengaman lebur (fuse) sisi sekunder putus  Putus/hubung singkat gulungan primer atau sekunder. CT dan PT sebagai     . Pemutus Tenaga/Pemutus Beban (PMT) PMT/PMB adalah perangkat atau bagian dari sistem proteksi yang berfungsi mengisolasi atau memutus gangguan peralatan yang terganggu. Kelainan atau kerusakan yang mungkin terjadi antara lain : a. b. Pengawatan (wiring) Pengawatan (wiring) berfungsi menyalurkan/meneruskan besaranbesaran/signal listrik dari dan ke perangkat proteksi yang satu ke 36 perangkat proteksi lainnya. pneumatic atau pegas) Akhirnya apabila sistem/perangkat proteksi diibaratkan sebagai indera manusia. Lepas pada sambungan/terminal c. Kontak kendor 4. daya. Kerusakan/kelainan pada sistem pengawatan antara lain : a. Kerusakan/ketidaknormalan pada sumber daya arus searah pada umumnya adalah tidak tersedianya atau sudah tidak tersimpan lagi daya yang dapat disebabkan oleh :  Trip atau rusaknya alat pengisi battery (battery charger) dalam waktu lama tanpa diketahui sebelumnya. frekuensi untuk dikirim sebagai masukan ke relai proteksi.  Berat jenis larutan sudah tidak memenuhi syarat  Lepas/tripnya saklar utama dan saklar pembagi distribusi panel DC 5. Kerusakan/kelainan pada sistem pengawatan dapat berakibat gagalnya fungsi proteksi.LEARNING GUIDE Trafo tegangan dan arus dalam suatu rangkaian proteksi berfungsi memonitori besaran-besaran arus/tegangan. Sumber daya arus searah (battery station) Sumber daya arus searah salah satu fungsinya menyediakan tenaga untuk kerja pemutus tenaga (PMT). Kerja relai proteksi tidak akan ada artinya apabila di sisi lain terjadi kegagalan kerja PMT untuk mengisolir gangguan karena adanya kelainan atau kerusakan pada sumber daya arus searah (battery station). Trafo Arus Ratio antara arus primer dan sekunder telah berubah Putus/hubung singkat pada belitan sekunder Kesalahan penggunaan tap ratio 3.

maka tujuan/sasaran yang diinginkan tidak mungkin tercapai.LEARNING GUIDE matanya. Dapat dibayangkan apabila salah satu perangkat tersebut gagal berfungsi. Uraikan kemungkinan-kemungkinan kegagalan perangkat relai proteksi . Sebutkan indikator gangguan pada relai proteksi yang bekerja 2. battery station sebagai tenaganya dan PMT/PMB sebagai kaki tangannya. PERTANYAAN : 1. Pengawatan sebagai jaringan/urat nadinya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful