STUDI KASUS CARREFOUR INDONESIA

A. Profil Carrefour Indonesia Carrefour merupakan peritel besar dunia kedua setelah Wal-Mart. Berkantor pusat di Prancis dan telah beroperasi sejak tahun 1957. Didirikan oleh Marcel Fournier dan Louis Deforey dan mampu mendunia dengan cakupan wilayah operasi meliputi Benua Amerika, Benua Asia, dan Benua Eropa. Carrefour Indonesia memulai sejarahnya di Indonesia pada bulan Oktober 1998 dengan membuka unit pertama di Cempaka Putih. Pada saat yang sama, Continent, yang juga sebuah hypermarket dari Perancis, membuka unit pertamanya di Pasar Festival. Pada penghujung 1999, Carrefour dan Promodes (Induk perusahaan Continent) sepakat untuk melakukan penggabungan atas semua usahanya di seluruh dunia. Penggabungan ini membentuk suatu grup usaha ritel terbesar kedua di dunia dengan memakai nama Carrefour. Seiring berjalannya waktu komposisi saham Carrefour Indonesia berubah. Sejak April 2010 komposisi saham tunggal terbesar dikuasai perusahaan Indonesia yaitu Trans Corp dengan komposisi saham keseluruhan sebagai berikut:
   

Trans Corp (40%) Carrefour SA (39%) Onesia BV (11,5%) Carrefour Netherland BV (9,5%)

Dengan terbentuknya Carrefour baru ini, maka segala sumber daya yang dimiliki kedua group tadi menjadi difokuskan untuk lebih memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Penggabungan ini memungkinkan Carrefour indonesia untuk meningkatkan kinerja gerai-gerai yang ada di seluruh indonesia, mendapat manfaat dari keahlian karyawan-karyawan Carrefour di Indonesia dan di dunia, dan mengantisipasi terjadinya evolusi ritel dalam skala nasional dan global. Fokus terhadap konsumen ini diterjemahkan dalam 3 pilar utama yang diyakini akan dapat membuat Carrefour menjadi pilihan tempat belanja bagi para konsumen Indonesia. Ketiga pilar utama tersebut adalah sebagai berikut :

Harga yang bersaing

. Permasalahan Salah satu permasalahan yang dihadapi Carrefour sebagai salah satu peritel terbesar di Indonesia adalah masalah ketersediaan stok barang. Carrefour. Carrefour menerapkan penggunaan IT di dalam pelaksanaannya (ebussiness). Palembang dan Makasar yang didukung lebih dari 11. bahkan dengan adanya garansi harga dan garansi kualitas. Yogyakarta. maka paserba Carrefour benar . Semarang. B.benar merupakan tempat belanja keluarga.Carrefour Indonesia berhasil menyelesaikan proses akuisisi terhadap PT. Di Indonesia. Denpasar. Surabaya. menjadi suatu alternatif belanja pilihan bagi seluruh keluarga. food court. Pembahasan Permasalahan Untuk mengatasi masalah persediaan stok barang. terutama di Jakarta. parkir gratis di gerai-gerai tertentu. C.000 (sebelas ribu) karyawan profesional yang siap untuk melayani para konsumen. Carrefour perlu adanya upaya untuk menjaga stok barang selalu tersedia ketika pembeli mencari dan membeli barang tersebut.• • Pilihan yang lengkap Pelayanan yang memuaskan Di bulan Januari 2008 PT. Carrefour menerapkan strategi Supply Chain Management (Manajemen Rantai Suplai/Pasokan). Medan. Bandung. Alfa Retailindo Tbk. Konsep toko serba ada merupakan konsep perdagangan eceran yang diciptakan oleh Carrefour yang dirancang untuk memuaskan para konsumen. dengan cepat. Saat ini. Carrefour Indonesia memiliki lebih dari 60 (enam puluh) gerai yang tersebar di Jakarta. Untuk memudahkan pelaksanaan Supply Chain Management. Ditambah dengan adanya fasilitas-fasilitas pelengkap seperti snack corner. Supply chain dapat didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas (dalam bentuk entitas/fasilitas) yang terlibat dalam proses transformasi dan distribusi barang mulai dari bahan baku paling awal dari alam sampai produk jadi pada konsumen akhir.

dan rekanan bisnis terhubung dalam suatu jaringan. maka keesokan harinya barang itu sudah terkirim ke gerai-gerai. Tujuannya untuk mengefisienkan proses sehingga tidak diperlukan adanya stok di pusat distribusi. Skema sistem Cross Dock Carrefour Indonesia Keunikan cara tersebut – dibanding bila pemasok mengirimkan langsung – bahwa produk-produk tadi sudah dikonsolidasi ketika dikirim ke gerai. Rantai pasokan yang dibangun Carrefour ini berdasarkan perhitungan tingkat optimasi dari pabrik atau pemasok sampai ke rak (shelf) gerai. Manajemen rantai pasokan sendiri secara mendasar menghubungkan antar proses bisnis sedemikian sehingga antara pemasok. Hal ini membutuhkan analisis dari setiap jenis produk dan supply chain pemasok. Sebelum menggunakan perangkat ini Carrefour dan pemasoknya sering mengalami kesulitan. Gambar 1. Dalam hal ini Carrefour Indonesia menggunakan perangkat lunak infolog. pelanggan. Selain mengalami hal yang serupa. bila biasanya . yang disebut Cross Dock. Metode yang dipakai Carrefour untuk SCM ini dengan menerapkan proses just-in-time (JIT) di pusat distribusi (Distribution Center/DC). Carrefour mengalami kendala dalam hal menjaga ketersedian stok untuk para pelanggannya sehingga sering mengalami lost of sales.Penerapan IT dalam manajemen rantai pasokan di Carrefour Indonesia tergolong baru. Singkatnya. metode Cross Dock memungkinkan prosesnya lebih transparan dalam distribusi produk karena tidak ada produk yang terdegradasi (tertinggal) di gudang. Misalnya. Kondisi ini juga tentunya dialami pemasoknya karena bagaimanapun keseluruhannya merupakan satu mata rantai. Jadi ketika pemasok mengirim barang hari ini ke DC Carrefour di Pondok Ungu dan Lebak Bulus. pemasok juga harus mengalami kesulitan dalam hal pendistribusian barang karena harus memasok sendiri ke seluruh gerai yang dimiliki Carrefour.

Pasalnya. para pemasok bisa mengirimkan ke DC Carrefour. pihak Carrefour menerapkan proses cycle count (alias penghitungan stok menggunakan sampling setiap hari). lalu barang pun dikirim ke DC Carrefour. o Bagi Pemasok. Kesimpulan Carrefour telah ada di Indonesia sejak Tahun 1998 dengan konsep hypermarket.sebuah gerai menerima 30 truk yang berbeda. Pemasok juga hanya perlu mengirim produk ke satu titik. Rantai pasokan yang tersentralisasi itu memberi beberapa keuntungan. Jika order sudah diterima. Pemasok pun akan merasakan penghematan biaya pengiriman. mereka menyampaikan (submit) order itu ke pabriknya. Untuk melakukan pemesanan barang dengan seluruh pemasok. Saat ini telah memiliki lebih dari 60 gerai di Indonesia. Selanjutnya. dan terjaganya kinerja pemasok di Carrefour dalam hal service level. Hal itu sebenarnya juga merupakan keuntungan bagi pemasok. akurasi data di pusat distribusi diklaim hampir selalu 100%. barang dari berbagai pemasok itu akan dipilah-pilah sesuai dengan permintaan gerai. keuntungan utamanya perbaikan ketersediaan produk di gerai. pemasok bisa menerimanya melalui Web. kini cukup menerima 5 truk saja. Kepemilikan sahamnya dimiliki . ketersediaan produk yang lebih terjamin. baik bagi Carrefour maupun pemasok : o Bagi Carrefour. sehingga lebih menghemat biaya dibanding mengirim produk ke seluruh gerai. kini sebuah truk yang datang ke gerai Carrefour Ratu Plaza. Sebagai contoh. Carrefour menggunakan sistem Electronic Data Interchange (EDI). D. Ada pula pemasok yang sudah mengintegrasikannya dengan sistem ERP mereka. walaupun mengelola puluhan ribu jenis produk. Selanjutnya. karena menghilangkan lost of sales yang diakibatkan produk tidak tersedia. hanya perlu membawa produk-produk yang dibutuhkan khusus oleh gerai itu. keuntungan utamanya adalah proses yang lebih sederhana. karena hanya memproses satu order. Dengan begitu. Mengingat kunci sukses atau tulang punggung proses order tersentralisasi adalah akurasi data stok di gerai dan pusat distribusi Carrefour.

baik bagi Carrefour maupun pemasok. sehingga lebih menghemat biaya dibanding mengirim produk ke seluruh gerai. ketersediaan produk yang lebih terjamin. dan terjaganya kinerja pemasok di Carrefour dalam hal service level. . Saran Pengkajian terhadap Carrefour Indonesia dapat dilakukan lebih lanjut untuk mengkaji berbagai alternatif sistem dan perangkat lunak yang dapat diterapkan dalam mendukung penerapan e-business yang lebih komperhensif. dan pelayanan yang memuaskan. Pemasok pun akan merasakan penghematan biaya pengiriman. Penerapannya berdampak pada perubahan sistem distribusi tersentralisasi dengan dibangunnnya distribution center (DC) Lebak Bulus dan Pondok Ungu. Bagi Carrefour. Carrefour berbisnis dengan tiga pilar utama yaitu harga yang bersaing. karena hanya memproses satu order. keuntungan utamanya perbaikan ketersediaan produk di gerai.mayoritas oleh sebuah perusahaan Indonesia yaitu Trans Corp. Pemasok juga hanya perlu mengirim produk ke satu titik. karena menghilangkan lost of sales yang diakibatkan produk tidak tersedia. Rantai pasokan yang tersentralisasi itu memberi beberapa keuntungan. Carrefour mulai menerapkan e-business secara serius pada bulan Juli 2007. Keuntungan lain bagi pemasok adalah proses yang lebih sederhana. Diawali dengan investasi perangkat lunak infolog untuk memperbaiki supply chain management Carrefour Indonesia. E. pilihan yang lengkap. Hal itu sebenarnya juga merupakan keuntungan bagi pemasok.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful