4.5 ALAT UKUR KEDATARAN, KELURUSAN,dan KERATAAN 4.5.

1 PENDAHULUAN Yang dimaksud dengan kedataran adalah "datar air" atau horisontal, gaya tarik bumi (gravitasi) dianggap tegak lurus terhadap bidang yang datar air. Suatu bidang yang datar air adalah bidang yang ideal, sehingga dipakai sebagai bidang referensi dalam hampir semua pekerjaan teknik, misalnya dalam pembuatan gedung pencakar lang it, jembatan, bendungan dan rumah tinggal, dalam bidang pemasangan peralatan dan mesin, sampai bidang pengukuran; "ilrnu ukur tanah" (land topography) dan metrologi industri (surface plate topography). Barangkali hampir semua "orang teknik" mengenal alat ukur kedataran yang umum disebut dengan waterpas. Waterpas (Belanda), dalam buku ini digunakan istilah "pendatar", sebetulnya merupakan alat ukur sudut, namun karena sudut yang diukur relatif kecil dan karena bidang pemakaiannya bukan untuk mengukur sudut, maka pendatar akan diulas sebagai sub bab pembukaan mengenai alat ukur kelurusan dan kerataan. Pengukuran kelurusan dimaksudkan untuk mengukur sampai sejauh mana suatu garis atau permukaan menyimpang dari kondisi ideal yaitu garis atau permukaan yang lurus. Kelurusan ini amat penting bagi komponenkornponen mesin perkakas yang bergerak relatif terhadap yang lain sehingga benda kerja yang dibuat diharapkan mempunyai garis atau bidang yang lurus. Demikian pula halnya untuk menjamin sifat ketertukaran dan fungsional prod uk, kelurusan sering dicantumkan sebagai suatu harga toleransi kelurusan yaitu suatu daerah(imajiner) yang dirancang di dalam mana bagian permukaan produk harus terletak. Sebagaimana dengan kedataran, pemeriksaan kelurusan, seperti yang akan dibahas, rnernakai "alat ukur sudut" yaitu pendatar dan autokolimator. Kerataan suatu bidang dapat ditentukan berdasarkan analisis data kelurusan beberapa garis yang rnernbentuk pola tertentu. Pola atau susunan garis-garis yang paling sederhana untuk menentukan kerataan suatu bidang adalah pola "Union Jack". Dalarn hal ini hanya diperlukan data kelurusan delapan (8) buah garis yang secara sistematik dilakukan penyesuaian referensi sehingga didapat suatu bidang referensi umum. Berdasarkan referensi umum tersebut ketinggian titik-titik dapat dianalisis lebih lanjut untuk menentukan kualitas (tolerensi) kerataan bidang yang diperiksa.

Pendatar siku biasanya dipakai dalam pengetesan kualitas geometrik mesin perkakas. Tabung gelas ini dipasang pada bagian atas rangka yang terbuat dari besi atau baja tuang yang mempunyai dasar (kaki) yang rata atau yang dibuat beralur V sehingga pendatar dapat diletakkan di atas permukaan silindrik sepanjang sumbunya. 74 Pada permulaann'(a.4. Kepekaan tabung menyilang tentu saja dibuat lebih rendah daripada kepekaan tabung utamanya. dengan cara menekankan rangka vertikal pada bidang yang diperiksa dan posisi gelembung dapat dibaca pada skala tabung gelas yang terletak sejajar dengan dasarnya.2 PENDATAR (SPIRIT74 LEVEL.nakan dalam musim dlngln. Ukuran gelembung ini dirancang bersesuaian dengan jarak dua skala nol pada tabung gelas (pada temperatur standar 20°C) dan akan selalu menempati posisi tabung paling atas. Untuk pemeriksaan bidang yang vertikal dipakai pendatar siku (square level) dengan rangka vertikal yang dibuat tegaklurus dengan teliti terhadap rangka dasarnya. Suatu skala dibuat pada bagian atas tabung gelas yang diisi sampai hampir penuh dengan spiritus (ether) sehingga terbentuk gelembung dari uap ether. sebaqai ganti dari airh pendatar pernah diisi dengan cairan dari spiritus a!1ggur (spirits 0 'Nine) untuk rnenceqa pernbekuan sewaktu digu. oleh sebab rtu dalam bahas Inggns alat rru disebut dengan SPirit level.1 memperlihatkan beberapa jenis dari pendatar yang dibicarakan di atas. Gambar 4. biasanya dipasang tabung lain yang lebih pendek untuk mengetahui posisi pendatar pada arah menyilang dari arah pemeriksaan utama. Pada arah melintang rangka dasar. WA TERPAS) Bagian utarna pendatar adalah tabung gelas yang dibuat melengkung atau dicetak dengan baqian dalamnya mempunyai lengkungan dengan radius yang relatif besar.5. Mechanical & Production Engineering .5.

berlaku: Dalam segitiga 808'. Apabila bidang dasar dimiringkan sehingga membuat sudut a berarti A akan berpindahke A' setinggi h. 8ila dibuat jarak skala d sebesar 2 mm (supaya keterbacaannya ba. Untuk sudut a yang kecil. R. Kedudukan gelembung sewaktu bidang dasar pendatar OA sejajar (berimpit) dengan bidang horisontal referensi adalah posisi paling atas dengan tepi berimpit dengan garis skala B.000 rnrn (200 m).h .gus) dan R sebesar 200.5.1 Rancangan Pendatar Kepekaan pendatar dirancang supaya kemiringan bidang alas pendatar (bidahg referensil dapat diketahui berdasarkan perpindahan posisi gelembung yang dibaca melalui skala yang dibuat pada bagian atas tabung.= . .jari-jari/radius kelengkungan tabung. supaya ketinggian h yang sangat kecil bisa dibaca melalui perpindahan gelembung sejauh satu skala d. L Semakin besar radius tabung. maka R harus besar dan L harus kecil. a = d/R Dalam segitiga AOA'.S'. dan .4. Hubungan antara kepekaan dengan R dan L dapat dijelaskan dengan memakai skema prinsip kerja pendatar seperti yang diperlihatkan pada gambar 4.2. untuk mendapatkan kepekaan yang sangat tinggi. sebaliknya semakin panjang L kepekaan akan turun. . a = h/L } d h R. Kepekaan pendatar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu. berarti satu skala d akan .2. dan gelembung akan bergerak kemudian diam dengan tepi berimpit pada . kepekaan pendatar akan naik.atau d = -RLL Dengan demikian.panjang dasar pendatar (jarak kaki).5.

Kepekaan'setinggi itu (1 skala = 2 detik) hanya dibuat untuk pendatar yang diqunakan bagi pemeriksaan yang memerlukan kecermatan yang tinggi seperti halnya yang dilaksanakan dalam laboratorium metrologi industri.:.:..002 mm R 200 000 sehingga diartikan jarak satu skala adalah. h = d x L = 2 x 200 = 0. yang bisa mengakibatkan kesalahan pembacaan skala. 0. .-. maka kemiringan 2 detik ini akan sebanding dengan kenaikan h sebesar.:. kekentalan (vlskositas) cairan yang dipakai pengisi tabung biasanya sangat rendah(supaya reaksinya cepat) sehingga kenaikan temperatur yang relatif kecil akan menyusutkan ukuran gelembung.:.01 mm/m .t.. sebab reaksinya sangat cepat yang berarti goyangan yang lemah sekalipun akan mengakibatkan gelembung akan bergerak sehingga menyulitkan pembacaan skala. Selain itu.-.t. 1 skala 0.002 mm x 200 mm . Pendatar yang peka harus digunakan dengan cermat.sama dengan kemiringan sebesar: d/R = 2/200 000 radian 2 x 180 x 3600 detik 200 000 1t 2 detik Misalkan panjang dasar L dibuat sebesar 200 mm. Oleh sebab itu bagian atas pendatar diberi isolasi dan hanya bagian dari tabung yang berskala saja yang kelihatan (tabung gelas tersebut jangan dipegang !).

Apabila pembacaan selalu dilakukan dari ke dua ujung dan kemudian dirata-ratakan maka efek perubahan temperatur sewaktu pengukuran sedanq berlangsung dapat dieliminir. sementara di sebelah kiri berarti negatif (Iihat gambar 4. Kecermatan 0. kemudian hasilnya dirata-ratakan. yaitu 2. berada di ruang ukur dengan suhu 20°C saat bidang dasar pendatar pada posisi horisontal.10.20.02 mm/m atau 0.3. disesuaikan dengan kepekaan dalam harga sudut akan menghasilkan kecermatan sudut dalam satuan linear. atau 1 derajat. kecermatan 0. 8agi pendatar yang telah dikalibrasi. 300.5.3).5. 1 menit. 400 dan 500 mm.04 mm/m adalah yang umum dipakai di kamar ukur ataupun di bagian produksi.UKUR GEOMETRIK DAN PEMAKAIANNYA Untuk mempermudah pencatatan hasil pengukuran dipakai aturan pembacaan yaitu posisi sebelah kanan garis skala panjang (garis nol) berarn positif. Pada bagian atas pendatar biasanya dicantumkan harga kecermatan ini yaitu arti jarak satu skala pada tabung gelas.1 mm/m atau lebih rendah dipakai dalam pekerjaan teknik yang kurang memerlukan kecermatan (sampai dengan yang dipakai tukang bangunan). Kecermatan sebesar 0.30 detik. demikian pula hal yang sebaliknya.5. Untuk penqukuran yang cermat.4.2 Pembacaan skala Pendatar Pendatar dibuat dalam beberapa kelas kepekaan.01 mm/m dipakai untuk pengukuran yang sangat cermat yang dilakukan di ruang/lingkungan/sistem pengukuran yang terkontrol. Jika sisi kanan sedikit lebih tinggi dari sisi kiri maka gelembung akan bergerak ke kanan. 352 AlAT. Sementara itu. Interpolasi kedudukan ujung gelembung dapat dilakukan sampai setengah harga skala. sepersepUluh harga skala. antara lain sebesar 160. Skala pada tabung gelas dibuat simetrik. supaya hasil pengukuran lebih meyakinkan.d. 200.5. pengukuran diulang yaitu dengan cara membalikkan posisi pendatar pada tempat yang sama (diberi tanda pada permukaan benda ukur). Dengan merata-ratakan empat harga pembacaan (dari dua ujung gelembung dan kemudian posisi pendatar di balik) kecermatan hasil pembacaan dapat dituliskan s.2. seperti contoh yang diperlihatkan pada gambar 4. . Panjang dasar L juga dibuat bermacammacam sesuai dengan keperluan. 250. posisi geJembung akan berada di tengah diapit oleh dua garis skala yangpanjang.

Dua cara yang paling mudah untuk memeriksa kelurusan adalah dengan memakai pendatar yang cermat (O. yaitu + 1 skala. maka putarlah baut pengatur (ke arah tertentu) sampai posisi gelembung menjadi setengah harga semula. dengan demikian pemeriksaan kelurusan permukaan dilakukan secara berurutan untuk sepanjang garis pengukuran dengan . lihat gambar 4.4. Mejarata dapat digunakan untuk memeriksa kedataran dari dasar pendatar.5.17) juga menyetel no! yang mengatur posisi tabung gelas sedemikian rupa sehingga alas dari pendatar adalah horisontal sewaktu posisi ge/embung pas di tengah.4.01 mm/m) atau dengan autokolimator (kecermatan sampai 0. sampai gelembung berada di tengah.02 mm/m atau 0. dalam hal ini dapat dipakai bantuan batang lurus (straight edge) yang diklem pada meja rata sehingga sisi pendatar berimpit dengannya (untuk memastikan arah dan tempat yang sama) lihat gambar 4. pada tempat yang sama baliklah posisi pendatar. eteu meja sinus untuk sudut yang kecil. sebab salah satu arah permukaan tersebut pasti horisontal (buktikan !). lihat gambar 4. Prosedur pembalikan dan penyetelan baut diulang lagi secara berurutan sampai dicapai derajat kecermatan posisi nol sesuai dengan yang dikehendaki. Permukaan meja rata tak perlu harus sangat horisontal. kemudian carilah posisi pendatar sampai gelembung menunjuk nol (dengan memutar posisi pendatar dan/atau memindahkan ke tempat lain).2. Umumnya kalibrasi yang dilakukan oleh pabrik pembuat yang selain memeriksa kebenaran. dan sebaiknya hal ini dilakukan sebelum memakai pendatar. 4. Apabila posisi gelembung tidak berubah (masih juga nol) berarti dasar pendatar telah horisontal. Jikalau posisi gelembung pindah misalkan sebesar + 2 skala. Letakkan pendatar pada meja rata agak di tengah.1 detik). fihat sub bab 4. Kemudian.4.5.8.5. 1. maju-mundur. harga yang ditunjukkan skala {kelibresi dengan memakai batang sinus.3 Penyetelan posisi horisontal (kalibrasi Pendatar) Setiap pendatar dengan kepekaan lebih tinggi dari 20 detik mempunyai baut pengatur kedudukan tabung relatif terhadap dasar dari pendatar.4.4.2. dengan menggeser ke kiri-kanan. dan memutar searahberlawanan arah gerak jarum jam.3 PENGUKURAN KELURUSAN' Kelurusan suatu permukaan dapat diperiksa dengan beberapa cara. gambar 4.C.5. Merilang ke dua alat tersebut adalah alat ukur sudut. Batang lurus diambil. kemudian carilah posisi pendatar.5.

4. Kemudian sekaligus dilakukan pengecekan. digunakan dua buah blok ukur atau rol dengan tebal/diameter yang' sama yang dilekatkan pada permukaan benda ukur sejarak ~. Pendatar hanya bisa dipakai untuk memeriksa kelurusan permukaan yang horisontal. sementara itu autokolimator dapat digunakan bagi pemeriksaan dengan orientasi yang sembarang. pendatar atau target autokolimator dapat dipindahkan secara berurutan mulai dari ujung yang satu ke ujung yang lain sepanjang permukaan benda ukur. Ketinggian autokolimator diatur sedemikian rupa sehingga garis pantul dapat terlihat sewaktu target diletakkan di dekat autokolirnator. Selain itu. permukaan benda ukur diberi tanda dengan beberapa garis pada jarak yang sama dengan jarak antara garis tengah dua kaki pendatar {apabila dasar pendatar rata (tidak berkaki).5.3.1 Persiapan pengukuran kelurusan Gambar 4.memperhatikan perubahan sudut yang kecil akibat dari ketidaklurusan permukaan yang "dirasakan" oleh alat ukur tersebut. Hal ini dilakukan dengan cara memindahkan target Analisis Kelurusan: Untuk setiap posisi.2 detik) dihitung selisihnya terhadap kemiringan target pada posisi pertama.5. denqan cara memutar tiga buah baut pengatur yang terdapat pada dudukan autokolimator.5 memperlihatkan bahwa pengukuran dilakukan dengan bantuan batang lurus sebagai penjamin bahwa pemindahan pendatar ataupun reflektor autokolirnator dilakukan mengikuti garis lurus. dapat dijelaskan sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar 4.5. misalnya di atas kaki penyangga yang kuat dan diatur sehingga jarak kolimator sampai ke permukaan benda ukur sekitar % meter. Kemudian masing-mas'ingdiubah men jadi harga linier (dikalikan dengan panjang kaki-target) sehingga bi . sumbu optik autokolimator (garis pandang) dapat diatur sehingga horisontal. Dengan demikian.) atau target autokolimator. Dengan dernikian.5. kemudian prosedur diulang dengan urutan terbalik. Autokolimator dengan dudukannya harus diletakkan pada permukaan yang stabil. kemiringan target (yang dibaca Autokolimator de ngan kecermatan 0. apakah permukaan yang diperiksa kurang lebih horisontal. Metoda pengukuran dengan memakai pendatar ataupun autokolirnator. Biasanya dudukan autokolimator dilengkapi dengan tabung yang berisi cairan dengan gelembung seperti halnya pada pendatar.

B Dengan memakai Autokolimator Reflektor diletakkan pada selang pertama.sa dibuat grafik ketinggian kaki target yang setaraf dengan kelurusan permukaan yang diperiksa.3.6.5. 4. antara garis satu dan garis dua. Gambar 4. Kemudian pada tempat yang sama baliklah posisi pendatar. Jikalau tidak kelihatan. yaitu pada ujung gelembung kiri dan kanan. analisis dapat dilakukan sebaqairnana penjelasan yang diberikan untuk tabel tersebut pada sub bab 4. Untuk memastikan hasil pengukuran.3. untuk setiap selang dapat dicari harga rata-rata 8 angka hasil pengamatan. Perata-rataan dapat dilakukan setelah pengukuran selesai.2 Pelaksanaan pengukuran A Dengan memakai Pendatar Pertama-tama pendatar diletakkan pada selang pertama. Demikian seterusnya sampai pendatar pada selang terakhir (selang ke n). . di dekat autokolimator.5. Catatlah harga rata-rata dari empat pengamatan. jangan lupa mencantumkan tanda positif (gelembung ke sebelah kanan) atau negatif (gelembung ke sebelah kiri). Dalam hal ini harus diambil keputusan apakah permukaan benda ukur harus diatur sehingga horisontal atau tetap akan dilakukan penqukuran pada posisi . Pencatatan harga rata-rata dari empat pengamatan dilakukan lagi. Kemudian pendatar dipindahkan ke selang kedua. Selanjutnya. berarti permukaan tidak horisontal. kaki sebelah depan pada garis nol dan sebelah belakang pada garis satu.5.5 Pemeriksaan kelurusan suatu permukaan dengan memakai pendatar atau autokolimator. yaitu mulai dari selang ke n sampai kembali lagi ke selang pertama. Dengan demikian. permukaan sedemikian dengan cara mengatur posisi autokolirnator (garis pandangnya menjadi tidak horisontal).3 . yaitu antara garis nol dan garis satu. dan hasilnya dicantumkan pada tabel seperti gambar 4.5. Pada posisi ini bacalah kedudukan gelembung dua kali. pengamatan diulang namun dengan urutan terbalik. . 354 pada posisi yang paling jauhdari autokolimator namun garis pantul masih tetap terlihat. dan pembacaan dilakukan lagi.

Melalui okuler akan terlihat tiga buah garis.5. . sesuai dengan nomor urut pada permukaan yang diperiksa. 4. Gambar di atas tabel ini merupakan ilustrasi jalannya analisis yang dilakukan. bergantung pada posisi pendatar relatif terhadap bidang horisontal serta posisi pengamat relatif terhadap pendatar. arti tujuh kolom pada tabel tersebut adalah sebagai berikut : Kolom I: Jumlah selang pengamatan. Kolom II: Harga rata-rata pengamatan untuk setiap selang. Pada posisi ini harga sudut (kemiringan reflektor terhadap garis pandang) dibaca pada mikrometer. Gambar tersebut menunjukkan posisi target autokolimator atau pendatar yang diletakkan di atas permukaan benda ukur secara berurutan. Mechanical & Production Engineering Mecl . Selanjutnya. Dua garis sejajar tersebut digeserkan sehingga garis pantul diapit di tengahnya dengan memutar mikrometer yang terletak di dekat okuler.6. Dengan demikian. pada selanq ke n.5.3 Analisis hasil pengukuran Hasil dari pengamatan untuk sepanjang permukaan yang diperiksa dapat dicantumkan dalam tabel sebagaimana gambar 4. Tabel ini dapat dipakai baik untuk pendatar maupun autokolimator. Harganya dapat positif atau negatif. garis pantul (garis bayangan target) dan dua garis sejajar dengan jarak yang sernpit.5.6. Untuk memastikan hasil pengukuran. Kemudian reflektor digeser sehingga menempati selang kedua dan pembacaan harga sudut dilakukan lagi melalui mikrometer autokolimator. sewaktu pengukuran berlangsung. Hal ini dilakukan secara berurutan sampai reflektor terletak di ujung yang terjauh. satuan yang dipakai adalah skala pada tabung gelas.untuk pendatar. pembacaan skala harus selalu dilakukan dari arah pandangan yang sama. Pada ilustrasi tersebut ketidaklurusan permukaan sengaja diperbesar sehingga kemiringan target atau pendatar jelas kelihatan. Untuk selang yang sama hasil dari dua pengamatan dapat dirata-ratakan dan harganya dicantumkan pada tabel seperti gambar 4. mulai dari selang ke n sampai selang pertama.3. pengamatan diulangi lagi dengan urutan terbalik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful