You are on page 1of 1

ikhlas itu : kita tahu obat itu pahit, tapi kita tetap meminumnya..

tapi kalau redha : kita tahu obat itu pahit, tapi kita tetap meminumnya sambil tersenyum. kata-kata itu terasa sangat indah aku dengar. Indah, namun menyayat. Kata-kata ini aku dengar dari salah seorang saudaraku, yang tengah menghadapi ujian keimanan. Aah, aku bukanlah orang banyak ilmu yang bisa bicara banyak tentang keimanan. Tapi, saat aku mendengar kisah saudaraku ini, entah kenapa, aku tergugu. Air mata ini deras mengalir. Padahal di sebrang sana, orang yang sedang menceritakan kisahnya itu terdengar sangat tabah, ikhlas, redha. Aku tergugu, karena melihat kekuatannya untuk bisa meredhoi keadaan. Keadaan yang harus di hadapinya, yang mungkin jauh dari apa yang ia harapkan. Entah mungkin dalam hatinya ia menahan tangis, saat dengan nada santai menceritakan setiap rinci cerita sedih itu. Cerita sedih klasik itu. Ini tentang pernikahan.. yaah, aku tahu aku masih kanak2 untuk membahas hal ini. Hm, tapi.. rasanya tidak salah kalau aku mulai ingin memahami soal tekdir mengenai pernikahan ini. Dimana jodoh itu kadang datang tiba2, dari arah yang tidak kita duga, dengan cara yang tidak kita sangka. Bahkan dari orang yang awalnya tidak kita cintai..