PENGARUH FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP LAJU TRANSPIRASI

04 Mar 2011 By puspa.larasati08 Tujuan Mempelajari pengaruh faktor-faktor lingkungan : (1) jumlah daun, (2) sirkulasi udara, (3) cahaya dan (4) jumlah stomata terhadap laju transpirasi. Pendahuluan Transpirasi itu pada hakekatnya sama dengan penguapan, akan tetapi istilah pengupan tidak hanya digunakan untuk makhluk yang hidup (Dwidjoseputro 1980). Transpirasi berbeda dengan penguapan atau evaporasi karena berlangsung pada jaringan hidup dan dipengaruhi oleh fisiologi tumbuhan yang biasanya berhubungan dengan kehilangan air dalam stomata, kutikula, dan lentisel. Kehilangan air karena transpirasi terjadi diseluruh permukaan tanaman yang langsung bersentuhan dengan atmosfer luar. Kemungkinan kehilangan air dari bagian tanaman yang lain sangat kecil jika debandingkan dengan yang hilang melalui stomata (Lakitan 2008). Transpirasi harus terjadi karena kerangka molekul semua bahan organik pada tumbuhan terdiri atas atom karbon yang harus diperoleh dari atmosfer, karbon masuk kedalam tumbuhan sebagai CO2 melalui pori stomata, yang paling banyak terdapat pada permukaan daun, dan air keluar secara difusi melalui pori yang sama ini saat stomata terbuka (Salisbury 1992). Mekanisme transpirasi dapat terjadi dengan cara, air diserap ke dalam akar secara osmosis melalui rambut akar, sebagian besar bergerak menurut gradien potensial air melalui xilem. Air dalam pembuluh xilem mengalami tekanan besar karena molekul air polar menyatu dalam kolom berlanjut akibat dari penguapan yang berlangsung di bagian atas. Sebagian besar ion bergerak melalui simplas dari epidermis akar ke xilem, dan kemudian ke atas melalui arus transportasi. Laju transpirasi dipengaruhi oleh ukuran tumbuhan, kadar CO2, cahaya, suhu, aliran udara, kelembaban, dan tersedianya air tanah. Faktor-faktor ini mempengaruhi perilaku stoma yang membuka dan menutupnya dikontrol oleh perubahan tekanan turgor sel penjaga yang berkorelasi dengan kadar ion kalium (K+) di dalamnya. Selama stoma terbuka, terjadi pertukaran gas antara daun dengan atmosfer dan air akan hilang ke dalam atmosfer. Untuk mengukur laju transpirasi tersebut dapat digunakan potometer. Proses transpirasi ini selain mengakibatkan penarikan air melawan gaya gravitasi bumi, juga dapat mendinginkan tanaman yang terus menerus berada di bawah sinar matahari. Mereka tidak akan mudah mati karena terbakar oleh teriknya panas matahari karena melalui proses transpirasi, terjadi penguapan air dan

087 0.2 Laju transpirasi (g/menit) 0.2 Rata-rata 0.2 0.013 * Jumlah dikurangi setengah jumlah daun sebelumnya Perhitungan Laju transpirasi Laju Transpirasi Laboratorium = g/menit = 0. melalui proses transpirasi.2 0.013 0.2 0.6 0.4 0.2 0.2 II 0.013 g/menit Laju Transpirasi Kipas angin = g/menit = 0.2 III 0.2 0.045 0.4 0.67 0. Selain itu. tanaman juga akan terus mendapatkan air yang cukup untuk melakukan fotosintesis agar keberlangsungan hidup tanaman dapat terus terjamin.2 0 0.penguapan akan membantu menurunkan suhu tanaman.013 g/menit Laju Transpirasi kipas angin.13 0. cahaya = = = = .1 0.2 0.006 0.2 0.0087 g/menit Laju Transpirasi cahaya = g/menit = 0. Hasil Pengamatan Tabel 1 Laju transpirasi air tiap perlakuan Air yang ditranspirasikan (mL/s) Perlakuan Laboratorium Kipas angin Cahaya Kipas angin dan cahaya Cahaya dan Daun* Cahaya dan vaselin pada adaksial daun I 0 0 0 1.013 0. Namun jika transpirasi pada tumbuhan jika berlebihan akan sangat merugikan karena tumbuhan akan menjadi layu bahkan mati.

temperatur. dan kemudian ke atas melalui arus transportasi. Yang mempengaruhi faktor-faktor dalam ialah besarkecilnya daun.013 g/menit. Naiknya suhu daun akibat meningkatnya pencahayaan akan menyebabkan stomata membuka sehingga air lebih cepat menguap dan laju transpirasi akan meningkat (Salisbury 1992). Adanya pengaruh transpirasi yang lebih banyak dilakukan oleh daun.= g/menit = 0. Untuk mengukur laju transpirasi dapat menggunakan photometer. Sedangkan faktor luar yang mempengaruhi transpirasi seperti radiasi. angin. laju transpirasi yang didapatkan sebesar 0. menyebabkan stomata menutup sebagian. Sehingga air naik melalui batang dengan bantuan xylem dan akan terlihat laju pergerakan air dari dalam tabung kapiler. Selain itu anginpun dapat menambah kegiatan transpirasi. Air dapat bergerak naik melalui photometer karena air diserap ke dalam batang secara osmosis.087 g/menit. keadaan air di dalam tanah Faktor-faktor ini mempengaruhi perilaku stomata yang membuka dan menutup. baik faktor-faktor dalam maupun faktor-faktor luar. vaselin = g/menit = 0. berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun. Angin membawa lebih banyak CO2 dan mengusir uap air. Hasil percobaan untuk perlakuan menggunakan cahaya laju transpirasinya sebesar 0. bentuk dan lokasi stomata.013 g/menit Pembahasan Kegiatan transpirasi terpengaruh oleh banyak faktor. sebagian besar bergerak menurut gradien potensial air melalui xilem. Perlakuan menggunakan perlakuan sirkulasi angin.006 g/menit Laju Transpirasi cahaya. kebasahan udara.045 g/menit Laju Transpirasi Laboratorium = g/menit = 0. banyak sedikitnya stoma. karena angin membawa pindah uap air yang tertimbun dekat stomata. tekanan udara. Air dalam pembuluh xilem mengalami tekanan besar karena molekul air polar menyatu dalam kolom berlanjut akibat dari penguapan yang berlangsung di bagian atas. Hal ini menyebabkan penguapan dan penyerapan CO2 meningkat. Dengan demikian. Sebagian besar ion bergerak melalui simplas dari epidermis akar ke xilem. tebal-tipisnya daun. Jika stomata terbuka akan terjadi pertukaran gas antara daun dengan atmosfer dan air akan hilang ke atmosfer. maka = = .

Kemungkinan hal ini terjadi karena panas dar cahaya lampu sudah melebihi dari normal sehingga transpirasi bisa terjadi dan mendekati transpirasi yang tanpa vaselin.045 g/menit.006 g/menit setelah daun di kurangi. namun hasilnya tidak sesuai dengan teor jika mengatakan transpirasi dengan kutikula lebih lambat dari pada dengan stomata. . Laju transpirasi menurun ketika pelakuan sirkulasi udara dan panas di kombinasikan didapatkan sebesar 0. angin akan menurunkan suhunya akibatnya transpirasi menurun. Setelah itu perlakuannya ditambahkan vaselin pada permukaan daun atas yang berfungsi sebagai lilin. Pada perlakuan cahaya dan daun yang dikurangi terlihat bahwa terjadi penurunan laju transpirasi dari yang sebelumnya yaitu sebesar 0. juga dapat mendinginkan tanaman yang terus menerus berada di bawah sinar matahari.uap yang masih ada di dalam daun kemudian mendapat kesempatan untuk berdifusi keluar. Karena pada kehidupan nyatannya proses transpirasi ini selain mengakibatkan penarikan air melawan gaya gravitasi bumi. terjadi penguapan air dan penguapan akan membantu menurunkan suhu tanaman. penghalang untuk keluarnya air dari daun. Bila daun dipanaskan yang terkena oleh cahaya lampu. Mereka tidak akan mudah mati karena terbakar oleh teriknya panas matahari karena melalui proses transpirasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful