Perang Cumbok adalah perang yang terjadi pada tahun 1946 hingga 1947 dan berpusat di Pidie, timbul

karena adanya kesalahan peran dan tafsir dari kaum ulama dan Uleebalang (kaum bangsawan) terhadap proklamasi Indonesia, 17 Agustus 1945. Bagi kaum ulama, proklamasi ini berarti telah berakhirnya kezaliman yang sudah lama dialami bangsa Indonesia, khususnya Aceh dari penjajahan Belanda dan Jepang. Sementara, sebagian pihak lain dari kaum bangsawan melihat larinya Jepang harus diganti dengan Belanda sebagai upaya untuk memulihkan kekuasaan tradisional mereka yang sebagian besar telah dimimalkan Jepang dan besar ketika Belanda berkuasa. Ulama Aceh dipimpin Teungku Daud Beureueh dengan Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA), melihat proklamasi sebagai yang harus dimaknai secara nyata di Aceh. PUSA didirikan atas musyawarah ulama untuk mempersatukan pola pikir para ulama, dalam perkembangannya PUSA menjadi motor yang menggerakkan berbagai konflik dalam sejarah Aceh, termasuk dalam peristiwa Perang Cumbok. Sebagian warga Aceh pro Ulee Balang memplesetkan PUSA sebagai pembunuh Uleebalang Seluruh Aceh. Tidak semua Uleebalang ingin Belanda kembali dan berkuasa. Proklamasi hanya menjadi momentum puncak untuk terjadinya konflik antara ulama dan Uleebalang di sekitar Pidie. Akhirnya, Uleebalang dipimpin Teuku Keumangan dengan Panglimanya T.Daud Cumbok dan perlawanan rakyat dipimpin Daud Beureueh dengan panglimanya Husin ALMujahid. Dalam perlawanan, pasukan Cumbok bahkan telah menguasai kota Sigli, Pidie. Namun penguasaan itu tidak berlangsung lama karena adanya mobilitas perlawanan rakyat yang dilakukan ulama mengakibatkan pasukan Cumbok terpaksa kembali ke markas di Lamlo atau kota Bakti. Sesampai di Lamlo, pasukan Cumbok digempur pasukan rakyat dan pemberontakan ini akhirnya dapat ditumpas pada Januari 1946. Teuku Daud Cumbok ditangkap dan dihukum mati, sementara harta peninggalan para Uleebalang dikuasai kaum Ulama. Sumber :http://acehpedia.org

Cumbok, Sepotong Sejarah Gelap
Suara itu bergetar. "Saya tidak mau membicarakannya," kata Profesor Teuku Ibrahim Alfian, ahli sejarah dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ayah dan ibu Ibrahim memang selamat dari Perang Cumbok, Aceh, 1946. Tapi nenek, kakek, pamaaan, juga banyak sepupunya jadi korban massa yang marah pada keluarga uleebalang, bangsawan. "Saya tak tahu di mana kubur mereka sampai kini," kata Ibrahim. Dan bukan hanya Ibrahim Alfian yang berduka. "Kita semua menangis mengenang kejadian berdarah itu," kata Farhan Hamid, anggota DPR dari Fraksi Reformasi. Farhan adalah anak ketiga dari Teungku Abdul Hamid-akrab dipanggil Ayah Hamid-ulama, juga sahabat Teungku Daud Beureueh. Seperti disebut James T. Siegel, antropolog dari University of California, dalam bukunya The Rope of God(1962), Perang Cumbok tak bisa lepas dari konteks tatanan sosial pada saat itu. Tatanan yang sengaja dibangun demi kepentingan Belanda.

"Dia sangat berani. Sebaliknya Teuku Keumangan Oemar. Sang uleebalang menampik. Teuku Umar. Ada Teuku Nyak Arief. ahli ilmu Islam. Farkhan Hamid ingat satu peristiwa yang dituturkan oleh ayahnya. . Hari ke-empat. Akhirnya. langsung menyatakan sumpah setianya. Di tengah-tengah suasana gandrung kemerdekaan. penulis buku The Blood of the People _ Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra. Jepang masuk pada 1942. 17 Agustus 1945." kata Reid. menolak berkomentar. rakyat bersama ulama di pihak lain. dan Teuku Ahmad Jeunib yang mendukung Republik. kemarahan massa tak lekas reda. Anak-anak itu lantas dilindungi di pesantren milik keluarganya. Salah satu keturunan uleebalang yang selamat berhasil dihubungi TEMPO. yang jelas-jelas menyatakan setia pada Republik-tidak luput dari pembantaian. tapi segenap ulama Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)-dipimpin Teungku Daud Beureueh-lalu menyambutnya gegap-gempita. polarisasi lama mulai menampakkan wujud yang pukul rata: para uleebalangdi satu pihak. Kala terbit sengketa di masyarakat. juga penjara sendiri. Ia memerintahkan penurunan bendera MerahPutih. Ia mengadopsi teknologi irigasi dan pendidikan. menantu Daud Beureueh. ribuan rakyat." kenang M. pemerintah pusat memaklumkan Teuku Daud Cumbok pengkhianat Republik dan harus dihukum. proklamasi kemerdekaan menajamkan polarisasi itu. Teuku Hamid Azwar. lebih baik tak usah ngomongin hal itu. Ada 103nanggroe di Aceh." Massa terdiam. Tapi ada Teuku Daud Cumbok yang lebih merindukan kembali datangnya Belanda. Pertempuran resmi berakhir 17 Januari 1946. pengadilan. Rumah indah milik Teuku Oemar Keumangan beserta seluruh isinya-senilai Rp 12 juta saat itu-dibakar habis. Serombongan orang meminta ayahnya datang ke sebuah lapangan." kata Nur Ibrahimy. Para korban termasuk orang tua dan anakanak uleebalang yang tak berdosa. Tapi Teuku Ahmad Jeunib. Belanda menugasi Snouck Hurgronje. Sultan Aceh diminta tunduk pada kedaulatan Hindia Belanda. Terlalu pahit. uleebalang seperti Oemar berpihak pada Belanda. Snouck menganjurkan Belanda memanfaatkanuleebalang. Senapan. Pada 10 Januari 1946. Ada banyak cerita tentang dia." katanya. yang berpusat di Batavia. Kekuasaan sebesar itu mendorong bangsawan seperti Teuku Haji Cik Mohamad Johan Alam Syah. dan Teungku Cik Di Tiro (1867-1942). Setiap uleebalang punya wewenang penuh mengendalikan nanggroe (negeri). Metareum. Lalu. Wajarkah hal ini? Tak demikian bagi Profesor Anthony Reid. revolusi sosial meletup. Dalam The Atjehnese (1906). meriam saling berbalas. dan tentara Angkatan Perang Indonesia (API)-sebagian komandannya kaum ningrat-menyerang markas Cumbok di Lam Meulo. mereka kabur ke hutan. Tiga hari pertempuran sengit berlangsung. Namun. dan akomodatif terhadap ulama. Ayah Hamid terperanjat. 1867. penggerebekan rumah para pemimpin PUSA. Daud Cumbok malah gembar-gembor Indonesia belum siap merdeka. Demi memenangi perang. kalau tidak boleh dibilang nekat dan sembrono. Di sana. dia tidak mau disebut identitasnya. "Saya ini sudah uzur. Nur El Ibrahimy. "Daud Beureueh kami ungsikan ke rumah penduduk di Desa Garot. kubu uleebalang tak sejelas itu. Singapura. Ia jadi gila kuasa: menguasai lebih dari separuh areal persawahan di nanggroe. Sang kabar tak cepat sampai. Tapi. ulama. Desember 1945. markas Daud Cumbok.Awalnya. Sejak itulah muncul gelombang perang panjang lagi mahal yang melahirkan pahlawan nasional sekelas Cut Nyak Dien. polisi. punya judi dan mabuk sebagai menu utama-simbol pelecehan ulama. "Mereka punya hakim. Nama Lam Meulo diganti menjadi "Kota Bakti" guna menghormati ratusan orang yang gugur di sana. guna mempelajari karakter masyarakat Aceh. yang kini Direktur Asia Research Institute (ARI). dari Peusangan. anak-anak para uleebalang. berteriak: "Tunjukkan padaku hukum Allah yang membenarkan tindakan ini. memakmurkan rakyatnya. Pasar malam di Lam Meulo. puluhan orang bersiap-siap menghabisi belasan bocah.

sulit mengharapkan ada peningkatan lapangan kerja yang berarti. Rendahnya target tax ratio tersebut juga berarti bahwa pembiayaan tambahan akan dicari. mantan Menteri Koordinator Perekonomian RI Sudah sejak tahun lalu kami dengan sejumlah teman-teman Indonesia Bangkit mengambil inisiatif menyusun strategi alternatif pasca-kontrak IMF (November 2002) sebagai sumbangan pikiran setelah adanya ketetapan MPR Agustus 2002 tentang pengakhiran kontrak dengan IMF. dan berbagai istilah lainnya yang bertujuan "menyamarkan" pewarisan utang tanpa adanya upaya sistematis untuk mengurangi stok utang.tempointeraktif.5 miliar tahun 2004 dan merosot menjadi US$ 30. Dengan target pertumbuhan yang minimal tersebut. Yang ada hanya daftar modifikasi dari sejumlah peraturan dan undang-undang yang diklaim sebagai stimulus regulatif. Baru kemudian. tidak ada kejelasan strategi maupun rumusan kebijakan yang jelas dan terukur. mudah diduga bahwa ekonomi Indonesia akan semakin vulnerable (rentan) pasca-IMF. waktu yang tersedia cukup banyak.9 miliar pada tahun 2006. Melihat target-target makro yang ingin dicapai dan daftar rencana tindak terlihat bahwa apa yang disebut exit strategy tersebut sangat mengecewakan. cadangan devisa bruto diramalkan akan merosot dari US$ 35 miliar tahun 2003 menjadi US$ 33.5 persen pada tahun 2006.1 miliar pada tahun 2003 menjadi US$ 3. sehingga ada satu tahun penerapan strategi sebelum kontrak IMF berakhir. Juga tidak ada stimulus fiskal yang signifikan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Dengan target-target makro Indonesia yang sangat minimal tersebut. 5 persen tahun 2005.1 persen (2005).5 persen untuk tahun 2006. kita sudah memasuki tahap implementasi dari strategi yang dirumuskan tersebut pada awal tahun 2003. Sebetulnya. . seperti terlihat pada targettax ratio (persen GDP) hanya 13. 14. akibat visi dan strategi yang jelas serta kerja keras. Selain itu. sampai akhir Desember 2002. Target pertumbuhan ekspor juga sangat minimalis. sekadar "numpang lewat" hanya naik 4-7 persen pada tahun 2003 sampai tahun 2006. terutama dari penerbitan surat utang dalam maupun luar negeri. dan 14.id. exit strategy tersebut lebih merupakan respons administratif dan prosedural ketimbang respons substantif.20030818. 13. Rendahnya target tax ratio tersebut merupakan dampak dari tidak adanya rencana terobosan dalam kebijakan perpajakan. Bandingkan dengan Cina. waktu yang ada malah disia-siakan. Pada periode yang sama peningkatan cadangan devisa neto Indonesia hanya US$ 6 miliar.1 persen untuk tahun 2003. setelah adanya tekanan opini publik yang semakin luas. Pemerintah baru membentuk tim exit strategy pada bulan April 2003 karena masih sibuk mencari berbagai alasan untuk bisa memperpanjang kontrak IMF. Dengan target ekspor sangat minimal tersebut. kemudian diganti dengan istilah debt switching. dan 5.6 miliar pada tahun 2006. Adapun beban utang dalam negeri Rp 650 triliun akan diwariskan kepada generasi yang akan datang dengan terus mengganti-ganti istilah rescheduling (penjadwalan kembali) utang dengan istilah debt re-profiling. yang berhasil meningkatkan cadangan devisanya sebesar US$ 146 miliar dan India US$ 46 miliar pada tahun 1997 hingga Juni 2002.http://majalah. Sasaran makro-ekonomi yang dirancang juga sangat minimal. Semula kami berharap bahwa pemerintah juga akan melakukan discourse yang sama sehingga dapat dicari strategi dan kebijakan yang optimal pasca-IMF. Jika langkah itu dilakukan. Tidak aneh jika surplus transaksi berjalan diperkirakan akan berkurang dari US$ 5.html 18 AGUSTUS 2003 Indonesia Pasca-imf: Akan Lebih Baik? Dr.KL89639.5 persen (2004). Isinya sangat sumir. terutama ekstensifikasi. Sayang. Rizal Ramli Ekonom. target mobilisasi pendapatan di dalam negeri juga sangat rendah. dengan target pertumbuhan ekonomi 5 persen tahun 2004. hampir empat bulan.com/id/arsip/2003/08/18/KL/mbm. pemerintah merumuskan apa yang disebut sebagai exit strategy. suatu kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Secara umum. untuk merumuskan exit strategy dari IMF.

Pergeseran paradigma tersebut akan menjadi kado yang sangat indah untuk ulang tahun Republik Indonesia yang ke-58. adanya perbaikan iklim usaha. dengan target-target makro dan sektoral yang lebih optimal seperti simulasi tim Indonesia Bangkit. Dengan target minimalis. dan law enforcement. Sayang . Jika tidak. Jika hal tersebut yang terjadi. target-target tidak bisa sekadar "numpang lewat" atau minimalis. jika terjadi peningkatan penggunaan kapasitas terpasang industri mendekati 90 persen (saat ini hanya mencapai sekitar 60 persen). sehingga ada sumber daya tambahan yang dapat dipergunakan sebagai stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Namun stabilitas finansial tersebut dicapai terutama sebagai akibat dari faktor-faktor eksternal (externally-driven stability). peningkatan cadangan devisa. produk Indonesia lebih kompetitif. Upaya untuk menciptakan stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor internal akan jauh lebih sulit. Jika ada niat sungguh-sungguh dan semangat kerja keras. Di samping itu. justru akan ada tambahan penerimaan. penurunan inflasi dan tingkat bunga. dan semangat kerja keras. Hanya dengan pergeseran paradigma tersebut. tingkat bunga global mencapai titik terendah sejak tahun 1950-an dan inflasi global juga sangat rendah. harus ada target-target makro dan sektoral yang lebih optimal dan rangkaian kebijakan untuk mencapainya. Untuk bisa keluar dari kerangka berpikir minimalis tersebut. serta kepemimpinan politik dan ekonomi yang lebih kuat. Melemahnya dolar AS terhadap semua mata uang lainnya di dunia sejak satu setengah tahun lalu sangat membantu memperkuat nilai tukar rupiah. dan sebagainya akan menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). reserve gap. sehingga memungkinkan untuk menurunkan tingkat inflasi dan tingkat bunga di dalam negeri. Respons investor akan sangat berbeda jika stabilitas yang tercipta merupakan akibat dari faktor-faktor internal (internally-driven stability). Bagaikan lulusan murid SMA. yang kemungkinan akan balik arah setelah kasus pengeboman Marriott. Harus diakui bahwa saat ini Indonesia telah mencapai suatu stabilitas finansial dalam bentuk penguatan nilai tukar rupiah. jangan bermimpi diterima di universitas terbaik. Kepemimpinan dengan visi yang jelas dan kapasitas implementasi yang lebih kuat. stabilitas yang dicapai akan lebih kukuh dan prospek ekonomi Indonesia akan lebih menarik bagi investor berjangka panjang. jangan bermimpi bahwa pengangguran akan dapat dikurangi dan kesejahteraan mayoritas bangsa kita akan dapat ditingkatkan. bukan sekadar menikmati kekuasaan dan ritual seremonial. ketahanan dan kemandirian ekonomi Indonesia akan lebih kukuh. Aliran spekulatif tersebut masuk karena pengurangan risiko sosial politik.sehingga dapat diperkirakan bahwa akan ada alasan lagi untuk kelompok pro-IMF kembali meminta bantuan lembaga keuangan internasional itu di kemudian hari. Sedangkan aliran modal ke Cina dan Thailand terutama berbentuk penanaman modal berjangka panjang yang tertarik oleh potensi ekonomi Cina dan Thailand yang sangat prospektif. ramalan akan adanya financing gap. karena sangat ditentukan oleh adanya terobosan strategi dan kebijakan. Kondisi itu sebetulnya memungkinkan investasi masuk. tetapi belum melihat Indonesia dari prospek potensi pemulihan ekonomi. Kontribusi kesepakatan politik tersebut terhadap penurunan risiko sosial politik di Indonesia cukup tinggi. Tapi ada perbedaan yang sangat signifikan antara aliran modal ke Indonesia dibandingkan dengan ke Cina dan Thailand. Inti persoalannya adalah apakah pemerintah sungguh-sungguh memiliki niat untuk memperkukuh dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Adanya perbedaan karakter dari aliran modal tersebut terjadi karena investor hanya melihat Indonesia dari perubahan kurva risiko. jika target nilainya hanya angka 5 dan 6. Aliran modal yang masuk ke Indonesia selama satu tahun terakhir terutama adalah modal akuisisi untuk pembelian aset BPPN oleh pemilik lama dan aliran portofolio yang bersifat spekulatif. Misalnya. Semula kami sangat berharap bahwa exit strategy yang dirumuskan pemerintah merupakan suatu pergeseran paradigma dari stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor eksternal menjadi faktor-faktor internal. Faktor domestik yang paling penting untuk mencapai stabilitas finansial tersebut adalah adanya kesepakatan partai politik untuk membiarkan Megawati sampai tahun 2004. Padahal.

Apa gerangan yang jadi pedoman bagi para pemilih kelak? Pernah kita berangan-angan bahwa akan ada saatnya. atau logo. tajam. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF. orang akan menghadapi jorjoran sekian puluh partai politik yang hampir semua tanda gambarnya tak bisa kita ingat. seorang ekonom yang banyak membaca. Mereka kehilangan kepercayaan kepada partai-partai. orang pun bertepuk: nah. Indonesia pernah dipimpin Bung Karno. praktis!-itu mungkin teriak penjaja dalam politik di sebuah zaman ketika media akhirnya menyederhanakan segala hal. Indonesia pernah punya Bung Hatta. dan membandingkannya dengan partai dan tokoh lain. film. mengutarakan pikiran. ketika rakyat lebih "sadar politik". yang prestasinya hanya sayup-sayup sampai ke telinga banyak orang. Pernah kita percaya bahwa karena pendidikan sudah semakin membaik (sebuah premis yang entah datang dari mana). Kini kita punya seorang Hamzah Haz. Kini kita tak tahu apa gerangan yang pernah ditulis (atau dipikirkan) Megawati. Tanpa perantara. Di California. menelaah. Ketika Schwarzenegger muncul. mereka akan memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional: menelaah agenda yang ditawarkan sang calon. mereka bersua dengan begitu banyak pilihan. para pemilih lebih cenderung kepada selebriti ketimbang partai-partai. "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Tak perlu sebuah lembaga yang mengelola seleksi kepemimpinannya. Yang perlu adalah apa yang dalam pemasaran dan periklanan disebut brand-name. para pemilih sedang kecewa. langsung melalui Internet. yang mudah dikenal. Indonesia akan melahirkan pemimpin yang mencerminkan tingkat kecerdasan baru itu. dan tak henti-hentinya berjuang bersungguh-sungguh hingga ia baru menikah setelah Indonesia merdeka.. sebagaimana ia muncul dalam Terminator. . atau merek. seorang lulusan perguruan tinggi dengan erudisi yang mengesankan... sekadar "numpang lewat" tanpa ada pergeseran paradigma yang berarti. Saya tak hanya menulis tentang California. karena target yang sangat minimalis. Pemilihan Umum 2004 tampaknya belum akan menampilkan seorang bintang film tenar. Tak perlu program. Kini orang ingin menerapkan demokrasi yang langsung sebagaimana mereka jadi konsumen yang memesan baju. Praktis: tidak perlu menelisik dan mencari-cari lagi. dan pemilihan umum jadi toko kelontong besar. Pemilihan tahun depan buat pertama kali juga akan jadi sebuah persaingan sekian puluh calon presiden. ini dia! Di Indonesia. laris. Pada saat yang sama. penuh dengan konflik. lagu. Dulu. dengan tulisan-tulisan yang terpelajar. meneliti prestasi dan tabiatnya. sebuah film yang dinikmati hampir semua orang. Laris.sekali bahwa harapan tersebut hanya fatamorgana. di 021-7255624 ext 486 18 AGUSTUS 2003 Schwarzenegger JIKA ide tentang rakyat adalah ide tentang pasar. Indonesia yang tak lama lagi akan memilih presidennya barangkali akan mengalami proses yang kini terjadi di negara bagian Amerika Serikat yang mengandung Hollywood di salah satu sudutnya itu. perhiasan. tanpa panduan seorang connoisseur. Pilihlah dia. dan menggugah. sebagaimana lazimnya. demokrasi akan memilih seorang Arnold Schwarzenegger. Tak perlu orang ramai tahu adakah mutunya telah teruji untuk memimpin sebuah masyarakat yang. Juga pilihan calon kepala negara bagian mereka. Tapi di sini pun. Tapi apa yang kemudian terjadi? Dulu. sebagaimana mereka tak punya banyak harapan kepada kerja para wakil di DPR dan DPRD.

di 021-7255624 ext 486 . Dan ketika para konsumen merasa mampu langsung menentukan pilihannya. mereka pun akhirnya berpedoman kepada "laris. laris. Wibawa dianggap sebagai sebuah dosa. Bush. dia.. bukan konsumen yang memilih.. penemu-sekarang mendapatkan seorang George W. melainkan konsumen yang dipilihkan. Pernah ada masanya kita tahu bahwa buku yang laris belum tentu buku yang bermutu. ilmuwan. seperti Megawati. praktis". Schwarzenegger. Dengan kampanye yang dibiayai uang berjuta-juta. Apa pun yang dikatakan kaum "neo-liberal". Di toko kelontong. di tengah hiruk-pikuk apa dan siapa para tokoh yang berseliweran. menguasai semuanya. melalui berita yang datang setiap jam dan hampir dari segenap penjuru. dan segmen pembeli. yang dengan pengetahuan umum yang terbatas mengutarakan yang hanya sedikit diketahuinya dalam bahasa Inggris yang juga terbatas.. menurut jenis. Pernah kita mendasarkan informasi kita tentang "bermutu" atau "tidak" kepada satu atau dua orang penilai yang berwibawa. Bush. Benetton. Tapi apa lacur. arsitek. Estee Lauder. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF. baiklah saya sebutkan bahwa Amerika Serikat juga punya pengalaman mirip: negeri yang pernah punya presiden seorang Thomas Jefferson ini-seorang filosof. laris dan tak laris. Pasar seakan-akan jadi total. Semuanya tak akan tertelan oleh siapa pun. seakan-akan di sana ada kekuasaan para cendekia yang memaksa. juga dipilih. iklan televisi dan radio dan surat kabar. Tak ada yang telah diseleksi lebih dulu. itulah yang terjadi-melalui Internet. Agaknya sesuatu telah berlangsung dalam politik dewasa ini-sesuatu yang barangkali bisa disebut sebagai pengkelontong-an informasi. dan ketika tak ada mediasi lagi antara yang menawar dan yang menawarkan-karena mediasi itu pun ditentukan oleh kriteria laku atau tak laku. Nike. dia adalah sebuah Coca-Cola atau McDonald's. Tapi orang lupa bahwa pasar yang total hanyalah sebuah ilusi. dia punya brandname ("Bush") yang sudah dikenal orang banyak. Dewasa ini. Bahkan ide tentang "bermutu" itu sendiri sudah dirobohkan. Selalu ada mediasi: agen-agen periklanan yang canggih dan humas yang bisa membuat merah atau biru apa saja yang hitam. Seperti Schwarzenegger. tingkat mutu. Megawati. Semuanya menghambur serentak. Para cendekia kini telah jadi makhluk yang dicurigai. bermacam ragam hal ditawarkan. ada yang terancam ketika pasar jadi total: ketika perhitungan laku dan tak laku. Tampaknya. Goenawan Mohamad "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9.Agar tak tampak bahwa Indonesia hanya satu-satunya kisah kemerosotan. BMW. Tapi dewasa ini. bukan penilaian para penilai itu saja yang digugat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful