P. 1
11018-11-244891499647

11018-11-244891499647

|Views: 5|Likes:
Published by alvin_setiawan_6

More info:

Published by: alvin_setiawan_6 on Apr 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2014

pdf

text

original

Program Studi Teknik Sipil

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Universitas Mercu Buana
11
MODUL 11
Stabilitas lereng (lanjutan 1)
5 ANALISA KESTABILAN LERENG
5.1 Umum
Analisa Kestabilan Lereng ditujukan untuk mendapatkan angka faktor keamanan dari suatu
bentuk lereng tertentu. Dengan diketahuinya faktor keamanan memudahkan pekerjaan
pembentukan atau perkuatan lereng untuk memastikan apakah lereng yang telah dibentuk
mempunyai risiko longsor atau cukup stabil. Bertambahnya tingkat kepastian untuk
memprediksi ancaman longsor dapat bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut :
1. Untuk memahami perkembangan dan bentuk dari lereng alam dan proses
yang menyebabkan terjadinya bentuk – bentuk alam yang berbeda.
2. Untuk menilai kestabilan lereng dalam jangaka pendek (biasanya selama
kontruksi) dan jika kondisi jangka panjang.
3. Untuk menilai kemungkinan terjadinya kelongsoran yang melibatkan lereng
alam atau lereng buatan.
4. Untuk menganalisa kelongsoran dan untuk memahami kesalahan mekanisme
dan pengaruh dari faktor lingkungan.
5. Untuk dapat mendisain ulang lereng yang gagal serta perencanaan dan disain
pencegahannya, serta pengukuran ulang.
6. Untuk mempelajari efek atau pengaruh dari beban gempa pada lereng dan
tanggul.
Dalam praktek, analisis stabilitas lereng didasarkan pada konsep keseimbangan plastis
batas (limit plastic equilibrium). Adapun maksud analisis stabilitas adalah untuk menentukan
factor aman dari bidang lonsor yang potensial.
Dalam analisi stabilitas lereng, berlaku asumsi-asumsi sebagai berikut :
a) Kelongsoran lereng terjadi disepanjang permukaan bidang longsor tertentu dan dapat
dianggap sebagai masalah bidang 2 dimensi.
b) Massa tanah yang longsor dianggap berupa benda yang pasif.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2
c) Tahanan geser dari massa tanah yang setiap titik sepanjang bidang longsor tidak
tergantung dari orientasi permukaan longsoran, atau dengan kata lain kuat geser
tanah dianggap isotropis
d) Factor aman didefinisikan dengan meperhatikan tegangan geser rata – rata
sepanjang bidang longsor yang potensial dan kuat geser tanah rata – rata sepanjang
permukaan longsoran. Jadi, kuat geser tanah mungkin terlampaui di titik – titik
tertentu pada bidang longsornya, padahal factor aman hasil hitungan lebih besar 1.
Faktor aman didefnisikan sebagai nilai bidang antara gaya yang menahan dan gaya
menggerakan, atau
d
F
τ
τ
· (1)
Dimana : τ = tahanan geser yang dapat dikerahkan oleh tanah
τd = tegangan geser ang terjadi akibat gaya berat tanah yang akan longsor
F = factor yang aman
Menurut teori Mohr – Columnb, tahanan terhadap tegangan geser (τ) yang dapat dikerahkan
oleh tanah, disepanjang bidang longsornya, dapat dinyatakan oleh :
τ = C + σ tg θ (2)
Dimana : C = kohesi
σ = tegangan normal
θ = sudut gesek dalam tanah
Nilai – nilai C dan θ adalah parameter kuat geser tanah di sepanjang bidang longsornya.
Dengan sara yang sama, dapat dituliskan persamaan tegangan geser yang terjadi (τ d)
akibat beban tanah dan beban – beban lain pada bidangnya :
τd = Cd + σ tan θd (3)
Dengan Cd dan θd adalah kohesi dan sudut gesek dalam yang terjadi atau yang dibutuhkan
untuk keseimbangan pada bidang longsornya.
Substitusi Persamaan (II-2) dan (II-3) ke persamaan (II-1) diperoleh persamaan faktor
aman,
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2
d d C
C
F
θ σ
θ σ
tan
tan
+
+
· (4)
Persamaan (II-4) dapat pula dituliskan dalam bentuk :
F F
C
C d d
θ
σ θ σ
tan
tan + · + (5)
Untuk maksud memberikan faktor aman terhadap masing – masing komponen kuat geser,
faktor dapat dinyatakan oleh :
d C
C
F · (6a)
d
F
θ
θ
θ
tan
tan
· (6b)
Dengan Fc adalah faktor aman pada komponen kohesi dan Fθ adalah faktor aman pada
komponen gesekan. Umumnya faktor aman terhadap kuat geser tanah diambil labih besar
atau sama dengan 1,2.
5.2 Metoda Irisan (method of slice)
Bila tanah tidak homogen dan aliran rembesan terjadi di dalam tanahnya memberikan
bentuk aliran dan berat volume tanah yang tidak menentu, cara yang lebih cocok adalah
dengan metode irisan ( method of slice ).
Gaya normal yang bekerja pada suatu titik di lingkaran bidang longsor, terutama dipengaruhi
oleh berat tanah di atas titik tersebut. Dengan metode irisan, massa tanah yang longsor
dipecah – pecah menjadi beberapa irisan vertical. Kemudian, keseimbangan dari tiap – tiap
irisan diperhatikan. Gambar II.9b memperlihatkan satu irisan dengan gaya – gaya yang
bekerja padanya. Gaya – gaya ini terdiri dari gaya geser ( Xr dan X1 ) dan gaya normal efektif
( Er dan E1 ) di sepanjang sisi irisannya, dan juga resultan gaya geser efektif ( Ti ) dan
resultan gaya normal efektif ( Ni ) yang bekerja di sepanjang dasar irisannya. Pada irisannya,
tekanan air pori U1 dan Ur bekerja di kedua sisinya, dan tekanan air pori Ui bekerja pada
dasarnya. Dianggap tekana air pori sudah diketahui sebelumnya.
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2
Gambar II.9 Gaya – gaya yang bekerja pada irisan
5.3 Metode Fillinius
Analisis stabilitas lereng cara Fillinius ( 1927 ) mengganggap gaya – gaya yang
bekerja pada sisi kanan – kiri dari sembarang irisan mempunyai resultan nol pada arah
tegak lurus bidang longsornya. Dengan anggapan ini, keseimbangan arah vertical dari gaya
– gaya yang bekerja dengan memperhatikan tekanan air pori adalah :
Ni + Ui = Wi cos Øi
Atau
Ni = Wi cos Øi – Ui
= Wi cos Øi – uiai (46)
Faktor aman didefinisikan sebagai,
F =


·
d
r
M
M
F
Lengan momen dari berat massa tanah tiap irisan adalah R sin Ø, maka
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2
Jumlah momen dari tahanan geser sepanjang bidang longsor
Jumlah momen dari berat massa tanah yang longsor
∑ ∑
·
·
·
n i
i
i i d W R M
1
sinθ (47)
Dimana : R = jari – jari lingkaran bidang longsor
n = jumlah irisan
Wi = berat massa tanah irisan ke – i
Øi = sudut yang didefinisikan pada Gambar II.9a
Dengan cara yang sama, momen yang menahan tanah yang akan longsor,
Adalah : ) tan (
1
θ i
n i
i
i r N Ca R M + ·
∑ ∑
·
·
(48)
Karena itu, persamaan untuk faktor amannya menjadi,


·
·
·
·
+
·
n i
i
i
n i
i
i
i Wi
N Ca
F
1
1
sin
) tan (
θ
θ
(49)
Bila terdapat air pada lerengnya, tekana air pori pada bidang longsor tidak berpengaruh pada
Md , karena resultan gaya akibat tekanan air pori lewat titik pusat lingkaran. Substitusi
persamaan (II – 46 ) ke persamaan ( II – 49 ), diperoleh :


·
·
·
·
− +
·
n i
i
i i
i i i i
n i
i
i
W
a u W Ca
F
1
1
sin
tan ) cos (
θ
θ θ
(50)
Dimana : F = faktor aman
C = kohesi tanah
Ø = sudut gesek dalam tanah
αi = panjang bagian lingkaran pada irisan ke – i
Wi = berat irisan tanah ke – i
ui = tekanan air pori pada irisan ke – i
Øi = sudut yang didefinisikan dalam Gambar II.9
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2
Jika terdapat gaya – gaya selain berat lereng tanahnya sendiri, seperti beban bangunan di
atas lereng, maka momen akibat beban ini diperhitungkan sebagai Md. Metode Fellinius
memberikan faktor aman yang relatif lebih rendah dari cara hitungan yang lebih teliti. Batas –
batas nilai kesalahan dapat mencapai kira – kira 5 sampai 40 % tergantung dari faktor aman,
sudut pusat lingkaran yang dipilih, dan besarnya tekanan air pori. Walaupun analisisnya
ditinjau dalam tinjauan tegangan total, kesalahan masih merupakan fungsi dari faktor aman
dan sudut pusata dari lingkarannya ( Whitman dan Baily, 1967). Cara ini telah banyak
digunakan dalam prakteknya. Karena cara hitungannya yang sederhana dan kesalahan yang
terjadi pada sisi yang aman.
5.4 Metode Bishop Disederhanakan (Simplified Bishop method)
Metode irisan yang disederhanakan diberikan oleh Bishop ( 1955 ). Metode ini
menganggap bahwa gaya – gaya yang bekerja pada sisi – sisi irisan mempunyai resultan nol
pada arah vertikal.
Persamaan kuat geser dalam tinjauan tegangan efektif yang dapat dikerahkan tanah, hingga
tercapainya kondisi keseimbangan batas dengan mamperhatikan faktor aman, adalah :
F
u
F
c ' tan
) (
' θ
σ τ − + · (51)
Dimana : σ = tegangan normal total pada bidang longsor
u = tekanan air pori
Untuk irisan ke – i, nilai Ti = τ αi , yaitu nilai gaya geser yang berkembang pada bidang
longsor untuk keseimbangan batas. Karena itu
F
u N
F
c
T i i
i
i
' tan
) (
' θ
α
α
− + · (52)
Kondisi keseimbangan momen terhadap pusat rotasi O antara berat massa tanah yang akan
longsor dengan gaya geser total pada dasar bidang longsornya dapat dinyatakan oleh
(Gambar II.9)
∑ ∑
· · R T x W i i i (II-53)
Dimana : xi = jarak Wi ke pusat rotasi O
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2
Dari persamaan (II-51) dan (II-53), dapat diperoleh :
[ ]


·
·
·
·
− +
·
n i
i
i i
n i
i
i i i i
x W
u N a C
F
1
1
' tan ) ( ' θ α
(54)
Dari kondisi keseimbangan vertikal, jika X1=Xi dan Xr = Xi+1 :
Ni cos Øi + Ti sin Øi = Wi + Xi – Xi+1
i
i i i i i
i
T X X W
N
θ
θ
cos
sin 1 − − +
·
+
(55)
Dengan Ni’ = Ni – uiαi , substitusi Persamaan (II-52) ke Persamaan (II-55), dapat diperoleh
persamaan :
F
c u X X W
N
i i
F i i i i i i i
i
/ ' tan sin cos
sin ' cos
'
/ 1
θ θ θ
θ α θ α
+
− − − +
·
+
(56)
Substitusi Persaman (II-56) ke Persamaan (II-54), diperoleh :


·
·
·
·
+ −
1
]
1

¸

+
− − +
+
·
n i
i
i i
n i
i
i i
i i i i i i i i
i
x W
F
F a c a u X X W
a c R
F
1
1
1
/ ' tan sin cos
/ sin ' cos
' tan '
θ θ θ
θ θ
θ
(57)
Untuk penyederhanaan dianggap Xi – Xi+1 = 0 dan dengan mengambil
xi = R sin Øi (58)
bi = ai cos Øi (59)
substitusi Persamaan (II-58) dan (II-59) ke Persamaan (II-57), diperoleh persamaan faktor
aman :
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2
[ ]


·
·
·
·

,
_

¸
¸
+
− +
·
n i
i
i i
n i
i
i i
i i i i
W
F
b u W b c
F
1
1
sin
/ ' tan tan 1 ( cos
1
' tan ) ( '
θ
θ θ θ
θ
(60)
Dimana : F = faktor aman
C’ = kohesi tanah efektif
Ø’ = sudut gesek dalam tanah efektif
bi = lebar irisan ke – i
Wi = lebar irisan tanah ke – i
Øi = sudut yang didefinisikan dalam gambar II.9
ui = tekanan air pori pada irisan ke – i
nilai banding tekanan pori ( pore pressure ratio ) didefinisikan sebagai :
ru =
h
u
W
ub
γ
·
(61)
dimana : ru = nilai banding tekanan pori
u = tekan air pori
b = lebar irisan
γ = berat volume tanah
h = tinggi irisan rata – rata
dari Persamaan ( II-61), bentuk lain dari persaman faktor aman untuk analisis stabilitas
lereng cara Bishop, adalah :
[ ]


·
·
·
·

,
_

¸
¸
+
− +
·
n i
i
i i
n i
i
i i
u i i
W
F
r W b c
F
1
1
sin
/ ' tan tan 1 ( cos
1
' tan ) 1 ( '
θ
θ θ θ
θ
(62)
Persamaan faktor aman Bishop ini lebih sulit pemakainya dibandingkan dengan metode
Fillinius. Lagi pula membutuhkan cara coba – coba ( trial and error ),karena nilai faktor aman
F nampak di kedua sisi persamaannya. Akan tetapi, cara ini telah terbukti memberikan nilai
faktor aman yang mendekati nilai faktor aman dari hitungan yang dialkukan dengan cara lain
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2
yang lebih teliti. Untuk mempermudah hitungan, Gambar 10 dapat digunakan untuk
menentukan nilai fungsi Mi, dengan
Mi = cos Øi ( 1 + tan Øi tan Ø’ / F ) (63)
Lokasi lingkaran longsor kritis dari metode bishop ( 1955 ), biasanya mendekati dengan hasil
pengamatan di lapangan. Karena itu, walaupun metode Fillinius lebih mudah, metode Bishop
( 1955 ) lebih disukai karena menghasilkan penyesaian yang lebih teliti.
Dalam praktek, diperlukan untuk melakukan cara coba-coba dalam menemukan
bidang longsor dengan nilai factor aman yang terkecil. Jika bidang longsor dianggap
lingkaran, maka lebih baik kalau dibuat kotak – kotak di mana tiap titik potong garis –
garisnya merupakan tempat kedudukan pusat lingkaran longsornya. pada titik – titik potong
garis yang merupakan pusat lingkaran longsornyadituliskan nilai faktor aman terkecil pada
titik tersebut (lihat Gambar II.11). Perlu diketahui bahwa pada tiap titik pusat lingkaran
harus dilakukan pula hitungan faktor aman untuk menentukan nilai factor aman yang
terkecil dari bidang longsor dengan pusat lingkaran pada titik tersebut, yaitu dengan
mengubah jari-jari lingkarannya. Kemudian, setelah faktor aman terkecil pada tiap-tiap
titik pada kotaknya diperoleh, Digambarkan garis kontur yang menunjukkan tempat
kedudukan dari titik-titik pusat lingkaran yang mempunyai faktor aman yang sama. Gambar
II-11 menunjukkan contoh kontur-kontur faktor aman yang sama.Dari kontur faktor aman
tersebut dapat ditentukan letak kira-kira dari pusat lingkaran yang menghasilkan faktor
aman terkecil.
Gambar 10 Diagram untuk menentukan M, (Janbu dkk., 1965)
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2
Gambar 11 Kontur faktor aman
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Desiana Vidayanti MT
MEKANIKA TANAH 2

padahal factor aman hasil hitungan lebih besar 1. dapat dinyatakan oleh : τ = C + σ tg θ Dimana : C = kohesi σ = tegangan normal θ = sudut gesek dalam tanah Nilai – nilai C dan θ adalah parameter kuat geser tanah di sepanjang bidang longsornya. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 2 . Jadi. tahanan terhadap tegangan geser (τ) yang dapat dikerahkan oleh tanah. disepanjang bidang longsornya. Dengan sara yang sama.c) Tahanan geser dari massa tanah yang setiap titik sepanjang bidang longsor tidak tergantung dari orientasi permukaan longsoran. atau dengan kata lain kuat geser tanah dianggap isotropis d) Factor aman didefinisikan dengan meperhatikan tegangan geser rata – rata sepanjang bidang longsor yang potensial dan kuat geser tanah rata – rata sepanjang permukaan longsoran. dapat dituliskan persamaan tegangan geser yang terjadi (τ d) akibat beban tanah dan beban – beban lain pada bidangnya : τ d = Cd + σ tan θd untuk keseimbangan pada bidang longsornya. kuat geser tanah mungkin terlampaui di titik – titik tertentu pada bidang longsornya.UMB Ir. Faktor aman didefnisikan sebagai nilai bidang antara gaya yang menahan dan gaya menggerakan. atau F= Dimana : τ τ τd (1) = tahanan geser yang dapat dikerahkan oleh tanah τ d = tegangan geser ang terjadi akibat gaya berat tanah yang akan longsor F = factor yang aman Menurut teori Mohr – Columnb. (3) (2) Dengan Cd dan θd adalah kohesi dan sudut gesek dalam yang terjadi atau yang dibutuhkan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Substitusi Persamaan (II-2) dan (II-3) ke persamaan (II-1) diperoleh persamaan faktor aman.

Dianggap tekana air pori sudah diketahui sebelumnya.2 Metoda Irisan (method of slice) Bila tanah tidak homogen dan aliran rembesan terjadi di dalam tanahnya memberikan bentuk aliran dan berat volume tanah yang tidak menentu. Gambar II. keseimbangan dari tiap – tiap irisan diperhatikan. Pada irisannya. 5. massa tanah yang longsor dipecah – pecah menjadi beberapa irisan vertical. dan juga resultan gaya geser efektif ( Ti ) dan resultan gaya normal efektif ( Ni ) yang bekerja di sepanjang dasar irisannya.UMB Ir. faktor dapat dinyatakan oleh : F= C Cd tan θ tan θd (6a) (6b) Fθ = Dengan Fc adalah faktor aman pada komponen kohesi dan Fθ adalah faktor aman pada komponen gesekan. Umumnya faktor aman terhadap kuat geser tanah diambil labih besar atau sama dengan 1.2. Dengan metode irisan. Gaya normal yang bekerja pada suatu titik di lingkaran bidang longsor. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 2 . terutama dipengaruhi oleh berat tanah di atas titik tersebut. Kemudian. cara yang lebih cocok adalah dengan metode irisan ( method of slice ). Pusat Pengembangan Bahan Ajar . tekanan air pori U1 dan Ur bekerja di kedua sisinya.9b memperlihatkan satu irisan dengan gaya – gaya yang bekerja padanya. Gaya – gaya ini terdiri dari gaya geser ( Xr dan X1 ) dan gaya normal efektif ( Er dan E1 ) di sepanjang sisi irisannya.F= C + σ tan θ Cd + σ tan θd (4) Persamaan (II-4) dapat pula dituliskan dalam bentuk : Cd + σ tan θd = C tan θ +σ F F (5) Untuk maksud memberikan faktor aman terhadap masing – masing komponen kuat geser. dan tekanan air pori Ui bekerja pada dasarnya.

keseimbangan arah vertical dari gaya – gaya yang bekerja dengan memperhatikan tekanan air pori adalah : Ni + Ui = Wi cos Øi Atau Ni = Wi cos Øi – Ui = Wi cos Øi – uiai Faktor aman didefinisikan sebagai. Jumlah momen dari tahanan geser sepanjang bidang longsor (46) F= Jumlah momen dari berat massa tanah yang longsor F= ∑M ∑M r d Lengan momen dari berat massa tanah tiap irisan adalah R sin Ø.Gambar II. maka Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Ir.3 Metode Fillinius Analisis stabilitas lereng cara Fillinius ( 1927 ) mengganggap gaya – gaya yang bekerja pada sisi kanan – kiri dari sembarang irisan mempunyai resultan nol pada arah tegak lurus bidang longsornya. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 2 . Dengan anggapan ini.9 Gaya – gaya yang bekerja pada irisan 5.

diperoleh : i =n i =1 F= ∑ Ca + (W cos θ − u a ) tan θ i i i i i ∑ Wi sin θi i =1 i =n (50) Dimana : F C Ø αi Wi ui Øi = faktor aman = kohesi tanah = sudut gesek dalam tanah = panjang bagian lingkaran pada irisan ke – i = berat irisan tanah ke – i = tekanan air pori pada irisan ke – i = sudut yang didefinisikan dalam Gambar II.∑M Dimana : d = R ∑Wi sin θi i =1 i =n (47) R n Wi Øi = jari – jari lingkaran bidang longsor = jumlah irisan = berat massa tanah irisan ke – i = sudut yang didefinisikan pada Gambar II. persamaan untuk faktor amannya menjadi. tekana air pori pada bidang longsor tidak berpengaruh pada Md . Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 2 . Substitusi persamaan (II – 46 ) ke persamaan ( II – 49 ). i=n i =1 F= ∑ (Ca + N tan θ ) i i ∑Wi sin θi i =1 i=n (49) Bila terdapat air pada lerengnya. momen yang menahan tanah yang akan longsor.UMB Ir. Adalah : ∑ Mr = R ∑ (Cai + Ni tan θ ) i =1 i =n (48) Karena itu.9 Pusat Pengembangan Bahan Ajar . karena resultan gaya akibat tekanan air pori lewat titik pusat lingkaran.9a Dengan cara yang sama.

sudut pusat lingkaran yang dipilih.4 Metode Bishop Disederhanakan (Simplified Bishop method) Metode irisan yang disederhanakan diberikan oleh Bishop ( 1955 ). maka momen akibat beban ini diperhitungkan sebagai Md. adalah : τ= c' tan θ ' + (σ − u ) F F σ u = tegangan normal total pada bidang longsor = tekanan air pori (51) Dimana : Untuk irisan ke – i. Persamaan kuat geser dalam tinjauan tegangan efektif yang dapat dikerahkan tanah. Karena cara hitungannya yang sederhana dan kesalahan yang terjadi pada sisi yang aman. Metode Fellinius memberikan faktor aman yang relatif lebih rendah dari cara hitungan yang lebih teliti. 1967). Cara ini telah banyak digunakan dalam prakteknya. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 2 Dimana : xi Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Karena itu Ti = c ' αi tan θ ' + ( Ni − uαi ) F F (52) Kondisi keseimbangan momen terhadap pusat rotasi O antara berat massa tanah yang akan longsor dengan gaya geser total pada dasar bidang longsornya dapat dinyatakan oleh (Gambar II. hingga tercapainya kondisi keseimbangan batas dengan mamperhatikan faktor aman. yaitu nilai gaya geser yang berkembang pada bidang longsor untuk keseimbangan batas. kesalahan masih merupakan fungsi dari faktor aman dan sudut pusata dari lingkarannya ( Whitman dan Baily. seperti beban bangunan di atas lereng. 5.UMB . nilai Ti = τ αi . Metode ini menganggap bahwa gaya – gaya yang bekerja pada sisi – sisi irisan mempunyai resultan nol pada arah vertikal.Jika terdapat gaya – gaya selain berat lereng tanahnya sendiri. Walaupun analisisnya ditinjau dalam tinjauan tegangan total. Batas – batas nilai kesalahan dapat mencapai kira – kira 5 sampai 40 % tergantung dari faktor aman.9) ∑ = W x = ∑T R i i i (II-53) = jarak Wi ke pusat rotasi O Ir. dan besarnya tekanan air pori.

dapat diperoleh persamaan : Ni ' = Wi + Xi − Xi + 1 − uiαi cos θ − c'αi sin θi / F cos θi + sin θi tan θ ' / F (56) Substitusi Persaman (II-56) ke Persamaan (II-54).Dari persamaan (II-51) dan (II-53). jika X1=Xi dan Xr = Xi+1 : Ni cos Øi + Ti sin Øi = Wi + Xi – Xi+1 Ni = Wi + Xi − Xi + 1 − Ti sin θi cos θi (55) Dengan Ni’ = Ni – uiαi . dapat diperoleh : i =n i =1 F= ∑ [ C ' a + ( N − u α ) tan θ '] i i i i ∑W x i =1 i =n (54) i i Dari kondisi keseimbangan vertikal. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 2 .UMB Ir. diperoleh : i =n Wi + Xi − Xi + 1 − uiai cos θi − c' ai sin θi / F   R ∑ c' ai + tan θ '  cos θi + sin θi tan θ ' / F  F = i =1  i =n ∑ Wixi i =1 (57) Untuk penyederhanaan dianggap Xi – Xi+1 = 0 dan dengan mengambil xi = R sin Øi bi = ai cos Øi (58) (59) substitusi Persamaan (II-58) dan (II-59) ke Persamaan (II-57). substitusi Persamaan (II-52) ke Persamaan (II-55). diperoleh persamaan faktor aman : Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

cara ini telah terbukti memberikan nilai faktor aman yang mendekati nilai faktor aman dari hitungan yang dialkukan dengan cara lain Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 2 .UMB Ir.karena nilai faktor aman F nampak di kedua sisi persamaannya.F= ∑ [ c' b + (W − u b ) tan θ '] cos θ (1 + tan θ tan θ ' / F    i i i i i =1 i=n   1   (60) i i ∑W sin θ i i =1 i =n i Dimana : F C’ Ø’ bi Wi Øi ui = faktor aman = kohesi tanah efektif = sudut gesek dalam tanah efektif = lebar irisan ke – i = lebar irisan tanah ke – i = sudut yang didefinisikan dalam gambar II. Akan tetapi. adalah : i =n i =1 F= ∑ [ c' b + W (1 − r ) tan θ '] cos θ (1 + tan θ tan θ ' / F      i i u i i  1  (62) ∑W sin θ i i =1 i =n i Persamaan faktor aman Bishop ini lebih sulit pemakainya dibandingkan dengan metode Fillinius. Lagi pula membutuhkan cara coba – coba ( trial and error ).9 = tekanan air pori pada irisan ke – i nilai banding tekanan pori ( pore pressure ratio ) didefinisikan sebagai : ru = ub u = W γh ru u b γ h = nilai banding tekanan pori = tekan air pori = lebar irisan = berat volume tanah = tinggi irisan rata – rata (61) dimana : dari Persamaan ( II-61). bentuk lain dari persaman faktor aman untuk analisis stabilitas lereng cara Bishop.

Karena itu.Dari kontur faktor aman tersebut dapat ditentukan letak kira-kira dari pusat lingkaran yang menghasilkan faktor aman terkecil. diperlukan untuk melakukan cara coba-coba dalam menemukan bidang longsor dengan nilai factor aman yang terkecil. maka lebih baik kalau dibuat kotak – kotak di mana tiap titik potong garis – garisnya merupakan tempat kedudukan pusat lingkaran longsornya. (Janbu dkk. 1965) Pusat Pengembangan Bahan Ajar .. Jika bidang longsor dianggap lingkaran. yaitu lingkarannya. biasanya mendekati dengan hasil pengamatan di lapangan. setelah faktor aman terkecil pada tiap-tiap pada kotaknya diperoleh. metode Bishop ( 1955 ) lebih disukai karena menghasilkan penyesaian yang lebih teliti. Gambar 10 dapat digunakan untuk menentukan nilai fungsi Mi.yang lebih teliti. dengan Mi = cos Øi ( 1 + tan Øi tan Ø’ / F ) (63) Lokasi lingkaran longsor kritis dari metode bishop ( 1955 ). pada titik – titik potong garis yang merupakan pusat lingkaran longsornyadituliskan nilai faktor aman terkecil pada titik tersebut (lihat Gambar II. Gambar II-11 menunjukkan contoh kontur-kontur faktor aman yang sama. Perlu diketahui bahwa pada tiap titik pusat lingkaran harus dilakukan mengubah jari-jari titik pula hitungan faktor aman untuk menentukan nilai factor aman yang dengan terkecil dari bidang longsor dengan pusat lingkaran pada titik tersebut. Digambarkan garis kontur yang menunjukkan tempat kedudukan dari titik-titik pusat lingkaran yang mempunyai faktor aman yang sama. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 2 .UMB Ir. Dalam praktek.11). Gambar 10 Diagram untuk menentukan M. Untuk mempermudah hitungan. walaupun metode Fillinius lebih mudah. Kemudian.

Gambar 11 Kontur faktor aman Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Ir. Desiana Vidayanti MT MEKANIKA TANAH 2 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->