Pluralisme

Pluralisme (bahasa Inggris: pluralism), terdiri dari dua kata plural (=beragam) dan isme (=paham) yang berarti beragam pemahaman, atau bermacam-macam paham, Untuk itu kata ini termasuk kata yang ambigu. Berdasarkan Webster's Revised Unabridged Dictionary (1913 + 1828) arti pluralism adalah: * hasil atau keadaan menjadi plural. * keadaan seorang pluralis; memiliki lebih dari satu tentang keyakinan gerejawi. Pluralisme Sosial Dalam ilmu sosial, pluralisme adalah sebuah kerangka dimana ada interaksi beberapa kelompokkelompok yang menunjukkan rasa saling menghormat dan toleransi satu sama lain. Mereka hidup bersama (koeksistensi) serta membuahkan hasil tanpa konflik asimilasi. Pluralisme dapat dikatakan salah satu ciri khas masyarakat modern dan kelompok sosial yang paling penting, dan mungkin merupakan pengemudi utama kemajuan dalam ilmu pengetahuan, masyarakat dan perkembangan ekonomi. Dalam sebuah masyarakat otoriter atau oligarkis, ada konsentrasi kekuasaan politik dan keputusan dibuat oleh hanya sedikit anggota. Sebaliknya, dalam masyarakat pluralistis, kekuasaan dan penentuan keputusan (dan kemilikan kekuasaan) lebih tersebar. Dipercayai bahwa hal ini menghasilkan partisipasi yang lebih tersebar luas dan menghasilkan partisipasi yang lebih luas dan komitmen dari anggota masyarakat, dan oleh karena itu hasil yang lebih baik. Contoh kelompok-kelompok dan situasi-situasi di mana pluralisme adalah penting ialah: perusahaan, badan-badan politik dan ekonomi, perhimpunan ilmiah. Pluralisme Ilmu Pengetahuan Bisa diargumentasikan bahwa sifat pluralisme proses ilmiah adalah faktor utama dalam pertumbuhan pesat ilmu pengetahuan. Pada gilirannya, pertumbuhan pengetahuan dapat dikatakan menyebabkan kesejahteraan manusiawi bertambah, karena, misalnya, lebih besar kinerja dan pertumbuhan ekonomi dan lebih baiklah teknologi kedokteran. Pluralisme juga menunjukkan hak-hak individu dalam memutuskan kebenaran universalnya masingmasing. Pluralisme Agama Pluralisme Agama (Religious Pluralism) adalah istilah khusus dalam kajian agama- agama. Sebagai ‘terminologi khusus’, istilah ini tidak dapat dimaknai sembarangan, misalnya disamakan dengan makna istilah ‘toleransi’, ‘saling menghormati’ (mutual respect), dan sebagainya. Sebagai satu paham (isme), yang membahas cara pandang terhadap agama-agama yang ada, istilah ‘Pluralisme Agama’ telah menjadi pembahasan panjang di kalangan para ilmuwan dalam studi agama- agama (religious studies) Pandangan Kristen Paus Yohannes Paulus II, tahun 2000, mengeluarkan Dekrit Dominus Jesus*1+’ Penjelasan ini, selain menolak paham Pluralisme Agama,juga menegaskan kembali bahwa Yesus Kristus adalah satu--satunya pengantara keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke Bapa selain melalui Yesus.

* inklusivisme. dia melakukan itu atas kerugian besar dari agama Hindu yang dia katakan dia cintai. Menurut asal katanya Pluralisme berasal dari bahasa inggris. Problema Teks Bibel. 2005). yang memandang semua agama adalah jalan yang sama-sama sah menuju inti dari realitas agama. Di luar itu tidak selamat. dan secara bombastik memproklamasikan bahwa “semua agama adalah sama”. (Dr. bukan hanya sosial kultural . dikenal ada tiga cara pendekatan atau cara pandang teologis terhadap agama lain. Frank Gaetano Morales.Pluralisme Agama berkembang pesat dalam masyarakat Kristen--barat disebabkan setidaknya oleh tiga hal: yaitu 1. (Fatwa MUI. maka definisi [eng]pluralism adalah : "In the social sciences. that they fruitfully coexist and interact without conflict or assimilation. Semuanya dianggap sebagai jalan yang sama--sama sah menuju Tuhan [2] Pandangan Islam Paham Sekularisme. Polemik pluralisme di Indonesia Pluralisme sebagai paham religius artifisial yang berkembang di Indonesia. Dalam pandangan Pluralisme Agama. cendekiawan Hindu). Trauma sejarah kekuasaan Gereja di Zaman Pertengahan dan konflik Katolik--Protestan. mengalami perubahan ke bentuk lain dari asimilasi yang semula menyerap istilah pluralism. tetapi keselamatan juga mungkin terdapat pada agama lain." Polemik Saat ini pluralisme menjadi polemik di Indonesia karena perbedaan mendasar antara pluralisme dengan pengertian awalnya yaitu pluralism sehingga memiliki arti : * pluralisme diliputi semangat religius." Atau dalam bahasa Indonesia : "Suatu kerangka interaksi yg mana setiap kelompok menampilkan rasa hormat dan toleran satu sama lain. meskipun Kristen merupakan agama yang benar. yang memandang hanya orang. yang berpandangan. 2. berinteraksi tanpa konflik atau asimilasi (pembauran / pembiasan). Dalam tradisi Kristen. * pluralisme. pluralism. * eksklusivisme. [3] Ummat Islam di Indonesia sepakat dengan memberi fatwa paham Pluralisme agama adalah haram Pandangan Hindu Setiap kali orang Hindu mendukung Universalisme Radikal. pluralism is a framework of interaction in which groups show sufficient respect and tolerance of each other. Apabila merujuk dari wikipedia bahasa inggris.orang yang mendengar dan menerima Bibel Kristen yang akan diselamatkan. tidak ada agama yang dipandang lebih superior dari agama lainnya. Pluralisme (Agama) dan Liberalisme bertentangan dengan Islam dan haram bagi umat Islam untuk memeluknya. Problema teologis Kristen dan 3.

Sejatinya kedewasaan iman merupakan keyakinan yang tak menutup terhadap perbedaan. oleh sebab itu. Bagi mereka yang mendefinisikan pluralism . Kalau pengertian pluralisme agama semacam itu. pelarangan ini berarti pukulan bagi ide yang mereka kembangkan.* pluralisme digunakan sebagai alasan pencampuran antar ajaran agama * pluralisme digunakan sebagai alasan untuk mengubah ajaran suatu agama agar sesuai dengan ajaran agama lain Jika melihat kepada ide dan konteks konotasi yang berkembang.non asimilasi. setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Sudah semestinya muncul pelurusan pendapat agar tidak timbul kerancuan. Sebagaimana seorang mengucapkan pluralism dalam arti non asimilasi akan bingung jika bertemu dengan kata pluralisme dalam arti asimilasi. sudah bukan rahasia lagi bahwa kebanyakan penduduk indonesia kurang kritis dalam menangani suatu informasi. hal ini di-salah-paham-i sebagai pelarangan terhadap pemahaman mereka. penganut anti-pluralisme (yang sebenarnya setuju dengan pluralism dalam arti non-asimilasi) Pluralisme “?” Melalui semua penokohan tersebut kita menemukan kuatnya kedewasaan iman. agama dan sebagainya. Kurang lebih. Dan tidaklah aneh jika kondisi ini memancing timbulnya reaksi dari berbagai pihak. Dalam fatwa tersebut. jelas bahwa pluralisme di indonesia tidaklah sama dengan pluralism sebagaimana pengertian dalam bahasa Inggris. itulah makna pluralisme agama. Catatan Belakangan. penganut pluralisme dalam arti asimilasi 2. muncul fatwa dari MUI yang melarang pluralisme sebagai respons atas pemahaman yang tidak semestinya itu. MUI menggunakan sebutan pluralisme agama (sebagai obyek persoalan yang ditanggapi) dalam arti "suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relative. penganut pluralism dalam arti non asimilasi 3. Emosi dan perasaan tersinggung seringkali melapisi aroma debat antar tiga pihak yaitu : 1. Pluralisme juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup dan berdampingan di surga". Pertentangan yang terjadi semakin membingungkan karena munculnya kerancuan bahasa. dan dianggap sebagai suatu kemunduran kehidupan berbangsa.asimilasi. Sementara di sisi lain bagi penganut definisi pluralisme . “Masih pentingkah kita berbeda?” . lalu meyakini dari interaksi perbedaan. Ide mereka untuk mencampurkan ajaran yang berbeda menjadi tertahan perkembangannya. Sebuah kata yang masih rancu pun menjadi polemik karena belum adanya kemauan untuk mengkaji lebih dalam. maka paham tersebut difatwakan MUI sebagai bertentangan dengan ajaran agama Islam [1]. bermacam ras. Keseragaman memang bukan suatu pilihan yang baik bagi masyarakat yang terdiri atas berbagai suku. keimanan akan terus tumbuh menuju keutuhan. Kristalisasi polemik Dengan tingkat pendidikan yang kurang baik.

saat Abi. film “?” hadir. keimanan akan terus tumbuh menuju keutuhan. Sejatinya kedewasaan iman merupakan keyakinan yang tak menutup terhadap perbedaan. Tak lupa kewajiban sembahyang di sela waktu kerja. bila kita bisa sadari. pengembaraan iman Rika memantapkannya untuk meninggalkan Islam. Rika harus melawan stigma masyarakat yang menilainya sebagai pengkhianat kesucian pernikahan dan Tuhan. seorang Tionghoa pemilik “Canton Chinese Food” beragama Kong Hu Cu. Temat). Ada juga Tan Kut San (Hengky Solaiman). Kristen. apapun agamanya. berdinamika dalam perbedaan. kelenjar air mata penonton dibuat bekerja saat mengikuti sukaduka pergulatan tauhidnya. Mega berbeda adalah kaya sekaligus bahaya. agar Abi cepat dipanggil Tuhan. seorang bocah Katolik yang sakit keras. Pragmatisme Surya itu malah semakin menguatkan keimanannya sebagai muslim. Islam. Perceraian bukanlah hal yang dibenci Tuhan saat keegoisan suami telah hadirkan siksa batin dan merusak prinsip kemitraan setara dalam rumah tangga. Berbhineka harus selalu dijaga bagi masyarakat yang terus mencitakan “Ika”. Surya terpaksa mencari uang dengan memerankan Yesus dan Santa Claus di setiap ritus keagamaan Katolik. Lalu ada Menuk (Revalina S. Soleh (Reza Rahadian) dan Ping Hen (Rio Dewanto) yang terjebak pada streotipe patriarki Islam dan Tionghoa. Ini film penting di kala kemajemukan semakin genting.Di tengah kisruh serta pengalaman konflik identitas agama dan golongan di Indonesia. Kong Hu Cu. Kurang lebih. menjadi single mother. kita yang hidup di negara berbhineka seperti Indonesia. Di bulan Ramadan. sangat memungkinkan. memilih Katolik. karena Abi tak mau menyusahkan ayah dan ibu. pluralisme merupakan istilah yang banyak di antara kita merasakan maknanya. Hebatnya. itulah makna pluralisme agama. . tak ada perlakuan yang memaksa darinya dalam memberikan pendidikan agama bagi anaknya yang tetap beragama Islam. perempuan yang memutuskan bercerai. lalu meyakini dari interaksi perbedaan. yang membedakan perabot masak dan pelayanan makanan dengan wawasan fiqh halal-haram. muslimah taat yang bekerja sebagai pelayan makanan di “Canton Chinese Food”. Keyakinan jujur dari hati memberanikannya berpisah dari suaminya yang berpoligami. Jalinan pita garapan Hanung Bramantyo ini menyadarkan bahwa kemajemukan Indonesia berdimensi gelap-terang. menginginkan kado natal pada Surya yang berkostum Santa Claus. Padahal. Pemahamannya pada Islam ia terapkan juga dengan memberikan waktu sembahyang pada pegawainya yang muslim. dibesarkan oleh asuhan pluralisme. Ada Rika (diperankan oleh Endhita). Melalui tokoh Surya (Agus Kuncoro). Pilihan perannya justru menjadi perlambang sosial hubungan antar umat beragama yang intim. “?” menceritakan pluralitas masyarakat Semarang. Hingga akhirnya mereka belajar untuk terus tumbuh sebagai manusia yang bermanfaat pada sesama. bahwa laki-laki adalah pemimpin dan harus kuat. Melalui semua penokohan tersebut kita menemukan kuatnya kedewasaan iman. Jawa dan Tionghoa. Menuk memberikan keramahan sungguh dan penjelasan utuh mengenai menu halal kepada pembeli. Lalu. Secara umum. Saat Idul Fitri restoran ditutup Tan sebagai pemenuhan hak berlebaran bagi pegawainya yang muslim. Kita akan tertawa geli melihat Surya yang memakai ruang masjid untuk berlatih seni peran sebagai Yesus. Kita pun tak tahan mencegah tangis. Sebagai aktor figuran tak sukses. tapi tak mengerti pemaknaannya. Tan tutup restoran dengan tirai untuk menghormati yang berpuasa. semuanya bersatu. Semuanya berinteraksi seiring pasangsurut toleransi kehidupan masyarakat berbhineka.

“?” MUI Sayangnya. Bagi Cholil. Sebaliknya. Tirani identitas (yang mengatasnamakan) mayoritas akan mendominasi masyarakat. lalu menindas etnis dan pemeluk agama yang berbeda. Saat berpikir seperti MUI. Liberalisme dan Sekulerisme Agama menuliskan pada ketentuan hukum: Dalam masalah aqidah dan ibadah. sikap pluralisme yang digambarkan “?” tak direstui pihak yang juga menjadi bagian dari kebhinekaan Indonesia. Selamanya Soleh dan Ping Hen terjebak pada streotipe patriarki Islam dan Tionghoa. Pernyataan “Islam hanya mengakui pluralitas (tidak untuk pluralisme)” berarti hanya cukup puas terhadap perbedaan saja. dimensi gelap-terangnya akan muncul silih berganti. “masih pentingkah kita berbeda?” Jawabannya: tidak! *+ . Rika akan terus menderita dengan keyakinan Islam yang merestui suaminya berpoligami. kita akan yakin. Kemudian dalam ketentuan umum. mengatakan bahwa pluralisme merupakan paham yang telah difatwa haram MUI di tahun 2005. apalagi intim. Cholil Ridwan. dan kesetaraan antara kita semua yang menyertai perbedaan. sehingga membahayakan keyakinan umat beragama (Islam)—www. sebagai film. Pluralisme menempatkan diri dan kelompok sebagai entitas kurang yang membutuhkan diri dan kelompok lain.voa-islam. bahwa laki-laki adalah pemimpin dan harus kuat. umat Islam wajib bersikap eksklusif. Tak ada yang lebih tinggi. otomatis “?” pun haram karena mengkampanyekan pluralisme. pluralitas selain merupakan keniscayaan nyata. skenario “?” bisa kita rubah. karena agamanya melarang membantu pelaksanaan ibadah pemeluk agama lain. Tak ada dari kita yang sempurna. Pluralisme dinilai haram oleh MUI karena paham tersebut mencampuradukan agama. ke depannya keragaman agama dan identitas lainnya di Indonesia akan hilang. seiring pemahaman ragam pihak di dalamnya. Ini merupakan dorongan kemungkinan yang jauh lebih kuat dalam menciptakan kerukunan masyarakat. keterbukaan. sehingga tak ada pelayanan makanan halal bagi muslim. 7/Munas VII/MUI/11/2005 tentang Pluralisme. Bagi pihak ini. Padahal. Tan Kut San tak akan memahami Islam. Dengan jalan pikir MUI tersebut. dibanding kita yang berbeda. hingga ia harus mencari lagi pekerjaan sana-sini untuk mempertahankan keluarganya sehingga tak ada dialog intim Islam-Kong Hu Cu di restoran itu. Fatwa MUI tersebut telah mendorong masyarakat yang mengamininya untuk bersikap pasif terhadap fakta kemajemukan. banyak perbedaan lebih mungkin menghadirkan konflik dibandingkan sama dan seragam. Di samping kekayaan. dalam arti haram mencampuradukan aqidah dan ibadah umat Islam dengan aqidah dan ibadah pemeluk lain. menetapkan standar moralnya sebagai aturan publik. Hal yang mudah dimengerti jika kita yang sama lebih mungkin didekatkan bersatu. untuk menjawab pertanyaan tagline film “?” yang berbunyi. Selamanya Surya menjadi aktor figuran melarat tak bermanfaat. perbedaan tak perlu disikapi secara interaktif. Menuk tak akan bekerja di “Canton Chinese Food”. MUI menjelaskan bahwa Islam hanya mengakui pluralitas. pluralitas mengandung potensi bencana.com (2010/01/18). Kita semua harus menyadari ini. Diperlukan sikap toleran. Bila pluralitas masyarakat mengikuti pemahaman MUI. dan penghormatan bulan Ramadan serta Idul Fitri. bukan pluralisme. bisa dibayangkan. Karena itu diperlukan pluralisme. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang budaya. Fatwa MUI No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful