Laporan Akhir Praktikum Fistan

PRAKTIKUM I

PENGAMBILAN CONTOH TANAH (BIASA)
Tujuan :
Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah pengambilan contoh tanah biasa
atau tanah terganggu untuk analisa kimia dan kestabilan agregat tanah (agregat
stability).
Teori Dasar
Tanah tidaklah merupakan tumpukan bahan yang padat dan bahan organik
sebagai suatu sistem yang mati atau statis, tetapi lebih merupakan suatu sistem yang
hidup dan dinamis dimana tanah memiliki produktivitas tanah yang diartikan
sebagai kemampuan tanah untuk menghasilkan produksi tanaman yang optimum
dengan tidak mengurangi kesuburan tanah yang sangat dipengaruhi oleh ketebalan
solum tanah tersebut. Bahan organic tersusun dari bahan-bahan sisa tumbuhan dan
hewan, jasad-jasad hidup mikro maupun makro organisme dan humus. Pori-pori
tanah yang berupa ruangan berisi udara dan air tanah sangat penting perananya
bagi tanaman.
Tanah dengan nilai produktivitas tanah yang tinggi, tidak hanya terdiri dari
komponen-komponen padat, cair, dan udara (gas) saja, akan tetapi harus
mengandung jasad hidup tanah yang cukup banyak. Dengan adanya jasad hidup
tanah ini maka tingkat kesuburan tanah akan dipengaruhinya, karena jasad hidup
memegang peranan penting dalam proses-proses pelapukan bahan oerganik dalam
tanah sehingga nsur hara menjadi lebih tersedia bagi tanaman.
Tanah adalah suatu benda alami yang terdapat dipermukaan kulit bumi,
yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukan batuan dan bahan
organik sebagai hasil pelapukan sisa tumbuhan dan hewan, yang merupakan
medium pertumbuha tanaman dengan sifat-sifat tertentu , baik itu sifat fisik,
kimiawi juga sifat biologis. Dilihat dari sudut pertanian, tanah adalah alat atau
faktor produksi yang dapat menghasilkan berbagai produk pertanian. Peranan tanah
sebagi alat produks pertanian adalah sebagai berikut :
 Tanah sebagai tempat berdirinya tanaman.
 Tanah sebagai gudang tempat unsur-unsur hara yang
diperlukan tanaman.
 Tanah sebagai tempat persediaan air bagi tanaman.
 Tanah dengan tata udara yang baik merupakan lingkungan
yang baik bagi pertumbuhan tanaman.
Pengambilan contoh tanah biasa atau tanah terganggu (disturbed soil)
dilakukan di atas permukaan tanah atau horizon/lapisan lainnya, tempat
pengambilan berdekatan atau sama dengan pengambilan contoh tanah utuh dan
pelaksanaannya mudah sekali. Contoh tanah ini untuk kepentingan analisa kimia
dan kestabilan agregat (agregat stability) dan untuk keperluan membuat contoh
tanah utuh secara simulasi atau cara tiruan (buatan) dimana bobot isinya
disesuaikan dengan keadaan lalmi tanah utuh dilapangan.
Tanah yang berada di atas permukaan bumi ini merupakan suatu benda alam
yang bersifat kompleks atau memiliki sistem yang heterogen karena tersusun dari
tiga fase, yaitu fase padat yang terdiri dari bahan-bahan organik dan organik, fase
gas yang terdiri dari udara tanah, fase yang terakhir yaitu fase cairan yang
merupakan air tanah yang mengandung bahan-bahan terlarut di dalamnya. Bahan
organik terdiri dari sisa-sisa tanaman dan hewan dan jasad-jasad hidup lainnya yang
bersifat makro atau mikro, yang hidup dalam tanah. Tanah merupakan media yang
baik bagi perakaran tanaman sebagai gudang unsur hara, dan sanggup menyediakan
air serta udara bagi keperluan tanaman. Jumlah dan macamnya bahan penyususun
tanah tadi bisa bervariasi dari satu tempat ke tempat lain di permukaan bumi
sehingga dibedakan satu jenis tanah dengan jenis tanah lainya
Alat-alat
1 Cangkul atau skop dan pisau
2 Kantong plastik
3 Label, spidol dan karet gelang
2
Cara Kerja
1 Pertama-tama permukaan tanah dibersihkan dulu dan rerumputan dan
sampah-sampah lainnya.
2 Kemudian tanah dicangkul sampai kedalaman 20 cm dari permukaan.
3 Tanah dimasukkan ke dalam plastik kantong sebanyak ± 1,0 kg (diusahakan
agar agregat-agregat tanah jangan rusak atau hancur)
4 Contoh tanah diberi label dibagian luar dan dalam dari kantong plastik
tersebut.
Hasil Pengamatan
Hasil dari praktikum ke lapangan yaitu diadakannya pencangkulan pada
tanah di lapang dengan kedalaman sekitar 20 cm, dimana pencangkulan ini di
usahakan agar agregat-agregat tanah yang memiliki kemantapan bisa terambil dan
hasilnya sekitar 1,0 kg baik dari tanah biasa maupun dari tanah terganggu. Agregat
yang diambil diusahakan yang berukuran besar atau bongkahan yang besar. Agregat
tanah yang diperoleh dari agregat tanah top soil dan agregat tanah sub soil.
Pembahasan
Agregat tanah yang terambil berupa bongkahan-bongkahan tanah yang
berukuran besar terhitung sekitar 1.0 kg. yang sebelumnya dilakukan pembersihan
terhadap permukaan tanah dari rumput-rumputan atau bahan lainnya sebelum
dilakuakan pencangkualan untuk memperoleh agregat tanah Hal ini dilakukan agar
tanah yang diperoleh benar-benar tanah (biasa) tanpa tercampur dengan yang
lainnya. Selain itu juga untuk memperoleh keakuratan dalam percobaan selanjutnya.
Pengambilan tanah (biasa) dilapangan ini membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian
agar tanah atau agregat-agregat tanah tidak rusak atau hancur. Hal ini karena yang
diambil adalah agregat-agregat tanah bukan partikel-partikel tanahnya. Yang untuk
percobaan selanjutnya digunakan untuk menentukan kestabilan agregat tanah.
Agregat tanah antara tanah top soil dan sub soil berbeda mulai dari warnanya,
3
kandungannya, serta sifat fisiknya. Agegat tanah pada tanah top soil umumnya
mempunyai warna yang lebih gelap dan lebih berat apabila ditimbang. Sedangkan
pada tanah sub soil warnanya lebih terang dan umumnya lebih ringan daripada
tanah top soil.
Kesimpulan :
Tanah yang diambil merupakan tanah yang terganggu, karena kestabilan
agregat-agregat tanah tersebut sudah berkurang. Kestabilan agregat terganggu
antara lain akibat pencangkulan atau pengambilannya yang menyebabkan tanah
sebagian pecah menjadi serpihan-serpihan kecil. Sehingga proses pengambilan
harus dilakukan sehati-hati mungkin agar diperoleh agregat-agregat tanah yang
utuh.
4
PRAKTIKUM II
PENGAMBILAN CONTOH TANAH UTUH (UNDISTURBED
SOIL SAMPLE)
DI LAPANGAN
Tujuan :
Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah pengambilan contoh tanah utuh
dilapangan untuk analisa sifat fisik tanah, seperti penentuan bobot isi tanah (bulk
density), total porositas tanah, permeabilitas, penentuan pF, penentuan distribusi
pori, kandungan/kadar air yang tersedia bagi tanaman.
Teori Dasar
Pengertian mengenai apa yang dimaksud dengan tanah dapat berbeda-beda,
tergantung dari segi mana tanah itu dilihat. Batasan atau definisi tanah yang dilihat
dari segi ahli bangunan sudah tentu akan berbeda dengan definisi yang dilihat dari
segi ahli pertanian, dan sebagainya. Berhubung kenyataannya bahwa bagian
terbesar dari tanah di atas kulit bumi ini digunakan bagi usaha pertanian secara luas,
maka sebaiknya pengertian tanah ini dibatasi dari segi pertanian. Mempelajari
tanah, baik sebagai suatu alat produksi maupun sebagai suatu benda alamiah yang
bermanfaat bagi manusia, dapat ditujukan ke arah pemanfaatan dalam bidang
pertanian ( agronomi, holtikultura, perkebunan, dan kehutanan ) dan bidang civil
engineering ( bangunan jalan raya, gedung, irigasi, dll ).
Tanah di lapangan diambil untuk dilakukan uji analisa kimia dan kestabilan
agregat tanah. Pengambilan contoh tanah utuh (undisturbed soil sample) adalah
penting sekali, oleh karena banyak dipakai/diperlukan untuk berbagai analisa sifat
fisik tanah, seperti penentuan bobot isi tanah (bulk density), total porositas tanah,
permeabilitas, penentuan pF, penentuan distribusi pori, kandungan/kadar air yang
tersedia bagi tanaman dll.
5
Tanah utuh atau tanah tidak terganggu di lapangan adalah tanah yang benar-
benar utuh tidak terganggu oleh faktor luar seperti tumbukan air hujan, sehingga
dalam pengambilannya benar-benar diperlukan kehati-hatian agar tanah yang
diperoleh benar-benar utuh atau tidak terganggu.
Alat-alat
1 Ring sample (Core sampler) terbuat dari baja atau besi
2 Tangkai penekan ring sample, terbuat drai besi
3 Cangkul atau skop
4 Pisau yang tipis dan tajam atau benang nilon halus
5 Palu drai kayu atau papan
Cara Kerja
1 Pertama-tama permukaan tanah dibersihkan dulu dari rerumputan dan
sampah-sampah.
2 Ring sample diletakkan pada tanah dengan bagian yang runcingnya di
bawah, kemudian buat lingkaran dengan pusat yang sama dengan ring
sample dengan garis tengah 2 kali lebih besar. Terlebih dahlu ring dan
tutupnya ditimbang beratnya dan dicatat.
3 Lingkaran diluar ring sample ini kemudian digali sehingga terbentuk lubang
lingkaran sedalam ± 30 cm, hal ini dimaksudkan agar ring sample dapat
dengan mudah ditekan dan masuk ke dalam tanah.
4 Dengan menggunakan tangkai penekan ring sample yang terbuat dari besi,
maka ring sample ini ditekan dengan hati-hati secara vertikal, kalau ternyata
sudah keras sedangkan ring masih harus dimasukkan terus maka bisa
dipukul-pukul dengan palu kayu perlahan-;ahan.
5 Setelah tanah yang berada di dalam ring sample kira-kira sudah muncul di
atas bibir ring bagian atas maka penekanan dihentikan, kemudian bawahnya
dipotong dengan pisau atau dengan skop atau dengan benang nilon halus.
6 Ring yang sudah berisi tanah tersebut kemudian diratakan dengan pisau
tajam dan tipis sehingga kedua permukaan betul-betul rata dengan kedua
6
bibir ring sample tadi dan setelah itu kedua bagian muka tanah tersebut
ditutup dengan tutup ring yang terbuat dari plastik.
7 Ring sample yang sudah berisi tanah utuh ini kemudian dimasukkan ke
dalam kotak agar aman dal;am pengangkutan dan sedapat mungkin segera
dianalisa.
8 Pengambilan contoh tanah pada kedalaman 0 –25 cm(2x) dan 25-50 cm
(2x).
Data Pengamatan
Tabel 1. Pengambilan tanah utuh
RING JARI-
JARI
TINGGI VOLUME BERAT
RING +
KAP
BERAT
RING + KAP
+TANAH
1 3.75 cm 3.95 cm 174.58 cm
3
177.8 gr 470.0 gr
2 3.75 cm 3.9 cm 172.37 cm
3
186.1 gr 471.5 gr
3 3.75 cm 4.1 cm 181.21 cm
3
155.4 gr 462.9 gr
4 3.75 cm 3.9 cm 172.37 cm
3
182.1 gr 475.0 gr
Dimana volume ring V = πr
2
.t
Diketahui : Berat ring + tutupnya
• Ring 1: W =177.8 g
D = 7.5 cm
T = 3.95 cm
V = πr
2
t
= 22 x (3.75)
2
x 3.95
7
= 1222.03125 = 174.5759 cm
3
7
• Ring 2 : W = 186.1 g
D = 7.5 cm
T = 3.9 cm
V = 22 x (3.75)2 x 3.9
7
7
= 172.3661 cm
3
• Ring 3 : W = 155.4 g (Top Soil)
D = 7.5 cm
T = 4.1 cm
V = 22 x (3.75)2 x 4.1
7
= 1268.4375 = 181.2054 cm
3
7
• Ring 4 : W = 182.1 g (Sub Soil)
D = 7.5 cm
T = 3.9 cm
V = 22 x (3.75)2 x 3.9
7
= 1206.5625 = 172.3661 cm
3
7
Pembahasan
Sebelum pengambilan contoh tanah dilakukan, ring dan tutupnya harus
ditimbang terlebih dahulu, sehingga kita dapat mengetahui berat tanah yang kita
ambil sebagai sampel. Ring yang telah diratakan bagian atasnya kemudian ditutup
dengan penutup ring sehingga tanah yang terdapat di dalam ring merupakan contoh
tanah yang benar-benar utuh tidak terganggu sifat-sifat fisiknya. Pada ring tersebut
tanah yang diambil merupakan tanah bagian atas (top soil) yang ditempatkan di dua
ring dan untuk ring yang lain diisi dengan tanah pada bagian tengah tanah (sub soil)
yang ada pada kedalaman sekitar 30 cm dari permukaan tanah, sehingga tanah
benar-benar tanah utuh. Setelah ditutup kemudian masing-masing ring diberi label.
Ini bertujuan agar ring tersebut tidak tertukar antara tanah top soil dengan tanah sub
soil. Ring sampel yang sudah berisi tahah tersebut sebaiknya juga diletakkan di
dalam sebuah kotak agar aman dalam pengangkutan dan sedapat mungkin untuk
segera dianalisis.
8
Kesimpulan :
Pengambilan tanah dengan menggunakan ring merupakan tanah utuh atau
tanah tidak terganggu (Undisturbed soil) dimana dalam pengambilannya diperlukan
ketelitian dan kehati-hatian sehingga tanah yang diambil merupakan tanah yang
benar-benar utuh. Dengan contoh tanah ini kita bisa mengetahui bobot isi, porositas,
permeabilitas, pH, distribusi pori, kandungan air tanah yang tersedia bagi tanaman
pada lahan yang kita amati atau kita analisis.
PRAKTIKUM III
PENENTUAN KANDUNGAN AIR TANAH
9
Tujuan :
Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk menentukan kelembaban
(kadar air ) tanah dengan cara gravimetric water content dan volumetric water
content.
Teori Dasar
Air di dalam tanah menurut jumlahnya dan keadaannya dibagi ke dalam tiga
keadaan air tanah, yaitu :
 Air adhesi
 Air higroskopis
 Air kapiler
Air tanah seperti fase cairan mengisi sebagian atau seluruh rongga pori-pori
yang terdapat di antara butir-butir tanah atau dalam agregat tanah, yaitu merupakan
larutan dari berbagai senyawa-senyawa dan garam yang biasa larut dalam air. Air
tanah penting bagi pertumbuhan tanaman, karena sebagian terbesar dari tanaman
adalah air yaitu sekitar 90 %. Dalam air tanah terlarut unsure hara yang masuk
(terhisap) bersama-sama air melalui akar ke tanaman. Kadar air tanah dapat
diketahui berapa jumlah air tersedia bagi tanaman.
Air dalam tanah berasal seluruhnya dari udara atau atmosfer. Terutama di
daerah trofis air hujan merupakan sumber yang terbanyak yang jatuh di permukaan
bumi. Penentuan kadar air tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara:
(1) Cara “gravimetric water content” yaitu perbandingan berat air tanah terhadap
berat tanah kering udara (lembab), atau perbandingan berat air tanah terhadap berat
tanah kering mutlak (U)
(U) =
% 100 x
Bp
Ba

,
_

¸
¸
Nilai U ini pada umumnya disebut persentase kandungan air berdasarkan berat
tanah kering. Nilai U pada tanah mineral pada keadaan jenuh air biasanya berkisar
antara 0,25- 0,60 atau 25 %- 60%, bergantung pada bobot isinya. Pada tanah- tanah
organik seperti tanah gambut, kadar airnya bisa mencapai lebih dari 100 %. Yang
disebut tanah kering di atas dapat diartikan sebagai tanah yang telah dipanaskan
10
dengan jalan disimpan ke dalam oven pada suhu 105
0
C pada tekanan atmosfer
sampai mencapai berat tetap. Tanah yang kandungan liatnya tinggi sekali pada
keadaan tersebut masih mengandung air.
(2) Cara “volumetric water content”, yaitu perbandingan volume air tanah terhadap
volume tanah. Dirumuskan sebagai berikut:
Kandungan air tanah (% isi) =
% 100 x
It
Ia

,
_

¸
¸
Kelembaban (kadar air) tanah dinyatakan dengan persen (%) dan bisa
mencapai lebih dari 100 %. Untuk masing-masing cara penentuan kadar iar tanah
dapat diuraikan sebagai berikut :
Perbandingan berat air terhadap berat tanah basah(X)
Ba
X = ( ) X 100 %
Ba + Bp
Nilai x ini merupakan perbandingan antara berat air terhadap berat tanah
keseluruhan yaitu Bp + Ba + Bu, disini berat udara dianggap hampir sama dengan 0
oleh sebab itu dapat diabaikan.
Alat-alat
1 Alat pengukur kelembaban tanah Brabender atau lainnya (oven)
2 Timbangan analitik dan pemanas oven
3 Alat eksikator
4 Tangkai capitan
5 Botol timbang 20 ml
Cara Kerja
Untuk menentukan kadar air tanah dipergunakan alat yang disebut
Brabender, kelembaban tanah dapat langsung diketahui setelah 24 jam sebelumnya
tanah seberat ± 10 g dimasukkan kedalamnya. Akan tetapi, apabila alat brabender
tidak ada, maka dipergunakan oven dengan prosedur sebagai berikut :
11
1 Timbangan berat cawan (g), masukkan tanah seberat 10 g kedalamnya,
kemudian masukkan ke dalam oven dengan pemanasan 105° C (sebaiknya
dua kali/duplo) namun dalam praktikum kali ini hanya dilakukan satu kali.
2 Setelah > 24 jam tanah dalam cawan dikeluarkan dari oven kemudian
disimpan di eksikator, setelah beberapa saat dan cawan dingin kemudian
ditimbang, angka dicatat.
3 Keesokan harinya ditimbang lagi dengan cara yang sama, angka dicatat,
penimbangan ini dilakukan beberapa kali sekurang-kurangnya 3 kali
penimbangan terakhir diperoleh berat contoh tanah tetap atau konstan. Berat
tanah terakhir ini disebut berat tanah kering mutlak dan dianggap airnya
sudah menguap semua.
Hasil Pengamatan
Dari praktikum penentuan kadar air tanah sebelum dioven diperoleh bahwa :
 Berat cawan : - Top soil = 4.5901 g
- Sub soil = 4.2571 g
 Berat tanah : - Top soil = 10 g
- Sub soil = 10 g
 Berat ring + tutup + tanah : Ring 1 = 470.0
Ring 2 = 471.5
Ring 3 = 462.9
Ring 4 = 450.0
Data pengamatan :
Table 2. berat kering tanah
PERLAKUAN TOP SOIL SUB SOIL
Sebelum dioven 10.0000 gr 10.0000 gr
Setelah dioven 8.2489 gr 7.2987 gr
Dari table diatas dapat diuraikan sebagai berikut :
A. Hasil penimbangan tanah + cawan (sebelum dioven) :
12
Berat cawan 1 = 4.5901 gram
Berat cawan 2 = 4.2571 gram
Berat cawan 1 + tanah (top soil 1 ) = 14.5901 gram
Berat cawan 2 + tanh (sub soil 1) = 14.2571 gram
B. Berat cawan + tanah (setelah dioven) =
• Berat cawan 1 + tanah (top soil 1 ) = 12.8390 gram
• Berat cawan 2 + tanh (sub soil 1) = 11.5558 gram
C. Berat tanah setelah pengovenan :
• (Berat cawan 1 + tanah (top soil 1 )) – cawan
= 12.8390 gram - 4.5901gram
= 8.2489 gram
• (Berat cawan 2 + tanah (sub soil 1)) – cawan
= 11.5558 gram – 4.2571 gram
= 7.2987 gram
D. Berat kandungan air tanah
1. Top soil
= (berat tanah + cawan sebelum dioven – berat tanah + cawan setelah
dioven)
= 14.5901 – 12.8390
= 1.7511 gr
2. Sub soil
= (berat tanah + cawan sebelum dioven – berat tanah + cawan setelah
dioven)
= 14.2571 – 11.5558
= 2.7013 gr
Pembahasan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan diketahui bahwa kandungan air
tanah untuk tanah top soil lebih kecil dari tanah sub soil. Hal ini disebabkan karena
13
pada lapisan tanah top soil lebih banyak mengandung bahan organik. Sedangkan
pada lapisan tanah sub soil pori-pori tanah baik makro maupun mikro dalam
keadaan terisi oleh air sehingga tanah jenuh air. Jika terjadi penambahan air lebih
lanjut, akan terjadi penurunan air gravitasi yang bergerak terus ke bawah. Pada
keadaan ini air ditahan oleh tanah dengan kekuatan pF = 0 atau 0 atm.
Kesimpulan :
1. Kandungan air sub soil lebih besar dibandingkan top soil
2. Pori-pori makro lebih banyak terdapat di top soil
3. Pori-pori makro yang telah ditinggalkan air akan di isi oleh udara
PRAKTIKUM IV
PENENTUAN BOBOT ISI TANAH (BULK DENSITY)
Tujuan :
Praktikum ini bertujuan untuk menentukan bobot isi tanah (Bulk density).
Teori Dasar
14
Bobot isi (B.I) tanah yang biasa juga disebut sebagai “apparent density”,
adalah perbandingan antara berat suatu masa tanah dengan keadaan kering mutlak
dengan volumenya. Tanah tersebut harus dalam keadaan tidak terganggu (utuh).
Satuan bobot isi tanah dinyatakan dalam g/cm3. Tanah-tanah mineral nilainya
berkisar antara 0,7 – 1,5 g/cm3.
Metode penentuan bulk density yang paling sering dilakukan adalah dengan
ring sample atau dengan metode clod. Pada metode clod, gumpalan tanah
dicelupkan ke dalam cairan plastic kemudian ditimbang biasa (di udara) dan di
dalam air untuk mengetahui berat dan volume dari clod tersebut.
Gunanya menentukan bulk density adalah untuk :
1. Deteksi adanya lapisan padas dan tingkat perkembanganya. Makin
berkembang makin tinggi bulk densitynya
2. Menentukan adanya kandungan abu volkan dan batu apung yang
cukup tinggi
3. Menunjukkan tingkat pelapukan batuan
4. Evaluasi terhadap kemungkinan akar menembus tanah
5. Evaluasi perubahan volume tanah karena proses pembentukan tanah,
akibat penambahan pencucian dari horisan-horisan tertentu
Contoh tanah yang dikirim ke laboratorium harus dalam keadaan alami dan
struktur tanah tidak terganggu. Contoh tanah yang diambil dengan Core Sampler
akan memudahkan perhitungan volume dan bobot isi tanah tersebut. Bila contoh
tanah hanya merupakan bongkahan (clod) yang bentuknya tidak beraturan, maka
penentuan volumenya dilakukan dengan cara menimbang berat bongkah tanah
tersebut di dalam air, yang sebelumnya dilapisi tanah dulu dengan lilin/paraffin
untuk menghindarkan penyerapan.
Bobot isi kering (dry bulk density) : ρ b,
Bp Bp
Yaitu : ρ b = = ………………… g/cm3
It Ip + Iu + Ia
Untuk tanah-tanah yang isi ruang porinya sama dengan setengah isi total
tanah, maka ρ b sama dengan setengah p, yaitu sekitar 1,3 – 1,35 g/cm3. Tanah
berpasir ρ b-nya dapat mencapai nilai 1,6, sedangkan tanah lampung dan liat
15
nilainya dapat mencapai 1,1 g/cm3. Struktur tanah mempunyai pengaruh penting
terhadap bobot isi ini.
Bobot isi basah (wet bulk density) ; ρ t
Bt Bp + Ba
Yaitu : ρ t = = ………………… g/cm3
It Ip + Iu + Ia
Besaran ini menyatakan bobot total tanah, yaitu padat dan air per satuan isi.
Yang paling sering dipakai adalah bobot isi kering yang umumnya disebut bobot isi
saja. Nilai bobot isi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya pengolahan
tanah, bahan organic, pemadatan oleh alat-alat pertanian, tekstur, struktur, dan
kandungan air tanah. Nilai ini banyak dipergunakan dalam perhitungan-perhitungan
seperti dalam penentuan kebutuhan air irigasi, pemupukan, pengolahan tanah, dan
lain-lain.
Jenis tanah Bobot isi (gr/cm
3
)
Podsolik merah kuning (ultisol) 1.10 – 1.35
Regosol (entisol) 1.07 – 1.48
Aluvial (entisol/inseptisol) 1.02 – 1.42
Grumusol (vertisol) 0.98 – 1.37
Mediteran (alfisol/inseptisol) 0.97 – 1.48
Latosol (inseptisol) 0.93 – 1.11
Gley humus rendah (gleisol) 0.90 – 0.22
Andosil (inseptisol) 0.68 - 0.86
Organosol (histosol) 0.14 - 0.21
Alat-alat
1 Timbangan listrik dengan ketelitian dua desimal.
2 Core sampler atau ring sampler.
3 Cangkul/skop.
4 Pisau tipis tajam dan Moistur tin.
5 Oven pengering sampai 105
o
C.
6 Dessicator.
Cara Kerja
16
1 Contoh tanah utuh yang diambil dilapangan dengan cara praktikum no.2 di
atas kemudian ditimbang keseluruhan (tanah+ring+tutup) dengan timbangan
duduk, kemudian dikurangi oleh berat ring dan tutup maka akan diperoleh
berat tanah kering udara.
2 Dengan mengetahui kandungan air tanah (% berat) maka dapat dihitung
berat tanah kering mutlak.
Contoh:
Berat tanah kering udara = 250 gram; kandungan air tanah = 33 %, maka
berat tanah kering mutlak adalah sebagai berikut:
=
0 , 188 250
% 33 % 100
% 100
·
+
gram x
Garis tengah ring sampler 7,4 cm, tinggi ring = 3,8 cm.
Jadi isi ring =
( )

,
_

¸
¸
·

,
_

¸
¸
3 2
5 , 163 8 , 3 7 , 3
7
22
cm x x

Jadi B.I =

,
_

¸
¸
·
3
3
/ 15 , 1
5 , 163
0 , 188
cm g
cm
g
Data Pengamatan dan perhitungan
Tabel 5. Berat tanah dan Ukuran Ring
Tanah Diameter
(cm)
Tinggi
(cm)
Berat ring
+ kap (gr)
Berat ring
+ kap +
tanah (gr)
Volume
Ring (cm
3
)
Top soil 7.5 4.1 155.4 462.9 181.2
Sub soil 7.5 3.9 182.1 450.0 172.4
Perhitungan
• TOP SOIL
17
Diketahui : Berat cawan = 4.5901 gram
Berat tanah setelah di oven + cawan = 12.8390 gram
Berat tanah sebelum di oven = 14.5901 gram
Ditanyakan : Berat Bobot Isi ?
 Isi/Volume Ring
V = πr
2
t
= 22 x (3.75)2 x 4.1
7
= 1268.4375 = 181.2054 cm
3
7
 Berat kering udara (BKU) = Berat ring total – berat ring
= 462.9 – 155.4
= 307.5 gram
 Berat air = Berat tanah – Berat tanah setelah di oven
= 14.5901 – 12.8390
= 1.7511 g
 Kadar air Top soil
= 1.7511 x 100% = 21.23 %
8.2489
 Berat tanah kering mutlak (BKM)) :
= 100% x 307.5 = 253.65 g
100% + 21.23%
 Jadi Bobot Isi tanah tersebut = Berat tanah kering mutlak
Volume
= 253,65 = 1.40 g/cm
3

181.21
• SUB SOIL
18
Diketahui : Berat cawan = 4.2571 gram
Berat tanah setelah di oven = 11.5558 gram
Berat tanah sebelum di oven = 14.2571 gram
Ditanyakan : Bobot isi tanah ?
Jawab:
 Isi/Volume ring
V = πr
2
t
V = 22 x (3.75)2 x 3.9
7
= 1206.5625 = 172.3661 cm
3
7
 Berat air = 14.2571 – 11.5558 = 2.7013 g
 Kadar air Sub soil :
= 2.7013 x 100 % = 37.01 %
7.2987
 Berat tanah kering mutlak (BKM) :
= 100% x 267.9 = 195. 53 g
100% + 37.01%
 Jadi Bobot Isi Tanah tersebut = 195.53 = 1.13 g/cm
3
172.37
Tabel 6. Data kelas (bobot isi)
Kelompok Top soil (gr/cm
3
) Sub soil (gr/cm
3
)
1 1.38 1.18
2
3
4 1.40 1.13
5
6
19
7
8
9
Rata – rata
Pembahasan :
Perbandingan antara bobot isi lapisan tanah top soil dan lapisan tanah sub
soil menunjukan bahwa lapisan top soil memiliki bobot isi lebih besar dibandingkan
dengan lapisan sub soil. Nilai bobot isi biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor
diantaranya pengolahan tanah, bahan organik, tekstur, struktur, dan kandungasn air
tanah. Bobot isi yang dimaksud disini adalah nilai bobot isi kering (Dry bulk
density). Bobot isi tanah dapt dihitung bila diketahui berat kering mutlak dan
volume ring yang digunakan. Dimana untuk mengetahui berat kering mutlak harus
diketahui nilai kandungan air tanah (spesifik gravity) terlebih dahulu. Perhitungan
kandungan air tanah ini telah dilakukan pada percobaan sebelumnya. Pada
pengamatan, tanah yang diambil harus dalam keadaan utuh/tidak terganggu agar
hasil pengamatan yang diperoleh tidak menyimpang dari nilai bobot isi yang
berkisar antara 0.7 – 1.5 gr/cm
3
( sebagai nilai perbandingan).
Kesimpulan :
Nilai bobot isi yang diperoleh, 1.40 gr/cm
3
untuk top soil dan 1.13 gr/cm
3
untuk sub soil. Dari hasil perbandingan dengan kelompok lain dapat disimpulkan
bahwa nilai bobot isi berada pada nilai 0.72 – 1.19 gr/cm
3
(top soil) dan 0.95 – 1.46
gr/cm
3
(sub soil).
20
PRAKTIKUM V
PENENTUAN TOTAL POROSITAS DAN
PENYEBARAN PORI TANAH
Tujuan :
Menentukan total porositas dan distribusi dari pori tanah
Teori Dasar
21
Dalam pemantauan total porositas tanah ini sebaiknya ditentukan dahulu nilai
kepadatan partikel tanah (particle density). Kepadatan partikel tanah ini adalah
masa tanah kering persatuan volume tanah bebas udara, satuannya adalah g/cm
3
.
Kepadatan partilel tanah-tanah mineral banyak diteliti dan hasilnya hampir sama
yaitu berkisar antara 2.6 – 2.7 g/cm
3
. Kepadatan partikel tanah yang tidak atau
sedikit kandungan bahan organiknya mendekati atau sama dengan 2.7 g/cm
3
, tanah
dengan kandungan bahan organiknya sedang 2.65 g/cm
3
, dan untuk tanah dengan
kandungan bahan organiknya tinggi nilai ini akan lebih rendah lagi yaitu 2.6 g/cm
3
.
Total porositas tanah (soil porosity) daalm keadaan alami dinyatakan sebagi
persentase volume total pori (rongga) yang diisi oleh udara dan air diantara partikel
tanh berdasarkan nilai bobot isi dan kepadatan partikel (particle density).
Pori-pori tanah adalah bagian tanah yang tidak terisi bahan padat tanah
(terisi oleh udara dan air). Pori-pori tanah dapat dibedakan menjadi pori-pori kasar
dan pori-pori halus. Pori-pori kasar berisi udara atau air gravitasi, sedang pori-pori
halus berisi air kapiler atau udara. Tanah-tanah pasir mempunyai pori-pori kasar
lebih banyak daripada tanah liat. Tanah dengan banyak pori-pori kasar kulit
menahan air sehingga tanaman mudsah kekeringan. Tanah-tanah liat mempunyai
pori total, lebih tinggi dari pada pasir.
Porositas tanah dipengaruhi oleh :
• Kandungan bahan organic
• Struktur tanah
• Tekstur tanah
Porositas tanah tinggi kalau bahan organic tinggi. Tanah-tanah dengan
struktur granuler atau remah, mempunyai porisitas yang lebih tinggi dari pada
tanah-tanah dengan struktur massive. Tanah dengan tekstur pasir banyak
mempunyai pori-pori makro sehingga sulit menahan air.
Dalam mengamati pori-pori tanah ada beberapa hal yang harus dicatat yaitu :
ukuran, jumlah, kesinambungan, bentuk, orientasi, dan letak.
Ukuran dibedakan menjadi beberapa kelas yaitu :
• Sangat halus 0.1-0.5 mm
• Halus 0.5-2.0 mm
22
• Sedang 2.0-5.0 mm
• Kasar > 5.0 mm
Pori-pori kasar yang ukuranya lebih dari 10 mm harus disebut kisaran
ukuranya. Rongga-rongga yang terbentuk karena tanah yang retak bila tanah kering
harus disebutkan pula ukuranya. Jumlah pori taanh dibedakan sesuai dengan ukuran
dan jumlah pori-pori per dm2. Klasifikasinya dalah sebagai berikut :
Tabel 7. Ukuran pori tanah
Sedikit Sedang Banyak
Sangat halus
(0.1-0.5 mm)
<25 25-200 >200
Halus
(0.5-2.0)
<10 10-50 >50
Sedang
(2.0-5.0)
<1 1-5 >5
Kasar
(5.0-10.0)
<1 1-2.5 >2.5
Kesinambungan pori-pori tanah sangat penting karena menentukan apakah
air atau udara dapat bergerak dengan baik di dalam tanah atau tidak. Dibdakan
menjadi beberapa kelas yaitu :
• Tidak menyambung
Masing-masing pori tanah tidak dihubungkan satu sama lain oleh rongga yang
berukuran lebih dari 0.1 mm
• Agak menyambung
Masing-masing pori tanah dihubungkan oleh rongga yang berukuran lebih dari
0.1 mm, tetapi ukuran rongga penghubung tersebut paling besar dua tingkat
lebih kecil dari ukuran pori-porinya sendiri. Karena itu istilah ini hanya berlaku
untuk pori-pori sedang dan kasar.
• Menyambung
Masing-masing pori tanah
Bentuk pori-pori tanah dibedakan sebagai berikut :
• Vesikular
23
• Tidak teratur
• Tubular
Alat-alat
1 Ring Sampler atau
2 Cangkul/skop.
3 Oven pengering, 105
o
C
4 Dessicator
5 pF meter
6 Timbangan analitik
7 Pisau tipis tajam
Cara Kerja
1 Tentukan bobot isi tanah (bulk density) dengan cara seperti pada praktikum
No. VI di atas.
2 Untuk nilai kepadatan patikel (particle density) dipakai angka 2.65 (nilai
real density).
3 Untuk perhitungan dipakai rumus di bawah ini :
Total porositas tanah (f) =
) (
) (
% 55 % 100
/
/
0 , 1
3
3
·

,
_

¸
¸
1
]
1

¸

− x
cm g density Particle
cm g density Bulk

Penentuan Penyebaran Pori Tanah :
Pembagian ukuran pori tanah yang terpenting adalah < 0.2 mikron =
pori tidak berguna.
Pori air berguna bagi tanaman :
0.2 s/d 8.5 mikron = pori air tersedia bagi tanaman
8.5 s/d 29.6 mikron = pori drainase terlambat
≥ 29.6 mikron = pori drainase cepat.
24
Total porositas berarti sama dengan jumlah air yang dapat mengisi
pori-pori tanah apabila tanah dalam keadaan jenuh air. Jumlah pori dari 0 s/d
8.6 mikron menunjukkan jumlah air dalam keadaan kapasitas lapang.
Jumlah pori dari 0.2 s/d 8.6 mikron menunjukkan jumlah air tersedia bagi
tanaman.
Contoh perhitungan :
Umpama total porositas tanah 55% isi, berarti jumlah kandungan air dalam
keadaan jenuh air = 55% isi.
Umpama kandungan air pada kapasitas lapang (pF 2.54) = 45% isi
(berarti 45% pori antara 0 s/d 8.6 mikron), pada titik layu permanen 25% vol
(berarti 25% pori antara 0.2 mikron). Jadi jumlah air tersedia 45% - 25%
=20% isi (berarti 20 % pori antara 0.2 s/d 8.6 mikron), sedang kandungan air
drainase seluruhnya = 55% -45% = 10% isi (berarti 10 % pori di atas 8.6
mikron).
Secara rinci, kandungan air dihubungkan dengan perbandingan pori
(BI = 0.8 g/m3).
No Jenis pori tanah Ukuran
pori
(mikron)
Kadar
air
(% isi)
Perbandingan
penyebaran pori (%
Isi)
1
2
3
4
5
Kandungan air maksimal
(jenuh) atau ruang pori total
Pori drainase cepat (pori
aerasi)
Kandungan air (pF 2.0)
Pori drainase lambat (pF 2.0)
Kapasitas lapang (pF 2.54)
Seluruh
pori
> 29.7
0 – 29.7
8.7– 29.7
0 -8.7
69.8
50.0
42.0
69.8–50.0=19.8 tinggi)
50.0 – 42.0 = 8.0
25
6
7
8
Pori air tersedia
Titik layu permanen (pF 4.2)
Pori air tidak tersedia
0.2 – 8.7
0 – 0.2
< 0.2
24.0
42.0–24.0=18.0 tinggi)
24.0 – 0 = 24.0

Hasil Pengamatan
Menghitung porositas tanah
TOP SOIL
f =
) (
) (

,
_

¸
¸
1
]
1

¸

− % 100
/
/
0 , 1
3
3
x
cm g density Particle
cm g density Bulk
= [1,0 - BI/BJP] x 100 %
= [1,0 – 1,35/2.65] x 100 %
= [1,0 – 0,51] x 100 %
= [0,49] x 100 %
= 49 %
SUB SOIL
f =
) (
) (

,
_

¸
¸
1
]
1

¸

− % 100
/
/
0 , 1
3
3
x
cm g density Particle
cm g density Bulk
= [1,0 - BI/BJP] x 100 %
= [1,0 – 1,26/2.65] x 100 %
= [1,0 – 0,47] x 100 %
= [0,53] x 100 %
= 53 %
Tabel 8. Data kelas (total porositas tanah)
Kelompok Top soil (%) Sub soil (%)
1 61,5 56,3
2 54,3 49,1
3 51,7 53,2
26
4 59,3 55,9
5 60,0 64,5
6 49,0 53,0
7 58,1 42,6
8 67,9 58,4
Rata-rata 57,73 54,13
Pembahasan
Perbandingan nilai porositas tanah antara lapisan top soil dan sub soil dari
hasil percobaan yang dilakukan menunjukan bahwa nilai porositas tanah lapisan sub
soil lebih besar dibandingkan top soil. Tanah bertekstur halus akan mempunyai
persentase ruang pori total lebih tinggi daripada tanah bertekstur kasar walaupun
ukuran pori tanah bertekstur halus pada umumnya berukuran pori mikro. Total
porositas tanah adalah jumlah total pori yang dapat diisi oleh air atau udara yang
dinyatakan dalam persen. Untuk menentukan total porositas tanah harus diketahui
dulu nilai partikel density yang merupakan nilai rata-rata dari kepadatan partikel
tanah mineral (2,6-2.7 g/cm
3
) secara umum yaitu 2.65 gr/cm
3
dengan kandungan
bahan organic sedang (tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi). Total pori yang
kami peroleh pada sub soil lebih besar (53 %) bila dibanding denagn top soil (49
%). Hal tersebut tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dilapangan.
Kesimpulan :
1. Ukuran dan total porositas tanah yang tinggi ditentukan pada bagian
mana tanah tersebut diamati (top soil dan sub soil)
2. Total pori pada tanah sub soil lebih besar bila dibandingkan pada
tanah top soil.
27
PRAKTIKUM VI
PENENTUAN KESETABILAN AGREGAT TANAH
1 Metode Pengayakan Kering dan Basah
Tujuan :
Menentukan kesetabilan agregat tanah dengan metode pengayakan kering
dan basa juga metode Loveday.
Teori Dasar
Agregat tanah terdiri dari pengelompokkan erat sejumlah butir-butir primer
tanah. Mekanisme pembentukkan agregat-agregat ini merupakan fase penting dalam
masalah struktur tanah, karena tipe struktur tanah ditentukan oleh jumlah dan sifst
agregat.
28
Pembentukan agregat tergantung pada terdapatnya butir-butir primer yang
dapat beragregasi, penggumpalan dan penjonjotan butir-butir tanah, serta sementasi
dari bahan-bahan yang menggumpal menjadi agregat yang stabil. Sedangkan faktor-
faktor yang mempengaruhi perkembangna agregat adalah tekstur, bahan organik,
kation-kation pada kompleks jerapan, kelembaban, faktor biotik dan pengolahan
tanah.
Analis agregat dapat dilakukan terhadap distribusi dan kemantapan agregat,
yang dapat dipakai dalam penilaian struktur tanah. Pada umumnya penyelidikan
dilakukan di laboratorium. Agar dapat dipakai dalam penilaian di lapangan, maka
prinsip analisis agregat didasarkan pada kemungkinan kerusakan agregat di
lapangan, antara lain oleh pukulan butir hujan, daya aliran permukaan (erosi) atau
akibat penggunaan alat-alat mekanik berat.
Analisis agregat dapat dilakukan terhadap distribusi dan kemantapan
agregat, yang dapat dipakai dalam penilaian struktur tanah. Pada umumnya
penyelidikan dilakukan di laboratorium. Agar dapat dipakai dalam penilaian di
lapangan, maka prinsip analisis agregat didasarkan pada kemungkinan agregat di
lapangan, antara lain oleh pukulan butir hujan, daya aliran permukaan atau akibat
penggunaan alat-alat mekanik berat.
Pada uraian selanjutnya dibatasi pada kemantapan agregat dan cara
penetapannya. Kemantapan agregat tanah adalah ketahanan agregat tanah terhadap
daya penghancuran agregat tersebut. Penetapan kemantapan agregat secara
kuantitatif di laboratorium dilakukan dengan metode pengayakan kering dan basah.
Cara Kerja
a. Pengayakan kering.
1. Contoh tanah dengan agregat utuh (contoh bongkah) dikering-udarakan
(jangan ditumbuk).
2. Tanah kira-kira 500 g tanah kering udara di atas ayakan 8 mm. di bawah
ayakan ini berturut-turut terdapat ayakan-ayakan 4.76 mm, 2.83 mm, 2 mm,
dan 0 mm.
29
3. Tumbuk tanah (ad 2) dengan anak lumpang (alu kecil) sampai semua tanah
turun melalui ayakan 8 mm.
4. Gerak-gerakan ayakan ini dengan tangan 5 kali.
5. Masing-masing fraksi agregat di timbang, kemudian nyatakan dalam %.
Persentase agregasi = 100% dikurangi dengan % agregasi lebih kecil dari 2
mm.
6. Ulangi pekerjaan ini sebanyak 4 kali.
b. Pengayakan Basah :
1. Agregat-agregat yang diperoleh dari pengayakan kering (pekerjaan 5), kecuali
agregat lebihkecil dari 2 mm, ditimbang dan masing-masing dimasukkan ke
daalm cawan nikel (diameter 7.5 cm, tinggi 2.5 cm). banyaknya disesuaikan
dengan perbandingan ketiga agregat tersebut dan totalnya harus 100 gram.
Misalnya :
Pengayakan 500 gram tanah diperoleh :
 Agregat antara 8 dan 4.76 mm = 200 g
 Agregat antara 4.76 dan 2,83 mm= 100 g
 Agregat antara 2.83 dan 2 mm = 75 g
Maka perbandingannya adalah 8 : 4 : 3
Jadi :
 Agregat antara 8 dan 4.76 mm = 53 g
 Agregat antara 4.76 dan 2.83 mm = 27 g
 Agregat antara 2.83 dan 2 mm = 20 g
Total = 100 g
Pekerjaan ini dilakukan sebanyak 4 ulangan.
2. Teteskan air pada tanah dalam cawan nikel sampai kapasitas lapang dari buret
setinggi 30 cm dari cawan sampai ujung penetes buret.
30
3. Simpan dalam inkubator pada temperatur 20
o
C denagn kelembaban relatif 98 –
100% selama 1 malam.
4. Pindahkan tiap agregat dari cawan ke ayakan sebagai berikut :
 Agregat antara 8 dan 7.46 mm di atas ayakan 4.76 mm.
 Agregat antar 4.76 dan 2.83 mm di atas ayakan 2.83 mm.
 Agregat antara 2.83 dan 2 mm di atas ayakan 2 mm.
Di samping ayakan-ayakan tersebut digunakan berturut-turut ayakan 1 mm, 0.5
mm, dan 0.279 mm.
5. Pasang susunan ayakan-ayakan ini pada alat pengayak basah (Gambar 2) di
mana bejana yang disediakan telah diisi air lebih dahulu samapai setinggi 25 cm
dari dasar bejana. Air yang digunakan harus mengandung ion Ca
++
sekurang-
kurangnya 2 x 10
-3
M, untuk mencegah dispersi yang terlalu cepat daripada
partikel koloid, jika tidak maka stabilitas yang diamati di lapangan akan kurang
sesuai, sebab air tanah juga menagndung elektrolit sekitar konsentrasi tersebut.
6. Pengayakan dilakukan selama 5 menit (35 ayunan tiap menit dengan amplitudo
3.75 cm).
7. Setelah selesai pengayakan agregat-agregat dari tiap ayakan ke cawan nikel
(diameter 9 cm, tinggi 5 cm) yang beratnya telah diketahui. Pemindahan ini
dibantu dengan corong terbuat dari seng yang mulut atasnya lebih besar dari
mulut ayakan (Gambar 3). Untuk memudahkan agregat-agregat lepas dari adsar
ayakan, harus dibantu denagn semprotan air ledeng yang dilakuakn pada selang
berdiameter kecil supaya alirannya deras.
8. Buang kelebihan air dari cawan, lalu keringkan di atas pemanas terbuka pada
suhu 130
o
C.
9. Setelah kering lalu diangkat dan dibiarkan sampai kering udara, kemudian
timbang.
Gambar 2. Alat pengayak basah.
Gambar 3. Cara pemindahan agregat setelah pengayakan basah.
Perhitungan :
a). Rata-rata diameter dari pengayakan kering :
31
 Agregat antara 8 dan 4.76 mm : 8 + 4.76 = 6.4 mm
2
 Agregat antara 4.76 dan 2.83 mm : 4.76 + 2.83 = 3.8 mm
2
 Agregat antara 2.83 dan 2 mm : 2.83 + 2 = 2.4 mm
2
Rata-rata berat diameter (lihat angka-angka berat pada contoh yang
dikemukakan pada pekerjaan b1)
(53 x 6.4) + (27 x 3.8) + (20 x 2.4) = 498.9 = 5.0
100 100
b). Rata-rata diameter dari agregat pengayakan basah :
 Agregat antara 8 dan 4.76 mm : 8 + 4.76 = 6.4 mm
2
 Agregat antara 4.76 dan 2.83 mm : 4.76 + 2.83 = 3.8 mm
2
 Agregat antara 2.83 dan 2 mm : 2.83 + 2 = 2.4 mm
2
 Agregat antara 2 dan 1 mm : 2 + 1 = 1.5 mm
2
 Agregat antara 1 dan 0.5 mm : 1 + 0.5 = 0.75 mm
2
 Agregat antara 0.5 dan 0.297 mm : 0.5 + 0.297 = 0.40 mm
2
 Agregat antara 0.297 dan 0 mm : 0.297 + 0 = 0.297 mm
2
Rata-rata berat diameter :
Misalnya berat agregat yang diperoleh pada butir b-9 sebagai berikut :
 Ayakan 4.76 mm menghasilkan 5 g
 Ayakan 2.83 mm menghasilkan 20 g
32
 Ayakan 2 mm menghasilkan 17 g
 Ayakan 1mm menghasilkan 19 g
 Ayakan 0.5 mm menghasilkan 15 g
 Ayakan 0.297 mm menghasilkan 19 g
jumlah 95 g
Agregat 0.15 adalah agregat yang tidak tertampung pada ayakan tetapi jatuh ke
dasar bejana. Berat agregat ini = 100 – 95 gram = 5 gram. Jadi, rata-rata berat
diameter :
(5 x 6.4) + (20 x 3.8) + (17 x 2.4) + (19 x 1.5) + (15 x 0.75) + (19 x 0.40) + (5 x
0.15)
100
= 196.9 = 1.97, bulatkan jadi 2.0
200
selisih antara rata-rata berat diameter agregat tanah pada pengayakan kering dan
pengayakan basah merupakan indeks instabilitas, yang berarti makin besar
selisihnya makin tidak stabil tanah tersebut. untuk mendapatkan indeks stabilitas
dipergunakan rumus :
1 x 100
Indeks instabilitas
Pada contoh di atas indeks instabilitas = 5.0 – 2.0 = 3.0.
Indeks instabilitas = 1 x 100 = 33
3.0
Tabel 2. Klasifikasi indeks stabilitas agregat adaalh sebagai berikut :
Kelas Indeks stabilitas
Sangat stabil sekali > 200
Sangat stabil 80 – 200
Stabil 66 – 80
Agak stabil 50 – 66
Kurang stabil 40 – 50
Tidak stabil < 40
2. Metode Loveday
33
Tujuan :
Praktikum ini dilakukan unruk menentukan kestabilan agregat tanah dengan
menggunakan metode Loveday.
Teori Dasar
Kestabilan agregat tanah (agregat density) penting diketahui daalam dunia
pertanian, terutama paad tanah-tanah yang sering diolah. Tanah yang tidak stabil
mudah terurai akibat pengaruh air hujan sehingga sering menutupi pori-pori tanah
di permukaan. Hal ini dapat menimbulkan bahaya erosi.
Suatu percobaan tentang dispersi yang sederhana dikemukakan oleh
Emerson dan Loveday, yaitu dengan cara memasukkan agregat kering ke dalam air
dan lebih baik lagi ke dalam larutan calsium chlorida 0.01 M. Tanah/agregat tanah
yang dicelupkan tadi akan terurai sesuai denagn kestabilannya bahkan akan
mungkin tetap untuk waktu yang lama. Dasar dari teknik Emerson ini adalah
menentukan tingkat dispersi tanah yang dinyatakan dalam “Indeks dispersi”.
Alat-alat
1. Beaker 100 ml
2. Air destilasi
3. Alat penghisap air untuk pengukur pF
4. Calcium chlorida CaCl
2
, 2H
2
O
5. Spatula
6. Tabel Indeks dispersi, latex, gypsum.
Cara Kerja
1.Agregat dari contoh tanah yang digunakan, dikering-udarakan selama
3 -5 hari. Diameter agregat kira-kira 15 cm
2.Agregat yang sudah kering udara tersebut, masukkan dalam beaker
100 ml yang telah diisi air destilasi 50 ml.
3.untuk setiap contoh tanah dibuat 3 buah agregat tanah serupa, selama
percobaan beaker jangan sampai terganggu.
34
Perhitungan/ pengamatan :
Penagmatan dilakukan pada saat setelah 2 dan 20 jam pencelupan agregat,
dinyatakan dengan indeks dispersi. Untuk agregat yang tidak terdispersi setelah 20
jam atau incex dispersinya 0, maka pendugaan tingkat dispersi dilanjutkan denagn
cara berikut :
Agregat dihancurkan atau dilunakkan (dengan penambahan beberapa tetes
air) selama 30 detik. Hal ini dikerjakan dengan mengaduk memakai spatula. Contoh
tanah itu kemudian disimpan pada alat penghisap (mempergunakan penghisap
dengan tinggi air 100 cm (pF 2) selama 4 -5 hari. Contoh tanah sekarang sudah
terisap, dibentuk bola kecil dan di masukkan ke dalam beaker seperti semula berisi
larutan calcium chlorida 0.01 M.
Untuk tanah yang tidak terdispersi pada saat pengujian pertama tadi, maka
nilai indeks dispersi pengamtan setelah 2 jam dan 20 jam kedua yaitu setelah
disuspensikan/ diaduk, dijumlahkan, dan nilai index yang dipakai antara 0 – 8.
Untuk tanah yang terdispersi pada pengujian pertama, nilai index setelah 2 jam dan
20 jam pengamatan pertama kemudian ditambah niali 8. lakukan percobaan dengan
contoh tanah yang diberi perlakuan pemantap tanah (soil Conditioner) seperti latex,
Lignosulfonat, PAM, Bitumen, dll.
Bila dispersi sanagt kecil, biasanya suakr terlihat, maka perlu percobaan
pembanding yaitu dengan memasukkan agregat tanah baru ke dalam beaker glass
yang berisi air tersebut, hal ini akan menolong. Pengamatan sebaiknya dilakuakn 3
orang pengamat, agar hasilnya obyektif.
Tabel 3. Index Tingkat Dispersi Agregat Tanah.
Index/klas/skor Tingkat dispersi
0 Tanah tidak terdispersi
1 Sedikit terdispersi, sedikit keruh air di sekitar agreagt
2 Terdispersi sedang dan jelas terlihat
3 Terdispersi kuat + 2 bagian agregat terlarut
4 Terdispersi sempurna, yang tersisa hanya butir pasir
dalam suspensi liat.

Tabel 4. Penilaian Kemantapan/Kestabilan Agregat Tanah
35
Nilai Indeks Penilaian Kemantapan/Stabilitas Agregat
0 – 3 Sangat tinggi (sangat mantap)
4 – 6 Tinggi (mantap)
7 – 9 Sedang (agak mantap)
10 – 13 Rendah (tidak mantap)
14 – 16 Sangat rendah (sangat tidak mantap)
HASIL PENGAMATAN
Tabel keremahan / Terdispersi Tanah
Waktu (jam) Top soil Sub soil
2 2 1
20 1 2
TOP SOIL
 Setelah 1 jam (pertama) 2 agregat tanah Top soil tidak terdispersi keduanya,
Nilai index = 0
 Setelah 20 jam (kedua), 1 dari 2 agregat tanah Top soil terdispersi
sempurna, maka
- nilai indexnya 8 + 2 = 10 (kemantapan agregat rendah).
- Index dispersi = 8 + 2 = 10 (stabilitas agregat rendah).
SUB SOIL
 Setelah 1 jam (pertama), 1 dari 2 agregat
tanah sub soil terdispersi sempurna, angka index = 1
 Setelah 20 jam (kedua), kedua agregat tanah
sub soil terdispersi sempurna, angka index = 2 maka :
- Angka index dispersi = 8 + 3 + 1 =10, (kemantapan agregat rendah).
- Index dispersi = 8 + 3 + 1 = 12 (stabilitas agregat rendah).
Pembahasan :
36
Untuk mengetahui kestabilan agregat tanah pada suatu lahan perlu
dilakukan pengamatan di laboraturium dengan mengambil contoh tanah terganggu
yang telah dikering udarakan selama 3 sampai 5 hari. Metode yang di gunakan
adalah metode loveday. Masing –masing kelompok mengambil dua agregat top soil
dan satu agregat sub soil dengan diameter kurang lebih 1.5 cm untuk diamati.
Agregat tanah tersebut dimasukan kedalam bekker glass 100 ml berisi air destilasi
50 ml dan pengamatan dilakukan setelah dua jam dan dua puluh jam. Dalam proses
awal harus di perhatikan cara pemasukan agregat (perlahan) agar tidak
mempengaruhi hasil pengamatan. Sebelum pengamatan dilakukan (saat pemasukan
agregat) agregat tanah harus memperlihatkan terjadinya disperse, yaitu dispersi
sempurna untuk sub soil dan salah satu dari top soil. Setelah dua jam, dilakukan
pengamatan dan diketahui tingkat disperse dari agregat tanah tidak mengalami
perubahan begitu juga pada pengamatan setelah dua puluh jam. Untuk agregat tanah
yang tidak mengalami disperse (indeks disperse 0) perlu dilakukan perlakuan
tertentu dengan menggunakan kalsium klorida 0.01 molar dan dengan metode
tertentu pula (menggunakan alat penghisap dengan tinggi air 100 cm (pF 2) selama
4 sampai 5 hari). Untuk agregat tanah dengan indeks disperse 4 dalam penghitungan
untuk menentukan kestabilan agregatnya perlu ditambahkan nilai indeks 8 karena
merupakan batas atas nilai indeks untuk agregat yang kemantapannya kurang.
Terdispersinya agregat tanah saat dimasukan ke dalam bekker glass sudah cukup
membuktikan bahwa tanah yang diamati mempunyai kesetabilan agregat yang
rendah. Yang diperkuat dengan hasil perbandingan kelompok yang menunjukan
kesetabilan agregat dari rendah sampai sangat rendah.
Kesimpulan :
1. Berdasarkan perbandingan indeks disperse tiap kelompok dapat di
simpulkan bahwa tingkat kesetabilan agregat tanah yang kami
teliti berkisar dari rendah sampai dengan sangat rendah
2. Dapat dikatakan bahwa tanah yang diteliti ialah jenis yang peka
terhadap erosi sehingga perlu di berikan perlakuan untuk
37
meningkatkan kesetabilan tanah baik dengan bahan pemantap
tanah maupun dengan pengolahan yang intensif.
PRAKTIKUM VII
PENENTUAN BANYAKNYA AIR DALAM TANAH YANG TERSEDIA
BAGI TANAMAN
Tujuan :
 Untuk mengetahui banyaknya air dalam tanah yang tersedia bagi tanaman
 Untuk mengetahui penentuan kandungan air pada keadaan titik layu
permanent
 Untuk mengetahui perbedaan nilai-nilai berdasarkan tekstur tanah
Teori Dasar
Air tanah merupakan salah satu bagian penyusun tanah. Air tanah hampir
seluruhnya berasal dari udara atau atmosfera. Terutama di daerah topis air hujan
merupakan sumber yang terbanyak yang jatuh di permukaan bumi. Sebagian dari
air itu dapat merembes ke dalam tanah yang disebut air infiltrasi. Sedangkan
sisanya mengalir di permukaan tanah sebagai aliran air permukaan (run off). Air
infiltrasi tadi, bila dalam jumlah banyak dan terus merembes ke dalam tanah secara
vertikal dan meninggalkan daerah perakaranya disebut air perkolasi, yang akhirnya
sampai di lapisan yang kedap air, kemudian berkumpul disitu menjadi air tanah
(ground water). Mengetahui banyaknya air di dalam tanah yang tersedia bagi
tanaman adalah penting sekali terutama dalam hal penentuan pemberian air
(pengairan) pada tanaman agar supaya tidak berlebihan atau kekurangan.
Banyaknya air yang tersedia bagi tanaman dicari dengan jalan penentuan
kandungan air pada keadaan kapasitas lapang (pF 2,53)dikurangi dengan %
38
kandungan air pada keadaan itik layu permanen (pF 4,2). Dalam hal ini nilai-
nilainya sangat ditentukan terutama oleh tekstur tanah. Tekstur yang lebih halus
maka nilai ini akan lebih tinggi, sebaliknya tanah dengan tekstur lebih kasar nilai-
nilainya akan lebih rendah lagi.
Air di dalam tanah menurut jumlah dan keadaanya di bagi menjadi empat
keadaan air tanah, yaitu:
1. Air adesi
Merupakan lapisan yang mengelilingi butir tanah, tetapi bukan berupa cairan
karena jumlahnya paling sedikit, jadi paling tidak tersedia bagi tanaman. Nilai
pF-nya hampir 7
2. Air higroskopis
Juga bukan berupa cairan, jadi sebagian besar sudah berupa uap air
3. Air kapiler
Dibagi dalam dua keadaan, yaitu keadaan titik layu permanen dan keadaan
kapasitas lapang
Mengetahui banyaknya air dalam tanah yang tersedia bagi tanaman adalah
penting sekali terutama dalam hal penentuan pemberian air (pengairan) pada
tanaman agar supaya tidak berlebihan atau kekurangan.
Banyaknya air yang teersedia bagi tanaman dicari dengan jalan penentuan
kandungan air pada keadaan kapasitas lapang (pF 2.54) dikurangi dengan %
kandungan air pada keadaan titik layu permanen (pF 4.2). dalam hal ini nilai-
nilainya sangat ditentukan terutama oleh tekstur tanah. Tekstur yang lebih halus
maka nilai ini akan lebih tinggi, sebaliknya tanah dengan tekstur lebih kasar nilai-
nilainya akan lebih rendah lagi.
Alat-alat
1 Core sampler/ring sample lengkap dengan pegangan penekannya.
2 Cangkul atau skop dan pisau tajam tipis.
3 Bak perendam terbuat dari logam (moisture tin).
4 Pot tempat tanaman percobaan.
39
5 Pressure membrane appratus atau tabung gelas dengan skat dari keramik untuk
penentuan pF.
6 Oven pengeringan (105oC) lengkap dengan gelas timbangan.
7 Alat pendingin eksikator.
8 Timbangan analitik.
Cara Kerja
1. Contoh tanah utuh (Undistrube soil) yang diambil pada praktikum No.II di atas
kemudian direndam setengah bagiannya dengan air pada bak perendam selama
24 jam. Hal ini dengan maksud agar seluruh pori tanah baik mikro maupun
makro seluruhnya diisi dengan air sehingga dikatakan jenuh.
2. Setelah 24 jam direndam maka contoh taanh ini kemudian dipindahkan ke
dalam tabung glass dengan skat dari keramik untuk diisap dengan kekuatan 1/3
atm, atau dengan daya isap 346 cm kolom air. Dalam hal ini tidak dapat
dilaksanakan, maka cukup dengan mengangkat contoh utuh tanah ini dari
rendaman air kemudian membiarkan air merembes turun karena adanya gaya
gravitasi sampai air tidak menetes lagi, hal ini biasanya dicapai setelah 46 jam
atau lebih.
3. Setelah tercapai keadaan kapasitas lapang, maka contoh tanah ini ditimbang 10-
20 gram kemudian ditentukan kandungan airnya dalam oven pengeruing.
4. Untuk penentuan kandungan air pada keadaan titik layu permanen, yaitu dengan
jalan contoh tanah yang mudah jenuh tadi di masukkan ke dalam alat penetapan
pF (pressure membrane apparatus), yang bertekanan tinggi sampai 15 atm atau
pF 4.2. Kalau cara ini tidak dapat dilakukan maka dengan percobaan tanaman
pada pot sampai tanaman itu mulai layu secara permanen, kemudian tanahnya
ditentukan kandungan airnya, selain dari itu secara kasar juga ditentukan
dengan jalan menggunakan kurva pF asal teksturnya dapat diketahui dengan
pasti, maka % kanungan air pada keadaan titik layu permanen secara kasar
dapat ditentukan.
40
5. Banyaknya air dalam tanah yang tersedia bagi tanaman ditentukan dengan jalan
% kandungan air pada kepastian lapang dikurangi dengan % kandungan air
pada keadaan titik layu permanen.
Data pengamatan dan perhitungan :
Tabel 11. Nilai pF hasil pengamatan
pF
0
pF
1
pF
2
pF
2.54
2982.9 % 2969.4 % 2937.4 % 2295.9 %
pF
0
> pF
1
> pF
2
>pF
2.54
Perhitungan penyebaran pori tanah (pF) :
Berat ring + Tanah (BT) : - pF
0
= 453.2 gr
- pF
1
= 451.2 gr
- pF
2
= 446.5 gr
- pF
2.54
= 352.2 gr
Berat kering mutlak (BKM) = 14.7 gr
KA pada pF = BT pF – BKM x 100 %
BKM
 KA pada pF
0
= 453.2 – 14.7 gr x 100 %
14.7 gr
= 2982.9 %
 KA pada pF
1
= 451.2 – 14.7 gr x 100 %
14.7 gr
= 2969.4 %
 KA pada pF
2
= 446.5 -14.7 gr x 100 %
14.7 gr
41
= 2937.4 %
 KA pada pF
2.54
= 352.2 -14.7 gr x 100 %
14.7 gr
= 2937.4 %
penyebaran pori :
 pF
0
→ tanah jenuh air (2982.9 %)
 pori drainase cepat (> 29,6μ) = pF
0
– pF
2
= 2982.9 % - 2937.4 %
= 45.5 %
 pori drainase lambat (8,6- < 29.6μ) = pF
2
- pF
2.54
= 2937.4 % - 2295.9 %
= 641.5 %

Pembahasan :
Kapasitas kandungan air maksimum adalah jumlah air maksimal yang dapat
ditampung oleh tanah setelah hujan besar turun. Semua pori-pori tanah baik makro
maupun mikro, dalam keadaan terisi oleh air sehingga tanah jenuh air. Kalau terjadi
penambahan air lebih lanjut, akan terjadi penurunan air gravitasi yang bergerak
terus kebawah. Pada keadaan ini air ditahan oleh tanah dengan kekuatan pF=0 atau
0 atm.
Pada perhitungan hasil pengamatan, berat tanah (BT) kurang efisien, hal ini
disebabkan karena tidak diambilnya data berat ring sehingga BT pada perhitungan
hanya berat + tanah tidak dikurangi berat ring.
Dari hasil perhitngan yang ada maka penyebaran pori dapat dibagi dalam
pori drainase cepat, lambat, tersedia dan tidak tersedia. Dalam penyebaran pori pada
42
pori drainase lambat, tersedia dan tidak tersedia nilainya dapat diketahui dari hasil
data yang diperoleh.
Kesimpulan :
 Pada setiap pF dipengaruhi oleh tekstur tanah dimana makin tinggi kandungan
liatnya maka makin tinggi pula kandungan airnya. Sebaliknya, makin tinggi
kandungan pasirnya makin rendah kandungan airnya.
 Mengetahui banyaknya air dalam tanah yang tersedia bagi tanaman adalah
penting sekali terutama dalam hal penentuan pembelian air (pengairan) pada
tanaman agar supaya tidak berlebihan atau kekeurangan
 Nilai-nilai pF yang penting bagi pertumbuhan tanaman berkisar antara 2 – 4
43
PRAKTIKUM VIII
DAYA PEGANG TANAH TERHADAP AIR DAN KECEPATAN
PERGERAKAN
Tujuan :
o Untuk mengetahui kecepatan gerakan air dalam tanah
o Untuk menentukan besarnya daya pegang tanah terhadap air
Teori Dasar
Tanah mempunyai kapasitas yang berbeda-beda untuk menyerap dan
mempertahankan kelembabanya tergantung kepada tekstur, struktur dan kandungan
bahan organic.
Untuk pertumbuhan yang baik atau optimum bagi tanaman diperlukan suatu
keadaan tata air dan udara yang baik dan seimbang sehingga akar tanaman dengan
mudah dapat menghisap unsure hara. Tata air dan udara yang baik ini adalah bila
pori yang terisi air minimum 10 % dan pori terisi udara minimum 10 % atau lebih.
Air tanah merupakan salah satu bagian penyusun tanah. Air tanah hampir
seluruhnya berasal dari udara atau atmosphere. Sebagian dari air hujan yang
merembes ke dalam tanah di sebut air infiltrasi. Sedangkan sisanya mengalir di
permukaan sebagai aliran air permukaan (run off). Air infiltrasi ini, bila dalam
jumlah banyak dan terus merembes ke bawah secara vertical dan meninggalkan
daerah perakaran, disebut air perkolasi, yang akhirnya sampai di pelapisan yang
44
kedap air, kemudian berkumpul disitu menjadi air tanah (ground water). Pergerakan
air yang merupakan peredaran yang berjalan terus menerus sepanjang waktu.
Pembahasan tata air dan udara tanah erat hubunganya dengan pembahasan
penyebaran pori –pori didalam tanah. Terdapat bermacam –macam ukuran pori –
pori tanah yang fungsinya bagi tumbuhan tanaman dapat berbeda-beda. Bermacam
–macam ukuran pori tanah itu dapat di bagi ke dalam pori berguna dan tidak
berguna bagi tanaman. Untuk mengeluarkan air yang sangat sedikit dalam pori ini
(kurang dari 0.2 mikron) diperlukan gaya sebesar 15 atmosphere (pF 4,2) yang
merupakan kekuatan maksimum akar tanaman secara umum. Sedangkan pori – pori
berukuran lebih dari 0.2 mikron adalah pori yang berguna, terdiri dari pori yang
diisi oleh air yang tersedia dan oleh udara tanah dalam keadaan jenuh seluruhnya
diisi air termasuk air drainase untuk pembuangan. Air yang tersedia menempati pori
berukuran antara 0.2 sampai 8.6 mikron sedangkan gaya yang diperlukan untuk
mengeluarkan air ini cukup dengan 1/3 atm (pF 2.54). pori – pori berukuran antara
8.6 sampai 30 mikron disebut pori drainase lambat karena gerakan airnya lambat.
Tanah mempunyai kapasitas yang berbeda – beda untuk menyerap dan
mempertahankan kelembabannya tergantung kepada struktur, tekstur dan
kandungan bahan organik.

Alat- alat:
1. 4 buah tube gelas 20 cm dengan diameter 5 cm
2. 4 buah gabus berlubang untuk sumbat tube gelas
3. Jepitan
4. Silinder 50 cm
5. Karton standar
6. 4 buah standar
7. 4 buah beaker 400 ml
Cara kerja:
Sumbatan setiap gabus berpipa gelas kecil, pada mulut tabung/tube glass,
sebelum disi tanah terlebih dahulu tube diberi kation wool basah bagian bawahnya
45
setebal 1 cm. setelah diisi contoh tanah sampai 5 cm di bawah bibir atas, tube
diletakkan vertical pada pada jepitan standar. Melalui tabung kecil pada sumbat
gabus masukkan 100 ml air ke dalam tube, maka terjadilah gerakan air secara
vertikal, di bawah tube tersebut, disimpan beaker gelas untuk menampung air jatuh,
kemudian lakukan sebagai berikut:
2. Setelah air tidak menetes lagi ke dalam tube, hitung
selisih air dimasukkan (100 ml) dan air yang tertampung dalam beaker.
Nyatakan dalam %, volume air yang diikat tanah dan volume tanah yang
mengikatnya.
3. Sebelum itu diamati dahulu lamanya pergerakan air secara
vertical (infiltrasi) sejak dari permukaan tanah sampai dasar, catat kecepatan
gerakan air dalam mm/jam
4. Hitung bobot isi tanah dalam tabung itu
5. Bandingkan hasil pengamatan ini antara beberapa jenis
tanah biasa dengan tanah pasir, untuk ini maka percobaan dilakukan dengan
memakai beberpa jenis tanah biasa dan tanah pasir
Data pengamatan :
Diketahui : tabung dengan
 d = 26.04 mm
 t = 16.8 cm = 168 mm
 berat = 89.5 g
Volume air awal = 100 ml
Volume tabung = πr
2
t
= 3.14 x (13.02)
2
x 168
= 89506.77 mm
3
= 89.51 cm
3
Bulk Density (BD) = 1 g/cm
3
Berat tanah = BD x volume
= 1 g/cm
3
x 89.51 cm
3
= 89.51 gram
Kecepatan pergerakan air = 16,8 x 100 = 168 = 77.96 mm/menit
46
129.3/60 2.155
Volume air yang dipegang = 100 ml
Volume air yang tertahan = 100 – 75 = 25 cm
3
Persen volume daya pegang air:
v. air yang dipegang 100 ml – v. yang ditampung
=
v. tanah 79,78
100 ml – 60 ml
=
79,78

= 40/79,78
= 0,5014
= 50,14 %
Perhitungan BKU:
Dik = volume: 79,78, BI : 0,85
Dit = BKU……….?
Jawab = BI = BKM/volume
0,85 = BKM/0,85
BKM= 67,813
BKU = 67,813/0,95
BKU = 71,38
Total + daya pegang tanah = 97 menit
Pembahasan :
Pergerakan air yang terjadi dalam tanah pada waktu pengamatan adalah
lambat. Ini menandakan bahwa pori-pori berukuran 30μ dan termasuk tidak jenuh
47
atau disebut juga pori aerasi yang disebabkan karena berisi udara tanah pada tanah
ini terjadi pemadatan.
Untuk menentukan besarnya daya pegang tanah terhadap air (% volume),
mak harus diketahui terlebih dahulu volume air yang diikat dibagi dengan volume
tanah dikali 100 %. Volume air yang diikat didapat dari volume air dikurang
volume air yang keluar. Air yang keluar dari dalam tabung merupakan air yang
tidak tertahan dalam tanah karena semua pori-pori dalam tanah sudah jenuh air.
Kesimpulan :
• Dari hasil pengamatan, didapat bahwa pergerakan air dalam tanah secara
vertical (infiltrasi) adalah lambat.
• Pergerakan air termasuk pori drainase cepat atau tidak jenuh air disebut pori
aerasi yang berisi udara tanah.
• Semua pori-pori tanah baik makro maupun mikro dalam keadaan terisi oleh
air sehingga jenuh air. Hal ini menunjukan besarnya daya pegang tanah
terhadap air.
• Kapasitas menahan air berhubungan dengan luas permukaan adsorpsi dan
volume ruang pori sehingga ditentukan oleh tekstur maupun struktur tanah
48
PRAKTIKUM IX
PENENTUAN WARNA TANAH DI LAPANGAN
Pendahuluan
Warna tanah merupakan kesan pertama dalam hal menilai keadaan tanah
serta pada umumnya. Warna adalah sifat fisik tanah yang penting mudah ditentukan
di lapang. Kadang-kadang warna tanah dijadikan petunjuk mengenal sifat-sifat
khususnya dari tanah yang kita teliti, misalnya.
o warna gelap menunjukan kandungan bahan organik tanah cukup
tinggi sampai sangat tinggi, yang berarti juga tingkat kesuburan
lebih baik.
o Warna merah menunjukan bahwa tanah tersebut sudah mengalami
pelapukan yang lebih lanjut, dsb.
Warna tanah ditentukan dengan cara membandingkan dengan warna yang terdapat
pada buku ”Munsell Soil Color Chart”, warna dinyatakan dalam tiga satuan/kriteria,
yaitu : kilapan (hue), nilai (value) dan korma (chorme), merupakan nama yang
tercantum dalam lajur buku tersebut, kilap berhubungan erat dengan panjang
gelombang cahaya, nilai berhubungan erat dengan kebersihan suatu warna dari
pengaruh warna lain dan kroma yang kadang-kadang disebut juga dengan
kejernihan yaitu kemurnian relatif dari spektrum warna.
Alat-alat :
1. Buku Munsell Soil Color Chart
2. Pisau besar
3. Botol semprotan berisi air, dll.
Prosedur/ Cara kerja
49
1. Dari segumpal tanah asli, diambil agregat yang mewakili (pakai pisau)
sebesar 2-3 cm diameter.
2. Kemudian warna tanah tersebut dibandingkan dengan warna-warna yang
terdapat dalam lembaran buku Munsell Soil Color Chart tadi.
3. Catat satuan/kode yang terdapat dalam lembaran buku ini yaitu kilapaan
(hue) contoh 5 YR, nilai (value) contoh 5 dan kroma (chrome) contoh/6.
4. Sebagai contoh kode warna yang lengkap pada no.3 adalah 5 YR 5/6 yang
berarti yellowish red (merah kekuning-kuningan).
5. Biasanya warna ini dicatat pada dua keadaan yaitu pada keadaan lembab
(wet) dan kering (dry), oleh sebab itu yang kering, agar ditentukan juga
warna lembabnya dengan cara membasahi contoh tanah sedikit.
Catatan :
1. Pengamatan warna tanah ini harus dilakukan di palang terbuka jangan
langsung kena sinar matahari atau dilakukan di tempat yang teduh.
2. Umumnya pengamatan warna ini dilakukan setelah jam 09.00 sampai
sebelum jam 16.00.
3. Para peneliti seharusnya tidak buta warna.
Hasil pengamatan
Penentuan Warna Tanah Di Lapangan
Jenis tanah
Keadaan tanah
Kering Lembab
Top soil 5 YR 3/6 5 YR 3/6
Subsoil 5 YR 3/6 5 YR 4/8
Table hasil penetapan agregat:
Klmp
Stabilitas agregat Warna tanah
Topsoil Subsoil Topsoil Subsoil
Indeks Kelas Indeks Kelas Kering Lembab Kering
Lem
bab
1 12 TM 12 TM
5 YR
3/3
7,5 YR
¾
5 YR
3/6
5
YR
3/4
2 11 TM 13 TM
2,5
YR ¾
2,5 YR
2,5/4
5 YR
4/6
10
YR
4/8
3 10 TM 11 TM
2,5
YR
3/3
5 YR ¾
2,5
YR
3/4
5
YR
2/4
4 13 TM 14 STM 5 YR 5 YR ¾ 5 YR 5
50
3/3 3/4
YR
4/4
5 10 TM 12 TM
7,5
YR ¾
5 YR
3/3
2,5
YR
3/4
2,5
YR
2,5/
4
6 10
RENDAH
12
RENDAH
5 YR
¾
5 YR
3/6
5 YR
3/6
5
YR
4/8
7 11 TM 13 TM
2,5
YR
2,5/4
2,5 YR
3/6
10,5
YR
3/4
2,5
YR
2/4
8 10 TM 14 STM
5 YR
3/4
5 YR
3/3
5 YR
2/5
5
YR
3/4
Pembahasan
Warna tanah dapat mempengaruhi kondisi atau sifat tanah lainnya melalui
pengaruhnya terhadap radiasi energi. Warna-warna hitam atau gelap akan menyerap
lebih lebih banyak panas daripada warna-warna terang atau muda. Oleh sebab itu,
tanah berwarna gelap cenderung lebih panas dibandingkan tanah berwarna muda
apabila langsung kena cahaya matahari atau kalau udara menjadi panas. Begitu pula
energi yang diserap itu akan berbeda pada tiap warna tanah. Sejumlah energi panas
yang terdapat di dalam tanah ini mengakibatkan tingkat evaporasi yang lebih tinggi.
Dari data kestabilan agregat, umumnya tanah yang kami gunakan tidak
mantap. Hal ini dapat diukur dari indeks tanah yang kami ukur. Tidak mantapnya
tanah ini mungkin disebabkan karena tanah yang kami gunakan telah mengalami
pengolahan dimana adanya pengolahan ini menyebabkan struktur tanah juga
mengalami perubahan. Dari praktikum sebelumnya juga dapat kami ketahui bahwa
tanah ini mengandung banyak atau didominasi oleh tipe mineral liat 1:1 atau
podzolik merah kuning. Artinya bahwa tanah ini umumnya memiliki tingakat
stabilitas agregat yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Dari hasil penelitian ini terlihat jelas bahwa tanah-tanah yang didominasi
oleh mineral liat kaolinit (tipe 1:1) seperti tanah podzolik merah kuning ternyata
menunjukkan kemantapan agregat yang rendah sekali dibandingkan dengan tanah
yang terdiri dari mineral liat montmorilonit atau ilit (tipe 2:1). Dengan demikian
tanah-tanah podzolik merah kuning dapat dikatakan paling peka terhadap erosi
akibat tumbukan hujan.
51
PRAKTIKUM X
I. Penentuan Tekstur di Laboratorium
Pendahuluan
Metode ini memberikan angka yang sangat baik untuk tanah-tanah dengan
kandungan bahan organik yang rendah. Untuk tanah-tanah dengan kandungan
bahan organik tinggi, maka perlu dilakukan oksidasi dengan menambahkan H
2
O
2
30
% sebelum pekerjaan penetapan tekstur dilakukan.
Penentuan tekstur cara ini didasarkan pada hukum stokes yang menyatakan
bahwa kecepatan jatuh atau pengendapan dari butiran berbentuk bola merupakan
fungsi dari besar atau diameter butir. Pada tahun 1851 Stokes mengemukakan
formula yang menghubungkan kedua variabel ini sebagai berikut
:
V = 2/9 (d
p
- d)gr
2

n
dimana V = kecepatan jatuh partikel dalam cm/detik, g = percepatan karena
gravitasi, dp = kerapatan partikel, d = kerapatan cairan, r = radius partikel dalam
cm, dan n = viskositas mutlak cairan.
Alat-alat :
1. Gelas piala 400 ml.
2. Alat pengaduk batang gelas atau milk shake.
3. Hidrometer ASTM 152 H.
4. Tabung sedimentasi 1000 ml dan alat penyumbat.
5. Termometer.
6. Bak air pengatur suhu.
Bahan-bahan :
1. I N(NaPO
3
)
6
(Calgon) atau pirofosfat (0,1 N Na
4
P
2
O
7
.10 H
2
O).
2. Amil alkohol (khusus dilarutkan kalau suspensi berbuih).
Cara Kerja :
52
1. Timbang 50 g tanah kering udara (untuk tanah bertekstur kasar gunakan 100
g), masukkan ke dalam gelas piala 400 ml.
2. Tambahkan air destilat sebanyak 200 ml.
3. Tambahkan 5 ml 1 N larutan Calgon atau 30 ml 0,1 N Natrium pirofosfat.
4. Kocok dan aduk sampai merata, tutup dan kemudian simpan selama 15-20
jam.
5. Tuangkan ke dalam mangkuk dispersi dengan bantuan botol semprot.
6. Isi mangkok dengan air destilasi sampai 7,5 cm dari permukaan.
7. Aduk dengan shaker selama 5 menit.
8. Tuangkan seluruh isi mangkok ke dalam tabung sedimentasi, lalu bersihkan
mangkok dengan botol semprot.
9. Isi tabung sampai tepat 1000 ml dengan air bebas ion.
10. Rendam silinder dalam bak air selama beberapa waktu (10 menit) dan catat
suhunya.
11. Angkat tabung dari dalam bak air dan catat waktu.
12. Segera tuangkan lebih kurang 3 tetes larutan amil-alkohol ke permukaan
suspensi untuk menghilangkan gangguan buih yang timbul.
13. Setelah 15 detik masukan hidrometer ke dalam suspensi secara hati-hati
sekali.
14. Baca setelah 40 detik (atau 25 detik setelah hidrometer diamsukkan) dan
catat.
15. Keluarkan hidrometer dan bilas dengan air hingga bersih.
16. Koreksi angka pembacaan dengan cara: untuk tiap derajat (
0
F) di atas 68
0
F
(20
0
C) angka pembacaan dikurangi 0,2.
17. Setelah menjelang 2 jam, hidrometer dimasukkan lagi dan pembacaan
dilakukan tepat pada waktu 2 jam.
18. Ambil hidrometer dan bilas bersih.
19. Tentukan persentase (%) pasir, debu dan liat.
Hasil pengamatan
Data pengamatan
BKM = 5,382
BERAT DEBU LIAT = 31,508
BERAT LIAT = 33,304
PASIR = 7,771
Pembahasan
Secara kuantitatif, tekstur tanah menggambarkan susunan relatif berat fraksi-fraksi
tanah, yaitu pasir, debu, liat. Dari hasil praktikum ini, kami mendapatkan
II. Penetuan Tekstur di Lapang
Pendahuluan
53
Tekstur tanah secara langsung dapat diduga di lapang, walaupun cara ini
tidak teliti seperti analisis di laboratorium, akan tetapi cukup dapat membantu untuk
mengetahui kelas tekstur tanah paling tidak dapat mendekati yang sebenarnya.
Apalagi bila dilakukan oleh yang telah berpengalaman dalam survei tanah, biasanya
dapat menentukan dengan tepat dan dapat memberikan hasil yang sama dengan
hasil laboratorium.
Dalam hal ini selain pengalaman sangat diperlukan juga perasaan yang
tajam.
Alat-alat
1. Bor tanah (apabila dilakukan pengujian tanah >20 cm).
2. Botol semprot plastik berisi air.
3. Serbet/lap tangan.
Prosedur/cara kerja
1. Letakkan sedikit tanah di atas tangan atau diantara jari-jari, basahi sedikit
demi sedikit sampai dicapai keadaan plastik maksimum. Keadaan ini akan
menunjukan saat yang tepat dalam pendugaan tekstur tanah. Rasakan
adanya kekasaran, kelicinan kelengketan dan kekenyalan serta derajat
kemengkilatan tanah dengan ibu jari telunjuk. Perlu diperhatikan hal-hal
sebagai berikut :
Kekasaran
Kekasaran dapat menunjukan tingkat untuk menentukan jumlah
pasir yang terdapat dalam tanah.
Kelicinan
Kelicinan dapat menunjukan keadaan tingkat dalam menentukan
jumlah-jumlah debu, kadang-kadang karena debu yang banyak dan
bergesekan maka akan terasa seperti sabun.
Kelengketan
Kelengketan dan plastisitas adalah penduga kandungan liat dalam
tanah. Bila tanah lebih kenyal maka akan lebih mudah tanah tersebut
dibentuk bola. Permukaan tanah yang mengandung liat akan tampak
mengkilat.
Pengamatan-pengamatan
Setelah merasakan tingkat kekasaran, kelicinan, kelengketan dan
kemengkilapan serta perlakuan-perlakuan terhadap tanah maka
bandingkan hasil perasaan tadi dengan tabel 5, kemudian tentukan
teksturnya.
54
PRAKTIKUM XI
1. Pengukuran Laju Infiltrasi di Laboratorium
Pendahuluan
Pengukuran laju infiltrasi yang dilakukan di lapangan dapat pula di
laboratorium. Pengukua di laboratorium dilakukan pada tanah yang disimpan di
dalam tabung denga bobot isi (B.I) tanah yang dikehendaki. Laju infiltrasi dapat
diukur pada berbagai jenis tanah atau media tanam dengan kepadatan atau obot
isi yang dibuat sesuai dengan di lapangan dalam keadaan alami atau setelah
diolah atau setelah mengalami proses pemadatan.

(1). Cara Tabung Transparan
Alat-alat :
1. Infiltrasi lengkap dengan tabung-tabung infiltrasi yang
trasnparan;
2. Stop watch;
3. Backer glass;
4. Buku catatan;
Prosedur/ Cara Kerja :
1. tanah yang akan diukur laju infiltrasinya diayak degan ayakan
berdiameter 2 mm.
2. Ukerlah isi tabung infiltrasi, dengan mengukur garis tengah dan panjang
tabung yang akan di isi tanah.
3. Tanah yang sudah di ayak tadi di masukan kedalam tabung infiltrasi
yang transparan.
4. Kering udarakan untuk dimasukan kedalam tabung yang kering
udaranya untuk di masukan kedalam tabung yang sudah diketahui
isinya(cm
3
), sesuai dengan bobot isi (g/cm
3
) yang dikehendaki.
55
Sebagai contoh : Setelah diameter dan tingi diukur maka diketahui
umpama isi tabung infiltrasi = 1500 cm
3
bobot isi yang dikehendaki =
0,9 g/cm
3
; maka berat tanah kering mutlak yang harus dimasukkan
adalah =
Sebelumnya tanah kering udara itu ditentukan kandungan airnya,
umpamanya 15 % berat, jadi berat tanah kering udara harus dimasukkan
kedalam tabaung untuk mencapai bobot isi 0,9 g/cm3 adalah=
5. Tanah yang sudah ditentukan berat kering udaranya tersebut, kemudian
dimasukkan kedalam tabung yang dasarnya diberi kertas saring dengan
cara sedikit demi sedikit sambil diketuk-ketuk atau dimanfaatkan agar
tepat masuk semua dan kepadatannya merata keseluruh bagian.
6. Setelah selesai,tabung di isi tanah terus ditampatkan infiltrometer
(gambar 9) sebelum dimulai dengan meneteskan air yang berasal dari
tabung reservoir air di atas, terlebih dulu tanah dalam tabung ditutup
lembaran plastik agar infiltrasi tidak terjadi sebelum air di permukaan
tanah mencapai tepat bibir atas tabung.
7. Apabila air mulai melimpah dari atas bibir tabung, maka infiltrasi
dimulai dengan cara mengangkat lembaran plastik penutup tanah dan
memijit sropwatch. Usahakan agar air diatas tanah tetap.
8. Selanjutnya pengukuran laju infiltrasi air dan perhitungannya sama
dengan dilapangan. Gerakan air vertikal dapat dilihat dengan jelas dan
dapat diukur pada skala.
9. Apabila gerakan air sudah sampai ke dasar tabung dan sudah mulai
menetes (ditampung) maka pemberian (tetesan) air dalam tabung
reservoir dihentikan.
10. Catat pula waktu sejak tetesan pertama keluar sampai tetesan terakhir,
hitung kecepatan ergerakan airnya.
11. Gerakan infiltrasi air sejak air mencapai dasar tabung disebut juga
sebagai gerakan air pada tanah tidak jenuh.
(2) Cara Tabung Besar (Paralon)
Alat-alat :
1. Tabung paralon tebal 4 mm dan berdiameter dalam 20 cm, tinggi 22 cm,
dan bagian bawah pakai tutup.
2. Karet ban penghubung dua tabung paralon.
Prosedur/ Cara Kerja :
1. Caranya sama pada pelaksanaan pada cara (1) butir 1 s/d 5 di atas, hanya
ukuran berbeda dan biasasnya dipake untuk berbagai bobot isi
(kepadatan tanah).
2. Tabung paralon yang sudah di isi tanah dengan bobot isi tertentu
disambung dengan paralon lain yang kpsong dengan bantuan karet ban
supaya bersatu.
3. sebelum air dituangkan kedalam tabung 20 cm di pasang meteran kecil.
4. Pelaksanaannya sama seperti cara di lapangan.
2. Pengukuran Laju Infiltrasi di Lapangan
Pendahuluan
56
Infiltrasi adalah proses masuknya air karena vertikal kedalaman
tanah melalui permukaan tanah. Kecepatan infiltrasi
dinyatakan/dimaksudkan dengan sejumlah air yang masuk ke dalam tanah
melalui permukaan tanah per satuan waktu (jam) per satuan luas permukaan.
Data kecepatan infiltrasi dapat dipergunakan untuk menentukan jumlah air
aliran-aliran permukaan, dan air yang hilang lainnya bagi perhitungan-
perhitungan sehubungan dengan keprluan air infiltrasi bagi pertanian.
Alat-alat :
1. Double ring infiltrometer :
Ring luar berdiameter 45 cm, tinggi 50 cm (ring besar)
Ring dalam berdiameter 30 cm, tinggi 50 cm (ring kecil)
2. Balok kayu 100 cm panjang
3. Palu besi besar atau pali kayu.
4. Penggaris logam/ penggaris plastik 50 cm.
5. Stop watch.
6. Plastik sheet.
7. Double rogarithmic paper.
8. Milimeter paper.
9. Karung goni.
10. Buku catatan.
11. Jerigen plastik 20 liter.
Prosedur/ Cara Kerja ;
Pilih tempat-tempat yang mewakili bagi suatu jenis atau areal tertentu,
pasang ring kecil (ring dalam) tanah berdiameter 30 cm. Letakkan balok kayu
melintang dipermukaan ring dengan bantuan palu, ring secara vertikal dan hati-hati
di masukkan ke dalam tanah sedalam = 10 cm. Setelah terpasang tegak dan tidak
longgar, kenudian bertitik pusat sama, jarak antara tepi ring besar (ring liar) dengan
ring dalam adalah= 7.5 cm. Cara pemasangan dilakukan seperti sebelumnya.
Letakkan plastik sheet di antara bibir ring besar dan kecil dan di dalam ring kecil,
yang diisikan hingga = 5 cm dibawah bibir ring besar. Air yang diisikan dari jerigen
harus jatuh pada plstik sheet secara parlahan-lahan sehingga struktur permukaan
tanah tidak rusak. Lakukan dengancara yang sama untuk pengisian ring dalam
(kecil). Pada saat akan dimulainya pengamatan, permukaan air bagian dalam harus
pada skala nol dari penggaris tadi dan stopwatch, maka dapat dimulai penurunan
dipergunakan. Air dalam ring besar diuap supaya permukaannya lebih sama dengan
permukaan air di ring dalam (ring kecil).
Pengamatan dan perhitungan-perhitungan :
Untuk 2 jam yang pertama sejak percobaan, interval pengamatan harus sependek
mungkin (umpama setiap satu menit atau kalau perlu tiap 15’ ; 30’) tergantung
keadaan tempat atau waktunya.
Pengukuran ini berakhir apabila telah dicapai selisih tiap penurunan air selama kira-
kira 2 jam itu tetap konstan, tapi biasanya dicapai setalah 6 jam pengamatan.
Lamanya pengamatan ini biasanya sangat dipengaruhi / ditentukan oleh tinggi
rendahnya anah dan tekstur tanah.
57
Waktu
pengamatan
(ump.jam)
Interval
(menit)
Total waktu Penurunan
permukaan air
(mm)
Selisih tiap
penurunan
(mm)
9.00 15’ 0
9.15 15’ 15’ a a-0
9.30 15’ 30’ b b-a
9.45 15’ 45’ c c-b
10.00 15’ 60’ d d-c
dst
Apabila pengamatan ini dilakukan di tempat yang sangat terik matahari, maka
pelru dihindari adanya penguapan (evapotrasnpirasi) yang mengacauka data
pengamatan. Untuk mengatasi hal ini maka ring dalam (kecil) sebaiknya ditutup
dengan karung goni yang dibasahi, biarkan sisi-sisi karung terendam air di antara
ring dalam dan luar, tetapi sekali-kali kena pada air di ring dalam.
Penyalinan Data Pengamatan Dalam Grafik :
a. Grafik biasa, berdasarkan hubungan antara selisih tiap
penurunan yang dinyatakan dalam mm/jam dengan lama percobaan. Titik-titik
selisih tiap penurunan total waktu percobaan diplotkan.
b. Penyajian data dengan grafik logaritma ganda.
Kertas yang dipergunakan adalah kertas grafik log-log atau log ganda-ganda
yang menyajikan hubungan antara kecepatan infiltrasi dengan waktu pada
setiap saat pengamatan. Formula yang dipergunakan adalah yang telah
diperkenalkan oleh kostiakov, sebagai berikut :
- Infiltrasi kumulatif (1 kum) = k.t
n
-
Averege infiltration (inf. Rata-rata)
- Instantaneous Infiltrasi (kecepatan infiltrasi pada saat-saat permulaan terjadi =1
lns) =k.n.t
n+1
k = kosntanta nilai k didapat dari/ samadengan laju infiltrasi setelah 1 menit
pertama pecobaan;
n = tg(a)
a = sudut yang dibentuk oleh garis lurus dari fungsi (dalam grafik log-log)
dengan sumbu x.
PRAKTIKUM XII
Penentuan Beberapa Bobot Isi (B.I) Pada Pot Dan Pengaruhnya Terhadap Tanaman
Pendahuluan :
Meningkatnya bobot isi (bulk density) suatu tanah dapat disebabkan oleh
pengaruh pemadatan sedangkan penurunannya karena pengaruh pengolahan
tanah(penggemburan). Terjadinya pemadatan dapat karena pengaruh injakan
manusia, penggunaan alat-alat berat atau akibat pelumpuran, hal ini terjadi terutama
apabila tanah menjadi kering.
58
Media perakaran tanaman merupakan faktor yang penting artinya untuk
perkembangan akar tanaman dan akan menentukan hasil suatu tanaman. Keadaan
fisik tanah yang baik dapat memperbaiki lingkungan penyerapah hara, sehingga
relatif menguntungkan pertumbuhan tanaman.
Apabila terjadi pemadatan pada tanah disamping sulit di tembus akar maka
akan memiliki volume pori aerasi yang lebih sedikit, jumlah pori-pori aerasi relatif
rendah dan dapat menghambat petumbuhan akar, sehingga pertumbuhan dan hasil
tanama mungkin kurang memuaskan.
Alat-alat :
1. Tabung-tabung pot paralon (ukuran besar dan sedang)
2. Ayakan tanah, tongkat dan alat penentuan BI tanah dalam pot
paralon.
3. Benih tanaman : jagung, kedelai, dll.
Prosedur/ Cara Kerja :
1. Siapkan tanah yang sudah di ayak dengan ayakan 2 mm;
2. Ukur garis tengah dan tinggi pot paralon sehingga dapat dihitung
isinya.
3. Setelah isi (volume) por paralon diketahui kemudian ditimbang berat
tanah kering mutlak atau berat tanah kering udara yang harus dimasukkan untuk
mencapai bobot isi (B.I) tertentu secara merata.
4. Setelah setiap pot-pot paralon seluruhnya dipindahkan ke rumah
kaca/plastik dengan hasil-hasil (alat dorong), kemudian disiram air sampai
kafasitas lapang. Untuk mengetahui berapa banyak air untuk menyiram terlebih
dahulu harus ditentukan jumlah air pada kapasitas lapang(lihat praktek pf)
kemudian dikurangi dengan kandungan air yang telah ada dalam tanah .
5. Pot pada no4 yang tanahnya sudah disiram, sekuruhnya ditimbang,
tiap pot dicatat beratnya. Setelah2-3 hari salah satu ulangan contoh pot di ulang
lagi, tentu saja akan berkurang beratnya dari semula karena penguapan
(evapotranpirasi), kemudian disiram air sampai timbangan menunjukkan
timbangan semula (pada keadaan kapasitas lapang), catat jumalah air yang
dipakai untuk menyiram tersebut. Jumlah air yang sudah diketahui itu dipakai
pula untuk menyiram pot-pot lainnya yang perlakuaannya sama.
6. Setelah semua pot paralon disiram air dan segera ditanami biji
jagung atau biji tanaman lainya, pertama ditanam 2 atau3 biji, setelah berumur
hampir dua minggu tanaman muda dimatikan kecuali tanaman yang
pertumbuhannya paling baik. Sebaiknya ada tanaman cadangan untuk
penyulaman.
7. Setiap sebulan atau setiap dua minggu sekali dilakukan pengukuran
ketinggian tanaman. Se3telah tanaman sudah waktu untuk di panen maka
dilakuka pemanenan, kemudian pot paralon dibuka atau kalau memungkinkan
tanah dalam pot didorong keluar untuk mempelajari/ mengamati pertumbuhan
perakaran tanaman sebagai pengaruh dari perbedaan kepadatan tanah atau
perbedaan bobot isi tanah.
59
8. Semua data yang diperoleh dicatat untuk di telaah dan dibuat
laporan kelompok maupum laporan keseluruhan..

PRAKTIKUM XIV
PENETAPAN NILAI COLE TANAH
Dik : BKM = 203,3
BKM + parafin = 260,7
BKU = 116,1
BKU + parafin = 150,2
V.parafin = Massa parafin x konstanta
V.tanah = V.total – V.parafin
BKM (M.parafin) = 260,7 – 203,3
M. BKU parafin = 34,1
V.parafin BKM = 57,4 x 0,8 = 45,92
V. parafin BKU = 34,1 x 0,18 = 27,28
V. BKM = 180 – 45,92 = 134,08
V. BKU = 125 – 27,28 = 97,72

203,3
Bd 150
0
=
134,08
M.cawan = 5,1
M.total sblm dikeringkan = 21,2
M. sblm dikeringkan = 21,2 – 5,1 = 16,1
M. stlh dikeringkan = 16,2 – 5,1 = 11,1
KA = 5/11,1 x 100 % = 45,05 %
100
BI =
100 + 45,05
= 80,04/97,72
= 0,82
1,52
Cole =
3
√ - 1
0,82
= 0,2
60
PENGUKURAN PERMEABILITAS TANAH
Untuk 1 jam I:
Dik : Q = 650
t = 1 jam
l = 3,9
h = 6,5 cm
A = ∏r
2
Dit : K top soil dan subsoil...............?
Jawab :
a. top soil
Q x l x 1
K =
t x h x A


650 x 3,9 x 1
K =
1 x 6,5 x 45,34

= 650 x 0,6 x 0,02 cm/jam
= 7,8 cm/jam
b. subsoil
Q x l x 1
K =
t x h x A


650 x 3,8 x 1
K =
1 x 6,5 x 48,99

= 2470/318,44 cm/jam
= 7,76 cm/jam
Laju permeabilitas
Klmp
Topsoil Subsoil
Nilai Kelas Nilai Kelas
1 0,635 Agak lambat 4,175 Sedang
61
2 13,822 Cepat 0,066 Sangat lambat
3 0,005 Sangat lambat 110,46 Sangat cepat
4 11,23 Agak cepat 0,15 Lambat
5 58,43 Sangat cepat 27,805 Sangat cepat
6 8,19 Agak cepat 0,0044 Sangat lambat
7 0,001 Sangat lambat 5,28 Sedang
8 33,23 Sangat cepat 24,24 Cepat
No.lapisan
1 2 3 4 5 6
0-12
12-40
Simbol lapisan
AP I AP II AP III AP IV AP V AP VI
Dalam lapisan
14 14 26 56 41 38
Batas lapisan
a g c d a g c d a g c d a g c d a g c d a g c d
40-90
Batas topografi
s w i t s w i t s w i t s w i t s w i t s w i t
Warna
(Munsell)
jepang
amerika
Matrix
7,55 YR
3/4
7,55 YR
3/4
7,55 YR
4/4
7,55 YR
4/6
7,55 YR
3/4
5 YR 5/6
96-137
137-
175 karatan
Tekstur
gr gr gr gr gr gr
>175
s cl l s cl l s cl l s cl l s cl l s cl l
si si si si si si
62

faktor produksi yang dapat menghasilkan berbagai produk pertanian. Peranan tanah sebagi alat produks pertanian adalah sebagai berikut :   Tanah sebagai tempat berdirinya tanaman. Tanah sebagai gudang tempat unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman.   Tanah sebagai tempat persediaan air bagi tanaman. Tanah dengan tata udara yang baik merupakan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Pengambilan contoh tanah biasa atau tanah terganggu (disturbed soil) dilakukan di atas permukaan tanah atau horizon/lapisan lainnya, tempat pengambilan berdekatan atau sama dengan pengambilan contoh tanah utuh dan pelaksanaannya mudah sekali. Contoh tanah ini untuk kepentingan analisa kimia dan kestabilan agregat (agregat stability) dan untuk keperluan membuat contoh tanah utuh secara simulasi atau cara tiruan (buatan) dimana bobot isinya disesuaikan dengan keadaan lalmi tanah utuh dilapangan. Tanah yang berada di atas permukaan bumi ini merupakan suatu benda alam yang bersifat kompleks atau memiliki sistem yang heterogen karena tersusun dari tiga fase, yaitu fase padat yang terdiri dari bahan-bahan organik dan organik, fase gas yang terdiri dari udara tanah, fase yang terakhir yaitu fase cairan yang merupakan air tanah yang mengandung bahan-bahan terlarut di dalamnya. Bahan organik terdiri dari sisa-sisa tanaman dan hewan dan jasad-jasad hidup lainnya yang bersifat makro atau mikro, yang hidup dalam tanah. Tanah merupakan media yang baik bagi perakaran tanaman sebagai gudang unsur hara, dan sanggup menyediakan air serta udara bagi keperluan tanaman. Jumlah dan macamnya bahan penyususun tanah tadi bisa bervariasi dari satu tempat ke tempat lain di permukaan bumi sehingga dibedakan satu jenis tanah dengan jenis tanah lainya Alat-alat 1 2 3 Cangkul atau skop dan pisau Kantong plastik Label, spidol dan karet gelang

2

Cara Kerja 1 2 3 4 Pertama-tama permukaan tanah dibersihkan dulu dan rerumputan dan sampah-sampah lainnya. Kemudian tanah dicangkul sampai kedalaman 20 cm dari permukaan. Tanah dimasukkan ke dalam plastik kantong sebanyak ± 1,0 kg (diusahakan agar agregat-agregat tanah jangan rusak atau hancur) Contoh tanah diberi label dibagian luar dan dalam dari kantong plastik tersebut. Hasil Pengamatan Hasil dari praktikum ke lapangan yaitu diadakannya pencangkulan pada tanah di lapang dengan kedalaman sekitar 20 cm, dimana pencangkulan ini di usahakan agar agregat-agregat tanah yang memiliki kemantapan bisa terambil dan hasilnya sekitar 1,0 kg baik dari tanah biasa maupun dari tanah terganggu. Agregat yang diambil diusahakan yang berukuran besar atau bongkahan yang besar. Agregat tanah yang diperoleh dari agregat tanah top soil dan agregat tanah sub soil. Pembahasan Agregat tanah yang terambil berupa bongkahan-bongkahan tanah yang berukuran besar terhitung sekitar 1.0 kg. yang sebelumnya dilakukan pembersihan terhadap permukaan tanah dari rumput-rumputan atau bahan lainnya sebelum dilakuakan pencangkualan untuk memperoleh agregat tanah Hal ini dilakukan agar tanah yang diperoleh benar-benar tanah (biasa) tanpa tercampur dengan yang lainnya. Selain itu juga untuk memperoleh keakuratan dalam percobaan selanjutnya. Pengambilan tanah (biasa) dilapangan ini membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian agar tanah atau agregat-agregat tanah tidak rusak atau hancur. Hal ini karena yang diambil adalah agregat-agregat tanah bukan partikel-partikel tanahnya. Yang untuk percobaan selanjutnya digunakan untuk menentukan kestabilan agregat tanah. Agregat tanah antara tanah top soil dan sub soil berbeda mulai dari warnanya,

3

serta sifat fisiknya. Sedangkan pada tanah sub soil warnanya lebih terang dan umumnya lebih ringan daripada tanah top soil.kandungannya. karena kestabilan agregat-agregat tanah tersebut sudah berkurang. 4 . Kesimpulan : Tanah yang diambil merupakan tanah yang terganggu. Kestabilan agregat terganggu antara lain akibat pencangkulan atau pengambilannya yang menyebabkan tanah sebagian pecah menjadi serpihan-serpihan kecil. Agegat tanah pada tanah top soil umumnya mempunyai warna yang lebih gelap dan lebih berat apabila ditimbang. Sehingga proses pengambilan harus dilakukan sehati-hati mungkin agar diperoleh agregat-agregat tanah yang utuh.

gedung. Mempelajari tanah. baik sebagai suatu alat produksi maupun sebagai suatu benda alamiah yang bermanfaat bagi manusia. perkebunan. penentuan distribusi pori. dan sebagainya. total porositas tanah. Batasan atau definisi tanah yang dilihat dari segi ahli bangunan sudah tentu akan berbeda dengan definisi yang dilihat dari segi ahli pertanian. Berhubung kenyataannya bahwa bagian terbesar dari tanah di atas kulit bumi ini digunakan bagi usaha pertanian secara luas. permeabilitas. kandungan/kadar air yang tersedia bagi tanaman dll. maka sebaiknya pengertian tanah ini dibatasi dari segi pertanian. tergantung dari segi mana tanah itu dilihat. 5 . total porositas tanah. penentuan distribusi pori. seperti penentuan bobot isi tanah (bulk density). seperti penentuan bobot isi tanah (bulk density). penentuan pF. Teori Dasar Pengertian mengenai apa yang dimaksud dengan tanah dapat berbeda-beda. dll ). irigasi. Pengambilan contoh tanah utuh (undisturbed soil sample) adalah penting sekali. permeabilitas. penentuan pF. kandungan/kadar air yang tersedia bagi tanaman. dapat ditujukan ke arah pemanfaatan dalam bidang pertanian ( agronomi.PRAKTIKUM II PENGAMBILAN CONTOH TANAH UTUH (UNDISTURBED SOIL SAMPLE) DI LAPANGAN Tujuan : Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah pengambilan contoh tanah utuh dilapangan untuk analisa sifat fisik tanah. dan kehutanan ) dan bidang civil engineering ( bangunan jalan raya. Tanah di lapangan diambil untuk dilakukan uji analisa kimia dan kestabilan agregat tanah. holtikultura. oleh karena banyak dipakai/diperlukan untuk berbagai analisa sifat fisik tanah.

terbuat drai besi Cangkul atau skop Pisau yang tipis dan tajam atau benang nilon halus Palu drai kayu atau papan Cara Kerja 1 2 Pertama-tama permukaan tanah dibersihkan dulu dari rerumputan dan sampah-sampah.Tanah utuh atau tanah tidak terganggu di lapangan adalah tanah yang benarbenar utuh tidak terganggu oleh faktor luar seperti tumbukan air hujan. 4 Dengan menggunakan tangkai penekan ring sample yang terbuat dari besi. Terlebih dahlu ring dan tutupnya ditimbang beratnya dan dicatat. 3 Lingkaran diluar ring sample ini kemudian digali sehingga terbentuk lubang lingkaran sedalam ± 30 cm. kemudian bawahnya dipotong dengan pisau atau dengan skop atau dengan benang nilon halus. maka ring sample ini ditekan dengan hati-hati secara vertikal.ahan. Ring sample diletakkan pada tanah dengan bagian yang runcingnya di bawah. 6 Ring yang sudah berisi tanah tersebut kemudian diratakan dengan pisau tajam dan tipis sehingga kedua permukaan betul-betul rata dengan kedua 6 . 5 Setelah tanah yang berada di dalam ring sample kira-kira sudah muncul di atas bibir ring bagian atas maka penekanan dihentikan. Alat-alat 1 2 3 4 5 Ring sample (Core sampler) terbuat dari baja atau besi Tangkai penekan ring sample. kalau ternyata sudah keras sedangkan ring masih harus dimasukkan terus maka bisa dipukul-pukul dengan palu kayu perlahan-. kemudian buat lingkaran dengan pusat yang sama dengan ring sample dengan garis tengah 2 kali lebih besar. sehingga dalam pengambilannya benar-benar diperlukan kehati-hatian agar tanah yang diperoleh benar-benar utuh atau tidak terganggu. hal ini dimaksudkan agar ring sample dapat dengan mudah ditekan dan masuk ke dalam tanah.

75 cm 3.9 gr 475.5 gr 462.5 cm T = 3.t Diketahui : Berat ring + tutupnya • Ring 1: W =177.03125 = 174. 7 Ring sample yang sudah berisi tanah utuh ini kemudian dimasukkan ke dalam kotak agar aman dal.1 gr 155.9 cm V = 22 x (3.37 cm3 177.9 cm 3 3.9 7 174.95 7 = 1222.1 g D = 7. Pengambilan tanah utuh RING JARIJARI TINGGI VOLUME BERAT RING + KAP 1 3.5759 cm3 7 • Ring 2 : W = 186. 8 Pengambilan contoh tanah pada kedalaman 0 –25 cm(2x) dan 25-50 cm (2x).0 gr 7 .95 cm V = πr2t = 22 x (3.58 cm3 172.75)2 x 3.1 cm 4 3.5 cm T = 3.1 gr BERAT RING + KAP +TANAH 470. Data Pengamatan Tabel 1.8 gr 186.37 cm3 181.8 g D = 7.95 cm 2 3.75 cm 4.0 gr 471.75 cm 3.4 gr 182.9 cm 2 Dimana volume ring V = πr .75)2 x 3.am pengangkutan dan sedapat mungkin segera dianalisa.bibir ring sample tadi dan setelah itu kedua bagian muka tanah tersebut ditutup dengan tutup ring yang terbuat dari plastik.75 cm 3.21 cm3 172.

3661 cm3 7 Pembahasan Sebelum pengambilan contoh tanah dilakukan.75)2 x 4. Ring sampel yang sudah berisi tahah tersebut sebaiknya juga diletakkan di dalam sebuah kotak agar aman dalam pengangkutan dan sedapat mungkin untuk segera dianalisis.4 g (Top Soil) D = 7.4375 = 181. Ring yang telah diratakan bagian atasnya kemudian ditutup dengan penutup ring sehingga tanah yang terdapat di dalam ring merupakan contoh tanah yang benar-benar utuh tidak terganggu sifat-sifat fisiknya.75)2 x 3.1 7 = 1268. Pada ring tersebut tanah yang diambil merupakan tanah bagian atas (top soil) yang ditempatkan di dua ring dan untuk ring yang lain diisi dengan tanah pada bagian tengah tanah (sub soil) yang ada pada kedalaman sekitar 30 cm dari permukaan tanah. 8 .5 cm T = 4. sehingga tanah benar-benar tanah utuh.5625 = 172.3661 cm3 • Ring 3 : W = 155.1 g (Sub Soil) D = 7.= 172. ring dan tutupnya harus ditimbang terlebih dahulu.1 cm V = 22 x (3. Ini bertujuan agar ring tersebut tidak tertukar antara tanah top soil dengan tanah sub soil. Setelah ditutup kemudian masing-masing ring diberi label.2054 cm3 7 • Ring 4 : W = 182.9 7 = 1206.5 cm T = 3. sehingga kita dapat mengetahui berat tanah yang kita ambil sebagai sampel.9 cm V = 22 x (3.

distribusi pori. porositas.Kesimpulan : Pengambilan tanah dengan menggunakan ring merupakan tanah utuh atau tanah tidak terganggu (Undisturbed soil) dimana dalam pengambilannya diperlukan ketelitian dan kehati-hatian sehingga tanah yang diambil merupakan tanah yang benar-benar utuh. Dengan contoh tanah ini kita bisa mengetahui bobot isi. permeabilitas. pH. PRAKTIKUM III PENENTUAN KANDUNGAN AIR TANAH 9 . kandungan air tanah yang tersedia bagi tanaman pada lahan yang kita amati atau kita analisis.

Kadar air tanah dapat diketahui berapa jumlah air tersedia bagi tanaman.25. atau perbandingan berat air tanah terhadap berat tanah kering mutlak (U)  Ba  (U) =   Bp  x100%    Nilai U ini pada umumnya disebut persentase kandungan air berdasarkan berat tanah kering. Dalam air tanah terlarut unsure hara yang masuk (terhisap) bersama-sama air melalui akar ke tanaman. yaitu :    Air adhesi Air higroskopis Air kapiler Air tanah seperti fase cairan mengisi sebagian atau seluruh rongga pori-pori yang terdapat di antara butir-butir tanah atau dalam agregat tanah. Yang disebut tanah kering di atas dapat diartikan sebagai tanah yang telah dipanaskan 10 . Air tanah penting bagi pertumbuhan tanaman. bergantung pada bobot isinya. karena sebagian terbesar dari tanaman adalah air yaitu sekitar 90 %. Teori Dasar Air di dalam tanah menurut jumlahnya dan keadaannya dibagi ke dalam tiga keadaan air tanah. Nilai U pada tanah mineral pada keadaan jenuh air biasanya berkisar antara 0. Terutama di daerah trofis air hujan merupakan sumber yang terbanyak yang jatuh di permukaan bumi.60 atau 25 %. kadar airnya bisa mencapai lebih dari 100 %.60%.0.tanah organik seperti tanah gambut. yaitu merupakan larutan dari berbagai senyawa-senyawa dan garam yang biasa larut dalam air.Tujuan : Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah untuk menentukan kelembaban (kadar air ) tanah dengan cara gravimetric water content dan volumetric water content. Air dalam tanah berasal seluruhnya dari udara atau atmosfer. Pada tanah. Penentuan kadar air tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara: (1) Cara “gravimetric water content” yaitu perbandingan berat air tanah terhadap berat tanah kering udara (lembab).

disini berat udara dianggap hampir sama dengan 0 oleh sebab itu dapat diabaikan. yaitu perbandingan volume air tanah terhadap volume tanah. apabila alat brabender tidak ada. kelembaban tanah dapat langsung diketahui setelah 24 jam sebelumnya tanah seberat ± 10 g dimasukkan kedalamnya. (2) Cara “volumetric water content”. Alat-alat 1 2 3 4 5 Alat pengukur kelembaban tanah Brabender atau lainnya (oven) Timbangan analitik dan pemanas oven Alat eksikator Tangkai capitan Botol timbang 20 ml ) X 100 % Cara Kerja Untuk menentukan kadar air tanah dipergunakan alat yang disebut Brabender. maka dipergunakan oven dengan prosedur sebagai berikut : 11 . Untuk masing-masing cara penentuan kadar iar tanah dapat diuraikan sebagai berikut : Perbandingan berat air terhadap berat tanah basah(X) Ba X = ( Ba + Bp Nilai x ini merupakan perbandingan antara berat air terhadap berat tanah keseluruhan yaitu Bp + Ba + Bu. Akan tetapi.dengan jalan disimpan ke dalam oven pada suhu 1050 C pada tekanan atmosfer sampai mencapai berat tetap. Dirumuskan sebagai berikut:  Ia  Kandungan air tanah (% isi) =   x100 %  It  Kelembaban (kadar air) tanah dinyatakan dengan persen (%) dan bisa mencapai lebih dari 100 %. Tanah yang kandungan liatnya tinggi sekali pada keadaan tersebut masih mengandung air.

3 Keesokan harinya ditimbang lagi dengan cara yang sama.2571 g  Berat tanah : . kemudian masukkan ke dalam oven dengan pemanasan 105° C (sebaiknya dua kali/duplo) namun dalam praktikum kali ini hanya dilakukan satu kali. berat kering tanah PERLAKUAN Sebelum dioven Setelah dioven TOP SOIL 10.5901 g .Top soil = 10 g . Berat tanah terakhir ini disebut berat tanah kering mutlak dan dianggap airnya sudah menguap semua. 2 Setelah > 24 jam tanah dalam cawan dikeluarkan dari oven kemudian disimpan di eksikator. Hasil penimbangan tanah + cawan (sebelum dioven) : 12 .0000 gr 7. masukkan tanah seberat 10 g kedalamnya.Sub soil = 4. Hasil Pengamatan Dari praktikum penentuan kadar air tanah sebelum dioven diperoleh bahwa :  Berat cawan : .Sub soil = 10 g  Berat ring + tutup + tanah : Ring 1 = 470.0000 gr 8. setelah beberapa saat dan cawan dingin kemudian ditimbang.Top soil = 4.2489 gr SUB SOIL 10. angka dicatat.2987 gr Dari table diatas dapat diuraikan sebagai berikut : A. angka dicatat.1 Timbangan berat cawan (g). penimbangan ini dilakukan beberapa kali sekurang-kurangnya 3 kali penimbangan terakhir diperoleh berat contoh tanah tetap atau konstan.0 Ring 2 = 471.5 Ring 3 = 462.0 Data pengamatan : Table 2.9 Ring 4 = 450.

2571 gram = 7.2489 gram • (Berat cawan 2 + tanah (sub soil 1)) – cawan = 11.2571 gram Berat cawan 1 + tanah (top soil 1 ) = 14. Sub soil = (berat tanah + cawan sebelum dioven – berat tanah + cawan setelah dioven) = 14. • Berat cawan 1 + tanah (top soil 1 ) = 12.8390 = 1.7511 gr 2.Berat cawan 1 = 4.8390 gram Berat cawan 2 + tanh (sub soil 1) = 11. Top soil = (berat tanah + cawan sebelum dioven – berat tanah + cawan setelah dioven) = 14.5901gram = 8.5901 gram Berat cawan 2 = 4. Berat cawan + tanah (setelah dioven) = • • C. Hal ini disebabkan karena 13 .7013 gr Pembahasan Dari hasil praktikum yang telah dilakukan diketahui bahwa kandungan air tanah untuk tanah top soil lebih kecil dari tanah sub soil.2571 gram B.5901 – 12. Berat kandungan air tanah 1.5558 gram – 4.2571 – 11.5558 = 2.8390 gram .5901 gram Berat cawan 2 + tanh (sub soil 1) = 14.5558 gram (Berat cawan 1 + tanah (top soil 1 )) – cawan Berat tanah setelah pengovenan : = 12.2987 gram D.4.

Pori-pori makro lebih banyak terdapat di top soil 3. Jika terjadi penambahan air lebih lanjut. akan terjadi penurunan air gravitasi yang bergerak terus ke bawah. Kesimpulan : 1. Pada keadaan ini air ditahan oleh tanah dengan kekuatan pF = 0 atau 0 atm. Kandungan air sub soil lebih besar dibandingkan top soil 2.pada lapisan tanah top soil lebih banyak mengandung bahan organik. Sedangkan pada lapisan tanah sub soil pori-pori tanah baik makro maupun mikro dalam keadaan terisi oleh air sehingga tanah jenuh air. Pori-pori makro yang telah ditinggalkan air akan di isi oleh udara PRAKTIKUM IV PENENTUAN BOBOT ISI TANAH (BULK DENSITY) Tujuan : Praktikum ini bertujuan untuk menentukan bobot isi tanah (Bulk density). Teori Dasar 14 .

7 – 1. Gunanya menentukan bulk density adalah untuk : 1.35 g/cm3. Tanah tersebut harus dalam keadaan tidak terganggu (utuh). maka penentuan volumenya dilakukan dengan cara menimbang berat bongkah tanah tersebut di dalam air. Tanah berpasir ρ b-nya dapat mencapai nilai 1. 4. Bila contoh tanah hanya merupakan bongkahan (clod) yang bentuknya tidak beraturan. Deteksi adanya lapisan padas dan tingkat perkembanganya.3 – 1. Bp Yaitu : ρ b = Bp = ………………… g/cm3 It Ip + Iu + Ia Untuk tanah-tanah yang isi ruang porinya sama dengan setengah isi total tanah. Tanah-tanah mineral nilainya berkisar antara 0. adalah perbandingan antara berat suatu masa tanah dengan keadaan kering mutlak dengan volumenya. Makin Menentukan adanya kandungan abu volkan dan batu apung yang Menunjukkan tingkat pelapukan batuan Evaluasi terhadap kemungkinan akar menembus tanah Evaluasi perubahan volume tanah karena proses pembentukan tanah. Metode penentuan bulk density yang paling sering dilakukan adalah dengan ring sample atau dengan metode clod.5 g/cm3. Contoh tanah yang dikirim ke laboratorium harus dalam keadaan alami dan struktur tanah tidak terganggu. sedangkan tanah lampung dan liat berkembang makin tinggi bulk densitynya cukup tinggi akibat penambahan pencucian dari horisan-horisan tertentu 15 . Contoh tanah yang diambil dengan Core Sampler akan memudahkan perhitungan volume dan bobot isi tanah tersebut. gumpalan tanah dicelupkan ke dalam cairan plastic kemudian ditimbang biasa (di udara) dan di dalam air untuk mengetahui berat dan volume dari clod tersebut. Satuan bobot isi tanah dinyatakan dalam g/cm3.6. 3.Bobot isi (B. yang sebelumnya dilapisi tanah dulu dengan lilin/paraffin untuk menghindarkan penyerapan. maka ρ b sama dengan setengah p. Bobot isi kering (dry bulk density) : ρ b. 2. yaitu sekitar 1.I) tanah yang biasa juga disebut sebagai “apparent density”. Pada metode clod. 5.

dan kandungan air tanah.68 .22 0. Nilai ini banyak dipergunakan dalam perhitungan-perhitungan seperti dalam penentuan kebutuhan air irigasi.86 0.02 – 1. Oven pengering sampai 105oC.0. Yang paling sering dipakai adalah bobot isi kering yang umumnya disebut bobot isi saja. bahan organic. Bobot isi (gr/cm3) 1. diantaranya pengolahan tanah. Nilai bobot isi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Bobot isi basah (wet bulk density) . Cangkul/skop.21 Cara Kerja 16 .14 .35 1.48 1. Pisau tipis tajam dan Moistur tin.11 0.0.97 – 1.1 g/cm3.nilainya dapat mencapai 1. pemupukan. Core sampler atau ring sampler. ρ t Bt Yaitu : ρ t = It = Ip + Iu + Ia Bp + Ba ………………… g/cm3 Besaran ini menyatakan bobot total tanah. struktur. dan lain-lain. Struktur tanah mempunyai pengaruh penting terhadap bobot isi ini.07 – 1.42 0.37 0.98 – 1. pemadatan oleh alat-alat pertanian. Jenis tanah Podsolik merah kuning (ultisol) Regosol (entisol) Aluvial (entisol/inseptisol) Grumusol (vertisol) Mediteran (alfisol/inseptisol) Latosol (inseptisol) Gley humus rendah (gleisol) Andosil (inseptisol) Organosol (histosol) Alat-alat 1 2 3 4 5 6 Timbangan listrik dengan ketelitian dua desimal. Dessicator.10 – 1. pengolahan tanah.48 0. yaitu padat dan air per satuan isi. tekstur.93 – 1.90 – 0.

1 Contoh tanah utuh yang diambil dilapangan dengan cara praktikum no.0 100 % + 33 % = Garis tengah ring sampler 7.5 7. Berat tanah dan Ukuran Ring Tanah Diameter (cm) Top soil Sub soil Perhitungan • TOP SOIL 7.4 cm. maka berat tanah kering mutlak adalah sebagai berikut: 100 % x 250 gram = 188.I  188.5cm 3 = 1.2 172.0 g 3 =  163.9 450.15 g / cm     Data Pengamatan dan perhitungan Tabel 5.5 cm 3   7     Jadi isi ring = Jadi B.1 Berat ring + kap + tanah (gr) 462.8 cm.4 182. 2 Dengan mengetahui kandungan air tanah (% berat) maka dapat dihitung berat tanah kering mutlak.8 =163. kandungan air tanah = 33 %.5 Tinggi (cm) 4. kemudian dikurangi oleh berat ring dan tutup maka akan diperoleh berat tanah kering udara.7 ) x 3.   22   2    x ( 3. tinggi ring = 3.9 Berat ring + kap (gr) 155. Contoh: Berat tanah kering udara = 250 gram.0 Volume Ring (cm3) 181.4 17 .1 3.2 di atas kemudian ditimbang keseluruhan (tanah+ring+tutup) dengan timbangan duduk.

40 g/cm3 181.23 % 8.5901 – 12.65 = 1.7511 g Kadar air Top soil = 1.7511 x 100% = 21.21 • SUB SOIL 18 .8390 = 1.5 = 253.8390 gram = 14.5 gram Berat air = Berat tanah – Berat tanah setelah di oven = 14.4375 = 181.75)2 x 4.23%  Jadi Bobot Isi tanah tersebut = Berat tanah kering mutlak Volume = 253.5901 gram = 12.Diketahui : Berat cawan Berat tanah setelah di oven + cawan Berat tanah sebelum di oven Ditanyakan : Berat Bobot Isi ?  Isi/Volume Ring V = πr2t = 22 x (3.1 7 = 1268.2054 cm3 7  = 4.5901 gram Berat kering udara (BKU) = Berat ring total – berat ring = 462.4 = 307.2489    Berat tanah kering mutlak (BKM)) : = 100% x 307.65 g 100% + 21.9 – 155.

7013 g Kadar air Sub soil : = 2.37 x 267.2987  Berat tanah kering mutlak (BKM) : = 100% 100% + 37.2571 gram Berat tanah setelah di oven = 11.40 1. Data kelas (bobot isi) Kelompok 1 2 3 4 5 6 1.9 = 195.13 Top soil (gr/cm3) 1.9 7 = 1206.01%  Jadi Bobot Isi Tanah tersebut = 195.75)2 x 3. 53 g : Bobot isi tanah ? Tabel 6.01 % 7.2571 gram Ditanyakan Jawab:  Isi/Volume ring V V = πr2t = 22 x (3.5558 = 2.2571 – 11.38 Sub soil (gr/cm3) 1.13 g/cm3 172.18 19 .5558 gram Berat tanah sebelum di oven = 14.3661 cm3 7   Berat air = 14.53 = 1.7013 x 100 % = 37.5625 = 172.Diketahui : Berat cawan = 4.

tekstur.95 – 1. Dimana untuk mengetahui berat kering mutlak harus diketahui nilai kandungan air tanah (spesifik gravity) terlebih dahulu. Bobot isi yang dimaksud disini adalah nilai bobot isi kering (Dry bulk density).7 8 9 Rata – rata Pembahasan : Perbandingan antara bobot isi lapisan tanah top soil dan lapisan tanah sub soil menunjukan bahwa lapisan top soil memiliki bobot isi lebih besar dibandingkan dengan lapisan sub soil. tanah yang diambil harus dalam keadaan utuh/tidak terganggu agar hasil pengamatan yang diperoleh tidak menyimpang dari nilai bobot isi yang berkisar antara 0.7 – 1. Bobot isi tanah dapt dihitung bila diketahui berat kering mutlak dan volume ring yang digunakan.19 gr/cm 3 (top soil) dan 0.46 gr/cm3 (sub soil).13 gr/cm3 untuk sub soil. 1. Dari hasil perbandingan dengan kelompok lain dapat disimpulkan bahwa nilai bobot isi berada pada nilai 0. Kesimpulan : Nilai bobot isi yang diperoleh. Pada pengamatan. Nilai bobot isi biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pengolahan tanah.5 gr/cm3 ( sebagai nilai perbandingan).40 gr/cm3 untuk top soil dan 1.72 – 1. Perhitungan kandungan air tanah ini telah dilakukan pada percobaan sebelumnya. struktur. bahan organik. 20 . dan kandungasn air tanah.

PRAKTIKUM V PENENTUAN TOTAL POROSITAS DAN PENYEBARAN PORI TANAH Tujuan : Menentukan total porositas dan distribusi dari pori tanah Teori Dasar 21 .

Dalam pemantauan total porositas tanah ini sebaiknya ditentukan dahulu nilai kepadatan partikel tanah (particle density). Kepadatan partikel tanah ini adalah masa tanah kering persatuan volume tanah bebas udara, satuannya adalah g/cm3. Kepadatan partilel tanah-tanah mineral banyak diteliti dan hasilnya hampir sama yaitu berkisar antara 2.6 – 2.7 g/cm3. Kepadatan partikel tanah yang tidak atau sedikit kandungan bahan organiknya mendekati atau sama dengan 2.7 g/cm3, tanah dengan kandungan bahan organiknya sedang 2.65 g/cm3, dan untuk tanah dengan kandungan bahan organiknya tinggi nilai ini akan lebih rendah lagi yaitu 2.6 g/cm3. Total porositas tanah (soil porosity) daalm keadaan alami dinyatakan sebagi persentase volume total pori (rongga) yang diisi oleh udara dan air diantara partikel tanh berdasarkan nilai bobot isi dan kepadatan partikel (particle density). Pori-pori tanah adalah bagian tanah yang tidak terisi bahan padat tanah (terisi oleh udara dan air). Pori-pori tanah dapat dibedakan menjadi pori-pori kasar dan pori-pori halus. Pori-pori kasar berisi udara atau air gravitasi, sedang pori-pori halus berisi air kapiler atau udara. Tanah-tanah pasir mempunyai pori-pori kasar lebih banyak daripada tanah liat. Tanah dengan banyak pori-pori kasar kulit menahan air sehingga tanaman mudsah kekeringan. Tanah-tanah liat mempunyai pori total, lebih tinggi dari pada pasir. Porositas tanah dipengaruhi oleh : • • • Kandungan bahan organic Struktur tanah Tekstur tanah Porositas tanah tinggi kalau bahan organic tinggi. Tanah-tanah dengan struktur granuler atau remah, mempunyai porisitas yang lebih tinggi dari pada tanah-tanah dengan struktur massive. Tanah dengan tekstur pasir banyak mempunyai pori-pori makro sehingga sulit menahan air. Dalam mengamati pori-pori tanah ada beberapa hal yang harus dicatat yaitu : ukuran, jumlah, kesinambungan, bentuk, orientasi, dan letak. Ukuran dibedakan menjadi beberapa kelas yaitu : • • Sangat halus 0.1-0.5 mm Halus 0.5-2.0 mm

22

• •

Sedang 2.0-5.0 mm Kasar > 5.0 mm Pori-pori kasar yang ukuranya lebih dari 10 mm harus disebut kisaran

ukuranya. Rongga-rongga yang terbentuk karena tanah yang retak bila tanah kering harus disebutkan pula ukuranya. Jumlah pori taanh dibedakan sesuai dengan ukuran dan jumlah pori-pori per dm2. Klasifikasinya dalah sebagai berikut : Tabel 7. Ukuran pori tanah Sangat halus (0.1-0.5 mm) Halus (0.5-2.0) Sedang (2.0-5.0) Kasar (5.0-10.0) Kesinambungan pori-pori tanah sangat penting karena menentukan apakah air atau udara dapat bergerak dengan baik di dalam tanah atau tidak. Dibdakan menjadi beberapa kelas yaitu : • Tidak menyambung Masing-masing pori tanah tidak dihubungkan satu sama lain oleh rongga yang berukuran lebih dari 0.1 mm • Agak menyambung Masing-masing pori tanah dihubungkan oleh rongga yang berukuran lebih dari 0.1 mm, tetapi ukuran rongga penghubung tersebut paling besar dua tingkat lebih kecil dari ukuran pori-porinya sendiri. Karena itu istilah ini hanya berlaku untuk pori-pori sedang dan kasar. • Menyambung Masing-masing pori tanah Bentuk pori-pori tanah dibedakan sebagai berikut : • Vesikular Sedikit <25 <10 <1 <1 Sedang 25-200 10-50 1-5 1-2.5 Banyak >200 >50 >5 >2.5

23

• •

Tidak teratur Tubular

Alat-alat 1 2 3 4 5 6 7 Ring Sampler atau Cangkul/skop. Oven pengering, 105oC Dessicator pF meter Timbangan analitik Pisau tipis tajam

Cara Kerja 1 2 3 Tentukan bobot isi tanah (bulk density) dengan cara seperti pada praktikum No. VI di atas. Untuk nilai kepadatan patikel (particle density) dipakai angka 2.65 (nilai real density). Untuk perhitungan dipakai rumus di bawah ini : Total porositas tanah (f) =

3     1,0 − Bulk density g / cm 3)  x 100 %  = 55 %   Particle density g / cm )   

(

(

Penentuan Penyebaran Pori Tanah : Pembagian ukuran pori tanah yang terpenting adalah < 0.2 mikron = pori tidak berguna. Pori air berguna bagi tanaman : 0.2 s/d 8.5 mikron 8.5 s/d 29.6 mikron ≥ 29.6 mikron = pori air tersedia bagi tanaman = pori drainase terlambat = pori drainase cepat.

24

54) Pori drainase cepat (pori > 29.6 mikron).0 – 42.0) Kapasitas lapang (pF 2.0 25 . Umpama kandungan air pada kapasitas lapang (pF 2.7– 29.0) Pori drainase lambat (pF 2.0 = 8.8 g/m3). berarti jumlah kandungan air dalam keadaan jenuh air = 55% isi.2 s/d 8.8–50. Secara rinci.6 mikron menunjukkan jumlah air dalam keadaan kapasitas lapang.54) = 45% isi (berarti 45% pori antara 0 s/d 8.2 s/d 8. Jadi jumlah air tersedia 45% .2 mikron). Contoh perhitungan : Umpama total porositas tanah 55% isi. pada titik layu permanen 25% vol (berarti 25% pori antara 0.8 tinggi) 50.0=19.0 69. sedang kandungan air drainase seluruhnya = 55% -45% = 10% isi (berarti 10 % pori di atas 8. Jumlah pori dari 0.6 mikron).8 Perbandingan penyebaran pori (% Isi) 1 2 3 4 5 Kandungan air (jenuh) atau ruang pori total aerasi) Kandungan air (pF 2.7 42.0 50.25% =20% isi (berarti 20 % pori antara 0. Jumlah pori dari 0 s/d 8.7 0 – 29.7 8.6 mikron menunjukkan jumlah air tersedia bagi tanaman.7 0 -8.6 mikron). kandungan air dihubungkan dengan perbandingan pori (BI = 0. No Jenis pori tanah Ukuran pori (mikron) maksimal Seluruh pori Kadar air (% isi) 69.Total porositas berarti sama dengan jumlah air yang dapat mengisi pori-pori tanah apabila tanah dalam keadaan jenuh air.

0 – 0 = 24.0 tinggi) 24.2 24.0 42.0 −  x 100 %  3   Particle density g / cm )    ( ( = [1.7 0 – 0.0 – 0.1 53.2 < 0.53] x 100 % = 53 % Tabel 8.0 Hasil Pengamatan Menghitung porositas tanah TOP SOIL 3     1.3 49.2 26 .26/2.35/2.0 – 1.0 − Bulk density g / cm 3)  x 100 %  f=   Particle density g / cm )    ( ( = [1.0 – 1.65] x 100 % = [1.7 Sub soil (%) 56.2 – 8.0–24.49] x 100 % = 49 % SUB SOIL   Bulk density g / cm 3 )  f =  1.0 – 0.BI/BJP] x 100 % = [1.3 51.47] x 100 % = [0.5 54.0=18.2) Pori air tidak tersedia 0.0 . Data kelas (total porositas tanah) Kelompok 1 2 3 Top soil (%) 61.51] x 100 % = [0.0 .6 7 8 Pori air tersedia Titik layu permanen (pF 4.BI/BJP] x 100 % = [1.65] x 100 % = [1.

Kesimpulan : 1.65 gr/cm3 dengan kandungan bahan organic sedang (tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi). Untuk menentukan total porositas tanah harus diketahui dulu nilai partikel density yang merupakan nilai rata-rata dari kepadatan partikel tanah mineral (2. Total pori pada tanah sub soil lebih besar bila dibandingkan pada tanah top soil.0 49.73 55.9 64. Tanah bertekstur halus akan mempunyai persentase ruang pori total lebih tinggi daripada tanah bertekstur kasar walaupun ukuran pori tanah bertekstur halus pada umumnya berukuran pori mikro.3 60.9 57. 27 .5 53.6 58.4 5 6 7 8 Rata-rata Pembahasan 59. Ukuran dan total porositas tanah yang tinggi ditentukan pada bagian mana tanah tersebut diamati (top soil dan sub soil) 2.13 Perbandingan nilai porositas tanah antara lapisan top soil dan sub soil dari hasil percobaan yang dilakukan menunjukan bahwa nilai porositas tanah lapisan sub soil lebih besar dibandingkan top soil. Total porositas tanah adalah jumlah total pori yang dapat diisi oleh air atau udara yang dinyatakan dalam persen.4 54. Total pori yang kami peroleh pada sub soil lebih besar (53 %) bila dibanding denagn top soil (49 %).0 42.7 g/cm3) secara umum yaitu 2. Hal tersebut tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dilapangan.1 67.0 58.6-2.

karena tipe struktur tanah ditentukan oleh jumlah dan sifst agregat. 28 . Mekanisme pembentukkan agregat-agregat ini merupakan fase penting dalam masalah struktur tanah.PRAKTIKUM VI PENENTUAN KESETABILAN AGREGAT TANAH 1 Metode Pengayakan Kering dan Basah Tujuan : Menentukan kesetabilan agregat tanah dengan metode pengayakan kering dan basa juga metode Loveday. Teori Dasar Agregat tanah terdiri dari pengelompokkan erat sejumlah butir-butir primer tanah.

yang dapat dipakai dalam penilaian struktur tanah. daya aliran permukaan (erosi) atau akibat penggunaan alat-alat mekanik berat. 2.76 mm. Pengayakan kering. Agar dapat dipakai dalam penilaian di lapangan. Kemantapan agregat tanah adalah ketahanan agregat tanah terhadap daya penghancuran agregat tersebut. maka prinsip analisis agregat didasarkan pada kemungkinan agregat di lapangan. Agar dapat dipakai dalam penilaian di lapangan. faktor biotik dan pengolahan tanah. Analisis agregat dapat dilakukan terhadap distribusi dan kemantapan agregat. daya aliran permukaan atau akibat penggunaan alat-alat mekanik berat. Penetapan kemantapan agregat secara kuantitatif di laboratorium dilakukan dengan metode pengayakan kering dan basah. kelembaban. maka prinsip analisis agregat didasarkan pada kemungkinan kerusakan agregat di lapangan. Cara Kerja a. kation-kation pada kompleks jerapan.Pembentukan agregat tergantung pada terdapatnya butir-butir primer yang dapat beragregasi.83 mm. 2. yang dapat dipakai dalam penilaian struktur tanah. di bawah ayakan ini berturut-turut terdapat ayakan-ayakan 4. 2 mm. Analis agregat dapat dilakukan terhadap distribusi dan kemantapan agregat. bahan organik. Sedangkan faktorfaktor yang mempengaruhi perkembangna agregat adalah tekstur. Pada umumnya penyelidikan dilakukan di laboratorium. 29 . Pada umumnya penyelidikan dilakukan di laboratorium. 1. antara lain oleh pukulan butir hujan. penggumpalan dan penjonjotan butir-butir tanah. serta sementasi dari bahan-bahan yang menggumpal menjadi agregat yang stabil. antara lain oleh pukulan butir hujan. Pada uraian selanjutnya dibatasi pada kemantapan agregat dan cara penetapannya. Contoh tanah dengan agregat utuh (contoh bongkah) dikering-udarakan (jangan ditumbuk). Tanah kira-kira 500 g tanah kering udara di atas ayakan 8 mm. dan 0 mm.

5 cm).83 mm= 100 g Agregat antara 2. banyaknya disesuaikan dengan perbandingan ketiga agregat tersebut dan totalnya harus 100 gram. 4. 6. Persentase agregasi = 100% dikurangi dengan % agregasi lebih kecil dari 2 mm. Masing-masing fraksi agregat di timbang. Ulangi pekerjaan ini sebanyak 4 kali. kecuali agregat lebihkecil dari 2 mm.76 dan 2. 2.83 dan 2 mm Total Pekerjaan ini dilakukan sebanyak 4 ulangan. Tumbuk tanah (ad 2) dengan anak lumpang (alu kecil) sampai semua tanah turun melalui ayakan 8 mm. 5. Teteskan air pada tanah dalam cawan nikel sampai kapasitas lapang dari buret setinggi 30 cm dari cawan sampai ujung penetes buret.5 cm. Misalnya : Pengayakan 500 gram tanah diperoleh :    Jadi :    Agregat antara 8 dan 4.83 dan 2 mm = 75 g Maka perbandingannya adalah 8 : 4 : 3 30 . Pengayakan Basah : 1.76 mm Agregat antara 4.76 mm = 200 g Agregat antara 4.76 dan 2. Gerak-gerakan ayakan ini dengan tangan 5 kali.3. ditimbang dan masing-masing dimasukkan ke daalm cawan nikel (diameter 7. tinggi 2. b. = 53 g = 27 g = 20 g = 100 g Agregat antara 8 dan 4. Agregat-agregat yang diperoleh dari pengayakan kering (pekerjaan 5).83 mm Agregat antara 2. kemudian nyatakan dalam %.

7.46 mm di atas ayakan 4. Gambar 3.83 dan 2 mm di atas ayakan 2 mm. harus dibantu denagn semprotan air ledeng yang dilakuakn pada selang berdiameter kecil supaya alirannya deras. Pasang susunan ayakan-ayakan ini pada alat pengayak basah (Gambar 2) di mana bejana yang disediakan telah diisi air lebih dahulu samapai setinggi 25 cm dari dasar bejana. 8. Buang kelebihan air dari cawan. Setelah selesai pengayakan agregat-agregat dari tiap ayakan ke cawan nikel (diameter 9 cm. Setelah kering lalu diangkat dan dibiarkan sampai kering udara.279 mm. kemudian timbang. Pengayakan dilakukan selama 5 menit (35 ayunan tiap menit dengan amplitudo 3. Gambar 2. Untuk memudahkan agregat-agregat lepas dari adsar ayakan. dan 0. 5.3.83 mm. Alat pengayak basah.83 mm di atas ayakan 2. Pemindahan ini dibantu dengan corong terbuat dari seng yang mulut atasnya lebih besar dari mulut ayakan (Gambar 3). 9.5 mm.76 mm. Pindahkan tiap agregat dari cawan ke ayakan sebagai berikut :    Agregat antara 8 dan 7. Air yang digunakan harus mengandung ion Ca++ sekurangkurangnya 2 x 10-3 M. Agregat antar 4. untuk mencegah dispersi yang terlalu cepat daripada partikel koloid. tinggi 5 cm) yang beratnya telah diketahui. Perhitungan : a). Simpan dalam inkubator pada temperatur 20 oC denagn kelembaban relatif 98 – 100% selama 1 malam. Cara pemindahan agregat setelah pengayakan basah. jika tidak maka stabilitas yang diamati di lapangan akan kurang sesuai.76 dan 2. 0. Rata-rata diameter dari pengayakan kering : 31 . 4. sebab air tanah juga menagndung elektrolit sekitar konsentrasi tersebut.75 cm). Di samping ayakan-ayakan tersebut digunakan berturut-turut ayakan 1 mm. lalu keringkan di atas pemanas terbuka pada suhu 130oC. Agregat antara 2. 6.

83 + 2 2 2+1 2 1 + 0.83 mm : 100 8 + 4.76 dan 2.4) + (27 x 3.83 + 2 = 2.75 mm = 1.4 mm 2 4.5 2 0.297 mm = 0.83 mm :  Agregat antara 2.5 mm = 2.83 = 3.76 + 2.76 2 4.76 mm :  Agregat antara 4.83 dan 2 mm : 8 + 4.297 mm :  Agregat antara 0. Rata-rata diameter dari agregat pengayakan basah : 32 .76 mm :  Agregat antara 4.297 2 0.76 + 2.297 + 0 2 = 0.4 mm b).5 dan 0.5 mm :  Agregat antara 0. Agregat antara 8 dan 4.8) + (20 x 2.4 mm = 3.8 mm = 6.83 mm menghasilkan 5g 20 g 2.4) = 498.83 dan 2 mm :  Agregat antara 2 dan 1 mm :  Agregat antara 1 dan 0.40 mm = 0.83 2  Agregat antara 2.0 100  Agregat antara 8 dan 4.76 dan 2.297 dan 0 mm : Rata-rata berat diameter : Misalnya berat agregat yang diperoleh pada butir b-9 sebagai berikut :  Ayakan 4.4 mm 2 Rata-rata berat diameter (lihat angka-angka berat pada contoh yang dikemukakan pada pekerjaan b1) (53 x 6.76 mm menghasilkan  Ayakan 2.8 mm 2 2.9 = 5.76 = 6.5 + 0.

0 – 2.15) 100 = 196. Ayakan 2 mm menghasilkan  Ayakan 1mm menghasilkan  Ayakan 0.40) + (5 x 0. bulatkan jadi 2.97.0 Tabel 2. yang berarti makin besar selisihnya makin tidak stabil tanah tersebut.0 200 selisih antara rata-rata berat diameter agregat tanah pada pengayakan kering dan pengayakan basah merupakan indeks instabilitas. rata-rata berat diameter : (5 x 6. Berat agregat ini = 100 – 95 gram = 5 gram. Metode Loveday 33 . untuk mendapatkan indeks stabilitas dipergunakan rumus : 1 Indeks instabilitas Pada contoh di atas indeks instabilitas = 5.0.4) + (20 x 3.8) + (17 x 2.5) + (15 x 0. Jadi.9 = 1. Indeks instabilitas = 1 x 100 = 33 3.15 adalah agregat yang tidak tertampung pada ayakan tetapi jatuh ke dasar bejana.4) + (19 x 1.75) + (19 x 0.0 = 3.297 mm menghasilkan jumlah 95 g 17 g 19 g 15 g 19 g Agregat 0.5 mm menghasilkan  Ayakan 0. Klasifikasi indeks stabilitas agregat adaalh sebagai berikut : Kelas Sangat stabil sekali Sangat stabil Stabil Agak stabil Kurang stabil Tidak stabil Indeks stabilitas > 200 80 – 200 66 – 80 50 – 66 40 – 50 < 40 x 100 2.

Calcium chlorida CaCl2. Cara Kerja 1. Alat penghisap air untuk pengukur pF 4. Tabel Indeks dispersi. latex.Agregat dari contoh tanah yang digunakan. Hal ini dapat menimbulkan bahaya erosi. terutama paad tanah-tanah yang sering diolah. Beaker 100 ml 2. Suatu percobaan tentang dispersi yang sederhana dikemukakan oleh Emerson dan Loveday. masukkan dalam beaker 100 ml yang telah diisi air destilasi 50 ml. yaitu dengan cara memasukkan agregat kering ke dalam air dan lebih baik lagi ke dalam larutan calsium chlorida 0. Tanah yang tidak stabil mudah terurai akibat pengaruh air hujan sehingga sering menutupi pori-pori tanah di permukaan. dikering-udarakan selama 3 -5 hari. 2H2O 5. Teori Dasar Kestabilan agregat tanah (agregat density) penting diketahui daalam dunia pertanian.Tujuan : Praktikum ini dilakukan unruk menentukan kestabilan agregat tanah dengan menggunakan metode Loveday. Dasar dari teknik Emerson ini adalah menentukan tingkat dispersi tanah yang dinyatakan dalam “Indeks dispersi”. selama percobaan beaker jangan sampai terganggu. 3. Alat-alat 1. Tanah/agregat tanah yang dicelupkan tadi akan terurai sesuai denagn kestabilannya bahkan akan mungkin tetap untuk waktu yang lama.Agregat yang sudah kering udara tersebut. Spatula 6. gypsum.01 M. 34 . Air destilasi 3. Diameter agregat kira-kira 15 cm 2.untuk setiap contoh tanah dibuat 3 buah agregat tanah serupa.

01 M. Index/klas/skor 0 1 2 3 4 Tingkat dispersi Tanah tidak terdispersi Sedikit terdispersi. Untuk tanah yang terdispersi pada pengujian pertama. agar hasilnya obyektif. dan nilai index yang dipakai antara 0 – 8. lakukan percobaan dengan contoh tanah yang diberi perlakuan pemantap tanah (soil Conditioner) seperti latex. Index Tingkat Dispersi Agregat Tanah. nilai index setelah 2 jam dan 20 jam pengamatan pertama kemudian ditambah niali 8. Bila dispersi sanagt kecil. sedikit keruh air di sekitar agreagt Terdispersi sedang dan jelas terlihat Terdispersi kuat + 2 bagian agregat terlarut Terdispersi sempurna. dll. Untuk agregat yang tidak terdispersi setelah 20 jam atau incex dispersinya 0. Tabel 4. maka pendugaan tingkat dispersi dilanjutkan denagn cara berikut : Agregat dihancurkan atau dilunakkan (dengan penambahan beberapa tetes air) selama 30 detik. maka nilai indeks dispersi pengamtan setelah 2 jam dan 20 jam kedua yaitu setelah disuspensikan/ diaduk. hal ini akan menolong.Perhitungan/ pengamatan : Penagmatan dilakukan pada saat setelah 2 dan 20 jam pencelupan agregat. PAM. Hal ini dikerjakan dengan mengaduk memakai spatula. maka perlu percobaan pembanding yaitu dengan memasukkan agregat tanah baru ke dalam beaker glass yang berisi air tersebut. Bitumen. Contoh tanah sekarang sudah terisap. dibentuk bola kecil dan di masukkan ke dalam beaker seperti semula berisi larutan calcium chlorida 0. dijumlahkan. biasanya suakr terlihat. Penilaian Kemantapan/Kestabilan Agregat Tanah 35 . Lignosulfonat. yang tersisa hanya butir pasir dalam suspensi liat. Untuk tanah yang tidak terdispersi pada saat pengujian pertama tadi. Tabel 3. Contoh tanah itu kemudian disimpan pada alat penghisap (mempergunakan penghisap dengan tinggi air 100 cm (pF 2) selama 4 -5 hari. Pengamatan sebaiknya dilakuakn 3 orang pengamat. dinyatakan dengan indeks dispersi.

1 dari 2 agregat Setelah 20 jam (kedua). Nilai index = 0  Setelah 20 jam (kedua).nilai indexnya 8 + 2 = 10 (kemantapan agregat rendah).Index dispersi = 8 + 2 = 10 (stabilitas agregat rendah). SUB SOIL  Setelah 1 jam (pertama). angka index = 1  sub soil terdispersi sempurna. maka .Nilai Indeks 0–3 4–6 7–9 10 – 13 14 – 16 Penilaian Kemantapan/Stabilitas Agregat Sangat tinggi (sangat mantap) Tinggi (mantap) Sedang (agak mantap) Rendah (tidak mantap) Sangat rendah (sangat tidak mantap) HASIL PENGAMATAN Tabel keremahan / Terdispersi Tanah Waktu (jam) 2 20 TOP SOIL  Setelah 1 jam (pertama) 2 agregat tanah Top soil tidak terdispersi keduanya. Pembahasan : tanah sub soil terdispersi sempurna. (kemantapan agregat rendah). .Index dispersi = 8 + 3 + 1 = 12 (stabilitas agregat rendah). angka index = 2 maka : Top soil 2 1 Sub soil 1 2 36 . 1 dari 2 agregat tanah Top soil terdispersi sempurna. .Angka index dispersi = 8 + 3 + 1 =10. kedua agregat tanah .

Dapat dikatakan bahwa tanah yang diteliti ialah jenis yang peka terhadap erosi sehingga perlu di berikan perlakuan untuk 37 . Untuk agregat tanah dengan indeks disperse 4 dalam penghitungan untuk menentukan kestabilan agregatnya perlu ditambahkan nilai indeks 8 karena merupakan batas atas nilai indeks untuk agregat yang kemantapannya kurang.01 molar dan dengan metode tertentu pula (menggunakan alat penghisap dengan tinggi air 100 cm (pF 2) selama 4 sampai 5 hari). dilakukan pengamatan dan diketahui tingkat disperse dari agregat tanah tidak mengalami perubahan begitu juga pada pengamatan setelah dua puluh jam. yaitu dispersi sempurna untuk sub soil dan salah satu dari top soil. Agregat tanah tersebut dimasukan kedalam bekker glass 100 ml berisi air destilasi 50 ml dan pengamatan dilakukan setelah dua jam dan dua puluh jam. Kesimpulan : 1. Metode yang di gunakan adalah metode loveday. Dalam proses awal harus di perhatikan cara pemasukan agregat (perlahan) agar tidak mempengaruhi hasil pengamatan. Berdasarkan perbandingan indeks disperse tiap kelompok dapat di simpulkan bahwa tingkat kesetabilan agregat tanah yang kami teliti berkisar dari rendah sampai dengan sangat rendah 2. Untuk agregat tanah yang tidak mengalami disperse (indeks disperse 0) perlu dilakukan perlakuan tertentu dengan menggunakan kalsium klorida 0.Untuk mengetahui kestabilan agregat tanah pada suatu lahan perlu dilakukan pengamatan di laboraturium dengan mengambil contoh tanah terganggu yang telah dikering udarakan selama 3 sampai 5 hari. Terdispersinya agregat tanah saat dimasukan ke dalam bekker glass sudah cukup membuktikan bahwa tanah yang diamati mempunyai kesetabilan agregat yang rendah.5 cm untuk diamati. Masing –masing kelompok mengambil dua agregat top soil dan satu agregat sub soil dengan diameter kurang lebih 1. Yang diperkuat dengan hasil perbandingan kelompok yang menunjukan kesetabilan agregat dari rendah sampai sangat rendah. Setelah dua jam. Sebelum pengamatan dilakukan (saat pemasukan agregat) agregat tanah harus memperlihatkan terjadinya disperse.

Banyaknya air yang tersedia bagi tanaman dicari dengan jalan penentuan kandungan air pada keadaan kapasitas lapang (pF 2. Air tanah hampir seluruhnya berasal dari udara atau atmosfera. Sebagian dari air itu dapat merembes ke dalam tanah yang disebut air infiltrasi. Mengetahui banyaknya air di dalam tanah yang tersedia bagi tanaman adalah penting sekali terutama dalam hal penentuan pemberian air (pengairan) pada tanaman agar supaya tidak berlebihan atau kekurangan. kemudian berkumpul disitu menjadi air tanah (ground water). yang akhirnya sampai di lapisan yang kedap air. PRAKTIKUM VII PENENTUAN BANYAKNYA AIR DALAM TANAH YANG TERSEDIA BAGI TANAMAN Tujuan :  Untuk mengetahui banyaknya air dalam tanah yang tersedia bagi tanaman  Untuk mengetahui penentuan kandungan air pada keadaan titik layu permanent  Untuk mengetahui perbedaan nilai-nilai berdasarkan tekstur tanah Teori Dasar Air tanah merupakan salah satu bagian penyusun tanah.53)dikurangi dengan % 38 . bila dalam jumlah banyak dan terus merembes ke dalam tanah secara vertikal dan meninggalkan daerah perakaranya disebut air perkolasi. Air infiltrasi tadi. Sedangkan sisanya mengalir di permukaan tanah sebagai aliran air permukaan (run off).meningkatkan kesetabilan tanah baik dengan bahan pemantap tanah maupun dengan pengolahan yang intensif. Terutama di daerah topis air hujan merupakan sumber yang terbanyak yang jatuh di permukaan bumi.

yaitu: 1. Bak perendam terbuat dari logam (moisture tin). jadi paling tidak tersedia bagi tanaman. Air adesi Merupakan lapisan yang mengelilingi butir tanah. Tekstur yang lebih halus maka nilai ini akan lebih tinggi. 39 . Banyaknya air yang teersedia bagi tanaman dicari dengan jalan penentuan kandungan air pada keadaan kapasitas lapang (pF 2. Pot tempat tanaman percobaan.2). dalam hal ini nilainilainya sangat ditentukan terutama oleh tekstur tanah. Air di dalam tanah menurut jumlah dan keadaanya di bagi menjadi empat keadaan air tanah. Nilai pF-nya hampir 7 2. sebaliknya tanah dengan tekstur lebih kasar nilainilainya akan lebih rendah lagi. Air kapiler Dibagi dalam dua keadaan. sebaliknya tanah dengan tekstur lebih kasar nilainilainya akan lebih rendah lagi.54) dikurangi dengan % kandungan air pada keadaan titik layu permanen (pF 4. Air higroskopis Juga bukan berupa cairan. Dalam hal ini nilainilainya sangat ditentukan terutama oleh tekstur tanah. Cangkul atau skop dan pisau tajam tipis. tetapi bukan berupa cairan karena jumlahnya paling sedikit.2). Alat-alat 1 2 3 4 Core sampler/ring sample lengkap dengan pegangan penekannya. Tekstur yang lebih halus maka nilai ini akan lebih tinggi.kandungan air pada keadaan itik layu permanen (pF 4. jadi sebagian besar sudah berupa uap air 3. yaitu keadaan titik layu permanen dan keadaan kapasitas lapang Mengetahui banyaknya air dalam tanah yang tersedia bagi tanaman adalah penting sekali terutama dalam hal penentuan pemberian air (pengairan) pada tanaman agar supaya tidak berlebihan atau kekurangan.

Kalau cara ini tidak dapat dilakukan maka dengan percobaan tanaman pada pot sampai tanaman itu mulai layu secara permanen. Setelah tercapai keadaan kapasitas lapang. selain dari itu secara kasar juga ditentukan dengan jalan menggunakan kurva pF asal teksturnya dapat diketahui dengan pasti. kemudian tanahnya ditentukan kandungan airnya. yaitu dengan jalan contoh tanah yang mudah jenuh tadi di masukkan ke dalam alat penetapan pF (pressure membrane apparatus). Setelah 24 jam direndam maka contoh taanh ini kemudian dipindahkan ke dalam tabung glass dengan skat dari keramik untuk diisap dengan kekuatan 1/3 atm. 2. maka % kanungan air pada keadaan titik layu permanen secara kasar dapat ditentukan. hal ini biasanya dicapai setelah 46 jam atau lebih. atau dengan daya isap 346 cm kolom air.II di atas kemudian direndam setengah bagiannya dengan air pada bak perendam selama 24 jam.5 6 7 8 Pressure membrane appratus atau tabung gelas dengan skat dari keramik untuk penentuan pF. maka cukup dengan mengangkat contoh utuh tanah ini dari rendaman air kemudian membiarkan air merembes turun karena adanya gaya gravitasi sampai air tidak menetes lagi. Oven pengeringan (105oC) lengkap dengan gelas timbangan. 4. Alat pendingin eksikator. 3. Untuk penentuan kandungan air pada keadaan titik layu permanen. Hal ini dengan maksud agar seluruh pori tanah baik mikro maupun makro seluruhnya diisi dengan air sehingga dikatakan jenuh. yang bertekanan tinggi sampai 15 atm atau pF 4. maka contoh tanah ini ditimbang 1020 gram kemudian ditentukan kandungan airnya dalam oven pengeruing. Cara Kerja 1. 40 . Timbangan analitik. Contoh tanah utuh (Undistrube soil) yang diambil pada praktikum No.2. Dalam hal ini tidak dapat dilaksanakan.

pF1 .7 gr x 100 % 14.7 gr x 100 % 14.5.2 – 14.5 -14.4 %  KA pada pF2 = 446.54 Berat kering mutlak (BKM) = 14. Banyaknya air dalam tanah yang tersedia bagi tanaman ditentukan dengan jalan % kandungan air pada kepastian lapang dikurangi dengan % kandungan air pada keadaan titik layu permanen.9 %  KA pada pF1 = 451.2 – 14.7 gr = 2982.4 % pF2 2937.54 2295.2 gr = 451. Nilai pF hasil pengamatan pF0 2982.54 Perhitungan penyebaran pori tanah (pF) : Berat ring + Tanah (BT) : .9 % pF1 2969.7 gr KA pada pF = BT pF – BKM x 100 % BKM  KA pada pF0 = 453.2 gr 41 .7 gr x 100 % 14.pF2.7 gr = 453. Data pengamatan dan perhitungan : Tabel 11.pF0 .5 gr = 352.pF2 .4 % pF2.9 % pF0 > pF1 > pF2 >pF2.7 gr = 2969.2 gr = 446.

2937.9 % .2 -14. Semua pori-pori tanah baik makro maupun mikro.6μ) = pF2 .6. tersedia dan tidak tersedia.7 gr x 100 % 14.6μ) = pF0 – pF2 = 2982.4 % .9 %)  pori drainase cepat (> 29. Kalau terjadi penambahan air lebih lanjut.7 gr = 2937.2295. dalam keadaan terisi oleh air sehingga tanah jenuh air. berat tanah (BT) kurang efisien. Pada keadaan ini air ditahan oleh tanah dengan kekuatan pF=0 atau 0 atm.4 %  KA pada pF2.5 %  2. akan terjadi penurunan air gravitasi yang bergerak terus kebawah. hal ini disebabkan karena tidak diambilnya data berat ring sehingga BT pada perhitungan hanya berat + tanah tidak dikurangi berat ring.54 = 352.pF Pembahasan : Kapasitas kandungan air maksimum adalah jumlah air maksimal yang dapat ditampung oleh tanah setelah hujan besar turun. Dalam penyebaran pori pada 42 .4 % penyebaran pori :  pF0 → tanah jenuh air (2982.4 % = 45.5 % pori drainase lambat (8.= 2937. Pada perhitungan hasil pengamatan.< 29.9 % = 641. Dari hasil perhitngan yang ada maka penyebaran pori dapat dibagi dalam pori drainase cepat. lambat.54 = 2937.

tersedia dan tidak tersedia nilainya dapat diketahui dari hasil data yang diperoleh. Kesimpulan :  Pada setiap pF dipengaruhi oleh tekstur tanah dimana makin tinggi kandungan liatnya maka makin tinggi pula kandungan airnya.pori drainase lambat. Sebaliknya.  Mengetahui banyaknya air dalam tanah yang tersedia bagi tanaman adalah penting sekali terutama dalam hal penentuan pembelian air (pengairan) pada tanaman agar supaya tidak berlebihan atau kekeurangan  Nilai-nilai pF yang penting bagi pertumbuhan tanaman berkisar antara 2 – 4 43 . makin tinggi kandungan pasirnya makin rendah kandungan airnya.

bila dalam jumlah banyak dan terus merembes ke bawah secara vertical dan meninggalkan daerah perakaran.PRAKTIKUM VIII DAYA PEGANG TANAH TERHADAP AIR DAN KECEPATAN PERGERAKAN Tujuan : o Untuk mengetahui kecepatan gerakan air dalam tanah o Untuk menentukan besarnya daya pegang tanah terhadap air Teori Dasar Tanah mempunyai kapasitas yang berbeda-beda untuk menyerap dan mempertahankan kelembabanya tergantung kepada tekstur. Untuk pertumbuhan yang baik atau optimum bagi tanaman diperlukan suatu keadaan tata air dan udara yang baik dan seimbang sehingga akar tanaman dengan mudah dapat menghisap unsure hara. Air tanah merupakan salah satu bagian penyusun tanah. disebut air perkolasi. Sedangkan sisanya mengalir di permukaan sebagai aliran air permukaan (run off). Sebagian dari air hujan yang merembes ke dalam tanah di sebut air infiltrasi. Air infiltrasi ini. Air tanah hampir seluruhnya berasal dari udara atau atmosphere. Tata air dan udara yang baik ini adalah bila pori yang terisi air minimum 10 % dan pori terisi udara minimum 10 % atau lebih. struktur dan kandungan bahan organic. yang akhirnya sampai di pelapisan yang 44 .

4 buah tube gelas 20 cm dengan diameter 5 cm 4 buah gabus berlubang untuk sumbat tube gelas Jepitan Silinder 50 cm Karton standar 4 buah standar 4 buah beaker 400 ml Cara kerja: Sumbatan setiap gabus berpipa gelas kecil. tekstur dan kandungan bahan organik. 3. kemudian berkumpul disitu menjadi air tanah (ground water). Sedangkan pori – pori berukuran lebih dari 0. Untuk mengeluarkan air yang sangat sedikit dalam pori ini (kurang dari 0.2 sampai 8.2 mikron adalah pori yang berguna. 2. 6.2 mikron) diperlukan gaya sebesar 15 atmosphere (pF 4. pada mulut tabung/tube glass. 7. Tanah mempunyai kapasitas yang berbeda – beda untuk menyerap dan mempertahankan kelembabannya tergantung kepada struktur. 5. Bermacam –macam ukuran pori tanah itu dapat di bagi ke dalam pori berguna dan tidak berguna bagi tanaman. Alat. sebelum disi tanah terlebih dahulu tube diberi kation wool basah bagian bawahnya 45 .54).alat: 1. 4.6 sampai 30 mikron disebut pori drainase lambat karena gerakan airnya lambat. terdiri dari pori yang diisi oleh air yang tersedia dan oleh udara tanah dalam keadaan jenuh seluruhnya diisi air termasuk air drainase untuk pembuangan. Air yang tersedia menempati pori berukuran antara 0.2) yang merupakan kekuatan maksimum akar tanaman secara umum.kedap air.6 mikron sedangkan gaya yang diperlukan untuk mengeluarkan air ini cukup dengan 1/3 atm (pF 2. Pembahasan tata air dan udara tanah erat hubunganya dengan pembahasan penyebaran pori –pori didalam tanah. Terdapat bermacam –macam ukuran pori – pori tanah yang fungsinya bagi tumbuhan tanaman dapat berbeda-beda. Pergerakan air yang merupakan peredaran yang berjalan terus menerus sepanjang waktu. pori – pori berukuran antara 8.

hitung selisih air dimasukkan (100 ml) dan air yang tertampung dalam beaker. kemudian lakukan sebagai berikut: 2. di bawah tube tersebut.04 mm = 16.51 gram Kecepatan pergerakan air = 16. catat kecepatan gerakan air dalam mm/jam 4. Sebelum itu diamati dahulu lamanya pergerakan air secara vertical (infiltrasi) sejak dari permukaan tanah sampai dasar.51 cm3 = 89.8 cm = 168 mm = 89. 5. maka terjadilah gerakan air secara vertikal.02)2 x 168 = 89506. setelah diisi contoh tanah sampai 5 cm di bawah bibir atas.14 x (13. untuk ini maka percobaan dilakukan dengan memakai beberpa jenis tanah biasa dan tanah pasir Data pengamatan : Diketahui : tabung dengan    Volume air awal Volume tabung d t berat = πr2t = 3. Hitung bobot isi tanah dalam tabung itu Bandingkan hasil pengamatan ini antara beberapa jenis tanah biasa dengan tanah pasir. Nyatakan dalam %. tube diletakkan vertical pada pada jepitan standar. disimpan beaker gelas untuk menampung air jatuh. volume air yang diikat tanah dan volume tanah yang mengikatnya.8 x 100 = 168 = 77.setebal 1 cm. Melalui tabung kecil pada sumbat gabus masukkan 100 ml air ke dalam tube.77 mm3 = 89. Setelah air tidak menetes lagi ke dalam tube.96 mm/menit = 26.5 g = 100 ml 46 .51 cm3 Bulk Density (BD) Berat tanah = 1 g/cm3 = BD x volume = 1 g/cm3 x 89. 3.

? Jawab = BI = BKM/volume 0.78.813/0.129.95 BKU = 71.78 = 40/79.78 100 ml – 60 ml = 79.85 BKM= 67.78 = 0. BI : 0.813 BKU = 67.3/60 Volume air yang dipegang Volume air yang tertahan = 100 ml 2. yang ditampung 47 .14 % Perhitungan BKU: Dik = volume: 79.85 = BKM/0.85 Dit = BKU………. air yang dipegang = v. tanah 79.155 = 100 – 75 = 25 cm3 Persen volume daya pegang air: v.38 Total + daya pegang tanah = 97 menit Pembahasan : Pergerakan air yang terjadi dalam tanah pada waktu pengamatan adalah lambat.5014 = 50. Ini menandakan bahwa pori-pori berukuran 30μ dan termasuk tidak jenuh 100 ml – v.

didapat bahwa pergerakan air dalam tanah secara vertical (infiltrasi) adalah lambat. Hal ini menunjukan besarnya daya pegang tanah terhadap air. Kesimpulan : • • • Dari hasil pengamatan. • Kapasitas menahan air berhubungan dengan luas permukaan adsorpsi dan volume ruang pori sehingga ditentukan oleh tekstur maupun struktur tanah 48 . Air yang keluar dari dalam tabung merupakan air yang tidak tertahan dalam tanah karena semua pori-pori dalam tanah sudah jenuh air. mak harus diketahui terlebih dahulu volume air yang diikat dibagi dengan volume tanah dikali 100 %. Untuk menentukan besarnya daya pegang tanah terhadap air (% volume). Volume air yang diikat didapat dari volume air dikurang volume air yang keluar. Semua pori-pori tanah baik makro maupun mikro dalam keadaan terisi oleh air sehingga jenuh air.atau disebut juga pori aerasi yang disebabkan karena berisi udara tanah pada tanah ini terjadi pemadatan. Pergerakan air termasuk pori drainase cepat atau tidak jenuh air disebut pori aerasi yang berisi udara tanah.

nilai (value) dan korma (chorme). Pisau besar 3.PRAKTIKUM IX PENENTUAN WARNA TANAH DI LAPANGAN Pendahuluan Warna tanah merupakan kesan pertama dalam hal menilai keadaan tanah serta pada umumnya. misalnya. Buku Munsell Soil Color Chart 2. yang berarti juga tingkat kesuburan lebih baik. Warna tanah ditentukan dengan cara membandingkan dengan warna yang terdapat pada buku ”Munsell Soil Color Chart”. kilap berhubungan erat dengan panjang gelombang cahaya. Warna adalah sifat fisik tanah yang penting mudah ditentukan di lapang. Alat-alat : 1. nilai berhubungan erat dengan kebersihan suatu warna dari pengaruh warna lain dan kroma yang kadang-kadang disebut juga dengan kejernihan yaitu kemurnian relatif dari spektrum warna. dll. dsb. o Warna merah menunjukan bahwa tanah tersebut sudah mengalami pelapukan yang lebih lanjut. Botol semprotan berisi air. Kadang-kadang warna tanah dijadikan petunjuk mengenal sifat-sifat khususnya dari tanah yang kita teliti. warna dinyatakan dalam tiga satuan/kriteria. Prosedur/ Cara kerja 49 . yaitu : kilapan (hue). merupakan nama yang tercantum dalam lajur buku tersebut. o warna gelap menunjukan kandungan bahan organik tanah cukup tinggi sampai sangat tinggi.

3.5 2. diambil agregat yang mewakili (pakai pisau) sebesar 2-3 cm diameter. Biasanya warna ini dicatat pada dua keadaan yaitu pada keadaan lembab (wet) dan kering (dry). 3.5 5 YR 5 YR ¾ YR YR 3/3 3/4 2/4 5 YR 5 YR ¾ 5 YR 5 Keadaan tanah Kering 5 YR 3/6 5 YR 3/6 Lembab 5 YR 3/6 5 YR 4/8 Klmp 50 .00. Catat satuan/kode yang terdapat dalam lembaran buku ini yaitu kilapaan (hue) contoh 5 YR. 2. Kemudian warna tanah tersebut dibandingkan dengan warna-warna yang terdapat dalam lembaran buku Munsell Soil Color Chart tadi. Para peneliti seharusnya tidak buta warna. nilai (value) contoh 5 dan kroma (chrome) contoh/6. agar ditentukan juga warna lembabnya dengan cara membasahi contoh tanah sedikit.5 YR 5 YR YR 3/3 ¾ 3/6 3/4 10 2. 4. Catatan : 1. 2.5/4 4/6 4/8 2.5 2. Umumnya pengamatan warna ini dilakukan setelah jam 09.1. Dari segumpal tanah asli.3 adalah 5 YR 5/6 yang berarti yellowish red (merah kekuning-kuningan). oleh sebab itu yang kering. Sebagai contoh kode warna yang lengkap pada no.5 YR 5 YR YR YR ¾ 2.00 sampai sebelum jam 16. Pengamatan warna tanah ini harus dilakukan di palang terbuka jangan langsung kena sinar matahari atau dilakukan di tempat yang teduh. 5. Hasil pengamatan Penentuan Warna Tanah Di Lapangan Jenis tanah Top soil Subsoil Table hasil penetapan agregat: Stabilitas agregat Topsoil Subsoil Indeks 1 2 3 4 12 11 10 13 Kelas TM TM TM TM Indeks 12 13 11 14 Kelas TM TM TM STM Warna tanah Topsoil Subsoil Lem Kering Lembab Kering bab 5 5 YR 7.

5 YR 3/6 5 YR 3/3 3/4 2.5 YR 2.5 YR 2.5 YR 3/4 5 YR 3/6 10. 51 . Oleh sebab itu.3/3 5 10 TM 12 TM 7. Artinya bahwa tanah ini umumnya memiliki tingakat stabilitas agregat yang lebih tinggi.5 YR 3/4 5 YR 2/5 6 7 8 10 11 10 RENDAH 12 13 14 RENDAH TM TM TM STM YR 4/4 2.5/ 4 5 YR 4/8 2. Kesimpulan Dari hasil penelitian ini terlihat jelas bahwa tanah-tanah yang didominasi oleh mineral liat kaolinit (tipe 1:1) seperti tanah podzolik merah kuning ternyata menunjukkan kemantapan agregat yang rendah sekali dibandingkan dengan tanah yang terdiri dari mineral liat montmorilonit atau ilit (tipe 2:1). Begitu pula energi yang diserap itu akan berbeda pada tiap warna tanah. Tidak mantapnya tanah ini mungkin disebabkan karena tanah yang kami gunakan telah mengalami pengolahan dimana adanya pengolahan ini menyebabkan struktur tanah juga mengalami perubahan.5/4 5 YR 3/4 5 YR 3/3 5 YR 3/6 2. Dari praktikum sebelumnya juga dapat kami ketahui bahwa tanah ini mengandung banyak atau didominasi oleh tipe mineral liat 1:1 atau podzolik merah kuning. Dengan demikian tanah-tanah podzolik merah kuning dapat dikatakan paling peka terhadap erosi akibat tumbukan hujan.5 YR ¾ 5 YR ¾ 2. umumnya tanah yang kami gunakan tidak mantap. Dari data kestabilan agregat. Sejumlah energi panas yang terdapat di dalam tanah ini mengakibatkan tingkat evaporasi yang lebih tinggi. tanah berwarna gelap cenderung lebih panas dibandingkan tanah berwarna muda apabila langsung kena cahaya matahari atau kalau udara menjadi panas.5 YR 2/4 5 YR 3/4 Pembahasan Warna tanah dapat mempengaruhi kondisi atau sifat tanah lainnya melalui pengaruhnya terhadap radiasi energi. Warna-warna hitam atau gelap akan menyerap lebih lebih banyak panas daripada warna-warna terang atau muda. Hal ini dapat diukur dari indeks tanah yang kami ukur.

dp = kerapatan partikel. Termometer. 3. Cara Kerja : 52 .1 N Na4P2O7. d = kerapatan cairan. 2.d)gr2 n dimana V = kecepatan jatuh partikel dalam cm/detik. Alat-alat : 1.10 H2O).PRAKTIKUM X I. Hidrometer ASTM 152 H. Penentuan tekstur cara ini didasarkan pada hukum stokes yang menyatakan bahwa kecepatan jatuh atau pengendapan dari butiran berbentuk bola merupakan fungsi dari besar atau diameter butir. Pada tahun 1851 Stokes mengemukakan formula yang menghubungkan kedua variabel ini sebagai berikut : V = 2/9 (dp . 6. r = radius partikel dalam cm. Bak air pengatur suhu. Untuk tanah-tanah dengan kandungan bahan organik tinggi. Bahan-bahan : 1. Penentuan Tekstur di Laboratorium Pendahuluan Metode ini memberikan angka yang sangat baik untuk tanah-tanah dengan kandungan bahan organik yang rendah. 4. 5. Amil alkohol (khusus dilarutkan kalau suspensi berbuih). maka perlu dilakukan oksidasi dengan menambahkan H2O2 30 % sebelum pekerjaan penetapan tekstur dilakukan. g = percepatan karena gravitasi. 2. I N(NaPO3 )6(Calgon) atau pirofosfat (0. Alat pengaduk batang gelas atau milk shake. Gelas piala 400 ml. dan n = viskositas mutlak cairan. Tabung sedimentasi 1000 ml dan alat penyumbat.

4. Tuangkan seluruh isi mangkok ke dalam tabung sedimentasi. 7. 8. debu. 10. Aduk dengan shaker selama 5 menit. 18. yaitu pasir. 19. Setelah menjelang 2 jam. Setelah 15 detik masukan hidrometer ke dalam suspensi secara hati-hati sekali. Tentukan persentase (%) pasir. tekstur tanah menggambarkan susunan relatif berat fraksi-fraksi tanah. 12. Tambahkan 5 ml 1 N larutan Calgon atau 30 ml 0. 5. Timbang 50 g tanah kering udara (untuk tanah bertekstur kasar gunakan 100 g). liat.771 Pembahasan Secara kuantitatif. kami mendapatkan II.1 N Natrium pirofosfat. Segera tuangkan lebih kurang 3 tetes larutan amil-alkohol ke permukaan suspensi untuk menghilangkan gangguan buih yang timbul. 3.304 PASIR = 7. Penetuan Tekstur di Lapang Pendahuluan 53 . Rendam silinder dalam bak air selama beberapa waktu (10 menit) dan catat suhunya. 15. Ambil hidrometer dan bilas bersih. 17. Isi tabung sampai tepat 1000 ml dengan air bebas ion. Keluarkan hidrometer dan bilas dengan air hingga bersih. Baca setelah 40 detik (atau 25 detik setelah hidrometer diamsukkan) dan catat. Koreksi angka pembacaan dengan cara: untuk tiap derajat (0F) di atas 68 0F (200C) angka pembacaan dikurangi 0. Tuangkan ke dalam mangkuk dispersi dengan bantuan botol semprot. tutup dan kemudian simpan selama 15-20 jam. hidrometer dimasukkan lagi dan pembacaan dilakukan tepat pada waktu 2 jam.508 BERAT LIAT = 33. Angkat tabung dari dalam bak air dan catat waktu. Kocok dan aduk sampai merata. Dari hasil praktikum ini. 11. debu dan liat. 2. Tambahkan air destilat sebanyak 200 ml.5 cm dari permukaan. 16.382 BERAT DEBU LIAT = 31. 9.1. masukkan ke dalam gelas piala 400 ml. Isi mangkok dengan air destilasi sampai 7. 14. Hasil pengamatan Data pengamatan BKM = 5. 6. 13. lalu bersihkan mangkok dengan botol semprot.2.

Bor tanah (apabila dilakukan pengujian tanah >20 cm). Kelengketan Kelengketan dan plastisitas adalah penduga kandungan liat dalam tanah. kadang-kadang karena debu yang banyak dan bergesekan maka akan terasa seperti sabun. Rasakan adanya kekasaran. kelengketan dan kemengkilapan serta perlakuan-perlakuan terhadap tanah maka bandingkan hasil perasaan tadi dengan tabel 5. biasanya dapat menentukan dengan tepat dan dapat memberikan hasil yang sama dengan hasil laboratorium. Bila tanah lebih kenyal maka akan lebih mudah tanah tersebut dibentuk bola.Tekstur tanah secara langsung dapat diduga di lapang. Botol semprot plastik berisi air. 54 . 3. Prosedur/cara kerja 1. kemudian tentukan teksturnya. Keadaan ini akan menunjukan saat yang tepat dalam pendugaan tekstur tanah. Alat-alat 1. akan tetapi cukup dapat membantu untuk mengetahui kelas tekstur tanah paling tidak dapat mendekati yang sebenarnya. Serbet/lap tangan. Dalam hal ini selain pengalaman sangat diperlukan juga perasaan yang tajam. Apalagi bila dilakukan oleh yang telah berpengalaman dalam survei tanah. Perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : Kekasaran Kekasaran dapat menunjukan tingkat untuk menentukan jumlah pasir yang terdapat dalam tanah. kelicinan kelengketan dan kekenyalan serta derajat kemengkilatan tanah dengan ibu jari telunjuk. Kelicinan Kelicinan dapat menunjukan keadaan tingkat dalam menentukan jumlah-jumlah debu. 2. Letakkan sedikit tanah di atas tangan atau diantara jari-jari. walaupun cara ini tidak teliti seperti analisis di laboratorium. kelicinan. Permukaan tanah yang mengandung liat akan tampak mengkilat. Pengamatan-pengamatan Setelah merasakan tingkat kekasaran. basahi sedikit demi sedikit sampai dicapai keadaan plastik maksimum.

Ukerlah isi tabung infiltrasi. Prosedur/ Cara Kerja : 1. 4. Kering udarakan untuk dimasukan kedalam tabung yang kering udaranya untuk di masukan kedalam tabung yang sudah diketahui isinya(cm3). Pengukuran Laju Infiltrasi di Laboratorium Pendahuluan Pengukuran laju infiltrasi yang dilakukan di lapangan dapat pula di laboratorium. dengan mengukur garis tengah dan panjang tabung yang akan di isi tanah. 55 . Stop watch. sesuai dengan bobot isi (g/cm3) yang dikehendaki.I) tanah yang dikehendaki.PRAKTIKUM XI 1. 3. Tanah yang sudah di ayak tadi di masukan kedalam tabung infiltrasi yang transparan. Backer glass. 2. Cara Tabung Transparan Alat-alat : 1. (1). Pengukua di laboratorium dilakukan pada tanah yang disimpan di dalam tabung denga bobot isi (B. 2. tanah yang akan diukur laju infiltrasinya diayak degan ayakan berdiameter 2 mm. Laju infiltrasi dapat diukur pada berbagai jenis tanah atau media tanam dengan kepadatan atau obot isi yang dibuat sesuai dengan di lapangan dalam keadaan alami atau setelah diolah atau setelah mengalami proses pemadatan. 3. 4. Infiltrasi lengkap dengan tabung-tabung infiltrasi yang trasnparan. Buku catatan.

jadi berat tanah kering udara harus dimasukkan kedalam tabaung untuk mencapai bobot isi 0.tabung di isi tanah terus ditampatkan infiltrometer (gambar 9) sebelum dimulai dengan meneteskan air yang berasal dari tabung reservoir air di atas. 2. 8. dan bagian bawah pakai tutup. Caranya sama pada pelaksanaan pada cara (1) butir 1 s/d 5 di atas. 10. 4. (2) Cara Tabung Besar (Paralon) Alat-alat : 1. umpamanya 15 % berat. Gerakan infiltrasi air sejak air mencapai dasar tabung disebut juga sebagai gerakan air pada tanah tidak jenuh. Karet ban penghubung dua tabung paralon. Selanjutnya pengukuran laju infiltrasi air dan perhitungannya sama dengan dilapangan.Sebagai contoh : Setelah diameter dan tingi diukur maka diketahui umpama isi tabung infiltrasi = 1500 cm3 bobot isi yang dikehendaki = 0. Tabung paralon yang sudah di isi tanah dengan bobot isi tertentu disambung dengan paralon lain yang kpsong dengan bantuan karet ban supaya bersatu. Setelah selesai. Pengukuran Laju Infiltrasi di Lapangan Pendahuluan 56 . hitung kecepatan ergerakan airnya. Apabila air mulai melimpah dari atas bibir tabung. hanya ukuran berbeda dan biasasnya dipake untuk berbagai bobot isi (kepadatan tanah). Usahakan agar air diatas tanah tetap. Tabung paralon tebal 4 mm dan berdiameter dalam 20 cm. 6. 7. maka infiltrasi dimulai dengan cara mengangkat lembaran plastik penutup tanah dan memijit sropwatch. sebelum air dituangkan kedalam tabung 20 cm di pasang meteran kecil. Apabila gerakan air sudah sampai ke dasar tabung dan sudah mulai menetes (ditampung) maka pemberian (tetesan) air dalam tabung reservoir dihentikan. Tanah yang sudah ditentukan berat kering udaranya tersebut. 9.9 g/cm3 adalah= 5. kemudian dimasukkan kedalam tabung yang dasarnya diberi kertas saring dengan cara sedikit demi sedikit sambil diketuk-ketuk atau dimanfaatkan agar tepat masuk semua dan kepadatannya merata keseluruh bagian. 3. terlebih dulu tanah dalam tabung ditutup lembaran plastik agar infiltrasi tidak terjadi sebelum air di permukaan tanah mencapai tepat bibir atas tabung. 11. tinggi 22 cm. Catat pula waktu sejak tetesan pertama keluar sampai tetesan terakhir. Prosedur/ Cara Kerja : 1. Gerakan air vertikal dapat dilihat dengan jelas dan dapat diukur pada skala. 2. 2.9 g/cm3. Pelaksanaannya sama seperti cara di lapangan. maka berat tanah kering mutlak yang harus dimasukkan adalah = Sebelumnya tanah kering udara itu ditentukan kandungan airnya.

tapi biasanya dicapai setalah 6 jam pengamatan. maka dapat dimulai penurunan dipergunakan. 8. 57 . Pilih tempat-tempat yang mewakili bagi suatu jenis atau areal tertentu. Air dalam ring besar diuap supaya permukaannya lebih sama dengan permukaan air di ring dalam (ring kecil). 4. Pada saat akan dimulainya pengamatan. Letakkan plastik sheet di antara bibir ring besar dan kecil dan di dalam ring kecil. Alat-alat : 1.Infiltrasi adalah proses masuknya air karena vertikal kedalaman tanah melalui permukaan tanah. Pengukuran ini berakhir apabila telah dicapai selisih tiap penurunan air selama kirakira 2 jam itu tetap konstan. 7. Lamanya pengamatan ini biasanya sangat dipengaruhi / ditentukan oleh tinggi rendahnya anah dan tekstur tanah. Pengamatan dan perhitungan-perhitungan : Untuk 2 jam yang pertama sejak percobaan. Prosedur/ Cara Kerja . permukaan air bagian dalam harus pada skala nol dari penggaris tadi dan stopwatch. Karung goni. tinggi 50 cm (ring kecil) 2. Penggaris logam/ penggaris plastik 50 cm.5 cm. Double ring infiltrometer : Ring luar berdiameter 45 cm. Plastik sheet. Kecepatan infiltrasi dinyatakan/dimaksudkan dengan sejumlah air yang masuk ke dalam tanah melalui permukaan tanah per satuan waktu (jam) per satuan luas permukaan. Stop watch. Double rogarithmic paper. dan air yang hilang lainnya bagi perhitunganperhitungan sehubungan dengan keprluan air infiltrasi bagi pertanian. Buku catatan. Air yang diisikan dari jerigen harus jatuh pada plstik sheet secara parlahan-lahan sehingga struktur permukaan tanah tidak rusak. Balok kayu 100 cm panjang 3. ring secara vertikal dan hati-hati di masukkan ke dalam tanah sedalam = 10 cm. Milimeter paper. Letakkan balok kayu melintang dipermukaan ring dengan bantuan palu. 5. 6. Setelah terpasang tegak dan tidak longgar. 10. kenudian bertitik pusat sama. Cara pemasangan dilakukan seperti sebelumnya. interval pengamatan harus sependek mungkin (umpama setiap satu menit atau kalau perlu tiap 15’ . tinggi 50 cm (ring besar) Ring dalam berdiameter 30 cm. 9. Jerigen plastik 20 liter. jarak antara tepi ring besar (ring liar) dengan ring dalam adalah= 7. Lakukan dengancara yang sama untuk pengisian ring dalam (kecil). 30’) tergantung keadaan tempat atau waktunya. Palu besi besar atau pali kayu. yang diisikan hingga = 5 cm dibawah bibir ring besar. pasang ring kecil (ring dalam) tanah berdiameter 30 cm. Data kecepatan infiltrasi dapat dipergunakan untuk menentukan jumlah air aliran-aliran permukaan. 11.

Waktu Interval Total waktu Penurunan Selisih tiap pengamatan (menit) permukaan air penurunan (ump. Penyalinan Data Pengamatan Dalam Grafik : a. Grafik biasa. Rata-rata) . n = tg(a) a = sudut yang dibentuk oleh garis lurus dari fungsi (dalam grafik log-log) dengan sumbu x.tn .I) Pada Pot Dan Pengaruhnya Terhadap Tanaman Pendahuluan : Meningkatnya bobot isi (bulk density) suatu tanah dapat disebabkan oleh pengaruh pemadatan sedangkan penurunannya karena pengaruh pengolahan tanah(penggemburan). biarkan sisi-sisi karung terendam air di antara ring dalam dan luar. Untuk mengatasi hal ini maka ring dalam (kecil) sebaiknya ditutup dengan karung goni yang dibasahi.30 15’ 30’ b b-a 9.00 15’ 0 9. tetapi sekali-kali kena pada air di ring dalam. PRAKTIKUM XII Penentuan Beberapa Bobot Isi (B. Terjadinya pemadatan dapat karena pengaruh injakan manusia. penggunaan alat-alat berat atau akibat pelumpuran. hal ini terjadi terutama apabila tanah menjadi kering. maka pelru dihindari adanya penguapan (evapotrasnpirasi) yang mengacauka data pengamatan. b. sebagai berikut : .45 15’ 45’ c c-b 10.n.tn+1 k = kosntanta nilai k didapat dari/ samadengan laju infiltrasi setelah 1 menit pertama pecobaan. berdasarkan hubungan antara selisih tiap penurunan yang dinyatakan dalam mm/jam dengan lama percobaan.15 15’ 15’ a a-0 9. Formula yang dipergunakan adalah yang telah diperkenalkan oleh kostiakov. Titik-titik selisih tiap penurunan total waktu percobaan diplotkan. Penyajian data dengan grafik logaritma ganda.00 15’ 60’ d d-c dst Apabila pengamatan ini dilakukan di tempat yang sangat terik matahari.jam) (mm) (mm) 9.Instantaneous Infiltrasi (kecepatan infiltrasi pada saat-saat permulaan terjadi =1 lns) =k. Kertas yang dipergunakan adalah kertas grafik log-log atau log ganda-ganda yang menyajikan hubungan antara kecepatan infiltrasi dengan waktu pada setiap saat pengamatan. 58 .Averege infiltration (inf.Infiltrasi kumulatif (1 kum) = k.

Setiap sebulan atau setiap dua minggu sekali dilakukan pengukuran ketinggian tanaman. kemudian disiram air sampai kafasitas lapang. 3. Setelah semua pot paralon disiram air dan segera ditanami biji jagung atau biji tanaman lainya. Alat-alat : 1.I) tertentu secara merata. Ayakan tanah. kemudian pot paralon dibuka atau kalau memungkinkan tanah dalam pot didorong keluar untuk mempelajari/ mengamati pertumbuhan perakaran tanaman sebagai pengaruh dari perbedaan kepadatan tanah atau perbedaan bobot isi tanah. Untuk mengetahui berapa banyak air untuk menyiram terlebih dahulu harus ditentukan jumlah air pada kapasitas lapang(lihat praktek pf) kemudian dikurangi dengan kandungan air yang telah ada dalam tanah . Keadaan fisik tanah yang baik dapat memperbaiki lingkungan penyerapah hara. jumlah pori-pori aerasi relatif rendah dan dapat menghambat petumbuhan akar. tentu saja akan berkurang beratnya dari semula karena penguapan (evapotranpirasi). sehingga relatif menguntungkan pertumbuhan tanaman. kemudian disiram air sampai timbangan menunjukkan timbangan semula (pada keadaan kapasitas lapang). 6. sekuruhnya ditimbang. setelah berumur hampir dua minggu tanaman muda dimatikan kecuali tanaman yang pertumbuhannya paling baik. Prosedur/ Cara Kerja : 1. 3. Sebaiknya ada tanaman cadangan untuk penyulaman. Apabila terjadi pemadatan pada tanah disamping sulit di tembus akar maka akan memiliki volume pori aerasi yang lebih sedikit. sehingga pertumbuhan dan hasil tanama mungkin kurang memuaskan. 2. catat jumalah air yang dipakai untuk menyiram tersebut. tiap pot dicatat beratnya. Setelah isi (volume) por paralon diketahui kemudian ditimbang berat tanah kering mutlak atau berat tanah kering udara yang harus dimasukkan untuk mencapai bobot isi (B. 59 . Pot pada no4 yang tanahnya sudah disiram. Se3telah tanaman sudah waktu untuk di panen maka dilakuka pemanenan. kedelai. pertama ditanam 2 atau3 biji. Setelah setiap pot-pot paralon seluruhnya dipindahkan ke rumah kaca/plastik dengan hasil-hasil (alat dorong). Jumlah air yang sudah diketahui itu dipakai pula untuk menyiram pot-pot lainnya yang perlakuaannya sama. Ukur garis tengah dan tinggi pot paralon sehingga dapat dihitung isinya. Tabung-tabung pot paralon (ukuran besar dan sedang) 2. dll. 5. Benih tanaman : jagung. Setelah2-3 hari salah satu ulangan contoh pot di ulang lagi. 4.Media perakaran tanaman merupakan faktor yang penting artinya untuk perkembangan akar tanaman dan akan menentukan hasil suatu tanaman. tongkat dan alat penentuan BI tanah dalam pot paralon. Siapkan tanah yang sudah di ayak dengan ayakan 2 mm. 7.

05 % 100 BI = 100 + 45.2 -1 0.2 V.1 KA = 5/11. BKU parafin = 34.parafin) = 260.tanah = V.08 V.parafin BKM (M.7 – 203.52 Cole = 3√ = 0.1 M.04/97.18 = 27.7 BKU = 116.92 V. PRAKTIKUM XIV PENETAPAN NILAI COLE TANAH Dik : BKM = 203.cawan = 5.total – V. Semua data yang diperoleh dicatat untuk di telaah dan dibuat laporan kelompok maupum laporan keseluruhan.3 M.1 x 0. sblm dikeringkan = 21.2 – 5.28 = 97.05 = 80.1 = 16.82 0 60 .2 – 5.total sblm dikeringkan = 21. BKM = 180 – 45.parafin BKM = 57.82 1.parafin = Massa parafin x konstanta V.8. parafin BKU = 34..8 = 45.1 V.1 M.1 x 100 % = 45.92 = 134. stlh dikeringkan = 16.3 Bd 150 = 134.08 M.1 = 11.72 = 0.28 V.1 BKU + parafin = 150.3 BKM + parafin = 260. BKU = 125 – 27.72 203.2 M.4 x 0.

9 x 1 K= 1 x 6.? Jawab : a... subsoil Qxlx1 K= txhxA 650 x 3.175 Subsoil Kelas Sedang 61 .02 cm/jam = 7.34 = 650 x 0..5 x 45...PENGUKURAN PERMEABILITAS TANAH Untuk 1 jam I: Dik : Q = 650 t = 1 jam l = 3.8 cm/jam b..99 = 2470/318.635 Kelas Agak lambat Nilai 4.5 cm A = ∏r2 Dit : K top soil dan subsoil.9 h = 6......8 x 1 K= 1 x 6.44 cm/jam = 7...6 x 0.5 x 48.. top soil Qxlx1 K= txhxA 650 x 3.76 cm/jam Laju permeabilitas Klmp 1 Topsoil Nilai 0.

43 8.55 YR 7.822 0.805 0.24 Sangat lambat Sangat cepat Lambat Sangat cepat Sangat lambat Sedang Cepat No.0044 5.28 24.005 11.23 Cepat Sangat lambat Agak cepat Sangat cepat Agak cepat Sangat lambat Sangat cepat 0.15 27.001 33.19 0.46 0.55 YR 96-137 5 YR 5/6 3/4 3/4 4/4 4/6 3/4 137175 gr gr gr gr gr gr s cl l s cl l s cl l s cl l s cl l s cl l >175 si si si si si si 62 .lapisan Simbol lapisan Dalam lapisan Batas lapisan Batas topografi Warna Matrix (Munsell) jepang karatan amerika Tekstur 1 2 3 4 5 6 0-12 AP I AP II AP III AP IV AP V AP VI 12-40 14 14 26 56 41 38 a g c d a g c d a g c d a g c d a g c d a g c d 40-90 s w i t s w i t s wi t s w i t s wi t s w i t 7.066 110.55 YR 7.23 58.2 3 4 5 6 7 8 13.55 YR 7.55 YR 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful