PERATURAN DAERAH PROPINSI DKI JAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN

PERATURAN DAERAH PROPINSI DKI JAKARTA NOMOR 9 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN .

TATA CARA DAN PERHITUNGAN PAJAK BAB IV : MASA PAJAK DAN SAAT TERUT ANG PAJAK BAB V : KETENTUAN LAIN – LAIN BAB VI : KETENTUAN PERALIHAN BAB VII : KET ENTUAN PENUTUP .MATERI PAJAK PENERANGAN JALAN KONSIDERAN BATANG TUBUH PENJELASAN PENJELASAN UMUM 14 PASAL PASAL DEMI PENJELASA N PASAL MENIMBANG 7 BAB MENGINGAT BAB I : KETENTUAN UMUM BAB II : NAMA. OBJEK DAN SUMBER PAJAK BAB III : DASAR PEN GENAAN TARIF.

4 THN 2002 TTG KUPD .DASAR HUKUM PAJAK PENERANGAN JALAN UU NO. 9 TAHUN 2003 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN PERDA NO. 18 TAHUN 1997 TENTANG PAJAK D AERAH DAN RETRIBUSI DAERAH PERATURAN PEMERINTAH NO. 10 TAHUN 1996 PAJAK PENERANGAN JALAN UU DRT NO 11 TAHUN 1957 TENTANG KETENTUAN PAJAK DAERAH PERDA NO. 34 TAHUN 2000 TENTANG PERUBAHAN ATAS UU NO. 65 TAHUN 2001 TENTANG PAJAK DAERAH PERDA NO.

LATAR BELAKANG PEMUNGUTAN • Pajak Penerangan Jalan Berlaku Sejak Tahun 1987 • Penerangan Jalan Merupakan Saran a Untuk Menambah Keindahan Kota. Kenyamanan Serta Ikut Menunjang Terciptanya Kea manan dan Ketertiban Yang Dinikmati Oleh Masyarakat • Untuk Membiayai Kebutuhan Te rsebut Perlu Adanya Pengenaan Pajak Yang Merata 3 Proporsional Untuk memenuhi Ra sa Keadilan .

PENERANGAN JALAN ADALAH PENGGUNAA N TENAGA LISTRIK UNTUK MENERANGI JALAN UMUM YANG REKENINGNYA DIBAYAR OLEH PEMERI NTAH DAERAH. . PELANGGAN LISTRIK ADALAH ORANG DAN ATAU B ADAN YANG MENJADI PEMILIK/PENYEWA/PENGHUNI BANGUNAN RUMAH DAN BANGUNAN LAINNYA Y ANG MENGGUNAKAN LISTRIK DARI PLN/BUKAN PLN. 6.KETENTUAN UMUM DALAM PERATURAN DAERAH INI YANG DIMAKSUD DENGAN : 1. 2. TENAGA LISTRIK BUKAN PLN ADALAH ALIRAN L ISTRIK YANG DIPASOK BUKAN OLEH PLN. 8. TENAGA LISTRIK PLN ADALAH A LIRAN LISTRIK YANG DIPASOK OLEH PLN.

ADALAH PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK YANG BERASAL DARI PLN MAUPUN BUK AN PLN.OBJEK PAJAK (1) OBJEK PAJAK PENERANGAN JALAN ADALAH PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK DI PROPINSI DA ERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA. (2) PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (1). .

PENGGUNAAN TE NAGA LISTRIK YANG BERASAL DARI BUKAN PLN DENGAN KAPASITAS TERTENTU YANG TIDAK ME MERLUKAN IZIN DARI INSTANSI TEKNIS TERKAIT.PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK LAINNYA YANG DITETAPKAN DENGAN KEPUTUSAN GUBERNUR SEPERTI TEMPAT SOSIAL.PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK OLEH INSTANSI PEMERINTAH PUSAT DAN P EMERINTAH DAERAH. KONSULAT. PERWAKILAN ASING. d.PENGGUNAAN TENAGA LISTRIK PADA TEMPATTEMPAT YANG DIGUNAKAN O LEH KEDUTAAN.(3) DIKECUALIKAN DARI OBJEK PAJAK PENERANGAN JALAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYA T (1). ADALAH : a. b. FASILIT AS . c. IBADAH. DAN LEMBAGALEMBAGA INTERNASIONAL DENGA N ASAS TIMBAL BALIK BERPEDOMAN PADA KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN.

(4) DALAM HAL TENAGA LISTRIK DISEDIAKAN BUKAN OLEH PLN MAKA PEMUNGUTAN PAJAK PENERANGAN JALAN DILAKUKAN OLEH DINAS PENDAPATAN DAERAH. (3) DALAM HAL TENAG A LISTRIK DISEDIAKAN OLEH PLN MAKA PEMUNGUTAN PAJAK PENERANGAN JALAN DILAKUKAN O LEH PLN. .SUBJEK PAJAK (1) SUBJEK PAJAKPENERANGAN JALAN ADALAH ORANG PRIBADI ATAU BADAN YANG MENGGUNAKA N TENAGA LISTRIK. (2) WAJIB PAJAK PENERANGAN JALAN ADALAH ORANG PRIBADI ATAU BAD AN YANG MENJADI PELANGGAN LISTRIK DAN/ATAU PENGGUNA LISTRIK.

MAKA SISTEM PEMUNGUTANNYA ADALAH (OFFICIAL AS SESSMENT = PENGENAAN PAJAK YANG DIBAYARKAN OLEH WAJIB PAJAK SETELAH TERLEBIH DAH ULU DITETAPKAN OLEH GUBERNUR ATAU PEJABAT YANG DITUNJUK).SISTEM PEMUNGUTAN • TENAGA LISTRIK YANG DISEDIAKAN OLEH PLN. 6 . MAKA SISTEM PEMUNGUTANNYA ADALAH (WITHO LDING ASSESSMENT = PENGENAAN PAJAK YANG DIPUNGUT OLEH PEMUNGUT PAJAK) • TENAGA LIS TRIK YANG DISEDIAKAN OLEH NON PLN.

DASAR PENGENAAN (1) DASAR PENGENAAN PAJAK PENERANGAN JALAN ADALAH NILAI JUAL TENAGA LISTRIK. NILAI JUAL TENAGA LI STRIK ADALAH JUMLAH TAGIHAN BIAYA BEBAN DITAMBAH DENGAN BIAYA PEMAKAIAN KWH YANG DITETAPKAN DALAM REKENING LISTRIK. D ALAM HAL TENAGA LISTRIK BERASAL DARI PLN DENGAN PEMBAYARAN. DITETAPKAN : a. (2) NILAI JUAL TENAGA LISTRIK SEBAGAIMANA DIMAKSUD PADA AYAT (1). .

b. (3) KHUSUS UNTUK KEGIATAN INDUSTRI. . NILAI JUAL TENAGA LISTRIK SEBAGAIMANA DIM AKSUD PADA AYAT (1). ATAU TAKSIRAN PENGGUNAAN LISTRIK. PENGGUNAAN LISTRIK. DAN HARGA SATUAN LISTRIK YANG BERLAKU DI WILA YAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA. NILAI JUAL TENAGA LISTRIK DIHITUMG BERDASARKAN KAPASITAS TERSEDIA. DITETAPKAN SEBESAR 30 % (TIGA PULUH PERSEN). PERTAMBANGAN MINYAK BUMI DAN GAS ALAM. DALAM HAL TENAGA LISTRIK DARI BUKAN PLN DENGAN TIDAK DIPUNGUT BAYARAN.

Non Industri (3%) • Bukan PLN.TARIF PAJAK PENERANGAN JALAN • PLN. Industri (8%) CARA PENGHITUNGAN = NJTL X TARIF NJTL = Nilai Jual Tenaga Listrik 8 . Industri. Pertambangan Minyak dan Gas Alam (8%) • Buka n PLN. Non Industri (3%) • PLN.

CONTOH PERHITUNGAN • PLN dan Bukan PLN. 5.000.200.. 1.000.000.000.000.X 3% = 150.000.Pajak Yang Harus Dibayar = Rp.9 .• PLN dan Bukan PLN. 5.000.000.000..000. 5 0. 50. Non Industri (3%) NJTL = Rp. Pertambangan Minyak dan Gas Alam (8%) NJTL = Rp.X 8% X 30% = Rp.Pajak Yang Harus Dibay arkan = Rp. Industri.

membuktikan ketidak-benaran da n mendapatkan data baru yang terungkap. menolak atau menambah. 10 . Ketetapan secara jabatan. Pengajuan keberatan tidak menunda kewaji ban membayar Gubernur dalam jangka waktu 12 bulan sejak surat keberatan diterima harus memberikan keputusan menerima seluruh. sebagian.KEBERATAN Diajukan secara tertulis dengan alasanalasan jelas dalam jangka waktu 3 bulan se jak diterima ketetapan.

PENGATURAN FORMAL KETENTUAN FORMAL UNTUK PELAKSANAAN PEMUNGUTAN PAJAK PENERANGAN JALAN DILAKSANAKA N BERDASARKAN PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 4 TA HUN 2002 TENTANG KETENTUAN UMUM PAJAK DAERAH.PENYAMPAIAN SPPT . YANG MENGATUR ANTARA LAIN : .PEND AFTARAN .

PEMERINTAHPROPINSI DKI JAKARTA Ter ima K as ih A tas Part isipas iny a DINAS PENDAPATAN DAERAH PROPINSI DKI JAKARTA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful