IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA

NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024
VOLTAMETER TEMBAGA
Dasar Teori

Merupakan alat/perkakas untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Voltmeter disusun secara paralel terhadap letak komponen yang diukur dalam rangkaian. Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperan sebagai anoda sedangkan yang di tengah sebagai katoda. Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter). Dalam sel elektrokimia berlangsung suatu proses elektrokimia, yaitu suatu proses reaksi kimia menghasilkan arus listrik, atau sebaliknya arus listrik menghasilkan proses kimia. Sel elektokimia digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari misalnya dalam proses ekstrasi dan pemurnian logam emas, perak, dan aluminium, penyepuhan logam dan yang sangat penting adalah pemanfaatan sel elktrokimia pada berbagai alat elektronik. Contoh sel elektrokimia yang banyak digunakan pada peralatan elektronik yaitu baterai dan accumulator(aki). Kedua jenis sel elektrokimia ini banyak digunakan sebagai sumber energi listrik, antara lain pada radio, lampu senter, kalkulator, mesin mobo\il mesin motor, mainan anak-anak sampai pada peralatan ruang angkasa seperti satelit yang menggunakan baterai nikel kadmium dan sel surya. Dapatkah anda menunjukkan contoh penggunaan baterai dan aki lainnya? Energi listrik dalam peralatan elektronik tersebut diperoleh dari hasil reaksi kimia berupa reaksi redoks yang spontan. Dalam reaksi redoks terjadi transfer atau perpindahan electron dari suatu unsure ke unsur lain. Aliran electron ini menunjukkan adanya alirean arus listrik. Pada baterai atau aki yang sedang digunakan, berlangsung suatu reaksi kimia yang menghasilkan arus listrik. Kebalikan proses tersebut adalah penggunaan energi listrik untuk reaksi kimia. Misalnya, pada proses penyepuhan logam dan penyetruman aki. Jadi berdasarkan reaksi selk elektrokimia dibagi menjadi dua yaitu Sel Volta dan Sel Elektrolisis. 1. Sel Volta : Reaksi kimia yang berlangsung spontan dan menghasilkan arus listrik. Katode merupakan ktub positip dan anode kutub negatif. 2. Sel Elektrolisis : Arus litrik yang menyebabkan terajdinya reaksi kimai. Katode merupakan kutub negatif dana anode merupakan kutub postif. Contoh : penyepuhan, pemurnian logam dalam pertambangan dan penyetruman aki.

IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA

NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024
Pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai Sel Elektrolisis, sekaligus menerapkan proses pemurnian logam. Ilmuwan Inggris, Michael Faraday mengalirkan arus listrik ke dalam larutan elektrolit dan ternyata larutan elektrolit itu terjadi reaksi kimia. Rangkaian alt kimia yang digunakan untuk menunjukkan reaksi kimia akibat dialiraka arus listrik disebut sebagai sel elektrolisis. Perhatikan gambar dibawah ini Elektroda pada sel elektrolisis berbeda dengan elektroda pada sel volta. Katode pada sel volta merupakan kutuib positip dan anodenya merupakan kutub negatip. Adapun pada sel elektrolisis, katode mrupakan kutub negatip sedangkan katode merupakan kutub positip. Pada sel volta, pemberian tanda kutub positip dan negatip ini didasarkan pada potensial listrik kedua elektrodanya. Adapun pada sel elektrolisis, penentuan ini didasarkan pada potensial tyang diberkan dari luar.

Konsep Praktikum Hantaran listrik melalui larutan elektrolit dapat dianggap sebagai aliran electron. Jadi apabila electron telah dapat mengalir dalam larutan elektrolit berarti listrik dapat mengalir dalam larutan tersebut. Elektron berasal dari kutub katode atau kutub negatif. Sedangkan pada anode melepaskan ion positip dan membentuk endpan pada logam katode. Di dalam larutan terurai proses: Cu2+ + SO42-

CuSO4

Ion Cu2+ ini akan berpindah menuju keping katode sedangkan ion SO42- akan menuju keping anode. Lama-lama keping katode ini akan timbul endapan dan terjadi perubahan massa. Massa ini dapat dihitung dengan cara:

G=a.I.t

Dimana: G = jumlah endapan tembaga Cu (gram) a = tara kimia listrik (gr/ampere.jam) I = kuat arus listrik (ampere) t = lamanya pengaliran arus (jam)

IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA

NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024

Untuk tembaga nilai a = 1,186 gr/ampere.jam, karena G telah dapat diketahui maka I arus dapat diperoleh dengan:

I = G/at

Kita telah mengetahui berbagai cara untuk membangkitkan arus listrik di dalam alat pembangkit tegangan. Antara dua jepit tegangan (sumber arus) jepit kedua keping tembaga anode pada kutub positip dan satu keping tembaga pada keping katode pada kutub negatif.

Kita telah mempelajari konsep ini pada tingkat SMA, sekarang akan kita buktikan melalui praktiknya. Kali ini kita akan menggunakan sumber tegangan dc (direct current) dalam rangakaian, sebab dalam rangkaian hanya ada satu jalan yaitu dari anode ke katode tetapi tidak sebaliknya.

Kegunaan sel Elektrolisis 1. Pembuatan Gas di Laboratorium Sel elektrolisis banyak digunakan dalam industri pembuatan gas misalnya pembuatan gas oksigen, gas hydrogen, atau gas klorin. Untuk menghasilkan gas oksigen dan hydrogen, Anda dapat menggunakan larutan elektrrolit dari kation golongan utama (K+,Na+) dan anion yang mengandung oksigen (So42-,, NO3-) dengan electrode Pt atau karbon. Reaksi elektrolisis yang mengahsilkan gas, misalnya elektrolisis larutan Na2SO4 menggunakan electrode karbon. Reaksi yang terjadi Na2SO4(aq) Katode (C) Anode(C) : 2H2O(l) + 2e: 2H2O(l) 2Na+(aq) 2OH-(aq) 4e+ H2(g) + 4H+ + O2(g) + SO42-

Karena pada katode dan anode yang bereaksi adalah air, semakin lama air semakin berkurang sehingga perlu ditambahkan. Perlu diingat bahwa walaupun yang bereaksi air,

Proses Pemurnian logam kotor Proses pemurnian logam kotor banyak dilakukan dalm pertambangan . Kation Au3+ di katode direduksi membentuk endapan logam emas yang melapisi logam atau cincin besi. perak. 2. bertujuan menutupi logam yang penampilannya kurang baik atau menutupi logam yang mudah berkarat. Badan sepede titanium dilapisi titanium oksida (TiO2) yang bersifat keras dan tidak dapat ditembus oleh oksigen atau uap air sehingga terhindar dari reaksi oksida yang menyebabkan korosi. Contoh jika logam atau cincin dari besi akan dewlaps emas digunakan larutan elektrolit AuCl3(aq). sedangkan logam emasnya (Au) sebagai anode. Elektrolit yang digunkan adalah elektrolit yang mengandung kation logam . Logam besi (Fe) dijadikan sebagai katode. Logam-logam ini dilapiasi dengan logam lain yang penampilan dan daya tahannya lebih baik agar tidak berkarat. Proses ini cukup murah karena emas yang melapisi besi hanya berupa lapisan tipis. Misalnya mesin kendaraan bermotor yang terbuat dari baja umumya dilapisi kromium agar terhindar dari korosi . Elektrolit ini berguna sebagai penghantar arus listrik. Beberapa alat rumah tangga juga disepuh dengan perak sehingga lebih awet dan penampilannya tampak lebih baik. Apa yang terjadi jika kedua logam ini ditukar posisinya?Me ngapa? Reaksi yang berlangsung dalam proses penyepuhan besi dengan emas yaitu AuCl3(aq) Katode(cincin Fe): Au3+(aq) + 3eAnode(au) : Au(s) Au3+(aq) Au(s) Au3+(aq) 3e+ 3Cl-(aq) Proses yang terjadi yaitu oksidasi logam emas (anode) menjadi Au3+(aq) Kation ini akan bergerak ke katode menggantikan kation Au3+ yang direduksidi katode. Proses Penyepuhan Logam Proses penyepuhan sutu logam emas. 3. logam transisi yang kotor dapat dimurnikan dengan cara menempatkannya sebagai anode dan logam murni sebagai katode. Prinsip kerja proses penyepuhan adalah penggunaan sel dengan elektrolit larutan dan electrode reaktif.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 tidak berarti elektrolit Na2SO4 tidak diperlukan. atau nikel.

Untuk mendapatkan logam nikel murni(di katode) harus ada penyaringan sehinggga kotoran (tanah. Alat ini yang akan berperan penting dalam elektrokimia ini. niukel murni digunkan sebagai katode. dimana akan banyak berhubungan dengan elektrokimia dan reaksi – reaksinya. Voltmeter adalah Merupakan alat untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Reaksi yang terjadi. Sel elektrokimia yang menghasilkan listrik karena terjadinya reaksi spontan di dalamnya di sebut sel galvani. yakni gabungan dari reaksi reduksi dan oksidasi. akan memncari ketetapan Faraday dengan konsep elektrolisis. Elektrokimia adalah kajian mengenai proses perubahan antara Tenaga Kimia dan Tenaga Elektrik. ion Ni2+ pada katode direduksi membentuk logam Ni dan bergabung dengan katode yang merupakan logam murni. metode elektrokimia adalah metode yang didasarkan pada reaksi redoks. Karena didasarkan pada reaksi redoks. Kation Ni2+ di anode bergerak ke daerah katode menggantikan kation yang direduksi. Sesuai dengan namanya. pengotor Pada percobaan Voltameter Tembaga ini. Sistem elektrokimia meliputi sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Contoh : prose pemurnian nikel menggunakan larutan NiSO4 . yaitu: Ni2+(aq) Ni(s) Ni2+ + 2e- sumber Katode(Ni murni) Anode (Ni kotor) NiSO4(aq) :Ni2+(aq) + 2e:Ni(s) + SO42- Logam nikel yang kotor pada anode dioksidasi menjdi ion Ni2+.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 yang dimurnikan. Hal ini erat kaitannya dengan ilmu kimia. pasir dan lain-lain) hanya berada di anode dan tidak berpindah ke katode sehingga daerah di katode merupakan daerah yang bersih. Peralatan dasar dari sel elektrokimia adalah dua elektroda umumnya konduktor logam. sedangkan nikel kotor (logam yang dimurnikan ) digunakan sebagai anode. Sedangkan sel elektrokimia di mana reaksi tak-spontan terjadi di dalamnya di sebut sel elektrolisis.yang dicelupkan ke dalam elektrolit konduktor ion (yang dapat berupa larutan maupun cairan) dan sumber arus. Kemudian. yang berlangsung pada elektroda yang sama/berbeda dalam suatu sistim elektrokimia. pereaksi utama .

Au . Mg. Sel Elektrolisis 1. Hg. Deret Volta/Nerst a. elektrokatalis. elektrodialisis elektrorefining dan elektrolisis. Aplikasi metode elektrokimia untuk lingkungan dan laboratorium pada umumnya didasarkan pada proses elektrolisis. terjadi perubahan : energi listrik energi kimia 2. yakni elektroda di mana reaksi reduksi (reaksi katodik) berlangsung dan anoda di mana reaksi oksidasi (reaksi anodik) berlangsung. di mana reaksi kimia yang berlangsung dalam suatu sistem elektrokimia dimanfaatkan untuk menghasilkan arus listrik. Aplikasi lainnya dari metode elektrokimia selain pemurnian logam dan elektroplating adalah elektroanalitik. Sesuai dengan reaksi yang berlangsung. Sel Volta/Galvani 1.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 yang berperan dalam metode ini adalah elektron yang di pasok dari suatu sumber listrik. Proses ini merupakan kebalikan dari proses Galvani. elektroda dalam suatu sistem elektrokimia dapat dibedakan menjadi katoda. Al. SEL ELEKTROKIMIA 1. Pt. Cu. (H). elektrokoagulasi. anode = elektroda positif (+) 3. Ag. Ca. Pb. yakni terjadinya reaksi kimia dalam suatu sistem elektrokimia akibat pemberian arus listrik dari suatu sumber luar. Li. Sn. katoda = elektroda positif (+) 2. Mn. Ba. Zn Fe Ni. K. katoda = elektroda neeatif (-) KONSEP-KONSEP SEL VOLTA Sel Volta 1. misalnya dalam sel bahan bakar (fuel-cell). terjadi penubahan : energi kimia energi listrik 2. anode = elektroda negatif (-) 3. Na.

mudah dioksidasi sukar direduksi 2.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 b. Arus elektron : anoda katoda . Anoda terjadi reaksi oksidasi . Makin ke kanan. Jembatan garam: menyetimbangkan ion-ion dalam larutan MACAM . Katoda terjadi reaksi reduksi 2. Sel Bahan Bakar = Elektroda : Ni = Elektrolit : Larutan KOH = Bahan Bakar : H2 dan O2 4. Arus listrik : katoda anoda 3. Sel Aki = Katoda: PbO2 = Anoda : Pb = Elektrolit: Larutan H2SO4 = Sel sekunder 3.MACAM SEL VOLTA 1. Baterai Ni . Prinsip 1.Cd = Katoda : NiO2 dengan sedikit air = Anoda : Cd . mudah direduksi sukar dioksidasi Makin ke kiri. Sel Kering atau Sel Leclance = Katoda : Karbon = Anoda :Zn = Elektrolit : Campuran berupa pasta : MnO2 + NH4Cl + sedikit Air 2.

Anoda : Pt atau C (elektroda inert) reaksi : . Anoda bukan : Pt atau C reaksi : bereaksi dengan anoda membentuk garam atau senyawa lain.Ion positif pula akan bergerak ke katoda yang mana ion ini dikenali sebagai kation.Semasa elektrolisis berlaku. Katoda [elektroda -] • Terjadi reaksi reduksi • Jenis logam tidak diperhatikan. penggantinya air 2 H2O + 2 e. Anoda [ektroda +] • Terjadi reaksi oksidasi a. 'Lisis' bermaksud memecah dalam bahasa Yunani.gugus asam beroksigen tidak teroksidasi. Elektrolisis ialah proses penguraian elektrolit kepada unsur juzuknya apabila arus elektrik mengalir melaluinya. . Al dan Mn • Reaksi: 2 H+(aq) + 2e. Proses Elektrolisis adalah keadaan di mana apabila elektrolit mengkonduksikan elektrik.golongan VIIA (halogen) g as b. Jadi. ion negatif akan bergerak ke anoda. kecuali logam Alkali (IA) den Alkali tanah (IIA). Istilah elektrolisis diperkenalkan oleh Michael Faraday [1791 .basa + H2(g) direduksiion-ion lain 2. Elektroda yang disambungakan kepada terminal positif yang dinamakan anoda. manakala elektroda yang disambungkan kepada terminal negati dinamakan katoda.Arus elektrik boleh dialirkan melalui elektrolit dengan menggunakan dua elektroda. perubahan kimia berlaku dan elektrolit terurai kepada unsurnya di elektroda. elektrolisis bermaksud pemecahan oleh arus elektrik. diganti oleh 2 H2O asam + O2(g) .Oleh itu ion ini dikenali sebagai kation.1867].IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 1.H2(g) ion golongan IA/IIA tidak direduksi.4OH-(aq) 2H2O + O2(g) + 4e.

2H2O + O2 + 4e Pengoksidaan Tindak balas di anod (Elektrod negatif) Zn Zn2+ + 2e Pengoksidaan Tindak balas di katod ( Elektrod negatif) Cu2+ + 2e Cu Penurunan Tindak balas di katod ( Elektrod positif) 2H+ + 2e H2 Penurunan PRINSIP PERHITUNGAN ELEKTROLISIS Hukum Faraday I "Massa zat yang terbentuk pada masing-masing elektroda sebanding dengan kuat arus/arus listrik yang mengalir pada elektrolisis tersebut".IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Sel elektrolisis Sel kimia Elektrolit: CuSO4 Cu2+ + SO42H2O H+ + OHElektrolit: Na2SO4 2Na+ + SO42H2O H+ + OH- Tindak balas di anod (Elektrod positif) 4OH. Rumus: m = e . t / 96. i .t m = massa zat yang dihasilkan (gram) .500 q=i.

Q adalah sifat dasar yang dimiliki oleh materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan negatif).602 176 53(14) × 10-19 C. menurut daftar konstanta fisika CODATA tahun 2002. oleh karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan dari satuan Q dasar. muatan dasar partikel diyakini tidak bisa dibagi lagi. Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini. Pada sistem Centimetre gram second (CGS). nilainya mendekati 4.803 × 10-10 statcoulomb." Rumus: m1 : m2 = e1 : e2 m = massa zat (garam) e = berat ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi Hukum Faraday erat kaitanya dengan muatan lisktrik. Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif. Dalam atom yang netral. Merupakan konstanta fisika dan satuan muatan listrik. . Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif.Nilainya adalah 1.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 e = berat ekivalen = Ar/ Valens i= Mr/Valensi i = kuat arus listrik (amper) t = waktu (detik) q = muatan listrik (coulomb) Hukum Faraday II "Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda (terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh sejumlah arus listrik yang sama banyaknya akan sebanding dengan berat ekivalen masing-masing zat tersebut. jika atomnya kekurangan elektron. jumlah proton akan sama dengan jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak bermuatan). Satuan Q adalah coulomb. yang merupakan 6. Q.24 x 1018 muatan dasar.Sejak pertama kali diukur oleh Robert Millikan pada percobaan tetes-minyak pada tahun 1909. Muatan listrik. adalah pengukuran muatan dasar yang dimiliki suatu benda. Muatan listrik partikel disimbolkan sebagai e atau kadang-kadang q adalah muatan listrik oleh sebuah partikel proton atau sama dengan angka negatif muatan listrik sebuah partikel elektron.

dipercaya memiliki muatan listrik sebesar e/3.66048323 x 10-24 faraday (kimia) (Fd) 1.602464363 x 10-19 coulomb (internasional) (C) 1.450555556 x 10-23 ampere-hour (Ah) 2. ditemukan tahun 1960s.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Quark.6022 x 10-20 abcoulomb (abC) 4. Tabel konversi untuk satuan muatan listrik 1 e (konstanta muatan listrik partikel) adalah sama dengan 1 e (konstanta muatan listrik partikel) 1.803267424 x 10-10 franklin (Fr) 1.660016989 x 10-24 faraday (fisika) (Fd) 4. Quark tidak pernah dideteksi dalam satu partikel.670333333 x 10-21 ampere-minute (Am) 1.6022 x 10-19 coulomb (C) 1. hanya terdapat dalam jumlah partikel lebih dari satu.6022 x 10-25 megacoulomb (MC) .6022 x 10-19 ampere-second (As) 1.6022 x 10-22 kilocoulomb (kC) 1.

Pertama-tama kita menyediakan wadah. Rangkaian yang digunakan adalah suatu sistem elektrolisis dengan cairan CuSO . Dalam sel volta. diberi setengah sel. reaksi redoks akan Dengan perkataan lain. elektrolisis. Reaksi yang terjadi adalah : CuSO4 (aq) Cu2+(aq) + SO42-(aq) Katoda [elektroda .6022 x 10-13 microcoulomb (µC) 1. Sel volta (sel galvani yang dikembangkan oleh Alessandro Volta (1745-1827) dan Luigi menghasilkan arus listrik.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 1.: reduksi] : Cu2+(aq) + 2e. Dalam sel elektrolisis arus listrik akan redoks. Perpindahan elektrode dari anode ke katode dapat kita manfaatkan sebagai sumber arus listrik dengan merancang suatu sel volta (sel galvani). hukum Faraday I .803267424 x 10-10 statcoulomb (statC) 1.6022 x 10-7 pikocoulomb (pC) 4. menghasilkan reaksi Pada percobaan Voltameter Tembaga ini tujuan yang ingin dicapai adalah menentukan ketetapan Faraday.1829) dan Michael Faraday (1791. energi listrik. Dalam wadah kita celupkan sebatang logam tembaga (katode) dan sebatang logam . energi listrik diubah menjadi energi kimia. teori – toeri yang akan dipergunakan meliputi : elektrokimia.Cu(s) Anoda [elektroda + : oksidasi]: 2 H2O(l) O2(g) + 4 H+(aq) + 4 e- Seng bertindak sebagai anode (mengalami oksidasi). Jadi. energi kimia diubah menjadi 2.6022 x 10-16 milicoulomb (mC) 1. dan muatan listrik. Dimana yang menjadi katoda adalah tembaga dan yang menjadi anoda adalah seng.1798) dari Italia. Galvani (1737. tembaga bertindak sebagai katode (mengalami reduksi). konsep reaksi redoks.6022 x 10-10 nanocoulomb (nC) 1.1867) dari Inggris. Hukum Faraday II. Sel elektrolisis yang dikembangkan oleh Sir Humphry Davy (1778.

Jumlah zat yang dihasilkan pada electrode sebanding dengan jumlah arus yang dialirkan pada zat tersebut. 2. Electron yang dilepaskan mengalir melalui rangkaian kawat menuju tembaga (katode).25 x 10-5 sedangkan pada percobaan II yang menggunakan arus 5. Aliran elektron ini menimbulkan arus listrik yang dapat kita gunakan untuk berbagai keperluan.1 x 10-5 . dengan berat ekuivalen tiap zat- Perlu diperhatikan bahwa pada zaman Faraday electron belum dikenal sebab. Rumus yang digunakan adalah : z= dimana : M = massa endapan tembaga Z = massa ekivalen elektrokimia muatan yang dialirkan Faraday merumuskan beberapa kaidah perhitungan elektrolisis yang kini dikenal sebagai Hukum Faraday I berikut ini : 1. ℮= . Kini berat ekivalen (e) suatu unsur berdasarkan jumlah electron. Perpindahan electron dari anode ke katode menyebabkan larutan di anode bermuatan positif (karena bertambahnya Zn2+) dan larutan di katode bermuatan negative (karena berkurangnya Cu2+). Setelah kita amati yang terjadi. Pada percobaan I yang menggunakan arus tetap 4 A dan tegangan 4 volt diperoleh berat eqivalen sebesar = 1. Pada permukaan tembaga terjadi reduksi: electron yang terlepas ditangkap oleh Cu2+ dari larutan sehingga terbentuk endapan tembaga.6 A dan tegangan 6 volt diperoleh hasil berat eqivalen sebesar = 7. Dengan memutuskan switch (off) atau menyambungkan kembali (on) setiap saat kita dapat mematikan atau menghidupkan sel volta sesuai dengan kebutuhan.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 seng (anode). Jika arus listrik dialirkan kedalam beberapa sel elektrolisis yang dihubungkan seri. electron baru ditemukan oleh Joseph John Thomson tahun 1897. seng (anode) secara spontan mengalami oksidasi menjadi Zn2+ yang masuk kedalam larutan. Kemudian logam seng dan logam tembaga dihubungkan oleh suatu rangkaian kawat yang dilengkapi switch dan voltmeter. jumlah berat zat-zat yang dihasilkan pada tiap-tiap electrode sebanding zar tersebut.

0221367 x 1023 butir electron.64853 x 104 coloumb Bilangan 9.64853x 104 ini sering dibulatkan menjadi 9.65x 104 atau 96500 dan disebut tetapan faraday dengan satuan coloumb mol -1. Jumlah zat yang terbentuk di katode atau di anode dinyatakan oleh persamaan berikut ini.60217733x 10 -19 coloumb= 9.0221367x 1023 x 1. Karena jumlah sebutir electron adalah 1.60217733 x 10 -19 coloumb. W = e F atau w = Dengan. maka berlaku hubungan: = . Jika terdapat dua hasil elektrolisis dengan arus listrik yang sama.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Untuk mengenang jasa Michael Faraday kini didefinisikan bahwa satu faraday (1 F) adalah jumlah yang terdiri dari satu mol electron atau 6. w = berat hasil elektrolisis (gram ) e = berat ekivalen F = jumlah listrik (faraday) 2. maka listrik satu faraday setara dengan muatan sebesar: 6. 1 faraday (1F) = 1 mol electron = muatan 96500 coloumb F = = Dengan F = jumlah arus dalam faraday (jumlah mol electron) i = kuat arus (ampere) t = waktu (detik) Kedua Hukum Faraday yang telah dikemukakan terdahulu dapat dirumuskan secara kuantitatif sebagai berikut : 1.

ion-ion positif akan bergerak ke elektrode negatif. ion-ion positif akan bergerak ke elektrode negatif.93 gram/cm3. Artinya. titik cairnya : 1083 0C. ion-ion positif akan bergerak ke elektrode negatif. Jika kedua elektrode dihubungkan dengan arus listrik searah (DC). Artinya. Umumnya tabung tersebut berukuran 15 x 10cm (tinggi x diameter). akibat adanya pergerakan bebas dari elektron-elektron pada strukturnya. ." m1 : m2 = e1 : e2 m = massa zat (garam) e = beret ekivalen = Ar/Valensi = Mr/Valensi Voltameter Tembaga merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besar tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. maka ion-ion pada larutan akan bergerak berlawanan arah. Metal/logam dapat bertindak sebagai konduktor listrik. dalamperistiwa ini dapat digambarkan sebagai berikut : Jika kedua elektrode dihubungkan dengan arus listrik searah (DC). Alat ini terdiri dari tiga buah lempengan tembaga yang terpasang pada sebuah bakelite yang dirangkai dalam sebuah tabung kaca atau plastik. Lempengan luar berperan sebagai anoda sedangkan yang di tengah sebagai katoda. Artinya. maka ion-ion pada larutan akan bergerak berlawanan arah. Jika kedua elektrode dihubungkan dengan arus listrik searah (DC). ion-ion positif akan bergerak ke elektrode negatif. maka ion-ion pada larutan akan bergerak berlawanan arah. Secara sederhana konduksinya disebut konduksi metalik. mampu tariknya : 200 – 360 N/mm2. Artinya.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Hukum Faraday II "Massa dari macam-macam zat yang diendapkan pada masing-masing elektroda (terbentuk pada masing-masing elektroda) oleh sejumlah arus listrik yang sama banyaknya akan sebanding dengan berat Rumus: ekivalen masing-masing zat tersebut. Pada larutan elektrolit yang ada kecenderungan sebagai konduksi listrik. perpanjangan/regangan/ : 35 – 50 %. penyusutan dingin : 2%. Jika kedua elektrode dihubungkan dengan arus listrik searah (DC). maka ion-ion pada larutan akan bergerak berlawanan arah. Tembaga memiliki berat jenis 8.

Sesuai dengan tujuan percobaan ini. logam cair. maka ion-ion pada larutan akan bergerak berlawanan arah. misal : asam-basa. Apabila ionion dalam larutan terkontak dengan elektrode maka reaksi kimia akan terjadi. Pergerakan-pergerakan muatan ion dalam larutan akan membawa energi listrik. misal : air murni. lewatnya 1 Faraday pada rangkaian menyebabakan oksidasi satu bobot ekivalen suatu zat pada satu elektrode dan reduksi satu bobot ekivalen pada elektrode yang lain. Sifat hantaran listrik zat cair dapat dibedakan 1. ion-ion positif akan bergerak ke elektrode negatif. Maka.” Dan dinyatakan dalam rumus : G=a. sebaliknya ion-ion negatif akan bergerak kearah elektrode positif. minyak. diperlukan endapan logam di katoda.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Jika kedua elektrode dihubungkan dengan arus listrik searah (DC). garam. b. akan ditinjau aspek kuantitatif pada elektrolisis ini dengan mengggunakan hukum Faraday. 2. Kondisi demikian ini disebut elektrolitik.t Dimana : G = jumlah endapan logam (gr) a = ekivalen elektrokimia (gr/coloumb) . Larutan ion. misal : air raksa. Artinya. Pada katode akan mengalami reduksi dan pada anoda akan mengalami oksidasi. yaitu : “ Dalam elektrolisis. mengalami perubahan kimia. misal : a.i. dll. tidak mengalami perubahan kimia. maka untukmenghitung arus. Isolator.

Sesuai dengan reaksi diatas.5 mol Cu (63.5/2) gr untuk menghasilkan 1 mol elektron. maka reaksi kimia yang terjadi bila terdapat arus listrik adalah : CuSO4 --. i . dimana i . t adalah 1 Faraday maka: a = G / 1 Faraday = G / (96500 C) Karena 1 mol Cu (63. secara kuantitatif dinyatakan sebagai 1 Faraday.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 t = waktu (detik) Dengan “i . Sehingga harga “a” untuk Cu dapat dicari : . t 96500 Karena larutan yang dipakai adalah dalam percobaan adalah CuSO4.> 2 Cu2+ + SO42Pada anoda : SO42. dan definisi ekivalensi elektrokimia. t) .> 2 e + SO4 Pada katoda: Cu2+ + 2e > Cu Artinya Cu2+ dari larutan garam bergerak menuju katoda dan anoda kehilangan Cu 2+ yang dipakai untuk menetralkan SO42-. sehingga sesuai pula dengan kuantitas satuan standar kelistrikan yang menyatakan banyaknya elektron yang melewati elektrolit adalah coloumb maka : 1 Faraday = 1 mol elektron = 96500 Coloumb Sehingga rumus diatas menjadi : G = a . yaitu bobot zat yang diperlukan untuk memperoleh atau melepaskan 1 mol elektron. maka harga elektrovalensi kimia untuk Cu dapat ditentukan sebagai berikut: Dari hukum Faraday. t” adalah jumlah arus yang akan disuplai. maka hanya diperlukan 0. rumus untuk “a” adalah : a = G / (i .5) gr menghasilkan 2 mol elektron.

3294 .IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 a = G gr = 0. magnesium. dan dapat diregangkan atau mulur. t)= G / (0. bahwa tembaga dapat dicor dalam suhu antara 800 – . yaitu lunak. nikel. mangan. t). akan dapat dihitung besarnya “i” sesungguhnya yang nantinya akan dibandingkan dengan angka “i” pada amperemeter. Kemampuan untuk dikerjakan Tembaga murni jelek untuk dicor. dimana dalam proses pengecoran. Sebagai bahan setengah jadi. timah putih. besarnya keseksamaan dari penunjukkan jarum amperemeter dengan voltameter tembaga dapat diperhitungkan dengan ralat perhitungan. Selain itu juga kemampuannya sebagai penghantar panas dan penghantar listriknya tinggi.3294 mg / C 2 . juga tahan korosi. Akan tetapi apabila diberikan suatu tambahan yaitu dengan jumlah kurang dari 1% bersama-sama akan memperbaiki sifat untuk mampu dicor. phospor. akan menjadi terusi yang beracun. 96500 C Setelah harga “a” diketahui maka harga i ditentukan berdasar persamaan : i = G / (a . Sifat Tembaga Tembaga yang dikatakan murni sifatnya. liat. Tembaga bila berhubungan langsung dengan asam cuka. timah hitam. Dengan demikian. Tambahan-tambahan tersebut antara lain: seng. tembaga membentuk lapisan pelindung berwarna hijau dari Cu karbonat yang dikenal dengan nama Platina. hasilnya Porus. dengan : G = dalam miligram a = dalam miligram/C t = dalam detik i = dalam ampere Dengan persamaan tersebut. Pada udara terbuka. dan silisium.

Karena sifat mampu bentuknya baik sekali. misalnya dari tembaga jenis bebas O2 yaitu SB-Cu atau SD-Cu. melainkan menjadi bahan mampu tempa. tembaga akan menjadi keras dan rapuh.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 900 0 C untuk dibuat blok. plat yang nantinya dilanjutkan proses rol atau ditekan untuk dibuat batangan. dan khususnya digunakan sebagai bahan paduan maupun logam paduan. dan lain sebagainya. Melalui proses pelunakan ulang (soft anealing) pada temperatur antara 300 . Untuk itu pada alat potong untuk pengerjaan tembaga. penutup atap. Untuk pengerjaan yang berhubungan dengan panas yang berulang-ulang atau untuk bagian yang dilas atau disolder.700 °C akan didapatkan sifat seperti semula dan harga/nilai keregangannya kembali meningkat. kawat tambahan solder. tembaga dibuat bermacam-macam kebutuhan barang-barang tempa maupun tekan (forming). profil atau pipa. dan dapat merusak alat potongnya (cutter).02 mm. misalnya : pembubutan. Pada pengerjaan permesinan. dapat menggunakan bermacam-macam bahan tembaga. Dan proses terakhir pada quenching tidak akan kembali keras.01 mm dan dibuat kawat sampai diameter 0. dan sebagainya. Dan untuk pengerjaan selanjutnya seperti proses dingin untuk dibuat atau dijadikan lembaran-lembaran tipis (foil) sampai ketebalan 0. frais. bahwa tembaga murni mempunyai tatal atau cip yang terlalu liat dan padat. akan tetapi dengan cara tersebut. . Dan untuk penyolderan keras maupun pengelasan tanpa gas lindung pun akan baik kemampuan lasnya. bahanbahan tersebut baik dan lunak. pipa-pipa pemanas atau pendingin. Penggunaannya Tembaga pada umumnya digunakan sebagai bahan kebutuhan perlistrikan. diberikan sudut pemotongan khusus dan menggunakan minyak tanah atau oli bor emultion (dromus B) sebagai pelicin membantu pemotongan. bor atau shaping.

khususnya di Surabaya. peralatan elektroplating masih ahli olah-raga. memuaskan adalah yang sifat larutan yang adalah berubah-ubah secara Metode pengujian dilakukan bereksperimen dengan berbagai kombinasi variabel suhu. meski alat kontrol elektroplating ini berjalan dengan baik namun tidak dapat menggantikan kerja operator secara total. . diantaranya peralatan prakteknya tenaga industri dan sulit yang bidang komponen sebagainya. Salah satu kesulitan dalam mencapai cepat hasil plating yang dan random. sensor dalam Pengujian alat suhu. Alat kontrol elektroplating ini dilengkapi dengan display. Variabel-variabel lain seperti keadaan elektroda dan keadaan larutan masih belum dapat dikontrol melalui mikrokontroler. diantaranya larutan yang digunakan. banyak variabel. dalam dapur. sebagainya. masih ahli di demikian proses karena pengendaliannya tenaga membutuhkan yang berpengalaman. suhu larutan. Namun oleh oleh industri penghasil benda logam. alat keadaan kontrol elektroda yang digunakan. mendorong pelaksanaan tugas akhir ini dalam rangka tidak Hasil yang membuat suatu alat pengontrol elektroplating yang mudah digunakan dan membutuhkan diperoleh dalam proses keahlian elektroplating dipengaruhi oleh khusus.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Proses Elektroplating Tembaga-Nikel-Khrom Elektroplating merupakan suatu proses yang digunakan untuk memanipulasi sifat suatu substrat dengan cara melapisinya dengan logam lain. Proses elektroplating banyak dibutuhkan elektronika. Dalam pengujian dengan diperoleh MCS-51 kesimpulan bahwa dengan adanya alat kontrol elektroplating ini proses elektroplating dapat dilakukan dengan mudah dan hasil yang diperoleh pun memuaskan. tegangan antara rangka kedua elektroda. durasi plating dan tegangan yang digunakan. maka Dalam pembuatan elektroplating ditentukan terlebih dulu bahwa variabel yang dikendalikan adalah suhu larutan. pada proses nikel plating dan krom plating. Bagaimanapun juga. sehingga akan dikendalikan secara manual. dilakukan peralatan listrik. Terbatasnya berpengalaman elektroplating. durasi plating. dan dengan MCS-51. heater dan proses kontrol elektroplating sumber tegangan pengendalian ini digunakan yang semuanya diperlukan elektroplating. waktu dan tegangan. fan.

Cara pelapisan tembaga-nikel-khrom dengan metode elektroplating adalah sebagai berikut:Pelapisan menggunakan arus searah. . Pengerjaan elektroplating tembaga-nikel-khrom pada dasarnya terbagi atas tiga proses yaitu perlakuan awal. Hemat dilihat dari pemakaian logam khrom. Tembaga digunakan sebagai suatu lapisan awal untuk mendapatkan pelekatan yang bagus dan melindungi baja dari serangan keasaman larutan tembaga sulfat. karena mempunyai sifat hantaran arus dan panas yang baik. Cara terakhir ini yang disertai dengan perlakuan awal terhadap benda kerja yang baik mempunyai berbagai keuntungan dibandingkan dengan cara-cara yang lain. Ketebalan dapat dikontrol. Lapisan relatif tipis. Pelapisan dasar tembaga dipelukan untuk pelapisan lanjut dengan nikel yang kemudian yang kemudian dilakukan pelapisan akhir khrom. Aplikasi yang paling penting dari pelapisan tembaga adalah sebagai suatu lapisan dasar pada pelapisan baja sebelum dilapisi tembaga dari larutan asam yang biasanya diikuti pelapisan nikel dan khrom. lalu dilanjutkan dengan pelapisan Nikel dan yang terakhir benda dilapis dengan Khrom. proses pelapisan dan proses pengolahan akhir hasil elektroplating.sedangkan logam dasarnya sebagai katoda. Pelapisan Tembaga Tembaga atau Cuprum (Cu) merupakan logam yang banyak sekali digunakan. d. Tembaga digunakan untuk pelapisan dasar karena dapat menutup permukaan bahan yang dilapis dengan baik.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Proses pelapisan tembaga-nikel-khrom terhadap logam ferro atau kuningan sebagai logam yang dilapis adalah satu cara untuk melindungi logam terhadap serangan korosi dan untuk mendapatkan sifat dekoratif. Cara kerjanya mirip dengan elektrolisa. b. Permukaan lapisan lebih halus.Proses elektroplating ini terdapat tiga jenis proses pelapisan yaitu yang pertama adalah pelapisan logam dengan Tembaga. c. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain : a. dimana logam pelapis bertindak sebagai anoda. Alasan pemilihan plating tembaga untuk aplikasi ini karena sifat penutupan lapisan yang bagus dan daya tembus yang tinggi.

Pada prinsipnya ini merupakan proses pengendapan logam secara elektrokimia.92 gr/cm3 Sifat-sifat Kimia Tembaga 1.0830C. . menurut reaksi : 2Cu + 3.Dalam udara kering sukar teroksidasi. leleh berwarna dibengkokan : kemerah-merahan dan 1.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Sifat-sifat Fisika Tembaga 1.Titik ditempa.Berat jenis tembaga sekitar 8.Dapat O2 dapat bereaksi + bereaksi dengan CO2 dengan H2SO4 + larutan pekat H2O HCl maupun → encer HNO3 (CuOH)2 maupun encer CO3 H2SO4encer dan pekat Cu + H2SO4 → CuSO4 +2H2O + SO2 Cu + 4HNO3 pekat → Cu(NO3)2 + 2H2O + 2NO2 3Cu + 8HNO3 encer → 3Cu(NO3)2 + 4H2O + 2NO 5. Jenis elektrolit yang digunakan adalah tipe alkali dan tipe asam.digunakan listrik arus searah (DC). Untuk tipe alkali komposisi larutan dan kondisi operasi dapat dilihat pada tabel 2.3010C 4.3. akan tetapi jika dipanaskan akan membentuk oksida tembaga (CuO) 2. merupakan titik dan penghantar didih panas : berkilauan dan listrik 2.Pada umumnya lapisan Tembaga adalah lapisan dasar yang harus dilapisi lagi dengan Nikel atau Khrom.Dalam udara lembab akan diubah menjadi senyawa karbonat atau karat basa.Logam 2.Tidak 4.Dapat 3.

Larutan Rochelle dan kecepatan tinggi dapat dioperasikan pada temperatur relatif tinggi. Larutan strike dapat pula dipakai sebagai pembersih dengan pencelupan pada larutan sianida yang ditandai dengan keluarnya gas yang banyak pada benda kerja sehingga kotoran-kotoran yang menempel akan mengelupas. Larutan ini terutama digunakan pada komponen-komponen dari baja sebagai lapisan dasar. . Formula kecepatan tinggi atau efisiensi tinggi digunakan untuk plating tembaga tebal.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Larutan Strike menghasilkan lapisan yang sangat tipis. smentara proses Rochelle digunakan untuk menghasilkan pelapisan yang bersifat antara strike dan kecepatan tinggi.Komposisi larutan dan kondisi operasi untuk pelapisan tembaga asam dapat dilihat pada tabel 2. Garam-garam Rochelle tidak terdekomposisi dan hanya berkurang melalui drag-out yaitu terikutnya larutan pada benda kerja kerapatan arus katoda dan efisiensi penting dalam kecepatan plating. untuk selanjutnya dilakukan pelapisan tembaga dengan logam lain.4.

akan tetapi jika dipanaskan akan membentuk oksida tembaga (CuO) 2.digunakan listrik arus searah (DC).Dalam udara kering sukar teroksidasi. Jenis elektrolit yang digunakan adalah tipe alkali dan tipe asam. 1. Pada prinsipnya ini merupakan proses pengendapan logam secara elektrokimia.Dalam udara lembab akan diubah menjadi senyawa karbonat atau karat basa. untuk selanjutnya dilakukan pelapisan tembaga dengan logam lain. Larutan ini terutama digunakan pada komponen-komponen dari baja sebagai lapisan dasar.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Proses “Pengolahan Awal” adalah proses persiapan permukaan dari benda kerja yang akan mengalami proses pelapisan logam. Larutan strike dapat pula dipakai sebagai pembersih dengan pencelupan pada larutan sianida yang ditandai dengan keluarnya gas yang banyak pada benda kerja sehingga kotoran-kotoran yang menempel akan mengelupas.3. baik dengan cara listrik. kekerasan. sifat ini misalnya untuk mendapatkan ketahanan korosinya.Dapat O2 dapat bereaksi + bereaksi dengan CO2 dengan H2SO4 + larutan pekat H2O HCl maupun → encer HNO3 (CuOH)2 maupun encer CO3 H2SO4encer dan pekat Cu + H2SO4 → CuSO4 +2H2O + SO2 Cu + 4HNO3 pekat → Cu(NO3)2 + 2H2O + 2NO2 3Cu + 8HNO3 encer → 3Cu(NO3)2 + 4H2O + 2NO 5. smentara proses Rochelle digunakan untuk menghasilkan pelapisan yang bersifat antara strike dan kecepatan tinggi. menurut reaksi : 2Cu + 3. dan aplikasi teknologi. Formula kecepatan tinggi atau efisiensi tinggi digunakan untuk plating tembaga tebal.Tidak 4. Untuk tipe alkali komposisi larutan dan kondisi operasi dapat dilihat pada tabel 2. sifat ini untuk mendapatkan tampak rupa yang lebih baik dari benda asalnya. mampu solder. Larutan Strike menghasilkan lapisan yang sangat tipis. kimia maupu dengan cara mekanis lainnya.Pada umumnya lapisan Tembaga adalah lapisan dasar yang harus dilapisi lagi dengan Nikel atau Khrom.Keberhasilan proses pengolahan awal ini sangat menentukan kualitas hasil pelapisan logam.Pada umumnya proses pelapisan logam itu mempunyai dua tujuan pokok adalah sifat dekorasi. Garam-garam Rochelle tidak terdekomposisi dan hanya berkurang melalui drag-out yaitu . sifat listrik dan lain sebagainya.

maka perlu diperhatikan cara olah permukaan dan proses pembersihan permukaan. buffing. .IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 terikutnya larutan pada benda kerja pada saat pengambilan dari tanki tinggi disbanding larutan strike sebab Proses pengolahan awal yang akan mengalami proses pelapisan logam pada umumnya meliputi proses-proses pembersihan dari segala macam pengotor (cleaning proses) dan juga termasuk proses-proses pada olah permukaan seperti poleshing.dan proses persiapan permukaan yang lainnya. Ketidaksempurnaan kedua hal tersebut di atas dapat menyebabkan adanya garisan-garisan pada benda kerja dan pengelupasan hasil pelapisan logam.Untuk mendapatkan daya lekat pelapisan logam (adhesi) dan fisik permukaan benda kerja yang baik dari suatu lapisan logam.

IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 1. Keping tembaga pada sisi katode diamplas. 4. A A 2. berdasarkan teorinya arus bolak-balik(AC) kutub positip dan kutub negatifnya tidak dapat ditentukan karena bersifat bolak-balik. . dibersihkan lalu dicuci dengan air lalu kemudian disiram dengan spiritus dan dikeringkan. setelah itu ditimbang(Go). Masukkan keping katode sesuai dengan rangkaian yang ada kemudian hidupkan power supply dan jalankan percobaan tersebut sampai pada waktu tertentu. 6. Jika kita menggunakan arus bolak-balik kemungkinan terbentuknya endapan pada katode sangat kecil atau tak terbentuk sama sekali. 3. Pertanyaan tentang voltameter tembaga 1. Setelah sampai pada waktunya putuskan arus dan angkat keping katode dan keringkan kamudian timbang(g1). 5. Sedangkan pada arus searah (DC) kutub positip dan kutub negatifnya dapat ditentukan. Setting power supply sehingga dapat mengalirkan arus sesuai dengan yang diinginkan( jangan lebih dari 15 A atau 2 A). Ulangi langakah 3 sampai 5 untuk keping II dan keping III. Susunlah rangkaian seperti gambar di bawah ini. karena arus berlangsung dalam satu arah. Berikan pendapat saudara apakah arus bolak-balik dapat dipakai dalam percobaan ini? Jelaskan! Jawab : Menurut saya. Hal ini disebabkan arus yang berlangsung bolak-balik.

1229 gram kemudian pada percobaan kedua endapan yang terbentuk sebanyak 0.1329 gram. kemudian pada percobaan kedua endapan yang terbentuk yaitu 0. Berdasarkan konsep.1039 gram.08 gram. Sedangkan pada pemberian arus pada tegangan 12 volt. endapan yang terbentuk pada percobaan pertama yaitu : 0. semakin lama kita memberikan arus maka endapan yang terbentuk juga akan semakin banyak. Melalui percobaan ini praktikan ini mencoba menganalisa bagaimana pengaruh arus terhadap endapan yang terbentuk di anode jika arus yang diberikan berbeda-beda. Berarti apabila kita beri tegangan yang lebih besar maka endapan yang terbentuk pun akan lebih banyak. Dari kutub katode ini akan terbentuk endapan dari logam-logam tembaga.  Nilai tara kimia listrik dari bahan itu sendiri. endapan yang terbentuk lebih sedikit dibandingkan pemeberian tegangan pada 12 volt. Begitu juga bagaimana kalau waktu pemberian arus yang diberikan diperpanjang. .  Lamanya waktu untuk mengalirkan arus ke dalam larutan tembaga sulfat.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Pada percobaan ini diharapkan praktikan dapat mengetahui seberapa besar pengaruh arus yang dialirkan dalam larutan elektrolit terhadap endapan yang terbentuk. Pada arus pada tegangan 10 volt jumlah endapan yang terbentuk pada percobaan pertama yaitu : 0. Dari praktikum ini kami menyimpulkan bahwa ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi massa yang terbentu pada logam katode:  Besarnya arus yang dialirkan dalam larutan tembaga sulfat. Dari data diatas dapat kita peroleh informasi bahwa pada tegangan 10 volt. arus akan mengalir dari kutub anode ke kutub katode. “Lalu bagaimanakah pengaruh waktu terhadap endapan yang terbentuk?” Sebagaimana kita ketahui.

untuk air 20°C yang mengalir dalm pipa berdiameter 1cm dengan kecepatan rata-rata 10 cm sek bilangan Reynoldnya ialah Rumus 1. Maka secara dinamika. Dlam terowongan ini.23 Kalau keempat besaran itu dinyatakan dalam satuan sisitem Inggris.Tiap percobaan menunjukkan bahwa apabila bilangan Reynold lebih kecil dari kira-kira tiap 2000. aliran tersebut akan sama dengan aliran sekitar benda berukuran sebenarnya ini kalau kecepatannya v dua kali lipat. Pada umumnya huruf D dapat berarti sembarang dimensi suatu sistem. Dua sistem dikatakan sama-sama secara dinamika bila Bilangan Reynold. yang kerapatannya p dan viskositasnya ɳ diketahui. Dalam daerah antara 2000 dan 3000. aliran tidak stabil dan dapat berubah dari laminer menjadi turbulen atau sebaliknya.ɳ viskositas. Sebagai contoh. pvD/ɳ. ialah besaran yang tidak berdimensi dan besar angkanya adalah sama dalam setiap sistem satuan tertentu. (Kecepatan rata-rata ialh kecepatan uniform melalui penampang lintang yang menimbulkan kecepatan pengosongan yang sama).24 2000 atau kalau iV ≤ un Karena bilangan ini jauh lebih kecil dari 3000. angka yang akan kita peroleh 1000 juga. orang mengukur gaya aerodinamik terhadap model berskala kecil pesawat terbang. Aliran air yang ada di alam ini memiliki bentuk yang beragam. dikalkulasikan berapa besar gaya itu terhadap sayap berukuran sesungguhnya. aliran akan turbulen.Bilangan Reynold suatu sistem telah dijadikan dasar untuk mempelajari sifat sisitem-sistem nyata dengan cara mempergunakan sebuah model berukuran kecil. kecuali jika kecepatannya sebesar 420 cm .IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Di mana p ialah rapat massa fluida. misalnya rentangan sayap pesawat terbang. karena berbagai sebab dari keadaan alam baik bentuk permukaan tempat mengalirnya air juga akibat arah arus yang tidak . Bilangna Reynold. Berarti . alirannya adalah laminer dan tidak akan menjadi turbulen. dan jika lebih dari kira-kira 3000. aliran akan laminer kalau Rumus 1. Misalkan sutu fluida. Salah satu contoh yang sudah umum ialah terowongan angin. sama untuk kedua sistem itu. aliran akan laminer. dan d diameter pipa. untuk air pada 20°C yang mengalir dalam pipa berdiameter 1 cm. mengalir mengitari sebuah model yang skalanya setengah ukuran benda yang sebenarnya. v kecepatan alir rata-rata.pvD/ɳ. Lalu berdasarkan hasil pengukuran tersebut.

21 πr p’g+6πr pg. berat bola ialah 4/3πr p’g. sebuah bola yang jatuh ke dalam fluida kental akan mencapai kecepatan akhir vr pada saat gaya kekentalan yang menahan plus gaya apung sama dengan berta bola itu. Rumus 1. Vr= (p –p’). maka viskositas fluida ke dalam mana boal itu dijatuhkan. Jadi. dan sebagainya.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 mudah untuk digambarkan. Sifat-sifat lapisan batas sanagt penting sekali dalam mennetukan tahanan terhadap aliran. kecepatan akhir tetes minyak itu diukur ketika tetes jatuh dalam udara yang viskositasnya diketahui. Rumus 1. dapatlah dihitung berdasrkan persamaan di atas. Persamaan ini juga telah digunakan oleh Milikan untuk menghitung radius tetes minyak submikroskopik halus elektron. air terjun dari suatu ketinggian tertentu.20 F=6πrv Persamaan ini pertama kali dirumuskan oleh Sir George stokes dalam tahun 1845 dan dinamakan hukum stokes. Misalnya aliran sungai yangs edang banjir. Contoh yang disebutkan di bagian depan memberikan gambaran mengenai bentuk yang sulit dilukiskan secara pasti. Umpaman p rapat massa bola itu dan p’ rapt massa fluida. Kita telah pernah memakainya waktu mempelajari gerak bola yang jatuh ke dalam fluida kental. maka sifat aliran menjadi sangat rumit. Apabila kecepatn asuatu fluida yang mengalir dalam sebuah pipa melampaui harga kritik tertentu (yang bergantung pada sifat-sifat dan pada radius pipa). mNamun demikian. dan apabila kecepatan akhir telah tercapai. alirannya masi laminer. Dengan mengukur kecepatan akhir sebuah bola yang radius dan rapat massanya diketahui. disebut lapisan batas. Di dalam lapisan sangat tipis sekali yang bersebelahan dengan dinding pipa. walaupun ketika itu hanya untuk mengetahui bahwa gaya kekentalan pada sebuah bola tertentu di dalam suatu fluida tertentu berbandingan dengan kecepatan relatifnya. Dalam percobaan ini. Seperti telah kita ketahui.Di . dan lapisan menentukan perpindahan panas ke atau dari fluida yang sedang bergerak itu. Oleh sebab itu. agar kita labih mudah untuk enghitung maka persamaan untuk gaya kekentalan itu ialah. bila kita kaji secara mendalam maka dalam setiap gerakan partikel tersebut akan selalu berlaku hukum ke-2 Newton.. Kecepatan aliran di dalam lapisan batas pada dinding pipa adalah nol dan semakin bertambah besar secara uniform di dalam lapisan itu.

Volum fluida dv yang melewati ujng-ujung unsur ini waktu dt ialah v dA dt. Hukum Stokes Bila fluida sempurna yang viskositasnya nol mengalir melewati sebuah bola. maka kecepatan aliran volum berkurang dengan faktor7. akan oleh soretan kekentalan terhadap boal itu. Bila dianalisa selengkapnya.16(c).Tetapi jika fluida itu mempunyai kekentalan.18 dV = ( Volum yang mengalir melewati seluruh penampang lintang diperoleh dengan mengintegrasikan sekuruh unsur antara r=O dan r=R. garis-garis arusnya akan membentuk suatu pola yang simetris sempurna di sekelilingnya bola itu. dimana fluida mengalir dalam pipa horisontal yang penampang lintannya berrbeda-beda. radiusr boal itu. Besarn-besaran yang mempengaruhi gaya itu adalah viskositas ɳ fluida yang bersangkutan. Jika penampang lintang itu tidak sama dari titik ke titik lain dan jika pipa tidak horisontal. atau volum fluida yang melewati sembarang penampang pipa per satuan waktu. radiusnya hanya setengahnya. kita peroleh Rumus 1.Kecepatan aliran volum (volum rate of low) berbanding terbalik dengan viskositas.Tinggi fluida di dalam pipa-pipa kecil vertikal berbanding dengan tekanan pengukur.IKATAN MAHASISWA TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA NAMA : ANGGA TRIADI NIM : 03101404024 Guna menghitung cepat pengosongan q. bahkan di sepanjang pipa mendatar yang penampang lintangnya konstan. maka kita peroleh Rumus 1. untuk cepat aliran volum Q.7). dan kecepatannya v relatif terhadap fluida. maka persamaan .Tekanan terhadap sembarang titikpermukaaan bola yang menghadap arah aliran datang tepat sama dengan tekanan terhadap “ titik lawan” titik tersebut pada permukaan bola yang menghadap ke arah hilir aliran.19 Q = ∫ Rumus ini pertama kali dirumuskan oleh Poiseuille dan dinamakan hukum Poiseuille. dan gaya resultan terhadap bola itu sama dengan nol. atau apabila sebuah bola bergerak dalam suatu fluida yang diam. Beda antara aliran fluida sempurna yang tidak kental dnegan mempunyai viskositas dilukiskan dalam gambar 1. seperti dapt diduga sebelumnya.denagn mengambil rumusan v persamaan (1. Perbedaan-perbedaan ini ditentukan berdasarkan persamaan Bernoulli. dan terlihat bahwa fluida kental terdapat penurunan tekanan.8. (Seretan karena kekentalan ini sudah terang akan dialami oleh benda berbentuk bagaimanapun. yang sama dengan 2πr dr. tetapi hanya pada satu boal seratan tersebut mudah dihitung lagi). Perbandingan (p1-p2)/L ialah gradien tekanan di sepanjang pipa.. sehingga jika sekiranya sebagai contoh. terang akan ada tambahan perbedaan tekana akibat percepatan tekanan akibat percepatan fluida atau akibat efek gravitasi. perhatikanlah unsur-berdinding tipis seperti dalam Gambar 1. Persamaan untuk gaya kekentalan tidak akan kita rumuskan langsung berdasarkan hukum aliran fluida kental. dimana v kecepatan pada radius r ialah luas yang diarsir. Denagn membagi dengan d/t. Aliran berbanding lurus dengan gradien tekanan. dan berbanding dengan radius pipa pangkat empat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful