STRATEGI PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA LEMATANG KABUPATEN LAHAT

ABSTRAK Nama Mahasiswa NRP Pembimbing : Mardiansah Dempo Anom : 3309 202 713 : Prof. Dr. Ir. Wahyono Hadi, MSc

Penelitian ini dilatar belakangi atas ringkasan eksekutif Peta Masalah PDAM di Indonesia dari Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) tahun 2010 berdasarkan laporan tersebut PDAM Tirta Lematang Kabupaten Lahat termasuk dalam PDAM yang sakit. Kondisi penyediaan air bersih PDAM Tirta Lematang Kabupaten Lahat masih dihadapkan pada berbagai masalah teknis, keuangan dan kelembagaan. Permasalahan yang ada di PDAM Tirta Lematang antara lain tingkat kehilangan air yang terjadi rata-rata 36%, melebihi standar tingkat kehilangan air minimum 20%,. dan masalah lainnya adalah kondisi keuangan PDAM yang selalu merugi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan Strategi yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja PDAM Tirta Lematang Kabupaten Lahat ditinjau dari aspek teknis, finansial, dan Manajemen dalam upaya penyehatan PDAM Tirta Lematang. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode survey dan metode kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan setandar kinerja yang akan mengacu pada BPP SPAM Tahun 2010 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja PDAM, kemudian di rumuskan rencana Strategi Peningkatan Kinerja PDAM Tirta Lematan Kabupaten Lahat dengan analisis SWOT Hasil analisa capaian kinerja PDAM Tirta Lematang Kabupaten Lahat tahun 2009 berdasarkan KEPMENDAGRI No. 47 Tahun 1999, didapat nilai kinerja sebesar, 37,62 termasuk dalam kategori “Kurang”. Penilaian tingkat kesehatan PDAM Tirta Lematang menggunakan Pedoman Penilaian Kinerja BPPSPAM Tahun 2010 nilai yang diperoleh nilai 2,06, tergolong dalam PDAM kondisi “Sakit”. Dalam proses penyusunan strategi manajemen menggunakan Analisis SWOT dihasilkan strategi Turn Around dengan fokus strateginya meminimalkan masalah–masalah internal untuk merebut peluang (pasar) yang lebih baik. Selanjutnya menggunakan Matrik SWOT diperoleh 5 (lima) strategi yaitu: 1) Memperbaiki kualitas, kuantitas, dan kontinuitas serta mengoptimalkan kapasitas produksi, dan menekan kebocoran air untuk meningkatkan cakupan pelayanan, 2) Meningkatkan keahlian dan profesionalisme karyawan, 3) Membuat Perencanaan organisasi (business plan / corporate plan) untuk meningkatkan kinerja PDAM, 4) Menekan biaya oprasional dan menaikan pendapatan dengan penyesuaian tarif; dan 5) Mengurangi beban hutang dengan memanfaatkan program penyelesaian utang PDAM.

i

strategi.Kata kunci : PDAM. turn around HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN ii . kinerja. analisa SWOT.

iii .