You are on page 1of 2

RINGKASAN EMMA SULISTIOWATI. Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan Alami Cacing Sutera (Tubifex sp.

) Terhadap Kelulushidupan Dan Pertumbuhan Benih Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Ukuran 2,5-3 cm. Di bawah Bimbingan Ir. ARNING WILUJENG E., MS dan Ir. SOELISTYOWATI. Pada budidaya lobster air tawar, pakan merupakan salah satu hal yang paling penting dan harus diperhatikan dalam meningkatkan produksi lobster. Lobster yang dipelihara dapat hidup dan tumbuh dengan sempurna apabila jenis pakan, kandungan nutrien, dosis dan frekuensi pemberian pakan tepat. Pemberian pakan pada waktu dan frekuensi yang tidak tepat akan memberikan pencemaran air oleh pakan yang tersisa. Di habitat aslinya lobster air tawar merupakan pemakan segala (omnivora). Bahan-bahan hewani dan nabati sangat disukainya. Lobster memakan bahan hewani antara lain cacing sutera sedangkan bahan nabati yang sering dimakan oleh lobster adalah tanaman air seperti lumut dan akar selada air. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu diketahui dosis optimal pemberian pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) sebesar 4,44% BB/hari sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui frekuensi pemberian pakan yang tepat sehingga dapat diperoleh pertumbuhan dan kelulushidupan benih lobster air tawar (cherax quadricarinatus) yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi dan Reproduksi Ikan, Fakultas Perikanan dan ilmu kelautan Universitas Brawijaya Malang pada bulan Mei-Juni 2008. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan alami cacing sutera (Tubifex sp.) yang tepat yang menghasilkan kelulushidupan dan pertumbuhan benih lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) yang terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan model rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian pakan alami cacing sutera (Tubifex sp) dengan frekuensi yang berbeda yaitu pemberian pakan dengan frekuensi 1 kali (perlakuan A), pemberian pakan dengan frekuensi 2 kali (perlakuan B), pemberian pakan dengan frekuensi 3 kali (perlakuan C) dan pemberian pakan dengan frekuensi 4 kali (perlakuan D). Parameter utama yang diamati dan dianalisis adalah kelulushidupan, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan rasio efisiensi protein serta parameter penunjang adalah kualitas air yang meliputi suhu, pH dan oksigen terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pakan pada lobster air tawar tidak memberikan pengaruh terhadap kelulushidupan, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan rasio efisiensi protein. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kelulushidupan 86,67%-100%, laju pertumbuhan spesifik antara 1,65± 0,24 – 2,15± 0,29 % BB/ hari, rasio konversi pakan sebesar 0,20±0,03 -0,25±0,04 dan nilai rasio efisiensi protein sebesar 5,22 ± 0,78 – 6,66 ± 1,10. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan D (frekuensi pemberian pakan 4 kali) dengan niali laju pertumbuhan spesifik (SGR) sebesar 2,15± 0,29 % BB/hari, rasio konversi pakan (FCR) sebesar 0,20 ± 0,03 dan rasio

). misalnya dari pakan nabati yang kaya vitamin.10.) dengan jenis pakan yang lain untuk melengkapi nutrien yang belum terkandung dalam cacing sutera (Tubifex sp.66 ± 1.) pada lobster air tawar dengan frekuensi pemberian pakan 4 kali dengan dosis 4. .efisiensi pakan (PER) sebesar 6. nilai kelulushidupan (Surival rate) tertinggi diperoleh pada perlakuan A dan C yaitu sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pola pemberian pakan cacing sutera (Tubifex sp.44% dengan jumlah pakan pada malam hari lebih banyak dari pada siang hari karena lobster bersifat nokturnal serta perlu dilakukan penelitian dengan mengkombinasikan pakan cacing sutera (Tubifex sp.