You are on page 1of 18

PRAKTIKUM BIOKIMIA 1 Rabu, 4 April 2012

I.

NOMOR PERCOBAAN

: VII (Tujuh)

II.

NAMA PERCOBAAN

: Kromatografi Lapis Tipis AsamAmino

III.

TUJUAN PERCOBAAN

: Mengetahui cara pemisahan asam amino dengan kromatografi lapis tipis dan

mengetahui harga Rf asam amino

IV.

LANDASAN TEORI Asam amino mempunyai sifat yaitu dapat dipisahkan. Pada umumnya, asam

amino diperoleh sebagai hasil hidrolisis protein, baik menggunakan enzim maupun asam. Dengan cara ini diperoleh dengan campuran bermacam-macam asam amino dan untuk menentukan jenis asam amino maupun kuantitas masingmasing asam amino perlu diadakan pemisahan antara asam-asam amino tersebut. Ada beberapa metode analisis asam amino, misalnya metode gravimetri, mikrobiologi, kromatografi, dan elektroferosis. Salah satu metode yang banyak memperoleh pengembangan adalah metode kromatografi. Macam-macam kromatografi adalah kromatografi kertas, kromatografi lapis tipis dan

kromatografi penukar ion. Pemisahan campuran menjadi komponen-komponennya penting dalam semua cabang ilmu kimia dan dalam ilmu-ilmu yang lain. Pemisahan dalam banyak keadaan dilakukan lebih cepat dan efektif daripada sebelumnya dan banyak pemisahan secara rutin dapat berhasil. Pendobrakan tiada bandingnya dalam biokimia, misalnya dalam mendapatkan pengertian tentang struktur dan fingsi enzim dan protein-protein lain, telah berasal secara langsung dari penggunaan kromatografi dalam penelitian biologik. Pada tahun 1906 oleh Michael Tsweet, seorang dosen botani pada University of Warsaw, memberikan uraian pertama dalam hampir istilah-istilah modern dari

SARINARULITA (06091410002) | 1

suatu batasan yang baik dari kromatografi adalah sukar untuk merumuskannya. Keuntungan kromatografi lapis tipis dibandingkan dengan kromatografi kertas adalah noda yang ditimbulkan tidak banyak melebar jika dibandingkan dengan SARINARULITA (06091410002) | 2 . arus pelarut murni dilewatkan melalui kolomnya. unsur-unsur yang berbeda-beda dari campuran pigmen secara sistematik diuraikan pada kolom kalsium karbonat dan dapat diidentifikasi dan juga dapat ditentukan secara kuantitatif. volume retensi dari solut VR lebih serasi daripada waktu retensi. Seperti spektrum sinar cahaya.pemisahan kromatogtafik. Preparasi demikian saya namakan kromatogram dan cara yang bersangkutan cara kromatografik. Batasan Keulemans memenuhi sama baiknya seperti yang mana pun Kromatografi meruapakan suatu cara pemisahan fisik unsur-unsur yang akan dipisahkan terdistribusikan antara dua fase. maka pigmen-pgmen telah dipisahkan dari bagian atas sampai bagian bawah menjadi bermacam-macam zone berwarna menuruti urutan adopsi. Urutan ini ialah pigmen-pigmen yang terserap lebih lemah dan memaksanya turun lebih jauh ke bawah. Kromatografi lapis tipis merupakan kromatografi yang berdasarkan pada perbedaan kecepatan bergerak asam-asam amino tersebut pada pH tertentu. Untuk banyak keperluan. satu dari fase-fase yang membentuk lapisan stasioner dengan luas permukaan yang besar dan yang lainnya merupakan cairan yang merembes lewat atau melalui lapisan yang stasioner. Pemisahan ini menjadi praktis sempurna. Volume retensi adalah hasil perkalian waktu retensi dan laju arus gas pembawa. dan fase yang bergerak mungkin suatu cairan atau suatu gas. Tsweet menguraikan pemisahan klorofil dari pigmenpigmen lain dalam sari tumbuhan sebagai berikut: Jika larutan dalam eter klorofil (kasar) disaring melalui sebuah kolom absorben (saya menggunakan terutama kalsium karbonat yang ditetalkan ke dalam pipa gelas yang kuat). jika dengan mengikuti larutan pigmennya. Meskipun arti dari istilah kromatografi telah dimengerti. karena ada hubungan terbaik antara laju arus dan waktu retensi. Fase stasioner mungkin suatu zat padat atau suatu cairan.

etil asetat.01 – 10  g zat). etanol. kromatografi ini memiliki keuntungan kecepatan diatas kromatografi kertas. Kolom-kolom dalam pelat dapat diciptakan dengan mengerok lapisan vertikal searah gerakan pelarut. prosesnya mungkin memerlukan waktu kirakira setengah jam. kloroform. Metode ini sederhana. Sebagai persiapan untuk menggunakan kromatografi lapis tipis. Kromatografi lapis tipis (KLT) seperti halnya kromatografi kertas tidak mahal dan sesederhan melakukannya. Untuk meneteskan sampel yang akan dipisahkan digunakan suatu mikro-syiringe (penyuntik berukuran mikro). ketebalan kaca tergantung pada tujuan pemisahan kromatografi. larutan yang mengandung beberapa asam amino diteteskan di atas adsorben dan dibiarkan bergerak. Teknik KLT ini dikembangkan pada tahun 1983 oleh Ismailoff dan Schraibar. Penggunaan fase gerak pada kromatografi lapis tipis biasanya menggunakan pelarut seperti : metanol. Sampel diteteskan pada salah satu bagian tepi pelat kromatografi (sebanyak 0. Teknik ascending digunakan untuk melaksanakan pemisahan pada suhu kamar. bubk serbuk fasa diam diratakan terlebih dahulu pada lempeng kaca. Adsorben dilapiskan pada lempeng kaca yang bertindak sebagai penunjang fasa diam. tebalnya kira0kira 0. Kecepatan pemisahan tinggi dan mudah untuk memperoleh kembali senyawa-senyawa yang terpisahkan. Ini dikenal juga sebagai kromatografi kolom terbuka. asam asetat. aseton. cepat dalam pemisahan dan sensitif. Pelarut harus nonpolar dan mudah menguap. Seperti halnya kromatografi kertas. eter. Kecuali dipakai lapisan tipis gel maka setalah bubur merata maka lempeng dikeringkan. sampai SARINARULITA (06091410002) | 3 .25 mm sedangkan untuk praparatif 5 mm. juga tidak memerlukan waktu yang banyak. Fase bergerak akan merayap sepanjang fase diam dan terbentuklah kromatogram. serbuk selulosa atau silika gel sebagai adsorben yang berupa lapis tipis yang diletakkan di atas selmbar kaca. Kromatografi jenis ini menggunakan alumunium oksida.noda semula oleh sebab itu maka hanya sedikit saja yang diperlukan. Pemilihan sistem pelarut dan komposisi larutan tipis ditentukan oleh prinsip kromatografi yang akan digunakan. Untuk tujuan analisis. Kromatografi lapis taipis sangat terkenal dan digunakan secara rutin dalam banyak laboratorium.

etil asetat.permukaan pelarut mencapai 15-18 cm. SARINARULITA (06091410002) | 4 . Waktu yang diperlukan antara 20-40 menit. yang sering dipakai adalah silika gel. kieselguhr (iatomeous earth). aseton. Untuk menempatkan posisi suatu zat. dan dapat dilaksanakan dengan cepat. diantaranya : 1. etanol. Tidak memerlukan waktu yang banyak 3. Kromatografi lapis tipis memiliki keuntungan jika dibandingkan dengan kromatografi kertas. Sistem berair yang digunakan dan contoh pelarut organik dalam seri pelarut miksotrop yang meliputi sifat hidrofob menaik seperti metanol. reagen dapat juga disemprotkan pada bagian tepi saja. Empat macam adsorben yang umum dipakai adalah silica gel (asam silikat). Selain terdapat fasa stationer atau fasa diam. Senyawa-senyawa yang tidak menguap serta terlalu labil untuk kromatografi cair dapat dianalisis dengan KLT 4. Semua teknik yang digunakan untuk kromatografi kertas dapat juga digunakan dalam kromatografi lapis tipis. yaitu pelarut dalam kromatografi lapis tipis. alumina (alumina oxide). tetapi juga dapat digunakan reagen penyemprot untuk melihat suatu bercak suatu zat. Dengan menggunakan kromatografi lapis tipis maka akan didapatkan pemisahan yang lebih sempurna. Dapat memeriksa adanya zat pengotor dalam pelarut. Asam kromat seringdigunakan sebagai pelarut organik. Banyak senyawa-senyawa baik organik maupun anorganik yang dapat dipisahkan lewat kromatografi lapis tipis. kepekaan yang lebih tinggi. 2. Pada KLT terdapat adsorben yang bertindak sebagai fase stationer. Bagian yang dipeolrh lainnya dapat diperoleh kembali tanpa pengotoran dari reagen dengan penegrokan setelah pemisahan selesai. Noda zat yang timbul sesudah kromatografi tidak banyak melebar jika dibandingkan dengan noda semula oleh sebab itu maka hanya sedikit saja senyawa yang diperlukan. Zat-zat berwarna dapat dilihat langsung. asam asetat. Dari keempat macam adsroben di atas. dan selulosa. KLT juga memiliki fase gerak(eluen).

Menurut seorang ahli Keulemans seperti yang telah dikemukakan di atas tadi. yang biasanya mengandung bahan pengikat seperti plester paris dan kemudian menegringkan lempengan dalam tanur.1 hingga 0. Dasar dari pemisahan asam amino adalah karna pada umumnya asam amino diperoleh sebagai hasail hidrolisis protein. dan selulosa. Padatannya yang khas adalah alumina. Pda percobaan akan didapatkan harga Rf. plastik. Lempengan khas berukuran 8 x 2 inci.asam amino tersebut. maka yang paling baik dilakukan adalah metode kromatografi. prosesnya mungkin memerlukan hanya kira-kira setengah jam. Medium pemisahan merupakan suatu lapisan barangkali setebal 0. yang dapat dipotong menurut ukuran dengan gunting dapat dibeli dan barangkali kebanyakan peneliti menggunakannya pada waktu ini. Lempengan kaca yang sudah dilapisi sebelumnya dan lembaran plastik dan kertas alumunium. Dimana harga Rf itu adalah b/a merupakan ciri khas sautu asam amino pada pelarut tertentu. Para peneliti biasanya mereka menggunakan lempengan yang mereka siapkan sendiri dengan melapisi kaca dengan suspensi dalam air dan padatan. KLT sangat terkenal dan digunakan secara rutin dalam banyak kegiatan laboratorium. Kromatografi ini mempunyai keuntungan kecepatan atas kromatografi kertas. atau 30 menit. Dengan cara ini diperoleh campuran bermacam-macam asam amino dan untuk menentukanjenis asam amino maupun kuantitas asam amino.kloroform (kloroform yang distabilkan dengan etanol). seperti halnya dengan kromatografi kertas tidak mahal dan sederhana melakukannya. silika gel. Contoh yang biasanya suatu campuran senyawa organk. atau alumunium.3 mm dari suatu adsorbenpadat di atas lempengan gelas. sedangkan suatu pemisahan atas kertas yang khusus memerlukan waktu yang cukup lama. baik yang menggunakan enzim maupun asam amino. maka SARINARULITA (06091410002) | 5 . biasanya beberapa mikroliter yang berisi jumlah-jumlah makrogram dari senyawa. dan eter petroleum. sikloheksana. ditempatkan dekat salah satu ujung dari lempengan sebagai suatu volume larutan. ebnzen. Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Dan setelah dilakukan penelitian. maka perlu diadakan pemisahan anatra asam amino. Dengan menggunakan standar-standar asam amino yang telah diketahui macamnya.

Bahan a. pengaduk magnetik f. gelas ukur g. aquades SARINARULITA (06091410002) | 6 . larutan ninhidrin d. Alat : a. Jarak yang ditempuh senyawa terelarut Rf = Jarak yang ditempuh pelarut Jarak yang ditempuh pelarut dapat diukur dengan mudah dan jarak yang ditempuh cuplikan diukur pada pusat bercak itu. silika gel b. larutan Kuprinitrat e. ALAT DAN BAHAN 1. glisin) f. beker gelas e. plat kromatografi b. kemudian dibandingkan dengan harga Rf asam amno yang terdapat pada table yang telah ada. pipet tetes h. penyemprot i. pelarut etanol c. fenilalanin. atau pada titik kerapatan maksimum.dapat diketahui macam asam amnio. selembar kaca c. pensil 2. penggiling d. penggaris j. V. larutan asam amino (tirosin.

guna mengetahui kelak titik-titik permulaan. Ruang ini diisi dengan eluaen sedemikian sehingga apabila plat dimasukkan bagian bawahnya terendam sampai bawah tempat tetesan zat-zat yang diselidiki. Dinding ruang harus dilapisi dengan kertas saring yang dibasahi dengan eluen. Disini yang dipakai adalah SARINARULITA (06091410002) | 7 . Ruang Kromatografi Ruang kromatografi harus dapat ditutup dengan rapat.5 cm dari tepi sisi. Penetesan harus dilakukan dengan hati-hati seklai supaya permukaan lapis tidak rusak. 4. Ini supaya ruang kromatografi mudah dan cepat dijenuhi dengan uap eluen. Biarkan lapis tipis ini ditempatnya kira-kira 10 menit. diteteskan pada plat silica gel kira-kira 1 cm dari tepi bawah. terutama bebas dari lemak.5 – 2.0 ug dalam 0. sebelum diberi titik dengan ujung pensil yang runcing. paling banyak 0. dimasukkan ke dalam ruang kromatografi.VI. Cara melakukan elusi Plat-plat yang telah ditetesi asam amino dan yang telah kering. Meneteskan larutan zat yang akan diperiksa Zat asam amino yang diperiksa. 3. Timbag 25 gram Silica gel G dan aduk ini dengan 50 ml air dengan pengaduk magnetik sampai homogen. Lubang-lubang yang kecil ini tidak akan banyak mempengaruhi bentuk noda. Suspensi ini dimasukkan ke alat pembuatan lapis tipis (alat Stahl atau alat buatan dalam negeri). Pembuatan lapis tipis Plat gelas yang dipakai harus bersih. Sebelum eluaen dijalankan maka tetesan-tetesan tersebut harus dibiarkan dulu sampai kering. PROSEDUR PERCOBAAN 1.5 ul. Tempat-tempat pada plat yang akan ditaruh (ditetesi) dengan alrutan-larutan zat tersebut. Sesudah ini boleh dipindah tempatnya dan dibiarkan kering diudara selama semalam. Tebal lapis tipis adalah sekitar 250 mu. Jika banyak macam zat yang akan diselidiki maka ini dapat diteteskan sejajar dengan jarak kira-kira 1 cm antara dua zat dan kira-kira 1. 2.

Asam asetat yang ditambahkan dimasukkan untuk menjaga pH sekitar 5.kromatografi mendaki. b) untuk menstabilkan noda-noda setelah diwarnakan dengan ninhidrin. maka nantinya plat akan berwarna sedikit rose. Warna ini hanya stabil apabila tidak ada asam bebas. Maka sesudah disemprot. Maka akan terjadi ikatan komplek Cuninhidrin yang berwarna. Hendaknya suhu dibuat tetap.Kemudian plat dikeringkan pada 60oC selama 30 menit atau 110oC selama 1`0 menit. 5. Plat diambil dan dikeringkan pada suhu kamar. tirosin. Kalau dipanasi lebih lama. Penetesan harus dilakukan dengan hati-hati agar permukaan lapisan tidak SARINARULITA (06091410002) | 8 . plat harus dikenakan uap amonia. Juga plat tidak boleh terdisoasiasi dalam suasana basa antara pH 7-9. maka plat kemudian disemprotkan dengan larutan penyemprot kuprinitrat (lihat bab metrial). Pada Pembuatan lapis tipis Pembuatan lapis tipis dengan silika gel pada lembar kaca menghasilkan lapisan berwarna putih. Pada batas ini semulad diberi tanda garis dengan ujung pensil yag runcing. Cara perwarnaan a) Dengan hati-hati disemprot dengan larutan ninhidrin. Asam amino diteteskan pada jarak sekitar 1 cm dari tepi bawah. HASIL PENGAMATAN 1. Kromatografi diberhentikan setelah berjalan sekitar 10 cm. 2. VII. juga apababila fase gerak yang dipakai bersifat alkali. pembuatan ini diahruskan sangat hati-hati dan tipis serta harus rata (tidak bergelombang). Walau disosiasi ini reversibel. Tirosin digunakan juga sebagai perbandingan sampel. glisin. Pada Penetesan Larutan yang akan diperiksa Zat asam amino yang akan diperiksa terdiri dari larutan asam amino fenilalanin. Di atas pH 9 disosiasi tersebut bersifat irreversibel. Setelah didiamkan selama 1 minggu maka lapis tipis siap digunakan.

Dik: Panjang eluen yang diamati adalah 10 cm (a) Jarak yang ditempuh oleh ketiga asam amino adalah (b) : Larutan Protein Histidin Alanin Glutamin Tirosin Rf praktek 3. Sebelum eluen dijalankan. Kemudian untuk mengidentifikasikan warna. Setelah eluen berjalan sampai 10 cm. Zat yang diteteskan berupa larutan asam amino yang tidak berwarna.6 cm 8 cm 10 cm 5. penyerapan eluen dihentikan lembar kaca diambil dari kemudian dikeringkan. Sehingga larutan asam amino yang diteteskan tadi menimbulkan noda berwarna merah muda. Panjangnya penyerapan eluen diatur hinggan 10 cm dari ruang titik permulaannya. Didapatkan warna dari noda warna merah muda itu menjadi warna biru. lembar kaca tersebut disemprotkan dengan larutan ninhidrin yang berwarna kuning muda bening. 4. tetesan itu harus dikeringkan terlebih dahulu. Untuk menstabilkan warna yang dihasilkan agar tidak hilang maka lapis tipis disemprotkan dengan larutan kuprinitrat yang berwarna biru bening. Tempat atau titik yang akan ditetesi terlebih dahulu dititik dengan ujung pensil yang runcing guna mengetahui letak titik-titik permulaan. Kemudian dihitung jarak tempuh asam amino dari titik awal hingga akhirnya. SARINARULITA (06091410002) | 9 .5 cm VIII. Setelah kering barulah lapis lipis pada kaca diletakkan dalam ruang kromatografi yang berisi eluen berupa etanol 60%. 3. PENGELOLAHAN DATA Menghitung harga Rf. yaitu perbandingan antara jarak yang ditempuh asam amino dengan jarak yang ditempauh pelarut dari awal hingga garis akhir.rusak.

36cm 10cm 8cm  0. Pada Glutamin. 4.6cm  0. 2.8cm 10cm 10cm  1cm 10cm 5. Pada Tirosin.1. Pada Alanin.5cm  0. 3. Rf = Rf = Rf = Rf = 3.55cm 10cm SARINARULITA (06091410002) | 10 . Pada Histidin.

PERSAMAAN REAKSI REAKSI ASAM AMINO DENGAN ETANOL O H3N + O O C CH R + CH 3CH 2OH etanol H3N + C CH R OCH 2CH 3 + H2O asam amino REAKSI ASAM AMINO DENGAN NINHIDRIN O C C C O OH H OH + R C COOH NH2 ninhidrin NH 3 CO 2 O C C C O H OH asam amino H + R C O O C C C O OH OH ninhidrin O C C C O O C N C C O + 3H2O + H + berw arna merah muda SARINARULITA (06091410002) | 11 .IX.

Hanya saja. dan noda yang ditimbulkan pun tidak melebar. yang juga disebut sebagai fase diam hidrofilik. Penggunaan fase gerak maupun diam adalah pelarut etanol dan silika gel. harus secara SARINARULITA (06091410002) | 12 . PEMBAHASAN Percobaan kromatografi lapis tipis pada asam amino bertujuan untuk mengetahui cara pemisahan asam amino dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dan menghitung harga Rf dari asam-asam amino yang diselidiki. Reaksi antara ninhidrin dengan asam amino membentuk produk berwarna ungu. Perlu diperhatikan pada saat meratakan hanya dapat diratakan dengan satu perataan tidak boleh berulang-ulang agar didapatkan permukaan yang tidak bergelombang. Penggunaan lapis tipis ini sangat membantu dalam pengidentifikasian asam amino dibandingkan dengan penggunaan dengan kromatografi kertas. Pada percobaan kali ini media pemisahan yang digunakan adalah silica gel pada lempeng kaca. Pembuatan lapisan silika gel pada plat kaca. glutamin. dan tirosin yang diteteskan pada plat kaca kira – kira 2 cm dari tepi bawah plat. Kemudian plat silica gel dibiarkan kering di udara. karena di sini kita hanya memerlukan asam amino hanya sedikit saja. Adapun zat – zat asam amino yang diperiksa diantaranya alanin. kesulitan pada pembuatan silika gel pada lembar kacanya. Adapun pembuatan lapisan tipis dengan menambahkan 25 gr silika gel dengan 50 ml air yang dituangkan ke dalam plat kaca. Lalu asam amino dimasukkan ke dalam ruang kromatografi yang telah diisi dengan eluen. Sebagai zat pengikat silica gel digunakan isolaso. Eluen yang digunakan adalah 96 % alcohol dan air. Kemudian silikanya diratakan pada permukaan plat kaca yang telah diukur pinggir kanan-kirinya 2 cm dan diselotip. memerlukan waktu yang sedikit.REAKSI ASAM AMINO DENGAN KUPRINITRIT O H2N CH R C OH O O O C Cu R NH 2 O ++ + Cu(NO 3)2 kuprinitrit C R + 2NO 3- NH 2 asam amino senyaw a kompleks ungu X. histidin.

Pada penetesan asam amino perlu dilakukan secara hati-hati agar lapis tipis silika gelnya tidak rusak. pada silica gel muncul bercak – bercak atau noda. juga apabila eluen yang digunakan bersifat alkali.Kesalahan pada pembuatan larutan asam amino .hati-hati dan juga harus menggunakan plat kaca yang benar-benar bersih dan terbebas dari lemak. Harga Rf praktek dari asam – asam amino ini berbeda yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Penetesan asam amino yang kami lakukan dengan jarak 1 cm dari tepi bawah bila lembar kaca diletakkan ke dalam ruang kromatografi.Kesalahan pada pembuatan lapisan silica gel . Eluen pun berjalan tergantung dengan lapis silikan gel yang dibuat. Dan bila sudah sampai 10 cm. Bila lapisan silika gel yang kita buat terlalu tebal maka eluen pun akan berjalan lambat. Kemudian dikeringkan. Dengan menggunakan silika gel sebagai fase diam serta eluen (fase gerak)nya adalah etanol. Setelah dilakukan penetesan asam amino maka eluen siap dijalankan. siilika gel yang telah dibuat pada plat kaca terlebih dahulu dikeringkan baru bisa digunakan. dan juga sebaliknya. yaitu : . pembuatan lapisan silikanya diusahakan setipis mungkin dan merata. Untuk melihat bercak zat asam amino digunakan larutan penyemprot ninhidrin. KESIMPULAN Kromatografi merupakan salah satu cara untuk melakukan pengidentifikasikan suatu asam amino.Penetesan sampel pada plat yang tidak merata serta dengan jarak yang terlalu dekat. 1. XI. Kromatografi Lapis Tipis merupakan salah satunya. maka eluen yang berjalan dihentikan. Setelah disemprot. SARINARULITA (06091410002) | 13 .Asam amino tidak dibiarkan kering dahulu saat eluen dijalankan . Oleh karena itu. Eluen yang akan dijalankan diukur sepanjang 10 cm. Kemudian. Asam asetat yang ditambahkan pada larutan penyemprot ninhidrin dimaksudkan untuk menjaga pH sekitar 5.Suhunya tidak dibuat tetap atau dijaga pada saat kromatografi dilakukan .

karena bila ada dapat mengganggu jalannya kromatografi. SARINARULITA (06091410002) | 14 . Jakarta : UI XII. Untuk memberikan warna pada noda atau bintik yang dihasilkan kita dapat menggunakan larutan ninhidrin. Pada kromatografi terdapat dua fase yaitu fase diam dan fase bergerak. sehingga kita dapat menghitung Rf dari asam amino dengan cara membnadingkan jarak yang ditempuh oleh asam amino dengan jarak yang ditempuh oleh eluen pada plat. Dasar-Dasar Biokimia. yaitu tyrosin. DAFTAR PUSTAKA Khopkar. S. Konsep Dasar Kimia Analitik. 5. Pengidentifikasian asam amino dengan melihat noda atau bintik yang dihasilkan. Setelah kering silica gel tersebut dikur dari bawah sepanjang 2. Dasar-Dasar Biokimia.2.M. 1982. dalam percobaan ini yang digunakan sebagai fase diam adalah silica gel sedangakan fase geraknya adalah zat yang diuji. Pada garis itu ditotolkan dengan asam amnio. JAWABAN PERTANYAAN Menganalisa secara kualitatif dengan cara kromatografi lapis tipis satu dimensi. 1994. 1. plat kacanya yag digunakan harus benar-benar terbebas dari lemak. kemudian dituangkan ke atas lempeng kaca yang telah diukur pinggir kanannya 2 cm dan ditempeli dengan kertas dengan plester. Jakarta: ERLANGGA Poedjadi. XII. 2003. 3. Pada Pembuatan lapis tipis. Diamkan selama semalam. Setelah itu larutan silika gel dituangkan dan diratakan. Dan hitung berapa harga Rfnya? Jawab: 25 gram silika gel dalam 50 ml air diaduk sampai homogen. Jakarta : UI Press Lehninger. 4. Anna. Sautu larutan asam amino yang bersedia. glysin dan fenilalanin.5 cm dan diberikan tanda atau garis.

36cm 10cm 8cm  0. Lalu masukkan plat tersebut ke dalam ruang kromatografi yang telah diisi dengan eluen (etanol : air 100 : 39 b/v).6cm  0.8cm 10cm 10cm  1cm 10cm 5.5cm  0. Pada Glutamin. Setelah itu dikeringkan dalam oven dengan suhu 110 °C selama 10 menit. Pada Alanin. Kemudian disemprotkan dengan ninhidrin dan dikeringkan kembali selama 30 menit. 2.55cm 10cm SARINARULITA (06091410002) | 15 . Setelah itu diukur jarak asam amino tersebut adalah sebagai berikut serta harga Rf nya : Dari hasil pengamatan diketahui jarak yang ditempuh oleh pelarut untuk plat adalah 10 cm. Kemudian disemprotkan kembali dengan kuprinitrat. Rf = Rf = Rf = Rf = 3.masing-masing adalah Alanin. 3. Pada Histidin. sedangkan untuk asam amino adalah : Maka: 1. Pada Tirosin. Glutamin dan Tirosin. Histidin. 4.

2. Tuliskan reaksi antara ninhidrin dengan asam amino! REAKSI ASAM AMINO DENGAN NINHIDRIN O C C C O OH H OH + R C COOH NH2 ninhidrin NH 3 CO 2 O C C C O H OH asam amino H + R C O O C C C O OH OH ninhidrin O C C C O O C N C C O + 3H2O + H + pigmen berw arna ungu REAKSI ASAM AMINO DENGAN KUPRINITRIT O H2N CH R C OH O O O C Cu R NH 2 O ++ + Cu(NO 3)2 kuprinitrit C R + 2NO 3- NH 2 asam amino senyaw a kompleks ungu SARINARULITA (06091410002) | 16 .

plat dikembangkan dengan menggunakan system pelarut yang kedua dengan memutar arah plat 90o. 4. jenis pelarut. Mengamati lempeng dengansinar UV sehingga noda-noda yang menyerap sinar UV atau sebaliknya dengan memancarkannya. dan apabila pengembangan satu dimensi mendapatkan hasil yang kurang sempurna. Bahan sampel ditotolkan pada salah satu sudut lempeng sebagai suatu titik dan pemisahahn dilakukan setelah lmepeng kering. Setelah pengembangan pertama selesai.3. Terangkan bagaimana orang melakukan analisa kuantitatif suatu zat tertentu dengan cara kromatografi lapis tipis? Jawab: Dengan menyemprotkan lempeng dengan asam sulfat 50% atau 25% dalam etanol kemudian dipanaskan sehingga semua bahan organic akan terbakar dan tampak sebagai noda-noda coklat. Untuk cara ini. jarak penetesan. Untuk mencegah terjadinya kerusakan senyawa yang dipisahkan selama pengeringan sebaiknya dilakukan dengan aliran gas N2. plat dikeringkan. 5. sample diteteskan dipojok kanan bawah dari plat TLC yang berukuran 20 x 20 cm. SARINARULITA (06091410002) | 17 . Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi Rf pada KLT? Jawab: Kepolaran senyawa. dan fasa diam (adsorbennya). kira-kira 2 cm dari tepi kanan dan dari bawah. menggunakan cara ini mendapatkan hasil pengembangan yang lebih baik dengan penggunaan dua macam system pelarut. setelah dikeringkan. Terangkan bagaimana cara melakukan kromatografi lapis tipis dua dimensi dan bilakah orang terpaksa melakukan cara itu? Jawab: Dengan mengamati kepekatan warna yang diperoleh. Kemudian dipisahkan lagi dengan satu system solven yang lain dengan arah tegak lurus dari arah semula.

GAMBAR ALAT Beker gelas Gelas ukur Pipet tetes Penggaris Pensil Batang pengaduk Erlenmeyer Penyemprot Kaca SARINARULITA (06091410002) | 18 .XIII.