You are on page 1of 32

KATA PENGKATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah yang senantiasa melimpahkan rahmat dan serta karunia- Nya

sehingga dengan izin-Nya penyusunan makalah yang berjudul “Pengaruh Perubahan Iklim” ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang bersifat membangun Dari semua pihak akan penulis terima dengan tangan terbuka demi kesempurnaan pembuatan Makalah berikut nya. dan penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis kusus nya dan buat semua umum nya. Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak, Allah SWT, orang tua, kepada Bpk . selaku dosen pembimbing mata kuliah botani dan teman-teman yang telah berperan serta dalam penyusunan tugas ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin..

Pekanbaru,april 2012 Penyusun
RITAR ALEXANDER.S

MAKALAH PERUBAHAN IKLIM
BAB PERTAMA (1) PENGARUH LAUT DAN IKLIM PENDAHULUAN 1. Pengaruh Laut Laut dan daratan adalah fluida yang berbeda dalam hal kapasitas menyimpan panas. Peningkatan suhu air (lautan) berlangsung lebih lambat, tetapi air dapat menyimpan panas lebih lama dibandingkan dengan daratan. Hal ini terjadi karena air mempunyai panas spesifik yang tinggi. Panas spesifik adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 gram air sebesar 1˚C. Angin yang berhembus melewati bentangan permukaan air dapat menghambat peningkatan atau penurunan suhu udara secara drastis pada wilayah daratan disekitarnya. Oleh sebab itu, iklim di wilayah kepulauan atau dekat pantai akan lebih sejuk untuk daerah tropis dan lebih hangat. Lebih lanjut perbedaan menyimpan dan melepaskan panas tersebut akan berpengaruh terhadap sirkulasi angin dunia yang akhirnya akan mempengaruhi sirkulasi laut.

Dalam beberapa literatur, definisi dasar dari arus laut adalah gerakan massa air laut dari satu tempat ke tempat lain baik secara vertikal (gerak ke atas) maupun secara horizontal (gerakan ke samping). Gerakan massa air laut tersebut juga digerakan oleh pengaruh angin. Angin bergerak dari tekanan udara yang tinggi ke tekanan udara yang lebih rendah. Jadi bisa didefinisikan bahwa arus laut dipengaruhi oleh angin yang bergerak dari tekanan udara yang tinggi ke tekanan udara yang lebih rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan arus laut adalah angin, salinitas, suhu, gravitasi bumi, gerak rotasi bumi, konfigurasi benua, dan topografi dasar laut. Laut sejak dulu berperan dalam penyebaran panas melalui sirkulasi air laut. Sirkulasi laut adalah pergerakan massa air di laut. Sirkulasi laut di permukaan dibangkitkan oleh stres angin yang bekerja di permukaan laut dan disebut sebagai sirkulasi laut yang dibangkitkan oleh angin (wind driven ocean circulation). Selain itu, ada juga sirkulasi yang bukan dibangkitkan oleh angin yang disebut sebagai sirkulasi termohalin (thermohaline circulation) dan sirkulasi akibat pasang surut laut. Sirkulasi termohalin dibangkitkan oleh adanya perbedaan densitas air laut. Istilah termohalin sendiri berasal dari dua kata yaitu thermo yang berarti temperatur dan haline yang berarti salinitas. Penamaan ini diberikan karena densitas air laut sangat dipengaruhi oleh temperatur dan salinitas. Sementara itu, sirkulasi laut akibat pasang surut laut disebabkan oleh adanya perbedaan distribusi tinggi muka laut akibat adanya interaksi bumi, bulan dan matahari. Sirkulasi di permukaan membawa massa air laut yang hangat dari daerah tropis menuju ke daerah kutub. Di sepanjang perjalanannya, energi panas yang dibawa oleh massa air yang hangat tersebut akan dilepaskan ke atmosfer. Di daerah kutub, air menjadi lebih dingin pada saat musim dingin sehingga terjadi proses sinking (turunnnya massa air dengan densitas yang lebih besar ke kedalaman). Hal ini terjadi di Samudera Atlantik Utara dan sepanjang Antartika. Air laut dari kedalaman secara perlahan-lahan akan kembali ke dekat

Meskipun masih lebih dipercaya bahwa perubahan iklim lebih disebabkan karena peningkatan kadar karbon dioksida di bumi. angin dan awan di permukaan bumi terkait dengan matahari. tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa matahari-pun memberikan sumbangan pada perubahan iklim. memunculkan dugaan adanya kaitan dengan perubahan iklim. 2. yang mengarahkan pada perbedaan temperatur. Laut menjadi tempat penyimpanan panas matahari. Dan angin selalu bergerak dari tekanan tinggi ke rendah. sehingga terbentuklah sebuah siklus pergerakan massa air yang disebut Sabuk Sirkulasi Laut Global (Global Conveyor Belt). dari angin sepoi-sepoi sampai adanya badai lautan. menyebabkan adanya iklim global. Studi mengenai perubahan kecerlangan matahari. Pengaruh Iklim Secara langsung maupun tidak langsung.permukaan dan dibawa kembali ke daerah tropis. maka akan semakin banyak pula energi panas yang ditransfer dan iklim di bumi akan semakin hangat. . Semakin efisien siklus yang terjadi. dan arus laut global menggerakkan energi yang tersimpan tersebut. Panas dari matahari memproduksi perbedaan temperatur.

antara lain suhu. variasi dan keadaan atau nilai-nilai yang ekstrim juga mempunyai arti penting. tekanan. tahun). hari. baik dilihat dari posisi. sehingga mempunyai karakteristik iklim yang spesifik. Indonesia mempunyai karakteristik khusus. namun penyimpangan. yang terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs. bulan.Cuaca dan iklim merupakan dua kondisi yang hampir sama tetapi berbeda pengertian khususnya terhadap kurun waktu. jam. tekanan. karena tidak ada konsep iklim yang cukup memadai tanpa ada apresiasi atas perubahan cuaca harian dan perubahan cuaca musiman serta suksesi episode cuaca yang ditimbulkan oleh gangguan atmosfer yang bersifat selalu berubah. maupun keberadaanya. musim. dimana iklim merupakan komposit dari keadaan cuaca hari ke hari dan elemenelemen atmosfer di dalam suatu kawasan tertentu dalam jangka waktu yang panjang. angin kelembaban. Sementara iklim didefinisikan sebagai Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer. Iklim bukan hanya sekedar cuaca rata-rata.1987). Cuaca adalah keadaan atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter. angin. meski dalam studi tentang iklim penekanan diberikan pada nilai rata-rata. Trewartha and Horn (1995) mengatakan bahwa iklim merupakan suatu konsep yang abstrak. antara lain suhu. . disuatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang pendek (menit. kelembaban dan berbagai fenomena hujan.

Nyata sekali bahwa perubahan iklim dewasa ini nampak memiliki sebuah kecenderungan yang bersifat konstan. temperatur yang bersifat ekstrem. Iklim bumi bersifat dinamis dan senantiasa berubah melalui siklus alamiah. .BAB DUA (II) KONTRIBUSI MANUSIA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM DAN LINGKUNGAN Perubahan iklim pada hakikatnya adalah sebuah keniscayaan. Temperatur bumi dan lautan akan terus meningkat dalam milennium selanjutnya. gelombang panas. Perubahan ini dapat dideteksi dan diteliti oleh para pakar melalui bukti-bukti ilmiah yang tersimpan dalam lingkaran-lingkaran kambium pohon. yakni meningkatnya temperatur global. inti lapisan es dan endapan lautan. dan hujan lebat akan terus mengalami peningkatan frekuensi.  Dengan tren yang ada sekarang.

jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). dan hewan-hewan ternak lainnya. di mana batu bara . seperti minyak. dan batu bara. PBB mencatat bahwa industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%). khususnya karena energi dihasilkan dari bahan bakar fosil. Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock's Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006). Kegiatan peternakan memberi sumbangan pemanasan global sekitar 18%. Pembangkit Energi Sektor energi merupakan sumber penting gas rumah kaca. 65 % nitro oksida (efek pemanasan 296 kali lebih kuat dari CO2). Aktifitas atau kegiatan manusia yang menjadi sumber meningkatnya gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global adalah sebagai berikut: 1. gas. Emisi gas rumah kaca industri peternakan meliputi 9 % karbon dioksida.Mengapa aktifitas manusia menjadi penyebab utama perubahan iklim? Jawabannya terletak pada efek gas rumah kaca (GERK). serta 64% amonia penyebab hujan asam. 37% gas metana (efek pemanasannya 72 kali lebih kuat dari CO2). seperti: pemeliharaan ayam. Peternakan Kegiatan peternakan. babi. sapi. Peternakan menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan 33% dari area tanah yang subur dijadikan ladang untuk menanam pakan ternak. 2.

Hampir semua emisi gas rumah kaca dari sektor ini berasal dari industri besi.9%. 5. sepeda motor. 3.4%.5%). pesawat terbang. pupuk.banyak digunakan untuk menghasilkan listrik. kimia. Sumbangan sektor energi terhadap emisi gas rumah kaca mencapai 25. Sumbangan terbesar terhadap perubahan iklim berasal dari transportasi darat (79. dan terakhir kereta api (0. pembakaran bahan bakar fosil pada kegiatan transportasi seperti: mobil. Industri Gas buangan industri. serta kertas. semen.karena CO2 adalah bahan baku dalam proses fotosintesis (illegal logging. baja.5%). misalnya saja dalam produksi semen. pabrik kertas. Transportasi Asap kendaraan bermotor.1%. 4. . transportasi laut (7%). truk-truk besar. penggunaan bahan bakar fosil memberikan sumbangan terhadap emisi gas rumah kaca mencapai 19. kaca dan keramik. Alih Fungsi Hutan Penebangan hutan yang menyebabkan penyerapan CO2 oleh tumbuhan berkurang . disusul kemudian oleh transportasi udara (13%). dan semua sarana transportasi lainnya. Sumbangan seluruh sektor transportasi terhadap emisi GRK mencapai 13. Sebagian besar sumbangan kegiatan industri berasal dari penggunaan bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik atau dari produksi C02 secara langsung sebagai bagian dari pemrosesannya.

maka sumbangan sektor hunian dan bangunan bisa mencapai 30%.furniture berbahan dasar kayu. bila dipandang dari penggunaan energi. Konstruksi bangunan juga mempengaruhi tingkat emisi GRK. penyemprotan. Sumber emisi gas rumah kaca pertama-tama berasal dari pengerjaan tanah dan pembukaan hutan. menyumbang 5% emisi GRK. Namun. selain memiliki dampak yang sama dengan penebangan hutan. Penggunaan mesin dalam pembajakan. Hunian dan Bangunan Komersial Hunian dan bangunan bertanggung jawab sebesar 7. 8. Kebakaran hutan. pencahayaan. Alih fungsi lahan hutan akibat penebangan ataupun kebakaran tersebut menjadi penyumbangan emisi GRK sebesar 17. berasal dari penggunaan bahan bakar fosil untuk pembuatan pupuk dan zat kimia lain. Sebagai contohnya. dsbnya). pembukaan lahan pertanian.5%. Yang terakhir. Kegiatan Pertanian Kegiatan pertanian memberi sumbangan terhadap emisi gas rumah kaca sebesar 13. ekspor kayu. penyemaian. 6. dan pemanenan menyumbang banyak gas rumah kaca. penggunaan alat-alat rumah tangga. Selanjutnya. dsbnya). pembakaran hutan juga melepaskan CO2 hasil pembakaran (pembukaan lahan baru. emisi GRK berasal dari pengangkutan hasil panen dari lahan pertanian ke pasar. maka hunian dan bangunan komersial bisa menjadi sumber emisi gas rumah kaca yang besar.4%. semen. Misalnya saja dalam penggunaan listrik untuk menghangatkan dan mendinginkan ruangan. 7. Sampah .9%.

merupakan penyebab utama terjadinya perubahan iklim secara global. juga menambah jumlah GRK yang dilepaskan ke atmosfer secara signifikan serta fungsi hutan sebagai penyerap emisi GRK. Sampah yang dimaksud bisa berasal dari sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (2%) atau dari air limbah atau jenis limbah lainnya (1. lapisan bawah atmosfer bumi secara lambat tapi pasti. industri. Gas rumah kaca yang berperan terutama adalah metana.6%).6% emisi gas rumah kaca. baik karena kejadian alam maupun penebangan liar. Sumber daya alam yang ada terus digunakan secara intensif untuk kebutuhan konstruksi. transportasi dan konsumsi. Pemanfaatan energi secara berlebihan. Industri-industri tersebut menciptakan lapangan pekerjaan dan memicu relokasi penduduk dari desa ke kota. yang berasal dari proses pembusukan sampah tersebut. Revolusi Industri di abad 19 memulai penggunaan bahan bakar secara besar-besaran untuk aktivitas industri. Matahari tetap leluasa memancarkan radiasi ke bumi. Selanjutnya. Lahan yang tadinya hijau terus diratakan untuk menyediakan tanah bagi perumahan. . Seluruh hal di atas berujung di satu hal yakni meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi. Tren ini bahkan berlanjut sampai sekarang. Hutan yang semakin rusak. namun pantulan radiasi tersebut oleh permukaan bumi terperangkap oleh gas-gas rumah kaca tadi. Mereka disebut demikian karena efek yang ditimbulkan menyerupai lapisan kaca dari sebuah rumah kaca. mengalami peningkatan temperatur.Limbah sampah menyumbang 3. terutama energi fosil.

Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut. Inilah yang mengubah keseimbangan alami efek rumah kaca. Semakin banyak gas rumah kaca yang diproduksi. . Dampak ekstrem dari perubahan iklim terutama adalah terjadinya kenaikan temperatur serta pergeseran musim. Dampak Terhadap Kenaikan Muka Air Laut Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair. Peristiwa ini menyebabkan terjadinya pemuaian massa air laut dan kenaikan permukaan air laut. Berikui ini dampakdampak perubahan iklim terhadap berbagai segi kehidupan : 1. Masalahnya terletak pada manusia yang menyebabkan peningkatan pemanasan global melalui emisi GRK ke atmosfer bumi. BAB TIGA (III) POTENSI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM GLOBAL Perubahan iklim merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari dan memberikan dampak terhadap berbagai segi kehidupan. semakin banyak radiasi matahari yang “terperangkap” di lapisan atmosfer kita. bumi akan menjadi sebuah tempat yang tak mungkin ditinggali oleh sebagian besar makhluk hidup yang ada sekarang. Hal ini membawa banyak perubahan bagi kehidupan di bawah laut. Tanpanya. efek rumah kaca seperti ini adalah sebuah proses alamiah yang penting demi memungkinkan kehidupan di atas bumi. Fenomena inilah yang sekarang sedang terjadi yaitu pemanasan global pada lapisan bawah atmosfer karena terus meningkatnya akumulasi emisi gas rumah kaca. Kenaikan temperatur menyebabkan es dan gletser di Kutub Utara dan Selatan mencair.Sejatinya.

700 ha (1987) dan menurun lagi hingga 2.496. Kenaikan muka air laut ini juga akan merusak ekosistem hutan bakau. pencemaran dari sungai ke laut akan meningkat karena tidak adanya filter polutan. c. b. Meluasnya intrusi air laut Meluasnya intrusi air laut selain diakibatkan oleh terjadinya kenaikan muka air laut juga dipicu oleh terjadinya land subsidence akibat penghisapan air tanah secara berlebihan.543 ha (1982) menurun menjadi 3. Dalam kurun waktu 10 tahun (1982-1993). maka abrasi pantai akan kerap terjadi karena tidak adanya penahan gelombang. yang pada saat ini saja kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Ancaman terhadap kegiatan sosial-ekonomi Gangguan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terjadi diantaranya adalah gangguan terhadap jaringan jalan lintas dan kereta api di Pantura Jawa dan Timur-Selatan . Kenaikan muka air laut secara umum akan mengakibatkan dampak sebagai berikut : a.185 ha (1993). Sehingga akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang serta mengancam kehidupan masyarakat pesisir pantai.235. telah terjadi penurunan hutan mangrove ± 50% dari total luasan semula.seperti pemutihan terumbu karang dan punahnya berbagai jenis ikan. Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir Meningkatnya frekuensi dan intensitas banjir disebabkan oleh terjadinya pola hujan yang acak dan musim hujan yang pendek sementara curah hujan sangat tinggi (kejadian ekstrim). Luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan dari 5.209. Apabila keberadaan mangrove tidak dapat dipertahankan lagi. dan zona budidaya aquaculture pun akan terancam dengan sendirinya. Perubahan arus laut dan meluasnya kerusakan mangrove Kenaikan muka air laut selain mengakibatkan perubahan arus laut pada wilayah pesisir juga mengakibatkan rusaknya ekosistem mangrove. serta merubah sifat biofisik dan biokimia di zona pesisir. d.

307 juta. dimana ekosistem pulau-pulau kecil akan menjadi rusak. Sulawesi bagian Barat Daya. e. typhoid dan air laut pasang (rob) membawa Hanta virus.Sumatera. hilangnya lahan-lahan budidaya seperti sawah. dan beberapa spot pesisir di Papua. genangan terhadap permukiman penduduk pada kota-kota pesisir yang berada pada wilayah Pantura Jawa. payau. Kalimantan bagian Selatan. 2. Dampak yang diakibatkan oleh cuaca ekstrim misalnya banjir membawa lepstospirosis. Sumatera bagian Timur. leptospirosis. 3. kholera. kolam ikan. dan dampak langsung pada kesehatan. phytoplankton).4 juta hektar atau setara dengan US$ 11. cuaca ekstrim. tetapi juga melahirkan gangguan kesehatan terhadap penghuni bumi. Dampak-dampak kesehatan yang timbul akibat perubahan iklim antara lain dampak tidak langsung pada penyakit penyebaran vektor. typhoid fever. gambaran ini bahkan menjadi lebih „buram‟ apabila dikaitkan dengan keberadaan sentra-sentra produksi pangan yang hanya berkisar 4 % saja dari keseluruhan luas wilayah nasional. Dampak Terhadap Pertanian . sehingga akan mempengaruhi kehidupan manusia yang tinggal di pulau-pulau kecil tersebut. Dampak tidak langsung pada penyakit penyebaran vektor bisa dilihat dari penyebaran penyakit malaria yang berubah bionomiknya. diare. Berkurangnya luas daratan atau hilangnya pulau-pulau kecil Perubahan iklim yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut akan dapat memberikan dampak negative terhadap ekosistem pulau-pulau kecil. dan mangrove seluas 3. menyebarnya spora anthrax. dan penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan. Dampak Terhadap Kesehatan Perubahan iklim tak hanya memicu terjadinya berbagai bencana alam. kholera (zooplankton. dysentri.

Terjadinya keterlambatan musim tanam atau panen akan memberikan dampak yang besar baik secara langsung maupun tak langsung. serta naiknya permukaan air laut akibat pencairan gunung es di kutub utara. akibatnya Indonesia harus mengimpor beras. Akibatnya petani akan mengalami penurunan pendapatan bahkan terjerat hutang. lahan puso (gagal panen) mencapai sekitar 7 ribu hektar. 1994). Pada umumnya semua bentuk sistem pertanian sangat sensitif terhadap variasi iklim. transportasi dan lain-lain. Selain itu. Tingginya curah hujan juga mengakibatkan hilangnya lahan karena erosi tanah. terutama kelembaban dan dinamika atmosfer. Akibatnya dana simpanan milik petani seharusnya untuk modal tanam digunakan untuk biaya hidup. Dalam data Dinas Pertanian Cirebon tercatat sekitar 143 ribu hektar lahan mengalami terlambat tanam pada bulan Desember dan Januari (KLH. petani sudah tidak lagi memiliki modal. seperti ketahanan pangan. Sehingga pada saat musim tanam tiba. perubahan iklim yang berdampak pada tingginya intensitas hujan dalam periode yang pendek akan menimbulkan banjir yang kemudian menyebabkan produksi padi menurun karena sawah terendam air. Dari lahan seluas itu. akibatnya kerugian yang diderita oleh sektor pertanian mencapai sebesar US$ 6 milyar pertahun (ADB. yaitu naiknya suhu udara yang juga berdampak terhadap unsur iklim lain. akibatnya hasil dari tanaman dataran tinggi akan menurun. Tak menentunya iklim berdampak pada turunnya produksi pangan di Indonesia. Data dari Departemen Pertanian (2003) menunjukkan bahwa sawah yang dilanda banjir mencapai sekitar 42 ribu hektar.Perubahan iklim mempengaruhi setidaknya tiga unsur iklim dan komponen alam yang sangat erat kaitannya dengan pertanian. 1998). 4. Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan tanah longsor. Beberapa spesies akan terancam punah . Dampak Terhadap Kehutanan Diperkirakan akan terjadi pergantian beberapa spesies flora dan fauna yang terdapat di dalam hutan sebagai akibat perubahan iklim. industri pupuk.

kelalaian manusia dan karena faktor alam. Dampak Terhadap Sumber Daya Air Air bukan komoditas yang bisa diciptakan manusia. seperti musim kemarau panjang. Kebakaran hutan bersumber pada tiga hal. Sebaliknya spesies yang mampu bertahan akan berkembang tak terkendali (KLH. Peningkatan suhu yang terjadi dalam masa yang cukup lama. Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi dapat diubah oleh manusia menjadi bahan baku untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup dan penghidupan yang sehat dan produktif. terutama yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Dengan teknologi manusia hanya mampu mengendalikan jumlah. mengakibatkan mudah terbakarnya ranting-ranting atau daun-daun akibat gesekan yang ditimbulkan. Oleh karena itu perubahan iklim yang berdampak pada meningkatnya suhu. dan arah alirannya. kualitas. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh faktor alam. Singkat kata. peningkatan suhu meningkatkan peluang terjadinya kebakaran hutan. Jumlah air tawar di alam ini relatif tetap tetapi rentang waktu ketersediaannya cenderung semakin tidak menentu baik karena ekosistem sumber daya air yang telah rusak parah dan faktor-faktor lokal lainnya maupun karena pengaruh perubahan iklim global. yaitu kesengajaan manusia. 5. Belum lagi dampak sosial dan kesehatan yang ditimbulkan bagi masyarakat setempat. dipastikan akan meningkatkan potensi kebakaran hutan. Perubahan iklim dan cuaca ini juga mempengaruhi variabel utama siklus Hidrologi yakni terutama curah hujan. Setelah sampai di . kebakaran hutan juga menyebabkan hilangnya berbagai keanekaragaman hayati. Hal ini menyebabkan kebakaran hutan dapat terjadi dalam waktu singkat dimana api melahap sekian hektar luasan hutan dan berbagai macam keanekaragaman hayati yang berada di dalamnya. umumnya disebabkan oleh terjadinya peningkatan suhu udara di lingkungan sekitar hutan. Selain hilangnya sejumlah kawasan hutan. 1998).karena tak mampu beradaptasi. Kebakaran hutan yang kita bahas pada bagian ini adalah yang disebabkan oleh faktor alam.

Padahal di lain pihak kecenderungan konsumsi air bersih justru naik secara eksponensial seiring pertambahan penduduk. Naiknya air laut akan memperluas pengasinan air tanah sehingga menurunkan persediaan air tawar bagi daerahdaerah di pesisir pantai. Kenaikan suhu hingga 1ºC akan mengurangi persediaan air dan meningkatkan kekeringan di beberapa wilayah ekuator. air akan berkurang sebanyak 10-30% sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami kekeringan akan semakin parah kondisinya. erosi. Kondisi diperburuk dengan perubahan iklim yang mulai terasa dampaknya sehingga membuat Indonesia mengalami banjir pada musim penghujan dan kekeringan pada musim kemarau. Dampak Terhadap Kawasan Pesisir . Namun. air rentang waktu ketersediaannya cenderung semakin tidak menentu baik karena ekosistem sumber daya air yang telah rusak parah dan faktor-faktor lokal lainnya maupun karena pengaruh perubahan iklim global. Berdasarkan data tersebut Indonesia merupakan negara yang kaya akan ketersediaan air. kekeringan. Kenaikan suhu di atas 1ºC akan menimbulkan banjir. Para ahli memprediksi Indonesia akan mengalami kelangkaan air bersih pada tahun 2025. Diperkirakan Indonesia memiliki total volume air sebesar 308 juta meter kubik. sangat disayangkan potensi ketersediaan air bersih dari tahun ke tahun cenderung menurun akibat pencemaran lingkungan dan kerusakan daerah tangkapan air. dan kualitas air yang semakin menurun.permukaan tanah. 6. rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air di daerah subpolar serta daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat sebanyak 10-40%. Pada pertengahan abad ini. Ratusan juta orang akan menghadapi kekurangan air. Sementara di daerah subtropis dan daerah tropis yang kering.

Sektor dan daerah yang terkena tekanan berat tersebut umumnya merupakan sistem alami maupun sistem buatan manusia (man-made). seperti pantai berpasir. Penelitian telah menunjukkan bahwa 30 spesies reptil dan amfibi berpindah menuju tempat yang lebih tinggi ke ekosistem yang lebih dingin. Akibat perubahan iklim ikan hiu pun terancam punah. Sistem alami meliputi berbagai bentuk lahan dan ekosistem. dan lahan basah termasuk mangrove. pantai berbatu. Studi baru-baru ini yang dimuat dalam jurnal Pelestarian Biologi menyatakan bahwa populasi dari banyak spesies ikan hiu yang berkurang dengan cepat membuat para ilmuwan prihatin tentang dampaknya terhadap ekosistem laut secara . terumbu karang. Dua spesies katak dan tokek sekarang berada dalam bahaya kepunahan. 7. tebing (cliffs). Sistem alami ini akan merespon pemunculan kenaikan permukaan air laut dan perubahan iklim secara alami. di mana suatu sistem rusak atau bahkan pada kondisi terburuk akan lenyap. Perubahan iklim ini mengakibatkan terjadinya migrasi hewan. Pada sistem buatan manusia. Dampak Terhadap Spesies dan Kawasan Alami Perubahan Iklim membahayakan kelangsungan spesies wilayah tropis. dataran pasang surut. kota-kota besar terletak di wilayah pesisir dan biasanya kepadatan penduduk di daerah pesisir ini lebih tinggi daripada di daerah hulu.Dampak dari kenaikan muka air laut dan perubahan iklim akan mempengaruhi sektor yang sangat luas di wilayah pesisir. Ahli Biologi Christopher Raxworthy dari Museum Amerika untuk Sejarah Alam mengatakan bahwa pada akhirnya tidak ada lahan yang lebih tinggi yang tersedia.

pada dasarnya diburu sampai punah. banjir. Akan tetapi kekayaan alam ini sedang menghadapi resiko akibat naiknya muka air laut.keseluruhan. Anjing laut subtropis yang pernah ditemukan secara berlimpah di Laut Karibia. Kelompok-kelompok pelestarian menyerukan agar dilakukan langkah-langkah global untuk melindungi ikan hiu itu. Tak hanya ikan hiu. pemerintah sebaiknya . bahkan beberapa jenis hampir lenyap sama sekali. Dua spesies berhubungan lainnya. Program Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Indonesia bangga sebagai salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. anjing laut Mediteranian dan Hawai baru-baru ini terdaftar sebagai satwa yang terancam punah. BAB EMPAT (IV) UPAYA ANTISIPATIF PERUBAHAN IKLIM GLOBAL 1. Untuk melindungi masyarakat termiskin dan mencegah biaya ekonomi yang dapat mengurangi keberhasilan pembangunan. kekeringan. dengan perlindungan intensif yang diperlukan untuk menghindari kepunahan mereka juga. Spesies Anjing Laut Pertama Kali Dideklarasikan Punah Akibat dari Kegiatan Manusia. dan produktifitas sektor pertanian dan perikanan yang tinggi. anjing laut di Karibia atau India Barat sekarang dinyatakan punah. dan sebelah barat Samudera Atlantik. Teluk Meksiko. Setelah tidak terlihat selama lebih dari 50 tahun. dan tanah longsor yang diperkirakan merupakan dampak yang merusak dari perubahan iklim global. keanekaragaman bahari yang kaya.

yaitu : (a) sektor kehutanan sebagai sumber mekanisme carbon sink (pemeliharaan hutan berkelanjutan. yaitu upaya mitigasi dan upaya adaptasi :  Upaya Mitigasi bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GERK) ke atmosfer yang berpotensi menipiskan lapisan ozon. Pola pemanfaatan ruang wilayah nasional memuat : (a) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan lindung (termasuk kawasan rawan bencana seperti kawasan rawan . transportasi. perkotaan dan lahan gambut. kelautan dan perikanan. Berkaitan dengan perubahan-perubahan iklim maka upaya-upaya pembangunan yang dilakukan dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok besar. a. Terutama pada sektor pertanian. pencegahan deforstasi dan degradasi hutan. Untuk itu. sumber daya air dan kawasan pesisir. sekaligus (c) meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal (mengentaskan kemiskinan). pencegahan kebakaran hutan dan lahan). kesehatan. Upaya ini bertujuan untuk : (a) mengurangi kerentanan sosial-ekonomi dan lingkungan yang bersumber dari perubahan iklim. (b) meningkatkan daya tahan (resilience) masyarakat dan ekosistem. kehutanan. Namun upaya tersebut akan sulit memberikan manfaat secara efektif apabila laju perubahan iklim melebihi kemampuan beradaptasi. serta (b) sektor energi untuk mengurangi emisi GRK yang berasal dari pembangkitan energi.segera memulai pelaksanaan tindakan antisipatif atas perubahan iklim. industri. pencegahan illegal logging.  Upaya Adaptasi merupakan tindakan penyesuaian sistem alam dan sosial untuk menghadapi dampak negatif dari perubahan iklim. Upaya Antisipatif Dampak Kenaikan Permukaan Air Laut Antisipasi Dampak Kenaikan Muka Air Laut dapat dilakukan melalui Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. upaya mitigasi terutama difokuskan untuk 2 (dua) sektor.

alternatif ini dikembangkan apabila dampak ekonomi dan lingkungan akibat kenaikan muka air laut sangat besar sehingga kawasan budidaya perlu dialihkan lebih menjauh dari garis pantai. alternatif ini memiliki dua kemungkinan. Pada tataran mikro. bahkan perlu dipertimbangkan untuk menghindari sama sekali kawasan-kawasan yang memiliki kerentanan sangat tinggi.  Akomodasi . kelistrikan.  Proteksi . namun diharapkan tidak menimbulkan ancaman yang serius bagi keselamatan jiwa. alternatif ini bersifat penyesuaian terhadap perubahan alam atau resiko dampak yang mungkin terjadi seperti reklamasi. area-area yang tergenangi tidak terhindarkan. pariwisata. pertanian. dan air baku. Sementara struktur pemanfaatan ruang wilayah nasional mencakup : (a) arahan pengembangan sistem permukiman nasional dan (b) arahan pengembangan sistem prasarana wilayah nasional (seperti jaringan transportasi. Dalam kondisi ekstrim. permukiman. maka pengembangan kawasan budidaya pada kawasan pesisir selayaknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IPCC (1990) sebagai berikut :  Relokasi . peninggian bangunan atau perubahan agriculture menjadi budidaya air payau (aquaculture) . dan (b) arahan kebijakan dan kriteria pengelolaan kawasan budidaya (hutan produksi. sumber daya air. Selain antisipasi yang bersifat makro-strategis diatas. pertambangan. Upaya Antisipatif Dampak Pertanian .gelombang pasang dan banjir) . diperlukan pula antisipasi dampak kenaikan muka air laut yang bersifat mikro-operasional. c. yakni yang bersifat hard structure seperti pembangunan penahan gelombang (breakwater) atau tanggul banjir (seawalls) dan yang bersifat soft structure seperti revegetasi mangrove atau penimbunan pasir (beach nourishment). dsb). asset dan aktivitas sosial-ekonomi serta lingkungan sekitar.

terutama sistem irigasi. dan (d) aspek sosial-ekonomi dan budaya. infrastruktur pertanian. Interaksi sekian macam faktor perubahan iklim serta respons tindakan yang dilakukan petani dan pengambil kebijakan pertanian akan menentukan masa depan pertanian Indonesia serta tingkat penghidupan masyarakat dan tingkat kesejahteraan bangsa. Dampak perubahan iklim yang paling nyata pada sektor pertanian adalah kerusakan (degradasi) dan penurunan kualitas sumberdaya lahan dan air. 1) Strategi antisipasi Strategi ini ditujukan untuk menyiapkan strategi mitigasi dan adaptasi berdasarkan kajian dampak perubahan iklim terhadap (a) sumberdaya pertanian seperti pola curah hujan dan musim (aspek klimatologis). sekarang ini. Sulit dilukiskan betapa dahsyat dampak sosial-ekonomi yang terjadi.Perubahan iklim menimbulkan pola curah hujan dan kejadian iklim ekstrem. dan (b) mengurangi dampak . Berdasarkan kajian tersebut ditetapkan strategi yang harus ditempuh dalam upaya: (a) mengurangi laju perubahan iklim (mitigasi) melalui penyesuaian dan perbaikan aktivitas/praktek dan teknologi pertanian. yang akan menghasilkan ancaman kerentanan dan kerawanan terhadap ketahanan pangan dan bahkan kemiskinan. Dampak tersebut akan dapat ditekan atau dikurangi intensitasnya apabila kebijakan negara mampu menghasilkan insentif bagi petani dan pelaku lain di sektor pertanian untuk melakukan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim sedini mungkin. (c) sistem usahatani dan agribisnis. misalnya jika tiba-tiba tinggi air laut meningkat sampai tiga meter. pergeseran jenis dan varietas dominan. pola tanam. keragaan dan penciutan luas lahan pertanian di sekitar pantai. dan waduk. peningkatan suhu udara dan peningkatan muka air laut yang dapat mempengaruhi produksi pertanian dan kondisi sosial-ekonomi petani. produksi. sebagai subyek yang paling penting dalam pembangunan pertanian. penurunan produksi dan produktivitas tanaman pangan. produktivitas. sistem hidrologi dan sumberdaya air (aspek hidrologis). (b) infrastruktur/sarana dan prasarana pertanian.

umur endek  Penggunaan pupuk organik dan hayati . 2) Program Mitigasi Walaupun tidak sepenuhnya benar. Indonesia dituntut untuk senantiasa berupaya mengurangi (mitigasi) emisi GRK. terutama dari sistem pertanian lahan sawah dan rawa. antara lain melalui :  CDM ( Clean Development Mechanism )  Perdagangan karbon ( carbon trading ) melalui pengembangan teknologi budidaya yang mampu menekan GRK. jenis tanaman dan varietas.  Perbanyakan varietas padi yang tahan kekeringan. 3) Program Adaptasi Strategi adaptasi adalah suatu respon terhadap stimulus atau pengaruh iklim nyata atau prakiraan yang dapat meringankan dampak buruknya atau memanfaatkan peluangpeluang yang menguntungkan melalui :  Reinventarisasi dan redelineasi potensi dan karakterisasi sumberdaya lahan dan air  Penyesuaian dan pengembangan infrastruktur pertanian. sebagai emitor terbesar oksigen (O2) dari hutan dan areal pertaniannya. Kebakaran hutan/lahan. emisi dari lahan gambut. terutama pola tanam.perubahan iklim terhadap sistem dan produksi pertanian melalui penyesuaian dan perbaikan infrastruktur (sarana dan prasarana) pertanian dan penyesuaian dan teknologi pertanian (adaptasi).  Penyesuaian sistem usahatani dan agribisnis. dan sistem pengolahan tanah. terutama irigasi sesuai dengan perubahan sistem hidrologi dan sumberdaya air. Indonesia juga dituding sebagai negara terbesar ketiga dalam mengemisi GRK. dan  Penerapan teknologi budidaya seperti penanaman varietas dan pengolahan lahan dan air dengan tingkat GRK yang lebih rendah. Oleh sebab itu.

yakni 61%. restrukturisasi . Di Indonesia. Pada kondisi hutan yang baik. dianggap sebagai sumber emisi karbon karena melepas CO2 ke atmosfer. Cara tersebut diperkirakan mampu menurunkan hingga 300 metrik ton karbondioksida per tahun hingga 2020.3 juta ha diyakini mampu menyerap emisi secara signifikan. Untuk mengurangi dampak yang berlebihan dalam pengelolaan sumber daya hutan telah dilakukan upaya mitigasi terhadap lima masalah pokok di bidang kehutanan yaitu pencegahan penebangan hutan secara ilegal. sektor kehutanan dan gambut berkontribusi paling besar terhadap tingkat emisi rumah kaca. Upaya menurunkannya dilakukan dengan cara menyerap karbon kembali melalui penanaman. pada kondisi hutan yang kurang baik. Gerakan tersebut diantaranya dengan mencanangkan kelanjutan Gerakan Nasional Rehabilitasi Lahan (Gerhan). keberadaan hutan bermanfaat sebagai penyimpan dan penyerap emisi karbon atau emisi GRK. sejak tahun 2003 hingga 2007 telah tercapai penanaman pada area seluas 4 juta ha yang tersebar di 33 provinsi. Dalam waktu 5 hingga 10 tahun mendatang. Namun. Namun demikian terjadinya deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia juga dianggap sebagai sumber emisi karbon karena melepas CO2 ke atmosfer. penanggulangan kebakaran hutan. rehabilitasi dan konservasi lahan.d. Hutan Indonesia yang luasnya 120. Indonesia memiliki peran yang penting dalam isu perubahan iklim global dengan menyediakan jasa lingkungan berupa penyerapan emisi karbon dari hutan yang ada. Hasilnya. Upaya Antisipatif Dampak Kehutanan Ancaman dan permasalahan lingkungan yang dihadapi manusia saat ini adalah pemanasan global dan perubahan iklim. bangsa Indonesia akan menikmati indahnya bumi Indonesia hijau berseri. Gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon harus terus digelorakan dan dilakukan secara kontinyu pada setiap tahun masa tanam.

sementara itu ketersediaannya dipengaruhi oleh peningkatan evaporasi (penguapan) akibat peningkatan temperatur permukaan bumi. (2000) menunjukan bahwa masalah air terjadi karena adanya peningkatan penduduk bumi sehingga meningkatkan pula kebutuhan air. Hal ini berkorelasi pada kebutuhan akan adanya manajemen terintegrasi sumber daya air. yang bila tidak dilakukan akan berdampak pada pengrusakan sumber daya air secara fisik. Pemeliharaan dan pengembangan Sistem Wilayah Sungai tersebut didekati dengan suatu rencana terpadu dari hulu sampai hilir yang dikelola secara profesional. dan selanjutnya berimplikasi pada sosioekonomi. Dephut. Kebutuhan yang meningkat akan semakin menekan pada sistem air global yang berkaitan dengan efek pemanasan global. Peningkatan jumlah penduduk dan ekonomi menjadi pendorong utama kebutuhan air. Hal ini di lakukan dengan cara pengembangan infrastruktur sumber daya air yakni masih banyak diperlukan pembangunan bendungan. waduk. Strategi pertama yang dilakukan dalam program meningkatkan pengelolaan sumber daya air dengan memperkuat koordinasi PU. tetap perlu dilakukan normalisasi sungai dan pemeliharaan daerah aliran sungai yang ada di beberapa daerah. Vorosmarty et al. e. Untuk itu perlu dikembangkan teknologi rancang bangun Bendungan . Pemda dan KLH. Deptan. Pengelolaan sumber daya air secara terpadu adalah kunci mengantisipasi dampak perubahan iklim. institusional. Ketersediaan air merupakan permasalahan yang penting yang terkait dengan perubahan iklim. serta desentralisasi kewenangan pengelolaan kehutanan. Upaya Antisipatif Dampak Sumber Daya Air Salah satu persoalan kebutuhan manusia yang terpengaruh sebagai dampak pemanasan global tersebut adalah ketersedian air. Di samping itu untuk menjamin ketersediaan air baku. dan sistim jaringan irigasi yang handal untuk menunjang kebijakan ketahanan pangan pemerintah.industri kehutanan. rehabilitasi dan konservasi sumber daya hutan.

Besar. Kegiatan utama seperti kegiatan yang dilakukan dalam bidang perindustrian dan pertanian. Artinya semua sampah harus didaur ulang untuk diambil manfaat sebanyak-banyaknya. Memonitor sumber air secara berkala baik mutu maupun jumlah air di setiap sumber air. kebakaran.    Menjaga dan mengawasi tempat pengolahan sumber air bersih. . dan mengatur pemenuhan kebutuhan air untuk jangka waktu lama.  Mencegah dan memerangi polusi akibat kecelakaan transportasi. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam rangka penghemat air adalah menghentikan pembuangan sampah dalam segala bentuknya. Kegiatan yang dikhawatirkan adalah kegiatan yang dapat menimbulkan kontaminasi air yang dapat mengancam terpenuhinya kebutuhan air yang berasal dari sumber air alami tanpa perlakuan dan pemurnian. Kita harus melakukan usaha penggunaan air lebih sedikit mungkin dimanapun berada dan untuk kegiatan apapun. Bendung Karet. Strategi kedua adalah budaya hemat air dan pencegahan kerusakan lingkungan sangat penting diperkenalkan pada masyarakat secara terus menerus. ledakan. kerusakan pipa dan sebagainya. Mengatur sumber air dengan cara menjaga fasilitas umum. Apabila kegiatan manusia tidak memperhatikan mutu air akan menimbulkan masalah kehidupan manusia. Beberapa tindakan yang perlu dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah. swasta dan masyarakat umum adalah sebagai berikut:  Mencegah terjadinya kerusakan kronis tempat sumber air melalui pencegahan polusi air terhadap bahan kimia dan bahan lain yang menimbulkan rusaknya kualitas air sungai dan mata air. termasuk terowongan. Hal tersebut akan menyebabkan kesulitan mendapatkan air dalam jumlah banyak. sistem irigasi maupun rancang bangun pengendali banjir. teknologi Sabo.

dalam hal ini upaya dilakukan secara protektif.  Secara non struktural. f. yaitu dengan membuat bangunan pantai yang secara langsung melindungi insfrastruktur pesisir dari kenaikan permukaan air laut. Pemerintah perlu melakukan upaya-upaya antisipasi melalui penyusunan kebijakan dan program yang secara tidak langsung akan mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan kenaikan muka air laut. diselaraskan dan diseimbangkan dengan . “membuat perlindungan”. Kedua. Pertama. penyadaran dan penataan ruang dan sebagainya. dengan beralih ke sumber-sumber nafkah yang lain. dalam hal upaya fasilitasi dan pembinaan teknis kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di wilayah pesisir dilakukan melalui beberapa alternatif berikut ini :  Secara Struktural. Ketiga. dengan bermukim jauh dari pantai. Selain itu. Upaya ini dapat dilakukan dengan kegiatan sebagai berikut : 1) Penataan ruang wilayah pesisir Sesuai pasal 9 UU No. dalam hal ini upaya yang dilakukan adalah bersifat perencanaan. yaitu dengan menanam tanaman penghadang seperti pohon mangrove. pendidikan. Menghemat penggunaan air dengan cara mencegah hilangnya air pada saluran air dan memonitor penggunaan air PAM (ledeng). Kegiatannya bisa dengan struktur keras (hard structure) seperti pembuatan seawall atau dinding pantai dan struktur lunak (soft strcture) dengan mangrove dan vegetasi pantai. 27 tahun 2007 tentang PWP-3-K yang menyatakan bahwa rencana zonasi wilayah pesisir harus diserasikan. Upaya Antisipatif Dampak Kawasan Pesisir Strategi adaptasi di wilayah pesisir terhadap penduduk yang menghadapi masalah kenaikan muka air laut dapat melakukan tiga strategi umum. “mundur”. “melakukan penyesuaian” yaitu misalnya.

lamun. Upaya penyerapan karbon dapat dilakukan dalam bentuk reforestasi. Juga akan dialokasikan kawasan-kawasan konservasi baik di darat maupun di laut yang sebagian berfungsi lindung untuk memperkuat sistem alam. dan meningkatkan kemampuan habitat dalam perubahan iklim. 2) Gerakan Nasional Bersih Pantai dan Laut Program Bersih Pantai (beach clean up) akan menggugah kesadaran masyarakat untuk melakukan program kemitraan dalam pengendalian pencemaran laut. propinsi dan nasional. Hal ini bersesuaian dengan hasil kajian dan rekomendasi IPCC.rencana Tata Ruang Wilayah/RTRW provinsi atau kabupaten/kota. terumbu karang. sehingga kondisi ekosistem darat dan laut tersebut menjadi lebih baik dan akan lebih tahan dalam menghadapi perubahan iklim yang terjadi. Pelaksanaan kegiatan bersih pantai harus diagendakan sebagai kegiatan tahunan. memulihkan fungsi dan kualitas habitat. aforestasi dengan mangrove dan vegetasi pantai serta perbaikan ekosistem terumbu karang. maka dapat dilakukan progam monitoring sampah di pantai dan laut pada tingkat kabupaten. 3) Rehabilitas Habitat Pesisir Rehabilitas dilakukan dalam rangka memperbaiki kerusakan yang ada. sehingga dampaknya bisa diminimumkan. . yang diharapkan dari tahun ketahun kegiatan tersebut menjadi kegiatan yang dinantikan masyarakat. bahwa pembangunan dikawasan pesisir haruslah menghindari pengembangan di wilayah pesisir yang rawan dan rentan terhadap dampak kenaikan permukaan air laut serta mengusahakan agar sistem perlindungan alami pesisir dan pulau-pulau kecil seperti mangrove. Dalam penataan ruang pesisir dibuat sedemikian rupa agar mampu mengalokasikan ruang terbuka hijau untuk meningkatkan kapasitas alami dalam menyerap karbon. Dengan adanya kegiatan rutin tahunan tersebut. gumuk pasir dan lain-lain tetap berfungsi dengan baik.

Hal ini tentu telah . 5) Pemberdayaan Ekosistem Masyarakat Pesisir Kondisi sosial ekonomi pesisir masyarakat pesisir akan terpengaruh banyak akibat perubahan iklim dan hal itu akan semakin luas dampaknya. nelayan harus menangkap ikan lebih jauh ke tengah laut. dan (c) penyesuaian pola budidaya dan penangkapan ikan. karena daerah penangkapan ikan (fishing grounds) semakin jauh ke arah laut lepas. g. Ratusan ribu nelayan tidak bisa melaut dan ratusan nelayan hilang tergulung ombak besar. Kalaupun ada daerah-daerah pesisir dan laut yang agak teduh. (b) penyesuaian infrastruktur sosial ekonomi masyarakat. Upaya Antisipatif Dampak Kelautan dan Perikanan Bagi sektor kelautan dan perikanan. Kegiatan adaptasi sosial-ekonomi yang dapat dilakukan adalah melalui : (a) reinventarisasi potensi dan karateristik sumberdaya. Hal ini amat penting mengingat bagaimanapun masyarakat pesisir yang paling merasakan dampak akibat perubahan iklim. badai. Keberadaan ekosistem mangrove dinilai sangat penting selain berfungsi sebagai tempat pemijahan biota laut juga memiliki andil dalam mitigasi perubahan iklim melalui penyerapan emisi CO². khususnya pembudidaya tambak di kawasan pesisir. Sebab hampir 70 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir dan menggantungkan hidupnya pada sumber daya yang ada di tempat tersebut. dan ‟rob‟ yang terjadi hampir di seluruh wilayah Nusantara akhirakhir ini telah menyengsarakan kehidupan nelayan dan pembudidaya ikan. cuaca buruk dan ektrim yang diikuti dengan gelombang besar.4) Penanaman vegetasi Pantai Penerapan metode replant (salah satu metode 4R). Untuk itu kegiatan penanaman mangrove ini harus dilakukan agar ketahanan pesisir kita dalam menghadapi bencana akibat dampak perubahan iklim meningkat. dengan penanaman mangrove atau vegetasi pantai lainnya yang dapat berfungsi sebagai pengendali pencemaran laut.

2. membangun infrastruktur dan bangunan jauh dari bibir pantai atau membuat dan mengimplementasikan tata ruang berbasis perubahan iklim global. atau terlanda rob. Sulawesi Tenggara. Pada dasarnya.menyebabkan biaya melaut menjadi semakim mahal. Kedua. hantaman gelombang besar dan rob. dan (3) pengembangan teknologi produksi (perikanan tangkap maupun perikanan budidaya) baru yang sesuai dengan keadaan yang bakal terjadi akibat perubahan iklim global. dengan bermukim. banjir. Ketiga adalah dengan pola retreat (mundur). dan badai. (2) pengembangan spesies budidaya yang tahan terhadap kenaikan suhu. Ribuan hektar tambak di Pantura mengalami rusak berat akibat terjangan gelombang. Pembudidaya rumput laut. Contohnya adalah: (1) masyarakat pesisir beralih ke matapencaharian lain yang kemungkinan tidak akan terkena dampak perubahan iklim. Oleh sebab itu. dengan pendekatan akomodatif atau melakukan penyesuaian baik secara fisik maupun sosial-ekonomi dan budaya hidup. dan NTB. Sulawesi Selatan. pematang. baik jenis Gracilaria sp yang ditambak maupun jenis Eucheuma cotonii yang di laut. dan dampak perubahan iklim lainnya (misalnya melalui rekayasa genetik dan aklimatisasi). Pertama adalah dengan pendekatan protektif (membuat perlindungan). kita seluruh komponen bangsa harus bersatu padu secara sinergis untuk melakukan upaya mitigasi dan adaptasi untuk mengatasi dampak perubahan iklim global. ada tiga strategi adaptasi yang dapat dilakukan di lingkup sektor kelautan dan perikanan dalam meminimalisir atau bahkan menghindari dampak negatip perubahan iklim global Pola. di beberapa daerah Pantura. rob. groin. Swasta dan Masyarakat . Hal ini disebabkan karena airnya menjadi lebih tawar dan keruh. dan lainnya) yang secara langsung dapat menahan kenaikan muka laut. yaitu dengan menanam tanaman (mangrove dan tumbuhan pantai lainnya) atau bangunan (pemecah gelombang. Meningkatkan Kerjasama Pemerintah. banyak yang mengalami penurunan produktivitas.

Mengingat perubahan iklim merupakan permasalahan global dan menyebar di seluruh Indonesia maka sebagai warga negara yang baik kerjasama antar pemerintah. sebagai akibatnya . BAB KEENAM (V) PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN Dari uraian diatas kita dapat melihat bahwa perubahan iklim bermula pada efek rumah kaca. Efek ini terjadi akibat adanya emisi dari karbon dioksida. merupakan senyawa normal yang ada di atmosfir sebagai hasil dari siklus karbon dan oksigen. Akan tetapi. Pada mulanya. karena semakin banyaknya penggunaan bahan bakar fosil dan adanya intervensi manusia dalam siklus karbon dan oksigen mengakibatkan produksi karbon dioksida lebih cepat dari pada siklus normal sehingga terjadi kepincangan. swasta dan masyarakat perlu dikembangkan. karbon dioksida dianggap bukan sebagai sumber pencemar udara karena Karbon dioksida.

kesehatan bahkan sektor kehutanan. dsb). peningkatan hujan. kekeringan. maka diperlukan usaha yang sungguh-sungguh untuk menguranginya sehingga mencapai keseimbangannya kembali. ketika manusia menyadari bahwa aktifitasnya telah mengakibatkan Efek Rumah Kaca yang berlebih. perluasan gurun pasir. punahnya flora dan fauna tertentu. migrasi fauna dan hama penyakit. Hal tersebut harus dapat dilaksanakan dan dipersiapkan melalui berbagai upaya dan langkah – langkah implementasinya. Dampak negatif dari perubahan iklim global ini pun telah di rasakan saat ini dengan adanya berbagai bencana yang melanda di seluruh lapisan dunia dan dipastikan bencana ini akan semakin meningkat pada masa mendatang. tanah longsor dan sebagainya. Hal ini dialami oleh berbagai sector yakni pertanian. Pemanasan global ini Pengaruh laut sangat kuat terhadap iklim di bumi terutama untuk menyerap energy matahari dan mendistribusikannya kembali ke seluruh bagian bumi dalam bentuk arus air. ketersediaan pangan yang akan menimbulkan masalah gizi dan menyebabkan rentan terhadap penyakit. seperti peristiwa El Nino yang di Indonesia telah dirasakan dalam bentuk temperature udara yang tinggi. kebutuhan sanitasi dasar. kenaikan muka air laut. Perubahan pola arus air yang hangat maupun dingin akan mengakibatkankekacauan iklim. perubahan iklim. kelautan dan perikanan. Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub. sehingga mempengaruhi keterbatasan air bersih. Melindungi diri dari perubahan iklim dibagi atas upaya mitigasi . kekeringan yang panjang.konsentrasi rata-rata karbon dioksida di atmosfir meningkat. Dunia masih mempunyai kesempatan realistis guna menghindari sebagian dari bencana meluas akibat pemanasan global (global warming). badai. menyebabkan perubahan iklim. tsunami. Bencana tersebut seperti terjadinya bencana banjir. kebakaran hutan dan curah hujan yang sedikit.Oleh karena itu.

Kesehatan Lingkungan. July 1994 Center for Global Environmental Research. 1996 Diposaptono S. Data Book of Sea Level Rise. dan Dewi Susanna. Pengaruh Pemanasan Global terhadap Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Indonesia..DKP. 2000. Pesisir dan pulau-pulau Kecil. Environment Agency of Japan. Regional Study on Global Environmental Issues. Implikasinya Terhadap Kehidupan Di Laut.mengurangi emisi gas rumah kaca dari sumbernya) dan adaptasi (mengatasi dampak perubahan iklim ) yang seringkali tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. National Institute for Environmental Studies. Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Kusnoputaranto. 2002. Indonesia Country Report on Socioeconomic Impacts of Climate Change and a National Response Strategy. Perubahan Iklim. Haryoto. Climate Change in Asia . 2009 Asian Development Bank. . Jakarta : Fortuna Prima Makmur. PUSTAKA Numberi Freddy. Direktorat Bina Pesisir – Ditjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil .