You are on page 1of 15

ADZIKRA Vol. 01. No.

01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
28
Arti Dan Ruang Lingkup Metode Dakwah

Eneng Purwanti
(Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN SMH Banten)

Abstrak
Islam adalah agama dakwah artinya agama yang selalu
mendorong pemeluknya untuk senantiasa aktif melakukan kegiatan
dakwah. Bahkan maju mundurnya umat Islam sangat bergantung
dan berkaitan erat dengan kegiatan dakwah yang dilakukannya,
karena itu al-Quran menyebut kegiatan dakwah dengan perkataan
Ahsanul Qaula. Dengan kata lain dakwah menempati posisi yang
tinggi dan mulia dalam kemajuan agama Islam. Kita dapat
membayangkan apabila kegiatan dakwah mengalami kelumpuhan
yang disebabkan oleh berbagai factor terlebih sekarang ini di era
globalisasi, di mana berbagai informasi masuk secara cepat instan
yang tidak dapat dibendung lagi. Kita sebagai umat Islam harus
dapat memilih dan menyaring informasi tersebut sehingga tidak
bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, agar dakwah
dapat mencapai sasaran-sasaran strategis jangka panjang, maka
tentunya diperlukan suatu suatu metode dakwah.
Kata Kunci : Metode, Dakwah, Hikmah, Mau’idzah Hasanah,
Mujadalah.

Pendahuluan
Islam sebagai al-Din Allah
1
merupakan suatu manhaj
atau pedoman hidup umat, sekaligus sebagai acuan dan
kerangka tata nilai kehidupan. Oleh karena itu, ketika

1
Lihat surat Al-Imran ayat 85 yang artinya: “Barangsiapa mencari
agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)
daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
29
komunitas muslim berfungsi sebagai sebuah komunitas yang
ditegakkan di atas sendi-sendi moral iman, Islam dan
ketakwaan, maka merupakan suatu komunitas yang tidak
bersifat eksklusif dan bertindak sebagai al-umma al-wasatan
2

sebagai teladan di tengah arus kehidupan yang serba
kompleks, penuh dengan dinamika perubahan, dan penuh
dengan tantangan.
Masuknya berbagai ajaran atau pemahaman yang tidak
relevan dengan nilai-nilai agama, membuat agama seolah-olah
tidak berdaya bahkan yang lebih parah lagi ketika agama tidak
lagi dijadikan sebagai pedoman hidup dalam berbagai bidang.
Hal ini mungkin juga menerpa umat Islam bila agama tidak
lagi berfungsi secara efektif dalam kehidupan yang kolektif.
Tentu saja keadaan seperti ini dapat berpengaruh apabila
pemeluk agama gagal untuk memberikan suatu peradaban
alternatif yang benar yang dituntut oleh setiap perubahan
sosial yang terjadi. Di sisi lain, kehidupan umat manusia sedikit
banyak telah dipengaruhi oleh gerakan modernisme yang
terkadang membawa kepada nilai-nilai baru dan tentunya
tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. Tidak heran bila dalam
perkembangnnya modernisme memberikan tempat dan
penghargaan yang terlalu tinggi terhadap materi. Implikasinya
adalah kekuatan iman yang selama ini mereka miliki semakin
mengalami degradasi. Puncaknya adalah sebagian umat Islam
sekarang ini semakin terjerat oleh kehampaan spiritual. Melihat
fenomena yang terjadi, umat Islam dilanda keprihatinan yang
dapat merusak moral keimanan sehingga diperlukan suatu
solusi terbaik yang dikehendaki oleh Islam yaitu melaksanakan
dakwah secara efektif dan efisien serta berkesinambungan.

2
Lihat juga surat al-Baqarah ayat 143 yang artinya: “Dan demikian
pula kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar
kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi
saksi atas (perbuatan) kamu”.
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
30
Islam adalah agama dakwah
3
artinya agama yang selalu
mendorong pemeluknya untuk senantiasa aktif melakukan
kegiatan dakwah. Bahkan maju mundurnya umat Islam sangat
bergantung dan berkaitan erat dengan kegiatan dakwah yang
dilakukannya,
4
karena itu al-Quran menyebut kegiatan dakwah
dengan perkataan Ahsanul Qaula. Dengan kata lain dakwah
menempati posisi yang tinggi dan mulia dalam kemajuan
agama Islam. Kita dapat membayangkan apabila kegiatan
dakwah mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh
berbagai factor terlebih sekarang ini di era globalisasi, di mana
berbagai informasi masuk secara cepat instan yang tidak dapat
dibendung lagi. Kita sebagai umat Islam harusd dapat memilih
dan menyaring informasi tersebut sehingga tidak bertentangan
dengan nilai-nilai Islam.
Karena merupakan suatu kebenaran, maka Islam harus
tersebar luas dan penyampaian kebenaran tersebut merupakan
tanggung jawab umat Islam secara keseluruhan, sesuai dengan
missinya sebagai agama Rahmatan Lil Alamin yang harus
ditampilkan dengan wajah yang menarik supaya umat lain
beranggapan dan mempunyai pandangan bahwa kehadiran
Islam bukan sebagai ancaman bagi eksistensi mereka
melainkan pembawa kedamaian dan ketentraman dalam
kehidupan mereka sekaligus sebagai pengantar menuju
kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat.
Implikasi dari pernyataan Islam sebagai agama dakwah
menuntut umatnya agar selalu menyampaikan dan
menyerukan dakwah, karena kegiatan ini merupakan aktivitas
yang tidak akan pernah selesai selama kehidupan dunia masih
berlangsung dan akan terus melekat dalam berbagai situasi dan
kondisi. Di samping itu yang harus disadari adalah bahwa

3
M. Masyhur Amin, Dakwah Islam dan Pesan Moral, (Jakarta: Al-
Amin Press), 1997, hal. 8
4
Didin Hafiduddin, Dakwah Aktual, (Jakarta: Gema Insani Press),
Cet III, 1998, hal.76
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
31
dakwah Islam merupakan tugas suci yang dibebankan kepada
setiap muslim di mana dan kapan pun ia berada sebagaimana
termaktub dalam al-Quran dan As-Sunnah.
Dakwah Islam salah satunya bertujuan untuk
memancing dan mengharapkan potensi fitri manusia agar
eksistensi mereka mempunyai makna di hadapan Tuhan dan
sejarah kehidupan. Yang perlu harus diingat lagi bahwa tugas
dakwah adalah tugas umat secara keseluruhan bukan hanya
tugas kelompok tertentu umat Islam.
5
Oleh karena itu, agar
dakwah dapat mencapai sasaran-sasaran strategis jangka
panjang, maka tentunya diperlukan suatu system manajerial
komunikasi baik dalam penataan perkataan maupun perbuatan
yang dalam banyak hal sangat relevan dan terkait dengan nilai-
nilai keislaman.
Dengan adanya kondisi seperti itu, maka para da’i
dituntut mepunyai pemahaman yang mendalam bukan saja
menganggap bahwa dakwah dalam frame amar makruf nahi
munkar hanya sekedar menyampaikan saja melainkan harus
memenuhi beberapa syarat agar kegiatan dakwah terlaksana
secara efektif dan tepat sasaran. Di antara persyaratan yang
dipahami oleh para da’i yaitu mencari materi yang cocok,
mengetahui psikologis objek dakwah secara tepat, memilih
metode yang representative, menggunakan bahasa yang
bijaksana dan sebagainya. Dan dari semua aspek di atas, yang
akan di bahas ini adalah tentang metode dakwahnya.








5
Ahmad Syafi’I Ma’arif, Islam dan Politik; Upaya membingkai
peradaban, (Jakarta: Pustaka Dinamika), 1999, hal. 15
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
32
Arti Metode Dakwah
Dari segi bahasa metode berasal dari dua perkataan
yaitu meta (melalui) dan hodos (jalan, cara).
6
Dengan demikian
metode dapat diartikan sebagai cara atau jalan yang harus
dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sumber lain menyebutkan
bahwa metode berasal dari bahasa Jerman yaitu methodica
artinya ajaran tentang metode. Dalam bahasa Yunani metode
berasal dari kata methodos artinya jalan, dalam bahasa Arab
disebut dengan thariq.
7
Dari beberapa pengertian di atas, dapat
disimpulkan bahwa yang disebut dengan metode adalah cara
yang telah diatur dengan melalui proses pemikiran untuk
mencapai maksud tertentu.
Sedangkan arti dakwah menurut pendapat beberapa
pakar ilmuwan adalah di antaranya sebagai berikut:
1. Pendapat Bakhial Khauli; yang disebut dengan dakwah
adalah satu proses menghidupkan peraturan-peraturan
Islam dengan maksud memindahkan umat dari satu
keadaan kepada keadaan lain.
8

2. Pendapat Syekh Ali Mahfudz; dakwah adalah mengajak
manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti
petunjuk, menyuruh mereka berbuat baik dan melarang
mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat
kebahagiaan di dunia dan akhirat.
9
Pendapat ini juga

6
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara), Cet I, 1991,
hal. 61
7
Hasanuddin, Hukum Dakwah, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya), Cet I,
1996, hal 35
8
Ghazali Darussalam, Dinamika Ilmu Dakwah Islamiyah, (Malaysia:
Nur Niaga SDN. BHD), Cet I, 1996, hal. 5
9
Abdul Kadir Sayyid Abdul Rauf, Dirasah fi ad-Dakwah al-Islamiyah,
(Kairo: Dar El-Tiba’ah Al-Mahmadiyah, Cet I, 1987, hal. 10
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
33
senada dengan apa yang telah dikemukakan oleh Al-
Ghazali
10
bahwa amar makruf nahi munkar adalah inti
gerakan dakwah dan penggerak dalam dinamika
masyarakat Islam.
Dari pengertian di atas, dapat diambil pengertian
bahwa yang disebut dengan metode dakwah adalah cara-cara
tertentu yang dilakukan oleh seorang da’i (komunikator)
kepada mad’u untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah
dan kasih sayang.
11
Hal ini mengandung arti bahwa
pendekatan dakwah harus bertumpu pada suatu pandangan
human oriented yang menempatkan penghargaan yang mulia
atas diri manusia.

Bentuk-Bentuk Metode Dakwah
` , ` · ' ,` · :` , _ . ¸ ` ¸ ` - ' ¸ · ¸ , `,` , · - , · - · = ·` , , · ´ - , :` , _ ¸, _ ¸ ` _` ·
¸, ` ,` , ` , ` · ' ,` · , · , ` ¸ · ¸ . ` ¸ , , ¸- · 125 ,

Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan cara hikmah
dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara
yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih
mengetahui tentang siapa yang tersesat di jalan-Nya dan
Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat
petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)
Petikan ayat di atas menunjukkan bahwa metode
dakwah itu meliputi tiga cakupan, yaitu:


10
Al-Ghazali adalah seorang ulama besar, pemikir muslim zaman
klasik, hidup sampai awal abad ke-12, salah satu karyanya yang sangat
terkenal adalah berjudul Ihya Ulumuddin.
11
Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta: Media Pratama), Cet I,
1997, hal. 43
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
34

1. Al-Hikmah
Kata hikmah dalam al-Quran disebutkan sebanyak
20 kali baik dalam bentuk nakiroh maupun ma’rifat.
Bentuk masdarnya adalah hukman yang dapat diartikan
secara makna aslinya adalah mencegah. Jika dikaitkan
dengan hukum berarti mencgah dari kedzaliman. Dan jika
dikaitkan dengan dakwah maka berarti menghindari hal-
hal yang kurang relevan dalam melaksanakan tugas
dakwah.
Menurut al-Ashma’I, asal mula didirikan hukumah
(pemerintahan) ialah untuk mencegah manusia dari
perbuatan zalim. Maka digunakan istilah hikmatul lijam
karena kata lijam adalah (cambuk atau kekang kuda), yang
digunakan untuk mencegah tindakan hewan.
12

Al-Hikmah berarti tali kekang pada binatang
sebagaimana dijelaskan dalam kitab Misbahul Munir.
Diartikan demikian karena tali kekang itu membuat
penunggang kudanya dapat mengendalikan kudanya dan
mengaturnya dengan baik baik ketika diperintahkan untuk
lari atau berhenti. Dari kiasan ini maka orang yang
memiliki hikmah berarti orang yang mempunyai kendali
diri yang dapat mencegah diri dari hal-hal yang kurang
bernilai atau menurut Ahmad bin Munir al-Muqri al-
Fayumi berarti dapat mencegah dari perbuatan yang
hina.
13

M. Abduh perpendapat bahwa hikmah adalah
mengetahui rahasia dan faedah di dalam tiap-tiap hal.
Hikmah juga digunakan dalam arti ucapan yang sedikit
lapaz tetapi banyak makna atau dapat diartikan

12
Ibnu Mandzur, Lisanul Arab, 12/141
13
Ahmad Bin Muhammad al-Muqrib al-Fayumi, Misbahul Munir,
hal. 120
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
35
meletakkan sesuatu pada tempat atau semestinya.
14
Orang
yang memiliki hikmah disebut al-hakim yaitu orang yang
memiliki pengetahuan yang paling utama dari segala
sesuatu. Kata hikmah juga sering dikaitkan dengan filsafat
karena filsafat juga mencari pengetahuan hakikat segala
sesuatu.
Sebagai metode dakwah, al-himah diartikan
bijaksana, akal budi yang mulia, dada yang lapang, hati
yang bersih, menarik perhatian orang kepada agama atau
Tuhan. Menurut Imam Abdullah bin Ahmad Mahmud an-
Nasafi, arti hikmah yaitu:

Artinya: Dakwah bil hikmah adalah dakwah dengan
menggunakan perkataan yang benar dan pasti, yaitu
dalil yang menjelaskan kebenaran dan menghilangkan
keraguan.
15


Menurut al-Kasysyaf-nya Syekh Zamakhsyari, al-
hikmah adalah perkataan yang pasti benar. Ia adalah dalil
yang menjelaskan kebenaran dan menghilangkan keraguan
atau kasmaran. Selanjutnya Syekh Zamakhsyari
mengatakan hikmah juga diartikan sebagai al-Quran yakni
ajaklah mereka (manusia) mengikuti kitab yang memuat
hikmah.
Dari pengertian diatas, dapat dipahami bahwa al-
hikmah adalah merupakan kemampuan da’I dalam
memilih dan menyelaraskan teknik dakwah dengan
kondisi objektif mad’u. di samping itu juga, al-hikmah
merupakan kemampuan da’I dalam menjelaskan doktrin-
doktrin Islam serta realitas yang ada dengan argumentasi
logis dan bahasa yang komunikatif. Oleh karena itu, al-

14
Abu Hayyan, Al-Bahrul Muhith, Jilid I, hal. 392
15
Hasan Fadhullah, Op.Cit, hal. 44
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
36
hikmah adalah sebagai sebuah system yang menyatukan
antara kemampuan teoritis dan praktis dalam dakwah.
Dalam dunia dakwah, hikmah adalah salah satu
penentu sukses tidaknya kegiatan dakwah. Dalam
menghadapi mad’u yang beragam tingkat pendidikanm
strata social dan latar belakang budaya, para da’I
memerlukan hikmah sehingga materi dakwah yang
disampaikan mampu masuk ke ruang hati para mad’u
dengan tepat. Oleh karena itu para da’I dituntut untuk
mampu mengerti dan memahami sekaligus memanfaatkan
latar belakangnya, sehingga ide-ide yang diterima dapat
dirasakan sebagai sesuatu yang menyentuh dan
menyejukkan kalbunya. Di samping itu, da’I juga akan
berhadapan dengan realitas perbedaan agama dalam
masyarakat yang heterogen. Kemampuan da’I untuk
bersifat objektif terhadap umat lain, berbuat baik dan
bekerja sama dalam hal-hal yang dibenarkan agama tanpa
mengorbankan keyakinan yang ada pada dirinya adalah
bagian dari hikmah dalam dakwah.
Da’i yang sukses biasanya berangkat dari
kepiawaannya dalam memilih kata. Pemilihan kata adalah
hikmah yang sangat diperlukan dalam dakwah. Da’I tidak
boleh hanya sekedar menyampaikan ajaran agama tanpa
mengamalkannya. Seharusnya da’I adalah orang yang
pertama yang mengamalkan apa yang diucapkannya.
Kemampuan da’I untuk mrnjadi contoh nyata umatnya
dalam bertindak adalah hikmah yang seharusnya tidak
boleh ditinggalkan oleh seorang da’i. dengan amalan nyata
yang bisa langsung dilihat oleh masyarakatnya, para da’I
tidak terlalu sulit untuk harus berbicara banyak, tetapi
gerak dia adalah dakwah yang jauh lebih efektif dari
sekedar berbicara.
Hikmah merupakan suatu term karakteristik
metode dakwah sebagaimana termaktub dalam QS. An-
Nahl ayat 125. Ayat teersebut mengisyaratkan pentingnya
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
37
hikmah untuk menjadi sifat dari metode dakwah dan
betapa pentingnys dakwah mengikuti langkah-langkah
yang mengandung hikmah. Ayat tersebut seolah-olah
menunjukkan metode dakwah praktis kepada para da’I
yang mengandung arti mengajak manusia kepada jalan
yang benar dan mengajak manusia untuk menerima dan
mengikuti petunjuk agama dan akidah yang benar. Ayat
tersebut juga mengisyaratkan bahwa mengajak manusia
kepada hakikat yang murni dan apa adanya tidak mungkin
dilakukan tanpa melalui pendahuluan atau tanpa
mempertimbangkan iklim dan medan kerja yang sedang
dihadapi.
Dengan demikian jika hikmah dikaitkan dengan
dunia dakwah, maka ia merupakan peringatan kepada
para da’I untuk tidak menggunakan satu bentuk metode
saja. Sebaliknya, mereka harus menggunkan berbagai
macam metode sesuai dengan realitas yang dihadapi dan
sikap masyarakat terhadap Islam. Sebab sudah jelas,
dakwah tidak akan berhasil jika metode dakwahnya
monoton. Ada sekelompok orang yang hanya memerlukan
iklim dakwah yang penuh gairah dan berapi-api,
sementara kelompok yang lain memerlukan iklim dakwah
yang sejuk.
Hikmah merupakan pokok awal yang harus
dimiliki oleh seorang da’I dalam berdakwah. Karena dari
hikmah ini akan lahir kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam
menerapkan langkah-langkah dakwah baik secara
metodologis maupun praktis. Kesimpulannya hikmah
bukan hanya sebuah pendekatan satu metode, akan tetapi
kumpulan beberapa pendekatan dalam sebuah metode.
Dalam dunia dakwah: hikmah bukan hanya berarti “mengenal
strata mad’u” akan tetapi juga “Bila harus bicara, bila harus
diam”. Hikmah bukan hanya “mencari titik temu” tetapi juga
“toleran yang tanpa kehilangan sibghah”. Hikmah bukan hanya
dalam kontek “memilih kata yang tepat” tetapi juga “cara
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
38
berpisah”. Dan akhirnya hikmah adalah uswatun hasanah serta
lisanul hal.

2. Al-Mau’idzatil Hasanah
Term mau’idzah hasanah dalam perspektif dakwah
sangat popular, bahkan dalam acara-acara seremonial
keagamaan seperti mauled Nabi dan Isra Mi’raj. Istilah
mau’idzah hasanah mendapat porsi khusus dengan arti
“acara yang ditunggu-tunggu” yang merupakan inti acara
dan biasanya menjadi salah satu target keberhasilan suatu
acara. Namun demikian agar tidak menjadi salah paham,
maka di sini akan dijelaskan pengertian mau’idzah hasanah.
Secara bahasa mau’idzah hasanah terdiri dari dua
kata yaitu mau’idzah dan hasanah. Kata mau’idzah berasal
dari bahasa Arab yaitu wa’adza – ya’idzu – wa’dzan yang
berarti nasihat, bimbingan, pendidikan dan peringatan.
16

Adapun secara terminology, ada beberapa
pengertian di antaranya:
1. Menurut Imam Abdullah bin Ahmad an-Nasafi yang
dikutip oleh Hasanuddin adalah sebagai berikut:
Al-Mau’idzatil hasanah adalah perkataan-perkataan yang
tidak tersembunyi bagi mereka, bahwa engkau memberikan
nasihat dan menghendaki manfaat kepada mereka atau dengan
al-Quran.
17

2. Menurut Abdul Hamid Al-Bilali; mau’idzatil hasanah
merupakan salah satu metode dalam dakwah untuk
mengajak ke jalan Allah dengan cara memberikan

16
Lois Ma’luf, Munjid Fi al-Lughah wa A’lam, (Beirut: Dar el-Fikr,
1986, hal. 907
17
Hasanuddin, Op.Cit, hal. 37
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
39
nasihat atau membimbing dengan lemah lembut agar
mereka mau berbuat baik.
18

Dari beberapa definisi di atas, mau’idzah hasanah
mengandung beberapa pengertian, di antaranya:
a. Nasihat atau petuah
b. Bimbingan dan pengajaran (pendidikan)
c. Kisah-kisah
d. Kabar gembira dan peringatan
e. Wasiat (pesan-pesan positif)
Dari beberapa pengertian di atas, istilah mau’idzah
hasanah akan mengandung arti kata-kata yang masuk ke
dalam kalbu dengan penuh kasih sayang dan ke dalam
perasaan dengan penuh kelembutan, tidak membongkar atau
membeberkan kesalahan orang lain sebab kelemah-lembutan
dalam menasihati seringkali dapat meluluhkan hati yang
keras dan menjinakkan kalbu yang liar, ia lebih mudah
melahirkan kebaikan daripada larangan dan ancaman.
3. Al-Mujadalah Bil Lati Hiya Ahsan
Dari segi etimology lapadz mujadalah diambil dari kata
jadala yang artinya memintal, melilit. Apabila ditambahkan
alif pada huruf jim yang mengikuti wazan faala menjadi
jaadala dapat bermakna berdebat. Berarti arti mujadalah
mempunyai pengertian perdebatan.
19

Kata jadala dapat bermakna menarik tali dan
mengikatnya guna menguatkan sesuatu. Orang yang
berdebat bagaikan menarik dengan ucapan untuk

18
Abdul Hamid Al-Bilai, Fiqh al-Dakwah Fi Ingkar al-Mungkar,
(Kuwait: Dar Al-Dakwah), 1989, hal. 260
19
Ahmad Warson al-Munawwir, Al-Munawwir, (Jakarta: Pustaka
Progresif), Cet XIV, 1997, hal. 175
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
40
menyakinkan lawannya dengan menguatkan pendapatnya
melalui argumentasi yang disampaikan.
20

Dari segi istilah terdapat beberapa pengertian al-
mujadalah (al-hiwar). Al-mujadalah berarti upaya tukar
pendapat yang dilakukan oleh dua pihak secara sinergis
tanpa adanya suasana yang mengharuskan lahirnya
permusuhan di antara keduanya.
21
Sedangkan menurut
Sayyid Muhammad Thantawi adalah suatu upaya bertujuan
untuk mengalahkan pendapat lawan dengan cara menyajikan
argumentasi dan bukti yang kuat.
22

Menurut tafsir An-Nasafi, kata mujadalah
mengandung arti berbantahan dengan jalan sebaik-baiknya
antara lain dengan perkataan yang lunak, lemah lembut, tidak
dengan ucapan yang kasar atau dengan mempergunakan
sesuatu (perkataan) yang bisa menyadarkan hati,
membangunkan jiwa dan menerangi akal pikiran.
Dari pengertian-pengertian di atas, dapat
disimpulkan bahwa yang disebut dengan mujadalah adalah
merupakan tukar pendapat yang dilakukan oleh dua pihak
secara sinergis, yang tidak melahirkan permusuhan dengan
tujuan agar lawan menerima pendapat yang diajukan dengan
memberikan argumentasi dan bukti yang kuat.

20
Quraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, (Jakarta: Lentera Hati), Cet I,
2000, hal. 553
21
World Assembly of Muslim Youth (WAMY), Fi Ushulil Hiwar,
(Kairo: Maktabah Wahbah), diterjemahkan oleh Abdus Salam dan Muhil
Dhafir dengan judul Etika Diskusi, (Jakarta: Era Inter Media), Cet II, 2001,
hal. 21
22
Sayyid Muhammad Thanthawi, Adab al-Khiwar Fil Islam, (Kairo:
Dar El-Nahdhah), diterjemahkan oleh Zuhaeri Misrawi dan Zamroni Kamal,
Etika Berdebat dalam Islam, (Jakarta: Azan), Cet I, 2001, lih. Pada kata
pengantar.
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
41
Daftar Pustaka

Abdul Hamid Al-Bilai, Fiqh al-Dakwah Fi Ingkar al-Mungkar,
(Kuwait: Dar Al-Dakwah), 1989
Abu Hayyan, Al-Bahrul Muhith, Jilid I
Ahmad Syafi’I Ma’arif, Islam dan Politik; Upaya membingkai
peradaban, (Jakarta: Pustaka Dinamika), 1999
Ahmad Warson al-Munawwir, Al-Munawwir, (Jakarta: Pustaka
Progresif), Cet XIV, 1997
Didin Hafiduddin, Dakwah Aktual, (Jakarta: Gema Insani Press),
Cet III, 1998
Ghazali Darussalam, Dinamika Ilmu Dakwah Islamiyah,
(Malaysia: Nur Niaga SDN. BHD), Cet I, 1996
Abdul Kadir Sayyid Abdul Rauf, Dirasah fi ad-Dakwah al-
Islamiyah, (Kairo: Dar El-Tiba’ah Al-Mahmadiyah, Cet I,
1987
Hasanuddin, Hukum Dakwah, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya), Cet
I, 1996
Lois Ma’luf, Munjid Fi al-Lughah wa A’lam, (Beirut: Dar el-Fikr),
1986
M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara), Cet I,
1991
M. Masyhur Amin, Dakwah Islam dan Pesan Moral, (Jakarta: Al-
Amin Press), Cet.I, 1997
Quraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, (Jakarta: Lentera Hati), Cet I,
2000
Sayyid Muhammad Thanthawi, Adab al-Khiwar Fil Islam, (Kairo:
Dar El-Nahdhah), diterjemahkan oleh Zuhaeri Misrawi
dan Zamroni Kamal, Etika Berdebat dalam Islam, (Jakarta:
Azan), Cet I, 2001, lih. Pada kata pengantar.
ADZIKRA Vol. 01. No. 01 (Januari – Juni) 2010

Eneng Purwanti Ruang Lingkup Metode Dakwah
42
Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, (Jakarta: Media Pratama),
Cet I, 1997
World Assembly of Muslim Youth (WAMY), Fi Ushulil Hiwar,
(Kairo: Maktabah Wahbah), diterjemahkan oleh Abdus
Salam dan Muhil Dhafir dengan judul Etika Diskusi,
(Jakarta: Era Inter Media), Cet II, 2001

No. dan penuh dengan tantangan. Hal ini mungkin juga menerpa umat Islam bila agama tidak lagi berfungsi secara efektif dalam kehidupan yang kolektif. Tidak heran bila dalam perkembangnnya modernisme memberikan tempat dan penghargaan yang terlalu tinggi terhadap materi. Puncaknya adalah sebagian umat Islam sekarang ini semakin terjerat oleh kehampaan spiritual. Masuknya berbagai ajaran atau pemahaman yang tidak relevan dengan nilai-nilai agama. 2 Lihat juga surat al-Baqarah ayat 143 yang artinya: “Dan demikian pula kami telah menjadikan kamu (umat Islam). 01 (Januari – Juni) 2010 komunitas muslim berfungsi sebagai sebuah komunitas yang ditegakkan di atas sendi-sendi moral iman. Tentu saja keadaan seperti ini dapat berpengaruh apabila pemeluk agama gagal untuk memberikan suatu peradaban alternatif yang benar yang dituntut oleh setiap perubahan sosial yang terjadi. Implikasinya adalah kekuatan iman yang selama ini mereka miliki semakin mengalami degradasi. 01. Melihat fenomena yang terjadi. umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”. Di sisi lain. kehidupan umat manusia sedikit banyak telah dipengaruhi oleh gerakan modernisme yang terkadang membawa kepada nilai-nilai baru dan tentunya tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam. umat Islam dilanda keprihatinan yang dapat merusak moral keimanan sehingga diperlukan suatu solusi terbaik yang dikehendaki oleh Islam yaitu melaksanakan dakwah secara efektif dan efisien serta berkesinambungan. maka merupakan suatu komunitas yang tidak bersifat eksklusif dan bertindak sebagai al-umma al-wasatan2 sebagai teladan di tengah arus kehidupan yang serba kompleks. membuat agama seolah-olah tidak berdaya bahkan yang lebih parah lagi ketika agama tidak lagi dijadikan sebagai pedoman hidup dalam berbagai bidang. penuh dengan dinamika perubahan. Eneng Purwanti 29 Ruang Lingkup Metode Dakwah .ADZIKRA Vol. Islam dan ketakwaan.

di mana berbagai informasi masuk secara cepat instan yang tidak dapat dibendung lagi. No. 1997. Bahkan maju mundurnya umat Islam sangat bergantung dan berkaitan erat dengan kegiatan dakwah yang dilakukannya. Dakwah Aktual. 8 4 Didin Hafiduddin. Kita sebagai umat Islam harusd dapat memilih dan menyaring informasi tersebut sehingga tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam. karena kegiatan ini merupakan aktivitas yang tidak akan pernah selesai selama kehidupan dunia masih berlangsung dan akan terus melekat dalam berbagai situasi dan kondisi. 01 (Januari – Juni) 2010 Islam adalah agama dakwah3 artinya agama yang selalu mendorong pemeluknya untuk senantiasa aktif melakukan kegiatan dakwah. 01. (Jakarta: Al- Amin Press).76 Eneng Purwanti 30 Ruang Lingkup Metode Dakwah . (Jakarta: Gema Insani Press). maka Islam harus tersebar luas dan penyampaian kebenaran tersebut merupakan tanggung jawab umat Islam secara keseluruhan. 1998. hal. Dakwah Islam dan Pesan Moral. Cet III. Di samping itu yang harus disadari adalah bahwa 3 M. sesuai dengan missinya sebagai agama Rahmatan Lil Alamin yang harus ditampilkan dengan wajah yang menarik supaya umat lain beranggapan dan mempunyai pandangan bahwa kehadiran Islam bukan sebagai ancaman bagi eksistensi mereka melainkan pembawa kedamaian dan ketentraman dalam kehidupan mereka sekaligus sebagai pengantar menuju kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat. Karena merupakan suatu kebenaran. hal.ADZIKRA Vol. Implikasi dari pernyataan Islam sebagai agama dakwah menuntut umatnya agar selalu menyampaikan dan menyerukan dakwah. Kita dapat membayangkan apabila kegiatan dakwah mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh berbagai factor terlebih sekarang ini di era globalisasi. Masyhur Amin. Dengan kata lain dakwah menempati posisi yang tinggi dan mulia dalam kemajuan agama Islam.4 karena itu al-Quran menyebut kegiatan dakwah dengan perkataan Ahsanul Qaula.

01. 01 (Januari – Juni) 2010 dakwah Islam merupakan tugas suci yang dibebankan kepada setiap muslim di mana dan kapan pun ia berada sebagaimana termaktub dalam al-Quran dan As-Sunnah. 15 Eneng Purwanti 31 Ruang Lingkup Metode Dakwah . Dan dari semua aspek di atas. menggunakan bahasa yang bijaksana dan sebagainya. mengetahui psikologis objek dakwah secara tepat. Di antara persyaratan yang dipahami oleh para da’i yaitu mencari materi yang cocok. Islam dan Politik. agar dakwah dapat mencapai sasaran-sasaran strategis jangka panjang. Dakwah Islam salah satunya bertujuan untuk memancing dan mengharapkan potensi fitri manusia agar eksistensi mereka mempunyai makna di hadapan Tuhan dan sejarah kehidupan. maka tentunya diperlukan suatu system manajerial komunikasi baik dalam penataan perkataan maupun perbuatan yang dalam banyak hal sangat relevan dan terkait dengan nilainilai keislaman. maka para da’i dituntut mepunyai pemahaman yang mendalam bukan saja menganggap bahwa dakwah dalam frame amar makruf nahi munkar hanya sekedar menyampaikan saja melainkan harus memenuhi beberapa syarat agar kegiatan dakwah terlaksana secara efektif dan tepat sasaran. hal.ADZIKRA Vol. memilih metode yang representative. No.5 Oleh karena itu. Dengan adanya kondisi seperti itu. yang akan di bahas ini adalah tentang metode dakwahnya. 5 Ahmad Syafi’I Ma’arif. 1999. (Jakarta: Pustaka Dinamika). Upaya membingkai peradaban. Yang perlu harus diingat lagi bahwa tugas dakwah adalah tugas umat secara keseluruhan bukan hanya tugas kelompok tertentu umat Islam.

7 Dari beberapa pengertian di atas. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya). Dalam bahasa Yunani metode berasal dari kata methodos artinya jalan. Pendapat Bakhial Khauli. Cet I. 1996.ADZIKRA Vol. Sumber lain menyebutkan bahwa metode berasal dari bahasa Jerman yaitu methodica artinya ajaran tentang metode. menyuruh mereka berbuat baik dan melarang mereka dari perbuatan jelek agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat. hal. Dirasah fi ad-Dakwah al-Islamiyah. yang disebut dengan dakwah adalah satu proses menghidupkan peraturan-peraturan Islam dengan maksud memindahkan umat dari satu keadaan kepada keadaan lain. Cet I. hal. (Malaysia: Nur Niaga SDN. 5 9 Abdul Kadir Sayyid Abdul Rauf. Ilmu Pendidikan Islam. BHD). (Jakarta: Bumi Aksara). (Kairo: Dar El-Tiba’ah Al-Mahmadiyah. cara). 61 7 Hasanuddin. Sedangkan arti dakwah menurut pendapat beberapa pakar ilmuwan adalah di antaranya sebagai berikut: 1.8 2. 1991. dapat disimpulkan bahwa yang disebut dengan metode adalah cara yang telah diatur dengan melalui proses pemikiran untuk mencapai maksud tertentu. 1987. dalam bahasa Arab disebut dengan thariq. 1996.9 Pendapat ini juga 6 M. Dinamika Ilmu Dakwah Islamiyah. Pendapat Syekh Ali Mahfudz. dakwah adalah mengajak manusia untuk mengerjakan kebaikan dan mengikuti petunjuk. hal.6 Dengan demikian metode dapat diartikan sebagai cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. 01 (Januari – Juni) 2010 Arti Metode Dakwah Dari segi bahasa metode berasal dari dua perkataan yaitu meta (melalui) dan hodos (jalan. 10 Eneng Purwanti 32 Ruang Lingkup Metode Dakwah . Arifin. Hukum Dakwah. No. hal 35 8 Ghazali Darussalam. Cet I. 01. Cet I.

salah satu karyanya yang sangat terkenal adalah berjudul Ihya Ulumuddin. hal. yaitu: 10 Al-Ghazali adalah seorang ulama besar. 11 Toto Tasmara.11 Hal ini mengandung arti bahwa pendekatan dakwah harus bertumpu pada suatu pandangan human oriented yang menempatkan penghargaan yang mulia atas diri manusia. 43 Eneng Purwanti 33 Ruang Lingkup Metode Dakwah . Dari pengertian di atas. 01 (Januari – Juni) 2010 senada dengan apa yang telah dikemukakan oleh AlGhazali10 bahwa amar makruf nahi munkar adalah inti gerakan dakwah dan penggerak dalam dinamika masyarakat Islam. dapat diambil pengertian bahwa yang disebut dengan metode dakwah adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da’i (komunikator) kepada mad’u untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih sayang. 01. An-Nahl: 125) Petikan ayat di atas menunjukkan bahwa metode dakwah itu meliputi tiga cakupan. pemikir muslim zaman klasik. No. (Jakarta: Media Pratama).ADZIKRA Vol. Bentuk-Bentuk Metode Dakwah (125: ) Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan cara hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (QS. hidup sampai awal abad ke-12. Komunikasi Dakwah. Cet I. 1997. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat di jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

120 Eneng Purwanti 34 Ruang Lingkup Metode Dakwah . asal mula didirikan hukumah (pemerintahan) ialah untuk mencegah manusia dari perbuatan zalim. yang digunakan untuk mencegah tindakan hewan. 01. Al-Hikmah Kata hikmah dalam al-Quran disebutkan sebanyak 20 kali baik dalam bentuk nakiroh maupun ma’rifat. Dari kiasan ini maka orang yang memiliki hikmah berarti orang yang mempunyai kendali diri yang dapat mencegah diri dari hal-hal yang kurang bernilai atau menurut Ahmad bin Munir al-Muqri alFayumi berarti dapat mencegah dari perbuatan yang hina. Dan jika dikaitkan dengan dakwah maka berarti menghindari halhal yang kurang relevan dalam melaksanakan tugas dakwah. Abduh perpendapat bahwa hikmah adalah mengetahui rahasia dan faedah di dalam tiap-tiap hal. Hikmah juga digunakan dalam arti ucapan yang sedikit lapaz tetapi banyak makna atau dapat diartikan 12 13 Ibnu Mandzur.ADZIKRA Vol. Maka digunakan istilah hikmatul lijam karena kata lijam adalah (cambuk atau kekang kuda). hal. Bentuk masdarnya adalah hukman yang dapat diartikan secara makna aslinya adalah mencegah. 12/141 Ahmad Bin Muhammad al-Muqrib al-Fayumi. No. Misbahul Munir. Lisanul Arab.13 M. Menurut al-Ashma’I. Jika dikaitkan dengan hukum berarti mencgah dari kedzaliman. 01 (Januari – Juni) 2010 1. Diartikan demikian karena tali kekang itu membuat penunggang kudanya dapat mengendalikan kudanya dan mengaturnya dengan baik baik ketika diperintahkan untuk lari atau berhenti.12 Al-Hikmah berarti tali kekang pada binatang sebagaimana dijelaskan dalam kitab Misbahul Munir.

menarik perhatian orang kepada agama atau Tuhan. arti hikmah yaitu: Artinya: Dakwah bil hikmah adalah dakwah dengan menggunakan perkataan yang benar dan pasti. di samping itu juga. No. 392 Hasan Fadhullah. Dari pengertian diatas. 01. Ia adalah dalil yang menjelaskan kebenaran dan menghilangkan keraguan atau kasmaran.15 Menurut al-Kasysyaf-nya Syekh Zamakhsyari. akal budi yang mulia. Menurut Imam Abdullah bin Ahmad Mahmud anNasafi. al- 14 15 Abu Hayyan. dapat dipahami bahwa alhikmah adalah merupakan kemampuan da’I dalam memilih dan menyelaraskan teknik dakwah dengan kondisi objektif mad’u. 44 Eneng Purwanti 35 Ruang Lingkup Metode Dakwah . Op. Oleh karena itu. dada yang lapang.14 Orang yang memiliki hikmah disebut al-hakim yaitu orang yang memiliki pengetahuan yang paling utama dari segala sesuatu. hal.ADZIKRA Vol. Selanjutnya Syekh Zamakhsyari mengatakan hikmah juga diartikan sebagai al-Quran yakni ajaklah mereka (manusia) mengikuti kitab yang memuat hikmah. Jilid I.Cit. al-himah diartikan bijaksana. alhikmah adalah perkataan yang pasti benar. Sebagai metode dakwah. hati yang bersih. yaitu dalil yang menjelaskan kebenaran dan menghilangkan keraguan. hal. al-hikmah merupakan kemampuan da’I dalam menjelaskan doktrindoktrin Islam serta realitas yang ada dengan argumentasi logis dan bahasa yang komunikatif. 01 (Januari – Juni) 2010 meletakkan sesuatu pada tempat atau semestinya. Al-Bahrul Muhith. Kata hikmah juga sering dikaitkan dengan filsafat karena filsafat juga mencari pengetahuan hakikat segala sesuatu.

Pemilihan kata adalah hikmah yang sangat diperlukan dalam dakwah. Ayat teersebut mengisyaratkan pentingnya Eneng Purwanti 36 Ruang Lingkup Metode Dakwah . No. Da’I tidak boleh hanya sekedar menyampaikan ajaran agama tanpa mengamalkannya. para da’I tidak terlalu sulit untuk harus berbicara banyak. Kemampuan da’I untuk bersifat objektif terhadap umat lain. Oleh karena itu para da’I dituntut untuk mampu mengerti dan memahami sekaligus memanfaatkan latar belakangnya. 01.ADZIKRA Vol. Dalam menghadapi mad’u yang beragam tingkat pendidikanm strata social dan latar belakang budaya. tetapi gerak dia adalah dakwah yang jauh lebih efektif dari sekedar berbicara. Di samping itu. Da’i yang sukses biasanya berangkat dari kepiawaannya dalam memilih kata. berbuat baik dan bekerja sama dalam hal-hal yang dibenarkan agama tanpa mengorbankan keyakinan yang ada pada dirinya adalah bagian dari hikmah dalam dakwah. Dalam dunia dakwah. hikmah adalah salah satu penentu sukses tidaknya kegiatan dakwah. Hikmah merupakan suatu term karakteristik metode dakwah sebagaimana termaktub dalam QS. da’I juga akan berhadapan dengan realitas perbedaan agama dalam masyarakat yang heterogen. 01 (Januari – Juni) 2010 hikmah adalah sebagai sebuah system yang menyatukan antara kemampuan teoritis dan praktis dalam dakwah. Seharusnya da’I adalah orang yang pertama yang mengamalkan apa yang diucapkannya. dengan amalan nyata yang bisa langsung dilihat oleh masyarakatnya. AnNahl ayat 125. sehingga ide-ide yang diterima dapat dirasakan sebagai sesuatu yang menyentuh dan menyejukkan kalbunya. Kemampuan da’I untuk mrnjadi contoh nyata umatnya dalam bertindak adalah hikmah yang seharusnya tidak boleh ditinggalkan oleh seorang da’i. para da’I memerlukan hikmah sehingga materi dakwah yang disampaikan mampu masuk ke ruang hati para mad’u dengan tepat.

Ada sekelompok orang yang hanya memerlukan iklim dakwah yang penuh gairah dan berapi-api. Sebab sudah jelas. Kesimpulannya hikmah bukan hanya sebuah pendekatan satu metode. Ayat tersebut juga mengisyaratkan bahwa mengajak manusia kepada hakikat yang murni dan apa adanya tidak mungkin dilakukan tanpa melalui pendahuluan atau tanpa mempertimbangkan iklim dan medan kerja yang sedang dihadapi. bila harus diam”. maka ia merupakan peringatan kepada para da’I untuk tidak menggunakan satu bentuk metode saja. No. 01. Dalam dunia dakwah: hikmah bukan hanya berarti “mengenal strata mad’u” akan tetapi juga “Bila harus bicara. Hikmah bukan hanya dalam kontek “memilih kata yang tepat” tetapi juga “cara Eneng Purwanti 37 Ruang Lingkup Metode Dakwah . mereka harus menggunkan berbagai macam metode sesuai dengan realitas yang dihadapi dan sikap masyarakat terhadap Islam. Hikmah bukan hanya “mencari titik temu” tetapi juga “toleran yang tanpa kehilangan sibghah”.ADZIKRA Vol. akan tetapi kumpulan beberapa pendekatan dalam sebuah metode. Sebaliknya. Karena dari hikmah ini akan lahir kebijaksanaan-kebijaksanaan dalam menerapkan langkah-langkah dakwah baik secara metodologis maupun praktis. 01 (Januari – Juni) 2010 hikmah untuk menjadi sifat dari metode dakwah dan betapa pentingnys dakwah mengikuti langkah-langkah yang mengandung hikmah. Ayat tersebut seolah-olah menunjukkan metode dakwah praktis kepada para da’I yang mengandung arti mengajak manusia kepada jalan yang benar dan mengajak manusia untuk menerima dan mengikuti petunjuk agama dan akidah yang benar. Dengan demikian jika hikmah dikaitkan dengan dunia dakwah. Hikmah merupakan pokok awal yang harus dimiliki oleh seorang da’I dalam berdakwah. sementara kelompok yang lain memerlukan iklim dakwah yang sejuk. dakwah tidak akan berhasil jika metode dakwahnya monoton.

hal. 2. Al-Mau’idzatil Hasanah Term mau’idzah hasanah dalam perspektif dakwah sangat popular. 01. Namun demikian agar tidak menjadi salah paham.17 2. Menurut Imam Abdullah bin Ahmad an-Nasafi yang dikutip oleh Hasanuddin adalah sebagai berikut: Al-Mau’idzatil hasanah adalah perkataan-perkataan yang tidak tersembunyi bagi mereka.16 Adapun secara terminology. bahwa engkau memberikan nasihat dan menghendaki manfaat kepada mereka atau dengan al-Quran. Kata mau’idzah berasal dari bahasa Arab yaitu wa’adza – ya’idzu – wa’dzan yang berarti nasihat.ADZIKRA Vol. No. 907 17 Hasanuddin. Istilah mau’idzah hasanah mendapat porsi khusus dengan arti “acara yang ditunggu-tunggu” yang merupakan inti acara dan biasanya menjadi salah satu target keberhasilan suatu acara. 1986. maka di sini akan dijelaskan pengertian mau’idzah hasanah. ada beberapa pengertian di antaranya: 1. Dan akhirnya hikmah adalah uswatun hasanah serta lisanul hal. 01 (Januari – Juni) 2010 berpisah”. Op. 37 Eneng Purwanti 38 Ruang Lingkup Metode Dakwah . pendidikan dan peringatan. mau’idzatil hasanah merupakan salah satu metode dalam dakwah untuk mengajak ke jalan Allah dengan cara memberikan 16 Lois Ma’luf. bahkan dalam acara-acara seremonial keagamaan seperti mauled Nabi dan Isra Mi’raj. Munjid Fi al-Lughah wa A’lam. bimbingan. hal. Menurut Abdul Hamid Al-Bilali.Cit. Secara bahasa mau’idzah hasanah terdiri dari dua kata yaitu mau’idzah dan hasanah. (Beirut: Dar el-Fikr.

Bimbingan dan pengajaran (pendidikan) c. Berarti arti mujadalah mempunyai pengertian perdebatan. Nasihat atau petuah b. No.ADZIKRA Vol. Al-Munawwir. hal. Orang yang berdebat bagaikan menarik dengan ucapan untuk 18 Abdul Hamid Al-Bilai. tidak membongkar atau membeberkan kesalahan orang lain sebab kelemah-lembutan dalam menasihati seringkali dapat meluluhkan hati yang keras dan menjinakkan kalbu yang liar. hal. 3. 260 19 Ahmad Warson al-Munawwir. Fiqh al-Dakwah Fi Ingkar al-Mungkar. di antaranya: a. melilit.18 Dari beberapa definisi di atas. (Kuwait: Dar Al-Dakwah). Wasiat (pesan-pesan positif) Dari beberapa pengertian di atas. mau’idzah hasanah mengandung beberapa pengertian. istilah mau’idzah hasanah akan mengandung arti kata-kata yang masuk ke dalam kalbu dengan penuh kasih sayang dan ke dalam perasaan dengan penuh kelembutan. Apabila ditambahkan alif pada huruf jim yang mengikuti wazan faala menjadi jaadala dapat bermakna berdebat. Kisah-kisah d. 1989. 01 (Januari – Juni) 2010 nasihat atau membimbing dengan lemah lembut agar mereka mau berbuat baik. Al-Mujadalah Bil Lati Hiya Ahsan Dari segi etimology lapadz mujadalah diambil dari kata jadala yang artinya memintal. 1997. Kabar gembira dan peringatan e. (Jakarta: Pustaka Progresif). ia lebih mudah melahirkan kebaikan daripada larangan dan ancaman. 01. 175 Eneng Purwanti 39 Ruang Lingkup Metode Dakwah . Cet XIV.19 Kata jadala dapat bermakna menarik tali dan mengikatnya guna menguatkan sesuatu.

Cet II. (Kairo: Dar El-Nahdhah). 2001. hal.21 Sedangkan menurut Sayyid Muhammad Thantawi adalah suatu upaya bertujuan untuk mengalahkan pendapat lawan dengan cara menyajikan argumentasi dan bukti yang kuat. tidak dengan ucapan yang kasar atau dengan mempergunakan sesuatu (perkataan) yang bisa menyadarkan hati. membangunkan jiwa dan menerangi akal pikiran. Cet I. 2001. diterjemahkan oleh Zuhaeri Misrawi dan Zamroni Kamal.22 Menurut tafsir An-Nasafi. yang tidak melahirkan permusuhan dengan tujuan agar lawan menerima pendapat yang diajukan dengan memberikan argumentasi dan bukti yang kuat. 01. Al-mujadalah berarti upaya tukar pendapat yang dilakukan oleh dua pihak secara sinergis tanpa adanya suasana yang mengharuskan lahirnya permusuhan di antara keduanya. 01 (Januari – Juni) 2010 menyakinkan lawannya dengan menguatkan pendapatnya melalui argumentasi yang disampaikan. 553 21 World Assembly of Muslim Youth (WAMY). hal. Cet I. lih. kata mujadalah mengandung arti berbantahan dengan jalan sebaik-baiknya antara lain dengan perkataan yang lunak.20 Dari segi istilah terdapat beberapa pengertian almujadalah (al-hiwar). Tafsir al-Misbah.ADZIKRA Vol. Etika Berdebat dalam Islam. Adab al-Khiwar Fil Islam. (Jakarta: Lentera Hati). Pada kata pengantar. dapat disimpulkan bahwa yang disebut dengan mujadalah adalah merupakan tukar pendapat yang dilakukan oleh dua pihak secara sinergis. (Jakarta: Era Inter Media). (Kairo: Maktabah Wahbah). 2000. Eneng Purwanti 40 Ruang Lingkup Metode Dakwah . No. 21 22 Sayyid Muhammad Thanthawi. 20 Quraisy Shihab. lemah lembut. Dari pengertian-pengertian di atas. diterjemahkan oleh Abdus Salam dan Muhil Dhafir dengan judul Etika Diskusi. (Jakarta: Azan). Fi Ushulil Hiwar.

2000 Sayyid Muhammad Thanthawi. Cet I. Cet III. Etika Berdebat dalam Islam. BHD). (Jakarta: Pustaka Dinamika). Hukum Dakwah. Eneng Purwanti 41 Ruang Lingkup Metode Dakwah . (Kuwait: Dar Al-Dakwah). (Beirut: Dar el-Fikr). Al-Munawwir. 01 (Januari – Juni) 2010 Daftar Pustaka Abdul Hamid Al-Bilai. Adab al-Khiwar Fil Islam. Jilid I Ahmad Syafi’I Ma’arif. Cet. No. (Jakarta: Bumi Aksara).ADZIKRA Vol. (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya). Dirasah fi ad-Dakwah alIslamiyah. diterjemahkan oleh Zuhaeri Misrawi dan Zamroni Kamal. Cet I. Cet I. Dakwah Aktual. Munjid Fi al-Lughah wa A’lam. Dinamika Ilmu Dakwah (Malaysia: Nur Niaga SDN. 1997 Quraisy Shihab. Cet I. Masyhur Amin. Ilmu Pendidikan Islam. 1991 M. (Jakarta: Lentera Hati). Cet XIV. Pada kata pengantar. Fiqh al-Dakwah Fi Ingkar al-Mungkar. Tafsir al-Misbah.I. 1997 Didin Hafiduddin. 1989 Abu Hayyan. 01. lih. (Jakarta: Azan). Cet I. (Jakarta: Gema Insani Press). 1999 Ahmad Warson al-Munawwir. Islam dan Politik. Cet I. (Jakarta: Pustaka Progresif). (Jakarta: AlAmin Press). Abdul Kadir Sayyid Abdul Rauf. 1986 M. Al-Bahrul Muhith. Dakwah Islam dan Pesan Moral. (Kairo: Dar El-Nahdhah). (Kairo: Dar El-Tiba’ah Al-Mahmadiyah. 1998 Ghazali Darussalam. 1996 Lois Ma’luf. 1987 Hasanuddin. 1996 Islamiyah. Upaya membingkai peradaban. Arifin. 2001.

01 (Januari – Juni) 2010 Toto Tasmara. No.ADZIKRA Vol. 01. 2001 Eneng Purwanti 42 Ruang Lingkup Metode Dakwah . 1997 World Assembly of Muslim Youth (WAMY). (Jakarta: Media Pratama). Cet II. diterjemahkan oleh Abdus Salam dan Muhil Dhafir dengan judul Etika Diskusi. Fi Ushulil Hiwar. Cet I. (Jakarta: Era Inter Media). Komunikasi Dakwah. (Kairo: Maktabah Wahbah).