BAB III PEMBAHASAN

3.1 Pencerminan terhadap garis tinggi Diberikan sebuah segitiga ABC dengan orthocenter H. Ba dan Ca merupakan bayangan - bayangan dari pencerminan B dan C terhadap garis AH . Dimana Ba dan Ca berada pada garis BC yang berakibat BCa = CBa . Demikian pula dengan Cb , Ab merupakan bayangan dari pencerminan C , A terhadap garis BH dan Ac , Bc merupakan bayangan dari pencerminan A , B terhadap garis CH yang berakibat CAb = ACb dan ABc = BAc . Seperti terlihat pada (gambar 1) berikut.

(Gambar 1) Selanjutnya, melalui sebuah titik sudut dan bayangan dari titik sudut yang lain, dapat dikonstruksi dengan tunggal sebuah lingkaran sehingga diperoleh tiga buah lingkaran seperti pada (gambar 2) berikut.

(Gambar 2)

Teorema 1. Bukti : Misal O adalah circumcenter dari segitiga ABC , dan X adalah bayangan refleksi titik O terhadap garis tinggi AH . X merupakan circumcenter dari segitiga ABaCa , dimana segitiga ABaCa adalah bayangan refleksi segitiga ABC terhadap garis tinggi AH . Seperti pada (gambar 3) .Pada (gambar 3), AH merupakan bisektor tegak lurus dari OX , sehingga diperoleh HX = HO . Dengan cara yang serupa, jika Y dan Z adalah bayangan – bayangan refleksi titik O terhadap garis tinggi BH dan CH , akan diperoleh HY = HZ = HO . Ini menunjukkan bahwa O , X , Y , dan Z berada pada lingkaran dengan H adalah pusat lingkaran yang memuat mereka, seperti terlihat pada (gambar 4).

(gambar 3)

(gambar 4)

O adalah circumcenter dari segitiga ABC . Selanjutnya diperoleh kesamaan vektor

Sehingga segitiga ACbBc merupakan translasi segitiga OYZ oleh OA , segitiga BAcCa merupakan translasi segitiga OZX oleh OB , dan segitiga CBaAb merupakan translasi segitiga OXY oleh OC . seperti pada (gambar 5).

(gambar 5) Lingkaran luar dari ketiga segitiga tersebut adalah kongruen satu sama lain dengan jari – jari OH dimana masing – masing pusatnya merupakan translasi titik H oleh tiga vector.(terbukti)

3.2 Pencerminan terhadap bisektor Misal I adalah pusat lingkaran dalam dari segitiga ABC . Ba’ , Ca’ adalah bayangan – bayangan refleksi B , C oleh AI . Cb’ , Ab’ adalah bayangan – bayangan refleksi C , A oleh BI . Ac’ , Bc’ adalah bayangan – bayangan reflersi A , B oleh CI .

(gambar 6)

Teorema 2.

(gambar 7) Bukti : Konstruksi Bc’’ , Cb’’ sebagai bayangan – bayangan refleksi Bc’ , Cb’ terhadap AI . Ba’’ , Ab’’ sebagai bayangan – bayangan refleksi Ac’ , Ca’ terhadap BI . Ab’’ , Ba’’ sebagai bayangan – bayangan refleksi titik - titik Ab’ , Ba’ terhadap CI .

(gambar 8)

(gambar 9)

Diperoleh kesamaan vektor

Dengan O sebagai pusat lingkaran luar segitiga ABC , kita tetapkan titik – titik X’ , Y’ , dan Z’ sedemikian sehingga

Sehingga dari kesamaan tersebut diperoleh bahawa segitiga ACb’’Bc’’ merupakan translasi segitiga OY’Z’ oleh vektor OA , segitiga BAc’’Ca’’ merupakan translasi segitiga OZ’X’ oleh vektor OB , dan segitiga CBa’’Ab’’ merupakan translasi segitiga OX’Y’ oleh vektor OC . Seperti terlihat pada (gambar 9) Pada (gambar 10) karena maka didapat OB = X’Ca’’ = X’Ba’’ = OC sehingga OX’Ca”C adalah trapesium sama kaki. Karena Ca’ adalah bayangan refleksi titik C oleh AI , sehingga diperoleh IC = ICa’ . Ca’ direfleksikan terhadap BI diperoleh Ca” , sehingga diperoleh ICa’ = ICa” . dengan demikian IC = ICa’ = ICa” yang berakibat segitiga ICa”X’ kongruen dengan segitiga ICO , sehingga IX’ = IO . Dengan cara yang serupa diperoleh IY’ = IO dan IZ’ = IO . Ini berarti O , X’ , Y’ , Z’ berada pada lingkaran dengan pusat I . perhatikan gambar 9. Oa” , Ob” , Oc” sebagai pusat – pusat lingkaran luar dari segitiga – segitiga ACb’’Bc’’ , BAc’’Ca’’ , CBa’’Ab’’ adalah translasi titik I oleh vektor – vektor OA , OB , OC . Sehingga ketiga lingkaran tersebut kongruen dengan lingkaran I .

(gambar 10)

(gambar 11)

Ruas – ruas garis AOa” , BOb” , COc”, dan OI adalah sejajar dan sama panjang. Segitiga – segitiga ACb’Bc’ , BAc’Ca’ , CBa’Ab’ adalah refleksi dari segitiga – segitiga ACb’’Bc’’ , BAc’’Ca’’ , CBa’’Ab’’ terhadap masing – masing bisektornya. Misal Oa’ , Ob’ , Oc’ masing – masing adalah pusat lingkaran dalam segitiga – segitiga ACb’Bc’ , BAc’Ca’ , dan CBa’Ab’ . Garis AOa’ simetris dengan garis AOa” dengan AI sebagai sumbu simetrinya , sehingga AOa’ = AOa” . Selanjutnya juga akan diperoleh BOb’ = BOb” dan COc’ = COc”. Karena AOa” = BOb” = COc” = OI maka AOa’ = BOb’ = COc’ = OI . Dengan demikian lingkaran – lingkaran luar dari masing – masing segitiga ACb’Bc’ , BAc’Ca’ , dan CBa’Ab’ kongruen satu sama lain. (terbukti)

(gambar 12)