P. 1
Ed4Jul-Ags075358

Ed4Jul-Ags075358

|Views: 18|Likes:
Published by raihanctym

More info:

Published by: raihanctym on Apr 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

PENGARUH UMPAN BALIK GURU TERHAOAP SISWA OALAM MENINGKATKAN PREST ASI BELAJAR 01 SLTP 01 GUNUNG SITOLI Oleh

: Gelisa Harefa Oosen KopertisWil- I Opk. IKIPGunung Sitoli
Abstrak

Berbagai cara telah dilakukah baik oleh pemerintah maupu~ swasta untuk. meni~gkatkan ~~alit~~ proses belajar mengajar, diantaranya meningkatkan interaksi timbal bahk guru d~n '!lund. TUjuan peneh!fan 1m adalah untuk melihat prestasl belajar siswa kelas I SLTP Negeli 1 Gunung Sitoh dan (b) membandmgkan peningkatan prestasi mata pelajaran siswa sekolah tersebut yang mendapat umpan balik dan yang tidak mendapat umpan balik dari guru. Metode penelitian dilakukan melalui pengamata~ sela~a pre-!~st, pembahasan dan post-test di kelas dengan subjelmya adalah siswa kela~ I sekotah ftU. ~asll pen~lltian menunjukkan bahwa pemberian umpan balik secara perorangan dapat memngkatkan prestasl belajar siswa. Hal ini menunjukkanbahwa sikap guru mempengaruhiprestasi belajar siswa. Kata kunci: umpan balik, prestasi siswa, SLTP, Pelayanan individual, sifat dan sikap guru.
1. Pendahuluan 1.1. Latar Belakang

to~omin.

Sejak diberlakukannya Undang-Undang nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Naslona' (UUSPN) maka segala sesuatu pertu dibenahi dan disesuaikan dengan undang-undang tersebut, antara lain pada jenjang pendidikan oasar. Mengacu paoa UUSPN pasai 13 ayat (1) dan peraturan pemerintah (PPJ no. 28 tahun 1990 pasal 2 dikemukakan bahwa pendidikan dasar rnerupasan penololkan yang lamanya e (enam) tahun di Sekolah Oasar (SO) dan 3 (tiga) tahun di SLTP atau satuan pendidikan yang sederajat. Berdasarkan ketentuan di atas, Depdikbud telah berupaya menyempumakan dan menyesuaikan KurikulumSLTP yang selama ini dipisahkan secara tegas dalam kulikulum pendidikan dasar. Namun demikian, secara konseptual dirancang dan dikembangkan menjadi suatu kesatuan utuh sejak diberlakukannyaUUSPN menjad; pendidikan daser 9 (sembiJan)tahun dengan maksud agar te~adi kesinambungan dan kebennaknaannya lebih

Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 1990 pasal1, bufir (1) bahwa pendidikan dasar adalah pendidikan umum. Oleh karena itu, tujuan SLTP berdasarkan Keputusan Mendikbud No. 054JUl1993 pada intinya adalah (1) membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilandasar untuk hidup dalam masyarakat; serta (2) mempersiapkanpeserta didik untuk dapat

melanjutkan ke jenjang pendidikan menengah. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa dalam upaya mengakomodasikan perbedaan sasaran, maka pertu adanya program pengajaran yang dapat mencapaisasaran tersebut. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, peserta didik di SLTP wajib mempelajari mata pela)aran yang menca1<upbahan kajian yang tercantum dalam kurikulum nasional seperti: Pendidikan Pancasila, Pendidikan Agama, Pendldlkan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Membaca dan Menulis, Matematika (termasuk bemitung). Pengantar Sains dan Teknologi, Umu Bumi, Sejarah Nasional dan Sejarah Umum, Kerajinan Tangan dan Keseniaan, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Menggambardan Bahasa Inggris (Kep. Mendikbud no. 054/u/1993, Bab IX, pasal19, ayat 2). Oalam penelitian ini yang akan diteliti adalah pengantar pelajaran di kelas I Sekolah Lanjutan Tinggat Pertama. Data peneHtian yang ada di Pusat Pengembangan Pengujian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan. menunjukan bahwa nilai Evaluasi 8elajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas) tahun 2004/2005 di Gunung SitoHmasih rendah. Secara khusus tujuan jangka panjang studi ini untuk meningkatkan prestasi belajar dan menumbuhkan apresiasi siswa SLTP. Untuk meningkatkan nilai Ebtanas dari setiap mata

53

guru bidang studi mengenai fungsi dan manfaat dari umpan balik. MGMP dan Sanggar. 1994:181). Kelompok eksperimen terdiri dari 29 siswa dan kelompok kontrol terdiri dari 27 siswa. umpan balik. Yang dimaksud dengan interaksi timbal balik guru murid adalah respon langsung maupun tidak langsung dalam proses belajar mengajar dari guru ke siswa atau dari siswa ke guru. Penelitian ini akan memberikan perJakuan yang berbeda kepada dua kelas. 1988). di antaranya yang menghasilkan interaksi timbal balik guru dan murid. lembar observasi dan Pedoman Wawancara. Umpan balik digunakan untuk membantu setiap anak dalarn mengatasi kesulitan baik klasikal maupun seeara individual disesuaikan dengan kebutuhan masing-masingpeserta didik (S. 1976 dalam Tabrani. relasi guru murid. kritikan. berbagai eara telah dilakukan pemerintah. Manfaat Penelitian Penelitianini bermanfaaat: a.4. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak diberikan umpan balik secara perorangandalam proses belajar mengajar. Alatllnstrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar yang diberikan sebelum dan sesudah umpan balik diberikan. penghargaan. b. terhadap pekeriaan siswa. Oi samping itu juga dilengkapi sarana belajar melalui pemberian buku paket mata pelajaran dan peningkatan proses belajar mengajar. 1. r guru terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas I di SLTP? PermasalahanOperasional yaitu : apakah ada peningkatan yang bermakna dalam prestasl belajar antara kelompok siswa yang mendapatkan umpan balik secara perorangan dari guru dengan kelompok yang tidak mendapatkan umpan balik seeara perorangandari guru? 1. Sebagai masukan bag.3. lnleraksl timbal batik tersebut dapat berupa per1akuankhusus pada saat proses belajar mengajar ber1angsung atau pemberian umpan balik terhadap hasil yang dieapai siswa.pelajaran. sebanyak 56 siswa (dua kelas). (2) Membandingkan peningkatan prestasi mata pelajaran siswa kelas I SLTP yang mendapat umpan balik dan yang tidak mendapat umpan balik dari guru. kelas yang suatu sebagai kelompok eksperimen dan kelas yang lain sebagai kelompok kontrol. kritikan dan arahan serta tanggapan terhadap hasil pekeqaan siswa selama proses belajar mengajar. teguran. dan motivasi serta minat sendiri (Slamento. 1. arahan dsb. Hal ini merupakan kewajiban seotang guru dan pembina pendidik lainnya. khususnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan antara Jaindengan meningkatkan kualitas guru melalui penataran. Program ini dapat dilaksanakansecara berencana atu sewaktu-waktu disesuaikandengan kebutuhan. Tujuan Penelitian Penelitianin. bertujuan untuk: (1) Melihat prestasi belajar siswa kelas I SLTP Negeri 1 Gunung Sitoli. Kelompok eksperirnen diberikan per1akuan khusus dengan cara memberikan umpan balik perorangan secara langsung beserta pujian. Nasution 1984).2. Dalam studi ini akan diteliti Apakah umpan balik dari guru terhadap siswa dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam setiap mata pelajaran?" Umpan balik perilaku· guru dapat diwujudkan dalam bentuk membantu sefiap anak yang mengalami kesulitan belajar seeara individual dengan cara memberikan pujian. Dkk. kritikan. Perumusan Masalah Rendahnya nilai hasil belajar siswa pada setiap mata pelajaran SLTP di Gunung Sitoli tahun 2004/2005 disebabkan oleh beberapa faktor ekstem dan intern yaitu antara lain: metode mengajar guru. Guru hendaknya menempatkan diri berdampingan dengan siswa sebagai senior yang selalu siap menjadi nara sumber atau konsultan (Laurence. Menemukan salah satu eara meningkatkan prestasi balajar siswa pada setiap bidang studio 4. Metode Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I di SLTP Negeri 1 Gunung Sitoli. Permasalahan konseptual penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh umpan balik dari 54 .

Guru memberikan post-test dan siswa mengerjakannya selama satu jam pelajaran. Peneliti menjelaskan eara pemberian umpan balik yaitu. minat. secara perorangan dengan mendatangi siswa satu persatu. "Slswa diberi soal sebelum pelajaran dimulai. sekolah dan masyarakat.Sebelum mengadakan penelitian langsung kepada siswa peneliti memberikan pembekalanipelatihanyang diperlukan oleh guru. Dalam mengajar (Winkel. .1. 1989). (1) Prosedur penelitian pada kelompok eksperimen Melatih guru. kebanggaan atas hasil jerih payahnya pelajaran. N2 Xl = Nilai rata-ratasiswa kelompokeksperirnen 55 . Kehadiran prestasi belajar dalam kehidupan manusia pada tingkat dan jenis tertentu yang berada di bangku sekolah (ZainalAnfin. tanggung jawab dalam bertindak. dan sebagainya. yang meneakup metoda mengajar. sarana. Peneliti mengamati selama proses belajarmengajar berlangsung.Guru memberikan post-test dan siswa mangarjakannya selama satu jam X'J = Nilai siswa kelompok kontrol. dan mengembangkan bahan pelajaran.sampai semua siswa dapat terlayani. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi 8elajar Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa tidak terlepas dari faktorfaktor yang mempengaruhibelajar siswa itu sendiri. Untuk melihat perbedaan dampak umpan balik terhadap peningkatan prestasi belajar dilakukan uji t dengan rumus sebagai berikut: t = --=2:=j'=. 1989).Siswa mendapat pre-test selama satu jam pelaJaran .:». relasi guru siswa.. Kemudian guru mengajar dan membahas soal dengan eara menyuruh salah satu siswa rnenqerjakannya dipapan tulls". pSikologi. Metode mengajar harus tepat. Siswa mendapat pre-test dati setiap mata pelajaran selama satu jam pelajaran Guru memberikan umpan balik.guasai.1. +=2:-=X'"""'f]:. X2 = PerbedaannHaipada kelompok kontrol N1 = Jumlah siswa kelompok eksperimen. kurikulum. serta mernbenkan umpan balik dengan menjelaskan eara mengerjakan soal yang benar pada jawaban yang salah. 2. Faktor ekstern yaitu faktor-faktor keluarga.1. efisien dan efek.d 10) (SuharsimiArikunto. tertentu misalnya.1.tifsehingga siswa dapat menerima. Faktor intern terdiri atas faktor-faktor jasrnaniah. 1988). m. (2) ProsedurPeneJitianPada Kelompok Kontrol .:::::['=CN1=+=N=2)==} N1+N2-2 s. Pengertian Prestasi Belajar Prestasi mencerminkan sejauhmana siswa teJah dapat meneapai tujuan yang telah ditetapkan disetiap bidang studio Gambaran prestasi siswa bisa dinyatakan dengan angka (0 s. Metode mengajar adaJahsalah satu eara yang digunakan di dalam mengajar. memahami. bagaimana memberi per1akuan ternadsp stswa kelas eksperimen. Landaan Teori 2. motivasi dan cam belajar. dan sikap seseorang dalam menyelesaikan suatu hal di bidang pendidikan. membetulkandan melayani jika ada pertanyaandari siswa. kemampuan. men. = Perbedaan nilai pada kelompok eksperimen. Guru berkeliling rnemeriksa pekeriaan siswa. beberapa keproadlan guru yang berperanadalah: 1) Penghayatannilai-nilai kehidupan Seorang guru harus berpegangpada nilainila. memberikan pujian dan kritik yang membangun.Meminta guru mengajar sebagaimana biasanyapada kelompokkontrol. Prestasi Belajar 2. N2 Jumlah siswa kelompokkontrol = 2. Prestasi belajar merupakan hasil dan suatu useha.2. Menurut Siamento (1988) faktor-faktor yang mempengaruhibelajar siswa yaitu faktor intern dan faktor ekstem. Salah satu faktor ekstem yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah faktor sekolah.

mengajar. Umpan balik yang dilakukan guru antara lain memnenkan penjelasan terhadap kesalahan yang diJakukansiswa dalam menyelesaikan tugas/soal yang diberikan oleh guru baik secara langsung maupun tidak Jangsung. Siswa perlu diberi tahukan tentang has. serta mengembangkan kemampuan dan keahlian guna menunlang profesinya yang dapat meningkatkan prestasi dan profesinya. 1987). Pembahasan ..7 untuk kelas 56 . yaitu tes lisan.3. Pemberitahuan dan koreksi guru secara individu . Tes lisan digunakan untuk melengkapi kekurangan dalam tes tertulis yang telah dike~akan siswa.2. misalnya memberikan penjelasan secara tertulis. Perbedaan kenaikan skor pun jauh berbeda 8.15 untuk kelas eksperimen dan hanya 4. puas.dapat meningkatkan prestasi belajar siswa (Slamento.1.5 dengan skor rata-rata 6. kerelaan membantu sesama yang memer1ukanbantuannya. 3) Sifat dan sikap Guru harus memiliki sifat dan sikap luwes dalam pergaulan. terlihat nilai post test kelompok eksperimen lebih tinggL Bandingkan skor rata-rata 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata pre-test kelompok eksperimen hanya 0.tes tertulis.1belalamya. memantapkan jawaban anak yang kurang pasti.sendiri. peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran dilihat melalui perbedaan skor antara pre-test dan post-test setelah diberikan umpan balik untuk kelompok eksperimen. suka humor. 1988). diperlukan suatu evaluasi setelah selesai mengajarkansatu pokok bahasan atau sub pokak bQhQ~Qndalarn kggi. melalui tes tertulis. Berdasarkan data tersebut teriihat bahwa kemampuan dasar materi yang diajarkan di kelas eksperimen lebih rendah daripada kemampuan kelas kontrol.4. 3.5. a\e. Dalam hal InI. siswa akan merasa senang. Dalam penelitian ini digunakan tes tertulis terhadap siswa. guru yang bercita-cita menyumbangkankeahllannya deml perkembangan anak didiknya.wa depat mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru dengan sebaik-baiknya. Umpan balik adalah peneku guru untuk membantu setiap anak yang mengalami kesulitan belajar secara individu dengan cara menanggapi hasil ke~a anak sehingga lebih menguasai matert yang dibenkan dan telah disampaikan oleh guru.3. dan akan meningkatkan prestasi belajamya. (S. Nasution. atau mengarahkan pendapat anak pada saat anak sedang menge~akantugasnya. Sedangkan tes tertulis digunakan untuk memudahkan pemeriksaan tes dan tes penentuan skor. Dengan kepribadian guru· yang positif. Pengukuran Peningkatan Hasil 8eJajar Untuk mgngetahui hasil belajar yang diperoleh siswa. Urnpan Balik di Kelas Umpan balik digunakan untuk membantu setiap anak dalam mengatasi kesulitan balk klasikal maupun secara individual disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik (S. Simpati guru merupakan faktor yang sangat utama dalam melaksanakan tugasnya sehingga proses belajar mengajardapat berjalan sesuai dengan apa yang dironconakan. 2) Motivasi ke~a Merupakan dorongan yang datang dan dalam dirinya untuk mendapatkan kepuasan yang diinginkan. Di Mmping itu. Perhatian guru dapat berupa pemberian pujian dan penghargaan terhadap hasil belajar anak yang mendekati hasil belajar yang diinginkan guru. rela membantu. rela mengorbankan waktu dan tenaga oermxepermnqan enex O1dlknya. Berkaitan dengan artikel ini. Alat yang digunakan untuk rnelihat hasil belajar siswa dapat menggunakan beberapa cara. setelah ada perlakuan dan guru terhadap kelompok eksperimen yang berupa umpan balik secara perorangan.65 sedangkan skor rata-rata pre-test kelompok kontrol 1. dan tugas-tugas.lbn proSQs belajar 2. 1987). kreatif dan berharap bahwa siswa mampu berpartisipasi dalam proses belajar mengajar secara aktif. profesi sebagai guru merupakan kepuasan pribadi. dan gembira. Nasution. Namun. 2. 2. Hubungan Umpan Balik dengan Prestasi Belajar Proses belajar-mengajar ber1angsung entaro guru dengan siswa dimana proses tersebut dipengaruhi oleh hubungan dan perhatian guru terhadap siswa.

Hal ini disebabkan karena siswa dapat mengetahui kesalahannya dan bagaimana cara memperbaikinya serta mendapat motivasi dari gurunya.33) lebih besar dari t tabel (1. Kelemahankelemahantersebut antara lain: a. Sebaiknya penelitian perlakuan umpan balik secara kelompok dilakukan bergiliran satu catur wulan. Kesimpulan dan Saran 4. Berdasarkan data dan analisisnya rnaka ada peningkatan yang bermakna dalam pretasi belajar mata pelajaran pada kelompok eksperimen jika mendapat umpan balik secara perorangan dari guru. Saran Dalam penelitian ini ada beberapa saran antara lain: a.675). 4. Untuk pelaksanaan penelitian lni. Waktu yang dilakukan dalam pemberian pretest dan post-test di kelas eksperimen sebaiknya sarna dengan waktu yang dibeJikan di kelas kontrol. Penelitian ini tidak lepas dan kelemahan dalam pelaksanaan di lapangan. Waktu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di kelas eksperimen lebih lama dan waktu yang dilakukan pada ketas kontrol.2.1 Kesimpulan Hasil penelitianterhadep 56 siswa kelas I SLTP Negeri 1 Gunung Sitoli menunjukkan bahwa pernberian umpan balik secara perorangan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata setiap pelajaran. dalam hal ini sikap guru yang memberikan umpan balik kepada siswa secara perorangan. satu jam pelajaran tidak mungkin dapat melayani seluruh siswa secara perorangan. Penelitian ini sebaiknya dilakukan secara terns menerus minimal selama 1 (satu) catur wulan sehingga dapat diketahui apakah umpan baHk secara perorangan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran lebih menyeluruh. Kesimpulantersebut menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh faktor ekstemal.kontrol. 57 . Pelaksanaan pre-test dan post-test dilakukan hanya pada satu sub konsep mata pelajaran dalam satu catur wulan sehingga datanya terbatas. c. Dari perhifunqan dan t tabel pun terlihat bahwa t hitung (9. karena memerlukan waktu untuk rnelayeni siswa secara perorangan. 4. c. b. Sehingga data tes akhir siswa (sumatiQ akan mencakup seluruh pokok bahasan pada satu catur wulan. b.

Balitbang Depdiknas. Slarnento. Data Nilai Ebtanas SLTP. McGraw-Hili International Edition. Remaja Rosdakarya. Jakarta: Gramedia. Keputusan Medikbud NO. Jakarta: Gramedia. 58 . Zainal Arifin. 1988. Bina Aksara. Nasution. 1968. 1994. Tabrani. Guilford & Fruchter B.1989. S. Bina Aksara. Jakarta: Balitbang. Evaluasi Instruksional. Winke1. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Suharslnl. 1989.0541U11993. Bab IX pasal19 ayat 2. Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Psikologi Pengajaran. 1987. 1987. 1995/1996. Dkk. Fundamental Statistics in Psychology -and Education. Pendekatan dalarn Proses Belajar Mengajar. Bina Aksara. Puslitbangsisjian.Daftar Pustaka Arlkunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->