TEKNIK PENARIKAN SAMPEL

1.1. PENDAHULUAN
Tujuan kita mengetahui teknik penarikan sampel adalah untuk memperoleh keterangan mengenai populasi dengan mengamati hanya sebagian saja dati populasi. Setiap penelitian statistik, yang selalu dituju adalah sekelompok populasi yang ingin diketahui ciri-cirinya, seperti rata-rata hitung (11), standard deviasi (0), proporsi (P), dan sebagainya. Namun karena keterbatasan dana, waktu, teknologi, dsb, maka hanya sampel yang diperiksa, seperti rata-rata hitung penduga (x), standard deviasi penduga (s), proporsi penduga (p), dsb.

Penarikan sampel adalah suatu cara pengumpulan data kalau hanya sebagian dari elemen populasi (esampel) yang diselidiki.
Tujuan utama dari setiap rancangan sampling adalah memberikan pedoman untuk memilih sampel yang mewakili populasi dengan biaya minimum. Jika populasi yang mendasarinya memiliki ciri-ciri yang seragam, hampir setiap sampel akan memberikan hasil yang dapat diterima. Satu-satunya cara untuk menjamin bahwa himpunan data eksperimen kita sungguhsungguh mewakili populasi adalah dengan melakukan sensus, yaitu mencatat setiap unsur

1

yang terdapat dalam populasi. Namun, dari segi ekonomis dan kepraktisannya, hampir setiap penelitian melakukan penarikan sampel untuk menduga keadaan populasi yang sebenarnya. Nah, bagaimana dan pada kondisi yang bagaimanakah sampel dapat dipakai guna menarik kesimpulan mengenai ciri-clri populasinya secara cukup meyakinkan? Penarikan kesimpulan dari sampel secara cukup meyakinkan, membutuhkan prosedur pemilihan (penarikan) sampel secara random serta metode inferens yang baik dan tepat. Prosedur pemilihan (penarikan) sampel secara random, merupakan metode guna memilih sampel dari populasi dimana setiap unsur di dalam populasi selalu memiliki kesempatan (peluang) yang sarna untuk terpilih. Dengan menggunakan penarikan sampel sacara random (acak), kita dapat mengetahui peluang dari berbagai pengamatan yang termasuk di dalam sampel. Karena itu kita dapat membuat pemyataan probabilitas tentang populasi yang mendasarinya. Jika sampel dipilih dengan cara deterministik (tidak acak), probabilitas bahwa kita akan mengamati berbagai pengukuran sampel tidak diketahui dan kita hanya dapat membuat pemyataan deskriptip tentang sampel itu

1.2. KONSEP DASAR TEKNIK PENARIKAN SAMPEL
Dua konsep dasar teori penarikan sampel untuk mempelajari populasi (semesta) adalah kerangka (frame) dan unit sampling. Populasi didefinisikan sebagai kumpulan unit dasar. Bila berhadapan dengan masalah penarikan sampel, pertama-tama hams ditetapkan unit dasar, populasi, karakteristik yang diukur, dan peubah. Pada statistika, n unit dasar dipilih dari populasi N unit dasar dan unit dasar adalah unit yang terpilih sebagai sampel. Pada teknik penarikan sampel, suatu unit khusus dinamakan unit sampling. Misalkan ingin diketahui sewa rataan suatu kamar pada kota K. Misalnya X = Rp 200.006 merupakan total sewa yang dibayarkan dan Y = 20 jurnlah kamar sewa yang ada. Biasanya X dan Y tidak diketahui, karena X dan Y merupakan karakteristik populasi. Di sini sebagai unit dasar adalah kamar dan populasi adalah kumpulan kamar sewa di kota K. Sebagai unit sampling adalah kamar sewa, jadi bisa terdiri dari satu atau beberapa unit dasar. Kerangka terdiri atas unit sampling dan mewakili populasi dan merupakan alat untuk mempelajari populasi. Dalam pembahasan selanjutnya, yang dimaksud dengan : parameter populasi adalah nilai-nilai yang diperoleh terhadap kerangka bukan semesta. Selanjutnya, yang dimaksud dengan sampel adalah sampel dari kerangka. Parameter populasi adalah nilai parameter yang diperoleh dari kerangka. Parameter sebenamya adalah nilai parameter yang diperoleh dari semesta. Nilai dapat berbeda dengan

eo.

eo

e

e

2

Galat sampling (GS) dengan

e sebagai
II II

GS

e didefinisikan =e- e
II II II

sebagai :

penaksir/penduga

Presisi taksiran sampel

e-e

e didefinisikan e I < k ((Jj2)

e.
sebagai : memenuhi :

dengan ~ adalah penaksir/penduga P( I~-

e dan
~)

=

1- a

Konsep presisi berkaitan dengan selang kepereayaan Koefisien reliabilitas didefinisikan sebagai : Koefisien reliabilitas atau Z d

= presisi

/ galat standar

= d/~

Pada penaksiran mean populasi m (terhadap kerangka) diperoleh :

=Z~

dengan i

= 11
untuk populasi tak hingga.

Dari hubungan ini diperoleh ukuran sampel n yang diperlukan untuk suatu presisi dan reliabilitas tertentu : n

= (Z a / d)2 -->

1.3. SAMPEL ACAK SEDERHANA
Penarikan sampel yang paling mendasar, adalah sampel acak sederhana. Sampel Acak Sederhana adalah pengambilan sejumlah n sampel dari populasi hingga N, dim ana setiap kemungkinan sampel yang berukuran n mempunyai probabilitas yang sama untuk diseleksi. Jika populasi tidak terlalu besar, masing-masing dari N pengukuran dapat ditulis pada selembar kertas atau pada kepingan poker dan kemudian ditempatkan dalam sebuah eawan. Sarnpel aeak dengan II ukuran kemudian dapat ditarik dari eawan tersebut. Cara terbaik untuk memastikan bahwa kita menerapkan penarikan sampel aeak adalah dengan menggunakan tabel bilangan aeak. Tabel bilangan aeak dibuat sedemikian rupa sehingga integer dari 0 sampai 9 muneul seeara aeak dan dengan frekuensi yang sama. Contoh 1.1.: Dari suatu analisis tentang posisi kas dari sebuah toserba, sebuah kantor akuntan publik memutuskan untuk memilih sampel aeak sedernana berukuran n = 15 piutang pembeli eeeran bulanan dari antara N = 1000 pembeli eeeran bulanan yang ada di toserba untuk menghitung

3

total semua piutang. Gunakan tabel bilangan aeak untuk menentukan mana yang akan dimasukkan ke dalam sampel yang berukuran n 15.

=

Penyelesaian

:

Bayangkan bahwa N = 1000 kita beri nomor 001,002 .... , 999, 000. Di sini didapat 1000 bilangan yang terdiri dari tiga digit, dengan 001 mewakili piutang pertama, 999 piutang yang ke 999, dan 000 yang ke 1000. Langkah pertama kita tentukan sebuah titik awal pada tabel bilangan aeak. Misalkan titik awal adalah angka pertama dalam kolom kelima. Jika dibuang dua digit terakhir dari setiap angka yang terdiri dari lima digit. maka angka pertama berdigit tiga yang terbentuk adalah 816, yang kedua 3CfJ, dan ketiga adalah 763. dan seterusnya. Jika suatu bilangan aeak muneul dua kali, kemuneulannya yang kedua dihapus dan dipilih bilangan lain sebagai pengganti. Dengan mengambil sampel aeak yang terdiri dari 15 bilangan pertama yang terdiri dari tiga digit yang tidak beru1ang mulai dari kolom 5, diperoleh bilangan-bilangan : 816 496 174

277
763 482

7CfJ

3CfJ

988
078 772

188
061

889
530

Jika piutang sudah diberi nomor, tingga1 dipilih piutang dengan nomor yang bersesuaian. Jika tidak diberi nomor, dapat mengacu pada daftar perkiraan piutang dan memilih yang ke61, 78, 174, dan seterusnya sehingga diperoleh jumlah sampel n = 15. Setelah mengumpulkan hasil-hasil pengamatan terhadap sampel, tujuan selanjutnya adalah rnenghitung beberapa parameter populasi tertentu. Paling sering kita tertarik untuk mengetahui rerata populasi (J..l), total populasi (t), ataupun proporsi populasi (P). Rumus perhitungan untuk mengestimasi rerata populasi J..l, total popu1asi 'to dan proporsi populasi P, untuk sampling aeak sedernana ditunjukkan dalam kotak. Namun, perlu diingat bahwa penduga seperti ~, ~, dan p tidak memberikan kebaikan pendugaan (estimasi). Oleh karena itu, rumusan varians diberikan agar kita dapat menempatkan batas-batas kcsalahan atas pendugaan u, r, dan P. Pendugaan Rerata Populasi untuk Sampel Acak Sederhana
n

L
Rerata Varians Sampling tanpa pengembalian :
~2
x

~=x=--n
= _02

i=1

x
I

n

--

N- n

02

N-l

n

- - __

N- n

N

4

1. Misalkan sampel acak sederhana n = 15 akan memberikan 15 saldo piutang yang tercantum dalam Tabel 1. maka masalah rnenentukan taksiran o~menjadi menentukan taksiran S2atau 02• Untuk itu digunakan variansi sampel (S2) untuk penaksir tak bias untuk S2.50 15.70 19. Ietapi bila N jauh lebih besar. Maka penaksir variansi mean populasi ~ dapat diambil dari : N dan N-n N-l dinamakan koreksi populasi hingga (fpc) untuk variansi.000. dan tentukan batasbatas kesalahan penduga. &-2 x = s~ = x [ Sl s" n S2 N-n N tanpa pengembalian n n = I. Bila n/N ::.2.40 42. 14.1 n (n . n x"_(I.Sampling dengan pengembalian Batas kesalahan penduga : CJxl = -- 02 x ± 2 o~ n = ----- S2 n Suku N-n Faktor koreksi digunakan jika sampel ditarik dari sebuah populasi yang ked! (n/N> 5 %).50 10. 5%.10 Dugalah rerata tl untuk semua N = 1000 piutang dari sebuah toserba. Saldo piutang 15 sampel dalam Rp 10. Tabel 1. maka fpc mendekati satu.1) Contoh 1.80 18.X)l 1 n )=1 1 dimana n.30 6. Karena o~ tergantung dari Sl atau 02 yang mana tidak kita ketahui.1.50 30.X)2 I dengan pengembalian n = &.90 23.1.50 13.00 12.20 23.00 27. i=1 (x .40 17. 5 . maka fpc dapat diabaikan. atau n/N mendekati nol. : Lihat audit piutang pada Tabel 2.50 8.

85) .30 IX2 210.570.25 912.00 13.Penyelesaian : Penduga rerata saldo piutang ~ adalah : n 1 XI 283.16 Untuk menghitung varians.1) 87.84 100.90 19.85 Untuk mencari batas kesalahan penduga u. XI X2 I 14.04 316. pertama-tama hams menghitung vanrians dan galat baku.50 30. 6 . jadi menggunakan faktor koreksi.25 547.56 240.00 8.61 380.70 18.10 Lx=283.69 338. S2 = = = nI X2 I ( I X)2 I n (n-I) 15 (6.50 42.30)2 15 (15 .50 23.25 47.41 =6.00 176.25 l.30 ~=--=---= n 15 t: 18.30 23.50 6.25 756. Perhitungan untuk data TabeI 1.80 10.(283.570.40 15.50 27.2.1.89 TabeJ 1.00 72. umumnya digunakan rumus dengan tanpa pengembaIian.764.40 12.56 146.20 17.89 561.

78 Selang Kepercayaan dan Ukuran Sampel O-a) 100% selang kepercayaan untuk mean populasi adalah : I n = (Z all X-Zf.S_2 x = n N-n _ N = 87.16 15 18.89 1000 .72 maka nilai batas kesalahan dari rerata saldo piutang adalah : X ± 2 sx atau ± 2 --. Dari sampel yang terpilih diperoleh = 110 dan s = 12. x Penyelesaian : s- . = --rn = s 12 -1100 = 1. Sl = 600. tentukan ukuran sampel yang diperlukan.fl = 3 dan dengan pengembalian. : Dari suatu populasi diperoleh nilai taksiran variansi populasi populasi dengan presisi ± 5 untuk Za/2 = 3.4.2) atau 110 ± 3.72 atau 18.6.15. Contoh 1.3. Ingin ditaksir mean Bila ukuran populasi sangat besar sehingga pengambilan sampel dapat dianggap sampling tanpa pengembalian.15 1000 = 5.2 maka selang kepercayaan adalah : x ± 3 (1.: Untuk menaksir rerata tingkat kecerdasan siswa diambil sampel acak berukuran n = 100.S-<~<X+Zf'S(J _ '" (J _ x Ukuran sampel dengan presisi (d'') : __ s d )l dengan pengembalian n= N d2 + (Zajl tanpa pengembalian S)2 Contoh 1.89 + 4. Tentukan selang kepercayaan untuk mean populasi (~) dengan Za. 7 .

----------- ---- --- Penyelesaian : Dengan rumus n = ( Za/2 sid )2. : =N x= 1000 (12) = 12. diperoleh n = 32 (600/5) = 216. t Penyelesaian : It Contoh 1..6.000. Diketahui populasi berukuran N = 1000. Dengan sampling acak berukuran n = 50 diperoleh S2 = 10.50 1000 = 8 10002 102 50 = 190.. Tentukan galat standar dari ~ dengan sampling tanpa pengembalian. untuk sampling tanpa pengembalian diperoleh ukuran sampel : n= N (Z s)2 N d2 + (Z s)' (2000)(9)( 6(0) 2000(25) + 9 (600) = 195 n= Pendugaan Total Populasi Penduga Varians penduga ~= N S2 -_ x N.n --- n - N 1000 . Penyelesaian : &t2 = N2 S2 -_ N.5. Misalkan N = 2000. .n N2 n N tanpa pengembalian dengan pengembalian n Batas kesalahan : N x ± 2 s~ Contoh 1. : Dari populasi dengan N = 1000 dipilih n = 50 sampel acak. Tentukan taksiran total andaikan x = 12.000.

Hitung proporsi dari semua N = 430 pembeli yang akan menggunakan tawaran tersebut.000 = 'V 190. .maka galat standar dari ~ : Batas kesalahan pendugaan : N 'x ± 2 ~ Pendugaan Penduga: Varians : atau st 12.000 = 436. sehingga dengan demikian mempertinggi posisi kas pabrik. : Pabrik-pabrik sering mengusahakan potongan harga jengka pendek untuk mendorong para pelanggan menaikkan jumlah pesanan mereka dan membeli di muka.30 Untuk menentukan batas kesalahan pendugaan (error of estimation). dengan 15 dari 50 memberikan indikasi bahwa akan menerima tawaran potongan harga dan menggandakan pesanan bulanan mereka. Konsisten dengan maksud dasar ini. belum tentu para pembeli akan menggunakan tawaran potongan harga tersebut.= 1\ . sebagai berikut : 9 . 12.7.000 ± 2 (436) atau + 872 Proporsi Populasi P=p=-' 1\ X n (N-n pq ( -) n-l N tanpa pengembalian of = ~. sebuah pabrik dan grosir produk-produk makanan beku mempertimbangkan memberikan potongan harga 20 % kepada pembeli yang menggandakan pesanan mereka per bulannya. dan tentukan batas kesalahan penduganya. pq n-l dengan pengembalian dim ana : q=l-p p±2 Batas kesalahan penduga 62 p atau p±2s p Contoh 1. kita pertama-tama menghitung varians (digunakan tanpa pengembalian). Karena makanan beku memerlukan tempat penyimpanan yang mahal. Suatu sampel acak n = 50 dari N = 430 pembeli dihubungi. Penyelesaian : Suatu pendugaan atas proporsi p dari semua pembeli yang akan menggunakan potongan harga tersebut : P = -n- x 15 = 50 = 0.

70) 0.30 ± 2 IJ 0. 10 .30)(0.30 dengan batas kesalahan penduga 0.12. kita menduga bahwa proporsi semua pembeli yang akan mengambil keuntungan dari potongan harga adalah 0.30 ± 0.003771 Maka batas kesalahan penduga : p ± 2 sp atau 0.88) = 0.n N 49 ) (0.003771 atau 0.21 49 ] ( 430 .50 ) 430 (0.12 Artinya.S2 p =( =[ = Pq 0-1 ) ( N.

Tentukan X bila dilakukan sampling aeak dengan n = 2 tanpa pengembalian Diketahui populasi dengan X.X)2 b) c) 4. Diinginkan presisi d=4 dengan koefisien reliabilitas Z=3.LATIHAN SOAL 1.. Tentukan pengembalian ! Sarna dengan b. Tentukan 95% (Z=2) selang kepereayaan untuk X ! X. pilihlah sampel aeak berukuran nomor = 20 dengan menggunakan tabel bilangan aeak. i=I .5.X)2 I S2 L (x I . PETUNJUK.3. . 5 a) Tentukan ae dan S2 dengan menggunakan rumus a2 2..OOO. apakah n dapat dianggap sama dengari no = (ZS/d)2 ? 11 . 3. = X. XI = 2 . Tentukan ukuran sampel yang diperlukan. Andaikan dipilih sampel berukuran n=Z. Dari 5. i = 2. = --N L (x = -1 N-l 1 . Ukuran sampel n dapat dihitung dengan rumus : (i) n = N (ZS)2/(Nd2 +(ZS)2 ) atau (ii) n = n /0 +n IN) dengan n =(ZS/d)2 000 6. jika diketahui N=lO. Pada soal no 5. = X'_I . XI = 9 . tetapi sampling dengan pengembalian a~ bila sampling tanpa ! Suatu sampel aeak n=400 dipilih dari populasi N=4000 untuk menaksir mean populasi sampel diperoleh )(=140 dan S2 = 225.. Misalkan suatu sampel aeak dipilih dari kumpulan keluarga untuk menaksir pengeluaran rataan per minggu. Dari populasi N = 600.. Dari survei pendahuluan diperoleh S=12 dan total unit sampling N=2000.4. Diketahui populasi X.I + 3.2.

33 . 25 . 36 . 31 .Diinginkan presisi d=500 dan koefisien reliabilitas Zr=2. 4 . 14 . Andaikan sampling tanpa pengembalian. 9 . Seorang auditor perusahaan tertarik untuk menduga total bukti pembayaran perjalanan yang disimpan dalam arsip secara tidak benar.Tentukan ukuran sampel yang diperlukan. 11 . 16 . maka n=no bila tidak n=nj( I +njN) 7. (i) Hitung no =(ZS/d)" (ii) Periksa nisbah njN (iii) Bila njN ::. 10 . Tentukan: (i) Varians proporsi populasi (ii) Selang kepercayaan untuk P bila koefisien reliabilitas Z = Za/" = 2 11. 11 . 9 . 10 . yaitu S" = s" (iv) Varians ~ 9. 12 . dua puluh ditemukan tersimpan dalam arsip secara tidak benar. dan tentukan batas kesalahan pendugaannya! 12 . 19 . Andaikan N=500. II . (i) Tentukan taksiran mean X = X 1\ (ii) Tentukan S = s 'x S~ = sx (iii) Dari hasil (ii) tentukan ukuran sampel yang diperlukan bila d=4 dan Zr=2 8. 25 . 7 . 34 . Dari populasi N= 1500 ingin ditaksir total X. 15 . ~ (iii) Taksiran S". 7 . Misalkan dari N=4000 mahasiswa. 5 . 24 . Dari sampel pendahuluan diperoleh S=3. Suatu sampel acak n=1O dari populasi N=50 (tanpa pengembalian) diperoleh nilai : 12 . 7 Tentukan: (i) x 1\ (ii) Taksiran total x.10 . 38 . 16 . 12 . 25 . 9 . 8 .PETUNJUK. 25 . Suatu sampel acak pendahuluan n=30 diperoleh nilai berikut : 23 . 11 . 10. Diketahui proporsi populasi P=0. 26 .5 (tanpa pengembalian). Dugalah total bukti pembayaran N = 250 yang disimpan dalam arsip secara tidak benar. 7 . 4 . 28 . Dalam sampel acak sederhana berukuran n = 50 bukti pembayaran yang diambil dari sekelompok N = 250. 9 .50 mahasiswa memperoleh beasiswa.5%.

Langkah pertama dalam memilih sampel acak berlapis adalah menetapkan secara jelas strata-stratanya. mandor dan manajer menengah. tugas ini mungkin mudah. kita dapat mengatakan bahwa kota-kota yang populasinya di bawah 2500 akan selalu dianggap desa. yang lebih besar adalah kota. Beberapa alasan penggunaan sampling acak stratifikasi adalah : 1. dan kemudian memilih sampel acak di dalam setiap strata. Misalnya. yang disebut strata (lapisan). 3. Dalam beberapa kasus. Meningkatkan presisi. kombinasi satuan bisnis pemukiman akan diklasifikasikan menurut pemakaian terbanyak ruang lantai tempat tersebut. Rancangan ini direkomendasikan jika populasi terdiri sehimpunan kelompok heterogen (yang tidak serupa). informasi lebih mudah dikumpulkan. 13 . pendapatan karyawan suatu perusahaan. SAMPLING ACAK BERLAPIS (Stratified Random Sampling) Tipe kedua penarikan sampel yang sering memberikan sejumlah tertentu infonnasi dengan biaya yang lebih murah daripada penarikan sampel acak sederhana. apakah temp at kediaman seorang akuntan yang kantomya beracla di rumahnya clitempatkan dalam lapisan pemukiman atau komersil? Pemecahan terhaclap pertentangan terse but tidak mempengaruhi hasil kita sejauh ia selalu dikerjakan secara konsisten. Diperoleh informasi selain tentang populasi. sebagai bagian dari kota atau desa? Dalam contoh penggunaan tenaga listrik. yaitu mengasosiasikan setiap unsur populasi dengan satu dan hanya satu strata (lapisan). apakah kita akan mengklasifikasikan mereka yang tinggal di kota berpenduduk 1000. dan eksekutif yang tingkatannya lebih tinggi.4. juga mengenai masing-masing strata. Dengan alas an administrasi atau pisik. Setelah strata-strata ditetapkan. dinamakan sampel acak berlapis. bisa distrata sebagai pekerja dan Iaboratorium. Sampel acak berstrata (berlapis) adalah sampel acak yang diperoleh dengan mamisahkan unsur-unsur populasi ke dalam kelompok yang tidak tumpang tindih. Ukuran keseluruhan sampel n bergantung pada anggaran yang tersedia untuk sampling dan pada tingkat ketelitian dan ketepatan nilai duga yang diinginkan. 2. Dalam contoh penelitian pendapat umum. gunakan sampel acak sederhana dalam memilih sampel dalam setiap strata.1. Sebagai contoh.

2.X )2 I n.Rumus Alokasi Sampel Antar Strata-strata : n= L n i=1 I L dim ana : -n - = jumlah n = jumlah L = jumlah l sampel yang diinginkan sampel dalam strata ke-i strata maka untuk menentukan jumlah sampel dalam masing-masing strata : n=n(-'-') I N N . ( x . Varians 14 1=1 IJ I . dapat dihitung rerata dugaan XI dan varians S21 dari peng.matan di dalam setiap strata seperti di bawah ini : Rumus Pendugaan n J=1 I Mean) dan Varians dari Setiap Strata : x = f. = jumlah unsur dalam strata i. .1 --> varians sampel dalam strata ke-i 0\ . L N. . Dari informasi yang diperoleh dari unsur sampel. Ukuran populasi :N =L L i=l N I Secara diagram dapat dinyatakan dengan : 1 2 L <- sampling acak -> n.. S2J adalah suatu nilai duga dari varians strata yang benar .. X --> rata-rata sampel dim strata i I IJ n f..i = 1.

) ( _5_) n. dan eksekutif yang tingkatannya lebih tinggi. Sampel acak berstrata dengan L = 3 strata nampaknya dapat menjadi rancangan sampel survei yang tepat. Diinginkan untuk menghitung rata-rata jumlah yang diinvestasikan dalam tabungan oleh karyawankaryawan dari pendapatan mereka bulan lalu. Penyelesaian Karyawan perusahaan dapat dikategorikan sebagai pekerja kerikal dan laboratorium. mandor dan manajer menengah. Misalkan perusahaan tersebut mempekerjakan 5000 orang.t ± 2 (j~" Contoh 1.t = N. tanpa pengembalian L '" N2 N2 t:l' s ( n. Di dalam setiap strata (lapisan) kebiasaan berbelanja dan menginvestasi cukup homogen. diperoleh x.8. Usulkan rancangan survai untuk masalah ini. ) dengan pengembaiian Batas kesa1ahan pedugaan : X. : Pimpinan suatu perusahaan memutuskan »nruk me1akukan suatu survai tentang kebiasaan menabung karyawan-karyawannya untuk menilai kec. Kemudian diambil sampe1 sebanyak 50 karyawan. Berdasarkan observasi di dalam setiap strata. tf x-t - S2 \. Dengan menggunakan alokasi yang proporsional. 1000 adalah mandor atau manajer menengah. dapat disekat ukuran n = 50 sebagai berikut : n 1 = n -' = 50 N n ( = 50 1000 5000 ( ) 3500 5000 ) = 35 =5 n. dan 500 adalah eksekutif.Penduga Rerata Populasi untuk Sampel Acak Berlapis Rerata Varians x=--LNx N sr 1 L i=l' L i=1 N2 1 t -L N 1 2 1 ( N -n . . diantaranya 3500 pekerja kerikal atau laboratorium. . sesuai dengan proporsi masing-masing strata.~::tifan kampanye menabung. dan S21 • 15 . - = 10 dan nl - Kemudian kita pilih sampel secara acak dengan menggunakan Tabel bilangan acak. Sampling acak sederhana harus digunakan untuk memilih sampel karyawan-karyawan dari setiap strata untuk menanyakan tentang investasi tabungan mereka dari pendapatan rnereka bulan lalu..

39 ± 2 "/0. Perhituogan Cootoh 1.8.50 S2 = ')') 09 1 ---.80)] (71. st x atau $ 14. 1 5000 5000 [(3500)(10.39 Varians yang diduga (dilakukan tanpa pengembalian) adalah : S_2 x 51 =_ 3 I.50) + (500)(21.50 16 . Strata 1 Strata 2 Strata 3 = 35 XI = $ 10. ) (--' S2 n.39 ± $ 1.99) (125.44 N 3 = 500 03 Maka rata-rata investasi adalah : x 51 1L =--I.16) + (1000)(25. -) (1000)2 (0. N2 = 1000 03 =5 X3 = $ 21.81) 35 (500)2 (0. N.99)(22.80 S23 = 125. Nl ( N' i=1' 1 N -0 .99) (16.16 S21 = 16.960) = = = $ 14.5688 Maka batas kesalahan penduga adalah : ~t ±2 g.N X N i=1 ' .Tabel 1.44) +-------+ ] 5 = x 0. .81 NI = 3500 01 = 10 x2 = $ 25.5688 V atau $ 14.3.09) = 1 (5000) 2 [ (3500)2 (0.

5688.000) ($ 14.410 hingga $ 79.000 Nilai duga dari total tabungan.220. Dugalah total pendapatan bulan lalu yang diinvestasikan ke dalam tabungan oleh para karyawan.950 ± $ 7. 17 .t ± 2 &t2 Contoh 1. Batas kesalahan penduga : f.8.950.2.ttergantung dengan cara pengembalian atau tanpa pengembalian. : Lihat contoh 1. Tentukan batas kesalahan pendugaan (dilakukan tanpa pengembalian).5688) = 14. Penyelesaian : Dari perhitungan kita sebelumnya xs(= $ 14.39 dan s/st = 0.490.t ± 2 &tr2 atau f.9. dengan batas kesalahan penduga : ~± 2 s~ atau $ 71.Pendugaan Penduga Varians dimana Total Populasi ~ =N st X 5t nilai s.220.950 ±2 ±2 YI4. dalarn selang + 95 % kita merasa pasti bahwa total investasi ke dalam tabungan oleh para karyawan berada dalam selang dari $ 64.0oo (3.39) = $ 71.542 Oleh karena itu.771) atau $ 71.950 atau $ 71.. pertama-tama kita hitung varians yang diduga : S. Untuk mencari batas kesalahan penduga r. maka : Total tabungan : A 't = Nx st = (5.f = N2 S_2 'f x st = (50(X))l (0.

1 )( 2 r" = _1_ N2 <.4.1 ( 'jatas kesalahan penduga : p ± 2 sr 2 .. Tabel 1.1 N2 ( N-n .60 0.70)+(500)(0. Contoh 1. p.8. Dugalah proporsi semua karyawan yang berpartisipasi dalam program tabungan. N. : Dari contoh 1..g.500)(0.= - Jumlah yang berpartisipasi PI 0...= 5 Penyelesaian : Nilai dugaan yang diinginkan diperoleh dari P'I' dengan p " = 1 5.60)+( 1.0(0)(0..4.000 . .80) = 0.. ) .. jumlah yang menunjukkan bahwa mereka sebenamya berpartisipasi dicantumkan dalam Tabel 4.10.64 Batas kesalahan penduga dapat dicari dengan pertama-tama mencari varians terlebih dahulu. Data untuk contoh 1.80 21 7 4 2 3 10 n.Pendugaan Penduga Varians Proporsi Populasi Sampel Acak Berstrata P=-'Npi sr 1 L N t=1 ' __ L ~N2 1=1' ~ N2 i= lin '>l tanpa pengembalian Iengan pengembalian : s s2 r. dan tentukan batas kesalahan penduganya. (3.10 Strata 1 Ukuran sampel n1 = 35 n. dari n = 50 karyawan yang diwawancarai dalam studi investasi tabungan.. Varians dapat dicari dengan : 18 .70 0.

2) 4 )] = 0.60)(0.000 .35 3.70)(0.64 ± 2 V 0.000)2 l.004744 Maka nilai dugaan proporsi karyawan yang berpartisipasi dalam program tabungan.000 [ 3.500 9 ) (0.64 ± 2 (0.5 500 )( (0.()()()2 1.10 ) ( (0. dengan batas kesalahan penduga sebesar : Pst ± 2 sp" atau 0.14 atau 0.4) 34 ( ) + 1.2" = --( 1 (5.5002 ( 3.069) atau 0.8)(0.30) ) + 5002 500 .004744 19 .500 .S.64 ± 0.

Jngin ditaksir luas lantai pusat perbelanjaan di kota A. \. Untuk mudahnya. Maka.I x1j 4. X3 .LATIHAN SOAL 1. dan dengan sampel aeak berstrata. dan 500 siswa kelas III. auditor tersebut membuat tahapan-tahapan dalam studinya menurut eabang pelayanan militer yang spesifik yang masing-masing tereantum dalam sebuah kontrak. 4. 1 ! 6. 2. diberikan oleh : ~ia~bil seeara aeak sejumlah 5 sampel dari kedua strata. 31 XI] 3. XI. 8. x. auditor memilih 45 seeara aeak dan menemukan hasilnya seperti yang diperlihatkan dalam tabel berikut : 20 .000 20 15 10 (2) 7.500 60. Dalam kondisi bagaimana kita dapat melakukan suatu penarikan sampel dengan sampel aeak berstrata? Bagaimana prosedur pemilihan sampel dengan sampel aeak berstrata? Apakah yang dimaksud dengan prosedur pemilihan sampel aeak berstrata dengan alokasi yang proporsional ? Jika dari 2500 siswa SLTA diantaranya terdapat 750 siswa kelas L 1250 siswa kelas II. N. 12. 21. 6. 110 60 30 : n. Dalam suatu analisis terhadap 270 kontrak pertahanan yang dibuat dalam tahun 1980. 1) : 1st "" " " x2. 25. berapkah sampel yang dapat diambil dari masing-masing kelas bila diinginkan jumlah seluruh sampel adalah 50? Tentukan batas kesalahan pendugaan ! Diketahui populasi (L ~ 2) dengan Strata I : Strata II: 2. 4.000 10. dengan batas kesalahan penduganya ! dengan batas kesalahan penduganya ! Seorang auditoruntuk Kantor Akuntansi Pemerintah dibebani tanggungjawab menghitung kelebihan biaya dalam pelaksanaan kontrak pertahanan pemerintah.. diperoleh data berikut : Stratum Kedl Sedang Besar Tentukan taksiran (1) XI. 10 9. 13. tentukan : NI: N1. 11: 12 . 5.

Diperoleh hasil sebagai berikut : Cabang pabrik 1 Jumlah Barang-barang Peralatan Modal.200 10 3 3. Pengauditan dilakukan terhadap tiga cabang dari sebuah pabrik untuk menghitung proporsi barang-barang peralatan modal yang sudah digunakan selama sepuluh tahun atau lebih. Manager kredit dari grosir kembang gula dengan 4 cabang merasa khawatir dengan meningkatnya pelanggan yang macet yang jumlahnya cukup besar sekarang ini.600 30 7 Dugalah proporsi p dari barang-barang perlatan modal pada tiga cabang yang sudah digunakan selama sepuluh tahun atau lebih. Teknik ini memungkinkan pengendalian terpusat yang lebih efisien terhadap kegiatan manajemen cabang. Ukuran Sampel.452 Angkatan Laut 60 10 $89. I Dugalah rata-rata kelebiLan biaya pelaksanaan semua 60 kontrak pertahanan yang diatur oleh Angkatan Laut dalam tahun 1980 ! Dugalah rata-rata kelebihanbiaya pelaksanaan untuk semua 270 kontrak pertahanan dalam tahun 1980. n. XI 2 2. c.468 $16. Toko-toko berangkai dan sebagian besar usaha perbankan memproses semua pelanggan kredit melalui kantor pusat atau wilayah. manager itu menggunakan sampel acak 21 . dan tentukan batas kesalahan pendugaan ! Dugalah total kelebihan biaya pelaksanaan untuk semua 270 kontrak pertahanan dalam tahun 1980. Jumlah yang digunakan selama 10 tahun atau lebih. Dari catatan yang tersedia auditor menggunakan alokasi yang proporsional untuk memilih sampel acak berstrata n = 60 barang-barang peralatan modal dari antara N = 7.095 x s a.918 2l.400 20 4 3 1.Angkatan Darat N n Angkatan Darat 90 15 $68.065 120 20 $71. b.709 $18. dan tentukan batas kesalahan pendugaan ! 9. Biaya penyusutan memberikan kepada perusahaan kesempatan untuk menciptakan cadangan uang untuk mengganti peralatan yang lama dan barang-barang modallainnya. bukan terpisah-pisah melalui setiap cabang. Untuk mengurangi biaya sampling.200 barang-barang yang terdaftar pada daftar persediaan. dan tentukan batas kesalahan pendugaan ! 8. N.

Pada waktu mengerjakannya. b.3. Toko 1 Jumlah Piutang Ukuran Sampel Jumlah Pelanggan yang Macet a. Dari catatan yang tersedia di kantornya. N. manager kredit memutuskan untuk menggunakan alokasi yang proporsional untuk memilih sampel acak berstrata n = 50 pelanggan dari semua N = 200 piutang.j n. ia mencatat hasilnya dalam tabel berikut . dan tentukan batas kesalahan pendugaan ! Ada alasan untuk mempercayai bahwa manager toko yang ke-3 terlalu lunak dalam mengabulkan permohonan kredit pelanggannya. = 56 nj = 14 xj = 5 2 Nz = 68 3 N3 = 40 n 3 = 10 x.berstrata dengan setiap toko sebagai satu strata yang terpisah.= 7 x= 1 . = 36 n=9 . Hitunglah proporsi P3 dari pelanggan yang macet untuk toko yang ke. dan tentukan batas kesalahan pendugaannya ! 22 . = 17 x.j Dugalah proporsi p dari pelanggan yang macet untuk toko (grosir) tersebut. = 5 4 N.

Akibatnya. Sampel Aeak Berkelompok biasanya akan memberikan sejumlah informasi tertentu dengan biaya minimum. jika : a. Namun.5. Setiap rumah tangga di dalam setiap daerah yang terpilih lalu disurvai. Sebuah kerangka yang meneantumkan daftar unsur-unsur populasi tidak ada atau akan sangat mahal untuk mendapatkannya. SAMPEL ACAK BERKELOMPOK (Cluster Random Sampling) Tipc ketiga penarikan sampel adalah penarikan sampel aeak berkelompok. diambil seeara acak sebesar n sampel. ekonom itu dapat menggunakan sam pel berkelompok dan membagai kota menjadi kelompok masyarakat. Sampling aeak sederhana dapat digunakan untuk memilih sampel aeak berukuran m kelompok dan M kelompok dalam populasi. ekonom terse but hams mempunyai daftar anggota-anggota sampel (rumah tangga) yang dapat dipilih. Setelah kelompok-kelompok ditetapkan. Kita dapat mengurangi kesalahan sampling dengan memilih berbagai maeam kelompok kecil dan bukan dengan sedikit kelompok besar. Populasinya besar dan tersebar pada suatu daerah yang luas. rumah tangga yang dipilih dalam sampel mungkin akan terpencar-pencar di suatu daerah yang luas. Langkah pertama dalam memilih sampel aeak berkelompok adalah membagi populasi dalam beberapa gerombol/kelompok. semakin keeil kemungkinannya bahwa kita akan menyatakan kelaskelas dan anggota-anggota tertentu dan sampel. dapat berupa daerah pemungutan suara. Dengan begitu total biaya survai dapat dihemat. sebuah daftar yang berisi semua gerombol harus disiapkan. Baik dengan menggunakan sampel sederhana maupun sampel berstrata. SampeJ Acak 8erkeJompok adalah pengambilan sampel dan populasi yang terdiri M kelompok dan dilakukan pemilihan seearak aeak m kelompok dan tiap kelompok yang terpilih. Semakin keeil ukuran kelompok. lni mudah dieapai karena daftar daerah sudah tersedia.1. Bahkan jika daftar tersebut tersedia. 23 . Sebagai ilustrasi. biaya penyelenggaraan survai antar rumah tangga yang terpencar-pencar akan mahal karena waktu perjalanan pewawaneara dan pengeluaran-pengeluaran lain yang berkaitan dengannya. Ketimbang memilih sampel rumah tangga yang terpencar-pencar di seluruh kota. Sering lebih mudah menarik sampel berkelompok daripada individu sampel itu sendiri-sendiri. biaya survai tetap akan menjadi mahal karena dengan sampel sederhana atau sampel berstrata. b. Oleh karena itu. semua dafiar tentang semua rumah tangga di kota dapat menjadi sangat mahal atau bahkan tidak mungkin untuk mendapatkannya. lebih banyak lagi infonnasi tentang populasi dapat diperoleh dengan memilih jumlah yang lebih besar dari kelompokkelompok yang berukuran lebih kecil. perhatikan seorang ekonom yang ingin menghitung rata-rata pengeluaran mingguan untuk keperluan makanan per rumah tangga di sebuah kota.

menaksir total dari m kelompok/gerombol.... = NJ = 40 siswa dan diadak~ sampling acak berukuran nl = "z = 10 siswa. (i= 1.. Andaikan dipilih m = 2 kelompok penghasilan orang tua dengan N. 24 . Pertama. 2. )(2 = 7. Dan tiap unit dasar dinamakan unit sampling sekunder (USS). + o Kelompok yang terdiri atas nl• "z .11.. menaksir total untuk M kelompok. pemilihan secara acak n. nmunit dinamakan kelompok terakhir NIl = N Tiap kelompok dari M kelompok dinamakan unit sampling primer (USP). (ultimate clusters). Pertama. Contoh 1. : Misalkan populasi dikelompokkan atas M = 10 kelompok penghasilan orang tua. m) unit sampling sekunder dari unit sampling primer yang ke-i terpilih.r--------- --- ------ Secara diagram... Jadi dapat disimpulkan bahwa tahapan sampling berkelompok terdiri atas dua tahap. Kedua. Misalkan dioeroleh XI = 5.. Berapa taksiran total untuk M 10 kelompok. login ditaksir total buku yang dimiliki siswa SMT A. sampel acak berkelompok dapat digambarkan sebagai berikut : 2 M 1+ N2+. Kedua. = 40 adalah : 40 x 5 = 200 Taksiran total untuk N = 40 adalah : 40 x 7 ] = 280 Rerata dari dua kelas = 200 + 280 2 = 240 x 10 Maka taksiran total untuk M= 10 kelompok adalah : = 240 = 2400. Dari prosedur pengambilan sampel. pemilihan secara acak m unit sampling primer dari M unit sampling primer. penaksir total X terdiri atas dua tahap.? = Penyelesaian - : Taksiran total untuk N ... Misalkan ingin ditaksir total populasi X dari sampel yang diambil dengan sampling gerombol.

•• Nm unit sampling.5.9 X 9 15 21 3 5 7 = 45 : (i) Banyaknya sampel yang mungkin (tanpa pengembalian) kombinasi usp : Banyaknya ( M) m = ( 3 ) = 3!(2! (3-2)! = 3 2 Banyaknya sampel nl =n =2 2 yang mungkin dari m =2 usp (3)=(3)=3.3=9 3 2 Total banyaknya sampel yang mungkin : ( 3) ( 3) ( 3) 2 2 2 = 27 25 . Kelompok A B C XI pada populasi XI 1:3:5 3:5:7 5.. dan C). kemudian pilih secara acak nl = n2 = 2 anak ( n = nl + n2 = 4). Nm dan nl = llz = . Dipilih m kelompok dan diambil sub sampel nl' n2 ••••• nm. = nm Contoh 1.12.Misalkan populasi terdiri atas M kelompok masing-masing berisi NI• Nz •. Daftar nilai \. Andaikan XIJ menyatakan banyaknya buku yang dipunyai anak ke-j pada kelompok ke-i.. Banyaknya sampel kelompok yang mungkin diberikan adalah : (M)( m NI) ( N2) n.. B. Penyelesaian : total kelompok \. : Misalkan populasi terdiri atas anak -anak dan dikelompokkan menurut kelompok umur atas M = 3 (namakan A. Pilih secara acak m = 2 kelompok. dan rataan kelompok XI) XI Tabel l.7.. Tentukan taksiran total buku dari N = 9 anak.. ••••••• ( Nm nm ) dengan anggapan NI = N2 = .

9 54 58.5 3.3 3.5 36 31.7 1.5 36 40.7 5.5 3.9 3.9 7.5 Pendugaan Populasi Total Populasi untuk sampel Acak Berkelompok 1\ 't cl = -m M-m M M m i=1 I -- NI nI S2b n II j=I II X Varians ali 't 1 M2 -+-INm M nl m .7 3.7 27 31.3 5.5 45 324 1.5 5.5 63 486 3.5 3.5 54 405 3.5 54 1.7 5. 't cl a S2 b b 2 a + M m I N1 __ I S2 I_ b dim ana (1) adalah varians total dengan tanpa pengembalian dan (2) varians dengan pengembalian.7 5.9 58.7 5.5 1.5 5.7 5.7 5.5 5.5 5.9 54 7. Terdapat dua sumber variasi.Tabel 1.9 7.9 36 40.9 45 49.3 3.7 5.49.7 5.5 45 40.9 7. Daftar semua sampel yang mungkin A B X 1\ A C X 1\ B C X 1. dan (b) variasi intra usp Batas kesalahan : ~d ± 2 ~ atau cl ~d ±2 ~ cl 26 .7 5.9 7.5 3. N-n I I I N S~ n I 1\ 2 = SK = .9 7.5 36 40.6. (a) variasi ternadap sampling usp dan dinamakan variasi antar usp.5 45 49.5 45 49.9 5.7 .

n. . n. yaitu : i\.3.-- M m ~ N. j= 1 3 2 (3 I nl X2 ] J " 't = -.dim ana : 1 X. S2. N. (ii) Dengan cara lain bisa dihitung taksiran total populasi X berdasarkan sampel (1. ] x.5 10 34 4 8 2 4 3/2 3/2 6 12 18 36 144 180 27 .6 di atas (tanpa pengembalian) adalah : Varians : s-. n. 'C _ .3 2 27 + 5) ] 1= - 3 2 (6 + 12) = Adapun taksiran varians populasi dari contoh Tabel 1.3. j= 1) (Xll n.3 3. N. terlebih dahulu harns dapat kita ketahui nilai s\ dan Kelompok A B TOTAL x 2 IJ XI XI XIJ N/nl 'tl " ~ I 1.6.2) X.5) dari Tabel 1.=--~ _ 1 n. .2 T =M M.m M -- S2b m + -m M I m N'. I XI + -- Nl n.3 2 [3 -2 [ + Xl2) + -- (XlI + X22) ] 't " = -- 3 2 -- 3 2 (1 + 3) + -. -- S2.] t " = -- [ -- NI n." Namun. J=1 X.1=1 x. . -- ni ~ m 3 2 1=1 n.) - ( n.

S2 = 2 1 2.2 (16) ] = [ 34 . -- =2]) X.8 ] = 2 [~2 J=1 X2 J (n...6618 Penduga Rerata Populasi untuk sampel Acak Berkelompok Rerata Varians dimana (1) adalah varians rerata dengan tanpa pengembalian dan (2) varians dengan pengembalian.1 1 llz-1 [ 10 .8309) = 27 ± 11.. XI2) ] 1 2.32 ] = 2 ~2= Maka 3 (3-2)-+-(6) 2 +9 18 3 2 (1) = 27 standart error: ~ = ..2 (4) ] = [ 10 .1 1 n.1 1 [ 180 .8309 & cl = 34 Batas kesalahan : ~cl ± 2 atau ~d ± 2 s{' cl 27 ± 2 (5. Batas kesalahan .2 (- 2 )2 ] = 18 S2 = I [ J=1 £i n J=1 X_ lj (n I x 2) ] I S2 = I S2 = I S2 = 2 1 nI ._--- S2 = b [mIl m-l 1=1 l't -m 2 I (~>t " m 18 I )2 ] = 1 2.---------------- .J34 = 5.1 [ 34 .-+2" Ox cl Xci atau --~ Xci +') Sx cl 28 .1 [IIXl ' J (n..

I 1\ N. : Sesuai dengan contoh 1. XII n.dim ana : S2b = _- 1 m.1 [I m 1\ TIl - m ( __ IT. Penyelesaian : Ingat bahwa diketahui : = 9 dan M = N. !1.11. =---N Xci = _1__ 9 Xci = 1 N m 3_ 2 n i=1 I -. = N. m 1\ )2 ] i=1 - xl=--I 1 n. 3 2 j= 1 (3 + 5) ] - 1 9 - 3 2 ( 1+3 ) +- Xc. ~J ] +~ n. Carilah nilai penduga rata-rata untuk sampel acak berkelompok dan tentukan batas kesalahan pendugaannya. Contoh 1. = 2 Kita masukkan rumus mencari nilai rerata penduga : Rerata : x. XII [__l2_ [3 2 n I j= 1· r j= l XII . j=1 . = 2 n = 11z = 2 N l 3 - 11\ = m.12. = -- 1 9 -- 3 2 (6 + 12) =3 29 .

1 1 [I m i=l il. x 2 t) ] S21= [ 10 .-1 1 [ 180 .1 [I xt/ j=l (n.2 (16) ] = [ 34 . x21" - S22= -- 1 n. ' S2b = -=- m.84 Seringkali seorang pelaksana eksperimen ingin menggunakan sampel acak bergerombol untuk menduga proporsi populasi p.1 Maka.2 ( - 18 2 )2 ] = 18 S2 = I [I' n j=I nt x l / - (n.8 ] = 2 n. .2. . barangkali diinginkan untuk menduga proporsi penduduk suatu masyarakat yang menyukai ukuran kotak 30 .1 1 2.1 [I" j=l- (n2x/)] S22= -[ 34 . terlebih dahulu kita cari nilai varians (tanpa pengembalian) dengan rumus : Varians 1 M . N.Untuk menentukan batas kesalahan pendugaan.42) atau 3 ± 0.2 (4) ] = [ 10 . .42 81 81 Xc!± 2 3 Batas kesalahan <\ cl atau Xci ± 2 Sx cl ± 2 (0.32 ] = 2 2. Varians : s/c! = -1 92 1 3. MisaInya dalam survai sebelum pra pemilihan.2 3 - [ 32 18 2 +- 3 2 (6) (1) ] Varians : Sid = -- 34 34 = -= 0.m S2b M : S_2= -[ M2 -+ -x N2 M m m 1 I N2 i=1 m N._ m (-' I~ m y] 2-1 1 n.n. XI 2) ] _ - S2I = n.

proporsi anggota serikat buruh di se1uruh propinsi yang menyukai penyesuaian gaji melalui negosiasi.pemungutan suara tertentu: atau barar jka" dimaksudkan untuk menduga mobil-mobil di kota yang tidak 1010s dari standar pengotoran yang terakhir.. Pendugaan Proporsi Populasi untuk Sampel Acak Bergerombol Penduga: ~a 1=1 ' ~1 n..Pcl\)2 ] = ( __ )[ ] M m 02 m... m Varians penduga : (y pel = S2 pel M_m i~l (a. Untuk menghitung p pada waktu menggunakan sampe1acak bergerombol. untuk setiap gerombol i = 1. . pertama-tama kita cari '\.1 dim ana : n=-- 1 m i=l' &2p el m I n Batas kesalahan pendugaan : p ± 2 atau P±2 s"pel 31 . m. Kemudian ni1ai dugaan proporsi anggota dalam populasi yang memiliki ciriciri dapat dioeroleh melalui rumus yang ada dalam kotak. yaitu banyaknya anggota dalam gerombol ke-i yang memiliki ciri-ciri yang diminati. 2.

6 7. 1. 1.4. 3. 1. Buat rancangan percobaan sampel aeak bergerombol untuk pemeriksa terse but. Dalam keadaan apa kita dapat menggunakan sampel aeak berkelompok kelebihan dan kekurangannya ? Diketahui populasi : kelompok A AI] ? Apakah 2. dengan setiap kotak berisi 6 bola Iampu. 3. Diketahui populasi : kelompok A 3. 1. 5 B C Dipilih m = 2 kelompok Hitunglah varians ~ ! 3. Dugalah proporsi p bola lampu yang eaeat dalam pengiriman. Misalkan pemeriksa tersebut memutuskan untuk menggunakan kotak bola lampu sebagai gerombol dan seeara aeak memilih m = 20 kotak dari antara 100 karton yang diterima dalam pengiriman. 0. 2. Banyaknya bola lampu yang eaeat yang ditemukan dalam setiap kotak bola lampu adalah sebagai berikut : 0. 5 3. L 0. dan tentukan batas kesalahan pendugaan ! 32 5. 0. 1. 2. 0. 0. Manakah yang hams digunakan. 6. Seorang pemeriksa mutu pada rantai produksi perangkat keras ingin menghitung proporsi bola lampu yang eaeat yang dikirimkan ke gudang oleh pabrik. (1) Tuliskan semua sampel kelompok yang mungkin ! (2) Ambillah sampel yang pertama dan hitunglah varians total populasi ! 4. 1. 2. karton-karton bola lampu atau kotak-kotak bola lampu sebagai gerombol ? Jelaskan ! Lihat latihan soal no. 6: 6 B dipilih m = 1 kelompok seeara aeak dan subsampel n1 = 2 sccara aeak. 14 xlj I. 0. 1. 9.LATIHAN SOAL 1. Bola lampu dikirimkan dalam karton yang berisi 12 kotak. 3. . 2. 3.

x. Karcna lebih mudah dan lebih sedikit memakan waktu untuk melaksanakannya ketimbang sampcl acak sedcrhana. dan cfisien dengan menggunakan sampel acak sistematik. Bilangan banyaknya sampel yang mungkin. Ada beberapa keadaan tertentu dimana sampel acak sistematik tidak seharusnya digunakan. jadi jumlah populasi merupakan kelipatan dari k. dan juga bila ukuran sampel tidak diketahui. Bila N ± nk. Terutama bermanfaat dalam audit. Dengan metode A populasi dikelompokkan n dalam = _- N k = -- 12 3 =4 kelompok k menyatakan dengan k N = nk. X3. menyimpan dalam komputer atau pada kartu arsip. (1) Metode A Misalkan populasi bcrukuran N = 12 data yang tidak prakus dari x. Adapun cara pemilihan sampel dengan sampling sistematik. dilakukan pemilihan satu unit sampling dari tiga unit sampling pertama (misalkan terpilih X2) selanjutnya dipilih tiap unit kedua kelompok sampling berikutnya. misalkan maka : untuk N = 12 akan dipilih sampel sistematik = 5. Dcngan mcmilih pelanggan kredit. SAMPEL ACAK SISTEMATIK Rancangan yang menghindari persyaratan pengumpulan sampel acak sederhana adalah sampel acak sistematik. X. XS' X6. atau data tenaga penjualan dari catatan perusahaan yang disimpan dalam komputer dapat dilaksanakan dengan mudah. yaitu jika terdapat periodisitas tersembunyi yang muncul pada jangka waktu tertentu dalam populasi. murah. misalnya. X~. bila informasi yang relevan dicatat dalam bentuk yang berurutan. X2 x. X7. 33 . Sampel Acak Sistematik adalah suatu cara pemilihan sampel secara acak satu anggota (un sur) dari k anggota pertama dalam kerangka dan kemudian memilih setiap anggota yang ke-k selanjutnya. terdapat dua metode. X.6. Jadi : Populasi Sampel : : XI' X2. X" X61 X7. dan n menyatakan ukuran sampel. X4.!.: XIO' XII' Xs Xl! X12 X.1. Xlll. XII' Xl2 Dengan metode A. sampel acak sistematik dapat menghasilkan lebih banyak informasi per rupiah sampel. X 2. metode A dan metodc B. catatan pemeliharaan peralatan. I X4.

pilih X3 sebagai titik awal selanjutnya pilih setiap unit sampling ke-k = 3 dari awal.2.x. Prosedur pemilihan sampel adalah memilih seeara aeak 1 unit dari 5 unit pertama.1.4 Dalam hal ini. diperoleh : _J _ . engan Slsa r =~ L 11k. = -. Untuk r = 2 dipilih X2 sebagai titik awal.n = -- N k = -- 12 5 = 2. k 1 x =--L I n n j=I N-l N 1 x lJ Varians dimana a-xl sy S2 = = S2--L N 1 k i=1 j=1 L n (x . Begitu juga berlaku untuk sampling dim ana N ± k. Bila r = 1.)2 'J I -sy N-l i=1 j=1 (Jx sy L k L n (x.x) lJ Batas kesalahan : x ±2 34 ..pemilihan awal (sampel awal) didasarkan atas nilai r. Dipilih suatu unit sampling seeara aeak (namakan unit ke-j). selanjutnya dipilih satu unit dari setiap 5 unit berikutnya mulai dari sampel awal yang terpilih. Andaikan N 11 dan k diperoleh : k = __ 8 3 = 2 dengan sisa r =2 titik bila titik = 3. akan diberikan suatu ilustrasi. Sedangkan pada metode A. (2) Metode B Untuk menjelaskan metode B. pilih X. ukuran sampel sistematik tidak sama. Penduga Rerata Populasi untuk Sampel Acak Sistematik Rerata dim ana i = 1. Selanjutnya pilih setiap unit sampling ke-k = 3. makanilai r yang mungkin adalah 0. ukuran sampel adalah 2 atau 3. Pada metode B. Karena k = 3. Sampel sistematik ketiga hanya mempunyai tiga unit sampling. pilih Xl' r = 0. Andaikan j=S. . sedangkan yang lainnya 4. 2. . bila r = 2. Karakteristik prosedur pemilihan B adalah peluang terpilihnya sampel sistematik sama dengan nIN.J . Dalam hal N + nk. Andaikan N = nk = 12. peluang terpilihnya sampel sistematik sama dengan k = -- 8 3 d . Ingin diadakan sampling sistematik dengan k = 3..

3 I 4. maka XSy = 6. = 5 12 x 1 =4 x 18 3 =6 Bila sampcl yang terpilih adalah sampling sistematik nomor 1. = 5 dan bila yang terpilih adalah Dari daftar semua sampel yang mungkin. 5. Dari populasi tersebut pilihlah sampling sistematik 1 . 2.3 yang mungkin. 3. 9. diperoleh nilai ekspetasi Xsy E(x ) = -'Y 1 3 (4 + 5 + 6) = 5 = X (metode A) (4 + 5 + 6) = 5 = X (metode B) E(x ') ) = -- 3 9 Contoh 1. maka : Bila yang terpilih sampling sistematik nomor 2. 9 Dari populasi tersebut diadakan sampling stratifikasi dengan k = 3. I 7: 8.Contoh 1.3 dan dari sampel yang terpilih dihitung taksiran mean populasi ! Penyelesaian : N=9=3x3=nk-->n=3 Jadi ada 3 sampling sistematik 1 . Carilah varians dari rata-rata sistematik ! 35 . yaitu : 2 2 4 7 3 3 6 9 5 8 15 X.13 : Diketahui data tentang banyaknya buku ajar yang dimiliki oleh N=9 mahasiswa : 1. 2. maka XSy sampling sistematik nomor tiga. 6. 8. 5. 7. 4. 6.14 : Dikctahui populasi sebagai berikut : 1.

9. Jumlah sampel sistematik yang mungkin 1 Xl] X lj 2 X2] 2 X 2j 2 X_lj 3 2 X .I] 1 I 16 4 7 49 66 2 5 8 15 4 25 64 3 6 9 18 9 36 81 126 12 93 Langkah pertama. tentukan nilai S2 : Sl = -= -- I N-I i=1 j= l 1 LL n (xJ k n (x . . Selanjutnya dihitung suku kedua.X)2 ] -I 1- 1 9 ( 18 + 18 + 18 ) = -- 54 9 36 .9. yaitu : 1 N L k i=l j=l n L n (x II xr I = -= -- 1 9 [L j= 1 (x .X )2 + -I I J= I L n (x.Penyelesaian : berarti terdapat k = 3 sampel sistematik yang mungkin seperti pada Tabel 1. . -I x)C + I n j= 1 (x . Tabel 1. I xf ] ::: -- ( 21 + 18 + 21 ) = -- 60 8 Varians S2 merupakan varians populasi secara kese1uruhan.X)2 + 11 I j= 1 I n (x.x) IJ I 9-1 I 8 [L r= 1 J xY + j= 1 L n (x.

) = -. Suatu ukuran yang menyatakan derajat keseragaman suatu sampel sistematik adalah koefisien korelasi p antar pasangan unit di dalam sampel sistematik yang sama.c X. Tetapi dengan kondisi tertentu. Koefisien korelasi intra kelas p mengukur keseragaman suatu sampel sistematik. varians rerata dapat ditulis sebagai : Varians : P-' "! = . Koefisien korelasi p didefinisikan sebagai : E (x 11 p=-------x) (x _.x) --I] IJ N. Jadi perlu ditentukan penaksir nilai varians didasarkan atas satu sampel. Koefisien korelasi intra kelas bertambah besar bila sampel sistematik bertambah seragam.1 I 1 + (n .1 i=l j<j LL n (x .l)p I n . penaksir tak bias untuk nilai varians tidak dapat ditentukan berdasarkan satu sampel sistematik.Maka. 37 .n --. Karena sifat dari nilai vanans. Dengan demikian taksiran varians random dapat digunakan untuk menaksir varians sistematik.s-' -. 11 II x) E ( x . varians rerata populasi dari sampel sistematik adalah : Varians : S_2 x ') = NN 9-1 9 1 S2--L N 1 k i=l L n j=I (x .X)2 dengan mcnggunakan p.k 1 L (x i=l I k X)2 Namun perlu diketahui untuk dapat menentukan varians seperti rumus tersebut. sampling sisternatik dapat dianggap sama dengan sampling acak. perlu diketahui semua sampel sistematik yang mungkin.x) (x .N 2 k S2 N. karena biasanya hanya tersedia sampel. Hal ini menyebabkan varians tidak dapat digunakan untuk keperluan praktis.X)2 IJ I = -----=-8 9 60 54 2 3 Varians sistematik bisa juga dicari dengan rumus : Varians : s.1 p dinamakan koefisien korelasi intra kelas.~ \ '\ dengan p= = -.

4. (1) Berapa ukuran sampel. pilih semua sampel sistematik yang mungkin (2) Dengan metode B. 8 3. Misalkan suatu buku terdiri 555 halaman. 3. 5 (1) Dengan metode A.4. 11. 4. 6. 9. 10. 4. 5 4. 8. (3) Tentukan peluang untuk sampel yang dipilih pada (1).20. Tentukan : (1) koefisien korelasi intra kelas p (2) variansi rerata dengan faktor koreksi dari koefisien korelasi intra kelas p. 2. 12 Misalkan dipilih sampel sistematik 1 . 2 2. 6. 9. 5. 4. Mengapa orang melakukan pemilihan sampel dengan sampel acak sistematik ? Dalam keadaan apa penarikan sampel dengan sampel acak sistematik tidak dapat dilakukan ? Diberikan populasi 2. 5.k --> n = N/k (2) Peluang terpilihnya suatu sampel : metode A .LATIHAN SOAL 1. Akan dipilih sampel sistematik 1 . 9. 7. 1/k metode B : n/N 5. 2 3. 6. 3. 7. 1. 9. 6. pilihlah semua sampel sistematik 1-6 yang mungkin. 2. 9. Ingin ditaksir banyaknya perkataan "adalah" muncul di dalam buku terse but. 38 . 9. Diketahui populasi : 1.4. 3 1. menurut metode A? Menurut metode B ? (2) Tentukan peluang terpilihnya suatu sampel yang dipilih dengan metode A ? Juga metode B ? Petunjuk : (1) ingat N = n. 4. 8.

kecuali : a.SOAL-SOAL MULTIPLE CHOICE 1. Untuk setiap penelitian. Setiap unsur dalam populasi memiliki kesempatan yang sama b. Karena penarikan sampel ini dilakukan menurut suatu proses probabilitas. agar random a dan c benar 5. maka standar error dari harga rata-rata hitung sampel adalah : a. Setiap unsur memiliki peluang --1 2. c. (}.= -x Wi cr c. Di bawah ini termasuk teknik pengambilan sampling dengan jumlah sampel terbatas. Systematic Random Sampling c. 4. karena penarikan dilakukan menurut suatu proses probabilitas b. Secara relatif situasi dalam sampel sama dengan situasi populasi. <J_ = x --- n d. Sampel ini selalu yang paling mudah diambil d. sampel ini yang paling baik c. situasi dalam sampel mungkin berbeda dan situasi dalam populasi Sampel dikatakan sampel random bila : a.= ~ x cr 'In N -n N-l b. <J_= x 39 . d. 3. hemat waktu c. Cluster Sampling d. (}. d. Tidak ada jawaban yang benar Suatu sampel random sederhana bersifat : a. NCIl Sampel yang dipilih dengan prosedur random Semua jawaban di atas benar semua Manfaat penarikan sampel : a. Stratified Random Sampling b. Sejumlah n sampel ditarik dari sebuah populasi yang besar ( n/N < 5% ) dimana pemilihan sampel dilakukan dengan pemulihan. efisiensi biaya c.

95 = 0. d. 7. Pcndckatan distribusi rata-rata sampcl kccil dcngan dtstribust t sangat mcndckau distribusi normal Distribusi rata-rata sampcl akan mcnycrupai distribusi normal jika bexar sampcl (11) bertambah tanpa batas 40 .5 pelanggan telepon d: Jakarta mcmiliki tunggakan. 100 c. Dengan interval kcyakinan scbcsar 95 %. Ill. Presisi penaksir ((F) dipengaruhi ukuran sampel : a. (Ul2. d. a. bcrbanding terbalik Cfc olch ukuran sampel. maka jumlah sarnpcl yang dapat diambil secara random dan dengan pemulihan dan populasi tcrscbut hila diharapkan rata-rata sampel x = 1258. maka standar deviasi distribusi sampelnya : a. Distribusi rata-rata sampcl kccil akau normal iika sampcl duarik dan populus. bila prcsisi scmakin c. 5. pad a sampcl aeak yang tcrdm d. d. 8. b.95 Sejumlah N populasi yang mcmiliki distribusi normal mempunyai nilai rata-rata (11) = 1200 dengan o 300.8 adalah : a.632 0. 0.328 -14.in I(~.95 = 0. Distribusi rata-rata sampcl yang sangat bexar dapat didckau dcngan drsrribu-a norma: b. tctap OC:-'. 9(X) = 9. 0. b.5 dan o = 10.328 s 11 s 5.609 c. c. .6. 10 d. pelanggan telepon yang memiliki orang adalah : a.312 S 11 S 14. 30 b. tidak ada yang bcnar maka rata-rata propoi-.3.Il. Pemyataan yang tidak tcpat mcngcnai dixtnbux: rata'-rata "<Impel a. berbanding lurus b.25 % 0/( tunggakan C.82 dengan standar deviasi = 2. Jika sebuah sampel random sebesar n = 250 dipilih tanpa pemulihan dari populasi normal sebesar N = 3500 dengan I-t = 27.~.921 Sejurnlah n sampel mempunyai rata-rata 9. Andaikan 2. diperoleh nilai interval rata-rata populasi (m ) : a.S (/( 11. sembarang e. (I( 10. Dcngan uji kepercayaan 95 % dari distribusi normalnya. 0.312 S 11 s 14.312 -5. b.328 -5.312 = 0.li--:! d.0025 0.'\ d.312 S 11 S 5.945 0.95 = 0.

191.9 d.1 b. baris 06.11 d. 739 41 .J5 dengan standard dcviasi populasi (0) = 10. 49 c. d.11 .. Pada tabel 0 angka dalam bari. maka ukuran sampel yang ditarik pada selang kcpcrcayaan 95 o/r adalah : a. Gunakan soal no. 107 b. Penarikan sampel dilakukan tanpa pemulihan dengan rata-rata IQ sam pel 115.5 dengan standard deviasi sampel sebesar 16. dalam xampcl mungkrn bcrbcda dari situasi dalam populasi karena situasi 17.. 11. 97 h.1 .OS dan kolom OS "ditusuk" sebagai angka pertama. 236 h 9 d. 9224 1h Suatu xampcl acak scderhana bersifat : a b.f. dan seterusnya. 16 c. 114. yaitu angka "7".l. Diantara 250 karyawan kantor cabang sebuah perusahaan asuransi intemasional.3. Dalam xampel ini. Populasi terdiri dan -lSOO unsur dan sampel tcrsebut terdiri dari 15 unsur. 119. I J . 14. 182 orang berkebangsaan Inggris. ) = . Untuk penarikan itu tabel angka random c1igunakan. sccara rclatif situasi dalam sampel sama dengan situasi dalam populasi. Lihat pada tabel bilangan random.1 c. sampel ini yang paling baik <ampcl ini sclalu yang paling mudah diambil karcna pcnarikan sampcl ini dilakukan menurut suatu proses probabilitas. dan 17 orang Asia.9 14 Jika dringinkan sclisih rata-rata sampel dengan rata-rata populasi (x . 77 15. 11.12. OJ c.4 c. 5 I orang berkebangsaan AS. c. 141. Dan suatu populasi mahasiswa tak terbata dan terdistribusi normal diambil sampel random yang tcrdiri dari 64 orang. 107 d.3 13. 1 . baris 07. Batas atas IQ populasi mahasiswa tcrscbut pada interval keyakinan 95 % adalah : a. antara lain ditarik unsur bemomor : a. maka jumlah karyawan yang harus diambil dari setiap golongan tersebut secara berturutrurut adalah : a. Jika diinginkan selisih rata-rata sampel dengan rata-rata populasi = 2. Dan suatu populasi satu sampel acak sederhana ditarik tanpa pemulihan. Kemudian diambil clan krri kc kanan sctiap angka dalam baris 05. g-lo 7 cI. Bila kita gunakan alokasi sebanding untuk mengambil sebuah contoh acak berlapis 15 karyawan.4 h. maka ukuran sampcl pada selang kepercayaan 99 % menjadi : a. penarikan dilakukanmcnurut suatu proses probabilitas untuk sctiap pcnelitian.

maka ukuran sampel yang 22. Gunakan soal no. Sampling sistematik dapat digunakan.3 kg dengan standar deviasi = 56.000 orang dan 800 keluarga buruh ini terdiri dari 4000 orang. maka galat baku/ standard error menjadi : a. 7 keluarga tani dan 35 keluarga buruh d.03 21. Pada tabel ini angka dalam baris 10 dan kolom 00 "ditusuk" sebagai angka pertama. Pembagian unsur sampel menurut lapisan. persyaratan pengumpulan data tidak praktis dari sampling acak sederhana b. 3/10 Sl b. lapisan pertama terdiri dari 4000 keluarga tani 2. 210 orang dari keluarga tani dan 35 orang dari keluarga buruh c. 0.20 c. jika : a. 3/20 S2 42 . Dari suatu populasi satu sampel acak sederhana ditarik tanpa pemulihan. 20 untuk memperoleh standard error harus diambil adalah : a.70 d. 20 d. Kemudian diambil dari kiri ke kanan setiap angka dalam baris 10. 0. terdapat periodisitas tersembunyi yang muncul pada jangka waktu tertentu dalam populasi c. Populasi terdiri dari 6700 unsur dan sampel tersebut terdiri dari 20 unsur. 2211 c. 84 b. sampel berlapis ini terdiri dari : a. sebanding dengan besamya lapisan (proportional allocation). ukuran sampel tidak diketahui d. 0. 36 keluarga tani dan 6 keluarga buruh b. 0.18. Sejenis benang diproduksi dengan kekuatan tarik rata-rata = 78. Untuk penarikan itu tabel angka random digunakan. yaitu angka "8". 196 c. Suatu populasi terdiri dari dua lapisan : 1. dan seterusnya. lapisan kedua terdiri dari 800 keluarga buruh 4000 keluarga tani ini terdiri dari 24. 8/20 S2 d. 8484 19. antara lain ditarik unsur bemomor : a. Lihat pada tabel bilangan random. Kalau ditarik secara demikian. 184 d. Dalam sampel ini. Jika ukuran sampel dinaikkan dari 64 menjadi 196. 3/8 cr2 c. 180 c. baris 1L baris 12.2. semua jawaban di atas benar 23. 28 = 0. Maka untuk sampel tanpa pengembalian berlaku cr2~ : a. 35 keluarga tani dan 7 keluarga buruh 20. Misalkan dari suatu populasi berukuran N = 5 diambil sampel acak sederl1ana berukuran n = 2. Dari populasi ditarik suatu sampel berlapis terdiri dari 42 keluarga.40 c.

10: 12. = -4 .. Pimpinan perusahaan ingin melihat tingkat kerajinan karyawannya dengan mengarnbil secara acak 200 karyawannya untuk diteliti. peluang terpilihnya suatu sampel sistematik aclalah 1/3 bila pemilihan sarnpel c1ilakukan dengan metode B d.000 karyawan pabrik terdapat SO lulusan sarjana.3. x:= -4 b. maka : a.6. Diketahui populasi : I: 3: S. i = 1. 10 c.33 Diketahui suatu populasi : XI = i. Diketahui populasi X. 500 lulusan SMA. salah satu sanpel sistematik adalah 16. 7 d.. dan selebihnya adalah yang tidak tamat sampi SMA maupun yang tidak bersekolah. 18 b.3. 12 Dari populasi ini diadakan sampling sistematik 1 . 2S d. S 43 . X3 = -2. Xi X(. maka : a. 2. ISO lulu san D-3. Berapa sampel yang diambil dari karyawan lulu san SMA ? a. X6 adalah 2/8 bila pemilihan sampel dilakukan dengan metode B d.. SO b. ada 3 sampel sistematik yang mungkin b. maka : a. maka : a. = -6 . a dan c benar XJ 27. peluang terpilihnya sampel S: 12 adalah 2/3 bila pemilihan sampel dilakukan dengan metocle B 28. §:= 8 2S. ada 6 sampel sistematik yang mungkin b. X7 X8 Dan populasi ini diadakan sampling sistematik 1 . c. 8. Dari 10. peluang terpilihnya suatu sampel sistematik adalah 1/3 bila pemilihan sarnpel c1ilakukan c1engan metode A c. Pimpinan mengambil sampel secara alokasi dengan jurnlah sampel sarna. Diketahui populasi : XI Xc X) x. 16. peluang terpilihnya sampel X3. Dengan sarnpel acak sedernana diperoleh X = -3 X = 2. a dan c benar 26. d. salah satu sampel sistematik adalah : 1 . taksiran mean populasi adalah XSY = 1/2 (X3+ c. X2 Xl = -6 dan Xl = -2.24. . tiap sampel ssitematik berukuran 6 c.18 Diadakan sampling sistematik 1 . Pimpinan akan melakukan penarikan sarnpel acak berstrata.

50 c. b dan c benar 44 . pimpinan mengambil sampel dengan cara alokasi secara proporsional. 1. 6 7. 2. 145 30. 2. maka jumlah sampel yang diambil dari karyawan yang tidak lulus SMA atau tidak bersekolah adalah : a.'------ Kelompok A B x I] ---.) .1.1 + j . 93 b. Apabila pada soal 28. Diketahui populasi dengan X. 5. total populasi X = 45 d. 3 C 4. Varians taksiran total 1adalah 30 c. 5. 8. salah satu sampel kelompok adalah A : 1. 186 d. Maka : a. 3. Maka a. Rata-rata penduga sarnpel berkelompok Xci= 5 d. i = 1. 9 Dipilih m = 2 kelompok dan n] = ~ = 2 subsampel. c.29.. a dan b benar 31. Diketahui populasi yang telah dikelompokkan : r---__. 2 B:4. terdapat 27 sampel yang mungkin b. Varians antar total sampel berkelompok S = 9 b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful