Kasus Bank Century: Masalah Teknis yang Berakibat Fatal

Pada kesempatan ini saya akan membawakan topic tentang bagaimana reaksi pemerintah terhadap krisis yang menimpa Indonesia sekarang ini. Sebagai contoh kasus, saya akan mengutamakan kasus Bank Century. Berikut kronologis skandal Bank Century (BCIC) yang terekam di data saya:
  

13 November 2008, Bank Century mengalami gagal kliring. Saham BCIC disuspen oleh otoritas Bursa 14 November 2008, BCIC sudah bisa mengikuti kliring lagi 24 November 2008, BCIC ditakeover oleh pemerintah melalui LPS.

Beberapa komentar yang tercatat di saya mengenai kasus di atas adalah:

Mengenai masalah gagal kliring Bank Century, Boediono (Gubernur BI) kembali menegaskan bahwa hal itu disebabkan oleh faktor teknis berupa keterlambatan penyetoran prefund.

“Saya tegaskan lagi kepada masyarakat, bahwa kondisi perbankan saat ini mantap dan stabil serta tetap mampu memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat,” demikian pernyataan dari BI. Komentar ini tercatat pada tanggal 14 November 2008. http://www.detikfinance.com/read/2008/11/14/095433/1036818/5/bi-imbaumasyarakat-tidak-terpengaruh-rumor-soal-perbankan

Corporate Secretary PT Bank Century Tbk Deddy Triana mengatakan, insiden keterlambatan setoran kliring yang dialami Bank Century bisa terjadi di semua bank. Apalagi mutasi transaksi di kalangan perbankan memang meningkat belakangan ini.

 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono yang mengatakan kondisi yang dialami Bank Century itu hal biasa. “Kondisi kalah kliring bisa saja terjadi di bank apapun, tapi keadaan sekarang agak krisis likuiditas,” Ketua Perbanas Sigit Pramono, Kamis (13/11/2008).

http://www.detikfinance.com/read/2008/11/13/174724/1036555/5/perbanas-kalahkliring-biasa-nasabah-jangan-panik

Corporate Secretary PT Bank Century Tbk, Deddy Triana menjelaskan, pihaknya sebetulnya sudah menyiapkan segala persyaratan untuk kegiatan kliring hari ini, termasuk sejumlah dana untuk prefund. Namun tanpa diduga, tiba-tiba Bank Century diberi tahu bahwa dana yang harus disetornya masih kurang Rp 5 miliar.

http://www.detikfinance.com/read/2008/11/13/162544/1036490/5/bank-century-telatsetoran-rp-5-miliar PERTANYAAN:

bukan masalah likuiditas. Jakarta. Jumat (28/11/2008). Akan tetapi bagaimana dengan hak nasabah untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi.” ujarnya.detikfinance. maka BCIC diasumsikan akan selamat…yes…mengamankan posisi BCIC (dan mungkin BI juga???). kepadadetikFinance. terlihat bahwa tindakan yang dilakukan oleh pemerintah (atau pihak-pihak yang diwakilinya atau pihak-pihak yang berkepentingan) adalah menenangkan nasabah dengan mengeluarkan statement bahwa hanya masalah teknis yang terjadi. penarikan dana via teller bisa dilakukan jika di bawah Rp 1 juta. Menurutnya. dari ATM bersama juga nggak bisa. Nasabah tersebut mengaku khawatir dengan nasib dananya di Bank Century. kliring pun ternyata masih belum bisa. Apakah nasabah tidak mempunyai hak untuk mengamankan uangnya sendiri? Jika tidak terjadi rush. Dan ini terjadi pada semua nasabah. tapi dia juga nggak bisa menjamin apakah besok itu bisa ditarik atau tidak. nasabah Bank Century cabang GreenVille. Nasabah lain yang ditemui mengaku dirinya harus ke teller setelah tak bisa menarik dana lewat ATM. “Jadi uang tidak boleh kelaur dari bank.com/read/2008/11/28/181020/1044898/5/nasabah-bankcentury-keluhkan-deposito-tak-bisa-cair Kesan pertama yang ada adalah setelah kejadian pada tanggal 13 November tersebut. Bahkan transfer pun juga tidak bisa. http://www. Kalau narik dari kantor masih bisa kalau di bawah 1 juta. Plasa Senayan. http://www. Hal ini lumrah. pihak bank hanya mengizinkan pemindahan dana deposito ke tabungan dolar. Mengingat jika terjadi kepanikan massal oleh nasabah BCIC (baca: rush) akan mempercepat kehancuran BCIC. Mau kita ambil dalam rupiah pun ternyata tidak bisa. Jakarta.” kata Silvia. kondisi berikutnya…  “Semua yang dalam bentuk valas tidak bisa diambil. Apakah kita bisa .detikfinance.    Kalah kliring adalah hal biasa yang akhirnya menyebabkan bank dapat masuk ke pengawasan BI? Bank ybs dapat ditake over oleh pemerintah? Masalah teknis seperti apa yang menyebabkan akhirnya Bank dapat ditakeover? Kondisi yang mantap dan stabil itu maksudnya seperti apa? Tetap mampu memberikan pelayanan sebaik-baiknya itu yang seperti apa? Kondisi nasabah BCIC:  “Narik dari ATM sama sekali nggak bisa.   “Petugasnya bilang besok saja datang lagi.” kata seorang nasabah Bank Century yang ditemui di kantor pusat Bank Century. Di mana hak nasabah untuk menyelamatkan diri? Dan lebih mengejutkan lagi 2 minggu berikutnya masalah teknis ini mengakibatkan BCIC ditakeover oleh pemerintah.  Menurut dia.com/read/2008/11/13/155218/1036463/5/nasabah-bankcentury-kesulitan-tarik-dana ok…hal ini bisa beralasan karena terjadi pada tanggal 13 November 2008. Kamis (13/11/2008).” tambahnya lagi.

Hal ini terbukti di BCIC.5% untuk dana dalam USD-untuk Bank umum).http://www. BI menegaskan. Konferensi pers tersebut digelar khusus untuk memberikan keterangan seputar berbagai rumor tentang perbankan RI. God help us through this crisis BI Imbau Masyarakat Tidak Terpengaruh Rumor Soal Perbankan Wahyu Daniel . perbankan nasional berada dalam kondisi yang stabil dan mantap. Dana nasabah yang dijamin oleh pemerintah (dalam hal ini LPS) adalah sebesar 2 Milyar. yang dimaksudkan dengan masalah teknis adalah masalah likuiditas??? Statement pemerintah lainnya adalah: Menurut Sigit. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur BI Boediono dalam konferensi pers dikantornya. Saran saya: jangan tergiur dengan bunga yang tinggi.148867. yang dapat . Akan tetapi suku bunga dari dana yang dijamin tersebut tidak boleh melebihi suku bunga wajar yang ditetapkan (10% untuk dana dalam Rupiah dan 3.detikFinance Foto: Dikhy Sasra/detikcom Jakarta . termasuk soal Bank Century yang kemarin sempat mengalami gagal kliring. Satu lagi hal yang perlu diperhatikan: penjaminan tersebut di atas tidak berarti anda dapat menarik dana anda sesuka hati anda.korantempo. "Bank Indonesia prihatin dengan perkembangan rumor yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Jumat (14/11/2008).html Statement ini benar adanya…tapi sayang tidak lengkap. Jakarta.Bank Indonesia (BI) meminta masyarakat tidak terpengaruh oleh berbagai rumor tentang perbankan.200811 22.mengasumsikan jika terjadi kasus yang serupa lagi. Pecah dana anda di beberapa bank.com/korantempo/koran/2008/11/22/headline/krn. Jangan menabung hanya di satu bank. nasabah bank menengah dan kecil mestinya tetap tenang karena simpanan mereka hingga sejumlah Rp 2 miliar dijamin pemerintah.id.

 "Menurut saya hal biasa kalau ada satu bank kalah kliring." tegas Boediono. kadang-kadang . Hal itu penting agar masyarakat tidak melakukan tindakan-tindakan yang justru merugikan masyarakat sendiri. karena sebenarnya seharusnya hal itu bisa ditutupi dengan pinjaman antar bank. bahwa mekanisme untuk mengatasi persoalan likuiditas sesaat ini di antaranya dengan pinjaman antar bank. "Kita hadapi dengan tenang. bahwa kondisi perbankan saat ini mantap dan stabil serta tetap mampu memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat.  "Kondisi kalah kliring bisa saja terjadi di bank apapun. tapi keadaan sekarang agak krisis likuiditas. Kemudian Sigit juga menuturkan masyarakat juga harus mengetahui adanya mekanisme dari perbankan untuk mengatasi kondisi tersebut. "Saya tegaskan lagi kepada masyarakat.Pembenahan dan restrukturisasi perbankan nasional dalam 10 tahun terakhir ini telah membuat perbankan kita menjadi salah satu yang paling solid di kawasan Asia ini. "Ketenangan dan ketegaran sikap kita semua diperlukan apabila kita sebagai bangsa ingin keluar sebagai pemenang dalam gonjang-ganjing global ini." jelasnya usai acara Perbanas di Hotel Indonesia Kempinski. seperti GWM sudah diturunkan. Jadi komentar saya seharusnya implementasi dari berbagai kebijakan yang ada harus baik. BI juga telah mengaktifkan fasilitas pendanaan jangka pendek untuk menunjang kebutuhan likuiditas bank dalam keadaan tertentu agar dapat tetap berjalan normal seperti biasa. Jakarta.  "Ini harus disampaikan ke masyarakat. Kamis (13/11/2008). Rumor yang beredar itu antara lain adalah adanya sejumlah bank yang mengalami kesulitan pendanaan dan penarikan dana nasabah besar-besaran. BI selalu siap melayani kebutuhan uang tunai semua bank di semua daerah di tanah air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat." imbuhnya. Boediono kembeli menegaskan bahwa hal itu disebabkan oleh faktor teknis berupa keterlambatan penyetoran prefund. Hari ini seluruh kantor dan cabang Bank Century di semua daerah buka dan beroperasi seperti biasa untuk melayani masyarakat. Selanjutnya BI mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat." jelas Boediono. Nasabah diminta tetap tenang dan tidak panik. kemudian repo dan sebagainya. Dengan ini kami tegaskan bahwa desas desus itu tidak benar dan tidak memiliki landasan. Menurut Ketua Perbanas Sigit Pramono kalah kliring seperti yang terjadi dalam kasus Bank Century pada hari ini terasa 'heboh' karena terjadi pada kondisi ini menjadi tidak wajar saat likuiditas ketat." demikian pernyataan dari BI. "Hari ini bank yang bersangkutan sudah dapat kembali mengikuti kliring secara normal dan suspensi perdagangan saham bank tersebut juga sudah dicabut. para nasabah dan pihak-pihak terkait dengan kegiatan perbankan di tanah air agar tidak terpengaruh oleh berita-berita seperti itu dan selalu mengecek terlebih dahulu kebenarannya. Karena kadang-kadang menang. (qom/ir) Jakarta .  Sigit mengatakan kondisi kalah kliring bisa terjadi karena likuiditas yang terganggu dan juga sulitnya bank mendapatkan pinjaman lewat interbank.  Sigit menghimbau para nasabah agar tidak cepat panik melihat kondisi yang terjadi.  Hal yang sama juga dikatakan oleh Kepala Ekonom BNI Tony Prasetiantono yang mengatakan kondisi yang dialami Bank Century itu hal biasa. Boediono menambahkan. Mengenai masalah gagal kliring Bank Century." tegasnya.Kondisi kalah kliring yang terjadi di Bank Century sebenarnya adalah hal yang wajar terjadi pada perbankan." tuturnya. merugikan perbankan nasional kita dan merugikan negara kita sewaktu semua negara di dunia memperkuat dirinya untuk menghadapi dampak dari gejolak keuangan global ini.mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap perbankan kita.

kita dikasih tahu masih kurang Rp 5 miliar. termasuk sejumlah dana untuk prefund. Kamis (13/11/2008). karena memang kondisi perbankan nasional sedang disorot. Kalau masih seperti sekarang. "Sejumlah persyaratan untuk kegiatan kliring hari ini sudah kita alokasikan. Itu yang tidak preferable buat kita sebenarnya.kalah.  Namun Tony menegaskan hal ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Sebetulnya dana itu masuk.Bank Century menyatakan pihaknya terlambat menyetor Rp 5 miliar ke Bank Indonesia untuk transaksi kliring hari ini. jadi pemerintah atau BI harus cepat supaya ini tidak terjadi persepsi yang berlebihan di masyarakat melakukan rush. Deddy Triana menjelaskan. ada beberapa proses tahapan. pihaknya sebetulnya sudah menyiapkan segala persyaratan untuk kegiatan kliring hari ini. Krisis depresi dunia pada tahun 1929 awalnya dari rumor di Austria ada bank mau bangkrut ya semacam kalah kliring. Ia pun menolak jika dikatakan Bank Century kini tengah berada di bawah pengawasan Bank Indonesia. Tetapi ternyata hari ini ada keterlambatan dari dana yang kita terima.  "Kalau dibiarkan akan menjadi sistemik." ujarnya. pemerintah bersama dengan Bank Indonesia harus melakukan tindakan berkaitan dengan ini. tapi kita juga berusaha tetap melayani kebutuhan perbankan nasabah. hanya saja memang nasib Bank Century mengalami keterlambatan setoran kliring justru di saat dunia perbankan sedang dalam sorotan banyak pihak. Corporate Secretary PT Bank Century Tbk Deddy Triana mengatakan. Ia pun menolak jika insiden ini dikatakan sebagai mismatch. Deddy menjelaskan. Deddy juga menyatakan kejadian seperti sebenarnya bisa terjadi kapan saja. Semua sudah kita perhitungkan. Menurut Deddy. tapi terlambat beberapa menit. "Wajar jika nasabah resah. saat ini perusahaannya sudah siap beraktivitas kembali. insiden keterlambatan setoran kliring yang dialami Bank Century bisa terjadi di semua bank. dana sebesar Rp 5 miliar itu hanya terlambat beberapa menit dari batas waktu yang ditentukan. jadi pada saat cut of time. "Itu sebenarnya sesuatu yang bisa terjadi kapan saja. "Kondisi ini memang terjadi di semua bank belakangan ini." jelasnya. di treasury sudah ada catatannya. "Jadi ini bukan mismatch. hampir semua mutasi transaksi meningkat." katanya. Karena kalau masuk pengawasan. Namun tanpa diduga." katanya. Yang penting tidak kalah berturut-turut dan lama. saya rasa masih tidak apa-apa. karena bank sekuat apapun kalau di rush banyak orang akan bangkrut. akarta . Kalau kalah kliring akibatnya bisa di rush. Tapi menurut pandangan kami memang kondisinya kurang tepat saat ini." tuturnya. "Nggak benar (masuk pengawasan BI). Corporate Secretary PT Bank Century Tbk." ujarnya saat berbincang dengan detikFinance. Apalagi mutasi transaksi di kalangan perbankan memang meningkat belakangan ini. (lih/ir) ." katanya. tiba-tiba Bank Century diberi tahu bahwa dana yang harus disetornya masih kurang Rp 5 miliar. Pihaknya berusaha tetap melayani kebutuhan perbankan nasabahnya." katanya saat dihubungi detikFinance. Kenapa terjadinya saat ini.

nasabah PT Bank Century Tbk (BCIC) masih kesulitan mencairkan deposito mereka. Niat Silvia untuk mencairkan depositonya yang jatuh tempo pada hari ini pun batal. "Jadi uang tidak boleh kelaur dari bank. Mau kita ambil dalam rupiah pun ternyata tidak bisa. Bahkan menurutnya. untuk apa LPS ada di Century? Yang saya tahu uangnya sudah masuk LPS. Dan ini terjadi pada semua nasabah. petugas bank tidak memberi penjelasan kenapa depositonya tidak bisa cair. kepadadetikFinance. Petugas bank menurut Silvia juga tidak mau menandatangani pernyataan bahwa bank tidak bisa membayar dana nasabah. "Semua yang dalam bentuk valas tidak bisa diambil. Ini ada apa?" tanyanya. "Padahal ini kan gagal bayar sebenarnya. "Kalau sudah begini. pihak bank hanya mengizinkan pemindahan dana deposito ke tabungan dolar." kata Silvia. Jakarta. Bahkan transfer pun juga tidak bisa.Jakarta . nasabah Bank Century cabang GreenVille. Menurut dia." tambahnya lagi. Jumat (28/11/2008)." keluh Silvia yang berpikir akan melapor ke polisi jika dananya tak kunjung cair.Hingga sepekan setelah diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). . kliring pun ternyata masih belum bisa. tapi kok belum dikeluarkan oleh Bank Century.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful