PEMBANGUNAN KESEHATAN Pembangunan Kesehatan di Negara Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan

hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang tinggi sebagai perwujudan kesejahteraan umum (Depkes, 2008). Salah satu program pembangunan kesehatan antara lain terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata dan terwujudnya masyarakat yang mandiri menggapai pelayanan kesehatan dan berperilaku hidup sehat. Pelaksanaan pelayanan kesehatan sendiri merupakan setiap upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau secara bersama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat (Azwar, 1996). PELAYANAN KESEHATAN Pelayanan kesehatan merupakan pusat penyelenggaraan upaya kesehatan bagi masyarakat yang bermutu, merata, terjangkau dengan peran masyarakat secara aktif. Tuntutan masyarakat terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan semakin kompleks sebagai dampak positif kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari hasil pembangunan nasional bangsa Indonesia. Masyarakat semakin peka terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan yang bermutu sehingga mengetahui hak individu seharusnya diterima (Depkes, 2003). Pemanfaatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat merupakan gambaran perilaku pola berobat masyarakat secara keseluruhan yang dapat menggambarkan tingkat pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Pemanfaatan pelayanan kesehatan dapat dilihat menggunakan data kunjungan pasien ke pelayanan kesehatan tertentu (BPS, 1999). Hal di atas dapat diartikan dengan meningkatnya kunjungan pelayanan kesehatan disebabkan adanya kesadaran individu dan masyarakat itu sendiri untuk mencapai serta mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan kesehatannya. Pemanfaatan

kelancaran hubungan antara dokter dengan pasien. Oleh karena itu. waktu. dan pengalaman pengobatan sebelumnya baik atas dasar pengalaman sendiri maupun orang lain.pelayanan kesehatan dapat didorong oleh faktor waktu. WHO menyebutkan faktor yang mendorong masyarakat dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan adalah sumber daya yakni mencakup fasilitas pelayanan kesehatan. Kebutuhan dan permintaan terdapat perbedaan pada pihak pemakai jasa. tenaga. tingkat kesakitan. didorong oleh keterjangkauan sarana pelayanan kesehatan masyarakat. maka munculnya permintaan kesehatan tersebut dipengaruhi oleh faktor yang bersifat subjektif pula. pengetahuan. 2004). Sedangkan permintaan merupakan keinginan untuk lebih sehat yang diwujudkan dalam perilaku mencari pengobatan juga dapat menentukan kebutuhan terhadap pengobatan. biaya. Disamping itu. Seperti penilaian individu baik . 2003). Kebutuhan kesehatan (health needs) pada dasarnya objektif yaitu kebutuhan kesehatan yang ditentukan oleh tenaga medis untuk meningkatkan derajat kesehatan perseorangan. Lee (1983) dan Musadad (1999) menyebutkan bahwa pemanfaatan pelayanan kesehatan ditentukan oleh kebutuhan yang dirasakan (perceived need). Permintaan kesehatan yang bersifat subjektif. uang dan sebagainya baik yang positif maupun negatif. 2003). Kebutuhan terhadap pelayanan kesehatan merupakan fungsi dari need terhadap kesehatannya sendiri dan didasari oleh pengalaman yang selama ini dilalui oleh seseorang (Azwar. Sedangkan permintaan kesehatan (health demand) pada dasarnya bersifat subjektif yaitu kebutuhan kesehatan yang ditentukan oleh persepsi seseorang tentang kesehatannya maupun pelayanan kesehatan yang dipilihnya. kualitas mutu pelayanan dan konsep masyarakat itu sendiri tentang sakit (Notoatmodjo. fasilitas. pemenuhan kebutuhan tersebut hanya pada saat itu saja (Laksono. oleh karena itu sangat ditentukan oleh masalah kesehatannya. Kebutuhan (need) akan pengobatan berbeda dengan permintaan (demand) akan perawatan. jarak.

et al. mulai dari kebutuhan yang paling dasar yaitu kebutuhan fisiolgis. . dan kebutuhan akan aktualisasi diri.dari aspek internal dirinya sendiri maupun penilaian individu terhadap pelayaan kesehatan. 2003). KEBUTUHAN DAN KEINGINAN PELAYANAN KESEHATAN Kebutuhan terjadi secara bertahap (hierarki). kebutuhan akan harga diri. (Azwar. 1994). Teori ini dikenal dengan “Five Hierarchy of Need” dari Abraham Maslow (Tjiptoherijanto. kebutuhan akan rasa kasih sayang. kebutuhan akan rasa keamanan dan perlindungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful