P. 1
Bab 4 Komponen-Komponen Pc

Bab 4 Komponen-Komponen Pc

4.67

|Views: 30,046|Likes:
Published by amunawar

More info:

Published by: amunawar on Dec 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

BAB IV PENGENALAN KOMPONEN-KOMPONEN PERANGKAT KERAS KOMPUTER PRIBADI (PC, PERSONAL COMPUTER)

4.1. Elemen-elemen Sistem Komputer
Komputer dibentuk dari bagian-bagian yang terstandardisasi, termasuk komponen tambahan dan expansion card untuk melakukan suatu fungsi tertentu pada komputer.

Gambar 4.1. : Bagian dalam Komputer Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi. Supaya tujuan pokok tersebut terlaksana, maka harus ada elemen-elemen yang mendukungnya. Elemen-elemen tersebut hardware

(perangkat keras), software (perangkat lunak) dan brainware (manusia). Perangkat keras atau disebut juga piranti keras adalah peralatan di sistem komputer yang secara phisik terlihat dan dapat dijamah. Perangkat lunak (piranti lunak) adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data. Brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T.Elektro FTI UAD

29

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

30

Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak, maka tidak akan berfungsi seperti yang diharapkan, hanya berupa benda mati saja. Perangkat lunak yang akan mengoperasikan perangkat keras-nya. Perangkat keras yang sudah didukung oleh perangkat lunak juga tidak akan berfungsi kalau tidak ada manusia yang mengoperasikannya. 4.2. Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras Komputer Pribadi Komponen-komponen perangkat keras komputer meliputi: Motherboard (papan induk / papan utama), Mikroprosesor (atau disebut prosesor saja), RAM, Cassing, VGA Card, Disk Drive, Hard disk, CD ROM, monitor dan lain- lain. a. Motherboard (papan induk / papan utama) Adalah papan utama yang menampung komponen-komponen utama seperti Mikroprosesor, RAM, ROM (dalam hal ini ROM BIOS atau sering disebut BIOS atau CMOS). PCB motherboard terbuat dari fiberglass dan track tembaga menghubungkan antar komponen. Kemampuan dan kecepatan kerja komputer ditentukan juga oleh motherboard. b. Mikroprosesor (atau disebut prosesor saja) Dalam hal ini Mikroprosesor akan berfungsi sebagai CPU (Central Processing Unit), yaitu unit pengolah pusat yang merupakan otak dari suatu komputer yang mengatur kinerja komputer secara keseluruhan. CPU ini berupa sebuah chip IC yang sering disebut mikroprosesor atau disebut prosesor saja. Mikroprosesor adalah suatu rangkaian digital yang dirancang sedemikian rupa dengan dimensi yang sangat kecil dan dibuat dalam satu chip (IC : Integrated Circuit). Contoh: Prosesor 8080, 80186, 80286, 80386, 80486, Intel P5 (seperti: Intel P 60, Intel P 75, Intel P 100, Intel 133, Intel P 166, Intel P 200, Intel P 233), AMD K5, AMD K6, Cyrix MII 233, Celeron, Athlon, Pentium II, Pentium III, Pentium 4 dan lain- lain.

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T.Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

31

c. RAM (Random Access Memory = Memori Baca-Tulis) RAM atau sering disebut memori saja, adalah bagian penting dari komputer dimana program yang dijalankan di komputer semua diolah di dalam memori ini. RAM atau memori yang dapat diakses secara acak, merupakan memori yang dapat dibaca dan ditulisi. Data dan Program yang tersimpan di RAM bersifat sementara selama komputer hidup, jika komputer dimatikan data dan program yang ada akan hilang (dikosongkan lain). d. VGA (Video Graphic Adapter) Card Fungsi VGA Card adalah mengubah sinyal digital dri komputer menjadi tampilan grafik di layar monitor. VGA Card sering juga disebut Card display, kartu VGA atau kartu grafis. Tempat melekatnya kartu grafis disebut slot expansi. Cara memperbaiki kerusakan VGA Card: Cek hubungan / konektor Coba pasang pada slot expansi yang lain Ganti baru VGA Card

e. Sound Card Merupakan peripheral untuk menghasilkan sound (suara). f. LAN Card Merupakan peripheral untuk keperluan jaringan komputer (koneksi antar komputer, misalnya untuk keperluan dalam aplikasi internet). g. Disk Drive Adalah alat untuk menulis ke disket (alat untuk transfer / pemindahan data dari atau ke disket). Misalnya kita mempunyai data di hard disk komputer kita kemudian kita ingin mencetak (menge-print) data tersebut sementara kita tak punya printer, maka kita dapat memindahkan data tersebut ke disket dulu kemudian dapat menge-print di rental, di rumah teman atau tempat lain dengan membuka kembali data yang ada di disket kita tersebut. h. Hard disk Fungsi hard disk pada dasarnya seperti disket, tetapi mempunyai kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T.Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

32

Jika pada disk drive, disket terpisah dari disk drive, pada hard disk pada dasarnya keduanya digabungkan jadi satu dan tidak dapat dipisahkan. Hard disk harus mendapat perhatian yang lebih, karena umumnya mudah rusak akibat terjatuh atau mendapat goncangan yang cukup keras serta harganya yang mahal. i. CD ROM (Compact Disk Read Only Memory) CD ROM sangat berguna untuk mendistribusikan program-program dan data yang sangat besar. CD ROM digunakan untuk membaca program atau data yang ada di dalam CD. Kapasitas CD dapat menyimpan sampai 650 MB (untuk piringan berdiameter 120mm). Jumlah ini ekivalen dengan jumlah data yang dapat disimpan dalam lebih dari 450 disket ukuran 3 ½ inchi (1,44 MB). j. Cassing Fungsi Cassing adalah kotak / wadah dari semua komponen pembentuk suatu PC (Personal Computer = komputer pribadi). Setiap pembelian suatu jenis Cassing selalu disertai dengan power supply. Jadi pembelian suatu jenis cassing menentukan kualitas dari suatu power supply itu sendiri. k. Keyboard Merupakan salah satu alat input komputer untuk memasukan data atau perintah (instruksi). l. Mouse Mouse juga salah satu alat input komputer seperti keyboard, tetapi untuk memasukan data dan memberikan perintah (instruksi) dilakukan dengan menunjuk dan meng-klik. m. Monitor Alat ouput komputer untuk menampilkan grafis sehingga brainware (manusia pengguna) dan berinteraksi dengan komputer.

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T.Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

33

4.3. Central Processing Unit (CPU) CPU (Central Processing Unit), atau lebih dikenal dengan istilah Prosessor adalah komponen utama dalam system komputer. Prosessor mengeksekusi instruksi dan memanipulasi data.
Ada banyak faktor yang mempengaruh performansi suatu prosessor, yaitu :

− Lebar Data bus − Kecepatan Processor /clock rate − Arsitektur Internal CPU − Kecepatan I/O bus − Cache memory, level 1 dan level 2

Lebar Data Bus
Merujuk pada ukuran data bus dalam bits. Pada saat prosessor pertama yaitu Processor 8088 dirilis, ukuran data busnya 8 bits. Ini berarti prosessor tersebut dapat mengakses satu karakter setiap waktu (Sbits = satu karakter) setiap kali data dibaca dan ditulis ke memori. Prosessor menggunakan data bus untuk mentransfer data diantaranya dan system memori (RAM and ROM) dan peripheral devices. Ukuran bit kemudian menentukan berapa banyak karakter yang dapat ditransfer setiap waktu. Data bus 8 bits mentransfer satu karakter setiap waktu, data bus 16-bit dapat mentransfer 2 karakter setiap waktu dan data bus 32-bit dapat mentransfer 4 karakter setiap waktu. Ini berarti bahwa pada kenyataannya prosessor dijalankan dengan kecepatan yang tetap, data yang ditransfer pada data bus 32 bit dapat ditransfer 4 kali lebih cepat daripada pada data bus 8 bit. Oleh karenaya kecenderungan prosessor yang terbaru adalah dengan meningkatkan ukuran dari data bus.

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T.Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

34

Kecepatan Processor /Clock Rate
Kecepatan prosessor menunjuk pada kecepatan clock yang menjalankan prosessor. Awalnya, 8088 processor dirilis dengan kecepatan 4.77MHz. Yang merujuk pada frekuensi sinyal yang diaplikasikan terhadap prosessor. Sinyal ini digunakan untuk memperoleh waktu operasi (timing operation) yang diperlukan prosessor untuk mentransfer data. Pada umumnya, semakin tinggi (cepat) sinyal clock berarti semakin cepat operas! yang dapat dibentuk oleh prosessor. Saat ini, processor Pentium dijalankan pada kecepatan 200MHz atau lebih. Jumlah operas! atau instruksi per detik berhubungan dengan clock cycles, yang ditentukan oleh frekuensi clock yang diaplikasikan ke processor.

Input/Output (IP) Bus Speed
Berhubungan dengan kecepatan dari Input/Output bus (peralatan seperti video dan hard disk) yang dapat dijalankan. IBM-PC asli menjalankanekspansi I/O bus (yang disebut ISA) pada 8 MHz, tapi yang lebih baru menggunakan 10 atau 12 MHz. Sistem bus yang lain menggunakan kecepatan berbeda untuk mencapai transfer data yang lebih tinggi atau lebih cepat (lebih banyak data per detik). Kebutuhan untuk bandwidth yang tinggi diperlukan untuk tampilan resolusi grafik tingkat tinggi, sound dan video. ISA bus tidak sesuai lagi untuk aplikasi multimedia yang membutuhkan bandwidth tinggi, sehingga digantikan oleh PCI (Peripheral Connect Interface) yang mendukung rate transfer data lebih cepat. Card yang dibuat untuk satu sistem bus seperti ISA tidak dapat digunakan pada tipe bus yang berbeda.

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T.Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

35

Processor modern melakukan eksekusi dengan sangat cepat dan seringkali perlu diperlambat saat mengakses peralatan. Ini berarti pada saat procesor mengakses peralatan, maka akan berpengaruh pada keseluruhan performa. Sebagai contoh, processor 200 MHz diperlambat menjadi 100 MHz pada waktu mengeksekusi I/O devices. Perlambatan ini tergantung pada sejumlah faktor tertentu. Pengenalan status wait ke dalam tahapan transfer data memperlambat kecepatan processor. Status wait adalah lebih dari satu processor clock cycle dimana processor merequest data dari device, kemudian menunggu sampai data tersebut didapatkan. Tahapan menunggu ini diperluas menjadi periode tunggu normal, yang disebut status wait, dan dapat terdiri dari 1,2, atau lebih clock cycle. Rendahnya kecepatan status wait pada saat mengakses I/O devices akan menyebabkan semakin tingginya performa dari sistem komputer. Semakin banyak status wait yang terlibat, membuat performa sistem secara

keseluruhan akan menurun.

Internal CPU Architecture
Central processor (CPU) adalah chip yang berlaku sebagai pusat pengontrol keseluruhan operasi. Yang akan mengeksekusi instruksi (program) yang diisikan ke dalam bagjan memory. Operasi-operasi dasar yang terlibat: − Transfer data diantara CPU sendiri dan bagian memory − Manipulasi data dalam bagian memory atau penyimpanan secara internal − Transfer data diantara CPU sendiri dan I/O devices CPU disebut sebagai otak dari system komputer. Yang menyediakan semua timing dan control signals yang diperlukan untuk melakukan transfer data dari satu titik ke titik yang lain dalam system komputer.

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T.Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

36

Cache Memory, level 1 dan level 2 Cache memory adalah suatu blok dari high- speed memory yang terletak diantara CPU dan main memory yang digunakan untuk menyimpan data dan instruksi yang sangat sering digunakan. Penggunaan cache memory dapat meningkatkan unjuk kerja processor karena mengurangi waktu akses ke main memory yang mempunyai kecepatan lebih rendah untuk setiap transaksi yang terjadi. Untuk mengatasi masalah di atas antara lain dengan cara mengembangkan suatu jenis RAM yang sangat cepat. Tetapi meskipun begitu tidak ada suatu SDRAM yang kecepatannya bisa menyamai kecepatan microprocessor. Oleh karena itu tidak ada SRAM yang dapat menggantikan SDRAM atau jenis RAM lain yang lebih dulu ada seperti EDO RAM atau DRAM. Para ahli melakukan riset untuk mengembangkan suatu jenis memory yang super cepat dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Memory dengan kapasitas yang kecil tersebut berfungsi sebagai buffer antara processor dan RAM. Memory inilah yang pada akhirnya disebut cache memory seperti terlihat pada gambar berikut ini:

System Interface Gambar 4.2. Basic Cache Model Jika processor membutuhkan suatu data, pertama-tama ia akan mencarinya pada cache. Jika data ditemukan, processor akan langsung membacanya dengan delay yang sangat kecil. Tetapi jika data yang dicari tidak Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T.Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

37

ditemukan, processor akan mencarinya pada RAM yang kecepatannya lebih rendah. Pada umumnya, cache dapat menyediakan data yang dibutuhkan oleh processor sehingga pengaruh kerja RAM yang lambat dapat dikurangi. Dengan cara ini maka memory bandwidth akan naik dan kerja processor menjadi lebih efisien Processor mempunyai kecepatan yang jauh lebih tinggi daripada RAM. Sebagai contoh, Intel Celeron 500 dan PC100 SDRAM. Pada 500 MHz, setiap CPU clock membutuhkan hanya 2 ns (nano second), sedangkan PC 100 SDRAM membutuhkan 20-30 ns untuk setiap pembacaan pertama dan 10 ns untuk pembacaan berikutnya. Hal ini berarti ada sedikitnya 5 CPU clock cycle yang beaada di antara setiap SDRAM cycle. Cache memory biasanya mempunyai beberapa level yang menunjukkan tingkat kedekatannya dengan microprocessor. Contoh, LI cache ada pada chip yang sama dengan microprocessor (built- in), sedangkan L2 cache adalah cache memory yang merupakan chip tersendiri yang terpisah dari microprocessor seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini:

CPU
L1 Cahce Memory

Semakin besar kapasitas cache komputer secara keseluruhan drastis.

memory, unjuk kerja juga akan meningkat

System Interface
Gambar 4.3. : L1 cache dan L2 cache pada Pentium Processor

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T.Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

38

Berikut ini adalah data percobaan tentang pengaruh kapasitas cache memory dengan unjuk kerja komputer.

Percobaan 1: Percobaan dilakukan selama 2 kali, yang pertama menggunakan 2

menggunakan cache memory dengan LI cache 8 Kilo Byte, dan yang kedua dengan LI cache 32 KB.

Gambar 4.4. Perbandingan unjuk kerja 8 KB L1 l-cache (kiri) dan 32 KB L1 l-cache (kanan)

Dari gambar di atas terlihat bahwa user stalls turun secara dramatis ketika LI cache dinaikkan dari 8 KB ke 32 KB.

Percobaan 2:

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

39

Percobaan 2 juga dilakukan selama 2 kali. Pada percobaan yang pertama digunakan komputer dengan L2 cache dengan kapasitas 128 KB. Lalu pada percobaan kedua digunakan L2 cache dengan kapasitas 1024 KB.

Gambar 2.5. : Perbandingan unjuk kerja 128-KB L2 cache (kiri) dan 1024KB L2 cache (kanan)

Dari gambar di atas terlihat bahwa user stalls turun secara dramatis ketika L2 cache dinaikkan dari 128 KB ke 1024 KB.

4.4. Komponen-komponen dari Motherboard. Kalau kita mengamati sebuah motherboard, maka kita akan mendapati bahwa sebenarnya ia terdiri atas banyak komponen. Komponen ini saling berhubungan dan bekerja sama. Ada banyak sekali produsen motherboard diantaranya adalah Intel, ASUS, Iwill, Abit dan masih banyak yang lain. Motherboard menggabungkan seluruh komponen PC, mulai dari prosesor, memory sound card, I/O, dsb. Komponen-komponen dari Motherboard. Berikut akan dijelaskan secara garis besar beberapa komponen utama dari motherboard serta istilah yang biasa kita dengar tentang motherboard. a. Soket Prosesor Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

40

Merupakan tempat untuk menaruh prosesor. Tipe Soket itu mulai digunakan mulai prosesor 286 hingga sekarang. Ada beberapa jenis soket prosesor, contohnya : DIP (40 pin) untuk processor 8088/8086, socket 3 (168 pin) untuk processor 486, soket 5 dan 7 (321 pin) untuk processor pentium, socket 8 (371 pin) untuk processor Pentium Pro, slot 1 untuk Pentiumll, solot a untuk AMD K7, dan sebagainya Pilihan lain selain soket yaitu sistem slot pernah dipakai untuk prosesor Pentium II dan Pentium III generasi pertama, tetapi lantaran ongkos produksinya yang lebih mahal ketimbang memakai soket maka kemudian ditinggalkan lagi. Contoh lain: Soket 7 untuk prosesor Intel Pentium P55C (Pentium MMX), Cyrix/IBM 6x86L/6x86MX/MII dan AMD K6/K6-2/K6-III, soket 370 untuk prosesor Intel Pentium III dan Celeron, Soket A untuk prosesor AMD Athlon dan Duron serta Soket 423/478 untuk prosesor Pentium 4. b. Soket Memori Soket ini merupakan tempat untuk menempatkan memori (dalam hal ini yang dimaksud adalah RAM) pada motherboard. Soket memori memiliki bentuk yang berbeda untuk jenis memori yang berbeda pula. Kebanyakan motehrboard memiliki soket sebanyak 3 atau 4 buah tergantung dari chipset yang digunakan. Untuk memori EDO, soket SIMM yang harus dimiliki adalah soket 72 pin (dulu ada yang tipe 30 pin), untuk memori SDRAM, soket DIMM yang harus dimiliki adalah soket 168 pin, sementara untuk jenis DDR, soket yang dipasang adalah soket 184 pin. c. CMOS Singkatan dari Complementary Metal Oxide Semiconductor. Dari bentuknya sudah kelihatan, ia merupakan komponen berbentuk IC (integreted circuit) yang fungsinya menampung setting BIOS dan dapat tetap menyimpan settingannya selama baterai yang men-supply masih baik. Dalam hal ini CMOS adalah ROM BIOS. Ada beberapa produsen seperti PhoenixBIOS, AMIBIOS

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

41

(American Megatrends Inc.), dan AWARDBIOS. Masing- masing produsen memiliki tampilan dan fitur BIOS Setup tersendiri. d. Chipset Ada beberapa produsen chipset yaitu OPTI, UMC, Ali (ACER Laboratories Inc), SiS, VIA dan si raja chipset Intel Corp. Beberapa contoh chip Intel: i430FX (Triton I), i430HX (Tritonll), I430VX (Tritonlll), i430TX, semuanya mendukung socket 5/7. i450GX (Orion), i450KX(Mars) mendukung Pentium Pro.

- i450FX (Natoma), i440BX, i440GX, i440NX mendukung Pentium II Komponen pada motherboard yang satu ini kebanyakan terdiri atas dua buah chip, north bridge dan south bridge. Meski demikian, ada pula yang hana terdiri dari satu chipset yang sudah terintegrasi seperti Sis 735 yang support untuk prosesor AMD. Fungsi utama chipset adalah mengatur aliran data antar komponen yang terpasang pada motherboard. Dua buah chipset yang biasanya ada pada motherboard sendiri punya tugas yang berbeda satu dengan yang lain. Chip pada noth bridge berfungsi untuk mengatur aliran data dari dan ke prosesor, bus AGP dan memori utama sistem (RAM dan ROM). Sementara, chips south bridge mengaur aliran data dari piranti input output, bus PCI, interface hard disk dan floppy serta piranti eksternal lainnya. Berhubung chip north bridge lebih vital kerjanya dibanding south bridge, tak heran jika chip inilah yang dipasangi heatsink, fan, atau kombinasi heatsink dan fan oleh pabrik pembuatnya. e. Slot Expansi Adalah untuk memasang perangkat seperti VGA Card, Sound Card, LAN Card, TV Tuner internal atau modem internal. Ada beberapa jenis slot ekspansi: ISA 8-bit ISA 16-bit EISA 32-bit

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

42

-

VESA 32-bit MCA 32-bit PCI 32-bit AGP 64-bit

Slot ini mempunyai beberapa teknologi, yaitu VESA (Video electronic Standart Association) atau sering disebut VL-BUS atau VLB ( ESA Local V Bus), ISA (Industtry Standart Architecture), EISA (Extended ISA), PCI (Peripheral Component Interconnect), AGP (Accelerated Graphics Port). f. Port Piranti Eksternal (Serial, Paralel, audio, USB) Terdapat 2 port serial (COM1 dan COM2) serta 1 port paralel (LPT1). Biasanya letaknya berada di posisi belakang motherboard. Fungsinya sebagai sarana untuk memberikan masukan (input) dan keluaran (output) pada sistem komputer. Motherboard generasi sekarang ini sudah menyertakan pula port USB (Universal Serial Bus) untuk berhubungan dengan peripheral lain seperti printer, scanner, kamera digital dan peripheral lain yang berbasis USB. Selain port USB, terkadang pada beberapa motherboard disertakan pula port ethernet untuk masuk dalam jaringan komputer. Tipe yang semacam ini memang tidak terlalu banyak, namun sangat membantu terutama untuk digunakan pada perkantoran kecil atau warnet yang punya anggaran minim. g. Soket Catu Daya (power supply, fan) Fungsinya untuk menyuplai power ke semua komponen yang tersambung pada motherboard. h. Konektor Cassing Berfungsi untuk menyampungkan tombol/saklar dan indikator pada cassing ke motherboard. Pada motherboard yang berbasis Pentium 4, diserati pula port konektor tambahan sebesar 12 volt agar prosesor bisa bekerja. i. Konektor IDE dan Floppy Umumnya terdapat 2 port IDE (Primary dan Secondary) serta 1 port FDD.. Pasti anda sudah tahu fungsinya, yaitu merupakan interface yang menyambungkan hard disk dan floppy disk ke motherboard. Saat ini interface

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

43

hard disk pada motherboard yang banyak digunakan adalah IDE Ultra ATA/100 yang mampu memberikan kecepatan transfer hingga 100 MB/detik.

Ukuran Motherboard Ukuran Motherboard ada beberapa jenis mulai dari AT, Micro ATX dan ATX. Hal ini hanya berpengaruh pada pilihan cassing yang akan digunakan

Istilah- istilah pada Motherboard − BIOS BIOS, singkatan dari Basic Input/Output system. Merupakan kumpulan informasi motherboard dan juga merupakan software berisi perintah-perintah dasar. Fungsi utamanya adalah sebagai sarana komunikasi antara sistem operasi dengan hardware yang terpasang pada motherboard. − BUS Istilah yang menyatkan sistem aliran data yang digunakan hardware yang terpasang pada motherboard untuk berkomunikasi dengan prosesor. Satuan yang digunakan biasanya adalah frekuensi (Hertz) atau lebar bit data − Clock Speed Istilah ini digunakan untuk menyatakan kecepatan dari sebuah prosesor atau komponen lainnya. Angka clock speed didapat dari perkalian multiplier terhadap FSB. Semakin tinggi clock speed, maka semakin tinggi kinerja yang dihasilkan oleh prosesor atau komponen hardware tersebut. Satuan yang digunakan biasanya adalah MegaHertz (MHz) atau GigaHertz (GHz). Biasanya disebut juga sebagai kecepatan eksternal dari sebuah prosesor. − FSB Singkatan dari Front Side Bus, yaitu bus utama yang menghubungkan antara prosesor dengan chipset motherboard. Satuan yang digunakan adalah MegaHertz (MHz). − Heatsink Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

44

Komponen yang diletakkkan di atas prosesor. Fungsinya adalah menerap panas yang dihasilkan saat prosesor bekerja. Biasanya sebuah heatsink dilengkapi sebuah kipas untuk menjaga agar suhu prosesor tetap stabil. − Overclocking Suatu teknik yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja prosesor, memori, atau kartu grafis dengan cara meningkatkan FSB atau clock speed komponen tersebut. Teknik ini memerlukan sebuah sistem pendingin khusus pada komponen, karena menghasilkan panas berlebih, dimana panas berlebih ini dapat merusak sistem.

4.5. BUS-BUS YANG MENGHUBUNGKAN KOMPONEN DALAM PC Terdapat dua jenis bus-bus yang ada dalam PC, yaitu : 1. Bus Sistem Yang menghubungkan CPU dengan RAM 2. Bus I/O Yang menghubungkan CPU dengan komponen-komponen yang lain. Pada intinya, bus sistem merupakan bus pusat. Sesungguhnya

bus sistem berhubungan dengan bus I/O, dan bus I/O biasanya berasal dari bus sistem.

Bus Sistem Bus sistem menghubungkan CPU dengan RAM dan mungkin sebuah buffer memori/ memori penyangga (cache L2). Bus sistem merupakan bus pusat. Bus-bus yang lain merupakan pencabangan dari bus ini. Bus sistem ada di motherboard. Bus ini dirancang sesuai dengan

spesifikasi CPU. Teknologi processor menentukan ukuran bus sistem. Pada saat yang sama, teknologi sistem bus berkembang untuk meningkatkan kecepatan "traffic'Vlalu lintas pada motherboard. Bus sistem yang semakin cepat

memerlukan komponen-komponen elektronik lainnya yang semakin cepat juga.

Bus I/O Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

45

Bus-bus PC merupakan "highway" jalan raya data utama pada sistem board/papan sistem. Bus yang menghubungkan CPU dengan RAM disebut local bus. Kecepatan dan lebarnya bergantung pada jenis CPU yang terpasang pada motherboard. Biasanya, bus sistem emmpunyai lebar 64 bit dan kecepatan pada 66 MHz. Kecepatan yang tinggi ini menimbulkan beberapa gangguan elektronik dan masalah- masalah lainnya. Oleh karena itu, kecepatan tersebut harus dikurangi saat kita menghubungkan dengan kartu-kartu ekspansi dan beberapa komponen lainnya. Sangat sedikit kartu-kartu ekspansi ya ng dapat bekerja pada kecepatan lebih dari 40 MHz. Oleh karena itu, PC-PC modern mempunyai bus-bus tambahan. Komputer-komputer pribadi yang pertama hanya mempunyai satu bus, yang menghubungkan CPU, RAM, dan komponen-komponen I/O. Generasi CPU pertama dan kedua yang lebih tua mempunyai kecepatan frekuensi clock relatif rendah, dan semua komponen sistem dapat bekerja pada kecepatan tersebut. Diantara hal- hal lainnya, ialah diperbolehkannya RAM tambahan dipasang pada slot ekspansi pada PC, dengan menginstall sebuah adapter pada slot ekspansi yang kosong. Sebuah adapter, dimana RAM terletak. Berawal tahun 1987, Compaq menggambarkan bagaimana memisahkan bus sistem dari bus I/O, sehingga bus-bus tersebut dapat mempunyai kecepatan yang berbeda. Arsitektur multi-bus telah menjadi standart industri sejak itu. Komputer-komputer pribadi modern juga mempunyai lebih dari satu bus I/O. Apa yang dilakukan bus I/O ? Bus-bus I/O menghubungkan CPU dengan semua komponen yang lain, kecuali RAM. Data berpindah pada bus-bus I/O dari satu komponen ke komponen yang lain, dan data dari komponen-komponen lain ke CPU dan RAM. Bus-bus I/O berbeda dari bus sistem dalam kecepatan. Kecepatannya akan selalu lebih rendah dari kecepatan bus sistem. Telah bertahun- tahun, bermacam- macam bus I/O telah dikembangkan. Pada PC modern biasanya akan ditemukan empat bus : − Bus ISA, merupakan bus kecepatan rendah yang tua, segera akan dikeluarkan dari rancangan PC − Bus PCI, merupakan bus kecepatan tinggi yang baru − Bus USB (Universal Serial Bus) , merupakan bus kecepatan rendah yang baru. Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

46

− Bus AGP yang hanya digunakan untuk kartu grafis. Telah disebutkan sebelumnya, bus-bus I/O benar-benar merupakan perluasan pada bus sistem. Pada motherboard, bus sistem berakhir pada chip kontroler, yang membentuk jembatan dengan bus-bus I/O. Semua bus telah menjadi sangat penting dalam pertukaran data di PC. Sesungguhnya, semua komponen kecuali CPU berkomunikasi dengan komponen yang lain dan dengan RAM melewati bus-bus I/O yang berbeda.

Bus I/O Secara Fisik

Tabel: jenis-jenis Bus
Bus PC dan XT ISA (AT) Bus sederhana MCA Tingkat lanjut, oleh IBM EISA Bus untuk server VL Bus berkecepatan tinggi digunakan pada generasi 486 bus cerdas 1988 1993 32 bit 32 bit Tahun '80-82 1984 1987 Lebar bus 8 bit 16 bit 32 bit Kecepatan bus Sinkron dengan CPU : 4.77- 6MHz Asinkron Transmisi maksimal (secara teoritis) 4-6MBps

10.33 MHz SMBps 40 MBps

Sinkron maksimal 8 MHz Sinkron:

33-50 MHz 32 MBps 100- 160 MBps

Asinkron: 33 MHz

PCI 1993 Cerdas, bus kecepatan tinggi tingkat lanjut USB Bus modern, sederhana, dan pintar FireWire (IEEE 1394) Bus I/O kecepatan tinggi untuk penyimpanan, video, dll 1997

32 bit

Serial

132 MBps

7

Serial

1.2 MBps

1999

7

80 MBps

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

47

Secara fisik, bus I/O terdiri dari satu atau lebih jalur pada PCB (Printed Circuit Board) papan rangkaian tercetak. Jalur-jalur ini digunakan sebagai: − Jalur-jalur data, yang masing- masing jalur dapat memindahkan satu bit setiap saat − Jalur-jalur alamat, yang menentukan dimana data-data harus dikirim − Jalur-jalur lain untuk tik clock, tegangan, sinyal pemeriksa, dll. 4.6. Praktek Perakitan dan Pengananan Throubleshooting Komputer Pribadi Ibarat membangun sebuah perusahaan, merakit sebuah PC (Personal Computer) memerlukan pengenalan yang mendalam tentang komponen-konponen pendukungnya. Nah, setelah anda mengenal komponen-komponen yang dimaksud maka diharapkan anda terhindar dari kesalahan-kesalahan pemasangan yang tidak perlu atau resiko-resiko pahit yang diakibatkan oleh kerusakan komponen. Sebelumnya perlu diketahui bahwa PC yang dijual di pasaran secara umum dapat dibagi atas 2 kategori. Kategori pertama adalah PC branded (bermerk) dan yang kedua adalah PC rakitan (dulu sering disebut komputer jangkrik ). PC rakitan ini sendiri ada yang merupakan paket dari penjual, ada pula yang dirakit sesuai keinginan pembeli. Khusus untuk yang dirakit sesuai pembeli, sistem komputer biasanya juga dirakitkan oleh penjual. Namun tak jarang pembeli merakit sendiri PC-nya. Seringkali ini dilakukan untuk menghemat uang, menghemat waktu, untuk hobby maupun untuk mengoptimalkan kinerja PC. Dengan menguasai cara merakit PC, anda akan lebih mudah menguatak-atik PC Anda, baik untuk pemecahasan masalah, maupun untuk menambah atau mengganti peripheral baru sesuai dengan peningkatan kebutuhan anda. Berikut disajikan panduan untuk merakit PC. 1. Alat Peralatan utama yang anda butuhkan bilamana ingin merakit sebuah PC tentu saja Obeng. Sebaiknya anda menggunakan 1 set obeng lengkap. Namun, Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

48

bila tidak memungkinkan sebuah obeng positif (+) berkualitas baik sudah relatif memadai. Bila memungkinkan usahakan obeng tersebut mengandung magnet pada ujungnya sehingga memudahkan anda memasang sekrup-skrup berukuran kecil. Alat yang lain bila ingin lebih l ngkap adalah pinset atau e catut kecil untuk memindah- mindah jumper pada motherboard. 2. Langkah-Langkah Perakitan PC Satu hal yang perlu anda ingat sebelum memulai adalah : jangan menyambungkan catu daya (power supply) pada casing dengan jala-jala listrik sebelum anda yakin benar bahwa semua komponen selesai dipasang dan telah terpasang dengan benar. Nah bila anda sudah siap semuanya, ikuti langkah-langkah berikut ini. a. Langkah satu Buka casing dan lepaskan plat tempat motherboard dimana nantinya akan diduduk an. Pasanglah dudukan atau penahan motherboard sesuai dengan lubah yang tersedia pada pelat motherboard. b. Langkah dua Semua komponen PC dihubungkan dengan motherboard. Sebelum anda memasang sesuatu pada motherboard, anda seharusnya membaca terlebih dahulu buku manualnya. Perhatikan dimana letak tiap jumper dan konektor serta bagaimana konfigurasi dari masing- masing jumper dan konektor tersebut. Ada beberapa tipe motherboard yang bisa langsung jalan tanpa mengutak-atik jumper (jumperless) atau menggunakan settingnya model dip switch. c. Langkah tiga Aturlah konfigurasi dari jumper sesuai dengan prosesor dan RAM yang akan anda pasang. Biasanya ada dua hal yang diatur, yaitu (1) frekuensi dan (2) multiplier (faktor pengali). Frekuensi yang diatur pada motherboard model sekarang biasanya dibagi dua, satu untuk prosesor dan satu lagi untuk RAM.

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

49

Multiplier sendiri seringkali sudah dikunci pada badan prosesor oleh pihak produsen untuk menghidari dilakukannya overclocking pada prosesor tersebut. Bila prosesor anda termasuk tipe ini, maka nilai multiplier ini tidak akan mempengaruhi frekuensi internal dari prosesor. Besarnya frekuensi internal (nilai prosesor yang dinyatakan oleh pihak pembuatnya) akan mengikuti hasil perkalian dari frekuensi eksternal (yang dihasilkan oleh clock) dengan multiplier. Sebagi contoh, bila anda memiliki sebuah athlon 1 GHz ada dua kemungkinan kombina4ri, yaitu 100 MHz x 10 atau 133 MHz x 7,5. disinilah anda harus mengetahui prosesor anda termasuk jenis yang mana. d. Langkah empat Memasang prosesor. Bukalah tuas pengunci dari soket prosesor dengan cara menarik ujung tuas yang bebas ke arah atas hingga hampir membentuk sudut 90 derajat terhadap motherboard. Dudukanlah prosesor hingga seluruh kakinya masuk ke dalam soket. Jangan menekan prosesor secara berlebihan pada proses ini.bila prosesor tak mau masuk kakinya secara keseluruhan, kemungkinan posisinya salah. Cobalah untuk memutar posisi prosesor hingga susunan kakinya sesuai dengan lubah pada soket. Biasanya tersedia tanda khusus berupa segitiga berwarna keemasan di salah satu ujung badan prosesor atau di dalam soketnya sendiri, sehingga prosesor dan soket bisa masuk dengan klop. e. Langkah lima Mengunci prosesor. Kuncilah prosesor pada dudukannya dengan menekan ujung tuas yang bebas tadi kembali ke posisi semula. f. Langkah enam Memasang heatsink prosesor. Bila heatsink anda dilengkapi dengan kipas, jangan lupa untuk memasangkan konektor power kipas ini. g. Langkah tujuh Memasang RAM. Untuk mencegah terbaliknya pemasangan semua jenis RAM, biasanya disediakan satu atau lebih cekungan yang sesuai dengan tonjolan pada slot RAM. Anda tinggal mendudukkan RAM tersebut dan Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

50

kemudian menekannya dengan “sedikit tenaga” hingga kait dikanan kirinya terkunci. h. Langkah delapan Memasang Hard disk drive (HDD), Floppy disk drive (FDD) dan drive CROM atau CD-RW. Tempat pada casing biasanya sudah jelas, drive 3 ½ inchi untuk HDD, drive 3 ½ inchi dengan lubah untuk FDD dan drive 5 inchi dengan lubang untuk drive CD-ROM atau CD-RW. Hubungkan konektor daya untuk motherboard dari catu daya pada tempat yang telah disediakan pada motherboard. Setelah itu kembalikan peat yang telah dipasangi motherboard tersebut pada tempatnya di casing. Anda sebaiknya memasang prosesor dan memori dengan posisi motherboard masih diluar casing. i. Langkah sembilan Hubungkan konektor power dan kabel data ke masing- masing drive HDD, FDD dan CD-ROM atau CD-RW. Sebaiknya Hard disk pada Primary Master dan CD-ROM pada Secondary Master. Secondary Slave dapat dipasangi CD-RW jika ada. Hindari pemasangan hard disk dan drive CDROM pada satu kabel data karena akan menurunkan kecepatan hard disk. Pemasangan kabel tak boleh terbalik.carilah pin 1 pada IDE controller dan pada IDE device. Pasanglah kabel dengan sisi yang diwarnai dengan warna merah pada pin 1 ini. Pada IDE Device, pin 1 ini adalah yang terletak paling dekat dengan konektor catu daya. j. Langkah sepuluh Pemasangan VGA Card. Setelah anda tentukan lokasi slot expansi anda tinggal mendudukan VGA Card dan kemudian menekannya dengan

sedikit tenaga hingga VGA Card tersebut benar-benar duduk atau terkunci. Desainnya juga tidak memungkinkan pemasangan terbalik. Pemasangan komponen yang lain seperti Sound Card, LAN Card, TV Tuner atau modem caranya sama dengan memasang VGA Card. k. Langkah sebelas

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

51

Pemeriksaan ulang. Setelah anda melakukan semua langkah diatas tak ada salahnya anda memeriksa ulang semua konektor dan expansion card apakah telah benar-benar duduk pada tempatnya. Bila telah yakin, anda bisa memulai pemasangan konektor untuk casing meliputi beberapa buah konektor umumnya konektor yang disediakan oleh casig adalah konektor untuk tombol on/off, konektor untuk tombol reset, konektor untuk Led IDE dan konektor untuk speaker pada casing. Untuk memasang anda bisa lihat buku manualnya. Tetapi biasanya pada masing- masing konektor telah diberikan tulisan seperti pw, rst, HDD tau spk. l. Langkah duabelas Bila anda sudah yakin melakukan semuanya dengan benar, anda tinggal mencoba hasil rakitan anda ini. Untuk mencobanya anda terlebih dahulu harus memasang keyboard, monitor dan sebaiknya mouse. Setelah itu, barulah anda baru menghubungkan catu daya pada casing dengan jala-jala listrik. Hidupkan komputer, bila semua lancar seharunya PC anda dapat memunculkan perhitungan jumlah RAM pada monitor. Bila PC anda baru, maka BIOS akan meminta (secara otomatis) untuk diatur, apakah dengan memberikan pesan dan pilihan masuk BIOS atau terus maupun langsung masuk ke BIOS. Satu hal yang perlu anda ingat bila ternyata anda kemudian inigin mengutak-atik PC lagi, sebaiknya setelah PC anda dimatikan, lepaskan terlebih dahulu kabel daya yang ke catu daya (pada casing) dari jala-jala listrik. Bila anda seorang pemula dalam hal merakit PC, ada baiknya anda ditemani oleh seorang yang telah berpengalaman.

3. Menangani Throuble-shooting Kecil Hal terpenting yang harus dilakukan dengan PC kita adalah perawatan. Namun kadang-kadang meskipun sudah kita rawat dengan baik tidak menutup kemungkinan adalah throuble-shooting. Untuk itu disini akan diulas sedikit masalah throuble-shooting ini.

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

Pengenalan Komponen-komponen Perangkat Keras PC

52

Persoalan dasar yang berhubungan dengan throuble-shooting yang perlu dicek pada tahap awal adalah : RAM, VGA Card, Prosesor dan motherboard. Sebagaimana di atas telah dijelaskan jika PC kita normal, maka ketika pertama kali dijalankan dilayar akan tampil penghitungan kapasitas RAM dan speaker akan berbunyi “tut” sekali. Dengan demikian jika tidak ada penghitungan kapasitas RAM berarti PC kita ada masalah. Jika ada masalah dengan RAM (rusak atau berubah dari posisi konektornya) selain di monitor dan mencacah kapasitas RAM akan terdengar bunyi “tut” speaker putus-putus yang rapat atau malah bunyi speaker yang terus- menurus tanpa terputus. Cara penangganan adalah dengan mencoba membersihkan slot memori dan konektor RAM kemudian memasangnya lagi. Pelepasan RAM dan Pemasangan kembali RAM dilakukan pada kondisi tanpa adanya aliran jala-jala listrik. Ini adalah masalah yang paling sering terjadi. Jika anda yakin bahwa RAM dalam kondisi baik (misal anda telah mencoba pada komputer lain) dan pemasangannya benar, kemungkinan permasalahan bisa terjadi pada pemasangan VGA Card. Cabut VGA Card dari dudukannya kemudian bersihkan konektornya dan pasang kembali (anda bisa memasang pada slot lainnya, bukan yang tadi). Semua instalasi juga dilakukan pada keadaan tanpa anda aliran jala-jala listrik. Untuk mengetahui VGA Card rusak atau tidak ada bisa mencoba pada komputer yang lain. Jika VGA Card tak ada masalah dan pemasangannya juga benar maka kemungkinan permasalahan ada pada prosesornya. Anda bisa mencoba prosesor pada motherboard yang lain. Ini adalah cara yang paling sederhana. Jika ternyata ketiga komponen di atas baik-baik saja dan PC anda masing tak jalan, ada kemungkinan motherboard anda yang bermasalah. Untuk mengecek baik dan buruknya motherboard anda, cara sederhana yang bisa ditempuh adalah dengan memasangi komponen RAM, VGA Card, Prosesor dari komputer lain yang benar-benar tak ada masalah (yang setelah dicek di komputer lain bisa jalan).

Diktat Dasar Komputer dan Pemrograman T. Elektro FTI UAD

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->