ilham

Beberapa catatan pergumulan iman Banyak agama-agama mempersoalkan dan bersoal tentang Yesus dari Nazareth.

Yang paling memperdebatkan apa dan siapa Yesus dari Nazareth ada tiga agama, yakni Yahudi, Kristen dan Islam. 1. Agama Yahudi, berpegang kepada Kitab Suci Perjanjian Lama (39 buku). Dalam kitab ini tidak ada disebut tentang nama Yesus dari Nazaret (Yesua haNazarene). Tetapi dalam buku itu dikenal nama Yesua (Yosua) yakni tokoh yang melanjutkan misi Musa membawa umat Israel masuk di tanah Kanaan, setelah Musa wafat di gunung Nebo. Yosua bin Nun bukan Yesua haNazarene (Yesus dari Nazareth) yang di Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama banyak nubuat-nubuat tentang Mesias yang akan datang. Tetapi penganut agama Yahudi tidak menghubungkan isi pemberitaan Perjanjian Lama (isi 5 Kitab Musa, Mazmur, Ketubim dan Nebiim) itu kepada Yesus Kristus. Mereka menolak pemenuhan nubuat-nubuat PL dalam diri Yesus Kristus. Sikap mereka itu adalah tindakan penyangkalan dan penolakan terhadap Yesus Kristus, bukan karena jujur memahami isi PL. Orang Yahudi yang sekarang, yang menganut agama Yahudi, adalah pewaris dan pelanjut sikap kakek/nenek moyang mereka yang hidup di zaman Yesus (yaitu kelompok penolak Yesus dari Nazareth/Yesua haNazarene sebagai Kristus/hammasiah) dan yang terus menerus ingin menghapus Yesus dan ajaran-Nya dari bumi umat manusia. Hasil dialog antar penganut agama Yahudi dan penganut agama Kristen, hanya mengajak orang Yahudi yang menganut agama Yahudi untuk mengakui bahwa Yesus Kristus adalah salah satu putra Yahudi yang luar biasa, karena ajaran-ajarannya dapat memanggil lebih satu miliar manusia menjadi pengikut-Nya. Mereka menolak agar mereka diinjili, dengan alasan, bahwa TUHAN (Yahowa) yang dipuja oleh orang Yahudi penganut agama Yahudi sama dengan TUHAN (Yahowa) yang dipuja dan dimuliakan Yesus dari Nazareth. Tetapi lahirnya dan bekerjanya Yesus Kristus sebagai orang Yahudi hendak mengatakan bahwa orang Yahudi penganut agama Yahudi perlu diinjili. Yesus Kristus datang ke dunia adalah untuk menginjili mereka. Itu perlu karena agama Yahudi tidak menjadi jalan keselamatan bagi seluruh umat manusia, pada hal TUHAN menginginkan agar semua umat manusia mendapat berkat dan keselamatan melalui Yahudi yang setia pada TUHAN. Memahami isi PL menunjuk kepada Yesus Kristus, merupakan langkah pertama mewujudkan rencana TUHAN Allah itu. 2. Agama Islam mengajarkan bahwa para pengikutnya percaya kepada isi Kitab Taurat, isi Kitab Zabur (Mazmur), isi kitab Injil dan isi kitab al-Quran. Tetapi ukuran kebenaran yang paling benar bagi mereka adalah isi kitab al-Quran dan tambahannya adalah Hadis yang mereka nilai sebagai sahih (tak diragukan kebenaran dan keabsahannya). Prinsip yang digunakan dalam menilai isi kitab-kitab suci itu adalah: Isi alQuran sebagai kitab yang dipercayaai sebagai kitab yang terakhir diwahyukan adalah kebenaran mutlak dan membatalkan atau sedikitnya mengkoreksi/memperbaiki apa yang pernah diwahyukan dalam kitabkitab sebelumnya. Prinsip ini berlaku juga bagi mereka dalam menilai dan memahami apa dan siapa Isa al-Masih (sebutan al-Quran untuk Yesus Kristus/Yesua hamMasiah). Al Quran dipandang sebagai kitab yang mengkoreksi pemberitaan Alkitab (khususnya Perjanjian Baru) terutama tentang Isa Al Masih, yang mereka pandang sebagai sudah dibelokkan. Al Quran sama sekali menolak penyembahan kepada Yesus sebagai Tuhan, dan dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada anak bagi Allah. Al Quran hanya sampai kepada pengakuan bahwa Isa Al Masih itu seorang nabi atau seorang rasul. Sehubungan dengan kerasnya penolakan al Quran terhadap berita Alkitab tentang Yesus Kristus, apa yang dikatakan al-Quran tidak boleh dilengkapi dengan apa yang dikatakan oleh Injil, terutama tentang apa dan siapa Yesus Kristus (Isa al-Masih), serta tentang kematian dan kebangkitannya. Misalnya: Dalam al-Quran Surat ke-19 (Maryam) ayat 33 dikatakan (sebagai ucapan Nabi Isa al-Masih): “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (dikutip dari al-Quräan dan Terjemahannya, Dep.Agama RI Jakarta, thn 1984/1985). Tentang kelahiran Isa al-Masih ada diceritakan dalam al-Quran, tetapi itu tidak diperkenankan dilengkapi dengan cerita kelahiran Yesus Kristus yang diceritakan dalam Injil. Tentang kematian nabi Isa al-Masih sangat kabur diberitakan di dalam al-Quran [Dikatakan: “maka setelah Engkau (=Allah) wafatkan aku (=Al

Tentang kebangkitan hidup kembali nabi Isa al-Masih sama sekali tidak ada dalam al-Quran. tidak hanya sebagai Rasul). apakah memang kepercayaan Kristen tentang Yesus Kristus [(yang berdasar kepada Alkitab (PL dan PB)] berlebih-lebihan. Menyadari kenyataan ini. berdasarkan apa yang disaksikan dalam Injil. Jadi apa yang ditulis dan disaksikan dalam Injil tentang Yesus Kristus masih merupakan kesaksian yang tidak tergugatkan kebenarannya. atau temuan arkheologi di Israel. Dengan kesaksian itu. Banyak tokoh yang pernah muncul di kalangan bangsa Israel/orang Yahudi dari sejak zaman nabi-nabi hingga zaman modern ini. Perubahan paradigma keberagamaan dan pengenalan akan TUHAN tersebut secara laten dan terus menerus menyoroti semua paradigma keberagamaan dan pengenalan akan TUHAN yang diajarkan oleh agama-agama yang muncul belakangan. sebenarnya harus diakui bahwa penyaksian dan kesaksian para penulis Injil yang mendasarkan isi Perjanjian Lama dalam memperkenalkan Yesus Kristus. seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” [Sura 3 (Ali Imran) ayat 45]. tetapi itu tidak diperkenankan diperjelas dengan cerita kematian Yesus Kristus. Para penulis Injil berhasil memahami apa dan siapa TUHAN (Yahowa) menurut PL dan apa rencanarencana-Nya demi masa depan umat manusia keseluruhan. bahkan sebagai wujud penyataan TUHAN Allah sendiri. temuan-temuan modern (seperti dengan ditemukannya Injil Judas Iskariot. Tuduhan al Quran yang mengatakan bahwa ahli kitab (Kristen) berlebih-lebihan dalam memahami apa dan siapa Yesus Kristus dan TUHAN Allah kurang tepat sasaran. Agama Kristen. Kritikan (tuduhan) itu muncul (1) karena adanya kekurangpahaman mengenai kesaksian tentang Yesus dalam . maupun pengenalan konservatif agama-agama lainnya tentang Allah. ayat al-Quran menghardik: “Hai Ahli Kitab. dewa atau sembahan mereka.Masih)”. “wahyu”. Sura 5 (Al-Maa-Idah) ayat 117). tetapi seorang yang merubah pradigma keberagamaan yang pernah dianut oleh masing-masing kelompok umat beragama. Yang menjadi pertanyaan adalah. mendasarkan iman kepercayaannya tentang Yesus Kristus kepada pemberitaan Perjanjian Lama. tetapi tidak satu pun dari mereka yang dapat dibaca dan dikenal atau dirujuk sebagai pemenuhan dari apa yang dinubuatkan Perjanjian Lama sebagai Mesias. Penulis-penulis Injil berusaha melihat dan menunjukkan bahwa nubuat-nubuat Perjanjian Lama dipenuhi dalam diri dan karya Yesus Kristus. Contoh lainnya: Dalam al-Quran dikatakan bahwa Al Masih diciptakan dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya. dan bagaimana Dia didekatkan kepada Allah. Kesaksian PB dan orang Kristen tentang Yesus Kristus merupakan buah kepercayaan kepada TUHAN yang hidup dan yang berkuasa penuh atas diri dan cara-Nya dalam menyatakan diri kepada umat manusia. Tetapi ajaran mereka tidak memperkenankan untuk menerangkan ketermukaan Al Masih (Yesus Kristus) di dunia dan di akhirat. dll) yang mencoba menyangkal kebenaran kesaksian Injil tersebut. walaupun banyak kesaksian.” (Sura 3/Ali Imran ayat 55)]. Yesus Kristus tidak hanya sekedar seorang pemuda Yahudi yang paling luar biasa sepanjang zaman. Keyakinan ini dan buahnya dalam penulisan surat-surat yang ada di PB maupun penulisan dan pengajaran dogma Kristen. yang ada di dalam Injil. masih dapat dipertanggung-jawabkan secara iman dan secara historis-kritis. Berita Injil tentang kehidupan Yesus Kristus dan kematian-Nya dan tentang apa dan siapa Dia. Sewaktu orang Kristen (Ahli Kitab) dituduh mentigakan Allah dalam hubungan kepercayaan orang Kristen kepada Yesus Kristus (sebagai Tuhan. 3. atau memang merupakan suatu konkuensi dari kepercayaan kepada TUHAN (Yahowa) Allah (Elohim) yang memang mahakuasa dan mahaesa dan merupakan bukti kepatuhan kepada Dia saja? Dua sikap agama yang dikatakan di atas merupakan gambaran sikap manusia zaman sekarang. yang harus dijawab oleh umat Kristen sehubungan dengan pengenalan dan kepercayaan Kristen kepada Yesus Kristus. merupakan temuan besar. tetapi hal itu tidak diperkenankan untuk diketahui berdasarkan berita kebangkitan Yesus Kristus yang ada dalam kitab Injil. sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. dan sekaligus merubah pengenalan konservatif kaum Yahudi tentang TUHAN (Yahowa). janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu…” (Sura 5 ayat 77).. “Hai ‟Isa.. terutama paradigma keberagamaan umat Israel/Yahudi. Injil Maria Magdalena. mendorong umat Kristen melawan semua teori keagamaan yang menyangkal kemampuan TUHAN Allah menyatakan wujud diri-Nya dalam dan melalui Yesus Kristus berdasarkan kemahakuasaan-Nya. “namanya Al Masih ‟Isa Putera Maryam.

tetapi seorang manusia yang jelek rupa. dan wajah atau rupa yang sangat mempesona. (3) sumber utama kebenaran ajaran tentang ke-Allah-an TUHAN Allah (Yahowa Elohim) yang Mahaesa walau berbagai cara dipakai-Nya untuk menyatakan diri. kebangkitan (hidup kembali) dan perannya di akhirat. dan rupa pun tidak. dapat . Tetapi ternyata justru Dia berhasil dan sukses. oleh para pengagumnya di dunia maupun oleh tuan-Nya (yaitu oleh TUHAN) sendiri. Memang dia bukan “monyet” dan bukan “belutung”. (2) sumber utama kebenaran berita tentang Yesus sehubungan dengan kelahiran. dan dari itu juga dipanggil dengan nama Allah-Hu. yang di bagian atas salibnya dilengketkan papan bertuliskan: “Yesua haNazarene Melek Yisrael”/”Iesus Nazarenus Rex Iudaiorum”. Semua target kerja yang ditentukan oleh tuannya untuk dia capai.kitab-kitab Injil. (Kata Ibrani ‟Elohim sama dengan kata Arab ‟ilah (bahasa Indonesia Allah ! al-ilah). Allah yang esa itu bukan Bapa. dalam mengerjakan apa yang disuruhkan dan diperintahkan kepadanya. Ada apa dibalik semua peristiwa itu? Mengapa para tokoh agama Yahudi begitu hebat berusaha melenyapkan Yesus dari Nazareth tersebut? Apa maksud Yahowa Elohim dengan Yesus dari Nazareth ini? Apakah Dia benar sebagai orang yang dikutuk oleh TUHAN Allah karena ulah-Nya mengajar ajaran yang berbeda dengan ajaran tokoh-tokoh agama Yahudi dan karena Dia melakukan tindakan-tindakan menyelamatkan manusia dari penderitaan mereka bahkan menghidupkan orang mati? Apakah Dia ternyata seorang yang sangat taat kepada Firman TUHAN yang diajarkan dari Perjanjian Lama. karena dia dihina dan dihindari orang. bukan seperti manusia lagi. karya. karena perjalanan hidup-Nya dan apa yang diperbuat-Nya tidak pantas mendapat penyiksaan yang begitu hebat. bunda Maria dan Yesus Kristus (seperti diduga al Quran dianut orang Kristen). sehingga kita menginginkan-Nya” (Yes. jiwa. orang menutup muka terhadap dia. Dia itu adalah Hamba Yang menderita yang dikatakan dalam perikop panjang ini. kekuatan. Alkitab masih (1) tetap menjadi sumber utama kebenaran untuk memahami dan mengenal apa dan siapa Yesus. Tetapi tidak semua ketiga orang tersebut dipercayai sebagai yang menggenapi nubuatan Firman TUHAN dalam Perjanjian Lama. akalbudinya dan segenap eksistensinya. (3) Dan Alkitab masih sumber kebenaran bahwa keAnakAllah-an Yesus adalah sebutan khusus untuk menyatakan salah satu dari cara-Nya datang ke tengah manusia. selain dari pada Yesus dari Nazareth yang disalibkan di Golgatha. Dari sosok tubuh dan wajahnya saja sebenarnya Hamba ini sudah harus gagal dalam pengembanan tugasnya. “Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia. Tentang Dia ditelusuri dalam Perjanjian Lama. Hamba yang sukses ini tidak dimodali dengan postur tubuh yang gagah tampan. Kesuksesan hamba ini melakukan tugasnya membuat Dia ditinggikan. Yahowa Elohim disebut juga sebagai Hu (yang dalam bahasa Ibrani berarti “Dia”).) Memahami Peristiwa Jumat Agung Di hari Jumat itu ada tiga orang yang disalibkan di Golgatha. bukanlah ke-AnakAllah-an Yesus Kristus yang disaksikan dalam kitab-kitab Injil atau Perjanjian Baru dan ajaran gereja. dan (3) ke-anak-an Yesus dalam kerangka keesaan TUHAN Allah yang dikritik habis oleh Al Quran. Salah satu dari jawaban itu adalah Yesaya 52:13 s/d 53:12. dan tampaknya bukan seperti anak manusia”. yaitu orang yang mematuhi TUHAN sebagai tuannya dengan segenap hati. Yang Dia miliki adalah “begitu buruk rupanya. (1) Dia itu disebut “hamba-Ku” (=hamba TUHAN). dan tidak mengkonotasikan atau mengindikasikan adanya Allah lain (atau dua Allah yang berbeda) disembah oleh orang Kristen sebagai TUHAN selain Yahowa Elohim yang disaksikan dalam Perjanjian Lama. dan sangat taat kepada TUHAN Allah? Jawabannya dari Perjanjian Lama. kematian. Hanya Dia. dan (2) karena teologi ketritunggalan TUHAN Allah yang ditolak al Quran memang bukan teologi ketritunggalan TUHAN Allah yang dianut agama Kristen. tetapi Bapa-Anak-Rohkudus (seperti disaksikan Alkitab). disanjung dan dimuliakan. Tidak ada manusia yang pernah lahir di dunia ini. yang perjalanan hidupnya dapat dicocokkan kepada apa yang dikatakan oleh nabi dalam kitab Yesaya jilid dua ini.53:2). yang bernama Yesus dari Nazareth. dan dia tidak masuk hitungan.

berhasil membangun kerajaannya menjadi adikuasa. berhasil menyelam ke dasar lautan terdalam. dan pantas orang takjub terhadapnya. melainkan “hamba TUHAN” sendiri. 7:1-10). Hamba yang disebut Yesaya ini membuat banyak bangsa dan raja-raja tercengang. tetapi semua keberhasilan tersebut tidak mencengangkan dan tidak membuat mulut terkatup karena mengaguminya. Kurban itu adalah seekor domba jantan yang tidak bercela. Menurut nubuat Yes. karena dia mau dan benar-benar mau menjadi hamba TUHAN yang menanggung penyakit dan memikul kesengsaraan seluruh umat manusia. dia diremukkan karena kejahatan kita. dipukuli hingga tubuhnya penuh bilur-bilur. berhasil hidup di angkasa luar. maka Dia mengalami semuanya itu. dan banyak keberhasilan yang lain. 53 “kurban penebus salah” itu bukan lagi kambing domba.diperolehnya. berhasil “menemukan ilmu yang paling canggih”. Itu luar biasa. tetapi tidak mampu memberi keselamatan. (2) Banyak bangsa dan banyak raja tercengang melihat karya daripada hamba yang berhasil ini. karena karya-Nya mendatangkan keselamatan bagi seluruh umat manusia. yang . dia dimatikan karena dipandang sebagai orang jahat padahal tidak. dia tertikam karena pemberontakan kita. “kurban-penebus-salah” itu adalah yang disebut TUHAN sebagai “Anak Yang Kukasihi”. mau dianiaya. kuburnya di kuburan orang fasik. Hal ini menjadi pendorong bagi setiap orang yang kurang elok rupanya dan yang kurang gagah dan kurang tampan tampangnya. Kurban ini berfungsi sebagai “pengganti” umat manusia untuk menerima pelampiasan murka . (3) Karyanya yang menyelamatkan itu dapat diraihnya. sehingga orang itu dipulihkan kembali sebagai orang yang tidak lagi bersalah dan dosanya diampuni oleh TUHAN dan dirinya kembali dipandang layak berdiri di hadapan TUHAN.karena dosa dan kejahatan mereka. kepadanya ditimpakan ganjaran-ganjaran agar kita selamat. (4) Dalam praktek keagamaan Yahudi (PL) ada yang disebut “kurban penebus dosa” (Imamat 5:146:7. tidak lagi mengalaminya. Mengapa bisa terjadi demikian? Dasar pemahaman penubuat adalah pemahaman teologi Persembahan (Kurban) Penebus Dosa yang dipraktekkan menurut kepercayaan dan agama Yahudi (Perjanjian Lama). Dengan tegas penubuat ini mengatakan: penyakit kita yang ditanggungnya. Keselamatan yang diberikan itu adalah keselamatan dari murka TUHAN yang hendak membasmi manusia. berhasil mengkloning manusia. Dia diputus dari dunia orang hidup. ditindas dan Dia sama sekali tidak melawan kepada yang melakukan semua itu kepada-Nya. TUHAN MENIMPAKAN KEPADANYA KEJAHATAN KITA SEKALIAN. mau tertikam. Keberhasilan-keberhasilan seperti itu masih keberhasilan manusiawi. diremukkan. dia kena tulah. kesengsaraan kita yang dipikulnya. Hamba ini mau mengalami semua itu. yaitu Yesus Kristus. berhasil sampai di bulan. berhasil menjadi tokoh agama yang diikuti miliaran manusia. TUHAN melampiaskan murka-Nya kepada Hamba ini. Hal itu dipercayai terjadi karena kesalahan dan dosa-dosa orang yang mempersembahkan kurban itu ditimpakan kepada kurban yang disembelih tersebut. Sudah ada manusia yang berhasil “menang dalam perang”. Karyakarya sedemikian paling membuat hidup agak lebih sejahtera. Dalam Injil dikatakan. Dengn demikian orang yang mempersembahkan kurban tersebut luput dari murka TUHAN dan selanjutnya dapat hidup selamat. yang aturan murka itu seharusnya dilampiaskan kepada semua manusia berdosa. berhasil menciptakan alat-alat mutahir. yang dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Hewan ini dikurbankan dalam rangka mendapat tebusan salah atau pengampunan dosa orang yang mengurbankannya. agar umat manusia. Dalam hal ini “kurban-penebus-salah” berfungsi sebagai “pengganti” bagi yang mengurbankannya. TUHAN berkehendak meremukkan Dia (53:10). Itu semua Dia alami sebagai pelampiasan murka TUHAN Allah.memang seharusnya mengalaminya. dan tidak mendatangkan keselamatan kepada seluruh umat manusia. Perjuangan dan kesuksesan seperti itu pantas ditiru. Lalu hewan kurban tersebutlah yang mengalami segala hukuman akibat murka TUHAN terhadap dosa-kesalahan orang yang mengurbankan tersebut. Tetapi bukan karena kejelekan rupanya atau karena dosanya atau karena keangkuhannya. karena karyanya benar-benar merupakan karya yang belum pernah dihasilkan oleh siapapun dalam sejarah kemanusiaan. untuk meraih kesuksesan kerja yang hingga mencengangkan siapapun yang ada di sekitarnya (termasuk mencengangkan petinggi-petinggi Negara).

tokoh-tokoh agama.10:5-7).9:13. Di sana darahnya ditumpahkan. penyaksi iman kepada Yesus Kristus memahami dan mempercayai apa dan siapa Yesus Kristus. Kristus sendiri telah “mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban” (Ibr. yang ditumpahkan bagi kamu” (Lukas 22:19. 10:4. dan “cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku. dan tidak perlu lagi diungkit-ungkit oleh siapapun dalam perjalanan bangsanya ke depan.10:11. Semua dosa manusia yang pernah terjadi. (5) Di Perayaan Jumat Agung ini kembali dikumandangkan tentang apa yang sudah dikerjakan oleh TUHAN Allah bagi manusia. Bertitiktolak dari pemahaman tentang kurban penebus salah dan dosa yang diajarkan Perjanjian Lama. kebenaran dan hidup” pintu sorga yang sebenarnya terbuka dan mereka disambut di dalam sorga ilahi.15. Dalam rangka pemenuhan tugas dan fungsi inilah sehingga Yesus Kristus melaksanakan Perjamuan Malam dan mengatakan: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu”.11). Ibr.12. bagi domba-dombanya: Yoh. . lalu dengan luar biasa memberitakan apa dan siapa Yesus. umat manusia dapat memulai kehidupanmereka dengan kemanusiaan yang sudah diampuni dosa-dosanya. Tujuan dari semua apa yang dilakukan Imam Besar dan yang dipersembahkannya menurut Perjanjian Lama telah dipenuhi dalam Yesus Kristus (baca: Ibr. Penulis Ibrani mempercayai dan kepercayaannya itu benar. Lembaran hidup baru itu memungkinkan seluruh umat manusia membangun masa depan bersama. Kalau orang Yahudi penganut agama Yahudi zaman sekarang tidak mau mendengar pemenuhan dari apa yang mereka harapkan menurut PL.TUHAN terhadap dosa kesalahan manusia. yang membanggakan kakek/nenek moyang mereka. Setiap raja atau orang besar/ pembesar yang menjadi murid-Nya akan bangga menjadi “jarahan” maupun “rampasan”-Nya. Mereka ibarat generasi keturunan yang berkelanjutan. bahwa tubuh Yesus Kristus lah persembahan yang sempurna. dengan tidak mengulangi dosa yang sudah dihapus itu dan dengan tidak melakukan dosadosa yang baru. Para pengikut Ktistus menjadi generasi-generasi yang membuat Yesus Kristus puas. mereka akan terhitung sebagai manusia yang berdosa kepada Roh Kudus. baca ayat 1-18). Bukit Golgatha dipilih sebagai altar pengurbanan “kurbanpenebus-salah” yang luar biasa istimewanya ini. untuk sahabat-sahabatnya: 15:13). mereka harus terus belajar sebelum pintu sorgawi tertutup bagi mereka. Pemahaman ini ditemukan Paulus. tokoh pemerintahan dan warga negeri yang melakukan kejahatan kepada Dia. Berbahagialah setiap orang yang telah diampuni dosa-dosanya oleh karena Yesus Kristus telah menjadi tebusannya. Kurban ini memikul dosa Imam Besar Yahudi dan semua imam-imam. setelah dia dalam tiga tahun pelayanannya mengalami dari bangsanya sendiri seperti apa yang dialami oleh “hamba TUHAN” yang disebut dalam nubuatan Yesaya 52:13-53:12. Beradanya Yesus Kristus di sorga kekal. Hikmat Yesus Kristus telah membuat banyak orang menjadi orang “benar” dan tidak ditimpakan hukuman lagi di hadapan TUHAN Allah.9:12) sesuai dengan kehendak TUHAN Allah (bd. Dengan pengurbanan Yesus Kristus.5:2).10:45. Paulus menulis: Kristus Yesus telah…‟telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah‟ (Ef. dan di sana dia diputus dari dunia orang hidup. membuat waktunya (umurnya) tidak berkesudahan. Dia memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mrk. dan oleh satu korban ini “Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan” (Ibrani 10:14. terhapuslah sudah.20). Hanya bagi orang yang mengaku Yesus sebagai “jalan. Kalau umat beragama pengikut rasul dari Arab Saudi juga belum dapat memahaminya berdasarkan kesaksian Kitab Suci orang Kristen.14. 9:9. Kasih kembali dapat dihidupkan dan “meragi” pergaulan hidup seluruh umat manusia. Bahkan Yesus Kristus sendiri secara bertanggungjawab memahami dirinya sebagai “domba Allah yang memikul dosa manusia”.7:27) dan mengurbankan darahNya sendiri (Ibr. umat beragama.

PENDERITAAN YANG BERHARGA (Precious Suffering) Dunia hari-hari ini. Pertama. Pertama. yaitu di dalam aku sebagai manusia. status kita melebihi kondisi kita. Di dalam bagian ini. Kedua. Kristus tidak mati. Dari novel (yang dianggap fakta oleh penulisnya. Ajaran ini dipengaruhi oleh Gerakan Zaman Baru dengan ide man is god (manusia adalah “allah”). “Karena waktu kita masih lemah. Paulus mencatat hal ini di dalam ayat 6a di atas dengan menggunakan terjemahan ungodly di dalam KJV yang dalam bahasa Yunaninya asebe?s berarti irreverent. Itulah status yang kita layak tanggung akibat ketidaktaatan manusia pertama. kita lemah dan tak berdaya dalam menghadapi dosa. ketika kita jatuh ke dalam dosa. dosa terus melekat di dalam kita sehingga ketika kita ingin berbuat sesuatu yang menyenangkan Allah. Penderitaan adalah harga yang harus kita tanggung di dalam mengikut Kristus. impotent/tidak bertenaga. penderitaan Kristus ditujukan untuk orang-orang berdosa (lemah dan durhaka). Kalau secara kondisi. “Karena waktu kita masih lemah” dalam Alkitab terjemahan King James mengartikannya. sampai “Injil” Thomas dan Barnabas. Dan Brown). Bagaimana dengan realita dunia kita ? Dunia postmodern yang kita hidupi saat ini mulai membalikkan/meniadakan realita ini dengan mengajarkan bahwa di dalam diri kita ada kekuatan besar yang berdiam (giant power/force dwells in us). kondisi lemah. Dosa mengakibatkan kita lemah. Mari kita merenungkan kedua poin ini di dalam ayat 6-11. Benarkah demikian? Siapakah Kristus sebenarnya? Apakah Dia benar-benar mati? Mengapa Ia harus mati? Seberapa signifikan dan agungnya kematian-Nya? Menjelang Jumat Agung tahun 2008 ini. Di dalam keenam ayat ini. sehingga disebut “tidak berTuhan”. “For when we were yet without strength…” International Standard Version (ISV) menerjemahkannya powerless (=tidak ada kekuatan). memikul salib dan mengikut-Nya (Matius 16:24). . dll. (by extension) impious or wicked: ungodly (man). kita dijamin oleh-Nya bahwa di dalam penderitaan. tak bertenaga apapun untuk berbuat sesuatu yang baik. Di sini. penderitaan Kristus yang telah mengalahkan maut menjadi pengharapan masa depan yang indah yang akan menanti kita sekaligus teladan bagi penderitaan yang kita alami. Dengan kata lain. Dengan kata lain. bahwa di dalam aku. (secara perluasan) tidak beriman/berTuhan atau jahat: orang yang tak berTuhan. status kita langsung disebut “tidak berTuhan” dan “jahat”.” Paulus menuliskan hal ini di dalam perikop tentang perjuangan hukum Taurat dan dosa. ternyata kita malahan mendukakan hati-Nya (Roma 7:19-20). orang-orang non-Kristen mencoba menyodorkan suatu penemuan “ilmiah” yang diyakini akan menghancurkan iman Kristen. dunia postmodern yang berdosa ini mulai dipakai setan untuk merendahkan Kristus dan mengajar bahwa Kristus menikah dengan Maria Magdalena. (=tidak sopan. ia menjelaskan bahwa meskipun hukum Taurat itu baik bagi umatNya. “lemah” berarti tanpa kekuatan (strengthless bisa diterjemahkan sick/sakit. Paulus langsung menunjukkan status dan kondisi kita yang berdosa. Mengapa ? Karena dosa adalah ketidaktaatan terhadap perintah-Nya atau menyelewengnya kita dari sasaran Allah. Paulus di dalam Roma 7:18 menuturkan. Ingatlah. setiap orang Kristen yang sungguh-sungguh mau mengikut Kristus harus menyangkal diri. kita lebih kejam lagi yaitu benar-benar menyetujui adanya dosa dan melawan Allah. yaitu.) Dengan kata lain. dll). Paulus membagi enam prinsip penderitaan penebusan Kristus sebagai teladan dan pengharapan bagi kita yang menderita karena nama Kristus. “Sebab aku tahu. tetapi ketika kita masih hidup di dalam dunia ini. Da Vinci Code. Sebab kehendak memang ada di dalam aku. Itulah kuasa dosa yang terus membuat kita mendukakan hati-Nya. Ini adalah kondisi kita ketika jatuh ke dalam dosa. kita akan merenungkan satu perikop tentang teladan dan pengharapan penderitaan yang Kristus alami sebagai alasan mengapa penderitaan karena nama Kristus (yang harus kita alami) itu berharga. Meskipun demikian. maka secara status. tidak ada sesuatu yang baik. dosa mematikan keinginan kita untuk menyenangkan Allah. tetapi Yudas yang mati. Di dalam ayat 6a. status orang durhaka. tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Dan anehnya. that is. Paulus menguraikan. Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka…” Di dalam bagian ini. sebagai anak-anak-Nya.

Tidak ada seorangpun yang dapat melepaskan kita (sekalipun para utusan Allah) dari status dan kondisi kita ini. dan sejenisnya yang pura-pura memakai plang “Kristen”! Kembali. karena ia lahir dari Allah. Kedua. Sudah saatnya. Lalu. Alhasil. “mematikan dosa” sama dengan menyangkal diri. Surabaya di dalam setiap perkuliahannya di salah satu kampus “Kristen” terkenal di Surabaya). kita dapat belajar beberapa prinsip. berarti kita pun tidak boleh mengingini untuk masuk nirwana (menurut agama itu). open theism. Inilah kekeliruan terbesar dan terkonyol di dalam agama dari Timur yang mengajarkan bertarak diri (askese).ajaran gila ini rupanya telah merasuki dunia pendidikan (khususnya manajemen). ISV juga hanya menyebutkan. Paulus dengan gamblang memaparkan bahwa kita sebagai manusia baru harus hidup lebih memuliakan Allah daripada ketika kita masih seteru Allah (manusia lama). Zig Ziglar (buku terkenalnya : “Smile” dipakai sebagai bahan “renungan” oleh seorang dosen “Kristen” yang adalah istri “pendeta” emeritus GKI Pregolan Bunder. Robert H. Kesadaran tentang dosa adalah titik awal nantinya kita bisa bertobat. bijaksana. Kristus telah mati untuk kita. agama ini juga mengajarkan bahwa setiap orang bisa menjadi “allah”. Kembali. tetapi sayangnya banyak orang “Kristen” masih tertidur oleh bujuk rayu si setan dan tidak mau kembali kepada Alkitab. bahkan dipopulerkan di dalam keKristenan (oleh beberapa dosen “Kristen) dan “gereja” melalui buku-buku Berpikir Positif dari Norman Vincent Peale. Kembali. Di dalam Efesus 4:17-32. yaitu pertama. baiklah kita terus-menerus dipimpin dan disucikan oleh Roh Kudus. “at the right time” Di sini. Alkitab LAI menyebutkan. ketika kita mengerti bahwa penderitaan Kristus ditentukan oleh Allah. bertobat dan kembali kepada Alkitab sebagai satusatunya kebenaran mutlak. Menyangkal diri tidak berarti kita tidak boleh memiliki keinginan sama sekali. dan bahkan di dalam keKristenan. itu bukan Allah yang diajarkan dan diberitakan oleh Alkitab. “pada waktu yang ditentukan oleh Allah. kita melihat seorang Tung Desem Waringin. Itu logika yang tepat. LAI menambahkan kata “Allah” menunjukkan bahwa kematian Kristus bukan ditentukan oleh manusia atau Kristus dapat disalib gara-gara Yudas menjual-Nya (seolah-olah tanpa Yudas. Ketika kita tidak menyadari dosa ini. Di dalam proses menyangkal diri. para kaum pilihan-Nya sadar dari tipu daya si setan. kematian Kristus juga harus menjadi teladan bagi kita yang harus terusmenerus mematikan dosa di dalam diri kita. Itu adalah tipu daya setan yang mulai meracuni keKristenan. menyangkal diri berarti kita berani mengatakan “tidak” kepada setiap keinginan kita yang negatif (dan beberapa keinginan positif) untuk disesuaikan dengan kehendak dan kedaulatan Allah. pada enam kalimat terakhir. semua status dan kondisi kita yang berdosa ternyata menemui kebuntuan. dll. tetapi Allah yang merencanakan keselamatan. tetapi herannya sambil mengajarkan bahwa kita tidak boleh memiliki keinginan. . tidak heran. dll laris diundang bahkan di sebuah kampus “Kristen” swasta terkenal di Surabaya. Rasul Yohanes juga mengingatkan kita. kita tidak mengerti untuk apa kita bertobat dan lebih parah kita tidak mengerti untuk apa Kristus mau mati bagi dosa-dosa kita. karena Allah kita adalah Allah yang sejati yang berdaulat yang merencanakan segala sesuatu dan kita mempercayai bahwa rencana-Nya pasti berhasil karena Ia adalah Allah yang layak dipercaya (trust-worthy God). penderitaan Kristus ditentukan oleh Allah. Schuller. “at just the right time” English Standard Version menyebutkan hal yang sama. pluralisme. Kalau kita mempercayai kepada “Allah” yang “plinplan”. sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa. Kalau kita tidak boleh memiliki keinginan. Andrie Wongso. Hal tersebut tidak pernah ada dalam “kamus” Alkitab/Allah. “Setiap orang yang lahir dari Allah. Selain pengharapan.” (1 Yohanes 3:9) Dengan kata lain. Kristus tak mungkin disalib atau Allah Bapa “bingung” memilih sarana lain untuk membuat Kristus disalib). psikologi. David Yonggi Cho. dll dan mulai disimpangkan/diselewengkan dari berita Alkitab bahwa manusia itu berdosa. Orang-orang Kristen terus-menerus diindoktrinasi bahwa mereka itu hebat.” Kalimat ini tidak dapat kita jumpai pada KJV yang hanya menyebut “in due time”. Sungguh suatu logika yang tidak masuk akal. Paulus di dalam ayat 6a menyatakan bahwa bagi kita yang masih lemah dan durhaka ini. dan itu harus kita amini dan sadari. penderitaan Kristus menjadi pengharapan bahwa bukan karena kita yang minta diselamatkan baru Allah menyelamatkan. Kematian Kristus menunjukkan bahwa ada pengharapan dan jalan keluar dari masalah yang kita hadapi yaitu status dan kondisi kita yang berdosa. adakah jalan keluarnya ? Puji Tuhan. Kalau kita kembali pada ayat 6. mampu. tetapi diajarkan oleh para penganut postmodernisme. Alkitab mengajarkan bahwa kita berdosa. jujur. tidak berbuat dosa lagi. pintar.

dan hal-hal palsu lainnya. Paulus berkata.) Pdt. “Orang yang benar” dalam terjemahan KJV adalah a righteous man. banyak orang yang berani mati. sembuh. kita mendapatkan sedikit latar belakang tradisi Yudaisme bahwa orang-orang Yahudi membedakan empat macam orang. Ketiga. orang baik dan benar. “These may be considered the just. who render to every man his due. sukses.Dia jugalah yang menggenapinya di dalam Pribadi Kristus. bahkan banyak yang tidak pakai IMB/Izin Mendirikan Bangunan). dalam bahasa Yunaninya menggunakan kata dikaios yang bisa berarti adil benar. adalah milikmu. Tindakan pengorbanan Kristus adalah tindakan yang mulia dan dimotivasi oleh cinta yang tanpa bersyarat yang tak memerlukan balas jasa apapun dari siapapun juga (karena manusia yang olehnya Kristus mati tidak memiliki daya/jasa baik yang cukup syarat untuk membalas kasih Allah). “Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. “What is mine. Itu semua adalah bentuk penderitaan yang harus ditanggung ketika kita berkomitmen menjadi pengikut Kristus sejati. di mana orang macam ketiga dari empat macam orang tersebut disebut orang yang baik (a just man) yang mengatakan. they who . “Orang yang baik” dalam terjemahan KJV (dan banyak terjemahan Inggris) adalah a good man. or rather. is thy own. suka memberi (dermawan). Sutjipto Subeno mengatakan bahwa justru untuk orang baik inilah. dianiaya. mengapa? Karena mereka yang berani mati telah menerima sesuatu yang positif (bantuan) dari orang yang memberi.” (milikku adalah milikmu. penderitaan Kristus ditujukan untuk menggantikan kita yang masih berdosa -> substitusi (ayat 78). orang macam pertama dari empat macam orang tersebut (lihat di atas tentang sedikit penjelasan 4 macam orang) disebut orang yang adil (a just man) yang mengatakan. sedangkan tindakan manusia berdosa adalah tindakan yang seolah-olah kelihatan “berkorban”. yaitu kalau saya sudah dapat sesuatu dari orang lain. kita harus rela menanggung aniaya karena seperti Kristus yang telah difitnah. “what is mine. dll. Menjadi orang “Kristen” kampungan dan murahan (pseudo-Christians) itu mudah. yaitu orang benar. maka saya baru dapat berkorban bagi orang tersebut. dll. dan apa yang menjadi milikmu. Beberapa tafsiran menghubungkan orang baik dengan kelakuannya yang baik. tetapi pada poin ini saya menitikberatkan pada kematian Kristus yang menggantikan (substitusi). tetapi kalau kita sungguh-sungguh mau mengikut Kristus (the true Christians).” Tingkat pertama. Lalu. dan apa yang menjadi milikmu. biarlah itu tetap menjadi milikmu. Pada ayat 7. diberkati. “Berbahagialah kamu. kita membaca banyak berita bahwa banyak gereja dibakar. and what is thine. orang baik. Sutjipto Subeno).) Adam Clarke mengatakan. Pertama dan kedua.” Kata “berbahagialah” di dalam ayat ini sama dengan kata “berbahagia” yang diucapkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 5:3-11 (khususnya ayat 10) yang dalam bahasa Yunaninya makarios bisa berarti “diberkatilah” (blessed). izin pembangunan gereja dipersulit dengan berjuta alasan yang tidak masuk akal (tetapi kalau membangun tempat ibadah agama mayoritas dipermudah. Ini tetap adalah konsep penebusan versi manusia berdosa.” (=apa yang menjadi milikku adalah milikku . Rasul Petrus di dalam 1 Petrus 4:14 mengajarkan. is thine. is my own. dll. and what is thine. jika kamu dinista karena nama Kristus. let it be thine. yaitu Roh Allah ada padamu. Khususnya di Indonesia. siapakah orang adil/benar yang Paulus maksudkan ? Dari tafsiran Adam Clarke dalam Adam Clarke‟s Commentary on the Bible. Hal ini ditunjukkan Paulus dengan membedakan konsep substitusi di dalam pengorbanan Kristus dengan tindakan orang yang mau mati bagi orang yang baik. karena tidak usah memikul salib (kalau perlu meng“amin”i apa yang dicetuskan oleh para penganut “theologi” kemakmuran bahwa orang “Kristen” adalah anak “raja” yang pasti kaya. penderitaan Kristus menjadi teladan bagi kita yang harus menyangkal diri bahwa penderitaan yang kita alami itu juga atas kehendak Allah/diizinkan Allah untuk menguji iman kita di dalam mengikut-Nya. benar dan berdosa (mengutip pernyataan Pdt. kita pun sebagai pengikut sekaligus murid-Nya pun harus mengalami hal yang sama. Tingkat kedua. yaitu: orang baik. selain itu karena kita harus menTuhankan Kristus bukan men”Tuhan”kan penguasa. penuh belas kasih. Dari penjelasan Adam Clarke dalam tafsirannya Adam Clarke‟s Commentary on the Bible. Poin ketiga ini kelihatannya sama dengan poin pertama. tetapi sebenarnya mau meminta balas jasa (karena orang ini mati bagi orang yang mati yang akan membalas jasanya). Substitusi Kristus yang ditunjukkan oleh Paulus ini jauh melampaui apa yang manusia kerjakan. sebab Roh kemuliaan. bahkan tidak pernah digigit nyamuk). Kedua. Paulus mengemukakan hal ini di ayat 7 dan 8 dengan 3 tingkat pembanding obyek substitusi.

ketika kita masih berdosa. Pernyataan “kita masih berdosa” menggunakan keterangan waktu Present (dapat diterjemahkan: ketika kita sedang berdosa). sedangkan orang benar/adil menyibukkan urusan keadilan). Meskipun orang baik itu lebih tinggi dari orang benar/adil. Tuhan melalui Paulus berkata bahwa itu adalah hal yang sulit khususnya di dalam pengorbanan Kristus yang bersifat mengganti. Jr. Misalnya.” Di dalam terjemahan LAI. ketika kita sedang/masih berdosa. yaitu berkorban bagi orang baik dan benar. Apa yang Kristus telah kerjakan pada waktu kita masih berdosa justru menyadarkan kita bahwa sudah seharusnya kita tidak lagi arogan lalu berkata bahwa kita bisa menyelesaikan dosa kita sendiri. orang yang telah berdosa. Tentang orang benar/adil ini. Justru. Roma 5:8). Mengapa? Karena orang yang berkorban bagi orang benar/adil adalah orang yang berkorban bukan karena ia telah mendapatkan sesuatu. karena itu saling terkait. Berarti. adalah salah dan tidak sesuai dengan Alkitab. Sedangkan pernyataan “Kristus telah mati” menggunakan keterangan waktu Aorist yang berarti sesuatu yang sudah terjadi dan tidak terulang lagi—identik dengan keterangan waktu Past Perfect di dalam bahasa Inggris (dapat diterjemahkan: Kristus telah satu kali mati untuk selama-lamanya). Arminianisme (pendiri: Jacobus Arminius) yang mengajarkan bahwa Allah memilih manusia setelah Ia melihat siapa manusia yang akan meresponi kebaikan-Nya.” (=Orang ini dapat disebut orang adil. Di ayat 8. para pejuang hak asasi manusia (seperti Martin Luther King. Tetapi meskipun sulit.) Orang benar/adil ini sekilas lebih rendah kualitasnya dari orang baik (karena orang baik mau berkorban. Ini menunjukkan bahwa kasih Allah tidak melihat/menunggu respon manusia (karena manusia yang masih berdosa tidak mungkin bisa merespon kasih Allah). Penderitaan Kristus ini menjadi pengharapan bagi kita yang berada di dalam penderitaan bahwa kita memiliki Kristus yang sudah menggantikan kita yang seharusnya berdosa. dll lalu kalaupun ia melakukan sesuatu yang salah/berdosa. atau lebih baik. kita yang di Indonesia tidak memperoleh manfaat apa-apa dari perjuangannya. Kristus telah menebus dosa kita dan mati bagi kita.neither give nor take. Penginjilan tanpa dimotivasi dan bertujuan untuk mengasihi . Itulah kasih Allah yang jauh melampaui rasio manusia berdosa yang terbatas yang hanya mau mengasihi dan berkorban bagi orang-orang baik dan benar (dan tidak bagi orang-orang berdosa). tetapi ia menghargai orang benar/adil (meskipun tidak mendapatkan sesuatu). kita dapat mengerti perbedaan waktu ini. Dengan kata lain. Kalau tingkat pertama dan kedua masih mampu dilakukan oleh manusia. oleh karena Kristus telah mati untuk kita. Allah melalui Paulus menyatakan. Mengapa saya berani mengambil kesimpulan demikian? Karena seperti yang diungkapkan Clarke. Terhadap orang inilah. tetapi yang diperhatikan di sini adalah konsep pengorbanan. Kita sebagai umat pilihan-Nya yang telah ditebus harus terus-menerus bersyukur atas anugerah-Nya dan mengerjakan keselamatan kita (bukan supaya kita diselamatkan/tidak kehilangan keselamatan) sebagai respon kita telah ditebus dan diselamatkan untuk memuliakan Allah. “tak berdosa”. tetapi kita mengerti perjuangannya dan mungkin kita bisa rela berkorban bagi orang ini. Kasih dan keadilan tidak bisa dipisahkan. di Amerika Serikat). kita kurang menemukan keunikan perbedaan waktu antara Kristus yang telah mati dan kita yang berdosa. maka tingkat ketiga ini tidak mungkin mampu dilakukan manusia berdosa. Penderitaan Kristus juga dapat menjadi teladan bagi kita sehingga kita rela berkorban/mati bagi orang-orang yang kita kasihi (bahkan bagi orang-orang yang telah membenci kita dan sebaliknya) demi Injil. Itu adalah tindakan atheis yang menghina karya penebusan Allah. Kristus rela melakukannya karena kematian-Nya membuktikan cinta kasih Allah kepada dunia yang jauh melampaui konsep keadilan manusia (Yohanes 3:16. a just man menunjuk kepada orang yang selalu menuntut keadilan tetapi tidak mengerti sesuatu yang melampaui keadilan yaitu kasih yang tanpa syarat (unconditional love). mengapa? Karena tingkat ketiga ini hanya mampu dilakukan oleh Allah sendiri. tetapi sebenarnya tidak mampu. yang memberikan kepada setiap orang haknya masing-masing. Kristus sulit mau berkorban bagi/menggantikan posisi mereka. maka ia dengan sombongnya akan berjuang sendiri untuk melepaskan/keluar dari jurang kesalahan/dosa. Bagi mereka yang seolah-olah merasa diri “benar”. Tingkat ketiga. tetapi berkorban bagi orang benar/adil justru lebih sulit daripada berkorban bagi orang baik. mereka tidak memberi atau mengambilnya. Allah memilih manusia dan mengutus Kristus untuk menebus dosa manusia jauh sebelum manusia itu berdosa. Mengapa ? Karena a just man selalu merasa diri “layak”. tetapi di dalam struktur bahasa Yunani. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita. saya berani menyimpulkan bahwa a just man sebenarnya adalah orang yang merasa diri “benar” dan “layak”.

dipanggil dan dibenarkan-Nya di dalam Kristus. “Herein is love. kita sebagai anak-anak-Nya tetap harus menghormati dan takut kepada-Nya. penebusan Kristus juga mendamaikan kita yang dahulu adalah seteru/musuh Allah yang najis dan berdosa dengan Allah yang Mahakudus. lebihlebih kita. hal yang sama juga dilakukan oleh Allah. Paulus sudah menjelaskannya di dalam Roma 3:25. maka kita boleh sembarangan menghadap Allah. Meskipun kita sudah ditebus oleh Kristus. kita sudah seharusnya melawannya. kita belajar tentang status kita dahulu yang “baru” yaitu musuh/seteru Allah. Itu adalah ajaran yang aneh dan tidak sesuai dengan Alkitab. Penderitaan kita karena nama Kristus seharusnya tidak memadamkan semangat kita dalam mengabarkan Injil. penderitaan Kristus meredakan murka Allah -> propisiasi (ayat 9). maka kita seharusnya mengerti bahwa itulah status kita ketika kita masih berdosa. Tetapi sekali lagi karena kasih-Nya begitu besar. Inilah paradoks di dalam ibadah Kristen: takut dan gentar terhadap Allah sekaligus bersukacita. seperti yang dipaparkan Paulus di ayat 10. “Whom God hath set forth to be a propitiation through faith in his blood.” Tentang propisiasi atau peredaan murka Allah. sehingga mereka beroleh anugerah-Nya untuk beriman di dalam Kristus. ketika ada orang yang mengalami penderitaan. dalam darah-Nya…” (KJV. “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman.…”) dan Yohanes menjelaskannya di dalam 1 Yohanes 4:10. sehingga kita diselamatkan oleh hidup Kristus dan kita tidak usah takut (dalam pengertian takut yang berlebihan) menghampiri Allah. “Sebab jikalau kita. Penderitaan Kristus juga menjadi teladan bagi kita yaitu perdamaian antara manusia dengan Allah di dalam Kristus adalah wujud perdamaian sejati meskipun kita menderita aniaya. penderitaan Kristus memperdamaikan kita dengan Allah -> rekonsiliasi (ayat 10). diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya. Sudahkah kita mengasihi jiwa-jiwa yang terhilang dan membawanya kepada Kristus ? Keempat. Semua kata “pendamaian” di dalam kedua bagian ayat ini seharusnya diterjemahkan “peredaan murka Allah”. but that he loved us. “Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah. lalu seenaknya sendiri menggunakan hal-hal yang tidak bertanggungjawab di dalam ibadah. penebusan Kristus di kayu salib sudah memenuhi syarat wujud keadilan dan kasih Allah bagi manusia berdosa. Selain substitusi dan propisiasi.” (KJV. Bagi seorang musuh. Peredaan murka Allah yang Kristus kerjakan menjadi pengharapan bagi kita yang seharusnya mati dan dikenai murka Allah akibat dosa. kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. ketika masih seteru. “Lebih-lebih. kita belajar tentang status dan kondisi kita yang jatuh ke dalam dosa yaitu durhaka/tidak berTuhan dan lemah/tidak berdaya. pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!” Kata “diperdamaikan” dalam KJV adalah reconcile (=direkonsiliasikan/diperdamaikan). Kita disebut seteru Allah karena kita melawan ketetapan-Nya. meskipun kita bisa/dapat tetap bersukacita ketika menghadap Allah. maka beberapa orang dari antara musuh-Nya yang memberontak dipilih. Adalah tidak masuk akal jika ada orang-orang yang tidak dipilih-Nya berani mengklaim diri umat pilihan Allah lalu menyatakan diri dengan sombongnya bahwa Kristus juga mati untuknya. tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Pada ayat 9. melainkan justru mengobarkan semangat kita bahwa orang-orang yang menganiaya kita harus diinjili agar mereka pada suatu saat atas kehendak-Nya dapat bertobat dan kembali kepada Kristus serta diselamatkan dari murka Allah yang dahsyat. karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya. Kalau di poin pertama.”). Penderitaan Kristus ini juga menjadi teladan bagi kita yang harus menderita karena nama Kristus supaya kita tetap memberitakan Injil sehingga banyak orang diselamatkan dari murka Allah yang menyala-nyala. Itu namanya “anak-anak Allah” yang keterlaluan/kelewatan (Jawa: nglunjak). Bukan berarti karena kita telah ditebus oleh Kristus. Tuhan melalui Paulus mengungkapkan. not that we loved God. maka di poin ini. Kelima. Sering kali di dunia ini. karena Ia tetap adalah Allah dan Tuhan kita (sedangkan kita adalah manusia yang terbatas). para pemuja “theologi” religionum/social . tetapi puji Tuhan.jiwa-jiwa yang terhilang adalah penginjilan yang sia-sia. Kristus mati dan memperdamaikan mereka dengan Allah. Penderitaan Kristus ini menjadi pengharapan bagi umat pilihan-Nya yang berdosa yaitu kita yang dahulu berdosa sudah diperdamaikan dengan Allah yang Mahakudus melalui penebusan Kristus. Bagi orang-orang pilihan-Nya inilah. Kalau kita mengerti kata “musuh”. yang sekarang telah diperdamaikan. and sent his Son to be the propitiation for our sins.

dll supaya tidak terjadi penderitaan dan penganiayaan. tetapi penderitaan Kristus menjadi titik pusat kehidupan keKristenan kita dalam menapaki setiap penderitaan yang harhus ditanggung karena mengikut Kristus. Apakah itu salah? Di satu sisi. sehingga Ia dinobatkan sebagai Imam Besar Agung (Ibrani 4:14-15).“gospel” selalu melontarkan kalimat “damai”. Amin. dan bukan hanya sekedar ketidakseimbangan/ketidaktenteraman atau penderitaan/penganiayaan/dll. inti masalahnya bukan sekadar penghentian tindakan penganiayaan/kekerasan/penderitaan. “Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus. Selain itu. tetapi di sisi lain. penebusan dan penderitaan Kristus memberikan pengharapan kepada kita bahwa meskipun kita mengalami penganiayaan. khususnya yang paling utama yaitu memberitakan Injil. . “gencatan sejata”. penderitaan Kristus membuat kita berbangga di dalam-Nya (ayat 11). “toleransi”. sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu. propisiasi dan rekonsiliasi. Tuhan kita. Mengapa kita bisa bersukacita meskipun penderitaan mengancam kita? Karena kita memiliki pengharapan yang kokoh di dalam Kristus yang telah mengalami dan menang mengalahkan segala pencobaan. Hal ini sudah dialami oleh Paulus yang tetap memberitakan Injil kepada kepala penjara di Filipi meskipun dipenjara dan mengalami penderitaan (Kisah Para Rasul 16:19-40). Bukan hanya substitusi. Terakhir. orang tersebut atas kemurahan-Nya akan bertobat dan kembali kepada Kristus.” Kata “bermegah” bisa berarti bersukacita (joy/rejoice) atau berbangga (boast). Sehingga ketika orang yang menganiaya kita tetap melihat kita bersukacita bahkan masih memberitakan Injil. Di dalam ayat 11. penderitaan Kristus yang mengakibatkan kita bersukacita di dalam-Nya juga menjadi teladan bagi kita untuk menyalurkan sukacita di dalam penderitaan ini baik dengan berbagi kepada sesama. maka manusia tak mungkin bisa berdamai dengan sesamanya. Soli Deo Gloria. biarlah kita menjadikan penderitaan Kristus bukan sekedar teori/rutinitas ketika kita memperingati Jumat Agung. Kalau manusia tidak didamaikan kembali dengan Allah. Roh-Nya yang Kudus membuat kita terus-menerus bersukacita di dalam Allah. benar. karena masalah manusia yang paling serius adalah dosa. tetapi esensinya justru terletak pada pendamaian antara manusia dengan Allah di dalam Kristus. Maukah kita meneladani Paulus dengan menjadi saksi Kristus bahkan di dalam penderitaan sekalipun ? Setelah kita merenungkan keenam prinsip penderitaan Kristus yang menjadi pengharapan sekaligus teladan bagi kita yang menderita. Paulus mengungkapkan.

yang telah dicemari atau dikotori oleh dosadosa kita. Rm 6:3-11. dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka.18-28. hidup bahagia dan mulia di sorga. melainkan oleh anugerah rahmat. yang disalibkan. Mrk 16:1-7 “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret. „supaya seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati…demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Rm 6:4). Kita dipanggil untuk memperbarui hati. Yeh 36:16-17a. sesudah kebangkitanNya. mempersembahkan Diri seutuhnya kepada Allah Bapa yang mengutus pada saat itu juga Ia masuk ke dalam hidup baru.” (Luk 23:43). Ia telah bangkit” "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret. katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea. dengan kebangkitanNya Ia membuka pintu masuk menuju kehidupan baru. “Dengan kematianNya Kristus membebaskan kita dari dosa. Penjahat yang bertobat itu pada saat ia meninggal dunia/mati pada saat itu juga memperoleh anugerah Allah. hidup mulia kembali di sorga. “Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa. Yoh 20:17). demikianlah firman Tuhan ALLAH. Pada malam ini kita mengenangkan kebangkitanNya. Saat Ia wafat.Renungan Malam Paskah: Kej 1:1-2:2." (Mrk 16:6-7) “Rahasia Paskah mempunyai dua sisi: Dengan kematianNya Kristus membebaskan kita dari dosa. yang disalibkan itu. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. Kita adalah saudarasaudariNya bukan atas dasar kodrat kita. Kel 14:15-15:1. no 654). karena hidup sebagai anak angkat ini benar-benar menyertakan kita dalam kehidupan PuteraNya yang tunggal. dengan kebangkitanNya Ia membuka pintu masuk menuju kehidupan baru”. Kita dipanggil untuk menanggaapi secara positif ajakanNya untuk berkumpul kembali ke „tanah terjanji‟. Ia telah bangkit. di sana kamu akan melihat Dia. seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu. karena orang-orang menjadi saudara-saudara Kristus. sebagaimana pernah Ia sabdakan kepada salah satu penjahat yang disalibkan bersamaNya dan bertobat: “Aku berkata kepadamu. Yesus sendiri. yang berarti kita bersama-sama diundang untuk memasuki kehidupan baru. . Ia melaksanakan penerimaan menjadi anak Allah. Pembenaran terletak dalam kemenangan atas kematian yang disebabkan oleh dosa dan dalam keikutsertaan dalam rahmat. sebagai „anak-anak Allah‟. Kematian dan kebangkitan bagaikan mata uang bermuka dua Kematian Yesus di kayu salib dan kebangkitanNya dari mati bagaikan mata uang bermuka dua. meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus. Hidup baru ini pada tempat pertama adalah pembenaran. Ia tidak ada di sini. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN. Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu” (Yeh 36:23-24). menyapa murid-muridNya dengan perkataan saudara: „Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu…‟ (Mat 28:10. jiwa. hidup mulia di dalam Firdaus. sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. akal budi dan tubuh kita. hidup yang nyata sepenuhnya dalam kebangkitanNya” (Katekismus Gereja Katolik 1993. dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan. di dalam sorga. yang menempatkan kita kembali dalam rahmat Allah. Tetapi sekarang pergilah.

gariah. berdaya rasa dan berpikiran. seperti yang sudah dikatakanNya kepada kamu” Galilea adalah tempat tinggal para murid. dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. was-was atau curiga. Hati kita akan meneladan Hati Yesus yang lemah lembut. tanpa takut dan gentar. rendah hati serta terbuka lebar bagi siapapun yang merindukan atau mendambakan Tuhan. memberi „ada‟nya. demikian juga ketika kita memiliki apa-apa yang baru pada umumnya juga tergerak untuk menceriterakan atau menyebarluaskan kepada saudara-saudari kita.Hidup bahagia dan mulia di sorga yang dijanjikan kepada kita tersebut kiranya telah dapat kita cicipi atau nikmati selama hidup di dunia ini. LR no 235). dan dengan demikian “Kamu akan Kuberikan hati yang baru. Dalam dan dengan hati baru. maka “Jangan takut masuk ke dalam atau pulang kembali ke keluarga dan sebaliknya meninggalkan keluarga menuju ke tempat kerja/belajar”. tempat kerja atau belajar. kehidupan baru dan seperti para wanita yang menjadi saksi kebangkitan Yesus kita juga diundang “Pergilah. katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea. sesuai dengan kehendak dan panggilan Tuhan. dimana mayoritas waktu dan tenaga kita boroskan di dalamnya. Bahkan dijadikan olehNya aku bait-Nya. memberi pikiran. memberi daya tumbuh. Jika hati kita sepenuhnya diarahkan kepada Tuhan Allah pasti secara otomatis dikuasai atau dirajai. dimana kita bersama-sama memperbarui janji untuk “hanya mengabdi Tuhan Allah saja serta menolak semua godaan setan”. Dengan kata lain kita dipanggil untuk menemukan Tuhan dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Tuhan. dalam binatang-binatang. katakanlan kepada muridmuridNya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu di Galilea. Galilea kita adalah rumah/keluarga dan tempat kerja/belajar. hidup. dimana mereka hidup dan mengerjakan tugas pekerjaan sehari-hari. awalilah segala sesuatu dengan gembira. di sana kamu akan melihat Dia. Dengan kata lain hendaknya dengan gemibra. memberi perhatian kepada saudara-saudari kita. seperti mengarahkan hati sepenuhnya kepada Tuhan Allah dan menolak untuk berbuat jahat atau berbuat dosa. di sana kamu akan melihat Dia. Ia mendahului kamu masuk ke dalam keluarga atau tempat kerja/ belajar. Kita akan menjadi orang yang bermurah hati. Kita telah dianugerahi hati baru. “Sekarang pergilah. ceria dan penuh harapan. ceria. jadi Allah juga tinggal dalam aku. Mengabdi Tuhan Allah dan menolak semua godaan setan bagaikan mata uang bermuka dua. daya rasa. karena aku telah diciptakan serupa dan menurut citra yang Mahaagung” (St Ignatius Loyola. Mulailah. dinamis serta penuh harapan memasuki rumah/keluarga.”(Yeh 36:26). dalam tumbuh-tumbuhan. Apa-apa yang baru pada umumnya menarik perhatian dan memikat. Marilah kita buka hati kita lebar-lebar dan juga mata kita untuk melihat dan menangkap kehadiran Tuhan yang telah mendahului perjalanan dan keberadaan kita di dalam keluarga maupun tempat kerja/belajar. memberi aku ada. Secara liturgis hal ini di dalam Perayaan Malam Paskah dikenangkan dengan liturgi pembaharuan janji baptis . yaitu dengan membebaskann diri dari dosa dan memeluk kehidupan baru. seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu. ceria dan penuh harapan marilah kita “memandang bagaimana Allah tinggal dalam ciptaan-ciptaanNya: dalam unsur-unsur . dan dengan demikian kita akan mampu meneladan Yesus yang menyapa dan . dalam manusia." (Mrk 16:7) “Demenyar” adalah singkatan dari „demen sing anyar‟ = suka apa-apa yang baru.

perselisihan. kemudian mengarahkan keluhan dan kemarahannya dengan memuaskan diri sendiri. percideraan. satu kali dan untuk selama-lamanya. Maka baiklah kutipan surat Paulus kepada umat di Roma di atas kita renungkan atau refleksikan dengan bantuan kutipan surat Paulus kepada umat di Galatia di atas ini. dengan kata lain orang hidup menurut selera pribadi atau berpedoman like and dislike. kecemaran. tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” (Rm 6:1011) Pembaruan janji baptis yang kita ikrarkan bersama-sama pada Malam Paskah ini merupakan ajakan atau panggilan untuk menghayati peringatan Paulus “bahwa kamu telah mati bagi dosa. Ini dari janji baptis adalah “hanya mau mengabdi Tuhan Allah saja serta menolak semua godaan setan”. Mengabdi Tuhan Allah berarti kita senantiasa hidup dalam dan oleh “kasih. Bukankah ketika orang tidak berani atau tidak mungkin mengungkapkan atau mewujudkan keluhan atau kemarahannya kepada yang menyebabkan ia marah atau mengeluh.”(Gal 5:22-23). “Kamu telah mati bagi dosa” Dosa-dosa seperti percabulan dst.memperlakukan para murid sebagai saudara-saudariNya. sedangkan godaan setan antara lain berupa “percabulan. kelemahlebutan. Maka marilah kita sikapi dan perlakukan diri kita maupun saudara-saudari kita sebagai citra atau gambar Allah. hawa nafsu. perseteruan. amarah. Sebagai gambar atau citra Allah berarti Roh Allah hidup dan bekerja dalam diri kita yang lemah dan rapuh sehingga cara hidup dan cara bertindak kita menghasilkan buah-buah Roh seperti: “kasih. sedangkan paling kasar adalah membunuh. Marilah kita hayati keutamaan-keutamaan sebagai buah Roh tersebut dalam diri kita sendiri serta kita cermati dan imani buah-buah Roh tersebut dalam diri saudara-saudari kita.. Marah berarti melecehkan atau merendahkan yang lain. mengingat marah ini rasanya menjadi sumber dari dosa-dosa lainnya. Yang menjadi dorongan atau alasan mengeluh adalah segala sesuatu yang tidak sesuai dengan selera pribadi. sihir. kebaikan. pesta pora dan sebagainya” (lihat Gal 5:20-23). kedengkian. bahasa marah yang paling lembut adalah mengeluh/menggerutu. “Kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa. kebaikan. Jika kita telah mampu menyikapi dan memperlakukan siapapun dan apapun sebagai saudara atau sahabat. tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus”. kesetiaan. kepentingan diri sendiri. penguasaan diri. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa. kesabaran. damai sejahtera. yang nikmat dan enak . “Allah tinggal dan berkarya dalam seluruh ciptaanNya. kita dapat menyikapi dan memperlakukan siapapun dan apapun sebagai saudara dan saudari. sehingga segala sesuatu yang tidak sesuai dengan selera pribadi adalah musuh. kemabukan. kelemahlembutan. iri hati. penguasaan diri”. sukacita. kemurahan. kemurahan. dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. roh pemecah. sebagaimana dikatakan Paulus di atas rasanya masih marak dilakukan orang pada masa kini. damai sejahtera. kesetiaan. maka tidak ada ketakutan sedikitpun untuk meninggalkan rumah/keluarga pergi ketempat kerja/belajar dan sebaliknya pulan dari kerja/belajar untuk pulang ke rumah/keluarga. kesabaran. dan tentu saja terutama dan pertamatama dalam diri manusia yang diciptakan sesuai dengan citra atau gambar Allah. sukacita. penyembahan berhala. Sebagai contoh adalah marah.

baik. . semakin memiliki banyak kenalan berarti semakin banyak sahabat. Kehendak Allah bagi kita semua adalah agar kita senantiasa hidup suci. di sana kamu akan melihat Dia. sukacita. sedangkan yang dinilai kuat bersembunyi. kesabaran. setelah matahari terbit. Dari peristiwa kebangkitan Yesus dari mati ini kiranya kita dapat mawas diri bahwa kelemahan dapat menjadi kekuatan dan sebaliknya kekuatan dapat menjadi kelemahan. penguasaan diri. damai sejahtera. pergilah mereka ke kubur” tanpa takut dan gentar. Menghayati sabda Yesus ini hemat saya sama dengan melakukan apa yang dikatakan oleh Paulus kepada umat di Galatia. Dengan kata lain orang yang mampu menguasai diri berarti semakin dikasihi oleh banyak orang. Diri kita masing-masing adalah ciptaan Allah yang diciptakan sesuai dengan gambar dan citraNya. kesetiaan. wafat dan kebangkitan Yesus. yaitu di dalam keluarga atau komunitas. kelemahlebutan. yaitu hidup dalam Roh sehingga cara hidup dan cara bertindak kita menghasilkan buah-buah Roh seperti: “kasih. Memang untuk melakukan apa yang baik dan benar pada masa kini tidak akan terlepas dari aneka macam tantangan dan hambatan Jangan takut dan gentar menghadapi aneka tantangan dan hambatan. sukacita. dan marilah meneladan para perempuan yang “pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu. damai sejahtera. tidak berani tampil. meneladan cara hidup dan cara bertindak atau menghayati sabda-sabda Yesus dalam hidup sehari-hari. dan kemudian di tempat kerja dengan rekan kerja. kemurahan. Marilah kita hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea. kelemahlembutan.untuk sesaat. berarti kita dipanggil untuk bekerjasama atau bergotong royong dalam melakukan apa yang baik dan benar. penguasaan diri” dalam diri kita? Mengenangkan dan mengimani misteri Paskah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Mat 5:43-44). kesetiaan. sehingga tumbuh berkembang semakin dikasihi oleh Allah maupun sesama manusia. kebaikan. kebaikan.” (Gal 5:22-23) Dari buah-buah Roh di atas ini rasanya yang baik kita renungkan atau refleksikan adalah “penguasaan diri”. Untuk membantu keterampilan penguasaan diri antara lain hendaknya senantiasa berpikir positif terhadap diri sendiri maupun orang lain. Bukankah dengan melihat dan mengakui apa yang benar dan baik akan tumbuh berkembang “kasih. Dalam situasi genting pada umumnya yang berani tampil bebas merdeka adalah mereka yang dipandang atau dinilai lemah dalam situasi normal atau biasa. kesabaran. hapuslah aneka macam bentuk keluhan atau kemarahan yang ada dalam diri anda!. sesuai dengan kehendak Allah. kemurahan. Ketrampilan atau kebiasaan untuk tidak mengeluh atau marah ini hemat saya perlu diusahakan dan dihayati dalam kehidupan bersama yang mendasar. Maka warta gembira malaikat kepada para perempuan di makam“ Pergilah. berbudi pekerti luhur. maka ajakan untuk menguasai diri harus dihayati bersama Allah. misalnya berbuat cabul atau mabuk-mabukan atau pesta pora? Maka matikanlah. “Kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” Sabda Yesus yang terkait dengan marah adalah “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. sebagai tanda bahwa kita hidup dari dan oleh Roh. seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu” dapat kita hayati dengan berkata-kata perihal apa yang baik dan benar dan kita senantiasa bersikap dan bertindak untuk melihat dan mengakui apa yang benar dan baik.

KELEMBUTAN DAN PENGUASAAN DIR . KESABARAN. KESETIAAN. kesabaran. SUKACITA. penguasaan diri”! “SELAMAT PASKAH. KEMURaHAN. KEBAIKAN. kelemahlebutan. Dalam arti tertentu juga ada orang yang menakutkan alias disikapi sebagai kuburan atau makam. MARILAH KITA BANGKIT DAN BERGAIRAH DALAM KASIH. DAMAI SEJAHTERA. kebaikan. maka marilah kita dekati dan sikapi orang-orang yang menakutkan dengan keutamaan-keutamaan sebagai buah Roh. damai sejahtera. kemurahan. yaitu “kasih.Bukankah untuk membersihkan apa yang kotor dan amburadul kita sering lebih minta bantuan dari mereka yang dinilai lemah seperti para pembantu atau pekerja kasar? Kuburan atau makam sering menjadi tempat yang menakutkan untuk sementara orang. kesetiaan. sukacita.

bahkan Dia mengancam kalau Petrus tidak mau maka dia tidak akan masuk dalam bagian komunitasnya. maka ditolak oleh Petrus. Bahkan tidak jarang orang yang dianggap punya kekuasaan tinggi. dari orang terhormat pada para kaum proletar. Beberapa kali mereka memperdebatkan siapa yang terbesar diantara mereka. Aku mau membuat penafsiran tersendiri mengenai perjamuan malam terakhir. Dia mengajarkan penghormatan dari atasan pada bawahan. Menurut tradisi Yahudi mencuci kaki adalah sebuah bentuk penghormatan seseorang terhadap orang yang dianggap mempunyai status atau jabatan lebih tinggi atau lebih terhormat. Bermartabat sama.Kamis Putih Dalam Kamis Putih kita diajak untuk merenungkan makna perjamuan malam terakhir yang diadakan oleh Yesus bersama para rasul. Dari penguasa pada orang yang tidak berkuasa. Anak wajib menghormati orang tuanya. jabatan tinggi dan sebagainya dapat sewenang-wenang menindas orang yang dianggap lebih rendah. Orang miskin dan marginal hanya wajib menghormati namun dia tidak mendapat penghormatan. Penghormatan berlaku dari bawahan pada atasan. Penghormatan hanya berjalan dari bawah ke atas. Dunia mengelompokan manusia dalam bermacam tingkatan. Tapi Yesus tidak mundur dengan penolakan Petrus. Bagiku malam Kamis Putih yang menarik adalah upacara pembasuhan kaki. Murid membasuh kaki gurunya sebab menganggap guru mempunyai status yang lebih terhormat daripadanya. Ini adalah keteladanan mengenai penghormatan. Ini adalah suatu bentuk ketidakadilan dimana orang hanya menuntut penghormatan sebaliknya dia tidak mau menghormati sesamanya. Yesus membalik aturan dunia ini. Yesus sejak awal berusaha membuat sebuah hukum baru. Setiap orang bisa menafsirkan atau memaknai peristiwa ini. Pembagian ini . sebaliknya orang tua tidak mempunyai kewajiban yang sama. Dia yang adalah murid merasa tidak pantas dihormati gurunya sedemikian rupa. Jelas ini melawan adat. kekayaan atau kekuasaan. Semua manusia adalah citra Allah. Pada malam Kamis Putih Yesus mencuci kaki para murid. Ini adalah pukulan penyadaran bagi para murid. Aku yakin bahwa yang gelisah dan menolak bukan hanya Petrus melainkan semua murid dan mungkin juga Yudas. Tindakan mencuci kaki merupakan salah satu bentuk pengajaran bagi para murid. Namun tata dunia membuat aneka pembedaan. sebab dengan merasa terbesar mereka berhak mendapatkan penghormatan dari yang lainnya. Pada umumnya orang hanya menghormati orang yang dianggap mempunyai status atau kasta yang sederajat atau yang lebih tinggi. Orang yang mempunyai jabatan. Rakyat wajib menghormati presiden sebaliknya presiden tidak mempunyai kewajiban menghormati rakyatnya. Dari guru pada murid. Dunia mengajarkan penghormatan adalah hak orang yang lebih tinggi martabatnya. Hal ini bukan sifat Yesus yang aneh-aneh melainkan Dia berusaha membangun sebuah komunitas sempurna. Hal ini pun sudah banyak orang yang berusaha memaknainya. Apakah Yesus hanya mau mencari sensasi saja? Yesus melakukan sebuah perbuatan pasti ada tujuannya. yang berbeda dengan aturan yang berlaku pada umumnya di dunia ini. Dalam Kotbah di Bukit dengan jelas Yesus hendak membangun suatu komunitas yang berbeda dengan masyarakat yang sudah ada.

Orang sangat bangga bila di depan atau belakang namanya ada aneka gelar akademik atau aneka jabatan. Dia menjadi lebih unggul dibandingkan dengan orang lain. meski aku kadang ragu apakah mereka memahami yang dimaksudkan oleh para tamu itu. sebab dengan sikap dan penampilan begitu kaum miskin masih harus menunduk-nunduk di hadapan mereka dan mengangguk-anggukan kepalanya pada setiap kata yang meluncur dari bibir para tamu. Namun sekarang gelar kebangsawanan tidak lagi mendampatkan penghormatan. Yesus sadar bahwa Dia adalah Guru namun berani melepaskan lambang-lambang keguruan. Pernah ada sekelompok kaum kaya yang ingin ikut bersamaku mengunjungi kaum miskin di sebuah daerah kumuh. maka dia secara otomatis menempati sebuah posisi tertentu. maka orang berusaha mencari aneka gelar akademik. kebijaksanaan. padahal martabat Asep sama dengan Pak Banu yang berpangkat jendral. kekayaan dan jabatan untuk memperoleh penghormatan. Keduanya adalah citra Allah. teguh dalam prinsip. Suatu hari aku dan teman-teman dari rumah singgah diundang seseorang yang berulang tahun di sebuah rumah makan mewah. Ini adalah salah satu bentuk pengosongan diri. Ketika kami datang. Yesus melepaskan jubahnya yang melambangkan statusNya sebagai guru. Namun Dia tidak menjadi . Penghormatan terjadi kalau orang berani menempatkan diri pada posisi yang lebih rendah. Dia memposisikan diri sebagai budak. tidak dianggap manusia. Keguruan Yesus bukan terletak pada lambang jubah melainkan kewibawaannya dalam mengajar. Namun pada hari kunjungan aku menjadi terheran-heran. Dengan demikian keguruan Yesus bukan dari apa yang ditempelkan oleh masyarakat melainkan apa yang ada dalam diriNya. Ada orang yang terlahir sebagai bangsawan. Apalagi mereka menikah dan sebagainya. Inilah nilai dunia yang hendak diubah oleh Yesus. berjabatan sekwilda dan sebagainya? Mereka hanya akan diperlakukan sewenang-wenang. Padahal martabatku sama dengan mereka. sebab takut kotor. Dia mengambil posisi hamba. Kisah kasih Pronocitro dan Roro Jogran mencerminkan adanya batasan itu. jabatan. Penghormatan kepada kaum bawahan hanya bisa dilakukan bila orang yang dianggap atasan berani melepaskan atribut pemberian duniawi yang menempel di dirinya. Jauh sebelumnya aku sudah mengatakan pada mereka bahwa agar mereka menyesuaikan diri dengan orang yang akan dikunjungi.berdasarkan kelahiran. kearifan. kekayaan dan sebagainya. Orang yang terlahir sebagai bangsawan tidak boleh bergaul dengan orang yang bukan bangsawan atau bangsawan yang lebih rendah. Mereka tidak mau duduk di tikar yang sudah disediakan. Pada jaman dulu budaya Jawa sangat ketat mempertahankan kebangsawanan. maka orang itu langsung mempersilahkan aku duduk di tempat yang sudah disediakan. Hal ini terjadi karena aku adalah seorang imam dan teman-temanku adalah anak jalanan. Semua gelar ditulis rapi agar orang yang tidak punya gelar menghormatinya. sedangkan teman-temanku yang lain tidak dipedulikan. Bagiku ini bukan bentuk penghormatan pada kaum miskin. penyakit dan aneka alasan lain. belas kasih dan sebagainya. sebab kapankah Mbok Jah yang hanya berjualan sayuran eceran atau Laksmi yang hanya seorang pekerja seks kelas teri di stasiun atau Asep yang hanya anak jalanan akan dihormati oleh orang lain yang bergelar profesor. Tata nilai dunia ini tidak adil. Yesus mencuci kaki para murid. Dalam budaya Cina juga ada kisah Sam Pek dan Ing Tay yang mencerminkan hal yang sama. Mereka memakai aneka asesoris yang bagi mereka sederhana namun bagi kaum miskin sebuah kemewahan yang membuat mereka bermimpi.

melainkan bagaimana aku bisa membawa mereka menjadi orang yang lebih baik. Tugas keimamanku yaitu membawa manusia untuk semakin dekat dengan Allah dan hidup lebih baik tidak aku letakan pada aneka gelar akademik atau jubah putih melainkan bagaimana perkataan. Disini muncul ketegangan bagaimana aku dapat memposisikan diri sebagai budak namun tetap sadar bahwa aku bukan budak. Bagiku bergaul dengan anak jalanan. Maka dalam Kamis Putih aku diingatkan kembali akan semuanya itu oleh Yesus yang dengan tegas mengatakan bahwa Dia adalah Guru dan Tuhan mau melakukan pembasuhan kaki para murid. berpenampilan seperti mereka. pekerja seks. Aku harus mampu duduk di tikar mereka. berbicara dengan bahasa mereka dan sebagainya. Disinilah sering kali timbul kesulitan besar. Hal ini bukan dengan jubah putih.budak para murid. dan sebagainya bukan berarti aku harus menjadi bagian dari mereka. Aku harus tetap mempertahankan eksistensiku sebagai imam. gelandangan. pengemis. Aku tetaplah seorang imam. namun aku masih harus tetap menghayati statusku sebagai imam dan sadar akan tugas perutusanku. sikap hidup. selamat Paskah . dan pemikiranku mampu membawa kaum miskin mengenal Allah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful