MEKANISME ADOPSI POHON DI KAWASAN BALAI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK 1.

Adopsi Pohon adalah donasi dana sebesar Rp 70.000,- per pohon yang dititipkan oleh Bapak/ibu Asuh (ADOPTER) kepada masyarakat lokal untuk tujuan restorasi/rehabilitasi kawasan TNGHS dengan penanaman kawasan hutan yang rusak, dengan jangka waktu adopsi selama 5 tahun. 2. Dana sebesar Rp. 70.000,- tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai beberapa kegiatan, dengan rincian sebagai berikut: a. Sebesar 20% dana dipergunakan untuk kegiatan penanaman antara lain pembibitan, pelaksanaan penanaman dan penyulaman. Masyarakat wajib menanam pohon adopter (pohon wajib) dan pohon restorasi (pohon prestasi). b. Sebesar 40% akan dipergunakan untuk dana SISDUK (Sistem Dukungan Masyarakat Hulu). SISDUK untuk membiayai modal usaha mandiri kelompok masyarakat di luar kawasan. Dana akan diberikan pada tahun ke 0 setelah mereka melakukan persiapan dan penanaman pohon adopter (pohon wajib) dan pohon restorasi (pohon prestasi). Dana tersebut akan ditambah secara bertahap per 6 bulan berdasarkan evaluasi pihak Taman Nasional terhadap kepastian bahwa bibit yang telah ditanam dipelihara dan akan disulam apabila ada kematian. c. d. e. Sebesar 30% digunakan untuk kegiatan fasilitasi dan pendampingan untuk Sebesar 5% dikelola oleh Perkumpulan GEDEPAHALA. Sebesar 5% untuk database system dan pemetaan di TNGHS penguatan kelembagaan kelompok masyarakat tersebut.

Contoh persentase mekanisme dan jumlah dana adopter yang baru: Dari Rp. 70.000 = Penanaman : 20% = Rp. 14.000 SISDUK Fasilitasi GEDEPAHALA Database system dan pemetaan di TNGHS : 40% = Rp. 28.000 : 30% = Rp. 21.000 : 5% = Rp. 3.500

: 5% = Rp. 3.500

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful