Birrul Walidaini Kita semua mempunyai bapak dan ibu, baik yang masih ada maupun yang sudah

tiada. Orang yang mempunyai akal sehat akan mengatakan bahwa ibu tak terhitung jasanya terhadap anak-anaknya sejak dalam kandungan sampai dilahirkan. Begitu pula jasa bapak, yang tidak kenal lelah mencari nafkah untuk membiayai hidup keluarganya. Kalau kita renungkan, jasa ibu dan bapak tidak dapat dibayar dengan nilai uang dan tidak dapat ditebus dengan perbuatan apa pun. Celakalah anak yang melupakan jasa ibu dan bapaknya. Allah swt. Menyatakan bahwa orang yang durhaka kepada orang tuanya adalah sebagai yang berbuat maksiat. Dosanya setingkat di bawah orang yang mempersekutukan Allah swt. Islam juga mengajarkan bahwa apabila ibu bapak telah berumur lanjut sehingga lemah jasmani dan tidak sanggup lagi mencari nafkah menjadi kewajiban bagi anak-anaknya untuk mengurusi merka dengan penuh kasih sayang. Anak tidak boleh berbuat kasar atu membentak kepada ibu dan bapak meskipun dengan kata “ah”. Jika terjadi saling pendapat, lakukanlah dengan kata yang bijak dan lemah lembut agar kedua orang tua tidak merasa tersinggung. Berbuat baik kepada ibu bapak adalah kebajikan dan merupakan pengabdian yang diperintahkan Allah swt. Dalam Al-Qur’an Allah swt. Berfirman :

‫ووصينااالنسان بوالديو محلتو امو وىناعلى وىن وفصالو ىف عا مني ان اشكرىل ولوالديك ايل ادلصري‬
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu, hanya kepada-Kulah tempat kembalimu”. (QS. Luqman: 14) Allah swt. juga berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 23 : ‫فالتقل لهمااف والتنهرهما وقل لهماقوالكريما‬ “…maka sekali-sekali jaganlah kamu mengatakan kepada keduanya dengan perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan mulia”. (QS. Al-Isra’: 23) Oleh karena itu kita wajib menghormati orang tua yang telah memelihara dan membesarkan, mendidik dan membiayai hidup kita. Tidak sedikit pengorbanan mereka lahir dan bathin yang dapat kita balas. Dan tidak selayaknya kita mendurhakai mereka. Kemudian di samping kita harus menghormati kedua orang tua, kita juga harus menghormati orang-orang seperti bibi, paman dan saudara juga karib kerabat kita, karena mereka adalah keluarga kita yang akan menolong kita jika kita ditimpa kemalangan. Agama Islam sangat menganjurkan agar ummatnya mematuhi dan menghormati terhadap orang yang lebih tua seperti keluarga kita. Karena jika orang tua kita telah tiada atau pun orang tua kita tidak sempat mengurus kita, maka keluarga kita akan menjadi sangat berguna bagi kita. Karena mereka dapat menggantikan tugas orang tua kita. Rasulullah saw. menuntun kita agar selalu berbuat baik kepada keluarga. Sesuai dengan hadits beliau yaitu : )‫من اجالل اهلل اكرام ذى الشيبة ادلسلم (روه ابوداود‬ “Sebagian tanda memuliakan Allah adalah menghormati orang Islam yang telah putih rambutnya (tua)”. (HR. Abu Daud) Akhlak terhadap Orang Tua Orang yang lebih dekat dan lebih tua serta yang paling wajib kita berbuat baik dan berlaku hormat kepadanya adalah orang tua kita sendri yaitu ayah dan ibu. Oleh karena itu berbuat baik kepada kedua orang tua (birrul walidaini) adalah perbuatan yang paling disukai oleh Allah swt. karena Allah meletakkan berbuat baik kepada kedua orang tua itu begitu tinggi derajatnya. Rasulullah pun banyak menerangkan dan menjelaskan melalui haditsnya, salah satunya adalah sebagai berikut : ‫برالوالدين افضل من الصالةوالصدقةوالصوم واحلج والعمرةواجلحادىف سبيل اهلل‬ “Berbuat baik kepada orang tua itu lebih utama dari shalat, shadaqah, puasa, haji, umrah, dan jihad di jalan Allah”. Karena salah satu pokok akhlakul-karimah terhadap sesama manusia yang harus ditegakkan oleh setiap muslim ialah berbakti kepada kedua orang tua. Hal ini diperintahkan secara langsung oleh Allah swt. dalam berbagai ayat Al-Qur’an, antara lain berbunyi : ‫وبا لوالدين احسانا‬ “…dan berbuat baiklah kamu kepada kedua orang tuamu…”

Ibu mengandung dengan susah payah. dan menyiapkan segala yang diperlukan anaknya. atau ketika mereka sangat membutuhkan perawatan dari seorang anak. Al-Ahqaf : 15)Berbuat baik kepada orang tua lebih dianjurkan ketika keduanya telah lanjut usia dan telah lemah. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda :“Sangat merugi. Hak-hak yang Harus Dilaksanakan Saat Keduanya Masih Hidup 1) Mentaati Keduanya dalam Perkara yang Tidak Bermaksiat kepada Allah swt. (HR. tetapi masih berlanjut sampai anaknya besar. maka ketaatan kepada mereka merupakan kewajiban yang abadi. Ketika saatnya melahirkan seorang ibu dihadapkan pada situasi yang sangat menegangkan. Penderitaan ibu tidak berlanjut sampai melahirkan anaknya saja. Bukhari dan Muslim. maka Allah swt. maka mereka pun akan meridhai kita. memberikan peringatan agar kita mau merenungkan betapa beratnya perjuangan orang tua yang dikorbankan demi anak-anaknya. Begitulah perlakuan seorang ibu pada anaknya. Sangatlah tidak tahu diri apabila kita enggan berbakti kepada kedua orang tua kita sendiri. keempat bunyi ayat di atas masing-masingnya selalu diawali dengan kalimat perintah agar kita benar-benar menghambakan diri kepada Allah dan jangan sampai meyekutukan-Nya dengan satu apa pun. Caranya ada dua yaitu : A.“Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah. semakin besar anaknya semakin berat mereka mengurusnya. Ketaatan kepada orang tua merupakan kewajiban setiap Muslim.Bunyi kalimat di atas dalam Al-Qur’an persis sama sampai terdapat dalam empat ayat dalam surat berbeda.) )‫عليو‬ ‫فان امر مبعصية فالمسع والطاعة (روه متفق‬ “…maka bila diperintahkan kepada maksiat. dan apabila kita telah diridhai oleh kedua orang tua kita maka insya Allah kita juga akan diridhai oleh Allah swt. kemudian sangat merugi. Tengah malam di saat orangorang tidur nyenyak. dan dibimbingnya anaknya. Hal ini menunjukkan penekanan yang sungguh-sungguh kepada kita agar kita tahu diri dan mengindahkan perintah Allah. namun ia nantikan kelahiran bayinya dengan penuh kesabaran dan kegembiraan. maka tidak ada mendengar dan tidak ada ketaatan”. Muttafaq ‘Alaihi / Bukhari-Muslim) Sedangkan dalam perkara-perkara yang bukan maksiat. apalagi ketika anaknya jatuh sakit. dari Ali ra. Sedemikian beratnya pengorbanan orang tua sehingga pantaslah apabila Rasulullah saw. menyatakan : ‫رضى اهلل ىف رضى الوالدين وسخط اهلل ىف سخط الوالدين‬ “Keridhaan Allah terdapat pada keridhaan orang tua dan murka Allah terdapat pada murka orang tua”. dan sebaliknya durhaka kepada keduanya merupakan hal yang haram. ia berjuang sekuat tenaga agar keperluan keluarganya terpenuhi. Ketaatan ini merupakan kewajiban yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim. Setiap hari ia bekerja membanting tulang di tengah teriknya matahari. Seorang ayah tidak tinggal diam. disambutnya bayi itu dengan senyuman. dijaga. walau itu tidak sebanyak yang dilakukan mereka pada kita. ia harus mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan bayinya. :“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tua”. bagaimanapun kita tidak boleh mematuhi seorang makhluk pun dalam perkara maksiat kepada Allah. seorang ibu harus bangun menyusui anaknya. Menyimak hadits di atas ialah apabila kita telah berbuat baik kepada kedua orang tua. tanpa mengharap imbalan sedikit pun. Kemudian bagaimanakah cara kita berbuat baik kepada kedua orang tua kita ? Karena sudah sepantasnya kita selaku anaknya untuk setidaknya berusaha membalas apa yang telah dilakukan keduanya pada kita. 2) Berbuat Baik kepada MerekaSebagaimana firman Allah swt. sesungguhnya ketaatan itu dalam kebaikan”. mendidik. Tetapi. Akan tetapi setelah bayi itu lahir sirnalah semua rasa sakit. Hal ini tentunya mengandung isyarat betapa pentingnya kita bebakti kepada kedua orang tua. Dengan penuh keikhlasan dirawat. Walaupun ia harus menanggung penderitaan yang cukup lama. Allah sama sekali tidak rela apabila penghambaan kita kepada-Nya tidak dibarengi dengan kebaktian kepada orang tua. (QS. Jika kita cermati lebih lanjut. lalu sangat merugi. orang yang mendapati kedua orang tuanya . Mereka harus menyekolahkan. (HR. sebagaimana sabda Rasulullah saw. Tugas mereka tidak hanya sampai di situ. Mengingat manusia adalah makhluk yang mudah lupa daratan dan lupa akan kedua orang tuanya sendiri. karenanya jangan sampai kita membangkang perintah keduanya. Tidak dibolehkan membangkang dari perintah keduanya kecuali dalam perkara menyekutukan Allah atau bermaksiat kepada-Nya.

bersabda. orang itu pun balas mencaci ibunya”. Datang orang lain hijrah meninggalkan Yaman. tidak berjalan di depannya. Jika mereka mengizinkanmu. maka dia harus minta izin bila hendak terjun ke sana. Akan tetapi apabila salah satu dari keduanya memerintahkan suatu perkara yang halal sedangkan yang lainnya memerintah suatu perkara yang haram. dan mereka tidak menyadari padahal perbuatan tersebut bagian dari dosa besar. Memberi Makan Keduanya. maka seorang anak harus melaksanakan sumpah mereka. bersabda. khususnya apabila mereka memerintahkan dua perkara yang berlawanan selama tidak bermaksiat kepada Allah. Sebaiknya kita memberikan yang terbaik untuk mereka dan mengutamakannya di atas anak. “Apakah keduanya memberi izin kamu ?” Dia berkata. mendudukkan mereka di atas tempat duduk yang terhormat. Maka Rasulullah saw.3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) atau salah satu dari keduanya telah lanjut usia lalu dia tidak masuk surga”. bersabda. Bertutur Kata yang Lembut. Hal ini tidak bermaksud bahwa ketaatan kepada ibu lebih utama daripada ayah. “Kemudian siapa ?” Rasulullah saw. dan telah menjaga dan merawatnya saat dia masih kecil. seraya berkata. “Ya. Ada orang lain yang datang kepada Rasulullah saw. “Pulanglah dan buatlah mereka tertawa sebagaimana engkau membuatnya menangis?”. “Kedua orang tuaku”. Melaksanakan Sumpah Mereka. 2. “Kamu dan hartamu milik ayahmu”. “Apakah kamu mempunyai orang tua ?” Pemuda itu menjawab “Ya”. mendahului mereka dalam melakukan suatu perkara. telah datang kepada Rasulullah saw. isteri dan keluarganya. yaitu ayah dari anak itu. Ada seorang yang berkata kepada Nabi Muhammad saw. Jika mereka bersumpah kepada anaknya untuk melakukan sesuatu yang bukan maksiat kepada Allah. lalu ia balas mencaci ayahnya. “Aku datang kepadamu untuk berbai’at atas jihad dan meninggalkan kedua orang tuaku menangis tersedu-sedu. Lalu orang itu bertanya. Ini sebagian kesempurnaan etika terhadap mereka. seseorang itu mencaci ayah orang lain. “Apakah engkau masih mempunyai kerabat di Yaman ?” Orang itu menjawab. “Tidak”. bersabda. lalu dia berkata. Maka Rasulullah saw. bersabda. bersabda. “Siapakah orang yang paling berhak aku hormati ?” Rasulullah saw. Meminta Izin kepada Mereka Bila Hendak Pergi Berjihad atau Lainnya Jika jihad itu bukan jihad yang wajib atasnya.” Ada seorang bertanya. menyediakan bantal untuk mereka. “Berjihadlah (bersungguh-sungguhlah) dalam berbakti kepadanya”. seorang pemuda. bersabda. Tidak Mencaci atau Melakukan Sesuatu yang Menyebabkan Hal itu Mencaci orang tua termasuk dosa besar. Dan juga melaksanakan kehendak keduanya selama tidak berbentuk sebuah kemaksiatan kepada Allah swt. walaupun hanya sebuah isyarat “ah”. “Sesungguhnya ayahku ingin mengambil hartaku”. maka berjihadlah. Padahal banyak orang-orang umum yang melakukan hal tersebut ketika bercanda. tidak mendahului mereka dalam urusan makan dan minum. menghamparkan karpet/kasur untuk mereka. “Ibumu”. ditambah dengan tidak berkacak pinggang di hadapan mereka. bersabda. bersabda. “Ibumu”. “Mencaci orang tua termasuk dosa besar. “Kemudian siapa ?” Rasulullah saw. “Kemudian siapa ?” Rasulullah saw. “Pulanglah dan minta izinlah dari keduanya. karena seorang istri harus mentaati suaminya. akan tetapi bila mereka tidak mengizinkanmu maka berbaktilah kepada mereka”.4 Tidak layak bagi seseorang untuk pelit kepada orang yang telah menjadi perantara keberadaannya di dunia ini. Muslim dari Abu Hurairah ra. bersabda. 1.” Maka Rasulullah saw. maka Nabi Muhammad saw. sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw. “Adakah orang yang mencaci orang tuanya ?” Dikatakan. Lalu orang itu bertanya lagi.( HR. Maka Rasulullah saw bersabda. Ada seorang bertanya kepada Rasulullah saw. keluar atau masuk rumah mendahului mereka. Rasulullah saw. “Ibumu”. Lalu orang itu bertanya sekali lagi. “Wahai Rasulullah. Memberikan Harta yang Mereka Kehendaki. “Bapakmu”.)Di antara perbuatan berbuat baik kepada kedua orang tua adalah menjauhi semua perkataan maupun perbuatan yang menyakiti keduanya. Di antara etika kepada mereka adalah memberi makan apalagi dalam kondisi mereka memerlukannya. maka wajib mentaati perintah yang halal dan tidak melanggar syariat. Di antaranya dengan merendahkan suara di hadapan.5 Ini termasuk dosa yang sangat keji. Mengutamakan Ibu daripada Ayah. . kemudian seorang itu mencaci ibunya. dan sebagainya. Merendahkan Diri di Hadapannya. bolehkah aku berjihad ?” Rasulullah saw.

berilah ampunan aku dan kedua orang tuaku dan sekalian orang Mukmin pada hari terjadinya hisab (hari Kiamat)”. dan terhadap kedua ayah bunda harus berbuat baik. 5) Menyambung Kekerabatan yang Tak Mungkin Ada Tanpa Mereka. “Sesungguhnya ayah orang itu adalah sahabat karib ayahku (Umar bin Khattab ra. Bertemu dengan seorang Arab Badui di salah satu jalan di Mekkah. Adapun do’anya adalah sebagai berikut : ‫رب غفريل ولوالدي وارمحهماكماربياين صغرياوللمؤمنني وادلؤمنات برمحتك ياارحم الرامحني‬ “Ya Tuhanku ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihaniku di waktu kecil. bersabda. “Mereka itu orang Badui. lunak. bersabda. “Ya. bahkan berlaku pada ayah dan ibunya bagaikan hamba dihadapan majikannya”. maka jangan kamu berkata “ah” pada keduanya. seperti paman. Al-Isra’ : 23-24) . Beberapa ulama terdahulu berkata. berfirman dalam menceritakan Nabi Ibrahim as. (QS. ‫كالمهافالتقل ذلمااف والتنهرمهاوقل ذلماقوالكرميا٠واحفض‬ ‫وقضى ربك االتعبدوااالاياه وبالوالدين احساناامايبلغن عند ك الكرباحدمهااو‬ ‫ذلماجناح الذ ل من الرمحة وقل رب ارمحهماكماربياىن صغريا‬ “Tuhanmu telah menetapkan supaya kamu jangan menyembah melainkan kepada-Nya. juga sorban yang dia pakai. sopan-santun pada keduanya. Hak-hak yang Harus Dilaksanakan Saat Keduanya Telah Meninggal 1) Mendo’akan Keduanya. sedekah jariyah.) dan telah mendengar Rasulullah saw. Dengan cara melaksanakan wasiat mereka dan melanjutkan proyek atau amalan kebaikan mereka. mereka sudah senang dengan pemberian yang sedikit saja”. Dalil-dalil Mengenai Durhaka pada Orang Tua dan Berbuat Baik kepada Keduanya ‫واعبدوااهلل والتشرك بو شيئاوبالوالدين احسنا‬ “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya dan kepada kedua orang tuamu berbuat baiklah” (QS. Seorang anak hendaklah memperbanyak do’a untuk keduanya melebihi saat keduanya masih hidup. manakala ia mencapai usia tua salah satunya atau keduanya di sisimu. Dan rendahkan dirimu pada keduanya serendah-rendahnya karena kasih sayang. kakek. “Hak seorang ayah lebih besar tetapi hak seorang ibu lebih wajib”. Yaitu hubungan persaudaraan yang memang penghubungnya hanya mereka. “Sebaik-baik kebajikan ialah seseorang penyambung silaturrahim dengan keturunan sahabat ayahnya. Ibnu Umar ra. “Jika seorang meninggal maka amalnya terputus kecuali tiga perkara. dan keturunan mereka. ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang selalu mendo’akan”. Rasulullah saw. (QS. dan berilah rahmat kepada orang mukmin dan mukminat. C. nenek. “Barang siapa yang hendak bersilaturrahim dengan ayahnya yang telah meninggal. Mendo’akan orang tua setelah mereka meninggal dunia merupakan salah satu etika kepada orang tua. Ibnu Dinar berkata. Ibrahim : 41) 3) Menunaikan Janji Mereka. bibi. bersabda : Harus ta’at. 2) Beristighfar untuk Mereka. karena do’anya akan menambah timbangan kebajikan mereka. Berkata. Tuhan kami. dan jangan membelalakkan mata ketika melihat pada keduanya. dalam keseharian. walaupun sebenarnya keduanya berhak atas itu semua. karena mereka orang yang paling berjasa kepada kita. Allah swt. Wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”. sebagaimana sabda Rasulullah saw. hendaklah ia menyambung tali silaturrahim dengan saudara-saudara ayahnya. Lalu Ibnu Umar ra. dan jangan bersuara keras ketika berkata-kata pada keduanya. setelah ayahnya meninggal”. dan jangan kamu membentak keduanya dan harus berkata lembut pada keduanya. dan do’akan keduanya : Ya Tuhan kasihanilah kedua ayah dan ibuku sebagaimana mereka telah memeliharaku di waktu kecil”. orang tua adalah orang yang paling berhak untuk kita mintakan ampun dari Allah.Maksud dari hadits di atas ialah mengutamakan ibu dalam kelemah-lembutan dan berbuat baik. maka Ibnu Umar mengucapkan salam kepada orang itu dan memberinya keledai yang dia naiki. karena pahala kebaikan dari amalan orang tua yang dilanjutkan oleh seorang anak akan terus mengalir kepada orang tua tersebut. 4) Menghormati Sahabat-sahabat Mereka. An-Nisa’ :36) “Dari Ibnu Abbas. Nabi saw. Inilah kesimpulan dari hak kedua orang tua.

“Dari Ibnu Abbas ra. : Sembahyang tepat pada waktunya. bersabda : Allah telah mewahyukan kepada Nabi Musa as. durhaka pada orang tua. Ahmad. bersabda : (‫ثالثةحرم اهلل تبارك وتعاىل عليهم اجلنة. Rasulullah saw. bersabda : Tiada seorang yang melihat wajah ayah atau ibunya dengan rasa kasih sayang melainkan Allah akan mencatat untuknya pahala haji yang makbul dan mabrur”. berkata : Nabi saw. ‫اجلنة حتت اقدم االمهات‬ “Surga itu di bawah telapak kaki ibu” “Dari Abdullah bin Mas’ud ra. maka siapa taat dan patuh pada keduanya. Kedua : Tegakkan shalat dan tunaikan zakat. (Hadits Qudsi) “Abu Bakar bin Maryam berkata : Saya telah membaca dalam kitab Taurat bahwa siapa yang memukul ayah atau ibunya dihukum bunuh atau rajam. : Sesungguhnya Nabi saw. At-Thabarani) “Ali ra.” (HR. Al-Khattib) “Al-Hakim dan Ash-Shabani keduanya meriwayatkan : Rasulullah saw. “Ad-Dailamy meriwayatkan : Do’a ayah untuk anaknya bagaikan do’a Nabi saw. bersabda : tiga ayat yang diturunkan bergandengan dengan tiga. berkata : ‫سالت رسول اهلل صلى اهلل عليو وسلم اي العمل احب اىل اهلل قال الصالة على وقتها . berkata : Rasulullah saw. An-Nasa’i dan Al-Hakim) “Dari Ibnu Abbas ra. : Hai Musa. berkata Rasulullah saw. yaitu mempersekutukan Allah. قلت مث اي قال : برالوالدين. قلت مث اي‬ )‫اهلل (روه البخارى ومسلم‬ “Saya tanya pada Rasulullah saw. maka barang siapa yang tidak taat maka tidak akan diterima. (HR. bersabda : dosa-dosa besar itu. bersabda : bahwa semua dosa akan ditunda oleh Allah hukumannya hingga hari Kiamat. “Dari Ibnu Umar ra. “Dari Wahb bin Munabbih berkata : Rasulullah saw. Ketiga : Bersyukur pada Ku dan pada kedua orang tuamu. yakni : Mempersekutukan Allah. durhaka pada kedua orang tua dan membunuh jiwa yang diharamkan Allah dan sumpah palsu.مدمن اخلمروا العاق لوالديو والديوث الذى يقرىف اىلو اخلبث(روه امحدوالنسائىواحلاكم‬ “Tiga macam dosa yang diharamkan oleh Allah kepada yang melakukannya untuk masuk surga 1. dan Allah tidak akan menerima yang satu kecuali dengan gandengannya. kecuali durhaka terhadap ayah atau ibu. dan Aku beri padanya anak yang berbakti padanya. maka barang siapa tidak bersyukur pada Ku dan keduanya maka tidak akan diterima. : Taat ‫اجلحادىف سبيل‬ . Pertama : Taat pada Allah dan taat pada Rasul-Nya. Orang yang membiarkan isterinya melacur atau orang yang memelihara pelacur”. berkata : Nabi saw. Orang yang durhaka terhadap ayah ibunya 3. bersabda : siapa yang menyusahkan/ menyedihkan/ merisaukan ayah atau ibunya berarti telah mendurhakai keduanya”. ‫عن ابن عمر رضي اهلل عنو قال٠قال رسول هلل عليو وسلم٠الكبائراالشراك وعقوق الوالدين وقتل النفس واليمني الغموس (روه البخارى و‬ (‫امحد‬ “Dari Ibnu Umar ra. maka barang siapa tidak mengerjakannya maka tidak diterima. dan lari dari medan perang. (HR. untuk ummatnya”. : Amalan apakah yang lebih disukai oleh Allah ? Jawab Nabi saw. bersabda : )‫ثالثة الينفع معهن عمل الشرك بااهلل وعقوق الوالدين والفرارمن احلف (روه الترباىن‬ “Tiga macam dosa yang akan mensia-siakan segala amal-amal lainnya. Bukhari-Ahmad) “Dari Tsauban ra. maka Allah akan menyegerakan hukumannya di dunia sebelum mati”. Dan siapa mendurhakai keduanya maka Aku akan berikan padanya umur yang pendek dan Aku akan memberi dia anak yang durhaka”.” (HR. Hormatilah kedua ayah dan ibumu. Saya bertanya lagi : Kemudian setelah itu apa ? Jawab Nabi saw. niscaya Aku lanjutkan umurnya. Orang yang selalu minum Khamar 2.

dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Pada saat-saat tertentu. Nabi saw. maka janganlah kamu mengikuti keduanya. kita memperoleh tambahan ilmu untuk bekal di masa datang. Abu Daud dan Ibnu Majah) At-Tirmidzi. sering merekalah yang bertindak sebagai wali. bibi dan saudara-saudara kita lainnya. Yang dimaksud orang tua di sini adalah orang-orang yang seperti kakak. Ibnu Hibban dan Al-Hakim meriwayatkan : Seorang datang kepada Nabi saw. At-Tirmidzi dan Al-Hakim) Secara tegasnya Rasulullah saw. قلت ثم اي قال : برالوالدين‬ ‫قالتطعهماوصاحبهماىف الدنيامعروفاواتبع سبيل من اناب ايل مث ايل مرجعكم‬ ‫هللا‬ “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu bapaknya. akan dihormati pula pada masa tuanya nanti. Kita harus berlaku hormat dan sopan. bertanya : “Apakah ibumu masih hidup ?” Jawabnya : Tidak. ‫قال : برالوالدين قلت ثم اي‬ ‫ على وقتها هللا قلت ثم اي‬Keluarga Rasulullah saw. 1) Menyembahyangkan keduanya. insya Allah mereka pun akan berlaku sama kepada kita. dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik. juga harus kita hormati dan kita perlakukan seperti orang tua kita. bersabda : ‫ليس منامن مل يرحم صغري كبرينا‬ ‫ناويوقر‬ “Bukanlah golongan kita orang yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua…”. : Ya. karena tanpa adil mereka. . Ditanya : “Apakah bibimu masih hidup ?” Jawabnya : Ya. atau saudara tiri juga sepupu. bersabda yang artinya : “Ketika kami duduk bersama Rasulullah saw. dijanjikan oleh Rasulullah saw. 3) Melaksanakan wasiat keduanya. Saya bertanya lagi : Kemudian setelah itu apa ? Jawab Nabi saw. Dan jikalau keduanya memaksakanmu untuk mempersekutukan sesuatu dengan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu. ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah. Rasulullah saw. bibi dan kerabat kita yang lebih tua. karena bila kita bersikap hormat dan sopan. baik saudara kandung. Ahmad. Bersikap hormat kepada orang yang lebih tua. paman. : Jihad / berjuang di jalan Allah”. Kakek. Jadi jelaslah bahwa agama Islam mengajarkan agar kita selalu bersikap hormat dan sopan kepada semua orang yang lebih tua. Dari mereka yang sudah mengenyam lebih banyak pengalaman.dan berbakti pada kedua orang tua. paman. Luqman: 14-15) B. 4) Menghubungi kerabat dari keduanya. Tidak bersikap melawan atau menantang pada saat ada perselisihan. dan bertanya : “Saya telah berbuat dosa besar. rasanya kita belum tentu bisa menikmati segala kemajuan yang ada saat ini. kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu. : Ta’atlah padanya”. Kita mendapat warisan kebudayaan yang akan kita teruskan dan kembangkan. misalnya kedua orang tua kita berhalangan untuk mengurus keperluan kita. hanya kepada-Kulah tempat kembalimu. apakah ada jalan bagiku untuk bertobat. maka Kuberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. Dan jika tidak mau bersikap hormat kepada mereka yang lebih tua. (QS. mengatakan bahwa barang siapa yang tidak menyayangi yang muda dan tidak menghormati yang tua bukan golongan beliau. dan menyapihnya dalam 2 tahun. 2) Membacakan istighfar bagi keduanya. Akhlak terhadap. Apalagi terhadap mereka yang turut berjuang memerdekakan negara kita. nenek. Rasulullah saw. pun tidak hendak mengakui sebagai ummatnya. (HR. 5) Menghormati sahabat-sahabat keduanya. ‫اشكرىل ولوالديك ايل ادلصري‬‫ووصينااالنسان بوالديو محلتو امو وىناعلى وىن وفصالو ىف عا مني ان وان جهداك على ان تشرك ىب ماليس لك بو علم‬ ‫قلت ثم اي على وقتها‬ ‫فانبئكم مباكنتم تعلمون. tiba-tiba datang seorang dari Bani Salimah bertanya : Ya Rasulullah apakah ada amal untuk berbakti pada kedua ayah atau ibu sesudah mati keduanya ? Jawab Nabi saw. Maka sabda Nabi saw. (HR. Demikian juga terhadap saudara yang lebih tua. Bersyukurlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu. Oleh karena itu marilah kita bersikap hormat pada mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful