SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH RISK AVERSION, BRAND TRUST, BRAND AFFECT, PURCHASE LOYALTY, ATTITUDINAL LOYALTY TERHADAP BRAND PERFOMANCE PENGGUNA LAPTOP MEREK ACER

(Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman)

OLEH : MEGA AYU PUSPITA NIM : C1B007139

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2011 i

SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH RISK AVERSION, BRAND TRUST, BRAND AFFECT, PURCHASE LOYALTY, ATTITUDINAL LOYALTY TERHADAP BRAND PERFOMANCE PENGGUNA LAPTOP MEREK ACER

(Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman)

Disusun untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar sarjana ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman

OLEH : MEGA AYU PUSPITA NIM : C1B007139

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2011 ii

SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH RISK AVERSION, BRAND TRUST, BRAND AFFECT, PURCHASE LOYALTY, ATTITUDINAL LOYALTY TERHADAP BRAND PERFOMANCE PENGGUNA LAPTOP MEREK ACER

(Studi Kasus Pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman)

Oleh: MEGA AYU PUSPITA NIM : C1B007139

Diterima dan disahkan Pada tanggal: …………………..

Pembimbing I

Pembimbing II

Dr.Suliyanto, SE, MM. NIP. 19740401.199802.1.001

Drs. Untung Kumorohad, Msi. NIP. 19530102.31986.011

Mengetahui, Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman

Dr. Suliyanto, SE, MM. NIP. 19740401.199802.1.001 iii

Purwokerto.PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIM Jurusan Fakultas : Mega Ayu Puspita : C1B007139 : Manajemen : Ekonomi Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini merupakan hasil karya saya sendiri yang dibuat dalam keadaan sadar dan bukan jiplakan dari tulisan orang lain. November 2011 Yang membuat pernyataan Mega Ayu Puspita NIM : C1B007139 iv . baik sebagian atau seluruhnya. kecuali yang secara tertulis dalam skripsi ini dan telah disebutkan di dalam daftar pustaka. Dan apabila dikemudian hari terbukti bahwa pernyataan ini tidak benar maka saya sanggup menerima hukuman atau sangsi apapun sesuai peraturan yang berlaku.

... I’m Proud Of You  v . Amiennn Ya ALLAH S. MaAfin EgHa SeLama Inih SuKa MeRePotkAn MaMah Dan PaPah  SeMoGa KeLak EgHa SeLaLau BiSa MemBaHagiaKan MaMah Dan PaPah. ( PaPaH ♥ Mamah SeLamanya.) Luv u :* ♥_^ Pak SuLiyanto Dan Pak Untung Yang Baik Hati ♥ SeLaku Pembimbing SkRipSweetzz Saya  ..T). ♥_^ Mamah & PaPah TeRsaYang ♥ MaKaSih BaNyak AtAs Doa’nya.PERSEMBAHAN AnnYeongHaSeYo Chingu ^-^ EgHa Mw NguCapin TeRima KaSih Buat : ♥_^ ALLAH S.... Maaf JiKa SeLama EgHa jadi Anak bimbingan Skipsi Bapak teRdaPat KeSaLahan Sikap Maupun PeRkaTaan.... PanJang UmuR dan BaHaGia SeLamanya Amiennn.W. SuDah MeRawat dan MembeSarkan EgHa SamPai Saat Inih.. (SeMoga EgHa SeLaLu BiSa Jadi Hamba’mu Yang Lebih baik & bEruSaha Untuk seLaLu MeLakSanakan PeRintah-MU & MenJauhi LaRangan’MU... Hidayah-Nya.W. SeHat SeLaLu.. Nasehat2’nya.T ♥ (Tuhan Saya) yang teLah MeLipahkan RahMat-Nya. TeRima Kasih BaPak.

Hanny.MaKaSih UdaH MeWarnai HaRi-Hari’nya Kakak. Niken. Dika.. SeLaLu BeRusaHa Jd PacaR yang Baik. Cici Ter’Unyu ♥ MAkAsih BuAt PeRsahabatan Kita DaRi SMA saMpai Saat Inihh.. SeMoGa DaNang & EgHa bs UntUk SLaManya  (NyEpoT ♥NyEmOt BeRsaTu 1 June ReMemBer it ) Luv U :* ( Irsyad.. Timi..MeNgaJaR’kan KeHiduPan Sesungguhnya SePerti Apa.. Liza. GenThonk & Amin.... dan JuJuR samPai Saat Inih KaLau BiSa SeLamanya  EgHa SaLut Kamu BiSa Di’andaLkan Baik DLm SeGi WaKtu. SeLama’nya Qt SeBAgai Anak Mamah dan Papah hARus KomPak Dan HiduP Rukun Yah seRta MembanggakAn... Setyadi Rp.. SeMoga KeLak KaKak biSa MeNjadi wanita sUksEs. MaKasih bAnYak bUat kaLian SeMua  ) ♥_^ DaKoChan GiRlz : Nina. Gag PeRnaH MaRah. PerKaTaan.SeMoGa Itu SeMua Tak’kan PeRnaH BeRuBAH yah ^^ SeMaNgaD Wat Qt UnTuk LeBih Baik ke’DePan’nya & SeMangad Buat MaSa DePan Qt GanBatte  MeSkiPun Di’LuaR SaNa BanYak Yang Nge’Fans Ma Qt...Satria.. Asih. SeMangAd Qt BiSa ^^ Luv U gUys :* ♥_^ My BeLoved TerSaYonkkz “DaNang WiSangGeni” ♥ MaKaSiH Udah HaDiR dLm KeHiDupan EgHa. biSa MemBaHagiakan KaLian.. Pd BaLik Sini Dunk kpn bisa srg ngumpuL2 Lagi seperti duLu.Kangen Bgd Inih Sm KaLian seMua  BFF Luv U All :* vi . PeRhatian.♥_^ Adik2’Quw Yang Unyu2 ♥ Anita Dan BaGas .. Bang... MauPun PerBuatan. Nita..Tak Henti-Henti MenyemangatiQ dLm BeRbagai HaL..

Anjar paRad. Nindi.. Aphe. Miss U All :* Dan Untuk SeMua WaRga UNSOED Lain’nya KaMsAhAmNida  SukSes Buat KiTa SeMuA . Ari. Evi... MakmuR. Septo. Puput ndhut. Nungguin Ujan BeRhenti BaReng2 Aihihihihi. Dhadek.Ayu. UdAh BaNtuin EgHa Juga. Gina. EgHa LuPa inih Nama’y  ) MaKasih SeLaMa Inih BaReng-Bareng meLEwati suka dan duka seLama KuLiah. Usman.♥_^ ZaPink. TeMan2 Rumah & Main. khususnya warga IPA 4. veRa. Nurdin. Bening... Isna. AdRian.IndRa...MeMo... Grace. MaHardiKa. SepTian.. Tinus. Jenk2 MaKasihh Banged Yah Buat PeRsAhaBaTan Qt SeLaMa Inih. Viany. ALin. Edi. Reza.Yudi. HaiFa. Lia.. UdAh Nungguin Dosen BaReng2 sAmbiL BerGosip2an. Fiko.Reza) MaKasiH Udh Mw Jdi TeMan EgHa. ( Yang beLom KeCanTum Maff Yah. Wia. Een. YoLand. MeLLy. Genjo. dhiTa. AndRo. Aya. Mega. InDra..Jojo. Lindi.. Ayu & Tenan. Haii Cyin. HeRman. hEnty. Rossi. Dian. Ardi. AmeL. ALip.. Tita. AdE. Puput. DiMaS.. n don’t 4 get Me  ♥_^ TeMan-TeMan EgHA ♥ DaRi TK ( Bayangkari 2 Jayapura dan SuPriyadi SeMaRang . Ninin. Usman. SMP Negeri 6 SMA Negeri 5 Purwokerto angkatan 2004.Teman2 KuLiah BeRbagai Fakultas & Universitas. Sudarmaji. aGus. Arif. Feby. sheLLy. DaPon. Irma. ARyo. Narji. Ridho.Verni. RiRis.. AzhaR. Ipung. GanBatte ^^ :* vii . SD (Sokanegara 01 ).Baik banged kalian BFF Yah  ♥_^ Chingu2’Q MaNajemen FE UNSOED Angkatan “2007” Yg Emoet2  ♥ Risky U. Ana.. Yuhh mw Pada Cuss Lg kapan Guys…BFF Yah  Miss u ALL :* ♥_^ Qiqi. Eka. Ika Yunita. Ciput.. MaiL. Oscar. Topan.Ocie. ELa. Imtinan. AuLia. Aan. Adi. Tami HoLa-HoLa Jenk ♥ MaKaSih Guys. tRomoL. Ninis. Nurdin. aLdo.Andika. Ryan Gokong. Teman2 KKN desa Pamijen 2010 (Dian. MuhaRam. Iwan. Sigit. Agung anjar.Agus TeRgOkiL  ♥ Haii buuu. toyib. IpuL..RenDot. Udah meLewati Suka Dan Duka BeRsama SeLaMa KuLiah inih. Ronaldo.. Joseph. Topan & Ayu.. ZaMais. Aji pramono. Adi ivan gunawan. Jadi iNgat TOuR Qt Keberbagai KotA....

memperhatikan kebijakan yang berkaitan dengan kinerja merek dengan cara meningkatkan manfaat sesuai dengan kebutuhan konsumen dan meningkatkan serta membuat program yang inovatif untuk menciptakan loyalitas konsumen. brand trust berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty ditunjukkan C.tabel (3.976). multicolinearity dan singularity.101 > 1.535 > 1.R > t.976).tabel (9.937 > 1. Berdasarkan analisis faktor konfirmatori dapat disimpulkan semua indikator dapat diterima. risk aversion berpengaruh positif terhadap brand affect ditunjukkan dengan nilai C.976).tabel (3. attitudinal loyalty. Dari hasil statistik menunjukkan risk aversion berpengaruh positif terhadap brand trust ditunjukkan dengan nilai C. Pemodelan SEM dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria antara lain ukuran sampel.255 > 1. purchase loyalty.tabel (6.tabel (2.460 > 1.976). attitudinal loyalty terhadap brand performance pengguna laptop merek Acer (Studi kasus pada mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman). brand affect.tabel (3.RINGKASAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh risk aversion.R > t.976).R > t.tabel (3. Hal tersebut ditujukan agar konsumen enggan berpindah ke merek lain.012 > 1.R > t.0. brand performance viii . brand affect berpengaruh positif terhadap purchase loyalty ditunjukkan dengan nilai C.R > t.745 > 1.tabel (3. outliers.976). brand affect purchase loyalty. brand affect berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty ditunjukkan dengan nilai C. Kata kunci : risk aversion.R > t. Data yang diperoleh dari kuisioner yang telah memenuhi uji reliabilitas dan variance extract diolah menggunakan aplikasi program komputer AMOS 16. dan attitudinal loyalty berpengaruh positif terhadap brand performance ditunjukkan dengan nilai C. purchase loyalty berpengaruh positif terhadap brand performance ditunjukkan dengan nilai C.976). brand trust.046 > 1. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan kepada produsen laptop Acer agar terus meningkatkan kepercayaan terhadap konsumen. brand trust berpengaruh positif terhadap purchase loyalty ditunjukkan dengan nilai C. brand trust.R > t. normalitas data.976).R > t.

tabel (3.101 > 1.976). brand affect positive influence on purchase loyalty shown by the value of CR > t. table (3. It is intended to allow consumers reluctant to switch to another brand.tabel (3.tabel (3.tabel (9.976).046 > 1.976).SUMMARY This research was conducted to determine the effect of risk aversion brand trust. brand affect positive influence on attitudinal loyalty shown by the value of CR > t. From the statistical results show a positive effect on risk aversion toward brand trust indicated by the value of CR > t.535> 1. Keywords : risk aversion. purchase loyalty. purchase loyalty positively affects brand performance is indicated by the value of CR> t. The results of this research can be implied to the manufacturers of laptops Acer to continue to increase confidence in the consumer.255 > 1. Case studies at the Faculty of Economics S1 Regular jenderal soedirman university.976). brand trust. normality of data.745 > 1.460 > 1. attitudinal loyalty. Data obtained from questionnaires that have met the test reliability and variance extracted processed using AMOS 16. brand affect.976) and attitudinal loyalty has a positive effect on brand performance is indicated by the value of CR> t. brand performance ix . attitudinal loyalty toward a brand performance of Acer brand laptop users. SEM modeling in this research have met the criteria include sample size. brand trust has a positive effect on attitudinal loyalty shown CR > t. table (3.976).Based on confirmatory factor analysis can be summed up all the indicators are acceptable.tabel (6. brand trust has a positive effect to purchase loyalty shown by the value of CR > t.tabel (2. brand affect purchase loyalty.976). multicolinearity and singularity.937> 1. risk aversion has a positive influence on brand affect indicated by the value of CR > t.976).012 > 1.0 computer program applications. pay attention to policies related to brand performance by increasing benefits in accordance with the needs of consumers and enhance and create innovative programs to create consumer loyalty. outliers.

Bapak Dr. MM. M. Bapak Dr. SE. selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jendral Soedirman. bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak. Bapak Dr. ATTITUDINAL LOYALTY Terhadap BRAND PERFOMANCE PENGGUNA LAPTOP MEREK ACER. Si.” Penyususnan skripsi yang dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Haryadi. selaku pembimbing pertama. BRAND TRUST. yang telah bersedia memberikan pengarahan dan bimbingan dalam segala kesempatan dan keterbatasan yang ada selama proses penulisan skripsi ini.Sc selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman . 2. SE. selaku pembimbing kedua yang telah memberikan segala bantuan dan kebijaksanaannya selama proses penulisan skripsi ini. Suliyanto. PURCHASE LOYALTY. Untung Kumoro Hadi. Dalam prosesnya. penulis tidak luput dari bantuan. BRAND AFFECT. segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. 3. x . Bapak Drs. MM.KATA PENGANTAR Alhamdulillah. M. sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul “ANALISIS PENGARUH RISK AVERSION. Suliyanto. 4.

5. Ibu Dra. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Ekonomi. Ibu Dra. November 2011 Yang membuat pernyataan Mega Ayu Puspita NIM : C1B007139 xi . 7. M. Hj. selaku dosen penguji skripsi yang bersedia menguji dan memberikan berbagai masukan yang membangun. 6. Sri Martini. Demikian skripsi ini disusun. yang telah memberikan pengarahan dari awal hingga akhir studi. M. Semoga skripsi ini dengan segala kekurangannya mampu memberikan peranan untuk diterapkan baik dalam praktek maupun untuk penelitian selanjutnya. Purwokerto.Si. Nurhayati Indiyastuti. semoga dapat bermanfaat bagi semua golongan msyarakat. Si. yang telah bersedia mengajarkan dan memberikan bekal ilmu yang bermanfaat untuk dikembangkan. selaku dosen Pembimbing Akademik.

.. Brand Affect (Afeksi Merek) ...... 11 3............................................................. Purchase Loyalty (Kesetiaan Pembeliaan) ............ 9 2.......................................................................... 23 9................................... 8 II............................................................................... Telaah Pustaka 1...................... 18 7...................................... 24 xii ........... xvi I........................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ....................................... 1 B.................. Pemasaran .... Pembatasan Masalah Penelitian ............ Risk Aversion ...................................... 6 D....................................................... 13 5...................... x DAFTAR ISI ... xii DAFTAR GAMBAR .................................................... Latar Belakang Masalah Penelitian ........... xv DAFTAR TABEL ...... Brand Trust (Kepercayaan Merek) ....... 7 E............. 12 4....................................... PENDAHULUAN ..................................................................................................................................... Tujuan Penelitian .......... Perilaku Konsumen ................ Brand Loyalty (Loyalitas Merek) ................................................... 4 C. Attituinal Loyalty (Kesetiaan Sikap) .................................................................. 19 8............................... 9 A....................................................................................................... 16 6............................................................................ Manfaat Penelitian .................... Perumusan Masalah Penelitian ................................... Brand (Pengertian Merek) ........................................................................................................................... TELAAH PUSTAKA DAN PERUMUSAN MODEL PENELITIAN ................. 1 A................................................

....................... Persamaan Struktural dan Model Pengukuran ................................. Teknik Analisis Data ... 36 1............ METODE PENELITIAN DAN TEKNIK ANALISIS DATA ....................... Lokasi Penelitian .. 33 1... Sejarah Perusahaan ..................................... Penyusunan Path Diagram ...................................................... Jenis Penelitian....... ......................... 34 B..... Objek Penelitian ........................ Bangunan Model Teoritis .... Jenis dan Sumber Data ................................................................. 29 III.............. Perumusan Model Penelitian dan Hipotesis) ................................................... Metode Penelitian .................... 33 4................................. Skala Pengukuran Variabel Penelitian ......... 33 3... Perumusan Model Penelitian .......... Analisis Data ... 33 5...................................................... 40 3............................................ Brand Perfomance (Kinerja Merek) ................. Dasar Hipotesis dan Hipotesis ......................... Subjek Penelitian ...................................41 IV.................................... 55 1........ 33 6........ HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ......... 59 xiii ............................................................................................................... 26 B....................... 33 A.......................... 33 2................ 56 3....................... 53 B..................... 57 4...................................................... 55 2....... 27 2................................... Definisi Konseptual dan Operasional Variabel ............ Gambaran Umum Responden ................................................. Metode Pengambilan dan Penentuan Jumlah Sampel............................................ 36 2.......................................................................... 53 A............................................................................................................10.......... 27 1.......................... Structural Equation Modeling (SEM) ..................................

............................................... Pembahasan Model Penelitian ... Evaluasi Asumsi SEM ................................ Pengaruh Brand Affect terhadap Purchase Loyalty ........................................................... 76 a..... Pembahasan Hipotesis ........................ Pengujian Hipotesis ...................................................................................... Kesimpulan .... 81 h...................... 80 g... Uji Reliability dan Variance Extract ........................... 83 C..................................... 60 6... 84 DAFTAR PUSTAKA .......................................................... Pengaruh Risk Aversion terhadap Brand Affect……………...................................... Pembahasan Hasil Penelitian ...... Implikasi Manajerial ......... Pengaruh Attitudinal Loyalty terhadap Brand Perfomance .............. Analisis Faktor Konfirmatori ...................... Pengaruh Brand Trust terhadap Attitudinal Loyalty………….................................................................... 85 LAMPIRAN ..... 76 b.......................... xiv .................. 73 C..............5............................... 79 f............ 83 B..... 75 1................ ......... Implikasi Riset Berikutnya............................. 77 d................................................................ Pengaruh Purchase Loyalty terhadap Brand Perfomance .......................... KESIMPULAN DAN IMPLIKASI.......................... ................................ Goodness-of-fit dan Analisis SEM melalui Full Model .... 66 8....... 82 V................... 77 c........................................ Pengaruh Risk Aversion terhadap Brand Trust ............ 69 9............................... Pengaruh Brand Affect terhadap Attitudinal Loyalty ........... 62 7...... 83 A....................................... Pengaruh Brand Trust terhadap Purchase Loyalty .... 78 e.................................................... 75 2.

.. 69 12. 57 6.................... Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi UNSOED ...................... Tabel 2............................. Tabel 9......................... Uji Univariate Outlier ......Standart Regression Weight untuk SEM .. Definisi Konseptual dan Operasional Variabel.. Tabel 7....DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1..................... 61 8. Tabel 6................ 40 2................................................................... Tabel 4........................................ Standarized Regression Weight untuk Uji Hipotesis ............... Normalitas Data ............................ 73 xv .......................Bangunan Model Teoritis ................................................................... Tabel 12....... 59 7.... Tabel 10. 55 4... Tabel 3............................................................................... 63 9............. Tabel 8........................... 56 5..........Critical Ratio untuk SEM ......... 55 3................ 65 11....Persamaan Struktural dan Model Pengukuran ........... Tabel 5.... Ujian Keseuaian Model.... 64 10.........Jumlah Responden Berdasarkan Uang Saku Perbulan pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi UNSOED ......... Tabel 11......... Jumlah Responden Berdasarkan Jurusan Pendidikan pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi UNSOED ............ Tabel 1....

......................... 58 Gambar 3.........DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman Gambar 1..... Analisis Faktor Konfirmatori ........................................ 61 xvi ................................................ Perumusan Model Penelitia......................... Standardized Path Diagram ........................ 28 Gambar 2.......................

Semakin berkembangnnya tekhnologi internet dan semakin mudahnya mahasiswa mengakses materi perkuliahan. Latar Belakang Masalah Penelitian Tekhnologi komputer berkembang kearah efektifitas dan efisiensi daya komputer. diproduksilah secara massal komputer portable sejenis laptop. ION. NEC. Sony. A-Note. membuat keberadaan laptop bukan lagi barang mewah. Axioo.1 I. PENDAHULUAN A. Mengikut perkembangan serta trend yang ada saat ini . Zyrec. MSI. Pada awal dipasarkannya laptop Acer menmperoleh respon yang baik sehingga langsung dikenal dengan baik oleh konsumen di Indonesia. Compact. dan lain sebagainya. Toshiba. maka pasar komputer laptop berkembang sangat pesat. Laptop sekarang menjadi suatu kebutuhan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk mempermudah berbagai penyelesaian tugas perkuliahan maupun tugas-tugas kantor. Mengingat kebutuhan komputer semakin tinggi. Hal ini menjadi salah satu kekuatan Acer. IBM. Salah satu alternatif laptop yang cukup familiar di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum adalah laptop merek . Beberapa merek laptop yang dipasarkan di Indonesia antara lain Acer. Terdapat beberapa perbedaan antara komputer dekstop dengan laptop diantaranya adalah dilihat dari perbedaan fisiknya komputer dekstop lebih besar sedangkan laptop ukurannya sangat praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Mac Book. Pesatnya penjualan laptop ini menarik banyak produsen laptop untuk memproduksi dan memasarkan laptop di Indonesia. Assus. yaitu menjadi merek yang dikenal baik oleh konsumen laptop. HP. Salah satu laptop yang terkenal di pasar laptop Indonesia adalah Acer.

Merek merupakan bagian produk yang penting karena merek menjanjikan janji penjual kepada konsumen yang mengandung kualitas dan jaminan. merah. Untuk itu merek bisa dikatakan sebagai aset yang menciptakan nilai pelanggan dengan memperkuat kepuasan dan loyalitas (Hermawan Kertajaya.2 Acer. Mac Book. dan Dell 3. 6 % . 5 % (Majalah Marketing. Berbagai keunggulan yang ditawarkan Acer antara lain model yang bagus. . harga jual belinya yang standar. A-Note. Axioo. beberapa merek laptop yang telah kita kenal diantaranya adalah Acer. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Frontier Cunsulting Group dan Majalah Marketing menunjukkan bahwa Acer menempati posisi teratas dalam Top Brand 2010. IBM 3. 9 % . hitam. Samsung 17. Hasil tersebut menunjukkan merek Acer berada di atas pesaing-pesaingnya. namun belum mampu menjamin keberhasilan di masa sekarang dan masa yang akan datang. karena pesaing akan terus mencari inovasi serta strategi pemasaran baru. Compact. 1 % . dan lain sebagainya. ungu. ION. Assus. 2 % . Hasil survei menunjukkan perolehan brand value Acer 27. 9 % . HP 6. Toshiba. NEC. MSI. 2004). LG 16. Industri laptop di Indonesia pun mengalami persaingan. berbagai warna yang tersedia antara lain (biru. 5 % . desainnya menarik serta dengan tekhnologi canggih dan mudah dalam penggunaan maupun perawatannya. Zyrec. putih). Sony. Edisi 2 Februari 2010). Selain itu merek juga bisa menjadi pembeda untuk membedakan dengan produk pesaing. HP. Bagi konsumen dengan banyaknya merek yang ada membuat konsumen bingung untuk . terkenal lebih awet dibandingkan dengan merek laptop lainnya. kualitasnya baik. Sony 3.

Purchase loyalty dan attitudinal loyalty terhadap merek tersebut akan dipengaruhi oleh brand trust dan brand affect (Chaudhuri dan Holbrook dalam Kurt Matzler. 2008). Purchase loyalty akan berkaitan dengan customer loyalty. Apabila Kedua hal tersebut dapat dirasakan oleh konsumen maka hal tersebut akan berdampak pada purchase loyalty serta attitudinal loyalty . Brand affect yang positif adalah bagaimana konsumen merasa senang. sehingga dimaksudkan agar konsumen tidak mendapatkan resiko yang terlalu besar apabila mencoba merek baru. Brand trust yang positif adalah harapan-harapan konsumen terhadap suatu merek terpenuhi dengan janji perusahaan yang tersirat dalam merek tersebut. Konsumen dengan risk aversion level tinggi akan tetap loyal pada sebuah merek karena tidak ingin mendapatkan resiko apabila selalu mencoba merekmerek baru. dapat kita lihat dari perilaku konsumen itu sendiri yang loyal terhadap suatu merek yang telah dipercayanya. dimana konsumen tersebut akan tetap loyal terhadap merek yang digunakannya dan suatu saat akan terus melakukan pembelian terhadap merek tersebut dan membangkitkan kesetiaan . serta puas apabila mengkonsumsi produk dengan merek tersebut. Risk aversion adalah bagaimana konsumen berusaha menghindari atau mengurangi resiko dalam mencoba merek baru. Purchase loyalty merupakan melakukan pembelian secara berulang-ulang terhadap suatu merek. Customer loyalty akan mencerminkan attitudinal loyalty terhadap suatu merek.3 memilih merek mana yang akan dibeli karena akan menimbulkan resiko bila mencoba merek baru. bahagia.

A-Note. Assus. Berdasarkan latar belakang tersebut. dan attitudinal loyalty terhadap brand performance dengan melakukan penelitian tentang pengaruh risk aversion. Sebagaimana kita mengetahuinya. HP. Compact. Perumusan Masalah Penelitian Pasar notebook atau yang lebih dikenal dengan sebutan laptop di Indonesia diwarnai oleh persaingan yang ketat dan memiliki potensi yang cukup luas. konsumen berusaha . brand trust. dan attitudinal loyalty terhadap brand performance pengguna laptop merek Acer. Maka dari itu. brand affect. Mac Book. B. Toshiba. Purchase loyalty dan attitudinal loyalty memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap brand performance. Hal ini tentu saja akan membuat konsumen merasa kesusahan dalam menentukan laptop mana yang akan dipilihnya karena konsumen tidak memiliki banyak informasi tentang merek laptop dan tentu saja konsumen enggan mencoba merek atau produk baru dan berusaha menghindari resiko apabila mencoba merek atau produk baru. brand affect.4 terhadap merek tersebut serta enggan mencoba merek baru. purchase loyalty. Zyrec. brand trust. penulis tertarik untuk mempelajari pengaruh tentang pengaruh risk aversion. dan lain sebagainya. ION. purchase loyalty. Dimana brand performance yaitu bagaimana suatu merek dapat memberikan manfaat yang benar-benar diinginkan oleh konsumen. Axioo. bahwa dipasaran banyak merek laptop yang ditawarkan oleh produsen-produsen laptop diantaranya ada Acer. dan menjadikan konsumen ingin selalu terus menggunakan merek tersebut dan tidak ingin mencoba merek lainnya. MSI. NEC. Sony. IBM.

akan menimbulkan purchase loyalty dimana konsumen tersebut akan melakukan pembelian secara berulang-ulang terhadap suatu merek tersebut. Berdasarkan survey penelitian oleh Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing (Edisi 2 Februari 2010). Purchase loyalty akan berkaitan dengan customer loyalty. dan puas pada saat mengkonsumsi produk dengan merek tersebut. Dimana penghargaan ini merupakan penghargaan di bidang merek yang paling berpengaruh dimata konsumen maupun merek pemenang. yaitu konsumen akan merasa suka.5 loyal terhadap suatu merek karena konsumen tersebut percaya serta dari pengalaman mereka mengkonsumsi suatu merek tersebut. Apabila konsumen memiliki kepercayaan terhadap suatu merek. Dimana brand performance yaitu bagaimana suatu merek dapat memberikan manfaat yang benar-benar diinginkan oleh konsumen. bahagia. Kepercayaan terhadap merek Acer merupakan pengalaman mengkonsumsi merek tersebut. Customer loyalty akan mencerminkan attitudinal loyalty dimana konsumen akan setia serta attidudinal loyalty akan dipengaruhi oleh brand affect. Salah satu merek laptop terkenal dimata konsumen adalah Acer. sebagai sarana membangun kepercayaan konsumen. Dari uraian tersebut dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : . dan menjadikan konsumen ingin selalu terus menggunakan merek tersebut dan tidak ingin mencoba merek lainnya. Purchase loyalty dan attitudinal loyalty memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap brand performance. Acer mendapatkan penghargaan Top Brand.

Apakah attitudinal loyalty berpengaruh positif terhadap brand perfomance pada laptop merek Acer ? C. sehingga penelitian ini lebih terfokus dan terarah. Apakah risk aversion berpengaruh positif terhadap brand affect pada laptop merek Acer ? 3. Apakah brand affect berpengaruh positif terhadap purchase loyalty pada laptop merek Acer ? 6. Apakah brand affect berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty pada laptop merek Acer ? 7.6 1. maka dalam penelitian ini perlu dibatasi masalah sebagai berikut : 1. Pembatasan Masalah Penelitian Untuk lebih menyederhanakan masalah. Apakah risk aversion berpengaruh positif terhadap brand trust pada laptop merek Acer ? 2. Apakah brand trust berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty pada laptop merek Acer ? 5. Merek laptop yang diteliti dalam penelitian ini hanya terbatas pada merek Acer. . Apakah purchase loyalty berpengaruh positif terhadap brand perfomance pada laptop merek Acer ? 8. Apakah brand trust berpengaruh positif terhadap purchase loyalty pada laptop merek Acer ? 4.

Untuk mengetahui pengaruh risk aversion terhadap brand affect pada laptop merek Acer. b. c. brand affect. e. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini antara lain : a. Untuk mengetahui pengaruh attitudinal loyalty terhadap brand perfomance pada laptop mer . Untuk mengetahui pengaruh brand affect terhadap purchase loyalty pada laptop marek Acer. attitudinal loyalty. Untuk mengetahui pengaruh brand trust terhadap attitudinal loyalty pada laptop merek Acer. Untuk mengetahui pengaruh purchase loyalty terhadap brand perfomance pada laptop merek Acer. D. Untuk mengetahui pengaruh brand affect terhadap attitudinal loyalty pada laptop merek Acer. f. brand trust. Objek dalam penelitian ini adalah risk aversion. Untuk mengetahui pengaruh risk aversion terhadap brand trust pada laptop merek Acer. Untuk mengetahui pengaruh brand trust terhadap purchase loyalty pada laptop merek Acer. h. d. dan brand perfomance.7 2. purchase loyalty. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Univeritas Jenderal Soedirman Purwokerto yang membeli dan menggunakan laptop merek Acer. g. 3.

purchase loyalty. Penelitian ini juga digunakan untuk menyempurnakan penelitian terdahulu yang tidak mencantumkan risk aversion sebagai tambahan variabel yang mempengaruhi brand perfomance. dan attitudinal loyalty terhadap brand perfomance pengguna laptop merek Acer. . brand affect. Manfaat penelitian Kegunaan dari penelitian ini antara lain : a. brand trust. b. Manfaat Teoritis : Penulis dapat menganalisis pengaruh risk aversion. Manfaat Aplikatif : Perusahaan dapat membuat dan menentukan strategi-strategi pemasaran untuk kedepannya dengan berpedoman pada hasil penelitian ini serta penelitian ini diharapkan dapat menjadikan saran dan pemikiran yang nantinya akan mempermudah perusahaan dalam mengambil keputusan yang terbaik.8 E.

dan distribusi dari ide-ide. barang-barang. dan S. J. ”marketing is the process of determining customer wants and needs and then profitably providing customers with goods and services that meet or exceed their expectation’’ (p. mengantarkan. dan jasa-jasa untuk menciptakan pertukaran yang dapat memuaskan baik tujuan individu maupun tujuan organisasi”. pemasaran adalah proses untuk menentukan keinginan dan kebutuhan pelanggan tersebut dengan barangbarang dan jasa-jasa yang dapat memuaskan atau melebihi harapannya. Keempat konsep pemasaran tersebut adalah sebagai berikut (p. Dapat dikatakan. Telaah Pustaka 1. Kotler (2000) menyatakan bahwa ada empat konsep pemasaran yang harus diperhatikan agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. TELAAH PUSTAKA DAN PERUMUSAN MODEL PENELITIAN A. promosi. 406). terutama agar perusahaan dapat menjadi lebih efektif dibandingkan dengan pesaing dalam hal menciptakan.9 II. 1 Pemasaran Menurut American Marketing Asociation (AMA). McHugh. 19) : . Menurut Nickels. harga. McHugh (1996). dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada target pasar yang telah dipilihnya. ’’pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsep.

Target pasar Perusahaan harus memilih dengan seksama target pasar yang hendak dituju serta mempersiapkan program-program pemasaran yang sesuai dengan target pasar tersebut dengan sebaik-baiknya. 4. Customer retention (mempertahankan pelanggan lama) lebih penting bila dibandingkan dengan customer attraction (menarik perhatian pelanggan baru). Hal ini bertujuan agar semua pihak yang terlibat dalam perusahaan tersebut memiliki satu kesatuan tujuan. 2.10 1. 3. . Pemasaran terpadu (integrated marketing) Seluruh karyawan dari seluruh departemen yang ada dalam suatu perusahaan harus mendapatkan pelatihan dalam hal melayani pelanggan. Profitabilitas dan keuntungan Maksud utama dari konsep pemasaran adalah untuk membantu perusahaan mencapai sasaran ataupun tujuannya. yaitu menciptakan kepuasan pelanggan. Bagi profit organization. tujuannya adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan menarik perhatian pendonor dana sebanyakbanyaknya agar perusahaan dapat terus beroperasi. Kebutuhan-kebutuhan pelanggan Perusahaan harus dapat memahami dan memenuhi kebutuhan serta keinginan pelanggan agar mereka tetap mau menggunakan produk ataupun jasa perusahaan.

yaitu keunggulan yang dicapai melalui upaya-upaya pemasaran (Dick dan Basu dalam Darsono dan Dharmmesta. membeli. kelompok. dan menentukan produk. Kebutuhan dalam mempelajari perilaku konsumen sangat penting. Dengan kata lain. Perilaku konsumen mempelajari mengenai bagaimana individu. ide. atau pengalaman yang memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka (Kotler. 2005). yang pada akhirnya akan dipergunakan sebagai pedoman dalam menyusun strategi pemasaran.11 1. jasa. Oleh karena itu. 1997). .2 Perilaku Konsumen Pemahaman tentang perilaku konsumen akan memberikan kontribusi terhadap implikasi dari strategi pemasaran. Konsumen yang loyal terhadap suatu merek tertentu (loyalitas konsumen) telah menjadi pedoman bagi kinerja perusahaan. loyalitas konsumen merupakan tujuan bagi perencanaan pasar strategik dalam jangka panjang dan menjadi basis penting bagi pengembangan keunggulan bersaing yang berkelanjutan (sustainable competitive advantage). dan organisasi memilih. karena mereka merupakan sumber profit bagi perusahaan dan perusahaan akan tetap survive dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. perusahaan perlu mempelajari perilaku konsumen yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami berbagai aspek yang ada pada konsumen. Perilaku yang konsisten sepanjang waktu menggambarkan loyalitas terhadap suatu objek tertentu. Setidaknya loyalitas pelanggan telah menjadi salah satu tolak ukur bagi keberhasilan aktivitas pemasaran. menggunakan.

. dasar sikap tentang resiko disebut risk aversion. Bagaimananpun juga. dan kebimbangan untuk mencoba produk baru. . Hal tersebut tidak lebih baik jika dibandingkan untuk tetap memilih merek atau produk yang terkenal (Steenkamp et al. .3 Risk Aversion Konsumen merespon secara berbeda terhadap resiko yang mereka terima pada suatu situasi. yaitu ketidakpastian dari outcame dan kepentingan dari konsekuensi negatif menghubungkan dengan outcame dari sebuah pilihan (Rousseau et al. Seseorang dapat membedakan dengan respek untuk kedua komponen. dalam Kurt Matzler et al. Mereka menerima itu sebagai resiko karena ketidaktahuan dan ketidakpastian dari kinerja produk tersebut. mereka akan lebih suka menyatakan bahwa sebuah dasar attitude tentang resiko yang diterima diri mereka dalam komponen pertama yaitu sikap tentang ketidakpastian.12 1. 1998 dalam Kurt Matzler et al. . Seperti seorang individu yang variabel berbeda. ambigu. tetapi juga ekonomi dan keuangan. 2008). Pengaruh risk aversion pada keputusan konsumen berbeda dalam suatu situasi yang dipengaruhi oleh perbedaan tipe resiko yang diterima. 2008). yaitu sebuah konsep yang menjadi perhatian banyak penelitian tidak hanya pemasaran. Pada umumnya pemahaman tentang resiko meliputi dua komponen. Konsumen berusaha menghindari atau mengurangi resiko dalam mencoba merek atau produk baru (risk aversion). . Risk averse consumers (konsumen penghindar resiko) merasa terancam oleh situasi-situasi novel.

4 Brand (Pengertian Merek) Merek (brand) adalah suatu nama. Jika Anda mampu . p. atau desain. dan diharapkan akan membedakan barang dan jasa dari produk–produk milik pesaing (Kotler. Ries (2000. kemudian mereka cenderung untuk tetap dengan merek-merek terbaik untuk menjauhkan diri dari kemungkinan mencoba merek yang mereka tidak tahu. resiko pembelian dengan mencari tambahan informasi Sebagai pengganti dari pencari informasi baru dan atau membuat resiko dengan mencoba produk baru ketika pembelian dilakukan. tanda. istilah. Menurut A. manfaat. Sedangkan menurut David A Aaker (1997) merek adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti logo. 1998). 1997). Ries dan L. risk averse consumers adalah menahan diri dari mencoba produk dan merek baru. cap atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. Merek sebenarnya merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan keistimewaan.13 Oleh karena itu. akan tetapi merek lebih dari sekedar simbol (Jennifer Al Aaker. konsumen dengan risk aversion level tinggi akan lebih menggunakan sebuah strategi sederhana dan tetap loyal pada sebuah merek. Merek-merek terbaik memberikan jaminan mutu. 1. dan jasa tertentu kepada pembeli. lambang.viii). Risk averse consumers dapat mengurangi perusahaan. atau gabungan semua yang diharapkan mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual.” pemasaran pada dasarnya adalah membangun merek dibenak konsumen.

termasuk loyalitas. A Brand is therefore a product. pemahaman mengenai merek dan caracara membangun merek yang benar penting dilakukan oleh setiap pemasar.” Merek adalah nama. 4)”. simbol. maka pemasar tersebut telah menciptakan sebuah merek. loyalitas akan semakin memperkuat sebuah merek. Merek adalah suatu simbol rumit yang dapat menyampaikan hingga enam tingkat pengertian : . Dari sisi pandang merek. Itulah sebabnya Aaker menempatkan brand loyalty sebagai salah satu dari empat elemen ekuitas merek selain awareness. logo. dan asosiasi. membangun merek yang kuat berarti harus membangun keempat elemen tersebut. namun memiliki dimensi lain yang membedakannya dari produk-produk lainnya dalam memuaskan kebutuhan yang sama. pada saat seorang pemasar menciptakan sebuah nama. Oleh sebab itu. atau kombinasi dari hal-hal tersebut untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakan dari produk pesaing”. but one that adds other dimensions that differentiate it in some way from other product design to satisfy the same need”. Menurut Keller (2003. atau simbol baru untuk suatu produk baru. p. Menurut pakar merek ini. maka Anda akan memiliki program pemasaran yang tangguh pula”. Menurut American Marketing Association. perceived quality. istilah. Dapat dikatakan bahwa sebuah merek merupakan sebuah produk. atau rancangan.14 membangun merek yang kuat. Bisa dikatakan bahwa .

seperti desain huruf atau nama khusus. pepsodent. Atribut “tahan lama” dapat diterjemahkan menjadi manfaat fungsional. dan gengsi. direkayasa dengan baik. Contohnya. Brand name (nama merek) yang merupakan sebagian dari merek yang dapat diucapkan misalnya. Atribut : Merek mengingatkan atribut-atribut tertentu. 4. Manfaat : Atribut-atribut harus diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan emosional. Mercedes menyiratkan mobil yang mahal. Toyota dan sebagainya. Brand mark (tanda merek) yang merupakan sebagian dari merek yang dapat dikenali namun tidak dapat diucapkan. c. Nilai : Merek tersebut juga mengatakan sesuatu tentang nilai produsennya. Mitsubishi yaitu gambar tiga berlian. Mercedes berarti kinerja tinggi. 2004). kokoh. tahan lama. BMW. keselamatan. dan bergengsi tinggi. lainnya (Rangkuti.” Mobil tersebut membuat saya merasa penting dan dikagumi”. Tujuan pemberian merek adalah untuk mengidentifikasi produk atau jasa yang ditawarkan oleh pesaing (Rangkuti. b. Misalnya. Trade mark (tanda merek dagang) yang merupakan merek atau sebagian dari merek yang dilindungi hukum karena kemampuannya untuk Pengertian merek .” Saya tidak perlu membeli mobil lain selama beberapa tahun. 2.15 1. 2004) : a. 3. Budaya : Merek tersebut juga mungkin melambangkan budaya tertentu.

1. Copyright (hak cipta) merupakan hak istimewa yang dilindungi oleh undang-undang. dapat didefinisikan sebagai fenomena kelas mental yang merasa unik dikarakteristikkan oleh pengalaman yang didasari yaitu keadaan perasaan subyektif. orang akan mengalami perasaan positif.16 menghasilkan sesuatu yang istimewa. . 2002). d. yang mana dapat sebagai sebuah evaluasi keseluruhan konsumen baik suka maupun tidak suka terhadap merek. afeksi merupakan istilah yang lebih luas mencakup emosi dan suasana hati. Konsumen memiliki perbedaan hubungan dengan sebuah merek. Sebaliknya ketika suatu kejadian merintangi pencapaian tujuan. dan menjual karya tulis. yang biasanya muncul bersama-sama dengan emosi dan suasana hati. karya musik. Jadi.. maka orang akan mengalami perasaan negatif (Mowen. (2008) brand affect adalah sebuah potensi merek untuk mendapatkan sebuah respon emosi positif dari rata-rata konsumen sebagai sebuah hasil dari mereka gunakan. Tanda dagang ini melindungi penjual dengan hak istimewanya untuk menggunakan nama merek. Satu kelas dari hubungan adalah brand affect. atau karya seni.5 Brand Affect (Afeksi Merek) Afeksi atau perasaan. Dengan demikian afeksi merek merupakan perasaan positif atau negatif terhadap suatu merek. Menurut Chaudhuri dan Holbrook dalam Kurt Matzler et al. menerbitkan. Para peneliti telah menemukan bahwa ketika tujuan mereka terpuaskan. Emosi dibedakan dari suasana hati berdasarkan intensitasnya yang lebih besar dan urgensi psikologi yang lebih besar.

Konsumen belajar beberapa dari tanggapan afektifnya (penilaian / perasaan) melalui proses pengkondisian klasik. e. Sistem afektif dapat menanggapi berbagai jenis rangsangan. Dengan kata lain.17 Tanggapan afektif diciptakan oleh sistem afektif. Misalnya. Misalnya. Hanya sedikit tanggapan afektif dasar seperti dasar seperti kesukaan memakan manisan manis atau reaksi negatif atas suara keras. Tanggapan yang paling berpengaruh adalah belajar. Sifat yang penting adalah bahwa sifat afektif pada umumnya reaktif. Suatu sifat yang terkait dengan sistem afektif adalah bahwa masyarakat memiliki kontrol langsung yang kecil atas tanggapan afektif mereka. b. sistem pengaruh tidak membuat rencana. jika Anda merasa terganggu oleh perlakuan kasar salesman. sistem dasar dari afektif yaitu (Mowen. c. Tanggapan afektif secara fisik ada dalam tubuh manusia. Sistem afeksi seseorang biasanya menanggapi dengan segera dan otomatis aspek nyata pada lingkungannya. Konsumen juga belajar . atau bertujuan mencapai suatu sasaran tertentu. 2002) : Terdapat lima a. d. membuat keputusan. yang merupakan pembawaan dari lahir. konsumen dapat memiliki tanggapan evaluasi pada obyek berbentuk situasi sosial. maka sistem afektif Anda mungkin akan segera dan otomatis menciptakan perasaan frustasi dan marah. Perhatian adanya rasa gugup sehubungan dengan kegembiraan ketika memutuskan suatu pembeliaan penting.

Kepercayaan sebagai suatu keadaan yang melibatkan ekspektasi positif mengenai motif-motif dari pihak lain yang berhubungan dengan diri seseorang dalam situasi yang beresiko (Bond dan Holmes. 1. Dalam pasar konsumen. ataupun grup sosial. Kepercayaan memiliki dua dimensi. sub budaya. Karena tanggapan afektif itu dipelajari. Hal ini menjelaskan bahwa penciptaan awal hubungan dengan partner didasarkan pada kepercayaan. Morgan dan Hunt dalam Lau & Lee (1999) mengkonseptualisasikan kepercayaan dimana suatu kelompok memiliki keyakinan bahwa partner pertukaran memiliki reliabilitas dan integritas. bentuknya dapat beragam sejalan dengan budaya. Kredibilitas didasarkan pada keyakinan akan keahlian partner untuk melakukan tugasnya secara afektif dan dapat diandalkan. Benevolance merupakan suatu keyakinan bahwa maksud dan motivasi partner akan memberikan keuntungan bersama. 1999). 1991 dalam Lau & Lee.6 Brand Trust (Kepercayaan Merek) Lau & Lee (1999) mendefinisikan kepercayaan merek sebagai keinginan konsumen untuk bersandar pada sebuah merek dengan resikoresiko yang dihadapi karena ekspektasi terhadap merek itu akan menyebabkan hasil yang positif. Oleh karena itu sistem afektif masyarakat cenderung menanggapi suatu rangsangan yang sama secara berbeda. yaitu kredibilitas dan benevolance. ada begitu banyak konsumen yang tidak teridentifikasi sehingga .18 beberapa tanggapan afektif melalui pengalaman asosiasi ketika masa kanakkanak.

“ A measure of the attachment that a customer has a brand “. Adapun ketiga faktor tersebut adalah merek.19 sulit bagi perusahaaan untuk membangun hubungan personal dengan setiap konsumen (Lau & Lee. Aaker (1996) mendefinisikan brand loyalty sebagai. dan konsumen dan kepercayaan terhadap merek akan menimbulkan loyalitas merek. perusahaan pembuat merek . Loyalitas dapat diartikan sebagai suatu komitmen yang mendalam untuk melakukan pembelian ulang produk atau jasa yang menjadi preferensinya secara konsisten pada masa yang akan datang dengan cara membeli ulang merek yang sama meskipun ada pengaruh situasional dan usaha pemasaran yang dapat menimbulkan perilaku peralihan. Cara lain yang ditempuh oleh pemasar untuk membangun hubungan personal dengan konsumen adalah melalui sebuah symbol. merek berperan sebagai substitute hubungan person to person antara perusahaan dengan konsumennya. Loyalitas merek menunjukkan . Dalam situasi tersebut. Ketiga faktor ini berhubungan dengan ketiga entitas yang tercakup dalam hubungan antara merek dengan konsumen. 1999). Menurut Lau & Lee (1999) terdapat tiga faktor yang mempengaruhi kepercayaan terhadap merek.7 Brand Loyalty (Loyalitas Merek) Brand Loyalty atau loyalitas merek merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam strategi pemasaran. Keberadaan konsumen yang loyal terhadap merek sangat diperlukan agar perusahaan dapat bertahan hidup. yaitu merek (brand). selanjutnya kepercayaan dapat dibangun melalui merek. 1.

dan bermaksud meneruskan pembeliannya di masa yang akan dating. mempunyai komitmen pada merek tersebut. Oliver (1999) mendefinisikan kesetiaan merek sebagai suatu komitmen mendalam untuk mengkonsumsi produk dan jasa di masa yang akan datang. Tinjauan ini memperkirakan bahwa konsumen menjadi loyal lebih dulu pada aspek kognitifnya. kemudian aspek afektif. . 1999). dan akhirnya pada aspek konatif. Perusahaan yang mempunyai basis pelanggan yang mempunyai loyalitas merek yang tinggi dapat mengurangi biaya pemasaran perusahaan karena biaya untuk mempertahankan pelanggan jauh lebih murah dibandingkan dengan mendapatkan pelanggan baru.20 adanya suatu ikatan antara pelanggan dengan merek tertentu dan ini sering kali ditandai dengan adanya pembelian ulang dari pelanggan. kognitif. Merek yang mampu menciptakan komitmen consume akan menghasilkan kepercayaan dalam pengambilan keputusan sehingga akhirnya akan menentukan kesetiaan merek. Mowen (2002) mengemukakan bahwa loyalitas dapat didasarkan pada perilaku pembelian actual produk yang dikaitkan dengan proporsi pembelian. dan konatif. Loyalitas berkembang mengikuti tiga tahap yaitu. Dharmesta (1999) yang mengutip Mowen dan Minor (1998) mengemukakan definisi loyalitas sebagai “kondisi dimana konsumen mempunyai sikap positif terhadap sebuah merek. Tahap-tahap loyalitas berdasarkan pendekatan attitudinal dan behavioral (Dharmmesta. afektif.

Loyalitas Afektif Loyalitas tahap kedua didasarkan pada aspek afektif konsumen. Loyalitas Kognitif Konsumen yang mempunyai loyalitas tahap pertama ini menggunakan basis informasi yang secara memaksa menunjuk pada satu merek atas merek lainnya. Contohny. sebuah pasar swalayan secara konsisten selalu menawarkan harga yang lebih rendah dari pesaing yang ada. karena sudah .21 a. loyalitasnya hanya didasarkan pada kognisi saja. Informasi ini cukup memaksa konsumen untuk selalu berbelanja di pasar swalayan tersebut. pemasar harus memiliki alasan yang lebih kuat agar konsumen tetap loyal. Affect memiliki sifat yang tidak mudah berubah. b. Ini menunjukkan loyalitas yang tidak kuat karena ada kemungkinan pasar swalayan lainnya menawarkan informasi (harga produk) yang lebih menarik maka konsumen akan dapat baralih ke pasar swalayan lain. Sikap merupakan fungsi dari kognisi (pengharapan) pada periode awal pembelian (masa pra konsumsi) dan merupakan fungsi dari sikap sebelumnya ditambah kepuasan di periode berikutnya (masa pasca konsumsi). tidak seperti tahap pertama. Jadi. Loyalitas tahap ini jauh lebih sulit diubah. karena loyalitasnya sudah masuk ke dalam benak konsumen sebagai affect dan bukannya sendirian sebagai kognisi yang mudah berubah. Jadi.

Untuk melengkapi runtutan loyalitas. niat yang diikuti motivasi merupakan kondisi yang mengarah pada kesiapan bertindak dan pada keinginan untuk mengatasi hambatan untuk mencapai tindakan tersebut. Niat yang diutarakan. Menurut penelitian. kepuasan konsumen berkorelasi tinggi dengan niat membeli ulang di waktu yang akan datang. konatif yaitu tahap tindakan. afeksi. Keinginan untuk membeli ulang atau menjadi loyal itu hanya merupakan tindakan terantisipasi tetapi belum terlaksana. . d. atau bahkan sama sekali pembelian ulang. c. Maka loyalitas konatif merupakan suatu kondisi loyal yang mencakup komitmen mendalam untuk melakukan pembelian. Jenis komitmen ini sudah melampaui afek untuk mendapatkan merek yang disukai. 1991). Namun demikian masih tetap belum menjamin adanya loyalitas. Munculnya loyalitas afektif ini didorong oleh faktor kepuasan. Loyalitas Tindakan Dalam runtutan kontrol tindakan. belum dapat menunjukkan loyalitas. Afek hanya menunjukkan motivasional sedangkan komitmen melakukan menunjukkan suatu keinginan untuk menjalankan tindakan. Konasi menunjukkan suatu niat atau komitmen untuk melakukan sesuatu ke arah tujuan tertentu. Loyalitas Konatif Konatif (niat melalukan) yang dipengaruhi oleh perubahanperubahan afek terhadap merek. satu tahap lagi ditambahkan pada model kognitif.22 terpadu dengan kognisi dan evaluasi konsumen secarakeseluruhan tentang merek (Oskamp dalam Dharmmesta.

Dengan kata lain. memiliki komitmen dan berharap untuk terus membeli di masa yang akan datang. Jika ketiga faktor tersebut tidak bagus maka konsumen akan sangat mudah pindah ke merek lain. Sedangkan pada loyalitas konasi dan . Kesetiaan lebih didasarkan pada karakteristik fungsional. yaitu pertama sebagai loyalitas kognitif. 1. persuasi dari pemasar maupun konsumen merek lain dan upaya mencoba merek lain. Kesetiaan merek adalah tingkatan dimana seorang konsumen mempertahankan sikap positif terhadap suatu merek. Kesetiaan konsumen pada hakekatnya akan mencerminkan sikap kesetiaan pada merek. dan loyalitas konatif. Dengan demikian kesetiaan merek dipengaruhi langsung oleh kepuasan konsumen pada merek yang dihimpun melalui waktu (Mowen. Hal ini menunjukkan loyalitas itu dapat menjadi kenyataan. afektif. manfaat. kerentaan konsumen lebih berfokus pada tiga faktor yaitu ketidakpuasan dengan merek yang ada. kemudian loyalitas afektif. dan kualitas. dan akhirnya sebagai loyalitas tindakan (loyalitas yang ditopang dengan komitmen dan tindakan). Pada loyalitas. dengan demikian akan berkaitan dengan kesetiaan konsumen.23 Jadi. terutama biaya. 2002). tindakan mendatang sangat didukung oleh pengalaman mencapai sesuatu dan penyelesaian hambatan. tindakan merupakan hasil dari pertemuan dua kondisi tersebut.8 Purchase Loyalty (Kesetiaan Pembelian) Kesetiaan pembelian konsumen dapat dicerminkan dari perilaku konsumen untuk melakukan pembelian ulang terhadap suatu merek.

sikap adalah suatu mental dan syaraf sehubungan dengan kesiapan untuk menangggapi. 2000). konsumen kebal terhadap upaya pemasaran balik dari merek pesaing. kerentaan konsumen lebih berfokus pada faktor persuasi dan upaya mencoba merek lain.9 Attitudinal Loyalty (Kesetiaan Sikap) Sikap menjelaskan evaluasi kognitif yang baik atau tidak baik yang terus menerus. Ini disebabkan konsumen tidak melakukan pencarian informasi dan evaluasi. Jadi. perasaan emosional. Dalam loyalitas tindakan.24 tindakan. 1. Ketidakpuasan yang dialami oleh konsumen merupakan penyebab perpindahan merek. bila dianalogikan dengan sikap konsumen terhadap suatu . Faktor ketidakpuasan konsumen pasca pembelian terjadi karena kinerja produk lebih rendah dari harapan konsumen setelah adanya proses informasi dan evaluasi terhadap suatu merek. Diorganisasi melalui pengalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahakan dan atau dinamis terhadap perilaku. Definisi yang dikemukakan oleh Gordon dan Allport tersebut mengandung makna bahwa sikap adalah mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan terhadap suatu obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten. dan kecenderungan tindakan kearah obyektif atau gagasan tertentu. Konsumen akan menggunakan informasi masa lalu dan masa sekarang untuk melihat merek-merek yang memberikan manfaat yang mereka harapan. Berpindah merek adalah pola pembeliaan yang dikarakteristikkan atau dicirikan dengan perubahan dan penggantian dari suatu merek ke merek lain (Peter dan Olson. Menurut Gordan dan Allport dalam Nugroho (2003).

keengganan untuk berpindah merek (brand switching) dan rasa senang atau bahagia (affect) pada saat mengkonsumsi merek tersebut. 2002). Sikap yang menghemat energi dan pikiran. pembelian secara terus menerus (continual purchase). Berbagai sikap seseoarang manyatu menjadi suatu pola yang koheren dan salah satu sikap ini mungkin membutuhkan penyesuaian yang sulit dalam banyak sikap lainnya (Kotler. Sikap menbuat orang berperilaku jujur dalam suatu cara yang konsisten kea rah obyek yang serupa. sulit berubah. . Sikap dikembangkan sepanjang waktu melalui proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh pengaruh keluarga. Komitmen dimaksudkan antara lain kepercayaan (trust). 2003). Jacoby dan Chestnut dalam Halim (2002) menekankan bahwa pada kesetiaan merek terdapat beberapa tingkatan komitmen konsumen terhadap merek. Dengan demikian. Sikap menempatkan orang ke dalam kerangka berfikir untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu.25 merek berarti sikap terhadap merek adalah mempelajari kecenderungan konsumen untuk mengevaluasi merek yang disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten. Kepercayaan merek dan afeksi merek yang positif akan berdampak terhadap kesetiaan pembelian dan loyalitas sikap (Chauduri dan Holbrook dalam Halim. 1984). Orang tidak harus menginterprestasikan dan memberi reaksi terhadap segala sesuatu itu dengan cara yang baru. pengaruh kelompok kawan sebaya. pengalaman. informasi. konsumen mengevaluasi merek tertentu secara keseluruhan dari yang paling jelek sampai yang paling baik. dan kepribadian (Nugroho.

Hal lain dari pengukuran kinerja merek adalah brand reputation (reputasi merek) dimana pengujian secara empiris memiliki pengaruh positif terhadap kinerja merek (Chaudhuri.10 Brand Perfomance (Kinerja Merek) Kinerja merek merupakan bagaimana merek tersebut dapat memberikan manfaat yang benar-benar diinginkan konsumen. perceived quality. brand associations. 2002). layanan dan faktor-faktor tangible maupun intangible lainnya. Manfaat tersebut adalah hasil dari perpaduan antar atribut produk. Ho Yin & Merriless Bill. nama dan simbolnya yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan suatu produk atau jasa kepada perusahaan dan atau pelanggan perusahaan tersebut. . Brand Awarness (Kesadaran merek) merupakan dimensi dasar dari kinerja merek. citra merek.26 1. brand awareness. Kinerja merek berkaitan dengan ekuitas merek. Definisi dan elemen ekuitas merek ini mengintegrasikan dimensi sikap dan perilaku. 2007). Adapun elemen-elemen ekuitas merek dikategorikan menjadi lima kategori yaitu brand loyalty. seperti merek tidak disukai ketika kinerja kurang baik. Brand reputation menjelaskan hal-hal yang bersifat ekstrisik merek dan dihubungkan dengan produk/jasa (Zeithaml dalam Wong. dan proprietary brand aset lainnya (Akker. 1997). maka konsumen tidak akan banyak mengetahui tentang merek tersebut. ekuitas merek adalah serangkaian aset dan kewajiban (liabilities) merek yang terkait dengan sebuah merek.

Mowen (2002) mengemukakan bahwa loyalitas dapat didasarkan pada perilaku pembelian aktual produk yang dikaitkan dengan proporsi pembelian. Perusahaan yang mempunyai basis pelanggan yang mempunyai loyalitas merek yang tinggi dapat mengurangi biaya pemasaran perusahaan karena biaya untuk mempertahankan pelanggan jauh lebih murah dibandingkan dengan mendapatkan pelanggan baru. Loyalitas merek dibagi menjadi dua yaitu purchase loyalty dan attitudinal loyalty. Customer loyalty akan mencerminkan attitudinal loyalty..27 B. Kurt Matzler et al. Brand loyalty atau loyalitas merek adalah komitmen terhadap suatu merek yang merupakan hasil dari kepercayaan (Oliver dalam Halim. Kesetiaan sikap . 2002). Perumusan Model Penelitian dan Hipotesis 1. (2008).Perumusan Model Penelitian Lau & Lee (1999) mendefinisikan brand trust atau kepercayaan merek sebagai kesediaan konsumen untuk percaya pada merek yang dihadapkan dengan resiko dan mempunyai ekspektasi bahwa merek akan menghasilkan outcome yang positif dan memasukkan unsur-unsur kesediaan (willingness) dalam definisi brand trust yang membawa konsekuensi brand trust yaitu loyalitas. dimana konsumen mempunyai sikap setia terhadap produk dari merek tersebut. Brand affect atau afeksi merek adalah sebuah evaluasi atau sebuah potensi merek untuk mendapatkan sebuah respon emosi positif dari rata-rata konsumen sebagai sebuah hasil dari yang mereka gunakan (Chaudhuri dan Holbrook.1.

Penelitian ini menganalisis risk aversion mempunyai .28 ini juga dipengaruhi oleh brand affect atau afeksi merek yang membuat konsumen merasa suka. dan Sonja Bidmon (2008) yang berjudul Risk Aversion and Brand Loyalty : The Mediating Role of Brand Trust and Brand Affect (Journal of Product and Brand Management). dan puas dalam mengkonsumsi produk dari merek tersebut.2 Dasar Hipotesis dan Hipotesis : Penelitian yang dilakukan oleh Kurt Mazler. Sehingga konsumen akan terus menggunakan produk dari merek tersebut. senang. dimana brand performance atau kinerja merek dapat memberikan manfaat serta keinginan yang benar-benar diinginkan oleh konsumen. Purchase loyalty dan attitudinal loyalty memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap brand performance atau kinerja merek. Brand Trust Purchase Loyalty Risk Brand Aversion Perfomance Brand Affect Attitudinal Loyalty Gambar 1. Sonja Grabner-Krauter. Perumusan Model Penelitian 1.

Hsin Kuang Chi. dan Dr. Saat brand trust dan dimasukkan dalam model sebagai variabel moderasi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Cherng-Yi Chiou (2009) yang berjudul The Affect on Female Cosmetic Users Brand Loyalty in Taiwan (The Journal of American Academy of Bussiness). Holbrook (2001) yang berjudul The Chain off Effect from brand trust and brand affect to brand perfomance : The Role of brand loyalty. H2 : Risk aversion berpengaruh positif terhadap brand affect. Penelitian ini membahas hubungan langsung antara customer perceived value dan brand loyalty (attitudinal . hubungan yang sangat positif antara risk aversion dan attitudinal loyalty menjadi tidak positif dan hubungan antara risk aversion dan purchase loyalty menjadi lemah. Huery Ren Yeh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand trust dan brand affect berpengaruh positif terhadap purchase loyalty dan attitudinal loyalty. Penelitian ini membahas hubungan brand trust dan brand affect terhadap brand performance melalui brand loyalty (attitudinal loyalty dan purchase loyalty). Sementara itu. risk aversion berpengaruh positif terhadap brand trust dan brand affect.29 hubungan yang positif dengan attitudinal loyalty dan purchase loyalty. Purchase loyalty dan attitudinal loyalty berpengaruh terhadap brand performance. H1 : Risk aversion berpengaruh positif terhadap brand trust. H3 : Brand trust berpengaruh positif terhadap purchase loyalty. Dr. Penelitian yang dilakukan oleh Arjun Chaudhuri dan Morris B.

Kevin Celuch. H4 : Brand trust berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty. Menurut penelitian Steven A. resistance of change. Menurut penelitian Rizal Edy Halim yang berjudul The Effect of the Relationship of Brand Trust and Brand Affect on Brand Perfomance : An Analysis from Brand Loyalty Perspective (A Case of Coffe Instant Product in Indonesia). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand trust mempunyai hubungan negatif dengan attitudinal loyalty dan purchase loyalty. Attitudinal loyalty mempunyai hubungan positif terhadap brand performance. dan brand equity terhadap behavioral loyalty dan attitudinal loyalty. affect. Hasil . trust. Taylor. Customer perceived value akan mempengaruhi positif brand loyalty lewat mediasi brand trust dan brand affect. dan Stephen Goodwin (2004) yang berjudul The Importance of Brand Equity to Customer Loyalty (Journal of Product and Brand Management). dan brand loyalty. Brand affect mempunyai hubungan positif dengan attitudinal loyalty dan purchase loyalty. Penelitian ini membahas hubungan brand trust dan brand affect terhadap brand performance melalui brand loyalty (attitudinal loyalty dan purchase loyalty). Purchase loyalty mempunyai hubungan negatif dengan brand performance. value. Hasil penelitian ini yaitu adanya hubungan yang positif di antara customer value. brand affect. H5 : Brand affect berpengaruh positif terhadap purchase loyalty. Penelitian ini membahas hubungan satisfaction.30 loyalty dan behavior loyalty) yang dimediasi oleh brand trust dan brand affect. brand trust.

Menurut penelitian Nurittamont. H6 : Brand affect berpengaruh positif terhadap Attitudinal Loyalty. H7 : Purchase loyalty berpengaruh positif terhadap brand perfomance. resistance of change dan value juga mengkontribusi behavioral loyalty meski pengaruhnya kecil. Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan positif antara satisfaction dan behavioral loyalty. Dalam penelitian ini. ekuitas merek (purcahase loyalty dan attitudinal loyalty) memiliki pengaruh yang positif terhadap keunggulan bersaing dan kinerja merek usaha Thailand Spa. Wasutida.31 penelitian ini menunjukkan bahwa behavioral loyalty adalah fungsi besar dan brand equity dan brand trust. Hal ini juga mencari apakah ekuitas merek mempengaruhi keunggulan kompetitif dan kinerja merek. . brand equity. dan komponen yang lebih penting bagi bisnis Spa di Thailand untuk memperoleh keunggulan kompetitif dan kinerja merek yang unggul. Brand Affect dan satisfaction mempunyai kontribusi terhadap attitudinal loyalty meski pengaruhnya kecil. Tidak ditemukan hubungan positif antara resistance of change dan value terhadap attitudinal loyalty. Ussahawanitchakit. dan Phapruke (2008) yang berjudul The influences of brand equity in competitive advantage and performance of spa business in Thailand. Pada bagian attitudinal loyalty. Brand affect. dan brand trust berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty. Bisnis Spa di Thailand memanfaatkan ekuitas merek untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dan kinerja merek yang unggul pada perusahaan jasa mereka. Penelitian ini mencoba untuk menentukan apakah ekuitas merek memiliki makna yang relevan.

H8 : Attitudinal loyalty berpengaruh positif terhadap brand perfomance. . Penelitian ini menganalisis hubungan antara kepercayaan merek dan afeksi merek terhadap kinerja merek dengan mediasi kesetiaan pembeliaan dan kesetiaan sikap pada produk dengan switching cost tinggi dan switching cost rendah. Unsoed).32 Menurut penelitian Utami Lilis Amelia (2006) yang berjudul Analisis Pengaruh Kepercayaan Merek dan Afeksi Merek Terhadap Kinerja Merek Ponsel dan Mie Instan pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNSOED (Skripsi.

. brand affect. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah risk aversion. dan brand perfomance. 4. purchase loyalty. Teknik pengumpulan data dengan cara mengamati dan melakukan peninjauan secara langsung pada objek penelitian.33 III. 2. Metode Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah Mahasiswa S1 Regule FE Universitas Jenderal Soedirman yang menggunakan laptop merek Acer. attitudinal loyalty. Data Primer Data primer dalam penelitian ini diperoleh dan dikumpulkan secara langsung dari objek penelitian dengan pengisian kuesioner yang dibagikan dan juga melalui wawancara dan observasi langsung. brand trust. Jenis dan Sumber Data a. 3. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survey. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. METODE PENELITIAN DAN ANALISIS A. 5.

1999). Data Sekunder Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang bersifat tertulis yang bersumber dari pustaka acuan. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono. 2003) : [ ] . Teknik pengambilan sampel Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan tekhnik accidental sampling. dan sumber-sumber lainnya seperti data yang diperoleh melalui internet yang berhubungan dengan penelitian ini. Karena jumlah populasi tidak dapat ditentukan secara pasti. Teknik pengumpulan data melalui daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden yang berhubungan langsung dengan masalah yang akan diteliti dan diisi oleh respondennya sendiri. maka besarnya sampel ditentukan dengan menggunakan Model Interval Taksiran dengan rumus sebagai berikut (Umar. artikel-artikel ilmiah. jurnal-jurnal ilmiah. b. Metode Pengambilan dan Penentuan Jumlah Sampel a. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen (Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi UNSOED) yang menggunakan laptop merek Acer. 2000).34 b. Metode penentuan jumlah sampel Populasi adalah jumlah dari keseluruhan objek (satuan individu) yang karakteristiknya hendak diduga atau diteliti (Sekaran. 6.

Penentuan sampel berdasarkan kebetulan maksudnya adalah siapa (responden) yang kebetulan bertemu )[ ] . Berdasarkan kedua metode tersebut maka penelitian ini mengambil sampel sebanyak 150 orang. Jika kemungkinan besarnya sampel ditetapkan 10% maka sampel minimum dapat dihitung sebagai berikut : ( n > 96. jumlah sampel minimal yang harus diambil sebanyak 96 orang. c.35 Keterangan : n p q Za/2 e = ukuran sampel minimum = proporsi populasi persentase kelompok pertama = proporsi sisa dalam populasi (1. Hair et al dalam Ferdinand (2005) menganjurkan bahwa sampel minimum adalah 100-200. 00-p) = derajat koefisien = tingkat kesalahan dalam pendugaan ini tingkat signifikansi yang dipakai sebesar 5%. sedangkan koefisien pada confidence level 95% adalah 1. Penentuan Responden Responden diambil dengan teknik accidental sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan. 960. Karena jumlah sampel minimal yang harus diambil sebanyak 96 orang. maka peneliti mengambil sampel sebanyak 150 orang agar dapat memenuhi syarat pengambilan sampel. 04 Berdasarkan metode interval taksiran.

Dimana kita tidak mengetahui dengan jelas jumlah populasinya tanpa direncanakan lebih dahulu (Sugiarto. Definisi Operasional : Brand trust atau kepercayaan merek adalah suatu keyakinan konsumen karena adanya pemahaman tentang suatu merek serta sejauh mana komsumen tersebut mau menerima resiko dalam mengkonsumsi suatu merek. Definisi Konseptual : Brand trust atau kepercayaan merek adalah sebagai kesediaan individu (willingness) untuk menggantungkan dirinya pada perihal lain yang terlibat dalam pertukaran karena individu mempunyai keyakinan (confidence) kepada pihak lain tersebut (Morgan & Hunt dalam Lau & Lee. Teknik ini cocok untuk survei pemasaran. 3. 1999).36 dengan peneliti dapat dijadikan sampel jika dipandang cocok. B. Brand trust (Kepercayaan merek)   Kepercayaan konsumen terhadap suatu merek. Kepercayaan konsumen dalam memilih merek yang biasa dibeli daripada mencoba merek baru. 2003). Persaaan puas saat . Variabel Risk aversion (Keengganan resiko) Definisi Konseptual dan Operasional Definisi Konseptual : Risk aversion atau keengganan resiko yaitu menghindari resiko yang akan diterima pada suatu situasi (Mandrik & Bao dalam Kurt Matzler. Teknik Analisis Data 1. Merasa aman jika membeli merek yang sudah dikenal  2. Brand affect (Afeksi merek)   Perasaan suka saat menggunakan merek. Definisi Konseptual : Brand affect atau afeksi merek yaitu sebuah potensi merek untuk Indikator   Membeli merek yang sudah terkenal. 2008) Definisi Operasional : Risk aversion atau keengganan resiko merupakan cara atau sikap seorang konsumen menghindari resiko untuk mencoba merek lain atau tetap pada merek yang sekarang. 1. Definisi Konseptual dan Operasional Variabel No.  Konsumen lebih memilih merek yang sudah terkenal. kepuasan pelanggan dan sejenisnya. Lebih memilih merek yang biasa dibeli dari pada mencoba merek lain.

Definisi Operasional : Purchase loyalty atau kesetiaan pembeliaan merupakan suatu komitmen mendalam untuk mengkonsumsi produk atau jasa di masa yang akan datang yang merupakan pengaruh dari kepercayaan terhadap merek dan akibatnya konsumen melakukan pembelian ulang. Keengganan untuk berpindah merek walaupun ada banyak pilihan merek. Hsin Kuang Chi. Akan membeli merek diwaktu yang akan datang.   Membeli merek produk yang telah digunakan secara terus-menerus. Attitudinal loyalty (Kesetiaan sikap) mendapatkan sebuah respon emosi positif dari rata-rata konsumen sebagai sebuah hasil dari yang mereka gunakan (Chaudhuri & Holbrook. Purchase loyalty (Kesetiaan pembelian) 5. Menceritakan hal-hal positif dan merekomendasikan merek pada orang lain. Definisi Konseptual : Purchase loyalty atau kesetiaan pembelian merupakan perilaku konsumen untuk melakukan pembeliaan ulang (Knox dalam Dr.  menggunakan merek. Tetap berniat untuk membeli produk dengan merek yang sama. Definisi Konseptual : Attitudinal loyalty atau kesetiaan sikap adalah kecenderungan konsumen untuk mengevaluasi merek yang disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten(Oliver. Perasaan positif tersebut diantaranya adalah perasaan suka. . dan puas karena telah mengkonsumsi produk dari merek tersebut. 2001). bahagia.     Komitmen terhadap merek.37 4. Definisi Operasional : Brand affect atau afeksi merek yaitu perasaan positif konsumen terhadap suatu merek. 2009). Perasaan senang saat menggunakan merek. Definisi Operasional : Attitudinal loyalty atau kesetiaan sikap adalah sikap konsumen untuk komitmen terhadap merek dan mau membayar dengan harga tinggi dari pada merek lain. 1999).

Definisi Operasional : Brand performance atau kinerja merek merupakan suatu kinerja dari suatu merek dimana secara nyata diukur oleh konsumen. 2005) Dan diharapkan agar respon yang dihasilkan dapat berupa data skala interval. kualitas serta diakui keberadaannya. Skala Pengukuran Variabel Penelitian Pengukuran dilakukan dengan skala diferensi semantik (Ferdinand.38 6. Sangat bangga terhadap merek yang digunakan. dengan pilihan netral yaitu skala 4 : Sangat tidak setuju 1 2 3 4 5 6 7 Sangat setuju Skor diperoleh dari setiap jawaban pertanyaan dijumlahkan untuk mendapatkan skor gabungan. Caranya dengan memberikan dua kategori ekstrim yaitu skla 1-7 . 1991). . Nilai total untuk seluruh jawaban dihitung untuk setiap responden. Definisi Konseptual dan Operasional Variabel 2.     Loyalitas merek yang tinggi terhadap merek yang diyakini. Tabel 1. Reputasi merek yang solid. Kesadaran merek yang kuat. Brand perfomance (Kinerja merek) Definisi Konseptual : Brand performance atau kinerja merek merupakan bagaimana merek tersebut dapat memberikan manfaat yang benar-benar diinginkan pelanggan (Aaker. dibuktikan tingkat kredibilitasnya.

Structural Equation Modeling (SEM) Untuk menguji hipotesis digunakan analisis SEM (Structural Equation Modeling). 2004: 20): 1. . Pengembangan diagram alur (path diagram) Model teoritis yang telah dibangun akan digambarkan hubungan kausalitas dalam sebuah path diagram. 2005: 56). Persamaan-persamaan structural (structural equation). Ada dua hal yang perlu dilakukan (Ghozali. Persamaan ini dirumuskan untuk menyatakan hubungan kausalitas antar berbagai konstruk. yaitu : a. 1998 dalam Ferdinand. b. Pengembangan model berbasis teori Yaitu pencarian atau pengembangan sebuah model yang mempunyai justifikasi kuat. . yaitu menghubungkan antar konstruk laten baik endogen maupun eksogen. model tersebut divalidasi secara empiris melalui komputasi program SEM. peneliti dapat memulai mengkonversi spesifikasi model tersebut ke dalam rangkaian persamaan. Menyusun measurement model yaitu menghubungkan konstruk laten endogen atau eksogen dengan variabel indikator atau manifest. Setelah itu. Konversi diagram kedalam persamaan Setelah teori/model teoritis digambarkan dalam sebuah diagram alur. langkah-langkahnya ada 7 yang akan ditempuh (Hair et al. 2. Persamaan yang dibangun akan terdiri dari: 1. Menyusun model structural. c.39 3.

Pada spesifikasi ini peneliti menentukan variabel mana mengukur konstruk mana. 2. Cara melihat ada tidaknya problem identifikasi adalah dengan melihat hasil estimasi yang meliputi (Ghozali. menggunakan teknik Maximum Likelyhood Estimation Methode dengan pertimbangan bila ukuran sampel adalah kecil (100-200) dan asumsi normalitas terpenuhi. Pemilihan matriks input dan teknik estimasi model kovarians atau korelasi : 1. d. Adanya nilai standar error yang besar untuk salah satu atau lebih koefisien. 2. Bila setiap kali estimasi dilakukan muncul problem identifikasi maka sebaiknya model dipertimbangkan ulang dengan mengembangkan lebih banyak konstruk. e. serta menentukan serangkaian matriks yang menunjukkan korelasi yang dihipotesiskan antar konstruk atau variabel. Estimasi model. Ketidakmampuan program untuk invert information matriks. karena yang diuji dalam penelitian ini adalah hubungan kausalitas. Matriks input data yang digunakan adalah kovarian.40 2. Persamaan spesifikasi model pengukuran (measurement model). 2004:22): 1. Menilai problem identifikasi Problem identifikasi pada prinsipnya adalah problem mengenai ketidakmampuan dari model yang dikembangkan untuk menghasilkan estimasi yang unik. .

yang diindikasikan dengan nilai degree offreedom yang kecil. namun metode ini bersifat subjektivitas. Besarnya jumlah koefisien yang diestimasi relatif terhadap jumlah kovarian atau korelasi. Jika diketahui ada problem identifikasi. 4. yaitu: 1. yaitu: 1. Adanya nilai korelasi yang tinggi (>0. maka ada tiga hal yang harus dilihat (Ghozali. 90) antar koefisien estimasi. Kegagalan dalam menetapkan nilai tetap (fix) pada skala konstruk. Evaluasi Kriteria goodness of fit Kesesuaian model dievaluasi melalui telaah terhadap berbagai criteria goodness of fit dengan tiga macam evaluasi. 3. Untuk lebih jelas data . f.41 3. 2. apabila kurva membentuk lonceng serta pada diagram normal P-P Plot of regression standardized yang menggambarkan keberadaan titiktitik di sekitar garis dan pada scatter plot tampak titik menyebar yang kesemuanya menunjukkan model berdistribusi normal. Nilai estimasi yang tidak mungkin misalkan error variance yang negatif. Digunakannya pengaruh timbal balik atau resiprokal antar konstruk (model non-recursive). 2004:22). Evaluasi asumsi SEM a) Normalitas dan Linearitas Normalitas dapat diuji dengan melihat gambar histogram.

Uji linearitas dapat dilakukan dengan mengamati scatter plots dari data yaitu dengan memilih pasangan data dan dilihat pola penyebarannya untuk menduga ada tidaknya linearitas. baik untuk sebuah variabel tunggal maupun variabel-variabel kombinasi (Hair et al. (2-tailed) > α Normalitas data juga dapat dilihat pada output perhitungan analisis SEM dengan memperhatikan nilai C. R-nya. atau . R > 2. Kolmogornov Smirnov Test Kurva nilai residual terstandardiasi dikatakan menyebar dengan normal apabila: .Nilai Asymp.42 dapat diuji dengan menggunakan uji chi square atau kolmogornov smirnov.Univariate Outliers Deteksi terhadap adanya univariate outliers dapat dilakukan dengan menentukan nilai ambang batas yang akan . R ≤ ± 2. Distribusi data dikatakan normal apabila nilai C. Sig. 58. Distribusi data dikatakan tidak normal apabila nilai C.Nilai Kolmogornov Smirnov Z ≤ Z table . b) Outliers Outlier merupakan observasi atau data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi-observasi. dalam Ferdinand 2005: 94). 58. Adapun outlier dievaluasi dengan 2 cara yaitu: .

sehingga data itu dapat digunakan dalam penelitian (Tabachnik & Fidell dalam Ferdinand. dalam Ferdinand. . 2005). Determinan yang kecil atau mendekati nol mengindikasikan adanya multikolinearitas atau singularitas. Jarak Mahalanobis dievaluasi dengan menggunakan x2 pada derajat bebas sebesar jumlah variabel yang digunakan dalam penelitian ini. yang mempunyai nilai rata-rata nol dengan standar deviasi sebesar satu (Hair et al.Multicolinearity dan Singularity Yang perlu diamati dalam uji Multicolinearity dan Singularity adalah determinan dari matriks kovarian sampelnya. .43 dikategorikan sebagai outliers dengan cara mengkonversi nilai data penelitian ke dalam standard score atau yang biasa disebut z-score. . .001. 2005).Multivariate Outliers Uji terhadap multivariate outliers dilakukan dengan menggunakan kriteria jarak Mahalanobis (The Mahalanobis Distance) pada tingkat p<0.0 akan dikategorikan sabagai outliers. Observasi data yang memiliki nilai z-score ≥ 3.

. et al.08. 2005).00. dalam Ferdinand. Model diterima dengan kategori marginal apabila nilai RMSEA berada pada rentang 0. Ho diterima) dan diterima berdasarkan probabilitas dengan cut-of-value sebesar p > 0. Kriteria penerimaan model: Model diterima dengan baik jika nilai X2 menghasilkan p > 0.10 (Hulland. 1996 dalam Ferdinand. b) RMSEA (The Root Mean Square Error of Approximation) RMSEA merupakan suatu indeks yang dapat digunakan untuk mengkompensasi Chi-Square dalam sampel yang besar.Chi-Square Statistic Semakin kecil X2 nilai semakin baik model tersebut (karena dalam uji beda Chi-Square X2.44 2. berarti benar-benar tidak ada perbedaan.081-1.05 atau p > 0. Kriteria penerimaan model: Model diterima apabila nilai RMSEA ≤ 0.05. et al. Model diterima dengan kategori marginal apabila nilai X2 menghasilkan p < 0. Nilai RMSEA menunjukkan nilai goodness-of-fit yang dapat diharapkan bila model diestimasi dalam populasi (Hair. Uji Kesesuaian dan Uji Statistik Beberapa indeks kesesuaian dan cut-of-value-nya yang digunakan untuk menguji apakah sebuah model diterima atau ditolak adalah sebagai berikut: a) X2 . 2005).05.

0 (perfect fit).90) menunjukkan sebuah “better fit”. 2005).95 menunjukkan tingkatan cukup (adequate of fit) (Hulland.95 dapat diinterpretasikan sebagai tingkatan yang baik (good overall model fit) sedangkan besaran nilai antara 0.60-0. Nilai yang tinggi dalam indeks ini (≥ 0. Tingkat penerimaan yang direkomendasikan adalah bila AFGI mempunyai nilai sama dengan atau lebih besar dari 0.90-0. Model diterima dengan baik apabila GFI ≥ 0. Model ditolak apabila nilai GFI < 0. 2005). et al dalam Ferdinand. et al dalam Ferdinand. d) AFGI (Adjusted Goodness-of-Fit Index) AFGI merupakan kriteria yang memperhitungkan proporsi tertimbang dari varian dalam sebuah matriks kovarian sampel.60.90 (Hair.89.45 c) GFI (Goodness of Fit Index) GFI adalah sebuah ukuran non-statistical yang mempunyai rentang nilai antara 0 (poor fit) sampai dengan 1. Model diterima dengan kategori marginal apabila nilai GFI berada pada rentang 0. Nilai sebesar 0. ( dimana ∑ ) .90.

Model diterima dengan kategori marginal apabila nilai CMIN/DF berada pada rentang 2.00. Kriteria penerimaan model : Model diterima dengan baik apabila CMIN/DF ≤ 2.95 dan nilai yang . e) CMIN/ DF (The Minimum Sample Discrepancy Function with Degree of Freedom) The minimum sample discrepancy function (CMIN) dibagi dengan degree of freedom-nya akan menghasilkan indeks CMIN/DF. dalam Ferdinand.00. 2005:56). Model ditolak apabila AGFI < 0. Model ditolak apabila nilai CMIN/DF > 3. f) TLI (Tucker Lewis Index) TLI adalah incremental index yang membandingkan sebuah model. Model diterima dengan kategori marginal apabila nilai AGFI berada pada rentang 0.90.46 d = degrees-of-freedom Kriteria penerimaan model: Model diterima dengan baik apabila AGFI ≥ 0. Nilai CMIN/DF ≥ 0.89.00.60.3 adalah indikasi dari acceptable fit antara model dan data (Arbuckle. yang umumnya dilaporkan para peneliti sebagai salah satu indikator untuk mengukur tingkat fitnya sebuah model. dimana nilai yang direkomendasikan sebagai acuan diterimanya sebuah model adalah ≥0.01-3.60-0.2 atau ≥ 0.

2005). sementara Cb dan db adalah diskrepansi dan degrees-of-freedom dari baseline model yang dijadikan pembanding. Model diterima dengan kategori marginal apabila nilai TLI berada pada rentang 0. g) CFI (Comparative Fit Index) Rentang nilai sebesar 0-1.95. CFI diperoleh dari rumus berikut ini: Dimana C adalah diskrepansi dari model yang dievaluasi dan d adalah degrees-of-freedom-nya. . Nilai yang direkomendasikan adalah CFI ≥ 0. dimana semakin mendekati 1. sementara Cb dan db adalah diskrepansi dan degrees-of-freedom dari baseline model yang dijadikan pembanding.60-0. Kriteria penerimaan model: Model diterima dengan baik apabila TLI ≥ 0. 1997 dalam Ferdinand. 1997 dalam Ferdinand.94.47 mendekati satu menunjukkan a very good fit (Arbuckle.60. Dimana C adalah diskrepansi dari model yang dievaluasi dan d adalah degrees-of-freedom-nya.95. 2005). mengindikasikan tingkat fit yang paling tinggi (Arbuckle. Model ditolak apabila nilai TLI < 0.

Nilai reliabilitas diperoleh melalui rumus berikut ini (Ferdinand. sebuah indikator dinyatakan layak sebagai penyusun konstruk variabel jika memiliki loading factor> 0.60-0.95. b) Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan dengan uji construct reliability dan variance extract.48 Kriteria penerimaan model: Model diterima dengan baik apabila CFI ≥ 0. 3. Uji Validitas dan Reliabilitas a) Uji Validitas Dalam menentukan suatu indikator dikatakan valid adalah dengan melihat Loading yang diperoleh dari standardized loading untuk setiap indikator. Model ditolak apabila nilai CFI < 0. Uji construct reliability menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat memberikan hasil yang relatif sama apabila dilakukan pengukuran kembali pada subjek yang sama. Model diterima dengan kategori marginal apabila nilai CFI berada pada rentang 0.60. 40. Menurut Hair (1995).94. 2005): (∑ (∑ ) ) ∑ .

Data ditolak apabila nilai construct reliability< 0. Loadingdiperoleh dari standardized loading untuk tiap-tiap indikator yang didapat dari hasil perhitungan komputer. 2005). 50.49 Keterangan : √ Std. Variance Extract menunjukkan jumlah varian dari indikator yang diekstraksi oleh konstruk laten yang dikembangkan. 70. √ adalahmeasurement error dari tiap-tiap indikator. √ adalahmeasurement errordari tiap-tiap indikator. Interpretasi dan modifikasi model . 70. ∑ ∑ Keterangan: √ Std. Loading diperoleh dari standardized loading untuk tiap-tiap indikator yang didapat dari hasil perhitungan komputer. Variance Extract diperoleh melalui rumus berikut ini (Ferdinand. Kriteria penerimaan data: Data diterima apabila nilai construct reliability ≥ 0. ∑ Kriteria penerimaan data: Data diterima apabila nilai variance extract ≥ 0.

CR <-ttabel CR ≥ ttabel Hipotesis ditolak apabila (Critical Ratio) CR < ttabel -CR > ttabel . perlu diuji hipotesis nol yang menyatakan bahwa koefisien regresi antar hubungan adalah sama dengan nol.50 Langkah terakhir adalah menginterpretasikan model dan memodifikasi model bagi model-model yang tidak memenuhi syarat pengujian yang dilakukan. 4. 2008) Hipotesis diterima apabila (Critical Ratio) . 2000 : 138 dalam Nugroho. Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis dalam model ini. melalui uji t yang lazim dalam model-model regresi (Ferdinand.

Dan memutuskan untuk mendukung penjualan produk melalui kegiatan pemasaran khusus yang memanfaatkan jalur distribusi. Austria. dan sekarang sedang berusaha untuk mendapatkan perhatian di pasar AS. Swiss. Acer menawarkan berbagai macam produk seperti desktop dan mobile PC.32 triliun. Tahun 2005. Pada tahun 2005. Laptop Acer Ferrari memiliki kualitas yang tinggi dan berhasil mendapatkan tempat tersendiri sendiri di hati penggemarnya. proyektor. Acer menyediakan . Republik Ceko. yaitu: Italia. Taiwan. pendapatannya mencapai US $ 11. monitor LCD dan high-definition TV. Acer menempati peringkat pertama di 13 negara. Pada tahun 2006. Taipei. Laptop Acer menempati peringkat urutan nomor 4 untuk branded PC vendor. Acer Aspire dan Acer Ferrari yang terdepan dalam teknologi. Portugal. Notebook Acer Ferrari sudah populer di pasar Asia dan Eropa.800 orang di seluruh dunia untuk mendukung penjualan dan jaringan pelayanan di seluruh dunia. Acer mempekerjakan 7. Spanyol. Sejarah Perusahaan Acer adalah sebuah perusahaan Taiwan yang didirikan pada tahun 1976 dengan nama Multitech.51 IV. dan kemudian diubah namanya menjadi Acer pada tahun 1987. Belanda. Polandia. Hungaria dan di Republik Slowakia. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pada tahun 2000. dan perangkat navigasi / handheld. Lini produk Acer untuk Laptop adalah Acer TravelMate. Belgia. Pendapatan meningkat dari US $ 4.9 triliun pada tahun 2003 menjadi US $ 7 triliun pada tahun 2004. denmark. Acer mengarahkan bisnisnya untuk fokus pada pengembangan teknologi dan komputasi yang user-friendly. Perusahaan ini memiliki kantor pusat dikota Hsichih. Rusia. server dan storage. Dan pada tahun 2006.

Laptop ini memiliki layar 15.52 berbagai notebook dengan fitur-fitur canggih seperti fleksibilitas. 3. netbook. Fitur standarnya adalah ringan dan konektivitas yang sangat baik. Laptop Acer Ferrari memiliki fitur-fitur terbaik yang bisa diharapkan dari sebuah notebook portabel. mobilitas dan kinerja yang . sebuah notebook yang berkarakter “tidak ada kompromi”. komputer desktop Acer Aspire. yang ingin menyampaikan ide-ide dan gambar dengan kemampuan yang menarik. Harga laptop Acer lebih murah dibandingkan kompetitornya Saat ini Acer memasarkan laptop. trayless double layer optical drive dan 1GB RAM. Acer Ferrari : Laptop Acer Ferrari adalah kombinasi dari teknologi mobile 64-bit terkini. hingga proyektor. Harga produk Acer juga cukup bersaing dibandingkan produk sejenis dari kompetitornya. hingga perusahaan-perusahaan besar dan para professional yang bekerja sendiri. Ini adalah produk yang ideal bagi mobile professional dari perusahaan kecil. Notebook Acer Ferrari merupakan laptop yang ideal untuk para profesional. mobilitas dan kinerja yang baik dari sebuah laptop. Acer Aspire : Laptop Acer Aspire adalah notebook dengan harga terjangkau yang mempunyai nilai tambah berupa kekuatan. Notebook Acer Travelmate adalah pilihan terbaik buat mereka yang membutuhkan kekuatan. kekuatan dan kecepatan. 2. desain ramping dan inovasi terdepan. Beberapa model Laptop Acer : 1. server Acer Altos. slot kartu flash serbaguna.4 inci beresolusi tinggi dengan performa yang luar biasa. notebook. layar monitor. Acer Travelmate : Laptop Acer Travelmate adalah notebook ultra portabel yang mempunyai kinerja tinggi.

Gambaran Umum Responden Responden dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S1 reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman yang berjumlah 150 orang. Jumlah Responden Berdasarkan Jurusan Pendidikan pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Hal ini disebabkan mahasiswa laki-laki lebih banyak membawa laptopnya kekampus dari pada mahasiswa perempuan yang cenderung tidak membawa laptopnya kekampus. Notebook Acer Aspire menyediakan kinerja yang tinggi dan semua yang dapat Anda harapkan dari mobile office yang lengkap dan solusi hiburan layar lebar yang dapat digunakan baik untuk tujuan bisnis dan pribadi. Jurusan Manajemen Akuntansi IESP Jumlah Jumlah (Orang) 45 40 65 150 Persentase (%) 30.0 .67%).33 100.67 43.53 baik. Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah (Orang) 85 65 150 Persentase (%) 56.33 100. Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Tabel 3.00 26. dengan karakteristik sebagai berikut : Tabel 2.33%). Analisis Data 1.0 Tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 85 orang (56. sedangkan responden yang berjenis kelamin perempuan ada sebanyak 65 orang (43. B.67 43.

54 Tabel 3 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan IESP yaitu sebanyak 65 orang (43. Tabel 4.000 Jumlah Jumlah (Orang) 40 60 50 150 Persentase (%) 26.000 perbulan yaitu sebanyak 60 orang (40. kemudian sebanyak 40 orang (26.000.000.000 Rp. Hal ini disebabkan ketika penelitian responden lebih banyak menemui mahasiswa dari jurusan IESP. 1.67 40. 2.000 perbulan dan sisanya sebanyak 50 orang (33. 500. kemudian sebanyak 45 orang (30.67%) mahasiswa jurusan akuntansi. Jumlah Responden Berdasarkan Uang Saku Perbulan pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman.67%) mendapatkan uang saku < Rp. 500. pengaruh brand affect terhadap .00 33.000 perbulan. 1.000. Bangunan Model Teoritis Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh risk aversion terhadap brand trust dan brand affect.000 – Rp. pengaruh brand trust terhadap purchase loyalty dan attitudinal loyalty. 1.000 > Rp.000 – Rp.33 100.000.33%). Uang Saku (Bulan) < Rp.00%) mahasiswa jurusan manajemen dan sisanya sebanyak 40 orang (26.00%). Hal ini disebabkan sebagian besar dari mereka belum bekerja namun.0 Tabel 4 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini mendapatkan uang saku antara Rp. dengan kemampuan mereka membeli laptop mengindikasikan bahwa orang tua mereka termasuk golongan menengah keatas. 500.33%) mendapatkan uang saku > Rp. 1. 500.

Konstruks yang disebut juga faktor atau variabel laten beserta dimensi-dimensi yang disebut juga variabel terukur. Bangunan Model Teoritis Konstruk Penelitian Risk aversion Dimensi Konstruk Membeli merek yang sudah terkenal Lebih memilih merek yang biasa dibeli Merasa aman membeli merek yang sudah dikenal Brand trust Kepercayaan konsumen terhadap suatu merek Kepercayaan memilih merek yang biasa dibeli Konsumen lebih memilih merek yang sudah terkenal Brand affect Perasaan suka saat menggunakan merek Perasaan puas saat menggunakan merek Perasaan senang saat menggunakan merek Purchase loyalty Membeli merek produk yang telah digunakan terus-menerus Akan membeli merek diwaktu yang akan datang Attitudinal loyalty Komitmen terhadap merek Menceritakan hal positif dan merekomendasikan pada orang Keengganan untuk berpindah merek Tetap membeli produk dengan merek yang sama Brand Performance Loyalitas yang tinggi terhadap merek yang diyakini Kesadaran merek yang kuat Reputasi merek yang solid Bangga terhadap merek yang digunakan . Tabel 5. serta pengaruh purchase loyalty dan attitudinal loyalty terhadap brand performance. Model teoritis yang telah dibangun melalui telaah pustaka disertai dengan pengembangan model akan dianalisis sebagai model yang researchable (Ferdinand. variabel indikator atau manifest variabel dalam penelitian ini tersaji melalui tabel 5.55 purchase loyalty dan attitudinal loyalty. 2000) dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling).

03 . kemudian ditampilkan dalam bentuk path diagram untuk diestimasi dengan program AMOS seperti terlihat dalam gambar 2.93 .93 .84 .80 Brand Performance e1 e2 e3 .865 Probability=.80 x5 .964 RMSEA=.79 .07 .075 e4 .90 x8 e8 .90 .56 3.84e16 x17 .94 .27 e5 e6 e10 1.89 .86 Risk Aversion .88 x12 e12 d4 x9 e9 x13 e13 x14 e14 x15 e15 Gambar 2.27 d2 .28 .92 x16 .91 .86 .15 d5 .69 .93 .856 TLI=. UJI HIPOTESA Chi-Square=264.95 .86 .83e17 .91 .839 GFI=.97 x2 . Penyusunan Path Diagram Bangunan model teoritis yang telah terbentuk.95 .06 .90 .95 x7 e7 .32 Brand Affect .88 .32 Brand Trust Purchase Loyalty .25 .80 .000 CMIN/DF=1.77 .52 .78e18 x18 x19 e19 .91x6 .91 .90 .957 CFI=.88 x11 d1 .90.20 e11 d3 x4 x10 1.93 x1 x3 .20 Attitudinal Loyalty .82 .80 . Standardized Path Diagram Keterangan gambar : X1 X2 X3 Membeli merek yang sudah terkenal Lebih memilih merek yang biasa dibeli Merasa aman membeli merek yang sudah dikenal .

kesalahan pengganggu tiap item pertanyaan ke-1 Besarnya pengaruh dari luar model yang diteliti 4. Persamaan Struktural dan Model Pengukuran Model yang telah disajikan dalam bentuk path diagram di atas. Persamaan Struktural dan Model Pengukuran Brand trust Brand affect = 0.25 Risk aversion + d2 . berikut: Tabel 6. Adapun persamaan struktural dan model pengukuran secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel 8.57 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 Ei Di Kepercayaan konsumen terhadap suatu merek Kepercayaan memilih merek yang biasa dibeli Konsumen lebih memilih merek yang sudah terkenal Perasaan suka saat menggunakan merek Perasaan puas saat menggunakan merek Perasaan senang saat menggunakan merek Membeli merek produk yang telah digunakan terus-menerus Akan membeli merek diwaktu yang akan datang Komitmen terhadap merek Menceritakan hal positif dan merekomendasikan pada orang Keengganan untuk berpindah merek Tetap membeli produk dengan merek yang sama Loyalitas yang tinggi terhadap merek yang diyakini Kesadaran merek yang kuat Reputasi merek yang solid Bangga terhadap merek yang digunakan Error. kemudian dinyatakan dalam persamaan-persamaan struktural dan persamaan untuk menyatakan spesifikasi model pengukuran (measurement model).52 Risk aversion + d1 = 0.

909 Brand performance + e18 = 0.15 Purchase loyalty + 0.896 Brand trust + e4 = 0.032 Purchase loyalty + e10 = 0.881 Brand performance + e19 .32 Brand affect + d4 Brand performance = 0.28 Brand affect + d3 = 0.27 Brand trust + 0.940 Attitudinal loyalty + e15 = 0.914 Attitudinal loyalty + e12 = 0.876 Purchase loyalty + e11 = 0.926 Risk aversion + e3 = 0.918 Brand performance + e17 = 0.955 Attitudinal loyalty + e14 = 0.905 Brand trust + e5 = 0.896 Brand trust + e6 = 0.894 Risk aversion + e1 = 0.79 Attitudinal loyalty + d5 Model Pengukuran X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 = 0.947 Brand affect + e8 = 0.928 Attitudinal loyalty + e13 = 0.927 Brand affect + e9 = 1.58 Purchase loyalty Attitudinal loyalty = 0.947 Brand affect + e7 = 0.966 Risk aversion + e2 = 0.895 Brand performance + e16 = 0.32 Brand trust + 0.

00. Dengan demikian semua indikator dapat diterima.R ≥ 2. maka sebuah full model SEM dapat dianalisis.59 5. berikut : e4 1 e5 1 e6 1 e10 1 e11 1 1 d3 x4 1x5 x6 x10 1 x11 d1 1 Brand Trust Purchase Loyalty 1 e1 1 e2 1 e3 d5 x1 x2 1 x3 1 Risk Aversion d2 Brand Performance 1 1 1 x17 1 x18 1 x16 x19 e16 e17 e18 e19 1 Brand Affect 1 1 x7 1 x8 1 x9 e7 e8 e9 Attitudinal Loyalty 1 1 d4 1x12 1x13 1x14 1x15 e12 e13 e14 e15 Gambar 3. Sedangkan tabel critical ratio adalah sebagai berikut: . Confirmatory Factor Analysis Dari hasil analisis dapat dilihat bahwa setiap indikator-indikator dari masing-masing variabel memiliki nilai koefisien  atau standarized estimate yang signifikan dengan nilai critical rasio atau C. Analisis Faktor Konfirmatori (Confirmatory Factor Analysis) Model pengukuran melalui confirmatory factor analysis dari indikator-indikator yang membentuk variabel laten tersaji dalam gambar 6. Setelah model dianalisis melalui confirmatory factor analysis dan dapat dilihat bahwa masing-masing indikator dapat mendefinisikan konstruk laten.

Brand affect 1.937 22.042 22. Critical Ratio untuk Structural Equation Modelling pengaruh risk aversion terhadap brand trust dan brand affect.Brand trust 1.046 3.Attitudinal loyalty .000 x10 <--.Risk aversion 1.Brand performance 1.Brand affect 1.003 *** .999 x15 <--.111 .048 x9 <--.046 C.847 *** Asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalam prosedur pengumpulan dan pengolahan data yang dianalisis dengan pemodelan SEM harus memenuhi .102 x5 <--. Estimate Brand trust <--.081 .125 .012 3.Attitudinal loyalty 1.097 x18 <--.105 Brand Performance <--.255 3.833 *** .E.062 .535 3.Risk aversion .372 18.Brand trust 1.Brand affect .059 x7 <--.050 .Purchase loyalty 1.054 .015 x17 <--.121 .863 6.002 *** .085 .Brand trust .048 21.Purchase loyalty .036 *** *** *** *** .483 *** .920 P *** .Brand trust 1.010 x8 <--.346 Purchase Loyalty <--.Risk aversion .386 21.409 *** .391 Purchase Loyalty <--.000 x6 <--.047 21. Evaluasi Asumsi SEM (Structural Equation Modelling) S.000 x19 <--.044 x3 <--. pengaruh brand trust terhadap purchase loyalty dan attitudinal loyalty.394 Attitudinal Loyalty <--.000 x11 <--.Brand performance 1.000 x16 <--. 6.001 x14 <--.062 13.Brand performance 1.101 9.039 25.063 .319 *** *** *** *** .Risk aversion 1.664 19.Brand affect 1.014 x4 <--.Brand performance 1.Attitudinal loyalty 1.523 Brand affect <--.332 18. pengaruh brand affect terhadap purchase loyalty dan attitudinal loyalty.257 Attitudinal loyalty <--.067 15.Attitudinal loyalty .056 .001 .Brand trust .081 x1 <--. .Purchase loyalty .066 .460 3.048 .653 x2 <--.000 x13 <--.60 Tabel 7.364 *** .857 *** .R.Risk aversion 1.Attitudinal loyalty .467 Brand Performance <--.761 16.114 .943 x12 <--.057 17.745 2. serta pengaruh purchase loyalty dan attitudinal loyalty terhadap brand performance.Brand affect .

927 .896 .515 . multicolinerity dan singularity.894 Brand trust Brand affect Attitudinal loyalty Purchase loyalty Attitudinal loyalty Purchase loyalty Brand performance Brand performance x2 x5 x8 x4 x6 x7 x9 x13 x12 x14 x15 x16 x19 x18 x17 x1 <--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--<--- Risk aversion Risk aversion Brand affect Brand affect Brand trust Brand trust Purchase loyalty Attitudinal loyalty Risk aversion Brand trust Brand affect Brand trust Brand trust Brand affect Brand affect Attitudinal loyalty Attitudinal loyalty Attitudinal loyalty Attitudinal loyalty Brand performance Brand performance Brand performance Brand performance Risk aversion .947 .905 .786 . Tabel 8. pengaruh brand affect terhadap purchase loyalty dan attitudinal loyalty.918 . pengaruh brand trust terhadap purchase loyalty dan attitudinal loyalty. Untuk ukuran sampel yang harus dipenuhi dalam pemodelan SEM adalah minimum berjumlah 100 dan selanjutnya menggunakan perbandingan 5 observasi untuk setiap parameternya.148 .947 . serta pengaruh purchase loyalty dan attitudinal loyalty terhadap brand performance. outliers.895 .896 .322 .955 .320 .966 .909 .881 . Estimate . Standart Regression Weight untuk Structural Equation Modelling pengaruh risk aversion terhadap brand trust dan brand affect.940 .252 .281 .274 .928 .914 .61 beberapa kriteria antara lain: ukuran sampel. normalitas data.

62

x3 x10 x11

<--<--<---

Risk aversion Purchase loyalty Purchase loyalty

Estimate .926 1.032 .876

a. Normalitas data Normalitas univariate dan multivariate data yang digunakan dalam penelitian ini, diuji dengan menggunakan AMOS. Hasilnya terlihat dalam tabel 9 berikut : Tabel 9. Normalitas data Variable x19 x18 x17 x16 x12 x13 x14 x15 x11 x10 x7 x8 x9 x6 x5 x4 x1 x2 x3 Multivariate min 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 2.000 3.000 3.000 2.000 3.000 3.000 3.000 2.000 2.000 2.000 max 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 7.000 skew .147 .189 .281 .082 .446 .473 .460 .486 .306 .452 -.430 -.422 -.525 -.156 -.123 -.239 -1.165 -.842 -1.020 c.r. .734 .943 1.403 .408 2.232 2.365 2.301 2.431 1.530 2.259 -2.148 -2.109 -2.423 -.782 -.615 -1.193 -1.824 -2.211 -2.101 kurtosis -.721 -.133 -.477 -.282 -.395 -.270 -.410 -.383 -.473 -.432 -.364 -.115 .286 -.902 -.483 -.665 2.258 1.805 2.829 37.593 c.r. -1.803 -.333 -1.193 -.705 -.987 -.675 -1.024 -.957 -1.183 -1.080 -.910 -.288 .714 -2.255 -1.206 -1.663 2.445 2.413 2.073 8.149

Dengan menggunakan nilai critical rasio atau CR sebesar ± 2,58 pada tingkat signifikansi 0,01 (1%), dapat disimpulkan bahwa tidak ada data yang menyimpang, sehingga data yang digunakan dalam penelitian

63

ini layak digunakan karena hampir seluruhnya berada pada rentang nilai kurang dari 2,58. b. Univariate outliers Outliers adalah observasi yang muncul dengan nilai-nilai ekstrim baik secara univariat maupun multivariat yaitu yang muncul karena kombinasi karakteristik unik yang dimilikinya dan terlihat sangat jauh berbeda dari observasi-observasi lainnya (Ferdinand, 2000). Tabel 10. Uji Univariate outlier
Des criptive Statis tics N Zscore(X1) Zscore(X2) Zscore(X3) Zscore(X4) Zscore(X5) Zscore(X6) Zscore(X7) Zscore(X8) Zscore(X9) Zscore(X10) Zscore(X11) Zscore(X12) Zscore(X13) Zscore(X14) Zscore(X15) Zscore(X16) Zscore(X17) Zscore(X18) Zscore(X19) V alid N (lis tw ise) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 Minimum -2.95491 -2.97437 -2.25254 -2.66832 -2.62734 -2.47449 -2.38335 -2.45974 -2.50671 -1.79935 -1.80045 -1.96064 -2.18483 -2.01151 -1.93805 -2.50175 -2.32236 -2.45837 -2.27859 Max imum 1.21266 1.31070 1.33311 1.58964 1.63321 1.54907 1.88534 1.94576 1.96113 2.30251 2.26683 2.32647 2.43101 2.46515 2.46661 2.37179 2.28550 2.40648 2.10331 Mean -1.4E-15 1.14E-15 -9.9E-16 7.85E-16 -1.1E-16 -8.2E-16 -8.7E-17 9.16E-16 2.51E-15 5.98E-17 1.05E-15 -4.0E-16 1.19E-15 -1.1E-15 -9.5E-16 -1.5E-15 -1.2E-15 1.06E-15 -4.1E-16 Std. Deviation 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000

Dengan menggunakan dasar bahwa kasus-kasus atau observasiobservasi yang mempunyai z-score > ±3.0 akan dikategorikan sebagai outliers, diketahui bahwa data yang digunakan ini adalah bebas dari

64

outliers univariate, karena tidak ada variabel yang mempunyai z-score diatas angka batas tersebut. c. Multivariate outliers Perhitungan jarak mahalonobis didasarkan pada nilai Chi-square dalam tabel distribusi X 2 pada dengan jumlah variabel sebanyak 19 pada tingkat p<0,001 yaitu (19;0,001= 43,820). Oleh karena itu, data yang memiliki jarak mahalonobis lebih besar dari 43,820 dianggap multivariate outliers. Akan tetapi, dalam analisis ini, outliers yang akan ditemukan tidak akan dihilangkan dari analisis karena data tersebut menggambarkan keadaaan yang sesungguhnya dan tidak ada alasan khusus dari profil responden yang menyebabkan data harus dikeluarkan (Ferdinand, 2000: 104). d. Evaluasi multicolinearity dan singularity Pada penelitian ini, nilai determinantnya adalah sebesar 0,050. Angka tersebut lebih besar dari nol, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multicolineritas dan singularitas dan data dalam penelitian ini layak digunakan. 7. Uji reliability dan Variance extract a. Uji reliability Reliability adalah ukuran mengenai konsistensi internal dari indikator-indikator sebuah konstruk yang menunjukkan derajat sampai dimana masing-masing indikator itu mengindikasikan sebuah konstruk yang umum (Ferdinand, 2000). Dalam pemodelan SEM, nilai batas yang

103 + 0.113 = 0.Loading Cunstruct Re liability   Std.761 Hasil perhitungan reliability data: Risk aversion = 3.256 = 0.173 + 0.943 + 0.161 + 0.015 + 1.610 = 0.999 + 1.Loading    2 2 j Hasil perhitungan Standart loading data: Risk aversion Brand trust Brand affect Purchase loyalty Attitudinal loyalty Brand performance = 1.334 = 0.062 = 2.183 + 0.059 + 0.146 = 3.085 + 0.186 + 0.211 + 0.010 + 1.069 = 3.044 + 1.805 = 1.358 = 0.000 + 1.425 = 0.117 = 0.193 Hasil perhitungan measurement error data: Risk aversion Brand trust Brand affect Purchase loyalty Attitudinal loyalty Brand performance = 0.161 + 0.863 + 0.65 digunakan untuk menilai sebuah tingkat reliability yang dapat diterima adalah > 0.524 = 0.001 = 0. 2000) :  Std.1462 + 0.154 + 0.9651 .048 + 1.097 = 4.000 = 3.000 + 1.158 + 0.000 = 1.091 + 0.142 = 0.000 = 1. Adapun perhitungan uji reliability dalam penelitian ini menggunakan rumus sebagai berikut (dalam Ferdinand.193 = 0.001 = 3.081 + 1.70.014 + 1.102 + 1.1462 3.059 = 1.358 = 0.000 + 1.089 + 0.291 = 0.

524 3.7 untuk seluruh variabel. Nilai variance extract yang tinggi menunjukkan bahwa indikator-indikator itu telah mewakili secara baik variabel laten yang dikembangkan.0622 3.425 3.8052 3.0012 2.9699 Purchase loyalty = = 0.66 Brand trust = 3. b. Dalam pemodelan SEM.9585 Berdasarkan hasil perhitungan uji reliability.0622 + 0.1932 + 0.9473 Brand affect = = 0. 2000).0692 + 0. Variance extract Variance extract adalah ukuran yang menunjukkan jumlah varian dari indikator-indikator yang diesktrakkan oleh konstruk laten yang dikembangkan (Ferdinand.8052 + 0. Dengan demikian data dalam penelitian ini dapat diterima.0012 + 0.9040 Attitudinal loyalty = = 0.50 (Ferdinand.291 2. nilai batas yang digunakan untuk mengukur variance extract yang dapat diterima adalah > 0.9596 Brand performance = = 0.610 4. diperoleh nilai ≥ 0.1932 4. 2000).761 = 0. .0692 3.

0012 2.3042 + 0.0002 3.0482 + 1.9149 .Loading  Std.632 Brand performance = 1.67 Adapun perhitungan variance extract dalam penelitian ini menggunakan rumus sebagai berikut (Ferdinandd.1422 + 0.127 Purchase loyalty = 1.0002 3.0002 + 1.0102 + 1.002 Attitudinal loyalty = 0.0592 3.0972 4.9022 = = = = = = Brand trust = = 0.0002 3.9992 + 1.1022 + 1.358 3.0812 + 1.291 = 0.0152 + 1. 2000:61): VarianceExtract   Std.524 3.402 Hasil perhitungan variance extract data: Risk aversion = 3.Loading    2 2 j Hasil square standard loading data: Risk aversion = 1.142 Brand affect = 1.8570 Brand affect = = 0.0442 + 1.3042 3.8632 + 0.304 Brand trust = 1.1272 + 0.1422 3.0002 + 1.9432 + 0.0002 + 1.0142 + 1.1272 3.

046 3.8562 Brand performance = = 0.937 t tabel 1. diperoleh nilai ≥ 0.976 1.460 3.101 9.4022 4. Standarized Regression Weight untuk uji hipotesis pengaruh risk aversion terhadap brand trust dan brand affect. C.0022 2.745 3.68 Purchase loyalty = 2. sehingga data dalam penelitian ini layak untuk digunakan.6322 3.761 = 0. pengaruh brand affect terhadap purchase loyalty dan attitudinal loyalty. serta pengaruh purchase loyalty dan attitudinal loyalty terhadap brand performance.976 1.8526 Berdasarkan hasil uji perhitungan variance axtract.976 Brand trust Brand affect Purchase loyalty Attitudinal loyalty Purchase loyalty Attitudinal loyalty Brand performance Brand performance <--<--<--<--<--<--<--<--- Risk aversion Risk aversion Brand trust Brand trust Brand affect Brand affect Purchase loyalty Attitudinal loyalty .976 1. 8.012 3.6322 + 0.0022 + 0.5 untuk semua variabel.255 3.976 1.610 4.8249 Attitudinal loyalty = = 0.425 3.4022 + 0.976 1.535 2. 6.976 1. Pengujian Hipotesis Tabel 11.976 1. pengaruh brand trust terhadap purchase loyalty dan attitudinal loyalty.R.

hal ini ditunjukan oleh nilai C.976). diterima.69 Adapun pembahasan hasil pengujian hipotesis berdasarkan tabel 11.012 > 1. diterima. terlihat bahwa koefisien regresi secara signifikan tidak sama dengan nol. b.460 > 1. karena itu hipotesis nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol tidak dapat ditolak dan hal ini berarti pengaruh risk aversion terhadap brand affect signifikan. Pengaruh Risk aversion terhadap Brand trust Pada tabel 11.R untuk pengaruh variabel risk aversion terhadap brand affect adalah lebih besar dari nilai t tabel nya (3. c.R yang lebih besar dari nilai t tabel (3. Oleh karena itu. Nilai C. sehingga hipotesis pertama yang menyatakan bahwa risk aversion berpengaruh positif terhadap brand trust.R untuk pengaruh variabel risk aversion terhadap brand trust adalah lebih besar dari nilai t tabel nya.976).745 > .R. Pengaruh Brand trust terhadap Purchase loyalty Berdasarkan tabel 11 diatas. Nilai C. C. sehingga hipotesis kedua yang menyatakan bahwa risk aversion berpengaruh positif terhadap brand affect. Pengaruh Risk aversion terhadap Brand affect Berdasarkan tabel 11. melalui pengamatan terhadap nilai C.R > t tabel (6. hipotesis nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hal ini berarti pengaruh risk aversion terhadap brand trust signifikan. diatas adalah sebagai berikut: a.

976).976). karena itu hipotesis nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hubungan kausalitas dalam model dapat diterima. f. diterima. Pengaruh Brand trust terhadap Attitudinal loyalty Pada tabel 11 melalui pengamatan terhadap nilai C. Oleh karena itu.976). d.046 > 1. diterima. Oleh karena itu. Pengaruh Brand affect terhadap Purchase loyalty Pada tabel 11 melalui pengamatan terhadap nilai C. e. terlihat bahwa C.535 > 1.R dan t tabel nya.70 1. sehingga hipotesis keempat yang menyatakan bahwa brand trust berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty.255 > 1.976). hipotesis nol yang menyatakan bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hubungan kausalitas dalam model dapat diterima. sehingga hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa brand trust berpengaruh positif terhadap purchase loyalty. Pengaruh Brand affect terhadap Attitudinal loyalty Pada tabel 11 Nilai C. diterima.R > t tabel nya (3. oleh .R > t tabel nya (3. sehingga hipotesis kelima yang menyatakan bahwa brand affect berpengaruh positif terhadap purchase loyalty.R untuk pengaruh variabel brand affect terhadap attitudinal loyalty lebih besar dari nilai t tabel nya (3. hipotesis nol yang menyatakan bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hubungan kausalitas dalam model dapat diterima.R dan t tabel nya. terlihat bahwa C.

diterima. diterima. h.976).R untuk pengaruh variabel purchase loyalty terhadap brand performance lebih besar dari nilai t tabel nya (2. sehingga hipotesis keenam yang menyatakan bahwa brand affect berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty. diterima.71 karena itu hipotesis nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hal ini berarti pengaruh brand affect terhadap attitudinal loyalty signifikan. .976).937 > 1. sehingga hipotesis kedelapan yang menyatakan bahwa attitudinal loyalty berpengaruh positif terhadap brand performance. Pengaruh Attitudinal loyalty terhadap Brand performance Pada tabel 11 Nilai C. Pengaruh Purchase loyalty terhadap Brand performance Pada tabel 11 Nilai C.R untuk pengaruh variabel attitudinal loyalty terhadap brand performance lebih besar dari nilai t tabel nya (9. g. sehingga hipotesis ketujuh yang menyatakan bahwa purchase loyalty berpengaruh positif terhadap brand performance. oleh karena itu hipotesis nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hal ini berarti pengaruh attitudinal loyalty terhadap brand performance signifikan.101 > 1. oleh karena itu hipotesis nol bahwa regression weight adalah sama dengan nol dapat ditolak dan hal ini berarti pengaruh purchase loyalty terhadap brand performance signifikan.

uji kesesuaian model terlihat dalam tabel 12.08 . Secara keseluruhan.05 < 3. Nilai X 2 Chi-Square yang dihasilkan adalah sebesar 264.810 . Goodness-of-fit dan Analisis Structural Modelling melalui analisis Full Model Uji terhadap kesesuian model menunjukan bahwa model ini sesuai atau fit terhadap data yang digunakan dalam penelitian. jadi model ini cukup baik Probability CMIN/DF GFI AGFI TLI CFI RMSEA > 0. TLI dan CFI diterima secara marginal.856 . Probability.839 . karena menghasilkan P sebesar 0. tetapi juga tidak terlalu tinggi Nilai yang dihasilkan dapat diterima secara marginal Nilai yang dihasilkan acceptabel fit Nilai yang dihasilkan mendekati good fit Nilai yang dihasilkan mendekati adequate fit Nilai yang dihasilkan dapat diterima secara verry good fit Nilai yang dihasilkan verry good fit Model yang digunakan dalam penelitian ini very good fit. Angka ini diterima secara marginal.865 Evaluasi model Kesimpulan Model dalam penelitian ini adequate fit karena nilai X2 tidak rendah. Uji Kesesuaian Model Goodnessof-fit Index X2 Chi-Square Cut-of Value Diharapkan kecil Hasil analisis 264.90 > 0. sedangkan GFI.95 > 0.00 (dibawah 0. AGFI. sebagai berikut: Tabel 12. Sehingga hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara matriks kovarian populasi yang diestimasi dengan .05).957 .964 .72 9. Hal ini terlihat dari indeks RMSEA dan CMIN/DF berada dalam rentang nilai yang diharapkan.000 1.00 > 0.075 Marginal Baik Marginal Marginal Baik Baik Baik Penjelasan lebih lanjut dari tabel 12 adalah sebagai berikut: a.95 < 0.865.90 > 0.

000 dan nilai ini dibawah cut-of valuenya (0.839 dan angka ini kurang dari 3.856 dan nilai ini dibawah cutof valuenya (0. Tetapi nilai ini masih dapat diterima dan model dapat diterima walaupun secara marginal.810 dan nilai ini dibawah cut-of valuenya (0. model dapat diterima dengan baik d.90). Jadi model yang dihipotesiskan sesuai dengan data. e. Nilai AGFI ini menunjukan proporsi tertimbang dari varians dalam matriks sampel yang dijelaskan oleh matriks populasi yang diestimasikan. Nilai GFI ini menunjukkan proporsi tertimbang dari varians dari matriks kovarian sampel yang dijelaskan oleh matriks populasi yang diestimasikan.0 yang mengindikasikan acceptabel fit antara model dengan data. b. GFI (Goodness-of-Fit Index) Nilai GFI yang dihasilkan adalah sebesar 0. Nilai AGFI yang dihasilkan adalah sebesar 0. Hal ini mengindikasikan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara matriks kovarian data dan matriks kovarian yang diestimasi. CMIN/DF (The Minimum Sample Of Discrepancy Funtion devide with Degree of Freedom) Nilai CMIN/DF yang dihasilkan adalah sebesar 1.73 matriks kovarian sampel yang diterima. Probability Nilai probability yang dihasilkan adalah 0. c.90). Tetapi nilai ini masih dapat diterima dan model dapat diterima walaupun secara marginal. .05). Nilai yang dihasilkan mendekati good fit.

964 dan nilai ini diatas nilai cut-of valuenya (0. Model dapat ditermia secara very good fit.957 dan nilai ini diatas nilai cut-of valuenya (0. Nilai CFI merupakan indeks yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model. model dapat diterima secara very good fit. TLI (Tucker Lewis Index) Nilai TLI yang dihasilkan sebesar 0. Hal ini menunjukan sebuah close fit dari model berdasarkan degrees of freedom dan hal ini juga mengindikasikan kelayakan dari error of approximation. g. model dalam penelitian ini secara keseluruhan tidak dapat dikategorikan sebagai a very good model.95). Pembahasan Model Penelitian Berdasarkan uji kesesuaian dan uji statistik. Pembahasan Hasil Penelitian 1. melainkan marginal. CFI (Comparative Fit Index) Nilai CFI yang dihasilkan sebesar 0. RMSEA (The Root Mean Square Error of Approximation) Niali RMSEA yang dihasilkan adalah sebesar 0.95).075 dan nilai ini kurang dari 0. D. h. Nilai TLI merupakan indeks yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model. Model dapat diterima secara very good fit.74 f. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang menjadi kriteria penilaian dalam uji kesesuaian dan uji statistik model adalah .08.

menggunakan search engine dan hal tersebut akan memudahkan mahasiswa dalam menggunakan internet. diantaranya model fit yang digunakan kurang baik atau keberagaman data yang sangat tinggi.75 beragam. 2. Sonja Grabner-Krauter dan Sonja Bidmon (2008) yang menyatakan bahwa risk aversion berpengaruh positif terhadap . Risk aversion atau keengganan resiko merupakan cara atau sikap seorang konsumen menghindari resiko untuk mencoba merek lain atau tetap pada merek yang sekarang. Pengaruh Risk aversion terhadap Brand trust Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa risk aversion berpengaruh positif terhadap brand trust. mengakses situs. Mahasiswa Fakultas Ekonomi tidak mau mengambil banyak resiko dengan membeli laptop dengan merek sembarangan. ada yang tidak terpenuhi dan hanya mendekati nilai yang diisyaratkan dalam uji tersebut. Kemampuan merek Acer cukup baik dalam menggunakan browser. Hal ini terlihat dari kecenderungan mahasiswa yang memberikan nilai maksimal pada untuk menggunakan merek Acer. baik data antar variabel maupun data dalam sebuah variabel itu sendiri atau beragamnya latar belakang penilaian responden dalam menjawab pertanyaan yang diajukan. Model a very good fit yang tidak bisa dihasilkan dalam penelitian ini dapat disebabkan oleh beberapa macam hal. Kepercayaan merek Acer sudah cukup baik dihati mereka. Hal ini konsisten dengan penelitian dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Mazler. Pembahasan Hipotesis a.

Begitu juga penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Romzi (2007) yang menyatakan bahwa risk aversion berpengaruh positif terhadap brand trust product smartphone di Surabaya. b. adalah sebuah potensi merek utuk mendapatkan sebuah respon emosi positif dari rata-rata konsumen sebagai sebuah hasil yang mereka gunakan. Begitu juga penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Romzi (2007) yang menyatakan bahwa risk aversion berpengaruh positif terhadap brand affect product smartphone di Surabaya. Pengaruh Risk aversion terhadap Brand affect Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Risk aversion berpengaruh positif terhadap Brand affect pada mahasiswa Fakultas Brand affect Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. .76 brand trust. Sonja Grabner-Krauter dan Sonja Bidmon (2008) yang menyatakan bahwa risk aversion berpengaruh positif terhadap brand affect. Perasaan positif dapat dilihat dari kecenderungan responden yang memberikan nilai maksimal pada pernyataan yang berkaitan dengan variabel tersebut. Hal ini konsisten dengan penelitian dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Matzler. Respoden telah menemukan tujuan mereka menggunakan merek Acer dan mereka mengalami perasaan positif ketika menggunakan merek ini.

Kepercayaan terhadap merek Acer cukup baik didasarkan pada harga laptop yang terjangkau dikalangan mahasiswa. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Regina (2007) yang menyatakan brand trust berpengaruh positif terhadap purchase loyalty produk telkom genggam Nokia pada Masyarakat di Perumahan Bendungan Hum Jakarta. Kesetiaan mahasiswa dalam pembelian merek Acer didasarkan pada karakteristik fungsional. ini dapat dilihat dari kecenderungan responden yang memberikan nilai maksimal pada pernyataan yang berkaitan dengan variabel tersebut. Pengaruh Brand trust terhadap Attitudinal loyalty Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand trust berpengaruh positif terhadap Attitudinal loyalty mahasiswa dalam menggunakan laptop merek Acer. Hal ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Arjun Chaudhuri dan Morris B. . Holbrook (2001) yang menyatakan bahwa brand turst berpengaruh positif terhadap purchase loyalty. Pengaruh Brand trust terhadap Purchase loyalty Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand trust berpengaruh positif terhadap Purchase loyalty mahasiswa dalam menggunakan laptop merek Acer.77 c. terutama biaya. manfaat dan kualitas. d. namun mempunyai kualitas yang cukup bagus.

78 Sikap menjelaskan evaluasi kognitif yang baik secara terus menerus. e. Kesetiaan mahasiswa fakultas ekonomi Unsoed terhadap merek Acer pada hakekatnya akan memberikan komitmen dan berharap untuk terus membeli dimasa yang akan datang. Hsin Kuang Chi. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Diana Putri (2009) yang menyatakan bahwa brand trust berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty Nasabah BNI Syariah Cabang Jakarta. Sikap mahasiswa terhadap merek Acer adalah kecenderungan mereka untuk mengevaluasi merek tersebut secara konsisten. perasaan emosional. Hal ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dr. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan responden yang memberikan nilai maksimal pada pernyataan yang berkaitan dengan variabel tersebut. Pengaruh Brand affect terhadap Purchase loyalty Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand affect berpengaruh positif terhadap Purchase loyalty mahasiswa dalam menggunakan laptop merek Acer. Kepercayaan merek yang positif berdampak pada kesetiaan pembelian dan loyalitas sikap terhadap merek Acer dan enggan berpindah ke merek yang lain. Huery Ren Yeh. dan Dr. Dr. Cherng-Yi Chou (2009) yang menyatakan bahwa Brand trust berpengaruh positif terhadap Attitudinal loyalty. dan kecendrungan tindakan atau gagasan tertentu. Dengan demian efek dari kesetiaan merek dipengaruhi langsung oleh kepuasan konsumen pada .

Kesetiaan sikap menempatkan mahasiswa fakultas ekonomi Unsoed ke dalam kerangka berfikir untuk menyukai merek Acer. Pengaruh Brand affect terhadap Attitudinal loyalty Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand affect berpengaruh positif terhadap Attitudinal loyalty mahasiswa dalam menggunakan laptop merek acer.79 merek yang dihimpun melalui waktu. dn Stephen Goodwin (2004) yang . Taylor. Responden menyatakan bahwa dosen atau teman kuliah dapat mempengaruhi untuk menerima menggunakan internet. Kevin Celuch. Hal ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Steven A. Kevin Celuch. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan responden yang memberikan nilai maksimal pada pernyataan yang berkaitan dengan variabel tersebut. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan responden yang memberikan nilai maksimal pada pernyataan yang berkaitan dengan variabel tersebut. Brand Affect mengindikasikan potensi merek Acer untuk mendapatkan sebuah respon positif dari penggunanya. Hal ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Steven A. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Regina (2007) yang menyatakan brand affect berpengaruh positif terhadap purchase loyalty produk telkom genggam Nokia pada Masyarakat di Perumahan Bendungan Hum Jakarta. dn Stephen Goodwin (2004) yang menyatakan bahwa Brand affect berpengaruh positif terhadap Purchase loyalty. Taylor. f.

Pengaruh Purchase loyalty terhadap Brand performance Hasil penelitian menunjukkan bahwa Purchase loyalty berpengaruh positif terhadap Brand performance mahasiswa dalam menggunakan laptop merek Acer. g. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan responden yang memberikan nilai maksimal pada pernyataan yang berkaitan dengan variabel tersebut. Ussahawanitchakit. dan Phapruke (2008) yang menyatakan bahwa Purchase loyalty berpengaruh positif terhadap Brand performance. Kinerja merek merupakan suatu keadaan dimana merek tersebut memberikan manfaat yang benar-benar diinginkan konsumen. Hal ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nurritamont.80 menyatakan bahwa Brand affect berpengaruh positif terhadap Attitudinal loyalty. Begitu juga penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Andi . Kinerja merek Acer berkaitan dengan perpaduan antara atribut produk citra merek Acer pelayanan yang diberikan dan faktor lainnya yang diinginkan oleh konsumen. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Diana Putri (2009) yang menyatakan bahwa brand affect berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty Nasabah BNI Syariah Cabang Jakarta. Kesetiaan pembelian mahasiswa terhadap laptop merek Acer dipengaruhi oleh kepuasan mereka terhada kinerja merek Acer. Wasutida.

Hal ini disebabkan kinerja merek Acer dapat memberikan manfaat yang benar-benar diinginkan oleh mereka. Kesetiaan mahasiswa terhadap merek Acer menyebabkan pola pikir mereka untuk menyukai merek tersebut. . Pengaruh Attitudinal loyalty terhadap Brand performance Hasil penelitian menunjukkan bahwa Attitidinal loyalty berpengaruh positif terhadap Brand performance mahasiswa dalam menggunakan laptop merek Acer.81 (2007) yang menyatakan bahwa purchase loyalty berpengaruh positif terhadap brand performance. merek yang terkenal dan pelayanan yang baik. Begitu juga penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Andi (2007) yang menyatakan bahwa attitudinal loyalty berpengaruh positif terhadap brand performance. Produk Acer memiliki harga yang relatif terjangkau. h. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan responden yang memberikan nilai maksimal pada pernyataan yang berkaitan dengan variabel tersebut Hal ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Utami Lilis Amelia (2006) yang menyatakan bahwa Attitudinal loyalty berpengaruh positif terhadap Brand performance.

4. Brand trust berpengaruh positif terhadap purchase loyalty. dalam hal ini menjamin garansi barang dengan baik. Implikasi Manajerial Berdasarkan kesimpulan diatas dapat diimplikasikan bahwa : 1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas. 2. 8. 2. Purchase loyalty berpengaruh positif terhadap brand performance. Attitudinal loyalty berpengaruh positif terhadap brand performance.82 V. maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut: 1. Kebijakan yang dapat dilakukan yaitu . Brand trust berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty. Pihak Produsen Laptop Acer hendaknya terus meningkatkan kepercayaan kepada konsumen dengan selalu menjamin kualitas merk Acer sehingga tidak mengecewakan konsumen dan konsumen akan loyal untuk menggunakan merek tersebut dan enggan berpindah ke merek lain. Risk aversion berpengaruh positif terhadap brand affect. B. Kepercayaan dapat ditingkatkan dengan meningkatkan reputasi merek yang solid. Risk aversion berpengaruh positif terhadap brand trust. Brand affect berpengaruh positif terhadap purchase loyalty. 6. 7. 5. 3. Pihak manajemen produsen laptop Acer hendaknya memperhatikan kebijakan yang berkaitan dengan kinerja merek. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI A. Brand affect berpengaruh positif terhadap attitudinal loyalty.

sehingga diharapkan produsen laptop Acer meningkatkan dan membuat program yang inovatif untuk menciptakan loyalitas konsumen. Implikasi Riset Berikutnya Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk dapat menambah variabel lain. Penggunaan sumber referensi baik berupa jurnal maupun literatur harus lebih banyak dan lengkap agar penelitian terhadap kinerja merek (brand performance) bisa terus dikembangkan.83 dengan cara meningkatkan manfaat atau fungsi produk sesuai dengan kebutuhan konsumen terhadap laptop Acer. misalnya dengan mendirikan service produk di setiap kota. Kesetiaan pembelian laptop Acer akan berdampak pada komitmen terhadap merek tesebut. C. misalnya produk atau barang jasa supaya memperoleh penemuan-penemuan yang lain. . 3. Selain itu untuk penelitian selanjutnya sebaiknya juga menggunakan kategori produk yang lain.

2009. Ghozali. Semarang: Universitas Diponegoro. “The Chain of Effect from Brand Trust and Brand Affect to Brand Performance: The Role Brand Loyalty”. 2009. Ferdinand. . “The Effects of Brand Affect on Female Cosmetic Users Brand Loyalty in Taiwan”. Dr. Chaudhuri. 2001.0. 2008. E. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. The Journal of American Academy of Business. The Role of Brand Loyalty”. P. The Effect of The Relationship of Brand Trust and Brand Affect on Brand Performance: An Analysis from Brand Loyalty Perspektive (A Case of Coffee Instant Product in Indonesia). Journal of Marketing. Jakarta. “The Relationship of Brand Attitudes and Brand Performance. B.84 DAFTAR PUSTAKA Aaker” A David. Model Persamaan Struktural Konsep dan Aplikasi dengan Program AMOS 16. Vol 65. Huery Ren Yehdan Dr. A and Holbrook. A. ________. Halim. R. Diana. Dr. The Journal of Marketing Management. Program Pascasarjana UI. Augusty. Semarang. 2005. Imam. M. Chemg-Ying Chiou. Vo 14:2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesetiaan Nasabah terhadap Merek BNI Syariah.1997. Edisi Indonesia Mitra Utama. pp 1 – 9. Structural Equation Modelling dalam Penelitian Manajemen. 1999. Vol 9:3. Ekuitas Merek. Hsin Kuang Chi.

Skripsi Fakultas Ekonomi. Edisi Revisi. Manajemen Pemasaran. “Exploring The Concept and Measurenment of General Risk Aversion”. Mizan Pustaka. Romzi. Perilaku Konsumen. Philip. Edisi Milenium. Sonja Grabner-Krauterdan Sonja Bidmon. Alfabeta. Perencanaan. __________. Sugiyono. Jakarta. C.85 Kertajaya.164. John C dan Mickail. Bina Aksara. Prenhallindo. Jakarta. Mandrik. 1999. Bandung. PT. Metode Penelitian Bisnis. Kotler. Hermawan. Advances in Consumer Research. Jilid 2. 2007. 2004. Kurt. A and Bao. 2009.Y. PT. Hermawan Kertawijaya on Brand. Implementasi dan Kontrol. Vol:32. 2005. 2000. Skripsi Fakultas Ekonomi Unika Atma Jaya. 2002. Matzler. 1997. . Journal of Product & Brand Management. 1999. Statistika Untuk Penelitian. “ Risk Aversion anad Brand Loyalty: The Mediating Role of Brand Trust and Brand Affect”. Hubungan Brand Trust dan Brand Affect dengan Purchase Loyalty dan Produk Telepon Genggam Nokia. Bandung. Regina. Manajemen Pemasaran: Analisis. Pengaruh Risk Aversion Terhadap Loyalitas Merek Dimediasi Brand Trust dan Brand Affect Pada Produk Smartphone di Surabaya. ________. Mowen. 2008. Jakarta. Prenhalindo. Alfabeta. Bandung. Vol 17/3: 154.

Tjiptono. www. Fandy. Edisi 2 Februari 2010. Manajemen Jasa. Analisis Data dalam Aplikasi Pemasaran. Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman.emeraldinsight. Top Brand 2010.86 Suliyanto.com . Andi Offset. Tjiptono. 2005. 1996. Fandy. Utami Lilis Amelia. Ghalia Indonesia: Jakarta. Ghalia Indonesia Bogor. Yogyakarta. 2006.com. Majalah Marketing. 2005. Analisis Pengaruh Kepercayaan Merek dan Afeksi Merek terhadap Kinerja Merek Ponsel dan Mie Instan pada Mahasiswa FE Unsoed. http://search.epnet. Analisis Data Dalam Aplikasi Manajemen.

Purchase Loyalty. Teman-teman Mahasiswa Di Tempat Dengan hormat. Hormat saya. dan Attitudinal Loyalty Terhadap Brand Perfomance Pengguna Laptop Merek Acer (Studi Kasus pada Mahasiswa S1 Reguler Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman)”. Dan diharapkan teman-teman mengisi kuisioner ini dengan pendapat pribadi masing-masing. Dengan kuisioner ini saya mengajak teman-teman untuk menjadi responden penelitian saya serta diharapkan teman-teman mempunyai waktu untu membantu saya dalam mengisi kuisioner yang saya buat ini. Penelitian yang akan saya lakukan berjudul” Analisis Pengaruh Risk Aversion. maka kuisioner ini dibuat serta dibagikan dalam rangka penyusunan tugas akhir sebagai syarat untuk meraih gelar sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Brand Affect. Sehubungan dengan akan diadakannya penelitian yang saya lakukan.87 LAMPIRAN I Kepada Yth. Brand Trust. tidak untuk kepentinngan yang lain. Mega Ayu Puspita (C1B007139) . saya ucapkan terima kasih. Tujuan dari kuisioner ini adalah semata-mata untuk kepentingan akademis. Atas kesediaan dan bantuan teman-teman dalam mengisi kuisioner ini.

… ………………………………………………………………………………….…………………………………………………………. Berapa kali berganti laptop dengan merek yang sama (Acer) ? a. 2.. Rp 500. 1 kali b. IESP :………….. Manajemen b.………………………………………………………….00 c. :…………. 3 kali d. > 3 kali e.000. b.000.………………………………………………………….00 1.000. Akuntansi c.6 bulan c.000.. 6 bulan. < 3 bulan b. Belum pernah . > 1 tahun 3. Rp > Rp 1. 2 kali c. :………….000. 3 bulan..88 KUISIONER Identitas Responden : Nama Alamat Jenis Kelamin Jurusan Angkatan No..000. Sudah berapa lama anda menggunakan laptop merek Acer tersebut ? a.00 – Rp 1.00 Pertanyaan Pembuka : Uang saku per bulan : a.1 tahun d. : L/P : a.. Telepon :………….…………………………………………………………. Apa alasa utama anda memilih serta menggunakan laptop merek Acer ? ………………………………………………………………………………. < Rp 500.

Tidak Setuju 3. Netral 5. Keterangan : 1. Setuju 7. Agak Setuju 6. Kemudian berikan jawaban yang telah Anda yakini pada lembar jawaban bagi setiap pernyataan tersebut dengan member tanda chek (√) jawaban yang telah anda yakini. baca dan pahami setiap pertanyaan dengan seksama. Bila ada pernyataan yang tidak sependapat dengan diri Anda. Sangat Tidak Setuju 2. sehingga tidak adasatupun jawaban pernyataan yang tidak diisi.89 Petunjuk pengisian kuisioner : Dibawah ini ada beberapa pertanyaan. Agak Tidak Setuju 4. pilihlah yang paling mendekati dengan pendapat diri Anda. Sangat Setuju .

90

Pertanyaan : Risk Aversion (Tingkat resiko yang diperoleh) : No. 1. Pernyataan Saya lebih memilih membeli laptop dengan merek yang sudah terkenal 2. Saya lebih memilih membeli laptop dengan merek yang biasa dibeli daripada mencoba merek lain yang tidak saya percaya 3. Saya merasa aman sudah saya kenal membeli laptop yang 1 2 3 4 5 6 7

Mengapa Anda lebih merasa aman untuk memilih produk yang mempunyai merek yang sudah terkenal seperti merek Acer ? ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………

Brand Trust ( Kepercayaan Merek) : NO. 1. Pernyataan Saya percaya dan yakin terhadap laptop merek Acer 2. Saya menggandalkan dalam pembelian 1 2 3 4 5 6 7

laptop yaitu merek Acer daripada laptop dengan merek yang lain 3. Saya lebih memilih laptop merek Acer yang sudah dikenal orang banyak

Mengapa Anda percaya dan yakin pada laptop merek Acer ? ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………

91

Brand Affect (Afeksi Merek) : No. 1. Pernyataan Saya merasa suka saat menggunakan laptop merek Acer 2. Saya merasa puas saat menggunakan laptop merek Acer 3. Saya merasa senang saat menggunaka laptop merek Acer 1 2 3 4 5 6 7

Mengapa Anda merasa senang saat menggunakan laptop merek Acer ? ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………

Purchase Loyalty (Kesetiaan Pembeliaan) : No. 1. Pernyataan Saya akan tetap setia membeli laptop dengan merek Acer 2. Apabila di waktu yang akan datang saya membeli laptop lagi, saya akan membeli laptop dengan merek Acer 1 2 3 4 5 6 7

Mengapa Anda mempunyai kesetiaan pembeliaan untuk tidak berganti merek lain selain merek Acer apabila Anda membeli laptop baru lagi ? ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………

92

Attitudinal Loyalty (Kesetiaan Sikap) : No. 1. Pernyataan Saya tetap berkomitmen terhadap laptop merek Acer 2. Saya akan menceritakan hal positif dan merekomendasikan laptop merek Acer pada orang lain 3. Saya tidak akan berganti merek meskipun banyak pilihan merek yang tersedia 4. Saya akan tetap berniat dan selalu 1 2 3 4 5 6 7

menggunakan laptop dengan merek Acer

Mengapa Anda mempunyai komitmen untuk tidak berganti merek lain selain merek dari Acer jika di waktu yang akan datang Anda akan membeli laptop baru lagi ? ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………

Brand Perfomance (Kinerja Merek) : No. 1. Pernyataan Saya mempunyai loyalitas merek yang tinggi terhadap laptop merek Acer 2. Saya mempunyai kesadaran merek yang kuat terhadap merek Acer 3. 4. Saya akan tetap solid terhadap merek Acer Saya bangga menggunakan laptop merek Acer karena sudah diakui keberadaannya serta telah dibuktikan tingkat kredibilitasnya 1 2 3 4 5 6 7

93 Hal-hal positif apa yang akan Anda ceritakan kepada orang lain untuk merekomendasikasikan orang lain untuk membeli laptop dengan merek Acer ? ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………… ……………………………………………… .

94 LAMPIRAN II e4 1 e5 1 e6 1 e10 1 e11 1 1 d3 x4 1x5 x6 x10 1 x11 d1 1 Brand Trust Purchase Loyalty 1 e1 1 e2 1 e3 d5 x1 x2 1 x3 1 Risk Aversion d2 Brand Performance 1 1 1 x17 1 x18 1 x16 x19 e16 e17 e18 e19 1 Brand Affect 1 1 x7 1 x8 1 x9 e7 e8 e9 Attitudinal Loyalty 1 1 d4 1x12 1x13 1x14 1x15 e12 e13 e14 e15 .

80 .88 .79 .78e18 x18 x19 e19 .90.07 .84e16 x17 .90 .839 GFI=.92 x16 .52 .957 CFI=.865 Probability=.93 .03 .32 Brand Affect .95 UJI HIPOTESA Chi-Square=264.964 RMSEA=.20 e11 d3 x4 x10 1.91 .075 e4 .88 x12 e12 d4 x9 e9 x13 e13 x14 e14 x15 e15 .86 .86 Risk Aversion .83e17 .80 Brand Performance e1 e2 e3 .93 .88 x11 d1 .27 d2 .93 x3 .94 .28 .06 .77 .97 x2 .25 .91 .27 e5 e6 e10 1.95 x7 e7 .89 x1 .856 TLI=.90 .90 x8 e8 .95 .95 .91x6 .80 x5 .91 .15 d5 .86 .93 .69 .80 .32 Brand Trust Purchase Loyalty .90 .20 Attitudinal Loyalty .000 CMIN/DF=1.82 .84 .

endogenous variables Brand trust Brand affect Attitudinal_loyalty Brand_performance Purchase_loyalty Unobserved. exogenous variables e3 . endogenous variables x3 x2 x1 x4 x5 x6 x9 x8 x7 x10 x11 x15 x14 x13 x12 x16 x17 x18 x19 Unobserved.96 LAMPIRAN III Your model contains the following variables Observed.

97 Risk Aversion e2 e1 e4 e5 e6 e9 e8 e7 e10 e11 e15 e14 e13 e12 e16 e17 e18 e19 d1 d2 d4 d5 d3 Variable counts Number of variables in your model: Number of observed variables: Number of unobserved variables: Number of exogenous variables: Number of endogenous variables: 49 19 30 25 24 .

365 2.721 -.073 8.193 -.020 c.000 7.473 .413 2.080 -.000 2.101 kurtosis -.473 -.000 7.000 2.829 37.333 -1.147 .805 2.432 -.259 -2.183 -1.193 -1.000 7.156 -.987 -.593 c.422 -. -1.301 2.714 -2.000 2.000 7.r.255 -1.206 -1.782 -.149 .281 .000 2.000 3.423 -.000 7.000 2.410 -.109 -2.446 .98 LAMPIRAN IV Assessment of normality Variable x19 x18 x17 x16 x12 x13 x14 x15 x11 x10 x7 x8 x9 x6 x5 x4 x1 x2 x3 Multivariate min 2.615 -1.000 7.000 3.000 7.115 .000 2.452 -.431 1.824 -2.000 2.211 -2.943 1.000 2.123 -.430 -.403 .460 .395 -.000 skew .000 2.665 2.000 3.902 -.133 -.258 1.803 -.232 2.675 -1.189 .306 .477 -.000 3.000 3.000 7.842 -1.530 2.000 7.000 2.000 2.r.000 2.000 7.408 2.000 7.282 -.000 7.000 7.445 2.525 -.000 7.910 -.165 -.000 2.270 -.663 2.957 -1. .288 .000 max 7.286 -.148 -2.483 -.024 -.239 -1.383 -.000 7.000 7.000 7.364 -.705 -.082 .486 .734 .000 7.

99

Des criptive Statis tics N Zscore(X1) Zscore(X2) Zscore(X3) Zscore(X4) Zscore(X5) Zscore(X6) Zscore(X7) Zscore(X8) Zscore(X9) Zscore(X10) Zscore(X11) Zscore(X12) Zscore(X13) Zscore(X14) Zscore(X15) Zscore(X16) Zscore(X17) Zscore(X18) Zscore(X19) V alid N (lis tw ise) 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 150 Minimum -2.95491 -2.97437 -2.25254 -2.66832 -2.62734 -2.47449 -2.38335 -2.45974 -2.50671 -1.79935 -1.80045 -1.96064 -2.18483 -2.01151 -1.93805 -2.50175 -2.32236 -2.45837 -2.27859 Max imum 1.21266 1.31070 1.33311 1.58964 1.63321 1.54907 1.88534 1.94576 1.96113 2.30251 2.26683 2.32647 2.43101 2.46515 2.46661 2.37179 2.28550 2.40648 2.10331 Mean -1.4E-15 1.14E-15 -9.9E-16 7.85E-16 -1.1E-16 -8.2E-16 -8.7E-17 9.16E-16 2.51E-15 5.98E-17 1.05E-15 -4.0E-16 1.19E-15 -1.1E-15 -9.5E-16 -1.5E-15 -1.2E-15 1.06E-15 -4.1E-16 Std. Deviation 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000 1.0000000

Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) Observation number 150 127 117 50 129 87 77 128 88 85 110 Mahalanobis d-squared 50.924 39.888 38.006 37.858 36.815 35.807 34.207 33.756 32.554 32.343 32.095 p1 .000 .003 .006 .006 .008 .011 .017 .020 .027 .029 .030 p2 .014 .092 .060 .015 .009 .007 .016 .010 .021 .011 .007

100

Observation number 134 7 148 20 72 119 51 45 21 104 108 71 84 123 23 22 74 133 25 83 1 68 121 136 57 48 90

Mahalanobis d-squared 31.068 31.046 30.910 30.708 30.122 29.705 29.433 29.276 28.478 28.217 28.197 27.471 27.309 26.625 26.461 26.127 25.826 25.520 25.420 25.261 25.155 24.850 24.761 24.548 24.232 24.212 24.170

p1 .040 .040 .041 .043 .050 .056 .059 .062 .075 .079 .080 .094 .098 .114 .118 .127 .135 .144 .147 .152 .155 .166 .169 .176 .187 .188 .190

p2 .017 .007 .004 .002 .004 .004 .004 .002 .008 .008 .004 .014 .011 .033 .028 .038 .047 .059 .048 .045 .037 .050 .040 .045 .064 .045 .033

101

Observation number 113 100 27 62 144 49 55 56 11 31 8 78 17 39 86 53 95 109 135 70 98 132 149 66 130 92 2

Mahalanobis d-squared 23.959 23.730 23.730 23.628 23.528 23.115 22.597 22.423 22.334 22.154 22.152 21.848 21.605 21.389 21.147 21.115 20.841 20.781 20.736 20.581 20.472 20.268 20.168 20.133 20.021 19.959 19.916

p1 .198 .207 .207 .211 .215 .232 .256 .264 .268 .277 .277 .292 .304 .316 .329 .330 .346 .349 .352 .360 .367 .379 .385 .387 .393 .397 .400

p2 .038 .047 .031 .027 .023 .050 .125 .136 .123 .137 .102 .152 .194 .232 .288 .246 .322 .293 .259 .278 .275 .322 .316 .277 .278 .254 .223

592 .090 .958 18.939 18.403 .133 .489 .076 .966 16.190 17.401 .400 .121 .540 .526 .791 19.582 .895 19.573 .257 17.445 .981 18.784 17.388 .922 16.525 .223 19.098 .422 .563 .555 .913 19.124 .461 .420 .085 .178 .739 17.504 .439 .092 .102 .776 p1 .817 18.419 .260 .460 .421 .595 .255 17.577 .572 .849 19.559 19.082 .416 .404 .063 .461 .604 19.443 .438 .496 .399 17.453 .469 .108 .833 19.102 Observation number 9 79 42 16 44 5 6 145 126 40 124 12 106 46 116 58 76 4 33 139 64 24 3 118 37 30 147 Mahalanobis d-squared 19.509 17.643 19.537 .458 .405 .962 17.407 .121 16.605 p2 .458 .145 .281 17.184 18.

655 .066 9.Attitudinal_loyalty x2 x5 x8 x4 x6 x7 x9 x13 <--.Risk aversion .010 1.455 .Brand affect Purchase_loyalty <--.Purchase_loyalty Brand_performance <--.125 3.Brand affect <--.943 .042 22.996 Scalar Estimates Regression Weights Estimate Brand trust Brand affect <--.012 .653 1.111 3.612 .563 .675 16.001 par_15 .048 1.059 1.718 .114 3.744 .Brand affect <--.761 *** par_1 .Brand trust Brand_performance <--.416 16.688 .102 1.255 .386 *** par_2 .409 *** par_6 .085 3.R.391 .937 *** par_21 .835 .257 .067 15.000 .749 15.Risk aversion <--.036 par_20 .745 *** par_17 .263 15.857 *** par_5 S.003 par_19 .523 .Brand trust <--.081 6. P Label . C.046 .Brand trust <--.103 Observation number 96 137 120 122 19 69 61 131 Mahalanobis d-squared 16.535 *** par_14 .833 *** par_4 .070 14.706 .Brand trust <--.879 .048 22.121 3.Risk aversion <--.046 21.346 .758 p2 .Brand affect Attitudinal_loyalty <--.Brand affect <--.Attitudinal_loyalty .048 21.000 1.062 16.460 *** par_18 .920 *** par_3 Attitudinal_loyalty <--.539 15.E.014 1.674 .050 2.467 .Brand trust Purchase_loyalty <--.629 .002 par_16 .433 p1 .931 .105 .101 .031 15.394 .951 .

Attitudinal_loyalty x2 x5 <--.322 .515 .786 .Risk aversion <--.483 *** par_8 .047 21.863 S.847 *** par_13 Standardized Regression Weights Estimate Brand trust Brand affect <--.015 1.081 1.966 .Risk aversion <--.252 .Brand affect Attitudinal_loyalty <--.062 13.000 1.Purchase_loyalty <--.Brand affect Purchase_loyalty <--.Purchase_loyalty Brand_performance <--.Brand trust .057 18.999 1.320 .274 . C.001 .332 *** par_11 .044 1.Risk aversion <--.364 *** par_7 .Brand_performance <--.000 1. P Label .Attitudinal_loyalty <--.Brand_performance <--.148 .Risk aversion .056 19.Attitudinal_loyalty <--.Attitudinal_loyalty <--.000 1.Brand_performance <--.Risk aversion <--.281 .054 18.905 Attitudinal_loyalty <--.104 Estimate x12 x14 x15 x16 x19 x18 x17 x1 x3 x10 x11 <--.664 *** par_10 .063 17.000 .R.E.097 1.039 25.Brand trust Purchase_loyalty <--.Brand trust Brand_performance <--.319 *** par_12 .Brand_performance <--.372 *** par_9 .Purchase_loyalty 1.

213 *** par_27 .Purchase_loyalty .895 .032 .926 1.519 *** par_25 .909 .517 .037 6.914 .Attitudinal_loyalty <--.677 *** par_23 .927 .396 *** par_22 .894 .092 7. P Label .947 .R.177 .Risk aversion <--.372 *** par_24 .896 .Attitudinal_loyalty <--.113 7.876 Variances: (Group number 1 .Brand_performance <--.940 .Brand_performance <--.683 .041 *** par_26 .Purchase_loyalty <--.Brand affect <--.Brand trust <--.Brand trust <--. C.881 .918 .105 Estimate x8 x4 x6 x7 x9 x13 x12 x14 x15 x16 x19 x18 x17 x1 x3 x10 x11 <--.167 7.Risk aversion <--.Attitudinal_loyalty <--.Attitudinal_loyalty <--.928 .668 .947 .Brand affect <--.232 S.091 7.Brand affect <--.955 .E.Brand_performance <--.896 .077 6.Default model) Estimate Risk Aversion d1 d2 d4 d3 d5 .Brand_performance <--.851 1.

202 .193 .894 *** par_28 .E.337 par_37 .183 .029 5.079 4.026 6.204 .777 *** par_31 .186 . C.256 S.265 .018 5.025 6.095 -.933 *** par_30 .089 .154 .113 .027 6.030 7.001 par_29 .R.767 *** par_41 .210 *** par_34 .610 *** par_40 . P Label .063 .085 .117 .682 *** par_33 .091 .034 5.231 .023 6.019 5.176 *** par_35 .019 6.018 5.209 *** par_38 .027 6.960 .103 .173 .016 *** par_46 Squared Multiple Correlations: (Group number 1 .148 *** par_44 .106 Estimate e3 e2 e1 e4 e5 e6 e9 e8 e7 e10 e11 e15 e14 e13 e12 e16 e17 e18 e19 .068 *** par_42 .016 5.018 3.405 *** par_39 .334 .Default model) Estimate Brand Affect Brand Trust Purchase_Loyalty Attitudinal_Loyalty .161 .458 *** par_32 .059 .030 5.036 7.424 *** par_45 .022 6.158 .142 .161 .793 *** par_43 .070 *** par_36 .211 .

859 .107 Estimate Brand_Performance x19 x18 x17 x16 x12 x13 x14 x15 x11 x10 x7 x8 x9 x6 x5 x4 x1 x2 x3 .803 .865 .066 .000 20.800 .801 .883 .912 .896 .839 .767 1.276 DF 144 0 171 .487 P .858 Model Fit Summary CMIN Model Default model Saturated model Independence model NPAR 46 190 19 CMIN 264.825 .933 .777 .820 .836 .686 .843 .860 .000 CMIN/DF 1.000 3503.898 .803 .

108 RMR.000 RFI rho1 .000 .000 PNFI .000 .514 .000 .207 .276 LO 90 79.649 Parsimony-Adjusted Measures Model Default model Saturated model Independence model PRATIO .084 .842 .000 .158 AGFI .778 .000 3528. GFI Model Default model Saturated model Independence model Baseline Comparisons Model Default model Saturated model Independence model NFI Delta1 .000 .000 3143.000 RMR .964 1.000 NCP Model Default model Saturated model Independence model FMIN Model FMIN F0 LO 90 HI 90 NCP 120.175 .810 PGFI .000 TLI rho2 .957 CFI .000 1.000 .000 .812 .910 IFI Delta2 .000 PCFI .924 1.000 .548 GFI .964 1.541 HI 90 170.856 1.000 .865 .047 .323 .000 3332.

083 MECVI 2.680 RMSEA .000 22.767 LO 90 2.098 HI 90 1.351 HI 90 .061 .946 23.395 2.276 BCC 371.114 2.478 CAIC 541.550 25.512 F0 .000 AIC 356.491 2.865 380.806 .089 .021 3617.811 .478 ECVI 2.354 1142.000 23.778 .167 BIC 495.000 3541.354 952.531 .550 23.362 LO 90 .728 2.075 .003 .000 23.372 PCLOSE .109 Model Default model Saturated model Independence model RMSEA Model Default model Independence model AIC Model Default model Saturated model Independence model ECVI Model Default model Saturated model Independence model FMIN 1.129 438.364 LO 90 .021 3598.550 22.000 21.144 .500 HI 90 2.915 3547.

110 HOELTER Model Default model Independence model Execution time summary Minimization: Miscellaneous: Bootstrap: Total: .871 HOELTER .821 .05 98 9 HOELTER .01 105 10 .000 7.050 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful